TINGKAT PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PEREMPUAN PADA PETERNAKAN SAPI PERAH RAKYAT DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN (Productivity on Women Labour at Dairy Cattle Farmers in Pakem Sub District, District of Sleman)

Dyah Mardiningsih


Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan dikecamatan Pakem Kabupaten Sleman pada bulan Mei 2004. bertujuan untuk menjelaskan tingkat produktivitas perempuan dalam beternak sapi perah, faktor-faktor yang mempengaruhi dan menjelaskan fakta tentang akses dan kontrol perempuan dalam beternak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi, dan untuk memperoleh data pola perilaku secara umum dilakukan Focus Group Discussion (FGD). Tiga puluh (30) wanita istri peternak sapi perah diambil sebagai responden dengan cara acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketrampilan perempuan dalam beternak dan pola kehidupan produktif masih belum optimal, waktu yang dicurahkan untuk beternak rata-rata 105,98 menit/hari. Faktor yang menghambat beternak hanya sebagai sambilan dengan skala usaha kecil serta modal yang terbatas, faktor yang mendukung adalah pemasaran susu mudah dan adanya dukungan dari Pemerintah .Daerah. Akses dan kontrol perempuan rendah dalam beternak baik dalam pemilikan, pendidikan maupun modal.

Kata kunci : produktivitas, tenaga kerja perempuan, sapi perah.

ABSTRACT

Case study was carried out at Pakem sub district, district of Sleman, during May 2004. the study was aimed to assess productivity, factors effecting , access and control of women labor to dairy cattle farming. The methods of study was using in depth interview, observation and focus group discussion (FGD). Thirty respondent were selected by simple random sampling. The data were collected were then analyzed descriptive qualitatively. The results showed that women labour‟s skill and daily productive activity was sub optimum as the farming. Daily time spent for keeping dairy cattle was 105,98 minutes per day. Disadvantage factors as the farming was still considered small scale farming and low capital. Whilst the advantage factors were simple market on milk and supports from Local Government and related institutions. Access and control of women to dairy cattle farming was considered low especially on women ships, family education and capital

Keywords : productivity, women labour, dairy cattle.


Keywords


produktivitas; tenaga kerja perempuan; sapi perah; productivity; women labour; dairy cattle

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.