PENGARUH PENGENCERAN DAN PENGADUKAN TERHADAP PRODUKSI BIOGAS PADA ANAEROBIC DIGESTION DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK RUMEN SAPI SEBAGAI STARTER DAN LIMBAH DAPUR SEBAGAI SUBSTRAT

DOI: https://doi.org/10.14710/presipitasi.v13i2.88-93
Article Info
Submitted: 29-10-2016
Published: 29-10-2016
Section: Research Article
Kandungan organik pada limbah padat dapur dapat menjadi sumber substrat bagi bakteri anaerobik, yang akan menghasilkan biogas sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif dan terbarukan. Limbah padat domestik dari dua restoran di sekitar Tembalang dijadikan sampel bagi penelitian ini. Pencacahan manual dan proses penggilingan (blender) dilakukan sebelum limbah padat domestik dimasukkan kedalam reaktor dengan volume 300 ml. Air
ditambahkan ke masing masing reaktor dengan volume yang berbeda beda untuk memperoleh faktor pengenceran. 1,1; 1,25; 1,42; 1,67 dan 2,00. Ekstrak rumen sapi digunakan sebagai starter bakteri. Temperatur, pH serta volume biogas dimonitor setiap hari selama kurang lebih 3 minggu. Faktor pengenceran dua kali dapat meningkatkan produksi biogas yang lebih banyak dibanding pada reaktor dengan pengenceran substrate lebih rendah. Selain itu pengenceran
juga mempercepat produksi dari biogas. Perlakuan pengadukan untuk meningkatkan produksi biogas, tidak teramati pada semua reaktor. Justru reaktor menghasilkan biogas yang lebih rendah ketika dilaukan pengadukan

Keywords

Biogas, limbah dapur, ekstrak rumen sapi, energi alternatif

  1. Mohammad R  Scholar
    Department of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University , Indonesia
  2. F Soeroso  Scholar
    Department of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University , Indonesia
  3. Sahid Akbar Pradana  Scholar
    Department of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University , Indonesia
  4. Sudarno Sudarno  Scholar
    Department of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University , Indonesia
  5. Irawan Wisnu Wardhana  Scholar
    Department of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University , Indonesia