Pengaruh Desa Wisata Kampoeng Batik Laweyan terhadap Fungsi Permukiman di Kelurahan Laweyan Kota Surakarta

DOI: https://doi.org/10.14710/teknik.v38i1.12057
Article Info
Submitted: 21-09-2016
Published: 01-07-2017
Section: FULL ARTICLE

Kota Surakarta merupakan salah satu sentra produksi batik di Jawa Tengah yang terkenal karena batik berkualitas, salah satu nya adalah sentra batik yang berada di Kampung Batik Laweyan. Kampung batik yang terletak di Kelurahan Laweyan ini tengah marak di Indonesia karena merupakan salah satu daerah tujuan wisata. Sebagai kampung batik yang saat ini tengah popular, membuat kawasan permukiman di Kelurahan Laweyan juga mengalami perubahan. Hal ini terlihat dari bentuk dan tata ruang rumah itu sendiri. Perubahan ini tidak hanya terjadi pada kampung batik Laweyan saja tetapi satu Kelurahan Laweyan, sehingga mengakibatkan tidak tersedianya ruang terbuka hijau di Kelurahan Laweyan.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh desa wisata Desa Kampung Batik Laweyan terhadap fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan serta untuk menentukan seberapa besar pengaruh desa wisata Kampung Batik Laweyan terhadap fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan Kota Surakarta dan bagaimana pengaruhnya.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi memakai analisis likerts serta analisis skoring berdasarkan asumsi yang sudah ditetapkan kemudian di uji dengan analisa regresi linear berganda menggunakan uji SPSS. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriprif untuk mengambil kesimpulan dari sampel yang diuji. Proses penelitian ini melalu tiga tahapan yaitu kompilasi data, pemberian kode variabel dan pengolahan data dengan analisa regresi.

Hasil temuan studi yang didapat setelah melalui tahapan-tahapan tersebut adalah desa wisata Kampung Batik Laweyan mempengaruhi fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan Kota Surakarta sebesar 81,6% sedangkan sisanya 18,4% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model. Pengaruh desa wisata Kampung Batik Laweyan terhadap fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan Kota Surakarta adalah dengan berubahnya fungsi permukiman di Kelurahan Laweyan yang dulunya hanya sebagai hunian sekarang berubah menjadi hunian dan tempat usaha, serta penambahan fasilitas pendukung wisata lainnya, selain itu juga terdapat penambahan street furniture yang menjadi ciri khas desa wisata Kampung Batik Laweyan. Sedangkan untuk faktor lain yang memperngaruhi diluar model adalah sejarah kawasan dan perubahan tata guna lahan.

Peran stakeholders yang terkait seperti pemerintah, swasta dan masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah berperan sebagai pengelola dan fasilitator, swasta sebagai pembantu pelaksana program pemerintah sedangkan masyarakat bisa berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata Kampung Batik Laweyan.

 

Kata Kunci: Kampung Batik, Desa Wisata, Permukiman, Fungsi Permukiman

Keywords

Kampung Batik, Desa Wisata, Permukiman, Fungsi Permukiman

  1. Eva Artmey Mangedaby 
    Diponegoro University
  2. Bambang Setioko 
    Jurusan Aristektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
  3. Suzanna Ratih Sari 
    Jurusan Aristektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro