Archives

2016

Cover Page

Vol 23, No 1: Juni 2016

Mulai penerbitan tahun 2016 Jurnal Humanika dalam setiap edisi penerbitan membatasi jumlah artikel yang akan dipublikasikan, yaitu hanya menerima 5 atau 6 artikel. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hasil penerbitan. Penerbitan Volume 23 No. 1 ( edisi Januari – Juni  2016) memuat 6 tulisan, yaitu dari ; 1) Ratna Asmarani mengenai analisis keberadaan Emma Lou dalam The Blacker The Berry karya Wallace Thurman. 2) Tulisan Sri Puji Astuti mengkaji kalimat deklartif dengan judul Apa dan Mana dalam Kalimat Deklaratif. 3) Kemudian I Wayan Trisna Mahardika, Cecep Darmawan, meneliti Civic Culture dalam Nilai-nilai Budaya dan Kearifan Lokal Masyarakat Bali Aga Desa Trunyan. 4) Penulis lainnya Nastiti Mufidah, meneliti Program Jam Wajib Belajar dalam Membentuk Civic Disposition Warga Negara. 5) Lainnya Nashsrul Wahyu Suryawan dan Endang Danial meneliti Implementasi Semangat Persatuan pada Masyarakat Multikultural melalui melalui Agenda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang. 6) Riyan Prayogi dan Endang Danial meneliti Pergeseran Nilai-nilai Budaya pada Suku Bonai sebgai Civic Culture di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.


2015

Cover Page

Vol 22, No 2: Desember 2015

Penerbitan Humanika Vol. 22. No. 2 Edisi Juli-Desember 2015 ini merupakan penguatan atas tema penerbitan Humanika Vo. 21. No. 1 Edisi Januari-Juni 2015. Hal ini perlu dilakukan karena jumlah makalah yangmasuk ke meja Redaksi sangat banyak dan tidak tertampung dalam penerbitan edisi lalu.

Dewan redaksi mulai tahun 2016 akan merintis proses pengusulan Jurnal terakreditasi ke Dikti Kemenristekdikti. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para penulis makalah dalam edisi kali ini. Kritik dan saran kami harapkan dari semua piha
Cover Page

Vol 21, No 1: JUNI 2015

Tema penerbitan edisi kali ini adalah “Penguatan Kasadaran Partisipatif untuk Merajut Kebhinnekaan” Pengangkatan tema tersebut terinspirasi memori kesejarahan kita tentang proses kehidupan berbangsa Indonesia, di samping untuk menyikapi tantangan yang sedang dihadapi masyarakat bangsa Indonesia saat ini.

Penerbitan Jurnal Humanika edisi kali ini memuat berbagai karya ilmiah para pakar di bidang keahliannya, sebagai bentuk kesadaran partisipatif untuk bersama memikirkan kemajuan bangsa tercinta. Kita masing-masing dengan keahliannya harus menumbuhkan kesadaran untuk berbuat yang terbaik demi kepentingan kolektif masyarakat bangsa Indonesia. Semua harus memulai dari sekarang, coming together is a beginning, keeping together is progress, working together is succes


2014

Cover Page

Vol 20, No 2: DESEMBER 2014

Tema penerbitan Jurnal Humanika kali ini langkah kesiapan dalam rangka menyongsong era “ Revolusi Mental(Mental Revolution) yang sedang digelorakan oleh pemerintah. Thomas S. Kuhn (1986) dalam konteks pengembangan ilmu memilih menggunakan  istilah “Scientific Revolution” Revolusi mental harus dimaknai sebagai upaya perubahan cara berfikir, bersikap dan berperilaku positif, visioner menuju progress. Langkahnya sudah barang tentu dimulai dari diri kita masing-masing sebagai warga bangsa Indonesia. Sudah waktunya mulai dari sekarang bangsa Indonesia sadar dan bangkit dari keterpurukan, karena tantangan dan harapan ada di depan perjalanan kita. Tunjukkan kepada dunia bahwa “Indonesia bisa”. esensinya adalah mewujudkan kemandirian bangsa yang bermartabat dan berjatidiri.

Semua artikel yang termuat dalam penerbitan Volume 20 No.2 (edisi Juli-Desember 2014) ini merujuk pada spirit tema yang diangkat. Semoga memberikan inspirasi bagi perjuangan kita semua. Dalam kesempatan ini dewan redaksi mengucapkan terimakasih kepada semua penulis artikel yang telah menyumbangkan pemikirannya, sehingga penerbitan Jurnal Humanika dapat terjaga kelangsungannya
Cover Page

Vol 19, No 1: JUNI 2014

Penerbitan Jurnal Humanika Vol. 19 No.1 ( Januari – Juni) 2014 kali ini mengusung tema : semangat kebangkitan dari keterpurukan krisis jati diri dan karakter bangsa untuk Indonesia maju. Tema ini menyikapi tantangan masa depan Indonesia, masyarakat bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri memiliki kesiapan sumber daya manusia untuk mengantisipasi persaingan global, terutama memasuki Komunitas Masyarakat Ekonomi Asia tahun 2015. Persoalan klasik bagi bangsa Indonesia yang belum terselesaikan hingga sekarang ini adalah ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki daya saing. Barangkali bukan lagi masalah kemampuan intelektualitas, melainkan lebih pada masalah keterampilan keahlian dan sikap mental masyarakat yang belum menjujung tinggi profesionalisme dan budaya keilmuan (kejujuran, sportifitas, konsisten, kemandirian, dan percaya diri).

2013

Cover Page

Vol 18, No 2: Desember 2013

Dari segi geografis Indonesia adalah negara yang besar dan memiliki posisi strategis di antara negara-negara di dunia. Struktur kehidupan bangsanya yang plural dan jumlah populasi yang tinggi merupakan daya dukung kekuatan potensial bagi sebuah negara Indonesia yang sedang berkembang. Namun dalam perjalanannya ke depan negara dan bangsa Indonesia akan semakin menghadapi persoalan kebangsaan yang kompleks. Perkembangan globalisme yang meggulirkan era keterbukaan, persaingan bebas, kecanggihan teknologi, membawa konsekuensi perlunya kesiapan sikap mental dan daya saing setiap bangsa. Sebagai negara dan bangsa yang besar dengan segenap potensi sumber daya manusia dan alamnya, sikap optimisme perlu ditumbuhkembangkan untuk mendorong semangat membangun Indonesia yang lebih maju.

Cover Page

Vol 17, No 1: Juni 2013

Bangsa Indonesia dalam perjalanannya ke depan akan semakin menghadapi persoalan kebangsaan yang kompleks, baik mulai dari persoalan internal maupun eksternal bangsa. Globalisme sering ditempatkan sebagai tantangan bahkan ancaman bagi negara kebangsaan seperti Indonesia. Namun tidak berarti globalisme harus ditakuti, karena di samping memberi tantangan juga memberi peluang. Sebagai negara dan bangsa yang besar dengan segenap potensi sumber daya manusia dan alamnya, sikap optimisme perlu ditumbuhkembangkan untuk mendorong semangat membangun Indonesia yang lebih maju.