SKRINING SENYAWA FITOKIMIA RUMPUT LAUT Sargassum sp. DAN AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus dan Eschericia coli (Phytochemical Compound Screening of Sargassum sp. and It’s Activity as Antibacterial Against Staphylococcus aureus and Escherichia coli)

DOI: https://doi.org/10.14710/ijfst.12.2.98-102

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 20-07-2017
Published: 20-07-2017
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

ABSTRAK

Bakteri S. aureus dan E. coli merupakan bakteri patogen yang sering menjadi masalah pada produk makanan terutama pada produk perikanan, sehingga diperlukan senyawa antibakteri yang efektif untuk menghambat pertumbuhannya. Rumput laut Sargassum sp. memiliki senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai senyawa antibakteri, seperti flavonoid, saponin, tannin, dan fenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia pada ekstrak rumput laut Sargassum sp. dan mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli. metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter pengujian yang dilakukan adalah uji fitokimia kuantitatif ekstrak rumput laut Sargassum sp. dan zona hambat ekstrak rumput laut Sargassum sp. menggunakan metode difusi sumur dengan penambahan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan dilakukan 3 kali ulangan. Data hasil uji zona hambat dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis Of Varians) dan Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil uji fitokimia kuantitatif ekstrak rumput laut terbaik diperoleh pada senyawa saponin yaitu sebesar 3,50±0,06 % sedangkan hasil terendah yaitu fenol 0,09±0,05 %. Hasil penelitian zona hambat menggunakan metode difusi sumur menghasilkan diameter pada bakteri S. aureus berkisar 1,527±0,326 mm sampai 6,323±0,27 mm, sedangkan diameter pada bakteri E.coli berkisar 0±0 mm sampai 3,58±0,33 mm. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan konsentrasi ekstrak rumput laut Sargassum sp. memberikan pengaruh terhadap diameter zona hambat bakteri S. aureus dan E. coli.

Kata kunci: Rumput Laut Sargassum sp., Fitokimia, Antibakteri, Staphylococcus aureus, dan Eschericia coli

ABSTRACT

S. aureus and E. coli bacteria is a pathogenic bacteria that often cause problems in food products especially in fishery products, so that an effective antibacterial compound is needed to inhibit their growth. Sargassum sp. seaweed has a bioactive compound that can be functioned as antibacterial compound, such as flavonoid, saponin, tannin, and phenol. The aim of this research was to know the phytochemical content in Sargassum sp. seaweed extract and to know the effect of concentration added to the S. aureus and E. coli bacteria growth. This research was using experimental laboratories method with Completely Randomized research Design (CRD). The conducted testing parameter were Quantitative Phytochemical Analysis and Inhibition Zone on Sargassum sp. seaweed extract using diffusion well method with 0%, 5%, 10%, and 15% added concentration for triplicates. The inhibition zone’s data were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) and Honestly SignificaNt Difference (HSD). The best quantitative phytochemical results of seaweed extract was found in the saponin compound which was 3,50 ± 0,06 %while the lowest was found in phenol which was 0,09±0.05 %. The inhibition zone research results using diffusion well method resulted on the S. aureus bacteria’s diameter which was about 1,527±0,326 mm until 6,323 ± 0,27 mm, while E.coli bacteria has about 0±0 mm until 3,58±0,33 mm diameter. Based on the research results above, the concentration addition of Sargassum sp. seaweed extract gave effect to the inhibition zone’s diameter of S. aureus and E. coli bacteria.

Keywords: Sargassum sp. Seaweed, Phytochemical, Antibacterial, Staphylococcus aureus, and Eschericia coli

  1. Indria Eka Pangestuti 
    Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Sumardianto Sumardianto 
    Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Ulfah Amalia 
    Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia