skip to main content

Walisanga: Asal, Wilayah dan Budaya Dakwahnya di Jawa

*Siti Maziyah  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rabith Jihan Amaruli  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2020 Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi under http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Islamization in Java in the 15th century to the 16th century is inseparable from the role of Walisanga. According to local Javanese beliefs, they numbered nine people. Most of their da'wah areas are in East Java, then in Central Java, and in West Java. Why is that? Where are they from? How does Walisanga carry out its mission so that the Javanese are still close to the nine saints and their graves are still frequently visited? The writing of this article uses a historical approach, starting with the study of literature, which looks for books and articles relating to the origin, territory and propaganda of Walisanga. Next, each data is arranged into several topics to answer the problem. The results showed that the nine people who joined Walisanga were all descendants of foreigners from various Islamic countries. They were missionaries who could be closer to the Javanese government. In carrying out their da'wah, they use a cultural approach, both through the fields of social economy, education, marriage, art, and politics.

Fulltext View|Download
Keywords: Islamization; Java; Walisanga; Da'wah Method; 15th-16th Century.

Article Metrics:

  1. Aminullah. 2015. “Peranan Sunan Gunung Jati dalam Islamisasi di Kesultanan Cirebon”. Skripsi. Jurusan Serjarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar. Dalam http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/13375
  2. Anita, Dewi Evi. 2014. “Walisongo: Mengislamkan Tanah Jawa, Suatu Kajian Pustaka”. Wahana Akademia. Vol. 1. No. 2. Hlm. 243-266. Dalam http://journal.walisongo.ac.id/index.php/ wahana/article/viewFile/815/723
  3. Anonim. 1990. Babad Gresik. Jilid I versi Radya Pustaka Surakarta. Alih tulisan dan bahasa: Soekarman, B.Sc. Gresik: Panitia Hari Jadi Kota Gresik
  4. Arif, Syaiful. 2014. “Srategi Dakwah Sunan Kudus”. ADDIN, Vol. 8, No. 2. Hlm. 245-267. Dalam https://media.neliti.com/media/publications/54564-ID-strategi-dakwah-sunan-kudus.pdf
  5. Azis. 2015. “Islamisasi Nusantara Perspektif Naskah Sejarah Melayu”. Thaqafiyyat. Vol. 16. No. 1
  6. Dalam file:///C:/Users/Windows%2010/Downloads/623-996-1-PB.pdf
  7. Azra, Azyumardi. 1994. Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia. Bandung: Mizan
  8. Fatkhan, Muh., 2003. “Dakwah Budaya Walisongo (Aplikasi Metode Dakwah Walisongo di Era Multikultural)”. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama. Vol. IV. No. 2. Hlm. 122-141. Dalam http://digilib.uin-suka.ac.id/8200/1/MUH%20FATKHAN%20DAKWAH%20 BUDAYA%20WALISONGO.pdf
  9. Graaf, H.J. de dan Th. Pigeaud. 2003. Kerajaan Islam Pertama di Jawa: Tinjauan Sejarah Politik Abad XV dan XVI. Penterjemah: Pustaka Utama Grafiti dan KTLV. Penyunting: Eko Endarmoko dan Jaap Erkelens. Cetakan ke-5. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
  10. Hartatik, Endah Sri, Siti Maziyah, Alamsyah. 2008. “Upacara Tradisi di Kudus Jawa Tengah”. Laporan Penelitian. Semarang: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  11. Hartatik, Endah Sri, Siti Maziyah, Tri Handayani, Alamsyah, 2009. “Upacara Tradisi di Grobogan Jawa Tengah”. Laporan Penelitian. Semarang: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  12. Hatmansyah. 2015. “Strategi dan Metode Dakwah Walisongo”. Jurnal “Al-Hiwar”. Vol. 03, No. 05. Hlm. 10-17. Dalam https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/alhiwar/article/view/1193
  13. Hernawan, Wawan. 2012. “Menelusuri Jejak dan Warisan Wali Songo”. Wawasan. Vol 35. No. 1. Hlm. 88-98. Dalam http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/3722
  14. Indrahti, Sri, Siti Maziyah, Alamsyah. 2012. Kudus dan Islam : Nilai-Nilai Budaya Lokal dan Industri Wisata Ziarah. Cetakan Pertama. Semarang: Madina
  15. Manggala, Shanti Sastra. 2015. “Petilasan Sunan Kalijaga di Desa Surawiti, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik”. Sripsi. Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam http://digilib.uinsby.ac.id/3966/6/ Bab%203.pdf
  16. Masyhadi, Ahmad Aziz. 2019. “Nilai-Nilai Tasawuf Ajaran Sunan Drajad”. Skripsi. Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Dalam http://digilib.uinsby.ac.id/30373/2/Ahmad%20Aziz%20Masyhadi _E01214001.pdf
  17. Maziyah, Siti, Sri indrahti, Alamsyah. 2015. Ornamen Mantingan Koleksi Museum Jawa Tengah Ronggowarsito. Semarang: Museum Ronggowarsito
  18. Muslimah dan Lailatul Maskuroh. 2019. “Kontribusi Sunan Ampel (Raden Rahmad) dalam Pendidikan Islam”. Dar El-Ilmi: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora. Vol. 6. No. 1. Hlm. 128-146. Dalam http://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/dar/article/view/1552
  19. Muzzaki, Ahmad Wafi. Tt. “Humanisme Religious Sunan Drajat sebagai Nilai Sejarah dan Kearifan Lokal”. Prosiding Seminar Pendidikan Nasional “Pemanfaatan Smartphone untuk Literasi Produktif Menjadi Guru Hebat dengan Smartphone”. Pascasarjana Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Sebelas Maret. Dalam https://www.neliti.com/publications/172308/ humanisme-religious-sunan-drajat-sebagai-nilai-sejarah-dan-kearifan-lokal
  20. Nizar, Syamsul. 2013. Sejarah Sosial dan Dinamika Intelektual Pendidikan Islam di Nusantara. Cetakan I. Jakarta: Kencana
  21. Pigeaud, Th. G. Th.. 1967-1980. Literature of Java. Catalogue raisonne of Javanese manuscripts in the library of the University of Leiden and other collections in The Netherlands. 4 jilid. Leiden
  22. Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto, eds. 1993. Sejarah Nasional Indonesia. Jilid III. Edisi ke-4. Jakarta: Balai Pustaka
  23. Rachmawati, Yuliana Nurhayu. 2018. “Sunan Kudus: Dinamika Ajaran, Tradisi, dan Budaya di Kudus Jawa Tengah Tahun 1990-2015”. Skripsi. Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah. Dalam http://repository.uinjkt.ac.id/ dspace/handle/123456789/ 43136
  24. Ricklefs, M.C. 2005. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Penerjemah: Satrio Wahono, dkk., Cetakan I. Jakarta: Serambi
  25. Saksono, Widji. 1995. Mengislamkan Tanah Jawa: Telaah Atas Metode Dakwah Walisongo. Bandung: Mizan,
  26. Santosa dan Yudi Armansyah. 2013. “Prinsip Toleransi Sunan Kalijaga dan Kontribusinya dalam Islamisasi Masyarakat Jawa”. Kontekstualita, Vol. 28, No. 1, hlm. 34-46. Dalam https://media.neliti.com/media/publications/146050-ID-none.pdf
  27. Sulistiono, Budi. 2014. “Wali Songo dalam Pentas Sejarah Nusantara”. Disampaikan dalam acara Kajian Walisongo diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Mara Sarawak di Surabaya 26-31 Mei 2014. Dalam http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/34147/1/ WALI%20SONGO%20DALAM%20PENTAS%20SEJARAH%20NUSANTARA
  28. Suryadipura, Betta Setyowati, Gamma Setyorini. 2008. Cara Belajar Membaca dan Menulis Huruf Jawa. Jilid 2. Cetakan pertama, Bandung: CV. Yrama Widya
  29. Syafrizal, Achmad. 2015. “Sejarah Islam Nusantara”. Islamuna. Volume 2. Nomor 2. Hlm. 235-253
  30. Dalam http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/islamuna/article/view/664
  31. Syam, Nur. 2005. Islam Pesisir. Yogyakarta: LKiS
  32. Tajuddin, Yuliyatun. 2014. “Walisongo dalam Strategi Komunikasi Dakwah”. Addin. Vol. 8. No. 2. Hlm. 367-390. Dalam http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/Addin/article/view/602
  33. Widodo, Sutedjo K, Alamsyah, Sri Indrahti, Siti Maziyah, Rabith Jihan Amaruli. 2014. Sunan Muria Today. Cetakan Pertama, Semarang: CV. Tigamedia Pratama
  34. Zainuddin. 2013. “Lebih Dekat dengan Maulana Malik Ibrahim”. dalam https://www.uin-malang.ac. id/r/ 131101/lebih-dekat-dengan-maulana-malik-ibrahim.html

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.