BibTex Citation Data :
@article{GP82228, author = {I Jaya and I Prayuda}, title = {Pemuda sebagai Policy Champions dalam Collaborative Governance untuk Advokasi Kebijakan Kesehatan Mental di Era Digital}, journal = {GEMA PUBLICA}, volume = {11}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Collaborative Governance; Kesehatan Mental Remaja; Advokasi Kebijakan}, abstract = { Kesehatan mental remaja menjadi isu publik yang semakin mendesak di Indonesia, terutama di tengah tekanan sosial dan paparan digital yang meningkat. Penelitian ini menganalisis peran pemuda sebagai policy champion dalam advokasi digital isu kesehatan mental serta keterkaitannya dengan elemen collaborative governance . Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020, penelitian ini meninjau 95 artikel dari dua basis data utama periode 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa ruang digital berfungsi sebagai arena kolaboratif baru yang memungkinkan interaksi lintas sektor di luar struktur birokrasi formal. Pemuda berperan sebagai trigger actors , connectors , dan social innovators yang memfasilitasi komunikasi, solidaritas, dan inovasi dalam advokasi kebijakan kesehatan mental. Pola ini menandai pergeseran menuju bentuk baru digital collaborative governance yang bersifat partisipatif, adaptif, dan berbasis solidaritas sosial. Secara teoretis, penelitian ini memperluas pemahaman tentang tata kelola kolaboratif di era digital, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan inisiatif pemuda dalam kebijakan kesehatan mental yang lebih inklusif dan responsif. }, issn = {2548-1363}, doi = {10.14710/gp.11.2.2026.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/gp/article/view/82228} }
Refworks Citation Data :
Kesehatan mental remaja menjadi isu publik yang semakin mendesak di Indonesia, terutama di tengah tekanan sosial dan paparan digital yang meningkat. Penelitian ini menganalisis peran pemuda sebagai policy champion dalam advokasi digital isu kesehatan mental serta keterkaitannya dengan elemen collaborative governance. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020, penelitian ini meninjau 95 artikel dari dua basis data utama periode 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa ruang digital berfungsi sebagai arena kolaboratif baru yang memungkinkan interaksi lintas sektor di luar struktur birokrasi formal. Pemuda berperan sebagai trigger actors, connectors, dan social innovators yang memfasilitasi komunikasi, solidaritas, dan inovasi dalam advokasi kebijakan kesehatan mental. Pola ini menandai pergeseran menuju bentuk baru digital collaborative governance yang bersifat partisipatif, adaptif, dan berbasis solidaritas sosial. Secara teoretis, penelitian ini memperluas pemahaman tentang tata kelola kolaboratif di era digital, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan inisiatif pemuda dalam kebijakan kesehatan mental yang lebih inklusif dan responsif.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-10-30 13:51:34
Copyright of all published articles is retained by the respective author(s). Authors grant Gema Publica a non-exclusive license to publish the article and to identify itself as the original publisher. This license also includes the right for the journal to distribute the article as part of its publication, including in printed or electronic formats, for non-commercial dissemination.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows: Creative Commons-Non Ceomercial-Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)