Editorial Policies

Focus and Scope

LAW REFORM sebagai salah satu jurnal nasional yang menjadi forum untuk mempublikasikan ide dan pemikiran tentang pembaruan hukum berupa artikel penelitian dan artikel review dari akademisi, analis, praktisi dan mereka yang tertarik untuk memberikan literatur tentang Pembaharuan Hukum dalam segala aspek. Artikel ilmiah di bidang: Pembaharuan Hukum Pidana (PHP), Hukum Ekonomi dan Bisnis (HEB), Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hak atas Kekayaan Intelektual, Hukum Laut, Hukum Internasional diterima dengan terbuka di jurnal ini.

 

Section Policies

Articles

 

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

 

PUBLICATION ETHICS and MALPRACTICE STATEMENT

Publication Ethics and Malpractice Statement

Jurnal LAW REFORM adalah jurnal elektronik yang telah melalui proses Peer-Review. Halaman ini akan menjelaskan Pedoman Etik Publikasi bagi semua pihak yang terlibat dalam tindakan penerbitan sebuah artikel di jurnal ini, termasuk Penulis, Pemimpin Redaksi, Dewan Editorial, Mitra Bestari dan Penerbit (Universitas Diponegoro). Aturan dalam halaman ini telah sesuai dengan COPE’s Best Practice Guidelines for Journal Editors.

 

 A. Pedoman Etik untuk Publikasi Jurnal

Publikasi artikel dalam Jurnal LAW REFORM harus melalui proses Peer-Review yang penting bagi pengembangan jaringan ilmu pengetahuan yang koheren dan terhormat. Hal tersebut merupakan suatu bentuk pengakuan akan kualitas artikel penulis dan institusi yang berada dibelakangnya. Peer-Review atas artikel merupakan bentuk pelaksanaan dan perwujudan dari metode ilmiah. Oleh karena itu penting untuk menyepakati standar perilaku etik yang diharapkan bagi semua pihak yang terlibat dalam tindakan penerbitan: Penulis, Editor Jurnal, Mitra Bestari, Penerbit dan Masyarakat.

Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro sebagai Penerbit Jurnal LAW REFORM menyadari tugasnya sebagai penanggungjawab dalam setiap proses penerbitan secara serius, baik dalam hal etika maupun tanggungjawab yang lainnya. Kami komitmen untuk memastikan bahwa iklan, cetak ulang atau pendapatan komersial lainnya tidak akan berdampak atau mempengaruhi keputusan editorial. Selain itu, kami akan membantu dalam komunikasi dengan jurnal yang lain / penerbit lainnya apabila dibutuhkan dan diperlukan.

Keputusan untuk Publikasi

Editor Jurnal LAW REFORM bertanggung jawab untuk memutuskan artikel mana yang harus diterbitkan dari artikel-artikel yang telah dikirimkan. Validitas artikel dan manfaat bagi peneliti dan pembaca harus dijadikan sebagai faktor penentu dalam setiap pembuatan keputusan. Para Editor akan mendasarkan pada kebijakan dari Dewan Redaksi Jurnal dan aturan-aturan hukum yang umumnya berlaku seperti pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan plagiarisme. Editor dapat berunding dengan editor lainnya atau Mitra Bestari dalam membuat keputusan tersebut.

Asas Permainan yang Adil

Editor dalam mengevaluasi naskah harus berdasarkan konten intelektual artikel itu sendiri, tanpa memandang ras, jenis kelamin, orientasi seksual, keyakinan agama, etnis, kewarganegaraan, atau filsafat politik dari para penulis.

Kerahasiaan

Editor dan setiap Staf Editorial tidak diperkenankan mengungkapkan informasi apapun tentang naskah yang telah diserahkan kepada orang lain selain Penulis, Reviewer, Calon Reviewer, Editor lain, dan Penerbit.

 Pengungkapan dan Konflik Kepentingan

Bahan yang belum dipublikasikan dalam sebuah naskah yang diajukan tidak boleh digunakan dalam penelitian editor sendiri tanpa persetujuan tertulis dari penulis.

 

B. Tugas Reviewer

Kontribusi untuk Keputusan Editorial

Reviewer membantu editor dalam membuat keputusan editorial, dan melalui komunikasi editorial dengan penulis, reviewer juga dapat membantu penulis dalam meningkatkan kualitas artikel yang bersangkutan.

Ketepatan Waktu

Setiap Reviewer yang ditunjuk dan merasa bahwa dirinya tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengulas artikel tertentu atau mengetahui bahwa reviewnya tidak akan selesai pada waktunya harus melakukan pemberitahuan kepada editor dan mengundurkan diri dari proses review artikel.

Kerahasiaan

Setiap naskah yang diterima untuk di-review harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Naskah tidak boleh ditampilkan atau didiskusikan dengan orang lain kecuali diizinkan oleh Editor.

Standar Objektivitas

Review harus dilakukan secara objektif. Kritik atas pribadi Penulis adalah tidak etis. Reviewer harus mengekspresikan pandangan mereka secara jelas dan didukung oleh argumen yang baik, kecuali diizinkan oleh editor.

Pengakuan atas Sumber Referensi

Reviewer harus mengidentifikasi karya relevan yang telah diterbitkan dan belum dikutip oleh Penulis. Pernyataan observasi, derivasi, atau argumen telah diteliti sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Reviewer juga harus memberitahu Editor jika ada kesamaan substansial atau tumpang tindih antara naskah yang dipertimbangkan dengan setiap makalah orang lain yang mereka ketahui sebelumnya.

Kerahasiaan dan Konflik Kepentingan

Informasi rahasia atau ide yang diperoleh melalui Peer-Review harus dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk keuntungan pribadi. Reviewer tidak diperbolehkan me-review naskah di mana mereka memiliki konflik kepentingan akibat kompetitif, kolaboratif, atau lainnya hubungan atau koneksi dengan salah satu penulis, perusahaan, atau lembaga terhubung dengan artikel yang di-review.

 

C.Tugas Penulis

Standar Pelaporan

Penulis penelitian harus menyajikan laporan yang akurat dari penelitian yang dilakukan serta berikut tujuan dan manfaat dari penelitian tersebut. Data yang dijadikan dasar harus disajikan secara akurat dalam artikel yang dikirimkan. Artikel harus mengandung detail dan referensi yang cukup untuk mengizinkan orang lain untuk meniru / meneruskan penelitian tersebut. Tindakan penipuan atau ketidakakuratan yang disengaja dalam menyajikan data maupun referensi merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima.

Akses dan Penyimpanan Data

Penulis diminta untuk memberikan data mentah sehubungan dengan artikel untuk editorial, dan harus siap untuk menyediakan akses publik terhadap data tersebut (konsisten dengan ALPSP-STM Statement on Data and Database), jika memungkinkan. Penulis wajib untuk menyimpan data tersebut dalam waktu yang wajar setelah publikasi dalam kondisi apapun.

Orisinalitas dan Plagiarisme

Para penulis harus memastikan bahwa mereka telah menulis karya yang sepenuhnya asli atau ditulis sendiri, dan jika penulis telah menggunakan pekerjaan dan / atau kata-kata dari orang lain harus memastikan bahwa hal tersebut telah tepat dikutip.

Pengiriman Artikel lebih dari Satu Jurnal.

Seorang penulis tidak diperbolehkan mempublikasikan naskah penelitian yang sama di lebih dari satu jurnal atau publikasi utama. Mengirimkan naskah yang sama untuk lebih dari satu jurnal bersamaan merupakan perilaku penerbitan tidak etis dan tidak dapat diterima.

Pengakuan Sumber

pengakuan yang tepat dari karya orang lain harus selalu diberikan. Penulis harus mengutip publikasi yang telah berpengaruh dalam penulisan karya ilmiahnya.

Penyebutan Penulis

Penyebutan Penulis harus dibatasi kepada orang yang telah membuat kontribusi yang signifikan terhadap konsepsi, desain, pelaksanaan, atau interpretasi penelitian yang dikirimkan. Semua orang yang telah membuat kontribusi yang signifikan harus terdaftar sebagai penulis pendamping. Apabila ada orang lain yang telah berpartisipasi dalam aspek-aspek substantif tertentu dari proyek penelitian, mereka harus diakui atau terdaftar sebagai kontributor. Penulis harus memastikan bahwa yang tercantum di dalam artikel adalah semua co-penulis sesuai dan tidak ada co-penulis yang tidak seharusnya, dan bahwa semua co-penulis telah melihat dan menyetujui versi final dari artikel yang dikirimkan dan telah sepakat untuk pengajuan untuk publikasi.

Pengungkapan  Sumber  Keuangan dan Konflik Kepentingan

Semua penulis harus mengungkapkan dalam naskah mereka, setiap konflik substantif terkait sumber keuangan atau kepentingan pihak ketiga, yang dapat mempengaruhi obyektifitas artikel yang dikirim. Semua sumber dukungan keuangan untuk proyek / penelitian dalam artikel yang dikirim harus diungkapkan.

Kesalahan mendasar dalam karya yang diterbitkan

Ketika penulis menemukan kesalahan atau ketidaktepatan signifikan dalam karya yang diterbitkan sendiri,  adalah kewajiban penulis untuk segera memberitahukan editor jurnal atau penerbit dan bekerja sama dengan editor untuk menarik kembali atau memperbaiki artikel tersebut.

 

 

AUTHOR GUIDELINES

A.  Ketentuan Umum Penulisan

  1. Font yang digunakan dalam panduan penulisan jurnal LAW REFORM arial narrow, 1.5 spasi, 12 pt.
  2. Khusus untuk penulisan judul artikel menggunakan Font arial narrow, 14 pt, Bold, CentreCapitalize Each Word.
  3. Setelah penulisan Judul artikel, di bawahnya ditulis nama penulis. Jarak antara judul dengan nama penulis 2 spasi. Nama penulis ditulis tanpa gelar akademis, dibawah nama penulis ditulis instansi asal penulis; dan alamat email penulis.
  4. Jumlah penulis, dapat lebih dari satu orang dengan format penulisan berjajar, dipisahkan oleh tanda koma ( , ). Jika ada penulis penanggungjawab atau penulis korespondensi (corresponding author) harus diberi tanda khusus “ * ”. Pemberian tanda ini dimaksudkan untuk memastikan komunikasi terkait dengan artikel dapat langsung diterima oleh personil yang tepat.
  5. Abstrak ditulis dalam 2 bahasa, yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Penulisan judul abstrak menggunakan bold, 1 spasi, maksimal 100 – 125 kata. Abstrak harus mengandung latar belakang, permasalahan, urgensi penulisan/penelitian, metode penelitian (untuk artikel hasil penelitian), hasil penelitian dan kesimpulan.
  6. Penulisan judul kata kunci  bold, terdiri dari 3-5 kata kunci.
  7. Wikipedia tidak diperkenankan untuk dijadikan sebagai sumber kutipan.
  8. Artikel harus ditulis sesuai template dalam bentuk siap cetak dengan ukuran bidang tulisan A4 (210 x 297 mm) dengan format 2 kolom.
 

B.  Sistematika Penulisan

Artikel yang masuk di jurnal LAW REFORM dapat berupa hasil penelitian maupun gagasan konseptual. Tulisan harus orisinil dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Adapun sistematika penulisan sebagai berikut:

1.    Artikel hasil penelitian meliputi:

A. Pendahuluan meliputi:

-      Latar Belakang Permasalahan

-      Metode Penelitian (1 paragraf)

-      Tujuan Penelitian

B. Hasil Penelitian dan Pembahasan

D. Simpulan dan Saran

Daftar Pustaka

2.    Artikel gagasan konseptual meliputi:

A. Pendahuluan (Permasalahan diletakkan di bagian akhir Pendahuluan)

B. Pembahasan dengan sub-sub judul pembahasan sesuai kebutuhan

C. Simpulan

Daftar Pustaka

  

C.  Penjelasan Sistematika Penulisan

1.   Pendahuluan

Bab Pendahuluan memuat latar belakang permasalahan, metode penelitian, dan tujuan penelitian. Selain itu dalam Pendahuluan juga harus ada penjelasan mengenai gap analisis dan atau urgensitas kajian dibanding dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Untuk itu perlu adanya pernyataan kebaruan dari kajian ilmiah yang dilakukan. Pernyataan kebaruan diperkuat dengan kajian literatur dari penelitian-penelitian terdahulu.   

 2.   Metode Penelitian

Metode penelitian meliputi pembahasan tentang metode pendekatan, spesifikasi penelitian, jenis dan teknik pengumpulan data, serta metode analisis data. Untuk artikel gagasan konseptual, cukup hanya dibahas mengenai metode pendekatan kajian  yang diletakkan di bagian akhir bab Pendahuluan. 

3.   Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian berisi hasil atau sesuatu yang diperoleh setelah penelitian selesai, sesuatu yang akan dicapai atau dituju dalam sebuah penelitian. Rumusan tujuan mengungkapkan keinginan peniliti untuk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian yang diajukan. Oleh karena itu, rumusan tujuan harus relevan dengan identitas masalah yang ditemukan, rumusan masalah dan mencerminkan proses penelitian.

 4.   Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini memuat hasil-hasil atau temuan penelitian (scientific finding) yang diikuti dengan pembahasannya secara ilmiah. Uraian pembahasan pada bab Hasil dan Pembahasan bersifat deskriptif, analitis dan kritis. Uraian pembahasan harus disesuaikan dengan urutan permasalahan hukum yang menjadi unsur utama dalam kajian. Teori-teori yang dimasukkan dalam kerangka teori harus dikutip dalam bab ini. Pada artikel gagasan konseptual menggunakan istilah Pembahasan, dimana di dalamnya memuat sub-sub sesuai dengan urutan permasalahan. Uraian yang menggunakan bullet atau angka arab harus dibuat mengikuti kalimat. Tidak diperkenankan dibuat dalam bentuk poin-poin ke bawah. Contoh: Selama ini dikenal ada dua sistem pemutahiran data pemilih yakni: (1) pemutahiran data pemilih aktif; dan (2) pemutahiran data pasif.

 5.   Simpulan

Bab Simpulan pada dasarnya memuat inti sari dari kajian dan sekaligus juga merupakan jawaban atas permasalahan yang dikaji dalam artikel. Maka dari itu, penyusunan bab Simpulan harus disesuaikan dengan urutan permasalahan yang sudah ada. Selain berisi intisari kajian, simpulan juga bisa digunakan untuk menguji tercapai atau tidaknya suatu tujuan penelitian atau kajian.

 6.   Daftar Pustaka

Daftar Pustaka dalam artikel hasil penelitian maupun gagasan konseptual memuat semua referensi yang digunakan dalam kajian. Referensi hendaknya diterbitkan maksimal dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir.  Komposisi daftar pustaka harus berupa sumber primer (80%) yakni jurnal nasional, jurnal internasional, tesis, disertasi, proceeding conference baik nasional maupun internasional. Sumber lainnya (20%) dapat berupa buku maupun sumber referensi lainnya. Setiap artikel minimal harus berisi 10 (sepuluh) referensi dan hanya referensi yang digunakan sebagai kutipan yang boleh ditulis dalam Daftar Pustaka.

 

D.  Ketentuan Penulisan Kutipan dan Sumbernya

Penulisan Kutipan Kepustakaan ditulis pada bagian bawah dari artikel dalam bentuk footnote dengan urutan sebagai berikut :

-       Nama pengarang tidak dibalik dan tanpa gelar, tahun penerbitan

-       Judul buku ditulis miring diikuti koma

-       Tempat penerbit, nama penerbit, (koma)

-       Halaman buku yang dikutip, kemudian titik.

Contoh : Barda Nawawi Arief, 2013, Kapita Selekta Hukum Pidana, Bandung, Citra Aditya Bakti, hal 149.

 

E.  Ketentuan Penulisan Daftar Pustaka

Daftar Pustaka hanya memuat referensi-referensi yang dikutip dalam artikel. Penulisan daftar pustaka dalam jurnal Masalah-Masalah Hukum menggunakan gaya (style) sama halnya dengan kutipan yakni gaya American Psychological Association 6th Edition. Berikut panduan dan sekaligus contoh penulisan daftar pustaka.

Contoh:

1.    Penulis 1 orang  dalam buku

Nama penulis dibalik dan tanpa gelar, tahun penerbitan, Judul buku (italic), tempat penerbitan: nama penerbit.

Contoh:

Arief, Barda Nawawi,  2013, Kapita Selekta Hukum Pidana, Bandung: Citra Aditya Bakti.

 2.    Penulis terdiri dari 2 orang dalam  buku

Nama belakang, nama depan penulis pertama ., & nama belakang, nama depan penulis kedua, tahun penerbitan, Judul buku (italic), tempat penerbitan: nama penerbit.

Contoh:

Kusnardi Muhammad., & Saragih, Budi, 1994, Susunan Pembagian Kekuasaan Menurut Undang-Undang Dasar 1945, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 3.    Penulis dari kelompok atau lembaga tertentu

Nama kelompok/lembaga, tahun penerbitan, Judul buku (italic), tempat penerbitan: nama penerbit.

Contoh:

     Bank Indonesia, 2016, Optimizing Macroprudential Policy to Support the Financial Stability, Jakarta: Bank Indonesia.

World Bank, 2006, Decentralization and Subnational Regional Economics-What,Why and Where. World Bank.

4.  Artikel dalam Jurnal

Penulisan jurnal mengikuti urutan: nama belakang , nama depan penulis, tahun penerbitan, judul artikel, judul jurnal dengan huruf miring(italic),  diikuti dengan Vol. (italic) diikuti dalam tanda kurung nomor penerbitan dan issue: nomor (jika ada) , bulan , nomor halaman disingkat pp. , p.

Contoh:

Saraswati, Retno, 2014, Arah Politik Hukum Pengaturan Desa ke Depan (Ius Constituendum), Jurnal Masalah-Masalah HukumVol.43(No.3), pp.313-321.

Samekto, Adjie, 2010, Pembangunan Berkelanjutan dalam Tatanan Sosial yang Berubah. Jurnal Hukum ProgresifVol.1(Issue:2), p.15.

Hayat, 2014, Korelasi Pemilu Serentak Dengan Multi Partai Sebagai Penguatan Sistem Presidensiil. Jurnal KonstitusiVol.11(No.3, September), pp.461-469, 271.

5. Artikel dalam Prosiding

Penulisan artikel dalam prosiding sebagai berikut: nama belakang, nama depan penulis, tahun penerbitan, Judul artikel, nama prosiding dalam huruf miring (italic), tempat pelaksanaan: nama penerbit (jika ada), halaman dalam tanda kurung, tempat penerbitan : penerbit.

Contoh:

Hidayat, Arief, 2012, Negara Hukum Pancasila (Suatu Model Ideal Penyelenggaraan Negara Hukum), In Prosiding Konggres Pancasila IV:Strategi Pelembagaan Nilai-Nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia (pp.56–65), Yogyakarta: PSP Press Universitas Gadjah Mada.

Harkes, I. (1999). An Institutional Analysis of Sasi Laut, a Fisheries Management System in Indonesia. In Proceedings of the International Workshop on Fisheries Co-Management (pp. 1–9). Netherlands: ICLARM.

6.  Artikel sebagai bagian dari Buku

Urutan penulisan: nama belakang, nama depan penulis, tahun penerbitan, Judul artikel, nama editor (jika ada) , Judul buku ditulis dalam huruf miring (italic)  halaman dengan menggunakan p. atau pp. dalam tanda kurung, tempat penerbitan: nama penerbit.

Contoh:

Irianto, Sulistyowati, 2009, Praktik Penelitian Hukum:Perspektif Sosiolegal. In Shidarta. & S. Irianto (Eds.), Metode Penelitian Hukum Konstelasi dan Refleksi (pp. 297–315), Jakarta: Yayasan Obor.

7. Artikel dalam Surat kabar (newspaper)

Urutan penulisan artikel dalam Surat Kabar: nama belakang, nama depan penulis, dalam tanda kurung ditulis tahun penerbitan , bulan tanggal, Judul artikel, nama surat kabar ditulis miring (italic).

Contoh:

Sukirno, (2014, Januari 16), Diskriminasi Masyarakat Adat, Harian Kompas.

Surbakti, Rama, (2016, September 22), Sistem Pemilu dan Konsekuensi, Harian Kompas.

8.  Tesis atau Disertasi

Penulisan secara urut adalah: nama belakang penulis, nama depan, tahun, Judul tesis atau disertasi cetak miring (italic), nama universitas.

Contoh:

Hidayat, Arief, 2006, Kebebasan Berserikat di Indonesia: Suatu Analisis Pengaruh Perubahan Sistem Politik Terhadap Penafsiran Hukum, Universitas Diponegoro.

Roisah, Kholis, 2013, Membangun Prinsip-Prinsip Perlindungan Hukum Kekayaan Intelektual Berbasis Kearifan Lokal (Studi Perlindungan Hukum terhadap Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia, Universitas Diponegoro.

9. Artikel dari Sumber online

Penulisan sumber online: nama belakang penulis, nama depan, tahun, Judul artikel, Retrieved from nama website.

Contoh:

Nurjaya, Ida, 2008, Kearifan Lokal dan Pengelolaan Sumber Daya Alam, Retrieved from http://blogmanifest.wordpress.com/2008.

United Nations High Commissioner for Human Rights, 2016, Combating Discrimination Against Indigenous Peoples,  Retrieved from http://www.ohchr.org/EN/Issues/Discrimination/Pages/discrimination_indigenous.aspx,accesed 15th April 2016.

10.  Pendahuluan atau Pengantar dalam Buku

Urutan penulisannya meliputi nama belakang, nama depan penulis, tahun, Judul tulisan, In judul buku, tempat penerbitan: nama penerbit.

Contoh:

Ismail, Joko, 2016, Masih Adakah Ruang Politik Hukum Negara Bagi Implementasi Hak Ulayat. In Perkembangan Hak Ulayat Laut di Kepulauan Kei, Semarang: Undip-Press.

 

F.  Ketentuan Pembuatan Tabel dan Gambar

Setiap tabel dan gambar yang masuk dalam artikel, diberi nomor dengan angka Arab, dan judul. Judul tabel diletakkan di atas tabel, sedangkan judul gambar di sebelah bawah gambar tersebut. Jarak antara nomor dan judul dengan tabel, 1 (satu) spasi. Tabel dan Gambar diletakkan di dalam kelompok teks sesudah tabel atau gambar tersebut dirujuk. Gambar-gambar dalam artikel harus dipastikan dapat tercetak dengan jelas (ukuran font, resolusi dan ukuran garis harus yakin tercetak jelas). Gambar dan tabel dan diagram/skema sebaiknya diletakkan sesuai kolom diantara kelompok teks atau jika terlalu besar diletakkan di bagian tengah halaman. Pembuatan tabel tidak boleh mengandung garis-garis vertikal, sedangkan garis-garis horisontal diperbolehkan tetapi hanya yang penting-penting saja.

Contoh :

Tabel  1. Kewenangan Hakim

Kolom Judul/nama

Kolom A (t)

Kolom B (T)

 

1

2

 

3

4

 

5

6