KEUNIKAN TUTURAN HALUS BASA SEMARANGAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KESANTUNAN BERTUTUR PADA MASYARAKAT JAWA PESISIR

DOI: https://doi.org/10.14710/parole.v5i1.9074
Article Info
Submitted: 07-09-2015
Published: 07-09-2015
Section: Research Articles

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri keunikan tuturan halus basa Semarangan. Sisi keunikan yang dibidik adalah perilaku penutur Jawa-Semarang sebagai masyarakat pesisir dalam menempatkan leksikon leksikon krama inggil pada tuturan halus, sebagai cermin adab santun. Penelitian melalui pendekatan sosiolinguistik ini memanfaatkan metode deskriptif kontekstual sebagai alat untuk menganalisis data. Piranti yang digunakan adalah komponen tutur yang berwujud (1) penutur, (2) mitra tutur, (3) situasi tutur, (4) tujuan tutur, dan (5) pokok tuturan. Temuan penelitian berupa fitur keunikan tuturan halus basa Semarangan. Fitur tersebut berseberangan dengan kaidah yang berlaku pada bahasa Jawa standar. Dua fitur yang ditemukan meliputi (1) Leksikon krama inggil selain dikenakan kepada mitra dapat juga dilekatkan pada diri penutur, dan (2) Leksikon krama inggil meskipun melekat pada diri penutur tetap digunakan untuk  menghormati mitra tutur.

This research aims at showing the uniqueness of tuturan halus basa Semarangan. The uniqueness can be seen from the way the users place the lexical item of krama inggril in their tuturan halus as the reflection of politeness behavior. With sociolinguistic approach, I used contextual descriptive method to analyze the data based on the following speech components: (1) speaker, (2) hearer, (3) situation, (4) purposes, and  (5) topic. The result shows that there are some features of tuturan halus basa Semarangan which violate standard Javanese. The features are as follows. (1) The lexical item of  krama inggil can be attached not only to the hearer but also to the speaker him/herself; and (2) eventhough the lexical item attached to the speaker him/herself it can be used to respect the hearer.

Keywords

basa, Jawa, keunikan, santun, Semarangan

  1. M. Suryadi 
    Diponegoro University , Indonesia