skip to main content

Perilaku Distorsi Kognitif Tokoh “Boku” dalam Cerpen Shigatsu No Aru Hareta Asa Ni Hyaku Paasento Onna No Ko Ni Deau Koto Ni Tsuite Karya Murakami Haruki

*Zaki Ainul Fadli orcid scopus publons  -  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Anggita Prameswari  -  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2023 HUMANIKA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Murakami Haruki adalah seorang sastrawan Jepang kontemporer yang dikenal karena karya-karyanya yang khas. Dalam cerpen “Shigatsu No Aru Hareta Asa Ni Hyaku Paasento Onna No Ko Ni Deau Koto Ni Tsuite”, salah satu keunikan yang menarik perhatian pembaca adalah kemampuannya mengolah cerita sederhana menjadi cerita yang menarik. Cerita cerpen ini berpusat pada pemikiran karakter boku di sekitar wanita ideal menurutnya yang disajikan dengan penyajian plot yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologis karakter "Boku" dan mengungkap cara berpikir aneh yang menyebabkan konflik batin yang dialaminya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan metode studi pustaka sebagai metode pengumpulan data.Teori distorsi kognitif yang dikemukakan oleh David D. Burns digunakan untuk mengkategorikan tindakan tokoh Boku berdasarkan jenis distorsi kognitifnya. Hasil yang diperoleh adalah karakter "Boku" memiliki enam bentuk penyimpangan kognitif, yaitu: (1) Overgeneralization, (2) Jump to Conclusions, (3) Mind reading, (4) Dichotomous Thinking, (5) Emotional Reasoning, dan ( 6) The "Should" Statement.
Fulltext View|Download
Keywords: Murakami Haruki; Cerpen Shigatsu No Aru Hareta Asa Ni Hyaku Paasento Onna No Ko Ni Deau Koto Ni Tsuite; Distorsi Kognitif

Article Metrics:

  1. Berle, D., & Moulds, M. L. (2013). Emotional Reasoning Processes and Dysphoric Mood: Cross-Sectional and Prospective Relationships. PLoS ONE, 8(6). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0067359
  2. Burns, D. T. (1989). The Feeling Good Handbook: Using the New Mood Therapy in Everyday Life. W. Morrow
  3. Distorsi. (n.d.). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Retrieved June 4, 2021, from https://kbbi.web.id/distorsi
  4. Gilbert, P. (1998). Cognitive Distortions. British Journal of Medical Psychology, 71, 447–463. https://doi.org/10.1002/9780470773260.ch7
  5. Hassan, F. dkk. (1981). Kamus istilah psikologi. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  6. Inaqotul, F. (2016). Karakter Tokoh Utama dalam Cerpen Shigatsu no Aru Hareta Asa Ni Hyaku Paasento No Onna no Ko Ni Deau Koto Ni Tsuite Karya Murakami Haruki; Tinjauan Struktural. Diponegoro University
  7. Kawalian, Azizah Suli. (n.d). Distorsi Kognitif: Ketika Cara Berpikirmu Berbahaya. Diunduh dari https://pijarpsikologi.org/blog/distorsi-kognitif-ketika-cara-berpikirmu-berbahaya
  8. Krężołek, M., Pionke, R., Banaszak, B., Kokoszka, A., & Gawęda, Ł. (2019). The relationship between jumping to conclusions and neuropsychological functioning in schizophrenia. Psychiatry Research, 273(January), 443–449. https://doi.org/10.1016/j.psychres.2019.01.035
  9. Kuru, E., Safak, Y., Özdemir, Tulacı, R. G., Özdel, K., Özkula, N. G., & Örsel, S. (2017). Cognitive distortions in patients with social anxiety disorder: Comparison of a clinical group and healthy controls. European Journal of Psychiatry, September. https://doi.org/10.1016/j.ejpsy.2017.08.004
  10. Nayebpour, K. & Özdal, R. (2020). Mind Reading and Cognitive Distortion in Jane Austen’s Persuasion . Süleyman Demirel Üniversitesi Fen-Edebiyat Fakültesi Sosyal Bilimler Dergisi , (51) , 188-238 . Retrieved from https://dergipark.org.tr/tr/pub/sufesosbil/issue/59313/615908
  11. Noor, Redyanto. 2015. Pengantar Pengkajian Sastra. Semarang: Fasindo
  12. Overgeneralization. (n.d.). American Psychological Association. Retrieved June 4, 2021, from https://dictionary.apa.org/overgeneralization
  13. Panourgia, C., & Comoretto, A. (2017). Do cognitive distortions explain the longitudinal relationship between life adversity and emotional and behavioural problems in secondary school children? WILEY, 33(5), 590–599. https://doi.org/10.1002/smi.2743
  14. Rizkiawati, R., & Asiah, D. H. S. (2016). Mengatasi Masalah Distorsi Kognitif Pada Klien Usia Remaja Dengan Metode Cognitive Restructring Form. Share Social Work Jurnal, 6(2), 244–251. https://doi.org/10.24198/share.v6i2.13212
  15. Saranivarapu, S. (2015). Black & White Thinking : A cognitive distortion. Indian Journal of Psychiatry, 57(1), 94. https://doi.org/10.4103/0019-5545.148535
  16. Schwartz, J. S., & Maric, M. (2015). Negative Cognitive Errors in Youth: Specificity to Anxious and Depressive Symptoms and Age Differences. Behavioural and Cognitive Psychotherapy, 43(5), 526–537. https://doi.org/10.1017/S1352465814000228
  17. Stanborough, R. (2019). What Are Cognitive Distortions and How Can You Change These Thinking Patterns? Healthline.Com. https://www.healthline.com/health/cognitive-distortions
  18. Wulandari, W. P. (2020). Analisis Naratologi dalam Cerpen Shigatsu No Aru Hareta Asa Ni 100 Pāsento No Onna No Ko Ni Deau Koto Ni Tsuite Karya Murakami Haruki. STBA JIA

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-04-12 13:47:03

No citation recorded.