Korelasi Rasio Neutrofil/Limfosit dengan Handgrip Strength pada Penyakit Ginjal Kronik Tahap Akhir

*Sriyani Sriyani  -  Bagian Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Sulchan scopus  -  Staf Pengajar, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Shofa Chasani  -  Staf Pengajar, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 13 Jul 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract


Latar belakang : Pada PGK tahap akhir biasa terjadi malnutrisi energi protein. Inflamasi yang
berkelanjutan akan mempengaruhi status gizi, massa dan kekuatan otot yang diukur dengan HGS.
Salah satu indikator inflamasi adalah rasio neutrofil/limfosit. Secara teoritik ada hubungan negatif
antara rasio neutrofil/limfosit dan handgrip strength.
Tujuan: Membuktikan adanya korelasi negatif rasio neutrofil/limfosit dengan HGS pada penyakit
ginjal kronik tahap akhir.
Metode penelitian : Penelitian korelasional ini, dilakukan di unit hemodialisa RSUP Dr. Kariadi
Semarang selama bulan November 2016. Subyek 40 orang, ditetapkan dengan metode consecutive
sampling, diwawancara dan menjalani pemeriksaan antropometri, HGS, pemeriksaan
laboratorium darah. Uji korelasi dilakukan dengan Uji Spearman.
Hasil : NLR normal pada laki-laki 52,5 % dan perempuan 15 %. NLR buruk pada laki-laki 17,5 %
dan perempuan 15 %. HGS normal pada laki-laki 7,5 % dan rendah 60%. Kategori HGS normal
pada perempuan 12,5% dan HGS rendah sebanyak 20%. Nilai HGS terendah subyek laki-laki dan
perempuan adalah 14 kg/f dan tertinggi 34 kg/f dan 24 kg/f. Uji Spearman menunjukkan tidak ada
korelasi antara rasio neutrofil/limfosit dengan HGS (r= 0,27, p=0,08).
Simpulan : Korelasi negatif antara nilai handgrip strength dan rasio neutrofil/limfosit tidak
dapat dibuktikan.
Kata kunci :rasio neutrofil/limfosit, HGS, penyakit ginjal kronik

Article Metrics:

Last update: 2021-03-05 11:56:25

No citation recorded.

Last update: 2021-03-05 11:56:26

No citation recorded.