BibTex Citation Data :
@article{BULOMA78550, author = {Ani Haryati and Diva Ashari and Isnaini Prihatiningsih and Hedi Januar}, title = {Analisis Pencemaran Logam Berat dan Risiko Ekologis di Sedimen Estuaria Sungai Comal}, journal = {Buletin Oseanografi Marina}, volume = {15}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {geoakumulasi indeks; konsentrasi faktor; risiko ekologis; unsur kelumit}, abstract = { Aktivitas antropogenik di kawasan pesisir Desa Mojo, Estuari Sungai Comal, berpotensi meningkatkan masukan logam berat ke lingkungan perairan. Sedimen di muara berperan sebagai penyerap dan penyimpan utama logam berat, sehingga mencerminkan tingkat pencemaran dan risiko ekologis perairan. Penelitian ini bertujuan menilai status pencemaran dan potensi risiko ekologis logam timbal (Pb), arsen (As), kobalt (Co), dan kromium (Cr) pada sedimen permukaan Estuari Sungai Comal, Pemalang. Sebanyak sepuluh stasiun pengambilan sampel ditentukan secara acak sepanjang muara. Analisis logam dilakukan menggunakan metode aqua regia dan diukur dengan Flame Atomic Absorption Spectrophotometry (FAAS). Evaluasi kontaminasi dilakukan melalui perhitungan Contamination Factor (CF), Geoaccumulation Index (Igeo), Pollution Load Index (PLI), dan Ecological Risk Index (RI). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi Pb (0,10–0,23 mg/kg), As (0,38–0,59 mg/kg), Co (0,10–0,14 mg/kg), dan Cr (0,25–0,58 mg/kg) berada jauh di bawah nilai Interim Sediment Quality Guidelines (ISQG). Nilai CF<1, Igeo≤0, dan PLI<1 menandakan kontaminasi rendah, sedangkan RI (0,37–0,55) menunjukkan risiko ekologis sangat rendah. Secara spasial, akumulasi logam cenderung meningkat ke arah laut akibat transportasi dan deposisi sedimen. Hasil ini menunjukkan bahwa sedimen Estuari Sungai Comal belum tercemar signifikan, namun pemantauan berkala tetap diperlukan terhadap perubahan kualitas sedimen akibat dinamika pasang surut dan aktivitas antropogenik. Anthropogenic activities in the coastal area of Mojo Village, at the Comal River estuary, potentially increase heavy metal inputs into the aquatic environment. Estuarine sediments act as major sinks and reservoirs of heavy metals, reflecting the degree of contamination and ecological risk. This study aims to assess the pollution status and potential ecological risk of lead (Pb), arsenic (As), cobalt (Co), and chromium (Cr) in surface sediments of the Comal River estuary, Pemalang. Ten sampling stations were randomly selected along the estuary. Metal concentrations were determined using aqua regia digestion followed by Flame Atomic Absorption Spectrophotometry (FAAS). Contamination was evaluated using the Contamination Factor (CF), Geoaccumulation Index (Igeo), Pollution Load Index (PLI), and Ecological Risk Index (RI). The concentrations of Pb (0,10–0,23 mg/kg), As (0,38–0,59 mg/kg), Co (0,10–0,14 mg/kg), and Cr (0,25–0,58 mg/kg) were well below the Interim Sediment Quality Guidelines (ISQG). Values of CF<1, Igeo≤0, and PLI<1 indicated low contamination, while RI (0,37–0,55) suggested a very low ecological risk. Spatially, metal accumulation increased seaward, associated with sediment transport and deposition. Overall, the Comal River estuarine sediments remain unpolluted, though continuous monitoring is recommended due to tidal dynamics and ongoing anthropogenic pressures. }, issn = {2550-0015}, pages = {55--69} doi = {10.14710/buloma.v15i1.78550}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/view/78550} }
Refworks Citation Data :
Aktivitas antropogenik di kawasan pesisir Desa Mojo, Estuari Sungai Comal, berpotensi meningkatkan masukan logam berat ke lingkungan perairan. Sedimen di muara berperan sebagai penyerap dan penyimpan utama logam berat, sehingga mencerminkan tingkat pencemaran dan risiko ekologis perairan. Penelitian ini bertujuan menilai status pencemaran dan potensi risiko ekologis logam timbal (Pb), arsen (As), kobalt (Co), dan kromium (Cr) pada sedimen permukaan Estuari Sungai Comal, Pemalang. Sebanyak sepuluh stasiun pengambilan sampel ditentukan secara acak sepanjang muara. Analisis logam dilakukan menggunakan metode aqua regia dan diukur dengan Flame Atomic Absorption Spectrophotometry (FAAS). Evaluasi kontaminasi dilakukan melalui perhitungan Contamination Factor (CF), Geoaccumulation Index (Igeo), Pollution Load Index (PLI), dan Ecological Risk Index (RI). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi Pb (0,10–0,23 mg/kg), As (0,38–0,59 mg/kg), Co (0,10–0,14 mg/kg), dan Cr (0,25–0,58 mg/kg) berada jauh di bawah nilai Interim Sediment Quality Guidelines (ISQG). Nilai CF<1, Igeo≤0, dan PLI<1 menandakan kontaminasi rendah, sedangkan RI (0,37–0,55) menunjukkan risiko ekologis sangat rendah. Secara spasial, akumulasi logam cenderung meningkat ke arah laut akibat transportasi dan deposisi sedimen. Hasil ini menunjukkan bahwa sedimen Estuari Sungai Comal belum tercemar signifikan, namun pemantauan berkala tetap diperlukan terhadap perubahan kualitas sedimen akibat dinamika pasang surut dan aktivitas antropogenik.
Anthropogenic activities in the coastal area of Mojo Village, at the Comal River estuary, potentially increase heavy metal inputs into the aquatic environment. Estuarine sediments act as major sinks and reservoirs of heavy metals, reflecting the degree of contamination and ecological risk. This study aims to assess the pollution status and potential ecological risk of lead (Pb), arsenic (As), cobalt (Co), and chromium (Cr) in surface sediments of the Comal River estuary, Pemalang. Ten sampling stations were randomly selected along the estuary. Metal concentrations were determined using aqua regia digestion followed by Flame Atomic Absorption Spectrophotometry (FAAS). Contamination was evaluated using the Contamination Factor (CF), Geoaccumulation Index (Igeo), Pollution Load Index (PLI), and Ecological Risk Index (RI). The concentrations of Pb (0,10–0,23 mg/kg), As (0,38–0,59 mg/kg), Co (0,10–0,14 mg/kg), and Cr (0,25–0,58 mg/kg) were well below the Interim Sediment Quality Guidelines (ISQG). Values of CF<1, Igeo≤0, and PLI<1 indicated low contamination, while RI (0,37–0,55) suggested a very low ecological risk. Spatially, metal accumulation increased seaward, associated with sediment transport and deposition. Overall, the Comal River estuarine sediments remain unpolluted, though continuous monitoring is recommended due to tidal dynamics and ongoing anthropogenic pressures.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-02-11 18:37:35
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to BULOMA as the publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
BULOMA journal and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in BULOMA are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
Buloma is published by Departement of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License