TELECOMMUNICATIONS REFORMS IN ASEAN COUNTRIES: INDONESIA, MALAYSIA, THAILAND AND SINGAPORE

priyatno harsasto


Abstract


Reformasi telekomunikasi di empat negara ASEAN (Indonesia, Singapura,
Malaysia dan Thailand) memperlihatkan beberapa variasi. Sisi penawaran (supply
cenderung lebih bersifat top down, dan diwarnai oleh masalah-masalah yang
terkait dengan akomodasi terhadap tekanan politik dan restrukturisasi. Di sisi
permintaan (demand) kelompok-kelompok yang terorganisir dengan baik dan
berpengaruh dapat menunjukkan perannya dengan baik, dan pemerintah
berusaha menunjukkan legitimasinya. Di Singapura peran negara cukup kuat
dalam mengakomodasi berbagai tekanan politik, dan lebih baik di bandingkan
ketiga negara ASEAN lainnya. Infrastuktur telekomunikasi dapat tumbuh pesat
pada tahun 1990an. Di Indonesia dan Thailand reformasi telekomunikasi tidak
hanya bias karena pengaruh para konglomerat namun implementasinya juga
menghadapi tantangan beberapakelompok kepentingan yanag berusaha
mempengaruhi elit pemerintahan. Malaysia menunjukkan peran dominan negara
yang kemudian menjadi agak disfungsional karena program korporatissasi,
privatisasi dan liberalisasinya merupakan kisah sukses. Namun pada tahun
1990an reformasi menghasilkan berkembangnya nepotisme dan eksternalitas
negatif sehingga menghasilkan pasar yang penuh. Di Thailand, rezim yang sering
berganti merupakan hambatan utama bagi pemerintah untuk menerapkan
reformasi. Proses reformasi telekomunikasi di negara-negara ini terkait dengan
peran kuat politik.

Full Text:

PDF


Creative Commons License
DIALOGUE by http://ejournal.undip.ac.id/index.php/dialogue is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.