skip to main content

Relevansi Filsafat Buddhisme terhadap Pendidikan Karakter di Indonesia

*Lasiyo Lasiyo  -  Faculty of Philosophy Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2022 HUMANIKA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Dewasa ini perkembangan globalisasi telah mengubah tatanan perilaku manusia, sehingga tidak sedikit generasi penerus bangsa yang mengabaikan nilai moralitas kehidupan. Persoalan tersebut, apabila tidak teratasi akan menimbulkan masalah yang lebih kompleks. Pentingnya penguatan karakter dapat menjadi tolak kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini ditujukan untuk (1) menjelaskan tentang filsafat buddhisme (2) menjelaskan relevansi filsafat buddhisme terhadap pembentukan karakter di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode sistematis reflektif. Langkah yang dilakukan yaitu inventarisasi, evaluasi kritis, dan sintesis dengan tujuan mengintegrasikan semua unsur sehingga ditemukan relevansi filsafat buddhisme terhadap penguatan pendidikan karakter di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat buddhisme memiliki relevansi terhadap upaya penguatan karakter di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung antara lain kejujuran, keikhlasan, kesederhanaan dan pemikiran yang terbuka dapat menjadi landasan dalam bertindak. Filsafat buddhisme menunjukkan terkait dengan hidup yang damai dengan penguatan spiritualitas.
Fulltext View|Download
Keywords: relevansi; filsafat buddhisme; pendidikan karakter

Article Metrics:

  1. Andi, P, (2012). Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian, Jogjakarta, Ar Ruzz Media
  2. A Ghufron dan Hidayati, (2017), Pengembangan Pembelajaran Berbasis Nilai Budaya Yogyakarta di Sekolah Dasar, Cakrawala Pendidikan 37(2) 309-319
  3. Berkowitz dan Hoppe, (2009), Character Education and Gifted Children, High Abil 20(2) 131-142
  4. Doni A. Koesoema, (2012), Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluiruh.Yogyakarta:Penerbit Kanisius
  5. Drijarkara, (1969), Filsafat Manusia. Yogyakarta:Penerbit Jajasan Kanisius
  6. Fatchul Muin, (2011), Pendidikan Karakter; Konstruksi Teoretik & Prakrik. Yogyakarta, Penerbit ar-Ruzz Media
  7. Feisst, J & Roberts, T.A (2018). Theories of Personality 9th Edition. New York: McGraw Hill Companies
  8. Harun Hadirijono, (1971), Agama Hindu dan Agama Buddha, BPK Gunung Mulia, Jakarta
  9. J.Buganza, (2012), Ethics, Literature and Education. Ethics Edu 7(2) 125-135
  10. Kaelan, (2005), Metode Penelitian dalam Bidang Filsafat. Paradigma, Yogyakarta
  11. Kabat-Zinn, J, (2015), Mindfullness. Mindfullness, 6 (6) 1481-1483
  12. Lukman, (2021),Effective Teachers Personality in Strenghening Character Education, International Journal Research Education 10(2) 512-512
  13. R. Barrow, (2006),Moral Education’s Modest Agenda, Ethics Education 1(1) 3-13
  14. S. Soeprapto, (2013), Landasan Aksiologis Sistem Pendidikan Nasional Indonesia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan, Cakrawala Pendidikan vol XXXII(2) 266-276
  15. Schultz, D.P & Schultz, S.E.,2013),Theories of Personality 10th Edition. Belmont, CA: Wadsworth Cengage Learning Organization
  16. Tanumihardja, E. Sapardi & Heryo, (2016), Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Pendidikan Agama Budha. Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI
  17. Z.Cubukcu, (2012), The Effect of Hidden Curriculum on Character Education Process of Primary School Sudents. Kuram ve Uygulamada Egit. Bilim 12 (2) 1526-1534

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-28 22:42:16

No citation recorded.