KELAYAKAN FINANSIAL UNIT USAHA PENANGKAPAN MULTIGEAR (JARING RAMPUS DAN JARING UDANG) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KABUPATEN KENDAL (Financial Analysis of Multigear Fishing Bussiness In Tawang Fishing Port, Kendal Regency)

DOI: https://doi.org/10.14710/ijfst.12.2.124-133

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 20-07-2017
Published: 20-07-2017
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

ABSTRAK

 

Peningkatan jumlah alat tangkap multigear (jaring rampus dan jaring udang) berbanding terbalik dengan  penurunan jumlah produksi hasil tangkapan utamanya yaitu, ikan  Kembung dan Udang Putih sejak tahun 2014 hingga tahun 2015. Sulitnya pembiayaan investasi dan pengembangan usaha penangkapan multigear di Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang membuat sebagian besar Nelayan terikat pada sistem ijon (Patron-Klien), sehingga menyebabkan penerimaan Nelayan tidak maksimal karena harga jual yang ditetapkan rendah dari pihak Bakul (Patron) selaku pemberi pinjaman modal. Untuk itu, perlu adanya analisis finansial apabila Nelayan tidak terikat sistem ijon.Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah, menganalisis kelayakan finansial untuk mengatahui apakah hingga saat ini usaha penangkapan multigear terikat sistem ijon masih layak untuk dilanjutkan, serta menganalisis bagaimana kelayakan finansial usaha apabila Nelayan tidak terikat sistem ijon.Hasil perhitungan analisis finansial usaha penangkapan multigear terikat sistem ijon discount rate 5%  ialah, R/C ratio 1,79, PP 3,112, NPV Rp. 340.654.823,79., Net Net B/C ratio 1,41 dan IRR 13,26%. Sedangkan, hasil  analisis finansial usaha penangkapan multigear memanfaatkan lembaga keuangan  discount rate  9% ialah, R/C ratio 1,99, PP2,388, , NPVRp. 384.956.100,17., Net Net B/C ratio3,50 dan  IRR 50,10% Berdasarkan nilai-nilai tersebut usaha penangkapan multigear terikat sistem ijon masih layak untuk dilanjutkan, namun usaha ini akan lebih layak untuk dijalankan apabila memanfaatkan lembaga keuangan.

 

Kata kunci: Analisis Finansial; Penangkapan Multigear; PPP Tawang

 

 

ABSTRACT

 The increasing number of using multi-fishing gear (rampus net and trammel net) was inversely with the amount of decreasing production of each target catch, these were long jowed mackerel (restrelliger sp.) and white shrimp (paneaus sp.), since 2014 till 2015.  The difficulty of financial and development business investment arrest multi-fishing gear makes most of the fishermen attached to small seller ( patron-client system).  This condition makes fisherman couldn’t get maximum revenue cause of the selling low price from small seller as the Lender of Capital. Based on these problems, the aims of it research are,  analysis the feasibility financial to find out weather till today its business still feasible to continue, and how is the analysis business feasibility if the fishermen not bound  to ijon system (patron-client).The calculation result of financial analysis multi-fishing gear business bound to ijon system by discount rate 5% are, R/C ratio 1,79, PP 3,112, NPV Rp. 340.654.823,79.,, Net Net B/C ratio 1,41, and  IRR 13,26%. Whereas, the result of financial analysis multi-fishing gear business use financial institution discount rate 9% are, R/C ratio 1,99, PP2,388, , NPVRp.384.956.100,17.,  Net Net B/C ratio3,50 and  IRR 50,10%. According to those values multi-fishing gear business that bound to ijon sytem is still feasible to continue, But this business will be recognised to run better when use financial institutions. Keywords: Financial Analysis, Multi-Fishing Gear, PPP Tawang

 

  1. Nova Puspita Rini 
    Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Trisnani Dwi Hapsari 
    Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Sardiyatmo Sardiyatmo 
    Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia