Hubungan Pajanan Kebisingan dengan Tekanan Darah dan Denyut Nadi pada Pekerja Industri Kemasan Semen

DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.16.1.29-36
Copyright (c) 2017 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA

Article Info
Submitted: 01-03-2017
Published: 14-03-2017
Section: Research Articles

Latar belakang: Cemaran bising merupakan merupakan suara yang mengganggu dan membahayakan orang yang mendengarnya. Gangguan suara ini dapat menimbulkan berbagai respon psikologis, khusunya pada sistem kardiovaskuler pada orang-orang yang terpapar. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis hubungan antara paparan bising dengan tekanan daran dan denyut nadi pada pekerja industi kemasan semen.

Metode: Penelitian dengan disain cross sectional telah dilakukan di industri kemasan semen di Tuban Indonesia. Sampel diambil sebanyak 22 pekerja denan teknik random random. Pengukuran  tingkat kebisingan dilakukan di unit produksi menggunakan Sound Level Meter. Pengumpulan data karakteristik pekerja dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengukuran tekanan daran dan denyut nadi dilakukan pada pekerja sebelum dan sesudah terpapar bising menggunakan tensimeter digital. Data penelitian dianalisis menggunakan paired t-test dan korelasi Perason pada level signifikasi 5%.

Hasil: Tingkat bising di seluruh area unit produksi melebihi nilai ambang batas (lebih 85 dBA). Sebagian besar pekerja berumur 42 tahun., telah bekerja selama 15 tahun. Sebanya 77,3% pekerja menggunakan alat pelindung telinga berupa ear plug saat bekerja. Tenanan darah sistolik maupun diastolik sebelum terpapar bising adalah normal, akan tetapi setelah terpapar bising menunjukkan gejala pre hipertensi. Rerata denyut nadi pekerja sebelum dan sesudah terpapar bising masing-masing 76,64 x/menit dan 86,91 x/menit.

Simpulan: Ada perbedaan secara signifikan (tekanan daran sistolik, diastolik, dan denyut nadi) antara sebelum dan sesudah bekerja (terpapar bising). Ada hubungan  signifiakan antara tingkat bising dengan peningkatan tekanan darah sistolik, diastlik, dan denyut nadi pekerja industri kemasan semen. Para pekerja disarankan untuk selalu menggunakan alat penuutup telingan saat melakukan pekerjaannya.

 

Abstract

Title: The Relationship between Noise Exposure with Blood Pressure and Pulse of Workers in a Cement Packaging Industry

Background: Noise pollution is the distrubing or excessive noise that may annoying, distracting or even harmfull to the people who hear it. Noise pollution can induces alteration of various physiological responses, especially on the cardiovascular system, in people exposed to it. The aim of the study was to analyze the relationship between noise exposure with blood pressure and pulse of workers in cement packaging industry.

Methods: A cross sectional study design was employed in 2016 at cement packaging industry in Tuban, Indonesia. Sample size were 22 workers obtained by using simple random sampling technique. Noise level was measured at production unit with a calibrated Sound Level Meter. Workers characteristics were gathered with an appropriate questionnaire. Blood pressure and pulse were measured cross shift (before and after noise exposure) using digital tensimeter. For analyzing data, paired t-test and pearson correlation test were used. P < 0.050 was considered statistically significant.

Results: Noise level at all production areas were exceed the TLV, over 85 dBA. Most workers were 42 years old, had over 15 years of worked periode and 77.3% of respondents were using EPE with ear plug type. Either sistolic and diastolic blood pressure before noise exposure were normal, but after that, they were prehypertension. Mean pulse of workers before and after noise exposure were 76,64 x/second and 86,91 x/second.

Conclusion: There were significant differences between the systolic blood pressure, diastolic and pulse before and after work. Meanwhile,  there were significant associations between noise with raised systolic blood pressure, diastolic blood pressure and pulse on workers of cement packaging industry. So, preventive of noise should be controled by using convenient EPE for workers. 

Keywords

Kebisingan; tekanan darah sistolik dan diastolik; denyut nadi; Tuban. (noise; systolic blood pressure; diastolic blood pressure; pulse)

  1. Siswati Siswati 
    Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga , Indonesia
  2. Retno Adriyani 
    Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga , Indonesia

Chandra A. Tehnik Kesehatan dan Keselamatan Kerja Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER/13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja. Jakarta, 2001.

Buchari. Kebisingan Industri dan Hearing Conservation Program. Medan: Universitas Sumatra Utara, 2007.

Hartanto, D. Hubungan Kebisingan dengan Tekanan Darah Pada Karyawan Unit compressor PT. Indo Acidatama Tbk. Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar. Karya Tulis Ilmiah. Universitas Sebelas Maret, 2011.

Rahmawarti A. Pengaruh Kebisingan terhadap Denyut Nadi pada Tenaga Kerja di Bandara Ahmad Yani Semarang. Thesis. Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang, 2014.

McKinley. Factor That Affect Blood Pressure. University of Illinois. Diakses dari http://www.mckinley.illinois.edu/handouts/blood_ pressure_factors.html Fakultas Kedokteran Program D-III Hiperkes dan Keselamatan Kerja, 2008.

Tarwaka. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja. Surakarta: Harapan Press, 2008.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Penyakit Hipertensi. Jakarta, 2006.

Siswati. Hubungan Pajanan Kebisingan dengan Tekanan Darah, Denyut Nadi dan Gangguan Pendengaran pada Karyawan PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG). Skripsi. Universitas Airlangga Surabaya, 2017.

Babba J. Hubungan Antara Intensitas Kebisingan di LingkunganKerja dengan Peningkatan Tekanan Darah (Penelitian pada Karyawan PT.Semen Tonasa di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan). Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro, 2007.

Huldani. Kebisingan Mempengaruhi Tekanan Darah Pekerja PT. PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, 2012.

Syidiq M. Pengaruh Intensitas Kebisingan terhadap Kenaikan Tekanan Darah pada Pekerja di PT. Pertani (Persero) Cabang Surakarta. Skripsi. Universitas Muhammadiayah Surakarta, 2013.

Dewi DT. Perbedaan Nadi Kerja dan Tekanan Darah pada Karyawan Terpapar Intensitas Kebisingan Di Atas dan Di Bawah Nilai Ambang Batas (NAB) Pada Bagian Produksi di PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2016.

Tambunan ST. Kebisingan di Tempat Kerja (Occuptional Health). Yogyakarta: Andi, 2005.

Montolalu SS, Supit W, Danes WR. 2014. Hubungan Kebisingan Terhadap Tekanan Darah Pada Pekerja Lapangan PT. Gapura Angkasa Di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado. Jurnal eBiomedik 2014, Vol 2 (1): 1-7.