Kajian Perilaku Dinamik Struktur Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) 2 Lantai Akibat Beban Manusia yang Bergerak

DOI: https://doi.org/10.14710/teknik.v0i0.9546
Article Info
Submitted: 27-11-2015
Published: 01-07-2017
Section: FULL ARTICLE

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan bentang panjang dan JPO dengan lantai bertingkat, mulai banyak di bangun di kota-kota besar di Indonesia. JPO dibangun sebagai sarana penghubung dari satu bangunan ke bangunan lainnya, sekaligus berfungsi sebagai jembatan penyeberangan lalu lintas yang berada di bawahnya. Bentuk struktur yang langsing membawa konsekuensi, bahwa struktur JPO rentan terhadap masalah getaran. Masalah munculnya getaran pada struktur JPO pada saat orang melewati jembatan, akan menyebabkan ketidak-nyamanan bagi pengguna jalan. Getaran yang muncul pada JPO dapat diakibatkan oleh karena frekuensi getar alami dari struktur JPO yang terlalu besar, atau terjadinya resonansi yang diakibatkan karena frekuensi getar beban yang melewati JPO mendekati frekuensi getar alami dari struktur. Pada perencanaan struktur JPO, asumsi bahwa beban pejalan kaki merupakan beban statik dengan hanya satu arah komponen beban kearah vertikal, adalah tidak tepat. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa beban orang yang bergerak merupakan beban dinamik yang mempunyai tiga komponen arah beban, yaitu arah vertikal, longitudinal, dan lateral. Dari hasil penelitian diketahui bahwa, beban pejalan kaki yang bersifat dinamik pada struktur JPO 2 Lantai, akan menyebabkan deformasi struktur 1,55 kali lebih besar  dibandingkan dengan deformasi yang didapat dari analisis statik. Hal ini kiranya perlu diperhatikan di dalam perencanaan struktur JPO, agar didapatkan perencanaan yang memenuhi syarat kekuatan dan kekakuan, sehingga tidak menyebabkan terjadi permasalahan getaran pada saat digunakan.

 

Keywords

Jembatan Penyeberangan Orang, beban dinamik, frekuensi getar,pedestrian bridge, dynamic load, natural frequency

  1. Himawan Indarto 
    Diponegoro University , Indonesia
  2. Bambang Pudjianto 
  3. Ilham Nurhuda 

Badan Standarisasi Nasional. (2008). Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Jembatan (SNI 03-2833-2008). Diakses dari http://www.pu.go.id/uploads/services/service20130717121434.pdf.

--, (2005). Standar Pembebanan Untuk Jembatan (RSNI T-02-2005). Diakses dari http://jdih.bpk.go.id/wp-content/uploads/2011/03/SNI-T-02-2005tm.pdf.

British Standart Institution (BSI). (2005) Human Response To Vibration – Measuring Instrumentations BS EN ISO 8041 : 2005. London: BSI.

Brownjohn, J.M.W. dan Pavic, A. (2007) Experimental Method for Estimating Modal Mass in Foot Bridges Using Human Induced Dynamic Excitation. Engineering Structure, 29 (21), 2833 –2843.

Dinas Pekerjaan Umum (1992). Bridge Management System (BMS). Jakarta: Dinas Pekerjaan Umum.

El-Dardiry, E. (2003) Floor Vibration Induced by Walking Loads. PhD Thesis. University Of Manchester.

Ellis, B.R., Ji, T. (2003). Load Generated by Jumping Crowds : Numerical Modelling. The Structural Engineer, 81(6), 20-27.

Litter, J. D. (2003) Frequencies of Synchronized Human Loading from Jumping and Stamping. IStrucE: The Structural Engineer, 81(11), 27-35.

Wahyuni, E. (2012) Studi Kelakuan Dinamis Struktur Jembatan Penyeberangan Orang Akibat Beban Individual Manusia Bergerak. Jurnal Teknik Sipil ITS, Vol. 19 No. 3 Desember 2012.