skip to main content

Cemaran Logam Berat pada Kerang Darah (Anadara granosa) dari Perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara dan Risiko Terhadap Kesehatan Manusia

Erian Febri Satriawan  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
Marsanda Marsanda  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
Muhammad Ikhsan Saputra  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
Mohammad Sumiran Paputungan  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
Irma Suryana  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
*Irwan Ramadhan Ritonga  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Perairan Babulu Laut yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dikenal sebagai salah satu sentra produksi kerang darah (Anadara granosa) di Kalimantan Timur. Wilayah perairan tersebut memiliki potensi risiko paparan logam berat yang dapat terakumulasi pada jaringan biota laut, sehingga berimplikasi terhadap timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat yang mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat arsen (As), tembaga (Cu), besi (Fe), mangan (Mn), dan seng (Zn) pada A. granosa serta menilai potensi risiko kesehatan akibat konsumsinya. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 hingga April 2025 di perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara. Analisis kandungan logam berat dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kandungan As sebesar 0,003–0,973 mg/kg, Cu 0,064–0,133 mg/kg, Fe 2,357–4,519 mg/kg, Mn 0,102–0,205 mg/kg, dan Zn 0,736–0,991 mg/kg. Konsentrasi As, Cu, Mn, dan Zn masih berada di bawah baku mutu berdasarkan beberapa referensi, sedangkan Fe telah melampaui baku mutu yang ditetapkan oleh BPOM (2009). Nilai Estimated Daily Intake (EDI) logam As melebihi Reference Dose (RfD), sedangkan logam lainnya masih berada di bawah nilai RfD sehingga diduga berpotensi menimbulkan efek penyakit. Nilai Tolerable Hazard Quotient (THQ) dan Hazard Index (HI) <1 menunjukkan tidak adanya risiko non-karsinogenik. Namun, nilai Cancer Risk (CR) logam As >1×10⁻⁴ mengindikasikan potensi risiko karsinogenik akibat konsumsi A. granosa dari perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lingkungan pesisir terpadu dan pengawasan keamanan pangan laut, mengingat potensi risiko karsinogenik arsen (As) dari konsumsi jangka panjang A. granosa, terutama pada kelompok anak-anak.

Keywords: Anadara granosa; Logam Berat; Risiko; Non-karsinogenik; Karsinogenik

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-05-24 11:46:26

No citation recorded.