<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://ejournal.undip.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-06-01T04:46:18Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" set="ilmulingkungan" verb="ListRecords">https://ejournal.undip.ac.id/index.php/index/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54299</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Logam Berat Kromium di Tiga Sungai yang Melintasi Kota Yogyakarta dan Potensi Fitoremediasinya</dc:title>
	<dc:creator>Aminatun, Tien</dc:creator>
	<dc:creator>Rakhmawati, Anna</dc:creator>
	<dc:creator>Budiasih, Kun Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Marfuatun, Marfuatun</dc:creator>
	<dc:creator>Rijal, Baso Samsu</dc:creator>
	<dc:creator>Amin, Abdullah Nashih</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, David Meilana Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Ajeng Septiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Identifikasi; Kromium; Sungai; Yogyakarta; Fitoremediasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Winongo, Gajah Wong, dan Code adalah tiga sungai yang melintasi Yogyakarta. Banyak industri yang membuang limbah ke ketiga sungai ini, sedangkan Cr adalah logam berat yang banyak terdapat pada limbah industri. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat potensi fitoremediasi Cr, tetapi umumnya pada limbah cair industri, bukan pada perairan langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi logam berat Kromium (Cr) di ketiga sungai serta potensi fitoremediasinya. Sampel air dan sedimen diambil dari hulu, tengah dan hilir, kemudian kandungan Cr dianalisis dengan Spektrofotometri UV-Vis di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Untuk melihat potensi fitoremediasinya dilakukan eksperimen dengan eceng gondok (Eichornia crassipes) dan kayu apu (Pistia stratiotes) di greenhouse FMIPA UNY. Pengukuran kualitas air diujikan ke Laboratorium BBTKL-PP. Hasil penelitian menunjukkan ketiga sungai teridentifikasi cemaran Cr tetapi masih di bawah ambang baku mutu menurut Peraturan Gubernur DIY Nomor 20 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Air di Provinsi DIY Kelas 1. Potensi eceng gondok dan kayu apu sebagai fitoremediator air sungai yang tercemar Cr tidak tampak jelas karena konsentrasi Cr pada ketiga sungai masih rendah di bawah ambang baku mutu (&lt;0.05 mg/L), akan tetapi dilihat dari performa tanaman maka kedua gulma ini berpotensi untuk menjadi fitoremediator di sungai yang tercemar Cr.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54299</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.620-631</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 620-631</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54299/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4068</identifier>
				<datestamp>2026-03-12T02:24:20Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PEMANFAATAN RUANG YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KAWASAN PESISIR KOTA TEGAL</dc:title>
	<dc:creator>Utomo, Dzati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan pesisir Kota Tegal merupakan kawasan strategis yang diharapkan perkembangannya dengan pesat cici4d, untuk meningkatkan PAD bagi Kota Tegal. Perkembangan yang pesat tersebut dapat dicapai apabila kawasan ini mampu mengelola potensi sumberdaya alam yang prospektif dan mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan baik. Namun dalam perkembangannya, pemanfaatan ruang di kawasan pesisir Kota Tegal cenderung berubah dan bergeser dari peruntukan ruang yang menimbulkan pencemaran lingkungan, tumpang tindih pemanfaatan lahan, serta dikhawatirkan terjadi degradasi lingkungan. Pertimbangan-pertimbangan akan terjadinya dampak negatif terhadap kawasan pesisir Kota Tegal tersebut merupakan alasan untuk dilakukan Analisis Pemanfaatan Ruang Yang Berwawasan Lingkungan di Kawasan Pesisir Kota Tegal.Analisis pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan  di kawasan pesisir Kota Tegal ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan kondisi eksisting kawasan pesisir terhadap wilayah Kota Tegal ditinjau dari faktor internal dan faktor eksternal,  menganalisis kedinamisan lingkungan kawasan pesisir Kota Tegal, mengarahkan pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan di kawasan pesisir Kota Tegal.                Hasil penelitian menunjukan pemanfaatan ruang kurang berkembang disebabkan lemahnya hukum RTRW Pantai, peran serta masyarakat yang rendah dan keterbatasan sarana prasarana cici4d. Kondisi 30 tahun mendatang menunjukan pengendalian pendirian permukiman dan peremajaan sarana prasarana umum, serta pengendalian abrasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4068</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.9.2.51-55</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011; 51-55</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4068/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42574</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analysis of People’s Behavior in Managing Domestic Solid Waste in Alam Barajo District, Jambi City</dc:title>
	<dc:creator>Nurhayati, Nurhayati</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah, Hamzah</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Alam Barajo District; Attitude; Behavior; Education; Knowledge</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah merupakan masalah faktual yang dihadapi oleh masyarakat khususnya di kawasan permukiman perkotaan. Hal tersebut juga dialami oleh masyarakat di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi dimana produksi sampah rumah tangga lebih dari 68.567 kg/hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku warga Kecamatan Alam Barajo dalam mengelola sampah padat rumah tangga dan pengaruh variabel jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap terhadap perilaku masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan instrumen kuesioner. Data yang dikumpulkan adalah jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin (0,017), usia (0,006), tingkat pendidikan (0,002), pengetahuan (0,002) dan sikap (0,000) terhadap perilaku warga dalam pengelolaan sampah padat rumah tangga. Disimpulkan bahwa perilaku warga Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi dalam mengelola sampah rumah tangga tergolong baik dimana yang paling banyak bertugas membuang sampah dalam rumah tangga adalah pemuda (usia dibawah 60 tahun) yang berpendidikan dengan tingkat pengetahuan yang cukup. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap warga terhadap perilaku warga dalam mengelola limbah padat rumah tanggaABSTRAKThe problem of solid waste is a fact problem faced by the community, especially in urban residential areas. It is also faced by the community in Alam Barajo District, Jambi City, where household waste production is more than 68.567 kg/day. This study was aimed to determine the behavior of the Alam Barajo District residents in managing solid household waste and the effect of gender, age, level of education, knowledge, and attitude variables on community behavior. This study was an analytic survey using a cross-sectional approach with 100 respondents. The sampling technique used stratified random sampling with a questionnaire as an instrument. The data collected were gender, age, level of education, knowledge, and attitude. Data were analyzed using a chi-square test with a 95% confidence degree. The results showed that there was a relationship between gender (0.017), age (0.006), level of education (0.002), knowledge (0.002), and attitude (0.000) towards the behavior of residents in solid households waste management. It was concluded that the behavior of the residents of Alam Barajo District, Jambi City in managing household solid waste was categorized as good where the most tasked with disposing of waste in the household were youth male (under 60 years of age) who were educated with a sufficient level of knowledge. There was a significant relationship between gender, age, level of education, knowledge, and attitudes of residents towards residents' behavior in managing solid household waste.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42574</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.168-175</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 168-175</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42574/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/57249</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:32:04Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Keberlanjutan Pariwista di Kampung Tematik Mulyharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor</dc:title>
	<dc:creator>Adi, Try Prasetyo</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyantara, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Soekmadi, Rinekso</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kampung Tematik; Keberlanjutan; Mulyaharja; Multi-dimensional scaling; Pariwisata Keberlanjutan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kampung Tematik Mulyaharja merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kota Bogor dengan luas 23 Ha. Berdasarkan data statistik pada tahun 2022 terjadi peningkatan jumlah pengunjung ke Kampung Tematik Mulyaharja. Peningkatan jumlah pengunjung dapat menimbulkan dampak positif seperti peningkatan ekonomi terhadap masyarakat sekitar, namun apabila terlalu banyak jumlah pengunjungnya, dikhawatirkan dapat mengancam status keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan pariwisata di Kampung Tematik Mulyaharja dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial budaya, sarana dan prasarana, dan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode Rappfish Multi-Dimensional Scaling yang disesuaikan dengan Rap-Tourism. Hasil analisis keberlanjutan dengan menggunakan analisis MDS secara umum cukup berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan dimensi ekonomi sebesar 56,43% (cukup berkelanjutan); dimensi ekologi 76,03% (sangat berkelanjutan); dimensi sosial 72,39% (cukup berkelanjutan); dimensi sarana prasarana sebesar 55,03% (cukup berkelanjutan); dan dimensi kelembagaan sebesar 77,29% (sangat berkelanjutan).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57249</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.152-158</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 152-158</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57249/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17008</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:23:24Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penentuan Faktor Kunci Peningkatan Kualitas Air Limbah Industri Makanan Menggunakan Interpretative Structural Modeling (ISM)</dc:title>
	<dc:creator>Rimantho, Dino</dc:creator>
	<dc:creator>Rosdiana, Hera</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">wastewater, Food Industry, ISM, Quality, Key factor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Industri makanan merupakan salah satu jenis industri manufaktur yang menggunakan berbagai sumber daya dalam operasionalnya dimana dalam prosesnya berpotensi menghasilkan air limbah yang mengandung berbagai senyawa yang dapat menurunkan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor kunci peningkatan kualitas air limbah di industri makanan. Pemilihan alternatif dan analisis strategi menggunakan metode Interpretative Structural Modelling (ISM), dimana metode ini menggunakan penilaian pakar dalam bentuk kuesioner dalam pengambilan datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama dalam upaya peningkatan kualitas air limbah seperti manusia, mesin, metode, material dan lingkungan. Lebih lanjut, berdasarkan hasil analisis dengan metode ISM diperoleh nilai dependent yang rendah dan nilai driver power yang tinggi, maka dapat diketahui faktor kunci dalam peningkatan kualitas air limbah di industri makanan yaitu faktor monitoring harian dalam pengecekan effluent. Sehingga, pemangku kepentingan di industri pengolahan makanan untuk senantiasa melakukan monitoring dan perbaikan proses dalam rangka peningkatan kualitas air limbah yang sesuai dengan baku mutu lingkungan.Kata kunci: Air limbah, Industri makanan, ISM, Kualitas, Faktor kunciABSTRACTThe food industry is one type of manufacturing industry that uses various resources in its operations. The processing process has the potential to produce wastewater containing various compounds that can reduce the quality of the environment. This study aims to determine the key factors to improve the quality of wastewater in the food industry. The selection of key factors is using Interpretative Structural Modeling (ISM) method. This method uses expert judgment in the form of questionnaires in the data retrieval. The results showed that there are four main factors in efforts to improve the quality of wastewater such as human, machine, method, material, and environment. Furthermore, based on ISM method analysis results obtained low dependent value and high power driver value, a key factor in improving the quality of wastewater in the food industry is daily monitoring factor in effluent checking. Thus, the stakeholders in the food processing industry should always monitor and enhancements the process in order to improve the quality of wastewater in accordance with environmental quality standards.Keywords: wastewater, Food Industry, ISM, Quality, Key factorCitation: Rimantho D., dan Rosdiana H. (2017). Penentuan Faktor Kunci Peningkatan Kualitas Air Limbah Industri Makanan Menggunakan Interpretive Structural Modelling (ISM). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 90-95 doi:10.14710/jil.15.2.90-95</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-11-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17008</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.15.2.90-95</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017; 90-95</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17008/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47731</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penentuan Indeks Kualitas Air Sungai Bedadung Kabupaten Jember Menggunakan Metode IP dan NSF-WQI</dc:title>
	<dc:creator>Novita, Elida</dc:creator>
	<dc:creator>Firmansyah, Jefri Wahyudi</dc:creator>
	<dc:creator>Pradana, Hendra Andiananta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Water Quality, Pollution Index, NSF-WQI, Standards, Bedadung River</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Good water quality is a support in the sustainability of living things. Monitoring the status of water needs to be done to determine the quality of water and make a basic reference in making decisions for Water Quality Management. The research is aimed to assess the water quality status of the Bedadung River in Rambipuji, Balung and Puger districts using IP and NSF-WQI methods. Sampling was carried out in August 2021 at 4 points using primary data. The results showed that the parameters exceeded the quality standard, namely total phosphate, TSS and fecal coliform. Pollution index calculation shows Bedadung waters classified as Grade 3 quality standard. Based on the NSF - WQI method, the status of Bedadung River is classified as medium category</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47731</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.495-502</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 495-502</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47731/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67584</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kandungan Organik dan Logam Berat pada Tanah di Sekitar Lubang Resapan Biopori</dc:title>
	<dc:creator>Sarminingsih, Anik</dc:creator>
	<dc:creator>Sumiyati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Syahla, Alkha Nayla</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Fanny Ardanti</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetyo, Febrianto Ardhi</dc:creator>
	<dc:creator>Rizkita, Lale Tania</dc:creator>
	<dc:creator>Suci, Nadia Maharani Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Wimanda Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Rahadianto, Muhammad Arsyad Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lubang Resapan Biopori; Komposter; Air hujan; Air lindi; logam berat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu solusi yang dikembangkan untuk mengelola sampah sisa makanan adalah melalui teknologi lubang resapan biopori (LRB) komposter. Proses kerja LRB komposter melibatkan dekomposisi sampah sisa makanan oleh mikroorganisme di dalamnya sehingga menghasilkan kompos. Selain kompos, proses ini juga menghasilkan air lindi yang terbentuk dari rembesan kadar air dalam sampah serta sumber eksternal seperti air hujan, yang melalui lubang biopori. Air lindi yang dihasilkan dari proses komposting tersebut meresap ke dalam tanah dan berpotensi bercampur dengan air tanah di sekitarnya. Kandungan air lindi termasuk logam berat, senyawa nitrogen, garam, dan bahan organik yang dapat mengancam lingkungan. Beberapa polutan utama yang sering ditemukan dalam air lindi meliputi COD, NH3-N, Fe, Cl, serta logam berat seperti As, Cd, Ni, dan Mn. Sementara itu, bahan organik dalam tanah memiliki peran sentral dalam memperbaiki struktur fisik, meningkatkan aktivitas biologis, dan meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman, sehingga berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah secara keseluruhan. Data diperoleh melalui pengambilan sampel pada LRB 1, LRB 2, dan LRB 3 dengan jarak dan kedalaman yang bervariasi. Dari sampel yang telah diambil dilakukan pengukuran untuk mengetahui logam berat yang terkandung dalam tanah di sekitar LRB.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67584</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1370-1377</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1370-1377</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67584/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/30691</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:25:39Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Daya Dukung Perairan Rawa Mesangat Sebagai Habitat Buaya Siam</dc:title>
	<dc:creator>Muslim, Teguh</dc:creator>
	<dc:creator>Mentari, Dwi Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Farhazakia, Nanda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekosistem, Buaya Siam, Ikan, Sumber makanan, Vegetasi terapung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rawa Mesangat merupakan habitat utama buaya Siam yang tersisa di Indonesia dan juga sebagai lokasi utama bagi nelayan sekitar. Produksi ikan sebagai sumber ekonomi masyarakat sekaligus makanan potensial bagi buaya Siam dapat terus berkelanjutan bila rantai makanan ekosistem tidak terputus dengan syarat kualitas perairan yang sehat. Pengambilan sampel air ± 1200 ml di setiap lokasi yang dilakukan di 6 (enam) lokasi dalam area perairan rawa Mesangat. Analisis kualitas air dilakukan di laboratorium Peraikanan dan Ilmu Kelautan. Kualitas perairan  menunjukkan pH yang normal, BOD 0,12 – 1,25 ppm termasuk dalam kategori tercemar rendah, COD 15,54 – 40,58 ppm dalam kategori tidak layak untuk kehidupan biota perairan, CO2 2,80 – 5,19 ppm kategori baik, TDS rendah antara 65 – 131 mg/L, TSS berkisar 7 – 87 mg/L, DO antara 2,86 – 3,19 mg/L, kadar nitrat tertinggi adalah 0,21 mg/L sedangkan kadar nitrat terendah 0,01 mg/L, kisaran suhu air antara 26 – 32oC, nilai Zn (seng) berkisar antara &lt;0,003 – 0,02 mg/l. Perbedaan kualitas air pada setiap lokasi dapat disebabkan oleh faktor tutupan vegetasi pohon, vegetasi terapung, kekuatan arus sungai atau sirkulasi aliran air. Vegetasi terapung yang menyebar luas di perairan rawa sangat mungkin mempengaruhi kualitas air, salah satu contohnya adalah Salvinia molesta yang dapat memulihkan kualitas air atau sebaliknya tergantung kuantitas penutupan pada permukaan perairan. AbstractThe Mesangat Swamp is the main habitat of the remaining crocodiles in Indonesia as well as a prime location for nearby fishermen. Fish production as an economic source of society as well as potential food for the Siamese crocodile can continue to be sustainable when the food chain ecosystem is not disconnected with the condition of healthy water quality. Water sampling of ± 1200 ml in each location carried out at 6 (six) locations within the Mesangat Swamp water area. The analysis of water quality is done in the Fishery and marine Sciences laboratories. The quality of the water indicates a n ormal pH, the BOD 0,12 – 1,25 ppm belongs to the low tainted category, COD 15,54 – 40,58 ppm in a category not feasible for the life of aquatic biota, CO2 2,80 – 5,19 ppm good category, low TDS between 65 – 131 mg/L, TSS range 7 – 87 mg/L, DO between 2,86 – 3,19 mg/L, highest nitrate level is 0.21 mg/L while lowest nitrate rate is 0,01 mg/l, water temperature range between 26 – 32oC, The value of Zn (zinc) ranges between &lt; 0,003 – 0,02 mg/L. The difference in water quality at each location can be caused by the tree vegetation cover factor, floating vegetation, river current strength or water flow circulation. Floating vegetation that is widespread in swamp waters is very likely to affect water quality, one example is Salvinia molesta that can restore water quality or vice versa depending on quantity closure on water surface</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30691</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.436-445</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 436-445</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30691/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56871</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Marine Debris Collection Model with Intermediate Transition Station (ITS) Systems Planning in Jakarta</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Mega Mutiara</dc:creator>
	<dc:creator>Inoue, Takanobu</dc:creator>
	<dc:creator>Harryes, Regil Kentaurus</dc:creator>
	<dc:creator>Septiariva, Iva Yenis</dc:creator>
	<dc:creator>Yokota, Kuriko</dc:creator>
	<dc:creator>Notodarmodjo, Suprihanto</dc:creator>
	<dc:creator>Kato, Shigeru</dc:creator>
	<dc:creator>Delu, Kevin Foggy</dc:creator>
	<dc:creator>Prayogo, Wisnu</dc:creator>
	<dc:creator>Suryawan, I Wayan Koko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Marine Debris; Intermediate Transition Station; Haul Container System; Waste Management</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Marine debris in Jakarta is a complex problem because the amount is too large every day. Addressing this critical gap, this study proposes a model for efficient waste transportation through the development of an Intermediate Transition Station (ITS) system. This system not only facilitates the effective movement of waste but also incorporates a recovery process to reduce the volume of debris before it reaches the landfill. The ITS serves as a pivotal node in the waste management network, ensuring the continuity of waste flow from accumulation points to processing facilities. With the ITS, the total marine debris managed amounts to 39.96 tons/day, of which 9.33 tons/day is recovered, leaving a significantly reduced residue of 25.63 tons/day or 1.134 m3/day for landfill disposal. Implementing the Haul Container System (HCS) within this framework, the study demonstrates that waste transportation from the ITS to Jakarta's Bantar Gebang Integrated Waste Processing Site can be streamlined to just 3 trips/day. By providing a structured and strategic approach to marine debris transportation, the ITS model aims to prevent the re-pollution of Jakarta's water bodies and significantly reduce the carbon footprint by 67.2% from current conditions, thereby offering a sustainable solution to this pressing urban environmental challenge.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56871</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.914-922</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 914-922</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56871/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48191</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Effects of El Nino Southern Oscillation on Rainfall in the Karst Area of Maros, National Park Bantimurung Bulusaraung South Sulawesi and its Impact on Flood Disasters</dc:title>
	<dc:creator>Arsyad, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Fitriani</dc:creator>
	<dc:creator>Tiwow, Vistarani Arini</dc:creator>
	<dc:creator>Palloan, Pariabti</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistiawaty, Sulistiawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Susanto, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flooding; Rainfall; El Nino Southern Oscillation; Karst Maros</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The aims of this study were to describe rainfall profiles, to analyze the effect of the El Nino Southern Oscillation (ENSO) on rainfall and its impact on flood disasters in the karst area of Maros, National Park Bantimurung Bulusaraung South Sulawesi. The data used were monthly data of ENSO parameters and monthly data on rainfall of Karst Maros TN Babul area in the range of 2011-2020. The monthly data of ENSO parameters consist of Oceanic Nino Index (ONI) data, namely Nino Index 3.4 and Southern Oscillation Index (SOI) obtained from the official website of NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) and from the official website of BOM (Bureau of Meteorology), respectively. Whereas, the monthly data of rainfall of Karst Maros TN Babul area was obtained from Maros Climatology Station, South Sulawesi. The data was analyzed (i.e. graph analysis and simple linear regression) using Microsoft Excel 2010 Software and ArcGIS Software for map creation. The results showed that the rainfall profile of the karst Maros TN Babul region for the period 2011-2020 has a monsoon rainfall pattern with the highest rainfall in December, January, and February, while the lowest rainfall occurs in June, July, and August. The significant effect of ENSO on rainfall in the Karst Maros TN Babul Area for the period 2011-2020 was categorized as a moderate with an ONI correlation coefficient value of 0.521 and SOI of 0.465. The effect of ENSO on rainfall is in the range from 25.9 to 33.1% which result in flood disasters in the karst Maros TN Babul area such as Bantimurung, Tompobulu, Camba, and Simbang districts. The flood disasters mostly occurs in January and December with rainfall intensity from high to very high category.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.772-780</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 772-780</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48191/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44744</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kesuburan Tanah Di Bawah Tegakan Berbagai Jenis Bambu Pada Tanah Andosol-Regosol</dc:title>
	<dc:creator>Sutiyono, Sutiyono</dc:creator>
	<dc:creator>Dharmawan, I Wayan Susi</dc:creator>
	<dc:creator>Darmawan, Ujang W</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Soil fertility; Beneath of bamboo stand; Characteristic; Growth; Productivity</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permintaan bambu yang meningkat dapat dipenuhi dari peningkatan produktivitas bambu melalui budidaya yang intensif. Namun demikian, pengelolaan bambu telah menyebabkan terjadinya perubahan sifat tanah yang terkait dengan kesuburan. Pengelolaan bambu secara intensif juga berdampak terhadap hara di area rizosfer dan material biologis di dalamnya yang berpeluang mengganggu siklus nutrisi dan pengikatan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai pengaruh lima jenis bambu yaitu bambu ater (Gigantochloa atter), bambu hitam (Gigantochloa atroviolaceae), bambu andong (Gigantochloa pseudoarundinaceae), bambu temen (Gigantochloa verticillata), dan bambu petung (Dendrocalamus asper) terhadap kesuburan tanah di bawahnya. Rumpun bambu yang dipilih terdiri dari lima jenis bambu yaitu bambu ater, bambu hitam, bambu andong, bambu temen, dan bambu petung. Satu rumpun bambu dipilih secara acak dari masing-masing jenis tersebut. Parameter pengukuran meliputi jumlah batang, lingkar rumpun dan kerapatan rumpun, diameter batang, tinggi batang dan berat segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bambu temen memiliki nilai karakteristik kesuburan tanah di bawah tegakan yang lebih baik dari jenis bambu lainnya.  Bambu temen memiliki nilai total basa-basa dapat ditukar, ketersediaan unsur fosfor (P), Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Kejenuhan Basa masing-masing sebesar 11,28 meq/100 gr; 18,7 ppm; 22,4 meq/100 gr dan 50,4%. Bambu andong dan bambu petung memiliki karakteristik pertumbuhan dan produktivitas biomasa yang lebih besar dari jenis-jenis bambu lainnya. Bambu andong memiliki berat biomasa per lingkar rumpun sebesar 130,5 kg/m dan diameter batang sebesar 10,0 cm. Sementara itu bambu petung memiliki berat biomasa per lingkar rumpun sebesar 108,0 kg/m dan diameter batang sebesar 10,0 cm. Meskipun bambu andong dan bambu petung memiliki pertumbuhan yang lebih baik dari bambu lainnya, namun kesuburan tanahnya di bawah tegakan tidak sebaik dengan kesuburan tanah di bawah tegakan bambu temen. Dengan demikian, untuk keperluan mengkonservasi kesuburan tanah tetap baik maka bambu temen adalah pilihan yang terbaik dibandingkan dengan jenis bambu lainnya.ABSTRACTThe increasing demand for bamboo can be met by increasing the productivity of bamboo through intensive cultivation. However, bamboo management has led to changes in soil properties related to fertility. Intensive bamboo management also has an impact on nutrients in the rhizosphere area and the biological material in it which has the opportunity to disrupt the nutrient cycle and carbon sequestration. This study aims to analyze and assess the effect of five types of bamboo, namely bamboo ater (Gigantochloa atter), bamboo hitam (Gigantochloa atroviolaceae), bamboo andong (Gigantochloa pseudoarundinaceae), bamboo temen (Gigantochloa verticillata), and bamboo petung (Dendrocalamus asper) on the fertility of the soil in beneath of bamboo stand. The selected bamboo clumps consisted of five types of bamboo, namely bamboo ater, bamboo hitam, bamboo andong, bamboo temen, and bamboo petung. One bamboo clump was selected at random from each of these species. The measurement parameters included number of culm, clump circumference and clump density, culm diameter, culm height and fresh weight. The results showed that the bamboo temen species had better soil fertility characteristics under the stand than other bamboo species. Bamboo temen has a total value of exchangeable bases, availability of phosphorus (P), Cation Exchange Capacity (CEC) and Base Saturation of 11.28 meq/100 gr each; 18.7 ppm; 22.4 meq/100 gr and 50.4%, respectively. Bamboo andong and bamboo petung have higher growth characteristics and biomass productivity than other types of bamboo. Bamboo andong has a biomass weight per clump circumference of 130.5 kg/m and a culm diameter of 10.0 cm. Meanwhile, bamboo petung has a biomass weight per clump circumference of 108.0 kg/m and a culm diameter of 10.0 cm. Although the bamboo andong and bamboo petung had better growth than other bamboos, the soil fertility under the stands was not as good as the soil fertility under the bamboo temen stands. Thus, for the purpose of conserving good soil fertility, bamboo temen is the best choice compared to other types of bamboo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44744</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.517-523</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 517-523</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44744/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64290</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Study of Coastal Vulnerability in North Insana District, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province (Indonesia)</dc:title>
	<dc:creator>Ledheng, Ludgardis</dc:creator>
	<dc:creator>Atini, Blasius</dc:creator>
	<dc:creator>Hano’e, Emanuel Maria Yosef</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Coastal; Vulnerability; Geology; Physical process variables; North Insana</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The reduction in mangrove areas, which has caused significant erosion along the north coast of North Central Timor Regency, has implied the need for in-depth studies. This research, aimed to determine the spatial distribution of coastal vulnerability and its influencing factors using the Coastal Vulnerability Index (CVI). The research found that 7.07 km (48.71%) of the coastline was classified as low vulnerability, while 6.66 km (51.28%) was categorized as moderate. Key factors influencing coastal vulnerability include geomorphology (87.18%), coastline changes (7.6%), beach slope (66.6%), and beach elevation (66.7%), based on observations across 39 cells. Meanwhile, tidal variables, wave height, and sea-level rise had minimal impact, with their associated vulnerability levels categorized as low. Future research should incorporate additional variables, such as socio-economic aspects and human activities to provide a more comprehensive assessment of coastal vulnerability. This would result in a more holistic assessment for decision-making for coastal area mitigation planning.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64290</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.452-462</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 452-462</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64290/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/64290/16719</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22238</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:28:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Fikoremediasi Kualitas Lindi TPA Jatibarang Terhadap Efektifitas Lemna minor L dan Ipomoea aquatica Forkks</dc:title>
	<dc:creator>Nofiyanto, Erwin</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprobowati, Tri Retnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Izzati, Munifatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fitoplankton, Ipomoea aquatica Forssk, Lemna minor L, dan Lindi.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">TPA Jatibarang adalah satu-satunya tempat pemerosesan akhir sampah di kota Semarang, yang menghasilkan air lindi dalam jumlah yang besar dengan tingkat polutan yang sangat tinggi seperti amonia-nitrogen, logam berat, garam anorganik dan diklorinasi organik sehingga perlu dilakukan remediasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui fikoremediasi kualitas lindi TPA Jatibarang terhadap efektifitas Lemna minor L dan Ipomoea aquatica Forssk. Sampel kelimpahan fitoplankton diambil dari 4 aeraktor yaitu Kontrol tanpa tanaman, Lemna minor L, Ipomoea aquatica Forssk, campuran Lemna minor L dan Ipomoea aquatica Forssk yang diujikan kualitas air lindi (BOD, COD dan TSS) selama 20 hari dengan konsentrasi lindi 100%. Hasil penelitian menunjukan terdapat fitoplankton yang mampu hidup di lindi yaitu Chlorella sp yang dapat di jadikan fikoremediasi kualitas air lindi. Penurunan BOD, COD dan TSS paling tinggi terjadi pada hari kelima dan keduapuluh walaupun masih diatas baku mutu. BOD, COD dan TSS pada hari kelima mengalami penurunan masing-masing 55%, 55% dan 60% pada perlakuan kontrol dan hari keduapuluh masing-masing 84%, 84% dan 88% terjadi pada perlakuan Lemna minor L diikuti dengan pertumbuhan fitoplankton. Remediasi kualitas air lindi dengan konsentrasi 100% kurang efektif dalam penurunan bahan organik-anorganik sehingga harus diencerkan terlebih dahulu, Fitoplakton pada konsentrasi lindi 100% tidak mampu dalam menaikan oksigen karena dekomposisinya masih jauh lebih kuat dibandingkan oksigen yang dihasilkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22238</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.107-112</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 107-112</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22238/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49643</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Fluktuasi Muka Air Tanah Lahan Pertanian Skala Kecil di Desa Penerima Program Restorasi Gambut Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Gusmayanti, Evi</dc:creator>
	<dc:creator>Nusantara, Rossie Wiedya</dc:creator>
	<dc:creator>Sudrajat, Jajat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gambut; lahan pertanian skala kecil; piezometer; muka air tanah; sekat kanal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Muka air tanah merupakan salah satu indikator penting degradasi lahan gambut.  Sesuai aturan pemerintah, pemanfaatan lahan gambut yang memiliki fungsi budidaya disyaratkan untuk menjaga muka air tanah maksimal 40 cm di bawah permukaan tanah.  Dalam upaya untuk mengendalikan degradasi gambut, pemerintah melakukan program restorasi gambut yang salah satunya bertujuan untuk pembasahan gambut dengan membangun sekat-sekat kanal pada lokasi prioritas, termasuk di Kabupaten Kubu Raya.  Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran muka air tanah di dua lahan pertanian skala kecil milik masyarakat di Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.  Desa ini merupakan salah satu desa penerima program restorasi gambut berupa pembangunan sekat kanal.  Terdapat dua plot pengukuran yang memiliki tipe sekat kanal yang berbeda, yaitu sekat kanal yang dibagun Dinas Pekerjaan Umum dan sekat kanal yang dibangun Badan Restorasi Gambut.  Masing-masing plot terdiri dari enam titik pengukuran muka air tanah, yang mulai diukur sejak bulan Februari sampai Mei 2022.  Muka air tanah diukur melalui sumur pantau (piezometer) yang terbuat dari pipa PVC berdiameter sebesar 5 cm yang dibenamkan ke dalam tanah.  Selain muka air tanah, sifat fisik gambut yang diukur dalam kegiatan penelitian ini meliputi kedalaman gambut, bobot isi, berat jenis partikel, porositas, permeabilitas serta kadar air gravimetrik dan volumetrik.  Data curah hujan diperoleh dari stasiun BMKG terdekat, yaitu Stasiun Supadio, Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan muka air tanah di sekitar sekat kanal bervariasi berdasarkan lokasi terhadap sekat kanal dan jarak dari kanal.  Sampai jarak tertentu, sekat kanal dapat meningkatkan muka air tanah sehingga terbukti efektif dalam program pembasahan gambut</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49643</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.20-27</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 20-27</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49643/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/36847</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:26Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Dampak Sosial Ekonomi Budaya Kegiatan Eksplorasi Panasbumi di WKP Baturraden (Studi Kasus di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas)</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhan, Muhammad Fadil</dc:creator>
	<dc:creator>Muslihudin, Muslihudin</dc:creator>
	<dc:creator>Effendi, Mukhtar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lingkungan, Analisis dampak, Dampak sosial ekonomi budaya, Eksplorasi panasbumi, Energi terbarukan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hadirnya energi panasbumi sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) rupanya bukan berarti hadir tanpa suatu dampak bagi lingkungan disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak sosial-ekonomi-budaya yang terjadi dan merumuskan strategi pengelolaan lingkungan komponen sosial ekonomi budaya guna meminimasi dampak negatif dan mengoptimasi dampak positif dari kegiatan eksplorasi panasbumi WKP Baturraden di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran dengan pendekatan eksplanatoris sekuensial, yaitu dengan menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan berupa analisis besar dampak serta analisis sifat dampak. Berdasarkan hasil pengolahan data secara kuantitatif tersebut, selanjutnya dianalisis secara kualitatif menggunakan matrik SWOT untuk perumusan strategi pengelolaan lingkungan komponen sosial ekonomi budaya. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur yang memiliki ketkaitan dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil analis yang dilakukan dalam penelitian ini, menjelaskan bahwa dampak yang terjadi atas kegiatan eksplorasi panasbumi di WKP Baturraden bervariasi, dari yang tidak menimbulkan dampak hingga berdampak sangat besar. Sedangkan berdasarkan sifat dampaknya terdapat dampak yang cukup penting hingga sangat penting. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 dampak dengan bobot besar dampak dan sifat dampak tertinggi, yaitu penurunan kenyamanan masyarakat dan perubahan persepsi masyarakat. Dengan kondisi tersebut, meninjau tingkat urgensi kegiatan eksplorasi panasbumi dalam rangka pengupayaan energi baru terbarukan maka strategi pengelolaan lingkungan yang paling tepat pada komponen sosial ekonomi budaya berdasar analisis SWOT adalah menggunakan strategi devensif yang memadukan antara kekuatan internal dengan peluang eksternal dan strategi diversifikasi yang memadukan antara kekuatan internal dengan ancaman eksternal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36847</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.117-126</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 117-126</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36847/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59292</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penguatan Self Awareness Desainer Mahasiswa dalam Pengurangan Limbah Tekstil melalui Strategi Perancangan Zero Waste Fashion Design Berbasis Digital</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Shella Wardhani</dc:creator>
	<dc:creator>Machfiroh, Runik</dc:creator>
	<dc:creator>Nursari, Faradillah</dc:creator>
	<dc:creator>Wirasari, Ira</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Self- awareness; Zero waste fashion desain (ZWFD); Limbah tekstil; CLO 3D; Design Thinking</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Isu limbah tekstil terhadap lingkungan tengah menjadi isu global, dan masih membutuhkan banyak solusi maupun upaya penanganannya. Solusi tersebut akan muncul jika generasi baru memiliki awareness terhadap apa yang sedang terjadi saat ini. Melihat fenomena tersebut penting bagi generasi baru terutama yang berada di lingkup industri fashion yaitu mereka sebagai desainer-mahasiswa, harus memiliki self - awareness terhadap dampak negatif yang telah ditimbulkan oleh industri fashion. Oleh karena itu, mereka sebagai desainer-mahasiswa harus dikuatkan self - awarenessnya, sehingga mampu untuk melakukan inovasi yang sustainable dengan memanfaatkan kemajuan era digital yaitu penggunaan aplikasi CLO 3D, dalam melakukan pengurangan limbah tekstil. Melalui penelitian yang dilakukan secara kualitatif tersebut, desainer-mahasiswa akan dikenalkan dengan perancangan zero waste fashion design (ZWFD) yang dapat mengurangi limbah pada proses produksinya, melalui kegiatan workshop. Desainer-mahasiswa yang telah mengikuti workshop tersebut, akan menjadi subjek penelitian dan akan melakukan perancangan ZWFD sebagai langkah penguatan self - awareness desainer-mahasiswa dalam pengurangan limbah tekstil, yang akan menjadi tujuan akhir dari penelitian ini. Temuan pada penilitian menghasilkan pembahasan mengenai cara menggali maupun meningkatan self-awareness desainer-mahasiswa dalam melakukan pengurangan limbah melalui peranacangan ZWFD. Hasil penelitian tersebut diperoleh melalui analisa proses desainer-mahasiswa dalam mengikuti workshop hingga pada hasil proses perancangan yang mereka lakukan secara menyeluruh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1114-1126</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1114-1126</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59292/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/59292/14955</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52479</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Inventarisasi Keanekaragaman Jenis Flora dan Fauna Hutan Lindung Kasinan Kota Batu</dc:title>
	<dc:creator>Neagara, Mohammad Sulthon</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:creator>Maryono, Maryono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hutan Lindung Kasinan merupakan hutan yang terletak di Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu Kota Batu yang telah ditetapkan sebagai hutan konservasi. Hutan ini banyak ditumbuhi vegetasi jenis pohon Johar (Senna siamea) dan Gaharu (Aquilaria malaccensis). Hutan ini juga menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat sekitar Pesanggrahan sehingga perlu dijaga kesehatan dan kelestariannya. Namun, beberapa aktivitas terakhir seperti pembukaan wisata alam Alas Kasinan (Alaska) berpotensi mengganggu habitat flora dan fauna mengingat banyak spesies tumbuhan yang dieksploitasi. Flora dan fauna yang ada disekitar wisata dapat terganggu, sehingga perlu adanya studi untuk menilai keadaan kenakeragaman hayati yang ada di dalam Hutan Lindung Kasinan. Studi ini bertujuan untuk menginventarisasi keanekaragaman jenis flora dan fauna yang ada di dalam Hutan Lindung Kasinan. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu observasi dan wawancara masyarakat serta literasi digital guna mendapatkan data. Hasil studi menunjukkan 29 spesies dari 27 famili telah teridentifikasi. Spesies flora Fabaceae dan banyak spesies burung hidup di Kawasan Hutan Lindung Kasinan. Spesies Pohon Johar (Senna siamea) menjadi spesies penting yang hidup karena memiliki nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu 74,80% yang dapat mengendalikan proses ekologis pada ekosistem Hutan Lindung Kasinan. Terdapat spesies yang menjadi pertanda baik bagi kondisi hutan yaitu adanya spesies Burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) sebagai predator, Burung Cekakak Jawa (Javan kingfisher) sebagai indikator lingkungan yang asri, Capung Jarum (Ebony jewelwing) sebagai indikator kebersihan sumber air dan Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularas) yang dapat membantu proses perkembangbiakan tumbuhan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52479</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.987-991</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 987-991</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52479/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45275</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Model Parameter Kinetika Biologis Proses Lumpur Aktif Air Limbah Kertas Berdasarkan Variasi Waktu Detensi Pada Kondisi Tidak Tunak</dc:title>
	<dc:creator>Notonugroho, Owen Jacob</dc:creator>
	<dc:creator>Amelia, Fatihaturrizky</dc:creator>
	<dc:creator>Arif, Chusnul</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Allen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air limbah kertas, biokinetika, lumpur aktif, waktu detensi, tidak tunak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKSistem konvensional lumpur aktif untuk limbah cair industri kertas memanfaatkan mekanisme proses biologis oleh mikroorganisme tanpa penambahan bahan kimia. Kondisi proses pengolahan lumpur aktif sangat dinamis sehingga membutuhkan beberapa pendekatan pemodelan kinetika biologis (biokinetika) berdasarkan kondisi tidak tunak. Parameter umum biokinetika pada unit lumpur aktif meliputi laju pertumbuhan maksimum (µmax), konsentrasi setengah saturasi (Ks), koefisien produksi sintesis sel (Y), dan koefisien kematian mikroorganisme (Ke). Tujuan penelitian ini meliputi analisis kinerja unit lumpur aktif pada waktu detensi 6, 8, dan 12 jam, estimasi nilai koefisien biokinetika pada kondisi tidak tunak, serta mengetahui pengaruh nilai biokinetika untuk memprediksi kualitas efluen air limbah. Estimasi nilai biokinetika diperoleh berdasarkan variasi model non-inhibitor dan inhibitor nitrit berdasarkan Persamaan Monod, Contois, Sokol-Howell, Jerusalimski, dan Hinshelwood. Berdasarkan analisis statistik, nilai biokinetika dalam kondisi kondisi tidak tunak tanpa inhibitor nitrit untuk Ke (hari-1), Y (mgMLVSSS/mgCOD), µmax (hari-1), dan Ks (mg/L) pada HRT 6 jam  berturut-turut sebesar 0,025; 8,59; 10,0; dan 42,03 (Sokol-Howell); HRT 8 jam berturut-turut sebesar 0,145; 0,93; 60,3; dan 43,08 (Sokol-Howell); dan HRT 12 jam berturut-turut sebesar 0,708; 3,09; 2,0; dan 64,89 (Monod). Selain itu, nilai biokinetika dalam kondisi kondisi tidak tunak dengan efek inhibitor nitrit untuk Ke (hari-1), Y (mgMLVSSS/mgCOD), µmax (hari-1), dan Ks (mg/L) pada HRT 6 jam  berturut-turut sebesar 0,795; 2,26; 2,0; dan 57,57 (Jerusalimski); HRT 8 jam berturut-turut sebesar 1,96; 3,56; 3,4; dan 48,75 (Hinshelwood); dan HRT 12 jam berturut-turut sebesar 3,435; 11,62; 5,7; dan 45,02 (Hinshelwood). Nilai biokinetika ini representatif digunakan untuk aplikasi perencanaan skala lapangan, terutama untuk prediksi kualitas efluen air limbah dan desain dimensi unit pengolahan.Kata kunci: air limbah kertas, biokinetika, lumpur aktif, waktu detensi, tidak tunak.ABSTRACTActivated sludge is the conventional biological unit for treating paper-mill wastewater using microorganism activities without adding some chemicals. The dynamic condition of the activated sludge requires several approaches to estimate biological kinetic (biokinetics) modelling based on unsteady conditions. General parameters of biokinetics in activated sludge units include maximum growth rate (µmax), half-saturation concentration (Ks), yield coefficient (Y), and endogenous decay coefficient (Ke). The aim of this study was to analyze the activated sludge unit performance at hydraulic retention time (HRT) of 6, 8, and 12 hours, estimate the value of the biokinetic coefficient, and obtain the affect of biokinetic values for predicting the effluent wastewater quality. Estimation of biokinetic values was obtained based on variations in the non-inhibitor and the nitrite inhibitor models based on the Monod, Contois, Sokol-Howell, Jerusalimski, and Hinshelwood equations. Based on statistical analysis, the biokinetic values in unsteady state without nitrite inhibitors for Ke (day-1), Y (mgMLVSSS/mgCOD), µmax (day-1), dan Ks (mg/L) at HRT 6 hours were 0.025; 8.59; 10.0; and 42.03 (Sokol-Howell Eq.), respectively; at HRT 8 hours 0.145; 0.93; 60.3; and 43.08 (Sokol-Howell Eq.), respectively; at HRT 12 hours were 0.708; 3.09; 2.0; and 64.89 (Monod Eq.), respectively. In addition, the biokinetic values in unsteady conditions affecting nitrite as inhibitor for Ke (day-1), Y (mgMLVSSS/mgCOD), µmax (day-1), dan Ks (mg/L) at HRT 6 hours were 0.795; 2.26; 2.0; and 57.57 (Jerusalimski's Eq.), respectively; on HRT 8 hours of 1.96; 3.56; 3,4; and 48.75 (Hinshelwood's Eq.), respectively; on HRT 12 hours of 3,435; 11.62; 5.7; and 45.02 (Hinshelwood's Eq.), respectively. These biokinetic values representive to be used for predicting the quality of wastewater effluents and designing unit dimensions.Keywords: activated sludge, biokinetic, paper-mill wastewater, detention time, unsteady-state.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45275</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.829-840</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 829-840</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45275/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/45275/10351</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/45275/10352</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/65693</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tren Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan Melalui Analisis Bibliometrik</dc:title>
	<dc:creator>Apriliani, Karvina Budiwati</dc:creator>
	<dc:creator>Sulaiman, Fatah</dc:creator>
	<dc:creator>Utari, Enggar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bibliometrik; Dimension; Sumber Daya Air; VOSviewer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sumber daya air merupakan sumber daya alam yang terbatas dan penting bagi kehidupan manusia, ekosistem, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi. Dengan populasi dunia yang terus bertambah dan dampak perubahan iklim, pengelolaan sumber daya air yang bijaksana diperlukan untuk memastikan ketersediaan air yang cukup untuk semua kebutuhan. Dengan memahami dan mengelola sumber daya air secara efisien dan berkelanjutan melalui penelitian yang terus menerus, diharapkan dapat menjaga ketersediaan air yang cukup bagi keberlangsungan kehidupan dan ekosistem di masa depan. Analisis bibliometrik dapat dilakukan untuk memahami perkembangan penelitian dalam bidang pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan bibliometrik, peneliti dapat mengidentifikasi tren penelitian, kontributor utama, topik utama yang dibahas, serta perkembangan terkini dalam domain ini. Berdasarkan hasil analisis bibliometrik, terdapat peluang besar untuk pengembangan penelitian lebih lanjut dalam area “support vector regression” dan “sektor pertanian” terkait pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Dengan mengisi kesenjangan penelitian dalam area ini, dapat memperkaya pemahaman tentang kompleksitas pengelolaan sumber daya air dan menciptakan solusi inovatif untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air di masa depan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65693</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.767-775</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 767-775</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65693/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/65693/17192</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/20319</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:31:30Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review: Mekanisme Akumulasi Logam Berat di Ekosistem Pascatambang Timah</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Mustikasari, Diah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Accumulation, Heavy metal, Tin mining, Physicochemical methods, Biological methodsin mining, Accumulation mechanism</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tin exploration and exploitation activities have resulted in damage and changes in ecosystems such as forest damage, changes in soil structure, degradation of soil and water quality, and potential contamination of heavy metals. The changes in macroecosystems also have direct implications for changes in microecosystems. One form of environmental change and ecological impact that is the main concern after tin mining is the presence of heavy metals. Heavy metal accumulation can affect the physical and chemical structure in an ecosystem such as acidity (pH) and high threshold value of heavy metal residues. Extreme physical and chemical conditions, including the presence of heavy metals, affect the biological ability of macro and microorganisms to be able to survive in the environment. This article review aimed to describe the potential contamination of heavy metals such as As, Cr, Cu, Pb, Zn, Fe, and Sn found in post-tin mining locations, heavy metal toxicity, the mechanism of heavy metal accumulation in an organism, and the handling of contamination through physicochemical mechanisms and biology. The results of this review indicated the potential contamination of metal elements found in tin mining locations. These metals can be accumulated directly or indirectly through the food chain, from producers, the lowest consumers, to the highest consumers. Various efforts can be made to deal with metal contamination including (a) physical and chemical (physicochemical) methods such as anion precipitation, electro-winning, electro-coagulation, cementation, reverse osmosis, and electro-dialysis and (b) biological methods such as bioremediation by plants (phytoremediation), fungi (mycoremediation), and bacteria (bacteria bioremediation). The review presented in this paper is expected to be important information in the effort to manage post-mining ecosystems for sustainable and sustainable use and development of the environment. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/20319</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.3.408-415</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 3 (2019): November 2019; 408-415</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/20319/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48124</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemodelan Ensemble Prediksi Distribusi Ekologis Padi (Oryza sativa) di Provinsi Kalimatan Utara</dc:title>
	<dc:creator>Kusumadiya, Patria</dc:creator>
	<dc:creator>Rusdiana, Omo</dc:creator>
	<dc:creator>Mulatsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ensemble; Model distribusi spesies; Regresi; Pembelajaran mesin; Kesesuaian lahan padi.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berusaha mencapai ketahanan pangan dengan prinsip kemandirian pangan melalui perluasan lahan pertanian. Penilaian kesesuaian lahan pertanian, terutama untuk padi, dilakukan menggunakan pendekatan pemodelan ensemble yang melibatkan lima algoritma pembelajaran mesin. Model-model ini dibangun menggunakan paket species distribution modeling (SDM) di RStudio dengan pembagian data pelatihan dan pengujian 70:30 serta pengaturan parameter termasuk bootstrapping dan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam respons variabel prediktor antara algoritma. Variabel NDVI memiliki pengaruh tertinggi pada SVM dan BRT (masing-masing 48,1% dan 36,6%), sementara variabel jarak dari jalan paling berpengaruh pada GLM, MARS, dan RF (masing-masing 44,6%, 27,6%, dan 26,5%). Distribusi padi (sawah) bervariasi antara model, dengan RF memiliki persentase tertinggi (6,34%). Evaluasi kinerja model-model ini menunjukkan bahwa model RF memiliki akurasi terbaik, sementara GLM memiliki akurasi buruk dalam nilai Kappa Cohen. Model ensemble memperoleh akurasi yang dapat diterima dengan nilai masing-masing 0,96; 0,70; dan 0,71 untuk AUC, TSS, dan Kappa. Dengan demikian, pendekatan pemodelan multi-algoritma dengan model ensemble memungkinkan penilaian yang lebih baik terhadap variabilitas dalam kinerja algoritma dan menghasilkan peta kesesuaian distribusi padi yang lebih baik daripada algoritma tunggal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48124</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.313-325</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 313-325</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48124/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38800</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Kualitas Tanah pada Lahan Gambut Terbakar di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Manurung, Rinto</dc:creator>
	<dc:creator>Nusantara, Rossie Wiedya</dc:creator>
	<dc:creator>Umran, Ismahan</dc:creator>
	<dc:creator>Warganda, W.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Soil quality index; soil quality; burned peatlands; unburned peatlands</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebakaran lahan gambut menyebabkan terjadinya perubahan sifat fisika, kimia dan biologi tanah gambut sehingga secara otomatis mempengaruhi kualitas tanah yang dinyatakan dengan Indeks Kualitas Tanah (IKT). Tujuan penelitian ini adalah menentukan indeks kualitas tanah dan faktor penentunya pada lahan gambut terbakar (GT) dan tidak terbakar (GTT). Penelitian dilakukan di Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak pada GTT  dan GT. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel tanah pada masing-masing lahan, pengamatan dan pengukuran kedalaman gambut, ketebalan lapisan gambut dan kematangan gambut serta perhitungan jumlah cacing. Analisis sifat fisika tanah meliputi bobot isi, kadar air kapasitas lapang, porositas total; sifat kimia tanah terdiri dari reaksi tanah (pH), karbon organik (C-organik), Nitrogen total (N-total), rasio CN, posfor tersedia (P-tersedia), natrium, kalium, kalsium dan magnesium dapat dipertukarkan (Na-dd, K-dd, Ca-dd dan Mg-dd), kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), kadar abu; dan jumlah cacing tanah untuk sifat biologi tanah. Hasil penelitian menunjukkan GT dengan kematangan saprik memiliki kedalaman gambut lebih dangkal dibandingkan GTT dengan kematangan hemik. Kadar air dan porositas pada GT juga lebih rendah dibandingkan GTT. Kation basa GT lebih tinggi dibandingkan GTT meskipun kriteria keduanya sangat rendah. Parameter penentu kualitas tanah yaitu C-organik, CN rasio, N-total, P-tersedia, kalsium, natrium, kalium, kejenuhan basa, bobot isi, kadar air dan porositas. Kedua lahan memiliki kriteria IKT rendah namun GT memiliki nilai yang lebih tinggi (0,34) daripada GTT (0,27). Meskipun nilai IKT pada GT lebih tinggi, banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari pembakaran lahan gambut. Karena itu pemerintah melarang pembakaran lahan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pelarangan pembakaran hutan dan lahan gambut.AbstractPeatland fires cause changes in the physical, chemical and biological characteristics of the peat soil. It automatically affects the quality of the soil as stated by the Soil Quality Index (IKT). The purpose of this study was to determine the soil quality index and its determinants in burnt (GT) and unburnt (GTT) peatlands. The research was conducted in Bansir Darat Village, Southeast Pontianak District, Pontianak City on GT and GTT. The research stages included taking soil samples from each land, observing and measuring the depth of the peat, the thickness of the peat layer, the maturity of the peat and counting the number of worms as well. Analysis of soil physical characteristics including bulk density, moisture content of field capacity, total porosity; soil chemistry consists of C-organic, total nitrogen (N-total), CN ratio, available phosphorus (P-available), exchangeable sodium (Na-dd), potassium (K-dd), calcium-dd (Ca-dd)dan magnesium (Mg-dd), cation exchange capacity (CEC), base saturation (KB), content of ash; and the number of earth worms for soil biology property. The results showed that the physical characteristics of peat on GT had a shallower peat depth with sapric compared to GTT with hemic. The water content and porosity on GT are lower than GTT as well. The base cation of GT is higher than GTT even though the criteria for both are very low. The determinants of soil quality were C-organic, CN ratio, N-total, P-available, calcium, sodium, potassium, base saturation, content weight, moisture content and porosity. The Soil Quality Index of both lands have low criteria but GT has a higher value (0.34) than GTT (0.27). Even though the IKT value in GT is higher, there are many negative impacts caused by burning peatlands. Therefore, the government forbids burning of land by issuing policies to prohibit the burning of forests and peatlands.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38800</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.517-524</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 517-524</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38800/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60553</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Institutional Challenges and Continuous Pending on Levying Excise on the Use of Plastics in Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Ginting, Irmadra Fransiska</dc:creator>
	<dc:creator>Tambunan, Maria R.U.D.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">excise; plastic tax; taxable goods; tax policy; tax on consumption</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">In response to the mounting plastic waste issue, the Indonesian government has introduced various measures aimed at curbing plastic usage, but these initiatives have fallen short in altering public behavior. A more impactful strategy would involve implementing a disincentive by levying additional fees on plastic use, effectively increasing its cost. Discussions on a plastic excise were initiated between the Indonesian government and the House of Representatives but have since stalled. This study aims to higlight the necessity of a plastic excise in regulating the behavior of Indonesian citizens and explores the appropriate methods for the government to formulate such an excise policy. A qualitative research method was employed, utilizing thorough interviews and extensive literature review. Findings suggest that the environmental damage inflicted by plastic waste justifies its classification as taxable goods, warranting regulatory control over its consumption due to the adverse effects on society and ecology. These findings serve as the foundation for the government to consider a plastic excise. The challenge lies in identifying the specific plastic types to be taxed, necessitating renewed coordination and dialogue with the pertinent Ministries and Agencies within the Inter-Ministerial Committee. This is essential to gain the Indonesian House of Representatives' approval and to address the complexities in policy formulation, considering that state levies shall be approved by the parliement. A possible solution to this challenge is to synchronize the taxable goods' plastic types with those outlined in the existing regulations of the Waste Reduction Roadmap by Producers, ensuring consistency and regulatory alignment.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60553</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1513-1525</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1513-1525</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60553/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/60553/15329</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10553</identifier>
				<datestamp>2016-03-15T01:47:04Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN HAK ATAS TANAH DI PEMUKIMAN PESISIR PANTAI TERHADAP RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA KUPANG (Studi kasus: Pemukiman Pesisir Pantai Kelurahan Oesapa)</dc:title>
	<dc:creator>Sodak, Eksam</dc:creator>
	<dc:creator>Effendi, Jauhari</dc:creator>
	<dc:creator>Soetedjo, I N.P</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tanah, yuridis, pemukiman, konflik sosial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Undang–undang Dasar 1945, pasal 33 ayat 3, mengamanatkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar–besarnya bagi kemakmuran rakyat. Tanah merupakan sumberdaya alam karunia Tuhan Yang Maha Esa yang tidak dapat terpisahkan dari tata kehidupan manusia, menurut Kamus Besar Indonesia (1991), tanah sebagai permukaan bumi atau lapisan bumi di atas sekali; keadaan bumi suatu tempat; keadaan bumi yang diberi batas. Tanah dalam pengertian yuridis adalah pemukaan bumi (UUPA ayat 1). Sedangkan hak atas tanah adalah hak sebagian tertentu permukaan bumi yang terbatas, berdimensi dua dengan ukuran panjang dan lebar. Peralihan hak atas tanah menyebabkan hak atas tanah tersebut beralih dari seseorang kepada orang lain. Perbuatan hukum peralihan hak atas tanah dapat dilakukan dengan jual beli beli, tukar menukar, hibah atau pemberian dengan wasiat. Semua realitas yang menimbulkan konflik sosial dan banyak terjadi ini diduga sebagai akibat ketimpangan dalam proses administrasi tanah, penegakan hukum pertanahan, lemahnya kebijakan tata ruang pemerintah, dan lain sebagainya. Sebaran pemukiman di Kelurahan Oesapa terbagi atas 3 (tiga) area yaitu pesisir pantai, daratan dan perbukitan. Tingkat kedatangan (urbanisasi) bagi peserta didik khususnya perguruan tinggi menyebabkan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya peningkatan pemanfaatan ruang di Kota Kupang untuk mendukung kegiatan dan pergerakan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan kebutuhan akan lahan sebagai tempat mendirikan bangunan menjadi sangat sulit untuk diperoleh, hal tersebut mempengaruhi ketersediaan pemukiman yang dapat dikatakan sehat. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, normarif, dan kuantitatif. Hal ini dimaksudkan agar dalam tahap persiapan, pengambilan data, dan pengolahan data diperoleh kualitas data yang mendukung tujuan penelitian ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10553</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.13.2.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10553/8397</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45718</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:24Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Interaction of Organisms in Abandoned Tin Mining Pits: Perspective of Life in Acid Mine Drainage Environment</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Ardiansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Robin, Robin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">acidic water, heavy metal, tin mining pit, symbiosis, quorum sensing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Acid Mine Drainage (AMD) occured after mining activity exposes metal sulphides to oxidizing conditions that impact acidic condition with low pH value in the waters and heavy metals contamination. These conditions are also occurred in abandoned tin mining pits, one of placed in Bangka Belitung Archipelago Province. This mini review aimed to elaborate information of micro- and macro-organism’ life in acid mine drainage to be associated with the possibility of life in abandoned tin mining pits. Acidophilic and acidotolerant organisms such as bacterial, phyto- and zooplankton, and some macroorganism included invertebrate or vertebrate like fishes and also water plants were found in these waters. Their presence developed a symbiosis interaction in aquatic environment. Phytoplankton is an autotroph organism, despite being considered autotroph organism, many phytoplankton require exogenous organic cofactors and nutrients for their life. These cofactors were often served by heterotroph bacterial to sustain the growth of phytoplankton. Instead, bacterial obtained dissolved organic matter derived from phytoplankton to survive in the aquatic environment. Furthermore, phytoplankton was consumed by zooplankton; zooplankton was consumed by small fish to big fish in the waters. In addition, water plants also support the interaction of organisms in the water by supplying dissolved oxygen, also anorganic and organic material for their life. The symbiosis and quorum sensing plays an important role in structuring the aquatic food web and creating a life in the acidic water-polluted heavy metal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45718</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.159-171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 159-171</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45718/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64611</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Dayak Penihing di Kecamatan Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu</dc:title>
	<dc:creator>Hendra, Medi</dc:creator>
	<dc:creator>Salsabillah, Natasya Irma Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Oktavianingsih, Linda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dayak Penihing; Kalimantan; Mahakam Ulu; Snowball sampling; Tumbuhan Obat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Suku Dayak merupakan penduduk asli pulau Kalimantan yang memiliki pengetahuan dalam memanfaatkan tumbuhan obat. Suku Dayak Penihing merupakan salah satu etnis Dayak di Kalimantan Timur yang masih memanfaatkan tumbuhan sebagai obat-obatan. Suku ini bermukim di bagian hulu sungai Mahakam, dimana fasilitas kesehatan yang kurang memadai membuat masyarakat Dayak Penihing masih menjaga pengetahuannya dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat  tradisional oleh suku Dayak Penihing di Kecamatan Long Apari, serta cara mengolah untuk digunakan menjadi obat tradisional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur untuk mengumpulkan informasi tentang nama lokal, bagian tumbuhan, manfaat tumbuhan dan cara pemanfaatannya. Pemilihan informan pada tahap wawancara ini dilakukan dengan metode snowball sampling yaitu teknik pemilihan informan berdasarkan rekomendasi informan kunci dalam hal ini ketua adat. Hasil penelitian didapatkan 63 spesies tumbuhan yang tergolong kedalam 36 famili dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Pengolahan tumbuhan obat masih sangat sederhana dengan beberapa cara yaitu diseduh 49%, direbus 28%, direndam 8%, ditumbuk 5%, dibakar 3%, tanpa diolah 3%, dan yang paling sedikit dilakukan dengan diremas dan dikunyah masing-masing 2%. Penggunaan tumbuhan obat tradisional oleh Suku Dayak Penihing dilakukan dengan 5 cara yaitu diminum 81%, ditempelkan 11%, dimakan 5%, dikunyah 2% dan digosok 1%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64611</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1099-1106</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1099-1106</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64611/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/27129</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Kualitas Penghitungan Emisi Gas Rumah Kaca dari Sektor Pengelolaan Sampah dengan Metode IPCC 2006 (Studi Kasus: Kota Cilacap)</dc:title>
	<dc:creator>Chaerul, Mochammad</dc:creator>
	<dc:creator>Febrianto, Arry</dc:creator>
	<dc:creator>Tomo, Haryo Satriyo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gas rumah kaca, pengelolaan sampah, Tier, IPCC 2006, sampling, analisis laboratorium</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gas rumah kaca (GRK) berpotensi diemisikan dari berbagai tahapan dalam pengelolaan sampah, termasuk dari tahap penanganan sampah di sumber, pengangkutan dan penimbunan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA). Di banyak negara, metode IPCC 2006 dipilih untuk memprediksi emisi GRK dari berbagai macam sector, termasuk dalam pengelolaan sampah. Di dalam metode IPCC 2006 terdapat tingkatan basis data (Tier) yang didasarkan atas sumber data yang digunakan dalam menghitung emisi GRK. Tier 1 merupakan tingkatan terendah dimana berbagai macam data default telah disediakan untuk perhitungan emisi GRK. Penelitian ini bertujuan mengetahui emisi GRK yang dihasilkan dari pengelolaan sampah di Kota Cilacap sebagai representasi Kota kecil di Indonesia menggunakan metode IPCC 2006 tetapi dengan kualitas yang lebih baik daripada Tier 1. Peningkatan kualitas penghitungan dilakukan dengan menyediakan berbagai macam data spesifik untuk Kota Cilacap, diantaranya data timbulan dan komposisi sampah melalui sampling dan analisis laboratorium untuk mendapatkan proporsi organik karbon yang dapat terdegradasi (DOC), fraksi DOC yang terasimilasi (DOCf), laju degradasi (kd) dan fraksi metana (F). Dari perhitungan didapat bahwa prediksi total emisi GRK dari pengelolaan sampah di Kota Cilacap sebesar 4,58 x 105 ton CO2-eq. dimana tahap tahap pengangkutan dan penimbunan sampah menjadi yang dominan. Nilai total emisi dari penimbunan sampah berselisih sekitar 50% lebih besar dibandingkan bila menggunakan data default Tier 1. Hasil ini semakin memperkuat urgensi implementasi konsep 3R (Reduce Reuse dan Recycle) mulai di sumber yang memang telah diamanatkan oleh Undang-Undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27129</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.153-161</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 153-161</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27129/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42839</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ammonia and Methanol as Energy Carriers Towards 2060 The Long-Term Plan Strategy: A Comparative Perspective of China and Indonesia Cases</dc:title>
	<dc:creator>Ligayanti, Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Koestoer, Raldi Hendro</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">carbon neutral; Methanol; Ammonia; blue energy economy; energy-chemical nexus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The objective of this paper was to review China’s long-term carbon neutral 2060 policy and to compare with Indonesia’s case in term of energy carriers such as Ammonia and Methanol. Topics regarding China and Indonesia's long-term carbon neutral 2060 policy and strategy are important to be discussed because it will open up issues related to the role of primary energy, chemical-energy nexus and the blue energy economy supported by technology innovation, and political will. The energy-chemical nexus on the background of the Ammonia &amp; Methanol industries are the largest sources of CO2 emissions in China, so it will contribute significantly to emission reductions from the energy transition to carbon neutral energy. From the efforts made by China, it can provide information and considerations to Indonesian policy makers and researchers on their efforts regarding resource management optimization to reconcile the tradeoffs on resources protection and development of socioeconomic as well as to ensure a sustainable system.ABSTRAKTujuan dari makalah ini adalah untuk meninjau kebijakan netral karbon jangka panjang Tiongkok 2060 dan membandingkan dengan kasus Indonesia dalam hal pembawa energi seperti Amoniak dan Metanol. Topik mengenai kebijakan dan strategi jangka panjang karbon netral 2060 Tiongkok dan Indonesia penting untuk dibahas karena akan mengangkat isu terkait peran energi primer, perhubungan energi kimia dan ekonomi energi biru yang didukung oleh inovasi teknologi, dan kemauan politik. Hubungan energi-kimia di latarbelakangi industri Amoniak &amp; Metanol adalah sumber emisi CO2 terbesar di Tiongkok, sehingga akan berkontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi dari transisi energi ke energi netral karbon. Dari upaya yang dilakukan oleh Tiongkok, dapat memberikan informasi dan pertimbangan kepada pembuat kebijakan dan peneliti Indonesia tentang upaya mereka mengenai optimalisasi pengelolaan sumber daya untuk mempertemukan timbal balik perlindungan sumber daya dan pengembangan sosial ekonomi serta untuk memastikan sistem yang berkelanjutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42839</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.76-90</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 76-90</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42839/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59919</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:08:37Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Multikriteria dalam Pemilihan Teknologi Pengolahan Sampah Plastik untuk Skala Bank Sampah di Jakarta Pusat</dc:title>
	<dc:creator>Rahdhani, Amadira</dc:creator>
	<dc:creator>Frimawaty, Evi</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Lina Tri Mugi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">AHP; bank sampah; sampah plastik; teknologi pengolahan; TOPSIS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, Jakarta Pusat mengumpulkan jumlah sampah plastik terbanyak di bank sampah dibandingkan dengan kota administrasi DKI Jakarta lainnya, yaitu mencapai 95.760 kg/bulan pada tahun 2021. Jumlah ini meningkat dari tahun 2020 yang mencapai sekitar 76.471 kg/bulan. Meskipun demikian, pada praktik sebagian besar bank sampah di Jakarta Pusat belum menerapkan teknologi yang dapat menunjang keberlanjutan pengelolaan sampah plastik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sampah plastik yang dikumpulkan di bank sampah dan memilih teknologi pengolahan sampah plastik yang ideal dengan mempertimbangkan 4 (empat) kriteria. Metode analisis yang digunakan adalah kombinasi AHP dan TOPSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah sampah plastik yang dikumpulkan di bank sampah adalah 60-250 kg/hari yang didominasi oleh jenis botol plastik. Hasil perhitungan nilai bobot menunjukkan bahwa kriteria yang dianggap penting secara berurutan adalah lingkungan (0,56), ekonomi (0,21), sosial (0,16), dan teknis (0,07). Berdasarkan nilai tersebut diperoleh alternatif teknologi pengolahan sampah plastik yang ideal untuk skala bank sampah adalah mesin press hidraulik (C*=0,648). Melalui hasil ini, diharapkan pemilihan teknologi pengolahan sampah plastik di bank sampah dapat mempertimbangkan berbagai kriteria yang memberikan manfaat, baik secara praktis maupun ekonomis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59919</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.62-72</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 62-72</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59919/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14709</identifier>
				<datestamp>2017-07-19T17:40:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Indonesia – Evaluation of NAPA in Agricultural Sector</dc:title>
	<dc:creator>Utomo, Marcellinus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK                                                                    Perubahan iklim telah menjadi isu global dan Indonesia termasuk Negara yang harus secara serius melakukan proses adaptasi akan dampak buruk perubahan iklim. Salah satu sektor yang krusial dan diprioritaskan di Indonesia adalah pertanian. Melalui studi literasi, tulisan ini membandingkan dan mengkritisi rencana aksi nasional – adaptasi perubahan iklim di sektor pertanian dengan lima indikator kebijakan adaptasi perubahan iklim yang ideal. Hasil dari evaluasi ini diharapkan mampu memberi masukan bagi rencana adaptasi sektor pertanian yang baru. Disimpulkan bahwa meskipun kebijakan adaptasi perubahan iklim Indonesia banyak memiliki nilai positif, namun juga disertai beberapa kelemahan yang berasal dari perencanaan dan implementasi kebijakan.Kata kunci: evaluasi, kebijakan, adaptasi, iklim, pertanianABSTRACTClimate change has been a global issue and Indonesia is a country that should fervently respond over the hazards of climate change. One of crucial and prioritised sectors in Indonesia is agriculture. Through literature study, this paper compares and criticises National Action Plans – Climate Change Adaptation with five indicators of ideal climate change adaptation policy. The result hopefully could provide inputs for the new action plans. It is concluded that Indonesia’s climate change adaptation policy has benefits, however, there are some weaknesses come from planning and program implementation.Keywords: evaluation, policy, adaptation, climate, agricultureCitation: Utomo, M. (2017). Indonesia – Evaluation of NAPA in Agricultural Sector. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 49-56, doi:10.14710/jil.15.1.49-56</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-05-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14709</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.15.1.49-56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 1 (2017): April 2017; 49-56</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14709/PDF</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46960</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T19:28:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kualitas Udara Pada Kawasan Transportasi, Industri, Perkotaan, Permukiman, dan Perdagangan di Kota Tegal</dc:title>
	<dc:creator>Winatama, Derystanto</dc:creator>
	<dc:creator>Widayat, Widayat</dc:creator>
	<dc:creator>Syafrudin, Syafrudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">IKU; ISPU,;Kota Tegal; Kualitas Udara; Pemantauan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Tegal merupakan salah satu kota berkembang di Provinsi Jawa Tengah. Menurut Perda RTRW, kebijakan strategis Kota Tegal diantaranya adalah peningkatan pusat pelayanan kota untuk memperkuat kegiatan perdagangan, jasa, dan industri, serta peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem jaringan prasarana dan infrastruktur perkotaan. Peningkatan infrastruktur akan menimbulkan dampak bagi lingkungan, salah satunya adalah pencemaran udara ambien. Pencemaran udara berpengaruh negative bagi makhluk hidup dan dapat mengganggu keseimbangan ekologi.Penyusunan studi kasus ini memiliki tujuan untuk mengetahui kualitas udara ambien dan mengetahui tingkat pencemaran udara melalui perhitungan indeks kualitas udara pada wilayah administratif Kota Tegal. Metode pemantauan kualitas udara ini dilakukan melalui 2 cara, yaitu metode aktif dan metode pasif. Hasil analisis secara umum menunjukkan bahwa kualitas udara ambien di lokasi-lokasi sampling terbilang masih baik dan berada di bawah baku mutu pencemar udara ambien berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.8 Tahun 2001. Sedangkan Indeks Kualitas Udara Kota Tegal untuk tahun 2021 diperoleh nilai 73,47 (Baik). Tegal is one of developing city in Central Java. According to the Spatial Plan Regulation (RTRW), among the strategic policy of Tegal are increasing service function of the city to intensify commercial and industry activity, as well as increasing the quality and quantity of transportation facilities and infrastructure. The enhancement of infrastructure will have an impact for the environment, among of them is ambient air pollution. Air pollution has negative effect for living things and it may be harmful for ecology.This study has purpose to find out the pollution level through air quality index calculation and to conceive the air quality in administrative region of Tegal. The air quality monitoring is conducted in 2 (two) methods, namely active method and passive method. General analysis result is showing the air quality at the sampling point is quite healthy and all of the parameters are below the pollution quality standard based on Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 8 Tahun 2001. Whilst air quality index (IKU) calculation of Tegal is shown the score 73.47, this is indicated the good quality out of the excellent range.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46960</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.381-386</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 381-386</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46960/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/70048</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimation Of Carbon Footprint Emission Consumption In Electricity From Individual Student: Case Study In Department Of Economics, Universitas Diponegoro</dc:title>
	<dc:creator>Djatayu, Mentari Anggun</dc:creator>
	<dc:creator>Susilowati, Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Furoida, Aini Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Musliha, Cici</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carbon Footprint; Carbon Emission; Electricity; Greenhouse Gas; Global Warming</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research aims to analyze estimated carbon footprint emissions based on daily electricity consumption, as well as provide strategies aimed at reducing greenhouse gas emissions. The method applies a quantitative approach using descriptive statistics. Data collection was obtained through purposive sampling of economics students at Diponegoro University, with a total sample of 61 students. The CO₂ emissions calculates by multiplying electricity use with the ESDM emission factor based on the 2006 IPCC Guidelines. The result shows that the estimated carbon footprint per category, which presents a comparison of the consumption of electronic goods among upper middle class and lower middle-class students, there are 3 categories: low, medium and high where cross tabulation obtained results in the low category of 93 percent out of a total of 100 percent. Therefore, the students who consume electricity resulting in carbon emissions at Diponegoro University are relatively low, reaching 93 percent and the highest consumption reaches 4.92 percent, which is still below 5 percent of the carbon consumption standard, which is a good achievement in helping to maintain the sustainability of the university's environment.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70048</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1292-1298</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1292-1298</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70048/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/70048/18875</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/30365</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Beban Pencemaran BOD dan Karakteristik Oksigen Terlarut di Sungai Brantas Kota Malang</dc:title>
	<dc:creator>Lusiana, Novia</dc:creator>
	<dc:creator>Widiatmono, Bambang Rahadi</dc:creator>
	<dc:creator>Luthfiyana, Hana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BOD, Daya tampung, DO, Polusi, Qual2E</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sungai Brantas memiliki fungsi penting bagi provinsi Jawa Timur, 60% pengairan lahan produksi beras berasal dari aliran sungai ini. Observasi lapang menunjukkan bahwa terdapat banyak bangunan rumah mendekati area sungai bahkan sampai melewati batas, hal ini juga terjadi khususnya di area Kota Malang. Rekaman laporan indeks kualitas air di Jawa Timur Tahun 2015 tercatat berada di angka 52.51 dengan status sangat rendah dan terus menurun dengan angka 50.75 pada tahun 2016 dengan status yang waspada. Berdasarkan kondisi diatas sangat penting untuk memonitor kualitas air dan menentukan kapasitas sungai dalam menerima polusi secara berkelanjutan. Metode atau model yang dapat digunakan untuk memprediksi kualitas air secara simultan sepanjang sungai adalah Qual2E. Aplikasi ini menghitung kestabilan profil air permukaan dan mensimulasikan perubahaan pada kondisi aliran sepanjang aliran sungai. Tujuan dari studi ini adalah mensimulasikan kondisi kualitas air berdasarkan parameter BOD dan DO dan menentukan kapasitas beban polusi. Hasil simulasi dengan model Qual2E pada parameter BOD dan DO dengan hasil validasi didapatkan bahwa model dapat diterima karena x2 hitung &lt; x2 tabel yaitu pada BOD sebesar 2.456 dan x2 hitung pada DO sebesar 1.439 dengan nilai R2 masing-masing parameter sebesar 0.7424 dan 0.6439, sehingga terdapat kedekatan korelasi antara hasil lapang dengan model yang dilakukan. Perhitungan beban pencemaran pada Sungai Brantas menunjukkan bahwa titik 6 yang terletak pada Kecamatan Blimbing dan titik 9 pada Kecamatan Kedungkandang menerima beban pencemaran yang melebihi daya tampung atau beban maksimum yang dikehendaki, Perlu perhatian khusus untuk pembuangan limbah yang ada di perairan pada titik tersebut agar dapat ditanggulangi dengan cepat dan tidak memperburuk kondisi yang ada. Penerapan peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 01 Tahun 2010 tentang tata laksana pengendalian pencemaran air perlu dimonitoring.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30365</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.354-366</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 354-366</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30365/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/30365/5437</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56633</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan Total Suspended Particulate Sebagai Risk Agent di Area Produksi Industri Manufaktur (Studi Kasus PT X Sukoharjo Jawa Tengah)</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Daniel Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarto, Sunarto</dc:creator>
	<dc:creator>Rachmawati, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Agen Risiko; Analisis Resiko Kesehatan Lingkungan (ARKL); High Volume Air Sampler (HVAS); Total Suspended Particulate (TSP)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Proses produksi waterglass yang berlangsung di PT X, Sukoharjo menghasilkan sejumlah polutan atau emisi yang salah satunya berupa partikulat debu tersuspensi total atau Total Suspended Particulate (TSP). Kontaminasi debu TSP dalam udara ambien ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan lingkungan dan juga karyawan pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi dan tingkat risiko dari pajanan debu TSP di area produksi PT X. Penelitian dilakukan di area produksi PT X dengan metode pengambilan sampel TSP berdasarkan SNI 7119-3-2017 tentang cara uji partikel tersuspensi total menggunakan peralatan High Volume Air Sampler (HVAS) dan analisis risiko berdasarkan model Analisis Resiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang dilakukan terhadap 35 orang pekerja berdasarkan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi debu TSP di area produksi PT X sebesar 287.02 μg/Nm3 dengan kategori tingkat risiko aman bagi 12 pekerja dengan kriteria berat badan 65.4 kg hingga 72.35 kg dan tidak aman bagi 23 pekerja dengan kriteria berat badan 52.8 kg hingga 63.8 kg.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56633</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.678-686</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 678-686</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56633/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6344</identifier>
				<datestamp>2014-03-11T03:17:18Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRUKTURISASI SISTEM PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG BERKELANJUTAN UNTUK  KAWASAN  ZIARAH UMAT KATOLIK GUA MARIA KEREP AMBARAWA</dc:title>
	<dc:creator>Wibowo, Ari</dc:creator>
	<dc:creator>Hendrarto, Boedi</dc:creator>
	<dc:creator>Hadiyarto, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lingkungan berkelanjutan, GMKA, Interpretive Structural Modelling, COMHAR.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">  ABSTRAK   Analisis terhadap strukturisasi sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) mengacu pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan COMHAR, yang dilakukan dengan menggunakan sistem Interpretive Structural Modelling (ISM), melalui pendekatan terhadap 6 elemen pengelolaan sebagai variabel penelitian, yaitu (1) kebutuhan yang diperlukan untuk menjalankan pengelolaan lingkungan, (2) kendala utama, (3) perubahan yang dimungkinkan, (4) tujuan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan, (5) tolok ukur untuk menilai setiap tujuan, dan (6) aktivitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model struktur sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di kawasan GMKA, melalui analisis daya penggerak (driver power) tingkat ketergantungan (dependence) serta hirarki peubah-peubahnya. Hasil penelitian terhadap driver power-dependence menunjukkan bahwa 26 peubah membentuk hubungan yang tidak stabil dengan peubah lain dan umpan balik pengaruhnya dapat memperbesar dampak. Peubah-peubah yang mendominasi umumnya berkaitan dengan kepentingan stakeholder di kawasan GMKA (pengelola, peziarah/pengunjung dan pelaku usaha/masyarakat sekitar), disusul oleh peubah yang berhubungan dengan dana, sarana serta manajemen pengelolaan dan peubah yang berhubungan dengan kondisi lingkungan kawasan. Analisis terhadap hirarki peubah-peubah, menunjukkan bahwa hubungan masing-masing peubah lebih banyak merupakan hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan bukan sekedar hubungan atas dasar posisi levelnya.   Kata Kunci : Lingkungan berkelanjutan, GMKA, Interpretive Structural Modelling, COMHAR.   ABSTRACT  Analysis on structuring of sustainable environmental management system in Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) refers to the COMHAR’s principles of sustainable development, which is done by using Interpretive Structural Modeling (ISM) system, with 6 elements approach as research variables, namely (1) requirements needed to run the management of the environment, (2) the main constraint, (3) possible changes, (4) implementation of environmental management objectives, (5) benchmarks for assessing each objective, and (6) activities required in the implementation of management environment. This study aims to find a model structure of sustainable environmental management system in the GMKA region, through the analysis of driver power-dependence and hierarchy of sub-elements. The study of the relationship of the driver power- dependence showed that 26 variables forming stable relationships with other variables and feedback effects can magnify the impact. Variables that dominate commonly associated with stakeholder interests in the GMKA region (manager, pilgrims / visitors and community), followed by the variables associated with the funds, facilities, and management, and finally the variables related to the environmental conditions. Analysis of the hierarchy of the variables indicating that the association of each variable is a more reciprocal relationship of mutual influence and not just a relationship based on level position.   Key Words : Sustainable environment, GMKA, Interpretive Structural Modelling, COMHAR </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6344</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.11.1.1-9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 1 (2013): April 2013; 1-9</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6344/5314</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38257</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluation of the Implementation of Waste Bank Activities</dc:title>
	<dc:creator>Ahmad, Irdam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BS; reduce; reuse; recycle; perguruan tinggi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bank Sampah (BS) pertama kali didirikan tahun 2008 oleh penduduk desa di Kab. Bantul, Propinsi DI Yogyakarta. BS menerapkan system 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), yang dimulai dari memilah sampah organik dan anorganik di rumah, dan disetorkan secara terpisah ke BS. Sampah organik diolah menjadi kompos (reduce), sedangkan sampah anorganik digunakan kembali (reuse) atau didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat (recycle) atau disimpan sebagai tabungan yang dikonversi dalam rupiah oleh BS. Karena itu, motto BS adalah “From Trash to Cash”. Kelahiran BS telah menginspirasi lahirnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 13 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan 3R melalui BS. Disatu sisi, Permen LH ini merupakan pengakuan resmi pemerintah terhadap BS, tetapi disisi lain dukungan pemerintah untuk mengembangkan BS belum sesuai dengan yang diharapkan, dan inilah rumusan masalah pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan BS di Propinsi DKI Jakarta dan untuk mengetahui kontribusi pemerintah dalam mengembangkan BS. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif terhadap 4 BS sampel. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus BS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat masalah yang menjadi kendala dalam melaksanakan kegiatan BS, pertama, masalah keuangan, kedua, rendahnya partisipasi warga menjadi nasabah BS, ketiga, kesulitan memasarkan hasil produksi BS, dan keempat, masalah kepemilikan lahan lokasi BS. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melibatkan Perguruan Tinggi (PT) sebagai pendamping BS. Bagi PT, kegiatan sebagai pendamping BS adalah bagian dari pengabdian masyarakat, sebagai salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak (dosen dan mahasiswa), dan mempunyai kompetensi dalam berbagai bidang, PT diharapkan bisa mengembangkan BS menjadi sebuah unit usaha yang professional, menciptakan lapangan kerja, bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi BS.ABSTRACTThe Waste Bank (WB) was first established in 2008 by a village community in Bantul Regency, DI Yogyakarta Province. The WB implemented 3R (Reduce, Reuse and Recycle), starting from sorting organic and inorganic waste in households, and depositing at the WB. Organic waste was processed into compost (reduce), while good inorganic waste was reused or recycled into useful and economical handicrafts or stored as customer savings which were converted into rupiah values. Therefore, the motto of the WB was &quot;From Trash to Cash&quot;. The WB has inspired the issuance of Minister of Environment Regulation No. 13 of 2012 concerning Guidelines for Implementing 3R through WB. On the one hand, this regulation is the government's acknowledgment of WB, but on the other hand the government's support for developing WB has not been as expected, and this is the problem in this research. This study aims to evaluate the activities of WB in Jakarta and to find out the government's contribution in developing WB. Qualitative research was employed in this research while data was collected through indepth interview with management of the four samples of WB. The results showed that there are four main problems that became obstacles in carrying out the activities of the WB were, firstly, financial problems, secondly, the low participation of citizens to become customers of the WB, third, difficulty in marketing the products of WB, and fourth, ownership of land occupied by WB. One alternative to solve these problems is to involve a university as a companion to the WB. For the university, the WB assistance activities are part of community service which is one of the Tri Dharma of University. With adequate Human Resources (lecturers and students), universities are expected to be able to develop WB into professional business units, create many jobs, benefit the government and the people living around the WB</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38257</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.414-426</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 414-426</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38257/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64545</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Pengaruh Ruang Terbuka Hijau Terhadap Fenomena Urban Heat Island di Kota Depok, Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator>Widyanti, Ramanda</dc:creator>
	<dc:creator>Nasrullah, Nizar</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyantara, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ruang terbuka hijau (RTH); sebaran indeks keragaman vegetasi (NDVI); suhu permukaan (LST); pulau panas perkotaan (UHI); kota Depok</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Depok, selain berfungsi sebagai kota satelit Jakarta, merupakan kota termuda di Jawa Barat yang mengalami peningkatan populasi akibat urbanisasi. Pada tahun 2021, laju pertumbuhan penduduk Depok mencapai 1,92%; naik 0,28% dari tahun 2020. Akibatnya, terjadi konversi ruang terbuka hijau (RTH) menjadi lahan terbangun. Jumlah vegetasi yang merupakan komponen utama RTH, yang berperan dalam memperbaiki iklim kota melalui evapotranspirasi terus berkurang. Proses evapotranspirasi ini menyerap panas radiasi matahari, sehingga mengurangi suhu permukaan yang menjadi penyebab utama fenomena pulau panas perkotaan (UHI). Oleh karena itu, diperlukan analisis pengaruh distribusi RTH untuk meningkatkan nilai ekologis kota berdasarkan pola sebaran indeks keragaman vegetasi (NDVI) pada tahun 2011, 2016, dan 2021 dengan menggunakan Landsat 7 ETM+ dan Landsat OLI-TIRS. Pada tahun 2011, luas tutupan vegetasi adalah 44,86%; yang kemudian berkurang menjadi 33,98% pada tahun 2016; dan terus menurun hingga 29,20% pada tahun 2021, khususnya pada tanaman dengan kerapatan tajuk sedang hingga sangat tinggi. Pada tahun 2011, luas tutupan vegetasi dengan kerapatan tajuk sangat tinggi adalah 10,83%; turun menjadi 10,35% pada tahun 2016, dan menyusut hingga 5,95% pada tahun 2021. Selama proses alih fungsi RTH ini, suhu permukaan (LST) meningkat dari tahun 2011 hingga 2021. Pada tahun 2011, hanya 0,08% dari luas kota yang memiliki suhu permukaan di atas 29°C, namun pada tahun 2021, angkanya meningkat menjadi 1,24% yang berpotensi meningkatkan aglomerasi UHI di kawasan terbangun. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pemerintah kota dan para pembuat kebijakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya RTH guna mencegah peningkatan intensitas UHI dan meningkatkan kualitas hidup warga kota.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64545</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.371-381</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 371-381</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64545/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19250</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:27:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KOMPARASI NILAI EKONOMI AIR IRIGASI DARI DAERAH ALIRAN SUNGAI BERHUTAN DAN TIDAK BERHUTAN</dc:title>
	<dc:creator>Purwanto, Purwanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">forested watershed, non forested watershed, water economic value</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Many forest areas in Indonesia are converted to other uses. This will impact on the hydrological conditions and the economic value of the water yield. This research applied unit analysis of Sub watersheds, with and without forest cover, Sub DAS Banjaran (forested) and Sub CAS Cangkok (not forested). Desk analysis was conducted to know land use, collecting rainfall data, instantaneous debit measurement to know the discharge of both rivers during the dry season, survey of 15 farmers using irrigation water from Sub watershed of Banjaran and 15 peasants who use irrigation water from Cangkok Sub watershed. Farmers were interviewed about the factors of production and production of rice crops to determine the economic value of water from the two sub watersheds. The results of the study show that: 1). rainfall in Baturraden is quite high (4,302 mm) but for May, July, August and September deficits for rice crops, 2). The forested sub-watershed in Baturraden is better able to regulate the water system than the non-forested sub-watershed, either quality, quantity or continuity, 3). The economic value of water for irrigation from the forested sub-watershed is Rp. 1,270,-/m3 whereas from non-forested sub-watersheds Rp. 373.5,-/m3, and 4). The economic value of water from a forested sub-watershed is Rp. 7,792,720,-/ha/year while those from non-forested sub-watersheds Rp. 2,291,796,-/ha/year. The existence of Baturraden forest is very important to the watershed ecosystem. Forested watershed was a higher economic value of water than non-forested ones so it must be conserved by involving the water user communities.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">BPPTPDAS, BKPH Gunung Slamet Barat</dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19250</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/interaksi.%v.%i.448-461</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 23-31</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19250/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50063</identifier>
				<datestamp>2025-04-29T21:22:36Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Keberlanjutan Usahatani Kelapa Sawit Swadaya di Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau</dc:title>
	<dc:creator>Maswadi, Maswadi</dc:creator>
	<dc:creator>Nalius, Nalius</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianti, Wanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">indeks keberlanjutan; sesitifitas; multi dimensional scalling (MDS)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kelapa sawit adalah komoditas perkebunan unggulan Indonesia yang berkontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan, kebutuhan akan minyak kelapa sawit yang cukup besar di Indonesia menyebabkan semakin meningkat juga dalam perluasan lahan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan usahatani kelapa sawit dengan menggunakan metode Rap-Palmoil melalui metode Multi dimensional Scalling (MDS). Analisis MDS secara multidimensional terdiri dari aspek ekonomi, ekologi, sosial, teknologi dan kelembagaan. Penelitian ini dilakukan di dua Desa yaitu Desa Seberang Kapuas dan Engkersik Kecamtan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dan primer, data sekunder diperoleh dari badan pusat statistic, serikat petani kelapa sawit dan literatur lain yang mendukung peneltian ini, sedangkan data primer di peroleh dari wawancara kepada petani. Responden dalam penelitian ini adalah petani kelapa sawit yang berjumlah 36 petani. Hasil analisis keberlanjutan menunjukkan pada Desa Seberang Kapuas dari dimensi ekonomi 66,59,  sosial 64,59,  kelembagaan 62,16 masuk kategori cukup berkelanjutan untuk dimensi ekologi 37,33 dan teknologi 48,85 masuk kategori tidak berkelanjutan, sedangkan Desa Engkersik dimensi ekonomi 64,74, sosial 68,69 dan kelembagaan 57,07 masuk kategori cukup berkelanjutan sedangkan dimensi ekologi 43,74 dan teknologi 48,59 masuk kategori tidak berkelanjutan. dimensi yang masuk dalam status cukup keberlanjutan agar dipertahankan dan sebaiknya ditingkatkan lagi supaya dapat menjadi status sangat berkelanjutan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50063</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/vol%viss%ipp335-351</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 684-692</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50063/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67963</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T14:41:26Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Konsentrasi, Distribusi dan Potensi Sumber Logam Berat Pada Air Permukaan dan Air Tanah di Pesisir Parangtritis Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Wacano, Dhandhun</dc:creator>
	<dc:creator>Rezhandi, Rizky Tomi</dc:creator>
	<dc:creator>Hadi, Abror Waskito</dc:creator>
	<dc:creator>Ardhayanti, Lutfia Isna</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Puji</dc:creator>
	<dc:creator>Desfitiany, Nastiti Rachma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air tanah; Logam berat; Cd; Pb; Parangtritis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air tanah merupakan sumber utama air bersih di seluruh pesisir dunia termasuk Pesisir Parangtritis di Yogyakarta. Meskipun kuantitas air tanah di Parangtritis masih aman, permasalahan kualitas air tanah karena pencemaran logam berat menjadi isu penting yang belum dikaji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi, distribusi, dan potensi sumber logam berat di Parangtritis. Sebanyak 34 sampel dengan masing-masing 17 sampel pada air permukaan dan air tanah dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom untuk menentukan konsentrasi logam Pb, Cd, Cr, dan Cu. Analisis distribusi spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS Pro Versi 3.2 dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan pola sebaran konsentrasi logam pada air permukaan dan air tanah pada berbagai penggunaan lahan. Wawancara terhadap 34 responden juga dilakukan untuk identifikasi awal dampak terhadap kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb dan Cd secara signifikan melebihi baku mutu air minum Indonesia pada hampir semua sampel, sedangkan Cr dan Cu menunjukkan konsentrasi dibawah baku mutu. Analisis pola sebaran mengindikasikan penggunaan lahan pertanian pada bagian utara-tengah berasosiasi dengan tingginya konsentrasi Pb dan Cd, sehingga aktivitas pertanian menjadi salah satu sumber potensial pencemaran. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap masalah pencemaran logam berat masih sangat rendah. Lebih lanjut, perlu adanya kajian terkait mekanisme pencemaran Pb dan Cd pada aktivitas pertanian maupun non pertanian di Parangtritis. Hal ini akan mempermudah kombinasi tindakan preventif dan remediasi seperti pengurangan pupuk kimia, fitoremediasi serta pengelolaan limbah sebagai upaya awal pengurangan risiko lingkungan dari pencemaran logam berat di Parangtritis maupun di lokasi lain dengan karakteristik kepesisiran yang sama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2026-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67963</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1592-1601</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67963/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/33907</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:25Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Local Ecological Knowledge on Food Materials of Land Plant Origin in Kabola Ethnic Communities in Alor District, East Nusa Tengara Province</dc:title>
	<dc:creator>Laalobang, Sanherip</dc:creator>
	<dc:creator>Mudita, I. W.</dc:creator>
	<dc:creator>Mau, Yosep Seran</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Local Ecological Knowledge (PEL), Ethnic Kabola, Alor District, Food plants, Local food</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Local Ecological Knowledge (LEK) regarding local food plants is knowledge that is owned by local communities and is passed down from generation to generation. LED is obtained through a long process of adaptation and is used by local communities to address environmental problems. The Kabola ethnic group also has LEK regarding food plants used to solve food problems on dry land, but the LEK owned by the Kabola ethnic community is in danger of being lost. The method used is a mixed method (Mixed Methodology), which combines qualitative methods and quantitative methods, data collection begins with an exploration using a qualitative case study method by means of in-depth interviews followed by a quantitative survey method of the plant species mentioned during the interview. The results showed that the Kabola ethnic group still collects wild food plants from forests, former gardens and riverbanks, even though they have cultivated various types of food crops; The Kabola ethnic group community collects food plants during the rainy season and dry season, but most food gathering activities are carried out at the end of the rainy season and during the dry season; The people of the Kabola ethnic group collect food by using simple tools while leaving certain parts of the plant from which the food is collected; The people of the Kabola ethnic group still pass on local knowledge about foodstuffs to the younger generation through stories, personal experiences and providing examples or direct practices about plants that can be used to meet food needs; The Kabola ethnic group cultivates local food plants, but these cultivation efforts are only carried out individually and have not received support from the local government.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33907</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.43-52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 43-52</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33907/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60350</identifier>
				<datestamp>2024-08-14T18:43:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Pantai Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Jakaria, Mohamad</dc:creator>
	<dc:creator>Kusrini, Mirza Dikari</dc:creator>
	<dc:creator>Kamal, Mohammad Mukhlis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Multiaspect Sustainability Analysis; Kawasan Konservasi Penyu; Kecamatan Paloh</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan penting penyu dalam menjaga keseimbagan ekosistem laut dan potensi ekowisata pantai peneluran penyu perlu dijamin keberlanjutannya. Penurunan populasi penyu beberapa tahun tarakhir yang di akibatkan oleh kerusakan habitat pantai peneluran akibat abrasi pantai dan gangguan habitat penyu bertelur oleh kegiatan antropogenik telah terjadi di Kawasan Konservasi Penyu di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Agar pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Kecamatan paloh dapat berlangsung secara berkelanjutan, maka perlu mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian habitat pantai peneluran penyu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat, dan menganalisis faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu Di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Metode analisis yang digunakan ialah Multiaspect Sustainability Analysis (MSA). Hasil yang didapatkan dalam bentuk indeks dan status keberlajutan. Hasil analisis terhadap empat dimensi menunjukan bahwa dimensi usaha konservasi sangat berkelanjutan (95.29), dimensi sosial berkelanjutan (75.17), dimensi ekonomi kurang berkelanjutan (49), dan dimensi hukum dan kelembagaan berkelanjutan (68.67). Terdapat empat atribut/faktor yang perlu segera ditangani dan perlu diintervensi karena berpengaruh sensitif terhadap peninkatan indeks dan status keberlanjutan yaitu fasilitas hatchery, sikap dan perliku masyarakat terhadap pengelolaan konservasi penyu, tingkat pendapatan masyarakat disekitar kawasan konservasi penyu serta penyuluhan oleh balai penyuluh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60350</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1209-1223</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1209-1223</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60350/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/60350/15277</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7179</identifier>
				<datestamp>2014-08-05T01:13:59Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI LAHAN DAN TENAGA KERJA TEHADAP PEMANFAATAN AIR  DI DAERAH IRIGASI KECAMATAN KUPANG TENGAH  KABUPATEN KUPANG-NTT</dc:title>
	<dc:creator>Manehat, Maria Soik</dc:creator>
	<dc:creator>Pellokila, Marthen R</dc:creator>
	<dc:creator>Soetedjo, I.N Prijo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini (1) menganalisa ketersediaan air, lahan dan tenaga kerja yang dimanfaatkan untuk usahatani padi sawah. (2) Untuk menganalisis efisiensi pemanfaatan air, lahan dan tenaga kerja terhadap produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Kupang Tengah. Pengambilan sampel dilakukan di desa Noelbaki yang merupakan daerah irigasi yang memiliki lahan potensial khususnya padi sawah. Penentuan responden menggunakan metode acak sederhana, yakni diambil 10 % dari populasi petani padi sawah, yakni sebanyak 50 orang. Untuk pengambilan sampel peneliti hanya menfokuskan petani yang memanfaatkan air dari saluran irigasi untuk usahatani padi sawah. Berdasarkan hasil analisis efisiensi pemanfaatan air pada usahatani padi sawah belum efisien (nilai NPMxi/Px &lt; 1). Efisiensi pemanfaatan lahan usahatani padi sawah masih dapat ditingkatkan karena belum efisien (nilai NPMxi/Px &gt; 1). Untuk pemanfaatan tenaga kerja untuk usahatani padi sawah di lokasi penelitian belum efisien (nilai NPMXi/PX &gt; 1). Ketersediaan air, lahan dan tenaga kerja di lokasi penelitian cukup mendukung pengelolaan usahatani padi sawah. Hasil analisis pemanfaatan air di lokasi penelitian tidak efisien. Untuk itu petani harus mengurangi jumlah pemakaian air, sedangkan pemanfaatan lahan  masih harus ditingkatkan. Petani harus dapat memperluas lahan garapan yang dimiliki untuk usahatani padi sawah. Pemanfaatan tenaga kerja juga belum efisien, sehingga petani harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada untuk aktif dalam kegiatan usahatani padi sawah.   Kata kunci : padi sawah, efisiensi, produksi </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/7179</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.12.1.42-52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 12, No 1 (2014): April 2014; 42-52</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/7179/5847</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43578</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efisiensi Penggunaan Larva Black Soldier Fly (Hermetia Illucens) Untuk Mendekomposisi Sampah Organik Dengan Variasi Bahan Fermentasi</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhan, Irvan</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Arifin</dc:creator>
	<dc:creator>Jumiati, Jumiati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fermentasi, lalat tentara hitam, BSF, WRI, dan sampah organik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah organik bertambah seiring dengan pertumbuhan populasi manusia. Adanya lalat tentara hitam (Hermetian illucens) membantu dalam mengurangi timbunan sampah organik terutama yang berasal dari pasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efesiensi penggunaaan larva lalat tentara hitam (Hermetian illucens) dalam proses mendekomposisi sampah organik dengan variasi bahan terfermentasi. Tingkat efesiensi reduksi sampah dinyatakan dengan Waste Reduce Index. Penelitian ini menggunakan variasi sampah organik pasar, sampah organik fermentasi EM4 dan sampah organik fermentasi darah ayam.  Hasil uji waste reduce index (WRI) mendapatkan nilai sebesar 2,17 untuk variasi sampah organik, variasi sampah organik fermentasi EM4 mendapatkan nilai sebesar 2,80 dan variasi sampah organik fermentasi darah sebesar 3,03. Hasil uji statistik Mann Whitney  mendapatkan hasil perbandingan sampah organik dan sampah organik fermentasi EM4 sebesar 0,05 &lt; 0,026 sedangkan perbandingan sampah organik dan sampah organik fermentasi darah sebesar 0,05 &lt; 0.018 dan perbandingan sampah organik fermentasi EM4 dan sampah sampah organik fermentasi darah sebesar 0,05 &gt; 0.780 semakin tinggi tingkat WRI maka semakin tinggi pula tingkat efesiensi reduksinya. Perbandingan dari ketiga variasi mendapatkan variasi fermentasi darah lebih banyak direduksi oleh larva lalat tentara hitam dari pada kedua variasi lainnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43578</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.717-725</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 717-725</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43578/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67895</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Threat of Aquatic Invasive Species: Understanding and Addressing Biological Pollution</dc:title>
	<dc:creator>Yuwana, Cynthia Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Windri</dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Upi Chairun</dc:creator>
	<dc:creator>Maryenti, Tety</dc:creator>
	<dc:creator>Yuniati, Ratna</dc:creator>
	<dc:creator>Yasman, Yasman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aquatic invasive species, Biological pollutants, Ecosystem disruption, Environmental remediation, Invasive species management</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This review explores the impact of aquatic invasive species as biological pollutants that disrupt ecosystems globally, including in Indonesia. Invasive species often exhibit rapid growth and reproduction due to their adaptive advantages, which, combined with human activities and favorable environmental conditions, accelerate their spread. These species alter the balance of marine and freshwater ecosystems, posing significant challenges for biodiversity conservation and resource management. Various regulatory measures have been implemented internationally, such as the European Union’s blacklist of invasive species and Indonesia’s legislative framework, to prevent their spread. Additionally, remediation techniques like zooremediation, using bivalves to mitigate biological pollutants, have been applied to manage these species. The review also highlights challenges in controlling invasive species, including the need for comprehensive ecosystem assessments and strategies like Top-Down and Bottom-Up modeling for management. Ultimately, a deeper understanding of the invasive species' ecological effects is essential for developing more effective control measures and policies, ensuring the protection of aquatic environments and mitigating the global spread of invasive species.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67895</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.678-687</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 678-687</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67895/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22572</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:30:30Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Kenyamanan Kota Tanjungpinang Berdasarkan Indeks Panas Humidex</dc:title>
	<dc:creator>Siregar, Diana Cahaya</dc:creator>
	<dc:creator>Ardah, Vivi Putrima</dc:creator>
	<dc:creator>Ninggar, Regina Dara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Humidex, Thermal Comfort, Urban Heat Island</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The development of Tanjungpinang City in several sectors is an effort to make that city more advance. However, there is an important problem that needs to be considered. It is the problem of the comfort life index for the population who are living in Tanjungpinang City. The climate change can affect physiological comfort in an area. The increasing of temperature can trigger the Urban Heat Island. The aim of this study is to know the comfort life index in Tanjungpinang City using a heat index called as Humidex. The data are the air temperature, air humidity, and surface wind speed for the period of 1989-2018 from the Tanjungpinang Meteorological Station. The comparison of Humidex to wind speed and the number of vehicles in Tanjungpinang City was calculated to determine the effect on the heat index in Tanjungpinang City. The results show that the Humidex monthly average in the Tanjungpinang City area ranged from 32.6 to 34.0 °C. The highest Humidex monthly average is in May and June, and the lowest value is in January. The tendency of increasing Humidex ranged from 0.08 to 0.9 °C and decreasing ranged from 0.07 to 0.8 oC with the determinant coefficient value is 0.55. The increasing of wind speed impacts to decrease the value of Humidex. The increasing of the number of vehicles periodically impacts to increase the value of Humidex exponentially. There is an increasing of the thermal comfort when there is a decreasing value of Humidex or vice versa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22572</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.316-322</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 316-322</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22572/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53088</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Tingkat Erosi Hutan Jati di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Cemoro Modang, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Rahman, Hafiz Sofyan</dc:creator>
	<dc:creator>Aryanti, Nirmala Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Nada, F. Maftukhakh Hilmya</dc:creator>
	<dc:creator>Adi, Rahardyan Nugroho</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">erosi; KHDTK; USLE; hutan tanaman jati; kelas umur</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Cemoro Modang merupakan kawasan hutan produksi dengan komposisi tutupan lahan yang didominasi oleh tanaman jati. Kawasan hutan produksi ini dibedakan menjadi beberapa petak berdasarkan kelas umur tanaman jati. Perbedaan kelas umur pada setiap petak tanaman jati akan mempengaruhi tutupan tajuk maupun tumbuhan bawah yang ada di sekitarnya. Kondisi tersebut akan berdampak pada tingkat erosi yang berbeda antar Kelas Umur (KU). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasikan tingkat erosi di KHDTK Cemoro Modang berdasarkan kelas umurnya. Penelitian ini dilaksanakan di KHDTK Cemoro Modang dengan luas 1.311,6 ha dan secara administratif terletak di Kecamatan Jiken dan Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan faktor penentu yaitu erosivitas, erodibilitas, panjang dan kemiringan lereng, serta pengelolaan tanaman dan konservasi tanah. Data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data curah hujan untuk menentukan faktor erosivitas dan peta DEM (Digital Elevation Model) untuk menentukan faktor panjang dan kemiringan lereng.  Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data vegetasi dan pengelolaan lahan untuk menentukan faktor pengelolaan tanaman dan konservasi tanah, serta pengambilan sampel tanah pada setiap kelas umur untuk menentukan faktor erodibilitas. Pengumpulan data dilakukan dengan mendatangi 21 (dua puluh satu) titik sampel berdasarkan KU (Kelas Umur) tegakkan jati dan kelas hutan lainnya (kawasan perlindungan dan area terbuka), dikarenakan tutupan lahan pada lokasi penelitian 90 % merupakan tanaman jati. Hasil penelitian menunjukkan tingkat erosi secara keseluruhan pada KHDTK Cemoro Modang sebesar 6,54 ton/ha/tahun dan termasuk kategori erosi sangat ringan. Kawasan yang memiliki tingkat erosi yang tinggi dan termasuk dalam kelas berat (III) dengan luas 52,43 ha dan sangat berat (IV) dengan luas 9,71 ha merupakan KU II, KU III, KU IV, HTKh (Hutan dengan Tujuan Khusus), MT (Masak Tebak), dan TBK (Tanaman Bertumbuhan Kurang).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53088</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.240-247</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 240-247</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53088/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38092</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Effect of Land Clearing Activity on Environmental and Arthropods Diversity (Case Study: Jati Agung, Lampung)</dc:title>
	<dc:creator>Marpaung, David Septian Sumanto</dc:creator>
	<dc:creator>Anika, Nova</dc:creator>
	<dc:creator>Bindar, Yazid</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biodiversity; Land Clearing; Soil; Environmental</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Agricultural activity relies on soil as their growth media. Besides agricultural activity, other living species also needs soil as their ecosystem. However, the biodiversity and environmental factor are often neglected in agricultural activity. Therefore, the investigation of environmental and biodiversity changes is important. In this study, the environmental parameter and biodiversity changes was investigated in area after land clearing activity. The pH was increased from in 3 times measurement. Besides, the soil temperature and air temperature was also increased in 3 times measurement between pre- and post-treatment. The soil temperature ranges from 26.2 oC to 33.2 oC in pre-treatment and 27.6 oC to 31.8 oC in post-treatment. The air temperature was observed ranges from 27.96 oC to 34.3 oC in pre-treatment and 28.36 oC to 34.56 oC in post-treatment. Measurement of RH was resulted ranges from 61.2% to 75.4% in pre-treatment and 61.4% to 74.8% in pre-treatment. The land is proposed become paddy field for next step land processing. As result, the diversity index was decreased in pre- and post-treatment. The Shannon diversity index was decreased from 0.81 to 0.72. Similarly, the Simpson diversity index was also decreased from 1.94 to 1.77. Meanwhile, the evenness index was increased from 0.58 to 0.65. These results suggested for farmer to process the land as soon as possible after land clearing process, if they want to form paddy field from pasture land.AbstrakKegiatan pertanian bergantung pada tanah sebagai media tumbuh suatu tanaman. Selain kegiatan pertanian, organisme hidup lain juga bergantung terhadap tanah sebagai ekosistem. Namun, seringkali biodiversitas dan faktor lingkungan diabaikan dalam kegiatan pertanian. Oleh karenanya, indentifikasi perubahan lingkungan dan biodiversitas sanget perlu dilakukan. Dalam penelitian ini, perubahan parameter lingkungan dan biodiversitas diamati sebelum dan sesudah aktivitas land clearing. Hasil pengamatan menunjukkan, pH tanah, suhu tanah dan suhu lingkungan meningkat dalam 3 kali pengukuran dari sebelum ke sesudah aktivitas land clearing. Suhu tanah berkisar 26.2 oC-33.2 oC pada sebelum kegiatan land clearing dan 27.6 oC-31.8 oC setelah aktivitas land clearing. Suhu lingkungan ditemukan berkisar  27.96 oC-34.3 oC pada kegiatan sebelum land clearing dan 28.36 oC-34.56 oC setelah kegiatan land clearing. Hasil pengukuran RH lingkungan ditemukan berkisar 61.2%-75.4% pada kegiatan sebelum land clearing dan 61.4%-74.8% setelah kegiatan land clearing. Sementara itu, index diversitas ditemukan menurun setelah aktivitas land clearing. Nilai Shannon diversity index ditemukan menurun setelah aktivitas land clearing dari 0.81-0.72. Pola serupa ditemukan pada nilai Simpson diversity index, dimana terjadi penurunan dari 1.94 menjadi 1.77. Nilai evenness index meningkat dari 0.58 menjadi 0.65. Berdasarkan hasil tersebut dapat disarankan ke petani untuk segera mengolah lahan tersebut setelah kegiatan land clearing untuk menghindari terjadinya pertumbuhan kembali vegetasi, serta perubahan parameter lingkungan dan biodiversitas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38092</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.444-449</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 444-449</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38092/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/57995</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prediksi Potensi Timbulan Limbah Ampas Kopi sebagai Sumber Penghasil Senyawa Bioaktif di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Mulyani, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Fitri, Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Selvia, Selvia</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadani, Nofia</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Dinda</dc:creator>
	<dc:creator>Meka, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ampas kopi; Gerai kopi; Prediksi; Multiple Linear Regression; Stepwise; SPSS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prediksi yang akurat dari jumlah timbulan limbah ampas kopi sangat penting untuk pemanfaatan dan pengelolaannya. Metode pemodelan sering digunakan untuk memprediksi timbulan sampah, akan tetapi belum ada penelitian yang membuat suatu model untuk memprediksi timbulan limbah ampas kopi, khususnya di kota Pekanbaru. Model dalam penelitian ini diusulkan untuk membangun pengaruh antara timbulan limbah ampas kopi dan parameter meteorologi (suhu, curah hujan dan kelembaban), jumlah cup terjual per hari, ukuran cup yang digunakan, jenis dan merek kopi, serta metode penyeduhan kopi. Multiple Linear Regression (MLR) metode stepwise digunakan untuk mengembangkan model prediksi timbulan limbah ampas kopi di kota Pekanbaru. Survei kuisioner dan wawancara dilakukan terhadap 90 gerai kopi yang ada di sejumlah lokasi di kecamatan kota Pekanbaru. Pengambilan sampel dilaksanakan berturut-turut selama 8 hari berdasarkan SNI 19-3964-1994. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampah yang dihasilkan oleh gerai kopi bervariasi. Rata-rata limbah ampas kopi yang dihasilkan gerai kopi adalah 585,71% gram/hari. Model prediksi yang digunakan menghasilkan nilai rata-rata yang sama dengan rata-rata timbulan limbah ampas kopi hasil observasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh model layak digunakan untuk prediksi timbulan limbah ampas kopi. Keakuratan hasil prediksi di uji dengan menggunakan nilai MAPE, MAD dan RMSE yang menunjukkan bahwa model D merupakan model terbaik. Koefisien determinasi (R2) dari model D sebesar 0,836 untuk timbulan limbah ampas kopi dengan menggunakan variabel bebas yang dipilih (ukuran cup, jumlah cup, curah hujan dan kelembaban).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57995</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1412-1423</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1412-1423</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57995/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/57995/14478</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/57995/14479</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10544</identifier>
				<datestamp>2017-03-01T03:08:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN ETIKA LINGKUNGAN DENGAN SIKAP DAN PERILAKU MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN</dc:title>
	<dc:creator>Azhar, Azhar</dc:creator>
	<dc:creator>Basyir, M Djahir</dc:creator>
	<dc:creator>Alfitri, Alfitri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan, etika, sikap dan perilaku, lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini adalah penelitian korelasional yang terdiri dari dua variabel bebas yaitu pengetahuan lingkungan hidup (PLH) dan pengetahuan etika lingkungan (PEL) serta dua variabel terikat yaitu sikap menjaga kelestarian lingkungan (SMKL) dan perilaku menjaga kelestarian lingkungan (PMKL). Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan lingkungan hidup dan etika lingkungan dengan sikap dan perilaku menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah menengah (SMA/SMK/MA) di Kota Pagar Alam Sumatera Selatan tahun 2015, dengan sampel 335 orang yang diambil secara stratified random sampling. Pengumpulan data primer menggunakan teknik kuisoner dan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan program SPSS 17.0 dengan statistik deskriptif, uji korelasi dan regresi linear sederhana serta berganda. Intrumen penelitian menggunakan skala Likert dengan lima alternatif jawaban. Hasil uji korelasi dan regresi pada taraf signifikan a = 0.05, mendapatkan empat kesimpulan yaitu : (1) terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara pengetahuan lingkungan hidup dengan sikap menjaga kelestarian lingkungan yang persamaan garis regresinya Y1 = 0,528X1 + 43,427, dengan nilai koefisien korelasi rx1y1 sebesar 0,506; (2) terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara pengetahuan etika lingkungan dengan sikap menjaga kelestarian lingkungan yang persamaan garis regresinya Y1 = 0,540X2 + 42,825, dengan nilai koefisien korelasi rx2y1 sebesar 0,395;  (3) terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara pengetahuan lingkungan hidup dan pengetahuan etika lingkungan secara bersama-sama dengan sikap menjaga kelestarian lingkungan yang persamaan regresinya Y1 = 0,429X1 + 0,261X2 + 32,008, dengan nilai koefisien korelasi rx1x2y1 sebesar 0,532; (4) terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara sikap menjaga kelestarian lingkungan dengan perilaku menjaga kelestarian lingkungan yang persamaan regresinya Y2 = 0,353Y1 + 42,682, dengan nilai koefisien korelasi ry1y2 sebesar 0,363. Dalam rangka meningkatkan perilaku siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekolah disarankan sekolah untuk memberikan mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup dan etika lingkungan, Dinas Pendidikan menyarankan agar mata pelajaran muatan lokal diarahkan ke pendidikan lingkungan hidup dan etika lingkungan, dan agar Badan Lingkungan Hidup  mendorong semakin banyaknya sekolah yang mengikuti program Adiwiyata</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10544</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.13.1.36-41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 13, No 1 (2015): April 2015; 36-41</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10544/8388</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47257</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T19:36:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Daur Hidup Produksi Beton Fly Ash sebagai Upaya Mengurangi Dampak Emisi CO2</dc:title>
	<dc:creator>Muttaqien, Ahzab</dc:creator>
	<dc:creator>Martono, Dwi Nowo</dc:creator>
	<dc:creator>Gusdini, Ninin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fly Ash; Beton; Life Cycle Assessment; Emisi CO2; Dampak Lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan batubara untuk produksi energi listrik menimbulkan berbagai dampak lingkungan seperti deforestasi hutan untuk pembukaan lahan tambang batubara dan pencemaran udara dari limbah fly ash. Jumlah timbulan limbah fly ash harus dikendalikan. Limbah fly ash dapat menjadi barang yang bernilai ekonomis yaitu sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton. Penggunaan fly ash yang berperan dalam menggantikan sebagian portland semen pada beton dapat mengurangi dampak emisi CO2 karena pembuatan semen portland yang dapat menghasilkan emisi CO2 sebesar 6-8% dari total emisi CO2 antropogenik. Beton cair yang menggunakan fly ash dalam campurannya dapat menghasilkan produksi beton yang lebih berkelanjutan. Dampak lingkungan dari penggunaan fly ash pada produksi beton cair dapat dianalisis dengan penilaian siklus hidup. Kajian pada artikel ini membandingkan dua skenario simulasi yaitu simulasi pada beton menggunakan 0% fly ash dan 25% fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak emisi CO2 pada produksi beton fly ash. Penelitian ini berkontribusi untuk membuktikan penelitian-penelitian sebelumnya bahwa penggunaan fly ash dapat meminimalisir emisi CO2 dan mendukung peningkatan pemanfaatan limbah fly ash khususnya di bidang konstruksi.  Unit Fungsional pada penelitian ini adalah menganalisis dampak lingkungan yang menyumbang emisi gas CO2 dalam proses produksi 1 m3 beton. System boundary pada penelitian ini adalah cradle-to-gate yang meliputi proses incoming material dan proses produksi beton, yang digunakan untuk menentukan dampak lingkungan dari daur hidup produksinya. Pengolahan data untuk evaluasi dampak lingkungan pada penelitian ini menggunakan software SimaPro 9.3.0.3 dengan database ecoinvent 3.0. Studi menunjukkan bahwa berbagai beton menggunakan 25% fly ash memiliki dampak emisi GWP lebih kecil pada lingkungan, yaitu 298 KgCO2, lebih kecil dibandingkan beton non fly ash yang menghasilkan emisi GWP 347 KgCO2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47257</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.68-75</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 68-75</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47257/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63290</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Rencana Ruang Terbuka Hijau pada Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan Muara Taweh Kabupaten Barito Utara</dc:title>
	<dc:creator>Pugara, Ade</dc:creator>
	<dc:creator>Susanty, Aries</dc:creator>
	<dc:creator>Purwaningsih, Ratna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perkotaan; RTH; Suhu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkotaan Muara Taweh merupakan pusat aktivitas dari Kabupaten Barito Utara. Sebagai Kawasan strategis di bidang ekonomi, Kementerian ATR BPN memberikan bantuan untuk penyusunan Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR sebagai upaya penataan Kawasan yang lebih detail. Pada dokumen RDTR Perkotaan Muara Taweh 2022 – 2042, terdapat rencana Ruang Terbuka Hijau atau RTH baik berupa rimba kota, taman kota, taman kecamatan hingga jalur hijau. Rencana RTH ini diharapkan dapat menstabilkan iklim mikro perkotaan, menjadi resapan air hingga melindungi keanekaragaman hayati setempat. Dengan demikian, maka RTH harus ditempatkan pada lokasi yang sesuai dengan fungsinya. Hal ini diperlukan untuk menanggulangi beberapa permasalahan yang ada di Perkotaan Muara Taweh diantaranya tingginya polusi udara, kurangnya tutupan vegetasi dan kurangnya tutupan vegetasi pada RTH eksisting. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi perencanaan ruang terbuka hijau terhadap kondisi suhu permukaan bumi di Perkotaan Muara Taweh. Penelitian ini dilakukan dengan metode deduktif – kuantitatif – rasionalistik serta melalui alat overlay, maka didapatkan bahwa mayoritas RTH yang berupa rimba kota terletak pada kawasan sejuk. Hal ini menjadi poin yang tidak sesuai dengan fungsi RTH di bidang stabilitas iklim mikro, khususnya menurunkan suhu kawasan.  Dari hasil evaluasi diketahui RTH Taman Kota, Jalur Hijau dan Taman RW memiliki kesesuaian lokasi karena diletakan pada kawasan dengan suhu 30 – 34 oC. Dari ketiganya, Pemakaman memiliki tingkat penurunan tertinggi yaitu hingga 0,7 oC. Sementara itu, taman kota mampu menuruankan suhu hingga 0,28 oC. Sedangkan taman RW hanya dapat menurunkan suhu sekitar 0,21 oC.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63290</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.995-1003</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 995-1003</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63290/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/63290/20284</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/26000</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Physiological strategies  of  Eichhornia crassipes (Mart.) Solms  to tolerate Cr6+ accumulation, compared to a sensitive species Pistia stratiotes L.</dc:title>
	<dc:creator>Taufikurahman, Taufik</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Andira</dc:creator>
	<dc:creator>Ardiansyah, Muhammad Arief</dc:creator>
	<dc:creator>Ilhamsyah, Dea Prianka Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Rosanti, Serafina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Eichhornia crassipes, hexavalent cromium, Pistia stratiotes, Physiology responses, phytoremediation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Chromium in the form of hexavalent chromium (VI) has been used in some industry including leather tanning industry. The chemical has been known to be harmful to  living organisms. Therefore, it is important to treat wastewater from leather tanning industry before being discharged to the environment. The aim of this study is to examine ecophysiological strategies of  waterhyacinth (Eichhornia crassipes)  to tolerate Cr6+ accumulation in its tissue, compared to sensitive species water lettuce (Pistia stratiotes).  The plants  were cultivated in containers containing Hoagland medium and treated with some variation of Cr6+ concentrations of Cr6 i.e. 0, 40, 80 and 120 ppm for 14 days. Some parameters including CAT (catalase), Ascorbate peroxidase (APX), chlorophyll concentration and proline  in the plants were measured. The biomass yield of plant in Cr6+ stress was negative (-0.732 to -1.84 g/week) which indicated both E. crassipes and P. stratiotes  reduced their growth. The higher the concentration of Cr6+, the lower the chlorophyll contents in the leaves. The lowest of chlorophyll content was in 120 ppm (0.15 mg/g in P. stratiotes  and 0.12 mg/g in E. crassipes). The highest of CAT activity in E. crassipes was 109% in 40 ppm Cr6+, while in P. stratiotes  was 76% in 120 ppm. Proline content in both E. crassipes and P. stratiotes  were not different significantly. In general, E. crassipes plants have the ability to adapt to Cr6+ stress better compared to P. stratiotes which was severely damaged when grown in high Cr6+ concentration. Both plants can remediate waste fairly well  (level of elimination 62-68%) during the exposure period of 14 days to Cr6+ solution.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">School of Life Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung</dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/26000</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.82-88</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 82-88</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/26000/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52338</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimasi Kualitas Efluen Air Lindi Unit Stabilisasi Berdasarkan Parameter Biokinetika pada Sistem Konfigurasi Kontak Stabilisasi</dc:title>
	<dc:creator>Ajie, Oktavian Wahyu Pratama</dc:creator>
	<dc:creator>Notonugroho, Owen Jacob</dc:creator>
	<dc:creator>Amelia, Fatihaturrizky</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Ariani Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Allen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air lindi; biokinetika; kontak stabilisasi; model pertumbuhan mikroorganisme; waktu detensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengolahan air lindi dibutuhkan untuk mereduksi kontaminan material organik, anorganik, dan mikroorganisme patogen. Pengolahan air lindi secara biologis melalui unit kontak stabilisasi adalah unit yang sangat efektif dipilih terkait kinerja dan faktor nilai ekonomi untuk menyisihkan kandungan polutan organik air lindi. Akan tetapi, kinerja dan pemodelan proses stabilisasi pada unit ini belum dianalisis secara detail untuk implementasi skala lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja proses stabilisasi berdasarkan variasi waktu detensi (HRT), mengestimasi nilai parameter biokinetika terbaik, dan memprediksi konsentrasi substrat efluen hasil pemodelan. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium menggunakan tiga variasi HRT, sebesar 4, 5, dan 6 jam dan disimulasikan di dalam model pertumbuhan mikroorganisme Monod, Contois, Blackman, dan Chen-Hashimoto pada kondisi aliran tidak tunak. Penyisihan kontaminan terbaik pada unit stabilisasi berdasarkan hasil analisis kinerja sebesar 82% nitrit, 42% amonia, dan 38% chemical oxygen demand (COD) diperoleh dari HRT 6 jam. Parameter biokinetika terbaik berdasarkan analisis numerik dan uji validasi untuk nilai Ke, Y, μmax, dan Ks dihasilkan berturutturut sebesar 2,05 hari-1; 32,88 mgMLVSS/mgCOD; 0,57 hari-1; dan 24,38 mg/L dari model Monod. Konsentrasi efluen COD rata-rata dari model Monod diestimasi sebesar 206,28 ± 27,39 mg/L untuk HRT 4 jam; 159,25 ± 72,06 mg/L untuk HRT 5 jam; serta 126,32 ± 38,44 mg/L untuk HRT 6 jam. Nilai parameter biokinetika tersebut dapat diimplementasikan untuk perencanaan unit stabilisasi pada konfigurasi kontak stabilisasi air lindi skala lapangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52338</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.528-542</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 528-542</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52338/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/2080</identifier>
				<datestamp>2012-02-22T04:52:32Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Pemanfaatan Ruang Kawasan Pesisir Kabupaten Bone Bolango Yang Berwawasan Lingkungan (Studi Kasus Desa Botubarani Dan Desa Huangobotu)</dc:title>
	<dc:creator>Rasid Salim, Abdul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan pesisir Desa Botubarani dan Desa Huangobotu merupakan kawasan strategis di perairan Teluk Tomini, memiliki SDA yang potensial untuk dikembangkan demi menunjang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dalam pelaksanaannya dijumpai adanya potensi dan kendala lingkungan eksisting yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Kaitan dengan hal di atas dilakukan identifikasi kondisi eksisiting lingkungan sosial ekonomi dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan analisis SWOT. Memaksimalkan potensi SDA dan meminimalkan kondisi yang mengakibatkan degradasi lingkungan dan pemanfaatan ruang pesisir, sudah tentu diperlukan suatu rencana strategi, rencana zonasi, rencana pengelolaan, rencana aksi untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan pesisir yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2080</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.9.1.39-46</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 9, No 1 (2011): April 2011; 39-46</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2080/1831</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61794</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Tingkat Pencemaran Air Sungai Rangkui Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung Berdasarkan Status Mutu Air</dc:title>
	<dc:creator>Natasha, Rizka Azzahra</dc:creator>
	<dc:creator>Adharini, Ratih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ammonia; antropogenik; kualitas air; STORET; tercemar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sungai Rangkui merupakan sungai yang melintasi Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Rangkui yang berada di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sungai Rangkui memiliki peran penting bagi masyarakat yang bermukim di sekitar pusat kota Pangkalpinang diantaranya sebagai jalur transportasi dan kegiatan perekonomian masyarakat. Kegiatan masyarakat yang sangat masiv tersebut dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan berdampak (antropogenik) pada kondisi ekologis dan kualitas perairan Sungai Rangkui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran air di Sungai Rangkui berdasarkan status mutu air yang khususnya yang melintasi kawasan permukiman dan industri menggunakan metode STORET. Penelitian dilaksanakan pada bulan JanuariFebruari 2023 di Sungai Rangkui, Kepulauan Bangka Belitung. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali pada 4 titik stasiun pengamatan. Data kualitas air yang diambil terdiri dari parameter fisika, kimia, dan biologi. Parameter fisika yang diambil meliputi suhu air, Total Suspended Solid (TSS), bau, dan warna. Parameter kimia yang diambil meliputi pH, Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), amonia, fosfat, dan nitrat. Parameter biologi yang diambil meliputi kandungan fecal coliform. Data kualitas air Sungai Rangkui yang didapatkan adalah suhu air 29,7-31,7oC; TSS 2,3-11 mg/L; pH 6,5-7,8; DO 3,2-4,1 mg/L; BOD 2,9-6,3 mg/L; COD 17,5- 42,5 mg/L; amonia 0,2-0,4 mg/L; fosfat 0,05-0,2 mg/L; nitrat 36,7-53,3 mg/L; fecal coliform 210,9-553,3 MPN/100 mL. Penilaian status mutu air Sungai Rangkui dengan menggunakan metode STORET memiliki skor berkisar antara (- 120) – (-64) yang dikategorikan dalam kelas D, yaitu tercemar berat dengan parameter yang paling mempengaruhi adalah kandungan ammonia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61794</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1652-1662</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1652-1662</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61794/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14599</identifier>
				<datestamp>2017-04-23T15:51:50Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengelolaan Lingkungan pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Kabupaten Rembang</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Muhamad Syarifudin Edy</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Purwanto</dc:creator>
	<dc:creator>Suherman, Suherman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPerkembangan aktivitas industri terutama sektor IKM selain memberikan sumbangan terhadap perkembangan ekonomi, juga memberikan dampak terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi pengelolaan lingkungan yang bisa diterapkan pada industri garam konsumsi beryodium dengan menggunakan pendekatan 1E4R (Elimination, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery) serta penerapan good house keeping (GHK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode kualitatif dengan observasi partisipatif. Teknik pengumpulan data melalui pengukuran, wawancara, observasi serta kajian literatur. Berdasarkan penelitian Keluaran Bukan Produk  yang ditimbulkan dari proses produksi garam beryodium antara lain: ceceran garam, garam pecah, garam gosong, blothong sisa proses pencucian, air sisa proses pencucian, emisi udara, ceceran oli dari mesin diesel dan kebisingan. Hasil pengujian limbah cair menunjukkan parameter TSS dan TDS sudah melampau Baku Mutu yang dipersyaratkan. Penerapan 1E4R dalam pengelolaan lingkungan pada IKM garam antara lain; penggantian mesin diesel dengan motor listrik; reuse cairan pencuci garam bahan baku; recycle blotong dan air sisa pencucian dengan metode rekristalisasi menjadi garam beryodium serta recovery sisa garam di sekitar mesin produksi. Good house keeping yang bisa diterapkan antara lain: mengontrol penerapan SOP, pelaksanaan material handling yang baik dengan penggunaan ember plastik, mempercepat proses pembongkaran garam briket setelah proses pengovenan serta penerapan prinsip FIFO serta pemakain Alat Pelindung Diri yang sesuai.Kata kunci: Industri Garam Beryodium, Keluaran Bukan Produk, Pengelolaan Lingkungan, Good House Keeping ABSTRACTThe development of the SME sector, especially industrial activity in addition to contributing to the economic development, has an impact on environmental change. This study aims to develop recommendations environmental management can be applied to industrial consumption of iodized salt by using an approach 1E4R (Elimination, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery) as well as the implementation of good house keeping (GHK). The method used in this study is a qualitative method of participant observation. Data collection through measurement, interviews, observation and review of the literature. Based on the research output Not Products arising from the process of production of iodized salt among others: spilled salt, salt broken, scorched salt, blothong rest of the washing process, washing process waste water, air emissions, oil spills of diesel engines and noise. The test results show the parameters effluent TSS and TDS is already beyond the required Quality Standard. Implementation 1E4R in environmental management in SMEs salt, among others; replacement of diesel engine with an electric motor; reuse of raw materials washing liquid salt; blotong and recycle residual water washing method of iodized salt and recrystallized into recovery residual salt around the production machine. Good house keeping can be applied, among others: control the application of SOP, material handling good execution with the use of plastic buckets, accelerate the process of dismantling the salt briquettes after oven processes and the application of the FIFO principle as well as the usage of appropriate personal protective equipment.Keywords:  Iodized salt industry, Exodus Not Products, Environmental Management, Good House KeepingCara sitasi: Nugroho, M.S.E., Purwanto, dan Suherman. (2016). Pengelolaan Lingkungan pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Kabupaten Rembang. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),88-95, doi:10.14710/jil.14.2.88-95</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-10-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14599</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.14.2.88-95</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016; 88-95</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14599/PDF</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46837</identifier>
				<datestamp>2023-11-21T20:36:52Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ketahanan Air Indonesia dalam Perspektif Ilmu Lingkungan dan Paradigma Nexus Pangan-Energi-Air Berkelanjutan</dc:title>
	<dc:creator>Prayoga, M. Bayu Rizky</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmah, Fatmah</dc:creator>
	<dc:creator>Harsoyo, Budi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air; keberlanjutan; ketahanan; lingkungan; nexus Pangan-Energi-Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sumberdaya air merupakan salah satu elemen vital dalam menunjang kelangsungan hidup di bumi ini. Semakin tingginya kebutuhan terhadap sumberdaya air menjadikan kajian seputar ketersediaan air dan ketahanan air di suatu wilayah menjadi penting. Hal itu menjadikan ketahanan air memegang peranan vital dalam konsep keberlanjutan. Ketahanan air penting untuk dapat dicapai karena memiliki implikasi terhadap pencapaian ketahanan sektor-sektor lainnya, seperti energi dan pangan, secara nasional. Saat ini, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan yang mesti segera diselesaikan melalui kebijakan dan program yang berorientasi pada tercapainya ketahanan air. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan kajian dan analisis terhadap ketahanan air di Indonesia dalam perspektif Ilmu Lingkungan dan Nexus Pangan-Energi-Air Berkelanjutan. Melalui studi literatur yang dilakukan terhadap berbagai sumber yang relevan, tulisan ini juga berupaya memberikan pandangan terhadap arah kebijakan pengelolaan sumberdaya air di Indonesia. Hasil penelitian ini menjelaskan beberapa tantangan utama dalam ketahanan air di Indonesia merupakan persoalan yang belakangan semakin terasa dampaknya bagi keberlanjutan hidup penduduk Indonesia. Dari hasil identifikasi tantangan dalam ketahanan air di Indonesia, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi arah kebijakan pengelolaan sumber daya air di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46837</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.279-288</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 279-288</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46837/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/70340</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Keberlanjutan Pengelolaan SANIMAS SPALD-T di Kota Bandung</dc:title>
	<dc:creator>Ramdhan, Mohammad Arditya</dc:creator>
	<dc:creator>Withaningsih, S</dc:creator>
	<dc:creator>S, Sunardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BABS; ODF; Keberlanjutan; RAPFISH; Sanitasi; SANIMAS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada Tahun 2022 Kota Bandung telah mendeklarasikan 100% ODF (Open Defecation Free) sebagaimana telah ditempuh sejak dimulai tahun 2015 melalui sejumlah program yang salah satunya melalui Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), yang saat ini masih menjadi alternatif Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat. Namun demikian tren pembangunan sistem desentralisasi menghadapi isu keberfungsian dan keberlanjutan dari prasarana terbangun. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh status keberlanjutan pengelolaan SANIMAS SPALD-T berdasarkan indikator-indikator keberlanjutan dan untuk merumuskan rekomendasi pengelolaan SANIMAS SPALD-T yang lebih berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di 33 Kelurahan di Kota Bandung. Analisis data dilakukan menggunakan metode MDS RAPFISH, Monte Carlo, dan Leverage, berdasarkan delapan dimensi (teknis, pembiayaan, lingkungan, institusi, sosial, keterlibatan masyarakat, peraturan dan komitmen politik, serta kesehatan lingkungan dan perilaku kesehatan). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat dua dimensi dengan status berkelanjutan, yaitu dimensi teknis (100%) dan dimensi kesehatan lingkungan dan perilaku kesehatan (79,226%). Sementara kondisi cukup berkelanjutan terjadi pada dimensi keterlibatan masyarakat (64,651%). Sedangkan kondisi kurang berkelanjutan terjadi pada empat dimensi yaitu dimensi lingkungan (49,405%), institusi (35,056%), sosial (32,161%), dan dimensi peraturan dan komitmen politik (49,809%). Adapun dimensi yang terkategori tidak berkelanjutan adalah dimensi pembiayaan (0,426%). Peneliti merekomendasikan sejumlah upaya peningkatan keberlanjutan pengelolaan SANIMAS SPALD-T diantaranya melalui : 1). pelibatan aktif kaum perempuan/ibu dalam pengelolaan SANIMAS SPALD-T; 2). Menginisiasi dan memfasilitasi pembentukan asosiasi KPP; 3). menyusun mekanisme perbaikan infrastruktur SANIMAS SPALD-T ataupun pemberian bantuan perbaikan dari Pemerintah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70340</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1190-1204</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1190-1204</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70340/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/70340/18989</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/29109</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Sebaran Parameter Kualitas Air dan Indeks Pencemaran di Perairan Teluk Parepare-Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Handiani, Dian Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Heriati, Aida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">indeks pencemaran, kualitas air, teluk parepare, logam bera</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Teluk Parepare di Sulawesi Selatan merupakan kawasan dengan aktivitas pelabuhan penumpang dan kargo, serta perikanan yang produktif. Aktifitas ini berdampak terhadap ekologi di perairan tersebut. Pesisir dan laut secara ekologi memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia. Salah satunya fungsi siklus biogeokimia dari buangan limbah yang masuk ke perairan tersebut. Akan tetapi, kebermanfaatan ini hendaknya tidak melebihi kapasitas ekologinya dalam menerima suatu jumlah limbah. Jika berlebih, maka akan terjadi kerusakan lingkungan dan kesehatan yang sulit ditoleransi. Kondisi ini mempersulit perairan tersebut untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berkesesuaian dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran spasial parameter kualitas air laut dan indeks pencemaran di perairan Teluk Parepare, serta sebagai upaya membantu pemerintah setempat melakukan pengawasan dan pengendalian pencemaran di perairan tersebut. Penelitian ini memanfaatkan hasil pengukuran in situ enam parameter (suhu, salinitas, pH, ammonia, timbal dan tembaga) di 28 stasiun pengamatan. Parameter tersebut mencakup baku mutu peruntukkan wilayah pelabuhan dan mengingat di kawasan tersebut terdapat juga aktivitas kilang minyak. Sebaran spasial parameter kualitas perairan merupakan hasil interpolasi dengan metode Inverse Distance Weighted (IDW) dari hasil pengukuran lapangan dan dihitung indeks pencemarannya. Hasil menunjukkan sebaran suhu, salinitas, ammonia, dan pH terlarut berkesesuaian dengan baku mutu, sedangkan konsentrasi timbal dan tembaga (logam berat) berada di atas baku mutu. Indeks pencemaran (IP) menghasilkan nilai antara 1,69–38,66. Nilai IP diklasifikasikan menjadi indeks cemar ringan di 14 stasiun pengamatan dan sebaran cemar ringan dominan di Teluk Parepare bagian dalam. Indeks cemar sedang terdapat di 12 stasiun pengamatan dan sebarannya di Teluk Parepare bagian luar, sedangkan cemar berat terdapat di 2 stasiun dan sebarannya di sekitar pesisir Kota Parepare. Kondisi ini menunjukkan bahwa parameter logam berat (seperti timbal dan tembaga) telah melebihi baku mutu dan berkaitan dengan berbagai kegiatan pelabuhan, serta perkapalan di sekitar perairan Teluk Parepare. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/29109</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.272-282</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 272-282</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/29109/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58185</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Determinant Factors of Community Involvement in Becoming a Customer of the Waste Bank in Tamanjaya Village, Tamansari District, Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Annashr, Nissa Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Muharry, Andy</dc:creator>
	<dc:creator>Yogaswara, Dadan</dc:creator>
	<dc:creator>Khoerunisa, Nisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Determinant Factors; Community Involvement; Customer; Waste Bank</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tamansari District has the 4th largest waste generation in Tasikmalaya City in 2021, namely 34.93 tons per day. The purpose of this study was to analyze the determinant factor of community involvement in becoming a customer of the Lestari Waste Bank. This research was included in the analytic observational study using a cross sectional design. The population in this study was all households living in RW 13, Tamanjaya Village, totaling 102 people. Sampling using total sampling technique. Therefore, the sample size involved in the study was 102 people. Data collection was carried out through an interview process with a questionnaire instrument. The data analysis consisted of univariate analysis, bivariate analysis using chi-square and fisher's exact tests and multivariate analysis using multiple logistic regression tests. The results showed that education level (p = 0.049; OR = 2.889), knowledge (p = 0.0001; OR = 6.333), attitude (p = 0.0001), socialization (p = 0.012; OR = 4.146), external support (p = 0.0001; OR = 14.074) were proven to be determinant factors for community involvement in becoming customers of the waste bank. The determinant factor most related to community involvement in becoming a customer of the Waste Bank was external support (OR = 8.636).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58185</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.743-755</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 743-755</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58185/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4259</identifier>
				<datestamp>2013-03-05T04:49:05Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RANCANG BANGUN DAN UJI ALAT PROSES PENINGKATAN MINYAK CENGKEH PADA KLASTER MINYAK ATSIRI KABUPATEN BATANG</dc:title>
	<dc:creator>Widayat, W</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyono, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Ngadiwiyana, N</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK  Minyak cengkeh merupakan salah satu produk dari minyak atsiri yang dihasilkan oleh Kluster Minyak Atsiri di Kabupaten Batang. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kadar eugenol yang rendah serta warna yang belum bisa memenuhi standar SII/EOA maupun SNI 06 2387 2006. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peningkatan kualitas minyak cengkeh /eugenol dengan proses adsorpsi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: bahan minyak cengkeh belum memenuhi standar SNI 06 2387 2006 khususnya dari warna dan kadar eugenol total. Hal ini dikarenakan dalam proses masih digunakan peralatan dari besi. Minyak cengkeh dapat ditingkatkan kadar eugenol dan perbaikan warna menjadi lebih cerah (kuning) dengan penambahan asam sitrat 0,6-10%. Peralatan dengan pengadukan dapat digunakan dalam proses peningkatan minyak cengkeh. Daya yang terpasang sekitar 1 PK dan kapasitas setiap batch 20-30 kg dengan waktu operasi 60 menit dan temperatur 50oC. Kemampuan UKM di Klaster Minyak Atsiri Kab Batang Jawa Tengah dapat ditingkatkan dengan kegiatan pelatihan dan Expo hasil penelitian. Pada Tahun pertama, UKM telah melakukan kegiatan analisis produk dan perbaikan minyak cengkeh sehingga memenuhi standar SNI 06 2387 2006. Kata Kunci: minyak cengkeh, eugenol, adsorpsi, tangki berpengaduk, persentase Fe terikat    ABSTRACT   Clove oil is a product of essential oils produced by clusters of Essential Oils in Batang. The problem faced today is that low levels of eugenol and it color doen’t meet with SII / EOA and SNI 06 2387 2006 standard. The purpose in this research for improving the quality of clove oil / eugenol with adsorption process. The results showed that: clove oil doesn’t meet of SNI 06 2387 2006 especially at colors and total eugenol. This is because the process was used equipment from iron. The eugenol and color improving to yellow bright of clove oil by adding citric acid from 0.6 to 10%. Stirring equipment can be used to the process for increasing the quality of clove oil. Installing power of about 1 PK with batch of 20-30 kg capacity with 60 minutes operating time at 50oC. The capability of UKM at clusters of Essential Oil at Batang, Central Java can be improved by training and researching Expo. In the first year, UKM had engaged in product analysis and improvement of clove oil that meets with SNI 2387 06 2006.   Keywords: clove oil, eugenol, adsorption, stirred tank, the percentage of Fe bonded</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-11-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4259</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.10.2.64-69</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012; 64-69</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4259/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43019</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Upaya Perlindungan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dari Ancaman Abrasi dan Perubahan Iklim</dc:title>
	<dc:creator>Octavian, Amarulla</dc:creator>
	<dc:creator>Marsetio, Marsetio</dc:creator>
	<dc:creator>Hilmawan, Abimanyu</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Rizqi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pesisir; Pulau-Pulau Kecil; Abrasi,; Perubahan Iklim; Perlindungan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kerusakan pesisir dan pulau-pulau kecil akibat abrasi dan dampak perubahan iklim di Provinsi Sumatera Barat sudah di tingkat yang mengkhawatirkan. Kondisi geografis Sumatera Barat yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia membuat sifat tumbukan gelombang di pesisir relatif kuat sehingga abrasi berlangsung dengan cepat. Kerusakan ekosistem mangrove akibat penebangan, alih fungsi lahan, pencemaran muara, dan kerusakan terumbu karang akibat penggunaan bom, potas, dan pemutihan karang, turut mempercepat terjadinya abrasi. Kerusakan pesisir dan pulau-pulau kecil perlu dicegah karena dapat mengurangi keunggulan strategis pertahanan di wilayah terluar, mengganggu efektivitas fungsi infrastruktur sipil dan militer di pesisir, mengganggu stabilitas ekonomi dan mengurangi ruang hidup masyarakat, membahayakan navigasi, dan mengancam keanekaragaman hayati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sumberdaya dan upaya pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat dalam melindungi pesisir dan pulau-pulau kecil dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Penelitian dilaksanakan pada 15-23 September 2019 di Kota Padang dan di Pulau Sipora. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dan wawancara mendalam kepada pejabat instansi pemerintah daerah dan warga di sekitar pesisir. Data dianalisis menggunakan teknik data condensation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan instansi-instansi daerah memiliki keunggulan uniknya masing-masing dalam mendukung pencegahan abrasi dan adaptasi perubahan iklim, namun upaya-upaya yang dilaksanakan masih bersifat sporadis, reaktif, tidak terkoordinasi, dan tidak berkelanjutan. Sumber daya bahan baku untuk pencegahan abrasi dan adaptasi perubahan iklim tersedia melimpah di Sumatera Barat, namun sumber daya keorganisasian yang dimiliki instansi daerah relatif terbatas. Kondisi ini membuat abrasi dan dampak perubahan iklim tidak dapat dicegah secara efektif.ABSTRACTWest Sumatera Province has an alarming rate of coastal and small islands destruction caused by abrasion and the effect of climate change. Geographical characteristic of West Sumatera Province which directly face Hindia Ocean quickly have it’s coastal area eroded with abrasion caused by a strong wave. The destruction of mangrove forest and coral reefs further made the abrasion process worse. Coastal and small islands destruction need to be stopped because it could reduce military strategic advantage in national outer areas, reducing the effectiveness of military and civilian infrastructures, destabilizing economy and narrowing the living space of people, endangering the safety of ship navigation, and threatening nature’s biodiversity. The aim of this research is to understand the resources and actions of West Sumatera Province’s local government of how it protect the coastal area and small islands from abrasion and to adapt to the effects of climate change. The research was conducted in September 15 to 23 in 2019 at Padang City and Sipora Island of Kepulauan Mentawai Regency. Data collected by field observation and in-depth interview to officials from local government and the locals. Data analyzed by using data condensation, data display, and conclusion drawing analytical technique. The research shows that each provincional departments under West Sumatera Province local government have it’s own unique approach and technique to prevent abrasion and adapt to the effects of climate change, but the action taken usually implemented sporadically, reactive, uncoordinated, and not sustainable. Natural resources needed to prevent abrasion and to adapt to climate change are abundant, but the Province’s organisational resources is limited, causing the coastal area and small islands innefectively protected </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43019</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.302-315</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 302-315</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43019/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60884</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:41:41Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendugaan Potensi Biomassa dan Nilai Ekonomi Serapan Karbon Tegakan di Hutan Rakyat Desa Plosorejo, Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Bela, Depas Isa</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadwiati, Rissa</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Rezky Lasekti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Desa Plosorejo; Hutan rakyat; Karbon; Nilai Ekonomi; Serapan Karbon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">CO2 adalah gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Upaya mitigasi perubahan iklim adalah mempertahankan hutan rakyat. Vegetasi hutan rakyat memiliki peran penting yaitu menyerap gas rumah kaca, seperti CO2 melalui fotosintesis dan menyimpannya bentuk biomassa serta memiliki nilai ekonomi. Pentingnya peran hutan rakyat dalam upaya mitigasi perubahan iklim, maka penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi potensi biomassa, karbon yang tersimpan, serta dampak ekonomi dalam penyerapan karbon tegakan di Hutan Rakyat Desa Plosorejo. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan kombinasi systematic sampling with random star. Intensitas sampling yang digunakan sebesar 1% dari luas hutan rakyat sebesar 194 ha. Hasil penelitian menunjukkan Hutan Rakyat Desa Plosorejo memiliki 702 individu tanaman pada fase pohon dan tiang, terdiri dari 13 jenis pohon penyusun, yang didominasi oleh sengon, jati dan durian. Biomassa total mencapai 4.540 ton/ha, nilai cadangan karbon tegakan mencapai 2.140,28 ton/ha, nilai penyerapan karbon sebesar 7.825,8 ton/ha. Selanjutnya, nilai ekonomi penyerapan karbon seluruh hutan rakyat Desa Plosorejo mencapai Rp1.224.330.758,4 dihitung berdasarkan harga karbon 10 USD per ton dan kurs Rp15.644,80/USD. Hasil ini menunjukkan pentingnya peran hutan rakyat dalam mitigasi perubahan iklim serta potensi ekonominya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60884</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.286-294</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 286-294</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60884/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/60884/15442</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/18965</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:26:00Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penilaian Keberlanjutan Masyarakat Di Distrik Arguni Bawah Kabupaten Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat</dc:title>
	<dc:creator>Antoh, Alfred Alfonso</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Nurhayati Arifin HS</dc:creator>
	<dc:creator>Chozin, M.A.</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, HS</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sustainibility assesment; Arguni bawah; Kaimana District</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menghasilkan nilai keberlanjutan berdasarkan presepsi masyarakat terhadap aspek ekologi, sosial budaya dan  spiritual.  Metode dalam penelitian ini adalah wawancara dengan teknik wawancara. Penilaian keberlanjutan masyarakat atau community sustainability assessment (CSA) dilakukan di 15 kampung sampel peneltian. Setiap kampung dipilih 10 anggota masyarakat yang representatif dan metode pemilihan responden secara sengaja (puposive sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa kampung Jawera (1035) progres yang sangat baik menuju keberlanjutan dan dapat dijadikan sebagai kampung percontohan untuk penilaian keberlanjutan masyarakat. Aspek sosial dan spiritual menampilkan penilaian yang cukup baik dibandingkan dengan aspek ekologis.  Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa 14 kampung perlu didorong agar dapat berkelanjutan dengan belajar dari kampung contoh dengan cara meningkatkan komponen-komponen dalam aspek ekologis, sosial dan spiritual agar dapat berkelanjutan.Kata kunci: Penilaian keberlanjutan, Arguni bawah, Kabupaten Kaimana ABSTRACT This study aims to generate sustainability value based on the perception of society on ecological, socio-cultural and spiritual aspects. The method in this research is a close interview. Community sustainability assessment (CSA) was undertaken in 15 sample research villages. Each village was chosen by 10 representative members of the community and the method of selecting respondents intentionally (purposive sampling). The results show that Jawera village (1035) is a very good progress towards sustainability and can serve as a pilot village for community sustainability assessment. Social and spiritual aspects display a fairly good judgment compared to ecological aspects. The conclusion in this research is that 14 villages need to be encouraged to be sustainable by learning from sample villages by improving components in ecological, social and spiritual aspects in order to be sustainable.Keywords: Sustainability assessment, Arguni bawah, Kaimana DistrictSitasi : Antoh, A.A., Arifin, N.H.S, Chozin, M.A. dan Arifin, H.S (2018). Penilaian Keberlanjutan Masyarakat Di Distrik Arguni Bawah Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 113-119, doi:10.14710/jil.16.2.113-119 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Bogor Agriculture University</dc:contributor>
	<dc:date>2018-12-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/18965</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.2.113-119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018; 113-119</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/18965/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/51569</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perubahan Resapan Airtanah Pasca Gunungapi Semeru 4 Desember 2021</dc:title>
	<dc:creator>Amalia, Faizatul</dc:creator>
	<dc:creator>Rusydi, Alfi Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Masitoh, Ferryati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">resapan airtanah; erupsi gunungapi; airtanah; MIF</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Letusan gunung berapi dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, dimana banyak vegetasi yang hilang sehingga mengurangi resapan airtanah, yang menyebabkan ketersediaan air bagi masyarakat semakin berkurang di masa yang akan datang. Oleh karena itu, sumber daya air perlu dilestarikan untuk masa depan. Kajian ini mengidentifikasi kondisi spasial imbuhan di lereng Gunungapi Semeru dan potensi airtanah sebelum dan sesudah letusan gunungapi. Selain itu, pengaruh kondisi daerah resapan dan potensi air tanah pasca erupsi di lereng Gunung Api Semeru juga dianalisis berdasarkan metode Multi Influence Factor (MIF). Penelitian ini menggunakan tujuh parameter yaitu curah hujan, geomorfologi, geologi, kemiringan lereng, tekstur tanah, kerapatan drainase dan tutupan lahan. Parameter-parameter tersebut diukur dengan menggunakan teknik Multiple Influence Factors (MIF), dimana informasi yang diperoleh dari masing-masing parameter ditimbang dan disortir untuk mengevaluasi potensi zona resapan airtanah. Hasil perhitungan dengan menggunakan teknik MIF menunjukkan bahwa terjadi penurunan potensi airtanah di lereng Gunung Api Semeru pasca erupsi, sehingga tidak dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap kondisi airtanah di lereng Gunung Api Semeru. Faktor tutupan lahan merupakan faktor yang paling terpengaruh oleh erupsi Gunung Semeru, sehingga berpengaruh signifikan terhadap penurunan potensi airtanah di lereng Gunung Api Semeru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51569</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.594-602</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 594-602</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51569/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/51569/12517</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/75155</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T13:44:52Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peran Mediasi Green Port terhadap Pengaruh Energi Terbarukan dan Manajemen Limbah terhadap Kinerja Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Purwanto, F. X. Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Purwiyanto, Didik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Energi terbarukan; Manajemen limbah; Green port; Kinerja lingkungan; SEM-PLS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aktivitas pelabuhan berkontribusi signifikan terhadap degradasi lingkungan, sehingga diperlukan pendekatan pengelolaan yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menguji secara empiris peran mediasi Green Port dalam hubungan antara energi terbarukan dan manajemen limbah terhadap kinerja lingkungan pelabuhan. Analisis dilakukan menggunakan SEM-PLS pada 77 responden, dengan nilai R² sebesar 0,759 untuk kinerja lingkungan dan 0,662 untuk implementasi Green Port, menunjukkan kemampuan prediktif model yang kuat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa energi terbarukan dan manajemen limbah berpengaruh signifikan terhadap kinerja lingkungan (p &lt; 0,05), baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Green Port. Variabel mediasi Green Port terbukti memperkuat pengaruh kedua variabel eksogen, dengan efek mediasi yang signifikan (p &lt; 0,01). Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dengan menegaskan bahwa transisi energi bersih dan sistem pengelolaan limbah terintegrasi merupakan fondasi utama dalam penerapan pelabuhan hijau. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola pelabuhan dan pembuat kebijakan untuk memprioritaskan investasi energi terbarukan dan manajemen limbah sebagai strategi kunci dalam meningkatkan kinerja lingkungan secara berkelanjutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/75155</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.1500-1508</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1500-1508</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/75155/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/75155/20778</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/33145</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:46:04Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keanekaragaman Jenis, Tutupan Lamun, dan Kualitas Air di Perairan Teluk Ambon</dc:title>
	<dc:creator>Rugebregt, Marsya Jaqualine</dc:creator>
	<dc:creator>Matuanakotta, Caleb</dc:creator>
	<dc:creator>Syafrizal, Mr.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lamun, Keanekaragaman, Tutupan lamun, Kualitas air, Teluk Ambon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ekosistem lamun memiliki fungsi ekologi sebagai habitat, tempat pemijahan, pengasuhan, pembesaran, dan mencari makanan dari berbagai biota. Berkembangnya kegiatan manusia di wilayah pesisir khususnya di perairan Teluk Ambon seperti pariwisata, pemukiman, dan aktivitas lainnya berpengaruh terhadap ekosistem lamun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan persentase tutupan, serta kualitas air di ekosistem lamun Teluk Ambon. Penelitian dilakukan pada bulan September 2019 di Teluk Ambon pada tujuh stasiun yaitu Tanjung Tiram, Halong, Galala, Lateri, Passo, Waiheru, dan Tawiri. Data diperoleh menggunakan teknik transek dengan mengadopsi protocol dari UNESCO pada ekositem lamun yang kontinu atau koleksi bebas pada vegetasi lamun. Parameter kualitas air yang diukur meliputi parameter fisika (suhu dan salinitas) dan parameter kimia (pH, DO, nitrat, silikat dan fosfat. Suhu, salinitas, pH, dan Do diukur secara in situ dengan menggunakan Water Quality Checker WTW 3430 Set F. Sampel air dianalisa pada laboratorium Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon menggunakan metode spektrofotometri. Hasil yang diperoleh terdapat enam jenis lamun yang ditemukan di Teluk Ambon yaitu Enhalus acroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Halophila minor, Cymonocea rotundata, dan Halodule pinifolia. Persentase tutupan lamun stasiun Galala : E. acroides (34,41%), T. hemprichii (28,37%), H. ovalis (1,40 %) dan H. pinifolia (35.81%); Halong : E. acroides (29,42%), T. hemprichii (7,95%), H. ovalis (1,77 %), C. rotundata (10.58%) dan H. pinifolia (35.81%); Tj. Tiram : E. acroides (41.51%), T. hemprichii (52,72%), H. ovalis (0,61 %) dan H. pinifolia (5.16%); Lateri : E. acroides (76.25%) dan T. hemprichii (52,72%); Passo : H. minor (100%); Waiheru : E. acroides (100%); Tawiri  H. ovalis (46,45%) dan H. pinifolia (53.55%). Suhu perairan lebih rendah dari suhu optimum. Salinitas perairan dan DO masih dalam bakumutu yang diperolehkan. Berdasarkan nilai pH maka perairan Teluk Ambon tergolong perairan tidak produktif. Kadar fosfat dan nitrat lebih tinggi dari baku mutu berdasarkan KMNLH 2004.ABSTRACTThe seagrass ecosystem has ecological function as a habitat, spawning, nurturing, growing, and foraging for food from various biota. Developing activities in the coastal area in the Ambon Bay waters, such as activities, settlements, and other activities that affect the seagrass ecosystem. The research objective was to determine the diversity of types and proportions of cover, and water quality in the Ambon Bay seagrass ecosystem. The research was conducted in September 2019 in Ambon Bay at seven stations namely Tanjung Tiram, Halong, Galala, Lateri, Passo, Waiheru, and Tawiri. Data were obtained using the transect technique with UNESCO protocol on continuous seagrass ecosystem or free collection of seagrass vegetation. Water quality parameters measured include physical parameters (temperature and salinity) and chemical parameters (pH, DO, nitrates, silicates, and phosphates. Temperature, salinity, pH, and measured in situ using Water Quality Checker WTW 3430 Set F. Air analysis The results obtained were six types of seagrass found in Ambon Bay, namely Enhalus acroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Halophila minor, Cymonocea rotundata, and Halodule pinifolia. Percentage of seagrass station coverage of Galala : E. acroides (34,41%), T. hemprichii (28,37%), H. ovalis (1,40%) and H. pinifolia (35,81%); Halong: E. acroides (29,42 %)), T. hemprichii (7,95%), H. ovalis (1,77%), C. rotundata (10,58%), and H. pinifolia (35,81%); Tj. Oysters: E. acroides (41,51%), T. hemprichii (52,72%), H. ovalis (0,61%) and H. pinifolia (5,16%); Lateri: E. acroides (76,25%) and T. hemprichii (52,72%); Passo: H. minor (100%); Waiheru: E. acroides (100%); Tawiri; H. ovalis (46,45%) and H. pinifolia (53,55%). The water temperature is lower than the optimal temperature. The salinity of the waters and DO are still in the quality obtained. Based on the pH value, the waters of Ambon Bay are classified as non-productive waters. Phosphate and nitrate levels were higher than the quality standard based on KMNLH 2004.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33145</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.589-594</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 589-594</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33145/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/55734</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Flood Risk Analysis in Gajah Wong River, Yogyakarta City</dc:title>
	<dc:creator>Suprayogi, Slamet</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Suci Purnama</dc:creator>
	<dc:creator>Setiacahyandari, Husnul Khotimah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flood Modelling; HecRAS; Gajah Wong</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Evaluation of flood events in an area is essential to minimize its impacts by conducting hydrological and hydraulic river modeling. In 2016 and 2022, the events led to the breach of the Gajah Wong River levee, causing the floodwater to overflow and inundate residential areas, reaching a height of 2 meters. This study aims to analyze the risks posed by the Gajah Wong River overflow, while also identifying the elements at risk due to the potential of flooding. The flood inundation scenario modeling using Hec-RAS requires input such as peak discharge, Digital Terrain Model (DTM), and Manning's coefficient. High-resolution aerial photo extraction is employed to generate DTM and identify buildings affected by flood inundation, in accordance with the flood modeling. The rational method is used to calculate the peak discharge, utilizing the maximum daily rainfall data from 2001 to 2021. The results show that there was a significant expansion of inundation that reached 4.826 m2 for the 2-year and 50-years flood return periods. However, in terms of the flood impact on buildings, an area of 30.350,68 m2 is affected for the 2-year return period, and it expands to 35.439,05 m2 for the 50-year flood.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55734</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.1033-1040</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 1033-1040</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55734/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/55734/15802</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45245</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dinamika Kebijakan dan Aktor dalam Pembentukan Papua Barat Sebagai Provinsi Konservasi</dc:title>
	<dc:creator>Fatem, Sepus Marten</dc:creator>
	<dc:creator>Samber, Ade Olyvia</dc:creator>
	<dc:creator>Marwa, Jonni</dc:creator>
	<dc:creator>Boseren, Melanesia B.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebijakan, Provinsi Konservasi, Pembangunan Berkelanjutan, Papua Barat, Aktor, Peran,</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan dinamika pembentukan Kebijkan Provinsi Konservasi sejak tahun 2009-2020, mengidentifikasi aktor-aktor yang terlibat dalam proses perumusan Kebijakan Provinsi Konservasi. Penelitian berlangsung selama 2 bulan yakni 10 April-10 Juni 2022 di Kabupaten Manokwari. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dan analisis dokumen. Jumlah informant dalam kajian ini sebanyak 15 orang. Hasil studi mencatat bahwa kebijakan Provinsi Konservasi awalnya diinisiasi oleh Mantan Gubernur Papua Barat, Abraham O. Ataruri dari tahun 2009-2010 atas dukungan dari lembaga non pemerintah seperti WWF, TNC dan CII. Pembentukan provinsi konservasi terbagi menjadi 3 periode waktu yakni: Periode I- tahun 2010-2015, Periode II-tahun 2016-2017 dan periode III tahun 2018-2020. Tahun 2015, Papua Barat dideklarasikan sebagai provinsi konservasi. Namun, Pasca penetapannya, terjadi kevakuman selama 2 tahun (2015-2017) karena transisi kepemimpinan. Kebijakan provinsi konservasi barulah kembali mendapat dukungan ketika terjadi kepemimpinan Gubernur Papua Barat periode 2017-2022. Salah satu bentuk penguatan bagi inisiatif provinsi konservasi untuk diketahui para pihak, maka dilakukanlah konferensi internasional keanekaragaman hayati dan ekonomi kreatif tanggal 7-10 Oktober 2018. Konferensi ini menghasilkan 14 rekomendasi penting. Konferensi berhasil menghadirkan berbagai pihak termasuk aktor-aktor non pemerintah dalam mendukung pengembangan provinsi konservasi. Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 3 aktor pendukung utama yakni PEMDA Papua Barat, UNIPA dan Lembaga Non Pemerintah (WWF, TNC dan CII). Selanjutnya, aktor pendukung, yaitu Yayasan EcoNusa dan Bentara Papua, yang membantu di tahun 2017-2018 dalam memberikan saran perbaikan atas dokumen PERDASUS. Aktor pendukung lainnya, yaitu aktor yang hanya terlibat di akhir proses pengembangan kebijakan provinsi konservasi, yaitu Yayasan Perdu dan Mnukwar. Aktor non pemerintah diatas terlibat menggunakan sumberdaya manusia, fasilitas maupun dukungan pendanaan yang diperoleh dari mitra kerja, jejaring dan kerjasama baik tingkat nasional dan internasional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45245</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.888-900</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 888-900</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45245/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44959</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:55Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Paparan Pencemar Udara Terhadap Stres Oksidatif: Sistematik Review</dc:title>
	<dc:creator>Kusmiyati, Kusmiyati</dc:creator>
	<dc:creator>Kambuno, Norma Tiku</dc:creator>
	<dc:creator>Selasa, Pius</dc:creator>
	<dc:creator>Waangsir, Ferry William Frangky</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pencemar; udara; review; stress oksidatif; antioksidan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencemaran udara mempengaruhi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.  Pencemar udara dapat menyebabkan perubahan molekul dalam tubuh sebagai penanda dini gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang pengaruh pencemar udara terhadap stres oksidatif. Jenis penelitian adalah sistematik review dari artikel penelitian yang dilakukan sebelumnya. Penelitian dilaksanakan pada Apri-Mei 2021. Pencarian literature dilakukan melalui data base Science Direct pada periode publikasi 2017-2021.  Kata kunci yang digunakan adalah “air pollutant” OR “oxidative stress” AND “air pollution” OR “oxidative stress”.   Artikel yang diperoleh menggunakan kata kunci dan memenuhi kriteria inklusi selanjutnya dilakukan penilaian kelayakan menggunakan The JBI Critical Appraisal.  Dari menilaian kelayakan diperoleh 15 artikel dari data base Science Direct yang selanjutnya ditelaah. Hasil pdari penelusuran literature diketahui jenis pencemar udara antara lain PM2,5, NO2, Ozon, partikulat, PM10, PM2.5, NO2, dan CO, PM udara ambien, abu vulkanik, bahan bakar dan sebagainya. Paparan polutan udara dapat menyebabkan stress oksidatif dalam berbagai penanda antara lain peningkatan produksi spesies oksigen reaktif, penurunan antioksidan, 8-OHDG.  Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pajanan pencemar udara menyebabkan perubahan pada penanda biologis stress oksidatif yang merupakan indikasi dini adanya gangguan kesehatan sebagai dampak dari pencemar udara.  Perlu upaya pengendalian pencemaran udara agar tidak menimbulkan dampak negatif pada manusia.ABSTRACTAir pollution had an impact on environmental quality and public health. Air pollutants could cause molecular changes in the body as an early marker of health problems. The purpose of this study was to obtain an overview of the effect of air pollutants on oxidative stress. This study was a systematic review of previous research articles. The research was carried out in April-May 2021. The literature search was carried out through the Science Direct database in the 2017-2021 publication period. The keywords used were “air pollutant” OR “oxidative stress” AND “air pollution” OR “oxidative stress”. Articles obtained using keywords and meeting the inclusion criteria were then assessed for feasibility using The JBI Critical Appraisal. From the feasibility assessment, 15 articles were obtained which were then reviewed. The results of a literature search showed that the types of air pollutants include PM2.5, NO2, Ozone, particulates, PM10, PM2.5, NO2, and CO, ambient air PM, volcanic ash, fuel and so on. Exposure to air pollutants caused oxidative stress in various markers, including increased production of reactive oxygen species, decreased antioxidants, 8-OHDG. The conclusion of this study is that exposure to air pollutants causes changes in biological markers of oxidative stress which is an early indication of health problems as a result of air pollutants. Efforts are needed to control air pollution so that it does not have a negative impact on humans.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44959</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.628-636</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 628-636</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44959/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63779</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Keberlanjutan dan Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Kabupaten Lombok Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Hamit, Lalu Sarwan</dc:creator>
	<dc:creator>Mahardika, I Gede</dc:creator>
	<dc:creator>Rai, I Nyoman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KEK Mandalika; ekosistem mangrove; analisis keberlanjutan; strategi pengelolaan; multidimensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penetapan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) zona pariwisata menyebabkan meningkatnya pembangunan dan operasional kegiatan wisata di wilayah tersebut. Hal ini memberikan berbagai dampak dan mengancam keberlanjutan ekosistem mangrove yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status tingkat keberlanjutan dan merumuskan strategi pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan di KEK Mandalika. Pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan mengacu pada empat dimensi yaitu ekologi, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Berdasarkan keempat dimensi tersebut, dilakukan analisis status tingkat keberlanjutan dengan menggunakan Rapid Appraisal for Mangrove Ecosystem (Rap-MEcosystem). Berdasarkan hasil status tingkat keberlanjutan yang dihasilkan, disusun strategi pengelolaan dengan menggunakan analisis Interpretive Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara multidimensi nilai indeks keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di KEK Mandalika yaitu 48,63. Nilai ini tergolong dalam kategori status kurang berkelanjutan. Status pengelolaan yang kurang berkelanjutan ini menunjukkan perlunya perhatian khusus pada ekosistem mangrove yang ada. Tiga strategi prioritas yang dapat dilakukan dalam pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan, yaitu mengikut sertakan masyarakat dalam pengembangan mangrove untuk kesejahteraan, melaksanakan rencana pengembangan ekonomi ekowisata mangrove yang telah ada pada masterplan, dan melakukan evaluasi monitoring secara berkala kondisi ekosistem mangrove. Pelaksanaan strategi-strategi konkret harus segera dilakukan untuk memastikan bahwa ekosistem mangrove akan tetap memberikan manfaat bagi lingkungan dan manusia, baik pada saat ini ataupun pada masa yang akan datang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63779</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.585-596</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 585-596</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63779/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21489</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:29:32Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perancangan Pesan untuk Meningkatkan Intensi Perilaku Hemat dalam Menggunakan Air</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Hasrini</dc:creator>
	<dc:creator>Gantini, Ratna Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anchor, desain eksperimen, Hierarchy of Effect Model, pesan, perilaku hemat air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ketersediaan potensi air bersih di Indonesia menurun, sehingga kontribusi dari semua pihak diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah dengan mendorong perilaku hemat air dari penggunanya melalui pemaparan pengetahuan atau pemahaman tentang kondisi ketersediaan air dan kualitas air di masa sekarang dan di masa depan. Upaya mendorong orang untuk menggunakan air secara bijak dapat dilakukan dengan menyampaikan pesan yang dirancang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pesan yang efektif untuk mendorong masyarakat menjadi lebih hemat dalam menggunakan air dengan mengadopsi Hierarchy of Effect Model dan metode anchor.Pesan akan mempengaruhi penerima secara bertahap mulai dari aspek kognitif, afektif dan niat. Sementara anchordigunakan dalam pesan untuk menciptakan keadaan pikiran yang diinginkan untuk meningkatkan efektivitas pesan yang disampaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen. Dalam penelitian pendahuluan, ditemukan bahwa stimulus yang mengandung isi pesan yang memberikan efek takut memiliki tingkat yang signifikan dalam mempengaruhi intensi partisipan. Eksperimen pertama dari penelitian utama membuktikan hubungan hirarkis antara aspek kognitif, afektif dan intensi. Eksperimen kedua dari penelitian tersebut menemukan bahwa jenis konten pesan yang dapat meningkatkan niat masyarakat untuk menggunakan air dengan bijaksana adalah jenis konten pesan yang menimbulkan efek takut terhadap konsekuensi dari penggunaan air yang berlebihan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21489</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.231-238</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 231-238</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21489/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50296</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Degradation of Congo Red Dye in Wastewater using Ozonation Method with H2O2 Catalyst</dc:title>
	<dc:creator>Wulansarie, Ria</dc:creator>
	<dc:creator>Rozaq, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Bismo, Setijo</dc:creator>
	<dc:creator>Rengga, Wara Dyah Pita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Congo red; Ozonasi; COD; BOD5; Katalis H2O2</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The development of the industrial sector in Indonesia has increased very rapidly, especially in the textile industry. The increasing number of industries has an impact on the amount of industrial waste. Congo red dye is one of the dyes that are often used in the textile industry. Industrial dye waste needs to be processed so as not to damage the environment because the substances contained are harmful to the environment. One way that can be used to neutralize dye waste is ozone. Ozone can be used in many fields such as oxidation of inorganic/organic compounds and disinfection (or control of pathogens). H2O2 catalyst is used to accelerate the ozonation process. In this research the variables used were ozonation time (0.15,30,45,60 minutes), pH conditions (5,7,9) and the concentration of H2O2(0,2.5,5,7.5,10) % mass. Based on the research, it was found that the longer the ozonation time, the higher the pH value, and the more H2O2 used, the better the ozonation process results, namely the lower the concentration of dyes, COD, and BOD5 contained in the wastewater.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50296</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.150-154</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 150-154</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50296/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/50296/12124</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37978</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Perubahan Curah Hujan terhadap Produktivitas Padi Sawah di Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Aditya, Fanni</dc:creator>
	<dc:creator>Gusmayanti, Evi</dc:creator>
	<dc:creator>Sudrajat, Jajat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Iklim; Variabilitas; Curah Hujan; Padi; Korelasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Variabilitas curah hujan sangat erat kaitannya dengan perubahan iklim di suatu wilayah dan analisisnya sangat berguna dalam mengukur ketersediaan air untuk pertanian khususnya padi sawah. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas curah hujan dan hubungan curah hujan tahunan terhadap produktivitas padi di Kalimantan Barat.  Lokasi penelitian difokuskan di wilayah Kabupaten Mempawah dan Kubu Raya dengan menggunakan data yang tersedia pada tahun 2000-2019. Analisis datanya menggunakan persamaan variabilitas dan dilanjutkan dengan analisis korelasi dan komposit. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabilitas curah hujan tahunan di Mempawah dan Kubu Raya termasuk dalam kategori rendah. Nilai variabilitas bulanan menunjukkan rentang yang bervariasi dari rendah hingga ekstrem di setiap lokasi. El Nino memiliki dampak negatif yang kuat terhadap curah hujan pada periode Juni-Juli-Agustus (JJA) dan September-Oktober-November (SON), sedangkanLa Nina memiliki dampak positif yang kuat terhadap curah hujan pada periode Juni-Juli-Agustus. Pada periode Desember-Januari-Februari (DJF) dan Maret-April-Mei (MAM), El Nino (La Nina) memiliki efek terhadap peningkatan (pengurangan) curah hujan. Dipole Mode Positif memberikan dampak pengurangan curah hujan pada periode SON dan MAM. Dipole Mode Negatif memberikan dampak bervariasi pada curah hujan pada periode JJA, SON dan DJF. Hubungan signifikan antara curah hujan tahunan dan produktivitas padi hanya ditunjukkan di Sungai Kunyit dan Sungai Kakap. Hal ini mengindikasikan bahwa curah hujan tahunan secara umum tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas padi di sebagian besar wilayah penelitian. ABSTRACTRainfall variability is closely related to climate change in a particular region and it is useful in estimating the water availability for agriculture, especially lowland rice. This study examines the rainfall variability and correlation between annual rainfall and rice productivity in West Kalimantan. The research location is focused on the Mempawah and Kubu Raya districts in 2000-2019. The variability equation accompanied by correlation and composite analysis was used in the analysis. The result shows that the variability of annual rainfall in Mempawah and Kubu Raya falls in the low category. Monthly rainfall variability values mark a range that varies from low to extreme at each location. El Nino had a substantial negative impact on rainfall in the June-July-August (JJA) and September-October-November SON period. While, La Nina had a positive impact on rainfall only in the JJA period. In the December-January-February (DJF) and March-April-May (MAM) period, El Nino (La Nina) has an anomalous effect on increasing (reducing) rainfall. Positive Dipole Mode gives the negative impact in the SON dan MAM period. Negative Dipole Mode has a varied impact on rainfall in the JJA, SON and DJF periods. The significant corellation between annual rainfall and rice productivity was shown only at Sungai Kunyit and Sungai Kakap. This indicates that the annual rainfall generally has no significant effect on rice productivity in most areas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37978</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.237-246</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 237-246</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37978/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61189</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimalisasi Rancangan Unit Kontak Stabilisasi dan Parit Oksidasi untuk Pengolahan Air Limbah Industri Batik berdasarkan Variabel Desain Operasional</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Allen</dc:creator>
	<dc:creator>Ajie, Oktavian Wahyu Pratama</dc:creator>
	<dc:creator>Shofiatunnisa’, Azizzah</dc:creator>
	<dc:creator>Assiddiqi, Teuku Devan</dc:creator>
	<dc:creator>Sahda, Alimah Hasyyati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air limbah; batik; kontak stabilisasi; parit oksidasi; pengolahan biologi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Industri batik menghasilkan limbah cair dengan volume besar sebesar 80% dari total kebutuhan air. Integrasi pengolahan biologi dan fisikokimia merupakan alternatif terbaik untuk mereduksi kontaminan organik dan bahan kimia dari proses pewarnaan batik. Optimalisasi pengolahan biologi dari tipe konvensional lumpur aktif dapat menerapkan opsi unit kontak stabilisasi dan parit oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai efisiensi polutan organik, ketersediaan lahan, dan pengaruh waktu detensi/hydraulic retention time (HRT) untuk perencanaan unit kontak stabilisasi dan parit oksidasi. Tahapan desain dimulai dengan estimasi debit, konsentrasi polutan, dan penentuan nilai kriteria disain. Karakteristik air limbah industri batik memiliki konsentrasi BOD, COD, dan TSS berturut-turut dalam rentang 2050-2710 mg/L, 3855-78178 mg/L, dan 1180-1315 mg/L. Nilai efisiensi penyisihan bahan organik pada unit kontak sebesar 58,8%; unit stabilisasi sebesar 28,8%, serta unit parit oksidasi 96%. Kapasitas atau volume unit kontak stabilisasi sebesar 520 m3, lebih besar dibandingkan unit parit oksidasi sebesar 115,37 m3. Kontak stabilisasi membutuhkan luas area pengolahan sebesar 130 m2,sedangkan parit oksidasi 96,15 m2. HRT unit kontak stabilisasi (unit kontak sebesar 0,97 jam dan unit stabilisasi sebesar 4,67 jam) jauh lebih singkat dibandingkan parit oksidasi sebesar 27,6 jam. Dengan demikian, HRT singkat dan pada unit kontak stabilisasi dapat mengolah air limbah industri batik dalam kuantitas yang lebih besar dibandingkan unit parit oksidasi. Tergantung dari pencapaian kinerja pengolahan, kontak stabilisasi dan parit oksidasi memberikan solusi alternatif selain unit konvensional lumpur aktif untuk meningkatkan kualitas efluen air olahan. Desain unit ini dapat diimplementasikan untuk skala lapangan sebagai bagian dari integrasi pengolahan biologi dan fisikokimia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61189</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1338-1348</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1338-1348</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61189/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10532</identifier>
				<datestamp>2017-03-01T03:09:13Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK KULIT BATANG DAN KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Shigella dysentriae</dc:title>
	<dc:creator>Prasaja, Dimas</dc:creator>
	<dc:creator>Darwis, Welly</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibacterial, tree bark extract, rind of Mangosteen extract, Shigella dysenteriae, clear zone.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas kombinasi ekstrak kulit batang dan kulit buah manggis (Gracinia mangostana L.) sebagai antibakteri Shigella dysenteriae dari bulan Maret sampai Mei 2011, untuk mengetahui konsentrasi efektif dari ekstrak kulit batang dan kulit buah manggis dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Penelitian uji antibakteri ini menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Konsentrasi perlakuan yang diperoleh dari uji awal MIC digunakan untuk uji efektivitas kombinasi dari ekstrak kulit buah dan ekstrak kulit batang masing-masing 5,5%, 6,25%, 7%, 7,75%, 8,5%, dan 4,5%, 5,25%, 6%, 6,75%, 7,5%. Sebagai pembanding digunakan antibiotik kloramfenikol 50μg/ml. Dari hasil analisis keragaman dengan Rancangan Acak Lengkap berfaktor diperoleh bahwa pada setiap faktor konsentrasi perlakuan menunjukkan berbeda tidak nyata. Uji antibakteri dengan diameter zona bening yang paling efektif terdapat  pada perlakuan kombinasi konsentrasi esktrak kulit buah dan kulit batang manggis A2B1 6,25% dan 4,5% yaitu 5,66 mm dengan kategori daya hambat sedang (5-10 mm). Hasil zona bening baku pembanding kloramfenikol sebagai antibakteri Shigella dysenteriae yaitu 5,55 mm.A research on combined the effectiveness Test of combination  of tree bark and rind extract of Mangosteen (Gracinia mangostana L.) as antibacteria on Shigella dysenteriae to know the effective concentration of tree bark and rind extract of Mangosteen in inhibiting the growth of Shigella dysenteriae had been conducted from March to May 2011. Research method used is disk diffusion (Kirby-bauer). The obtained concentration in preliminary test MIC which were used to exam combined effectiveness test of each tree bark and rind extract of mangosteen were 5,5 % ; 6,25 % ; 7 % ; 7,75 % ; 8,5 % and 4,5 % ; 5,25 % ; 6 % ; 6,75 % ; 7,5 %. Antibiotic Chloramphenicol 50 µg/ml was used as standard of comparison. Based on Diversity analysis by using factorial completely randomized design method acquired that each test concentration factor indicated not significantly different result. The most effective clear zone diameter of antibacterial test found in combination of 6,25% and 4,5% of tree bark and rind extract (A2B1) that was 5,66 mm as medium inhibition in category (5-10 mm). While the result of Chloramphenicol comparison clear zone as antibacterial was 5,55 mm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10532</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.12.2.83-91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014; 83-91</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10532/8376</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45191</identifier>
				<datestamp>2023-11-21T19:18:20Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Persepsi Masyarakat Terhadap Lingkungan Pemeliharaan Ternak Babi yang Diumbar di Kampung Gaya Baru dan Sekitar Pasar Wosi, Manokwari</dc:title>
	<dc:creator>Pattiselanno, Freddy</dc:creator>
	<dc:creator>Santoso, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Marani, Odiktur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lingkungan, Peternakan Babi, Umbaran, Persepsi Masyarakat, Manokwari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap dampak peternakan babi yang dipelihara secara umbar di Kampung Gaya Baru. Penelitian ini di lakukan pada bulan Mei-Juni 2018. Respon masyarakat diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuisioner berbasis skala Likert dan observasi langsung di lapangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung, wawancara dan studi kepustakaan dengan analisis data statistik deskriptif menggunakan skala likert serta perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil perhitungan selanjutnya ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik, serta dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian terhadap persepsi masyarakat di Kampung Gaya Baru dan wilayah sekitar Pasar Wosi berada pada kategori terganggu dengan total nilai persepsi 1529. Responden dapat bertahan sampai dengan saat ini karena mereka cepat beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.115-124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 115-124</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45191/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64037</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Reduksi Nitrogen dan Fosfor dari Air Limbah Budidaya Perikanan menggunakan Free-Water Surface Constructed Wetlands dengan Lemna minor</dc:title>
	<dc:creator>Mufida, Ummi Afifatul</dc:creator>
	<dc:creator>Rifai, Ridwan Muhamad</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzi, Ichsan Achmad</dc:creator>
	<dc:creator>Rachminiwati, Nina</dc:creator>
	<dc:creator>Yulistyorini, Anie</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air limbah budidaya ikan; free-water surface CW; Lemna minor; nitrogen; fosfor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Semakin banyaknya pembangunan di Indonesia termasuk fasilitas industri perikanan memberikan dampak pada kondisi lingkungan. Fasilitas industri perikanan di Kota Malang saat ini belum memiliki sistem pengolahan air limbah. Faktanya air limbah budidaya ikan yang dihasilkan dapat mencemari air permukaan. Polutan (Nitrogen dan Fosfor) yang terdapat pada air limbah budidaya ikan baik hasil dari sisa metabolisme maupun sisa pakan ikan dapat menyebabkan eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa reduksi konsentrasi polutan (Nitrogen dan Fosfor) pada air limbah budidaya perikanan dengan menggunakan tanaman air Lemna minor menggunakan sistem Free-Water Surface Flow Constructed Wetlands (FWS CW). FWS CW yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai dimensi tinggi 0,4 m, panjang 2 m dan lebar 1 m. Debit air limbah budidaya ikan yang dialirkan menggunakan dua macam Hydraulic Retention Time (HRT), yaitu 14 jam dan 7 jam. FWS CW dengan HRT 14 jam dengan debit inlet 15,14 mL/s dapat menurunkan konsentrasi amonium, nitrat dan fosfat dengan tingkat efisiensi 50,09%; 28,11%; dan 72,37%. Sedangkan FWS CW dengan HRT 7 jam dan debit inlet 30,28 mL/s dapat menurunkan konsentrasi amonium, nitrat dan fosfat dengan tingkat efisiensi 38,93%; 23,91%; dan 88,28%. Dapat disimpulkan bahwa FWS CW dengan HRT 14 jam lebih efisien untuk mereduksi nitrogen, sedangkan FWS CW dengan HRT 7 jam lebih efisien untuk mereduksi fosfor.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64037</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.907-914</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 907-914</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64037/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/24925</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengolahan Air Limbah Domestik menggunakan Biosand Filter</dc:title>
	<dc:creator>Ratnawati, Rhenny</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfah, Sakbanul Lailatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air limbah domestik; Biological Oxygen Demand; Biosand filter; Total Suspended Solid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biosand filter merupakan alternatif teknologi pengolahan air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis efisiensi biosand filter menggunakan variasi komposisi dan ketinggian media dan 2) Membandingkan variasi komposisi dan ketinggian media yang paling efektif selama pengolahan menggunakan biosand filter. Penelitian ini menggunakan dua reaktor yang masing-masing berdimensi (30 x 30 x 100) cm dengan adanya variasi komposisi dan ketinggian media. Susunan media yang digunakan pada kedua reaktor terdiri dari media kerikil:pasir kasar:pasir halus:karbon aktif. Reaktor 1 mempunyai ketinggian masing-masing adalah (10:10:30:10) cm untuk media kerikil:pasir kasar:pasir halus:karbon aktif. Reaktor 2 media kerikil:pasir kasar:pasir halus:karbon aktif dengan masing-masing ketinggian adalah (10:10:15:25) cm. Filter dioperasikan secara batch dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Pengambilan sampel dilakukan selama 20 hari dimulai dari hari ke-0, 5, 10, 15, dan 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan konsentrasi BOD dan TSS pada reaktor 1 dengan susunan media kerikil:pasir kasar:pasir halus:karbon aktif (10:10:30:10) cm berturut-turut adalah 62,92% dan 78,40%. Pada reaktor 2 dengan susunan media kerikil:pasir kasar:pasir halus:karbon aktif (10:10:15:25) cm mempunyai nilai efisiensi penurunan konsentrasi BOD dan TSS masing-masing adalah 67,01% dan 81,99%. Variasi susunan media yang lebih efektif dalam menurunkan konsentrasi BOD dan TSS pada air limbah domestik adalah reaktor 2 dengan media kerikil:pasir kasar:pasir halus:karbon aktif dengan ketinggian (10:10:15:25) cm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/24925</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.8-14</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 8-14</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/24925/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/24925/3830</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53645</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Pemanfaatan Zeolit Alam Ende sebagai Katalis dalam Pirolisis Polietilena dari Sampah Plastik</dc:title>
	<dc:creator>Bani, Gregorio Antonny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Katalis; Pirolisis; Polietilena; Zeolit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Plastik merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan sehari-hari yang akhirnya berujung pada penumpukan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir sampah. Untuk itu, metode pirolisis dapat dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan penumpukan sampah plastik. Permasalahan utama dalam menjalankan pirolisis adalah kebutuhan sumber energinya yang sangat besar. Oleh karena itu, penggunaan katalis sangat dibutuhkan, seperti Zeolite Socony Mobile (ZSM) yang berasal dari jenis sintetis yang memiliki harga yang tergolong mahal. Kabupaten Ende memiliki deposit zeolit alam yang cukup besar, sehingga dapat juga dimanfaatkan untuk dijadikan katalis murah dalam proses pirolisis sampah plastik. Tetapi, aktivitas katalitik zeolit alam sangat bergantung pada metode aktivasinya, jenis reaktan dan karakteristik alami dari zeolit tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian mengenai karakteristik dan aktivitas katalitik dari zeolit alam Ende dalam pirolisis polietilena dari sampah plastik yang meliputi Energi aktivasi hingga kualitas minyak yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka terdapat beberapa pokok penting yang disimpulkan dari penelitian ini, antara lain: (1) Proses aktivasi dapat merubah sifat kimia dan sifat fisika zeolit alam Ende meliputi kristalinitas, luas permukaan, volume pori dan jejari pori, serta keasamannya untuk dijadikan sebagai katalis. (2) Katalis zeolit alam aktif Ende pada proses pirolisis polietilena dari sampah plastik mampu menurunkan energi aktivasi hingga 4.371,1 cal/mol pada perlakuan komposisi katalis 0,10. (3) Suhu operasi pirolisis di atas 400 oC adalah perlakuan suhu terbaik yang sangat mempengaruhi waktu, volume dan kualitas cairan pirolisis polietilena dari sampah plastik. (4) Komposisi 0,10 merupakan komposisi terbaik dari penggunaan zeolit alam aktif Ende sebagai katalis dalam proses pirolisis polietilena dari sampah plastik. (5) Interaksi terbaik antara suhu dan katalis zeolit alam aktif Ende adalah pada perlakuan suhu 400 oC dan komposisi katalis 0,10.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53645</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.447-454</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 447-454</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53645/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/41890</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Penyerapan Kebisingan oleh Jenis Pohon Pelindung Jalan di Provinsi Gorontalo</dc:title>
	<dc:creator>Hamidun, Marini Susanti</dc:creator>
	<dc:creator>Baderan, Dewi Wahyuni K</dc:creator>
	<dc:creator>Malle, Megawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jenis Pohon; Intensitas bising kendaraan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan vegetasi berupa pepohonan berperan dalam menjaga kestabilan ekosistem dan lingkungan. Pepohonan dikenal mampu menciptakan lingkungan yang bebas polusi dikarenakan pohon mampu menyerap gas polutan, menurunkan suhu dan menyerap bunyi melalui batang, ranting dan daun.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas jenis pohon terhadap tingkat penyerapan bising yang disebabkan oleh kendaraan bermotor di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di Kab. Bone Bolango ruas Jl. BJ. Habibie, Tapa-Kabila dan By Pass. Kota Gorontalo di ruas Jl. Pangeran Hidayat, HOS. Cokroaminoto dan HB. Jassin. Kab. Gorontalo Jl. Sama’un Pulubuhu, Sudirman, dan Trans Sulawesi. Tingkat kebisingan diukur menggunakan sound level meter. Tingkat kebisingan diukur pada 1 meter di depan pohon dan pada 1 meter dan 5 meter di belakang pohon, 1,5 m dari tanah. Mengumpulkan data pohon melalui metode survei dan mencatat ketebalan batang, tinggi batang bawah, tinggi tajuk, luas tajuk dan jarak tanam. Hasil Pengukuran menunjukkan bahwa efektivitas penyerapan bunyi oleh jenis pohon Trembesi (Samanea saman) berkisar 0.11% - 0.17% (pengurangan 7.3 dB - 16 dB). Pohon Angsana (Pterocarpus indicus) berkisar 0.07% - 0.14% (pengurangan 7.2 dB - 13.3 dB). Pohon Mahoni (Swietenia mahagoni) sebesar 0.06% - 0.16% (pengurangan 5.2 dB - 13.5 dB) dan pohon Kali Jawa (Lannea coromandelica) sebesar 0.08% - 0.15.% (pengurangan 6.3 dB – 11.9 dB). Berdasarkan kerapatan jarak tanam, luas tajuk, tinggi pohon dan diameter batang, setiap jenis pohon memiliki kemampuan menyerap suara yang berbeda. Pohon Trembesi memiliki efektivitas yang lebih besar dibanding jenis pohon Angsana, Mahoni ataupun Kalijawa. Hal ini karena Trembesi memiliki luas kanopi yang besar dan susunan daun yang rapat sehingga mampu menahan gelombang bunyi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. ABSTRACTThe existence of vegetation such as trees plays an important role in maintaining the stability of ecosystem and environment. The potential of trees is also known to create a pollution-free environment because trees can absorb the pollutants, lower the temperature, and also absorb the sounds through the stems, branches, and leaves. The purpose of this research is to figure out the effectiveness of type of trees towards the level of absorbing the noise emitted by motor vehicles in Gorontalo Province. This research was conducted in Bone Bolango District on a road section of BJ. Habibie Street, Tapa-Kabila Street and a bypass. In Gorontalo City, the location of the research was in Pangeran Hidayat Street, HOS. Cokroaminoto Street and HB. Jassin Street. In Gorontalo District, the research was located in Sama’un Pulubuhu Street, Sudirman Street, and Trans Sulawesi. The noise level is measured by using sound level meter. The level of noise was measured on 1 meter in front of the trees, on the first and fifth meters behind the trees, and 1.5 meters above the ground. The data of the trees were collected from a survey method and note-taking on the thickness of the stem, height of the bottom stem, height of the canopy, area of the canopy, and the distance between plants. The measurement results showed that the effectiveness of sound absorption by Rain Tree (Samanea saman) is around 0.11% - 0.17% (7.3 dB - 16 dB subtraction); Angsana Tree (Pterocarpus indicus) around 0.07% - 0.14% (7.2 dB - 13.3 dB subtraction); Mahogany Tree (Swietenia mahagoni) as big as 0.06% - 0.16% (5.2 dB - 13.5 dB subtraction); and Kalijawa Tree (Lannea coromandelica) as big as 0.08% - 0.15.% (6.3 dB – 11.9 dB subtraction). Based on the spacing density of the plants, area of the canopy, height of tree and the stem diameter, each type of tree has different potential in absorbing sound. Rain tree has is more effective than Angsana, Mahogany, and Kalijawa Trees. This is because Rain Tree has a big area of canopy and tight leaf arrangement so that it can absorb the sound wave produced by motor vehicles.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41890</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.661-669</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 661-669</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41890/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/70103</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Biomonitoring Kesehatan Ekosistem Sungai Menggunakan Serangga Akuatik di Sungai Bedog, Daerah Istimewa Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Heri</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Andhika Puspito</dc:creator>
	<dc:creator>Widyastuti, Margaretha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sungai Bedog; Serangga Akuatik; Kualitas Air; Hilsenhoff biotic index (HBI)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aktivitas manusia, seperti urbanisasi, pertanian, dan deforestasi, secara signifikan mengubah lanskap di sekitar aliran sungai yang menyebabkan kerusakan lingkungan fisik sungai, seperti perubahan kualitas air dan hilangnya vegetasi riparian. Perubahan lahan untuk pengembangan wilayah perkotaan yang terjadi disekitar Sungai Bedog telah membawa dampak yang signifikan terhadap kesehatan ekosistem sungai tersebut. Salah satu cara untuk mengevaluasi kualitas perairan adalah menggunakan bioindikator sebagai pemantauan kualitas air (biomonitoring). Biomonitoring kesehatan ekosistem sungai dapat dilakukan melalui analisis tingkat toleransi terhadap kehadiran beberapa famili serangga akuatik tertentu dan berfungsi untuk menilai kualitas air dan kesehatan ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kelimpahan, keanekaragaman, dan peran serangga akuatik yang ditemukan serta penilaian kualitas air Sungai Bedog berdasarkan analisis HBI. Metode yang digunakan yaitu analisis Indeks Kelimpahan Margalef (Dmg), Indeks keanekaragaman Simpson (D1), Indeks kemerataan jenis Simpson (ED2), dan Indeks kesamaan jenis Jaccard (Sj) serta analisis Hilsenhoff Biotic Index (HBI). Hasil analisis menujukkan bahwa tingkat kelimpahan dan keanekaragaman tinggi serta peran serangga akuatik yang ditemukan yaitu sebagai Herbivor, Karnivor, Detrivor, dan Predator. Analisis kualitas air dan kesehatan sungai menggunakan metode Hilsenhoff biotic index (HBI) di Sungai Bedog tergolong baik hingga sangat baik di beberapa stasiun pengamatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70103</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1140-1148</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1140-1148</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70103/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/27377</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ragam Vegetasi Hutan Rawa Air Tawar di Taman Wisata Alam Jering Menduyung, Bangka Barat</dc:title>
	<dc:creator>Aziz, Aziz</dc:creator>
	<dc:creator>Henri, Henri</dc:creator>
	<dc:creator>Adi, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TWA Jering Menduyung; hutan rawa air tawar; keragaman; vegetasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Taman Wisata Alam (TWA) Jering Menduyung merupakan salah satu hutan konservasi Bangka Belitung yang terletak di Kabupaten Bangka Barat. Pada kawasan ini mempunyai hutan mangrove primer yang mendominasi seluas 1209,7 Ha dari seluruh tutupan lahan. Selain itu, juga terdapat ekosistem hutan rawa 405,519 Ha dan hutan belukar rawa 478,709 Ha. Hutan rawa air tawar pada beberapa tahun terakhir keadaan vegetasi mengalami banyak gangguan seperti adanya aktivitas pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman vegetasi hutan rawa air tawar di TWA Jering Menduyung. Metode analisis vegetasi menggunakan metode kombinasi antara metode jalur dan metode garis berpetak, sedangkan penempatan jalur menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hutan rawa air tawar memiliki 25 jenis tumbuhan yang termasuk kedalam 19 famili. Famili Rubiaceae merupakan jenis yang paling banyak, diantaranya yaitu jenis Ixora paludosa (Blume) Kurz, Psychotria sp., Oxyceros longiflorus (Lam.) T.Yamaz, Psychotria sp.. Melaleuca leucadendron L merupakan spesies yang mendominasi pada tingkat pertumbuhan pancang (115,64%), tiang (300%) dan pohon (300%). Sementara tingkat semai, spesies yang mendominasi adalah Cyperus sp. (58,62%). Indeks keanekaragaman Shannon-Weiner yang ditemukan tertinggi berkisar anatara 1,591-2,197 yang ditemukan pada tingkat semai dan pancang. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Weiner pada tingkat tiang dan pohon &lt;1. Distribusi spesies berdasarkan indeks kemerataan Evennes untuk semua tingkat pertumbuhan (semai, pancang, tiang dan pohon) di hutan rawa air tawar menunjukkan distribusi spesies yang tidak sama (0-0,792). Stategi yang tepat dalam pengelolaan hutan rawa air tawar TWA Jerieng Menduyung ini melalui pendekatan partisipatif pada tingkat lanskap untuk perencanaan pengelolaan ekosistem hutan yang efektif dan berkelajutan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27377</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.200-208</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 200-208</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27377/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56424</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemodelan Kesesuaian Habitat Ikan Cakalang Menggunakan Penginderaan Jauh di Perairan Selatan Jawa Barat – Banten</dc:title>
	<dc:creator>Suhermat, Mamat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">MODIS, MaxEnt, cakalang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemodelan kesesuaian habitat merupakan hal yang sangat penting dalam proses perencanaan pengelolaan sumber daya perikanan laut di masa depan. Kondisi lingkungan suatu perairan mempengaruhi habitat ikan cakalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model kesesuaian habitat ikan cakalang di perairan selatan Jawa Barat – Banten. Data suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a digunakan dalam pemodelan ini diperoleh dari citra satelit MODIS periode Desember 2018 hingga November 2019. Data lokasi tangkapan cakalang diperoleh dari laporan tangkapan. Pemodelan ini dijalankan menggunakan software MaxEnt. Suhu permukaan laut mempengaruhi model pada rentang 28,3 – 29,2 °C untuk musim barat dan 24,0 – 28,5 °C untuk musim timur. Model mendapat pengaruh konsentrasi klorofil-a pada rentang 0 – 0,1 mg/m3 baik pada musim barat maupun musim timur. Hasil pemodelan menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan tingkat akurasi mencapai 0,84 untuk musim barat dan 0,92 untuk musim timur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56424</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.667-671</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 667-671</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56424/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4073</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T07:46:09Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGELOLAAN AIR TANAH BERBASIS KONSERVASI DI RECHARGE  AREA BOYOLALI (Studi Kasus Recharge Area Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah)</dc:title>
	<dc:creator>Riastika, Meyra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Groundwater potential in Boyolali District is very large, because it is situated on Karanganyar - Boyolali Groundwater Basin. This study was conducted in order to find an ideal form of conservation-based management to conserve ground water potential in Boyolali District by analyzing the condition of groundwater recharge area located in Cepogo and environmental problems in the area.This study used survey methods by measuring, interviewing, and observing the area, to obtain the facts occurring in the area. Result gained from the research are groundwater potential in Boyolali District is large enough with the total flow of the springs in Boyolali District to achieve 2.085 liter/sec, which is used for irrigation and clean water service taps. The potential of groundwater depends on its recharge area located in Cepogo. Sub district Cepogo which is located at elevation 700 - 1000 m above sea level, and the ground water level ranges between 10 – 50 m under the local ground. The environmental problems in groundwater recharge area Su district Cepogo are: land usage caused by the sand mining and the social culture farming.Groundwater conservation-based management based on PP No 43 Tahun 2008 proposed to be applied in recharge area Sub district Cepogo, Boyolali District, through: the protection and conservation of groundwater, preservation of groundwater, and quality management control of groundwater pollution. This is the Government responsibility in accordance with their authority and should be implemented by involving the communitySitus barbarslot terpercaya dengan berbagai pilihan permainan seru, peluang menang besar, dan fitur bonus menarik. Nikmati pengalaman bermain aman dan menyenangkan kapan saja!Barbarslot adalah salah satu situs resmi https://www.26barsandaband.com/videos/, 5rb dan depo 5k terbaru dengan beragam permainan terbaik tahun 2025.Nikmati pengalaman bermain https://www.carsoncityantiquemall.com/contact-3, grafis epik dan fitur bonus hadir untuk meningkatkan peluang kemenangan.Rasakan keseruan bermain di om88 dengan peluang menang yang lebih besar. Nikmati pengalaman bermain yang seru, aman, dan penuh tantangan. Segera coba dan raih kemenangan besarmu!Situs gacorqq adalah game yang sering memberikan kemenangan besar, meskipun hasilnya tetap acak, tak bisa diprediksi, dan bergantung pada keberuntungan pemain.Tempat terbaik hari ini untuk bermain game slot, dengan beragam permainan tersedia cukup dengan minimal deposit 5000 di situs gacorqq login, Anda dapat bermain sepuasnya dan kapan saja.Hadir untuk Anda slot deposit 5000, bersama situs gacor5000 raih kemenenangan mudah dan juga fasilitas game terlengkap beda dari lainnya.kumolojoyohttps://pn-batang.go.id/id/https://www.ppdkk.edu.my/https://cyclinic.com.tw/https://carriesbridalcollection.com/https://inspimate.co.ke/https://www.affluence-inf.com/https://socialmovementtechnologies.org/https://www.dac-hr.com/https://ican4ir.com/https://ucrnn.net/https://family-life.co/https://pelangideco.com/https://elsekgroup.com/https://icanleaduganda.com/https://lowveldfruits.co.za/https://dominionng.com/https://www.lwuc.org/https://acadasuite.com/https://noraktech.com/https://burocromatico.mx/https://norakle.com/https://downeyrootcanal.com/https://www.summit-smile.com/https://www.mycreativesmiles.com/https://appetito.uz/https://adsec.net/https://fahariloungemalindi.com/https://dahnanproperties.com/https://foresthydrology.gov.bc.ca/https://www.gebhardtforcolorado.com/https://gitlab.weather.noaa.gov/https://msoid.abom.org/https://www.rogeebeverlyhills.com/https://wasre-datamover.umaryland.edu/https://worthyfigures.com/https://www.helsingborgsakademin.helsingborg.se/https://saa.uinsgd.ac.id/https://designsbylillianj.com/https://www.tsv-einheit.de/https://starbuckspartnerhoursinfo.com/https://infosphereeducation.com/https://amandlaomnotho.com/https://puntacanard.do/https://alessandraquartaconte.com/https://sieudaga.com/https://horusservices.com.co/https://tiffanyqueen.store/https://accessstudentportal.com/https://www.fitlifefoundations.com/https://www.nukandy.com/https://filipinofoodcart.com/https://starbridgeguides.com/https://3beansart.com/https://www.iestpahtsihuas.edu.pe/https://worldoffoods.net/https://abejotaburnaby.cl/https://peoplesopioidsummit.com/https://voordeliggenieten.nl/https://bewealthyandjoyful.com/https://fabiananliker.com/https://ipracticegolf.com/https://lhbtiqontact.nl/https://maxdiscountcodes.com/https://stturtle.com/https://clickcatalystai.com/https://grubz.co.za/https://ir-terrasverwarming.nl/https://refael-group.co.il/https://www.thedriftlesssheep.com/https://yabolichina.com/https://www.gr4nt.com/https://moviestylepopcorn.com/https://pcavisen.dk/https://emersonart.com/https://surfessay.com/https://tuaton.com/https://chelsea-westside.com/https://jadejewlery.com/https://sencesecret.com/https://www.passticks.com/https://detucasa.online/https://davidrefael.co.il/https://refaelgroup.co.il/https://verygoodclean.com/https://www.knightvisor.com/https://klinkerhaus-am-wald.de/https://medicata.ee/https://refael-nadlan.co.il/https://www.bajioffer.com/https://buycyh.com/https://giuseppemagra.com/https://www.kutivzkouture.co.uk/https://lenyvankessel.nl/https://the-domains.com/https://thenativeborne.com/https://windowsandoors.co.uk/https://max-aperture.com/https://www.tacology101.com/https://paragontelco.com/https://dataleaked.com/https://brassringlineage.co/https://capelsoundhaven.com.au/https://goldcoastmecfs.com/https://sbtienda.com/https://shehealth.com/https://worldofteas.ca/https://mamieexcels.com/https://patriotluxpools.com/https://cascadesculinary.com/https://texasprideconcrete.com/https://recipetohappy.com/https://laalquiladora.com/https://thevpsacademy.com/https://ministry-websites.com/https://businesswebsiteservices.net/https://sqrealty.com.mx/https://emrooznama.com/https://hubbil.com/https://seoactions.com/https://testlang.com/https://thevinenetwork.com/https://yogaconmarcella.com/https://lakehouseufaula.com/https://elliotpro.com/https://nftgallerycenter.com/https://eastexhomecenter.com/https://culturallyresponsiveminds.com/https://leadgeeks.net/https://nextwavestrategies.ai/https://naju.us/https://roofingmasters.ca/https://smokemart.ca/https://www.maquette.ca/https://www.caraccidentattorneycolumbia.com/https://www.ergotijm.nl/https://www.earthyoga.store/https://acesdrains.com/https://agentedesegurosdesalud.com/https://asportdesigns.com/https://astatic-solutions.com/https://beattiepropertyservices.com/https://bigwestgiftsuite.com/https://bleroofing.com/https://bmugc.com/https://cardsandcrime.com/https://dharmasimple.com/https://ebolightmd.com/https://anovelidea.com.au/https://calvaryhill-lyman.org/https://eficon.cl/https://divinorigen.cl/https://einsparhelden.de/https://bulkbuydirect.store/https://www.caedenfetters.com/https://www.duncandigital.com/https://elixirclio.com/</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4073</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.9.2.86-97</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011; 86-97</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4073/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42957</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Alam Adalah Keluarga: Internalisasi Nilai-Nilai Ekologis Dalam Ritual Nahunan Suku Dayak Ngaju</dc:title>
	<dc:creator>Cambah, Tahan Mentria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">family; internalization; ecological; nahunan ritual; Dayak Ngaju tribe</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Krisis ekologi sudah sangat mengancam kehidupan. Berbagai bencana dan penderitaan melanda dunia. Namun, krisis ekologi masih terjadi. Oleh sebab itu, krisis ekologi mesti diatasi dengan berbagai cara. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggali berbagai potensi kearifan lokal yang ada di wilayah setempat. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dalam ritual nahunan yang biasanya dilakukan oleh suku Dayak Ngaju tidak hanya sekedar upacara rutin, tetapi terdapat nilai-nilai ekologis yang dapat menyadarkan masyarakat, khususnya orang Dayak Ngaju bahwa mereka harus ikut terlibat dalam mengatasi krisis ekologis yang sedang terjadi. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan yakni menggali berbagai sumber yang relevan untuk membahas topik dan mendapatkan data yang dibutuhkan, kemudian akan digali internalisasi nilai yang terdapat dalam ritual nahunan tersebut. Dalam ritual nahunan ditemukan nilai-nilai ekologis yang menunjukkan bahwa terdapat internalisasi konsep bahwa alam adalah keluarga. Konsep tersebut dapat mendukung pemeliharaan lingkungan hidup melalui ritual nahunan Suku Dayak Ngaju. Konsep tersebut dapat dikembangkan untuk mendorong kepedulian masyarakat dalam memelihara lingkungan hidup. Konsep tersebut adalah berupa nilai-nilai yang menganggap alam sebagai keluarga bagi manusia.ABSTRACTThe ecological crisis is already very life-threatening. Various disasters and suffering have hit the world. However, the ecological crisis is still occurring. Therefore, the ecological crisis must be overcome in various ways. One way that can be done is to explore the potential of local wisdom in the local area. This paper aims to show that the nahunan ritual, which is usually carried out by the Ngaju Dayak tribe, is not just a routine ceremony. However, ecological values can make people aware, especially the Ngaju Dayak people, that they must be involved in overcoming the ecological crisis. This paper uses a qualitative literature method to explore various relevant sources to discuss the topic and obtain the data needed. Then, the internalization of the values contained in the nahunan ritual will be explored. In the nahunan ritual, ecological values are found, which indicate an internalization of the concept of nature as family and can be encouraged through environmental preservation in the nahunan ritual of the Ngaju Dayak Tribe. This concept can be developed to encourage public awareness of preserving the environment. The concept is expressed in the form of values that involve nature as a family for humans.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42957</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.210-218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 210-218</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42957/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62076</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:36:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Etnobotani Masyarakat Suku Bugis Wondulako Berdasarkan Kebutuhan Hidup</dc:title>
	<dc:creator>Alang, Hasria</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Sartika Gunawan</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsuri, Syamsuri</dc:creator>
	<dc:creator>Nasir, Agung</dc:creator>
	<dc:creator>Khairillah, Yuyun Nisaul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bugis; Etnobotani; Kolaka; Pengetahuan Lokal; Wondulako</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian mengenai tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Bugis di Wondulako di Kabupaten Kolaka belum pernah dilaporkan. Disisi lain, banyak pengetahuan masyarakat yang belum dikaji, sementara kondisi akan sumberdaya hayati semakin mengalami kerusakan dan bahkan hilang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji jenis tanaman dan pemanfaatannya oleh masyarakat Suku Bugis di Kecamatan Wondulako. Metode penelitian ini yaitu deskriptif ekploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap sejumlah responden, yaitu tetua, dan tokoh masyarakat. Data yang diperoleh selanjutnya didokumentasikan dan buat dalam bentuk tabel, ataupun diagram dengan mengelompokkan jenis, organ tanaman, dan cara pengolahan. Analisa data selanjutnya dilakukan secara deksriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Suku Bugis di Wondulako diantaranya sebagai bahan obat-obatan, pangan dan upacara adat. Jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat tersebut sebagai obat tradisional yaitu ciplukan, sirih merah, serikaya, safron, sereh cina, jahe, kunyit, kunyit putih, sirsak, jarak tintir, kelapa, miana, alpukat, sukun dan jeruk nipis. Jenis tumbuhan yang digunakan sebagai sumber pangan yaitu yaitu beras, sagu, pisang, ubi jalar dan ubi kayu. Jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat di Kec. Wondulako Kabupaten Kolaka sebagai upacara adat yaitu adalah pisang, kelapa, kunyit, beras, nangka, pandan, cengkeh, temulawak, pala dan mangkokan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62076</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.189-200</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 189-200</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62076/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/18579</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:25:03Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kearifan Lokal Masyarakat sebagai Upaya Konservasi Hutan Pelawan di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung</dc:title>
	<dc:creator>Henri, Henri</dc:creator>
	<dc:creator>Hakim, Luchman</dc:creator>
	<dc:creator>Batoro, Jati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kearifan lokal; sumberdaya hayati; konservasi; hutan pelawan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPenurunan keanekaragaman hayati umumnya disebabkan oleh adanya degradasi sumberdaya hayati dan kurangnya upaya konservasi. Oleh karena itu, salah satu upaya konservasi sumberdaya alam dapat dilakukan dengan mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat dalam melestarikan lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016-Februari 2017 di Hutan Pelawan, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara secara mendalam (In-depth Interview) dan FGD (Focus Group Discussion) yang terbagi menjadi small group discussion dan final group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah penamaan Hutan Pelawan berasal dari pohon pelawan (Tristaniopsis merguensis Griff.) yang mendominasi kawasan hutan tersebut. Hutan ini mengalami pro dan kontra sebelum ditetapkan sebagai kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) Kabupaten Bangka Tengah. Pada saat ini, kondisi hutan tersebut  telah memiliki tiga fungsi utama yaitu: konservasi sumberdaya hayati, pembangunan berkelanjutan, dan logistic support (penelitian, pendidikan, dan monitoring). Kearifan lokal masyarakat yang masih terjaga dan berkaitan langsung dengan upaya konservasi sumberdaya alam Hutan Pelawan masih dapat ditemukan seperti tradisi musung madu dengan cara membuat sunggau untuk mendapatkan hasil berupa air madu dari Apis dorsata (madu liar). Selain itu, masyarakat juga masih mempercayai tentang mitos tumbuh jamur Pelawan (Heimioporus sp.) yang hanya dapat tumbuh pada inang pohon T. merguensis disaat adanya hujan petir. Oleh karena itu, perlunya mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat dalam mendukung upaya konservasi dengan merevitalisasi dan mereaktualisasi kearifan lokal tersebut yang diberi dasar hukum sebagai dasar kekuatan masyarakat, serta perlunya kajian penelitian yang ilmiah dalam mendukung kearifan lokal sebagai upaya konservasi lingkungan sehingga memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat tersebut.Kata kunci: Kearifan lokal, sumberdaya hayati, konservasi, hutan pelawan.ABSTRACTThe decrease in biodiversity is generally caused by the degradation of biological resources and the lack of conservation efforts. Therefore, one of nature resource conservation efforts can be done by integrating local wisdom of society in preserving environment sustainable. This research was conducted on October 2016-February 2017 in Pelawan Forest, Central Bangka Regency, Bangka Belitung. The research method used is observation, In-depth Interview and FGD (Focus Group Discussion) divided into small group discussion and final group discussion. The results show that the history of naming the Pelawan Forest comes from the tree of Pelawan (Tristaniopsis merguensis Griff.) that dominate the forest area. This forest is experiencing pros and cons before it is designated as Biodiversity Park of Central Bangka Regency. At the moment, the forest condition already has three functions, namely: biological resource conservation, sustainable development, and logistic support (research, education, and monitoring). Local wisdom community who are still awake and directly related to natural resources conservation Pelawan Forests can still be found as a tradition musung madu how to make a honey with sunggau to get the results in the form of honey of Apis dorsata (Wild Honey). In addition, people also still believe in the myth of growing mushrooms Pelawan (Heimioporus sp.) which can only grow on the host tree T. merguensis in the presence of thunderstorms. Therefore, the need to integrate the local wisdom of communities in support of conservation efforts by revitalization and the implementation of the local wisdom is given the basic law as the basis of power of the community, as well as the need for a review scientific research in support of local wisdom as environmental conservation efforts so as to give a positive impact to the lives of the community.Keywords: Local wisdom,  biodiversity, conservation, Pelawan forest.Citation: Henri, Hakim, L., dan Batoro, J. (2018). Kearifan Lokal Masyarakat sebagai Upaya Konservasi Hutan Pelawan di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 49-57,doi:10.14710/jil.16.1.49-57</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-06-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/18579</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.1.49-57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 1 (2018): April 2018; 49-57</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/18579/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54085</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">City Branding Againts Climate Change and Health Disruption in Prone Region: Initial Study  From Semarang Citizen’s Dealing With Specific Waste Management on Pandemic Covid-19.</dc:title>
	<dc:creator>Maryono, Maryono</dc:creator>
	<dc:creator>Purnaweni, Hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>Junaedi, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Nasarani, Glory</dc:creator>
	<dc:creator>Prassanty, Lintang Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Handri</dc:creator>
	<dc:creator>Pradita, Moch Rifky</dc:creator>
	<dc:creator>Rizky, Diana</dc:creator>
	<dc:creator>Tagyuddin, Muhammad Dzaky</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">City Branding; Climate Change Hazard; Disruption Health; Prone Regions.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">City branding has been explored worldwide, in both academic reserch and policy practis of   regional and urban development. It is not only for attract invesment, toursm, sport but it is also to addresing identity and culturism. However, post pandemic-covid -19, and facing the climate hazard, resilience combining with healty cities need reshaping. For those, in the digital era, it is need a simple but fundamental incicators. This study examine citizen’s understanding, attitude and behavioral on the spesific waste management to deal with, as the entry point to analysis citizen capacity to participate on more complex action againts climate  adaptation and building healty life. Four component citizen action is measured; 1) creativities in regulation,3) citizen understanding, attitude on covid-19 waste daily handling and 4) potensial environmental risk. The area of study selected in Semarang as of 100RC network. Result of study show that event the performance of indicator is not so high level, the importance founding is that the component measured is suitable for developing brand.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54085</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.503-514</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 503-514</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54085/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/73024</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:52:24Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Black Soldier Fly Larval Bioconversion of Fruit and Vegetable Waste: Carbon-Nitrogen Conversion and Estimation of Greenhouse Gas Emissions</dc:title>
	<dc:creator>Ursada, Riang</dc:creator>
	<dc:creator>Zuhdi, Ahmed</dc:creator>
	<dc:creator>Bagastyo, Arseto Yekti</dc:creator>
	<dc:creator>Febrianto, Arry</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carbon; Nitrogen; Black soldier fly larvae; Larval density; Bioconversion</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fruit and vegetable waste accounts for approximately 36% of total food waste in Indonesia. The accumulation of this waste in landfills contributes to increasing greenhouse gas (GHG) emissions and environmental pollution through leachate production. Treatment using Black Soldier Fly (BSF) larvae offers an efficient and sustainable alternative, with lower GHG emissions compared to composting or anaerobic digestion. This study aimed to evaluate the bioconversion efficiency of BSF larvae in reducing fruit and vegetable waste (specifically cabbage, water spinach, spinach, mustard greens, watermelon, melon, banana, and papaya) by analyzing the transformation of carbon (C) and nitrogen (N) into larval biomass and residue. Substrate compositions were varied with vegetable-to-fruit ratios of 90:10, 80:20, 70:30, and 60:40 (w/w), and larval densities of 1, 2, and 4 larvae/cm² were tested. Results showed that carbon and nitrogen conversion into larval biomass ranged from 7.92–17.59% and 4.96–21.69%, respectively, while conversion into residue ranged from 22.53–63.75% for carbon and 18.12–80.78% for nitrogen. The substrate with a 90:10 vegetable-to-fruit ratio produced the highest conversion efficiency. The values of Approximate Digestibility (AD), Efficiency of Conversion of Digested Food (ECD), and Efficiency of Conversion of Ingested Food (ECI) ranged from 32.44–74.71%, 17.68–42.96%, and 8.09–18.64%, respectively. The larval survival rates reached 95.61%. Furthermore, BSF bioconversion generated the lowest GHG emissions among all compared waste treatment methods, with a value of 102.27 g CO₂ eq/kg of waste. These findings demonstrate the significant potential of BSF larvae in managing fruit and vegetable waste while minimizing environmental impact, providing a foundation for further optimization in sustainable waste valorization systems.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/73024</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1412-1422</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1412-1422</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/73024/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20013</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20014</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20015</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20016</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20017</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20018</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20019</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20020</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20021</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20022</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20023</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20024</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20025</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20026</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73024/20027</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/32174</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:32:33Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Kelayakan Daur Ulang Kantong Plastik dari Aspek Ekonomi dan Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Arieyanti Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyudi, Jatmiko</dc:creator>
	<dc:creator>Ernawati, Aeda</dc:creator>
	<dc:creator>Aini, Siti Qorrotu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daur ulang, Kelayakan ekonomi, Kelayakan lingkungan, Plastik LDPE, TPA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah plastik yang masuk ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Sukoharjo merupakan penyumbang tertinggi kedua setelah sampah organik dengan persentase 17,29%. Lebih spesifik, jenis sampah plastik yang masuk TPA didominasi jenis plastik LDPE (Low Density Poly Ethylene). Pengelolaan sampah plastik yang paling efektif adalah daur ulang yang memposisikan plastik dan sampah plastik menjadi satu siklus yang saling berkaitan. Di Kabupaten Pati, usaha daur ulang sampah plastik sudah banyak didirikan namun belum ada yang menyasar khusus pada kantong plastik LDPE. Potensi ini kemudian ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Pati untuk mengembangkan usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mengurangi beban lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha daur ulang kantong plastik ditinjau dari aspek ekonomi dan lingkungan. Analisa data menggunakan pendekatan kuantitatif, yang dibagi berdasarkan aspek finansial (ekonomi) dan aspek non finansial (lingkungan). Kriteria kelayakan aspek ekonomi meliputi NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan PP (Payback Periode), sedangkan aspek lingkungan difokuskan pada umur pakai TPA. Dari aspek ekonomi, penghitungan awal berupa besaran investasi, kemudian besaran penerimaan dan pengeluaran sehingga diperoleh laba setelah dikurangi pajak 12,5%. Kemudian selanjutnya dapat dihitung nilai NPV, IRR dan PP. Dari aspek lingkungan, umur pakai TPA akan dihitung sebelum dan setelah dilakukan proses daur ulang. Usaha ini direncanakan memiliki kemampuan menyerap 7,5 ton sampah plastik per hari atau sekitar 15,49% dari total sampah plastik yang masuk TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) dari aspek ekonomi, usaha daur ulang kantong plastik dinyatakan layak untuk dijalankan dengan indikator kelayakan NPV = Rp14.054.689.623; IRR = 10,70%; PP = 2 tahun 7 bulan 12 hari; 2) dari aspek lingkungan, usaha daur ulang kantong plastik dikatakan layak karena mampu memperpanjang umur pakai TPA Sukoharjo, lebih lama 1 tahun 38 hari jika dibandingkan dengan pengelolaan sampah TPA tanpa daur ulang.AbstractPlastic waste at TPA Sukoharjo, Pati Regency, is the second highest contributor after organic waste with a percentage of 17.29%. Specifically, the type of plastic waste in TPA is dominated by single-use plastic (LDPE). The most effective in managing plastic waste is by recycling, which puts plastic and plastic waste into an interconnected cycle. In Pati District, many plastic waste recycling businesses have been established, but only few of those treat LDPE specifically. Perusda Aneka Usaha, a local owned enterprise in Pati, has a plan to establish a new business in recycling LDPE in order to increase regional income as well as tackle waste problems. The purpose of this research is to analyze the feasibility of plastic recycling business of both. Data analysis uses a quantitative approach with financial (economic) and non-financial (environmental) aspects. The feasibility criteria for economic aspect include NPV, IRR, and PP, while environmental aspect is focused on the lifespan of landfill. Economically, the initial analysis is in the form of the amount of investment, then the amount of income and expenditure in order to obtain a profit after deducting tax 12.5%. Environmentally, TPA lifespan will be calculated before and after recycling process. This business is planned to be able to absorb 7.5 tons of plastic waste per day or around 15.49% of total plastic waste at TPA. The results showed that 1) economically, the plastic bag recycling business was feasible to run with the NPV= IDR 14,054,689,623; IRR = 10.70%; PP = 2 years 7 months 12 days; 2) environmentally, the plastic bag recycling business will extend the service life of TPA Sukoharjo, 1 year 38 days longer compared to waste treatment in TPA without recycling</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32174</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.488-494</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 488-494</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32174/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59038</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Model Pemisahan Sampah Padat di Kapal berdasarkan Budaya Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja</dc:title>
	<dc:creator>Kuncowati, Kuncowati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budaya Keselamatan Kerja; Indonesia; Kapal; Lingkungan Kerja; Pemisahan Sampah Padat; SEM</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemisahan sampah padat di kapal dalam upaya untuk mencegah pencemaran laut dalam implementasi Annex V Marine Pollution (MARPOL) 1973/1978 dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pemisahan sampah padat di kapal dengan berdasarkan budaya keselamatan kesehatan dan lingkungan kerja. Data diperoleh dengan menyebarkan kuisioner terhadap anak buah kapal niaga Indonesia dengan sampel 150 orang. Dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM) SmartPLS, mendapatkan model pemisahan sampah padat di kapal yang kuat dengan R Square 0.851yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan budaya keselamatan kesehatan kerja sebesar 0.669 satuan dan pengaruh lingkungan kerja sebesar 0.298 satuan terhadap pemisahan sampah padat di kapal. Novelty penelitian ini adalah didapatkan model pemisahan sampah padat di kapal berdasar budaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja dengan jalur terkuat yang mempengaruhi pemisahan sampah padat di kapal adalah variabel budaya keselamatan kesehatan kerja di kapal serta dengan indikator-indikator pemisahan sampah padat di kapal sesuai rekomendasi MEPC dalam implementasi Annex V Marine Pollution 1973/1978 mengenai pencegahan pencemaran dari sampah kapal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59038</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.965-971</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 965-971</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59038/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/59038/14854</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/59038/14855</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6749</identifier>
				<datestamp>2014-04-23T15:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MEKANISME IMBAL JASA LINGKUNGAN DI SUB-DAS CIKAPUNDUNG (Studi Kasus pada Desa Cikole dan Desa Suntenjaya Kabupaten Bandung Barat)</dc:title>
	<dc:creator>Napitupulu, Dinda Febrima</dc:creator>
	<dc:creator>Asdak, Chay</dc:creator>
	<dc:creator>Budiono, B</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKMekanisme Imbal Jasa Lingkungan (IJL) merupakan salah satu upaya dalampengelolaan sub-DAS. Mekanisme ini telah diimplementasikan di sub-DAS Cikapundung.Kesepakatan program IJL di sub-DAS Cikapundung terjadi antara kelompok tani Giri PutriDesa Cikole dengan Pustanling dan kelompok tani Syurga Air dengan PT Aetra. BPLHDberperan sebagai mediator dalam kesepakatan ini. Pada pelaksanaannya, mekanisme IJL disub-DAS Cikapundung dikategorikan sebagai mekanisme IJL yang belum sepenuhnyamencerminkan mekanisme IJL yang berkelanjutan. Kriteria mekanisme IJL yangberkelanjutan seharusnya memenuhi aspek-aspek: realistic, voluntarily, conditional, danpro-poor (Munawir, 2009). Pada mekanisme IJL di sub-DAS Cikapundung hal ini belumsepenuhnya terjadi.Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yangdapat dilakukan agar mekanisme IJL di sub-DAS Cikapundung menjadi berkelanjutan.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara dan kuisioner dengan kelompok tani Syurga Air dan GiriPutri, PT Aetra, Pustanling, BPLHD, serta LP3ES. Analisis yang dilakukan adalah analisiskesenjangan, analisis peran faktor dan analisis SWOT. Mekanisme IJL di sub-DASCikapundung belum berjalan secara berkelanjutan dikarenakan masalah dalamkelembagaan dalam pengelolaan dan monitoring perkembangannya di lapangan. Selain itudana yang diberikan kepada kelompok tani juga masih tergolong belum mencukupi untukaktivitas konservasi lahan. Untuk mewujudkan mekanisme IJL yang berkelanjutan makadiperlukan upaya-upaya strategis terutama dalam kaitannya dengan kelembagaan mediasikesepakatan dengan pembentukan lembaga mediator mekanisme IJL yang bukan dariinstitusi pemerintah agar fasilitasi, advokasi dan koordinasi mekanisme IJL berjalan lebihoptimal, juga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan pada regulasi terkaitIJL, meningkatkan optimalisasi setiap forum pertemuan, meningkatkan kinerjastakeholders, serta melakukan negosiasi dengan potential buyer.Kata kunci: imbal jasa lingkungan, sub-DAS Cikapundung, strategi SWOT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6749</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.11.2.73-83</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013; 73-83</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6749/5518</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44856</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Valuasi Ekosistem Mangrove di Pesisir Kayong Utara, Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Apriani, Ajeng</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Aji Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Jumiati, Jumiati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">abrasi pantai, mangrove, pariwisata, perikanan, valuasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ekosistem mangrove di pesisir Kayong Utara yang termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Sukadana memiliki luas 1277,5 ha. Ekosistem mangrove sendiri memiliki berbagai fungsi dan manfaat, beberapa diantaranya yaitu manfaat dalam sektor perikanan, pariwisata dan sebagai mitigasi bencana seperti abrasi pantai. Keberadaan mangrove ini dasarnya memiliki nilai yang bisa dinilai dengan mata uang atas dasar manfaat yang diberikan oleh ekosistem ini. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap keberadaan mangrove dan pemanfaatan mangrove oleh masyarakat serta mengestimasikan nilai ekonomi total atas dasar penggunaan ekosistem mangrove. Lokasi penelitian diambil di 7 Desa yang terdapat di pesisir Kayong Utara wilayah administrasi Kecamatan Sukadana. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode observasi lapangan, wawancara dengan kuesioner, pengambilan data instasional dan studi literatur. Metode analisis data yang digunakan yaitu Market Price (MP) untuk mengetahui nilai manfaat langsung ekosistem mangrove dalam perikanan, Travel Cost Method (TCM) untuk mengetahui manfaat langsung dalam sektor pariwisata dan Replacement Cost (RC) untuk mengetahui manfaat tidak langsung sebagai penahan abrasi pantai. Masyarakat memandang pengertian mangrove dalam tiga hal yaitu mangrove adalah tumbuhan bakau, mangrove adalah tempat wisata dan mangrove adalah tumbuhan yang berada di pesisir pantai. Sedangkan untuk manfaat mangrove dalam sudut pandang masyarakat terbagi atas yaitu mangrove untuk memperindah pantai, rumah tinggal ikan, benteng pertahanan pantai dan sisanya tidak atau kurang mengetahui manfaat mangrove. Terdapat sepuluh jenis vegetasi mangrove dan tiga diantaranya umum dimanfaatkan oleh msyarakat setempat yaitu Nypa fruticans, Rhizophora sp. dan Xylocarpus granatum. Kemudian hasil valuasi dengan tiga variabel yang dihitung yaitu nilai manfaat langsung hasil perikanan yaitu sebesar Rp32.573.365.665,00/tahun, nilai manfaat langsung parisiwata Rp8.704.000,00/tahun, nilai manfaat tidak langsung penahan abrasi pantai Rp42.104.162.362,50/tahun. Sehingga nilai ekonomi total ekosistem mangrove di Pesisir Kayong Utara yaitu sebesar Rp74.686.232.027,50/tahun.ABSTRACTThe mangrove ecosystem on the coast of Kayong Utara which is included in the administrative area of Sukadana District has an area of 1277.5 ha. The mangrove ecosystem itself has various functions and benefits, some of which are benefits in the fisheries sector, tourism and as disaster mitigation such as coastal abrasion. The existence of this mangrove basically has a value that can be assessed in currency on the basis of the benefits provided by this ecosystem. So, this study aims to analyze and assess the benefits of mangroves to the community and to estimate the total economic value of the use of mangrove ecosystems. The research locations were taken in 7 villages located on the coast of Kayong Utara the administrative area of Sukadana District. Data collection techniques were carried out using field observations, interviews with questionnaires, institutional data collection and literature studies. The data analysis method used is Market Price (MP) to determine the value of direct benefits of mangrove ecosystems in fisheries, Travel Cost Method (TCM) to determine direct benefits in the tourism sector and Replacement Cost (RC) to determine indirect benefits as a barrier to coastal abrasion. The community views the understanding of mangroves in three ways, namely mangroves are mangrove plants, mangroves are tourist attractions and mangroves are plants that are on the coast. Meanwhile, the benefits of mangroves in the community's point of view are divided into mangroves to beautify the beach, fish houses, coastal fortifications and the rest do not or do not know the benefits of mangroves. There are 10 mangrove vegetation and 3 of them are commonly used by local people, namely Nypa fruticans, Rhizophora sp. and Xylocarpus granatum. Then the results of the valuation with three variables calculated, namely the value of direct benefits of fishery products, which is IDR32,573,365,665.00/year, the value of direct benefits to tourism is IDR8,704,000.00/year and the value of barrier to coastal abrasion is IDR42,104,162,362.50/year. So, the total economic value of the mangrove ecosystem in the Kayong Utara Coast is IDR74,686,232,027.50/year.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44856</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.553-562</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 553-562</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44856/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/44856/10191</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61265</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah Kampus Dipo Waste Bank Universitas Diponegoro Menuju Green Campus</dc:title>
	<dc:creator>Sumiyati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Budiharjo, M Arief</dc:creator>
	<dc:creator>Sarminingsih, Anik</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhan, Bima Setyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Destiasari, Ajeng</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Norrisal Fuade</dc:creator>
	<dc:creator>Imani, Shabrina Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Aldela, Eriza Salsa</dc:creator>
	<dc:creator>Prasasty, Ghina Azlia</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhan, Hafidz Ismu</dc:creator>
	<dc:creator>Firdausy, Asteria Marsha</dc:creator>
	<dc:creator>Zayanah, Nurul Fadhilah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bank Sampah; Dipo Waste Bank; Sampah Anorganik; Sampah Botol; 3R</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Universitas Diponegoro merupakan salah satu universitas di Semarang yang menerapkan kampus hijau yang artinya Universitas Diponegoro memperhatikan permasalahan lingkungan. Dengan banyaknya jumlah civitas akademika serta kegiatan lingkungan kampus, menjadikan UNDIP menghasilkan sampah yang banyak setiap tahunnya. Untuk mendukung implementasi UNDIP dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, UNDIP memiliki bank sampah bernama Dipo Waste Bank yang bertujuan untuk mengelola dan menangani sampah dengan prinsip 3R. Universitas Diponegoro menciptakan Dipo Waste Bank juga bertujuan untuk melayani kontribusi aktif Civitas Akademika Universitas Diponegoro (CAK UDI) dalam pengelolaan sampah di dalam kampus. Dengan berjalannya Dipo Waste Bank selama 3 tahun, diperlukan peninjauan seberapa efektif Dipo Waste Bank dalam menjalankan kegiatan bank sampah di UNDIP. Metode yang dilakukan untuk meninjau Dipo Waste Bank adalah dengan observasi, literatur terkait dan wawancara dengan pengurus Dipo Waste Bank dengan hasil yang diperoleh berupa adanya peningkatan persentase sampah yang dikelola oleh Dipo Waste Bank terhadap timbulan sampah anorganik yang dihasilkan UNDIP didukung dengan meningkatnya kesadaran civitas akademika UNDIP dalam mengelola sampah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61265</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.500-506</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 500-506</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61265/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21975</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:28:29Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Paket Teknologi Ramah Lingkungan Untuk Mengurangi Emisi Metana (CH4) Di Lahan Sawah</dc:title>
	<dc:creator>Yulianingrum, Hesti</dc:creator>
	<dc:creator>Susilawati, Helena Lina</dc:creator>
	<dc:creator>Pramono, Ali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">CH4 emission; CSA; paddy rice; climate change; mitigation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perubahan iklim (PI) memerlukan perhatian yang serius, khususnya di sektor pertanian karena sector ini merupakan sumber dan kurban dari adanya PI. Oleh karena itu, perlu pendekatan dalam pengembangan pertanian untuk menghadapi PI salah satunya melalui Climarte Smart Agriculture (CSA) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, adaptasi dan mitigasi terhadap PI. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapat informasimengenai paket teknologi ramah lingkungan di lahan sawah dalam meningkatkan produksi padi dan menurunkan emisi metana CH4. Penelitian dilaksanakan di 3 lahan milik petani (Desa Kemangi, Desa Glentengan, dan Desa Blao) kecamatan Jaken, kabupaten Pati, Jawa Tengah dengan mengintroduksikan paket teknologi ramah lingkungan budidaya padi dan membandingkan dengan cara budidaya petani konvensional. Hasil penelitian menunjukkan penelitian, Lokasi 3 desa Blao menghasilkan kombinasi emisi CH4 rendah dan menghasilkan rata-rata GKP tinggi. Lokasi 2 desa Glentengan menghasilkan emisi CH4 tinggi dan produksi rata rata GKP tinggi. Lokasi 1 desa Kemangi menghasilkan emisi CH4 rendah dan produksi GKP rendah. Emisi CH4 pada perlakuan introduksi berkisar 245-463 kg CH4/ha/musim sedangkan pada perlakuan konvensional berkisar 214-612 kg CH4/ha/musim. Hasil GKP pada perlakuan introduksi berkisar 6,12-7,72 ton/ha sedangkan pada perlakuan konvensional hasil GKP berkisar 5,58-6,58 ton/ha. Penerapan paket teknologi ramah lingkungan dapat mengurangi emisi CH4 sebesar 12,8 % serta dapat meningkatkan rata rata hasil GKP sebesar 9,8 %.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21975</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.149-157</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 149-157</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21975/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50662</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kebijakan Restorasi Ekosistem Gambut di Indonesia dengan Discourse Network Analysis</dc:title>
	<dc:creator>Alamsyah, Alamsyah</dc:creator>
	<dc:creator>Saraswati, Erlisa</dc:creator>
	<dc:creator>Ismail, Rizky Ghoffar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis Wacana; Discourse Network Analysis; Lahan Gambut; Perubahan Iklim; Restorasi Ekosistem Gambut</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">After the forest fires in 2014-2016, the Government of Indonesia (GoI) placed the restoration of the peatland ecosystem (RPE) as one of its priority policies in the environmental sector. This study seeks to analyze RPE in Indonesia using a discourse network analysis approach. Researchers utilize Twitter as primary research data. This data was processed with R, rDNA, and Gephi. Researchers found three network patterns that are connected to RPE efforts in Indonesia. First, affiliate networks connect actors and the concepts voiced by the actors. This network involves various actors such as government institutions, civil society organizations, private corporations, universities, research institutes, foreign governments, international organizations, and local citizens. The dominant concept in the affiliate network is peatland restoration and multi-stakeholder collaboration. Second, the actor congruence network assigns Mangrove and Peatland Restoration Agency (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove or BRGM) as the dominant and central actors. However, some actors are not connected to the core network and create separate sub-groups. Third, a network of conflicts between actors involving four conflict themes: Government Regulation Number 57/2016 concerning Amendments to Government Regulation Number 71/2014 on Protection and Management of Peatland Ecosystems, peatland conversion, horizontal conflicts between the local community and plantation corporations, and prevention and law enforcement related to forest fires. The researcher recommends BRGM to: (a) strengthen collaborative practices with the various parties involved in RPE; (b) beware in converting peatland so it does not damage the peatland ecosystem landscape; (c) integrate community conflicts with plantation corporations as part of the RPE agenda in Indonesia. The researcher also recommends NGO activists in Indonesia who care about peatlands to continue monitoring and criticizing the RPE process in Indonesia, and fight for local community groups that have been marginalized by the RPE process. Researchers also encourage plantation corporations, both oil palm plantations and industrial timber plantations, to jointly guard RPE in Indonesia by not opening up new land as part of the actual contribution of the Indonesian people to climate change adaptation and mitigation.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50662</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.69-78</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 69-78</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50662/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/50662/12225</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/50662/12226</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/50662/12227</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/50662/12228</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37129</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:26Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kualitas Air dan Udara dari Kota Tepian Air : Analisis Morfologi pada Kota Pontianak</dc:title>
	<dc:creator>Jati, Dian Rahayu</dc:creator>
	<dc:creator>Gultom, Bontor Jumaylinda Br</dc:creator>
	<dc:creator>Affrilyno, Affrilyno</dc:creator>
	<dc:creator>Andi, Andi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Pontianak, Morfologi kota, Pencemaran air, Pencemaran udara, Space syntax</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini mengangkat permasalahan rawannya penurunan kualitas air dan udara pada kota tepian di seluruh dunia. Tanda penurunan kualitas air dan udara terlihat di Pontianak di mana kualitas air sangat buruk dan tercatat memiliki kualitas udara terburuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan morfologi kota dan tingkat pencemaran lingkungan yang terjadi di Kota Pontianak melalui analisis korelasi. Metode yang digunakan adalah metode space syntax kombinasi analisis korelasi. Space syntax menganalisis morfologi kota dari segi faktor jaringan perkotaan dengan analisis integration dan analisis choice. Dalam penelitian ini, faktor tata fungsi lahan juga dipertimbangkan. Data pencemaran lingkungan di Kota Pontianak menggunakan data penelitian terdahulu berupa data hasil pengukuran tingkat polutan air dan udara pada beberapa titik lokasi yang tersebar di Kota Pontianak. Analisis korelasi menganalisis hubungan nilai dari variabel morfologi kota dengan variabel pencemaran lingkungan. Penelitian ini menemukan nilai korelasi yang bervariasi antara pencemaran lingkungan dengan morfologi kota. Secara umum, tingkat pencemaran air berkorelasi rendah dengan morfologi Nilai korelasi pencemaran air secara fisik dan kimia dengan analisis integration adalah sebesar 0,23 (rendah) dan -0,20 (rendah), secara berurutan. Sedangkan dengan analisis choice, nilai korelasinya sebesar 0,08 (tidak berkorelasi) dan 0,49 (sedang), secara berurutan. Di lain sisi, nilai korelasi antara tingkat pencemaran udara dengan morfologi kota memiliki nilai yang bervariasi tergantung pada jenis polutannya. CO (Karbon monoksida) berkorelasi tinggi dengan analisis integration dan choice dengan koefisien korelasi masing-masing 0,73(tinggi) dan 0,64 (tinggi). Sedangkan NO3 tidak memiliki korelasi dengan analisis integration (0,02 sampai dengan 0,16) tetapi berkorelasi rendah dengan analisis choice (0,30 sampai dengan 0,32). </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37129</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.170-180</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 170-180</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37129/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59801</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Impact-Based Forecasting (IBF) untuk Mendukung Manajemen Risiko Banjir di Kawasan Jabodetabek</dc:title>
	<dc:creator>Dhuha, Muhammad Afif Shofiyudh</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Agung Hari</dc:creator>
	<dc:creator>Kristianto, Aries</dc:creator>
	<dc:creator>Mulya, Aditya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dampak; Banjir; Impact-based Foecasting (IBF); Analytical Hierarchy Process (AHP); Sistem Informasi Geografis (SIG)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bencana Banjir menimbulkan dampak dan kerugian yang cukup besar pada berbagai sektor di Jabodetabek. Pengembangan informasi cuaca diperlukan untuk mengurangi dampak dan kerugian tersebut. Impact-based Forecasting (IBF) menjadi salah satu sistem yang bertujuan untuk meningkatkan informasi cuaca yang terintegrasi dengan prakiraan potensi dampak yang dapat terjadi. Penelitian ini menerapkan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memetakan tingkat risiko banjir di Jabodetabek dengan mempertimbangkan parameter curah hujan, kepadatan penduduk, jarak kerapatan jalan, jarak ke sungai, tata guna lahan, geologi, janis tanah, rata-rata banjir tahunan, kemiringan, dan drainage density. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameer mempunyai pengaruh terhadap bencana banjir, dimana curah hujan menjadi parameter yang paling berpengaruh sebesar 25%. Jarak kerapatan jalan menjadi parameter dengan pengaruh paling kecil, yakni hanya sebesar 2%. Nilai Consistency Ratio (CR) yang dihasilkan sebesar 0,04 sehingga menunjukkan hasil pemetaan risiko banjir yang relevan. Data model curah hujan Global Ensemble Forecast System (GEFS) diimplementasikan ke dalam pemetaan risiko banjir untuk menghasilkan sistem Impact-based Forecasting (IBF), yang memberikan kemungkinan terjadinya curah hujan. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan, prakiraan dampak yang diberikan memberikan hasil yang selaras dengan kejadian sebenarnya. Hasil ini menunjukkan bahwa informasi prakiraan potensi dan dampak banjir yang diberikan memberikan hasil yang baik dan representatif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59801</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1159-1173</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1159-1173</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59801/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/51601</identifier>
				<datestamp>2023-10-08T06:54:53Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Sektor Keuangan terhadap Kualitas Lingkungan di ASEAN-5</dc:title>
	<dc:creator>Waluyo, Adiet Try</dc:creator>
	<dc:creator>Hakim, Lukman</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Siti Aisyah Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emisi karbondioksida, pertumbuhan ekonomi, FDI, pembangunan keuangan, suku bunga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research to critically review the influence of the dimensions of financial sector development on carbon dioxide emissions in ASEAN-5 developing countries, namely Indonesia, Malaysia, Thailand, the Philippines. The development cycle of the financial sector can increase and decrease environmental quality. We use the Panel Least Square (PLS) model to analyze the dynamics of the financial sector on environmental quality in annual data for 1983 - 2020 in five ASEAN-5 countries. The results of this study found that economic growth, foreign direct investment, and financial development have a positive effect on carbon dioxide emissions. However, interest rates have a negative effect on carbon dioxide emissions. Moreover, this study found that the development of the financial sector has a negative effect on environmental quality. This means that every increase in economic growth, FDI, and financial development has an effect on a decrease in environmental quality. Therefore, this finding is important for policy makers in ASEAN-5 countries to reduce dependence on investment that is not environmentally friendly as a factor of production and increase green financing in every activity in the financial sector.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51601</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.956-964</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 956-964</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51601/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45835</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Kompos dari Limbah Organik Rumah Tangga</dc:title>
	<dc:creator>Rohmadi, Mukhlis</dc:creator>
	<dc:creator>Septiana, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Pertiwi Adi Puji</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk Cair Organik, Kompos, Biogas, Sampah Organik, EM4</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini didasarkan pada kondisi timbulan sampah lingkungan di sekitar Kota Palangka Raya semakin hari semakin bertambah. Sampah yang ada mulai dari sampah organik dan anorganik. Di wilayah kota Palangka Raya sendiri timbulan sampah pada tahun 2021 mencapai 53.990,25 ton dengan komposisi sampah terbanyak sisa makanan sebesar 42,05%, kayu/ranting 4,33%, serta beberapa timbulan sampah anorganik lainnya. Penelitian ini fokus kepada sampah atau limbah organik rumah tangga yaitu sisa sayuran, sisa buah dan daun. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pupuk cair organik dan kompos dari limbah organik di lingkungan rumah tangga yang dapat digunakan oleh setiap masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Proses pembuatan sampah organik cair dan kompos ini menggunakan sistem fermentasi anaerobik dengan bantuan bioaktivator bakteri EM4 yang diberikan nutrisi gula pada setiap 2 hari sekali. Hasil pada penelitian ini adalah 5,5 Liter pupuk organik cair dari 10 Kg sampah organik yang digunakan. Serta mendapatkan gas metana (CH4) sebesar 19 cm3, serta residu berupa kompos. Fokus pada hasil pupuk cair organik yang diujikan terhadap pertumbuhan tanaman bayak, kangkung dan sawi menunjukkan peningkatan pertumbuhan lebih dibandingkan tanaman kontrol yang digunakan. Tanaman yang digunakan sebagai kontrol, tidak mengalami pertumbuhan dengan cepat, bahkan untuk tanaman kangkung layu pada hari ketiga. Proses yang dilakukan pada uji menggunakan sistem infus dalam pemberian nutrisi pada tanaman sampel uji. Pemanfaatan sistem infus ini adalah untuk efisiensi waktu dan ekonomi. Dengan prototype yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan masyarakat dapat membantu mengurangi penumpukan sampah dan membuat sendiri pupuk cair organik dan kompos untuk kebutuhan rumah tangga, hal ini cukup bermanfaat karena juga menghasilkan biogas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45835</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.880-886</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 880-886</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45835/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/65813</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review Design Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pada Pengolahan Limbah Cair Bengkel X</dc:title>
	<dc:creator>Azhari, Afifah Nadia</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Arifin</dc:creator>
	<dc:creator>Apriani, Isna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah cair bengkel; Oil Trap; UAF media sarang tawon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bengkel X merupakan salah satu bengkel dealer resmi yang mengelola limbah cair melalui oil trap, namun hasil uji kualitas air limbah hasil pengolahan menunjukan bahwa parameter BOD dan COD melebihi batas baku mutu yang ditetapkan oleh PerMen LH RI Nomor 5 Tahun 2014 Lampiran XLVII. Air limbah Bengkel X mengandung BOD sebesar 90,65 mg/L dan COD sebesar 411 mg/L, standar maksimal yang berlaku untuk BOD 50 mg/L dan COD 100 mg/L. Penelitian ini dilakukan untuk mereview kinerja unit pengolahan eksisting dan IPAL rancang ulang di Bengkel X, dengan mengacu pada standar yang berlaku dan memperhatikan konsep keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi dan optimasi sistem pengolahan limbah cair Bengkel X dengan pendekatan studi kasus berdasarkan karakteristik air limbah domestik.  IPAL rancang ulang terdiri dari unit sumur pengumpul, unit Upflow Anaerobic Filter (UAF) dengan media sarang tawon dan unit sedimentasi. Hasil air limbah dari unit pengolahan rancang ulang menunjukan beban parameter BOD sebesar 3,862 mg/L, COD sebesar 18,343 mg/L dan TSS sebesar 0,320 mg/L, yang semuanya memenuhi batas baku mutu. Dengan unit rancang ulang ini, pengolahan air limbah bengkel X menyisihkan BOD dan COD mencapai 94% dan TSS mencapai 98%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65813</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.811-819</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 811-819</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65813/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/23013</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:32:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Neraca Air Permukaan DAS Ciliman</dc:title>
	<dc:creator>Taufik, Isvan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Water balance, water availability, water needs, rainfall, Ciliman watershed</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Water balance is an estimate of the availability and needs of water in a watershed area. The water balance is very important considering the human need for water resources is a major requirement. The purpose of this study includes; (1) Analyzing the distribution of the influence of rainfall observation stations in each of the Ciliman sub-watersheds, (2) Analyzing the mainstay discharge in each Ciliman sub-watershed, and (3) Analyzing the potential availability of raw water in the Ciliman watershed. The types of data used in this study are secondary data including: (1) monthly rainfall data from 4 rainfall observation stations included in the Ciliman watershed, (2) climatological data from BMKG Taktakan Serang Station in 1998-2015, (3) Map of Watershed Ciliman and (4) Population data. Data analysis methods used include; regional rainfall analysis, analysis of water availability (evapotranspiration analysis, Mock model analysis), and analysis of water requirements. The results of the analysis showed that the highest rainfall occurred in January, and the lowest rainfall occurred in August. Overall, the water available in the Ciliman watershed is sufficient with the peak occurring at the beginning and end of the year. Water availability is estimated based on surface water discharge, where peak discharge occurs in January and minimum discharge occurs in August. The water balance in general in the Ciliman watershed is quite high with the highest water debit of 61.75 m3/s occurring in March and the lowest (minimum) discharge around 5.26 m3/s in August. The total water requirement for the Ciliman watershed area is 38.86 m3/s, consisti of; Water demand for irrigation is the highest water requirement reaching 37.96 m3 s with a total irrigated area reaching 5,423 hectares. Domestic water needs are 0.48 m3/s with a total population of 314,524 people served. Water requirements for industry are 0.000040 m3/s or relatively relatively small. While the water demand for the Tanjung Lesung Special Economic Zone is 0.42442 m3/s.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/23013</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.3.452-464</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 3 (2019): November 2019; 452-464</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/23013/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52356</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit yang Berkelanjutan: Eksplorasi Strategi Ekonomis dan Ramah Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Ciawi, Yenni</dc:creator>
	<dc:creator>Dwipayanti, Ni Made Utami</dc:creator>
	<dc:creator>Wouters, Ardhan Tiestian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah B3 medis; Rumah sakit; Timbulan Limbah; Pengelolaan Limbah Padat; Pemilahan di Sumber.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah medis rumah sakit sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan dan berkontribusi besar pada pengeluaran rumah sakit. Apalagi pada masa pandemi covid-19, jumlah limbah medis meningkat. Sementara itu belum semua fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai fasilitas pengolahan limbah medis yang memadai dan masih mengandalkan pihak ke tiga untuk memusnahkan limbah medis. Banyak sumber masalah dalam pengelolaan limbah medis rumah sakit, mulai dari kurangnya personil terlatih sampai pada besarnya resistensi untuk perubahan. Padahal volume limbah medis rumah sakit sebenarnya hanya 10-50% limbah yang dihasilkan rumah sakit. Tulisan ini bertujuan untuk membahas cara mereduksi jumlah limbah medis sehingga pengeluaran rumah sakit untuk pengelolaan limbah medis dapat ditekan sebesar mungkin, dengan membahas pengelolaan limbah rumah sakit secara umum dan menelaah beberapa alternatif pengelolaan dan pengolahan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari Pubmed-Medline, Research Gate, dan Google Scholar. Pemilahan di sumber dengan pengolahan sederhana dengan autoklaf untuk beberapa jenis limbah infeksius merupakan alternatif yang relatif mudah, murah, dan ramah lingkungan. Selain itu, komitmen dari seluruh stakeholder rumah sakit untuk melaksanakan secara konsisten pemilahan limbah di sumber mutlak diperlukan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52356</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.365-374</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 365-374</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52356/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/52356/12810</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/52356/12811</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/52356/12812</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40265</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dan Cadangan Karbon sebagai Indikator Degradasi Lingkungan di Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang</dc:title>
	<dc:creator>Sumarlin, Debi</dc:creator>
	<dc:creator>Gusmayanti, Evi</dc:creator>
	<dc:creator>Anshari, Gusti Zakaria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Alih Fungsi Hutan; Hutan; Perubahan Penggunaan Lahan; Stok Karbon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sumberdaya hutan dan lahan merupakan sumberdaya yang menjadi andalan dalam aktivitas sosial ekonomi masyarakat terutama di negara berkembang. Sumber daya hutan dan lahan memiliki permasalahan seperti kegiatan konversi area hutan ke penggunaan lahan non hutan.  Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Sandai pada periode 2000 sampai 2019. Selanjutnya hasil analisis digunakan untuk mengestimasi cadangan karbon. Data perubahan penggunaan lahan diperoleh dari analisis visual citra landsat, sedangkan cadangan karbon dihitung berdasarkan total luas penggunaaan lahan dengan standar cadangan karbon di setiap penggunaan lahan. Hasil analisis citra pada tahun 2019 dicocokkan dengan kondisi di lapangan. Hasil pengecekan pada 30 titik dengan kondisi terakhir penggunaan lahan tahun 2019 diperoleh kecocokan sebanyak 26 titik (87%), Ketidakcocokan terjadi karena perubahan penggunan lahan hutan sekunder menjadi kebun (1 titik), semak belukar menjadi tambang (1 titik), pertanian lahan kering menjadi lahan terbuka (1 titik) dan penggunaan lahan transmigrasi berubah menjadi semak belukar (1 titik). Penggunaan lahan yang paling dominan mengalami perubahan adalah hutan lahan kering sekunder dan perkebunan. Hutan lahan kering sekunder tahun 2000 yaitu seluas 39.931,11 ha, pada tahun 2011 menjadi 32.833,22 ha dan tahun 2019 menjadi 17.180,02 ha. Hutan lahan kering sekunder mengalami penurunan luas 22.751,09 ha dari luas 39.931,11 ha pada tahun 2000. Penggunaan lahan perkebunan tahun 2000 adalah 2.303,01 ha, mengalami penambahan luas tahun 2011 menjadi 3.996,79 dan tahun 2019 menjadi 13.937,42 ha. Penggunaan lahan perkebunan mengalami penambahan luas sebesar 13.937,42 ha dari luas 2.003,01 ha pada tahun 2000. Cadangan karbon tahun 2000 adalah 5.873,585 ton/ha, tahun 2011 menjadi 5.391,709 ton/ha dan tahun 2019 4.605,672 ton/ha. Cadangan karbon mengalami penurunan dari tahun 2000 sampai 2019 sebesar 1.267,91 ton/ha.    AbstractForest and land resources are the leading sector in the socio-economic activities of the community, especially in developing countries. Forest and land resources have problems such as the conversion of forest areas to non-forest land uses. The purpose of this study is to identify land use changes in Sandai District in the period 2000 to 2019. An analysis for above ground carbon stock also carried out in this study. Land use change data was obtained from visual analysis of Landsat imagery, while carbon stock was calculated based on the total land use area with carbon stock standards in each land use. Ground checking was carried out to validate the image in 2019 with field conditions. The results of ground checking at 30 points with the latest conditions of land use in 2019 obtained 26 points (87%), mismatches occurred due to changes in secondary forest land use to plantations (1 point), shrubs to mining (1 point), dryland agriculture to bareland (1 point) and transmigration changed to shrubs (1 point). The most dominant land use changes are secondary dryland forest and plantations. The secondary dryland forest in 2000 was 39.931,11 ha, it became 32,833.22 ha in 2011, and 17.180,02 ha in 2019. Secondary dryland forest decreased by 22.751,09 ha in 2019 from 39.931,11 ha in 2000. Plantations in 2000 was 2.303,01 ha increase to 3.996,79 in 2011 and 13,937.42 ha in 2019. Plantations increased by 13.937,42 ha in 2019 from 2.003,01 ha in 2000. Carbon stocks in 2000 were 5.873.585 tons/ha, it became 5,391,709 tons/ha in 2011 and 4,605.672 tons/ha in 2019. Carbon stocks decreased from 2000 to 2019 by 1.267,91 tons/ha.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40265</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.576-581</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 576-581</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40265/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62830</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimalisasi Reduksi Sampah dengan Keterlibatan Masyarakat Melalui Pengolahan Sampah Perkotaan di TPS-3R Janti Berseri Waru-Sidoarjo</dc:title>
	<dc:creator>Rifai, Muhamad Khafid</dc:creator>
	<dc:creator>Kartikaningsih, Hartati</dc:creator>
	<dc:creator>Susilo, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Reduksi Sampah; TPS-3R; Partisipasi Masyarakat; Mass Balance Analysis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Laju urbanisasi, pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan perilaku tidak ramah lingkungan mengakibatkan timbulan sampah semakin meningkat. Maka dari itu, diperlukan optimalisasi dalam upaya penanganan sampah pada kawasan urban untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan. Diantaranya dengan melakukan pengolahan sampah secara 3R (reduce, reuse, recycle) di unit TPS-3R dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber. Hal ini didasarkan pada Jakstrada Kabupaten Sidoarjo yaitu target pengurangan hingga 30% dan penanganan 70% sampah pada tahun 2025 sebelum masuk ke TPA Jabon. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi potensi reduksi sampah pada TPS-3R dan rumah tangga di Desa Janti serta potensi daur ulangnya. Penelitian ini menggunakan analisis mass balance dengan pendekatan observasi dan penyebaran kuesioner ke 190 responden rumah tangga secara propotional random sampling. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa skenario 1 menunjukan dengan adanya unit TPS-3R dapat mereduksi sampah Desa janti ke TPA Jabon sebesar 2035.1 kg/hari (743.4 ton/tahun) atau dengan recovery factor 55.1%. Sedangkan hasil pada skenario 2, unit TPS-3R dengan melibatkan partisipasi masyarakat memilah dari sumbernya dapat mereduksi sampah sebesar 2624.7 kg/hari (958.7 ton/tahun) dengan recovery factor 78.0%. Hal ini menunjukan bahwa skenario 2 dapat mengoptimalisasi reduksi sampah dari Desa Janti ke TPA Jabon, Sidoarjo secara signifikan. Dengan menggunakan skenario 2 dapat menjadi landasan dalam menentukan kebijakan di tingkat pengelolaan sampah kota dan pengembangan penanganan sampah di TPS-3R lainnya di Kabupaten Sidoarjo. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62830</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1562-1572</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1562-1572</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62830/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/11970</identifier>
				<datestamp>2016-09-11T07:30:40Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Struktur Vegetasi Kawasan Hutan Alam dan Hutan Rerdegradasi di Taman Nasional Tesso Nilo</dc:title>
	<dc:creator>Kusumo, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Nur Bambang, Azis</dc:creator>
	<dc:creator>Izzati, Munifatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK  Hutan Tesso Nilo merupakan kawasan dengan tingkat keanekaragaman tanaman berpembuluh dan merupakan habitat bagi satwa terancam punah yaitu harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus). Kawasan ini tidak luput dari kegiatan perambahan dan di konversi menjadi perkebunan dan permukiman. Pembukaan lahan hutan akan mengakibatkan rusaknya fungsi hutan dan mengakibatkan musnahnya berbagai jenis flora dan fauna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh perambahan hutan terhadap strukur vegetasi kawasan hutan. Metode yang digunakan adalah survei dengan menggunakan sampling vegetasi petak dalam jalur dilokasi hutan alam dan hutan terdegradasi akibat perambahan. Hasil dianalisis untuk mengetahui kelimpahan vegetasi, indeks nilai penting dan indeks keanekaragaman (Shannon-Wiener). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perambahan hutan mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur vegetasi. Perambahan mengakibatkan penurunan jumlah kelimpahan vegetasi, nilai keanekaragaman, dan dominansi jenis (indeks nilai penting) baik pada tingkat semai, pancang, tiang dan pohon. Kata kunci: Taman Nasional Tesso Nilo, struktur vegetasi, perambahan   ABSTRACT Tesso Nilo forest is an area with a greater diversity of vascular plants and habitat for an endangered species, namely the Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae) and the Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus). This area was not spared from encroachment and conversion to plantations and settlements. Forest clearing will cause damage to forest functions and lead to the extinction of various species of flora and fauna. The purpose of this study was to determine the consequences caused by the encroachment of the structure of forest vegetation. The method used was a survey by sampling vegetation plots in the path of the location of natural forests and forests degraded due to encroachment. The results were analyzed to determine the abundance of vegetation, an index of the importance and diversity index (Shannon-Wiener). The results showed that deforestation resulted in a change in the structure of vegetation. Encroachment degrades an abundance of vegetation, the value of diversity, and dominance type (Importance Value Index) is good for seedlings, saplings, poles and trees. Keywords:  Nasional Park of Tesso Nilo, vegetation structure Cara sitasi: Kusumo, A., Bambang, A. N., Izzati, M. (2016). Struktur Vegetasi Kawasan Hutan Alam dan Hutan Rerdegradasi di Taman Nasional Tesso Nilo. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(1),19-26, doi:10.14710/jil.14.1.19-26</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-04-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/11970</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.14.1.19-26</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 14, No 1 (2016): April 2016; 19-26</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/11970/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45436</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:24Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dynamic Model for Food Security to Realize Food Sovereignty: Case Study in Bantul Regency of Yogyakarta Special Region</dc:title>
	<dc:creator>Ayub, Ayub</dc:creator>
	<dc:creator>Noorachmat, Bambang Pramudya</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Muhammad Yanuar Jarwadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dynamic system, food diversification,  Powersim, rice balance, Yogyakarta</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The increased populism should be offset by increased food production; thus, the region's food security can be maintained. Food security will not be resolved if it does not solve the root of the problem, namely the farmers' deterioration and the agricultural land conversion. The primary purpose of this study is to design a dynamic model of sustainable food farming—the methods used in achieving an approach with a dynamic system. Needs analysis, problem formulation, system identification, system modeling, model validation, and implementation are the stages in problem-solving with the systems approach method. The Powersim Studio software analyzes the system and views model behavior. Based on the predicted results, in 2021, Bantul Regency experienced a deficit rice of 1,925 tons without control efforts. A pessimistic scenario with a control policy of 50% of the rice field function transfer rate caused the rice balance sheet to be a deficit of 1,001 tons. Optimistic scenario, control of paddy field conversion 50% of the transfer rate and food diversification obtained rice balance with a surplus of 5,460.24 tons by 2030.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45436</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.210-219</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 210-219</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45436/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52930</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kualitas dan Status Nutrien Perairan Curug di Kawasan Resort Tapos, Bogor</dc:title>
	<dc:creator>Khairiah, Ardian</dc:creator>
	<dc:creator>Haribowo, Dinda Rama</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Ahmad Zulfikar</dc:creator>
	<dc:creator>Rijaluddin, Alfan Farhan</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhan, Firdaus</dc:creator>
	<dc:creator>Diningrum, Arrum Sekar</dc:creator>
	<dc:creator>Mayangsari, Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Haidar, Taqiyuddin Zanki</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Curug; Fitoplankton; Kawasan Resort Tapos; Kualitas Air; Status Nutrien; Bakteri Coliform</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Curug di kawasan Resort Tapos Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ini merupakan air terjun alami yang alirannya mendukung fungsi utama dalam ekosistem yaitu sebagai habitat dan sumber air untuk biota di sekitar perairan dan masyarakat sekitar kawasan, sehingga perlu diketahui kualitas airnya. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kualitas perairan berdasarkan kondisi kimia fisik perairan (WQI), bakteri coliform (TC dan EC) dan fitoplankton (Komposisi dan struktur komunitas). Status nutrien juga diamati dalam penelitian ini menggunakan perhitungan indeks fitoplankton (X dan In). Berdasarkan kondisi kimia fisik, kedua perairan pada kawasan Resort Tapos sesuai untuk pertumbuhan fitoplankton dan tidak menunjukkan adanya cemaran. Berdasarkan nilai WQI, kedua perairan terkategori sangat baik, namun ditemukan adanya cemaran bakteri Coliform dan E.Coli. Kelimpahan fitoplankton total kedua perairan (212-812 ind/l) yang terdiri dari 5 filum, 7 kelas dan 21 jenis. Komunitas fitoplankton kedua perairan (H’: 1.16-2.61; J’: 0.38-0.72; D: 0.13-0.55). Ditemukan adanya dominansi di LBC karena arus air. Status nutrien kedua perairan (X: β-meso/oligosaprobic; In: Oligotrofik), hal ini menunjukkan cemaran ringan dan rendah kadar nutrien. Berdasarkan uji korelasi Pearson, parameter DO berkorelasi sangat tinggi dengan indeks kualitas perairan dengan arah positif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52930</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.580-588</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 580-588</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52930/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/52930/12989</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/2089</identifier>
				<datestamp>2012-02-22T06:34:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EKSISTENSI KOPROSTANOL DAN BAKTERI COLIFORM PADA LINGKUNGAN  PERAIRAN SUNGAI, MUARA, DAN PANTAI DI JEPARA PADA MONSUN TIMUR</dc:title>
	<dc:creator>Yuni Atmojo, Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Bachtiar, Tony</dc:creator>
	<dc:creator>Karna Radjasa, Ocky</dc:creator>
	<dc:creator>Sabdono, Agus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah domestik merupakan salah satu sumber utama pencemaran di perairan pantai pada negara yang sedang berkembang, namun kurang mendapatkan perhatian serius dibandingkan dengan pencemaran oleh industri. Dengan terus meningkatnya aktivitas manusia di wilayah pesisir dan kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih bagi kesehatan, estetika dan alasan ekologis lainnya, deteksi tentang kontaminasi limbah menjadi penting untuk diketahui secara lebih baik. Selama ini indikator kontaminasi limbah domestik ditentukan berdasarkan jumlah mikroorganisme intestinal khususnya kelompok bakteri coliform. Koprostanol diusulkan sebagai alternatif indikator limbah domestik,  sehingga diperlukan kajian eksistensi koprostanol untuk persyaratan kelayakannya sebagai indikator, serta bakteri coliform sebagai pembanding.Penelitian dilakukan  lingkungan  sungai, muara dan pantai di sungai Ciliwung Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa koprostanol dapat terdeteksi pada sedimen dan tidak terdeteksi pada kolom air. Eksistensi koprostanol didapatkan nilai tertinggi pada lingkungan perairan sungai (5,81μg/g) dibandingkan muara (5,63μg/g), dan pantai (2,93μg/g). Bakteri total coliform terdeteksi pada kolom air maupun sedimen pada lingkungan perairan sungai (2,8 x 104 - 4,3 x 104) sel/100 ml, muara (0 - 4 x 103) sel/100 ml, dan tidak terdeteksi pada lingkungan perairan pantai, sementara  fecal coliform terdeteksi di lingkungan perairan sungai (2 x 104 - 4,3 x 104 ) sel/100 ml, dan muara (0 - 4 x 104 sel/100 ml), namun tidak terdeteksi pada lingkungan perairan pantai.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2089</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.9.1.10-17</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 9, No 1 (2011): April 2011; 10-17</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2089/1838</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42040</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penyisihan Material Organik dan Nitrogen dengan Proses Aerasi Menggunakan Microbubble Generator (MBG) pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Asrama</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Hafasatya Maharani</dc:creator>
	<dc:creator>Saraswati, Sri Puji</dc:creator>
	<dc:creator>Mahathir, Johan Syafri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">grey water; microbubble generator; aerasi intermiten; green building; konsumsi energi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sebuah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di asrama mahasiswi UGM, Yogyakarta memiliki unit reaktor yang terdiri dari ekualisasi, aerasi 1, aerasi 2 dan clarifier dengan proses aerasi secara intermiten menggunakan Microbubble Generator (MBG) dengan fase aerasi dan tanpa aerasi masing-masing selama 15 menit. IPAL tersebut dibangun sebagai upaya dalam memenuhi standar Green Building bagi bangunan lama asrama di UGM untuk mengolah air limbah grey water. Hasil olahan air limbah akan dimanfaatkan di lingkungan asrama. Selama 208 hari beroperasi, kajian mengenai performa IPAL belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengetahui performa dan konsumsi energi pada IPAL dalam menyisihkan parameter pencemar berupa COD, nitrogen dan fosfat. Kajian dilakukan selama 81 hari pengamatan dengan menguji parameter kualitas air limbah pada setiap unit pengolahan. Parameter COD dan amonia telah memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, sedangkan parameter fosfat masih belum memenuhi baku mutu Peraturan Daerah D.I.Y. No.7 Tahun 2016 mengenai kegiatan IPAL Komunal. Hasil pengamatan pada performa IPAL, menunjukkan kedua tangki aerasi memiliki performa yang hampir sama, namun keberadaan tangki aerasi 2 tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam menyisihkan parameter pencemar. Pada tangki aerasi 1, efisiensi penyisihan COD mencapai rata-rata sebesar 73,6±17,46%, penyisihan PO4-P sebesar 39,12±14,96%, penyisihan total nitrogen sebesar 56,15±19,6%, efisiensi nitrifikasi sebesar 73,1±20.07% dan efisiensi denitrifikasi sebesar 61,72±27,48%. Total konsumsi energi pada IPAL dengan proses aerasi intermiten, dengan debit rerata 537,84 l/hari sebesar 14,12 kWh/m3 dan biaya sebesar Rp. 20.414/m3. Urutan konsumsi energi terbesar adalah penyisihan fosfat sebesar 5,10 kWh/gPO4-P, kemudian penyisihan amonia sebesar 1,79 kWh/gNH3-N, penyisihan TN sebesar 1,95 kWh/gTN dan penyisihan COD sebesar 0,45 kWh/gCOD. ABSTRACTA Wastewater Treatment Plant (WWTP) in the student dormitory of UGM, Yogyakarta has a reactor unit consists of an equalization, aeration 1, aeration 2, and clarifier with intermittent aeration process using a Microbubble Generator (MBG) with or without aeration for 15 minutes each. The WWTP was built as an effort to meet the Green Building standards for the old dormitory at UGM to make better process of grey water. The processed wastewater will be used for the dormitory environment. Operated for 208 days, there was no former studies for the WWTP.  Therefore, a study is needed to determine performance and energy consumption of the WWTP in removing pollutant parameters consisting of COD, nitrogen and phosphate. The study was carried out for 81 days of observation by testing the wastewater quality parameters in each treatment unit. COD and ammonia parameters have met the quality standards of the Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. 68 of 2016 concerning Domestic Wastewater Quality Standards, while phosphate doesn’t meet the quality standards of Regional Regulation D.I.Y. No. 7 of 2016 concerning Communal WWTP Activities. Results shows the performance from two aeration tanks are almost the same, but the existence of aeration tank 2 doesn’t have a significant effect. The results in aeration tank 1 showed the COD removal efficiency reached an average of 73.6±17.46%, PO4-P removal 39.12±14.96%, total nitrogen removal 56.15±19.6%, the nitrification efficiency 73.1±20.07%  the denitrification efficiency 61.72±27.48%. The total energy consumption with intermittent aeration process with an average discharge of 537.84 l/day is 14.12 kWh/m3 and a cost of Rp. 20,414/m3 with the largest energy use being phosphate removal at 5.10 kWh/gPO4-P, then ammonia removal at 1.79 kWh/gNH3-N, TN removal at 1.95 kWh/gTN and COD removal at 0.45 kWh/gCOD.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42040</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.127-138</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 127-138</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42040/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61929</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:12:05Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Struktur Komunitas Invertebrata Asosiasi Sampah Laut Organik di Pesisir Kabupaten Malang, Jawa Timur</dc:title>
	<dc:creator>Tiwi, Ayu Laksmi Tita Cindar</dc:creator>
	<dc:creator>Aliviyanti, Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Syananta, Citra</dc:creator>
	<dc:creator>Yona, Defri</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Citra Satrya Utama</dc:creator>
	<dc:creator>Yamindago, Ade</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Invertebrata Laut; Sampah Organik; Intertidal; Pantai Sendang Biru; Pelabuhan Pondokdadap</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Invertebrata laut umumnya ditemukan di wilayah perairan laut terutama area intertidal. Namun, seiring dengan kebutuhan akan makanan dan tempat berlindung, invertebrata laut juga dapat ditemukan di sampah laut organik di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis invertebrata yang berasosiasi dengan sampah laut organik dan struktur komunitasnya. Penelitian ini dilakukan di Pesisir Kabupaten Malang khususnya Pantai Sendang Biru dan Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap. Sampah organik laut dikumpulkan dari transek garis yang telah ditentukan dengan pengulangan waktu, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis komposisi jenis sampah dan invertebrata laut asosiasinya. Komposisi jenis tertinggi sampah organik laut yaitu daun sebesar 67,80% di Pantai Sendang Biru dan 48,29% di Pelabuhan Pondokdadap. Komposisi berat tertinggi sampah organik laut yaitu sabut kelapa sebesar 46,02% di Pantai Sendang Biru dan 68,08% di Pelabuhan Pondokdadap. Sebanyak empat genus invertebrata laut (Melampus, Littoraria, Ligia, dan Platorchestia) ditemukan berasoasi dengan sampah laut organik di Pantai Sendang Biru, sedangkan sebanyak enam genus (Melampus, Ellobium, Littoraria, Nerita, Ligia, dan Platorchestia) ditemukan berasosiasi dengan sampah laut organik di Pelabuhan Pondokdadap. Indeks keanekaragaman invertebrata yang ditemukan pada kedua wilayah bernilai sedang, komunitas dalam kondisi stabil, dan tidak terdapat spesies yang mendominasi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang positif antara kepadatan jenis sampah organik laut dengan kelimpahan invertebrata laut. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah organik di daerah pesisir untuk kelangsungan hidup invertebrata laut. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61929</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.113-123</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 113-123</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61929/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/61929/15807</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/61929/15809</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/13039</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:22:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Emisi Gas Rumah Kaca dan Hasil Padi dari Cara Olah Tanah dan Pemberian Herbisida Di Lahan Sawah MK 2015</dc:title>
	<dc:creator>Ariani, Miranti</dc:creator>
	<dc:creator>Yulianingrum, Hesti</dc:creator>
	<dc:creator>Setyanto, Prihasto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">olah tanah, herbisida, GWP, CH4, N2O</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanpa olah tanah (NT) telah banyak ditunjukkan sebagai praktik pengelolaan lahan sawah yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) karena kemampuannya untuk menyerap karbon dalam tanah. Di luar negeri, bahkan juga oleh FAO, sekarang ini sedang banyak dikembangkan apa yang disebut dengan conservation agriculture, yaitu cara bercocok tanam dengan meminimalkan gangguan pada tanah atau dikenal juga dengan istilah No tillage/Zero Tillage (tanpa olah tanah). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi emisi CH4 dan N2O dari lahan sawah di daerah tropis dengan perlakuan cara olah tanah. Percobaan disusun dengan rancangan faktorial acak kelompok 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor I cara olah tanah (1) Olah tanah sempurna, (2) tanpa olah tanah, dan faktor II adalah pemberian herbisida berupa (1) glifosat, (2) paraquat dan (3) tanpa herbisida. Jarak tanam adalah tegel 20 cm x 20 cm. Emisi CH4 pada MK 2015 yang terendah adalah pada perlakuan tanpa olah tanah (TOT) dan pemberian herbisida glifosat, yaitu sebesar 201 kg CH4/ha/musim dan yang tertinggi pada perlakuan olah tanah sempurna tanpa penambahan herbisida yaitu sebesar 353 kg CH4/ha/musim. Tanpa olah tanah menghasilkan rerata fluks harian CH4 yang lebih rendah dibanding perlakuan olah tanah sempurna. Emisi N2O terendah dihasilkan pada perlakuan olah tanah sempurna dengan penambahan herbisida glifosat, yaitu sebesar 0,34 kg N2O/ha/musim, dan tertinggi pada perlakuan tanpa olah tanah dengan penambahan herbisida paraquat yaitu sebesar 0,65 kg N2O/ha/musim. Hasil padi pada semua perlakuan menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata. Faktor emisi N2O langsung dari lahan padi sawah irigasi dengan perlakuan olah tanah dan herbisida berkisar antara 0,0008 – 0,0015 kg N2O-N/kg N dengan kisaran hasil padi sebesar 4,96 – 5,12 t/ha GKG. Secara total, yang dinyatakan dengan GWP, perlakuan tanpa olah tanah menimbulkan emisi GRK yang lebih kecil dibanding perlakuan olah tanah sempurnaKata kunci: olah tanah, herbisida, GWP, CH4, N2OABSTRACTNo-tillage (NT) management has been promoted as a practice capable of offsetting greenhouse gas (GHG) emissions because of its ability to sequester carbon in soils. Even FAO and many countries, are now being widely developed what so called conservation agriculture, on how to grow crops with minimize soil disturbance or also known as No tillage/Zero tillage. This study aimed to obtain information CH4 and N2O emissions and grain yield from rice fields in the tropics with tillage treatments. The experiment was arranged in a randomized factorial design with 3 replications. The treatments tested consisted of two factors, namely the first factor was tillage (1) deep tillage, (2) zero tillage, and the second factor is application of herbicide in the form of (1) glyphosate, (2) paraquat and (3) without herbicides, using tiles row spacing (20 x 20 cm). In DS 2015, the lowest CH4 emissions resulted from no-tillage (TOT) treatment combined with the application of glyphosate, which amounted to 201 kg CH4/ha/ season and the highest resulted from deep tillage treatment combined with no herbicide, which amounted to 353 kg CH4/ha/season. Daily CH4 fluxes from No tillage treatment are lower than those from deep tillage treatments. The lowest N2O emissions resulted from deep tillage treatments combined with the application of glyphosate, which amounted to 0.34 kg N2O/ha/season, and the highest resulted from no-tillage treatment combined with paraquat, which amounted to 0.65 kg N2O/ha/season. Rice yield were not significantly different among treatments. Direct N2O factors emissions from irrigated rice field applied tillage and herbicide treatments ranged from 0.0008 to 0.0015 kg N2O-N/kg N with rice yield range of 4.96 to 5.12 t/ha. In total, expressed by GWP, no tillage treatment resulted lower GHG emissions than deep tillage treatments.Keywords: tillage, herbicide, GWP, CH4, N2OCitation: Ariani, M., Yulianingrum, H. dan Setyanto, P. (2017). Emisi Gas Rumah Kaca dan Hasil Padi dari Cara Olah Tanah dan Pemberian Herbisida Di Lahan Sawah MK 2015. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 74-82, doi:10.14710/jil.15.2.74-82</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Balai Penelitian Lingkungan Pertanian</dc:contributor>
	<dc:date>2017-10-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/13039</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.15.2.74-82</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017; 74-82</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/13039/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49279</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Pemanfaatan Limbah Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) untuk Budidaya Kerang Darah (Anadara granosa, Linneus 1758)</dc:title>
	<dc:creator>Prasetiyono, Eva</dc:creator>
	<dc:creator>Nirmala, Kukuh</dc:creator>
	<dc:creator>Supriyono, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Sukenda, Sukenda</dc:creator>
	<dc:creator>Hastuti, Yuni Puji</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah tambak udang, lumpur, senyawa nutrien, budidaya, kerang darah, filter feeder, detritus feeder</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Budidaya udang vaname di tambak dilakukan semakin intensif untuk memenuhi tingginya permintaan. Intensifitas kegiatan budidaya menyebabkan peningkatan beban limbah yang dihasilkan. Limbah tambak udang berupa dalam bentuk padatan lumpur organik dan senyawa-senyawa nutrien terutama nitrogen dan fosfor dalam jumlah yang tinggi. Tingginya kandungan limbah ini menyebabkan permasalahan bagi lingkungan perairan diantaranya yaitu pertumbuhan pesat mikroalga. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan budidaya udang di tambak perlu diatasi diantaranya dengan memanfaatkan limbah tersebut untuk budidaya kerang darah. Kerang darah merupakan organisme filter feeder dan detritus feeder yang hidup pada substrat lumpur dengan pakan utamanya yaitu mikroalga. Kerang darah juga menyerap detritus yang mengandung senyawa nutrien untuk pertumbuhan. Limbah tambak udang yang mengandung lumpur dan senyawa nutrien berpotensi digunakan untuk budidaya kerang darah. Budidaya kerang darah dapat dlakukan dengan cara co-culture dengan udang vaname pada tambak produksi udang, pemeliharaan kerang darah pada tambak IPAL udang atau menempatkan limbah tambak udang pada tambak budidaya kerang darah. Upaya pemanfaatan limbah tambak ini selain untuk meminimalisasi dampak limbah bagi lingkungan juga meningkatkan produktivitas kerang darah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49279</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.420-430</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 420-430</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49279/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/66090</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kuantifikasi Cadangan Karbon Hutan Kawasan Karst Maros Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung</dc:title>
	<dc:creator>Fuady, Syafiqatul</dc:creator>
	<dc:creator>Arsyad, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Tiwow, Vistarani Arini</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistiawaty, Sulistiawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Arsyad, Fahmiady</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetiyo, Adi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biomassa; Cadangan Karbon; Hutan; Karbondioksida; Perubahan Iklim; TN Babul</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perubahan iklim global memerlukan upaya mitigasi berbasis ekosistem. Kawasan Karst Maros Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, memiliki potensi sebagai penyimpan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik iklim dan mengkuantifikasi cadangan karbon hutan di Kawasan Karst Maros Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Karakteristik iklim dianalisis menggunakan data curah hujan dan suhu udara 31 tahun (1993-2023) yang diperoleh dari data citra satelit ERA-5. Sedangkan estimasi cadangan karbon hutan digunakan data biomassa, nekromassa, dan %C organik tanah yang diperoleh dari pengukuran langsung di lapangan dan uji laboratorium. Pengambilan data dilakukan pada bagian hutan daerah datar bertanah sebanyak 30 plot berukuran 20 x 20m (400 m2). Penentuan lokasi plot pengukuran melalui metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode allometrik. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata suhu udara 26,4°C dan jumlah curah hujan tahunan 2.864,13 mm/tahun, hal ini mengindikasikan bahwa zona iklim di kawasan penelitian menurut Chave, et al (2005) termasuk dalam zona iklim Humid/Lembab. Cadangan karbon sebesar 223,366 tonC/ha, dengan luas wilayah 9.610,71 ha diperoleh cadangan karbon total sebesar 2.146.705,850 tonC, sehingga berdasarkan harga jual kredit karbon senilai US$ 5/ton di pasar karbon, nilai ekonomi karbon dapat mencapai sekitar Rp.167.099.583.353. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Karst Maros Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki kontribusi signifikan dalam menyimpan karbon, sekaligus memiliki potensi ekonomi melalui program kompensasi karbon khususnya skema Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+). Oleh karena itu hasil penelitian dapat dijadikan dasar ilmiah dalam perumusan strategi mitigasi perubahan iklim serta pengelolaan kawasan kasrt secara berkelanjutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66090</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1333-1342</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1333-1342</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66090/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/31315</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemantauan Emisi dengan Continuous Emission Monitoring System (CEMS) dalam Pemanfaatan Minyak Pelumas Bekas Sebagai Subtitusi Bahan Bakar pada Produksi Kapur Tohor</dc:title>
	<dc:creator>Susanto, Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Purwanto</dc:creator>
	<dc:creator>Putro, Edi K</dc:creator>
	<dc:creator>Yochu, Wiliam E</dc:creator>
	<dc:creator>Amrina, Uli</dc:creator>
	<dc:creator>Falakh, Fajrul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">CEMS, emisi, minyak pelumas bekas, pemanfaatan limbah B3, subtitusi bahan bakar, kapur tohor.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minyak pelumas bekas atau biasa disebut used oils yang berasal dari minyak pelumas bekas hidrolik, mesin-mesin, gear, lubrikasi, insulasi, heat transmission, grit chambers, oil water separator dan atau campurannya termasuk kedalam limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari kegiatan industri. Limbah B3 (LB3) tersebut memiliki simbol mudah terbakar dan berkategori bahaya 1. Used oils tersebut dapat dimanfaatkan sebagai substitusi sumber energi dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan teknologi maupun baku mutu lingkungan hidup agar tidak menimbulkan pencemaran udara. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi sistem pemantauan dan pengendalian pencemaran udara pada pemanfaatan limbah minyak pelumas bekas, yaitu sebagai subtitusi bahan bakar pada produksi kapur tohor apakah telah sesuai dengan persyaratan peraturan dan perundangan Republik Indonesia (RI). Metode penelitian menggunakan triangulasi teknik dengan cara mengumpulkan data yang berbeda-beda agar diperoleh data dari sumber yang sama. Sumber data dan lokasi penelitian dilakukan di unit produksi kapur tohor yang berada di daerah tambang terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI). Hasil pemantauan emisi pemanfaatan used oils dengan minyak solar dengan continuous emission monitoring system (CEMS) telah memenuhi persyaratan dan peraturan perundangan RI. Metode pengambilan sampel CEMS yang diterapkan yaitu in stack dilution extractive untuk memantau parameter partikulat dan gas.  Pengendalian pencemaran udara lainnya dilakukan dengan sejumlah tindakan dan pengelolaan lainnya. Upaya pengelolaan tersebut dapat berupa kegiatan pemeliharaan dan penggantian rutin unit filter bag pada baghouse, pemeliharaan induced draft (ID) fan, pengendalian dan pematauan tekanan udara, dan persentase debit campuran antara used oils dan minyak solar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/31315</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.392-400</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 392-400</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/31315/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54079</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kesedian Membayar Wisatawan untuk Pelestarian Pantai di Desa Hukurila Kota Ambon</dc:title>
	<dc:creator>Talakua, Eygner Gerald</dc:creator>
	<dc:creator>Ruban, Angela</dc:creator>
	<dc:creator>Papilaya, Renoldy Lamberthy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kesediaan; membayar; tarif; wisatawan; pesetarian; pantai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu desa dengan ragam wisata terbanyak di Kota Ambon adalah Desa Hukurila, diantaranya terdapat lima objek wisata terkait dengan potensi sumber daya perikanan, pesisir dan laut. Terdapat ancaman keberlanjutan wisata pantai di Desa Hukurila yakni abrasi, jika terus terjadi hingga tahun 2026 maka tidak lagi sesuai sebagai kawasan wisata pantai. Pengelola wisata perlu mengeluarkan Rp 179.530.968/tahun untuk pembuatan breakwater sebagai salah satu bentuk pelestarian pantai, disisi lain tarif wisata yang berlaku belum memperhitungkan biaya pelestarian lingkungan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kesediaan membayar wisatawan, meramalkan kunjungan wisatawan hingga tahun 2026, dan menentukan tarif wisata demi pelestarian wisata pantai di Desa Hukurila. Survei dilakukan terhadap 65 responden wisatawan pada bulan Juli tahun 2022, data yang diperoleh dianalisis dengan metode penilaian kontingensi, metode peramalan, dan pendekatan penentuan tarif wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kesediaan membayar wisatawan di wisata pantai Desa Hukurila Kota adalah Rp 233.871/bulan. Hingga tahun 2026 kunjungan wisatawan akan mencapai 7.548 orang didominasi oleh wisatawan lokal. Untuk menghindari abrasi pelestarian pantai dapat dilakukan jika tarif wisata dinaikan hingga Rp 58.468/kunjungan atau 25,0% dari nilai kesediaan membayar wisatawan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54079</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.878-886</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 878-886</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54079/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6351</identifier>
				<datestamp>2014-03-11T04:31:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK DI KOTA CIREBON TERHADAP PENURUNAN PENCEMAR ORGANIK DAN E-COLI</dc:title>
	<dc:creator>Samina, Samina</dc:creator>
	<dc:creator>Setiani, Onny</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Purwanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> ABSTRAK  Pengelolaan air limbah domestik di Kota Cirebon dari rumah tangga, perkantoran dialirkan melalui sistem perpipaan ke 4 lokasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kondisi keempat IPAL terlihat kurang terawat dan operasional pompa tidak kontinyu. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas IPAL secara keseluruhan maupun pada masing-masing unit, dan kendala yang dihadapi. Lokasi penelitian efektivitas IPAL, pengoperasian dan kualitas air inlet dan outlet dari IPAL. Dalam penelitian ini dibatasi pada 2 (dua) IPAL; yaitu: IPAL Kesenden dan IPAL Perumnas Selatan. Pemeriksaan kualitas air terbatas pada parameter BOD, COD, dan Bakteri E-coli. Alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air menggunakan alat yang ada pada laboratorium, sedangkan analisa data dengan cara analisa perbandingan antara kualitas air sebelum diolah dan setelah diolah dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku. Sistem pengolahan pada IPAL dengan kolam oksidasi yang terdiri dari kolam anaerobik, kolam fakultatif, dan kolam maturasi. Dari hasil penelitian, pembahasan dan analisis serta merujuk pada tujuan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: telah terjadi pendangkalan di kedua IPAL, masih ada kapasitas tidak terpakai (idle capacity), penurunan BOD sangat signifikan tetapi masih di atas ambang batas, penurunan COD sangat signifikan dan sudah di bawah ambang batas, efektivitas penurunan BOD dan COD baik pada setiap kolam maupun secara keseluruhan cukup tinggi, efektivitas pengolahan secara keseluruhan pada IPAL Perumnas Selatan lebih tinggi dari pada IPAL Kesenden, dan operasional kedua IPAL belum optimal yang disebabkan oleh adanya beberapa pompa yang rusak, kurangnya pengamanan terhadap IPAL, dan masih sedikitnya pelanggan air limbah. Optimalisasi kedua IPAL tersebut direkomendasikan dilakukan pengerukan dasar kolam secara berkala, peningkatan jumlah pelanggan air limbah rumah tangga dengan promosi kesehatan dan penambahan saluran air limbah, pengamanan lokasi IPAL, pembersihan eceng gondok, penanganan kolam yang bocor, dan meningkatkan kualitas operasional IPAL dan anggaran pada pengelolaan air limbah secara umum di Kota Cirebon.   Kata Kunci: Efektivitas IPAL, air limbah domestik, Kota Cirebon </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6351</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.11.1.36-42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 1 (2013): April 2013; 36-42</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6351/5318</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44459</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Proyeksi Konservasi Tanah dan Air Mitigasi Penurunan Jasa Lingkungan Tata Hidrologi DAS Hulu Brantas</dc:title>
	<dc:creator>Bushron, Raushanfikr</dc:creator>
	<dc:creator>Rachman, Latief Mahir</dc:creator>
	<dc:creator>Baskoro, Dwi Pujo Tejo</dc:creator>
	<dc:creator>Soemarno, Soemarno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Conservation; Ecosystem Service; Land Use</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jasa lingkungan pengaturan hidrologi DAS berupa Koefisien Rezim Aliran (KRA) dan Koefisien Aliran tahunan (KAT)mengalami penurunan kualitas akibat perubahan penggunaan lahan. Upaya konservasi tanah dan air memiliki peranan penting dalam memperbaiki jasa lingkungan DAS, sehingga untuk melakukan upaya mitigasi dampak perubahan penggunaan lahan di masa yang akan dating, perlu dilakukan proyeksi arahan teknik konservasi tanah dan air. Penelitian ini memiliki 3 skenario yaitu 1). Skenario A (eksisting tahun 2019), 2) Skenario B (Proyeksi Penggunaan lahan tahun 2029), 3) Skenario C (penerapan KTA Proyeksi Penggunaan lahan 2029). Analisis pada penelitian ini menggunakan 2 analisis yaitu; 1) CA-Markov untuk menentukan proyeksi penggunaan lahan 2) Soil and Water Assessment Tool untuk menentukan nilai KRA dan KAT. Hasil yang didapatkan dari analisis proyeksi CA-Makov didapatkan bahwa penggunaan lahan ditahun 2029 mengalami peningkatan terbesar pada penggunaan lahan permukiman yaitu sebesar 4100 Ha, sedangkan penggunaan lahan vegetatif berupa lahan pertanian dan hutan mengalami penurunan sebesar 4785 Ha. Nilai KRA skenario B diseluruh sub-DAS lebih tinggi dibandingkan pada skenario A, hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan fungsi hidrologi DAS pada proyeksi tahun 2029 dibanding pada tahun 2019. Nilai KRA pada skenario C lebih rendah di seluruh sub-DAS dibandingkan dengan skenario B, bahkan di sebagian sub-DAS nilai KRA skenario C lebih rendah dari skenario A. hal tersebut menunjukkan arahan KTA dapat memperbaiki nilai KRA akibar penggunaan lahan proyeksi 2029, bahkan nilai KRA nya dapat lebih baik dari penggunaan lahan eksisting tahun 2029. Nilai KRA pada skenario C lebih rendah di seluruh sub-DAS dibandingkan dengan skenario B, bahkan di sebagian sub-DAS nilai KRA skenario C lebih rendah dari skenario A. hal tersebut menunjukkan arahan KTA dapat memperbaiki nilai KRA akibar penggunaan lahan proyeksi 2029, bahkan nilai KRA nya dapat lebih baik dari penggunaan lahan eksisting tahun 2029.ABSTRACTWatershed hydrological regulation environmental services in the form of Flow Regime Coefficient (KRA) and Annual Flow Coefficient (KAT) have decreased in quality due to changes in land use. Soil and water conservation efforts have an important role in improving watershed environmental services, so that in order to mitigate the impacts of future land use changes, it is necessary to project directions for soil and water conservation techniques. This study has 3 scenarios, namely 1). Scenario A (existing in 2019), 2) Scenario B (Land Use Projection in 2029), 3) Scenario C (implementation of KTA Land Use Projection in 2029). The analysis in this study uses 2 analyzes, namely; 1) CA-Markov to determine land use projections 2). Soil and Water Assessment Tool to determine KRA and KAT values. The results obtained from the CA-Makov projection analysis showed that land use in 2029 experienced the largest increase in residential land use, which was 4100 Ha, while the use of vegetative land in the form of agricultural and forest land decreased by 4785 Ha. The KRA value in scenario B in all sub-watersheds is higher than in scenario A, this indicates that there is a decrease in the hydrological function of the watershed in the 2029 projection compared to 2019. The KRA value in scenario C is lower in all sub-watersheds compared to scenario B, even in some sub-watersheds the KRA value in scenario C is lower than scenario A. This shows that the KTA direction can improve the KRA value due to the projected land use in 2029, even the KRA value can be better than the existing land use in 2029. The KRA value in scenario C lower in all sub-watersheds compared to scenario B, even in some sub-watersheds the value of KRA in scenario C is lower than scenario A. This shows that the KTA direction can improve the KRA value due to the projected land use in 2029, even the KRA value can be better of existing land use in 2029.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44459</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.474-483</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 474-483</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44459/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64113</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Modifikasi Fe3O4 dari Pasir Besi Pantai dengan Asam Oleat dan PEG melalui Metode co-Precipitation untuk Menangani Limbah Mikroplastik PET di Air Laut</dc:title>
	<dc:creator>Mumtazah, Zuhriah</dc:creator>
	<dc:creator>Bima Suci, Syeikh Maulana</dc:creator>
	<dc:creator>Hakiki, Rizki Maulana</dc:creator>
	<dc:creator>Muharja, Maktum</dc:creator>
	<dc:creator>Palupi, Bekti</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Istiqomah</dc:creator>
	<dc:creator>Yolanda Putri, Ditta Kharisma</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadana, Ifan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikroplastik; Magnetit; Nanopartikel; Pasir Besi; Surfaktan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mikroplastik diartikan sebagai plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Mikroplastik telah terdeteksi secara luas di lingkungan perairan dan menjadi kontaminan yang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu sangat diperlukan cara untuk menghilangkan mikroplastik dari air secara efektif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan surfaktan asam oleat (OA) dan polietilen glikol (PEG) pada nanopartikel magnetit untuk pemisahan mikroplastik polyethylene terephthalate (PET) di media air. Penambahan surfaktan memungkinkan nanopartikel dapat terdispersi dengan baik dan lebih stabil. Nanopartikel magnetit disintesis dari pasir besi pantai Watu Ulo Jember dengan metode co-precipitation. Nanopartikel magnetit dikarakterisasi menggunakan PSA untuk mengetahui distribusi ukuran partikel dan FTIR untuk menentukan gugus fungsi pada n-Fe3O4 yang telah dimodifikasi dengan OA dan PEG. Ukuran partikel yang didapatkan berkisar antara 458,7–955,4 nm dengan intensitas tertinggi 712,4 nm. Efisiensi adsorpsi mikroplastik yang diperoleh menggunakan n-Fe3O4 adalah 77,8%, n-Fe3O4/PEG 91,7%, dan n- Fe3O4/OA 95,2%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64113</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.418-426</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 418-426</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64113/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19785</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:27:45Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK HIDROLOGI PADA DUA DAS KECIL DI WILAYAH UPT PSDA DI SURABAYA : ANALISIS MENGGUNAKAN  INDICATORS OF HYDROLOGIC ALTERATION (IHA)</dc:title>
	<dc:creator>Indarto, Indarto</dc:creator>
	<dc:creator>Rohman, Isfi roni</dc:creator>
	<dc:creator>Andriyani, Idah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">IHA, change, RVA, EFC, FDC, Surabaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research proposes to evaluate whether there has been a change in hydrological regimes of the watershed. The research was conducted at the the administrative area of UPT PSDA Surabaya. Furthermore, Surabaya-Perning and Lamong-Simoanggrok watersheds were used as a sample for this study. The analysis was conducted using the Indicator of Hydrologic Alteration (IHA). The main input is the daily discharge data series from the two watersheds. The discharge data range from 1996 to 2015. Then, the time series data is divided into two periods, the pre-impact period (1996-2005) and the post-impact period (2006-2015). A total of 33 IHA parameters classified into 5 categories were used to evaluate the change. The results of the assessment are then used for RVA (Range of Variable approach) calculations. RVA calculations were used to discover changes occurring from the pre-impact period to the post-impact period. The data series from the two watersheds also analyzed using Environmental Flow Components (EFC) and Flow Duration Curves (FDC). The result of the research shows the difference in parameter value that indicating the hydrological change between the pre-impact period and the post-impact period. RVA analysis results show an increased flow in the Surabaya-Perning watershed from January to September and December. RVA analysis results also show an increased flow in the Lamong-Simoanggrok watershed from January to July and December. The results of the EFC analysis can provide information about flows that have the potential to cause floods and droughts. The Surabaya-Perning watershed has the potential to encounter a small flood with a value 254,7 m3/s which last for 9 days with a chance of occurring 0,5 times every 2 years.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Universitas Jember</dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19785</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.70-81</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 70-81</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19785/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48027</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penyisihan Nitrogen Melalui Proses Anammox dengan Inokulum Lumpur Instalasi Pengolahan Air Limbah Pabrik Pupuk</dc:title>
	<dc:creator>Marlis, Iing Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Komala, Puti Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Zulkarnaini, Zulkarnaini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anammox, FtBR, lumpur, pabrik pupuk.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pabrik pupuk merupakan salah satu industri yang menghasilkan air limbah dengan konsentrasi amonium tinggi yang jika dibuang langsung ke lingkungan akan membahayakan kehidupan di perairan. Sejauh ini pengolahan limbah pabrik masih menggunakan proses steam stripping dan wetland. Anammox merupakan bioteknologi untuk pengolahan air limbah dengan rasio karbon/nitrogen (C/N) yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyisihan nitrogen menggunakan lumpur dari instalasi pengolahan air limbah pabrik pupuk sebagai inokulum dalam proses anammox. Penelitian menggunakan reaktor yang terdiri dari housing filter dan string wound filter sebagai media lekat biomassa yang dinamakan Filter Bioreactor (FtBR). FtBR yang sudah diisi dengan inokulum dari lumpur limbah pabrik pupuk dialiri substrat secara kontinu dengan konsentrasi amonium dan nitrit 70 mg-N/L, HRT 24 jam dan dioperasikan selama 120 hari pada suhu 35oC. Efisiensi penyisihan nitrogen dihitung dengan menguji konsentrasi amonium, nitrit dan nitrat menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kinerja penyisihan nitrogen dengan parameter ammonium conversion efficiency (ACE), nitrogen removal efficiency (NRE) dan removal rate (NRR) adalah 88,01%, 85.85%, 0.141 kg-N/m3.h, pada nitrogen loading rate (NLR) 0.144 kg-N/m3.h. Biomassa anammox yang dihasilkan berwarna merah tumbuh pada filter sebagai indikator biomassa bakteri anammox.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48027</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.717-724</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 717-724</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48027/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/73705</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T15:08:37Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Utilization of Medical Waste Ash as Planting Media: A Preliminary Review</dc:title>
	<dc:creator>Umizakiah, Kiki</dc:creator>
	<dc:creator>Saripudin, Gemilang Lara Utama</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyandito, Martha Fani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Medical waste ash; incineration residue; planting media; potentially toxic metals; organic fertilizer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The expansion of healthcare services has significantly increased medical waste generation, with incineration serving as the primary method for volume reduction and pathogen inactivation. This process produces medical waste ash (MWA), classified as hazardous due to its strong alkalinity and the presence of potentially toxic metals (PTMs). Although the physicochemical characteristics of MWA have been widely reported, a critical synthesis of its potential utilization as planting media, particularly in integration with organic amendments, remains limited. This narrative review analyzes multidisciplinary literature published between 2000 and 2025 to assess the technical feasibility and environmental implications of such utilization. Across diverse geographical contexts and incineration technologies, MWA consistently exhibits high alkalinity (pH &gt;10) and is predominantly composed of CaO (10–62 wt.%) and SiO₂ (1–58 wt.%). The presence of nutrient-related oxides, including K₂O, MgO, SO₃, and P₂O₅, indicates potential agronomic functionality, particularly for non-food cultivation systems. However, PTMs such as Zn, Pb, Cr, Cu, Ni, Cd, and Hg are consistently detected, with mobility influenced by combustion conditions, waste composition, and ash fractionation. Literature synthesis suggests that blending MWA with organic amendments may stabilize pH, enhance nutrient availability, and facilitate PTM immobilization through chelation mechanisms. From a circular economic perspective, MWA valorization may reduce disposal volumes, transportation demand, and long-term environmental burdens associated with landfilling. Nevertheless, the existing body of research remains largely laboratory based. Rigorous experimental validation, standardized toxicity assessment, and large-scale field trials are therefore required to ensure agronomic performance and long-term environmental safety before broad implementation.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2026-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/73705</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1637-1657</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/73705/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/73705/20250</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25817</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:25Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Community Development in Kemijen Village, East Semarang: A Corporate Social Responsibility in Practice</dc:title>
	<dc:creator>Purnaweni, Hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>Yazid, Irzaldi</dc:creator>
	<dc:creator>Arifah, Mutia Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Qomariah, Anis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">CSR, Local people’s peception, Education, Health, Infrastructure, Economy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Companies, either state-owned and private which operates in the field and/or related to natural resources must implement Corporate Social Responsibility (CSR), such as by PT Indonesia Power (PT. IP) UBP-Tambaklorok which is located nearby Tanjung Mas Harbor, Tambaklorok Village, North Semarang District. Semarang City. The CSR implementation should benefit for both sides, the company for its image and the local community for the implemented programs. Therefore it is important to analyse perception of the local community as well as their opinions about the company's CSR activities in their village, in this case is the people of Kemijen village which is located adjacent to the PT. IP’s area. This research is descriptive qualitative, done in 2019, describing the phenomenon of CSR implementation by PT. IP, and the perception of the local community of Kemijen village towards the CSR activities implemented by PT. IP. The informants were taken using purposive sampling technique, covering both formal and informal leaders, the local people, as well as community development officer of PT. IP. Primary data was gathered using in-depth interview technique and observation. Secondary data consist of documents. Primary and secondary data was then coded and analysed interactively. PT. IP has formulated and implemented the Company’s strategies into CSR Roadmap 2015-2019, which is the grand strategy and a milestone of CSR implementation to integrate CSR strategy into the Company’s strategy, in the sectors of education, health, economy, and infrastructure. According to the perception of the Kemijen villagers, there have been both benefit and insufficiency of the PT. IP’s CSR implementation. They expect more programs to be implemented, in order to allowing them more opportunities for poverty alleviation.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25817</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.83-88</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 83-88</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25817/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/57225</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Manfaat Ekonomi Wisata Alam Pantai Goa Cemara, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Nurrochmah, Listianova Devi</dc:creator>
	<dc:creator>Falatehan, A Faroby</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">covering pengeluaran; manfaat ekonomi; pelaku usaha; share pendapatan; tenaga kerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pariwisata merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian bagi masyarakat sekitar kawasan wisata. Suatu kawasan wisata dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi manfaat ekonomi dari keberadaan wisata alam Pantai Goa Cemara Metode yang digunakan yakni analisis pendapatan yang mencakup share pendapatan wisata pada pendapatan total serta seberapa besar pendapatan wisata dapat memenuhi pengeluaran rumah tangga pelaku usaha dan tenaga kerja di wisata alam Pantai Goa Cemara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat ekonomi yang diperoleh pelaku usaha berupa share pendapatan sebesar 83,58% pada total pendapatan dengan rataan pendapatan dari sektor wisata sebesar Rp48.156.000 per tahun dan pendapatan tersebut dapat memenuhi sebesar 164,15% dari pengeluaran rumah tangga. Tenaga kerja memperoleh manfaat ekonomi berupa share pendapatan sebesar 49,50% pada total pendapatan dengan rataan pendapatan dari sektor wisata sebesar Rp12.448.000 per tahun dan pendapatan tersebut dapat memenuhi sebesar 78,47% dari pengeluaran rumah tangga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57225</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1263-1268</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1263-1268</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57225/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48614</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Foto Udara UAV Untuk Pemetaan Kerentanan Fisik Rumah Terhadap Longsor di Sub-DAS Bompon</dc:title>
	<dc:creator>Fariz, Trida Ridho</dc:creator>
	<dc:creator>Jatmiko, Retnadi Heru</dc:creator>
	<dc:creator>Mei, Estuning Tyas Wulan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">foto udara UAV; interpretasi visual; kerentanan fisik; longsor; pemetaan skala rumah tangga; proksi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kajian untuk menilai kerusakan maupun kerentanan rumah terhadap longsor skala detail masih jarang dilakukan. Apalagi mengenai pedoman analisisnya melalui proksi berbasis data penginderaan jauh yang masih sangat jarang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan kerentanan fisik rumah terhadap longsor menggunakan foto udara UAV (Unmanned Aerial Vehicle) serta memaparkan proses pengumpulan datanya. Hasil dari penelitian ini adalah foto udara UAV dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerentanan fisik rumah terhadap longsor melalui interpretasi visual. Tahapan identifikasi dimulai dari observasi, lalu dilanjutkan dengan menginterpretasi proksi berupa bentuk atap dan bangunan, ukuran, material atap, lokasi dan asosiasi. Pendekatan tersebut digunakan sebagai pembantu proses interpretasi rumah dan indikator kerentanan fisik dan kunci interpretasi yang disusun secara umum memiliki akurasi diatas 80%. Hasil penilaian kerentanan fisik menunjukkan bahwa rumah di Sub DAS Bompon didominasi oleh rentan tertimbun longsor.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48614</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.819-829</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 819-829</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48614/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/48614/11496</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45065</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Variasi PAC, Soda Ash dan Polimer Terhadap Penyisihan pH dan Warna Pada Unit Instalasi Pengolahan Air Minum di Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Riva, Achmad Fuadiani</dc:creator>
	<dc:creator>Sumiyati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Sarminingsih, Anik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bahan Kimia (PAC, soda ash, polimer), Jar Test</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKAkses terhadap pelayanan air minum yang berkualitas adalah kebutuhan mendasar bagi masyarakat di Kota Pekanbaru. Untuk menyediakan prasarana air minum yang handal untuk menghasilkan air curah yang sesuai dengan persyaratan kualitas yang disyaratkan memerlukan Instalasi Pengolahan Air. Instalasi Pengolahan Air (IPA) termasuk sarana yang penting di seluruh dunia yang akan menghasilkan air bersih dan sehat untuk di konsumsi masyarakat. Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kota Pekanbaru mengunakan air sungai sebagai sumber air. Kondisi kualitas pH dan warna, rata-rata untuk pH adalah 4,6-5,7, sedangkan untuk warna adalah 408-984 PtCo. Proses koagulasi dapat bekerja pada pH yang optimum yaitu berkisar pada pH 5,5-8,0 untuk menghasilkan kualitas air yang diinginkan. Kajian ini menggunakan metode literatur dan metode observasi. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh perbandingan menggunakan alum dan menggunakan PAC, penambahan soda ash dan tidak menggunakan soda ash serta kombinasi PAC, soda ash dan polimer untuk menghasilkan kualitas air dengan parameter pH dan warna yang dihasilkan. Dengan metode Jar Test menggunakan alum untuk pH 4,36-4,68 dan warna 45-52 PtCo, sedangkan PAC untuk pH 4,85-5,08 dan warna 64-72 PtCo. Dengan koagulan alum menggunakan soda ash untuk pH 7,48 dan warna 52 PtCo sedangkan PAC menggunakan soda ash untuk pH 7,94 dan warna 63 PtCo. Kombinasi alum, soda ash dan polimer untuk pH 7,64 dan warna 51 PtCo sedangkan kombinasi PAC, soda ash dan polimer untuk pH 7,97 dan warna 15 PtC0. Dari hasil penelitian diperoleh dosis optimum terbaik pada variasi PAC, soda ash dan polimer diperoleh 30 ppm PCA, 20 ppm soda ash dan polimer 0,3 ppm.Kata kunci: Bahan Kimia (PAC, soda ash, polimer), Jar TestABSTRACTAcces to quality water drinking is the basic need for Pekanbaru society. For providing of trade on water drinking infrastructure to produce water consumtion which an appropriate quality requirement required need Water Treatmen Plant. Water Treatmen Plan is an important medium in the world which will produce a healthy and pure water for consumed society. Water Treatment Plan at Pekanbaru City using river water as water source. The condition of colour and pH quality, the pH average is 4,6-5,7, where as to colour is 408-984 PtCo. Koagulation process working at an optimum pH distance is between at pH 5,5-8 to produce water quality wanted. This researche using observation method and literature method. Based on this research get comparison using alum and PAC, adding soda ash and no use soda ash and polymer to produce water quality with parameter pH and colour produced. With jar test method using alum for pH 4,36-4,68 and colour 45-52 PtCo, whereas PAC for pH 4,85-5,08 and colour 64-72 PtCo.  With koagulan alum using soda ash for pH 7,48 and colour 52 PtCO whereas PAC using soda ash for pH 7,94 and colour 63 PtCo. Alum, soda ash and polymer combination for pH 7,69 and colour 51 PtCo whereas PAC, soda ash and polymer combination for PH 7,97 and colour 15 PtCo. From research result gotten the best optimum dose of PAC, soda ash and polymer variation gotten 30 ppm PAC, 20 ppm soda ash and 0,3 ppm polymer.Keywords: Chemical (PAC, soda ash, polymer), Jar Test</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45065</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.769-776</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 769-776</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45065/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/45065/10285</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67449</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Konsorsium Mikroalga Chlorella Sebagai Upaya Revitalisasi Lingkungan Berbasis Biodegradasi Limbah POME (Palm Oil Mill Effluent)</dc:title>
	<dc:creator>Faturrahman, Alip</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Andira</dc:creator>
	<dc:creator>Anggoro, Ariek Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmah, Andieni Fauziah</dc:creator>
	<dc:creator>Haksara, Muhammad Fadly</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biodegradasi, konsorsium mikroalga Chlorella, limbah POME</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kelapa sawit menjadi komoditas unggulan dalam segi pendapatan non tambang. Pesatnya industri sawit memberikan dampak buruk bagi lingkungan, salah satunya limbah cair yang dihasilkan. Limbah POME memiliki kandungan nilai COD (Chemical Oxygen Demand) berkisar 55.250 mg/L yang 100 kali lebih berbahaya daripada limbah domestik. Akumulasi limbah POME dalam perairan dapat menurunkan konsentrasi O2 dan meningkatkan konsentrasi CO2. Sehingga diperlukan mitigasi lingkungan dalam menghadapi kondisi ini. Upaya pemanfaatan Chlorella vulgaris dan Chlorella pyrenoidosa sebagai media biodegradasi limbah POME menjadi solusi terkini. Riset ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas konsorsium mikroalga Chlorella dalam mendegradasi polutan nutrient-rich wastewater POME. Riset ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan single factor secara eksperimental. Parameter yang diukur berupa pH, COD, total padatan terlarut (TDS), warna dan secara in silico. Riset ini menggunakan variasi konsentrasi limbah POME yang ditambahkan dengan variasi imbobilisasi biobeads mikroalga. Hasil menunjukkan bahwa antara konsorsium mikroalga memberikan pengurai warna tertinggi dan pH netral. Adapun removal COD dan TDS, konsorsium mikroalga memiliki kinerja lebih baik dibandingkan kelompok tunggal Chlorella dengan percent removal sebesar 95,6%. Riset ini memberikan wawasan penting dalam pengembangan metode yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengolah air limbah dengan menggabungkan green technology dalam sistem pengolahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67449</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.721-729</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 721-729</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67449/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/23698</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:30:53Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Metana: Emisi Gas Rumah Kaca dari Ekosistem Karbon Biru, Mangrove</dc:title>
	<dc:creator>Ulumuddin, Yaya Ihya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metana, Metanogenesis, Mangrove, Emisi, Produksi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kontribusi mangrove terhadap emisi metana global merupakan topik yang sedang diperdebatkan. Ini adalah kajian pustaka dari 154 makalah--yang diakses dari arsip daring, Web of Science– yang mendiskusikan tentang metana di ekosistem mangrove yang dikaji dari berbagai aspek. Namun demikian, hanya 35 makalah yang secara langsung melaporkan tentang volume emisi metana dari ekosistem mangrove. Selebihnya mengkaji tentang metana yang terlarut di dalam air poros (pore-water), mikrobioma dan organisme pembentuk metana, pemindahan gas metana melalui pasang surut, dan geokimia. Kajian emisis gas metana dari sedimen mangrove menunjukkan bahwa secara umum emisinya rendah. Namun, penilaian mendalam terhadap aspek-aspek kajian lainnya serta dikombinaiskan dengan informasi dari kajian-kajian di ekosistem lahan basah air tawar menunjukkan bahwa ekosistem mangrove mungkina menghasilkan emisi gas metana yang tinggi. Kondisi tertentu yang dapat menyebabkan tingginya emisi ini yaitu ketika ada polusi nutrisi di ekosistem mangrove. Hal ini menghasilkan kondisi lingkungan yang cocok bagi metanogen, yaitu kombinasi antara materi organik yang melimpah dan kondisi anerobik. Kemungkinan yang lain adalah ada jalur-jalur lain dalam pelepasan gas metana ke atmosfer. Hal ini disimpulkan dari aksioma bahwa emisi gas metana sedimen mangrove secara alami rendah tapi potensi produksi gas metana tinggi. Mengacu pada aksioma-aksioma ini, maka beberapa pertanyaan penelitian diajukan di sini untuk dijawab pada penelitian-penelitian di masa yang akan datang. Pertanyaan-pertanyaan penelitian ini diajukan untuk mendorong penelitian terkait gas metana di hutan mangrove Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Australian Awards Scholarship</dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/23698</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.359-372</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 359-372</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/23698/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/55908</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Spasio-Temporal Kualitas Air dan Indeks Pencemaran pada Kawasan Mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Ayu Desi Anggraeni Swastya</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprobowati, Tri Retnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Jumari, Jumari</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Jafron Wasiq</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bedono; Mangrove; Biomonitoring; Kualitas Air; Indeks Pencemaran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perairan Bedono merupakan kawasan pesisir yang terdapat banyak hutan mangrove. Hutan mangrove memiliki banyak fungsi yaitu contohnya sebagai tempat pemijahan (spawning ground), asuhan (nursery ground), mencari makan (feeding ground) dan merupakan tempat habitat dari biota air, akan tetapi ekosistem mangrove di Desa Bedono mengalami degradasi yang disebabkan oleh banjir rob, abrasi, dan aktivitas antropogenik yang terjadi di daratan seperti alih fungsi lahan, pertanian dan kegiatan rumah tangga yang menghasilkan limbah domestik, hal ini dapat merusak keanekaragaman hayati di sekitar perairan sehingga perlu dilakukan kegiatan biomonitoring untuk mengetahui kualitas perairan di kawasan perairan mangrove Bedono. Biomonitoring dilakukan dengan pemantauan kondisi kualitas dan perubahan suatu lingkungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perairan dan Indeks Pencemaran (IP) pada kawasan ekosistem mangrove di desa Bedono. Penelitian dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2022 di lima lokasi dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian hasil perhitungan status mutu perairan dengan menggunakan Indeks Pencemaran bahwa pada bulan Juli hingga Desember menunjukkan kategori dari memenuhi baku mutu hingga tercemar sedang yaitu berkisar 0,569 – 5,345.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55908</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.279-288</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 279-288</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55908/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/39226</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Menilai Pelestarian Lingkugan Pantai, Studi Literatur Dengan Pendekatan Circular Economy dan Choice Modelling</dc:title>
	<dc:creator>Arninda, Devina</dc:creator>
	<dc:creator>Gravitiani, Evi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">circular economic; choice modelling; pelestarian lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perilaku pengunjung wisata yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan lingkungan pantai yang disebabkan karena penumpukan sampah-sampah. Disisi lain, minimnya kesadaran pengunjung dan masyarakat sekitar akan dampak yang dilakukan pada saat berkunjung ke pantai serta minimnya kesadaran dalam pelestarian lingkungan pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan circular economy serta untuk mengetahui penggunaan pendekatan choice modelling dalam menilai pelestarian lingkungan pantai. Metode yang digunakan adalah metode riset studi literatur dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan informasi dan data dari berbagai sumber melalui media elektronik berbasis web, jurnal yang relevan, hasil penelitian, dan sebagainya. Hasil penelitian ini yaitu menilai valuasi ekonomi pelestarian lingkungan pantai dapat dilakukan dengan konsep circular economy dan menggunakan metode atau pendekatan choice modelling untuk melihat alternatif pilihan yang dipilih oleh pengunjung pantai. AbstractThe behavior of tourist visitors who are not good can cause damage to the beach environment caused by the accumulation of garbage. On the other hand, the lack of awareness of visitors and the surrounding community about the impacts made when visiting the beach and the lack of awareness in preserving the coastal environment. The purpose of this study is to identify the application of the circular economy and to determine the use of the choice modeling approach in assessing the preservation of the coastal environment. The method used is a literature study research method with a descriptive approach. Secondary data collection is done by collecting information and data from various sources through web-based electronic media, relevant journals, research results, and so on. The results of this study are to assess the economic valuation of coastal environmental conservation can be done with the concept of a circular economy and using a method or approach choice modeling to see alternative choices chosen by beach visitors.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/39226</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.511-516</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 511-516</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/39226/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63608</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pengelolaan Limbah Domestik Berbasis Masyarakat pada IPAL Komunal Guyub Rukun di Kota Salatiga</dc:title>
	<dc:creator>Wulandari, Siti Siwi</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprobowati, Tri Retnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Kismartini, Kismartini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sanitasi; Limbah; Strategi; Edukasi; Sungai; Lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal Guyub Rukun Kota Salatiga diharapkan mampu meningkatkan taraf sanitasi layak di kawasan tersebut. Namun, temuan lapangan menunjukkan adanya pembuangan effluent dari pipa outlet menuju Sungai Cengek yang belum mendapat pemantauan kualitas air berdasarkan PP No. 22/2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengelolaan limbah cair domestik berbasis masyarakat pada IPAL Komunal Guyub Rukun. Responden penelitian adalah 6 orang key informan dari masyarakat dan 1 staff DPUPR Kota Salatiga yang ditentukan berdasarkan prinsip qualitative sampling menggunakan metode purposive approach. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT dan diperoleh hasil perhitungan matriks IFAS dan EFAS pada kuadran I (x,y; 1,01, 0,68) dengan karakteristik strategi agresif. Pemetaan strategi menunjukkan skor kombinasi strategi SO sebesar 3,36, strategi WO sebesar 2,68, strategi ST sebesar 2,35, serta strategi WT sebesar 1,67. Kombinasi strategi SO (Strength + Opportunity) dengan skor tertinggi, yaitu 3,36 menjadi prioritas strategi yang dipilih dan dilaksanakan dengan menggunakan kekuatan yang tersedia untuk memanfaatkan peluang yang ada. Alternatif strategi yang dapat diterapkan berdasarkan analisis SWOT yaitu edukasi masyarakat mengenai manfaat pengelolaan lingkungan, peningkatan sanitasi aman di Kota Salatiga dengan melibatkan stakeholder dan pemerintah, serta inisiasi penerapan strategi pemulihan lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63608</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1466-1476</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1466-1476</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63608/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10549</identifier>
				<datestamp>2016-03-15T01:47:04Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR BERBAGAI JENIS POLUTAN DI PERAIRAN INTERTIDAL KOTA KUPANG</dc:title>
	<dc:creator>Haninuna, Esau D N</dc:creator>
	<dc:creator>Gimin, Ricky</dc:creator>
	<dc:creator>Kaho, Ludji M. Riwu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jenis polutan, bioindikator perairan, perairan intertidal, fitoplankton</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan terhitung dari bulan Desember 2014 sampai Februari 2015 dengan tujuanmengetahui perbedaan jenis polutan yang dominan antar lokasi di Teluk Kupang, mengetahui korelasi antara kandungan Nutrien (NO3), PO4, minyak dan POM serta mutu kualitas air lainnya dengan kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan jenis dan dominansi fitoplankton, mengetahui perbedaan kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan jenis dan dominansi fitoplankton berdasarkan jenis polutan.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jenis fitoplankton yang ditemukan di Teluk Kupang (Tenau, Kampung Solor, Oeba dan Lasiana)terdiri dari 32  jenis, tergolong ke dalam kelas Diatom 27 genus dan Kelas Dinoflagellta 5 genus.Spesies yang paling banyak ditemui selama penelitian adalah dari genus Pelagothrix, spesies ini termasuk dalam Kelas Diatom.Nilai kelimpahan fitoplankton tertinggi di Oeba, dan terendah di Tenau, nilai keanekaragaman fitoplankton tertinggi terdapat di Tenau dan terendah terdapat di Oeba, nilai kemerataan jenis fitoplankton tertinggi di Tenau dan yang terendah di Oeba, sedangkan nilai dominansi fitoplankton tertinggi di Oeba dan terendah di Tenau.Hasil Analisis Sidik Ragam menunjukan bahwa ada perbedaan jenis polutan yang dominan antar lokasi di Teluk Kupang dan ada perbedaan kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan jenis dan dominansi berdasarkan jenis polutan dan Hasil Analisis Person menunjukan bahwa ada hubungan yang kuat antara kandungan Nutrien (NO3), PO4, minyak dan POM serta mutu kualitas air lainnya dengan kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan jenis dan dominansi fitoplankton di setiap lokasi penelitian. Berdasarkan konsentrasi nitrat, fosfat, minyak dan POM memperlihatkan bahwa perairan Intertidal sekitar Teluk Kupang termasuk kategori tercemar berat. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10549</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.13.2.72-85</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015; 72-85</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10549/8393</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45455</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:23Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Social and Environmental Risks Integration into Underwriting of Non-Life Insurance: A Review of Sustainable Finance in Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Agnes, Maria</dc:creator>
	<dc:creator>Koestoer, Raldi Hendro</dc:creator>
	<dc:creator>Sodri, Ahyahudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">social and environmental risk management; sustainable finance; general insurance; social responsibility; underwriting process</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Regulation of the Financial Services Authority of Indonesia (POJK) Number 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies was officially enacted for the insurance sector as of 1 January 2020 and requires the insurance sector, including the general insurance sector, to carry out the implementation of sustainable finance into its business activities. This study intends to review the extent of the implementation that has been carried out, particularly in relation to the social and environmental risk management principles. Using a literature review, data specifically related to the underwriting process were gathered and analyzed. Results of this study suggested that even though 86% of 44 respondents from the previous research had already confirmed if principles of social and environmental risk management had been implemented at that time, vast majority of the non-life insurers in Indonesia had not yet executed the said integration into the underwriting process. The sustainable finance implemented by Indonesia’s non-life insurance sector is still significantly focused on short-term financial performance rather than the long-term one.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45455</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.125-131</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 125-131</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45455/pdf_1</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/45455/10408</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/69485</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Assessing Health Status of Gajahwong River Ecosystem in Yogyakarta City through Biomonitoring and Community Empowerment</dc:title>
	<dc:creator>Sulistiyowati, Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Awaliyah, Dien F</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Assessment; Biomonitoring; Citizen Science; Ecosystem; River health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Research on river health assessment using biomonitoring with community empowerment through citizen science remains limited. This study aims to evaluate river health using biological indicators while fostering community involvement in data collection and analysis. The study focuses on the Gajahwong River in Yogyakarta City, an urban river undergoing changes due to urbanization. The methodology includes river health assessment based on macroinvertebrate biomonitoring, diversity index calculations, and a qualitative evaluation of the Citizen Index of Ecological Integrity (CIEI). Additionally, water quality data from the Environmental Agency (DLH) were analyzed as a comparison to community-collected data. Overall, the results indicate that the biological index falls under the moderately polluted category, consistent with abiotic parameter measurements (nitrate and phosphate), which also indicate pollution. Meanwhile, the CIEI reflects the community's perception of the ecological condition of the Gajahwong River, classifying it as moderate.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69485</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1046-1055</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1046-1055</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69485/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25449</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pengembangan Pengelolaan Rantai Pasok Dalam Pengelolaan Sampah Plastik</dc:title>
	<dc:creator>Yuliesti, Kikis Dinar</dc:creator>
	<dc:creator>Suripin, Suripin</dc:creator>
	<dc:creator>Sudarno, Sudarno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Plastic Waste, Recycling , Supply Chain</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi salah satu masalah serius yang terjadi di kota besar. Pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya akan mempengaruhi volume, jenis dan karakteristik sampah yang dihasilkan setiap harinya. Dari hasil penelitian lapangan yang dilakukan di Kecamatan Semarang Tengah pada Tahun 2017 menunjukkan bahwa sampah yang dihasilkan mencapai hampir 0,98 kg  per orang setiap harinya. Adapun sampah yang dihasilkan terdiri dari  77,5 % sampah organik, 13,5 % sampah plastik, 5,5 % sampah kardus dan kertas, 2,2 %  logam / kaleng dan sisanya adalah kaca dan lainnya. Dari komposisi tersebut, sampah plastik merupakan sampah non organik yang memiliki prosentase tertinggi.  Subjek dalam penelitian ini adalah pelaku dalam rantai pasok pengelolaan sampah plastik. Dari subjek penelitian juga didapatkan faktor internal dan eksternal yang akan digunakan untuk menganalisis  kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam meningkatkan dan menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah plastik di Kecamatan Semarang Tengah.  Suatu sistem penyediaan bahan baku, proses produksi hingga proses pemasaran sampai ke tangan konsumen, dibutuhkan dukungan teknologi baik berupa aplikasi sederhana yang memberikan informasi tentang ketersediaan jenis dan jumlah bahan baku yang terupdate, sehingga dapat mempersingkat waktu produksi. Selain itu juga perlu dukungan sistem informasi untuk membantu pemasaran produk daur ulang, sehingga jangkauan pengguna / konsumen akan lebih banyak dan lebih luas. Keberadaan teknologi informasi memegang peranan penting sebagai media untuk mempercepat terpenuhinya supply dan demand serta menjamin keberlangsungan dan keberlanjutan usaha.STRATEGY FOR DEVELOPING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT IN PLASTIC WASTE PROCESSING  ABSTRACT Household waste management is still one of the serious problems that occur in big cities. The increase of population each year will affect the volume, type and characteristics of waste produced every day. From the results of field research conducted in the District of Central Semarang in 2017 showed that the waste generated reached almost 0.98 kg per person every day. The waste generated consists of 77.5% organic waste, 13.5% plastic waste, 5.5% cardboard and paper waste, 2.2% metal / can and the rest is glass and others. From the results showed that plastic waste is non-organic waste which has the highest percentage. The subjects in this study were actors in the supply chain of plastic waste management.  The research subjects also obtained internal and external factors that will be used to analyze strengths, weaknesses, opportunities and threats in improving and maintaining the sustainability of plastic waste management in Central Semarang District. A system of supplying raw materials, the production process to the marketing process up to the hands of consumers, technology support is needed in the form of a simple application that provides information about the availability of types and quantities of updated raw materials, so as to shorten the production time. It also needs the support of information systems to help marketing recycled products, so that the coverage area of users / consumers will be more and wider. The existence of information technology plays an important role as a medium to accelerate the fulfillment of supply and demand and to ensure the sustainability of the business.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25449</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.126-132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 126-132</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25449/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/25449/3989</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63160</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:05:56Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemantauan Konsentrasi Radionuklida Cs-137, Co-60, I-131 Serta Kualitas Air Daerah Aliran Sungai Bekasi</dc:title>
	<dc:creator>Sukandar, Dede</dc:creator>
	<dc:creator>Amri, Ghulam Fathul</dc:creator>
	<dc:creator>Dasumiati, Dasumiati</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzih, Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cs-137; Co-60; I-131; radionuklida; spektrometer gamma; daerah aliran sungai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Radionuklida menjadi sesuatu yang krusial untuk diketahui penyebaran, intensitas radiasi, sumber dan proses yang mempengaruhinya di dalam air. Diantara radionuklida yang menarik perhatian adalah Cs-137, Co-60, I-131. Radionuklida Cs-137 adalah unsur radioaktif yang memiliki sifat mudah terdispersi dalam badan air, sedangkan Co-60 dan I-131 banyak digunakan untuk keperluan rumah sakit khususnya radioterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi radionuklida Cs-137, Co-60, I-131 serta kualitas air di Sungai Bekasi. Analisis karakteristik sifat air dari Sungai Bekasi adalah suhu, pH, dan Total Dissolved Solids (TDS), dan pemekatan. Pengukuran konsentrasi radionuklida Cs-137, Co-60, dan I-131 menggunakan instrumen spektrometer gamma. Hasil penelitian diperoleh konsentrasi radionuklida Cs-137, Co-60, dan I-131 adalah masing-masing berturut-turut: 0,00642 - 0,00428 Bq/L, 0,00713 - 0,01272 Bq/L dan 0,00077 - 0,00584 Bq/L.  Konsentrasi radionuklida Cs-137, Co-60, I-131 masih berada di bawah batas aman (Cs-137 1,2 x 102 Bq/L ,  Co-60 1,4 x 103 Bq/L, I-131 3,0 x 105 Bq/L) yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 7 Tahun 2013. Pada penentuan kualitas air berdasarkan parameter suhu, TDS, dan pH hasil yang didapatkan masih dibawah batas aman (suhu 25-310C, TDS 1000 mg/L , pH 6-9) dalam kategori kelas II yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63160</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.23-34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 23-34</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63160/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/63160/16310</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/12155</identifier>
				<datestamp>2017-08-29T23:25:35Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Conflicting Role of Land Office and Forestry Department: A Comparative Discussion Regarding to Forest Offences Prevention in Malaysia</dc:title>
	<dc:creator>Azizan, Muhammad Uzair</dc:creator>
	<dc:creator>Bing, Tham Sikh</dc:creator>
	<dc:creator>Mohd Raid, Maryanti</dc:creator>
	<dc:creator>Mohammad, Mohammad Tahir Sabit</dc:creator>
	<dc:creator>Hussin, Khadijah</dc:creator>
	<dc:creator>Megat Abd Rahman, Megat Mohd Ghazali</dc:creator>
	<dc:creator>Nadzri, Muhammad Izuan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">state land; forest; forest offences; penalties; monitoring; enforcement; overlapping of power</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This article study the discrepancy between theory and practice, especially the roles play by Land Office and Forestry Department in term of overlapping of power and penalties between Land Office and Forestry Department especially the forest on the state land leading to susceptibility in monitoring and enforcement system. The whole empirical works took place in the Central Region of Peninsular Malaysia namely as Negeri Sembilan. The total area of permanent reserved forest in that state is 155,531 hectares including the Permanent Reserved Forest Johol which was selected as the case study in this research. An exploratory research design was adopted in this research. Therefore, in-depth interviews have been done with officers from the Land Office and Forestry Department regarding their role and powers in monitoring and enforcement system to combat forest offences in Permanent Reserved Forest Johol. While data collected was analyzed using the descriptive analysis method. Content analysis was used to identify the similarities and dissimilarities of acts that empower Land Office and Forestry Department to taking action against forest offences. Theoretically, there are overlapping powers occurs between Land Office and Forestry Department identified in National Land Code 1965 and National Forestry Act 1984 in terms of arrestment of the forest offenders and seized their equipment. However, penalties imposed by both acts are very different. Practically, both authorities have divided their responsibility and power accordingly to avoid overlapping. Issues and challenges that faced by them have been found and most of them are similar. There should be an amendment to the acts in terms of the penalty imposed by both authorities. The penalty stated in both acts should be synchronized or the related sections be removed if the authorities do not implement it practically to avoid overlapping and conflicting of action imposed between two acts.Keywords: state land, forest, forest offences, penalties, monitoring, enforcement, overlapping of powerCitation: Azizan, M.U., Bing, T.S., Raid, M.M., Mohammad, M.T.S, Hussin, K., Rahman, M.M.G.A., and Nadzri, M.I. (2017). Conflicting Role of Land Office and Forestry Department: A Comparative Discussion Regarding to Forest Offences Prevention in Malaysia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 11-19, doi:10.14710/jil.15.1.11-19</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Land Administration and Development Studies (LAnDS)</dc:contributor>
	<dc:date>2017-05-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/12155</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/nts.v%vi%i.12155</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 1 (2017): April 2017; 11-19</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/12155/PDF</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45787</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Social Life Cycle Assessment in Traditional Brick Production to Formulate Recommendation and Improve Environmental Working Condition</dc:title>
	<dc:creator>Azzahra, Faradhina</dc:creator>
	<dc:creator>Purwaningsih, Ratna</dc:creator>
	<dc:creator>M. Mujiya, Ulkhaq</dc:creator>
	<dc:creator>Khairunnisa, Arindyaningrum Rachma</dc:creator>
	<dc:creator>Dzaky, Jaysyu Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Kamalia, Shania</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Social Life Cycle Assessment; Brick Production Evaluation; Sustainability; Social Impacts</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Achieving sustainable manufacturing has been recognized as a critical need due to the decrease in non-renewable natural resources, strict regulations related to the environment, and occupational health and safety. The brick industry is favored because it has a wide market and requires simple equipment and manufacturing processes. However, there are complaints from residents regarding the smoke from the production process which is considered disturbing to residents. Therefore, the study is aimed to assess the life cycle of bricks from the social aspect of the stakeholders involved. Data is collected with the questionnaire and scored from three different stakeholders Workers, the Local Community, and Society. The method used in this study is Social Life Cycle Assessment (S-LCA) using UNEP-SETAC 2009 guidelines. From the seven social impact categories used in the study, it is found that the average score of seven subcategories is 3,53 which means that the brick factory has a positive social impact on the stakeholders. The category with the lowest score is Socio-Economic followed by Health and Safety. Both lied in the neutral area indicating the brick factory can improve its production process especially in managing the carbon emission that could affect workers and the local community.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45787</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.341-349</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 341-349</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45787/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/71709</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemodelan Spasial Kerawanan Banjir di Kepulauan Nias dan sekitarnya berbasis Sistem Informasi Geografis dan Multi-Criteria Decision Analysis</dc:title>
	<dc:creator>Hulu, Amati Eltriman</dc:creator>
	<dc:creator>R, Dandy Adriansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Alexis, Mizero</dc:creator>
	<dc:creator>Arianingsih, Ida</dc:creator>
	<dc:creator>Hamka, Hamka</dc:creator>
	<dc:creator>Purnama, Rizky</dc:creator>
	<dc:creator>Maiwa, Arman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model Spasial, Kerawanan Banjir, Kepulauan Nias; Analytical Hierarchy Process, Sistem Informasi Geografis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan kejadian Banjir di Kepulauan Nias dalam dekade terakhir menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang besar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model spasial untuk pemetaan tingkat kerawanan banjir di Kepulauan Nias dan Sekitarnya. Metode yang digunakan adalah Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP) yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Enam variabel kriteria dianalisis yaitu kemiringan lereng, ketinggian, curah hujan, jenis tanah, tutupan lahan, dan jarak dari sungai. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa ketinggian dan curah hujan merupakan faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap kerawanan banjir. Model yang dibangun kemudian mengklasifikasikan wilayah ke dalam tiga tingkat kerawanan yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Kabupaten Nias Utara dan Nias Barat memiliki proporsi wilayah dengan kerawanan tinggi yang cukup besar. Sebaliknya, Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Selatan didominasi oleh wilayah dengan kerawanan rendah. Model spasial ini dapat berfungsi sebagai alat pendukung keputusan yang efektif bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan mitigasi bencana, pengembangan tata ruang berbasis kebencanaan, dan pengembangan sistem peringatan dini banjir yang terintegrasi di Kepulauan Nias dan Sekitarnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71709</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1243-1252</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1243-1252</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71709/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/71709/19518</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/71709/19519</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/71709/19520</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/27850</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Effect of NaOH on biogas production under SSAD conditions along with kinetics studies</dc:title>
	<dc:creator>Matin, Hashfi Hawali Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Hadiyanto, Hadiyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biogas; Rice husk; NaOH; SSAD; Kinetics</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia is a large rice producing country where from these activities it produces waste in the form of rice husk. Rice husk cannot be degraded by itself due to the lignin content contained in the rice husk. Therefore, treatment is carried out to destroy the lignin content and use it as alternative energy in the form of biogas. The study was conducted at a laboratory scale at room temperature, preliminary treatment using 3% NaOH under the SSAD conditions of 27.5% TS and then biogas production was measured once every two days for 90 days. Furthermore, the results of biogas production were observed between biogas with NaOH and without NaOH and carried out a study of the kinetics. The result is that biogas production with NaOH is higher, reaching 59.2 mL/grTS whereas without NaOH at 14.7 mL/grTS. The results of kinetic studies using mathematical modeling through the Gompertz equation, the variable with NaOH is known to have a maximum biogas production of 63.9 mL/grTS, a daily biogas production rate of 0.97 mL/grTS.day and the initial formation of biogas significantly on the 8th day.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27850</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.319-322</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 319-322</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27850/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59315</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Mutu Air Muara Sungai Way Kuripan Berbasis Indeks Pencemaran dan Aplikasi Software Surfer 8</dc:title>
	<dc:creator>Rinawati, Rinawati</dc:creator>
	<dc:creator>Mutawakkilah, Qudwah</dc:creator>
	<dc:creator>Trina, Innamaa</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Anisa</dc:creator>
	<dc:creator>Kiswandono, Agung Abadi</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Diky</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indek Pencemaran (IP); Mutu Sungai; Sufer 8; Way Kuripan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu sungai yang mengalir melalui kota Bandar Lampung adalah Sungai Way Kuripan. Sungai tersebut banyak mendorong sisa aktivitas seperti kegiatan industri, perikanan dan domestik menuju muaranya di kawasan Teluk Lampung, sehingga akan mempengaruhi kualitas air di muara. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi mutu air muara Way Kuripan mengikuti aturan Indeks Pencemaran (IP) dan disajikan menggunakan sebaran peta kontur software Surfer 8. Hasil pengujian parameter fisika menunjukkan rentang temperatur berada pada 28,6 - 27,8°C, Dissolved Oxygen (DO) didapatkan pada rentang 2,79 – 3,79 mg/L, Total Dissolve Solid (TDS) berada pada rentang 35,5 - 1022 mg/L dan pH berada pada 7,01 - 7,57. Berdasarkan pengujian dengan parameter kimia konsentrasi Biological Oxygen Demand (BOD) yang diperoleh yaitu 0,475 - 1,35 mg/L, konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD) yaitu 12,25 - 24,25 mg/L, konsentrasi fosfat pada rentang 0,001 - 0,515 mg/L dan konsentrasi nitrat yaitu di rentang 0,188 - 1 mg/L. Indeks pencemaran muara Way Kuripan berkisar antara 0 hingga 1 yang menunjukkan kondisi masih baik. Aplikasi Surfer 8 memudahkan memahami perubahan lingkungan dan menginterpretasikan data lingkungan yang diperoleh dengan peta kontur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59315</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.793-802</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 793-802</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59315/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4531</identifier>
				<datestamp>2013-03-02T02:58:13Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PENAATAN PEMRAKARSA KEGIATAN BIDANG KESEHATAN DI KOTA MAGELANG TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP</dc:title>
	<dc:creator>Goesty, Prathika Andini</dc:creator>
	<dc:creator>Samekto, Adji</dc:creator>
	<dc:creator>Sasongko, Dwi P</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Salah satu instrumen untuk mengelola dampak lingkungan adalah UKL-UPL, namun pemrakarsa belum sepenuhnya melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan, tercermin dari data yang dimiliki Kantor Lingkungan Hidup Kota Magelang bahwa jumlah pelaporan rutin pemrakarsa sebesar 0%.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketaatan  serta kendala pemrakarsa dalam mengimplementasikan UKL-UPL serta pengawasan oleh Kantor Lingkungan Hidup Kota Magelang. Objek penelitian adalah 6 kegiatan di bidang kesehatan. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi dengan pendekatan analisis bersifat preskriptif berbasis data kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemrakarsa belum taat, dikarenakan :  1) Belum menyadari bahwa lingkungan hidup adalah kepentingan publik yang tidak boleh dirusak, 2) SDM dan sarana kurang memadai, 3) Anggaran besar.  Pengawasan yang dilakukan Kantor Lingkungan Hidup Kota Magelang belum berjalan sebagaimana diharapkan.  Pengawasan dan koordinasi yang ada selama ini bersifat reaktif.  Kata kunci: UKL-UPL bidang kesehatan, analisis penaatan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan    ABSTRACT Environmental Management and Monitoring Effort (UKL-UPL) is one of important instruments for maintaining environmental impact management. however, the effort has not been properly implemented in Magelang territory, according to data reported by the Municipal Office of Environmental Affairs of Magelang. It is disappointing that the local initiators did not give any routine report concerning the implementation progress. This study aimed to analyze degree of compliance and problems faced by the environmental initiators in implementing the UKL-UPL as well as monitoring by the Municipal Office of Environmental Affairs of Magelang. The study was obtained by an observation method using a prescriptive analytical approach based on qualitative data. Result of the study showed that the initiators’ lacking degree of compliance had caused poor quality of the environmental management and monitoring. Problems that faced the initiators included 1) poor awareness of the importance of preserving and sustaining the environment for common good, 2) poor quality of human resource and facilities, and 3) lacking budget. The Municipal Office of Environmental Affairs of Magelang had not performed monitoring properly. Both monitoring and co-ordination were still reactionary whenever a problem arose.  Keywords: UKL-UPL based environmental health, analysis of compliance, management and monitoring</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-11-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4531</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.10.2.89-94</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012; 89-94</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4531/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42429</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efisiensi Pengolahan Limbah Beton Ready-Mix Dengan Metode Elektrokoagulasi dan Adsorpsi</dc:title>
	<dc:creator>Rahmani, Alifah Ainu</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Arifin</dc:creator>
	<dc:creator>Asbanu, Govira Christiadora</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Beton Ready-mix; Elektrokoagulasi; Filtrasi; Alumunium</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">PT. Duta Mix merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam penyediaan beton ready-mix. Produksi beton ready-mix menghasilkan limbah berupa air cucian batching plant dan mobile batching plant. Air cucian ini mengandung semen, pasir, dan zat kimia pengeras sehingga dapat mencemari lingkungan sekitar jika di buang langsung tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan yang dapat dilakukan yaitu elektrokoagulasi dan filtrasi adsorpsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi dari elektrokoagulasi dan filtrasi adsorpsi dalam menurunkan bahan pencemar dalam air limbah beton ready-mix dengan parameter pH, TSS, Kesadahan dan Alkalinitas, serta untuk mengetahui pengaruh jenis dan variasi media filter karbon aktif dan zeolite dalam menurunkan parameter pencemar. Pengolahan air limbah beton ready-mix dengan elektrokoagulasi menggunakan dua pasang plat alumunium (4 pasang elektroda) dengan kuat arus 21 volt mampu menurunkan pH dari 11,512 menjadi 7,65, serta mampu menurunkan kadar TSS sebesar 91,5%, Kesadahan sebesar 78% dan Alkalinitas sebesar 82%. Pengolahan air limbah beton ready-mix dengan filtrasi adsorpsi dengan adsorben zeolite mampu menurunkan pH dari 11,512 menjadi 8,22, serta mampu menurunkan kadar TSS sebesar 94,6%, Kesadahan sebesar 81% dan Alkalinitas sebesar 87,5%. Pengolahan limbah beton ready-mix dengan filtrasi adsoprsi dengan adsorben zeolite dan karbon aktif dengan perbandingan 1:1 mampu menurunkan pH dari 11,512 menjadi 7,73, serta mampu menurunkan kadar TSS sebesar 94,8%, Kesadahan 84,3% dan Alkalinitas sebesar 91,3%. Pengolahan limbah beton ready-mix dengan adsorpsi dengan adsorben karbon aktif mampu menurunkan pH dari 11,512 menjadi 7,72, serta mampu menurunkan kadar TSS sebesar 94,2%, Kesadahan sebesar 80% dan Alkalinitas sebesar 92%.ABSTRACTPT. Duta Mix is a private company engaged in the production of ready-mix concrete. Production of ready-mix concrete produces quality in the form of washing water from a batching plant and a mobile batching plant. This wash water contains semen, sand, and hardening chemicals so it can explain the surrounding environment if directly without prior introduction. Processing that can be done is electrocoagulation and adsorption filtration. This study aims to determine the efficiency of electrocoagulation and adsorption filtration in reducing pollutants in ready-mix concrete wastewater with parameters pH, TSS, Hardness and, Alkalinity, as well as to determine the effect of types and variations of activated carbon and zeolite filter media in reducing parameters. polluter. Ready-mix concrete wastewater treatment with electrocoagulation using two pairs of aluminum plates (4 pairs of electrodes) with a current of 21 volts was able to reduce pH from 11,512 to 7.65 and was able to reduce TSS levels by 91,5%, Hardness by 78% and Alkalinity of 82%. Ready-mix concrete wastewater treatment with adsorption filtration with zeolite adsorbent was able to reduce pH from 11,512 to 8.22 and was able to reduce TSS levels by 94,6%, Hardness by 81% and, Alkalinity by 87,5%. Processing of ready-mixed concrete waste by adsorption filtration with zeolite adsorbent and activated carbon with a ratio of 1:1 was able to reduce pH from 11,512 to 7.73 and was able to reduce TSS levels by 94,8%, Hardness 84,3% and Alkalinity by 91,3%. Processing of ready-mixed concrete waste by adsorption filtration with carbon adsorbent was able to reduce pH from 11,512 to 7.72 and was able to reduce TSS levels by 94,2%, Hardness by 80% and, Alkalinity by 92%. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42429</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.375-381</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 375-381</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42429/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63662</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Concept of Sustainable Groundwater Management in Supporting Industrial Estates</dc:title>
	<dc:creator>Amalia, Ghina</dc:creator>
	<dc:creator>Pirngadi, Budi Heri</dc:creator>
	<dc:creator>Siddiq, M. Zaenal Ramdhani A.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Industrial area water demand; Rainwater harvesting; Recharge</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Water needs in industrial areas can be met by using surface water and groundwater sources. However, this can cause its own problems for the region due to increased water demand. The area of the industrial area in Sumberjaya Sub-district which reaches 329,700 m² will require water for industry amounting to 8,534,678 m3/ year, with no direction in sustainable groundwater management it is feared that it will have an impact on the loss of groundwater resources and the occurrence of a crisis or scarcity of water resources. This research aims to find out directions in sustainable groundwater management that are appropriate, integrated, and can be applied to supporting industrial estates in Sumberjaya District, Majalengka Regency. This analysis was conducted using descriptive qualitative and descriptive quantitative approaches. We conducted this analysis using observation, interview, and secondary data collection methods. The analysis method in this research is the calculation method of rainwater harvesting (PAH) and the calculation of the recharge concept. From the results of the analysis of the potential and problems that exist in Sumberjaya Subdistrict, in helping to fulfil industrial water needs other than groundwater, can apply concept direction in groundwater conservation using the Rainwater Harvesting calculation method and recharge wells.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63662</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.326-338</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 326-338</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63662/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/63662/16510</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17719</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:25:41Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Paparan Medan Magnet 0,2 mT pada Ion Logam Fe dan Zn dalam media pertumbuhan terhadap produksi Protease Bacillus sp</dc:title>
	<dc:creator>Sumardi, Sumardi</dc:creator>
	<dc:creator>Agustrina, Rochmah</dc:creator>
	<dc:creator>Irawan, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Selfiana, Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bacillus sp., magnetic field, proteolytic index, and proteolysis index</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh paparan medan magnet 0.2 mT pada ion logam Fe dan Zn dalam media pertumbuhan terhadap produksi protease Bacillus sp.  Ion logam yang digunakan yaitu Fe dan Zn dalam bentuk garam FeCl3 dan ZnCl2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion logam Fe (0.01% b/v) yang terpapar medan magnet   mempunyai nilai Indeks Proteolitik 3,36 dengan lama inkubasi 10 jam, dan indeks proteolitik 2,74 dengan lama inkubasi 18 jam. Sedang ion logam Fe (0.01% b/v) yang tidak terpapar medan magnet mempunyai nilai Indeks Proteolitik 1,79 dengan lama inkubasi 10 jam, dan indeks proteolitik 2,12 dengan lama inkubasi 18 jam. Sedangkan pada ion logam Zn (0.005% b/v) yang terpapar medan magnet dan tidak terpapar medan magnet menyebabkan aktivitas Bacillus mati. Larutan ion logam Fe 0,01% dalam media cair menghasilkan produksi protease lebih baik (0,06 U/ml) dibandingkan dengan produksi protease tanpa dipemapar medan magnet (0,00 U/ml).Kata kunci: Bacillus sp., paparan medan magnet, indeks proteolitik.ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of metal ions Fe and Zn were exposed to a magnetic field of 0.2 mT to the production of proteases in Bacillus sp. The metal ions used are Fe and Zn in the form of FeCl3 and ZnCl2 salts. The results showed that the culture medium containing metal ions Fe (a 0.01% w/v) were exposed by the magnetic field has a value of proteolytic index of 3.36 with 10 hour long incubation, and proteolysis index of 2.74 with 18 hour incubation time. Culture medium containing metal ions Fe (a 0.01% w/v) which are not being exposed to the magnetic field has a value of proteolytic index of 1.79 with 10-hour long incubation, and proteolysis index of 2.12 with 18 hour incubation time. While the culture medium containing metal ions Zn (0.005% w/v) either exposed or not exposed to the magnetic field causes the activity of Bacillus sp die. The solution of 0.01% Fe metal ion in liquid medium resulted in better protease production (0.06 U/ml) than production of proteases without exposure to magnetic fields (0.00  U/ml)Keywords: Bacillus sp., magnetic field, proteolytic index, and proteolysis indexSitasi: Sumardi, Agustrina R., Irawan B., dan I. Selfiana. (2018). Pengaruh Paparan Medan Magnet 0,2 mT pada Ion Logam Fe dan Zn dalam media pertumbuhan terhadap produksi Protease Bacillus sp. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 173-177,doi:10.14710/jil.16.2.173-177</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17719</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.2.173-177</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018; 173-177</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17719/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47389</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Vegetation Structure, Biomass, and Carbon Stock of Urban Forest of Bongohulawa National Wirakarya Campground in Gorontalo Regency - Gorontalo Province</dc:title>
	<dc:creator>Baderan, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahim, Sukirman</dc:creator>
	<dc:creator>Manyo’e, Endi Triyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Important Value Index; Biomass; Urban Forest Carbon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">An urban forest is one type of Urban Green Open Space (RTHKP) that reflects the character of nature and/or local culture with ecological, historical, and panoramic values that are unique to the level of technology application. The urban forest of the National Wirakarya Campsite is quite attractive, has a lovely view, is close to the road, and is easily accessible by the residents. This study aims to determine the structure of vegetation, biomass, and carbon values stored in the urban forest of the National Wirakarya Campsite, Bongohulawa, Gorontalo Regency, Gorontalo Province. The method used is a survey method with a quantitative descriptive research design. The sampling method used is a purposive sampling model based on land cover in the urban forests. For the measurement of the vegetation structure, the sampling of vegetation in the observation plots is carried out by using the number of sample plots that are placed regularly by calculating the Relative Density (RD), Relative Frequency (RF), and Relative Dominance (RDo), then the data obtained are tabulated to provide IVI. To measure the carbon stocks on the surface (stems), a non-destructive sampling method is used with an Allometric equation based on the plant species. The results showed, there were 13 families, 20 species, and 824 individuals. The vegetation structure in the urban forest of Bongohulawa National Wirakarya Campsite (PWN) has an IVI above 15 percent on average. The sawlog level is dominated by the Gmelina arborea (beechwood) species with an IVI of 98.36 percent, the pole level is dominated by the Swietenia mahagagoni (mahogany) with an IVI of 165.37 percent, the sapling level was dominated by Swietenia mahagoni with an IVI of 160.99 percent and the seedling level was dominated by Lantana camara (tembelekan) with an IVI of 32.25 percent. The content of biomass stored in the standing trees is 1,190.45 tons/ha, with the largest amount of biomass is at the sawlog level of 1,135.43 tons/year or 95.43 percent, the total biomass at the pole level is 45.10 tons/year or 3.79 percent and the amount of long-term biomass is 9.32 tons/year or 0.78 percent. The carbon stock stored (C-Stock) is 559.37 tons/ha and can absorb CO2 (CO2eq) of 2,052.88 tons/ha and provides converted O2 of 1,498.60 tons/ha.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47389</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.636-646</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 636-646</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47389/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/71986</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T14:12:48Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kapasitas Adaptasi Sanitasi Masyarakat Lokal di Labuan Bajo dengan Pendekatan Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Segmentasi Masyarakat</dc:title>
	<dc:creator>Sofiyah, Evi Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Ari</dc:creator>
	<dc:creator>Suryawan, I Wayan Koko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adaptasi; sanitasi; EFA; segmentasi; masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kapasitas adaptasi sanitasi merupakan aspek krusial dalam memastikan keberlanjutan sistem sanitasi di suatu wilayah, terutama di daerah yang mengalami pertumbuhan pesat seperti Labuan Bajo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang mempengaruhi kapasitas adaptasi sanitasi masyarakat dengan menggunakan pendekatan Exploratory Factor Analysis (EFA), analisis klaster, dan segmentasi persepsi masyarakat. Hasil EFA mengidentifikasi tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap kapasitas adaptasi sanitasi, yaitu kinerja infrastruktur sanitasi, partisipasi masyarakat dalam sanitasi, dan kesadaran sanitasi. Analisis klaster mengelompokkan masyarakat ke dalam klaster rentan dan klaster tahan, dengan klaster rentan memiliki keterbatasan dalam akses sanitasi, partisipasi masyarakat yang rendah, serta kesadaran sanitasi yang terbatas. Hasil segmentasi menunjukkan bahwa jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kapasitas adaptasi sanitasi, di mana perempuan, individu dengan pendidikan rendah, serta pekerja informal lebih rentan terhadap kondisi sanitasi yang buruk. Implementasi kebijakan sanitasi di Labuan Bajo masih menghadapi tantangan dalam penyediaan akses sanitasi yang lebih inklusif dan adaptif, meskipun telah diterapkan berbagai program sanitasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan Integrated Climate Governance (ICG) untuk meningkatkan keterpaduan kebijakan sanitasi dengan sektor lainnya. Peningkatan infrastruktur sanitasi, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi sanitasi menjadi langkah utama untuk memperkuat ketahanan sanitasi masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting bagi perumusan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Labuan Bajo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71986</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.1549-1565</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1549-1565</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71986/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/33521</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:25Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Impact of Tidal Flooding on Decreasing Land Values in the Areas of Tugu District, Semarang City</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Westi</dc:creator>
	<dc:creator>Wibowo, Yuli Ardianto</dc:creator>
	<dc:creator>Permadi, Fajar Buyung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tidal flooding, Disaster impacts, Environmental degradation, Land assessment, Land use</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Semarang City as one of the areas on the north coast has a serious problem related to tidal flooding. The impact of this disaster has implications for changes in land use, a decrease in environmental quality and health, the emergence of slum settlements, a decrease in income and also a decrease in land value. This study aims to map the impact of tidal flooding on changes in land values based on the Land Value Zone Map (ZNT) and map land prices based on spatial data analysis. The study was carried out through spatial analysis by overlaying (join intersection) the 2014, 2016, 2018 and 2019 ZNT maps to determine changes in land value, while mapping land prices, especially in Mangunharjo Village, was based on land use maps, positive accessibility (road network) and negative accessibility (prone flood rob). The results of the study show that land which is permanently affected by tidal flooding and cannot be used anymore makes it a lost / destroyed land, while periodically inundated land has experienced a price decline in the range of Rp 100.000 – 200.000, -/m2. Meanwhile, the results of the study from the ZNT map for 2014 to 2019 show a very significant difference in price between zone 1 and a price increase of ± Rp 3.500.000; zone 2 price increase ± Rp 575.000, -, zone 3 at a price range of Rp 385.000, and zone 4 as the tidal flood prone zone only experienced an increase of Rp 250.000,-. In this context, the variable of tidal flooding vulnerability greatly affects the stagnation of land prices and even decreases in land prices, while the positive accessibility variable is the location of land on national and local roads that has experienced a very high price increase.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33521</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.10-20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 10-20</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33521/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58606</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Toleransi Berbagai Tanaman Hias terhadap Polutan Karbon Monoksida (CO) di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Badi'ah, Latifata Nuril</dc:creator>
	<dc:creator>Darmanti, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Prihastanti, Erma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">API; APTI; pencemaran; tanaman; toleransi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Emisi kendaraan bermotor yang didominasi gas karbon monoksida (CO) berbahaya bagi makhluk hidup, karen adapat merubah karakter fisiologi dan komponen bioimia pada tanaman. Paparan gas CO dapat merubah karakter fisiologi dan komponen biokimia tanaman. Tiap tanaman merespon masuknya polutan dengan cara berbeda, toleran atau sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan toleransi tanaman hias terhadap gas CO pada kadar berbeda. Tanaman hias diberi perlakuan selama dua bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu kadar gas CO dan spesies tanaman. Parameter yang diamati adalah parameter biologi, sosio-ekonomi, dan biokimia. Tingkat toleransi tanaman dihitung menggunakan metode Air Polution Tolerance Index (APTI) dan Anticipated Performance Index (API). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjukan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara kadar gas CO dan spesies tanaman terhadap kemampuan toleransi tanaman. R. discolor termasuk tolerant menurut APTI dan good menurut API. C. comosum dan T. corymbosa termasuk moderate menurut APTI dan API. C. variegatum termasuk moderate menurut APTI dan poor menurut API. I. paludosa termasuk intermediate menurut APTI dan poor menurut API. S. oleana termasuk sensitive menurut APTI dan moderate menurut API.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58606</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.1088-1099</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 1088-1099</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58606/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/58606/14694</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/58606/14695</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7158</identifier>
				<datestamp>2014-07-26T14:11:31Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERILAKU WARGA MASYARAKAT DAN PERSEPSI MASYARAKAT PADA KINERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH TERHADAP    PERUBAHAN LINGKUNGAN PERUMAHAN WIJAYA KUSUMA II DEMAK</dc:title>
	<dc:creator>Prayitno, Heru</dc:creator>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:creator>Taruna, Tukiman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK    Kawasan perumahan Wijaya Kusuma II Demak selama proses penghunian mengalami perubahan lingkungan dengan dampak positif dan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perilaku warga masyarakat, pengelolaan lingkungan dan persepsi masyarakat terhadap kinerja SKPD yang menangani bidang perumahan.   Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan pada setting alamiah dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi/pengamatan, daftar pertanyaan dan wawancara mendalam. Analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Proses analisa data dilakukan pada waktu bersamaan dengan proses pengumpulan data berlangsung. Analisa data dilakukan melalui tiga alur, yakni: (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi.   Hasil penelitian menunjukkan mayoritas warga masyarakat kawasan perumahan Wijaya Kusuma II Demak berperilaku menerima perubahan lingkungan dan tetap bertempat tinggal di kawasan perumahan tersebut. Aspek-aspek dominan yang mendorong perilaku warga masyarakat adalah pengaruh orang lain yang dianggap penting, media massa dan kebudayaan. Perilaku warga masyarakat sampai saat ini belum menunjukkan perilaku yang berwawasan lingkungan seperti pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, kran pelampung, penghijauan serta  pengelolaan air limbah dan sampah.  Aspek dominan yang mendorong perilaku warga masyarakat adalah pengaruh orang lain, media massa dan kebudayaan. Pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW) belum optimal dan persepsi masyarakat terhadap kinerja SKPD kurang/buruk. Disarankan agar kebijakan, program dan kegiatan dapat menyentuh warga masyarakat sehingga persepsi masyarakat terhadap kinerja SKPD meningkat. Agar perilaku warga masyarakat berwawasan lingkungan adalah melibatkan RT/RW.   Kata Kunci : Kawasan perumahan, Perilaku, Warga masyarakat, Pengelolaan lingkungan, Kinerja SKPD.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/7158</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.12.1.12-20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 12, No 1 (2014): April 2014; 12-20</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/7158/5826</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44852</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:55Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Dampak Lingkungan Pada Industri Minyak Goreng Sawit Dengan Metode Life Cycle Assessment</dc:title>
	<dc:creator>Krisi, Serkiyan Adyaksa</dc:creator>
	<dc:creator>Jami'in, M. Abu</dc:creator>
	<dc:creator>Apriani, Mirna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis Jaringan; Dampak Lingkungan; Produksi Minyak Goreng Sawit; Siklus Daur Hidup</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produksi minyak goreng kelapa sawit meningkat seiring dengan banyaknya permintaan masyarakat. Peningkatan yang begitu pesat mempengaruhi sistem kinerja dari perusahaan. Pola perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar disisi lain juga mengakibatkan timbulnya dampak lingkungan yang disebabkan oleh proses produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi besarnya dampak lingkungan yang ditimbulkan adanya proses produksi minyak goreng sawit. Perusahaan ini juga telah menerapkan sistem manajemen lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab serta upaya untuk memperbaiki lingkungan. Salah satu upaya dalam memperbaiki lingkungan yaitu dengan melakukan penilaian siklus hidup. Penilaian siklus hidup adalah salah satu metode yang dapat mengidentifikasi dampak lingkungan yang disebabkan oleh proses produksi dan dinilai lebih sistematis mengeluarkan dampak terhadap lingkungan. Hasil analisis menggunakan pendekatan penilaian siklus hidup ini dapat mengetahui titik kritis (Hotspot) yang menyebabkan dampak lingkungan, baik dari proses produksi maupun produknya, sehingga didapatkan beberapa alternatif rekomendasi. Penentuan alternatif rekomendasi terbaik menggunakan metode Analytical Network Process (ANP). ANP merupakan salah satu metode untuk mengukur skala prioritas dalam mengambil suatu keputusan. Hasil dampak lingkungan menggunakan pendekatan daur hidup dengan metode CML-IA Baseline adalah Abiotic Depletion (fossil fuels) 12,56 MJ/ Ton, Pemanasan Global 0,00117 kg CO2 eq/ Ton, Toksisitas pada manusia 0,03718 kg 1,4 -DB eq/ Ton, Oksidasi Fotokimia 0,00043 kg C2H4 eq/ Ton, Asidifikasi 0,02586 kg SO2 eq/ Ton, dan Eutrofikasi 0,00394 kg PO4/Ton. Sedangkan hasil keputusan dari berbagai alternatif dan kriteria dengan metode ANP disimpulkan bahwa alternatif penggunaan biomassa tandan kosong atau empty fruit bunch (EFB) sebagai bahan bakar Boiler dan kriteria dampak lingkungan sebagai prioritas utama dalam perbaikan lingkungan.ABSTRACTPalm oil production increases along with the many people's demand. Such rapid improvements affect the performance systems of the company. The company's pattern of meeting market demand on the other hand also resulted in the onset of environmental impacts caused by the production process. The purpose of this study is to find out and identify the magnitude of the environmental impact caused by the palm oil production process. The company has also implemented an environmental management system as a form of responsibility as well as an effort to improve the environment. One of the efforts in improving the environment is to conduct a life cycle assessment. Life cycle assessment is one method that can identify the environmental impact caused by the production process and is considered more systematically issuing an impact on the environment. The results of the analysis using this life cycle assessment approach can find out the critical point (Hotspot) that causes environmental impact, both from the production process and the product, so that several alternative recommendations are obtained. The best alternative recommendations are determined using the Analytical Network Process (ANP) method. ANP is a method for measuring the scale of priority in making a decision. The result of environmental impact with CML-IA Baseline method is Abiotic Depletion 12,56 MJ/ Ton, Global Warming 0,00117 kg CO2 eq/ Ton, Human Toxicity 0,03718 kg 1,4 -DB eq/ Ton, Photochemical Oxidation 0,00043 kg C2H4 eq/ Ton, Acidification 0,02586 kg SO2 eq/ Ton, and Eutrophication 0,00394kg PO4/ Ton. While the results of decisions from various alternatives and criteria with the ANP method concluded that the alternative use of empty fruit bunch (EFB) as boiler fuel and environmental impact criteria as the main priority in environmental improvement.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44852</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.672-677</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 672-677</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44852/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67354</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Recycle Botol Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) Menjadi Serat Nilon sebagai Perwujudan Sustainable Development dengan Prinsip Green Chemistry: A Review</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Winda Putri Permata</dc:creator>
	<dc:creator>Fathiyyaturahma, Ainayya Wiene</dc:creator>
	<dc:creator>Jati, Muhammad Ilham Purnomo</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Restu Aji Putra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daur ulang; green chemistry; sampah botol plastik; serat nilon; sustainable development</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Karya tulis ilmiah ini bertujuan memberikan gambaran umum dan penjelasan lengkap terkait teknologi tepat guna pemanfaatan limbah botol plastik (PET) yang dapat didaur ulang menjadi serat nilon dari sepuluh tahun terakhir dari berbagai jurnal internasional. Setelah melakukan pencarian pada database bereputasi nasional dan internasional dengan menggunakan pola kunci relevansi (Pola 1: “bottle plastic” “recycling&quot; &quot;fiber&quot;; Pola 2 : “bottle plastic” “nylon fiber” “suistainable development” ; Pola 3: &quot;PET&quot; “nylon fiber&quot; &quot;green chemistry&quot;), dari 20, terdapat 10 artikel yang relevan akan ditinjau secara sistematis. Tujuan sistematisnya adalah menghasilkan tinjauan umum dan pengetahuan mengenai daur ulang limbah botol plastik menjadi serat nilon yang dapat mewujudkan sustainable development dengan menggunakan prinsip-prinsip green chemistry. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa daur ulang botol plastik (PET) dapat diubah menjadi serat nilon secara mekanis dan kimiawi. Mekanisme pembuatan nilon dari botol plastik bersifat ramah lingkungan yang dapat dijelaskan dengan pengintegrasian green chemistry. Penerapan prinsip green chemistry untuk menjelaskan topik ini yaitu prinsip ke 1 “waste prevention instead of remediation” dan ke 6 “energy efficient by design”. Penelitian ini diharapkan dapat membuka pengetahuan lebih luas kepada masyarakat umum terkait gambaran umum dan penjelasan lengkap terkait tahapan teknologi tepat guna pemanfaatan limbah botol plastik (PET) yang dapat didaur ulang menjadi serat nilon.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67354</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.638-646</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 638-646</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67354/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22202</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:29:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Penyebab Kejadian dan Evaluasi Bencana Tanah Longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur Tanggal 1 April 2017</dc:title>
	<dc:creator>Naryanto, Heru Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Soewandita, Hasmana</dc:creator>
	<dc:creator>Ganesha, Deliyanti</dc:creator>
	<dc:creator>Prawiradisastra, Firman</dc:creator>
	<dc:creator>Kristijono, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">longsor, Ponorogo, curam, soil tebal, degradasi lahan, curah hujan tinggi, risiko</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKBencana tanah longsor di Indonesia semakin sering terjadi dari tahun ke tahun. Bencana tanah longsor telah terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 1 April 2017. Lokasi tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terletak pada zona kerentanan tinggi. Tipologi tanah longsor berupa longsoran bahan rombakan, yang kemudian ke arah bawah (Kali Tangkil) berkembang menjadi tipe aliran bahan rombakan. Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya tanah longsor lokasi penelitian adalah: kelerengan, batuan dan tanah, rekahan/retakan batuan, konversi lahan, drainase dan keairan, curah hujan tinggi, dan aktivitas manusia. Dari kesemuanya faktor-faktor tersebut,  yang paling dominan dan berpengaruh terhadap tanah longsor adalah: lereng yang curam, soil hasil pelapukan sangat gembur dan tebal, alih fungsi lahan dan curah hujan yang tinggi. Material longsoran tidak terkonsolidasi dengan baik sehingga masih mudah bergerak, dan kemungkinan pembendungan pada Kali Tangkil oleh material longsoran tersebut bisa berpotensi terjadinya banjir bandang. Beberapa permukiman yang berada di saekitar lokasi longsor mempunyai risiko tinggi dan sedang terhadap longsor, sehingga perlu dibangun kesiapsiagaan masyarakat, pembangunan sistem peringatan dini longsor serta untuk jangka panjang adalah relokasi jika memang kondisi semakin parah. Pertanian lahan kering pada lereng-lereng sebaiknya menggunakan pola agroforestry. Kawasan sub DAS berisiko longsor, sebaiknya dikembalikan fungsi lahan sebagai hutan konservasi atau hutan lindung seperti sebelumnya.Kata kunci: longsor, Ponorogo, curam, soil tebal, degradasi lahan, curah hujan tinggi, risikoABSTRACTLandslides in Indonesia are becoming increasingly frequent from year to year. A landslide disaster has occurred in Tangkil, Banaran Village, Pulung Sub-District, Ponorogo District, East Java Province on April 1, 2017. The location of landslides in Banaran Village, Pulung Sub-District, Ponorogo District, East Java, lies in the high vulnerability zone. The landslide typology is a debris slide, which then in the downstream direction (Tangkil River) develop into a type of debris flow. Factors that influence the occurrence of landslides in the study area are: slope, rock and soil, fracture, land conversion, drainage and irrigation, high rainfall, and human activities. Of all the influential factors, the most dominant factors for landslides are: steep slopes, weathered soil is very loose and thick,   land conversion, and high rainfall. Landslide material is not well consolidated so that it is still easy to move, and the possibility of damming the Tangkil River by landslide material can potentially cause flash floods. Some settlements located near landslide locations have high and moderate risks of landslides, so community preparedness needs to be built,     the establishment of landslide early warning systems and long-term relocation if the condition is getting worse. Dryland farming on slopes should use agroforestry patterns. Sub-watershed areas are at risk of landslides, the land should be restored as conservation forest or protected forest as before.Keywords: landslide, Ponorogo, steep slopes, thick soil, land degradation, high rainfall, risk</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">BPPT</dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22202</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.272-282</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 272-282</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22202/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53777</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Fostering Green Innovation and Environmental Consciousness: A Pathway to Competitive Advantage in the Green Economy.</dc:title>
	<dc:creator>Riza, Fahrul</dc:creator>
	<dc:creator>Sumarti, Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Internal environmental orientation; external environmental orientation; green innovation; green competitive advantage</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research aims to identify the preceding factors for achieving green competitive advantage, as traditional marketing might not be adequate to cater to this aspect. Therefore, the analysis explores the correlation between the theory of reasoned action and green marketing and how the blending of these concepts affects eco-friendly innovation and, subsequently, green competitive advantage. A quantitative approach was employed to conduct this investigation, using questionnaires gathered through direct visits to 100 coffee shops in and around Jakarta. The sample was selected through purposive non-probability sampling. The collected data were analyzed using SMART PLS.3 software, employing the structural equation model (SEM). The findings highlight that both internal and external orientations exert an impact on green innovation, which, in turn, affects green competitive advantage. However, it should be noted that internal and external environmental orientations do not have a direct impact on green competitive advantage. This research contributes to the field of green marketing by highlighting the crucial role of green innovation in achieving green competitive advantage and establishing the link between environmental orientation and competitive edge. Companies can allocate resources to improve their green innovation efforts, which can strengthen their competitive position in the market. The study provides practical guidance for businesses aiming to enhance their green competitive advantage. However, the identified limitations should prompt researchers and practitioners to consider broader industry and methodology coverage in future investigations.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53777</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.193-204</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 193-204</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53777/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38430</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Finding Common Ground in Collaborative Environmental Management: A Case Study in Cijedil Forest Landscape, Cianjur</dc:title>
	<dc:creator>Lukman, Agung Hasan</dc:creator>
	<dc:creator>Gunawan, Budhi</dc:creator>
	<dc:creator>Parikesit, Parikesit</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Consensus building; Stakeholders; Collaborative process; Environmental management; Forest landscape</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Forest landscape in Cijedil Village, Cianjur hosts numerous endemic wildlife to conserve. On the other hand, the needs of local people from forest utilization could not be also neglected. Hence, the environmental management issues in the forest landscape of Cijedil are not only attributed to the biodiversity and ecological protection but also social and economic empowerment that engages various stakeholders. To get a mutual understanding among the stakeholders within collaborative management, building dialogue, reaching consensus, and comprehending its process is necessary. Nevertheless, few studies, particularly in Indonesia, have thoroughly performed related to this topic. The objective of this study is to fill this gap by describing the consensus building in the collaborative process framework and its affecting factors for reaching an agreement in collaborative management in the forest landscape of Cijedil. We performed a qualitative study by using action-based research and a case-study approach. Semi-structured and in-depth interviews were undertaken with 18 key informants selected by the snowball sampling representing six stakeholders involved: KPH Cianjur, SPH II Cianjur, BLHD Cianjur, officials of Cijedil Village, LMDH Cijedil, and the local community of Cijedil. The findings show that this consensus building has adapted the collaborative framework indicated by problem- and direction-setting activities in the first two stages of the collaborative process. It also suggests that the main influencing of parties-related factors are human resource capacity, level of understanding, and commitment, whereas process-related barriers are time uncertainty and incentives offered. These factors are indicated not completely discrete but rather affecting each other. To conclude, while the consensus for broadly collaborative environmental management is still needed to promote, the driven inhibiting factors remain. It is, therefore, crucial to address and deal with those main challenging elements. AbstrakLanskap hutan di Desa Cijedil, Cianjur mempunyai banyak satwa endemik yang penting untuk dilestarikan. Namun di sisi lain, kebutuhan masyarakat lokal dari pemanfaatan hutan juga tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, masalah pengelolaan lingkungan di lanskap hutan Cijedil tidak hanya terkait dengan perlindungan keanekaragaman hayati tetapi juga pemberdayaan sosial dan ekonomi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Untuk mendapatkan pemahaman bersama di antara para pemangku kepentingan dalam pengelolaan kolaboratif, perlu membangun dialog, mencapai konsensus, dan memahami prosesnya. Namun demikian, baru sedikit penelitian, khususnya di Indonesia, yang telah dilakukan terkait topik ini. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengisi kesenjangan ini dengan menggambarkan pembangunan konsensus dalam kerangka proses kolaboratif dan faktor-faktor yang mempengaruhinya untuk mencapai konsensus dalam pengelolaan kolaboratif di lanskap hutan Cijedil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis aksi dan pendekatan studi kasus. Wawancara semi terstruktur dan mendalam dilakukan dengan teknik snowball terhadap informan kunci yang mewakili enam pemangku kepentingan yang terlibat: KPH Cianjur, SPH II Cianjur, BLHD Cianjur, aparat Desa Cijedil, LMDH Cijedil, dan masyarakat Cijedil. Temuan menunjukkan bahwa pembangunan konsensus ini telah mengadaptasi kerangka kerja kolaboratif yang ditunjukkan oleh aktivitas penetapan masalah dan arah dalam dua tahap pertama proses kolaboratif. Temuan juga menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi terkait pihak adalah kapasitas sumber daya manusia, tingkat pemahaman, dan komitmen, sedangkan hambatan terkait proses adalah ketidakpastian waktu dan insentif yang ditawarkan. Faktor-faktor ini tidak sepenuhnya terpisah melainkan saling mempengaruhi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa walaupun konsensus untuk pengelolaan lingkungan kolaboratif secara luas masih diperlukan, faktor-faktor penghambatnya masih tetap ada. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi tantangan utama tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38430</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.399-408</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 399-408</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38430/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60221</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Tumbuhan Mata Lele (Lemna minor L.) dengan Kombinasi Probiotik dalam Menurunkan Kadar Amonia dan Fosfat pada Air Kolam Budidaya Ikan Lele</dc:title>
	<dc:creator>Nurrasyida, Fathiya Ulfa</dc:creator>
	<dc:creator>Kasmiyati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Sucahyo, Sucahyo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bioremediasi; Lemna minor; amonia; fosfat; probiotik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kegiatan budidaya ikan lele dalam pemeliharaannya menghasilkan amonia dan fosfat yang tinggi. Kadar amonia dan fosfat yang berasal dari feses ikan dan sisa pakan mempengaruhi kualitas perairan dan kelangsungan hidup ikan lele. Tumbuhan air Lemna minor diketahui mampu memanfaatkan unsur hara terutama N dan P sebagai nutrient untuk  pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas Lemna minor dengan kombinasi probiotik sebagai agen bioremediasi dalam menurunkan amonia dan fosfat pada air kolam budidaya ikan lele. Parameter kualitas air yang diukur berupa amonia, fosfat, BOD, total padatan terlarut (TDS), oksigen terlarut (DO), suhu, dan pH. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan two-way ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan Multirange Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan Lemna minor mampu menurunkan kadar amonia, fosfat dan BOD pada media perlakuan dengan nilai efisiensi penurunan berkisar antara 70,06%-91,81% (amonia), 73,5%-92,6% (fosfat), 28,8%-42,8% (BOD). Kombinasi antara tumbuhan Lemna minor dan probiotik meningkatkan efektivitas dalam menurunkan amonia dan fosfat pada air kolam budidaya ikan lele.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60221</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1108-1113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1108-1113</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60221/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10540</identifier>
				<datestamp>2017-03-01T03:08:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KOMUNITAS ARTHROPODA TANAH DI KAWASAN SUMUR MINYAK BUMI DI DESA MANGUNJAYA, KECAMATAN BABAT TOMAN, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Muli, Risda</dc:creator>
	<dc:creator>Irsan, Chandra</dc:creator>
	<dc:creator>Suheryanto, Suheryanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Petroleum exploration, arthropods, community structure,soil TPH, physical parameter</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencemaran tanah yang diakibatkan oleh penambangan minyak bumi berpengaruh terhadap lingkungan, vegetasi, dan kelimpahan arthropoda. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dampak pencemaran minyak bumi di tanah terhadap komunitas Arthropoda. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas arhtropoda tanah di sekitar lokasi eksplorasi minyak bumi. Kelembapan, pH, suhu tanah, dan kadar TPH tanah diukur dan dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arthropoda. Penelitian dilakukan di sumur minyak bumi Desa Mangunjaya Kecamatan Babat Toman pada tanggal 19-24 Februari 2015. Arthropoda dikoleksi menggunakan pit fall traps dan corong barlese-tullgren, pengambilan sampel dilakukan di 96 titik. Identifikasi arthropoda dilakukan di Laboratorium Entomologi Jurusan Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian. Analisis kadar TPH tanah menggunakan metode Gravimetri dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata TPH dan pH tanah di lokasi eksplorasi minyak bumi yang dilakukan oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih rendah daripada eksplorasi oleh masyarakat. Kelembaban dan suhu tanah di lokasi eksplorasi oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih tinggi daripada di lokasi eksplorasi masyarakat. Kadar TPH, pH, kelembaban, dan suhu tanah tidak berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arhtropoda. Rata-rata indeks keanekaragaman arthropoda tergolong rendah dengan nilai indeks kurang dari 1.       Soil contamination caused by the extraction of petroleum affects the environment, vegetation, and abundance of arthropods. Therefore, it is necessary to study the impact of oil pollution on the ground against arthropod community. The research has conducted to determine the differences of terrestrial arthropod around petroleum exploration. Moisture, pH, temperature, and soil TPH (Total Petroleum Hydrocarbon) levels were measured and analyzed to determine its effect on the diversity index, dominance, and evenness of arthropods. The research has been done in the petroleum wells in Mangunjaya village of Babat Toman Toman districts on February 19 to 24, 2015. Arthropods samples were taken using pit fall traps and funnel barlese-tullgren, total sampling points are 96 points. Identification of the arthropod family has been done in Entomology Laboratory of the Agriculture Plant Disease Faculty Sriwijaya University. Analysis of soil TPH levels are using Gravimetry methods carried out in the Chemistry Laboratory of Science Faculty, Sriwijaya University. The results showed an average TPH and pH of soil in petroleum exploration conducted by Pertamina EP 1 Field Asset Ramba lower than in locations that made exploration by the public. Moisture and soil temperature at the location of the exploration by Pertamina EP 1 Field Asset Ramba are higher than in public exploration location. TPH levels, pH, moisture, and soil temperature do not affect the diversity, dominance, and evenness arhtropod index. However, the average index of arthropod diversity is low with an index value of less than 1.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10540</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.13.1.1-64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 13, No 1 (2015): April 2015; 1-64</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10540/8384</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46140</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:23Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penggunaan Karbon Aktif dari Biji Kelor dan Berbagai Biomassa Lainnya dalam Mengatasi Pencemaran Air : Analisis Review</dc:title>
	<dc:creator>Nenohai, Jacky Anggara</dc:creator>
	<dc:creator>Minata, Zelen S.</dc:creator>
	<dc:creator>Ronggopuro, Burhanuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Sanjaya, Eli Hendrik</dc:creator>
	<dc:creator>Utomo, Yudhi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penjernihan air, Karbon aktif bahan alami, Biji kelor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) penggunaan karbon aktif dari berbagai bahan alami dalam penjernihan air dan (2) penggunaan biji kelor dalam penjernihan air, dan (3) cara menganalisis logam berat dari hasil penjernihan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode telaah pustaka yang sistematis, atau biasa disebut dengan Systematic Literature Review (SLR) yang dimana hasilnya menggunakan database artikel online yaitu Google Schoolar. Hasil telaah dari artikel yang berkaitan dengan topik diperoleh bahwa penggunaan karbon aktif atau arang yang terbuat dari bahan alami seperti kayu kesambi, ampas tebu, tongkol jagung, kulit buah durian dan eceng gondok sangat efektif dalam penyerapan zat terlarut air, baik organik maupun anorganik dalam menghasilkan air yang jernih. Selain itu, penggunaan biji kelor juga sangat efektif sebagai biokoagulan dan bioflokulan dalam menurunkan pH, kesadahan, kekeruhan dan total padatan tersuspensi, sehingga memungkinkan munculnya rekomendasi bahwa air hasil penjernihan dengan menggunakan karbon aktif dari berbagai bahan alami dan serbuk biji kelor dapat dijadikan air minum.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46140</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.29-35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 29-35</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46140/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60236</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penentuan Konsep Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes Menggunakan Rapfish dan AHP</dc:title>
	<dc:creator>Savitri, Meidiarsih Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Tumuyu, Sri Setiawati</dc:creator>
	<dc:creator>Patria, Mufti Petala</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keberlanjutan; Pengelolaan; Mangrove; Rapfish; AHP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengelolaan mangrove berkelanjutan memiliki pendekatan multidimensional yakni ekologi, ekonomi, sosial dan kelembagaan. Keberlanjutan pengelolaan dapat tercapai jika keempat dimensi tersebut seimbang. Namun, tidak semua daerah dapat mengimplementasikan dimensi keberlanjutan secara seimbang, salah satunya di Desa Kaliwlingi. Tujuan penelitian secara umum untuk menentukan dimensi paling berpengaruh dalam pengelolaan mangrove secara berkelanjutan, sedangkan tujuan khusus  untuk menganalisis status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Kaliwlingi ditinjau dari dimensi ekologi, dimensi sosial, dimensi ekonomi dan dimensi kelembangaan dan merekomendasikan konsep keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah multidimensional scaling menggunakan Rapfish (Rapid Appraisal for Fisheries) untuk menentukan status keberlanjutan pengelolaan dilanjutkan dengan metode AHP (Analitical Hierarchy Process) untuk menentukan prioritas alternatif kebijakan. Hasil penelitian status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove cukup berkelanjutan dengan nilai total 63,69. Sedangkan nilai masing-masing dimensi cukup berkelanjutan dengan rincian dimensi sosial (73,65), kelembangaan (63,43), ekologi (66,78) dan ekonomi (54,34). Konsep keberlanjutan dengan prioritas melakukan pengawasan dan patroli pengamanan secara berkala, melaksanakan rehabilitasi mangrove dengan penganekaragaman bibit sesuai kondisi geofisik lingkungan, melaksanakan sosialisasi, penyadartahuan dan kapasitas masyarakat sekitar terkait mangrove, dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dengan melakukan diversifikasi produk pemanfaatan mangrove.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60236</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.958-968</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 958-968</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60236/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/27549</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Idealisme dan Dualisme Daur Ulang Sampah di Indonesia: Studi Kasus Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Setiadi, Rukuh</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhadi, Moh</dc:creator>
	<dc:creator>Prihantoro, Feri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Recycling, Plastic, 3R Temporary Waste Disposal Facilities, TPS 3R, Waste Bank, Stakeholders Collaboration, Semarang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study analyzes various regulations on urban waste management, with emphasis in recycling activities. How regulatory frameworks from the national level translates to the city level, and the extent of its implementation are examined through field observations in the city of Semarang as a case study. Based on the study of regulations and policy documents, this study suggests that recycling is found in various policy domains, not only those concerning waste management but also in the environment, industry, company’s limited liability and infrastructure domains. This study highlights two main problems in recycling namely: policy idealism and approach dualism. From these two basic problems, this study recommends a strategy for strengthening the capacity and collaboration of related parties as one of keys to increase the capacity of waste recycling, especially in urban areas in Indonesia. These five strategic priorities that city governments need to consider include: (i) the restructurization of Waste Bank and Temporary Disposal Site (TPS) 3R, (ii) the development of a better network with informal sector, (iii) improvement on the way city government maintain engagement with local community group, (iv) Closing the gap of waste recycling policy  in which city government must catch up constantly with the ideal format of waste recycling system stipulated in the waste management law and regulations, and (v) Increasing gender inclusiveness in the waste bank organizations.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27549</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.48-57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 48-57</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27549/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56523</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perencanaan Infrastruktur Pengelolaan Sampah di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta</dc:title>
	<dc:creator>Maghfuri, Syakir</dc:creator>
	<dc:creator>Murtiyasa, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarjono, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Infrastruktur; Pengelolaan sampah; TPST; UMS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanggungjawab masyarakat yang rendah dan paradigma kumpul-angkut-buang sampah membuat kegiatan pengelolaan sampah kurang optimal. Masalah ini juga terjadi pada kawasan universitas, termasuk Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rencana desain infrastruktur pengolahan sampah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Data yang digunakan berupa data eksisting kondisi sarana dan prasarana pengelolaan sampah beserta pola pelayanannya, serta jumlah mahasiswa, dosen dan tenaga pendidik. Perencanaan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) didasarkan pada Permen PU No. 03/PRT/M/2013. Hasil penelitian didapatkan jenis sampah yang ada berupa plastik, organik, kardus dan kertas, kaca, konstruksi, laboratorium, balokan, elektronik, dan B3 non medis. Pola pelayanan pengelolaan sudah baik namun kegiatan pemilahan sampah dari sumber belum dikoordinasi oleh pihak UMS. Prioritas daerah layanan untuk semua kawasan menempati peringkat 1 kecuali Kampus 3. Proyeksi timbulan sampah Tahun 2031 didapatkan total 25,97 m3/hari dan digunakan untuk merencanakan sarana TPST mencakup pengadaan 263 tempat sampah ukuran 50 L, dan 78 buah ukuran 150 L, 1 kontainer 4 m3, dan 3 unit Arm Roll Truck kapasitas 6 m3. Jumlah tersebut juga untuk mendesain prasarana yang meliputi Bangunan Hanggar, Jembatan Timbang, Bengkel, Bank Sampah, Kantor, Musholla, Rumah Genset, Menara Air, dan Tempat Cuci Kendaraan. Pola pelayanan rencana mengikuti eksisting dengan menambahkan kegiatan pengolahan sampah di TPST.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56523</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.491-502</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 491-502</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56523/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/41214</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Level Toksik Logam Berat pada Air, Sedimen Tersuspensi, dan Sedimen Dasar di Sungai Winongo, D.I.Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Fadlillah, Lintang Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Indrastuti, Atikah Nian</dc:creator>
	<dc:creator>Azahra, Afanin Fatkha</dc:creator>
	<dc:creator>Widyastuti, Margaretha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Faktor Pengkayaan;Logam Berat; Sumber Polusi,;Kualitas Sedimen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aktivitas manusia di sekitar Sungai Winongo dapat berdampak pada kontaminasi logam berat dari limpasan permukaan dan buangan langsung. Sifat toksik pada logam perlu diperhatikan karena dapat terakumulasi dalam waktu yang lama dan merusak lingkungan. Evaluasi logam berat dapat dilakukan dengan cara pemantauan kualitas air dan kualitas sedimen untuk mengetahui tingkat pencemaran suatu perairan karena logam berat dan distribusi logam berat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level toksik perairan dilakukan analisis hasil dengan berbagai indeks, yaitu Faktor Risiko Ekologis (Er) dan Indeks Beban Polusi (PLI). Sampel air, sampel sedimen tersuspensi (TSS), dan sedimen pada dasar permukaan diambil pada masing-masing titik untuk diuji laboratorium menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil analisis menunjukkan bahwa logam Cu dan Cr paling banyak ditemukan pada sedimen dasar, sedangkan logam Pb paling banyak ditemukan terlarut dalam air. Logam pada sedimen tersuspensi ditemukan sangat kecil yaitu &lt;0,031. Konsentrasi logam pada sedimen tersuspensi tertinggi adalah 0,043 mg/L pada titik T4.  Berdasarkan perhitungan Er dan PLI, potensi risiko ekologis terhadap logam di Sungai Winongo rendah (Er&lt;40) dan tidak terdapat polusi karena logam berat (PLI&lt;1). Namun, analisis kualitas air menunjukkan untuk nilai Cu dan Pb melebihi baku mutu kelas 2. Penelitian ini dapat dijadikan penelitian awal dalam kajian logam berat di Sungai Winongo secara historis.ABSTRACTThe Increase of human activities around the Winongo River can have an impact on decreasing water quality due to pollution from household and small industrial waste. Metal contamination in the aquatic environment is an environmental issue that needs attention due to its toxicity. Moreover, it can be accumulated in aquatic environments for a long time. Monitoring water quality and sediment quality is important to determine the distribution of heavy metals sources and the level of pollution in the waters. This research aims to determine the water toxicity level. An analysis of the results was carried out with various indices, which are the Ecological Risk (Er) and Pollution Load Index (PLI) in the water samples, suspended sediment samples (TSS), and sediment at the bottom of the surface will be taken at each point for laboratory testing using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). The concentration of heavy metals for Cu and Cr in the surface sediment respectively was found higher than its concentration in the river water. Meanwhile, Pb contents are found higher in river water. The contents of heavy metals are found less in the suspended sediment samples. The Er and PLI shows low pollution risk and low pollution status, respectively. It indicates that the Code River was still in low pollution status for Cu, Cr, and Pb contamination. On the other hand, the water quality analysis results Cu and Pb over the Water Quality Standard for Class 2. This study may serve as a useful reference and baseline for heavy metals research in Winongo River historically.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41214</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.30-36</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 30-36</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41214/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45551</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Gas CO2 Terhadap Pertumbuhan, Kandungan asam lemak, lipid dan Karotenoid Total Chlorella emersonii</dc:title>
	<dc:creator>Yani, Rahmatika</dc:creator>
	<dc:creator>Dharma, Abdi</dc:creator>
	<dc:creator>Rilda, Yetria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">: Fiksasi CO2; Chlorella emersonii; profil asam lemak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Karbon dioksida (CO2) yang berasal dari kegiatan industri, merupakan salah satu penyebab gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Belakangan ini mikroalga banyak diminati karena kemampuannya dalam biofiksasi CO2, sebagai sumber karbon pada proses fotosintesis. Mikroalga memiliki potensi untuk mengurangi emisi CO2, serta biomassa yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat, maupun bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mikroalga Chlorella emersonii dalam menghasilkan karotenoid dan lipid akibat pengaruh paparan gas CO2 tinggi. Waktu pemaparan CO2 99,90% dilakukan setiap 5; 10; 15; 20 menit per hari selama 28 hari. Biomassa yang dihasilkan, diekstrak karotenoid total dan lipid total yang diukur menggunakan analisis spektrofotometri dan gravimetri. Lipid diesterifikasi dengan metode modifikasi metanol-HCl-transesterifikasi dan dikarakterisasi menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, stres lingkungan yang disebabkan paparan gas CO2 selama 10 menit, menurunkan biomassa sebesar 45,17%, disertai peningkatan lipid dan kandungan asam lemak sebesar 52,31% dan 73,42%, dengan kandungan karotenoid total optimal 8,54 µg/mL. Budidaya Chlorella emersonii merupakan solusi yang efisien dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah cemaran gas CO2, efek stres yang dihasilkan dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kandungan karotenoid, lipid dan asam lemak yang berpotensi untuk biodiesel.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45551</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.245-250</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 245-250</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45551/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/70299</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Sekat Kanal Terhadap Beberapa Sifat Fisika dan Kimia dalam Air Saluran Drainase Gambut Terdegradasi</dc:title>
	<dc:creator>Dayanti, Erin</dc:creator>
	<dc:creator>Anshari, Gusti Z</dc:creator>
	<dc:creator>Gusmayanti, Evi</dc:creator>
	<dc:creator>Andriyani, Yulita</dc:creator>
	<dc:creator>Barry, Desi Silvani Putri Aulian</dc:creator>
	<dc:creator>Bowen, Jennifer C</dc:creator>
	<dc:creator>Gates, Ruby</dc:creator>
	<dc:creator>Perryman, Clarice R</dc:creator>
	<dc:creator>Hoyt, Alison</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">lahan gambut; sekat kanal; sifat fisika dan kimia; restorasi gambut</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lahan gambut di Indonesia seluas 13,4 juta hektar, dan sekitar 60% degradasi akibat drainase untuk pembangunan pertanian dan hutan tanaman industri. Pembangunan sekat kanal merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sekat kanal terhadap beberapa sifat fisika dan kimia air saluran drainase sebelum dan setelah sekat kanal. Penelitian dilakukan pada lima sekat kanal di desa Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengambilan dan analisis sampel air. Untuk menganalisis perbedaan beberapa sifat fisika dan kimia sebelum dan setelah sekat kanal. Dilakukan Uji T dengan program Real Statistics. Penyebaran data hasil pengukuran ditampilkan dengan diagram kotak (boxplot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah sekat kanal temperature lebih tinggi yaitu 31,28˚C ± 3,00 dibandingkan sebelum sekat kanal 29,54˚C ± 0,93 dan pH air setelah sekat kanal 3,91 ± 0,28 dibandingkan sebelum sekat kanal 3,63 ± 0,18, namun kadar oksigen terlarut setelah sekat kanal lebih rendah yaitu 0,86 mg/l ± 0,37 dibandingkan sebelum sekat kanal 1,25 ± 0,71. Kedalaman air saluran menunjukkan penurunan yang signifikan setelah sekat kanal yaitu 25,20 cm ± 8,32 sedangkan sebelum sekat kanal 49,70 cm ± 11,37. (p sebesar 0,000) menunjukkan bahwa perbedaan ini signifikan secara statistik, yang berarti sekat kanal berpengaruh terhadap kedalaman air saluran. Kedalaman muka air tanah (water level height) menunjukkan penurunan setelah sekat kanal yaitu 30,50 cm dengan standar deviasi 11,63 sedangkan sebelum sekat kanal 36,15 cm dengan standar deviasi 10,99, namun p-value yang lebih besar dari 0,05 (0,093) menunjukkan bahwa perbedaan ini tidak signifikan secara statistik. Konsentrasi besi terlarut lebih rendah setelah sekat kanal yaitu 9,68µM ± 2,66 dibandingkan sebelum sekat kanal, yaitu 13,20µM ± 1,47, yang menunjukkan kondisi oksidatif yang lebih dominan. Sementara itu, karbon organik terlarut (DOC) tidak menunjukkan perbedaan signifikan, meskipun rerata nilai DOC sedikit lebih tinggi sebelum sekat kanal. Temuan ini menunjukkan sekat kanal menyebabkan akumulasi Fe, yang berpengaruh terhadap perombakan bahan organik menjadi emisi gas rumah kaca.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70299</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1155-1161</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1155-1161</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70299/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/29899</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peringatan Dini Tanah Longsor Berdasarkan Kelembaban Tanah Secara Jarak Jauh Menggunakan Sensor FC-28 dan Node MCU</dc:title>
	<dc:creator>Setyawan, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Suseno, Jatmiko Endro</dc:creator>
	<dc:creator>Winesthi, Ratna Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Otaviana, Sela Ade</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tanah longsor, Kemiringan lereng, Kelembaban tanah, Soil moisture FC-28, Node MCU, Telegram messenger</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah pegunungan, lembah dan perbukitan dengan kondisi lereng yang tidak stabil. Saat musim hujan tiba maka kadar air yang berlebihan mengakibatkan tanah longsor. Bencana tanah longsor dapat menyebabkan banyak kerugian antara lain: kematian, gangguan infrastruktur jalan dan rusaknya lahan pertanian. Hal tersebut dipengaruhi oleh 2 faktor utama yaitu kemiringan lereng dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan korban jiwa dengan merancang alat pendeteksi peringatan dini bencana tanah longsor menggunakan sensor Soil Moisture FC-28 dan NodeMcu longsor yang terhubung ke android melalui telegram, sms dan buzzer. Sensor soil moisture FC-28 dipakai untuk mendeteksi parameter kelembaban tanah. Pengujian potensi terjadinya tanah longsor didesain dalam 5 variasi kemiringan untuk mendapatkan nilai kembebaban yang bervariasi. Alat dirancang dengan 2 kondisi yaitu status siaga dan bahaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi siaga terjadi pada kelembaban antara 27% - 54% dengan kemiringan lereng antara 25o -35o dan kondisi bahaya terjadi saat kelembaban lebih dari 54%. Peringatan dini akan terkirim melalui pesan singkat ada aplikasi telegram messenger saat kondisi status siaga, sedangkan alarm akan berbunyi pada saat status bahaya. Alat ini akan sangat bermanfaat bagi warga yang tinggal didaerah rawan bencana longsor, karena dengan adanya tanda peringatan dini warga diharapkan masih mempunyai waktu untuk menyelamatkan diri sehingga korban jiwa dapat diminimalkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/29899</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.242-246</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 242-246</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/29899/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/57288</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Netralisasi Air Asam Tambang Menggunakan Pengolahan Aktif dan Pasif</dc:title>
	<dc:creator>Kusdarini, Esthi</dc:creator>
	<dc:creator>Sania, Putri Rizka</dc:creator>
	<dc:creator>Budianto, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air asam tambang; Batu gamping; Kapur tohor; Morfologi permukaan; Ukuran butir</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air asam tambang dapat membahayakan kesehatan manusia. Tujuan penelitian mendapatkan: 1) pengaruh dosis kapur tohor terhadap pH, Fe dan Mn; 2) pengaruh ukuran butir batu gamping terhadap pH, Fe dan Mn; 3) kemampuan kapur tohor dan batu gamping dalam meningkatkan pH dan menurunkan Fe, Mn; 4) morfologi permukaan batu gamping sebelum dan setelah kontak dengan air asam tambang. Metode yang digunakan eksperimen skala laboratorium, dengan mengolah air asam tambang menggunakan: 1) kapur tohor,  variabel dosis (300; 200; 100) mg/L, t waktu pengadukan 15 menit; 2) batu gamping, variabel ukuran butir (10, 5, 1) mm, waktu kontak 30 menit. Hasil penelitian: 1) semakin besar dosis kapur tohor, pH semakin meningkat; Fe, Mn semakin berkurang; 2) semakin kecil ukuran butir batu gamping, pH semakin meningkat; Fe, Mn semakin berkurang; 3) kapur tohor optimal pada dosis 200 mg/L, meningkatkan pH dari 3,31 menjadi 7,01; menurunkan Fe 99,9% dan Mn 95,84%; batu gamping optimal pada ukuran 1 mm, meningkatkan pH dari 3,31 menjadi 6,96; menurunkan Fe 99,9% dan Mn 90,65%; 4) uji foto SEM batu gamping menunjukkan adanya partikel berbentuk gumpalan putih,  yang diperkirakan mineral kalsit, setelah berkontak dengan air asam tambang, partikel berbentuk gumpalan putih jumlahnya berkurang dan ukurannya mengecil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57288</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.808-815</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 808-815</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57288/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4093</identifier>
				<datestamp>2013-01-30T02:58:05Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">APLIKASI FITOREMEDIASI LIMBAH JAMU DAN PEMANFAATANNYA UNTUK PRODUKSI PROTEIN</dc:title>
	<dc:creator>Hadiyanto, H</dc:creator>
	<dc:creator>Christwardana, M</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Industri jamu di Indonesia berkembang dengan pesat. Meningkatnya jumlah industri jamu berpengaruh terhadap kenaikan limbah yang dihasilkan, yang biasanya secara normal diproses dalam bak anaerobik menggunakan proses kimia dan biologi. Namun proses tersebut tidak ekonomis dan karena itu metode alternatif menggunakan sumber alami sangat dibutuhkan. Fitoremediasi adalah metode yang ramah lingkungan untuk mengurangi kontaminan menggunakan tanaman. Metode ini menggunakan tanaman air untuk menurunkan kadar COD dan nutrien yang terkandung dalam limbah jamu. Selama limbah mempunyai kandungan nutrien yang tinggi, sangat potensial untuk dijadikan media pertumbuhan alga Spirulina. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan variasi jenis tanaman (eceng gondok dan teratai) pada penurunan kontaminan dan mencari komposisi nutrien yang optimal dari media pertumbuhan mikroalga. Fitoremediasi dilakukan 3-8 hari dan tinggi dari cairan pada reaktor dijaga konstant 5 cm. Efluen dari fitoremediasi kemudian digunakan untuk kultivasi Spirulina denga waktu kultivasi 15 hari. Nutrien eksternal ditambahkan setiap 2 hari dan konsentrasi biomass diukur dengan optical density-nya. Spirulina tumbuh dengan baik pada limbah jamu yang telah difitoremediasi menggunakan teratai selama 3 hari dan mempunyai rasio CNP sekitar 57,790 : 9,281 : 1 dengan laju pertumbuhan 0,271/hari. Kata Kunci: Fitoremediasi, tanaman air, Spirulina, limbah jamu, biomassa   ABSTRACT  Herbal medicine industry in Indonesia is progressing very rapidly. Increasing number of herbal medicine industries lead to an increase of the waste which are normally processed in anaerobic ponds by using chemical and biological process. However this process are not economical feasible and therefore an alternative method by using natural resource is required. Phytoremediation is an environmental friendly method to reduce contaminant using plant. This method uses water plant to reduce COD and nutrients content in the waste. Since the waste still high content of nutrient, therefore it is potential for medium growth of algae Spirulina. This study was aimed to evaluate the use of various plant species (water hyacinth and lotus) in decreasing contaminant and to determine optimal nutrient composition of the microalgae growth media. The phytoremediation was performed in 3-8 days and height of liquid in the tank was maintained constant at 5 cm. The effluent of first phytoremediation was transferred to second stage for cultivation of Spirulina with 15 days of cultivation time. The external nutrients were added each 2 days and the concentration of biomass was measured for its optical density. Spirulina grow well in herbal medicine waste that has been phytoremediation with lotus for 3 days and had a CNP ratio amounted to 57.790 : 9.281 : 1 with a growth rate of 0.271/day. Keywords: Phytoremediation, water plants, Spirulina, herbal medicine waste, biomass</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-04-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4093</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.10.1.32-37</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 10, No 1 (2012): April 2012; 32-37</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4093/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43010</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Pemanfaatan Sampah Plastik dengan Metode Buang, Pisah, dan Untung Menggunakan Sistem Barcode</dc:title>
	<dc:creator>Azzaki, Dawud Abdullah</dc:creator>
	<dc:creator>Jati, Dian Rahayu</dc:creator>
	<dc:creator>Sulastri, Aini</dc:creator>
	<dc:creator>Irsan, Robby</dc:creator>
	<dc:creator>Jumiati, Jumiati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">barcode; Bungpitung; metode gabungan; sampah plastik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah yang meningkat tanpa adanya penanganan lebih lanjut akan mengakibatkan permasalahan serius. Penimbunan sampah dapat bertahan dengan waktu yang lama, yang disebabkan oleh lambatnya waktu dekomposisi dari timbunan sampah, khususnya sampah plastik. Penelitian bertujuan mengetahui jumlah sampah plastik yang dihasilkan, keuntungan yang dihasilkan dan keberlanjutan dari penerapan metode Buang, Pisah, Untung (Bungpitung) menggunakan sistem barcode. Penelitian mengambil metode purposive sampling. Pengumpulan data berupa data sekunder harga jual sampah plastik dan data primer timbulan sampah plastik dan wawancara. Penelitian menggunakan analisis metode gabungan (mixed methods) penelitian kuantitatif dan kualitatif. Total timbulan sampah plastik dari semua responden sebesar 136.508 gr dengan rata-rata timbulan sampah plastik 65 gr/orang/hari. Bentuk sampah plastik dominan terbanyak Gelas Bening Sablon (GBS) sebesar 35.526 gr. Bentuk sampah plastik dominan terbanyak dari total seluruh jenis yaitu Botol Bening Biru (BBB) sebesar 40.525 gr. Total keuntungan sampah plastik yang diperoleh dari semua responden sebesar Rp 128.945 dengan rata-rata keuntungan sampah plastik Rp 61,4 /hari. Tingginya nilai timbulan sampah plastik, tingginya nilai keuntungan yang dihasilkan, kontinuitas penerapan metode bungpitung, peningkatan wawasan mengenai pengelolaan sampah plastik, peningkatan perilaku dalam mengelola sampah plastik serta pendapat secara langsung oleh responden mengenai kelayakan metode Bungpitung merupakan bukti metode Bungpitung layak diterapkan pada masyarakat di masa yang akan datang.ABSTRACTIncreased waste without further handling will lead to serious problems. The landfill can last for a long time, which is caused by the slow decomposition time of the landfill, especially plastic waste. This study aims to determine the amount of plastic waste produced, the profits generated from the application of the Dispose, Separate, Profit (Bungpitung) method using a barcode system. The research took the purposive sampling method. Collecting data in the form of secondary data on the selling price of plastic waste and primary data on the generation of plastic waste and interviews. This study uses a combined analysis (mixed methods) of quantitative and qualitative research. The total generation of plastic waste from all respondents is 136,508 grams with an average plastic waste generation of 65 grams/person/day. The dominant form of plastic waste is Screen Printing Clear Plastic Cups (GBS) as much as 35.526 gr. The most common form of plastic waste of all types is Blue Clear Plastic Bottle (BBB) of 40,525 gr. The total profit from plastic waste obtained from all respondents is Rp. 128,945 with an average profit of Rp. 61.4/day for plastic waste. The high value of plastic waste generation, the increase in the value of the profits generated, the continuity of the application of the bungpitung method, increased insight into plastic waste management, increased behavior in managing plastic waste, and direct assessment by respondents about Bungpitung methods suitable for use in the community in the future.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43010</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.252-262</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 252-262</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43010/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62551</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:38:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Skenario Pengelolaan Sampah di TPA Bantargebang dengan Menggunakan Visual Promethee</dc:title>
	<dc:creator>Resmianty, Teti</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzy, Anas Miftah</dc:creator>
	<dc:creator>Hartulistiyoso, Edy</dc:creator>
	<dc:creator>Pertiwi, Setyo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Visual Promethee; Multi Criteria Decision Analysis; Refuse Deived Fuel; Municipal Solid Waste; Landfill Mining</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengelolaan Municipal Solid Waste (MSW) di Indonesia masih mengandalkan pendekatan end of pipe yakni menyelesaikan masalah sampah dengan menerapkan landfill di TPA. Keberadaan TPA menimbulkan masalah lingkungan seperti pemanasan global, pengasaman air dan tanah, degradasi kualitas ekosistem dan polusi air permukaan dan air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan solusi terbaik yang dapat diterapkan sebagai upaya pengelolaan sampah pada TPA Bantargebang. Solusi terbaik didapatkan dengan penerapan pengelolaan TPA yang mampu memberikan manfaat secara ekologi, ekonomi maupun sosial. Hasil olah data dengan perangkat lunak Visual Promethee didapatkan solusi terbaik yang dapat diterapkan untuk upaya pengelolaan sampah pada TPA Bantargebang yaitu pada pilihan pengelolaan sampah  dengan menerapkan pemanfaatan sampah fresh waste dan landfill mining menjadi RDF untuk yang dikerjasamkan kepada offtaker. Metode visual promethee ini dipilih karena promethee memiliki konsep dan aplikasi yang sederhana, penggunaan yang fleksibel, kestabilan hasil, dan interpretasi yang mudah. Visual promethee mengandalkan matriks keputusan yang berisi opsi atau alternatif beserta kriteria keberlanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Matriks yang disusun dari pemilihan alternatif dan kriteria dapat diperoleh melalui pengunaan data ordinal (kualitatif) dan kardinal (kuantitatif). Dari hasil analisis menggunakan visual promethee dapat diketahui bahwa kegiatan pengelolaan TPA dengan cara pengolahan sampah menjadi RDF dapat memberikan dampak manfaat ekonomi yang paling tinggi dibanding tipe lainnya, walaupun alternatif kebijakan ini membutuhkan biaya pembangunan paling besar namun banyak dari aspek lain yang lebih menguntungkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62551</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.239-246</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 239-246</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62551/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/62551/16052</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/62551/16053</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17821</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:24:24Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Toksisitas Akut Dalam Penentuan LC50-96H Insektisida Klorpirifos Terhadap Dua Jenis Ikan Budidaya Danau Kembar, Sumatera Barat</dc:title>
	<dc:creator>Ihsan, Taufiq</dc:creator>
	<dc:creator>Edwin, Tivany</dc:creator>
	<dc:creator>Husni, Nailul</dc:creator>
	<dc:creator>Rukmana, Widia Detiari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Twin Lakes, Common carp, Nile tilapia, Chlorpyrifos, LC50-96h, Acute Toxicity</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPenggunaan insektisida klorpirifos mencapai 99,8% oleh petani di Provinsi Sumatera Barat. Fungsi utama klorpirifos dalam pertanian adalah melindungi tanaman jagung, kapas dan buah-buahan terhadap hama serangga. Klorpirifos yang telah disemprotkan ke tanaman, berpotensi terbilas oleh air dan mengalir ke wilayah perairan sehingga dapat mencemari ekosistem perairan. Salah satu biota perairan adalah ikan. Tak terkecuali kegiatan pertanian dan perkebunan di Kawasan Danau Kembar (Danau Di Ateh dan Danau Di Bawah), Sumatera Barat. Klorpirifos yang biasa digunakan para petani di kawasan ini adalah merk Dursban. Konsentrasi klorpirifos terdeteksi sebesar 0,007 mg/L di perairan danau tempat melakukan budidaya ikan. Jenis ikan yang biasa dibudidayakan di Danau Kembar adalah Ikan Mas (Cyprinus carpio L) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji toksisitas akut dan menganalisis nilai LC50-96h insektisida klorpirifos dengan menggunakan hewan uji dua jenis ikan budidaya tersebut pada skala laboratorium. Penentuan nilai LC50-96h mengacu pada Metode USEPA. Jumlah hewan uji untuk masing-masing jenis ikan adalah 240 ekor dengan umur ± 1 bulan. Penelitian dilakukan dengan dua kali pengulangan dengan metode static test. Uji toksisitas akut ini meliputi uji pendahuluan dan uji dasar. Pengujian berlangsung dalam kondisi fisik air sesuai batas yang diizinkan untuk pemeliharaan ikan budidaya yaitu pH 6 – 9, DO minimal 3 mg/L dan suhu 25 – 30 oC. Hasil penelitian uji toksisitas akut ini diperoleh nilai LC50-96h dengan menggunakan Metode Probit sebesar 0,03 mg/L (ikan mas) dan 0,08 mg/L (ikan nila). Berdasarkan nilai LC50-96h yang diperoleh, klorpirifos termasuk kategori sangat toksik, sehingga monitoring terhadap penggunaan insektisida ini sangat diperlukan.Kata kunci: Danau Kembar, Ikan Mas, Ikan Nila, Klorpirifos, LC50-96h, Toksisitas Akut.ABSTRACTThe use of chlorpyrifos insecticide reached 99.8% by farmers in West Sumatera Province. The main function of chlorpyrifos in agriculture is to protect corn, cotton and fruit trees against insect pests. Chlorpyrifos that have been sprayed into plants, potentially flushed by water and flowed into the water body so as to pollute the aquatic ecosystems. One of the aquatic biota is the fish. No exception agricultural and plantation activities in the area of Twin Lakes (Di Ateh Lake and Di Bawah Lake), West Sumatra. Chlorpyrifos commonly used by farmers in this region is the brand Dursban. Measurements of chlorpyrifos concentration was 0.007 mg/L in the waters of the lake where fish cultivation. Types of fish commonly cultivated in Twin Lakes are Common carp (Cyprinus carpio L) and Nile tilapia (Oreochromis niloticus). This study aims to perform the acute toxicity test and analyze the value of LC50-96h chlorpyrifos insecticide by using the test animals of two species of fish cultivation on the laboratory scale. The determination of the LC50-96h value refers to the USEPA Method. The number of test animals for each species of fish is 240 with an age of ± 1 month. The study was conducted with two repetitions using static test method. These acute toxicity tests include preliminary and baseline tests. The test takes place in the physical condition of the water according to the permitted limits for the maintenance of the aquaculture fish ie pH 6 - 9, DO at least 3 mg/L and temperature 25 - 30oC. The results of this acute toxicity test obtained LC50-96h value using Probit Method of 0.03 mg/L (carp) and 0.08 mg/L (tilapia). Based on the value of LC50-96h obtained, chlorpyrifos is a highly toxic category, so monitoring of the use of insecticides is important.Keywords: Twin Lakes, Common carp, Nile tilapia, Chlorpyrifos, LC50-96h, Acute ToxicityCitation: Ihsan, T., Edwin, T., Husni, N., dan Rukmana, W.D. (2018). Uji Toksisitas Akut dalam Penentuan LC50-96h Insektisida Klorpirifos terhadap Dua Jenis Ikan Budidaya Danau Kembar, Sumatera Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 98-103, doi:10.14710/jil.16.1.98-103</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-06-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17821</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.1.98-103</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 1 (2018): April 2018; 98-103</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17821/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/17821/2190</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49892</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai Daerah Resapan Air dan Penyimpanan Karbon di Kota Pontianak</dc:title>
	<dc:creator>Mahdiyah, Utin</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Aji Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Romiyanto, Romiyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daerah Resapan Air, Mitigasi Bencana, Pola Sebaran Ruang Terbuka Hijau, dan Simpanan Karbon.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan Lahan Kota Pontianak yang cendurung menjadi kawasan permukiman seiring dengan kemajuan perekonomian menyebabakan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi menurun. Kurangnya RTH pada kawasan perkotaan akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti hilangnya resapan air dan kuranganya kawasan yang menyimpan karbon penyebab Gas Rumah Kaca (GRK). Upaya pencegahan berbagai permasalahan tersebut perlu dilakukan untuk keberlanjutan Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan maupun sebaran RTH yang tersedia di Kota Pontianak dan efektivitas RTH sebagai daerah resapan air serta menyimpan karbon sesuai dengan fungsi RTH. Metode penelitian ini memakai empat metode, yaitu metode yang pertama menggunakan thiessen polygon untuk memperoleh peta curah hujan. Metode kedua menggunakan overlay dan skoring untuk mengetahui potensi resapan air secara alami, potensi resapan air pada RTH, dan potensi resapan air secara aktual. Metode ketiga menghitung simpanan karbon pada RTH menggunakan total luasan potensi RTH, sedangkan metode keempat yang digunakan ialah analisis tetangga terdekat untuk mengetahui persebaran RTH. Hasil dari penelitian ini diperoleh luasan RTH Kota Pontianak seluas 5.714,82 Ha atau 48,29% dengan pola sebaran mengelompok. Efektivitas RTH sebagai resapan air dalam kondisi baik dan normal alami seluas 277,37 Ha atau 2,34% dari total luas Kota Pontianak, dan simpanan karbon di Kota Pontianak sebesar 5.034.877,83 Ton/Th atau 5.034,88 GG/Th. Adaptasi mitigasi perubahan iklim perlu dilakukan untuk mencegah meningkatnya GRK di Kota Pontianak terutama pada kawasan permukiman dengan menerapkan sistem zore run off dan mempertahankan kawasan hortikultura</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49892</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.553-564</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 553-564</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49892/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/49892/11948</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/49892/11949</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67728</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T13:31:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Penggunaan Nutrisi Brown Sugar, Urea, dan Gliserol  pada Produksi Enzim Pektinase dari Limbah Padat Kelapa  Sawit Melalui Proses Fermentasi</dc:title>
	<dc:creator>Hermawan, Andri Febryanto</dc:creator>
	<dc:creator>Sanjaya, Eli Hendrik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah Padat Kelapa Sawit; Fermentasi; Pemurnian Enzim; Dialisis; Aktivitas Enzim; Aktivitas Spesifik Enzim</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah kelapa sawit merupakan sumber bioproduk yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi limbah kelapa sawit sebagai substrat untuk produksi enzim pektinase menggunakan submerged fermentation (SmF). Substrat diuji dengan berbagai variasi nutrisi, yaitu brown sugar, urea, dan gliserol, untuk mengukur pengaruhnya terhadap kadar protein dan aktivitas enzim pektinase. Purifikasi ekstrak kasar enzim dilakukan dengan ammonium sulfat dan dialysis, serta pengukuran aktivitas enzim menggunakan metode DNS (3,5-dinitrosalisilat). metode low Hasil menunjukkan bahwa serabut kelapa sawit (SKS) menghasilkan kadar protein lebih tinggi dan aktivitas enzim pektinase lebih tinggi dibandingkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS), dengan aktivitas enzim tertinggi tercatat pada SKS-urea (1,641 U/mL), sedangkan pada TKKS-urea tercatat 1,494 U/mL. Penambahan brown sugar menghasilkan aktivitas spesifik enzim tertinggi pada SKS (1,983 U/mg) yang menunjukkan bahwa jenis sumber karbon mempengaruhi efektivitas produksi enzim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SKS lebih efisien dalam menghasilkan pektinase dibandingkan TKKS, dengan pengaruh penting dari keseimbangan antara sumber karbon dan nitrogen dalam proses fermentasi. Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam pemanfaatan limbah kelapa sawit untuk produksi enzim secara efisien dan berkelanjutan, serta membuka arah untuk penelitian lanjutan mengenai mikroba indigen dan optimasi kondisi fermentasi dalam skala industri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67728</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.1464-1473</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1464-1473</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67728/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/30695</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:38:15Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Potensi Airtanah pada Cekungan Airtanah (CAT) Banyumudal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Listyani R.A., T.</dc:creator>
	<dc:creator>Putranto, Thomas Triadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Potensi, Kualitas, Kuantitas, Airtanah, CAT Banyumudal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cekungan Airtanah (CAT) Banyumudal terletak di Kabupaten Kebumen, seluas 67 km2. Mengacu pada peta geologi regional, daerah ini tersusun atas Formasi Halang, Kalipucang, dan Gabon. Maksud penelitian ini adalah menganalisis potensi airtanah CAT Banyumudal, baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Metodologi yang digunakan adalah pengumpulan data sekunder, pemetaan hidrogeologi, akuisisi geolistrik konfigurasi Schlumberger dan uji pemompaan. Pemetaan hidrogeologi dilaksanakan pada 153 titik minatan, meliputi 110 sumur gali, 20 sumur bor, dan 23 mata air. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan nilai daya hantar listrik airtanah sebesar 115 - 1.251 μS/cm pada sumur gali, 507- 981 μS/cm pada sumur bor dan 259 - 604 μS/cm pada mata air. Derajat keasaman (pH) airtanah pada sumur gali sebesar 5,761 - 8,5, pada  sumur bor 7,013 - 8,333 dan pada mata air 6,747 - 8,204.  Hasil plot diagram Stiff menunjukkan adanya 12 tipe airtanah, sedangkan plot diagram Piper menunjukkan 4 fasies airtanah, yaitu fasies alkaline earth water predominantly hydrogencarbonate, fasies alkaline earth water with higher alkaline content predominantly hydrogencarbonate, fasies alkaline water predominantly hydrogencarbonate, dan fasies alkaline water predominantly sulphate chloride. Hal tersebut menunjukkan bahwa airtanah di daerah penelitian berkualitas sedang – sangat baik. Hasil interpretasi geolistrik menunjukkan bahwa litologi bawah permukaan berupa batulempung, batulempung pasiran, batupasir, batugamping, breksi dan tuf. Hanya akuifer bebas yang berkembang di daerah penelitian. Cadangan statis airtanah di daerah penelitian sebesar 200,7×106 m3 sedangkan cadangan dinamis sebesar 33,4 × 106 m3. Daerah penelitian dapat dibagi menjadi dua zona potensi airtanah, yaitu zona potensi airtanah rendah pada akuifer bebas dengan debit optimum 0,553 -  1,492 L/dtk dan zona potensi airtanah sedang pada akuifer bebas dengan debit optimum 2,651 -  3,024 L/dtk.ABSTRACTBanyumudal Groundwater Basin (Banyumudal GWB) is located in Kebumen Regency, covering 67 km2 area. According to the regional geological map, the study area consists of Halang, Kalipucang and Gabon Formations. This study aims to analyze groundwater potency in Banyumudal GWB in quality and quantity. The method of study includes secondary data collection, hydrogeological mapping, geoelectric acquisition with Schlumberger configuration and pumping test. Hydrogeological mapping was done from 153 locations, consist of 110 dug wells, 20 deep wells and 23 springs. Result of the laboratory test shows that groundwater has electrical conductivity (EC) between 115 – 1,251 μS/cm in dug wells, 507 - 981 μS/cm in deep wells and 259 - 604 μS/cm in springs. Groundwater shows an acidity (pH) of 5,761 - 8,5 in dug wells, 7,013 - 8,333 in deep wells and 6,747-8,204 in springs. Result of the Stiff diagram plot shows that there are 12 types of groundwater, while the Piper diagram plot shows 4 groundwater facies namely alkaline earth water predominantly hydrogencarbonate, alkaline earth water with higher alkaline content predominantly hydrogencarbonate, alkaline water predominantly hydrogencarbonate, and alkaline water predominantly sulphate chloride facies. This result generally represent that groundwater in the study area is in the very good – medium range quality. Geoelectric results indicate subsurface litology as claystone, sandy claystone, sandstone, limestone, breccia and tuff.  It seems that only unconfined aquifers which exist in the study area. Groundwater reserves in study area include static reserves in amount of 200,7×106 m3 and dynamic reserves in amount of 33,4 × 106 m3. Based on quality and quantity of groundwater, there are two groundwater potential zones, that are low groundwater potential zone in unconfined aquifer with optimum discharge of  0,553 – 1,492 L/s and medium groundwater potential zone in unconfined aquifer with optimum discharge of 2,651 -  3,024 L/s.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30695</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.531-544</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 531-544</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30695/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59783</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimasi Limpasan Permukaan dengan Menggunakan Metode CN Modifikasi di Sub DAS Mamasa</dc:title>
	<dc:creator>Muchtar, Asikin</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyullah, Wahyullah</dc:creator>
	<dc:creator>Herawaty, Herawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Arsyad, Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Fathurrahman, Achmad Fuad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">CN modifikasi; limpasan permukaan; permeabilitas; slope; vegetasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penilaian limpasan permukaan merupakan langkah penting dalam pengelolaan sumber daya air dan ekosistem di Sub DAS Mamasa. Tingginya laju erosi dan sedimentasi dari daerah tangkapan Sub DAS Mamasa berdampak pada pendangkalan dan penurunan efektivitas dayaguna keberlangsungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru. menghadapi tantangan dalam pengelolaan limpasan permukaan yang efektif, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis limpasan permukaan di Sub DAS Mamasa dengan menggunakan metode Curve Number (CN) yang dimodifikasi. Modifikasi ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi dalam menghitung limpasan permukaan berdasarkan karakteristik hidrologis dan topografi. Metode CN modifikasi melibatkan analisis terperinci terhadap tipe tanah, tutupan lahan, dan topografi, data curah hujan di Sub DAS Mamasa tahun 2020. Analisis sensitivitas dilakukan untuk menentukan pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap perhitungan limpasan permukaan dan kapasitas penahanan air tanah. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang hubungan limpasan permukaan dengan nilai CN di Sub DAS Mamasa berkisar pada nilai CN 49 hingga CN 100 dan telah menunjukan bahwa semakin tinggi nilai CN maka semakin rendah nilai potensi resapan, sebaliknya semakin rendah nilai CN maka nilai potensi resapan semakin tinggi. Sumbangsih Q paling tinggi di Sub DAS Mamasa berada pada nilai CN 67 dengan luas 66% dan Q sebesar 884.186 m3/s/tahun sedangkan S paling tinggi berada pada nilai CN 79 dengan luas 15% dan S sebesar 128.496 m3/s/tahun. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih mendalam tentang interaksi antara faktor-faktor limpasan permukaan yaitu pengaruh vegetasi, tanah dan topografi. Penilaian limpasan permukaan di Sub DAS Mamasa dan dapat menjadi landasan untuk perbaikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di masa depan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59783</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.1001-1008</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 1001-1008</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59783/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6754</identifier>
				<datestamp>2014-04-23T16:29:47Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BACTERIAL Cr (VI) REDUCTION AND ITS IMPACT IN BIOREMEDIATION</dc:title>
	<dc:creator>Pramono, Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Rosariastuti, MMA Retno</dc:creator>
	<dc:creator>Ngadiman, N</dc:creator>
	<dc:creator>Prijambada, Irfan D</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRACTChromium is hazardous pollutant for ecosystem caused chromium especially inhexavalent form is very toxic, has high solubility and mobility, teratogenicity, mutagenicity andcarcinogenicity to living system related with its oxiding power. Remediation of soilcontaminated of heavy metals was important caused soil as medium for food producing.Conventional methods for heavy metals remediation consist of physical and chemical processbut these applications were costly and less effective. One of the remediation technologies is theusing living organisms such as microorganisms, because they have ability to reduce Cr(VI) intonon toxic form, Cr(III). The aims of this research were to evaluate the reduction activity ofrhizobacterial isolate and to identify the isolate which take a role in reducing chromiumabsorption by plant. The results showed that Isolate 39 was able to grow on LB mediumcontaining 200 ppm Cr(VI). Isolate 39 reduced Cr(VI) up to 15 ppm concentration level inminimal medium. Isolate 39 has ability to reduce Cr(VI) both at growing cells and resting cellsconditions up to 100% and 51% within 18 hours, respectively. Isolate 39 increased thephytostabilization ability of chromium by Zea mays at 30 days after seeding 3.8 timescompared than control. Based on physiological characteristics and partial sequencing of 16SrRNA gene, Isolate 39 was identified as Agrobacterium sp.Key words : Agrobacterium sp, hexavalent chromium, reduction, Zea mays</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6754</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/presipitasi.v%vi%i.80-95</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013; 120-131</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6754/5523</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44344</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:15:56Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penilaian Daur Hidup Proses Distribusi BBM di PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Parepare</dc:title>
	<dc:creator>Kholil, Putri Alifa</dc:creator>
	<dc:creator>Budihardjo, Mochamad Arief</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:creator>Karno, Ketut</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Distribusi BBM; Penilaian Daur Hidup; Analisis Inventori; Penilaian Dampak; Interpretasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada tahun 2020, PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Parepare telah mendistribusikan BBM sebesar 498.270,317 kiloliter (KL). Proses distribusi BBM tersebut menghasilkan emisi dan limbah yang berpotensi berdampak pada lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi dampak lingkungan dari proses distribusi BBM di PT Pertamina (Persero)  Fuel Terminal Parepare dan mengetahui unit proses yang paling berdampak terhadap lingkungan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). LCA dilakukan dengan ruang lingkup gate-to-gate dimulai dari proses penerimaan BBM hingga pendistribusian BBM mengacu pada SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017. Perhitungan penilaian dampak dilakukan menggunakan software Microsoft Excel dengan metode CML IA Baseline dengan unit fungsi yang digunakan adalah 1 KL BBM. Kategori dampak potensi pemanasan global, potensi penipisan ozon, potensi hujan asam, dan potensi eutrofikasi dipilih berdasarkan relevansi dengan aktivitas perusahaan dan yang termasuk dampak kategori utama berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hasil interpretasi menunjukkan seluruh dampak yang dikaji memiliki isu penting (hotspot) pada unit proses distribusi yang disebabkan oleh penggunaan listrik untuk pompa elmot dengan nilai karakterisasi untuk potensi pemanasan global sebesar 3,01 x 10-1 kg CO2 ek/KL, potensi penipisan ozon sebesar 8,79 x 10-9 kg CFC-11 ek/KL, potensi hujan asam sebesar 1,34 x 10-3 kg SO2 ek/KL, dan potensi eutrofikasi sebesar 1,65 x 10-3 kg PO4 ek/KL. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah dengan melakukan efisiensi penggunaan listrik pompa atau dengan mengganti sumber energi listrik dari PLN menjadi energi terbarukan seperti menggunakan panel surya atau turbin angin.ABSTRACTIn 2020, PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Parepare has distributed fuel amounting to 498,270,317 kiloliters (KL). The fuel distribution process produces emissions and waste that have the potential to have an impact on the surrounding environment. The purpose of this study is to analyze the potential environmental impact of the fuel distribution process at PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Parepare and find out the process units that have the most impact on the environment using the Life Cycle Assessment (LCA) method. LCA is carried out with a gate-to-gate scope starting from the process of receiving fuel to distributing fuel referring to SNI ISO 14040: 2016 and SNI ISO 14044: 2017.  The calculation of impact assessment is carried out using Microsoft Excel software with the CML IA Baseline method with the function unit used is 1 KL BBM.  Categories including global warming potential, ozone depletion potential, acid rain potential, and eutrophication potential were selected based on relevance to the company's activities and which included the impact of the main categories based on the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 1 of 2021 concerning the Company Performance Rating Assessment Program and Environmental Management.  The results of the interpretation showed that all the impacts studied had important issues (hotspots) on the distribution process unit caused by the use of electricity for elmot pumps with  a characterization value of 3.01 x 10-1 kg of CO2 eq/KL, ozone depletion potential of 8.79 x 10 -9 kg CFC-11 eq/KL, acid rain potension of 1.34 x 10-3 kg SO2 eq/KL, and eutrophication potential of 1.65 x 10-3 kg PO4 eq/KL. Recommendations that can be given are to make efficiency of the use of pump electricity or by replacing the source of electrical energy from PLN to renewable energy such as using solar cells or wind turbines.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44344</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.685-695</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 685-695</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44344/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62192</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Willingness To Pay (WTP) Pekebun Kelapa Sawit Rakyat Terhadap Jasa Ekosistem di Provinsi Riau</dc:title>
	<dc:creator>Mustofa, Riyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Bakce, Riati</dc:creator>
	<dc:creator>Suwondo, Suwondo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sawit rakyat; daya dukung; pendapatan; kesediaan membayar; WTP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Provinsi Riau memeliki perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia mencapai 3.494.583 ha telah memberikan kontribusai terhadap perekeonomian, meningkatkan kesejahteraan dan berdampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung ketersediaan barang hipotetik pada perkebunan kelapa sawit rakyat, besarnya kesediaan membayar terhadap barang hipotetik dan mengetahui factor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan dengan pendekatan Contingent Valuation Method (CVM) menggunakan metode analisis spasial, analisis full costing, dan analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal daya dukung lingkungan hidup telah terlampauiseluas 19,34 ha, sedangkan kondisi daya dukung air dan pangan masih belum terlampaui. Responden yang bersedia membayar (WTP) sebanyak 181 orang rerata pendapatan sebesar Rp.1,353,143/ha/bln, sedangkan responden yang tidak bersedia membayar WTP sebanyak 79 orang dengan rerata pendapatan sebesar Rp. 865,118 /ha/bln. Faktor-faktor yang mempengaruhi WTP melibatkan variabel luas lahan, pendidikan pekebun, produktivitas lahan, pendapatan pekebun, daya dukung pangan, daya dukung air, legalitas lahan, dan kesesuaian ruang. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pembayaran (WTP) melibatkan variabel luas lahan, pendidikan pekebun, produktivitas lahan, pendapatan pekebun, daya dukung air, dan legalitas lahan. Program PSR dengan menerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan sertifikasi ISPO secara lingkungan dapat meningkatkan DDDTLH, daya dukung air dan daya dukung pangan. Program PSR bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan, pendapatan pekebun, kepastian legalitas lahan dan meningkatkan sumberdaya manusia pekebun. Kesimpulan menunjukan bahwa pekebun yang mengikuti program PSR dan menerapkan GAP akan bersedia dan membayar WTP lebih besar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62192</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.544-554</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 544-554</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62192/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/62192/15935</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19538</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:29:05Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Forest Change Monitoring and Environmental Impact in Gunung Palung National Park, West Kalimantan, Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Fawzi, Nurul Ihsan Ihsan</dc:creator>
	<dc:creator>Indrayani, Angela Meike</dc:creator>
	<dc:creator>DeKay, Keva</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gunung Palung, forest monitoring, remote sensing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gunung Palung National Park were protected since 1937 and become remain conserve largest dipterocarp forest in Borneo. The park has severe forest loss caused by anthropogenic activities and forest fire. To help inform conservation efforts about pattern and distribution of deforestation in the park, we measured forest cover change in the protected area using 11 multi-temporal Landsat series images with path/row 121/61. We found the park already loss 10.68% of its forest area in 1989 and 26% from an initial loss in 1989 in 1997 caused by El Niño event. Currently, deforestation rate is 0.21%, higher than global rate cause El Niño of 2015/16 event and make severe forest fire. The direct impact of deforestation and or degradation in a protected area is biodiversity loss and shortage water storage or flooding. This biodiversity loss created by habitat loss, fragmentation, or genetic drifting. Different wildlife and vegetation have a different response for habitat change and will reach the new equilibrium.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19538</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jhp.%v.%i.58-65</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 197-204</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19538/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/51623</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Inventarisasi Jenis Mangrove di Wilayah Pesisir Desa Sungai Nibung, Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Safitri, Ikha</dc:creator>
	<dc:creator>Kushadiwijayanto, Arie Antasari</dc:creator>
	<dc:creator>Nurdiansyah, Syarif Irwan</dc:creator>
	<dc:creator>Sofiana, Mega Sari Juane</dc:creator>
	<dc:creator>Andreani, Andreani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Inventarisasi; Mangrove; Bruguiera hainesii; Sungai Nibung; Kalimantan Barat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Desa Sungai Nibung merupakan salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Kubu Raya, yang telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan konservasi di Kubu Raya. Pesisir Desa Sungai Nibung memiliki potensi sumberdaya alam dengan tingkat keanekaragaman tinggi, salah satunya mangrove. Mangrove memiliki peran penting secara ekologi dan ekonomi. Namun, pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan akan dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem, dan berdampak negatif pada keberadaan dan kelimpahan organisme. Keterbatasan data dan informasi mengenai potensi sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan merupakan kendala utama dalam menentukan pola pengelolaan yang tepat untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mangrove di wilayah pesisir Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - November 2022. Pengambilan data keanekaragaman jenis mangrove dilakukan menggunakan metode eksploratif dengan mencatat semua jenis mangrove yang ditemui di lokasi penelitian. Sampel mangrove diambil bagian akar, batang, daun, bunga, dan buah untuk selanjutnya dilakukan identifikasi. Hasil penelitian menemukan delapan belas spesies mangrove di wilayah pesisir Desa Sungai Nibung, dimana jenis yang paling dominan adalah Avicennia, Rhizophora, Bruguiera, Sonneratia, dan Nypa. Berdasarkan kriteria Red List IUCN, B. hainesii masuk dalam status Critically Endangered (CR) atau terancam punah, sehingga masuk ke dalam prioritas konservasi. Inventarisasi potensi bioekologi dapat dijadikan baseline data dalam mewujudkan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu (ICZM) dan mendukung rencana pengelolaan dan zonasi KKP3K Kubu Raya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51623</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.109-124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 109-124</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51623/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/51623/12528</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37301</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Clustering Residents’ Intention to Engage in Water Conservation Initiative: Evidence from the Upstream of West Java, Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Prasetyo</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Apriliyanti Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Juliani, Rany</dc:creator>
	<dc:creator>Indarto, Indarto</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyo, Alfian Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Ankhoviyya, Nida</dc:creator>
	<dc:creator>Gumilar, Edwin</dc:creator>
	<dc:creator>Susanto, Denni</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Adi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Theory of planned behavior; water conservation; clustering analysis; Subang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan hulu daerah aliran sungai telah lama dianggap memainkan peran strategis dalam konservasi air pada lanskap yang kompleks dan dinamis. Sementara banyak studi telah meneliti pentingnya upaya konservasi air, studi yang berfokus pada pengelompokan niat penduduk untuk terlibat dalam inisiatif konservasi air di hulu daerah aliran sungai masih belum banyak dipelajari. Untuk memahami bagaimana warga mengelompok, kami mengklasifikasikan warga di dua desa (Cibeusi dan Sanca) berdasarkan pendapat mereka yang khas terhadap variabel Theory of Planned Behavior (TPB), yaitu sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipersepsikan, niat perilaku, dan perilaku terhadap inisiatif konservasi air. Secara total, 200 kuesioner yang dapat digunakan dalam analisis telah diambil. Hasil penelitian menemukan bahwa warga dapat dikelompokkan menjadi dua kluster yaitu “pendukung konservasi air” dan “pendukung pasif”. Pendukung konservasi air dicirikan dengan kesepakatan yang tinggi pada semua variabel TPB, sedangkan pendukung pasif adalah sebaliknya. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi masyarakat tidak homogen, tetapi merupakan kelompok individu yang memiliki pemikiran berbeda. Lebih lanjut, studi saat ini berimplikasi bahwa pengelola sumber daya air harus menyadari fakta bahwa masyarakat dapat dikelompokkan ke dalam kelompok yang berbeda berdasar pendapat dan kepentingannya masing-masing. Rancangan kebijakan, strategi, dan intervensi yang efektif harus dirancang sesuai dengan kelompok yang berbeda tersebut. ABSTRACTUpstream areas have long been considered to play strategic roles in the water conservation of complex and dynamic landscapes. While earlier studies have examined the importance of water conservation efforts, studies that focused on clustering residents’ intention to engage in water conservation initiatives in the upstream areas remain understudied. To understand how residents are clustered, we classify residents in two villages (Cibeusi and Sanca) based on their distinctive opinions of the Theory of Planned Behavior (TPB) variables, i.e., attitudes, subjective norms, perceived behavioral control, behavioral intention, and behavior toward water conservation initiatives. In total, 200 usable questionnaires were retrieved. The study finds that residents are clustered into two clusters named water conservation supporters and passive supporters. Water conservation supporters are characterized by high agreement on all the TPB variables, while passive supporters are the opposite. These findings confirm that communities are not homogenous but constitute a distinctive group of like-minded individuals. Furthermore, the current study implies that water resource managers should be aware of the fact that residents are clustered into distinct groups with their own opinions and interests. The design of effective policies, strategies, and interventions must be arranged according to those different groups.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37301</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.347-353</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 347-353</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37301/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59075</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perancangan dan Modifikasi Roughing Filter – Aerasi sebagai Unit Pengolahan Air Kolam di Wisata Kampoeng Sawah Zwageri Borneo</dc:title>
	<dc:creator>Rahayu, Dwi Ermawati</dc:creator>
	<dc:creator>Meicahayanti, Ika</dc:creator>
	<dc:creator>Sukmono, Yudi</dc:creator>
	<dc:creator>Winarno, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Fernando</dc:creator>
	<dc:creator>Adzuari, Farandhika Rinno</dc:creator>
	<dc:creator>Aqsha, M</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aerasi; desain; roughing filter; pengolahan air; pokdarwis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air bersih merupakan salah satu sarana prasarana yang mutlak diperlukan bagi pengembangan kawasan wisata termasuk agrowisata yang akan dikembangkan di Kampung sawah Zwageri Borneo Desa Manunggal Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara. Ketersediaan air baku dengan volume yang memadai telah tersedia berupa kolam bekas galian tambang batubara. Diperlukan perencanaan unit pengolahan air yang mudah dalam aplikasi dan operasionalnya sesuai kriteria desain yang ada. Teknologi yang terpilih sesuai dengan karakteristik air bakunya yaitu kekeruhan dan Fe yang melebihi baku mutu adalah unit horizontal roughing filter dan unit tray aerasi. Berdasarkan analisis rata rata kebutuhan air sebesar 33.339,4285 liter/hari maka direncanakan unit IPA yang akan dioperasikan selama 12jam/hari dengan debit 46,3812 L/menit. Perhitungan unit rouging filter dan tray aerasi dengan menggunakan debit tersebut diperoleh dimensi unit horizontal roughing filter dengan panjang kompartemen 1 :2:3 yaitu 3m:2m:1,2m dengan lebar 1,5m dan kedalaman 1,5m. Media yang bisa digunakan sesuai karakteritik lokal adalah koral, arang kayu ulin dan ijuk. Sedangkan hasil perancangan tray aerasi menghasilkan dimensi panjang 2m lebar 1m. Tray bertingkat sebanyak 4 tingkat dengan ketinggian total 2,4m dengan jarak antar tray 60cm. Lubang tray dengan diameter 0,5mm sebanyak 5898 lubang per tray. Untuk menghemat lahan maka dilakukan modifikasi dengan penempatan unut tray diatas kompartemen ke2 horizontal roughing filter yang berukuran lebar 2m. Lebar kompartemen ini sesuai panjang tray dan masih memungkinkan lubang bagi pembersihan komparteman ke2. Teknologi ini sesuai diaplikasikan untuk unit pengolahan air skala kecil di pedesaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59075</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1299-1307</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1299-1307</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59075/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/32744</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:44:18Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Kebutuhan Air Persemaian di Kawasan Karst Nggorang Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur</dc:title>
	<dc:creator>Febriarta, Erik</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Aditya Pandu</dc:creator>
	<dc:creator>Nurani, Dobrak Tirani Tegak</dc:creator>
	<dc:creator>Larasati, Ajeng</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Resistivitas, Batugamping, Air tanah, Persemaian, Debit air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rehabilitasi lahan dan reklamasi hutan merupakan dua contoh upaya pemenuhan kebutuhan akan kayu nasional. Program ini melibatkan proses regenerasi tanaman yang diawali dengan pembibitan tanaman hutan, misalnya dengan metode persemaian modern yang dapat mempercepat waktu kesiapan bibit. Persemaian modern merupakan pengembangan dari program kebun bibit yang telah dilaksanakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Sejalan dengan penetapan tujuan wisata super prioritas di Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Likupang di Sulawesi Utara, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, perencanaan persemaian modern difokuskan di Satar Kodi, Kelurahan Nggorang, Komodo, Manggarai Barat. Dalam hal ini, ketersediaan air menjadi faktor yang penting karena diperlukan sepanjang tahun, terlebih saat puncak musim kemarau. Keterdapatan air tanah sebagai sumber air kegiatan rangkaian persemaian dapat diketahui dengan pendekatan geofisika dan analisis data resistivitas. Metode pendugaan air tanah Vertical Electrical Sounding (VES), yakni injeksi arus listrik ke dalam bumi melalui dua elektroda potensial, digunakan untuk menghasilkan resistivitas. Melalui analisis matching curve, nilai log resistivitas dikorelasikan dengan nilai log batuan dan menghasilkan root mean square (RMS) sebesar 8,4%. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyusun batuan terdiri atas batugamping dari Formasi Batugamping Berlapis (Tml) dan batulempung dengan sisipan tufan. Air tanah ditemukan di akuifer batugamping tufan yang, berdasarkan susunan batuannya, memiliki dua lapisan akuifer, yakni lapisan atas (kedalaman 7,5-24,04 m, potensi debit air tanah 5,68 liter/debit) dan lapisan bawah (kedalaman 46,24-106,68 m, debit 74,63 liter/detik). Lapisan bawah memiliki akuifer tebal (60,24 m) dan kedalaman potensial untuk sumur bor. Potensi ketersediaan air lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan air persemaian modern. ABSTRACTLand rehabilitation and forest reclamation are among the strategies adopted to meet national demand for timber, and, for this purpose, forest plant nurseries should be prepared to regenerate new plants. Modern nursery, believed to shorten the time needed to produce transplants, is part of the nursery program introduced by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) of the Republic of Indonesia. In line with the determination of Lake Toba in Sumatera Utara Province, Borobudur in Jawa Tengah, Mandalika in Nusa Tenggara Barat, Likupang in Sulawesi Utara, and Labuan Bajo in Nusa Tenggara Timur as super-priority tourist destinations, the modern nursery is currently prepared solely for Satar Kodi, Nggorang Subdistrict, Komodo, Manggarai Barat. Because it requires continuous supplies of water throughout the year, notably at the peak of the dry season, this research set out to determine groundwater availability using a geophysical approach and resistivity data analysis. Vertical Electrical Sounding (VES), which injects an electric current into the ground through two potential electrodes, yielded resistivity values. In the matching curve analysis, the log values of both resistivity and rock constituents were correlated, resulting in a root mean square (RMS) of 8.4%. The analysis revealed that the rock constituents were the limestone of the Bedded Limestone Formation (Tml) and claystone with intercalations of tuff. Groundwater was detected in tuffaceous limestone aquifer that, based on the rock arrangement, had two aquifer layers: the upper layer (depth= 7.5-24.04 m, discharge potential= 5.68 l/s) and the lower layer (depth= 46.24-106.68 m, discharge potential= 74.63 l/s). The lower layer had a thick aquifer (60,24 m) and potential depth for boreholes. Overall, groundwater availability is more than sufficient to meet the water needs of the modern nursery.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32744</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.572-581</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 572-581</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32744/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45386</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Efektivitas Pengolahan Air Limbah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Klinik Kecantikan</dc:title>
	<dc:creator>Rahman, Miftahhur</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Aji Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Anwari, Muhammad Sofwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Klinik Kecantikan; Limbah Cair; Instalasi Pengolahan Air Limbah; Efisiensi IPAL; Zat Organik.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gaya hidup saat ini mendorong masyarakat untuk memiliki kulit bersih dan terawat sehingga kebutuhan akan pelayanan klinik perawatan wajah semakin meningkat. Klinik kecantikan umumnya melayani perawatan wajah diantaranya pembersihan kulit, pemutihan kulit, dan perawatan wajah. Klinik kecantikan menghasilkan buangan yang sebagian besar berasal dari wastafel sebagai hasil aktivitas perawatan kulit dan umumnya mengandung kadar organik karena berasal dari sisa anggota tubuh. Limbah yang mengandung zat organik tinggi, akan mempengaruhi kualitas badan air jika tidak diolah sebelum dibuang ke badan air sekitar sehingga mengurangi nilai oksigen terlarut di badan air dan dapat menganggu aktivitas ekosistem perairan. Berdasarkan pemaparan  tersebut maka perlu dibuat suatu penelitian untuk mengevaluasi pengolahan limbah pada IPAL klinik kecantikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter limbah dan efektifitas IPAL dalam mengolah limbah serta langkah yang diperlukan berdasarkan hasil analisa. Metode pengambilan sampel dipilih menggunakan metode komposit kemudian sampel di analisa di laboratorium yang terakreditasi. Hasil penelitian dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan software SPSS 25 membuktikan bahwa terdapat perbedaan nyata kualitas limbah sebelum dan sesudah diolah pada IPAL. Efisiensi tertinggi untuk parameter pH sebesar 1,53% di hari ketiga, efisiensi tertinggi untuk parameter BOD sebesar 95,38% di hari pertama, efisiensi tertinggi untuk parameter COD adalah sebesar 95,67% pada hari pertama, efisiensi tertinggi untuk parameter TSS adalah 91,10% pada hari pertama, efisiensi tertinggi untuk parameter minyak dan lemak adalah 80,37% pada hari ketiga, efisiensi Ammonia tertinggi adalah sebesar 32,56% pada hari kedua, dan efisiensi tertinggi  untuk parameter total coliform adalah 67,44% pada hari ketiga.  Strategi untuk menjaga efektifitas IPAL adalah dengan membersihkan bak dan saluran IPAL agar tidak sumbat, memastikan kondisi pH tetap terjaga di rentang 6-9, mengatur aerasi yang terus menerus, stabil dan tidak berkurang kuantitasnya, memastikan biofilm bakteri tidak menyebabkan clogging, tidak menghilangkan 100% lapisan biofilm, serta pemberian starter bakteri untuk mengurai zat pencemar didalam air limbah. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45386</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.841-849</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 841-849</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45386/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64582</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Dampak Perubahan Tingkat Vegetasi dan Estimasi Land Surface Temperature Terhadap Kenyamanan dan Konsentrasi CO2 di Kototabang</dc:title>
	<dc:creator>Sulistiyono, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Sudiar, Nofi Yendri</dc:creator>
	<dc:creator>Jonuarti, Riri</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Mona Berlian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vegetasi, Kenyamanan, CO2, Kerapatan, Antropogenik, Bukit Kototabang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perubahan kerapatan vegetasi dapat mengurangi peran hutan sebagai penyerap gas CO2 yang dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi gas CO2 dan efek sinar matahari secara langsung pada permukaan tanah dan udara.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kerapatan vegetasi dan suhu permukaan tanah yang selanjutnya menganalisis terhadap konsentrasi CO2 dan suhu udara melalui penghitungan Temperature Humidity Index (THI). Penelitian ini menggunakan data citra Landsat 8 untuk mengetahui sebaran Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Land Surface Temperature (LST) pada area radius 2.27 km dari lokasi Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang. Hasil penelitian pada periode bulan Juni-juli selama tahun 2019-2023 pada sebaran kerapatan vegetasi menunjukkan bahwa secara umum kerapatan vegetasi pada area penelitian berada pada ketegori Sedang dengan luas antara 86 % – 95 % dari luas area luasan penelitian. Pemanfaatan hutan menjadi perkebunan menjadikan perubahan tingkat kerapatan vegetasi Tinggi menjadi Sedang pada bagian tengah area penelitian. Luas terbesar NDVI dan aktifitas perkebunan berpengaruh terhadap nilai rata-rata konsentrasi CO2 pada H-5 dari data pengambilan citra Landsat. Nilai LST cukup berkesesuaian dengan rata-rata H-5 nilai THI harian tetapi belum bisa mempresentasikan perubahan NDVI. Namun demikian menggunakan data yang lebih panjang akan lebih baik dalam menjelaskan hubungan ini. Penanaman vegatasi berkayu dapat membantu mengurangi kenaikan CO2 dan meningkatkan penyerapan CO2 dari efek penggunaan lahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64582</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.867-878</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 867-878</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64582/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/64582/16822</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/64582/16823</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21458</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:31:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Produksi Mocaf dengan Rancang Bangun Alat Pemotong</dc:title>
	<dc:creator>Widayat, Widayat</dc:creator>
	<dc:creator>Hadiyanto, H</dc:creator>
	<dc:creator>Satriadi, Hantoro</dc:creator>
	<dc:creator>Suzery, Meiny</dc:creator>
	<dc:creator>Arif Budianto, Irawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">singkong; MOCAF;, pemotong singkong; peningkatan kapasitas.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Singkong merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu, singkong atau kasape. Singkong dapat diubah menjadi tape, alkohol, MOCAF (Modified Cassava Flour) dan juga diambil tepung tapiokanya. MOCAF adalah tepung singkong yang telah mengalami proses modifikasi baik fisika, kimia atau biologi. PT Mocaf Solusindo merupakan produsen MOCAF dan berdomisili di Sukoharjo. Dalam perkembangan telah melakukan pemberdayaan masyarakat Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar untuk mengolah singkong menjadi produk MOCAF. Penelitian ini berhasil melakukan suatu rancang bangun alat pemotong singkong bermesin. Alat pemotong terdiri dari pisau pemotong yang dihubungkan oleh tuas dan digerakkan leh motor penggerak. Alat ini dapat meningkatkan kapasitas pemotongan yang semula hanya 50-56 kg per jam menjadi 250 kg/jam. Dengan demikian dapat meningkatkan 0mzet dari PT. Mocaf Solusindo dari Rp. 21.000.000, menjadi Rp.35.000.000,- per bulan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21458</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.3.515-521</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 3 (2019): November 2019; 515-521</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21458/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48666</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Partisipasi Komunitas dalam Konservasi Lingkungan (Studi Implementasi Perhutanan Sosial di Kawasan Hutan Sesaot, Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat)</dc:title>
	<dc:creator>Yumantoko, Yumantoko</dc:creator>
	<dc:creator>Suharko, Suharko</dc:creator>
	<dc:creator>Hasan, Rubangi Al</dc:creator>
	<dc:creator>Triyono, Triyono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perhutanan sosial; konservasi; kehutanan; pemberdayaan; masyarakat; HKm</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia memiliki hutan tropis terluas ketiga di dunia. Sumberdaya tersebut memiliki banyak manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Namun ancaman perubahan fungsi hutan akibat illegal logging, perluasan pemukiman, kegiatan pertanian yang tidak lestari, dan kebakaran hutan menjadi meningkat. Aktivitas tersebut mengancam kelestarian lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana upaya perhutanan sosial dalam melestarikan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sesaot, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data diperoleh melalui observasi, penelusuran dokumen, dan wawancara mendalam dengan pihak terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhutanan sosial dilatarbelakangi oleh kepemilikan lahan yang sempit, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat yang tertinggal yang meningkatkan tekanan terhadap hutan. Program HKm bertujuan untuk melestarikan hutan dan memperbaiki kondisi sosial ekonomi lewat pemberian hak kelola kepada penggarap untuk mengusahakan berbagai jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Upayanya lewat tata kelola kawasan untuk memastikan pengusahaan sesuai kaidah pengelolaan lestari sekaligus menyeimbangkan dengan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat. Untuk menjaga kondisi lingkungan sehat, dilakukan konservasi antara lain dengan penanaman beringin, aren, dan bambu untuk kelestarian tanah dan sumber air. Pandangan warga sekitar mengindikasikan bahwa tanah masih dapat untuk menanam dengan baik. Kondisi air juga masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, meskipun debitnya sudah berkurang dalam beberapa tahun ini. Ada ancaman seperti penambangan di sekitar kawasan yang dapat mengakibatkan ketidakeimbangan lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48666</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.408-420</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 408-420</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48666/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40909</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Prospektif Pengembangan Dalam Ekowisata Waduk Cirata Yang Berkelanjutan</dc:title>
	<dc:creator>Hindayani, Purna</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Armandha Redo</dc:creator>
	<dc:creator>Anna, Zuzzy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">waduk Cirata; ekowisata; variabel kunci; berkelanjutan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengembangan ekowisata waduk Cirata memiliki potensi besar dalam penggerak perekomian dan membangun kesejahteraan masyarakat tanpa harus mengorbankan sumber daya alam dan merusak lingkungan bahkan berkelanjutan.Pada studi ini, ini bertujuan untuk menentukan  variabel-variabel yang mempengaruhi pengembangan ekowisata di waduk Cirata serta mengetahui hubungan interdepensi antara variabel-variabel sehingga dapat dijadikan penentuan kebijakan dalam pengembangan ekowisata di waduk Cirata yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah analisis struktural Matrix of Cross Impact Multiplication Applied to a Classification (MICMAC). Hasil penelitian menunjukan bahwa satu variabel penggerak yaitu konflik pemanfaatan waduk sedangkan variabel kunci terdapat 21 variabel dari 5 dimensi pembangunan keberlanjutan. Urutan prioritas variabel kunci pada dimensi lingkungan  yaitu kualitas perairan; dimensi ekonomi terdapat tiga variabel yaitu peluang industri wisata, pengembangan ekonomi warga lokal (UMKM) dan  alokasi pendanaan pariwisata; dimensi sosial terdapat dua variabel yaitu keterlibatan masyarakat lokal, peluang lapangan kerja bidang pariwisata; dimensi kelembangaan terdapat kesiapan regulasi dalam pengembangan ekowisata, dukungan pemerintah lokal, kesepakatan komunitas dan aturan lokal, koordinasi dan kolaborasi  antar lembaga, dan dukungan pemerintah pusat; dimensi kepariwisataan tersapat 10 variabel yaitu aktivitas wisata, tata kelola dan manajemen pengelolaan wisata, keunikan dan keindahan di tempat wisata,  sarana dan prasarana pariwisata,  daya tarik wisata budaya dan alam, strategi promosi dan pemasaran, akomodasi wisata, aksebilitas wisata, potensi wisatawan lokal, dan potensi wisatawan asing. variabel-variabel tersebut menjadi pondasi awal dalam menentukan kebijakan oleh para pemangku kewenangan dalam pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan di waduk cirata. AbstractThe development ecotourism  of Cirata reservoir has great potential in driving the economy building community welfare without having to sacrifice natural resources and damage the environment and even be sustainable. This study aims to determine the variables that influence the development of Cirata ecotourism and to determine the interdependence relationship between the variables so that it can be used as a policy for  the sustainable development of Cirata ecotourism. The method used  was Matrix Cross Impact Multiplication Applied to a Classification (MICMAC) structure analysis. The results showed that one driving variable is the conflict over the use of reservoirs, while the key variables are 21 of the 5 dimensions of sustainable development. A key variable in the environmental dimension, namely water quality; three key variables in the the economic dimension, namely tourism industry opportunities, economic development of local communities (MSMEs) and tourism funding allocations; two variables in the social dimension, namely the involvement of local communities, job opportunities in the tourism sector; the institutional dimension includes regulatory readiness in ecotourism development, local government support, community agreements and local rules, coordination and collaboration between institutions, and central government support; The dimensions of tourism included 10 variables, namely tourism activities, tourism management, uniqueness and beauty in tourist attractions, tourism facilities and infrastructure, cultural and natural tourist attractions, promotion and marketing strategies, tourism accommodation, tourism accessibility, potential local tourists, and potential foreign tourists. These variables become the initial foundation in determining policies and decisions by authorities in sustainable ecotourism management in the Cirata Reservoir</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40909</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.620-629</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 620-629</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40909/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62099</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efisiensi Penghilangan Polutan Air Limbah dari Kegiatan Pewarnaan di Industri Tekstil Studi Kasus PT ABC</dc:title>
	<dc:creator>Nurisni, Nendia</dc:creator>
	<dc:creator>Riani, Etty</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Syaiful</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Industri Tekstil; Proses Pewarnaan; Air Limbah; Kegiatan Tekstil yang Berkelanjutan; Penyisihan Polutan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">PT ABC tergolong pada sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) khususnya pada kelompok produk tekstil lainya yang memproduksi produk ritsleting dan komponennya. PT ABC telah memproduksi ±153 juta meter produk ritsleting pada tahun 2022, dengan menggunakan ± 250 jenis bahan kimia dan rata-rata 500 L air bersih per harinya dalam proses memproduksi barang jadi. Proses utama PT ABC adalah pewarnaan, dengan air limbah yang dihasilkan memiliki karakteristik warna yang kuat, alkalinitas, konsentrasi COD, BOD, TDS dan TSS yang tinggi serta warna yang kuat. PT ABC saat ini berhadapan dengan persoalan lingkungan yang mendorong diterapkannya ekonomi sirkular melalui konsep sustainable textile and fashion dengan sistem pengolahan air limbah yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan agar proses pengolahan air limbah dapat berkelanjutan adalah dengan memastikan air limbah yang dibuang ke badan air penerima sudah sesuai baku mutu yang dipersyaratkan, sehingga perlu adanya evaluasi terhadap kinerja sistem pengolahan air limbah di PT ABC . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai penyisihan polutan pada air limbah, sehingga dapat digunakan sebagai evaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah dan hasil analisis digunakan sebagai salah satu acuan dalam menilai kesiapan PT ABC dalam mencapai target jangka panjang aspek keberlanjutan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat penyisihan polutan parameter TDS tergolong tidak efektif, parameter fenol, TSS dan ammonia tergolong kurang efektif, parameter MBAS tegolong cukup efektif serta parameter BOD dan COD tergolong efektif. Parameter TDS tergolong pada kategori tidak efektif salah satu faktornya karena PT ABC belum mengimplementasikan metode khusus yang dianggap efektif untuk menurunkan konsentrasi TDS.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62099</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1615-1625</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1615-1625</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62099/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/62099/15896</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14595</identifier>
				<datestamp>2017-04-23T15:48:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau Dari Aspek Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Pohan, Dedy Anwar Saleh</dc:creator>
	<dc:creator>Budiyono, Budiyono</dc:creator>
	<dc:creator>Syafrudin, Syafrudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKSungai Kupang adalah salah satu sungai yang mengalir di Kota Pekalongan yang menerima limbah, baik dari industri, pertanian maupun domestik, Perkembangan industri dan pemukiman di sepanjang aliran sungai Kupang telah mempengaruhi kualitas air sungai. Penurunan kualitas air ditandai dengan perubahan warna air dan bau padahal sebahagian masyarakat di pinggiran sungai masih memanfaatkan air Sungai Kupang untuk kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sungai Kupang berdasarkan baku mutu kualitas air sungai menurut PP Nomor 82 Tahun 2001, menghitung beban pencemar Sungai Kupang dan menentukan Status Mutu Air serta merekomendasi upaya pengelolaan kualitas air Sungai Kupang Pekalongan. Pengukuran kualitas air dilakukan pada 6 titik pengambilan sampel. Parameter yang diukur dan diamati adalah parameter Temperatur, TSS, pH, DO, BOD, COD, Kromium dan Phosphat. Untuk analisis Status mutu air Sungai Kupang dengan menggunakan metode indeks pencemaran dan daya tampung beban pencemaran dengan menggunakan metode Qual2Kw. Hasil penelitian pada kualitas air Sungai Kupang menunjukkan parameter  COD di beberapa titik telah melebihi baku mutu. Sedangkan untuk parameter BOD di semua titik telah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan. Nilai konsentrasi BOD terendah adalah sebesar 5,75 mg/l, sedangkan nilai BOD tertinggi sebesar 27 mg/l. Kandungan BOD meningkat diduga karena sepanjang aliran sungai yang di mulai dari hulu hingga hilir banyak menerima limbah buangan, sementara berdasarkan status mutu air menunjukkan penurunan kualitas air dari hulu sampai ke hilir sungai, dimana pada bagian hilir telah tercemar ringan. Dan untuk hasil perhitungan beban pencemaran Sungai Kupang dari hulu ke hilir mengalami peningkatan, untuk beban pencemaran konsentrasi TSS adalah sebesar 20.670,334 kg/hari, sedangkan konsentrasi COD adalah sebesar 16.517,777 kg/hari, dan konsentrasi BOD yaitu sebesar 6.618,643 kg/hari.Kata kunci: Water Quality, Pollution Load, Kupang River ABSTRACTSungai Kupang is one of the rivers that flow in Pekalongan city that receives the waste, both from industrial, agricultural and domestic, industrial and residential development along the river Kupang have affected the quality of river water. Water quality degradation characterized by changes in water color and odor when sebahagian riverside communities still use river water Kupang for everyday needs. This study aimed to analyze the water quality of the river Kupang based on river water quality standards in accordance with Regulation No. 82 of 2001, calculating the pollutant load Sungai Kupang and determine Air Quality Status and recommend management measures Pekalongan Kupang River water quality. Water quality measurements performed at 6 sampling points. Parameters measured and observed are the parameters of temperature, TSS, pH, DO, BOD, COD, chromium and Phosphate. For the analysis of the water quality of Sungai Kupang status using the pollution index and pollution load capacity using Qual2Kw.The results of research on water quality of Sungai Kupang shows COD parameter at some point has exceeded the standard quality. As for the parameters BOD at all points have exceeded the quality standards required. BOD value is the lowest concentration of 5.75 mg / l, while the highest value of BOD of 27 mg / l. The content of BOD increased presumably because the watershed is in from upstream to downstream received many waste dumps, while based on the status of water quality showed a decrease in water quality from upstream to downstream, which in part has been lightly polluted downstream. And also for the calculation of pollution loads Kupang River from upstream to downstream has increased, to the pollution load of TSS concentration amounted 20670.334 kg / day, while the COD concentration is equal to 16517.777 kg / day, and the BOD concentration is equal to 6618.643 kg /day.Keywords:  Water Quality, Pollution Load, Kupang RiverCara sitasi: Pohan, D. A. S., Budiyono, Syafrudin. (2016). Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau dari Aspek Lingkungan di Sungai Kupang Kota Pekalongan. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),63-71, doi:10.14710/jil.14.2.63-71</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-04-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14595</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.14.2.63-71</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016; 63-71</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14595/PDF</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/27352</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Understanding Informal Actors Of Plastic Waste Recycling In Semarang City</dc:title>
	<dc:creator>Samadikun, Budi Prasetyo</dc:creator>
	<dc:creator>Rezagama, Arya</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadan, Bimastyaji Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Andarani, Pertiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Rumanti, Erina Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">plastic waste, waste flow, recycling agent</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKKegiatan daur ulang sampah di Kota Semarang dapat dilakukan dengan cukup baik berkat campur tangan dari sektor informal. Sayangnya, kegiatan pengelolaan sampah formal tidak mempertimbangkan nilai pemulihan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aliran sampah plastik di sektor informal di Kota Semarang. Peneliti menggunakan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Ada 46 agen daur ulang, termasuk lima (5) pemulung, 17 pengepul 20 perusahaan skala kecil, tiga (3) perusahaan skala besar, dan 1 perantara (pabrik penggilingan plastik) yang telah diwawancarai. Data dari Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang digunakan sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh masing-masing agen daur ulang diperkirakan 23,98 kg/ hari di tingkat pemulung, 54,74 kg/ hari di tingkat pengepul, 347,48 kg / hari di tingkat perusahaan skala kecil, 1.735,3 kg / hari di tingkat perusahaan skala besar, dan 2.160 kg / hari di tingkat perantara. Produsen bijih plastik daur ulang berlokasi di luar Kota Semarang, sedangkan bank sampah berbasis masyarakat adalah bagian dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak mencari keuntungan. Oleh karena itu, tidak dibahas secara mendalam di penelitian ini.Kata kunci: sampah plastik, aliran sampah, agen daur ulangABSTRACTWaste recycling activities in Semarang City can be conducted quite well due to the interference of the informal sector. Unfortunately,  the formal waste management activities do not consider the utilization of waste recovery value. This study aims to identify the flow of plastic waste in the informal sector in Semarang City. We used in-depth interviews to collect data. There are 46 recycling agents, including five (5) scavengers, 17 scrap dealers, 20 small scale enterprises, three (3) large scale enterprises, and 1 intermediate (plastic grinding mill) that has been interviewed. Data from The Environment Agency of Semarang City obtained as secondary data. The results showed that the amount of plastic waste generated by each recycling agent was estimated at 23.98 kg/day at the scavenger level, 54.74 kg/day at the scrap dealer level, 347.48 kg/day at the small scale enterprise level, 1,735.3 kg / day days at large scale enterprise level, and 2,160 kg/day at the level of plastic waste intermediates. Recycled plastic ore producers are located outside Semarang City, whereas the community-based waste bank is part of community based solid waste management that is not looking for profit. Hence, it is not discussed in depth in this study.Keywords: plastic waste, waste flow, recycling agent</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27352</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.162-170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 162-170</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27352/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54481</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">New Media in Environmental Communication: A Study on CIFOR (The Center for International Forestry Research)</dc:title>
	<dc:creator>Dirgantara, Pradipta</dc:creator>
	<dc:creator>Kalaloi, Abdul Fadli</dc:creator>
	<dc:creator>Dianita, Indria Angga</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">New Media; Social-Media; Ecological Model of Communication; Environmental Communication; CIFOR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nowadays new media is widely used not only for entertainment purposes, but also to raise public awareness about major environmental issues which is critical for presenting topics like climate change, global warming, and deforestation, as well as encouraging public debate and information exchange. This research aims to seek the utilization of new media in environmental communication. Environmental communication extends beyond campaign-related activities which also affects how people see themselves and the natural world around them. This research uses CIFOR (The Center for International Forestry Research) as a study case because it is recognized as an internationally non-profit scientific organization that carries out research on the most important issues in global forest and landscape management. This research benefits from Ecological Model of the Communication Process which employs qualitative research method with single instrumental case study approach. Data is gathered through direct observation, semi-structured interviews, and extensive literary study. The result demonstrates that CIFOR has been developing multiple digital channels including podcasts, videos, datasets, presentations, and datasets. This is in accordance with the Ecological Model of the Communication Process to communicate their findings. Additionally, it has been found that new media in CIFOR combines and blurs the lines between interpersonal communication and mass media communication.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54481</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.632-640</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 632-640</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54481/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/54481/13491</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/54481/13492</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4069</identifier>
				<datestamp>2026-03-26T06:02:36Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI IDENTIFIKASI PENGELOLAAN LAHAN BERDASAR TINGKAT BAHAYA EROSI (TBE) (Studi Kasus Di Sub Das Sani, Das Juwana, Jawa Tengah)</dc:title>
	<dc:creator>Wijayanti, Rathna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kondisi Sub DAS Sani DAS Juwana, Jawa Tengah, saat ini sedang dalam kondisi kritis yang ditunjukkan dengan adanya banjir, sedimen, dan tingkat erosi tinggi. Untuk slot777 pengelolaan Sub DAS Sani, diperlukan studi untuk mengidentifikasikan dan mengkaji laju dan sebaran erosi, serta merumuskan urutan prioritas pengelolaan lahan berdasarkan TBE dan rekomendasi pengelolaan lahan guna kepentingan penanganan lahan. Hasil penelitian menunjukkan besarnya laju erosi dengan tingkat erosi normal (&lt;15 ton/ha/thn) sebesar 64,64% dari luas wilayah, dan laju erosi berat sampai dengan sangat berat sebesar 9,498%. Berdasarkan Tingkat Bahaya Erosi (TBE), TBE dengan kategori sedang sampai dengan sangat berat seluas 4.425,92 Ha (17,42%) sehingga membutuhkan tindakan konservasi. Sebaran laju erosi maupun TBE sedang sampai sangat berat berada di lereng atas Gunung Muria dan sebagian di Perbukitan Patiayam. Semakin berat TBE maka slot777 semakin tinggi prioritas penanganannya. Hasil sebelum dan sesudah rekomendasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan erosi yang signifikan pada laju erosi sedang sampai sangat berat yaitu dari 258.493,20 ton/ha/tahun menjadi 10.486,58 ton/ha/tahun, atau berkurang sebesar 248.006,62 ton/ha/tahun.Dari penelitian ini dapat disimpulkan: (1) TBE di Sub DAS Sani DAS Juwana yang memerlukan tindakan konservasi sebesar 4.425.92 Ha (17,42%), yang terdiri dari TBE sangat berat, berat, dan sedang, tersebar di daerah yang seharusnya menjadi lahan konservasi. Erosi ini terutama disebabkan oleh konversi lahan hutan ke bukan hutan, pengelolalaan lahan pertanian kurang atau tidak memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air, dan belum adanya kesadaran partisipasi masyarakat dalam mengelola lahannya; (2) Berdasarkan hasil rekomendasi pada unit lahan-unit lahan dengan TBE sangat berat, berat, dan sedang, laju erosi dapat dikurangi sebesar 248.006 ton/ha/tahun. Upaya pengelolaan lahan dengan teknik konservasi yang sesuai dan memadai dapat mengurangi laju erosi. Berdasarkan urutan prioritas pengelolaan lahan slot777 dan arahan fungsi pemanfaatan lahan, rekomendasi pengelolaan lahan secara mekanik untuk lereng klas I – IV menggunakan teras gulud sedangkan lereng klas V menggunakan teras gunung. Untuk rekomendasi secara vegetatif, pengelolaan lahan disesuaikan dengan arahan pemanfaatan lahannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4069</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.9.2.57-61</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011; 57-61</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4069/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43237</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Struktur Komunitas Vegetasi Mangrove Di Pesisir Pantai Kepulauan Karimunjawa</dc:title>
	<dc:creator>Ulyah, Faradis</dc:creator>
	<dc:creator>Hastuti, Endah Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Prihastanti, Erma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mangrove; Substrat;  Kondisi Lingkungan Fisika; Kondisi Lingkungan Kimia; Karimunjawa.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mangrove merupakan tumbuhan yang berada di wilayah intertidal pesisir laut. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis struktur vegetasi mangrove (frekuensi, kerapatan, dominan) dan karakteristik habitatnya (kualitas lingkungan) di kawasan pesisir pantai kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada Desember 2019 di 3 stasiun dengan metode plot bertingkat, masing-masing stasiun dibuat 3 transek yang berukuran 10m x 10m (pohon), 5m x 5m (pancang), dan 2m x 2m (semai). Hasil penelitian ditemukan 7 jenis mangrove yaitu Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Lumnitzera racemosa, dan Ceriops decandra. Indeks nilai penting tumbuhan mangrove pada strata pohon, pancang, dan semai paling tinggi adalah Rhizopora stylosa (244,77%), (163,03%), dan (157,96%).  Nilai kerapatan Rhizopora stylosa tingkat pohon, tingkat pancang dan semai yaitu (2.500-10.100 ind/ha), (10.400-48.400 ind/ha), dan (97.500-280.000 ind/ha). Kondisi lingkungan di sekitar kawasan mangrove yaitu rata-rata suhu (28,75%), pasir (10,75%), lanau (51,46%/), lempung (37,79%), salinitas (26,60%), pH (7,26), DO (3,28 mg/L), N total tanah (0,24%), P total tanah (120,49 ppm), C Organik tanah (2,10%), N total air (0,28%), P total air (0,27 mg/L), C Organik air (1,56 mg/L).ABSTRACTMangroves are a plant that are found in the intertidal area of marine coastal environments. The study aim to analyze structure of mangrove vegetation (frequency, density, and dominance) and the mangrove habitat (environmental condition) in Coastal Coast Karimunjawa Island. The research was conducted in December 2019 at the three stations using the stratified plot method, and one stations divided three observation transects sized 10m x 10m (trees), 5m x 5m (saplings), and 2m x 2m (seedlings). The result of the study found seven mangroves species were Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Lumnitzera racemosa, and Ceriops decandra. The highest value index of mangroves for trees, saplings and seedlings is the highest Rhizopora stylosa (244,77%), (163,03%), and (157,96%). Density value Rhizopora stylosa in tree level, saplings, and seedlings were (2.500-10.100 ind/ha), (10.400-48.400 ind/ha), dan (97.500-280.000 ind/ha). The environmental conditions around the mangrove area are average temperature (28,75%), sand (10,75%), silt (51,46%/), clay (37,79%), salinity (26,60%), pH (7,26), Dissolved Oxygen (3,28 mg/L), N total land (0,24%), P total land (120,49 ppm), C Organic land (2,10%), N total water (0,28%), P total water (0,27 mg/L), C Organic water (1,56 mg/L).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43237</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.176-186</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 176-186</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43237/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59617</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:35:00Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Karakteristik Habitat dan Distribusi Spasial Belangkas  (Tachypleus gigas) Juvenile di Perairan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur</dc:title>
	<dc:creator>Alimin, M</dc:creator>
	<dc:creator>Ritonga, Irwan Ramadhan</dc:creator>
	<dc:creator>Nurfadilah, Nurfadilah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Belangkas; Habitat; Kualitas Air; Distribusi; PCA; Balikpapan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Belangkas (Tachypleus gigas) merupakan salah satu biota perairan yang mempunyai peranan penting diperairan. Namun, berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies Tachypleus gigas berstatus kekurangan data (data deficient) dan hewan yang terancam punah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi spasial dan karakteristik habitat spesies Belangkas (Tachypleus gigas) juvenile di perairan Teritip. Penelitian ini dilakukan di perairan Teritip, Provinsi Kalimantan Timur dengan menggunakan metode kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan metode random sampling dengan kuadran 8 x 8 m2 di 10 stasiun yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis, tingkat kepadatan spesies Belangkas (Tachypleus gigas) di perairan Teritip Balikpapan Timur adalah 106 individu dengan rata-rata 0,16 ind./m2. Berdasarkan hasil analisis PCA, hubungan parameter substrat dan kualitas air mempengaruhi jumlah kelimpahan Belangkas dengan tingkat kepercayaan sebesar 64,2%. Hal ini ditunjukkan jumlah kepadatan Belangkas lebih banyak ditemukan di stasiun 3, 6 dan 9 yang berada di dekat pantai. Kondisi suhu di lokasi tersebut berkisar 30,7 – 31,70C, nilai salinitas berkisar 25,9- 29,1 (ppt) dan jenis substrat di stasiun tersebut yaitu lepung berpasir. Karakteristik habitat Belangkas di perairan Teritip, di dukung parameter oseanografi dan substrat di sekitarnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59617</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.159-165</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 159-165</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59617/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/15147</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:23:04Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pengelolaan Hutan Mangrove Di Desa Tanggul Tlare Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara</dc:title>
	<dc:creator>Utomo, Bekti</dc:creator>
	<dc:creator>Budiastuty, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>muryani, chatarina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengelolaan hutan mangrove merupakan hal yang penting dalam mengupayakan pelestarian lingkungan di kawasan pesisir. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dampak kegiatan rehabilitasi hutan mangrove dan strategi pengelolaan hutan mangrove di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan wawancara langsung dan pengamatan lapangan. Populasi adalah seluruh penduduk pesisir di daerah penelitian, teknik pengampilan sampel menggunakan “cluster random sampling”. Dampak yang ditimbulkan dengan adanya rehabilitasi hutan mangrove di daerah penelitian adalah meningkatnya hasil tangkapanikan, mengurangi abrasi pantai, menahantiupan angin laut, semakin banyak tangkapan biota (udang, kepiting, kerang) di pesisir, danmenjadikan kawasan tersebut menjadidaerah objek wisata. Strategi yang perlu dilakukan dalam pengelolaan hutan mangrove diantaranya yaitu memanfaatkan potensi yang ada dengan dengan melakukan penanaman pohon mangrove, membentuk kawasan hutan lindung konservasi hutan mangrove agar kawasan hutan mangrove tetap terjaga baik dan lestari, memberikan sosialisasi atau pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga hutan mangrove dan manfaat yang didapat oleh masyarakat, pentingnya kemajuan teknologi dan memberikan beasiswa kepada masyarakat yang dikira berkompeten dan aktif dalam rehabilitasi mangrove untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi agar ilmu pengetahuan yang didapat bisa memberikan kontribusi yang positif untuk pengelolaan hutan mangrove yang ideal..Kata kunci: hutan mangrove, masyarakat, pengelolaanEnglish Title: Mangrove Forest Management Strategy In The Village Of Environmental Tlare District Kedung District JeparaABSTRACTManagement of mangrove forests is an important aspect in the effort to conserve the environment in coastal areas. The purpose of this research is to know the impact of mangrove forest rehabilitation and mangrove forest management strategy in Tanggul Tlare Village, Kedung Sub-district, Jepara Regency. This research uses survey approach with direct interview and field observation. Population is the entire coastal population in the study area, sample technique using cluster random sampling. The impacts of mangrove forest rehabilitation in the study area were increased fish catch, reduced coastal abrasion, retained wind breeze, more biota catches (shrimp, crabs, shells) on the coast, and made the area a tourist destination. Strategies that need to be done in the management of mangrove forests include the utilization of existing potentials by planting mangrove trees, establishing protected forest areas of mangrove forest conservation so that the mangrove forest area is maintained well and sustainably, providing socialization or understanding to the community about the importance of maintaining mangrove forests and Benefits gained by the community, the importance of technological advancement and providing scholarships to people who are thought to be competent and active in mangrove rehabilitation to continue their higher education so that the knowledge gained can contribute positively to the management of the ideal mangrove forests.Keywords: mangrove forest, community, managementCitation: Utomo, B., Budiastuti, S dan Muryani, C. (2017). Strategi Pengelolaan Hutan Mangrove Di Desa Tanggul Tlare Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 117-123, doi:10.14710/jil.15.2.117-123</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Sebelas Maret University</dc:contributor>
	<dc:date>2017-10-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/15147</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.15.2.117-123</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017; 117-123</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/15147/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/15147/1616</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47165</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T03:28:24Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Etnobotani Tumbuhan Bahan Pangan di Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Pujinisa, Windiarti</dc:creator>
	<dc:creator>Henri, Henri</dc:creator>
	<dc:creator>Romdhoni, Edi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etnobotani; Tumbuhan Pangan; Gunung Permisan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tumbuhan pangan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terkecuali masyarakat disekitar Taman Wisata Alam Gunung Permisan. TWA Gunung Permisan memiliki lima bukit yaitu Bukit Nenek, Bukit Nangka, Bukit Meninjen Tua, Bukit Meninjen Muda dan Bukit Jering dengan luas ±3.149,69 ha. Tumbuhan pangan dikelompokkan menjadi sayur, buah, makanan pokok, makanan tambahan, minuman dan bumbu masak. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi serta menganalisis permanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan berdasarkan pemanfaatan yang digunakan oleh masyarakat di Taman Wisata Alam Gunung Permisan. Penelitian ini dilakukan di Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung bersama informan kunci dengan menggunakan metode snawball sampling. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan 67 jenis dari 33 famili tumbuhan pangan yang dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar TWA Permisan. Tumbuhan dengan nilai RFC paling tinggi ialah Durio zibethinus dengan nilai 0,072 dan nilai ICF yang paling tinggi pada kategori buah dengan nilai 0,72. Famili Myrtaceae ialah famili yang paling banyak dimanfaatkan yaitu 10 spesies. Upaya konservasi terhadap tumbuhan pangan yang ditemukan perlu dilakukan untuk menjaga ekosistem yang ada di TWA Permisan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47165</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.453-462</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 453-462</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47165/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/72778</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Kontaminasi Tembaga dan Timbal pada Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Purnomo, Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Kusumaningrum, Hermin Pancasakti</dc:creator>
	<dc:creator>Budiharjo, Anto</dc:creator>
	<dc:creator>Lunggani, Arina Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Logam Berat;Tembaga; Timbal; Sedimen;Tanjung Emas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPencemaran polutan logam berat tembaga (Cu) dan timbal (Pb) di perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (PTES), diakibatkan oleh dampak aktivitas pelabuhan, pelayaran, proses industri dan buangan limbah domestik perkotaan. Hal ini berdampak negatif pada keberlanjutan ekosistem akuatik dan masyarakat setempat, sehingga diperlukan kajian terkait pencemaran logam berat tembaga dan timbal di perairan PTES. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan referensi mengenai kondisi terkini terkait tingkat pencemaran logam Cu dan Pb di perairan PTES, serta membandingkan tingkat cemaran terhadap standar kualitas lingkungan. Metode penelitian ini mengukur konsentrasi Cu dan Pb pada lapisan sedimen dan perairan di tiga stasiun sampling. Metode pengukuran logam Cu dan Pb menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Data konsentrasi logam berat yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar kualitas sedimen (Sediment Quality Guidelines, SQG) dari U.S. Environmental Protection Agency (US EPA) untuk sampel sedimen dan standar PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk sampel air, untuk mendapatkan status cemaran Cu dan Pb. Berdasarkan hasil kajian, status cemaran Cu dan Pb di sedimen berada dalam kategori tidak tercemar (SQG US EPA). Dimana konsentrasi logam berat tertinggi berada pada stasiun 1 dengan konsentrasi Cu yaitu 10.99 ppm dan konsentrasi Pb yaitu 0.03 ppm. Sedangkan status cemaran Cu dalam perairan berada dalam kategori aman dengan konsnetrasi Cu pada semua stasiun yaitu 0.01 ppm. Sementara itu, status Pb dalam perairan berada di atas baku mutu dan tercemar berdasarkan PP RI No. 22 Tahun 2021, dengan konsentrasi Pb pada ketiga stasiun yaitu 1.00 ppm, 1.20 ppm dan 1.60 ppm. Konsentrasi logam berat terutama Pb di perairan dapat mempengaruhi ekosistem akuatik, prioritas penanganan dan penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengupayakan teknologi remediasi logam berat di perairan PTES. ABSTRACTThe contamination of heavy metals, particularly copper (Cu) and lead (Pb), in the waters of Tanjung Emas Port, Semarang (PTES), is primarily attributed to maritime operations, industrial processes, and domestic waste. This pollution poses significant threats to the sustainability of aquatic ecosystems and the well-being of surrounding communities. Therefore, an in-depth assessment of Cu and Pb pollution in PTES waters is urgently needed. This study aims to provide an updated reference on the current levels of Cu and Pb contamination in the PTES waters and to compare these concentrations against established environmental quality standards. The research methodology involved measuring Cu and Pb concentrations in both sediment and water samples collected from three stations. The levels of Cu and Pb were determined using AAS. The obtained heavy metal concentration data were compared against the Sediment Quality Guidelines (SQG) set by the US EPA for sediment samples, and the Indonesian Government Regulation (PP R1) No. 22 of 2021 for water samples. The study revealed that the contamination status of Cu and Pb in sediments was classified as &quot;unpolluted&quot; based on the SQG US EPA. The highest concentrations were recorded at Station 1, with Cu at 10.99 ppm and Pb at 0.03 ppm. Copper contamination in water samples from all stations was found to be within safe limits. However, Pb concentrations in water samples exceeded the quality standards set by PP RI No. 22 Tahun 2021, indicating a polluted status. Pb concentrations were recorded at 1.00 ppm, 1.20 ppm, and 1.60 ppm across the three sampling stations, respectively. The elevated levels of Pb in the aquatic environment could significantly impact the local ecosystem, highlighting the urgent need for prioritizing mitigation measures and advancing further research for developing and implementing effective heavy metal remediation technologies in the waters of PTES.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72778</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1378-1384</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1378-1384</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72778/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/72778/19910</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/30759</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:27:08Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Beban Hidrolik pada Biofilter Anaerobik untuk Mengolah Air Limbah Rumah Potong Ayam dengan Menggunakan Persamaan Eckenfelder</dc:title>
	<dc:creator>Al Kholif, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Sugito, Sugito</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air Limbah RPA, Beban Hidrolik, Biofilter Anaerobik, Persamaan Eckenfelder</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Industri Rumah Potong Ayam (RPA) bergerak dalam fungsi pemotongan ayam hidup dan mengolah menjadi karkas yang siap konsumsi. Industri RPA menghasilkan limbah baik dalam proses itu sendiri serta dalam mencuci peralatan dan fasilitas, hal ini ditandai dengan tingginya konsentrasi zat organik dan padatan tersuspensi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh beban hidrolik pada biofilter anaerobik dengan menggunakan persamaan Eckenfelder berdasarkan variasi konsentrasi air limbah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan dalam skala laboratorium. Variasi beban hidrolik yang digunakan yaitu 0,0015 m3/m2.hari, 0,0022 m3/m2.hari, dan 0,0035 m3/m2.hari. Media yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangbiaknya mikroorganisme adalah media bio ball dan media koral. Penerapan teknologi pengolahan air limbah dengan sistem anaerobik meiliki keunggulan tersendiri bila dibandingkan dengan pengolahan air limbah secara aerobik. Penggunaan nilai konstanta 0,5 diperoleh nilai tertinggi sebesar 1,90 yang terjadi pada reaktor 3 (R3) pada media bio ball dan 0,99 pada media koral. Hal ini menunjukan bahwa penerapan persamaan Eckenfelder pada sistem anaerobik lebih baik dari sistem aerobik. Biofilter anaerobik memberikan efisiensi yang sama pada beban hidrolik yang rendah yaitu sebesar 0,0015 m3/m2.hari. Rata-rata efisiensi penyisihan beban pencemaran BOD5 dan COD mencapai 96 % pada reaktor 1 (R1).AbstractThe chicken slaughterhouse industry is engaged in the function of cutting live chickens and processing them into carcasses that are ready for consumption. The chicken slaughterhouse industry generates waste both in the process itself and in washing equipment and facilities, this is characterized by high concentrations of organic matter and suspended solids. The objective of this study is to examine the effect of hydraulic loads on anaerobic biofilter using the Eckenfelder equation based on variations in wastewater concentration. The method used in this study is an experimental method conducted on a laboratory scale. The hydraulic load is used namely 0,0015 m3/m2.day, 0,0022 m3/m2.day, and 0,0035 m3/m2.day. Media that is used as a growth and cultivation of microorganisms is bio ball media and coral media. The application of wastewater treatment technology with the anaerobic system has its advantages when compared to aerobic wastewater treatment. The use of a constant value of 0,5 obtained the highest value of 1,90 which occurred in reactor 3 (R3) on bio-ball media and 0,99 on coral media. This shows that the application of the Eckenfelder equation to anaerobic systems is better than aerobic systems. Anaerobic biofilter provides the same efficiency at low hydraulic loads in the amount of 0,0015 m3/m2.day. The average removal efficiency of BOD5 and COD pollution load reaches 96% in reactor 1 (R1).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30759</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.446-454</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 446-454</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30759/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/30759/5564</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56951</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemodelan Polusi Udara Akibat Pengalihan Lalu Lintas Dari Pembangunan Fly Over Aloha Sidoarjo</dc:title>
	<dc:creator>Kusuma, Maritha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">AERMOD; Karbon Monoksida; Particulate Matter; Pemodelan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemerintah berupaya menangani kemacetan di Kabupaten Sidoarjo dengan membangun Fly Over Aloha. Pengalihan lalu lintas akibat pembangunan tersebut menyebabkan kenaikan paparan emisi gas buang kendaraan bermotor di beberapa titik tertentu sehingga berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Kecamatan Gedangan termasuk pusat industri di Provinsi jawa Timur dengan aktivitas lalu lintas yang padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa korelasi volume kendaraan terhadap kualitas udara menggunakan variabel hari kerja dan hari libur terhadap konsentrasi parameter pencemar CO, PM10 &amp; PM2,5 di sekitar Jalan Ahmad Yani dan melakukan analisa pemodelan menggunakan Software AERMOD. Metode yang digunakan adalah metode monitoring dengan dilakukan pemantauan secara berkala dalam rentang waktu tertentu. Hasil menunjukkan bahwa jumlah kendaraan terbanyak yang melintas di Jalan Ahmad Yani terdapat pada selasa pagi (09/05/2023) sebesar 5.990 unit/jam dengan konsentrasi PM10 147,85 μg/m3 dan PM2,5 72,85 μg/m3. Volume kendaraan berkorelasi dengan nilai konsentrasi pencemar. Berdasarkan uji statistik One Way Anova konsentrasi rata-rata Karbon Monoksida tidak berbeda signifikan antara hari kerja dan hari libur sedangkan parameter PM10 dan PM2,5 memiliki beda signifikan antara hari kerja dan hari libur. Konsentrasi CO berkisar antara 5.471 μg/m3 - 6.489 μg/m3, PM10 berkisar antara 35,23 μg/m3 - 101,79 μg/m3, PM2,5 berkisar antara 9,43 μg/m3 - 46,1 μg/m3.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56951</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.923-932</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 923-932</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56951/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47759</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analysing the Correlation of Bank Sampah and Rural Environmental Government Concept</dc:title>
	<dc:creator>Gusmi, Adibah Dhivani</dc:creator>
	<dc:creator>Husein, Rahmawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bank Sampah, Rural Environemntal Government, Collaborative Governance, Behavioural change</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to analyze the concept of Bank sampah as the rural environmental government in Indonesia. The initial reason for researching these issues is supported by the importance of collaborative governance in rural governmental organization. At this case, villagers and bank sampah is the key for this issue. The work of villagers who run the technical bank sampah necessities are need to be strengthen by local government and other stakehilders such as private, or any other non-governmental organization. Behavioural change that supposed to be existing at the beginning of bank sampah initials is broken down into several stages that also needed to be implemented by all the stakeholders. Using qualitative methods with a multiple case study approach, the researchers focused on Bank Sampah itself, community participation, and also rural environmental government in Indonesia in order to support the execution of the 3 R (reduce, reuse, and recycle) and promote behavioral change in society, Bank Sampah was founded. The government needs to establish strict regulations for stakeholder collaboration. Rural environmental governance and sustainable development are inextricably linked to village involvement as well as the rule of virtue and the rule of the people, not just from government's point of view. Also, with strong local government and environmental protection, there is hope that Indonesia's ecological civilisation will advance, particularly with the implementation of Bank Sampah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47759</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.766-771</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 766-771</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47759/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44486</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Scrap Besi Menjadi Copperas dan Ekstrak Kulit Rambutan untuk Pembuatan Nanopartikel Besi yang Ramah Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Sunardi, Sunardi</dc:creator>
	<dc:creator>Mardiyono, Mardiyono</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Scrap besi; ekstrak kulit rambutan; nanopartikel besi; ramah lingkungan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam beberapa tahun terakhir, pembuatan nanopartikel besi telah menjadi perhatian karena efisiensinya pada penghilangan beberapa jenis zat pencemar. Zat-zat pencemar yang dapat diolah dengan nanopartikel besi antara lain senyawa azo, pelarut terklorinasi, pestisida terklorinasi, anion anorganik dan logam transisi, polutan organik dan anorganik, logam berat, nitrat, bromida, arsen, kromium, timbal, antibiotik,  dan pewarna. Pada umumnya, pembuatan nanopartikel besi dilakukan dengan mereduksi besi bermuatan tiga/dua dengan natrium tetra borana, NaBH4. Pembuatan nnanopartikel besi menggunakan NaBH4 menghasilkan produk samping berupa asam borat yang beracun dan gas hidrogen yang mudah meledak atau terbakar. Penelitian ini bertujuan membuat nanopartikel besi dengan memanfaatkan limbah scrap besi menjadi copperas kemudian mereaksikan dengan ekstrak kulit rambutan. Metode yang dilakukan adalah mereaksikan scrap besi dengan asam sulfat sampai terbentuk copperas yang berwarna biru kehijauan. Copperas yang dihasilkan dibuat menjadi larutan kemudian direksikan dengan ekstrak kulit rambutan. Larutan hitam yang dihasilkan dikarakterisasi dengan Spektrofotometri UV-Vis dan TEM. Larutan berwarna hitam dikeringkan dengan cara spray drying kemudian serbuk nanopartikel besi dikarakterisasi dengan XRD, FTIR, dan SEM-EDX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa scrap besi dapat dibuat menjadi copperas dengan kadar Fe 22,09%. Ekstrak kulit rambutan mengandung kadar fenol total 877,39 ± 16,6 ppm/100 g kulit rambutan atau setara dengan 441,42 mg GAE/100 g kulit rambutan. Nanopartikel besi berhasil dibuat dari copperas dari scrap besi dan ekstrak kulit rambutan yang mempunyai karakter Surface Plasmon Resonance (SPR) pada serapan 214 nm, ukuran partikel 5-20 nm  dalam bentuk larutan dan 20-70 nm dalam bentuk serbuk. Hasil ini bisa menjadi alternatif produksi nanopartikel besi  suatu material bermanfaat untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.       ABSTRACTIn recent years, the manufacture of iron nanoparticles has become a concern because of its efficiency in removing several types of contaminants. Pollutants that can be treated with iron nanoparticles include azo compounds, chlorinated solvents, chlorinated pesticides, inorganic anions and transition metals, organic and inorganic pollutants, heavy metals, nitrates, bromides, arsenic, chromium, lead, antibiotics, and dyes. In general, the manufacture of iron nanoparticles is carried out by reducing three/two charged iron with sodium tetra borane, NaBH4. The manufacture of iron nanoparticles using NaBH4 produces toxic by-products in the form of boric acid and hydrogen gas which is flammable or explosive. This study aims to make iron nanoparticles by utilizing scrap iron waste into copperas then reacting it with rambutan peel extract. The method used is to react iron scrap with sulfuric acid to form copperas which is blue-green in color. The resulting copperas were made into a solution and then treated with rambutan peel extract. The resulting black solution was characterized by UV-Vis Spectrophotometry and TEM. The black solution was dried by spray drying and then the powdered iron nanoparticles were characterized by XRD, FTIR, and SEM-EDX. The results showed that iron scrap can be synthesized into ferrous sulfate with 22.09% Fe content. Rambutan peel extract contains a total phenol content of 877.39 ± 16.6 ppm/100 g rambutan peel or equivalent to 441.42 mg GAE/100 g rambutan peel. Iron nanoparticles were successfully made from copperas from iron scrap and rambutan peel extract with the characteristics of having Surface Plasmon Resonance (SPR) at an absorption of 214 nm, particle size of 5-20 nm in solution form and 20-70 nm in powder form. This result can be an alternative for the production of iron nanoparticles, a useful material to prevent environmental pollution.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44486</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.494-507</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 494-507</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44486/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64310</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keanekaragaman dan Potensi Tumbuhan Bawah sebagai Pakan Ternak pada Lahan Kelapa Sawit Menghasilkan</dc:title>
	<dc:creator>Wulandari, Dwi Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Zuhud, Ervizal A.M.</dc:creator>
	<dc:creator>Sudradjat, Sudradjat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analisis vegetasi; indeks keanekaragaman; kelapa sawit; produksi; tumbuhan pakan ternak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keanekaragaman tumbuhan bawah pada lahan kelapa sawit menghasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan ternak dan dapat mendukung sistem integrasi sapi-sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies dan potensi tumbuhan bawah pada tegakan sawit sebagai pakan ternak sebelum dan sesudah dilakukan pemupukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2024 di Kebun Percobaan Kelapa Sawit Cikabayan, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan analisis vegetasi dan studi literatur.  Analisis data dilakukan dengan perhitungan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks keanekaragaman, dan ketersediaan serta produksi pakan per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman spesies yang telah dijumpai sebanyak 80 spesies dari 36 famili dimana pada kondisi sebelum pemupukan berjumlah 830 individu dan setelah pemupukan meningkat menjadi 1.183 individu. Famili yang paling banyak berasal dari famili Poaceae (rerumputan), sedangkan golongan yang paling dominan dari berdaun lebar. Nilai indeks spesies tumbuhan bawah yang diperoleh dari indeks kekayaan spesies (6,47-8,27), keanekaragaman spesies (3,24-3,49), dan kesamaan spesies (70%) dikategorikan tinggi, sedangkan pada indeks kemerataan spesies (0,77-0,88) dikategorikan hampir merata. Jenis tumbuhan bawah sebagai pakan ternak, yang sangat disukai diantaranya A. gangetica, A. conyzoides, C. lappacea, P. Conjugatum dengan potensi total produksi pakan basah sebesar 34,85 ton/ha/tahun dan pakan kering 12,54 ton/ha/tahun yang dapat menampung 1-2 ekor sapi per hektar. Dengan demikian ketersediaan dan produksi yang diperoleh memiliki peluang untuk memasok pakan ternak dalam mendukung sistem integrasi sapi-sawit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64310</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.463-471</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 463-471</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64310/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/64310/16727</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19911</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:27:48Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN BANJIR GENANGAN BERDASARKAN TINGKAT KERAWANAN MENGGUNAKAN TOPOGRAPHIC WETNESS INDEX  Studi Kasus di DAS Solo</dc:title>
	<dc:creator>Miardini, Arina</dc:creator>
	<dc:creator>Saragih, Grace Serepina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">priority, vulnerability, flood, topographic wetness index, Solo watershed</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The increasing frequency of flood events is an indication of the failure of watershed management. Natural resource utilization activities in the Solo watershed tend to be intensive from upstream to downstream, cause a decrease in the carrying capacity of the watershed. To restore the carrying capacity of the watershed, efforts are needed to monitor and evaluate watersheds. The initial stage that needs to be done is to ensure the accuracy of the flood-prone areas by determining priority areas. The purpose of the study is to determine the flood-prone areas in the Solo watershed based on the level of flood vulnerability. Flood vulnerability is influenced by topographic conditions. The Topographic Wetness Index (TWI) method was used to determine the flood-prone areas. The high TWI value indicates that the area has high flood vulnerability and is associated with flat topography with high flow density. This method is based on raster data was derived from DEM 30 m data which is reduced to slope through spatial analysis tools and the accumulation flow is analyzed using Watershed Delineation Tools (WDT). Based on the results of the analysis, the priority of flood handling is determined in the criterion-very vulnerable area with TWI 11.65-38.30 identified as 387098.23 ha (39.68%). Flood handling in the Solo watershed is prioritized on 1) Bojonegoro Regency covering 105215.13 ha, 2) Ngawi (56810.68 ha), 3) Madiun (44102.06 ha), 4) Tuban covering an area of 43072.06 ha, and 5) Ponorogo (35853.62 ha).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan DAS</dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Solo</dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19911</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.113-119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 113-119</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19911/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50078</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Model Biokinetika Sistem Kontak Stabilisasi Lumpur Air Lindi Berdasarkan Pengaruh Fosfor dan Variasi Waktu Detensi Unit Kontak</dc:title>
	<dc:creator>Kahendran, Muhammad Faiz</dc:creator>
	<dc:creator>Notonugroho, Owen Jacob</dc:creator>
	<dc:creator>Arif, Chusnul</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Ariani Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Allen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biokinetika; fosfor; jaringan saraf tiruan; kontak stabilisasi; lindi; waktu detensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Tempat pemrosesan akhir sampah menghasilkan air lindi dalam kuantitas besar sehingga membutuhkan alternatif unit pengolahan biologis, seperti kontak stabilisasi untuk mereduksi kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja unit kontak berdasarkan variasi waktu detensi (HRT) pada kondisi aliran tidak tunak serta menentukan estimasi parameter biokinetika di dalam persamaan model pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian diawali dengan mengkonfigurasi unit kontak stabilisasi, menganalisis parameter kualitas air limbah, dan memprediksi parameter biokinetika untuk memperkirakan kualitas air limbah. Validasi nilai biokinetika dilakukan dengan menggunakan metode matematis dan jaringan saraf tiruan (JST). Fungsi penggunaan JST dalam estimasi chemical oxygen demand (COD) efluen tangki kontak dapat dilakukan dengan cepat, memperkecil kesalahan perhitungan estimasi dengan metode matematis, serta bebas digunakan pada kondisi apapun. Berdasarkan hasil penelitian, persentase efisiensi COD pada masing-masing HRT unit kontak 2, 3, dan 4 jam berturut-turut sebesar 26,9%; 35,1%; dan 46,5%. Pengaruh biokinetika terhadap unit pengolahan unit kontak tidak hanya untuk memprediksi pengolahan air limbah, tetapi juga untuk merancang, mengoperasikan, dan mengontrol sistem pengolahan. Berdasarkan metode statistika, model estimasi konsentrasi COD efluen tangki kontak terbaik adalah model dari model JST. Akan tetapi, model ini hanya mengestimasi konsentrasi efluen tanpa memperhitungkan nilai biokinetika. Model Jerusalimski menjadi pilihan terbaik dibandingkan Model Ming untuk mengestimasi nilai biokinetika Ke, Y, μmax, dan Ks berturut-turut sebesar 0,025 hari-1; 28,25 mgMLVSS/mg COD; 3,4 hari-1; dan 21,46 mg/L berdasarkan pengaruh fossfor dan waktu detensi pada kondisi tidak tunak. Peningkatan konsentrasi fosfor di dalam proses pengolahan akan memengaruhi dekomposisi mikroorganisme di dalam biomassa untuk mengambil oksigen terlarut dalam jumlah besar sehingga pertumbuhan mikroorganisme terhambat.Kata kunci: biokinetika, fosfor, jaringan saraf tiruan, kontak stabilisasi, lindi, waktu detensi.ABSTRACT Landfills produce large quantities of leachate that pollutes the water system water pollution, requiring a contact stabilization treatment unit to reduce the high contaminant in the leachate. This study aims to evaluate the performance of the contact unit based on the variation of hydraulic retention time (HRT) under an unsteady state and to estimate the biokinetic parameters by using the microorganism growth model equation. The research was started by configurating the contact stabilization tank, analyzing the wastewater quality parameters, and predicting biokinetics parameters to estimate water quality effluent and design engineering. Biokinetic values were validated using mathematical methods and artificial neural networks (ANN). The function of using ANN in estimating of contact tank effluent chemical oxygen demand (COD) can be done quickly, minimizes estimation errors using mathematical methods and can be used in any condition. Based on research results, the percent removal of COD efficiency in each HRT contact tank of 2, 3, and 4 hours, were 26.9%; 35.1%; and 46.5%, respectively. The effect of biokinetics on contact tank treatment units is not only to predict wastewater treatment, but also to design, operate and control treatment systems. Based on the statistical analysis, the ANN model was the best model for estimating the contact tank effluent concentration. However, the ANN model provided the estimated effluent concentration without considering biokinetic values in detail. The Jerusalimski model is the best fit model compared to the Ming model to estimate the biokinetic values of Ke, Y, μmax, and Ks of 0.025 day-1, 28.25 mgMLVSS/mg COD, 3.4 day-1, and 21.46 mg/L; respectively, based on the effect of phosphorus and detention time in unsteady state. Increasing the phosphorus concentration in the treatment processing will affect the decomposition of microorganisms in the biomass to take up large amounts of dissolved oxygen until the growth of microorganisms is inhibited.Keywords: artificial neural network, biokinetic, contact stabilization, hydraulic retention time, leachate, phosporus</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50078</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/vol%viss%ipp461-471</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 28-42</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50078/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/50078/12041</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/50078/12043</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/36193</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:26Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kategorisasi Karakteristik Ruang Terbuka Hijau Publik untuk Menunjang Kenyamanan Kota Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Kurniati, Ayu Candra</dc:creator>
	<dc:creator>Zamroni, Akhmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kenyamanan Kota, Kategori, Karakteristik, Ruang terbuka hijau publik, Kriteria</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pentingnya ketersediaan RTH bukan hanya secara kualitatif namun juga kualitas bagi sebuah Kota diharapkan mampu untuk menunjang tingkat kenyamanan Kota. Kondisi lingkungan yang buruk dapat meningkatkan stres masyarakat karena terbatasnya ketersediaan ruang terbuka untuk berinteraksi sosial. Kenyamanan Kota Yogyakarta memiliki nilai terendah pada ketersediaan fasilitas ruang terbuka hijau. Terdapat beberapa RTHP di Kota Yogyakarta yang kurang ramah terhadap lansia, anak dan disabiltas karena kurangnya fasilitas dan kontur tanah lokasi RTHP yang dekat dengan sungai. Selain itu, terdapat 14 RTHP atau sebesar 29,79% yang memiliki kualitas kenyamanan tertinggi/sangat nyaman, 26 RTHP atau sebesar 55,32% yang memiliki kualitas kenyamanan sedang/nyaman dan 7 RTHP atau sebesar 14,89% yang memiliki kualitas kurang nyaman di Kota Yogyakarta. Berangkat dari pemikiran-pemikiran tersebut tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik RTHP dalam menunjang kenyamanan Kota Yogyakarta. Hasil perbedaan karakteristik RTHP akan diklasifikasikan berdasarkan tujuh variabel kenyamanan Kota, yaitu variabel sirkulasi, kebersihan, keamanan, keindahan, bentuk, kebisingan dan penerangan.  Metode yang dipergunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang digambarkan dengan peta kategori RTHP masing-masing variabel. Kategori yang memiliki nilai kesamaan karakteristik dominan adalah kategori yang hanya terdiri dari dua-tiga kode kategori, seperti pada variabel keamanan, penerangan dan sirkulasi. Hal ini menunjukkan bahwa pada ketiga variabel tersebut pemerintah memiliki konsep yang matang dan pemahaman mengenai kenyamanan RTHP. Kategori yang memiliki variasi karakteristik yang cukup luas (banyak memiliki perbedaan karakteristik) yaitu pada variabel keindahan dengan 12 kode kategori. Selanjutnya,  kategori prioritas untuk meningkatkan kenyamanan pada variabel sirkulasi adalah kategori A, variabel kebersihan adalah kategori G, variabel keamanan adalah kategori A, variabel keindahan adalah kategori D, variabel bentuk adalah kategori E, kebisingan adalah kategori D dan penerangan adalah kategori A. Untuk perencanaan dan pembangunan RTHP selanjutnya, diharapkan pemerintah memiliki standar dalam mengidentifikasi variabel kenyamanan, sehiggga baik pengunjung maupun masyarakat sekitar dapat lebih nyaman beraktivitas di RTHP yang juga dapat menunjang kenyamanan Kota Yogyakarta.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36193</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.127-139</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 127-139</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36193/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/36193/7477</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59304</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Karakteristik Sosial Ekonomi dan Risk Awareness Rumah Tangga dalam Pengelolaan Sampah di Perkotaan</dc:title>
	<dc:creator>Antriyandati, Ernoiz</dc:creator>
	<dc:creator>Melati, Nimas Suci Kusuma</dc:creator>
	<dc:creator>Barokah, Umi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Wiwit</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Theory of Planned Behavior; Risk awareness; Pengelolaan sampah rumah tangga; Perkotaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah merupakan produk sampingan yang sulit dihindari oleh hampir semua aktivitas manusia. Masalah sampah menjadi sebuah masalah yang serius karena menimbulkan risiko dan hambatan dalam upaya pembangunan sosial serta kesejahteraan manusia. Seiring dengan makin meningkatnya urbanisasi, populasi dan konsumsi serta pembangunan di kawasan urban dan sub-urban mengakibatkan jumlah timbulan sampah juga meningkat signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh karakteristik sosial-ekonomi dan risk awareness rumah tangga perkotaan terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan mengkaji perilaku pengelolaan sampah rumah tangga, yang juga memperkaya pengetahuan dan variabel agama sebagai prediktor risk awareness. Metode yang digunakan adalah dengan metode Theory of Planned Behavior dan Seemingly Unrelated Regression dengan data yang diperoleh dari 100 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai karakteristik sosial-ekonomi seperti tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga berpengaruh pada perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia, serta faktor lain yang memengaruhi perilaku pengelolaan sampah rumah tangga adalah risk awareness, dimana risk awareness dipengaruhi oleh variabel pengetahuan dan agama. Pengetahuan menjadi sangat penting karena merupakan dasar dari perilaku yang dilakukan oleh seseorang. Adanya risk awareness pada diri seseorang dapat berkorelasi untuk meningkatkan perilaku dalam mengelola sampah yang baik. Perilaku mengelola sampah rumah tangga dapat diminimalkan kesalahannya dengan adanya ilmu pengetahuan. Diharapkan bahwa temuan dari penelitian ini dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi pihak yang berwenang untuk merumuskan strategi yang lebih baik untuk meningkatkan keterlibatan rumah tangga dalam pengelolaan sampah, yaitu dapat dimulai dari pemilahan sampah dan mendaur ulang sampah rumah tangga. Perlu adanya upaya dari pihak yang berwenang dalam rangka memberikan wawasan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga kepada masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59304</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1127-1134</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1127-1134</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59304/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48130</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nilai Ekonomi Biodiversitas Pada Rotasi Pengelolaan Hutan  Kemiri (Aleurites Moluccana L. Willd.) di Daerah Penyangga Taman Nasional Lore Lindu</dc:title>
	<dc:creator>Pribadi, Hendra</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Umar, syukur</dc:creator>
	<dc:creator>Alam, Andi Sahri</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, budi</dc:creator>
	<dc:creator>Fathan, Munira</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biodiversity, willingness to accept</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai tambah dari segi lingkungan dan ekonomi, hasil penelitian dapat diambil kebijakan yang tepat untuk melestarikan lingkungan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar daerah penyangga Taman Nasional Lore Lindu. Hasil penelitian ini menyajikan nilai biodiversitas sebagai nilai kompensasi yang akan didapat dari penurunan eksploitasi lahan atau penggarapan lahan menjadi lahan pertanian pohon kemiri, dengan tidak melakukan pengelolaan secara berkelanjutan pada hutan kemiri tersebut, maka nilai biodiversitas akan meningkat. Hal ini tentu akan mengembalikan fungsi utama kedua desa tersebut sebagai daerah penyangga kawasan Taman Nasional dari gangguan-gangguan luar serta sebagai penyangga kehidupan bagi manusia maupun hutan itu sendiri. Pendapatan rata-rata petani kemiri Desa Sigimpu dan Desa Bakubakulu dari hasil penelitian yang dilakukan yaitu berada pada kisaran angka &gt;Rp.1.500.000 sampai dengan Rp. 2.500.000/Bulan. Sedangkan Nilai rataan WTA/nilai kompensasi yang diinginkan responden, pada Desa Sigimpu yaitu Rp.4.450.000/Ha/Bulan dan Rp.5.293.717/Ha/Bulan untuk Desa Bakubakulu. Nilai tambah ekonomi yang mampu diidentifikasi yang cukup tinggi yaitu sebesar ±Rp.11.280.000/bulan. nilai tambah dari segi lainnya berupa, meningkatnya nilai biodiversitas hutan, berkurangnya kerusakan lingkungan seperti hilangnya habitat  flora maupun fauna, menurunnya angka penebangan liar, dan secara tidak langsung kita akan memperoleh nilai tambah pada keseluruhan nilai ekonomi total.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48130</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.796-806</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 796-806</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48130/pdf_1</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/48130/11341</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46285</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perspektif Taman Edelweiss Sebagai Area Konservasi Ex-Situ Bunga Edelweiss Secara Ekologi dan Ekonomi di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.</dc:title>
	<dc:creator>Rahma, Melati Julia</dc:creator>
	<dc:creator>Soemarno, Soemarno</dc:creator>
	<dc:creator>Batoro, Jati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ABCD Metode, Konservasi Ex-Situ, Taman Edelweiss, Willingness to Pay.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu flora endemik yang menjadi ikon pada kawasan TNBTS adalah Bunga Edelweiss. Adanya perkembangan wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadikan permintaan akan bunga Edelweiss sebagai souvenir semakin besar dan mempengaruhi nilai ekonomi komoditas tersebut. Tentu hal ini berpengaruh terhadap penurunan jumlah populasi dan mengancam ketersediaanya bagi masyarakat adat Tengger yang mempergunakan Bunga Edelweiss sebagai sesaji yang tidak dapat digantikan oleh komponen yang lain. Hingga pada tahun 2017, beberapa masyarakat Desa Wonokitri dibawah bimbingan TNBTS membentuk kelompok tani bernama Hulun Hyang sebagai upaya konservasi ex-situ Bunga Edelweiss. Perjalanan panjang kelompok tani Hulun Hyang hingga akhirmya mendapatkan izin tangkar dari KLHK terkait wanawiyata widyakarya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi modal yang dimiliki kelompok Tani Hulun Hyang sebagai pengelola taman edelweiss serta tahapan budidaya bunga Edelweiss mulai persiapan lahan hingga pasca panen. Kemudian pada aspek ekonomi dilakukan pengukuran willingness to pay dari wisatawan Taman Edelweiss terhadap bunga edelweiss hasil konservasi Ex-Situ Kelompok Tani Hulun Hyang dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi willingness to pay tersebut. Studi ini menggunakan data primer dengan jumlah responden sebanyak 100 responden yang dilakukan secara acak atau random sampling. Willingness to pay dapat diperkirakan dengan menggunakan pendekatan contingent valuation method (CVM). Alat analisis pada studi ini adalah menggunakan regresi linier berganda pada SPSS 22. Berdasarkan analisis, nilai rata-rata willingness to pay per orang untuk 1 rangkaian sederhana berisikan 100 tangkai Bunga Edelweiss adalah sebesar Rp. 36.307,00 dengan nilai  total willingness to pay adalah Rp 3.667.000,00. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi secara signifikan besarnya nilai willingness to pay untuk Bunga Edelweiss Hasil Konservasi Ex-situ Kelompok Tani ‘’Hulun Hyang’’ di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah pendidikan terakhir dan pendapatan per bulan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46285</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.912-924</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 912-924</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46285/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/65473</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan antara kerapatan indeks vegetasi NDVI dan curah hujan dengan sebaran habitat akuatik nyamuk Anopheles sp. di Distrik Muara Tami Kota Jayapura</dc:title>
	<dc:creator>Tulak, Noper</dc:creator>
	<dc:creator>Kareth, Zakaria Victor</dc:creator>
	<dc:creator>Tapatkeding, Harold Wilson</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">indeks vegetasi, curah hujan, habitat akuatik, nyamuk anopheles sp, distribusi spasial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan penularan malaria di daerah endemis sangat terkait dengan kondisi iklim, ketinggian tempat, peggunaan lahan, penutupan lahan, dan lingkungan akuatik sebagai habitat perkembangbiakan vektor malaria. Iklim dapat mengurangi maupun meningkatkan kepadatan populasi nyamuk Anopheles sp. Sementara itu faktor topografi, penutupan lahan dan penggunaan lahan mempengaruhi distribusi tempat perindukan nyamuk, kepadatan larva dan vektor. Setiap jenis nyamuk Anopheles sp. memiliki karakteristik habitat perkembangbiakan yang berbeda-beda dan spesifik pada setiap wilayah geografis. Penelitaian ini bertujuan untuk menentukan distribusi spasial habitat akuatik nyamuk Anopheles sp. berdasarkan kerapatan indeks vegetasi NDVI dan curah hujan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripstif yang dinalisis secara kuantitatif menggunakan data sekunder citra satelit lansat 8 tahun 2023 dan data primer curah hujan serta titik koordinat habitat akuatik yang ditampilkan dalam tabel, grafik dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran habiat akuatik nyamuk Anopheles sp. di Distrik Muara Tami memilki hubungan linear posistif dengan indeks vegetasi NDVI dengan koefisien korelasi sebesar r=0,34. Sebaran habitat akuatik nyamuk Anopehes sp. dominan ditemukan pada daerah yang memiliki tutupan vegetasi jarang hingga sedang. Sementara itu, pada daerah yang tidak bervegatasi maupun daerah yang bervegetasi rapat sangat jarang terdapat habitat akuatik nyamuk Anopheles sp. Selain indeks vegetasi NDVI, curah hujan juga berhubungan linear dengan jumlah habitat akuatik nyamuk Anopheles sp. Koefisien korelasi antara jumlah curah hujan dasarian dengan habitat akuatik permanen sebesar r=-0,76 sedangkan pada habitat temporer sebesar r=-0,83. Adapun jumlah habitat akuatik permanen dipengaruhi oleh curah hujan sebesar 58% (R2=0,58) sedangkan jumlah habitat akuatik temporer dipengaruhi curah hujan dasarian sebesar 70% (R2=0,70).  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65473</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.776-783</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 776-783</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65473/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21923</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:31:37Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Inkonsistensi Penggunaan Lahan di Kawasan Lindung DAS Cisadane</dc:title>
	<dc:creator>Ianah, Ianah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kawasan Lindung, Rencana Pola Ruang, Inkonsistensi, Kebijakan Pengendalian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pemanfaatan kawasan lindung dengan rencana pola ruang dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya untuk selanjutanya dapat merumuskan arahan pengen­dalian pemanfaatan ruang di kawasan lindung DAS Cisadane Kabupaten Bogor. Analisis spasial digunakan untuk mendapatkan informasi tentang penggunaan lahan, kepemilikan lahan, izin lokasi, dan evaluasi penggunaan lahan terhadap rencana pola ruang. Metode kualitatif melalui wawancara untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi inkonsistensi penggunaan lahan terhadap rencana pola ruang melalui tumpang susun peta RTRW 2016-2036 dengan tutupan lahan 2016. Perumusan arahan pengendalian pemanfaatan ruang diperoleh dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian pemanfaatan lahan sebesar 22.7%, luas kawasan hutan yang tutupan hutan 25.35%. Faktorfaktor yang menyebabkan inkonsistensi karena ketidakpahaman masyarakat tentang rencana pola ruang kawasan lindung terutama yang bukan kawasan hutan, penegakan hukum yang lemah bagi pelanggaran ruang, kurangnya koordinasi dan transparansi dalam proses perizinan, kebutuhan lahan masyarakat sekitar hutan, Perubahan budaya bertani yang menurun dan fasilitas pertanian yang kurang men­dukung dan berpindahnya kepemilikan lahan. Oleh karena itu diperlukan instrument pengendalian melalui Trans­paransi, koordinasi dan integrasi dalam hal perizinan, RDTR perlu segera diselesaikan,  pemberian insentif dan disinsentif, dan sanksi, menumbuhkan aksi bersama dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21923</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.3.416-424</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 3 (2019): November 2019; 416-424</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21923/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50670</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Environmental Quality Analysis of Settlement Around the Electric Steam Power Plant (PLTU) Palabuhanratu, Sukabumi, West Java</dc:title>
	<dc:creator>Astuty, Yulia Indri</dc:creator>
	<dc:creator>Setiadi, Hafid</dc:creator>
	<dc:creator>Manessa, Masita Dwi Mandini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Palabuhanratu; Settlement; Quality; Environment; GIS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">According to the Central Statistics Agency, Indonesia's population growth rate will reach 1.17% in 2022 and will continue to increase exponentially annually. Moreover, the increasing number of population growth leads to several issues, including environmental quality of settlement. This study examined the quality of the environmental settlement around the Electric Steam Power Plant (PLTU) Palabuhanratu. The data used in this study is a combination of open-source data and field survey data. The method used is an interpretation technique (satellite imagery) assisted by geographic information system (GIS) technology with six-parameters, there are settlement density, settlement layout, settlement location, road conditions, building conditions and availability of health facilities. The results of this study are information including settlement quality and recommendations related to the quality of the environmental settlement around the PLTU Palabuhanratu which can be used as input in spatial planning in the Palabuhanratu area for sustainable regional development. Overall, this research shows that the environmental quality of settlements around PLTU Palabuhanratu is dominated by good category. However, it is possible that the quality of settlements will deteriorate in the future because the percentage of population density which almost close to 40%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50670</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.326-333</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 326-333</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50670/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40081</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Risiko Kesehatan Akibat Paparan Particulate Matter 2,5 (PM2,5) Dalam Rumah Tinggal di Perumahan X Kawasan Industri Semen</dc:title>
	<dc:creator>Regia, Rinda Andhita</dc:creator>
	<dc:creator>Bachtiar, Vera Surtia</dc:creator>
	<dc:creator>Solihin, Rifel</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ARKL; Blok B; Blok ; Industri Semen; PM2,5</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kesehatan terhadap paparan Particulate Matter 2,5 (PM2,5)di dalam rumah tinggal yang berada di kawasan industri semen. Penelitian dilakukan di Blok B dan Blok D Perumahan X. Pengambilan sampel PM2,5 menggunakan Low Volume Sampler (LVS) dan metode gravimetri untuk mengetahui konsentrasi PM2,5, serta pengukuran suhu dan tekanan udara menggunakan Pocket Weatherman . Analisis risiko kesehatan berdasarkan Pedoman Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) Direktorat Jenderal PP dan PL Kementerian Kesehatan tahun 2012 dengan melakukan wawancara dan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 46 penghuni rumah. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi PM2,5 di Blok B dan Blok D berkisar antara 8,87 sampai 23,72 µg/m3 dengan konsentrasi tertinggi berada di Blok D. Konsentrasi tersebut masih memenuhi baku mutu Permenkes RI No. 1077 tahun 2011. Hasil perhitungan ARKL menunjukkan risiko realtime berkisar antara 0,0014 sampai 0,4529 dan risiko lifetime berkisar antara 0,0680 sampai 0,6794. Hal ini menunjukkan bahwa risiko realtime dan risiko lifetime semua responden di Blok B dan Blok mempunyai nilai Risk Quotient (RQ) &lt;1 yang berarti paparan PM2,5 tersebut dikatakan aman dan tidak memiliki efek kesehatan yang merugikan terhadap penghuni rumah di Blok B dan Blok D Perumahan X. AbstractThis research aims to analyze the health risks of exposure to Particulate Matter 2.5 (PM2.5) in residential houses in the cement industrial area. The research was conducted in Block B and Block D, Housing X. Sampling of PM2.5 used Low Volume Sampler (LVS) and the gravimetric method to determine the concentration of PM2.5 while measuring temperature and air pressure using Pocket Weatherman. Health risk analysis based on the Guidelines for Environmental Health Risk Analysis (EHRA) of the Directorate General of PP and PL of the Ministry of Health in 2012 by conducting interviews and questionnaires with a total of 46 respondents. The results showed that the concentration of PM2.5 in Block B and Block D ranged from 8.87 to 23.72 g/m3 with the highest concentration in Block D. The concentration still met the quality standard of the Minister of Health RI No. 1077 in 2011. The results of the EHRA calculation show that the realtime risk ranges from 0.0014 to 0.4529, and the lifetime risk ranges from 0.0680 to 0.6794. It shows that the realtime risk and lifetime risk of all respondents in Block B and Block D have a Risk Quotient (RQ) value &lt;1, which means that PM2.5 exposure is said to be safe and has no adverse health effects on residents of houses in Block B and Block D.Keywords: Block B, Block D, Cement Industry, EHRA, PM2.5</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40081</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.531-540</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 531-540</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40081/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58854</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kandungan Logam Berat pada Tanaman Kentang Dampak Iplementasi Sistem LEISA</dc:title>
	<dc:creator>Triani, I Gusti Ayu Lani</dc:creator>
	<dc:creator>Setiyo, Yohanes</dc:creator>
	<dc:creator>Manurung, Victor Manuntun</dc:creator>
	<dc:creator>Susrusa, Ketut Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Wirawan, I Putu Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Rai, I Nyoman</dc:creator>
	<dc:creator>Sugitha, I Made</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">LEISA; logam; zone perakaran; kentang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Petani kentang di Bali sudah menerapkan sistem Low External Input on Sustainable Agriculture (LEISA) mempergunakan pupuk dasar kompos dan pupuk susulan biourine, namun mereka tetap menggunakan insektisida dan fungisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Penelitian mengkaji dampak budidaya sistem LEISA dan NONLEISA terhadap kandungan logam Fe, Pb, Cd, Cr di umbi kentang, serta menilai kandungan logam tersebut berdasarkan Standar Nasional Indonesia 2009. Penelitian menggunakan perlakuan: (1) pemupukan dasar menggunakan kompos dan pemupukan susulan menggunakan biourine (LEISAKU), (2) pemupukan dasar menggunakan kompos dan pemupukan susulan menggunakan NPK (LEISANPK), (3) pemupukan dasar menggunakan NPK dan pemupukan susulan menggunakan biourie (NPKLEISA), dan (4) pemupukan dasar menggunakan NPK dan pemupukan susulan menggunakan NPK (NONLEISA). Parameter diamati adalah populasi mikroba dan kandungan logam Fe, Pb, Cd, Cr. Populasi mikroba untuk sistem LEISA dan NONLEISA masing-masing 5,2-6,5 log cfu, dan 3,2-5,3 log cfu. Kandungan logam Fe, Pb, Cd, Cr pada umbi kentang untuk sistem LEISA berturut-turut 3,6- 5,4 ppm, 0,031- 0,05 ppm, 0,03-0,04 ppm, dan 0,04-0,05 ppm, sedangkan untuk sistem NONLEISA berturut-turut 12,0-13,2 ppm, 0,07- 0,09 ppm, 0,04-0,05 ppm, dan 0,03-0,04 ppm. Kandungan logam Fe, Pb, Cd, Cr sistem LEISA di bawah SNI, namun untuk sistem NONLEISA tidak memenuhi standar SNI.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58854</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1526-1536</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1526-1536</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58854/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/33136</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:42:56Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Policy Formulation of The Marine Governance in The Coastal Southern Lebak Regency Banten Province</dc:title>
	<dc:creator>Maulana, Delly</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Arif</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Policy Formulation, Governance, Marine Economy, Sustainability, and Public Welfare</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This paper is aimed to explain the presence of marine potentials in the southern coastal area of Lebak Regency, Banten Province that have not been fully exploited. There are several potentials found in this Regency, the extensive coastline of approximately 91.42 km², and the marine resources and fisheries that could be developed. The potentials include not only fisheries and tourism but also mining. With such a high rate of development in the coastal area of Lebak Regency, it will certainly cause various problems in the region such as First, the degradation of coastal and marine ecosystems in Lebak Regency; Second, the increasing intensity of environmental pollution caused by mining and extraction activities; Third, the vulnerability to natural disasters (abrasion, tsunami, erosion, climate change, et cetera); Fourth, the occurrence of area utilization conflict; and Fifth, low productivity of biological marine resources utilization. The method used in this study was a qualitative research method with in-depth interviews, observations, and documentation.  The results show that two issues become marine management problems in the southern coastal area of Lebak Regency, the first is environmental degradation, the second is space use conflicts, and the third is waste pollution due to organic and non-organic waste. Meanwhile, actor mapping shows that the government, in this case, the Regent as the authority in the area, has the power, influence, and interest to give input to the marine management of the Southern Coast of Lebak Regency so that it would not only increase the local revenue but also have a significant effect on the local communities, especially the fisher people and, and the environmental sustainability.ABSTRACTThis paper is aimed to explain the presence of marine potentials in the southern coastal area of Lebak Regency, Banten Province that have not been fully exploited. There are several potentials found in this Regency, the extensive coastline of approximately 91.42 km², and the marine resources and fisheries that could be developed. The potentials include not only fisheries and tourism but also mining. With such a high rate of development in the coastal area of Lebak Regency, it will certainly cause various problems in the region such as First, the degradation of coastal and marine ecosystems in Lebak Regency; Second, the increasing intensity of environmental pollution caused by mining and extraction activities; Third, the vulnerability to natural disasters (abrasion, tsunami, erosion, climate change, et cetera); Fourth, the occurrence of area utilization conflict; and Fifth, low productivity of biological marine resources utilization. The method used in this study was a qualitative research method with in-depth interviews, observations, and documentation.  The results show that two issues become marine management problems in the southern coastal area of Lebak Regency, the first is environmental degradation, the second is space use conflicts, and the third is waste pollution due to organic and non-organic waste. Meanwhile, actor mapping shows that the government, in this case, the Regent as the authority in the area, has the power, influence, and interest to give input to the marine management of the Southern Coast of Lebak Regency so that it would not only increase the local revenue but also have a significant effect on the local communities, especially the fisher people and, and the environmental sustainability.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33136</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.565-571</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 565-571</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33136/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45482</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:24Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Critical Level of Chromium for Rice in Different Soil Type</dc:title>
	<dc:creator>Zu'amah, Hidayatuz</dc:creator>
	<dc:creator>Sukarjo, Sukarjo</dc:creator>
	<dc:creator>Harsanti, Elisabeth Srihayu</dc:creator>
	<dc:creator>Apriyani, Siska</dc:creator>
	<dc:creator>Sulastri, Baiq Nunung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Chromium, Critical level, Paddy Soil, Heavy metal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The increasing number of industries and poor treatment of waste will damage environmental health, including agricultural land. Agricultural products from contaminated soil may contain hazardous heavy metals such as chromium which can be harmful to human health if consumed. Examination and determination of chromium critical level in paddy soil are required to evaluate the threshold of heavy metals to disable to distribute into paddy plants. This study aims to obtain the critical level of chromium in light and heavy textured soils with paddy as a plant indicator. The pot experiment was carried out at the greenhouse using a completely randomized design with two factors are heavy metal concentration (Cr) and soil texture (A) and five times repeated. The chromium adsorption test uses the Langmuir approach method.  Chromium sorption in heavy-textured soil is higher than in light-textured soil. The maximum sorption of chromium metal in light-textured soil is 87.719 mg kg-1, while in heavy-textured soil is 204.082 mg kg-1. Total chromium in the soil decreases after harvest and reduces rice yields. The critical level of light-textured soil chromium in rice was 0.861 mg kg-1, while the critical level for heavy-textured soil Chromium in rice was 1.012 mg kg-1.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45482</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.172-180</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 172-180</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45482/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/69048</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analyzing the Impact of Internal Factors on MSME Environmental Management for Sustainable Development in Aceh Tamiang Regency</dc:title>
	<dc:creator>Syntia, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Isra, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Internal Environment; Empowerment of MSMEs Based on Environmental Management; Sustainable Development</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The growth of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) has not been fully supported by the implementation of environmentally sustainable management strategies. This study aims to identify internal factors influencing environmentally friendly waste management among MSMEs and to measure their contribution to sustainable development in Aceh Tamiang Regency. The main focus is to assess how organizational structure, resource management, and environmental awareness within MSMEs affect sustainable empowerment, particularly in sectors that generate waste. The study population consists of 965 waste-producing MSMEs, with a sample of 300 respondents selected using purposive sampling to match the research criteria. Data was collected through structured questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the assistance of AMOS software. SEM was chosen for its ability to test complex relationships among variables simultaneously and provide strong validity for the theoretical model. The findings show that internal company factors such as demographics, human resources, corporate culture, management practices, marketing, innovation capability, and employee awareness significantly influence MSME empowerment in adopting environmentally friendly practices. Furthermore, this empowerment contributes positively to sustainable development by reducing environmental impacts and improving economic efficiency. These findings are important for policymakers in Aceh Tamiang in designing sustainability-based strategies and policies for the development of local MSMEs.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69048</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1107-1113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1107-1113</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69048/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42100</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Effect of Variation in Cone Position Heigth on Raw Water Turbidity Removal in Sedimentation Unit Continuous Discharge Flow (CDF) Method as a New Method</dc:title>
	<dc:creator>Ridwan, Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator>Afrianita, Reri</dc:creator>
	<dc:creator>Gustina, Yar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">removal efficiency; turbidity; cone position height; sedimentation; CDF method</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Unit sedimentasi metode continuous discharges flow (CDF) adalah metode baru dalam menyisihkan kekeruhan yang menggunakan prinsip tangki bocor secara kontinu dan terkendali. Perubahan ketinggian posisi cone dari dasar zona pengendapan ke bagian atas, dapat memperkecil jarak antara sumber aliran buang akibat bocor yang berasal dari cone sebagai sumber gaya baru yang bekerja terhadap flok, dan pada akhirnya meningkatkan efisiensi penyisihan kekeruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penyisihan kekeruhan air baku pada 3 variasi ketinggian posisi cone di zona pengendapan. Penelitian menggunakan reaktor skala laboratorium kapasitas 240 L/jam yang terdiri dari unit koagulasi terjunan, flokulasi baffle channel dan sedimentasi metode CDF. Unit sedimentasi metode CDF yang digunakan adalah CDF 6% dengan variasi ketinggian posisi cone 0 m, 0,33 m dan 0,66 m dari dasar zona pengendapan. Air baku yang digunakan adalah Sungai Batang Kuranji Kota Padang dengan kekeruhan 25,876 – 26,012 NTU dan tawas sebagai koagulan dalam proses koagulasi. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan kekeruhan pada ketinggian posisi cone 0 m, 0,33 m dan 0,66 m secara berurutan adalah sebesar 82,88%, 83,86% dan 84,60%. Ketinggian posisi cone 0,66 m dari dasar zona pengendapan adalah posisi optimum dengan efisiensi penyisihan kekeruhan 1,72% lebih besar dari posisi cone di dasar zona pengendapan, yaitu 0 m. Analisis pengaruh ketinggian posisi cone terhadap penyisihan kekeruhan menggunakan korelasi Rank Spearman, menunjukkan pengaruh yang sangat kuat, semakin tinggi posisi cone semakin besar efisiensi penyisihan. Bilangan Reynolds (NRe)dan bilangan Froude (NFr) pada aliran buang ini secara berurutan adalah 23,83 dan 9,33x10-4. ABSTRACTThe continuous discharges flow (CDF) sedimentation unit is a new method for removing turbidity using the principle of a continuous and controlled leaking tank. Changes in the height of the cone position from the bottom of the settling zone to the top, can reduce the distance between the exhaust flow sources due to leakage from the cone as a new force source acting on the floc, and ultimately increase the efficiency of turbidity removal. This study aims to analyze the efficiency of raw water turbidity removal at 3 variations in the height of the cone position in the settling zone. The study used a laboratory-scale reactor with a capacity of 240 L/hour consisting of a plunge coagulation unit, baffle channel flocculation, and CDF sedimentation method. The sedimentation unit for the CDF method used is 6% CDF with variations in the height of the cone position 0 m, 0.33 m, and 0.66 m from the bottom of the settling zone. The raw water used is Sungai Batang Kuranji, Padang City with a turbidity of 25.875 – 26.012 NTU and alum as a coagulant in the coagulation process. The results showed that the efficiency of removal of turbidity at the height of the cone 0 m, 0.33 m, and 0.66 m respectively was 82.88%, 83.86%, and 84.60%. The height of the cone position 0.66 m from the bottom of the settling zone is the optimum position with a turbidity removal efficiency of 1.72% greater than the cone position at the bottom of the settling zone, which is 0 m. Analysis of the effect of the height of the cone position on the removal of turbidity using Spearman's Rank correlation showed a very strong influence, the higher the cone position the greater the removal efficiency. Reynolds number (NRe) and Froude number (NFr) in this exhaust stream are 23.83 and 9.33x10-4, respectively.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42100</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.58-64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 58-64</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42100/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62413</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:08:59Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Kecepatan Rotasi Unit Modifikasi Rotating Biological Contactor terhadap Kinerja Pengolahan Limbah Cair Kelapa Sawit</dc:title>
	<dc:creator>Rahmadi, Rais</dc:creator>
	<dc:creator>Nugrohoputri, Allifiya Salsabil</dc:creator>
	<dc:creator>Adam, Mayandra Salsabhila</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Ariani Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Allen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bioball; kecepatan rotasi; limbah cair kelapa sawit; rotating biological contactor; transfer oksigen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah cair kelapa sawit (LCKS) mengandung bahan organik dan padatan tersuspensi yang tinggi sehingga berbahaya jika dibuang ke lingkungan tanpa melalui proses pengolahan. Beberapa modifikasi unit pengolahan biologis terus dikembangkan untuk mengolah LCKS, antara lain unit rotating biological contactor (RBC). Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh variasi kecepatan rotasi dan penggunaan bioball terhadap kinerja unit modifikasi RBC. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan unit RBC berskala laboratorium dengan variasi kecepatan rotasi sebesar 3, 5, dan 8 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan rotasi secara signifikan memengaruhi kinerja sistem RBC. Penurunan kecepatan rotasi dari 8 rpm menjadi 3 rpm meningkatkan efisiensi penyisihan soluble chemical oxygen demand (SCOD) secara signifikan dari 62% menjadi 67,4% dan efisiensi total suspended solid (TSS) dari 66% menjadi 92,4%. Kecepatan rotasi rendah pada kandungan organik dan padatan tersuspensi yang tinggi akan memungkinkan lebih banyak waktu kontak antara LCKS dan mikroorganisme sehingga proses transfer oksigen menjadi lebih optimal untuk proses biodegradasi substrat. Walaupun efisiensi SCOD dan TSS mengalami peningkatan yang signifikan, nilai konsentrasi kedua parameter belum memenuhi baku mutu. Oleh karena itu, unit modifikasi RBC perlu diintegrasikan dengan unit pra-pengolahan seperti koagulasi-flokulasi atau media pertumbuhan attached growth tipe lain, seperti honeycomb untuk menghasilkan nilai konsentrasi efluen yang lebih optimum.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62413</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.73-84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 73-84</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62413/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14557</identifier>
				<datestamp>2017-07-19T17:40:14Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Tingkat Kenyamanan Di DKI Jakarta Berdasarkan Indeks THI (Temperature Humidity Index)</dc:title>
	<dc:creator>Wati, Trinah</dc:creator>
	<dc:creator>Fatkhuroyan, Fatkhuroyan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tingkat kenyamanan, temperature humidity index, urban heat island.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKFenomena iklim mempengaruhi kenyamanan fisiologis di daerah pemukiman. Analisa tingkat kenyamanan di DKI Jakarta dilakukan menggunakan THI (Temperature Humidity Index). Berdasarkan data iklim periode 1985 – 2012 stasiun Kemayoran, Tanjung Priok, Halim, Cengkareng dan Pondok Betung, hasil penelitian menunjukkan rata-rata prosentase tingkat kenyamanan harian dengan kategori tidak nyaman sebesar 22,1 % (81 hari per tahun), sebagian nyaman 71 % (259 hari per tahun) dan nyaman 7,1% (26 hari per tahun). Tingkat kenyamanan menunjukkan semakin ke tengah kota semakin besar prosentase tidak nyaman. Selama periode tersebut terjadi kecenderungan peningkatan indeks THI dengan signifikansi &gt; 50% menunjukkan tingkat kenyamanan di DKI Jakarta cenderung semakin tidak nyaman.Kata kunci: tingkat kenyamanan, temperature humidity index, urban heat islandABSTRACTClimate phenomenon affects physiological comfortableness in residential area. Analysis of thermal comfort level in DKI Jakarta were conducted using THI (Temperature Humidity Index).  Based on climate data stations in Kemayoran, Tanjung Priok, Halim, Cengkareng dan Pondok Betung during 1985-2012 showed that the average percentage of daily thermal comfort level with categories uncomfortable were 22,1% (81 days per year), half comfortable 71 % (259 days per year) and comfortable 7,1% (26 days per year). The study showed that the greater percentage uncomfortable level, the closer into the center of the city and during 1985 to 2012 the THI index tend to increasing with significant level more than 50% meant that the thermal comfort level tend to more uncomfortable.Keywords: thermal comfort level, temperature humidity index, urban heat islandCitation: Wati, T dan Fatkhuroyan. (2017). Analisis Tingkat Kenyamanan Di DKI Jakarta Berdasarkan Indeks THI (Temperature Humidity Index). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 57-63, doi:10.14710/jil.15.1.57-63</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-05-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14557</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.15.1.57-63</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 1 (2017): April 2017; 57-63</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14557/PDF</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/14557/1511</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/14557/1512</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47197</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T19:26:52Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Distribusi dan Sebaran Mikroplastik di Sedimen Perairan Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu</dc:title>
	<dc:creator>Meiwinda, Eka Rizki</dc:creator>
	<dc:creator>Lucyana, Lucyana</dc:creator>
	<dc:creator>Destiarini, Destiarini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Miroplastik; Kabupaten OKU; Sungai Ogan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah plastik yang dibuang ke lingkungan pada akhirnya akan masuk ke wilayah perairan.Mirkoplastik yang terdegradasi dapat ditemukan di sedimen perairan. Mikroplastik pada sedimen perairan berbahaya bagi organisme perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mikroplastik pada sedimen, jumlah, berat, distribusi dan sebaran mikroplastik di sedimen perairan Sungai Ogan. Metode Penelitian dilakukan dengan metode survey untuk mendapatkan data primer. Berdasarkan metode tersebut ditentukan 5 stasiun yang masing-masing mewakili daerah yang potensial tercemar mikroplastik pada sedimen untuk diambil sampel sedimen pada perairan. Sampel dan metode yang dipilih berdasarkan daerah yang potensial terkontaminasi mikroplastik yaitu daerah yang diduga memiliki potensi paling banyak terdapat sampah plastik. Penelitian ini akan dilaksanakan di sedimen perairan Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Pengamatan Mikroplastik pada sedimen di lakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap pegeringan, pengurangan volume, pemisahan densitas dan penghitungan dengan menggunakan mikroskop. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pencemaran, distribusi dan jenis mikroplastik yang terkandung di sedimen perairan Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jenis mikroplastik yang ditemukan di Sungai Ogan yaitu fiber dan film, dengan kelimpahan tertinggi di stasiun 4 dengan nilai 67 partikel/100g</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47197</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.387-392</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 387-392</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47197/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/70066</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluation of Quicklime Dose, Stirring Speed, and Reaction Time for Coal Mine Acid Water Treatment</dc:title>
	<dc:creator>Azteria, Veza</dc:creator>
	<dc:creator>Santoso, Joko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mining; Wastewater; Environment; Coal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: If not properly managed, coal mining activities can lead to significant damage to the earth's surface. Acid water, often referred to as acid mine drainage, typically forms during both active and inactive mining operations. This study aims to determine the effectiveness of the acid mine drainage treatment process with a quicklime neutralizing agent and was carried out to assess the reuse of acid mine drainage by the community. Methods: The research was carried out by taking samples of 200 liters of acid mine water released from the mining pit. This research utilized experimental methods to determine the neutralizing dose, stirring speed, and stirring time produced from mine acid. Results: The results of the research indicate that the dose of additional lime required is 0.145 grams of quicklime for 1 liter of acid mine water. It can be interpreted that for 1 m3 of wastewater, 0.145 kg of quicklime isrequired. As a result, with a wastewater flow rate of 700 m3/hour, 101.5 kilograms of quicklime is needed per hour. Processing acid mine drainage requires rapid stirring with a minimum speed of 100 rpm by stirring all the quicklime. Conclusion: The mixing process can be optimized by increasing the length of the acid mine drainage flow when lime is added before entering the settling pond. An analysis of the physical parameters revealed that the wastewater met quality standards.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70066</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1299-1307</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1299-1307</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70066/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/70066/18880</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/30824</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit : Persoalan Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Hidup (Studi Kasus Kab. Pelalawan, Riau)</dc:title>
	<dc:creator>Suryadi, Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Dharmawan, Arya Hadi</dc:creator>
	<dc:creator>Barus, Baba</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelapa sawit, Ekonomi, Sosial, Lingkugan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkebunan kelapa sawit berdampak positif dan negatif pada aspek-aspek lingkungan, sosial dan ekonomi komunitas lokal. Melalui pemahaman tentang data kondisi lingkungan, sosial dan ekonomi memudahkan pengambil keputusan dalam kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan wawancara mendalam (sebutkan jumlah responden, guideline wawancara mendalam sebutkan), penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kerentanan ekonomi, sosial dan ekologi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit.  Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara terstruktur dan mendalam.  Data sekunder yang diperoleh dari kantor desa, instansi pemerintahan terkait, BPS, buku, jurnal, atau data dari internet yang memuat teori atau hasil penelitian yang terkait. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ekspansi kelapa sawit yang terjadi di Desa terantang Manuk melalui pola pola PIR-Trans, KKPA, PKS tanpa kebun, jual beli, hibah, dan swadaya atau mandiri. Dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh ekspansi kelapa sawit yaitu menurunkan kerangaman buah, ikan, sayur, dan hewan buruan serta penurunan kuantitas air tanah terutama pada saat musim kemarau. Dampak ekonomi akibat ekspansi perkebunan sawit yaitu semakin terlihatnya gab ekonomi antara kelas atas, menengah dan bawah. Sedangkan dampak sosial yang ditimbulkan adalah berubahnya norma-norma adat, adanya praktek rent seeking serta munculnya konflik-konflik baru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30824</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.367-374</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 367-374</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/30824/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58736</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analysis the Effect of Flux and Water Characteristics on Polyethersulfone Ultrafiltration Membrane Performance as Pre-Treatment of SWRO</dc:title>
	<dc:creator>Laksono, Sucipta</dc:creator>
	<dc:creator>Irwan, Irwan</dc:creator>
	<dc:creator>Adityosulindro, Sandyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ultrafiltration membrane; Constant flux; Fouling; Organic matter; SWRO Pre-treatment</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Increasing human population resulted in higher demand for potable freshwater, while freshwater sources were limited. As an alternative solution, seawater was necessarily to be employed as a main source of water supply and necessarily treated with Seawater Reverse Osmosis (SWRO). However, membrane fouling of SWRO was occurred. Therefore, implementation of ultrafiltration membranes as pre-treatment were necessary. In this study, identification of removal efficiency seawater characteristics of TDS, COD, conductivity, and UV-Vis parameters at different flux and investigation of the fouling rate at variations filtration performance of the 50 kDa MWCO pore size PES ultrafiltration membrane was performed. Filtration of laboratory scale experiment with constant flux of 120 L/m²⋅h and 180 L/m²⋅h at dead-end operation was performed. Filtration of 50 kDa PES ultrafiltration membrane was able to remove effectively turbidity, TDS, UV-Vis, conductivity, and COD with 63±6%; 37±19%; 7±4%; 33±33%; dan 97.86%, respectively. Furthermore, related to membrane performance, filtration at 120 L/m²·h flux operation was found as the common fouling mechanisms, while flux operation at 180 L/m²·h resulted different behavior resulted for severe membrane performance.  The suitable operation of fluxes 120 L/m²·h was recommended to increase the performance and membrane lifespan as well as to decrease the load of SWRO unit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58736</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.836-844</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 836-844</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58736/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6345</identifier>
				<datestamp>2014-03-11T03:31:39Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMASI PROSES POLIMERISASI CNSL DENGAN FORMALDEHID UNTUK APLIKASI COATING FURNITURE</dc:title>
	<dc:creator>Budi, Faleh Setia</dc:creator>
	<dc:creator>Buchori, Luqman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">     </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">CNSL</dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">pelapisan</dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">phenol formaldehid</dc:contributor>
	<dc:date>2013-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6345</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.11.1.10-15</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 1 (2013): April 2013; 10-15</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6345/5315</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42639</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Sistem Pemilihan dan Daur Ulang Sampah Rumah Tangga di Daerah Perkotaan Menggunakan Pendekatan Life Cycle Assessment (LCA)</dc:title>
	<dc:creator>Adicita, Yosef</dc:creator>
	<dc:creator>Afifah, Anshah Silmi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sampah rumah tangga; LCA; GWP; Batam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Secara umum sistem pengelolan sampah padat rumah tangga yang ada di Kota Batam saat ini adalah dari sumber, pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan dan pemrosesan akhir. Salah satu proses yang dapat berpengaruh pada sistem pengelolaan sampah adalah proses daur ulang. Proses daur ulang belum dilakukan dengan baik dan maksimal karena dari setiap rumah tangga, sampah kemudian dikumpulkan dengan cara digabungkan tanpa memikirkan komponennya. Kurangnya proses pemisahan sampah berdasarkan komposisinya dapat berpengaruh pada lingkungan karena proses pengelolaan dan pengolahan tidak dilakukan dengan semestinya terutama pada saat pandemi seperti ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi dampak lingkungan dengan membandingkan empat skenario daur ulang yang berhubungan dengan proses pemisahan sampah menggunakan life cycle assessment (LCA). Penelitian akan dibagi menjadi lima tahapan yaitu tahapan pengumpulan data sekunder, penentuan skenario pemisahan sampah dan daur ulang, life cycle assessment (LCA) pengolahan dan analisis data menggunakan perhitungan IPCC dan kesimpulan serta rekomendasi. Hasil menunjukan bahwa skenario pertama yaitu pemisahan dilakukan 0,002% dari total sampah Kota Batam memiliki persentase Global Warming Potential (GWP) tertingi sebesar 36,82% dengan CH4 merupakan potensi senyawa tertinggi yang mempengaruhi persentase GWP.ABSTRACTIn general, the existing municipal solid waste management system in Batam City today is from the source, storage, collection, transfer, transportation and final disposal. One of the processes that can affect the waste management system is recycling. The recycling process has not been carried out optimally and adequately because of every household. Waste is then collected by combining it without thinking about the components. The lack of a waste separation process based on its composition can affect the environment because the management and processing process is not carried out properly, especially during a pandemic like this. This study aims to determine the potential environmental impact by comparing four recycling scenarios related to the waste separation process using a life cycle assessment (LCA). This study was divided into five steps first collected secondary data, determined waste separated and recycling scenario, data analyzed using IPCC, conclusion and recommendation. The results show that the first scenario, i.e. separation is done 0.002% of the total waste in Batam City, has the highest Global Warming Potential (GWP) percentage of 36.82%, with CH4 being the highest potential compound that affects the GWP percentage</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42639</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.406-413</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 406-413</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42639/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63875</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Konsep Cross Ventilation dan Split Level untuk Menghasilkan Sirkulasi Udara Alami pada Bangunan Rumah di Lahan Terbatas</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Bayu Setyo</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Anis</dc:creator>
	<dc:creator>Habsya, Chundakus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cross ventilation; desain rumah; green architecture; split level; sirkulasi udara alami</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Semakin tingginya harga lahan untuk perumahan menjadikan bangunan rumah sering dibangun di atas lahan yang terbatas. Fokus perencanaan bangunan sering hanya pada pemenuhan kebutuhan ruang tanpa memperhatikan kondisi sirkulasi udara alami. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rumah yang menggabungkan konsep cross ventilation dan split level untuk menghasilkan sirkulasi udara alami pada bangunan rumah dengan lahan terbatas. Metode penelitian pengembangan Tipe 1 Richey dan Klein diterapkan dengan mencakup tahap pendahuluan, perencanaan produk, evaluasi produk, dan validasi produk. Hasil pengembangan berupa desain rumah dua lantai dengan luas bangunan 74 m2 di atas lahan seluas 72 m2, dan 21,64 m2 luas bukaan. Kecepatan udara dominan untuk desain rumah ini adalah 0,9–1 m/s, menurut simulasi Autodesk CFD. Namun, meskipun kecepatan udara melebihi standar, yaitu 0,15–0,25 m/s, sirkulasi udara sesuai standar dapat dicapai hanya dengan boven dan pintu dan jendela ditutup. Rata-rata kecepatan udara dominan adalah 0,171–1,271 m/s. Suhu udara di rumah 25,01-25,05 °C, atau 18–30 °C, memenuhi persyaratan; penambahan vegetasi juga akan mengurangi masuknya udara panas. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan desain perumahan ramah lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63875</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.382-391</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 382-391</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63875/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19454</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:27:31Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Potensi Kawasan Laiwangi Wanggameti di Taman Nasional Matalawa Untuk Arahan Pengembangan Ekowisata</dc:title>
	<dc:creator>Mangngi Tiga, Melvi Reimon</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Eka Intan Kumala</dc:creator>
	<dc:creator>Ekayani, Meti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekowisata, strategi, wtp</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengembangan Taman Nasional sebagai kawasan ekowisata adalah salah satu altenatif untuk mengurangi degradasi kawasan konservasi di masa yang akan datang. Kawasan Laiwangi Wanggameti adalah salah satu kawasan hutan di Taman Nasiobnal Matalawa di Kabupaten Sumba Timur NTT mempunyai potensi sumberdaya alam yang layak untuk dikembangankan sebagai kawasan ekowisata. Penelitiian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan menganalisis potensi supply dan demand ekowisata kawasan Laiwangi Wanggameti; (2) menganalisis keinginan membayar pengunjung (WTP) potensial lokal; (3) merumuskan strategi pengembangan ekowisata kawasan Laiwangi Wanggameti. Potensi ekowisata dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Contingent Valuation Method digunakan untuk menganalisis keinginan membayar dan strategi pengembangan ekowisata di kawasan Laiwangi Wanggameti menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa objek di kawasan Laiwangi Wanggameti layak untuk dikembangkan dalam pengembangan ekowisata yakni gunung Wanggameti, dataran tinggi Katikuwai, area perkemahan di Wanggameti dan Praing Kareha, air terjun Laputi, danau Laputi dan area birdwatching di Billa. Nilai keinginan membayar calon pengunjung lokal sebesar Rp. 10.000 per orang per tiket. Strategi pengembangan ekowisata di kawasan Laiwangi Wanggameti dilakukan melalui strategi mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19454</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.32-41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 32-41</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19454/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/19454/2542</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48563</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T03:32:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis SWOT Keberlanjutan Bank Sampah Kota Padang untuk Mendukung Penggunaan Alternative Fuel and Raw Material (AFR) pada PT. Semen Padang</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Dean Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Raharjo, Slamet</dc:creator>
	<dc:creator>Aziz, Rizki</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bank Sampah, SWOT, Kalor, AFR, Sampah Terpilah.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah di Kota Padang mencapai 640 ton/hari yang akan diangkut ke Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPA). Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2012 bahwa pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle melalui Bank Sampah. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang tahun 2018, jumlah bank sampah yang aktif di Kota Padang berjumlah 7 unit. Bank sampah ini dapat mensuplai sebanyak 3,3 ton/bulan dari 36 ton/bulan untuk total keseluruhan kebutuhan Alternatif Fuel and Rawmaterial (AFR) yang dibutuhkan oleh PT. Semen Padang (0,03 % substitusi). Sampah terpilah ini berupa kertas/kardus dan plastik dengan nilai kalor masing-masing 3.645,67 dan 9.590,72 kkal/kg. Dengan demikian diperlukan kembali 68 Bank Sampah untuk memenuhi pasokan sampah AFR PTSP. Berdasarkan analisis Strength Weaknesses Opportunities Threats (SWOT) diketahui bahwa bank sampah di Kota Padang dalam posisi kuadran I (Progresif) dimana kondisi Bank Sampah kota Padang dalam keadaan prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48563</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.675-683</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 675-683</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48563/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/68224</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T14:45:23Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rekayasa Injeksi Air Hujan untuk Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Air Tanah di D.I. Yogyakarta dengan 3 Model Variasi Injeksi</dc:title>
	<dc:creator>Maryono, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Sembada, Pratama Tirza Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetya, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Sulaiman, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">injeksi air hujan; konservasi air tanah; sumur gali; efisiensi hidrologis; managed aquifer recharge</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Krisis air tanah di wilayah perkotaan semakin meningkat akibat perubahan iklim, peningkatan kebutuhan air, dan keterbatasan lahan resapan. Injeksi air hujan ke dalam sumur gali merupakan salah satu alternatif konservasi air tanah yang berpotensi diterapkan pada skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja hidrologis dan efisiensi injeksi air hujan melalui tiga model alat injeksi, yaitu model atap rendah, atap tinggi, dan model dengan tampungan. Penelitian dilakukan pada lima lokasi sumur gali masyarakat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Parameter utama yang dianalisis meliputi debit injeksi air hujan, luas atap bangunan, efisiensi injeksi per satuan luas atap, serta implikasinya terhadap stabilitas aliran dan konservasi akuifer dangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit injeksi air hujan berkisar antara 1,35–3,31 m³/jam dengan nilai rata-rata ±2,5 m³/jam. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa efisiensi injeksi yang dinormalisasi terhadap luas atap bangunan relatif homogen pada seluruh lokasi penelitian, yaitu sekitar 0,053 m³/jam/m², sehingga variasi debit injeksi absolut terutama dipengaruhi oleh luas bidang tangkapan hujan. Perbandingan antar model injeksi menunjukkan bahwa perbedaan kinerja utama tidak terletak pada efisiensi hidrologis, melainkan pada stabilitas aliran, pengendalian kualitas air, dan risiko gangguan akuifer. Penelitian ini menegaskan bahwa injeksi air hujan skala rumah tangga dapat berfungsi sebagai bentuk managed aquifer recharge berbasis komunitas yang efektif dan adaptif untuk kawasan permukiman perkotaan dengan keterbatasan lahan resapan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2026-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/68224</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1602-1610</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/68224/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/68224/18229</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/34627</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:25Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Effect of Activator Addition to the Compost with Biopore Infiltration Hole (BIH) Method</dc:title>
	<dc:creator>Ruslinda, Yenni</dc:creator>
	<dc:creator>Aziz, Rizki</dc:creator>
	<dc:creator>Arum, Larasati Sekar</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Novita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Activator, Biopore Infiltration Hole (BIH), Compost, Quality, Quantity</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The composition of organic waste reaches 59% of the total municipal solid waste in Indonesia. One way to process organic waste is composting by utilizing microorganisms to break down waste into compost. Naturally, the composting process took a long time but can be accelerated by adding microorganisms to the activator. This study analyzes the quality and quantity of compost using the Biopore Infiltration Hole (BIH) method with activator addition. Composting was duplicated in the yard area with clay soil type and water infiltration rate of 0,3 cm/hour. The BIH was made in a 10 cm diameter, a 100 cm depth, and the distance between the holes was 50 cm. Composting variations consist of variations in the composition of the raw materials and the activators' uses. Variations in the raw material composition consisted of 100% yard waste, 100% food waste, 50% yard waste and 50% food waste, and 70% food waste and 30% yard waste. In contrast, the activator variations consisted of no activator, EM4 activator, and Stardec activator. Compost analysis consists of maturity, quality of physical and macro elements, and quantity of compost. The results showed that all variations of composting had met the standard of maturity and quality of physical and macro elements according to SNI 19-7030-2004. The addition of activator affected composting time and compost quantity. The composting time in BIH with activator ranges from 41-60 days. In BIH without activator ranges from 65-75 days, there was a reduction in composting time by 15-25 days with the activator addition. However, the activator addition caused reducing the compost quantity by 10-20%. The selection of compost variations by scoring results in compost with a composition of 50% yard waste and 50% food waste and the addition of Stardec activators was the best variation in terms of compost maturity, quality, and quantity.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/34627</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.53-59</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 53-59</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/34627/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60584</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Spirulina platensis sebagai Agen Remediasi Air Limbah Laundry</dc:title>
	<dc:creator>Jabbar, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Amalia, Andin Vita</dc:creator>
	<dc:creator>Haris, Amnan</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Novi Ratna</dc:creator>
	<dc:creator>Falasifah, Falasifah</dc:creator>
	<dc:creator>Abdullatif, Mukhlis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bioremediasi; Limbah Laundry; Spirulina platensis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pertumbuhan populasi dan ekonomi telah meningkatkan jumlah bisnis laundry yang dapat memiliki dampak negatif terhadap lingkungan karena penggunaan deterjen sebagai bahan aktif dalam proses pencucian. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan Spirulina platensis sebagai agen remediasi limbah laundry. Tahapan penelitian meliputi penyiapan kultur Spirulina platensis, sampling limbah laundry, inokulasi limbah dengan Spirulina platensis, analisis karakteristik limbah remediasi, analisis mikroskopik dan pengukuran biomassa spirulina, dan identifikasi produk intermediet degradasi air limbah laundry. Penelitian dirancang dengan membuat perbandingan kultur spirulina: air limbah laundry (v/v) yaitu kultur A (5:1), B (1:1), dan C (1:5), dengan kultur kontrol adalah spirulina tanpa air limbah. Hasil menunjukkan kinerja terbaik remediasi pada kultur C dengan reduksi COD, BOD, dan TSS masing-masing 59,2; 69,5 dan 72,1%. Morfologi spirulina setelah meremediasi lebih pendek dengan bentuk yang abnormal, terpecah, kasar, dan adanya tempelan agregat sebagai adaptasi spirulina terhadap kondisi lingkungan. Biomassa bobot basah tertinggi dihasilkan oleh kultur A (6,3768 g), kemudian C (5,5423 g), dan B (4,9914 g) dengan reduksi berat berkisar 89-91%. Uji FTIR menunjukkan terjadi perubahan senyawa kimia di dalam spirulina. Hal ini membuktikan bahwa spirulina memiliki potensi menjanjikan dalam meremediasi limbah laundry.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60584</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1224-1231</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1224-1231</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60584/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/60584/15603</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7180</identifier>
				<datestamp>2014-08-05T01:16:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI KAWASAN KENDENG UTARA PROVINSI JAWA TENGAH</dc:title>
	<dc:creator>Purnaweni, Hartuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Kebijakan tentang pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia mengalami perubahan dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Keluarnya Undang-undang ini adalah karena dirasakan kerusakan lingkungan makin menjadi, sehingga perlu dikeluarkan sebuah kebijakan yang tidak hanya mengharuskan pengelolaan lingkungan akan tetapi juga perlindungan terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui tentang kebijakan lingkungan  kawasan karst Kendeng Utara di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah; (2) mengetahui pengelolaan lingkungan di kawasan karst Kendeng Utara, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.  Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian khususnya di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, karena di wilayah ini terutama terjadi pertentangan kepentingan terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan karst Kendeng Utara. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Kebijakan pengelolaan kawasan karst di Kecamatan Sukolilo terwujud dalam Peraturan Menteri dan Keputusan Gubernur Jawa Tengah, terkait dengan karakteristik geografis. (2) Pengelolaan lingkungan memenuhi tiga unsur POAC (Planning, Organizing, Actuating) yang menjadi fokus penelitian ini. Rekomendasinya adalah : (1) Kebijakan kawasan karst sebaiknya mempertimbangkan keunikan keunikan kawasan karst, kondisi sosial ekonomi sebagian masyarakat yang masih bersifat tradisional, dan dukungan publik perlu digalang oleh pemerintah untuk dilakukannya pembangunan yang seharusnya menguntungkan semua pihak, dan mengacu pada pembangunan berkelanjutan; (2) Pengelolaan lingkungan: (a) Planning/Perencanaan: pembangunan berkelanjutan seharusnya dikedepankan, dengan menekankan pada terwujudnya pembangunan sosial dimana peranserta dan keadilan menjadi bagian penting dalam pembangunan; (b) Organizing/Pengorganisasian: kepentingan yang bersinggungan dalam pengelolaan kawasan karst antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, yang seharusnya dilakukan dengan mengedepankan win-win solution, misalnya dengan pelaksanaan zonasi; (c) Actuating/Pelaksanaan: harus dimunculkan pelaksanaan optimatisasi pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien, dengan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan, sekiranya pabrik semen jadi didirikan di wilayah Sukolilo.   Kata kunci: kebijakan, lingkungan, kawasan karst, Kendeng Utara</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/7180</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.12.1.53-65</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 12, No 1 (2014): April 2014; 53-65</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/7180/5848</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44268</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan Di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Hana Muslimah Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Irsan, Robby</dc:creator>
	<dc:creator>Pramadita, Suci</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keselamatan Kerja, Iklim Kerja, Penerangan, Kebisingan, Semi-Kuantitatif, Tingkat Risiko</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan sistem yang perlu diperhatikan untuk menjaga efisiensi perusahaan dalam mengurangi kerugian pada hal produktivitas dan keselamatan tenaga kerja. Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel atau ULPLTD merupakan perusahaan bidang kelistrikan sehingga lingkungan perusahaan memerlukan penerapan sistem manajemen K3 agar dapat menunjang produktivitas perusahaan dan mengurangi kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui nilai pengukuran parameter penerangan, iklim kerja dan kebisingan yang akan dibandingkan dengan Permenaker No 05 Tahun 2018. Tujuan selanjutnya penelitian ini untuk mengetahui penilaian tingkatan risiko bahaya dilihat dari unsur konsekuensi dan kemungkinan pada tenaga kerja. Metode untuk mengidentifikasi tingkatan risiko bahaya menggunakan semi-kuantitatif yang memberikan peringkat dari suatu variabel potensi bahaya didasarkan pada keputusan subjektif. Lokasi penelitian berada di ULPLTD Sungai Raya Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat. Hasil dari pengukuran parameter penerangan metode setempat yang tidak memenuhi baku mutu berada pada panel 1 di ruangan sentral mesin yaitu 14,6 lux, sedangkan untuk metode umum ruangan yang tidak memenuhi parameter penerangan berada diruangan thermal oil yaitu 89 lux. Ruangan yang memiliki suhu tertinggi berada di ruangan thermal oil yaitu 28,83 ºC sedangkan ruangan yang memiliki kelembaban tertinggi berada di ruangan sentral mesin yaitu 63,5%. Untuk parameter kebisingan, nilai tertinggi berada dititik sentral mesin sebesar 115,7 dB. Hasil analisis manajemen keselamatan kerja, didapatkan sebanyak 42 variabel risiko yang teridentifikasi bahaya. Dari 42 variabel risiko yang teridentifikasi terdapat 37 variabel dengan tingkatan acceptable yaitu variabel yang masih dapat diterima atau aman menurut tenaga kerja dan 5 variabel dengan tingkatan priority 3 yaitu variabel yang berkemungkinan dapat terjadi menurut tenaga kerja. Parameter yang memiliki tingkatan risiko bahaya terbanyak yaitu parameter kebisingan karena dari 11 variabel terdapat 2 variabel risiko dengan tingkatan priority 3.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44268</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.726-734</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 726-734</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44268/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/65007</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Peternakan di Lima Kecamatan di Kawasan Pengembangan Pertanian Kabupaten Merauke</dc:title>
	<dc:creator>Djaja, Irba</dc:creator>
	<dc:creator>Passali, Daud Andang</dc:creator>
	<dc:creator>Yusuf, Mani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kawasan pengembangan; peternakan; Emisi; GRK; Ternak; Kontributor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kabupaten Merauke adalah Kabupaten penghasil beras utama dan sebagai penghasil ternak untuk wilayah Provinsi Papua Selatan. Produksi Beras di tahun 2022 sebesar sebesar 349.588ton dan ternak sebanyak 69.524 ekor yang didominasi 60 persenya adalah sapi potong. Secara nasional, total penghasil gas rumah kaca CH4 dan N2O adalah 10-12 % di sektor pertanian dan 18-51% di sektor peternakan.  Tujuan penelitian adalah menganalisis beban gas rumah kaca terhadap emisi gas CH4 dan N2O dari kegiatan peternakan di Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan adalah IPCC 2006 dan penyempurnaan 2006 (IPCC 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Kawasan Pengembangan Pertanian Kabupaten Merauke terhadap gas rumah kaca sebesar 59.0618 CO2-e Gg/tahun. Sumber pencemaran terbesar adalah Kecamatan Semangga yaitu 24,52% dan Kabupaten Tanah Miring 24,21%. Emisi gas CH4 dari fermentasi enterik 28,24 Gg CH4/tahun, emisi CH4 dari pengelolaan pupuk kandang 2,081 Gg CH4/tahun, emisi N2O langsung dari pengelolaan pupuk kandang 28,74Kg N2O/tahun. Sumber pencemaran terbesar adalah jenis hewan, daging sapi dan kambing yaitu sebesar 75,04% dan 10,575%. disusul kambing sebesar 10,57 %. Peternakan sapi berkontribusi terhadap pemanasan global, baik dari fermentasi enterik maupun dari CH4 dan NO2 dari pengolahan kotoran hewan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65007</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.688-695</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 688-695</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65007/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22618</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:30:33Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prediksi Erosi di Wilayah Jawa Timur</dc:title>
	<dc:creator>Taslim, Rhoshandhayani Koesiyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Mandala, Marga</dc:creator>
	<dc:creator>Indarto, Indarto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Erosion, usle, GIS, East Java</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Erosion is an event of eroding soil that occurs naturally.  However, human activities that change land use from natural (forestry, plantation, rural areas) to urban features can alter the erosion processes.  Rapid calculation of erosion level for the wide area is necessary for the management and conservation planning.  This research aims to analyze the erosion level in East Java area using USLE (Universal Soil Loss Equation) and GIS. The erosivity factor (R) is calculated from rainfall data. Vegetation factor (C) and the conservation factor (P) estimated from land use map.  The length and slope factor (LS) are calculated from the ASTER GDEM2, and the erodibility factor (K) is obtained from interpretation of soil map. Furthermore, all factors were analysed to calculate erosion rate. The result shows that the average erosion rate in East Java regions is 10,30 tons/ha/year.  The result also show that 78,71% area of East Java is classified as very low erosion rate (0-15 tons/ha/year); 10,75% classified as low erosion rate (15-60 tons/ha/year); 6,39% classified as  moderate erosion rate (60-180 tons/ha/year); and 2,83% is severe type (180-480 tons/ha/year). Only 1,31% from the total area is classified as very severe erosion rate (&gt;480 tons/ha/year). The result also shows that USLE can be used to facilitate rapid erosion prediction for wide area.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Universitas Jember</dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22618</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.323-332</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 323-332</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22618/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/55427</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Jaringan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga sebagai Bentuk Transisi Ekonomi Sirkular di Kota Surabaya</dc:title>
	<dc:creator>Larasati, Aida Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Santoso, Eko Budi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jaringan Pengelolaan Sampah; Ekonomi Sirkular; Analisis Jalur Sosial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Waste management in Surabaya City is part of a circular economy, various types of waste are processed into something that has a higher selling value and can drive the community's economy, both at the producer and consumer levels. This study explores how the flow of waste management takes place, both informally and formally. Through qualitative analysis in the form of social networks. The analysis visualizes the pattern of relations between actors and measures the centrality of each key actor. This analysis also helps researchers reveal that the criteria for social networks in waste management in the study area have the characteristics of transactional relationships and collaborative relationships with different patterns. In addition, the relational network looks different for the types of organic and inorganic waste, the highest complexity is found in the transactional network relationships for inorganic waste. Key actors, such as waste banks and scrap dealers, can connect massive collection points and waste management. In addition, researchers found that various parties have contributed significantly to realizing the circular economy transition. In collaboration relations, the Environmental Service has the main role as a regulator bridging the private sector, waste banks, and Non-Governmental Organizations (NGOs). The Main Waste Bank and the Nol Sampah Community have a role in encouraging changes in the community's paradigm to sort and manage waste with a different approach. In addition, the MSMEs and the informal sector have a significant role in transactional relations, forced by economic factors that can increase the recycling business field. The study findings also answer that household waste has been processed using the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle), part of the circular economy process. The potential for a circular economy transition can also be increased through various social approaches to increase cooperation and create more up-to-date innovations in waste management.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55427</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.248-257</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 248-257</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55427/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38897</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Perubahan Penutupan Lahan dan Potensi Karbon di Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan, Aceh Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Fadhli, Rahmat</dc:creator>
	<dc:creator>Sugianto, Sugianto</dc:creator>
	<dc:creator>Syakur, Syakur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perubahan penutupan lahan merupakan sektor penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar, termasuk di dalamnya adalah pemanfaatan lahan. Analisis tutupan lahan menjadi bagian penting dalam menentukan jumlah potensi karbon yang tersedia. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dari tahun 2003 hingga 2018 dan menghitung potensi karbon di Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan dengan luas objek penelitian 6.215 ha. Penelitian dilaksanakan selama 5 (lima) bulan. Penelitian ini menggunakan metode stock difference, yaitu metode perhitungan luas tutupan lahan dan stok karbon pada dua titik waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan luas tertinggi tahun 2018 seluas 263 ha dan terendah tahun 2009 seluas 108 ha. Lahan terbuka meningkat seluas 100 ha, pemukiman 81 ha, semak belukar 65 ha, pertanian lahan kering campur semak 32 ha. Sementara hutan lahan kering sekunder menurun 79 ha, hutan tanaman 76 ha, savanna 21 ha dan pertanian lahan kering 103 ha. Selama kurun waktu 15 tahun berdasarkan kelas penutupan lahan, cadangan karbon tertinggi pada tahun 2003 sebesar 656.053 ton, terendah tahun 2012 sebesar 620.992 ton. Laju serapan karbon tertinggi pada periode tahun 2015-2018 sebesar 94.615 ton CO2 dan terendah pada periode tahun 2009-2012 sebesar 1.981 ton CO2. Laju emisi tertinggi pada periode tahun 2003-2006 sebesar 79.559 ton CO2 dan terendah periode tahun 2006-2009 sebesar 9.069 ton CO2. Peningkatan serapan karbon diakibatkan oleh meningkatnya luas tutupan lahan pada hutan lahan kering sekunder dan adanya pemanfaatan lahan untuk pertanian lahan kering campur semak.ABSTRACTChanges in land cover are the largest contributor to greenhouse gas emissions, including land use. Land cover analysis is an important part in determining the potential amount of carbon available. The study aims to analyze changes in land cover from 2003 to 2018 and calculating the carbon potential in the Pocut Meurah Intan Forest Park with a research object area of 6,215 ha. The research was conducted for 5 (five) months. This research uses the stock difference method, namely the method of calculating land cover area dan stok karbon pada dua titik waktu. The results showed that the highest area change in 2018 was 263 ha and the lowest was in 2009 at 108 ha. Open land increased by 100 ha, settlement 81 ha, scrub 65 ha, dry land agriculture mixed with shrubs 32 ha. Meanwhile, secondary dry land forest decreased by 79 ha, plantation forest 76 ha, savanna 21 ha and dry land agriculture 103 ha. Over a 15 year period based on land cover class, the highest carbon stock in 2003 was 656,053 tons, the lowest was in 2012 at 620,992 tons. The highest carbon absorption rate in the 2015-2018 period was 94,615 tons of CO2 and the lowest was in the 2009-2012 period of 1,981 tons of CO2. The highest emission rate in the 2003-2006 period was 79,559 tonnes of CO2 and the lowest for the 2006-2009 period was 9,069 tonnes of CO2. The increase in carbon sequestration is caused by the increase in land cover in secondary dryland forest and the use of land for mixed dry land agriculture.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38897</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.450-458</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 450-458</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38897/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60547</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pengelolaan Sampah Terintegrasi Menuju Kampus  yang Berkelanjutan di Universitas Bakrie</dc:title>
	<dc:creator>Nursetyowati, Prismita</dc:creator>
	<dc:creator>Safrilah, Safrilah</dc:creator>
	<dc:creator>Zahra, Ninda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sampah; kampus; analisis kesetimbangan massa; TPB; Universitas Bakrie</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Universitas Bakrie adalah salah satu Universitas swasta di Jakarta Selatan yang mengintegrasikan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke dalam rencana strategis universitas untuk menuju kampus yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dilakukan analisis karakterisasi sampah, mencakup timbulan dan komposisi, penyusunan diagram kesetimbangan massa untuk melihat potensi pemanfaatan sampah serta perancangan strategi pengelolaan sampah. Sampah yang dihasilkan mencapai 35,65 kg/hari, dengan mayoritas plastik, kertas, dan sisa makanan masing-masing sebesar 36%, 33%, dan 25%. Namun, tidak semua sampah dapat dimanfaatkan, sehingga perlu mempertimbangkan kategori pemilahan berasaskan pemanfaatan. Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 102 Tahun 2021, di Universitas Bakrie, sampah anorganik yang berpotensi didaur ulang sebesar 36%, sampah organik mudah terurai yang berpotensi dikompos sebesar 25%, sampah residu untuk diangkut ke TPST Bantargebang sebesar 35%, dan sampah B3 sebesar 4%, yang memerlukan pengelolaan khusus oleh pihak ketiga. Dari analisis kesetimbangan massa, dengan mempertimbangkan informasi timbulan dan komposisi, ditemukan sampah sisa makanan dan sampah kaca memiliki recovery factor tertinggi, yakni 100%, diikuti oleh sampah plastik sebesar 67%. Pemilahan sampah di sumber yang efektif dapat meningkatkan nilai ini dengan memastikan sampah tidak tercampur dan kurang terkontaminasi, sehingga dapat meningkatkan recovery factor dan nilai ekonomis. Strategi pengelolaan sampah terintegrasi di Universitas Bakrie mempertimbangkan potensi pemanfaatan sampah, analisis kesetimbangan massa, dan kondisi eksisting di kampus dan diformulasikan dengan langkah-langkah terukur melalui: edukasi seluruh civitas akademika tentang pentingnya mengurangi timbulan sampah, penyediaan wadah sampah terpilah, penyusunan program pemanfaatan sampah, penjalinan kerja sama dengan pihak pengelola sampah, serta analisis dan pelaporan berkala untuk evaluasi pengelolaan sampah yang lebih efektif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60547</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1424-1434</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1424-1434</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60547/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/60547/15339</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/60547/15340</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10545</identifier>
				<datestamp>2017-03-01T03:08:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IMPLEMENTASI PROGRAM CSR LINGKUNGAN PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SUMATERA SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Enda Kartika</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyana, Andy</dc:creator>
	<dc:creator>Alfitri, Alfit</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Implementasi CSR lingkungan, sosial ekonomi masyarakat.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">CSR (Corporate Social Responsibility) lingkungan merupakan tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial dan lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Menurut Anatan (2008), CSR merupakan salah satu wujud partisipasi dunia usaha untuk mengembangkan program kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar melalui penciptaan dan pemeliharaan keseimbangan antara mencetak keuntungan, fungsi-fungsi sosial dan pemeliharaan lingkungan hidup. Penelitian ini  termasuk penelitian deskriptif dengan metode survey. Sampel penelitian berjumlah 382 Kepala Keluarga (KK) dengan teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Data disajikan dalam bentuk grafik serta narasi untuk menginterpretasikan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan skor jawaban responden implementasi program CSR lingkungan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk yang selalu dan sering dilakukan di Kelurahan Sukajadi, Air Gading, Talang Jawa, Saung Naga, Tanjung Agung, Pusar dan Batu Kuning adalah pada indikator program pengembangan prasarana keagamaan dan fasilitas umum dan indikator program pemberian bantuan korban bencana alam. Dapat disimpulkan bahwa Implementasi program CSR Lingkungan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah ring I Kabupaten Ogan Komering Ulu. Saran penelitian adalah perlu dibuat strategi kebijakan pembuatan program CSR Lingkungan PT Semen Baturaja yang lebih memperhatikan nilai lokal masyarakat, agar efektifitas dan efisiensi program dapat dicapai</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10545</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.13.1.42-52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 13, No 1 (2015): April 2015; 42-52</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10545/8389</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46632</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:23Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Sampah Sungai dan Perilaku Masyarakat Pesisir Terhadap Sampah Plastik: Studi Kasus di Sungai Pengarengan, Kabupaten Cirebon</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Ayu Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Frimawaty, Evi</dc:creator>
	<dc:creator>Dwiyitno, Dwiyitno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sampah plastik; sampah sungai; perilaku masyarakat; pencemaran sungai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan plastik terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi. Sayangnya, konsumsi plastik yang tinggi tidak diikuti dengan pengelolaan yang tepat sehingga menyebabkan sampah plastik yang berasal dari darat masuk ke badan sungai kemudian berakhir di wilayah pesisir dan mencemari lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pengarengan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Sungai Pengarengan merupakan jalur transportasi kapal nelayan menuju Laut Jawa, sehingga aktivitas masyarakatnya yang tinggi berpotensi menimbulkan pencemaran sampah ke lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik sampah plastik serta mengevaluasi hubungan antara aspek pengetahuan dengan perilaku masyarakat terkait sampah plastik yang mencemari lingkungan. Metode yang digunakan adalah kelimpahan pelepasan sampah dan puing-puing sampah dikumpulkan di dua titik sampling dengan menggunakan jaring yang memiliki ukuran mata jaring 5cm, dipasang pada waktu pagi hari sesuai lebar sungai. Data perilaku masyarakat terhadap sampah plastik diperoleh dari 110 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan total kelimpahan puing sampah sungai adalah 13200 ± 1678 item dan 14976 ± 1772 item. Kelimpahan puing sampah sungai tertinggi adalah bungkus sampah plastik tipis sebanyak 47% dan 46%, diikuti kayu ranting (39% dan 33%), styrofoam (3,6% dan 5,5%), sedotan (1,8% dan 2,2%), gelas plastik (1,5% dan 2,6%), kotak makanan, peralatan plastik, dll (1,4% dan 1,6%), serta plastik lainnya (2,2% dan 2,3%). Analisis statistik Kruskal Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang siginifikan terhadap kelimpahan total puing sampah plastik sungai di kedua titik sampling p= 0,875 (p&gt; 0,05). Hasil evaluasi perilaku masyarakat menunjukkan bahwa aspek pengetahuan memiliki kategori penilaian sangat baik (4,08), aspek sikap dengan kategori kurang baik (2,89), dan aspek perilaku dengan kategori baik (3,88). Analisis korelasi Pearson menunjukan terdapat hubungan positif yang kuat (r= 0,664) dan signifikan (sig.= 0,000)  antara aspek pengetahuan dengan perilaku. Aspek sikap dengan perilaku mempunyai hubungan positif yang lemah (r=0,183) dan signifikan (0,028).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46632</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.76-85</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 76-85</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46632/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/72064</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Faktor Internal dan Eksternal Proses Pengelolaan KHDTK Wanadipa Berbasis Peran serta Masyarakat dalam Fungsi Simpanan Karbon</dc:title>
	<dc:creator>Pinudya, Arinindyas Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Soedarmo, Sri Puryono Karto</dc:creator>
	<dc:creator>Kismartini, Kismartini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Faktor Eksternal; Faktor Internal; KHDTK; Simpanan karbon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia, salah satu negara yang memiliki hutan tropis terbesar di dunia dengan keanekaragaman jenis vegetasi yang sangat tinggi. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Wanadipa yaitu hutan pendidikan yang dikelola oleh Universitas Diponegoro dengan luas sebesar 99,65 Ha. Konflik penguasaan lahan antara pengelola kawasan tersebut dengan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, perubahan kebijakan pengelola hutan, serta minimnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengelolaan KHDTK menjadi masalah yang sering kali terjadi di kawasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor internal dan eksternal dalam konservasi dan pengelolaan KHDTK Wanadipa berbasis peran serta masyarakat untuk meningkatkan simpanan karbon. Penelitian ini dilakukan di KHDTK Wanadipa, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan wawancara dan studi dengan Dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang KHDTK Universitas Diponegoro Tahun 2023-2043. Secara umum, proses pengelolaan KHTDK Wanadipa dipengaruhi faktor internal berupa program kegiatan KHDTK Wanadipa, serta manajemen kelembagaan. Selain itu, faktor eksternal berupa komunikasi dan koordinasi KHDTK Wanadipa dengan berbagai pihak, serta faktor alam. Berdasarkan hasil analisis SWOT, menunjukkan bahwa salah satu strategi pengelolaan KHDTK Wanadipa berbasis partisipasi masyarakat guna meningkatkan potensi simpanan karbon yaitu berupa melakukan kegiatan penanaman, khususnya mahoni yang bekerja sama dengan mitra serta melibatkan petani pesanggem di dalam pelaksanaannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72064</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1004-1012</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1004-1012</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72064/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25764</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kecenderungan dan  Perubahan Hujan Ekstrem Harian di Pulau Madura</dc:title>
	<dc:creator>Fura, Ahmad Nur Akma Juangga</dc:creator>
	<dc:creator>Wiyono, Retno Utami Agung</dc:creator>
	<dc:creator>Indarto, Indarto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Madura ; trend analysis; extreme rainfall; Mann-Kendall; Rank-Sum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Madura is prone to high level of flood hazard. One of the main causes of floods is the extreme rainfall. Global warming allows changes in the amount of extreme rainfall. This research was conducted to identify and analyze trends, changes, and randomness of the maximum period of 24-hour extreme rainfall data on Madura Island. The method used was a non-parametric method which includes the Median Crossing test, the Mann-Kendall test, and the Rank-Sum test at the significance level of α =0.05. There were 31 rain gauge stations that were selected out of 66 rain gauge stations which has 20 consecutive years period rainfall data. The period of rainfall observation data was between 1991-2015. The highest extreme daily rainfall data was observed at Ketapang station (430 mm) while the lowest extreme daily rainfall data was observed at Saronggi Station (25 mm). It was found that the west side of  Madura Island and the mountain area show higher value of extreme daily rainfall than other area. High intensity of rainfall (&gt; 100 mm) was occurred in Arosbaya, Ketapang and Ambunten stations while other three stations showed lower intensity of rainfall (Tragah, Larangan and Saronggi). The results of the analysis showed that based on the Median Crossing test, most rain stations have data originating from random processes. A small part of the rain stations was analyzed based on the Mann-Kendal test and the Rank-Sum test. The result showed that the maximum 24-hour extreme rain trend was significantly decreased in a few locations  (Kamal, Ketapang, dan Ganding), while most stations (26 stations) have no experience a significant trend.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Universitas Jember</dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25764</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.89-96</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 89-96</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25764/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54160</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kondisi Eksisting Green Campus pada Dimensi Ekologi di Kampus Bina Widya Universitas Riau Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Darmawati, Darmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Sayuti, Irda</dc:creator>
	<dc:creator>Zulfarina, Zulfarina</dc:creator>
	<dc:creator>Nursal, Nursal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekologi; Green Campus; Kampus; Kondisi Eksisting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pelaksanaan program Green Campus Universitas Riau diimplementasikan dalam bentuk partisipasi dalam “UI GreenMetric World University Rankings“ yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan peringkat Oleh karena nya perlu diketahui kondisi eksisting Green Campus pada dimensi ekologi di kampus Bina Widya Universitas Riau Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, pengukuran atau penghitungan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Green Campus pada aspek indeks keanekaragaman spesies vegetasi pohon 1.09 kriteria sedang, yang berarti stabilitas ekosistem di Kampus Bina Widya dalam keadaan sedang atau cukup. Sedangkan untuk vegetasi tiang 0.60, pancang 0.46 dan semai 0.36 masing-masing dalam kategori rendah. Kampus perlu melakukan revegetasi kembali agar spesies vegetasi dapat berlanjut. Vegetasi didominasi oleh Swietenia macrophylla King. Untuk aspek energi, limbah, air, transportasi dan pendidikan juga perlu pengelolaan yang lebih baik lagi. Oleh karenanya kampus perlu memperhatikan pengelolaan Green Campus lebih optimal lagi agar Green Campus di kampus Bina Widya Universitas Riau tetap berkelanjutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54160</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.543-550</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 543-550</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54160/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/54160/13437</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/2081</identifier>
				<datestamp>2012-04-23T16:37:49Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) SEBAGAI RESIDU PESTISIDA PADA LAHAN PERTANIAN (Studi Kasus Pada  Lahan Pertanian Bawang Merah Di Kecamatan Gemuh  Kabupaten Kendal)</dc:title>
	<dc:creator>Karyadi, K</dc:creator>
	<dc:creator>Syafrudin, S</dc:creator>
	<dc:creator>Soterisnanto, Danny</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberhasilan pembangunan pertanian menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan terutama sumberdaya lahan. Produksi bawang merah rata-rata menurun setiap tahunnya, dikawatirkan akibat penggunaan bahan agrokimia seperti pestisida yang cenderung berlebihan baik konsentrasi maupun dosisnya, sehingga terjadi akumulasi logam-logam berat seperti Pb pada tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui: (i) pengaruh residu pestisida terutama logam berat Pb pada lahan pertanian bawang merah, (ii) tingkat pencemaran tanah akibat logam berat Pb, (iii) kandungan residu logam berat Pb dalam tanah. Metode penelitian adalah studi kasus pada lahan pertanian tanaman bawang merah dengan mengambil sampel tanah sebelum tanam dan sesudah panen, dan sampel pestisida yang digunakan, kemudian diuji kandungan Pb (mg/kg) baik sampel tanah maupun pestisida dengan metode uji AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 (tujuh) macam pestisida yang digunakan para petani mengandung logam berat Pb, dan dalam satu musim tanam dapat menyumbang Pb dalam tanah sebanyak 2991,26 mg/Ha. Ada tambahan  logam berat Pb yang merupakan selisih antara sebelum tanam dan sesudah panen sebesar 43,071,60 mg/Ha.  Angka koefisien korelasi sebesar 0,989** menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara variabel dosis pestisida terhadap tambahan logam berat Pb. Uji regresi linier berganda variabel frekuensi penyemprotan, dosis pestisida, dan variabel kandungan Pb dalam pestisida terbukti berpengaruh sangat signifikan terhadap tambahan logam berat Pb dalam tanah. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2081</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.9.1.1-9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 9, No 1 (2011): April 2011; 1-9</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60781</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kabupaten Kuningan Berdasarkan Tingkat Kesehatan Pohon</dc:title>
	<dc:creator>Karyaningsih, Ika</dc:creator>
	<dc:creator>Alfiyah, Desti Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Atsilah, Diyanah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ruang terbuka Hijau; Kesehatan Pohon; Kesehatan hutan; Kabupaten Kuningan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Upaya peningkatan fungsi RTH dapat dilakukan dengan meningkatkan pengelolaan lahan dan pohon penyusunnya. Individu pohon yang sehat sebagai bagian utama dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi yang sangat penting. Pohon merupakan penetralisir sumber pencemar gas buangan kendaraan bermotor, tajuknya yang rindang memberikan keteduhan, sistem perakarannya dapat meningkatkan infiltrasi air permukaan dan mengurangi air limpasan sehingga meningkatkan jumlah air di dalam tanah/serapan air tanah. maka penilaian kesehatan pohon penyusun RTH public di wilayah kabupaten kuningan perlu untuk dilakukan agar fungsi RTH secara ekologis dapat semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan yang terjadi pada pohon di 15 RTH public yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan adalah metode scoring dengan 3 (tiga) kriteria scoring berdasar Forest Healht Monitoring (FHM) yaitu lokasi kerusakan pohon, tipe kerusakan, penyebab kerusakan dan tingkat keparahan. 6 tipe kerusakan yaitu kangker, jamur, luka terbuka, akar patah dahan patah atau mati dan juga disebabkan kerusakan lain. Lokasi kerusakan ditemukan pada batang utama pohon baik batang bagian bawah, bagian atas dan ranting pohon, dengan tingkat keparahan kerusakan yang rendah antara 20% - 39%. Berbagai stategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan fungsi RTH kabupaten kuningan berdasar kondisi pohon penyusunnya antara lain dengan penataan landscape areal RTH, pengayaan dan peremajaan berbagai jenisjenis tanaman, penjarangan, pemeliharaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60781</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1663-1669</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1663-1669</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60781/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14600</identifier>
				<datestamp>2017-04-23T15:52:33Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Potensi Energi Alternatif Dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan Di Kabupaten Kotawaringin Timur</dc:title>
	<dc:creator>Alkusma, Yulian Mara</dc:creator>
	<dc:creator>Hermawan, Hermawan</dc:creator>
	<dc:creator>Hadiyanto, H</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKEnergi  memiliki  peranan penting dalam proses pembangunan yang pada akhirnya untuk mencapai tujuan sosial,  ekonomi  dan  lingkungan  untuk  serta  merupakan  pendukung bagi kegiatan  ekonomi  nasional. Sumber energi terbarukan yang berasal dari pemanfaatan biogas limbah cair kelapa sawit dapat menghasilkan energi listrik yang saat ini banyak bergantung pada generator diesel dengan biaya yang mahal.Limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent atau POME) adalah limbah cair yang berminyak dan tidak beracun, berasal dari proses pengolahan minyak kelapa sawit, namun limbah cair tersebut dapat menyebabkan bencana lingkungan apabila tidak dimanfaatkan dan dibuang di kolam terbuka karena akan melepaskan sejumlah besar gas metana dan gas berbahaya lainnya ke udara yang menyebabkan terjadinya emisi gas rumah kaca. Tingginya kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 50.000-70.000 mg/l dalam limbah cair kelapa sawit memberikan potensi untuk dapat di konversi menjadi listrik dengan menangkap biogas (gas metana) yang dihasilkan melalui serangkaian tahapan proses pemurnian. Di Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat 36 Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit yang total kapasitas pabriknya adalah sebesar 2.115 TBS/jam, menghasilkan limbah cair sebesar 1.269 ton limbah cari/jam dan mampu menghasilkan 42.300 m3 biogas.Kata kunci:  Renewable Energy, Plam Oil Mill Effluent, Chemical Oxygen Demand, Biogass, Methane. ABSTRACTEnergy has an important role in the development process and ultimately to achieve the objectives of social, economic and environment for as well as an environmental support for national economic activity. Renewable energy source derived from wastewater biogas utilization of oil palm can produce electrical energy which is currently heavily dependent on diesel generators at a cost that mahal.Limbah liquid palm oil (Palm Oil Mill Effluent, or POME) is the wastewater that is greasy and non-toxic, derived from the processing of palm oil, but the liquid waste could cause environmental disaster if not used and disposed of in open ponds because it will release large amounts of methane and other harmful gases into the air that cause greenhouse gas emissions. The high content of Chemical Oxygen Demand (COD) of 50000-70000 mg / l in the liquid waste palm oil provides the potential to be converted into electricity by capturing the biogas (methane gas) produced through a series of stages of the purification process. In East Kotawaringin there are 36 palm oil processing factory that total factory capacity is of 2,115 TBS / hour, producing 1,269 tons of liquid waste wastewater / h and is capable of producing 42,300 m3 of biogas.Keywords:  Renewable Energy, Plam Oil Mill Effluent, Chemical Oxygen Demand, Biogass, MethaneCara sitasi: Alkusma, Y.M., Hermawan, dan Hadiyanto. (2016). Pengembangan Potensi Energi Alternatif dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),96-102, doi:10.14710/jil.14.2.96-102</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-10-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14600</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.14.2.96-102</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016; 96-102</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14600/PDF</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46845</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Fenomena Ketidakamanan Pangan di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit: Kasus Desa Pedalaman Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Pipian, Pipian</dc:creator>
	<dc:creator>Sudrajat, Jajat</dc:creator>
	<dc:creator>Suharyani, Anita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelapa Sawit, kemiskinan, proporsi pengeluaran pangan, stabilitas ketersediaan pangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kehadiran kelapa sawit telah menimbulkan tekanan terhadap peluang budidaya komoditas tanaman pangan utama di tingkat desa. Hal ini menimbulkan konsekuensi merosotnya ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga tani. Studi ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas ketersediaan pangan rumah tangga tani dan proporsi rumah tangga terindikasi miskin berdasarkan proporsi pengeluaran pangan di sekitar perkebunan kelapa sawit. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penentuan sampel rumah tangga tani dilakukan berdasarkan metode simple random sampling, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil studi menunjukkan bahwa rumah tangga tani yang masih memiliki persediaan pangan stabil hanya sekitar 51%, sisanya memiliki persediaan pangan tidak stabil dengan indikasi menggantungkan pasokan pangan dari luar desa. Rata-rata konsumsi beras rumah tangga tani dengan persediaan pangan yang stabil mencapai kurang lebih 1,33 kg/hari dan memiliki persediaan pangan rata-rata selama 324 hari. Adapun berdasarkan pengeluaran pangannya, sekitar 39% rumah tangga tani memiliki proporsi pengeluaran pangan ≥ 60% yang mengindikasikan kecenderungan sebagai rumah tangga miskin. Hasil ini memberi informasi bahwa kehadiran komoditas kelapa sawit meskipun secara makro ekonomi dalam jangka pendek mampu meningkatkan perekonomian nasional dan daerah, namun di tingkat desa terbukti telah menimbulkan ketidakamanan pangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46845</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.289-298</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 289-298</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46845/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/70117</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Adsorption of Lead (Pb2+) Using Biochar Derived from Bamboo Waste Pyrolysis</dc:title>
	<dc:creator>Mufandi, Ilham</dc:creator>
	<dc:creator>Kholis, Muhammad Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Hamawi, Mahmudah</dc:creator>
	<dc:creator>Ardani, Much Taufik</dc:creator>
	<dc:creator>Kusuma, Hafidha Ayu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adsorption, Bamboo Waste; Biochar; Heavy Metal; Pyrolysis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The increasing of industrial activities and urbanization have led to the accumulation of heavy metals, which pose a high risk to human health and ecosystems. Adsorption using biochar from bamboo waste is an alternative solution as an adsorbent. This study evaluated the performance of biochar from pyrolysis of bamboo waste at various temperatures (300–600°C) for adsorption of lead (Pb²⁺) ions. The pyrolysis was conducted under a nitrogen gas atmosphere to prevent oxidation during thermal decomposition. Fourier Transform Infrared (FTIR) analysis revealed an increase in the stability of carbonyl (C=O) and carbon–nitrogen (C–N) functional groups with increasing temperature, which contributed to a stronger affinity for metal ions. Brunauer–Emmett–Teller (BET) analysis showed that biochar produced at 400 °C exhibited the most favorable surface characteristics, with a surface area of 178.56 m²/g, a pore volume of 0.091 cm³/g, and an average pore diameter of 2.05 nm. This sample also demonstrated the highest Pb²⁺ adsorption capacity of 52.4 mg/g. Despite higher porosity, the biochar produced at 600 °C showed diminished adsorption efficiency due to pore structure collapse and decreased carbon content. The findings suggest that biochar synthesized at 400 °C has strong potential for use in environmental remediation applications, particularly in mitigating lead contamination in water systems.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70117</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1205-1212</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1205-1212</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70117/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/70117/18958</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/29718</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemetaan Daya Dukung Lingkungan Berbasis Jasa Ekosistem Penyedia Pangan Dan Air Bersih Di Kota Pekalongan</dc:title>
	<dc:creator>Febriarta, Erik</dc:creator>
	<dc:creator>Oktama, Roza</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daya dukung, jasa ekosistem, sistem informasi geografis (SIG)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Identifikasi spaisal sumber daya alam merupakan salah satu pendekatan untuk mengetahui kapasitas sumber daya terhadap perubahan lahan laju pertumbuhan di suatu wilayah. Kota Pekalongan merupakan kota yang berada di pesisir utara Pulau Jawa yang mempunyai isu lingkungan berkurangnya ruang sumber daya lahan dikarenakan aktivitas pertumbuhan permukiman dan lahan terbangun. Selain itu mempunyai isu lingkungan menurunnya ketersediaan air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di Kota pekalongan dari sektor penyedia yaitu ketahanan pangan dan air bersih. Daya dukung dan daya tampung dengan berbasis jasa ekosistem mempunyai karakteristik yang lebih mencerminkan kondisi lingkungan dengan pendekatan ekoregion, yaitu pendekatan geomorfologi lingkungan dan kondisi eksisting dari penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan kelas daya dukung hidup penyedia pangan di Kota Pekalongan secara umum rendah 47,11%, sedangkan kelas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk air bersih secara umum adalah sedang 74,22%. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/29718</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.283-289</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 283-289</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/29718/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58292</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Municipal Waste Characterization and Reduction Potential in Singaraja City</dc:title>
	<dc:creator>Untari, Anak Agung Mas</dc:creator>
	<dc:creator>Wijaya, I Made Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Partama, I GD Yudha</dc:creator>
	<dc:creator>Ahire, Kailas Deoram</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Waste generation; Reduction potential; Waste Composition; Waste Management</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Bengkala Landfill serves as the sole waste disposal site in the Buleleng Regency, and its current waste accumulation has exceeded the landfill's capacity. The local government has endeavoured to reduce the influx of waste to the landfill by establishing a Recycling Centre (RC) for waste processing. This research aims to analyse the generation and characteristics of waste in Singaraja City, as well as its recycling potential, to support RC planning. The study's method is to look at how much waste is made and what kinds of things are made from it by using measurements made by the local government of Buleleng Regency in line with the Indonesian National Standard (SNI) 19-3964-1994. The analysis reveals that Singaraja City produces approximately 606.23 kg/day of waste, with a density of 0.244 kg/L. Organic waste dominates, constituting 66.31% of the total waste composition. Food waste and foliage are the highest components of organic waste, underscoring the significance of food waste reduction, including composting. Paper, wood, and plastic contribute 8.23%, 1.41%, and 14.57% of the waste, respectively. The study of waste composition in Singaraja City reveals both opportunities and challenges in waste management and sustainability. Singaraja City can benefit from initiatives such as plastic reduction programmes, glass recycling, and hazardous waste management to achieve sustainable waste practices. Achieving these goals necessitates public education, policy interventions, recycling infrastructure development, and stakeholder collaboration.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.756-765</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 756-765</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58292/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4415</identifier>
				<datestamp>2013-03-02T02:58:13Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMASI PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN KOMBINASI AKTIVATOR EM4 DAN MOL TERHADAP RASIO C/N</dc:title>
	<dc:creator>Subandriyo, S</dc:creator>
	<dc:creator>Anggoro, Didi Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Hadiyanto, H</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Penelitian ini menggunakan sampah organik rumah tangga berupa campuran sampah organik dari dapur dan kebun dengan penambahan aktivator EM4, MOL dan campuran EM4/MOL. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu perbandingan kombinasi volume campuran aktivator EM4 dan MOL dan waktu fermentasi. Data hasil percobaan diplotkan dalam sebuah model matematis dan selanjutnya dioptimasi menggunakan software Statistica 6.0 dengan metode Response Surface Methodology (RSM). Dari hasil penelitian diperoleh model matematika untuk hubungan penggunaan kombinasi aktivator EM4 dan MOL  untuk nilai C/N : Y= 20,47 – 3,53X1 – 1,20X2 – 3,80X12 – 0,31X22 – 0,08X1X2.Hasil kondisi optimum variabel pengomposan terhadap nilai parameter hasil kompos yang diperoleh dari Grafik response fitted surface dan contour plot yang dihasilkan menunjukkan jenis optimasi proses nilai C/N maksimal terjadi pada 21% (warna coklat tua) pada campuran EM4/MOL 0,6 sampai dengan 1,2 dan waktu fermentasi 14 sampai dengan 30 hari.   Kata kunci : sampah organik rumah tangga, pengomposan, response surfase methodology, rasio C/N.     ABSTRACT  This research using household organic waste that is a mixture of organic waste from the kitchen and garden with the addition of an activator EM4, MOL and mixed EM4/MOL. The research design used is a combination of volume mix ratio and activator EM4/MOL and the fermentation time. The data results was plotted on a mathematical model and then optimized using the software Statistica 6.0 Response Surface Methodology methods (RSM).The results obtained by use of a mathematical model for the relationship activator combination EM4 and MOL for a C/N: Y= 20,47 – 3,53X1 – 1,20X2 – 3,80X12 – 0,31X22 – 0,08X1X2.The optimum conditions for composting variable parameter values compost obtained from Graph fitted response surface and contour plots that indicates the type of process optimization resulting of C/N ratio maximum occurred in 21% (dark brown color) in a mixture EM4/MOL of 0.6 to 1.2 and fermentation time 14 to 30 days.   Keywords: household organic waste, composting, response surface methodology, the C/N ratio</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-11-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4415</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.10.2.70-75</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012; 70-75</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4415/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43253</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kesadarana Masyarakat Pesisir Terhadap Pengelolaan Sampah di Perairan Teluk Ambon Kota Ambon</dc:title>
	<dc:creator>Saptenno, Marthinus J</dc:creator>
	<dc:creator>Saptenno, Lidya BE</dc:creator>
	<dc:creator>Timisela, Natelda R</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Awareness; waste; management; SEM-PLS; Ambon City</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran masyarakat pesisir terhadap pengelolaan sampah di perairan Teluk Ambon Kota Ambon. Penentuan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan jumlah responden sebesar 148 orang. Analisis Data penelitian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis secara kualitatif untuk menjelaskan kesadaran masyarakat terhadap sampah di daerah pesisir sedangkan analisis data secara kuantitatif dilakukan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah menggunakan analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan sampah domestik terutama sampah plastik di Teluk Ambon bagian dalam mengalami peningkatan dalam 20 tahun terkahir. Kesadaran masyarakat yang dilihat dari aspek pengetahuan, sikap dan perilaku menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat rendah terhadap kesadaran dalam pengelolaan sampah. Sikap dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah baik, namun masih harus ditingkatkan terus kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah bagi masyarakat pesisir. Model struktural berdasarkan nilai t-value, menunjukkan bahwa konstruk pengetahuan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konstruk perilaku, karena nilai t-nya (t Pengetahuan -&gt; Perilaku =0,472 lebih kecil dari nilai yang disarankan (t-value &lt; 1,96). Pada konstruk perilaku memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konstruk kesadaran, nilai t-nya &gt; 1,96 (t perilakuàkesadaran=3,647). Sementara itu, konstruk sikap memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konstruk perilaku, nilai t-nya (t sikapà perilaku= 6,290) lebih besar dari nilai t yang disarankan (t &gt; 1,96). Nilai R-Square, diperoleh nilai untuk konstruk kesadaran dan perilaku masing-masing sebesar 0,235 dan 0,686. Hal ini dapat dijelaskan bahwa untuk setiap peningkatan sikap dapat memberikan pengaruh terhadap kesadaran dan perilaku masing-masing sebesar 23,5% dan 68,6%. Sedangkan sisanya yaitu masing-masing sebesar 76,5% dan 31,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.ABSTRACTThis study aims to analyze the factors that influence the level of awareness of coastal communities towards waste management in the waters of Ambon Bay, Ambon City. Determination of the sample is done by simple random sampling with the number of respondents amounted to 148 people. Analysis of research data was carried out qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis is to explain public awareness of waste in coastal areas, while quantitative data analysis is carried out to analyze factors that influence public awareness of waste management using SEM-PLS analysis. The results showed that the density of domestic waste, especially plastic waste in the inner Ambon Bay, has increased in the last 20 years. Public awareness seen from the aspect of knowledge, attitude and behavior shows that public knowledge is low on awareness in waste management. The attitude and behavior of the community in waste management is good, but awareness must continue to be increased about the importance of waste management for coastal communities. The structural model based on the t-value shows that the knowledge construct does not have a significant effect on the behavioral construct, because its t-value (t Knowledge -&gt; Behavior = 0.472 is smaller than the recommended value (t-value &lt; 1.96). The behavioral construct has a significant effect on the construct of consciousness, the t-value is &gt; 1.96 (t behavioràawareness=3.647). Meanwhile, the attitude construct has a significant influence on the behavioral construct, the t-value (t attitudeàbehavior) = 6.290) which is greater than the recommended t value (t &gt; 1.96). The value of R-Square, obtained values for the constructs of consciousness and behavior of 0.235 and 0.686, respectively. This can be explained that for each increase in attitude can have an effect on awareness and behavior are 23.5% and 68.6%, respectively, while the remaining 76.5% and 31.4% are influenced by other factors outside the model, respectively.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43253</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.365-374</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 365-374</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43253/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63100</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:00:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Strategi Inovatif Perguruan Tinggi dalam Menanamkan Sustainability Awareness pada Sivitas Akademika melalui Program Green Campus</dc:title>
	<dc:creator>Rachmadian, Robby Hilmi</dc:creator>
	<dc:creator>Sumarmi, Sumarmi</dc:creator>
	<dc:creator>Masruroh, Heni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perguruan tinggi; Ramah lingkungan; Green Campus; Sustainability Awareness</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Implementasi gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi suatu hal yang penting dalam institusi perguruan tinggi. Beberapa perguruan tinggi melakukan berbagai terobosan dan penetapan program keberlanjutan dalam jangka panjang yang sering disebut dengan program green campus. Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu perguruan tinggi yang menerapkan kebijakan green campus bertujuan untuk menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang hijau dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan rencana induk pengembangan Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi strategi inovatif UM dalam menanamkan sustainability awareness pada civitas akademika. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Malang (UM) yang dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024. Beberapa indikator yang dikaji dalam penelitian ini mengadaptasi sistem pemeringkatan UI GreenMetric. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kontekstual berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UM perlu meningkatkan kualitas lingkungan pada beberapa indikator, antara lain pengelolaan sampah, pengelolaan air, dan pengelolaan transportasi. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan adalah dengan mengedukasi sivitas akademika agar membentuk sustainability awareness. Upaya edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar para sivitas akademika dapat terus belajar dan memahami pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, upaya edukasi harus dilakukan dengan metode yang menarik dan interaktif, agar lebih mudah diimplementasikan dalam kehidupan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63100</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.10-22</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 10-22</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63100/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/63100/16401</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/18816</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:25:56Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Struktur Vegetasi Kawasan Hutan Pada Zona Ketinggian Berbeda di Kawasan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator>Suryana, Suryana</dc:creator>
	<dc:creator>Parikesit, Parikesit Parikesit</dc:creator>
	<dc:creator>Iskandar, Johan Iskandar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vegetasi;Hutan hujan pegunungan;suksesi seral</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKVegetasi Hutan di Kawasan Hutan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat telah dilakukan pada Maret – November 2016. Metode yang digunakan adalah metode survey.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik plot kuadrat yang diletakan di sepanjang transek. Sebanyak 43 jenis tumbuhan telah ditemukan yang terbagi ke dalam kategori pohon dewasa, tiang, pancang, dan semai. Kategori pohon, tiang pancang dan semai berturut-turut ditemukan sebanyak sebanyak 12, 25, 23, dan 21 jenis.  Kurai (Trema orientalis) adalah jenis yang menguasai pada kategori pohon, paku bagedor (Cyathea contaminans) pada kategori tiang, kiseureuh (Piper aduncum) pada kategori pancang, dan nangsi (Villebrunea rubescens) pada tingkat semai. Komposisi jenis vegetasi pada dua zona berbeda, tetapi jenis-jenis tumbuhan yang dominan pada dua zona tersebut hampir sama.  Hutan Gunung Galunggung masih berada dalam kondisi yang belum klimaks, populasi dan strukturnya masih dalam tahap perkembangan/tahap sekunder. Hal ini ditandai dengan tingkat keanekaragamannya yang sedang dan ditemukannya jenis huru (Litsea sp.), puspa (Schima walichii), hamerang (Vernonia arborea), dan nangsi (Villebrunea rubescens), serta jenis lainnya yang merupakan karakteristik hutan hujan pegunungan yang berada pada tahap suksesi “seral”.ABSTRACTThe study of forest vegetation in the area of Galunggung Mountains, Tasikmalaya Regency, West Java have been carried out in March to November 2016. The method used is survey method. The data was collected teknic square plots placed along the transect. The research found as many as 43 in the plant species, which are divided into categories of tree, poles, saplings and seedlings. Kurai (Trema orientalis) is dominant species into tree categories, Paku bagedor (Cyathea contaminans) into poles, Kiseureuh (Piper aduncum) into saplings, and Nangsi (Villebrunea rubescens) into seedlings.  The composition of vegetation types found in two different zones indicates a difference, but it can be said that the plant species are dominant in the two zones are almost the same. Galunggung forests are still in a state that has not climax, and the population structure is still in development (secondary stage). Marked with the current level of diversity and the discovery of Huru (Litsea sp.), Puspa (Schima walichii), Hamerang (Vernonia arborea), and Nangsi (Villebrunea rubescens), as well as other types that are characteristic of rain forest at mountian seral successional stage.Keywords: Vegetation, Rain Forest at Mountain, Seral Successional StageSitasi: Suryana, Iskandar, J., Parikesit, Partasasmita, R. dan Irawan, B. (2018). Struktur Vegetasi Kawasan Hutan pada Zona Ketinggian Berbeda di Kawasan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 130-135, doi:10.14710/jil.16.2.130-135 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Universitas Padjadjaran</dc:contributor>
	<dc:date>2018-12-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/18816</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jgi.%v.%i.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018; 130-135</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/18816/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52002</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prediksi Waktu Pemurnian Diri (Self Purification) pada Danau Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Maresi, Sinta Ramadhania Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Soesilo, Tri Edhi Budhi</dc:creator>
	<dc:creator>Meutia, Ami Aminah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemurnian diri, kualitas air, danau, aliran masuk, aliran keluar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gangguan pada danau Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan disebabkan oleh masuknya limbah domestik ke perairan karena aktivitas antropogenik dan banyaknya sisa pakan yang tidak terkonsumsi dari aktivitas keramba jaring apung. Kondisi ini menyebabkan danau semakin rentan terhadap gangguan lingkungan dan diperlukan upaya pengelolaan agar danau perkotaan dapat berkelanjutan. Analisis kemampuan pemurnian diri (self purification) danau secara alami dibutuhkan karena secara alaminya suatu danau dapat memperbaiki dirinya sendiri secara alami dari unsur pencemar. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi waktu yang diperlukan Situ Gintung dalam melakukan pemurnian diri. Riset ini menggunakan metode kuantitatif dengan cara mengumpulkan data kualitas air untuk menghitung lamanya waktu pemurnian diri. Waktu pemurnian diri suatu danau membutuhkan perhitungan morfometri danau, hasil kualitas air dengan parameter fisika (debit air dan kedalaman) dan kimia (BOD, COD, PO4, dan NH-3N) yang diolah menggunakan rumus Retention time (Rt), komparasi aliran masuk (inflow) dan aliran keluar (outflow), dan waktu pemurnian diri (Water Substitue Rate/WSR). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa debit air rata-rata tahunan yang keluar dari Situ Gintung tersebut adalah 92,79 m3/det, sehingga dapat diketahui bahwa waktu tinggal air danau sekitar ± 89,90 hari. Artinya air yang ada di danau akan berganti setiap 89,90 hari. Selanjutnya, waktu terlama yang dibutuhkan agar parameter-parameter kualitas air memenuhi baku mutu kelas 2 Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Lampiran 1) adalah selama 443 hari. Namun demikian, kondisi lama pemurnan diri tersebut akan berulang setiap tahun jika tidak ada upaya untuk mengurangi kandungan pencemar di danau tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu mengoptimalkan strategi berkelanjutan agar danau dapat memurnikan diri secara alami tanpa adanya penambahan sumber pencemar secara terus-menerus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52002</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.603-608</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 603-608</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52002/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/52002/12675</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/69246</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T13:45:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi pH, Massa Adsorben, Konsentrasi, Waktu Kontak, dan Pelarut Desorpsi pada Dispersive Solid Phase Extraction Berbasis Karbon Aktif dari Kayu Bakau untuk Penentuan Residu Ciprofloxacin</dc:title>
	<dc:creator>Trina, Innamaa</dc:creator>
	<dc:creator>Rinawati, Rinawati</dc:creator>
	<dc:creator>Kiswandono, Agung Abadi</dc:creator>
	<dc:creator>Suharso, Suharso</dc:creator>
	<dc:creator>Herasari, Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Andi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karbon Aktif; Kayu Bakau; Adsorpsi; Optimasi DSPE; Ciprofloxacin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan metode Dispersive Solid Phase Extraction (DSPE) berbasis karbon aktif dari kayu bakau untuk penentuan residu ciprofloxacin sebagai upaya mengurangi potensi pencemaran perairan oleh antibiotik. Karbon aktif yang digunakan memenuhi standar SNI 06-3730-1995. Karakterisasi SEM-EDX menunjukkan pori-pori lebih terbuka setelah aktivasi, dengan peningkatan kadar karbon dari 86,72% menjadi 87,71% serta penurunan oksigen dari 13,28% menjadi 12,29%. Analisis FTIR mengonfirmasi adanya gugus OH, C=O, C=C, dan C–O yang berperan dalam adsorpsi. Optimasi DSPE menunjukkan kondisi optimum pada konsentrasi 2 ppm, pH 4, massa adsorben 20 mg, dan waktu kontak 50 menit, dengan efisiensi adsorpsi 79,85%. Kondisi desorpsi terbaik diperoleh menggunakan pelarut asam asetat:metanol (2:8) dengan efisiensi 80,51%. Analisis isoterm menunjukkan bahwa model Langmuir maupun Freundlich hanya memberikan kecocokan moderat, sehingga diperlukan pendekatan isoterm lain untuk memahami mekanisme adsorpsi secara lebih komprehensif. Validasi metode menggunakan UV-Vis menunjukkan linearitas sangat baik dengan nilai R sebesar 0,9975, serta sensitivitas memadai dengan LoD 0,0461 ppm dan LoQ 0,1536 ppm. Nilai RSD 4,3518% dan recovery 80,89% memenuhi kriteria validasi analitik. Hasil ini menunjukkan bahwa karbon aktif kayu bakau berpotensi digunakan sebagai adsorben dalam penentuan dan pengolahan residu ciprofloxacin pada lingkungan perairan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69246</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.1509-1517</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1509-1517</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69246/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/32633</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:46:49Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penyisihan Nutrien Nitrogen pada Limbah Cair Artifisial NPK Menggunakan Sistem Floating Treatment Wetlands (FTWs)</dc:title>
	<dc:creator>Sugiarti, Sugiarti</dc:creator>
	<dc:creator>Setiadewi, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Oktaviyani, Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Rohaningsih, Denalis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nutrien N, Limbah cair artifisial NPK, Penyisihan konsentrasi, Tanaman air, Floating Treatment Wetlands</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lahan Basah Terapung atau Floating Treatment Wetlands (FTWs) merupakan salah satu alternatif pengolahan limbah secara alamiah untuk mengurangi kadar polutan pada suatu badan air dengan memanfaatkan akar tanaman sebagai penyerap polutan tersebut. Penelitian ini merupakan kajian awal pengolahan limbah pupuk NPK (dengan dasar senyawa N pada konsentrasi tertentu, menggunakan sistem FTW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penyisihan konsentrasi nutrien nitrogen, antara lain ammonia, nitrat, dan total nitrogen (TN), di dalam limbah cair artifisial NPK menggunakan sistem FTWs dengan pemanfaatan tanaman melati air (Echinodorus berteroi (Spreng.) Fassett) dan pisang–pisangan (Helliconia psittaforum) sebagai penyerap nutrien tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk rekomendasi alternatif teknologi pengolahan dalam mengatasi masalah pencemaran di perairan. Kolam percobaan sejumlah 4 (empat) diisi pupuk NPK sebagai limbah artifisial dengan konsentrasi N sebesar 2 mg/L. Kolam 1 merupakan kolam kontrol, kolam 2 berisi FTWs tanpa tanaman, kolam 3 berisi FTWs dengan tanaman melati air, dan kolam 4 berisi FTWs dengan tanaman pisang-pisangan. Sampling air dilakukan pada hari ke 3, 10, 24, 35, dan 112. Parameter yang diukur adalah pH, suhu air, kekeruhan, konduktivitas, oksigen terlarut, ammonia, nitrat, dan TN. Tanaman melati air dapat menyisihkan ammonia sebesar 91,19%, nitrat sebesar 100% dan TN sebesar 77,04%. Sedangkan, tanaman pisang-pisangan dapat menyisihkan ammonia sebesar 90,30%, nitrat sebesar 100% dan TN sebesar 67,12%. Kedua jenis tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik, yang ditandai dengan tumbuhnya daun, batang, bunga, dan akar tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa kedua jenis tanaman tersebut memiliki kemampuan menyerap nutrien nitrogen secara efektif melalui sistem pengolahan FTWs.ABSTRACTFloating Treatment Wetlands (FTWs) is an alternative natural waste treatment which is able to reduce contaminants contained in a water body by utilizing plant roots as an absorber of any pollutants. This research is a preliminary study of NPK fertilizer waste processing (based on N compounds at certain concentrations, using the FTW system).This study aims to determine the efficiency of removal of nitrogen nutrients, including ammonia, nitrate, and total nitrogen (TN), in NPK artificial wastewater using the FTW system. This FTW system utilized Echinodorus teroi (Spreng.) Fassett and Helliconia psittaforum as absorbers of nitrogen nutrient. The results of this study are expected to be the material for recommendations for alternative processing technologies in overcoming the problem of pollution in waters. Four experimental ponds were filled with NPK fertilizer as an artificial waste with nitrogen concentration of 2 mg/L. Pool 1 was a control pool, pool 2 contained FTW without plants, pool 3 contained FTW with Echinodorus teroi (Spreng.) Fassett, and pool 4 contains FTW with Helliconia psittaforum. Water sampling was carried out on days 3, 10, 24, 35, and 112. The parameters measured were pH, air temperature, turbidity, conductivity, dissolved oxygen, ammonia, nitrate, and TN. Echinodorus teroi (Spreng.) Fassett can remove ammonia by 91,19%, nitrate by 100% and TN by 77,04%. Meanwhile, Helliconia psittaforum can remove ammonia by 90,30%, nitrate by 100% and TN by 67,12%. Both types of plants showed good growth, which was indicated by the leaves growth, as well as the stems, flowers and roots. This showed that both types of plants have the ability to absorb nutrients effectively through the FTWs processing system.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32633</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.595-601</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 595-601</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32633/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56712</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Hujan Ekstrem di Kabupaten Banyumas Tahun 2016–2021</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Ryan Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Hermawan, Sekar Gading</dc:creator>
	<dc:creator>Nuladani, Aniworo</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Nanda Fuji</dc:creator>
	<dc:creator>Alfareta, Adhelia Widha</dc:creator>
	<dc:creator>Amanitya, Safira Bitanisa Adnia</dc:creator>
	<dc:creator>Bestari, Anindya Hias</dc:creator>
	<dc:creator>Qushoyyi, Naashiruddin Fikri</dc:creator>
	<dc:creator>Nurjani, Emilya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kabupaten Banyumas; Hujan Ekstrem; Intensitas; Pola; Bencana Hidrometeorologis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kabupaten Banyumas memiliki variasi topografi yang dapat memicu hujan ekstrem, menyebabkan daerah ini rawan bencana hidrometeorologis.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas, pola, dan faktor yang memengaruhi hujan ekstrem (IOD, ENSO, siklon) di Kabupaten Banyumas pada tahun 2016 - 2021 serta korelasinya dengan kejadian bencana hidrometeorologis. Data yang digunakan yaitu data hujan harian dari BBWS Serayu Opak dan Pusdataru Jawa Tengah, data historis siklon dari BMKG, data ONI dan DMI dari PSL NOAA, serta data kejadian bencana dari BPBD Banyumas dan Jawa Tengah. Analisis intensitas dilakukan dengan metode persentil. Pola distribusi jumlah kejadian hujan ekstrem dianalisis menggunakan data tabular dan  grafik. Analisis pengaruh siklon dilakukan dengan grafis sedangkan analisis pengaruh ENSO dan IOD dilakukan dengan komparasi tabular. Selanjutnya, dihitung koefisien phi (φ) antara kejadian hujan ekstrem dan bencana hidrometeorologis. Intensitas R90p, R95p, dan R99p di Kabupaten Banyumas berkisar pada 33 mm, 52 mm, dan 92 mm. Distribusi hujan ekstrem di Kabupaten Banyumas merata secara spasial.  IOD dan ENSO memiliki dampak signifikan pada kejadian hujan ekstrem sehingga diduga menjadi faktor penyebab pola temporal tersebut. Kejadian siklon memiliki pengaruh terhadap kejadian hujan ekstrem. Korelasi antara kejadian hujan ekstrem dan bencana umumnya lemah, karena keterbatasan jumlah pos hujan dan tingginya variasi lokal hujan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56712</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.1041-1053</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 1041-1053</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56712/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52628</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Status Mutu Air Sungai Akibat Buangan Air Lindi TPA Piyungan di Kabupaten Bantul</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Farida Afriani</dc:creator>
	<dc:creator>Syafrudin, Syafrudin</dc:creator>
	<dc:creator>Susilowati, Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lindi, TPA Piyungan, Pencemaran Sungai, Indeks Pencemaran (IP), Status Mutu Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research was conducted along a tributary that empties into the Opak River in Piyungan District. This study aimed to examine the characteristics of leachate from the Piyungan landfill, river water quality, and the status of river water quality due to the discharge of leachate from the Piyungan landfill. The research method used is a survey method with sampling and field observations. Purposive sampling is used to take river sample points. There are five sample points taken with 15 test parameters used to analyze river water quality, including COD, BOD, TSS, TDS, Zinc (Zn), Iron (Fe), Chromium, Copper (Cu), Lead (Pb), Mercury (Hg), pH, temperature, turbidity, color, and total coliform. River water quality status is obtained by calculating the Pollution Index (IP) of class II quality standard, Governor of DIY Regulation Number 20 of 2008, without the total coliform parameter. Based on the analysis results, the characteristics of the leachate water of the Piyungan TPA have concentrations of BOD, COD, TSS, TDS, and Iron (Fe), which exceed the quality standards of Yogyakarta Special Region Regulation Number 7 of 2016. River water quality shows that parameters BOD, COD, TSS, TDS, Zinc (Zn), Iron (Fe), turbidity, color, and total coliform exceed class II water quality standards regulation of the Governor of the Special Region of Yogyakarta Number 20 of 2008. The highest pollution load in rivers is Total Coliform, BOD, and COD. The status of river water quality from all sample point locations has the status of heavily polluted water (Point S1), moderately polluted (Point S2, S3, S4), and lightly polluted (Point S5). Thus, river water quality around the Piyungan landfill has decreased due to the discharge of leachate from the Piyungan landfill and community activities around the river.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52628</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.881-887</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 881-887</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52628/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/52628/12900</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44990</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:55Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kesejahteraan Masyarakat Petani Dataran Tinggi Dieng Menggunakan Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Isna</dc:creator>
	<dc:creator>Rudiarto, Iwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penghidupan berkelanjutan; aset; kesejahteraan; masyarakat petani.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dataran Tinggi Dieng terletak di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo memiliki produksi pertanian kentang yang tinggi. Namun kondisi tersebut tidak lantas membuat masyarakat Kecamatan Kejajar dalam keadaan ekonomi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi kesejahteraan masyarakat petani Dataran Tinggi Dieng menggunakan pendekatan penghidupan berkelanjutan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif didukung dengan metode analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuisioner dengan menggunakan teknik simple random sampling kepada 67 rumah tangga petani. Lima aset penghidupan berkelanjutan menjadi variabel dalam penelitian ini diantaranya adalah manusia, finansial, sosial, fisik dan alam. Kelima variabel tersebut memiliki indikator yang mewakili kesejahteraan masyarakat petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesejahteraan masyarakat petani Dataran Tinggi Dieng dalam kategori sedang (10,31). Aset yang berpengaruh dalam kesejahteraan masyarakat petani Dataran Tinggi Dieng adalah aset sosial diikuti aset fisik, aset manusia, aset alam dan aset finansial. Dari hasil penelitian yang didapatkan, diperlukan upaya lebih lanjut untuk penguatan aset fisik, manusia, alam dan finansial agar kehidupan masyarakat petani Dataran Tinggi Dieng lebih sejahtera dan terlindungi dari kemiskinan dan kerentanan.ABSTRACTDieng Plateau which is located in Kejajar Sub-District, Wonosobo Regency, has high agricultural productivity in potato as a main crop. However, the high agricultural productivity doesn’t make positive impact in economics to the community. This study aims to analyze the welfare of Dieng Plateau farmer community based on sustainable livelihood approach. The study uses quantitative approach supported by descriptive quantitative analysis. A household questionnaires were distributed with a random sampling technique to 67 farm household samples. Five capital assets of sustainable livelihood become variables in this study are human, financial, social, physical and natural. The five variables have indicators that represent walfare of farmer community. The finding reveal that welfare of Dieng Plateau farmer community in middle category (10,31). Social assets become the major assets that influence the welfare of Dieng Plateau farmer community with physical, human, natural and financial assets being the least. Therefore, efforts on strengthening human, natural and financial assets are necessary to be done to improve the welfare of Dieng Plateau farmer community and protect them from poverty and vulnerability.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44990</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.637-645</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 637-645</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44990/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/66236</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Fisis Atmosfer Saat Hujan Lebat Di Kabupaten Melawi Menggunakan Model WRF-ARW (Studi Kasus 30 Oktober 2021)</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhani, Novi</dc:creator>
	<dc:creator>Ihwan, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Ardianto, Randy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hujan lebat, Bencana banjir; Model; WRF-ARW; Kabupaten Melawi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada akhir bulan Oktober hingga awal bulan November 2021 telah terjadi banjir akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Banjir menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi seperti Menukung dan Ella Hilir. Peningkatan banjir akibat curah hujan yang tinggi dapat menimbulkan dampak kerugian material bahkan memakan korban jiwa. Kajian fisis atmosfer sangat diperlukan untuk memahami penyebab terjadinya hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan bencana banjir. Penelitian ini menerapkan model cuaca numerik Weather Research and Forecasting-Advanced Research WRF (WRF-ARW) untuk menganalisis kondisi fisis atmosfer saat kejadian banjir di Kabupaten Melawi dengan menggunakan data Final Global Data Assimilation System (FNL) untuk menjalankan model tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa beberapa parameter meteorologi menjadi faktor utama terjadinya hujan lebat yang menyebabkan banjir di Kabupaten Melawi. Parameter meteorologi seperti suhu udara, tekanan permukaan, kecepatan dan arah angin, kelembapan relatif, serta outgoing longwave radiation (OLR) dapat menyebabkan terjadinya hujan di Kabupaten Melawi. Sebelum hujan lebat terjadi di Kabupaten Melawi, terlebih dahulu ditandai dengan suhu udara yang tinggi mengakibatkan lajunya penguapan, tekanan permukaan yang rendah di beberapa wilayah yang menyebabkan terjadinya pola angin konvergensi, sehingga memunculkan awan-awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan. Kondisi atmosfer di Kabupaten Melawi yang lembab juga memicu terjadinya hujan lebat yang ditandai dengan nilai CAPE yang tinggi berkisar antara 1000 hingga 1300 J/kg. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah di Kabupaten Melawi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir.  Informasi tentang kondisi atmosfer yang dapat mendukung terjadinya hujan lebat memungkinkan adanya peringatan dini yang lebih akurat dan tepat waktu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66236</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.597-604</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 597-604</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66236/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21819</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:29:39Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Profil Ozone Permukaan (O3) Dan Gas Monoksida (CO) Antara Kota Bandung Dan Bukit Kototabang</dc:title>
	<dc:creator>sulistiyono, andi</dc:creator>
	<dc:creator>Hartanto, Hartanto</dc:creator>
	<dc:creator>Fathuroyan, Fathuroyan</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Dodi</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Ikhsan Buyung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bandung, Bukit Kototabang, Karbon Monoksida Ozon Permukaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ozone Permukaan (O3) terbentuk karena adanya proses fotokimia oleh perkusor pembentuknya salah satunya yaitu gas karbonmonoksida (CO). Dengan menggunakan data parameter gas CO dan O3diurnal hasil pengukuran di Stasiun GAW Bukit Kototabang dan Lapan Bandung,dianalisis untuk mengetahui profil diurnal gas CO dan O3 pada tipe wilayah Urban (Bandung) dan Non Urban (stasiun GAW Bukit Kototabang). Konsentrasi dan profil gas CO secara diurnal untuk wilayah tipe Urban dan Non Urban ditentukan oleh sumber serta waktu emisi dari CO. Untuk wilayah type Urban, grafik diurnal konsentrasi gas CO terjadi puncak dan lembah. Puncak konsentarsi CO terjadi saat warga kota beraktifitas dengan berefek pada emisi gas CO, sedangakan lembah konsentrasi gas CO adalah periode pembentukan O3 melalui proses fotokimia. Untuk wilayah Non Urban (Stasiun GAW Bukit Kototabang) tidak terjadi perbedaan nilai konsentasi yang besar untuk periode tertentu mengingat kedudukan stasiun GAW Bukit Kototabang jauh dari sumber emisi gas. Status kualitas udara tahun 2008 untuk wilayah kota bandung dan Stasiun GAW Bukit Kototabang masih pada kriteria sehat karena nilai dari CO dan O3 masih berada jauh pada dari nilai ambang batasnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">GAW Bukit Kototabang</dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21819</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.239-244</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 239-244</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21819/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/51385</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Preferensi dan Kesediaan Membayar Konsumen Terhadap Kantong Belanja Ramah Lingkungan di Provinsi DKI Jakarta</dc:title>
	<dc:creator>Benedicta, Nur Oktavia</dc:creator>
	<dc:creator>Sodri, Ahyahudin</dc:creator>
	<dc:creator>Triaswati, Ninasapti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebijakan lingkungan; Kantong belanja ramah lingkungan; Preferensi konsumen; Kesediaan membayar; Analisis konjoin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">As a form of commitment to reducing the amount of plastic waste in the environment, DKI Jakarta Province has issued Governor Regulation Number 142 of 2019 concerning the Obligation to Use Environmentally Friendly Shopping Bags in Shopping Centers, Supermarkets and People's Markets. On the roadmap proposed by the United Nations Environment Agency, Governments developing policies will need to verify the existence of valid alternatives before banning plastic bags. However, in this regulation, the type, size, material, price and sales of eco-friendly shopping bags are the responsibility of the business actor. The definition of a reasonable price, type, size, and material of shopping bags provided by business actors in this regulation is not clear and can lead to different perceptions, causing the implementation of this regulation to be ineffective. In this study, the types and price limits of eco-friendly shopping bags were analyzed based on the perception and willingness of the public as consumers to facilitate the implementation of regulations related to the use of eco-friendly shopping bags, especially in DKI Jakarta Province. This study uses a qualitative approach by conducting a survey of 406 female respondents with an age range of 18-40 years who live in DKI Jakarta Province. Conjoint analysis is used to determine preferences for eco-friendly shopping bags using SPSS version 24. Consumers' willingness to pay for eco-friendly shopping bags is analyzed using the Contingent Valuation Methode (CVM) approach. Based on the research results, consumers prefer eco-friendly shopping bags that are made of cloth, can be reused, and prefer to bring or provide them themselves rather than being provided by businesses but paying a fee. According to consumers, material attributes are the most important, followed by environmental and economic attributes. If required to pay, 28% of respondents are willing to pay with higher price than the average estimated price of consumers' willingness to pay (WTP), which is IDR 2,380 a piece. The government can use the results of an analysis of people's preferences and willingness to formulate the policies.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51385</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.155-162</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 155-162</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51385/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37389</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mengurangi keterbukaan hutan melalui teknik pemananenan kayu yang tepat di hutan alam</dc:title>
	<dc:creator>Yuniawati, Yuniawati</dc:creator>
	<dc:creator>Tampubolon, Rossi Margareth</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Timber harvesting; Natural forest; Improve technique; Conventional technique; Open forest areal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kegiatan pemanenan kayu memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap produksi kayu. Pohon produksi yang berada di dalam hutan tidak dapat dimanfaatkan jika tidak ditebang dan tidak dikeluarkan dari dalam hutan. Metode penelitian ini adalah membuat 6 plot contoh pengamatan (PCP) masing-masing 3 PCP untuk teknik perbaikan (TP) dan 3 PCP untuk teknik konvensional (TK) pada satu petak tebang, melakukan penebangan pohon dan penyaradan dengan  TP dan TK, melakukan pengamatan  dan pengukuran produktivitas pemanenan kayu dan luas areal hutan yang terbuka akibat penebangan dan penyaradan serta menganalisis pengaruh kedua teknik terhadap produktivitas  areal hutan terbuka dengan uji t. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dua teknik pemanenan kayu terhadap produktivitas dan areal hutan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Rata-rata produktivitas penebangan dengan TK dan TP masing-masing adalah 10,60 m3/jam dan 13,95 m3/jam 2) Rata-rata produktivitas penyaradan dengan TK dan TP masing-masing adalah 7,25 m3/jam dan 9,60 m3/jam;  3) Rata-rata areal hutan terbuka akibat penebangan dengan TK dan TP masing-masing adalah 15,67% dan 7,43% ; 4) Rata-rata areal hutan terbuka akibat penyaradan dengan  TK dan TP masing-masing adalah 10,50% dan 6,68%. Menerapkan teknik perbaikan dapat mengurangi terjadinya keterbukaan hutan pada penebangan dan penyaradan masing-masing sebesar 8,24% dan 3,82%.ABSTRACTTimber harvesting provides a very large contribution to timber production. Tree production that is in the forest can't be used if they are not felling and removed from the forest. This research method is to make 6 sample observation plot (SOP) each 3 SOP for improving technique (IT) and 3 SOP for conventional technique (CT) on one logging compartment, do felling and skidding by IT and CT, make observations, and measuring the productivity of timber harvesting and the area of open forest due to felling and skidding and analyzing the effect of the two techniques on the productivity of the open forest area with t-test. The research objective was to determine the effect of two timber harvesting techniques on productivity and open forest areas. The results showed that the average productivity of felling by CT and IT was 10.60 m3/hour and 13.95 m3/hour respectively. The average productivity of skidding by CT and IT was 7.25 m3/hour and 9.60 m3/hour respectively. The average open forest area due to felling by CT and IT was 15.6% and 7.43% respectively. The average open forest area due to skidding by CT and IT was 10.50% and 6.68% respectively. Applying improve technique reduced the open forest area through felling and skidding by 8.24% and 3.82% respectively.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37389</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.373-382</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 373-382</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37389/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60189</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan antara Atribut Pembentuk Kenyamanan Termal pada Kerapatan RTH yang Berbeda di Kawasan Street Canyon, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat</dc:title>
	<dc:creator>Tarigan, Doksa Safira</dc:creator>
	<dc:creator>Nasrullah, Nizar</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyantara, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Poerwanti, Jenny I S</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kenyamanan Termal; Ngarai Jalan; Ruang Terbuka Hijau; Jl MH Thamrin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Street Canyon adalah area jalan yang diapit oleh bangunan di kedua sisinya, menciptakan lingkungan seperti ngarai. Street Canyon mempengaruhi tingkat kenyamanan termal pengguna jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara masing-masing atribut kenyamanan termal di Street Canyon Jalan MH Thamrin pada kerapatan RTH yang berbeda ditinjau dari temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin, dan suhu permukaan. Kawasan tersebut diteliti berdasarkan dua segmen, yaitu RTH lebat dan RTH non lebat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengukuran atribut iklim dilakukan pada pagi, siang, dan sore hari selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut kenyamanan termal di Jalan MH Thamrin tidak memenuhi standar kenyamanan termal. Kenyamanan termal pada RTH non lebat lebih rendah dibandingkan RTH lebat. Nilai rata-rata tiap atribut kenyamanan termal melebihi ambang batas kenyamanan. Berdasarkan analisis NDVI, segmen RTH lebat terklasifikasikan kehijauan sedang (0,25&lt;NDVI&lt;0,35), dan segmen RTH non lebat tergolong kehijauan rendah (0,15&lt;NDVI&lt;0,25). Hasil analisis korelasi rank spearman menunjukkan, terdapat hubungan yang signifikan antara atribut kenyamanan termal yang dihubungkan dengan nilai sig. 0,000.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60189</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1349-1355</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1349-1355</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60189/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10535</identifier>
				<datestamp>2017-03-01T03:09:13Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESOLUSI KONFLIK ANTARA MASYARAKAT LOKAL DENGAN PERUSAHAAN PERTAMBANGAN (STUDI KASUS: KECAMATAN NAGA JUANG, KABUPATEN MANDAILING NATAL, PROVINSI SUMATERA UTARA)</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhan, Dian Taufik</dc:creator>
	<dc:creator>Budimanta, Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Soelarno, Soemarno Witoro</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Conflict, dynamics of conflict, conflict structure, conflict resolution</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Konflik antara PT. SMM, masyarakat Kecamatan Naga Juang, dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, berakar pada hubungan ekonomi yang menyangkut pengelolaan dan pemanfaatan komoditi emas. Penelitian ini berupaya melihat relasi di antara ketiga stakeholder tersebut. Melihat hal-hal yang menjadi sebab konflik, mengurai struktur dan dinamika konfik serta merumuskan strategi resolusi konflik. Hasil penelitian menunjukkan, dimensi sebab konflik disebabkan oleh dimensi ekonomi atas pengelolaan dan pemanfaatan komoditi emas, dimensi struktur dan dinamika sangat dipengaruhi oleh peran aktor yang mendorong peningkatan ketegangan dan eskalasi konfik. Resolusi konflik yang dirumuskan yaitu strategi akomodatif. Strategi akomodatif adalah strategi yang mengakomodir kepentingan dan espektasi dari dua stakeholder kunci yaitu, Pemkab Madina dan masyarakat Kecamatan Naga Juang.       Conflict between PT. SMM, Naga Juang district community, and the government of Mandailing Natal Regency, rooted in economic relations that concern to the management and utilization of gold’s commodity.  This research attempt to see the relationship between the three stakeholders, see the causes of conflict, analyze the structure and dynamics of conflict, and also formulate strategies of conflict resolution. The results showed, the economic dimension of the conflict caused by the management and utilization of gold commodity, structural and dynamics dimensions are strongly influenced by the role of actors which encouraged tension escalation and conflicts. The formulation of conflict resolution is an accommodative strategic which is a strategy that accommodates the interests and expectations of two key stakeholders, namely Mandailing Natal regencial government, and Naga Juang district community.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10535</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.12.2.92-104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014; 92-104</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10535/8379</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/41301</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:23Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Emisi Kendaraan Terhadap Kandungan Logam Timbal (Pb) Tanah dan Bulir Padi pada Lahan Sawah di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas</dc:title>
	<dc:creator>Manurung, Rinto</dc:creator>
	<dc:creator>Oktoriana, Shenny</dc:creator>
	<dc:creator>Suharyani, Anita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pb content, vehicle emission, soil, grain</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lead (Pb) is one of most toxic pollutants. The main sources of Pb comes from industrial and vehicle gases. Lead contained in gas from vehicle will be absorbed and accumulated in the soil. Leads in the soil, especially in paddy soil alongside highway with many vehicles have a potential to be absorbed and accumulated in the grain. Solubility of Pb in the soil affecting the absorption of paddy is controlled by soil properties such as texture, organic matter, pH and cation exchange capacity. The research aims to study the effect of vehicle emission on Pb content in the soil, soil properties that influences the presences of Pb in the soil and its accumulation in grain. The research was conducted in paddy soil located alongside the highway of Sambas Regency as a rice producing center in West Kalimantan. Distance of soil and grain samplaing from the road will be used as a treatment to observe the effect of vehicle emission on Pb content, ie 0 – 50 meters, 50 – 100 meters and more than 100 meters. Soil samples were taken at 0-20 cm and 20-50 cm depth. Soil samples and grains are destracted by using nitric acid, hydrogen peroxide and perchloric acid. Furthermore, Pb content was measured using Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). The results showed that there is no effect of land distance from the road to the soil content.  The average Pb content at 0-50 m, 50-100 m and more than 100 m at a depth of 0-20 cm were 29,62 ppm, 31,57 ppm and 35,03 ppm, respectively. While the average Pb content at a depth of 20-50 cm, respectively, were 27,16 ppm, 32,53 ppm and 35,97 ppm. The presence of Pb in the soil is significantly correlated with sand and clay fraction. The content of Pb on grains is above the tolerance limit (0,5 ppm) of Pb content in food, fruits and vegetables. Pb content is from 2,07 ppm to 5,10 ppm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41301</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.1-7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 1-7</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41301/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Rinto Manurung, Shenny Oktoriana, Anita Suharyani</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62141</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Bengkulu dan Perubahan Penggunaan Lahannya dalam Kaitannya dengan Kejadian Banjir</dc:title>
	<dc:creator>Saraswati, Gredia Sekar</dc:creator>
	<dc:creator>Asdak, Chay</dc:creator>
	<dc:creator>Joy, Benny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Banjir; DAS Air Bengkulu; karakteristik DAS; perubahan penggunaan lahan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu areal tempat berlangsungnya proses-proses biofisik hidrologis; yang menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya pada sungai utama ke laut atau danau.  Salah satu DAS dengan kepadatan penduduknya paling tinggi di Provinsi Bengkulu adalah DAS Air Bengkulu.  Penelitian ini dilakukan untuk melakukan pengkajian terhadap karakteristik DAS Air Bengkulu, perubahan penggunaan lahan tahun 2013-2022 dan hubungannya dengan frekuensi kejadian banjir. Analisis sistem informasi geografis (SIG), analisis data curah hujan harian, dan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) digunakan dalam penelitian ini.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Air Bengkulu memiliki luas ± 50.035 ha, keliling DAS-nya 110,63 km, Panjang sungai utama 57,91 km, lebar DAS-nya 20,13 km, Panjang DAS-nya 37,93 km, ketinggian tempat 0-1.000 mdpl, dan jumlah sungai keseluruhan 14 buah. Bentuk DAS ini termasuk paralel, dengan pola aliran sungainya denditrik dan nilai kerapatan sungai 1,06. DAS Air Bengkulu ini termasuk kategori yang harus dipulihkan karena memiliki lahan kritis yang luas. Dalam kurun waktu 10 tahun (2012-2021) telah terjadi perubahan penggunaan lahan di DAS Air Bengkulu. Penggunaan lahan berupa hutan berkurang seluas 2.684 ha (5,4%), perkebunan sawit bertambah 1.966 ha (3,9%), pemukiman bertambah 2.800 ha (5,6%), lahan pertanian campur bertambah 1.973 ha (3,9%), dan areal pertambangan bertambah 1.637 ha (3,2%).  Fluktuasi kejadian banjir yang terjadi di DAS Air Bengkulu dipengaruhi oleh intensitas curah hujan dan penggunaan lahannya. Korelasi luasan lahan pertanian, pemukiman, sawah; perkebunan dan pertambangan bernilai positif artinya meningkatnya jumlah penggunaan ini akan meningkatkan nilai debitnya.  Korelasi luasan hutan dan semak belukar bernilai negatif artinya meningkatnya luas penggunaan lahan ini akan menurunkan debit sungainya. Kelas penggunaan lahan dan curah hujan memiliki hubungan yang kuat terhadap debit total, dengan nilai diterminasi 95%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62141</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.915-922</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 915-922</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62141/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25271</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Ramah Lingkungan Terhadap Hasil Padi dan Emisi Gas Rumah Kaca di lahan Sawah Irigasi</dc:title>
	<dc:creator>Supriyo, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Hindarwati, Yulis</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlaily, R</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PTT , Padi, Emisi gas metana (CH4), Sawah irigasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Budidaya padi merupakan salah satu sumber potensial penyumbang gas rumah kaca seperti gas methan (CH4), yang menyumbang sekitar 11% berupa emisi gas CH4di dalam atmosfer. Implementasi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi sawah ramah lingkungan diharapkan mampu menekan emisi gas methan. Pengkajian telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan paket teknologi PTT padi Ramah Lingkungan yang  meningkatkan hasil padi dan menurunkan emisi gas methan pada lahan sawah irigasi. Pengkajian di lahan petani (“Onfarm research”) telah dilaksanakan pada daerah penghasil varietas Rojolele yaitu di Desa Gempol, Kab. Klaten dari bulan Maret sampai bulan September 2016 seluas 1,8 ha yang melibatkan sembilan petani binaan, setiap petani seluas 0,20 hektar. Rancangan Acak Kelompok digunakan dengan delapan ulangan. Dua jenis PTT Padi Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi eksisting.Pertama, PTT Padi  Ramah Lingkungan (PTTRL)) teridiri atas dua sumber pupuk organik yaitu pupuk kandang (PTTPukan)  dan petroganik (PTTPetro) . Kedua, PTT eksisting yang dominan (PTTExist). Data yang dikumpulkan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, komponen hasil dan hasil padi. Pengamatan emisi (gas CH4 dan gas N2O) dengan menggunakan “sungkup”  pada umur 42, 63, 105 dan 112 Hari setelah tanam (Hst). Pengukuran emisi rumah kaca dilaksanakan di Kantor Balingtan Pati. Analisis data menggunakan Uji beda Duncan pada taraf 0,05. Hasil penelitan menunjukkan bahwa  (1) Penerapan (PTTPetro) memberikan hasil yang tertinggi (5,219 t GKP/ha) meningkatkan hasil sebesar 30 % di atas kontrol ((3.620 t GKP/ha), dan menurunkan emisi gas CH4 sebesar 13,6% di bawah kontrol (emisi:76,05kg CH4/ha/musim).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25271</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.15-22</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 15-22</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25271/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52721</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Vegetasi Riparian Telaga Pengilon dan Gangguan Antropogenik</dc:title>
	<dc:creator>Jumari, Jumari</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprobowati, Tri Retnaningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dataran Tinggi Dieng; gangguan antropogenik; Pengelolalan Danau; Telaga Pengilon; vegetasi riparian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telaga Pengilon merupakan satu dari sejumlah telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Alih fungsi lahan , menjadi acaman serius bagi kelestarian Kawasan Dieng, termasuk keberadaan Telaga yang banyak dijumpai di Dieng. Vegetasi riparian Telaga berperan penting dalam menjaga keberadaan dan kualitas perairan telaga. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur dan komposisi jenis, Indeks Nilai Penting (INP) vegetasi dan dampaknya terhadap gangguan antropogenik. Lokasi penelitian dibagi 2 stasiun: Stasiun 1 (pinggir telaga); Stasiun 2 (kawasan perbukitan sekitar Telaga Pengilon). Sampling vegetasi menggunakan plot kuadrat, penentuan titik secara sistematik random sampling. Hasil penelitian didapatkan komposisi jenis tumbuhan penyusun vegetasi riparian Kawasan Telaga Pengilon meliputi 9 jenis pohon, 16 jenis semak-perdu dan 17 jenis herba. Vegetasi pada kawasan pinggir telaga (St1) didominasi oleh jenis herba. Jenis herba yang dominan adalah rumput Lempuyang (Panicum repens; INP 128,45%) dan kodominan rumput Wlingi (Actinoscirpus grossus; INP 58,65%). Pada tingkat semak, jenis dominan Glonggong (Arundo donax; INP 141,94%) dan kodominan Kecubung Hutan (Brugmansia. soaveolens; INP 62,79%) menutupi pinggir telaga yang berbatasan dengan kawasan perbukitan. Kawasan perbukitan didominasi oleh jenis pohon Kasia (Acacia decurrens) dan Puspa (Schima walichii). Aktifitas manusia dalam pengambilan air telaga dengan jumlah besar mempercepat pendangkalan air telaga terutama di musim kemarau. Tergesernya dominasi Rumput Wlingi (A. grossus) oleh jenis Rumput Lempuyang (P. repens), mengindikasikan semakin cepatnya pendangkalan Telaga Pengilon.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52721</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.455-463</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 455-463</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52721/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/41450</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Model Partisipasi Pelaku Usaha dan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Plastik Teluk Penyu Cilacap</dc:title>
	<dc:creator>Karnowati, Nandang Bekti</dc:creator>
	<dc:creator>Jayanti, Esih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">partisipasi, pengelolaan sampah, pemahaman; kemauan; pendapatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKBesarnya potensi wisata yang dimiliki pantai Teluk Penyu tidak diimbangi dengan tantangan yang dihadapi yaitu meningkatnya aktivitas pariwisata yang menyebabkan meningkatnya volume sampah di sekitar pantai. Permasalahan sampah dan potensi meningkatnya produksi sampah seiring dengan meningkatnya aktvitas ekonomi dan pariwisata, maka perlu adanya penanganan masalah pengelolaan sampah pantai Teluk Penyu Cilacap. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat partisipasi pelaku usaha dan masyarakat dan menguji pengaruh faktor pemahaman, kemauan dan pendapatan pelaku usaha dan masyarakat terhadap tingkat partisipasi. Jumlah responden sebanyak 162 yang terdiri dari 62 orang pelaku usaha dan 100 orang masyarakat yang berdomisili di sekitar pantai. Tingkat partisipasi diukur dari pola pewadahan dan pengumpulan sampah. Data kuesioner kemudian diolah dengan menggunakan analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi pelaku usaha dan masyarakat Teluk Penyu pada kategori tingkat sedang. Faktor pemahaman dan kemauan masyarakat tidak berpengaruh terhadap tingkat partisipasi, namun faktor pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat. Upaya peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah dikawasan wisata dapat dilakukan dengan membentuk unit teknis pengolahan sampah di lokasi wisata. Pemerintah, swasta, dan pihak lain harus mampu bersinergi dengan masyarakat  secara langsung dan berkesinambungan agar tujuan tersebut dapat tercapai. ABSTRACTThe magnitude of tourism potential owned by the Teluk Penyu beach is not balanced with the challenges faced, namely the increasing tourism activity that causes an increase in the volume of garbage around the beachThe problem of waste and the potential for increased waste production along with the increasing economic activity and tourism, it is necessary to handle the problem of Teluk Penyu beach waste management. This research was conducted to find out the level of participation of business actors and the community and test the influence of the understanding, willingness and income factors of business actors and the community on the level of participation. The number of respondents was 162 consisting of 62 business people and 100 people who were domiciled around the beach. Participation rates are measured from patterns of waste collection and collection. The questionnaire data was then processed using Partial Least Square (PLS) analysis.The results showed that the participation rate of business actors and the Turtle Bay community is at a moderate level category. The understanding and willingness of the community have no effect on the level of participation, but the income factor has a significant positive effect on the level of community participation. Efforts to improve welfare through community empowerment in waste management in a tourist area can be done by forming a technical unit of waste processing at tourist sites. Government, private sector, and others must be able to synergize with society directly and continuously so that these goals can be achieved.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41450</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.670-680</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 670-680</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41450/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/72029</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penilaian Spasial Kerentanan Air Tanah dengan Model DRASTIC untuk Mitigasi Risiko Pencemaran di Cekungan Air Tanah Jakarta</dc:title>
	<dc:creator>Azy, Fikri Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Martono, Dwi Nowo</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina, Haruki</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kerentanan air tanah, model DRASTIC, hidrogeologi, Cekungan Air Tanah Jakarta, risiko pencemaran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di wilayah perkotaan dengan kepadatan tinggi seperti Jakarta dan sekitarnya, proses urbanisasi dan pertumbuhan industri yang pesat telah menyebabkan pengambilan air tanah secara berlebihan serta penurunan kualitasnya. Berbagai polutan seperti nitrat, hidrokarbon dari minyak bumi, mikroba, dan bahan kimia beracun kini mengancam akuifer dan persediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian spasial terhadap tingkat kerentanan intrinsik air tanah di Cekungan Air Tanah Jakarta dengan menggunakan model DRASTIC dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan berdasarkan tujuh parameter utama hidrogeologi, yaitu kedalaman muka air tanah (D), imbuhan air (R), jenis akuifer (A), jenis tanah (S), topografi kemiringan lereng (T), pengaruh zona tak jenuh (I), dan konduktivitas hidraulik (C). Hasil analisis menghasilkan peta kerentanan yang mengelompokkan wilayah studi ke dalam empat kategori, yakni sangat rendah (0-2), rendah (3-5), sedang (6-8), dan tinggi (9-10). Wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi berada di bagian utara Jakarta seperti Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, dan sebagian Kota Bekasi, yang ditandai oleh kedalaman air tanah yang dangkal (hingga 0,15 meter) dan tingkat imbuhan air tanah yang tinggi (hingga 2.000 mm/tahun). Sementara itu, wilayah dengan tingkat kerentanan rendah terletak di Jakarta pusat dan di bagian selatan Jakarta seperti Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang Selatan, yang memiliki kedalaman air tanah lebih dari 30-meter serta tanah dengan porositas rendah. Temuan ini memberi gambaran akan perlunya pengelolaan air tanah yang baik, terutama di wilayah dengan laju urbanisasi yang tinggi. Studi ini diharapkan dapat menjadi dasar mitigasi kerentanan pencemaran di wilayah berisiko tinggi, khususnya untuk perencanaan tata ruang kota</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72029</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1013-1022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1013-1022</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72029/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/23238</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Pengawasan Kelembagaan dan Masyarakat Terhadap Kebijakan Penataan Ruang (Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung)</dc:title>
	<dc:creator>Kusyuniadi, Indraya</dc:creator>
	<dc:creator>Buchori, Imam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebijakan RTRW, Efetivitas, Pengawasan, Kawasan Lindung, Kelembagaan dan Masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung (KCAGK) adalah kawasan yang mempunyai keunikan batuan dan fosil, sehingga mendapat julukan sebagai “Black Box” dari proses alam semesta. Berdasarkan kebijakan tata ruang (RTRW) menetapkan KCAGK sebagai kawasan strategis sebagai fungsi daya dukung lahan. Konsekuensinya adalah semua aktifitas yang dapat mengubah bentukan geologi dilarang. Akan tetapi kegiatan penambangan masih menjadi ancaman akan hilangnya keanekaragaman bebatuan yang dilindungi. Penelitian ini memfokuskan pada aspek pengawasan yang terindikasi masih lemah dalam penyelenggaraan pentaan ruang, melalui aspek kelembagaan dan masyarakat. Aspek kelembagaan terdiri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indinesia (LIPI) dan pemerintah daerah melalui Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD), sedangkan aspek mayarakat diwakili tokoh lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis studi statistik deskriptif. Proses penelitian diawali dengan menentukan jumlah populasi untuk lembaga LIPI dan BKPRD melalui purposive sampling diperoleh jumlah sampling sebesar 8 responden. Penentuan jumlah responden masyarakat yang diwakili tokoh masyarakat, menggunakan random sampling dengan teknik area probability diperoleh sampling sebesar 20 responden.Tahapan kedua adalah pengisian kuesioner melalui wawancara langsung ke responden. Tahapan ketiga adalah melakukan analisis efektivitas pengawasan kebijakan tata ruang melalui peran kelembagaan dan masyarakat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peran dari kelembagaan dan masyarakat belum efektiv dalam melakukan tahapan pengawasan Peraturan Daerah (Perda) RTRW di KCAGK. Indikator dari ketidak efektivan dilihat dari: 1) sosialisasi kebijakan, 2) perizinan penambangan, 3) penerapan insentif dan disinsentif, 4) pembiayaan dan 5) pemantauan dan kepedulian lingkungan. Perlu suatu perbaikan dalam meningkatkan peran kelembagaan dan masyarakat, diantaranya 1) Lembaga BKPRD perlu ditinjau ulang keberadaannya, 2) peran masyarakat perlu di berikan kewenagan lebih dalam pengawasan lingkungan di KCAGK.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/23238</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.209-217</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 209-217</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/23238/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56461</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Citra Sentinel-1 SAR untuk Deteksi Banjir di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Dhanisa, Ria</dc:creator>
	<dc:creator>Sampurno, Joko</dc:creator>
	<dc:creator>Perdhana, Radhitya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Banjir; Sandai; Sentinel-1 SAR; Change Detection and Thresholding</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kecamatan Sandai di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, merupakan wilayah pedalaman yang sering terkena bencana banjir. Namun, keterbatasan data terkait kejadian banjir di kecamatan tersebut menjadi hambatan dalam memahami dan menganalisis dampak kejadian tersebut. Penelitian ini mencoba memanfaatkan citra Sentinel-1 Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk memetakan sebaran banjir dan menganalisis dampaknya terhadap populasi penduduk dan infrastruktur (bangunan dan jalan) di wilayah studi. Citra diolah menggunakan metode Change Detection and Thresholding (CDAT) untuk menghasilkan peta sebaran banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta sebaran banjir yang diperoleh memiliki tingkat akurasi yang cukup baik (0,67). Studi kasus pada kejadian banjir Oktober 2022 menunjukkan banjir berdampak signifikan terhadap jumlah penduduk (11.300 jiwa terdampak), bangunan (5.400 terendam), dan jaringan jalan (98 km tergenang). Hasil studi ini dapat digunakan oleh pemerintah setempat dalam merencanakan langkah-langkah mitigasi bencana banjir masa depan di lokasi studi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56461</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.672-677</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 672-677</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56461/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4078</identifier>
				<datestamp>2013-01-30T02:58:05Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PARTISIPASI MAYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KAWASAN HUTAN MANGROVE TUGUREJO DI KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Diarto, D</dc:creator>
	<dc:creator>Hendrarto, Boedi</dc:creator>
	<dc:creator>Suryoko, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Potensi dan keunikan sumber daya alam pada Kawasan Hutan Mangrove Tugurejo (KHMT) memiliki peran sangat signifikan dalam pengembangan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat pesisir. Pengelolaan lingkungan KHMT merupakan salah satu upaya dalam mendukung pengembangan wilayah pesisir secara optimal, bijaksana, dan bertanggung jawab, tentunya dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan berbagai pihak yang terkait serta dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan KHMT. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan  KHMT. Antusiasme, keinginan, dan harapan serta adanya kepedulian sosial masyarakat setempat merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan lingkungan KHMT.  Adanya partisipasi masyarakat menjadi faktor pendukung dalam upaya pengembangan wilayah pesisir Kota Semarang. Gambaran partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan KHMT ditunjukkan dengan tingginya keinginan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan serta adanya harapan terhadap upaya perlindungan atau perbaikan KHMT. Bentuk partisipasi masyarakat adalah partisipasi sukarela atau swakarsa.   Kata Kunci: Kawasan hutan mangrove tugurejo, Pengelolaam lingkungan, Partisipasi masyarakat    ABSTRACT  The potency and uniqueness of natural resources in Mangrove Forest Area of Tugurejo (KHMT) has a very significant role in developing economic, social, cultural, and environmental of coastal communities. Environmental Management of KHMT is one of effort to support the developing coastal areas optimally, wisely, and responsibly, of course, with the community participation and other stakeholders and also by considering the carrying capacity of KHMT. The objective  of this research was to provide an overview of community participation to environmental management of KHMT. The enthusiasm, desires, and expectations as well as the social concerns of local communities was a form of community participation in environmental management of KHMT. The community participation become a contributing factor in developing the coastal area of Semarang City. The overview of community participation to environmental management of KHMT was indicated by strong desire of the communities to maintain and preserve it and also the presence of community expectation for the protection or improvement of KHMT. The form of community participation was voluntary or spontaneous participation.   Keywords: Mangrove Forest Area of Tugurejo, Environmental Management, Commuunity Participation</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-04-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4078</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.10.1.1-7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 10, No 1 (2012): April 2012; 1-7</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4078/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43226</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Spesifikasi Pengukuran PM10 Dengan EPAM5000 dan BAM 1020 Terhadap Kelembaban Udara</dc:title>
	<dc:creator>Sulistiyono, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Davi, Rendi Septa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PM10; EPAM5000; BAM1020; Smart Heather; Aerosol Hidroskopis; Partikulat; Manual Zero</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">PM10 merupakan salah satu aerosol yang merupakan bagian dari partikel pencemar. Keberadaannya menempati  volume ruang di atmosfer dengan konsentrasi yang selalu tergabung dengan materi lainnya dan dipengaruhi oleh kondisi atmosfer setempat. Pengukuran PM10 pada periode waktu siang dan malam dengan menggunakan EPAM5000 dan BAM1020 telah dilakukan untuk mengetahui specifikasi alat terhadap hasil pengukuran pada responnya terhadap unsur cuaca (kelembaban). Data hasil pengukuran dan analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada hasil ukur konsentrasi PM10 pada periode malam pada EPAM5000 dan BAM1020 yang disebabkan oleh perbedaan pendukung instrument pada aliran udara masuk.  Adanya smart heather pada BAM1020 berfungsi untuk mengontrol kadar uap air dari aliran udara yang dihisap sedangan pada EPAM5000 udara yang dihisap langsung diukur kosentrasinya sehingga hasil ukur konsentrasi PM10 pada EPAM5000 lebih tinggi karena masih mengandung banyak uap air (aerosol hidroskopis). Adanya menu Manual Zero atau Auto Zero pada EPAM5000 untuk membersihkan optic sensor dan mereset menjadi 0 mg/m3. Pada periode malam, partikulat PM10 akan bergabung dengan uap air menyebabkan konsentrsi yang terukur pada EPAM5000 tinggi. Hal ini diperkuat oleh hasil korelasi menunjukkan bahwa nilai PM10 berkorelasi kuat terhadap kelembaban data pengukuran EPAM5000. Untuk ini perlu adanya metode untuk memisahkan PM10 dan materi lainnya (uap air) agar didapatkan nilai konsentarsi yang sebenarnya untuk menentukan kebijakan terkait kondisi udara yang terjadi.ABSTRACTPM10 is one of the aerosols which is part of polluting particles. Its existence occupies a volume of space in the atmosphere with a concentration that is always combined with other materials and is influenced by local atmospheric conditions. Measurement of PM10 in the time period of day and night using EPAM5000 and BAM1020 has been carried out to determine the specifications of the instrument on the measurement results in response to weather elements (humidity). Measurement data and correlation analysis indicate that there are differences in the results of measuring PM10 concentrations in the night period on EPAM5000 and BAM1020 due to differences in instrument support in the intake air flow. The presence of a smart heather on the BAM1020 functions to control the water vapor content of the sucked air stream, while on the EPAM5000 the air that is sucked is directly measured so that the concentration of PM10 on EPAM5000 is higher because it still contains a lot of water vapor (hydroscopic aerosol). There is a Manual Zero or Auto Zero menu on the EPAM5000 to clean the optical sensor and reset it to 0 mg/m3. During the night period, PM10 particulates will combine with water vapor causing concentrations measured at high EPAM5000. This is confirmed by the correlation results showing that the PM10 value has a strong correlation to the humidity of the EPAM5000 measurement data. For this, it is necessary to have a method for separating PM10 and other materials (water vapor) in order to obtain the actual concentration value to determine policies related to air conditions that occur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43226</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.242-251</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 242-251</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43226/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62242</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:37:50Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Assessment of Status and Sustainability Index for Smallholder Rubber Plantation in Riau Province of Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Azwar, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Andrini, Rozi</dc:creator>
	<dc:creator>Hamdalah, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Norhiza, Fitra Lestari</dc:creator>
	<dc:creator>Taslim, Rika</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Juandi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sustainability Index; Rubber; Plantation; Forest; Riau Province</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The conversion of rubber plantation to oil palm cultivation in Riau province is raising concerns regarding the decline of rubber commodity. Historically, the province has been a key producer of such commodity in Indonesia. The community-owned rubber plantation, on the other hand, is diminishing, leading to a troubling cycle that makes it difficult to establish environmentally sustainable programs. Therefore, this research aimed to assess sustainability of smallholder rubber plantation in Riau. It was observed that the comprehensive RapRubber analysis yielded an index of 39.76, classifying status as less sustainable. The results showed that the management of rubber plantation was under pressure. In a more detailed analysis, the ecological dimension had an index of 43.22, placing it in the less sustainable category. The economic dimension scored 50.80, signifying a relatively sustainable status. In contrast, the social dimension reduced with an index of 25.25, classifying it as less sustainable. The attributes that contributed to the unsustainability of the ecological dimension were fire frequency and by-products, while the factors contributing to less sustainability of the social dimension included the initial land-clearing methods, preservation practices, and local wisdom. In the economic dimension, land status and pricing were essential determinants of sustainability.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62242</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.208-217</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 208-217</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62242/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17828</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:24:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analysis of land cover change and its impact on peak discharge in Jelap Sub-Watershed, Sintang District</dc:title>
	<dc:creator>Auliyani, Diah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Landcover, Rainfall, Peak discharge, Jelap, Sintang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKInformasi mengenai debit puncak sangat penting dalam perencanaan pembangunan infrastruktur. Debit puncak dapat diprediksi menggunakan data dari alat pengukur tinggi muka air yang di pasang di outlet Daerah Aliran Sungai (DAS). Namun demikian, tidak semua DAS memiliki alat tersebut, terutama yang berada pada daerah dengan tingkat aksesibilitas rendah. Teknologi penginderaan jauh dapat menggantikan cara tersebut dalam menyediakan data dan informasi sumberdaya alam maupun pemantauan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan penutupan lahan terhadap debit puncak di Sub DAS Jelap. Sub DAS Jelap merupakan bagian dari DAS Kapuas yang berada di Kabupaten Sintang, Propinsi Kalimantan Barat. Data curah hujan diperoleh dari stasiun pengamatan curah hujan Bandara Susilo. Debit puncak dihitung menggunakan metode Rational dengan memanfaatkan data satelit penginderaan jauh berupa Digital Elevation Model/ Shuttle Radar Topography Mission (DEM/ SRTM). Selama 1990-2016, hutan lahan kering sekunder dan hutan rawa sekunder mengalami penurunan seluas 1298 ha dan 338 ha, sedangkan semak belukar, semak belukar rawa, pertanian lahan kering campur semak, perkebunan dan area pertambangan mengalami peningkatan sebesar 78 ha, 102 ha, 814 ha, 640 ha, dan 2 ha. Perubahan penutupan lahan tersebut telah meningkatkan koefisien runoff dengan rata-rata peningkatan sebesar 0,14%. Dengan luas daerah terbangun kurang dari 1%, debit puncak yang dihasilkan berdasarkan analisis spasial memiliki pola yang hampir sama dengan fluktuasi curah hujan maksimum. Hal ini menunjukkan bahwa dibandingkan faktor lainnya, curah hujan maksimum merupakan faktor yang sangat menentukan nilai debit puncak di Sub DAS Jelap.Kata kunci: Penutupan lahan, curah hujan, debit puncak, Jelap, SintangEnglish title: Analysis of land cover change and its impact on peak discharge in Jelap Sub-Watershed, Sintang DistrictABSTRACTInformation on peak discharge is crucial in infrastructure development planning. Peak discharge could be predicted using data from water level gauges which installed at the watershed outlet. However, not all of the watersheds have such tools, especially those in areas with low accessibility levels. Remote sensing technology could replace such tools in providing data and information of natural resources as well as environmental monitoring. The objective of this research was to analyze the land cover change and its impact on peak discharge at Jelap Sub-Watershed. Jelap Sub-Watershed is part of Kapuas Watershed located in Sintang District, West Kalimantan Province. The rainfall data were collected from Susilo Airport Rainfall Station. Peak discharge was calculated using a rational method by utilizing remote sensing satellite data in the form of Digital Elevation Model/ Shuttle Radar Topography Mission (DEM/ SRTM). Throughout 1990-2016, the area of secondary dry land forest and secondary swamp forest declined by 1298 ha and 338 ha, while shrubs, swamp shrubs, mixed dry land agriculture, plantations, and mining areas increased by 78 ha, 102 ha, 814 ha, 640 ha, and 2 ha. The change in land cover has increased the runoff coefficient with 0,14% average increment. With built area less than 1%, the peak discharge generated spatially had a similar pattern with the fluctuation of maximum rainfall. Compared to other factors, the maximum rainfall was the most decisive factor to determine peak discharge in Jelap Sub-Watershed.Keywords: Landcover, Rainfall, Peak discharge, Jelap, SintangCitation: Auliyani, D. (2018). Analisis perubahan penutupan lahan dan pengaruhnya terhadap debit puncak di Sub Daerah Aliran Sungai Jelap, Kabupaten Sintang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1),61-67, doi:10.14710/jil.16.1.61-67</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-06-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17828</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/nts.v%vi%i.17828</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 1 (2018): April 2018; 61-67</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17828/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49039</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Adaptasi Petani Minyak Kayu Putih Sebagai Dampak Pandemi Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Umanailo, Muhamad Chairul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adaptation; Land, Farmers; Strategy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Eucalyptus oil is a superior regional commodity in Buru Regency. In addition to the relatively high selling price, oil derived from the eucalyptus plant is needed by various industrial sectors to be used as an essential ingredient for medicine. However, when we examine the daily lives of eucalyptus oil farmers, we will find that the economic situation is quite worrying, and the socio-economic environment lags behind the workers in other sectors. If natural resources are abundant, eucalyptus oil workers should be able to have a decent life, especially amid the Covid-19 pandemic, which severely limits the social and economic space of workers. This study uses a phenomenological approach, the determination of informants using a purposive sampling technique based on predetermined criteria and determined based on the research objectives. Field findings show that farmers use physical adaptation strategies to meet production targets, negatively impacting labor and land sustainability. Excessive time and work patterns result in the emergence of physical insecurity among farmers, as well as land degradation, which endangers the survival of farmers. We propose that intensive and constant rehabilitation of production can reduce the detrimental impact of the physical approach of eucalyptus oil farmers during the pandemic, ensuring the sustainability of farmers and land.Keywords: Adaptation; Land, Farmers; Strategy</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49039</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.515-521</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 515-521</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49039/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/49039/11636</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67279</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:52:50Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">A Review: Application of Bioremediation and Phytoremediation Techniques for Heavy Metal Contamination in Mining Areas of Sulawesi, Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Azis, Fitria</dc:creator>
	<dc:creator>Nurfadini, Nurfadini</dc:creator>
	<dc:creator>Ahmad, Ahyar</dc:creator>
	<dc:creator>Febryanti, Amalyah</dc:creator>
	<dc:creator>Sappewali, Sappewali</dc:creator>
	<dc:creator>Ardita R, Dian Fitrah</dc:creator>
	<dc:creator>Asmi, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Karim, Harningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mining has been a practice spanning millennia, leaving behind a legacy of mine waste containing hazardous substances, including various metals in nearly every country. Indonesia is one of the most nickel-rich regions in the world. Some of these resources are located in the Sulawesi and North Maluku regions. Sulawesi includes Central Sulawesi, South Sulawesi and Southeast Sulawesi. Pollutants in the form of mercury metal (Hg), lead metal (Pb), cadmium metal (Cd), and chromium metal (Cr) are considered toxic and difficult to remove due to their stable nature. Effective remediation methods are imperative in response to this issue, among which bioremediation and phytoremediation stand out. Bioremediation employs microorganisms to detoxify the environment of heavy metals, while phytoremediation utilizes plants for the same purpose. Both methods involve intricate interactions among plants, microbes, and their substrates to purify the environment and facilitate further filtration. Bioremediation encompasses two primary approaches: the in-situ method and the ex-situ method. In situ methods include bioventing, biosparging, bioaugmentation, and biostimulation. Ex-situ methods, contaminated soil or water is retrieved from its origin and purified elsewhere by living organisms; this process utilizes bioreactors, aeration, steam regulation, and additional nutrients to increase the rate of pollutant decomposition. The bioremediation mechanism involving microorganisms employs biosorption, bioaccumulation, biotransformation, and bioleaching. Phytoremediation employs several methods, including phytoextraction, phytofiltration, phytovolatilization, phytodegradation, and phytodesalination. Identifying efficient hyperaccumulators is the most direct approach for successful heavy metal phytoremediation. Bioremediation and phytoremediation techniques are economical and suitable solutions to address heavy metal pollution in polluted environments. With a deeper understanding of these techniques, it is hoped that we can more effectively address these complex environmental challenges, particularly in mining areas in Sulawesi, Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67279</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1423-1440</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1423-1440</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67279/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/32161</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:33:47Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tinjauan Nilai Manfaat pada Pengelolaan Sampah Plastik Oleh Sektor Informal (Studi Kasus: Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan)</dc:title>
	<dc:creator>Kustanti, Ratna</dc:creator>
	<dc:creator>Rezagama, Arya</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadan, Bimastyaji Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Sumiyati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Samadikun, Budi Prasetyo</dc:creator>
	<dc:creator>Hadiwidodo, Mochtar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Potensi ekonomi, Sampah plastik, Daur ulang, NPV, BCR, IRR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan kembali material limbah dengan cara mendaur ulang merupakan salah satu cara efektif untuk menghindari pencemaran lingkungan dan mengurangi volume timbulannya di Tempat Pembuangan Akhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi ekonomi kegiatan daur ulang sampah plastik oleh sektor informal di Kecamatan Purwodadi. Penelitian dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner terhadap 29 pelaku daur ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang terdapat dalam usaha daur ulang sampah plastik pada tiap tingkatan pelaku daur ulang berbeda-beda. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi menggunakan  nilai Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR),  dan  Internal Rate of Return (IRR) dapat disimpulkan bahwa usaha daur ulang tingkat penggiling layak secara ekonomi dengan nilai NPV Rp 923.395.260  (NPV &gt; 1), nilai BCR 1,58 (BCR &gt; 1), dan nilai IRR 56,82. Benefit (manfaat) dari implementasi program 3R sampah plastik pada sektor informal secara umum dapat digolongkan menjadi dua manfaat, yaitu manfaat langsung (direct benefit) dan manfaat tidak langsung (indirect benefit). Manfaat langsung (direct benefit) berupa keuntungan penjualan sampah plastik. Keuntungan bersih tiap jenis sampah plastik pada tingkat pemulung  antara Rp 500-Rp 2.600, tingkat bank sampah berkisar antara Rp 100-Rp 400, tingkat pengepul I berkisar antara Rp 91,67-Rp 391,67, tingkat pengepul II berkisar antara Rp 173,46-Rp 473,46, tingkat bandar berkisar antara Rp 186,94-Rp 686,94, dan tingkat penggiling berkisar antara Rp 136,23-Rp 1.136,32. Manfaat tidak langsung (indirect benefit) adanya pengelolaan sampah plastik oleh sektor informal yaitu tereduksinya sampah plastik di Kecamatan Purwodadi sebesar 10,08%.ABSTRACTRecycling of waste material is an effective way to eliminate environmental pollution and reduce the volume of its generation in landfills. This research purpose was to determine the economical potention of plastic waste recycling business by the informal sector in Purwodadi District. The research method by a questionnaire survey of 29 recycling actors. The results showed that the economical potention of the plastic waste recycling business at each level of the recycling actors was different. Based on the economic feasibility analysis using Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), and Internal Rate of Return (IRR), it can be concluded that recycling business at the grinder level is economically feasible with NPV value of Rp 923,395,260 (NPV&gt; 1) , BCR value 1.58 (BCR&gt; 1), and IRR value 56.82. The benefits of implementing the 3R plastic waste program in the informal sector can be classified into two benefits, there are direct benefit and indirect benefit. The direct benefit can be formed the profit from selling plastic waste. The net profit of each type of plastic waste at the scavenger level is about Rp 500-Rp 2,600, the level of waste bank about Rp 100-Rp 400, the level of collectors I about Rp 91.67-391.67, the level of collector II about  Rp 173.46-Rp 473.46, the level of dealer about Rp 186.94-Rp 686.94, and the grinder level about Rp 136.23-Rp 1,136.32. The indirect benefit of plastic waste management by the informal sector is the reduction of plastic waste in Purwodadi District for about 10.08%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32161</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.495-502</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 495-502</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32161/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59105</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Vegetasi Pohon di Kawasan Wisata Curug Gondoriyo Kota Semarang, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Jannah, Siti Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Khotimperwati, Lilih</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Artiningsih, Artiningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Sophianingrum, Mada</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Struktur vegetasi; Indeks Nilai Penting; Curug Gondoriyo</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Curug Gondoriyo merupakan salah satu sub DAS Beringin bagian hulu dengan destinasi wisata alam baru berupa air terjun yang berada ditengah perkampungan warga. Sebagai kawasan wisata, curug Gondoriyo perlu dijaga kelestarian vegetasinya dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata alam yaitu: konservasi, edukasi, ekonomi, rekreasi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis dan struktur vegetasi pohon di kawasan curug Gondoriyo Semarang. Metode penelitian menggunakan plot kuadrat dengan peletakan plot secara acak. Pengambilan sampel vegetasi dilakukan pada 3 stasiun dengan 3 kali ulangan tiap stasiun yang meliputi strata semai (2m x 2m), strata pancang (5m x 5m), strata tiang (10m x 10m) dan strata pohon (20m x 20m). Hasil penelitian struktur vegetasi pohon didapatkan 39 jenis pohon dalam 17 famili. Pada area wisata terdapat 19 jenis, area perkebunan terdapat 18 jenis dan area mata air terdapat 21 jenis. Kawasan curug Gondoriyo memiliki struktur vegetasi dengan kerapatan yang bervariasi pada setiap strata di masing-masing stasiun. Nilai indeks keanekaragaman (H’) Shannon Wienner di curug Gondoriyo termasuk kategori rendah sampai sedang. Nilai INP tertinggi strata semai terdapat pada area wisata yaitu Pucuk merah (Syzygium paniculatum) 130% dan area mata air terdapat beberapa nilai INP tertinggi diantaranya strata pancang yaitu Awar-awar (Ficus septica) 120%, strata tiang yaitu Bambu apus (Gigantochloa apus) 151,59% dan strata pohon yaitu Pisang batu (Musa balbisiana) 109,33%. Indeks kesamaan di kawasan curug Gondoriyo Semarang berkisar antara 28,07-35,29% yang tergolong tidak mirip diantara ke tiga stasiun yang diperbandingkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59105</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.972-980</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 972-980</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59105/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6750</identifier>
				<datestamp>2014-04-23T16:03:05Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSEP PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS TEOLOGI</dc:title>
	<dc:creator>Fatah, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Taruna, Tukiman</dc:creator>
	<dc:creator>Purnaweni, Hartuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKKonsep pengelolaan sampah berbasis teologi yang disebut dengan shodaqohsampah adalah modifikasi dari pengelolaan sampah berbasis 3 R (Reuse, Reduce, Recycle)dengan menambahkan unsur pendekatan teologi didalamnya. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui fenomena yang terjadi, serta mengidentifikasi permasalahan dalampengelolaan sampah berbasis teologi di Desa Potorono, Kabupaten Bantul, DaerahIstimewa Yogyakarta.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menekankanpada penafsiran pada fenomena yang muncul di masyarakat yang menjadi objek kemudiandianalisa dan diinterpretasikan. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisa penelitianini adalah fenomenologi. Pendekatan fenomenologi berusaha masuk dalam duniakonseptual subjek agar dapat memahami bagaimana dan apa makna yang disusun subjektersebut dalam kehidupan sehari-harinyaHasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, munculnya fenomenaperubahan paradigma dari masyarakat dari bershodaqoh sampah ke jual beli sampah.Manajemen pemilahan, penjualan, dan pelaporan berjalan cukup baik meskipun adakendala teknis dilapangan seperti tidak maksimalnya masyarakat dalam memanfaatkanwadah sak yang telah disediakan pangurus dan masih enggannya masyarakat untukmemilah sampah dari sumbernya, sehingga petugas pengambil sampah harus memilahulang karena sampah yang tercampur. Adanya kendala finansial dikarenakan masyarakatmulai bergeser paradigmanya dari menshodaqohkan sampah menuju jual beli sampah,mengakibatkan tersendatnya operasionalisasi shodaqoh sampah.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat saran dan rekomendasisebagai berikut : Memberikan sentuhan teologis untuk memantapkan hati dalambershodaqoh sebagai wujud implementasi amal soleh yang diajarkan oleh agama semisaldengan meminta pengurus MLH (Majelis Lingkungan Hidup) Muhammadiyah untukmemberikan ceramah agama tentang manfaat dan pahala dari bershodaqoh salah satunyaadalah shodaqoh sampah. Perlu adanya komunikasi yang lebih intensif antara pengurusBMS (Bersih Menuju Sehat) dan masyarakat untuk memberikan pemahaman akan manfaatshodaqoh sampah untuk kemaslahatan bersama (masyarakat),Kata kunci : shodaqoh sampah, BMS (Bersih Menuju Sehat), MLH (Majelis Lingkungan Hidup)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6750</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.11.2.84-91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013; 84-91</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6750/5519</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44721</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Short Communication: Biochemistry Analysis and Molecular Approach to Identify the Cultured Bacterial from Ex-Tin Mining Lakes</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Oedjijono, Oedjijono</dc:creator>
	<dc:creator>Tamad, Tamad</dc:creator>
	<dc:creator>Sulaeman, Uyi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bacterial; biochemistry; ex-tin mining lakes; molecular; 16S rRNA gene</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">There are two methods to identify the bacterial characteristic, namely biochemical analysis and the 16S ribosomal ribonucleic acid gene (16S rRNA) sequencing analysis. The research aimed to identify the cultured bacterial from ex-tin mining lakes by biochemistry analysis and molecular approach. Nine bacterial were cultured and isolated in nutrient agar and then biochemically characterized by microbact™ 12A and 24E (Oxoid) identification kits. In addition, molecular analysis by 16S rRNA gene was sequenced primer 1492R and primer 27F. Based on biochemistry analysis, these bacterial were identified as belonging to species of Bacillus amyloliquefaciens; Enterobacter gergoviae; Enterobacter aerogenes; Enterobacter agglomerans; and Nitrobacter spp. The sequence analysis in gene bank of NCBI indicated that these species had similarity with Klebsiella variicola strain F2R9 (Accession NR_025635.1); Enterobacter cloacae subsp. dissolvens strain LMG 2683 (Accession NR_044978.1); Serratia marcescens strain NBRC 102204 (Accession NR_114043.1); Bacillus marisflavi strain TF-11 (Accession NR_118437.1); Falsibacillus pallidus strain CW 7 (Accession NR_116287.1); Klebsiella pneumoniae strain DSM 30104 (Accession NR_117683.1); and Nitrobacter winogradskyi strain Nb-255 (Accession NR_074324.1). However, phylogenetic tree was constructed by Neighbor-Joining Test showed the cultured bacterial were not in the same clade and also with Salmonella enterica subsp. enterica strain LT2 (Accession NR_074910.1); Bacillus amyloliquefaciens strain BCRC 11601; and Escherichia coli strain NBRC 102203 (Accession NR_114042.1) as in group species and Micrococcus luteus strain NCTC 2665 (Accession NR_075062.2); Chloroflexus islandicus strain isl-2 (Accession NR_148571.2); Flavobacterium gondwanense (Accession M92278.1); and Cytophaga aurantiaca strain JM110 (Accession MN758870.1) as their out group.ABSTRAKTerdapat dua metode untuk mengidentifikasi karakteristik bakteri, yaitu analisis biokimia dan analisis sekuensing gen 16S ribosomal ribonucleic acid (16S rRNA). Karakterisasi bakteri telah dilakukan melalui analisis morfologi dan biokimia dan dikonfirmasimelalui pendekatan molekuler menggunakan sekuensing gen 16S ribosomal ribonucleic acid (16S rRNA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang dapat dikultur dari danau pascatambang timah melalui analisis biokimiawi dan pendekatan molekuler. Sembilan bakteria berhasil dikultur dan diisolasi di media nutrient agar dan kemudian secara biokimiawi dikarakterisasi menggunakan microbact™ 12A and 24E (Oxoid) identification kits. Lebih lanjut, analisis molekuler menggunakan gen 16S rRNA dilakukan sekuensing dengan primer 1492R dan primer 27F. berdasarkan analisis biokimia, bakteri-bakteri tersebut termasuk ke dalam spesies Bacillus amyloliquefaciens; Enterobacter gergoviae; Enterobacter aerogenes; Enterobacter agglomerans; dan Nitrobacter spp. Analisis blasting pada gene bank di NCBI mengindikasikan bahwa spesies-spesies tersebut memiliki kemiripan atau similaritas dengan Klebsiella variicola strain F2R9 (Accession NR_025635.1); Enterobacter cloacae subsp. dissolvens strain LMG 2683 (Accession NR_044978.1); Serratia marcescens strain NBRC 102204 (Accession NR_114043.1); Bacillus marisflavi strain TF-11 (Accession NR_118437.1); Falsibacillus pallidus strain CW 7 (Accession NR_116287.1); Klebsiella pneumoniae strain DSM 30104 (Accession NR_117683.1); dan Nitrobacter winogradskyi strain Nb-255 (Accession NR_074324.1). Namun, pohon filogenetik yang dikonstruksikan dengan Neighbor-Joining Test menunjukkan bahwa bakteri yang dikultur tersebut tidak berada pada clade dan juga dengan Salmonella enterica subsp. enterica strain LT2 (Accession NR_074910.1); Bacillus amyloliquefaciens strain BCRC 11601; dan Escherichia coli strain NBRC 102203 (Accession NR_114042.1) yang digunakan sebagai spesies in group species maupun Micrococcus luteus strain NCTC 2665 (Accession NR_075062.2); Chloroflexus islandicus strain isl-2 (Accession NR_148571.2); Flavobacterium gondwanense (Accession M92278.1); dan Cytophaga aurantiaca strain JM110 (Accession MN758870.1) sebagai out groupnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44721</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.563-569</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 563-569</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44721/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/57471</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Study of Groundwater Feasibility in Residential Settlements Near the Former Final Waste Disposal Place, Kutaraja District, Banda Aceh City</dc:title>
	<dc:creator>Afriyani, Mice Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Muttakin, Muttakin</dc:creator>
	<dc:creator>Prakatiwi, Aulia Margareta</dc:creator>
	<dc:creator>Kamil, Puspita Annaba</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Groundwater; Quality; Landfill; Electrical conductivity; Kutaraja Sub-distric</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">As the population increases, the amount of water needed increases. Banda Aceh needs more clean water every year. The total needs range from 130-150 liters/person/day. The research was carried out at the Kutaraja department. The purpose of the research is to examine the properties of groundwater around the former final drainage site. The research was carried out through field surveys that included measurements of the geographical coordinates of the well location using a sampling grid according to the physical parameters of freatic soil water. The results of the ground water in Kutaraja district on the freatic ground water temperature parameter are a maximum of 35 °C and a minimum of 28 °C. Results Physical parameters such as smell, color, and flavor still meet the requirements. TDS parameters, with the highest TDS value of 12020 mg/l. The measured pH of the groundwater obtained still qualifies for groundwater quality.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57471</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.507-515</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 507-515</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57471/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22513</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:28:50Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI KERENTANAN AIRTANAH TERHADAP PENCEMARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRASTIC PADA CEKUNGAN AIRTANAH (CAT) KARANGANYAR-BOYOLALI, PROVINSI JAWA TENGAH</dc:title>
	<dc:creator>Putranto, Thomas Triadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DRASTIC method, Groundater basin, DRASTIC index, Groundwater vulnerability</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cekungan Airtanah (CAT) Karanganyar-Boyolali merupakan CAT yang terletak di Jawa Tengah yang terdiri dari Kota Surakarta, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri dengan luasan CAT sebesar 3.877km2. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis kerentanan airtanah terhadap pencemaran secara spasial. Penilaian kerentanan airtanah terhadap kontaminan dapat diketahui dengan menggunakan metode DRASTIC. Metode DRASTIC merupakan metode pembobotan dari hasil berbagai macam parameter diantaranya yaitu : Kedalaman muka airtanah (D), Recharge (R), Media akuifer (A), Media tanah (S), Topography (T), Zona vadoze (I), dan Konduktivitas hidrolika (C). Dari hasil tumpeng tindih pembobotan setiap parameter, nantinya akan dijumlahkan untuk mendapatkan nilai rentang DRASTIC Indeks. Berdasarkan hasil analisis didapatkan rentang nilai DRASTIC Indeks (DI) dari 106-184 yang dibagi dalam empat tingakt kerentanan. Tingkat kerentanan sangat rendah memiliki nilai DI 106-120 dimana pada kerentanan sangat rendah memiliki sifat tidak memungkinkan terjadinya kontaminasi pencemaran. Daerah tingkat kerentanan rendah memiliki nilai DI 121-140 dimana pada tingkat kerentanan ini memiliki sifat dapat tercemar dengan intensitas kecil dikarenakan pembuangan sebagian kecil polutan yang dilakukan secara berkala.  Daerah tingkat kerentanan sedang memiliki nilai DI 141-150 dimana memiliki sifat dapat tercemar oleh sebagian polutan yang dibuang secara terus-menerus. Daerah tingkat kerentanan tinggi memiliki nilai DI 151-184 dimana pada tingkat pencemaran ini memiliki sifat dapat tercemar oleh semua polutan, kecuali memerlukan daya serap yang tinggi dan mudah berubah, dengan berbagai macam skenario.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">The Energy and Mineral Resources Agency of the Central Java Province</dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22513</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.159-171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 159-171</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22513/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/57395</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengendalian Pencemaran Air dengan API Separator Pada Air Limbah Produksi Kilang Ekstraksi</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Yuniar</dc:creator>
	<dc:creator>Arisanti, Reni</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Fajri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">API Separator; Pengelolaan Limbah; Minyak dan Lemak; Baku Mutu; Migas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Waste management in oil and gas industry activities must be managed before being discharged into the environment. One effort that can be made is to use an API separator to reduce pollutant levels in wastewater. This research aims to analyze the efficiency of using API separators to manage wastewater production at the PT Perta-Samtan Gas Prabumulih extraction plant to control environmental pollution. The results showed that no parameters exceeded the quality standard at the API Separator outlet before being discharged into the river. The efficiency of the API Separator can be seen from the percentage of pollutant removal levels in wastewater after processing in the API Separator for the % oil and grease removal parameter reaching 92.7%, and the TOC parameter is 47.5% and for the chlorine parameter is 46.4%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57395</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.79-84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 79-84</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57395/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/57395/14276</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37091</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:26Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Keberlanjutan Biogas Skala Mikro di Pedesaaan (Studi Kasus di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat)</dc:title>
	<dc:creator>Al Batistuta, Ramdhan Aziz</dc:creator>
	<dc:creator>Dharmawan, Arya Hadi</dc:creator>
	<dc:creator>Yulian, Bayu Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bioenergi, Limbah ternak, Multi Dimensional Scalling (MDS), Pembangunan berkelanjutan, Sistem biogas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan bioenergi sebagai energi terbarukan sudah mulai menggantikan penggunaan energi fosil secara bertahap. Upaya pemerintah dalam mendukung penggunaan bioenergi dengan membuat program Desa Mandiri Energi di berbagai tempat yang memiliki potensi sumber energi terbarukan. Keberlanjutan bioenergi sangat penting untuk dinilai agar kebutuhan energi saat ini dan kebutuhan energi dimasa yang akan datang dapat terpenuhi. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis status keberlanjutan biogas, mengidentifikasi atribut sensitif multidimensi keberlanjutan, serta merumuskan strategi pengembangan tata kelola sistem biogas secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Analisis data dilakukan dengan metode Multi Dimensional Scalling (MDS), menggunakan modifikasi program Rapfish dengan tinjauan pada lima dimensi yaitu dimensi sosial, ekonomi, lingkungan, teknologi dan kelembagaan. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Ciaul dan Kampung Babakan, Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat yang dipilih secara sengaja (purposive). Penentuan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data primer dalam penelitian ini adalah kuisioner dan pertanyaan terstruktur sebagai pedoman dalam melakukan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan status keberlanjutan biogas secara dimensi sosial, lingkungan, teknologi, dan kelembagaan tergolong cukup berkelanjutan. Keberlanjutan biogas secara dimensi ekonomi tergolong kurang berkelanjutan. Setiap dimensi keberlanjutan terdapat dua atribut sensitif yang mempengaruhi secara signifikan. Atribut sensitif ditentukan berdasarkan nilai Root Mean Square (RMS) dari setiap atributnya. Rumusan strategi yang telah disusun berdasarkan atribut sensitif yang sudah ditentukan. Hal ini untuk memprioritaskan strategi-strategi dalam upaya meningkatkan status keberlanjutan biogas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37091</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.181-190</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 181-190</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37091/19302</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37091/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52654</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Penggunaan Maximum Entropy untuk Pemodelan Kesesuaian Habitat Bekantan (Naslais larvatus wurmb, 1787) di Kawasan Cagar Alam Teluk Adang</dc:title>
	<dc:creator>Nuryani, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Suhardiman, Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Boer, Chandradewana</dc:creator>
	<dc:creator>Suba, Rachmad Budiwijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistioadi, Yohanes Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Rayadin, Yaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bekantan; Cagar alam; Teluk Adang; MSPA; Mangrove</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bekantan (Nasalis larvatus Wurm, 1787) adalah primata endemik Borneo yang dikategorikan sebagai spesies terancam punah oleh IUCN dan dilindungi oleh peraturan nasional. Populasi bekantan telah mengalami penurunan signifikan di berbagai habitat, termasuk di Cagar Alam Teluk Adang yang berbagi ruang dengan aktivitas manusia. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi habitat yang cocok bagi bekantan dalam sebaran spasial sangat penting untuk menentukan tindakan konservasi yang tepat untuk melindungi populasi bekantan di Cagar Alam Teluk Adang. Penelitian ini bertujuan 1) Menghasilkan peta kesesuaian habitat melalui model hubungan antara keberadaan bekantan dengan variabel lingkungan yang berpengaruh dan 2) Memetakan struktur habitat berdasarkan pada hasil peta kesesuaian habitat. Penelitian ini menggunakan Model MaxEnt untuk membangun prediksi distribusi bekantan berdasarkan data perjumpaan dan sepuluh variabel lingkungan. Hasil kesesuaian habitat kemudian dianalis menggunakan metode Analisis Morphological Spatial Pattern Analysis (MSPA) untuk menghasilkan struktur habitat.  Berdasarkan hasil penelitian melalui Maxent, faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kehadiran bekantan adalah hutan mangrove, jarak dari sungai, jarak dari garis pantai dan Leaf Area Index. Hasil klasifikasi juga menunjukan luas potensi habitat bekantan adalah sekitar 7.513 Ha (15.7% dari total luasan). Habitat bekantan telah mengalami fragmentasi dengan 11 inti utama yang dapat secara utuh mengakomodasi home range bekantan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52654</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1174-1183</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1174-1183</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52654/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48921</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prediksi Debit Puncak DAS Ciliwung Hulu sebagai Pengendali Jasa Lingkungan Hidrologi</dc:title>
	<dc:creator>Wahjunie, Enni Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Yayat</dc:creator>
	<dc:creator>Dewanti, Kardina Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Purwakusuma, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kata kunci: Debit puncak, distribusi Gumbel, distribusi Log Pearson Tipe III, metode Rasional, periode ulang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKDebit puncak aliran sungai Ciliwung bagian hulu dalam periode ulang tertentu merupakan informasi yang sangat penting dalam perencanaan pengendalian banjir maupun pemanfaatan sumberdaya air. Debit puncak aliran sungai utama tersebut dipengaruhi oleh debit aliran sungai dari setiap subDAS yang masuk ke sungai utama. Namun, Stasiun Pengamat Arus Sungai (SPAS) sebagai  sarana pengukur debit tidak tersedia di setiap Sub DAS. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji akurasi Model Rasional dalam memprediksi debit puncak dan melakukan pendugaan debit puncak pada tiap Sub DAS Ciliwung Hulu. Pendugaan debit puncak dilakukan dengan metode Rasional menggunakan distribusi peluang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi debit puncak menggunakan metode Rasional dengan periode ulang T1 hingga T10 tahun memiliki  akurasi yang baik dengan R2 = 0,98 dan Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) = 0,14 pada distribusi Gumbel, sementara pada distribusi Log Pearson tipe III dengan R2 = 0,99 dan NSE = 0,86. Dengan demikian, model Rational dengan distribusi Log Pearson tipe III lebih layak digunakan sebagai prediksi debit puncak pada periode ulang T1 hingga T10, T25, T50 dan T100 tahun. Selanjutnya model Rational dengan distribusi Log Pearson tipe III  dapat digunakan untuk memprediksi debit puncak aliran sungai di tiap sub DAS Ciliwung Hulu, yaitu Sub DAS Cibalok, Ciesek, Ciliwung Hulu, Cisarua, Ciseuseupan, Cisukabiru, dan Cisuren. Berdasarkan pendugaan dengan metode Rational, nilai debit puncak prediksi terendah pada periode ulang 1 tahun terjadi di Sub DAS Cibalok sebesar 8,67 m³/detik dan tertinggi di Sub DAS Ciliwung Hulu sebesar 42,16 m³/detik.   Data prediksi debit puncak dari tiap subDAS Ciliwung hulu ini dapat menjadi informasi yang sangat penting dalam pengendalian sumberdaya air di DAS Ciliwung Hulu.Kata kunci: Debit puncak, distribusi Gumbel, distribusi Log Pearson Tipe III, metode Rasional, periode ulangABSTRACTThe peak discharge of the Upstream Ciliwung in certain period is very important information in flood control planning and utilization of water resources. The peak discharge of the main river is influenced by the discharge of the river flow from each sub watershed that enters the main river. However, the Stream Flow Observer Station (SPAS) as a means of measuring discharge  in every sub-watershed is not available. The purpose of this study was to examine the accuracy of the Rational Model in predicting peak discharge in each of the Upper Ciliwung Sub-Watershed.  The Peak discharge estimation was carried out using the Rational method with a probability distribution.  The result showed that the prediction of peak discharge using the Rational method with a return period of T1 to T10 years had a good accuracy with R2 = 0,98 and Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) = 0,14 in the Gumbel distribution, while in the Log Pearson type III distribution with R2 = 0,99 and NSE = 0,86.  Thus, the Rational model with Log Pearson Type III distribution is more suitable to be used as a prediction of peak discharge in the return period T1 to T10, T25, T50, and T100 years.  Furthermore, the Rational model with the Log Pearson distribution Type III can be used to predict the peak discharge of the stream flow in each of the Upper Ciliwung  Sub-Watershed, namely the Cibalok, Ciesek, Ciliwung Hulu, Cisarua, Cisesuseupan, Cisukabiru, and Cisuren.  Based on the estimation using the Rational method, the lowest predicted peak discharge value in the 1-year return period occurs in the Cibalok Watershed at 8.67m3/second and the hihgest in the Ciliwung Hulu Watershed at 42.16 m3/second.  The predicted peak discharge data from each upstream Ciliwung sub-Watershed can be very important information  for  controlling water resources in the Upper Ciliwung Watershed.Keyword: Gumbel distribution, Log Pearson Type III distribution, Peak discharge, Rational method, return Period.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48921</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.946-955</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 946-955</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48921/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/48921/13727</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46102</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca dan Kelayakan Finansial dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Cisalimar, Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator>Allifah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Pini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">CDM, climate change, financial feasibility, MHP, SDGs</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The energy sector related activities have increased greenhouse gas (GHG) emissions and global temperatures. The implementation of green energy as mitigation efforts to reduce GHG emissions are required to reduce the negative impacts of climate change, but they are costly. Micro Hydro Power Plant (MHP) is one of green energy that supports the Sustainable Development Goals (SDGs) in rural areas. This study aims to estimate the potential GHG emissions prior the establishment of Cisalimar MHP project, the GHG emission reduction after the project, and to analyze the financial feasibility of the project. The Clean Development Mechanism (CDM) method is used to estimate the potential for GHG emission reductions, meanwhile the financial feasibility is employed to evaluate the financial feasibility of the project. The results show that GHG emissions without the MHP project were 25,50 t CO2 per year in 2005 and may increase to 34,39 t CO2 per year in 2030. Cisalimar MHP can reduce GHG emissions from 99,87% to 99,91% within the period of 2005-2030. However, such emission reduction requires a considerable cost i.e., USD 76.044,11. Financially, Cisalimar MHP is not feasible due to high investment costs but can reduce GHG emissions as well as contribute to the achievement of SDGs in remote villages.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46102</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.900-911</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 900-911</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46102/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/46102/10605</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/65388</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimasi Populasi Terpapar pada Kejadian Banjir di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar</dc:title>
	<dc:creator>Rombe Bunga, Brigitta Audrynne</dc:creator>
	<dc:creator>Barus, Baba</dc:creator>
	<dc:creator>Baskoro, Dwi Putro Tejo</dc:creator>
	<dc:creator>Almismary, Muhammad Fathahillah Dewantara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Banjir; Dasimetrik; Hujan; Populasi; Sentinel-1 SAR; OpenStreetMap</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Banjir merupakan ancaman serius bagi kawasan perkotaan, termasuk Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, yang sering mengalami kejadian banjir dengan tingkat keparahan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi populasi yang terpapar banjir di Kecamatan Biringkanaya menggunakan pendekatan dasimetrik dengan integrasi data open source bersumber dari citra Sentinel-1 SAR dan data bangunan dari OpenStreetMap (OSM). Ekstraksi genangan banjir dilakukan dengan mengaplikasikan teknik change detection pada citra pra-banjir dan citra saat banjir terjadi pada Desember 2023, yang dianalisis pada platform Google Earth Engine (GEE). Hasil analisis menunjukkan luas area yang tergenang mencapai 160,60 ha, dengan Kelurahan Sudiang Raya sebagai wilayah dengan genangan terluas. Pengujian overall accuracy terhadap hasil klasifikasi kawasan tergenang menunjukkan tingkat akurasi sebesar 85,71%. Data bangunan dari OSM digunakan untuk memetakan distribusi populasi berdasarkan kepadatan bangunan di Kecamatan Biringkanaya. Distribusi populasi kemudian disinkronkan dengan data genangan banjir untuk mengestimasi jumlah penduduk yang terpapar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 915 jiwa terpapar banjir di Kecamatan Biringkanaya. Sementara itu, terjadi anomali di Kelurahan Berua, di mana luas genangan banjir di wilayah ini lebih kecil dibandingkan wilayah lain, namun jumlah penduduk terdampak justru paling tinggi. Adanya underestimate dalam penelitian ini disebabkan oleh keterbatasan citra dalam menangkap nilai backscatter air pada kawasan dengan kepadatan bangunan tinggi, sebagaimana tercermin dari tingkat akurasi yang diperoleh. Penelitian ini memberi kontribusi penting dalam memahami risiko banjir perkotaan dan perencanaan mitigasi di wilayah yang rentan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memandu perumusan kebijakan publik dalam pengembangan infrastruktur drainase dan perlindungan banjir, serta mempersiapkan respon darurat yang lebih efektif guna melindungi populasi yang memiliki risiko terpapar banjir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65388</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.820-829</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 820-829</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65388/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21973</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:31:41Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Daya Dukung dan Kesesuaian Lahan Ekowisata Mangrove Tongke-Tongke Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Wahdaniar, Wahdaniar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekowisata Mangrove, Indeks Kesesuaian Wisata, Daya Dukung Kawasan Tongke-tongke.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perairan pesisir Kabupaten Sinjai memiliki ekosistem wilayah pesisir yang masih relatif baik dengan luas masing-masing yaitu mangrove 720 ha, padang lamun 860 ha, terumbu karang 6.700 ha . Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir yang mempunyai manfaat ganda yang meliputi: ekologi, ekonomi, sosial budaya dan jasa-jasa lingkungan, sehingga perlu upaya konservasi untuk menyelamatkan sistem rantai kehidupan organisme pesisir, upaya mencapai harus memperhatikan aspek kesesuaian dan daya dukung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian dan menghitung daya dukung kawasan ekowisata mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - Desember 2018 dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan data sekunder melalui studi pustaka. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kawasan mangrove Tongke-tongke termasuk dalam kategori sesuai (S2) untuk dikembangkan sebagai ekowisata mangrove dengan nilai Indeks Kesesuaian sebesar 74,36 % dan Daya Dukung Kawasan (DDK) hutan mangrove Tongke-tongke untuk wisata menunjukkan bahwa jumlah maksimal pengunjung yang dapat ditampung pada hutan mangrove Tongke-tongke sebanyak 485 orang, dengan waktu operasional kawasan wisata selama 8 jam kerja per hari.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21973</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.3.481-485</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 3 (2019): November 2019; 481-485</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21973/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/21973/3088</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53866</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementation of a Comprehensive Eco-Riparian Concept to Landscape Design of Water Source Area in Macari Village, Batu City</dc:title>
	<dc:creator>Perdana, Angga</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Eco-riparian; Landscaping area; Water Sources Conservation.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The eco-riparian concept application on the riverside is one of the programs of the Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia. The water source in Macari Village is one of the suppliers of raw water discharge in the Brantas watershed. Residential and industrial areas currently surround Macari Village Water sources, so it decreases the water quality, and pollution is often found due to industrial and household waste contamination. This research aims to find comprehensive eco-riparian concept design solutions to conserve water resources. By using a combined methodology between case studies and literature reviews, comprehensive eco-reparation design criteria were found, such as wetland restoration by using the terraced pond, vegetation management of the water bodies, ground covers, cliff retaining, aesthetic support vegetation, wastewater management, and drainage plans so it will not pollute the water sources. The development to support the area's vision is manifested in architectural design with ecological and historical characteristics. This design criteria is translated into a holistic visualization of the area to produce a coherent, functional, and aesthetic design. With the design result, all regional development visions are expected to be realized at the location.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53866</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.375-382</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 375-382</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53866/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40675</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analysis of Greenhouse Gas Emissions from Mobile Sources in Jombang Urban Area during the Covid-19 Pandemic</dc:title>
	<dc:creator>Niam, Achmad Chusnun</dc:creator>
	<dc:creator>Handriyono, Rachmanu Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Hastuti, Indah Puji</dc:creator>
	<dc:creator>Kusuma, Maritha Nila</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">carbon dioxide; covid-19; gas emissions; jombang; pandemic</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada Desember 2019, wabah penyakit pneumonia yang disebabkan oleh coronaviruse ditemukan Wuhan, China. Penyakit ini telah menyebar ke seluruh dunia hingga saat ini. Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan agar masyarakat tidak berkegiatan di tempat umum. Beberapa kawasan perkotaan mengalami penurunan jumlah kendaraan secara signifikan. Penelitian ini menganalisis emisi gas rumah kaca (GRK) dari sumber bergerak di Kabupaten Jombang ketika penerapan kebijakan PSBB di masa pandemi COVID-19. Metode analisis emisi gas rumah kaca menggunakan metode Tier 2 (Vehicle Kilometer Traveled) yang menggunakan pendekatan berdasarkan panjang perjalanan. Data primer diambil dengan traffic counting pada wilayah adminsitrasi kawasan perkotaan Jombang. Hasil penelitian menujukkan terdapat pengurangan kendaraan terutama angkutan umum seperti bus baik bus antar kota maupun antar provinsi. Berdasarkan wilayah administratif, Kecamatan Jombang memiliki emisi gas rumah kaca CO2eq tertinggi sebesar 119372,29 ton/tahun, diikuti oleh Kecamatan Perak sebesar 46.679,04 ton/tahun  dan Kecamatan Diwek 52799,15 ton/tahun. Ruas jalan nasional di kawasan perkotaan jombang menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca CO2eq tertinggi yaitu 113877,99 ton/tahun. ABSTRACTIn December 2019, an outbreak of pneumonia caused by the coronavirus was found in Wuhan, China. This disease has spread throughout the world until this time. The Indonesian government issued a policy so that people do not carry out activities in public places. Several urban areas have experienced a significant decrease in the number of vehicles. This study analyzes greenhouse gas emissions (GHGs) from mobile sources in Jombang urban area during the implementation of the PSBB policy in COVID-19 pandemic. Analyzing greenhouse gas emissions method uses the Tier 2 (Vehicle Kilometer Traveled) method that uses an approach based on the length of the trip. Primary data was taken by traffic counting on the administration area of Jombang urban area. The results depicted that there was a reduction in vehicles, especially public transportation such as buses, both inter-city, and inter-provincial buses. Jombang District has the highest CO2eq greenhouse gas emissions of 119372.29 tons/year, followed by Perak District at 46679.04 tons/year and Diwek District 52799.15 tons/year. National roads in the Jombang urban area are the highest contributor to CO2eq greenhouse gas emissions, namely 113877.99 tons/year.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40675</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.582-587</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 582-587</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40675/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61416</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluation and Implementation of Green Building in Office Building (Case Study: Munara 99 Sabilulungan Building)</dc:title>
	<dc:creator>Masri, Rina Marina</dc:creator>
	<dc:creator>Purwaamijaya, Iskandar Muda</dc:creator>
	<dc:creator>Vitada, Veily</dc:creator>
	<dc:creator>Hapsari, Alya Sekar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Evaluation; GBCI; Green Building; Greenship for New Building v1.2; Implementation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Green Building concept is the concept of building planning to fulfill a better life for the next generation. A building can be classified as a green building if it meets the requirements and has green building certification. The purpose of this research is to analyze and evaluate the existing building criteria, namely the Munara 99 Sabilulungan building through the calculation of Greenship GBCI v1.2 assessment points because there is no green building assessment and rating from GBCI so that an evaluation of green building assessment is needed. A descriptive method with an evaluative approach was chosen to describe and compare the existing condition of the building with the greenship assessment tool for new buildings v1.2. The GBCI greenship assessment for new buildings v1.2 consists of 6 categories, namely land use suitability, energy efficiency and conservation, water conservation, material sources and cycles, space health and comfort, and building environmental management. To support the GBCI greenship assessment, the data used are building shop drawings, Bill of Quantity (Boq), interview results and field observations. Based on the results of the green building assessment, the Munara 99 Sabilulungan building received a GBCI bronze rating with a score of 44 points. To improve the green building rating to a gold rating, the Munara 99 Sabilulungan building is recommended to improve several categories so that it can get a gold rating with a value of 67 points and for improvements to increase the rating requires a cost of Rp 1,790,085,000, -.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61416</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1573-1580</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1573-1580</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61416/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/11971</identifier>
				<datestamp>2016-09-11T08:18:13Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Variasi Genetik pada Pertumbuhan Tanaman Konservasi Sumberdaya Genetik Cendana (Santalum album Linn.) Populasi Pulau Timor Bagian Timur</dc:title>
	<dc:creator>Sumardi, Sumardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRACT Sandalwood (Santalum album Linn.) Is a native species of East Nusa Tenggara that have high economic value because it contains oil in the hardwood that is used as a raw material for cosmetics and pharmaceuticals. However, sandalwood population in East Nusa Tenggara has declined severely caused of massive exploitation in the past without accompanied by the success of replanting. Excessive exploitation impact on the decreasing of genetic diversity. Conservation was initiatied by the Forestry Research Institute of Kupang in 2012 with Eastern Part of Timor Island as a genetic material source. This study was aimed to investigate the genetic variation of plant growth on sandalwood (Santalum album linn.) genetic conservation from Eastern Part of Timor Island until 8 months after planting. The research was designed using Incomplete Block Design (IBD), consists of 25 families, single treeplot and 10 blocks as replicates. The variance analysis showed there was no significant difference between the families tested and the average height and diameter growth of test plants respectively 51,02 cm and 4.70 mm. The families heritability (h2f)  estimation of height is 0.70 high category and the diameter is 0.53 medium category.    Key words : Population, conservation, variation, heritability   ABSTRAK Cedana (Santalum album Linn.) merupakan jenis tanaman asli Nusa Tenggara Timur yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungan minyak atsiri pada kayu terasnya yang digunakan sebagai bahan baku industri kosmetik dan obat-obatan. Namun demikian populasi jenis ini di Nusa Tenggara Timur telah mengalami penurunan sangat tajam, akibat eksploitasi besar-besaran dimasa lalu yang tidak dibarengi keberhasilan penanaman kembali. Kondisi tersebut berdampak pada keragaman genetik cendana yang pernah ada di NTT. Tindakan konservasi mulai dilakukan oleh Balai Penelitian Kehutanan Kupang pada tahun 2012 yang berasal dari populasi Pulau Timor bagian Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik pertumbuhan tanaman pada plot konservasi sumberdaya genetik cendana populasi Pulau Timor bagian Timur sampai dengan umur 8 bulan setelah penanaman. Penelitian disusun dengan rancangan Incomplete Block Design (IBD) yang terdiri dari 25 famili, single treeplot dan 10 blok sebagai ulangan. Hasil analisis varian tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata antar famili yang diuji dengan nilai rerata pertumbuhan tinggi dan diameter masing-masing sebesar 51,02 cm dan 4,70 mm. Taksiran nilai heritabilitas famili (h2f) untuk tinggi sebesar 0,70 termasuk kategori tinggi dan diameter sebesar 0,53 termasuk kategori sedang. Kata kunci : populasi, konservasi, cendana, variasi, heritabilitas. Cara sitasi: Sumardi. (2016). Variasi Genetik pada Pertumbuhan Tanaman Konservasi Sumberdaya Genetik Cendana (Santalum album Linn.) Populasi Pulau Timor Bagian Timur, 14(1),27-31, doi:10.14710/jil.14.1.27-31</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-04-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/11971</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.14.1.27-31</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 14, No 1 (2016): April 2016; 27-31</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/11971/9144</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46377</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T19:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimasi Karakteristik Sosial-Ekonomi Wilayah dalam Capaian Pembangunan Berkelanjutan untuk 100% Akses Sanitasi di Provinsi Kepulauan Riau</dc:title>
	<dc:creator>Tehupeiory, Aarce</dc:creator>
	<dc:creator>Sianipar, Imelda Masni Juniaty</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Mega Mutiara</dc:creator>
	<dc:creator>Septiariva, Iva Yenis</dc:creator>
	<dc:creator>Suhardono, Sapta</dc:creator>
	<dc:creator>Suryawan, I Wayan Koko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Akses Sanitasi; PDRB; IPM; Provinsi Kepulauan Riau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebijakan capaian pembangunan berkelanjutan harus dipenuhi pada tahun 2030, salah satu capain tujuan pembangunan tersebut salah satunya adalah akses sanitasi yang layak untuk masyarakat. Masyrakat yang tinggal di kepulauan merupakah salah satu yang rentan karena sulitnya pembangunan infrastruktur dan mobilisasi. Salah satu wilayah kepulauan yang ada di Indonesia adalah Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara lain. Provinsi ini terbagi menjadi wilayah Karimun, Bintan, Natuna, Lingga, Kepulauan Anambas, Kota Batam, dan Kota Tanjungpinang. Studi ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dan diolah dengan menggunakan regresi liniear beganda. Adapaun variable yang digunakan dalam studi ini adalah waktu, waktu, pendapatan domestik reginal bruto (PDRB), dan indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai variabel bebas. Sedangkan capaian akses sanitasi layak dari setiap tahunnya digunakan sebagai variabel terikat. Hubungan antara ketiga variable PDRB, IPM, dan waktu secara signifikan berkorelasi (p &lt; 0.01) pada peningkatan akses sanitasi di Provinsi Kepulauan Riau. R-kuadrat dalam goodness-of-fit untuk model regresi linier dalam estimasi model akses sanitasi di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan nilai 0.837. Analisis Varians (ANOVA) terdiri menunjukkan tingkat variabilitas dalam model regresi linear memiliki p &lt; 0.01. Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang berorientasi pada kesetaraan untuk 'akses universal dan adil ke sanitasi yang aman dan terjangkau untuk semua', dan 'sanitasi dan kebersihan yang memadai dan adil untuk semua' memerlukan pemantauan ketidaksetaraan secara teratur dapat diciptakan di wilayah kepulauan. Integrasi antara peningkatan ekonomi dan pembangunan manusia perlu dilakukan dalam memberikan lingkungan yang layak dan aman dari gangguan kesehatan. Selain memberikan tersebut juga secara tidak langsung pada keuntungan ekonomi melalui peningkatan kesehatan sehingga masyarakat semakin produktif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46377</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.220-227</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 220-227</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46377/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53087</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keanekaragaman Vegetasi pada Beberapa Umur Revegetasi di Lahan Reklamasi Pascatambang Batubara PT Indominco Mandiri, Kalimantan Timur</dc:title>
	<dc:creator>Harsono, Rudy</dc:creator>
	<dc:creator>Suba, Rachmad Budiwijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Kustiawan, Wawan</dc:creator>
	<dc:creator>Aipassa, Marlon Ivanhoe</dc:creator>
	<dc:creator>Sukartiningsih, Sukartiningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Rayadin, Yaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Reklamasi; Revegetasi; Tambang Batu Bara; Indominco Mandiri; Keanekaragaman vegetasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Umur reklamasi, keanekaragaman vegetasi dan kimia tanah (total N) merupakan faktor kunci yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan reklamasi sehubungan dengan pemulihan keanekaragaman hayati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi yang tumbuh pada lahan reklamasi dengan beberapa umur tanam dan mencari pengaruh serta korelasi antara umur tanam dengan keanekaragaman dan kehadiran jenis vegetasi pada berbagai umur tanam pada lahan reklamasi PT Indominco Mandiri yang berada di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan pada lahan reklamasi dengan tahun penanaman tahun penanaman 2020, 2015. 2010, 2005 dan 2000 yang selanjutnya diberi kode IMM2, IMM7, IMM12, IMM 17 dan IMM 22. Metode yang digunakan adalah dengan plot dan survey. Data dianalisis untuk mengetahui kerapatan dan basal area per hektar, indeks nilai penting, indeks keanekaragaman, indek kemerataan, indeks kekayaan jenis, indeks dominansi dan indeks similaritas. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 38 spesies dari 18 famili baik yang ditanam maupun tumbuh alami. Dengan demikian, disimpulkan bahwa semakin tua umur tanam, semakin tinggi basal area dan kerapatan jenis per hektar, dengan semakin bertambahnya umur tanaman rehabilitasi maka semakin bertambah pula jenis keragaman pohon yang hadir atau yang tumbuh secara alami.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53087</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.589-599</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 589-599</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53087/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/2090</identifier>
				<datestamp>2012-02-22T06:51:13Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAFTAR ISI Jurnal Ilmu Lingkungan : 9(1) Tahun 2011</dc:title>
	<dc:creator>Pelaksana, Editor</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daftar isi jurnal ilmu lingkungan volume 9 nomor 1 tahun 2011.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2090</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.9.1.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 9, No 1 (2011): April 2011</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2090/1839</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42283</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Teknologi Biodrying untuk Meningkatkan Nilai Kalor Sampah dan Proyeksinya sebagai Bahan Bakar Alternatif pada Tahun 2028</dc:title>
	<dc:creator>Fiki, Anindi Cita</dc:creator>
	<dc:creator>Hadiwododo, Mochtar</dc:creator>
	<dc:creator>Zaman, Badrus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biodrying, nilai kalor; limbah perkotaan; bahan bakar; energi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Timbulan municipal solid waste (MSW) akibat industrialisasi, urbanisasi dan pertumbuhan penduduk telah menimbulkan masalah tentang kerusakan lingkungan dan bahaya kesehatan manusia, terutama di negara-negara berkembang. MSW yang mudah terbakar memiliki kandungan proksimat yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif melalui recovery energi dengan metode bio-drying. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah MSW menggunakan biodrying dan menghitung potensi MSW sebagai bahan bakar alternative. MSW dari Jatibarang landfill diolah dalam reaktor bio-drying dengan debit aerasi sebesar 6 L/m selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan suhu puncak mencapai 58⁰C pada hari pertama. Kadar air mengalami penurunan hingga 44,65% pada hari ke-21. Nilai kalor mengalami kenaikan 28% dengan nilai tertinggi sebesar 6.049 kal/gr. Produk biodrying dari MSW Jatibarang landfill memiliki potensi 138% sebagai bahan bakar industry.  Potensi penggunaan produk biodrying 100% tercapai pada tahun 2030 bulan ke-6 sebesar 638.367 ton.ABSTRACTMunicipal solid waste (MSW) generated as a result of industrialization, urbanization, and population growth has created problems of environmental damage and human health hazards, especially in developing countries. Combustible MSW contains proximate which can be utilized as alternative energy through energy recovery by bio-drying method. This study aims to process MSW using biodrying and calculate the potential of MSW as an alternative fuel. MSW from TPA Jatibarang is processed in a bio-drying reactor with an aeration flowrate of 6 L/m for 21 days. The results showed that the peak temperature reached 58⁰C on the first day. The water content decreased to 44.65% on the 21st day. The calorific value increased by 28% with the highest value of 6,049 cal/gr. Biodrying products from MSW Jatibarang landfill have 138% potential as industrial fuel. The potential use of 100% biodrying products is achieved in 2030 in the 6th month of 638,367 tons. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42283</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.139-146</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 139-146</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42283/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61572</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:14:17Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potential Application of The Zero Waste Fashion Method to Optimize Fabric Usage</dc:title>
	<dc:creator>Nursari, Faradillah</dc:creator>
	<dc:creator>Fadhilaturrahmah, Fadhilaturrahmah</dc:creator>
	<dc:creator>Yuningsih, Sari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Zero Waste; Fashion; Pola; Textile; Waste</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The fashion industry is one of the largest economic sectors globally, having a significant impact on the environment and society. Comparison between zero waste fashion pattern techniques and conventional pattern techniques is the main focus in efforts to achieve sustainability in the fashion industry. The zero waste pattern cutting can reduce the amount of waste originating from the clothing industry which is formed during the clothing manufacturing process. This method can also be more environmentally friendly than conventional fashion patterns. There are two approaches to the design process from conventional patterns, namely construction patterns and draping patterns. Likewise, the zero waste fashion design process approach is 'from design to pattern' and from 'pattern to design'. All these approaches are compared to understand the design process, its potentioal, comparison, as well as its application and impact in the fashion industry. In this context, the zero waste fashion pattern is a technique for making clothing patterns which aims to produce clothing with less than 15% textile waste. This study applies qualitative techniques, namely literature studies and simulations which aim to understand and evaluate the differences between zero waste fashion patterns and conventional patterns in the fashion industry. The results of this research in achieving sustainability in the fashion industry, can be proven that the Zero-Waste pattern method has emerged as a more sustainable alternative. Being able to have a positive impact on the environment and the potential for more significant social development with increasing understanding of zero-waste fashion patterns, it is hoped that the fashion industry can experience a positive transformation towards more sustainable practices as a whole.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61572</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.124-132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 124-132</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61572/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14956</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:23:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Pemukiman Pada Kecamatan Tungkil Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat</dc:title>
	<dc:creator>Haswindy, Septu</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliana, Fitriza</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengeloaan Sampah Pemukiman, Karakteristik Masyarakat, Partisipasi Masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai daerah pasang surut memiliki keunikan dalam bentuk bangunan rumah dan ini tentunya berdampak pada budaya masyarakat yang sengaja membuang sampah ke bawah rumah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah pemukiman, untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman serta untuk menganalisis hubungan karakteristik masyarakat dan lingkungan pemukiman dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman sehingga terwujud kebersihan dan keindahan keberlanjutan lingkungan pemukiman di Kecamatan Tungkal Ilir. Berdasarkan hasil analisis distribusi frekuensi yang dilakukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman di Kecamatan Tungkal Ilir adalah tingkat pendidikan, pendapatan, luas halaman, keadaan lingkungan, sikap terhadap lingkungan dan persepsi masyarakat. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman di Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat dikategorikan rendah atau kurang yaitu sebesar 56,0%, sedang atau cukup sebesar 25,0% dan tinggi atau baik sebesar 19,0%. Berdasarkan hasil analisis chi-square karakteristik masyarakat dan lingkungan pemukiman berhubungan positif sangat nyata dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman di Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat, karakteristik masyarakat yang tidak memiliki hubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman adalah lama tinggal.Kata kunci: pengelolaan sampah pemukiman, karakteristik masyarakat, partisipasi masyarakatEnglish Title: Civil Society Participation in Household Garbage Management at Tungkal Ilir Subdistrict West Tanjung Jabung RegencyABSTRACTSubdistrict Tungkal Ilir West Tanjung Jabung regency astidal area hasa distinctive form of house and it certainly affected to society culture which intentionally throw the garbage downwards the house. The purpose of this research is to identify the influencing factors of civil society participation in household garbage management, to identify level of society participation in household garbage management and to analyse the characteristic of relation of society characteristic and settlement environment with society participation level in household garbage management till cleanliness and continuity of settlement environmental beauty at Tungkal Ilir subdistrict. In result of distribution frequency anlaysis stated factors that influence society participation level in household garbage management at Tungkal Ilir subdistrict are education level, earning, yard, environment circumstance, attitude to environment and society perception. Level of society participation in household garbage management in Tungkal Ilir subdistrict West Tanjung Jabung categorized low or less that equal to 56,0%, medium or enough equal to 25,0 % and high or good equal to 19,0%. Based on chi-square analysis result, society and environment characteristic correlate positive and very real with society participation level in household garbage management at Tungkal Ilir subdistric West Tanjung Jabung, society characteristic which has no relationship with society participation level in household garbage management is time of stay periode.Keywords: house waste management, society characteristic, society participationCitation: Yuliana, F. dan Haswindy, S.  (2017). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Pemukiman Pada Kecamatan Tungkil Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 96-111, doi:10.14710/jil.15.2.96-111</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-11-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14956</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.15.2.96-111</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017; 96-111</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14956/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49343</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Embung Bowong di Tlogosari, Giritontro, Wonogiri</dc:title>
	<dc:creator>Lastiantoro, Yudi</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyono, Sigit Andy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kata kunci: evaluasi, embung, persepsi, partisipasi, masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKEmbung merupakan bangunan penampung air hujan dan air limpasan yang dibangun oleh pemerintah dan masyarakat. Embung Bowong merupakan salah satu waduk yang terletak di Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pelestarian Embung Bowong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – Desember 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui: wawancara, survei, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara terstruktur kepada 40 responden. Analisis data menggunakan skala Likert dan delapan tangga partisipasi Arnstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi masyarakat terhadap pelestarian Embung Bowong dikategorikan: baik (baik). Mereka memanfaatkan reservoir air tanpa mencemari air. Hal ini karena telah dibangun: kolam penjernihan air, kamar mandi dan toilet untuk umum di sekitar Embung Bowong. Tingkat partisipasi masih dalam kategori manipulasi partisipatif yang dapat digolongkan pada tingkat partisipasi yang rendah. Untuk meningkatkan tingkat partisipasi dalam melestarikan Embung Bowong dan lingkungannya, disarankan agar sering dilakukan sosialisasi pelestarian waduk dan lingkungannya kepada masyarakat sekitar.Kata kunci: evaluasi, embung, persepsi, partisipasi, masyarakat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49343</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.431-443</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 431-443</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49343/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67920</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Model Pemetaan Geospasial Kerentanan Kekeringan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Berlianto, Anggit Novian</dc:creator>
	<dc:creator>Hermawan, Ferry</dc:creator>
	<dc:creator>Helmi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kerentanan kekeringan; Kabupaten Wonogiri; Pemetaan; Overlay; Sistem Informasi Geografis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bencana kekeringan merupakan kondisi kurangnya ketersediaan air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari di suatu wilayah. Kerentanan kekeringan menjadi aspek penting dalam mengidentifikasi daerah yang berpotensi mengalami bencana kekeringan. Pemetaan kerentanan kekeringan dapat dilakukan menggunakan beberapa parameter. Kabupaten Wonogiri 7°32’ - 8°15’Lintang Selatan dan 110°41’ - 111°18’ Bujur Timur, pada tahun Kabupaten Wonogiri memiliki daerah sangat rentan kekeringan 64,8 %. Tujuan pada penelitian ini yaitu pemetaan daerah rentan kekeringan di Kabupaten Wonogiri dengan memanfaatkan sistem informasi geografis berdasarkan parameter kerentanan kekeringan. Metode pemetaan menggunakan overlay dan scoring pada setiap parameter yang diklasifikasikan menjadi lima. Parameter kerentanan kekeringan antara lain: curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, jarak dari sumber air permukaan, ketersediaan vegetasi, dan penggunaan lahan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa Kabupaten Wonogiri memiliki klasifikasi kerentanan kekeringan sangat tinggi (4.300,33 Ha), tinggi (68.797,76 Ha), sedang (68.386,52 Ha), rendah (43.767,59 Ha), dan sangat rendah (6.579,47 Ha). Kecamatan dengan klasifikasi sangat tinggi terluas berada di Kecamatan Pracimantoro (9.682,07 Ha). Sedangkan, kecamatan dengan klasifikasi rendah paling luas berada di Kecamatan Ngadirojo (6.351,35 Ha). Sebaran daerah dengan potensi mengalami kekeringan tinggi berada pada bagian barat dan selatan kabupaten, sementara sebaran daerah rendah potensi mengalami kekeringan berada di utara kabupaten. Parameter yang sangat mempengaruhi kerentanan kekeringan di Kabupaten Wonogiri mendominasi dengan skor 5 yaitu jenis tanah, jarak dari sumber air permukaan, dan penggunaan lahan. We translated this page to Indonesian Switch back to Shona    AfrikaansAlbanianAmharicArabicArmenianAzerbaijaniBengaliBulgarianCatalanCroatianCzechDanishDutchEnglishEstonianFinnishFrenchGermanGreekGujaratiHaitian CreoleHebrewHindiHungarianIcelandicIndonesianItalianJapaneseKannadaKazakhKhmerKoreanKurdish (Kurmanji)LaoLatvianLithuanianMalagasyMalayMalayalamMalteseMaoriMarathiMyanmar (Burmese)NepaliNorwegianPashtoPersianPolishPortuguesePunjabiRomanianRussianSamoanSimplified ChineseSlovakSlovenianSpanishSwedishTamilTeluguThaiTraditional ChineseTurkishUkrainianUrduVietnameseWelsh Always translate Shona to Indonesian  Never translate Shona  Never translate ejournal.undip.ac.idTRANSLATE with  x  EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //        TRANSLATE with  COPY THE URL BELOW       Back  EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE  Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack// </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67920</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1343-1352</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1343-1352</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67920/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/31710</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keanekaragaman dan Dominansi Jenis Tumbuhan Gulma Pada Perkebunan Kopi di Hutan Wisata Nglimut Kendal Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Murningsih, Murningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perkebunan kopi, gulma, dominansi, indeks nilai penting, hutan wisata Nglimut</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gulma merupakan tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan karena mengganggu dan menurunkan hasil tanamaan budidaya. Tanaman budidaya yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi andalan bagi negara adalah tanaman kopi. Kopi menjadi komuditas yang bisa memberikan kontribusi besar bagi perekonomian di Indonesia.   Produktifitas perkebunan kopi salah satunya dipengaruhi oleh tumbuhan gulma yang tumbuh bersama dengan tanaman kopi. Hadirnya tumbuhan gulma di perkebunan kopi akan dapat menurunkan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragman dan dominansi jenis gulma yang tumbuh pada perkebunan kopi di hutan wisata Nglimut, Kendal. Teknik penelitian menggunakan purposif sampling  dengan menentukan 5 titik sampling secara diagonal. Masing-masing titik sampling diambil 3 plot ukuran 1 x 1 m untuk kategori rumput/herba dan 3 plot ukuran 5 x 5 m untuk kategori semak. Data dianalisis secara kuantutatif dengan menghitung kemelimpahan dan Indeks Nilai Penting setiap jenis gulma yang ditemukan. Hasil penelitian didapatkan 15 jenis gulma yang tumbuh di perkebunan kopi. Jenis gulma yang paling banyak adalah dari famili Poaceae (4 jenis gulma: Axonopus compressus, Eleusine indica, Oplismenus burmanni dan Panicum repens  ) dan Asteraceae (3 jenis gulma: Clidemia hirta, Eleutheranthera rudealis dan Eupatorium odoratum). Jenis gulma yang memiliki kemelimpahan tertinggi dan mendominasi lahan perkebunan kopi adalah Axonopus  compressus (INP : 105.475%) dan Clidemia hirta (INP: 96.53%). Jenis-jenis gulma tersebut memiliki kemampuan daya kompetisi tinggi dalam memperebutkan sumber daya air, cahaya matahari, unsur hara terhadap pertumbuhan tanaman kopi. Oleh sebab itu jenis gulma tersebut harus mendapatkan penanganan yang serius agar tidak merugikan tanaman kopi dan menurunkan hasil panen. Dengan mengetahui jenis gulma yang dominan dapat untuk menentukan cara pengendalian gulma perkebunan kopi yang tepat dan efisien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/31710</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.411-416</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 411-416</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/31710/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54137</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Pemacu Pertumbuhan Tanaman dari Bakteri Endofit Bawang Merah (Allium cepa L.)</dc:title>
	<dc:creator>Widowati, Tiwit</dc:creator>
	<dc:creator>Simarmata, Rumella</dc:creator>
	<dc:creator>Nurjanah, Liseu</dc:creator>
	<dc:creator>Nuriyanah, Nuriyanah</dc:creator>
	<dc:creator>Lekatompessy, Sylvia J.R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bakteri endofit; pemacu pertumbuhan tanaman; tanaman bawang merah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bakteri endofit adalah bakteri menguntungkan yang hidup di dalam tanaman dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman inang dan ketahanan terhadap cekaman. Rendahnya produktivitas tanaman bawang merah disebabkan penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu lama dan dosis berlebihan akan menurunkan kualitas tanah. Penggunan pupuk hayati berbasis mikroba diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang dan memperbaiki kulitas tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh dan menentukan aktivitas bakteri endofit dari tanaman bawang merah sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Sampel tanaman bawang merah berumur 26 HST dan 45 HST diambil dari daerah Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 75 isolat diperoleh dari akar, bunga, daun dan umbi.  Hasil karakterisasi diperoleh 2 isolat mempunyai tiga aktivitas penghasil hormon IAA, pelarut fosfat dan pemfiksasi nitrogen. Berdasarkan analisis molekuler, kedua isolat teridentifikasi sebagai Burkholderia sp. (BMD 2.4) dan Pseudomonas aeruginosa (BTBn 2.6).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54137</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.887-893</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 887-893</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54137/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6352</identifier>
				<datestamp>2014-03-11T04:33:55Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI  DAMPAK  EL NINO DAN INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP CURAH HUJAN DI PANGKALPINANG</dc:title>
	<dc:creator>Fadholi, Akmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> ABSTRAK  El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena global yang memberikan pengaruh terhadap curah hujan yang terjadi di wilayah Indonesia. Besar kecilnya pengaruh itu beragam dari satu tempat ke tempat yang lain. Di kota Pangkalpinang yang memiliki pola curah hujan monsoon, dilakukan studi tentang dampak El Nino dan IOD terhadap curah hujan yang terjadi. Dengan menggunakan metode korelasi didapatkan hasil bahwa nilai korelasi antara indeks Dipole Mode dengan anomali curah hujan lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Nino 3.4.    Kata kunci: El nino, IOD, Curah Hujan, Anomali </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6352</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.11.1.43-50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 1 (2013): April 2013; 43-50</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6352/5319</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44596</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pola Distribusi Spasial-Temporal Hotspot dan Variasi Standardized Precipitation Index pada Lahan Gambut Tropis di Kepulauan Meranti, Riau</dc:title>
	<dc:creator>Riyadi, Maulana Dwi Putra</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Yudi</dc:creator>
	<dc:creator>Taufik, Muh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hotspot; SPI; Curah hujan; Kebakaran hutan dan lahan; Gambut tropis; MODIS; CHIRPS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahun di Indonesia sebagian besar berlokasi di lahan gambut. Bencana tersebut berdampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah terdegradasinya lahan gambut tropis. Pada tahun 2014, kebakaran hutan dan lahan di Kepulauan Meranti turut berkontribusi terhadap bencana kabut asap yang dirasakan hingga ke Singapura dan Malaysia. Pemerintah Indonesia melalui Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) telah berupaya melakukan restorasi ekosistem gambut. Pemantuan data hotspot dan curah hujan secara rutin dilakukan sebagai salah satu upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola distribusi hotspot dan variasi Standardized Precipitation Index (SPI) serta mengetahui korelasinya terhadap kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini menggunakan data hotspot dari Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) dan curah hujan dari Climate Vunerabilities Group InfraRed Precipitation with Station data (CHIRPS) selama 21 tahun yang dianalisis secara spasial-temporal dan koefisien korelasi Pearson. Sekitar 97.2% atau 7403 hotspot berada pada lahan gambut. Frekuensi hotspot tertinggi terjadi pada 2014, 2005, dan 2019. Distribusi hotspot bulanan mengikuti fluktuasi curah hujan dengan jumlah kejadian tertinggi terjadi pada Februari-Maret. Nilai SPI-1, SPI-3, SPI-4, SPI-6, SPI-12 tahun 2001-2021 bervariasi dari -3.5 hingga 3.0. Selama 21 tahun, Kepulauan Meranti telah mengalami musim basah dan kering yang ekstrim. Nilai SPI dan hotspot bervariasi mengikuti fenomena El Nino dan La Nina. Nilai SPI-1, SPI-3, SPI-4, SPI-6 berkorelasi kuat dengan data hotspot 2001-2021 dengan nilai r lebih dari 60%. Korelasi antara SPI dengan curah hujan mampu meprediksi puncak periode basah dan kering. Variabel hotspot dan SPI tidak dapat dipisahkan karena bisa menjadi salah satu faktor penting yang membantu proses perumusan arahan mitigasi dan adaptasi bencana kebakaran hutan dan lahan.ABSTRACTForest and land fires in Indonesia every year are mainly located on peatlands. The disaster had a significant impact on various aspects of life, one of which was the degradation of tropical peatlands. In 2014, forest and land fires in the Kepulauan Meranti contributed to the haze disaster that was felt as far as Singapore and Malaysia. Through the Peat and Mangrove Restoration Agency (BRGM), the Government of Indonesia has tried to restore the peat ecosystem. Monitoring of hotspot and rainfall data is routinely carried out as one of the efforts to mitigate forest and land fire disasters. This study aims to identify the distribution pattern of hotspots and Standardized Precipitation Index (SPI) variations and determine their correlation to forest and land fires. This study uses hotspot data from the Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) and rainfall from Climate Vulnerabilities Group InfraRed Precipitation with Station data (CHIRPS) for 21 years which were analyzed spatially-temporal and Pearson correlation coefficient. Around 97.2% or 7403 hotspots are on peatlands. The highest frequency of hotspots occurred in 2014, 2005, and 2019. The monthly distribution of hotspots follows fluctuations in rainfall, with the highest number of occurrences occurring from February to March. The values of SPI-1, SPI-3, SPI-4, SPI-6, SPI-12 in 2001-2021 varied from -3.5 to 3.0. For 21 years, the Meranti Islands have experienced extreme wet and dry seasons. The value of SPI and hotspot varies according to El Nino and La Nina phenomena. The values of SPI-1, SPI-3, SPI-4, SPI-6 are strongly correlated with the 2001-2021 hotspot data with an r-value of more than 60%. The correlation between SPI and rainfall can predict the peak of the wet and dry periods. Hotspot and SPI variables cannot be separated because they can be important factors that help formulate directives for mitigation and adaptation to forest and land fire disasters.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44596</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.457-464</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 457-464</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44596/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62319</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T02:07:04Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisa Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Konsentrasi Karbon Monoksida di Sekitar Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja</dc:title>
	<dc:creator>Suhardono, Sapta</dc:creator>
	<dc:creator>Setyaputri, Adhistie Fadila</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhani, Danila Desti</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Vania Maharani Rizky</dc:creator>
	<dc:creator>Suryawan, I Wayan Koko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karbon Monoksida; Kualitas Udara; Pembangunan Jalan Tol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan aktivitas pembangunan infrastruktur seperti jalan tol sering kali diiringi oleh peningkatan polusi udara, khususnya karbon monoksida (CO), yang memiliki dampak signifikan terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi CO dan memahami pengaruh faktor lingkungan di sekitar pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada Mei 2023, melibatkan pengukuran konsentrasi CO serta variabel suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan jumlah kendaraan di tiga stasiun pengukuran. Data dianalisis menggunakan metode ANOVA satu arah untuk menentukan perbedaan yang signifikan antar variabel. Analisis tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan jumlah kendaraan terhadap konsentrasi CO pada stasiun yang berbeda, hari, dan jam pengukuran. Namun, terdapat variasi signifikan dalam konsentrasi CO yang dipengaruhi oleh lokasi stasiun, hari, dan waktu pengukuran. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi meteorologis dan jumlah kendaraan dengan konsentrasi CO, namun lokasi dan waktu spesifik memiliki pengaruh yang kuat. Hasil ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan dan mitigasi polusi udara yang ditargetkan untuk mengurangi dampak pembangunan infrastruktur terhadap kualitas udara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62319</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.427-434</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 427-434</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62319/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/20435</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:27:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Diversity and Preference of Habitat  Violin Crabs in Mangrove Areas Pancer Cengkrong Trenggalek Regency, East Java</dc:title>
	<dc:creator>Sawitri, Niken</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarto, Sunarto</dc:creator>
	<dc:creator>Setyono, Prabang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Violin Crab, Mangrove, Diversity, Trenggalek</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKMangrove merupakan suatu ekosistem yang khas dan menjadi sumber daya alam yang sangat berperan penting dalam keberlangsungan makhluk hidup. Salah satunya melibatkan faktor lingkungan perairan mangrove yang dapat menyebabkan kesuburan diperairan sehingga banyak ditemukannya biota air yang hidup di kawasan tersebut, salah satunya adalah kepiting biola. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keanekaragaman kepiting biola yang hidup di kawasan mangrove Pancer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2017 di mangrove Pancer Cengkrong Kabupaten Trenggalek, Jawa timur. Dari penelitian ini ditemukan 7 jenis kepiting biola, yaitu Uca rosea, U.annulipes, U.forcipata, U.crassipes, U.vomeris, U.lactea dan U.paradussumieri. Tujuh spesies kepiting biola menempati beberapa tipe habitat yaitu, substart berpasir, substrat berlumpur, berlumpur dan berpasir, sekitar akar mangrove, serta akar mangrove yang berpasir. Indeks keanekaragaman kepiting biola di kawasan mangrove bagian stasiun 1 (3,4) tergolong tinggi, stasiun 2 (1,8), dan stasiun 3 (1,3) tergolong sedang. Kondisi lingkungan yang ada di seluruh stasiun relatif baik untuk kehidupan vegetasi mangrove dan kepiting biola. Kondisi tersebut ialah pH 7-9, suhu 27-31, salinitas 21,6 ppt, oksigen terlarut 5,5-8 mg/L, dan substrat lumpur berpasir. Kesimpulan dari penelitian ini ialah kerapatan vegetasi mangrove sangat berkaitan dengan kelimpahan jenis (kepadatan) kepiting biola serta banyaknya spesies di dalam suatu komunitas akan mempengaruhi keanekaragaman ekosistem yang ada di kawasan mangrove Pancer. Kata kunci : Kepiting biola, mangrove, keanekaragaman, TrenggalekABSTRACTMangroves are a unique ecosystem and become a natural resource that plays an important role in the survival of living things. One of them involves the environmental factors of mangrove waters that can cause fertility in the waters so that many aquatic biota are found in the area, one of which is a violin crab. The purpose of this study was to determine the diversity of violin crabs that live in the Pancer mangrove area. This research was carried out in November to Desember 2017 in the mangrove Pancer Cengkrong Trenggalek Regency, East Java. The results found seven types of violin crabs, namely Uca rosea, U.annulipes, U.forcipata, U.crassipes, U.vomeris, U.lactea and U.paradussumieri. seven species of violin crabs occupy several types of habitats, namely sandy substrates, muddy substrate, muddy and sandy, around mangrove roots, and sandy mangrove roots. Diversity index of violin crabs in the station 1 (3,4) mangrove area classified as high, station 2 (1,8), and station 2 (1,3) classified as medium. The environmental conditions in al stations are relatively good for the life of mangrove vegetation and violin crabs. These conditions are pH 7-9, temperature 27-32, salinity 21.6 ppt, dissolved oxygen 5.5-8 mg/L, and sandy mud substrate. The conclusion of this study is that mangrove vegetation density is closely related to the abundance of species (density) of violin crabs and the number of species in a community will affect the diversity of ecosystems in the Pancer mangrove area.Keywords: Violin Crab, Mangrove, Diversity, Trenggalek</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">suyanto</dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/20435</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.82-89</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 82-89</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/20435/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/20435/2761</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/51628</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T03:34:31Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor-Faktor Kerentanan Sosial dan Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kabupaten Kulon Progo</dc:title>
	<dc:creator>Isworo, Yannie</dc:creator>
	<dc:creator>Hadi, Sudharto P</dc:creator>
	<dc:creator>Setiyani, Onny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kasus malaria masih terus terjadi sampai tahun 2022 di Kabupaten Kulon Progo. Pada bulan Maret 2022, ada penambahan 6 kasus lagi. Jadi eliminasi malaria di Kabupaten Kulon Progo belum berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kerentanan sosial dan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo. Jenis penelitian ini adalah metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional.  Sampel pada penelitian ini adalah 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis dapat menggunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial yang berhubungan signifikan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo adalah tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, dan sikap.  Faktor lingkungan yang yang berhubungan signifikan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo adalah keberadaan hewan ternak dan dinding rumah. Sedangkan variabel jarak dengan gunung atau bukit, jarak rumah dengan tambak, jarak rumah dengan lagun atau rawa, habitat perkembangbiakan, dan lantai rumah tidak berhubungan signifikan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51628</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.725-734</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 725-734</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51628/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/51628/12530</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/51628/12531</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/66679</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T15:13:26Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemantauan Radioaktivitas Lingkungan dari Radionuklida 137Cs dan 60Co pada Buah Belimbing Dewa (Averrhoa carambola L.) di Kota Depok Menggunakan Spektrometer Gamma</dc:title>
	<dc:creator>Sukandar, Dede</dc:creator>
	<dc:creator>Amri, Ghulam Fathul</dc:creator>
	<dc:creator>Annisa, Asti Aulia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Radionuklida; 137Cs; 60Co; belimbing dewa; spectrometer gamma</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemantauan radioaktivitas lingkungan melalui bahan pangan merupakan aspek penting dalam penilaian keamanan pangan dan perlindungan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat cemaran serta pola sebaran radionuklida buatan 137Cs dan 60Co pada buah belimbing dewa (Averrhoa carambola L.) di Kota Depok, salah satu komoditas hortikultura unggulan yang banyak dikonsumsi. Sampel belimbing dewa diambil dari lima kecamatan dan dianalisis menggunakan spektrometer gamma HPGe. Pengukuran dilakukan melalui dua tahap, yaitu analisis sampel kering dalam beaker Marinelli dan analisis ulang setelah proses pengabuan dalam wadah vial. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi 137Cs terdapat di Kecamatan Pancoran Mas sebesar 1,706 ± 0,043 Bq/kg pada sampel segar dan 3,5 ± 0,097 Bq/kg pada sampel abu, sedangkan konsentrasi tertinggi 60Co ditemukan di Kecamatan Limo sebesar 1,287 ± 0,025 Bq/kg pada sampel segar dan 4,489 ± 0,161 Bq/kg pada sampel abu. Seluruh nilai konsentrasi yang terukur masih berada jauh di bawah batas maksimum cemaran radioaktif pangan yang ditetapkan oleh PERMENKES No. 1031 Tahun 2011 dan pedoman FAO/WHO. Pemanfaatan belimbing dewa sebagai bioindikator lokal radionuklida buatan di lingkungan perkotaan, serta pendekatan komparatif antara sampel segar dan sampel hasil pengabuan, meningkatkan sensitivitas deteksi radionuklida. Studi ini juga menyajikan peta sebaran spasial 137Cs dan 60Co di Kota Depok sebagai data dasar pemantauan radioaktivitas lingkungan berbasis pangan yang dapat dimanfaatkan dalam pemantauan radioaktivitas pangan di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2026-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66679</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1658-1666</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66679/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/36778</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:25Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penggunaan Bahan Bakar Alternatif dalam Pengelolaan Tambang Batubara sebagai Sumber Energi yang Ramah terhadap Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Tampubolon, Frances Roi Seston</dc:creator>
	<dc:creator>Yuwono, Arief Sabdo</dc:creator>
	<dc:creator>Tambunan, Armansyah Halomoan</dc:creator>
	<dc:creator>Achsani, Noer Azam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biodiesel, Alternatif, Pemanasan Global, Konsumsi Energi, Lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan alternative di masa masa seperti sekarang ini sangat diperlukan. Hal yang paling signfikan adalah penggunaan bahan bakar untuk pengolahan bahan mineral seperti batubara, nikel, tembaga dan lain sebagainya. Dengan penggunaan bahan bakar alternative akan memberikan solusi apabila dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi yang sebentar lagi akan mulai habis. Batubara berkontribusi terhadap hujan asam dan kabut asap, terutama ketika dibakar tanpa scrubber. Studi LCA lengkap yang berisi analisis dampak (endpoint impact category) berdasarkan beberapa kategori kesehatan manusia (human health), ekosistem (ecosystem), dan sumber daya air (water resources). Analisis siklus hidup ini dilakukan untuk jenis logam di industri pertambangan. Analisis siklus hidup digunakan untuk menganalisis dampaknya terhadap kesehatan manusia dan pemanasan global. Akan dibutuhkan pengolahan dan penggunaan bahan bakar alternative tersebut sebagai sumber energi. Di dalam penelitian pengolahan data akan sangat dibutuhkan apabila pada saat melihat pengaruh dari penggunaan bahan bakar alternative terhadap kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Dampak penggunaan listrik yang dikonsumsi untuk proses penambangan akan memberikan pengaruh terhadap meningkatnya efek pada pemanasan global. Fuzzy logic yang akan dikombinasikan dengan penggunaan metode LCA di dalam penelitian ini untuk membantu proses di dalam hal mengumpulkan data menggunakan kuesioner yang dipandu selama fase tujuan dan ruang lingkup (goal and scope) dan analisis persediaan. Selanjutnya metode open LCA untuk melihat hasil yang diperoleh dari data sekunder pada database yang diperoleh sebagai data sekunder. Dari hasil penelitian memberikan nilai 2,5 untuk proses land clearing dan top soil hauling dan nilai 2 untuk over burden stripping nilai 2 over burden disposal, nilai 2 untuk coal hauling dan hasil output memberikan nilai 0,529 untuk global warming potential.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36778</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.89-97</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 89-97</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36778/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/55766</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemurnian Minyak Goreng Bekas Menggunakan Bioadsorben dari Limbah Fiber Stasiun Press Pabrik Kelapa Sawit</dc:title>
	<dc:creator>Darmawan, Muhammad Indra</dc:creator>
	<dc:creator>Ilmannafian, Adzani Ghani</dc:creator>
	<dc:creator>Kiptiah, Mariatul</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Novita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biodsorben; Biomassa; Fiber; Minyak Goreng Bekas; Pemurnian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minyak goreng bekas adalah limbah minyak goreng yang telah digunakan oleh masyarakat di dalam rumah tangga atau industri. Metode yang efisien dan sederhana pada pemurnian minyak goreng bekas adalah secara adsorpsi dengan menggunakan bioadsorben. Limbah fiber stasiun press kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bioadsorben untuk proses pemurnian minyak goreng bekas. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menganalisis kualitas bioadsorben dari limbah fiber kelapa sawit dan menganalisis hasil pemurnian minyak goreng bekas menggunakan bioadsorben dari limbah fiber kelapa sawit. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan tahapan preparasi limbah fiber menjadi bioadsorben, pemurniaan minyak goreng bekas menggunakan bioadsorben dan analisis minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas 200 ml ditambahkan adsorben 1, 3 dan 5 gram dengan variasi waktu pengadukan 30, 60 dan 90 menit. Hasil kualitas bioadsorben dari limbah fiber kelapa sawit pada parameter kadar air, kadar abu, bagian yang hilang pada pemanasan 950 ˚C dan karbon aktif murni sudah memenuhi SNI 06-3730-1995. Proses analisa minyak goreng bekas terbaik pada kadar air, bilangan asam, asam lemak bebas dan bilangan peroksida terdapat pada waktu pengadukan 90 menit, nilai yang diperoleh mengalami penurunan tetapi belum memenuhi standar mutu minyak goreng menurut SNI-7709:2019.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55766</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1269-1275</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1269-1275</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55766/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48334</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Kota Bandar Lampung (Studi Kasus: Kelurahan Sukaraja)</dc:title>
	<dc:creator>Setiajaya, Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Lewis H, Firman Aldi</dc:creator>
	<dc:creator>Hasiany, Sillak</dc:creator>
	<dc:creator>Zulaicha, Annisaa Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sampah; Pengelolaan sampah; Lingkungan; Fishbone; SWOT</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pertumbuhan yang meningkat memiliki dampak terhadap lingkungan. Salah satunya adalah sampah tidak terkelola dengan baik dan mencemari lingkungan sekitar. Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah di lingkungan 1 kelurahan Sukaraja belum terlaksana dengan baik sehingga terdapat sampah yang berserakan di beberapa wilayah. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah menjadi salah satu penyebabnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kondisi eksisting dan menyusun strategi pengelolaan sampah serta merancang alternatif pengolahan sampah organik rumah tangga. Metode yang digunakan terdiri dari analisis akar masalah menggunakan analisis fishbone, kemudian dilakukan penyusunan strategi dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats) dan pemilihan alternatif pengolahan. Analisis SWOT digunakan untuk menyusun strategi yang sesuai dengan kondisi permasalahan sampah di wilayah studi kasus kelurahan Sukaraja. Penentuan faktor strategi diperlukan untuk menentukan strategi yang direkomendasikan pada penelitian.  Analisis kondisi eksisting pengelolaan sampah pada penelitian ini terdiri dari aspek pembiayaan dan retribusi, aspek peran serta masyarakat dan aspek pengolahan dengan penilaian rata-rata 38,6% kategori buruk. Strategi yang dihasilkan berada pada kuadran III (weakness-opportunity) yaitu dengan menggunakan peran stakeholder atau suatu lembaga untuk melakukan sosialisasi terkait pengelolaan dan pemanfaatan sampah sehingga dapat mengubah persepsi dan pengetahuan masyarakat terhadap sampah dan dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan nilai ekonomi dan pendapatan masyarakat. Berdasarkan analisis maka diperoleh pemilihan alternatif didasarkan pada faktor kelemahan dan peluang yang ada serta kelebihan dan kekurangan dari alternatif yang akan digunakan. Alternatif yang akan disosialisasikan adalah menggunakan tong komposter dengan luas kebutuhan lahan yaitu 28,32 m2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48334</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.807-818</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 807-818</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48334/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44894</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Struktur komunitas, keragaman tumbuhan inang, dan status konservasi kupu-kupu (Lepidoptera) di Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal</dc:title>
	<dc:creator>Irsa, Alfi Faza Novalia</dc:creator>
	<dc:creator>Rahadian, Rully</dc:creator>
	<dc:creator>Hadi, Mochamad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kupu-kupu; Lepidoptera; struktur komunitas; Ngesrepbalong; tumbuhan inang; status konservasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kupu-kupu merupakan serangga yang sangat bergantung pada kualitas habitat dan ketersediaan tumbuhan. Potensi Ngesrepbalong sebagai habitat kupu-kupu dengan lokasinya yang terasosiasi dengan berbagai aktivitas masyarakat, pembangunan infrastruktur, pembukaan lahan, serta aktivitas wisata berpengaruh terhadap kelimpahan kupu-kupu di alam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur komunitas, keragaman tumbuhan inang, serta status konservasi kupu-kupu di berbagai tipe habitat di Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan yaitu metode transek. Hasil pengamatan didapatkan total kupu-kupu di seluruh habitat berjumlah 252 individu dari 79 spesies. Kelimpahan relatif tertinggi terdapat pada habitat curug dengan spesies paling dominan yaitu Lethe confusa dan Ypthima pandocus. Keanekaragaman spesies kupu-kupu termasuk dalam kategori rendah untuk habitat kebun teh (H’ = 3.14), dan kategori tinggi untuk habitat curug, kebun campuran, dan hutan sekunder (H’ = 3.59; 3.69; 3.53). Kemerataan spesies di tiap habitat tergolong tinggi (E = 0.79 – 0.93). Kesamaan komunitas tertinggi terdapat pada habitat curug dan hutan sekunder. Terdapat satu spesies kupu-kupu yang memiliki status konservasi rentan (Vulnerable) yaitu Euploea mulciber. Lainnya tercatat 8 spesies berisiko rendah (Least concern) dan 70 spesies belum dievaluasi (Not evaluated).  Terdapat satu spesies yang dilindungi dalam Permen LHK No P.106 Tahun 2018 dan termasuk kategori Apendiks II dalam CITES yaitu Troides Helena.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44894</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.777-786</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 777-786</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44894/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/66770</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Disaster Management on Small Islands; Lessons from Flash Flood Disaster in Rua Village, Ternate Island, Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Lessy, Mohammad Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator>Nagu, Nani</dc:creator>
	<dc:creator>Nur, Kalpin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flash flood, Ternate Island, Disaster Management, Small Island</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Small islands have been identified as regions that exhibit susceptibility to natural disasters and the impacts of climate change. This arises from a multitude of constraints, such as limited size, geographical isolation, high population density, closeness to the ocean, and reliance on natural resources. The recurrent flash flood calamities on Ternate Island underscore the deficiencies in disaster management strategies for smaller islands. It is imperative to enhance disaster management on small islands, particularly in light of the anticipated escalation in the severity of disasters in the future. This study examines the underlying factors contributing to the flash floods in Rua Village, Ternate Island, as well as assessing the effectiveness of disaster management strategies implemented on Ternate Island. Through the application of both qualitative and quantitative research methodologies, we meticulously examined the gathered data and represented it in a thematic map. The findings of the study indicated that elements such as precipitation, topography, and river dynamics, along with the properties of rock composition, soil stability, and soil movement characteristics, contribute to the occurrence of flash floods in Rua Village. Moreover, inadequate disaster management challenges all stakeholders in Ternate who are striving to establish a resilient society to disasters.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66770</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.730-741</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 730-741</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66770/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21685</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:29:36Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pembentukan Tambrauw Sebagai Kabupaten Konservasi di Papua</dc:title>
	<dc:creator>Marten, Sepus Fatem</dc:creator>
	<dc:creator>Awang, San Afri</dc:creator>
	<dc:creator>Maryudi, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Pudyatmoko, Satyawan</dc:creator>
	<dc:creator>Marwa, Jonni</dc:creator>
	<dc:creator>Manuhua, Devi</dc:creator>
	<dc:creator>Lembang, Salmon</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kabupaten konservasi; Strategi Pembentukan, Tambrauw</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tambrauw merupakan kabupaten di Papua Barat yang menempatkan kebijakan konservasi sebagai domain pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan merancang strategi bagi pembentukan Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi. Penelitian berlangsung sejak bulan oktober-November 2017, menggunakan pendekatan SWOT untuk analisis kekuatan dan kelemahan (faktor Internal) dan peluang dan ancaman (faktor eksternal).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tambrauw layak sebagai Kabupaten Konservasi, dimana posisinya berada pada kwadran I. Artinya bahwa terdapat kekuatan dan peluang sebagai faktor kunci pembentukan kabupaten Konservasi. Kelayakan sebagai kabupetan konservasi juga terlihat melalui hasil analisis faktor internal dan eksternal, dimana Tambrauw dimungkinkan menjadi kabupaten konservasi dengan nilai evaluasi faktor internal 3.20 dan ekternal sebesar 2.75. Meskipun faktor kelemahan dan keterancaman memiliki potensi cukup besar, namun melalui 4 pilihan strategi yang ditetapkan diyakini akan membantu pemerintah Kabupaten Tambrauw memperkecil ancaman dan kelemahan dimaksud. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21685</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.373-387</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 373-387</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21685/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/21685/3020</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52452</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kelayakan Ekologis Pengembangan Taman Wisata Alam Seblat sebagai Objek Daya Tarik Wisata di Provinsi Bengkulu Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Senoaji, Gunggung</dc:creator>
	<dc:creator>Suharto, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Lukman, Agung Hasan</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Elvi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelayakan ekologis; objek daya tarik wisata; pengunjung; TWA Seblat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Taman Wisata Alam (TWA) Seblat merupakan salah satu hutan konservasi di Provinsi Bengkulu Indonesia yang luas arealnya 7.732.80 ha. Penetapan kawasan hutan ini tujuan utamanya adalah pelestarian keanekaragaman hayati melalui pengembangan kegiatan wisata alam dan rekreasi. Objek dan daya tarik wisata TWA Seblat adalah keanekaragaman flora fauna di ekosistem hutan tropis dan pusat pelatihan gajah (PLG) Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik wisatawan yang berkunjung ke TWA Seblat dan menentukan kelayakan ekologis TWA Seblat sebagai objek dan daya tarik wisata. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan lapangan (field observation) dan wawancara mendalam (dept interview) dengan para wisatawan yang terpilih menjadi responden sebanyak 71 orang. Kelayakan ekologis TWA Seblat sebagai Objek daya tarik wisata dianalisis menggunakan Analisis Daerah Operasi dan Objek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA). Hasil penelitian menujukan bahwa pengunjung yang berasal dari luar Provinsi Bengkulu hanya 12,7% dengan tingkat pendidikan sebagian besar (69,0%) SLTA. Frekuensi kunjungannya ke lokasi TWA Seblat, sebanyak 52,1% baru pertama kali, 31,0% pernah 2-4 kali kunjungan dan 16,9% telah lebih dari 4 kali melakukan kunjungan. Secara ekologis, TWA Seblat layak dikembangkan sebagai objek daya tarik wisata dengan nilai rata-rata 75,2%. Ini berarti kawasannya layak dikembangkan sebagai objek daya tarik wisata. Beberapa kriteria yang bernilai rendah untuk pengembangan sebagai Objek daerah wisata adalah kondisi ketersediaan akomodasi, kondisi iklim, aksesibilitas, dan daya tarik wisata.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52452</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/vol%viss%ipp%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 289-295</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52452/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38193</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Community Interactions Ngablak Village in Sand Utilization within Mount Merapi National Park</dc:title>
	<dc:creator>Faida, Lies Rahayu Wijayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Susanto, Denni</dc:creator>
	<dc:creator>Wianti, Kristiani Fajar</dc:creator>
	<dc:creator>Anggoro, M Danang</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Marlianansari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Interaction; Perception; Utilization; National Park</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Interaksi masyarakat dengan Taman Nasional Gunung Merapi sudah ada bahkan jauh sebelum taman nasional ditetapkan. Salah satu bentuk interaksi yang masih dilakukan oleh masyarakat adalah pemanfaatan pasir di kawasan Kali Putih. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui interaksi masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Merapi dalam pemanfaatan pasir di kawasan Kali Putih Zona Khusus Rekonstruksi dan Mitigasi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Wawancara dilakukan langsung dengan masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan Kali Putih, Zona Khusus Mitigasi dan Rekonstruksi Taman Nasional Gunung Merapi. Penentuan informan dilakukan dengan accidental sampling dimana informan ditentukan secara kebetulan di lapangan saat melakukan aktivitas pemanfaatan sumber daya pasir di kawasan Kali Putih. Hasil wawancara kemudian diolah menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil pengambilan informasi di lapangan, didapatkan beberapa informasi diantaranya aktivitas penambangan pasir sudah dilakukan pada tahun 1977. Interaksi masyarakat dalam pemanfaatan pasir di Kali Putih dipayungi hukum berupa kemitraan kawasan konservasi dengan dokumen PKS Nomor : PKS.34/BTNGM/TU/Kons/04/2018 dan 08/PMH/04/2018 Tentang Penguatan Fungsi Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Melalui Kerja Sama Pemberdayaan Masyarakat. Ketergantungan masyarakat sekitar akan pemanfaatan sumber daya pasir masih sangat tinggi. Selain pemanfaatan pasir, masyarakat juga melakukan aktivitas dalam mendukung pengelolaan Taman Nasional Gunung Merapi yaitu : patroli bersama petugas TNGM, penanaman di kawasan TNGM, dan terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan pengembangan Obyek Wisata Alam (OWA) Jurang Jero.ABSTRACTCommunity interaction with Mount Merapi National Park existed long before the national park was established. One form of interaction that is still carried out by the community Ngablak Viilage is the utilization of sand in the Kali Putih area. The aim of this study was to determine the interaction of the community Ngablak Village in the utilization of sand in the Kali Putih area, the Special Reconstruction and Mitigation Zone. The research method used in this research was a survey method. Interviews were conducted directly with communities carrying out activities in the Kali Putih area, the Special Zone for Mitigation and Reconstruction of Mount Merapi National Park. The determination of informants was carried out by accidental sampling where the informants were determined by chance in the field while carrying out activities to exploit sand resources in the Kali Putih area. The results of the interviews were then processed using qualitative descriptive analysis. Based on the results of information retrieval in the field, some information was obtained including sand utilization activities that were carried out in 1977. Community interaction in the use of sand in Kali Putih is legally protected in the form of a conservation area partnership with the PKS document Number: PKS.34 / BTNGM / TU / Kons / 04 / 2018 and 08 / PMH / 04/2018 concerning Strengthening the Function of the Mount Merapi National Park Area through Community Empowerment Cooperation. The dependence of the surrounding community on the utilization of sand resources is still very high. In addition to the utilization of sand, the community also carries out activities in supporting the management of Mount Merapi National Park, namely: patrolling with MMNP officers, planting in the MMNP area, and being involved in extinguishing forest fires and developing the Jurang Jero Nature Tourism Object.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38193</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.525-530</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 525-530</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38193/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61412</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Indeks Kesesuaian dan Potensi Ekowisata Mangrove di Gampong Baro Sayeung, Aceh Jaya</dc:title>
	<dc:creator>Nurcholisudin, Taufiq</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gampong Baro Sayeung; Hutan Mangrove; Kesesuaian Ekowisata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hutan mangrove merupakan ekosistem yang memiliki nilai penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Ekowisata mangrove di Gampong Baro Sayeung, Aceh Jaya, merupakan destinasi baru yang memiliki potensi besar dengan berbagai jenis mangrove dan fauna unik yang berasosiasi. Potensi ekowisata yang besar ini memerlukan evaluasi kesesuaian dan potensi pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan kesesuaian kawasan mangrove sebagai daya tarik ekowisata, dengan fokus pada ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, fauna yang berasosiasi, dan pasang surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan survei lapangan. Analisis data menggunakan matriks indeks kesesuaian ekowisata (IKW) dengan menggunakan parameter kerapatan mangrove, ketebalan mangrove, jenis mangrove, pasang surut air laut, dan objek biota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata mangrove di Gampong Baro Sayeung sangat sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari berdasarkan indeks kesesuaian wisata sebesar 85%. Potensi ekowisata mangrove meliputi asosiasi fauna yang beragam dan pemandangan alam yang memukau. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengelolaan dan pengembangan ekowisata mangrove di masa yang akan datang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61412</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1477-1485</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1477-1485</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61412/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10550</identifier>
				<datestamp>2016-03-15T01:47:04Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SELEKSI BAKTERI METHANOTROF (PEREDUKSI EMISI GAS METAN DI LAHAN SAWAH) BERDASARKAN AKTIVITAS ENZIM METHAN MONOOKSIGENASE</dc:title>
	<dc:creator>Nonci, Maimuna</dc:creator>
	<dc:creator>Baharuddin, Baharuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Rasyid, Burhanuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Pirman, Pirman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emisi, metan, metan monooksigenase</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kehadiran bakteri metanotrof pada daerah rhizosfer padi sangat dibutuhkan untuk mereduksi metan yang dihasilkan oleh bakteri metanogen, sehingga tidak terjadi emisi gas metan ke atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan koleksi dan seleksi bakteri methanotrof asal rhizosfer tanaman padi yang mampu menghasilkan enzim metan monooksigenase. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada tiga fase pertumbuhan tanaman padi yaitu fase vegetatif, reproduktif dan pematangan. Koleksi isolat dilakukan dengan metode isolasi dan pemurnian. Seleksi isolat dilakukan dengan pengujian reaksi gram, motil, indol, aerob/anaerob dan aktivitas enzim monooksigenase dianalisis dengan metode kolorimetrik.  Hasil penelitian diperoleh 52 koleksi isolat bakteri. Berdasarkan reaksi gram terseleksi 22 isolat gram negatif, berdasarkan analisis kolorimetrik  diperoleh 10 isolat  menghasilkan enzim metan monooksigenase. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10550</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.13.2.87-91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015; 87-91</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10550/8394</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45190</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:24Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pencegahan dan Penanggulangan  Kebakaran Lahan Gambut dan Hutan</dc:title>
	<dc:creator>Qamariyanti, Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Rachmadi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Diana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Area gambut di Indonesia mencakup luas + 22 Juta Hektar dan tersebar utamanya di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan dan Pulau Papua. Salah satu yang terjadi pada lahan gambut pada saat musim kemarau adalah mudah terbakar, karena lahan gambut menjadi kering dan sangat rentan munculnya titik api (hotspot). Lahan gambut yang kering akan mudah terbakar dan menyebar secara luas apalagi tingkat kekencangan angin yang tinggi. Kebakaran yang terjadi akan banyak mengakibatkan kerugian bagi kelestarian ekosistem lingkungan hidup, lahan dan rumah milik warga masyarakat. Tujuan penelitian adalah: untuk mengkaji tentang penyebab dan dampak terjadinya kebakaran lahan gambut dan hutan di provinsi Kalimantan Selatan; dan untuk mengkaji upaya pemerintah untuk melakukan pencegahan dan penanggulan kebakaran lahan gambut dan hutan di provinsi Kalimantan Selatan;  Hasil Penelitian adalah: 1. Penyebab terjadinya kebakaran lahan gambut dan hutan di provinsi Kalimantan Selatan adalah: masyarakat membuka lahan pertanian atau perkebunan; sistem pengelolaan hutan yang tidak memberikan manfaat ekonomi yang memicu masyarakat bertindak anarkis; pembalakan liar atau illegal logging menghasilkan lahan-lahan kritis; kebutuhan akan Hijauan Makanan Ternak (HMT);  perambahan hutan (perambah hutan); ketidaksengajaan dari pelaku (menyalakan rokok dan membuang puntung rokok dalam kawasan hutan); g. Belum maksimal penegakan hukum dan kepedulian para pihak. Sedangkan dampaknya adalah: kabut asap sulit dihilangkan dan diperkirakan akan abadi hingga tibanya musim hujan dan dampaknya mengganggu seluruh sektor; kabut asap pekat mengganggu aktivitas masyarakat; kabut asap mengganggu aktivitas penerbangan di bandara; kualitas udara tidak sehat/ berbahaya. 2. Upaya pemerintah untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan gambut dan hutan adalah dengan membuat kebijakan perangkat peraturan perundangundangan yang dibuat dari aturan yang bersifat nasional sampai ke tingkat pemerintahan dibawahnya. Karena penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah, yang dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh pada 3 (tiga) tahapan: a. Pra-Bencana; b. Saat Tanggap Darurat; c. Pasca Bencana. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45190</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.132-142</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 132-142</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45190/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/71165</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimation of Biomass, Carbon Stocks, O2 Production and Enviromental Services Value of CO2 Sequestration of Mangrove Forest in Kurau Sub-District, Tanah Laut Regency</dc:title>
	<dc:creator>Fithria, Abdi</dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Syam’ani D.</dc:creator>
	<dc:creator>Udiansyah, Udiansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Ruslan, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Rezekiah, Arfa Agustina</dc:creator>
	<dc:creator>Fahmi, Hilman</dc:creator>
	<dc:creator>Diva, Achmad Arya</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyudi, Firman Pramudya Rahmat</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Pani</dc:creator>
	<dc:creator>Shiba, Yasinta Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biomass; carbon reserves; enviromental services; oxygen production; mangrove; forest</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia possesses the world’s largest mangrove forest area, which plays a vital role in global carbon regulation and coastal ecosystem services. However, these ecosystems are under increasing threat from anthropogenic pressures such as aquaculture expansion (especially shrimp farming), agricultural land conversion, and urban infrastructure development. These activities not only reduce forest cover but also compromise the ecological functions of mangroves, particularly their role as significant carbon sinks and oxygen producers. Given that mangroves have the highest carbon storage capacity per hectare compared to other forest types, their conservation is imperative in mitigating climate change. This study aims to assess the ecological and economic functions of mangrove forests in Kurau Sub-district, Tanah Laut Regency, South Kalimantan. Specifically, it quantifies aboveground biomass, carbon stocks, oxygen output, and the economic value of CO₂ sequestration. Data were collected through stratified random sampling based on vegetation density classes obtained from NDVI imagery, categorized into sparse, moderate, and dense classes. Field measurements focused on vegetation components from saplings to mature trees. Biomass was calculated using species-specific allometric equations, carbon stock was estimated by applying standard conversion factors, and oxygen production was derived using stoichiometric ratios. Economic valuation was conducted using a market-based approach, referencing global carbon pricing standards. The findings reveal that dense vegetation areas provide the greatest ecological benefit, with biomass of 54.72 tons/ha, carbon stock of 25.72 tons/ha, and oxygen production of 68.66 tons/ha. These ecological values translate into an estimated economic benefit of IDR 1.57 billion per year, indicating potential for integrating mangrove conservation with community-based development programs.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71165</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1075-1084</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1075-1084</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71165/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25404</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pohon Aktivitas Paradisaea minor jobiensis Rothschild, 1897 di Hutan Imbowiari Barawai Yapen, Papua</dc:title>
	<dc:creator>Raunsay, Edoward Krisson</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pohon, Aktivitas, Paradisaea minor jobiensis, Imbowiari, Barawai Papua</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pohon aktivitas bagi Cenderawasih Kuning Kecil merupakan bagian dari habitat dimana satwa tersebut berada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana aktivitas dan semua jenis pohon yang digunakan oleh Paradisaea minor jobiensis. Penelitian ini menggunakan metode observasi, eksplorasi dan studi pustaka sekunder yang relevan dan dinalisis secara deskriptif kualitatif dan juga menelaan berbagai penelitian sekunder yang dapat dijadikan sebagai pembanding data penelitian. Aktivitas bagi Paradisaea minor jobiensis di dalam kawasan hutan Imbowiari Barawai adalah Bersarang, Makan, Bermain, Bertengger dan Bersuara. Pohon aktivitasnya untuk bertengger terdiri dari  Pometia pinnata, Sterculia parkinsoni; Bermain: Comnosperma brevipetiolata, Sterculia parkinsoni, Gnetum gnemon,  Ficus benjamina; Bersuara: Sterculia parkinsoni; Bersarang: Gnetum gnemon; Makan: Pometia pinnata. Terdapat lima (5) aktivitas dan lima (5) jenis tumbuhan yang digunakan yang dilakukan dan P. minor jobiensis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Sukseknya pelaksanaan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak: Kemenristek DIKTI, Rektor, Dekan FKIP, LPPM UNCEN, Kepala Kampung Barawai dan Ketua Kelompok Dorey Jaya</dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25404</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.133-139</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 133-139</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25404/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/41989</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Kombinasi Kitosan dan Ampas Teh Sebagai Adsorben Alami dalam Menurunkan Konsentrasi Timbal Pada Limbah Cair PT PXI</dc:title>
	<dc:creator>Suwazan, Dhonny</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhidayanti, Nisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limbah cair; biosorben; kitosan; ampas teh; timbal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKLogam berat merupakan salah satu bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup karena memiliki toksisitas yang tinggi dan tidak dapat terbiodegradasi sehingga menjadi bioakumulasi pada rantai makanan. Dalam limbah cair yang dihasilkan pada industri tekstil terdapat salah satu logam berat yaitu timbal (Pb) yang digunakan sebagai pengikat zat warna. Salah satu metode penghilangan logam berat pada limbah cair yaitu metode adsorpsi menggunakan biosorben. Biosorben yang digunakan pada penelitian ini adalah campuran antara kitosan dan karbon aktif dari ampas teh. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan efektivitas penurunan konsentrasi Pb menggunakan adsorben alami dengan kombinasi kitosan dan ampas teh. Tahap awal dilakukan pengujian kandungan logam berat pada PT PXI dan diperoleh kandungan awal logam Pb sebesar 1,02 mg/L. Kemudian dilakukan sintesis adsorben hasil kombinasi kitosan dan karbon aktif dari ampas teh. Hasil karakterisasi diperoleh kadar karbon terikat sebesar 78,09%. Karakterisasi dilanjutkan untuk mengetahui sifat fisika dan kimia biosorben dilakukan menggunakan FTIR dan SEM-EDS. Hasil karakterisasi menggunakan FTIR didapatkan gugus fungsi O-H yang berperan dalam proses adsorpsi, hasil SEM-EDS menunjukan peningkatan kualitas struktur pori dan komposisi unsur dari kitosan yang telah di sintesis dengan ampas teh. Biosorben kombinasi kitosan dan karbon aktif dari ampas teh diaplikasikan sebagai adsorben dalam penghilangan logam berat Pb pada limbah industri tekstil PT PXI dengan variasi massa adsorben. Analisa konsentrasi Pb dilakukan menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan karbon aktif ampas teh sebesar 1,4 gr menghasilkan persen efektivitas tertinggi dalam penghilangan logam berat Pb sebesar 90,6% dan dapat menurunkan konsentrasi hingga 0.1 mg/L sehingga dapat memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.ABSTRACTHeavy metal is one of the hazardous chemicals that can pose a danger to the environment and living things because it has high toxicity and cannot be biodegraded so that it becomes bioaccumulation in the food chain. In the liquid waste produced in the textile industry there is one heavy metal, namely lead (Pb) which is used as a dye binder. One method of removing heavy metals in liquid waste is the adsorption method using a biosorbent. The biosorbent used in this research is a mixture of chitosan and activated carbon from tea dregs. The purpose of this study was to determine the effectiveness of reducing Pb concentration using a natural adsorbent with a combination of chitosan and tea dregs. The initial stage was testing the heavy metal content of PT PXI, the initial Pb content was 1.02 mg/L. Then the synthesis of the adsorbent resulting from the combination of chitosan and activated carbon from tea dregs was carried out. The results of the characterization obtained bound carbon content of 78.09%. Characterization was continued to determine the physical and chemical properties of biosorbents using FTIR and SEM-EDS. The results of characterization using FTIR obtained O-H functional groups that play a role in the adsorption process, the SEM-EDS results showed an increase in the quality of the pore structure and elemental composition of chitosan that had been synthesized with tea dregs. Biosorbent combination of chitosan and activated carbon from tea dregs was applied as an adsorbent in the removal of heavy metal Pb in textile industry waste PT PXI with variations in adsorbent mass. Pb concentration analysis was carried out using AAS. The results showed that the addition of 1.4 g of tea dregs activated carbon produced the highest percentage of effectiveness in the removal of heavy metal Pb by 90.6% and could reduce the concentration to 0.1 mg/L so that it could meet the required quality standards. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41989</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.37-44</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 37-44</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/41989/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61478</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:07:09Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Mekanik Mulsa Organik Lembaran Serat Aren dan Aplikasinya pada Lahan Pertanian</dc:title>
	<dc:creator>Thoriq, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Pratopo, Lukito Hasta</dc:creator>
	<dc:creator>Perwitasari, Sophia Dwiratna Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Arip, Muhamad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gulma; serat aren; kuat tarik; kemuluran; lateks</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hasil samping dari aktivitas produksi tepung aren adalah limbah cair dan limbah padat. Pada kondisi saat ini limbah cair dibuang secara langsung ke Sungai sedangkan limbah padat berupa serat dan kulit batang aren menumpuk di sekitar pabrik pengolahan. Salah satu solusi penganganan limbah serat aren adalah dengan membuat lembaran mulsa organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik fisik dan mekanik lembaran mulsa organik dari serat aren berdasarkan jenis perekat, dan menganalisis efektivitas setiap lembaran mulsa organik dari serat aren berdasarkan jenis perekat dalam menghambat pertumbuhan gulma. Penelitian ini menggunakan lima jenis perekat yaitu lateks, lempung, tepung aren dan tepung tapioka. Pengujian karakteristik mekanik dilakukan menggunakan alat uji tarik instron 1026. Pengujian efektivitas dalam menghambat pertumbuhan gulma dilakukan pada lahan pertanian menggunakan media tanam di dalam polibag hingga mulsa mengalami kerusakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perekat lateks memiliki karakteristik mekanik dan kemampuan menghambat pertumbuhan gulma terbaik yaitu 87,32% dibandingkan dengan jenis perekat lainnya. Hasil uji kuat tarik mulsa dengan perekat lateks pada hari ke-0 sebesar 73,30 N, hari ke-7 sebesar 69,19 N, hari ke-14 sebesar hari ke-21 sebesar 30,63 N, hari ke-28 sebesar 12,50 N dan hari ke-35 sebesar 0 N. Sementara kemuluran perekat lateks dari hari ke-0 hingga hari ke-35 setelah pemakaian, masing-masing sebesar 15,73%, 12,67%, 11,83%, 9,67%, 7,50%, dan 0%. Modulus young perekat lateks dari hari ke-0 hingga hari ke-35 setelah pemakaian, masing-masing sebesar 23,27 kPa, 25 kPa, 15,79 kPa, 16,74 kPa, 10,35 kPa, dan 0 kPa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61478</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.43-53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 43-53</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61478/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/61478/15622</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14705</identifier>
				<datestamp>2017-07-19T17:40:17Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Development of Interpretataion Method For Remote Sensing Imagery In Determining The Candidate of Landslide In Leitimur Paninsula, Ambon Island</dc:title>
	<dc:creator>Puturuhu, Ferad</dc:creator>
	<dc:creator>Danoedoro, Projo</dc:creator>
	<dc:creator>Sartohadi, Junun</dc:creator>
	<dc:creator>Srihadmoko, Danang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPenginderaa jauh merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian tentang teknologi perolehan data spasial dan sekaligus permasalahan kewilayahan serta manajemen sumber daya laha. Pemanfaatan metode penginderaan jauh untuk penelitian landslide dianataranya metode interpretasi citra secara visual dan digital.  Tujuan penelitian ini adalah membandingkan akurasi metode interpretasi dan menentukan lokasi kejadian landslide. Citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Landsat 8, Quickbird dan SRTM. Metode yang digunakan untuk menentukan kandidat landslide adalah interpretasi visual berlapis, Interpretasi citra digital dengan NDVI, OBIA, Toposhape, dan kombinasi NDVI-OBIA, dan NDVI-OBIA-Toposhape. Penggunaan metode interpretasi kejadian landslide yang terbaik adalah interpretasi visual berlapis dengan presentase 90 %. Interpretasi digital dengan NDVI mempunyai ketelitian 47 %, OBIA ketelitiannya  45 %, Toposhape 47 %, kombinasi NDVI-OBIA 47 %, dan Kombinasi NDVI-OBIA-Toposhape 53 %. Dari interpretasi visual berlapis dan pengamatan lapangan diperoleh tipe landslide yang ditemukan yaitu nendatan/slump (soil rotational slide) dalam jumlah yang banyak 7 titik (38.9%), rayapan tanah (soil creep),  aliran bahan rombakan (debris flow), longsor translasi dengan material tanah (earths Slide), dan  nendatan majemuk (multiple rotational slide).Kata kunci: Pengembanga, Metode, Interpretasi Citra, Penginderaan Jauh, Kandidat,    Landslide, Paninsula LeitimurABSTRACTRemote sensing is one of the methods used to address the problem of research on spatial data acquisition technologies and is also acquiring the problems of territorial and land resource management. The utilization of remote sensing method for the landslide research is visual and digital imagery interpretation. The purpose of this study was to compare the accuracy of the method of interpretation and determine the location of the landslide event. The imagery that used in this study was Landsat 8, Quickbird and SRTM. The method that used to determine the candidate of landslide was the layered visual interpretation, digital imagery interpretation with NDVI, OBIA, Toposhape, and combination-OBIA NDVI and NDVI-OBIA-Toposhape. The use of the interpretation method for the landslide event is the best of layered-visual interpretation with a percentage of 90%. Digital interpretation with NDVI has a 47% of its accuracy, thoroughness OBIA 45%, Toposhape 47%, the combination of NDVI-OBIA 47%, and the combination of NDVI-OBIA-Toposhape 53%. From  the layered-visual interpretation and field observations were obtained type of landslide found that soil rotational slide in large quantities 7 points (38.9%), creep soil (soil creep), the flow of material destruction (debris flow), landslides translation with soil materials (earths slide) and multiple rotational slide.Keywords: Development, Method, Imagery Interpretation, Remote Sensing, Candidate of Landslide, Landslide and Leitimur JaizirahCitation: Puturuhu, F., Danoedoro, P., Sartohadi, J. and Srihadmoko, D. (2017). The Development of Interpretataion Method for Remote Sensing Imagery In Determining The Candidate of Landslide In Leitimur Paninsula, Ambon Island. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 20-34, doi:10.14710/jil.15.1.20-34</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-05-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14705</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.15.1.20-34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 1 (2017): April 2017; 20-34</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14705/PDF</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45765</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Praktik Pencegahan dan Pengurangan Sampah Sisa Makanan di Sektor Pengecer di Beberapa Negara (Tinjauan Literatur)</dc:title>
	<dc:creator>Astria, Waode Dea</dc:creator>
	<dc:creator>Herdiansyah, Herdis</dc:creator>
	<dc:creator>Tumuyu, Sri Setiawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sampah sisa makanan; pengecer; tinjauan literatur; pencegahan; pengurangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan sampah sisa makanan menjadi isu yang sangat penting bagi dunia yang mengakibatkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Meskipun sampah sisa makanan dapat terjadi di setiap tingkat rantai pasokan makanan, pengecer yang menghubungkan distributor dan konsumen bertanggungjawab memegang peranan penting dalam masalah ini. Berbagai upaya publik yang ditujukan untuk memerangi sampah sisa makanan dan menentukan tujuan alternatif telah diterapkan di seluruh dunia. Langkah-langkah ini telah membuat pihak pengecer mencari cara untuk mencegah dan mengurangi sampah sisa makanan. Paper ini bertujuan untuk menyusun dan mengumpulkan metode pencegahan dan pengurangan sampah sisa makanan untuk mendukung pengambil keputusan dan pemangku kepentingan lainnya di sektor pengecer. Melalui tinjauan literatur yang sistematis, sebanyak 33 artikel jurnal internasional yang diterbitkan dari tahun 2013 hingga 2022 tentang pencegahan dan pengurangan sampah sisa makanan di beberapa negara dipelajari, dikelompokkan sesuai kategorinya dan dibahas. Berdasarkan hasil tinjauan literatur melaporkan bahwa praktik pencegahan dan pengurangan sampah sisa makanan dapat dikategorikan menjadi empat bagian, yaitu kebijakan (menyumbangkan makanan, mengalihkan ke ternak, pengurangan harga, dan perjanjian kembali ke pemasok), pendidikan (pelatihan karyawan dan staff, kampanye pencegahan, dan komunikasi internal), logistik atau manajemen (penempatan/pengemasan/pengisian produk, transportasi/pengangkutan, dan pengoptimalan penyimpanan dan umur simpan) dan dukungan atau support (pencatatan, memprediksi permintaan, dan kolaborasi dan kerjasama antara rantai pasok). Hasil ini dapat dijadikan acuan bagi pihak pemangku kepentingan (lembaga non pemerintah, pemeritah, pihak manajerial, peneliti, produsen, dan masyarakat) untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan tindakan dalam mengurangi dan mencegah sampah sisa makanan khususnya di tingkat pengecer. Kontribusi dari paper ini adalah mengembangkan praktik untuk mencegah dan mengurangi sampah sisa makanan di pengecer.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45765</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.350-360</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 350-360</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45765/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/65913</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kerawanan Longsor dengan Metode Analytical Hierarchy Process dan Information Value di Kecamatan Lembang–Kabupaten Bandung Barat</dc:title>
	<dc:creator>Hamdani, Agus Jaiz</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Zulfa Yogi</dc:creator>
	<dc:creator>Priyana, Pandu Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Zen, Revina Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Suhartono, Muhammad Alsamtu Tita Sabila Pratama</dc:creator>
	<dc:creator>Mandiri, Ashilah Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Puspita, Salma Maya</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriawan, Muhammad Bagus</dc:creator>
	<dc:creator>Ahsan, Najmadina Faradiba</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Fitri Hanifah</dc:creator>
	<dc:creator>Hanif, Muhammad Hafidz Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kerawanan, tanah longsor, analytical hierarchy process, information value, GIS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kecamatan Lembang merupakan salah satu daerah yang sering dilanda bencana tanah longsor. Kejadian longsor di daerah tersebut tidak jarang menimbulkan kerugian ekonomi dan korban jiwa. Sejauh ini, belum ada satupun penelitian yang membandingkan metode pemetaan kerawanan tanah longsor, misalnya analytical hierarchy process (AHP) dan information value (IV), di daerah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan (1) memetakan dan menganalisis distribusi spasial tingkat kerawanan longsor dan (2) membandingkan serta menganalisis metode AHP dan IV untuk kajian kerawanan longsor di Kecamatan Lembang. Sebanyak delapan parameter kerawanan longsor digunakan dalam pemetaan, seperti ketinggian, kemiringan lereng, arah hadap lereng, jarak terhadap patahan, jarak terhadap sungai, jarak terhadap jalan, litologi, dan penggunaan lahan. Semua parameter tersebut kemudian ditumpangsusunkan (overlay) sehingga menghasilkan peta kerawanan tanah longsor. Hasil peta kerawanan tersebut kemudian dibagi menjadi 5 kelas: sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Uji akurasi juga dilakukan terhadap kedua metode pemetaan. Metode IV memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada metode AHP dengan nilai 68% berbanding 56%. Pola kelas kerawanan tinggi dan sangat tinggi di kedua peta tersebut berasosiasi dengan hutan dan jaringan sungai. Selain itu, analisis ini juga menunjukkan kualitas data parameter dan ketersediaan basis data kejadian penting untuk menghasilkan peta yang lebih representatif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65913</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1253-1268</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1253-1268</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65913/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/28323</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tipologi dan Resolusi Konflik Tenurial dalam Kawasan Hutan Konservasi Taman Wisata Alam Pantai Panjang-Pulau Baai di Kota Bengkulu</dc:title>
	<dc:creator>Senoaji, Gunggung</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Guswarni</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Muhammad Fajrin</dc:creator>
	<dc:creator>Iskandar, Iskandar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis konflik tenurial, Resolusi konflik, Taman Wisata Alam, Tipologi konflik kehutanan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Taman Wisata Alam Pantai Panjang-Pulau Baai di Kota Bengkulu merupakan kawasan hutan konservasi yang tujuan utamanya dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata alam dan rekreasi. Ekosistem pantai dan mangrove dengan segala kekayaan dan keindahan alamnya merupakan obyek daya tarik wisata kawasan ini. Pengelolaan kawasan wisata ini menghadapi permasalahan, yakni konflik hak atas lahan sehingga terjadi alih fungsi pemanfaatan lahan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi konflik tenurial dan alternatif penyelesaiannya. Kajian dilakukan dengan memetakan penggunaan lahan dan mengidentifikasi para pihak yang memanfaatkan kawasan taman wisata ini. Pendekatan sejarah dan yuridis digunakan untuk menentukan alternatif penyelesaian konflik tenurialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan taman wisata alam ini belum ditetapkan sebagai kawasan hutan. Penetapan kawasan hutan tetap harus segera dilakukan agar dapat melakukan kepastian hukum dalam pengelolaan. Didalam kawasannya terdapat berbagai penggunaan lahan di luar bidang kehutanan. Tipologi konflik tenurial yang terjadi adalah : konflik pengelola dengan masyarakat, konflik pengelola dengan pemerintah, dan konflik pemerintah dengan perusahaan negara. Resolusi konflik yang ditawarkan adalah perubahan sebagian peruntukan kawasan hutan melalui skema revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bengkulu dan kolaborasi pemanfaatan kawasan hutan taman hutan wisata dengan pengelola. Evaluasi kesesuaiaan fungsi taman wisata alam harus dilakukan dengan melibatkan semua pihak yang berkonflik didalamnya. Hasil evaluasi ini menjadi dasar dalam penetapan kawasan hutan taman wisata alam agar memiliki kekuatan hukum yang tetap. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Bengkulu University</dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/28323</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.323-332</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 323-332</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/28323/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59776</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mobilitas Merkuri pada Limbah Bekas Tambang Pengolahan Emas: Studi Kasus di Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Budianta, Wawan</dc:creator>
	<dc:creator>Idrus, Arifudin</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Winarto</dc:creator>
	<dc:creator>Ahmad, Johan Syafri Mahathir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mobilitas; Merkuri; Limbah; Tambang; Emas; Tailing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah, terdapat banyak kegiatan tambanh emas tradisional yang masih menggunakan merkuri sebagai proses amalgamasi dalam pengolahan emas. Mobilitas merkuri merupakan faktor penting untuk memahami resiko pencemaran dan remediasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mobilitas merkuri pada limbah tambang atau tailing yang ada di lokasi penelitian. Sepuluh sampel tailing diambil dari kolam penampungan limbang tambang, kemudian konsentrasi total merkuri diukur dengan AAS. Fraksinasi merkuri diulakukan untuk mengetahui mobilitas merkuri dan pengukuran merkuri juga dilakukan dengan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi total merkuri pada kolam tailing sangat tinggi, lebih tinggi daripada konsentrasi nornal di alam. Fraksinasl merkuri yang dilakukan untuk mengetahui mobilitas merkuri mennjukkan hampir semua sampel dominan pada fraksi pertama dan kedua yang mempunyai efek negatif terhadap lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59776</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.803-807</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 803-807</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59776/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4532</identifier>
				<datestamp>2013-03-02T02:58:13Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KEBISINGAN DAN PERSEPSI KETERGANGGUAN MASYARAKAT AKIBAT PENAMBANGAN BATU ANDESIT DI DESA JELADRI, KECAMATAN WINONGAN, KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR</dc:title>
	<dc:creator>Hidayat, Syarif</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Purwanto</dc:creator>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Kegiatan industri menghasilkan polusi yang dapat menjadi tekanan pada lingkungan, dan kebisingan adalah salah satu bentuk dari polusi yang dapat menimbulkan tekanan lingkungan dan akan berdampak secara fisik maupun non fisik kepada manusia sebagai bagian dari lingkungan. Respon terhadap tekanan lingkungan kadang memunculkan konflik lingkungan. Kegiatan pertambangan termasuk dari kegiatan industri pengguna peralatan mekanis yang pasti akan menghasilkan suara, suara dari kerja alat akan terdengar hingga ke lingkungan sekitar dan akan berdampak mengganggu jika suara yang diterima di lingkungan sekitar melebihi batas baku yang ditetapkan. Penilaian tingkat kebisingan tidak hanya berdasarkan besaran fisik namun diharapkan dapat menununjukan respon serta persepsi dari ketergangguan yang dirasakan masyarakat akibat kebisingan yang sampai ke lingkungan pemukimann. Dari hasil penelitian ini bahwa kegiatan penambangan batu andesit di Desa Jeladri Pasuruan mengakibatkan tingkat kebisingan yang sampai kepemukiman sekitar melebihi  batas baku  yang ditetapkan dan alat crusher dianggap paling mengganggu saat malam hari di saat masyarakat akan bersantai atau istirahat.     Kata Kunci: Industri, Polusi, Kebisingan, Batas Baku, Lingkungan Pemukiman    ABSTRACT Industrial activities generate of pollution which may become pressure to the environment. Noise is a form of pollution that can cause environmental stress and will affect the physical and non-physical to human beings as part of the environment. Response to environmental stress often raises environmental conflict. Mining activities is one of industrial users of the activities of mechanical equipment that will certainly produce the sound. The voice of the working tools will be heard up to the surrounding environment and will affect the sound annoying if received in the neighborhood exceeds the standard limits set. Assessment of the level of noise is not only based on physical quantities but it also can be assess by knowing response as well as the perceived perception of society due to environmental noise. From the results of this study that the mining andesit activities in the village of Jeladri,  Pasuruan East Java  the result show that noise levels to exceed the quality standards established, crusher equipment is considered the most disturbing at night when people would relax or rest.   Keywords: Industry, Pollution, Noise, Raw Limits, Environmental Settlements </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-11-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4532</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.10.2.95-99</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012; 95-99</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4532/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43098</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Desain Komposter Sampah Pasar sebagai Solusi Persampahan di Negara Berkembang (Studi Kasus: Jakarta, Indonesia)</dc:title>
	<dc:creator>Akhmad, Argiffari</dc:creator>
	<dc:creator>Ulhasanah, Nova -</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Mega Mutiara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Food Waste; Composter; Leachate;3R Waste Processing Site; Passive Ventilation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tingginya timbulan sampah makanan di negara berkembang seperti Indonesia, membuat komposting menjadi salah satu alternatif pengolahan sampah yang sering dilakukan oleh masyarakat. Disamping prosedurnya yang mudah, biaya pengolahan pun relatif lebih murah dibanding jenis pengolahan lainnya. Namun permasalahan produksi air lindi terutama pada sampah pasar yang memiliki kadar air yang sangat tinggi sering membuat masyarakat menghentikan aktifitas kompostingnya. Bau yang tidak sedap dan terganggunya estetika akibat penggunaan komposter yang tidak sesuai dengan karakteristik sampah juga dialami oleh tempat pengolahan sampah 3R (TPS 3R) di Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk merancang komposter yang dapat menyelesaikan permasalahan air lindi tersebut. Metode penelitian pada studi ini adalah eksperimental, dilakukan pengujian alat rancangan yang berbeda dengan yang telah ada sebelumnya untuk dilakukan komparasi. Komposter dirancang menggunakan drum HDPE 150L dengan pembuatan sekat antara ruangan material sampah dengan ruangan penampungan air lindi (beserta selang indikator air lindi). Ventilasi pasif dari pipa PVC juga dirancang dibagian tengah komposter yang berperan sebagai sirkulasi udara dan pengaduk sehingga pasokan oksigen dapat terjaga dengan baik. Hasil rancangan komposter telah diuji dan menghasilkan kompos berkualitas baik menurut SNI 19-7030-2004. Durasi komposting juga berhasil dipersingkat menjadi 30 hari untuk menghasilkan kompos matang (komposter biasa 40-60 hari).ABSTRACTHigh generation of food waste in developing countries such as Indonesia makes composting an alternative to waste processing that is often done by the communities. Besides the easy procedure, the processing cost is relatively cheaper than other types of processing. However, the problem of leachate production, especially in market waste which has a very high-water content, often makes people stop their composting activities. An unpleasant odor and aesthetic disturbance due to the use of a composter that is not in accordance with the characteristics of the waste are also experienced by 3R waste processing site (TPS 3R) in South Grogol Sub-district, Jakarta. This study aims to design a composter that can solve the leachate problem. The research method in this study is experimental, testing different design tools with previous ones for comparison. The composter is designed using a 150L HDPE drum with the manufacture of a bulkhead between the waste material room and the leachate storage room (along with the leachate indicator hose). Passive ventilation from PVC pipes is also designed in the middle of the composter which acts as air circulation and stirrer so that oxygen supply can be maintained properly. The results of the composter design have been tested and produce good quality compost according to SNI 19-7030-2004. Composting duration was also successfully shortened to 30 days to produce mature compost (ordinary composter 40-60 days).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43098</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.356-364</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 356-364</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43098/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63164</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pengelolaan Bank Sampah dan TPS 3R di Kota Sungai Penuh</dc:title>
	<dc:creator>Rahmadhani, Fitra</dc:creator>
	<dc:creator>Aziz, Rizki</dc:creator>
	<dc:creator>Indah, Shinta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sampah; TPS 3R; bank sampah; SWOT; AHP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Sungai Penuh tidak memiliki lokasi Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) sampah. Pemerintah menyewa lahan warga untuk dijadikan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Desa Renah Padang Tinggi dengan luas 1,6 Ha. Kondisi ini membutuhkan upaya pengurangan sampah secara optimal dari sumbernya. Salah satu sumber sampah terbesar adalah sampah rumah tangga yang bisa dikelola di bank sampah dan TPS 3R. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh tahun 2024, terdapat 1 unit bank sampah dan 16 unit TPS 3R yang berpotensi mengurangi sampah menuju TPA jika dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun rencana strategi peningkatan pengelolaan bank sampah dan TPS 3R di Kota Sungai Penuh. Pendekatan yang dilakukan untuk menentukan strategi yaitu Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis SWOT dilakukan dengan menghitung nilai bobot dan rating dari hasil penetapan faktor internal dan eksternal yang menghasilkan strategi diversifikasi yaitu memaksimalkan kekuatan untuk mengatasi atau mencegah ancaman. Analisis AHP menghasilkan strategi prioritas pengelolaan sampah pada bank sampah dan TPS 3R yaitu yaitu memaksimalkan pengoperasian TPS 3R dan Bank Sampah yang terintegrasi dengan BUMDes dengan nilai bobot 0,28.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63164</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.339-346</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 339-346</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63164/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/13111</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:26:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERMEABILITAS TANAH BERBAGAI TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI TANAH ALUVIAL PESISIR DAS CIMANUK, INDRAMAYU</dc:title>
	<dc:creator>Mulyono, Asep</dc:creator>
	<dc:creator>Rusydi, Anna Fadlilah</dc:creator>
	<dc:creator>Lestiana, Hilda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Permeabilitas, organik, tekstur, tanah, indramayu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pesisir Indramayu termasuk wilayah DAS Cimanuk dengan jenis tanah Aluvial/Entisols. Pengetahuan berapa besar kemampuan tanah Aluvial dalam pergerakan air (permeabilitas) merupakan aspek penting dalam hubungannya dengan lingkungan. Studi variasi tingkat permeabilitas tanah akibat berbagai tipe penggunaan lahan pada tanah Aluvial telah dilakukan. Survei lapangan dilakukan dengan pengambilan contoh tanah. Contoh tanah untuk penetapan sifat permeabilitas tanah berdasarkan metode constan head. Analisis kimia tanah dilakukan untuk kandungan fraksi organik tanah, tekstur tanah. Hasil analisis menunjukkan lahan hutan memberikan hasil yang lebih cepat dibanding tipe penggunaan lahan lain. Kebun monokultur menghasilkan rata-rata permeabilitas yang lebih tinggi dibanding lahan kebun campuran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Pusat Penelitian Limnologi LIPI</dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/13111</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.1-6</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 1-6</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/13111/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47462</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mampukah Pembangkit Listrik Tenaga Air Mendorong Green Economy untuk Indonesia?</dc:title>
	<dc:creator>Allifah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Syaukat, Yusman</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Pini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">emission, fossil fuel, hydropower, sustainable development</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Attention to the negative impact of economic growth on the environment has emerged in the green economy paradigm. The utilization of hydropower can achieve green energy as part of green econony. To analyze the role of hydropower in driving Indonesia's green energy, the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method was employed. The results show that increased electricity production from hydropower will reduce environmental damage. Meanwhile, the use of fossil fuels will harm the environment for short and long periods.  Indonesia is still in a scale of effect because environmental damage indicated by CO2 emission continuously increases due to economic activities. In addition, there is a bidirectional relationship between GDP and CO2 emissions. This means that Indonesia needs a sustainable economic growth. In addition, there is a bidirectional relationship between electricity production from hydropower and CO2 emissions. At the same time, a unidirectional causality presents from GDP to electricity production from hydropower, coal consumption to GDP, and consumption of oil and natural gas to CO2 emissions. The Indonesian government needs to establish policies which reduces consumption of fossil fuels, increases the investors’s interest in renewable energy, and expands the economic capacity to reach the expected turning point of the economic growth.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47462</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.647-658</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 647-658</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47462/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/72818</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T14:15:09Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kerusakan Pohon pada Areal Tegakan Pinus menggunakan Metode Forest Health Monitoring di Kawasan Hutan BKPH Bandar KPH Pekalongan Timur</dc:title>
	<dc:creator>Zaki, Imam</dc:creator>
	<dc:creator>Pertiwi, Yus Andhini Bhekti</dc:creator>
	<dc:creator>Nufus, Malihatun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesehatan Hutan; Kerusakan; Penyadapan; Pengelolaan; Pinus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">BKPH Bandar merupakan bagian kesatuan pemangkuan hutan dari KPH Pekalongan Timur. Tegakan utama pada BKPH Bandar yaitu tegakan Pinus merkusii sehingga komoditas utamanya yaitu getah pinus. Untuk memperoleh getah pinus, maka pohon pinus harus disadap. Penyadapan mengakibatkan luka dan berpotensi menyebabkan penurunan kesehatan pohon. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan tegakan pinus menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM), serta memberikan rekomendasi penanganan terkait kerusakan tegakan yang terjadi di Kawasan Hutan BKPH Bandar, KPH Pekalongan Timur. Penilaian kesehatan tegakan dengan melihat jenis kerusakan pohon. Pada penelitian ini, dibuat tiga klaster-plot yang masing-masing berada di RPH Kembang Langit, RPH Tombo, dan RPH Sodong. Tegakan pinus pada masing-masing RPH ditanam pada tahun 1997 (27 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini didominasi oleh Pinus merkusii, namun terdapat jenis lainnya seperti Gnetum gnemon, Artocarpus heterophyllus, Maesopsis eminii, Pithecellobium jiringa, Alstonia scholaris, Falcataria falcata, dan Hibiscus sp. Lokasi kerusakan paling banyak terjadi pada batang bagian bawah (47,22%). Tipe kerusakan dominan yang ditemukan adalah luka terbuka (40,95%), diikuti oleh kerusakan cabang patah atau mati (22,84%), dan sarang rayap (18,27%). Berdasarkan indeks kerusakan tingkat plot, sebagian besar tegakan berada pada kondisi kerusakan ringan hingga sedang. Penelitian ini memberikan model indeks kerusakan pada metode FHM untuk mengevaluasi dampak praktik penyadapan terhadap kesehatan tegakan pinus produksi. Rekomendasi yang diberikan melalui hasil penelitian ini yaitu berupa langkah mitigasi dan penanggulangan, seperti pengelolaan aktivitas penyadapan yang sesuai dengan SOP dan pemantauan berkala untuk mengurangi dampak kerusakan akibat faktor biotik dan abiotik terhadap kesehatan hutan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72818</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1566-1573</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72818/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/34663</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:25Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Wetland Fires and Its Environmental Conditions</dc:title>
	<dc:creator>Lestari, Mona</dc:creator>
	<dc:creator>Andarini, Desheila</dc:creator>
	<dc:creator>Camelia, Anita</dc:creator>
	<dc:creator>Novrikasari, Novrikasari</dc:creator>
	<dc:creator>Nandini, Rizka Faliria</dc:creator>
	<dc:creator>Fujianti, Poppy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Soil type, Peat soil, Vegetation, Shrubs, Wetland</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Today, many wetlands have been converted into agricultural, industrial, and residential areas. This conversion of land functions creates new problems for the environment and human, one of which is land fires. The results of land fires can also cause other problems that results in losses in various fields, such as human health, the economy, and other fields. The emergence of smog as a result of land fires can cause respiratory problems, disruption of the transportation system, conflicts between neighboring countries, and the others. South Sumatra Province is one of the largest contributors to the haze as a result of land fires, especially its wetlands. Ogan Ilir Regency is one of the areas in South Sumatra Province which has extensive wetlands and fires frequently occur. Fires are caused by triggering factors, one of which is natural factors such as a prolonged dry season, availability of water supply, and intensity of rainfall. This study is an analytic descriptive study that aimed to provide an overview of environmental conditions on land, the majority of which are wetlands which experienced fires in Ogan Ilir Regency in 2019. The environmental conditions studied included soil and vegetation types. The data obtained will be displayed through tables and graphs, then interpreted and analyzed descriptively. The type of data used is secondary data in the form of a report by the Regional Disaster Management Agency Ogan Ilir Regency related to land fires in OI Regency and processed using the Geographic Information System (GIS) application. The results of the analysis show that the area of land fires that mostly occurred in North Indralaya District was 382,7 hectares with a total of 144 hotspots. The burnt area was dominated by peat soil (53%) and scrub vegetation (43%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/34663</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.21-28</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 21-28</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/34663/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58825</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimasi Ketersediaan dan Serapan Karbon pada Mangrove di Muara Sungai Cipunegara Desa Patimban, Kecamatan Pusaka Nagara, Subang, Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator>Sodikin, Sodikin</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Rahmat</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Florentina Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Fahmi, Fauzi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cipunagara; ketersediaan karbon; mangrove; serapan karbon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Muara Sungai Cipunagara berada di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang. Di kawasan ini terdapat mangrove yang tumbuh secara alami maupun hasil penanaman. Keberadaan kawasan mangrove mampu menyerap dan menyimpan emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi ketersediaan dan menganalisis daya serap karbon pada mangrove di muara Sungai Cipunagara. Data mangrove diperoleh dengan melakukan interpretasi citra dan melakukan ground check lapangan, identifikasi jenis mangrove dan pengukuran diameter dilakukan dengan metode transek line. Parameter lingkungan dilakukan dengan pengambilan sampel pada plot yang telah ditentukan. Analisis biomassa menggunakan persamaan allometrik, setelah ditemukan hasil biomassa kemudian dilakukan perhitungan untuk mengetahui ketersediaan karbon dan kemampuan serapan karbon. Hasil penelitian menunjukan bahwa mangrove di wilayah muara Sungai Cipungara tahun 2011 sampai tahun 2023 terus mengalami peningkatan, pada tahun 2023 memiliki luas sebesar 696 ha. Jenis mangrove dominan adalah jenis Avicenna spp, Rhizophora spp dan Sonneratia, nilai biomassa yang dihasilkan oleh mangrove yang dihasilkan sebesar 390,70 ton/ha/hari, rata-rata ketersediaan karbon sebesar 19,53 ton/ha/hari dan rata-rata kemampuan serapan karbon perharinya adalah sebesar 71,69 ton/ha.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58825</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.1100-1107</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 1100-1107</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58825/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/58825/14771</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17317</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:24:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hidrokarbon Aromatik Polisiklik pada Lahan Tercemar Limbah Minyak Bumi: Tinjauan Pertumbuhan Mikro-Organisme, Proses Metabolisme dan Biodegradasi</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Allen</dc:creator>
	<dc:creator>Wirasembada, Yanuar Chandra</dc:creator>
	<dc:creator>Ningtyas Razaad, Indah Mutiara</dc:creator>
	<dc:creator>Novriansyah, Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Rafi, Mohamad</dc:creator>
	<dc:creator>Effendi, Agus Jatnika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biodegradation; growth rate; metabolic process; microbial; polycyclic aromatic hydrocarbons</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKHidrokarbon Aromatik Polisiklik (HAP) berasal dari proses alamiah dan limbah antropogenik di lingkungan. HAP merupakan polutan di udara, tanah, dan padatan yang mengendap pada fase cair (sedimen) dan berkembang akibat pembakaran tidak lengkap material organik. Kajian ini berupa studi literatur mengenai informasi secara lebih detil tentang laju kenaikan HAP pada tanah, gambaran umum proses metabolisme, proses biodegradasi HAP melalui keterlibatan mikroorganisme, dan alternatif pengolahan sebagai media teknologi penunjang aktivitas proses degradasi. Proses degradasi HAP dan substrat hidrofobik digunakan untuk membatasi jumlah fase cair terlarut melalui sorbsi, kristalin, dan non-aqueous phase liquid (NAPL) sehingga HAP terlarut menjadi tidak tersedia. Laju peningkatan HAP di dalam tanah terbagi atas tiga fase, yaitu fase eksponensial, fase lanjutan dengan pertumbuhan pseudo-linear, dan fase pseudo-stasioner pada kondisi tidak ideal berdasarkan ciri akses bakteri tersedia dalam jumlah tidak terbatas, dan transportasi substrat adalah homogen. Pada media heterogen, seperti tanah, HAP diserap dalam partikel organik pada pori-pori dengan ukuran kecil sehingga bakteri tanah tidak dapat mengakses HAP. Pada kasus pencemaran dalam skala besar, HAP akan berbentuk semacam tar droplet sehingga membatasi bakteri untuk mendegradasi HAP. Selain bakteri, jenis organisme dan mikroorganisme spesifik pendegradasi HAP dapat ditemukan pada jamur (fungi), cyanobacteria, dan alga.Kata kunci: biodegradasi, hidrokarbon aromatik polisiklik, mikroorganisme, proses metabolisme.ABSTRACTPolycylic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are derived from natural processes and the anthropogenic wastes in the environment. PAHs are pollutants found in the air, soil, and sediments which are developed due to incomplete combustion of the organic materials. This review provides a more detail literature study regarding the microbial growth, the metabolic process, and PAHs microbial biodegradation processes overview. The process of PAHs and the hydrophobic substrate degradation is applied to limit the amount of dissolved aqueous phase through sorption, crystalline, and non-aqueous phase liquid (NAPL) so that the dissolved PAHs are no longer available. microbial growth on PAHs as the sole carbon source can be divided into three phases which are the exponential phase, the advance phase with pseudo-linear growth, and pseudo-stationery phase in a non-ideal condition based on the characteristic of the unlimited bacterial access and the homogenous substrate transport. In the heterogeneous medium, such as soil, PAHs are absorbed into the organic particles of small sized pores so that the PAHs become inaccessible for the soil bacteria. In large scale pollution, the PAHs are in the form of tar droplets which limit the access for soil bacteria to degrade the PAHs. Other than bacteria, the specific organisms and microorganisms to degrade PAHs are found in fungi, cyanobacteria, and algae.Keywords: biodegradation, growth rate, metabolic process, microbial, polycyclic aromatic hydrocarbons.Citation: Kurniawan A., Wirasembada, Y.C., Razaad, I.M.N., Novriansyah, A., Rafi, M., Effendi, A.J.(2018). Hidrokarbon Aromatik Polisiklik pada Lahan Tercemar Limbah Minyak Bumi: Tinjauan Pertumbuhan Mikro-Organisme, Proses Metabolisme dan Biodegradasi, Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 9-24, doi:10.14710/jil.16.1.9-24</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-06-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17317</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.1.9-24</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 1 (2018): April 2018; 9-24</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17317/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/17317/2091</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/17317/2093</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/17317/2094</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45151</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:55Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengukuran Tingkat Eko-Efisiensi Batik Cap Menggunakan Metode Life Cycle Analysis (Studi Kasus: Batik Encim pada Kampoeng Batik Kauman Pekalongan)</dc:title>
	<dc:creator>Susanto, Novie</dc:creator>
	<dc:creator>Putranto, Thomas Triadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Batik Encim; Kampoeng Batik Kauman; Pekalongan; keberlanjutan; eko-efisiensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Batik merupakan budaya Indonesia yang unik dan harus dilestarikan, tak hanya itu, batik juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Dalam proses produksi batik tersebut terdapat berbagai dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh besarnya limbah cair yang dihasilkan, penggunaan zat pewarna sintesis, dan sebagainya. Hal tersebut juga terjadi pada Kampoeng Batik Kauman Pekalongan dalam memproduksi batik cap khas yang disebut batik encim. Kampoeng Batik Kauman Pekalongan merupakan kampung batik dengan jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) yang cukup besar yaitu sekitar 30 IKM berpotensi untuk menimbulkan dampak lingkungan yang besar pula. Demi menghasilkan produk yang efisien secara ekonomi dan ekologi, perlu dilakukan analisis eko-efisiensi dan besarnya biaya dampak lingkungan yang diperlukan atau eco-cost terkait proses produksi dimulai dari awal produksi hingga akhir produk jadi. Pengukuran eko-efisiensi dilakukan menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Pengukuran LCA dilakukan melalui perhitungan cost benefit analysis, eco-efficiency index, eco-cost value ratio, dan eco-efficiency ratio. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan pengurus Omah Kreatif Kampoeng Batik Kauman Pekalongan, pemilik dan pekerja IKM di Kampoeng Batik Kauman Pekalongan untuk mengetahui hal-hal terkait proses produksi, input, output, dan biaya-biaya yang terkait pada proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan nilai eco-cost Rp 69.937,365 untuk setiap lembar batik encim dan nilai eko-efisiensi 1,178 yang lebih dari 1 menandakan produk yang dihasilkan telah menguntungkan dalam aspek ekonomi dan juga sustainable. Hal tersebut menandakan bahwa Kampoeng Batik Kauman Pekalongan harus mempertahankan dan meningkatkan nilai eko-efisiensinya dengan melakukan perbaikan pada proses produksinya menjadi lebih efisien pada aspek ekonomi maupun ekologi.ABSTRACTBatik is a unique Indonesian culture and must be preserved, not only that, but batik has also been established as a world cultural heritage. However, the batik production process can cause various negative impacts on the environment caused by the amount of liquid waste produced, the use of synthetic dyes, etc. This also happened to Kampoeng Batik Kauman Pekalongan in producing its well-known batik cap called batik encim. Kampoeng Batik Kauman Pekalongan is a batik village with a fairly large number of Small and Medium-Sized Entrepreneurs (SMEs) which is around 30 IKM has the potential to cause a large environmental impact as well. For the sake of producing economically and ecologically efficient products, it is necessary to do an eco-efficiency analysis and the number of environmental impact costs required (eco-costs) related to the production process starting from the beginning of production to the end of each finished product. This eco-efficiency measurement is carried out using the Life Cycle Assessment (LCA) method. LCA measurement is performed through the calculation of cost benefit analysis, eco-efficiency index, eco-cost value ratio, and eco-efficiency ratio. The data collection technique was carried out through interviews with the management of Omah Kreatif Kampoeng Batik Kauman Pekalongan, owners and workers of IKM in Kampoeng Batik Kauman Pekalongan to find out things related to the production process, inputs, outputs, and costs related to the production process.The results showed the eco-cost value of Rp 69,937,365 was obtained for each encim batik and an eco-efficiency value of 1.178 which was more than 1 indicates that the product produced was profitable in economic terms and also sustainable. This indicates that Kampoeng Batik Kauman Pekalongan must maintain and increase its eco-efficiency value by making improvements in its production process to be more efficient in economic and ecological aspects.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45151</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.654-664</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 654-664</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45151/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67386</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Synthesis and Characterization Analysis of Banana Peel Carbon Activated as Adsorption of Copper (Cu)</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Mira Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Salam, Abdul Ngalimus</dc:creator>
	<dc:creator>Munte, Wahyudi Nandana</dc:creator>
	<dc:creator>Chitraningrum, Nidya</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmasari, Lita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adsorption; Copper (Cu); Activated Carbon; Banana Peel; Carbonization; Potassium hydroxide</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Activated carbon is a porous material widely used in various industrial and environmental applications, especially as an adsorbent in liquid waste treatment and gas purification. Banana peel, an abundant and renewable carbon source, is an environmentally friendly and sustainable raw material for activated carbon. However, optimization of the activation process is essential to improve the characteristics and adsorption performance of activated carbon. This study aims to evaluate the effect of KOH activation on the synthesis and characterization of banana peel-based activated carbon. Carbonization and chemical activation processes were carried out, then morphology and chemical structure characterization were performed using Field Emission Scanning Electron Microscopy (FE-SEM), Energy Dispersive X-ray (EDX), and Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). The analysis showed that the activated carbon obtained has a well-developed pore structure with a porosity level of 74.80% and contains O-H, C-H, C=O, and C-Cl functional groups, which play a role in metal ion interactions. The hydrophilic nature of the activated carbon was studied through contact angle analysis, while the adsorption capacity towards copper ions (Cu) was determined using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed that the highest adsorption efficiency of 99.99% was achieved on activated carbon with 20% concentration and 15 minutes contact time. With good pore characteristics and high adsorption efficiency, banana peel-based activated carbon has the potential to be an efficient and sustainable adsorbent in heavy metal waste treatment applications. This research provides further insight into the utilization of biomass waste to produce functional materials of high-added value.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67386</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.647-657</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 647-657</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67386/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22474</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:30:04Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keanekaragaman Hayati di Lahan Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri dan Implikasi Kebijakannya: Kasus Desa Wonosari</dc:title>
	<dc:creator>Anggana, Alvian Febry</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyono, Sigit Andy</dc:creator>
	<dc:creator>Lastiantoro, Casimerus Yudi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biodiversity, National park, Conservation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">After the looting and destruction of forest land in the Merubetiri National Park area were effortS to restore the area to its original condition. Various efforts were made involving the community in the rehabilitation of Meru Betiri National Park land. One indicator of the success of land rehabilitation is increasing biodiversity. The purpose of this study was to determine biodiversity in the rehabilitation area of Meru Betiri National Park. The method used uses a 100-200 m striped line combination at each location for vegetation data collection. Vegetation analysis by calculating type frequency, species density, species dominance, important value index, species diversity index, species richness index and distribution pattern. The results showed that there were 14 types of vegetation in 11 families in 4 common observation plots and jackfruit plants (Artocarpus heterophyllus) and showed adaptability and these plants were needed by the community. Based on the results of the study, the INP value of the Wonoasri plot was 103.27% Pete (Parkia speciosa), Bonangan plot was Jackfruit (Artocarpus heterophyllus) of 154.18%, Donglo plot of Jackfruit (Artocarpus heterophyllus) was 133.22%, and Jackfruit Pletes (Artocarpus heterophyllus) of 262.41%. For this reason, it is necessary to do new types of enhancements and compaction of spacing on each rehabilitation plot so that the value of diversity and species richness can increase, so that the success of rehabilitation can be seen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">BPPTPDAS, Taman Nasional Meru Betiri, ketua kelompok tani dan petani lahan rehabilitasi.</dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22474</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.283-290</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 283-290</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22474/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52827</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Energi Terbarukan dari Pemanfaatan Energi Biogas POME (Palm Oil Mill Effluent) sebagai Sumber Energi Terbarukan di Provinsi Jambi</dc:title>
	<dc:creator>Sagala, Donar</dc:creator>
	<dc:creator>Frimawaty, Evi</dc:creator>
	<dc:creator>Sodri, Ahyahudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biogas; metana; energi terbarukan; POME; sawit; Chemical Oxygen Demand</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Energi berperan penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Ketersediaan dan akses yang merata terhadap energi bersih merupakan suatu tantangan yang dihadapi saat ini. Indonsia sebagai negara produsen minyak sawit mentah Crude Palm Oil (CPO) di dunia dengan produksi mencapai 45.12 juta ton pada tahun 2021. Seiring dengan peningkatan volume produksi yang besar tersebut akan menghasilkan sejumlah besar limbah cair pabrik sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Penguraian POME secara anaerobik akan menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan. POME yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak negatif terhadap lingkungan dikarenakan kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi, apabila langsung dibuang ke kolam terbuka maka akan melepas gas metana ke atmosfer sebagai emisi gas rumah kaca (GRK).  Namun jika dikelola dengan tepat akan memberikan nilai tambah secara ekonomi, sosial dan lingkungan terutama dalam hal pengurangan GRK dan pencemaran sumber daya air. Tujuan dari studi ini adalah untuk membahas potensi energi terbarukan dari pemanfaatan energi biogas POME. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  dengan melakukan survey. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik POME memiliki suhu 70 – 900C, bersifat asam dengan pH 4 - 5,5 dan kandungan COD tinggi yaitu 80.000 – 120.000 mg/L, dengan proses anaerobik sistem tanki reaktor menghasilkan biogas dengan rasio sekitar 30 – 40 Nm3/ton POME.  Biometana sebagai komponen utama biogas yang dihasilkan dari penguraian POME dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan pengganti fosil. Potensi energi terbarukan dari POME di Provinsi Jambi besar dengan total kapasitas pabrik sebesar 3.437 ton TBS/jam, berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 2.160 GWH/tahun. Tantangan dalam pengembangan energi terbarukan dari POME dikarenakan biaya investasi yang tinggi dan juga kebijakan yang ada belum memudahkan investor untuk pengembangan energi terbarukan di pabrik kelapa sawit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52827</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.205-214</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 205-214</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52827/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37863</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Keragaman Penggunaan Lahan di Ekosistem Gambut sub DAS Kapuas Kabupaten Kubu Raya</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Rima Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Kartini, Kartini</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Aji Ali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lahan Gambut; tata guna lahan; Ketahanan Lingkungan; Sosial Ekonomi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lahan gambut merupakan komponen ketahanan lingkungan yang diupayakan untuk menjamin keamanan publik dan munculnya bahaya lingkungan yang disebabkan secara alami oleh alam maupun disengaja oleh perbuatan manusia. Lahan gambut di Desa Teluk Empening telah mengalami konversi menjadi lahan usahatani seperti lahan sawit, karet dan jahe, sedangkan lahan sekunder yang ada pada daerah penelitian sebelumnya pernah mengalami kebakaran pada tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi keanekaragaman jenis pada lahan gambut dengan melakukan pengukuran biodiversitas lahan dengan analisis vegetasi. Kemudian menganalisis pengaruh konversi lahan gambut dengan pengukuran sifat fisik tanah, pengukuran Tinggi Muka Air tanah, pengukuran dimensi saluran dan pengujian kualitas air. Perubahan dinamika tutupan lahan yang dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat, data diperoleh dengan menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner sebanyak 30 sampel. Hasil analisis menunjukkan lahan jahe, karet dan sawit memiliki nilai indeks keanekaragaman (H’) ±0 dikategorikan biodiversitas rendah. Lahan sekunder memiliki nilai indeks keanekaragaman (H’) 2,001 masuk kategori biodiversitas sedang. Konversi lahan gambut mempengaruhi sifat fisik tanah gambut seperti parameter porositas, permeabilitas, kadar serat dan kadar air. Konversi lahan gambut menjadi lahan karet memengaruhi penurunan muka air tanah yaitu setinggi 68 cm. Pengaruh konversi terhadap kualitas air pada lahan, ditandai dengan parameter pH berkisar 3,3 - 4,6, TSS berkisar 6-440 mg/l dan DO berkisar 0,89-3,4 mg/l yang tidak sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan yaitu Kelas 2 PP No.82 Tahun 2001. Konversi lahan gambut semakin meningkat tiap tahun dan mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan fungsi sosial penyerapan tenaga kerja serta fungsi ekonomi pendapatan dari hasil produksi usahatani. Lahan gambut memberikan keunggulan dan kapasitas bagi kawasan lokal untuk kekuatan alam seperti lingkungan, ekonomi dan sosial yang dapat dilakukan sambil tetap menjaga daya tahan lingkungan. AbstractPeatlands are a component of environmental resilience that strives to ensure the safety and security of environmental hazards caused naturally or intentionally by human actions. Peatland in Teluk Empening Village has undergone conversion to agricultural land such as oil palm, rubber and ginger, while the secondary land in the previous study area experienced fires in 2017. This research was conducted by identifying the diversity of species on peatland by measuring biodiversity land with vegetation analysis. Then analyze the effect of peat land conversion with physical measurements of soil, measurement of groundwater level, measurement of channel dimensions and testing of water quality. Changes in land cover dynamics obtained from socio-economic conditions, data obtained using observations, interviews and questionnaires as many as 30 samples. The analysis showed that ginger, rubber and oil palm land had a diversity index value (H ') ± 0 which was categorized as low biodiversity. Secondary land has a diversity index value (H ') of 2,001 in the medium biodiversity category. Peat land conversion affects the physical properties of peat soil such as parameters of porosity, permeability, fiber content and air content. The conversion of peatlands to rubber lands has an effect on the decrease in the water table, which is 68 cm long. The effect of conversion on water quality in land, fear with pH parameters ranging from 3.3 to 4.6, TSS ranging from 6-440 mg / l and DO ranging from 0.89-3.4 mg / l which are not in accordance with the specified quality standards namely Class 2 PP No. 82 Year 2001. Conversion of peatlands is increasing every year and affects the socio-economic conditions of the community with the social function of absorption of labor and the economic function of income from agricultural production. Peatlands provide advantages and capacities for local areas for natural forces such as environment, economy and social that can be done while maintaining environmental resilience.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37863</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.409-421</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 409-421</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37863/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58577</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Semak di KHDTK Wanadipa Kabupaten Semarang, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Marsely, Bunga</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Murningsih, Murningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tumbuhan Semak; Keanekaragaman Jenis; KHDTK Wanadipa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, baik flora maupun fauna nya. KHDTK Wanadipa merupakan bagian dari hutan Penggaron yang secara khusus diperuntukkan untuk penelitian dan pengembangan kehutanan di Kabupaten Semarang. KHDTK Wanadipa banyak ditumbuhi berbagai jenis vegetasi tumbuhan, salah satunya adalah tumbuhan semak yang memiliki peran penting dalam ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaneakaragaman jenis tumbuhan semak di KHDTK Wanadipa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode plot dengan ukuran plot 5m x 5m. Penelitian dilakukan di 3 stasiun yaitu stasiun 1 (kawasan konservasi), stasiun 2 (kawasan kemitraan) dan stasiun 3 (kawasan rehabilitasi agroforestry). Masingmasing stasiun diambil 5 plot ulangan. Hasil penelitian didapatkan 15 jenis tumbuhan semak yang terdiri dari 12 famili. Jenis tumbuhan semak yang paling banyak ditemukan yaitu kirinyuh (Chromolaena odorata) sebesar 51.600 individu/Ha dengan dominansi 21,14%, dan singkong (Manihot utilisima) sebesar 41.600 individu/Ha, dengan nilai dominansi 13%. Ada beberapa jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat antara lain tumbuhan widuri (Calotropis gigantea), kirinyuh (Chromolaena odorata), singkong (Manihot utilisima), sentro (Centrosema pubescens), murbei (Morus alba), katuk (Sauropus androgynus), sirih hutan (Piper aduncum), dan takokak (Solanum torvum). Kirinyuh (Chromolaena odorata), tembelekan (Lantana camara) dan Lantana trifolia merupakan jenis tumbuhan yang memiliki sifat allelopati dan dapat digunakan sebagai herbisida alami.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58577</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1388-1393</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1388-1393</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58577/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10541</identifier>
				<datestamp>2017-03-01T03:08:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI DAN UJI POTENSI BAKTERI LIPOLITIK DARI LIMBAH SBE (SPENT BLEACHING EARTH) SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI</dc:title>
	<dc:creator>Elyza, Fitralia</dc:creator>
	<dc:creator>Gofar, Nuni</dc:creator>
	<dc:creator>Munawar, Munawar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bacteria, lipid, lipolytic, Spent Bleaching Earth</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah minyak kelapa sawit yang terbanyak adalah SBE (Spent Bleaching Earth), limbah ini mengandung residu minyak tinggi yang dapat mencemari lingkungan, 30% residu minyak pada limbah SBE dapat digunakan bakteri untuk pertumbuhannya, sehingga adanya bakteri mampu menjadi agen bioremediasi pencemaran SBE. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan bakteri lipolitik sebagai agen potensial bioremediasi pada limbah SBE. Metode pengambilan sampel limbah SBE secara random sampling. Sampel tanah diambil secara acak dari beberapa titik area limbah SBE. Bakteri diisolasi dari sampel limbah SBE, kemudian dilakukan tahapan yaitu : pemurnian, seleksi, uji potensi, bakteri berpotensi mereduksi lipid dikarakterisasi dan diidentifikasi genusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas enzim lipase yang tinggi menandakan bahwa bakteri lipolitik bekerja optimal merombak zat pencemar. Bakteri yang memiliki potensi sebagai agen bioremediasi terdiri dari genus Citrobacter (B1), Enterobacter (B2) dan Acinetobacter (B3).  The most palm oil waste is SBE (Spent Bleaching Earth), this waste had many reduced lipid that got pollution for inviroments, Bacteria can use lipid from SBE as much as 30% for growed. So that consist of bacteria in SBE as a potensial agent for remediation. This study aims to obtain lipolytic bacteria as a potential agent of bioremediation. The method of sampling soil were taken at random from SBE waste, Bacteria were isolated from the SBE waste, then they were selected into steps : performed purification, selection, potential test, then characterized and identified it’s genus of potential bacteria. The results showed that the higest activity enzyme of lipolytic indicated that the lipolytic bacteria worked optimal for reduce polution. Bacteria had potential as a bioremediation agent consisting of genus Citrobacter (B1), Enterobacter (B2) and Acinetobacter (B3).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10541</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.13.1.12-18</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 13, No 1 (2015): April 2015; 12-18</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10541/8385</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46184</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:23Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dampak Kegiatan Integrasi Pegaraman Terhadap Kegiatan Pegaraman di Kabupaten Pamekasan</dc:title>
	<dc:creator>Kuncoro, Rachmad Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Soemarno, Soemarno</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Andi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">garam, integrasi, pamekasan, pegaraman</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kuantitas dan kualitas garam menjadi permasalahan utama yang dihadapi pegaraman di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan Integrasi Pegaraman, menganalisa peningkatan produktivitas garam sebagai dampak implementasi kegiatan Integrasi Pegaraman, dan menganalisa dampak sosial dan ekonomi dalam penerapan kegiatan Integrasi Pegaraman di kabupaten Pamekasan. Penelitian ini dilaksanakan di desa Padelegan kecamatan Pademawu kabupaten Pamekasan pada bulan Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data melalui wawancara terhadap pihak petambak, pendamping program PUGaR kabupaten Pamekasan dan Dinas Perikanan kabupaten Pamekasan. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder yang diolah secara kuantitatif. Data primer didapatkan melalui survei dan wawancara terhadap petambak garam dan pendamping PUGaR, sedangkan data sekunder didapat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Integrasi Pegaraman melakukan penyatuan sistem produksi dari beberapa lahan dalam satu kawasan yang berdekatan yang dilakukan pengelolaan menggunakan standart operasional prosedur (SOP) yang ada. Setelah dilakukan kegiatan Integrasi Pegaraman, terdapat kenaikan produktivitas sampai 100% dari sebelum dilakukan Integrasi Pegaraman. Selain peningkatan produktivitas, terdapat perbedaan kualitas garam dari yang semula berwarna putih kecoklatan dengan kandungan NaCl berkisar antara 85-90%, setelah dilakukan kegiatan Integrasi Pegaraman, garam menjadi berwarna putih bersih dengan kandungan NaCl minimal 90% dan maksimal bisa mencapai 97% dengan tekstur garam sangat padat tidak mudah rapuh dan berbentuk tak beraturan. Kegiatan Integrasi Pegaraman ini memberikan dampak sosial berupa perubahan menjadi berpola pikir kohesif. Selain itu dengan adanya kenaikan produktivitas dan kualitas, terjadi dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan petambak garam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46184</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.36-42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 36-42</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46184/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61336</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identification of Morphological and Growth Characteristics of Eisenia foetida in Mushroom Media Waste</dc:title>
	<dc:creator>Mardiana, Ana</dc:creator>
	<dc:creator>Mirawati, Baiq</dc:creator>
	<dc:creator>Hunaepi, Hunaepi</dc:creator>
	<dc:creator>Ratnasari, Desi</dc:creator>
	<dc:creator>Wardhani, Hilda Aqua Kusuma</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Ahmad Aris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Morphology; Eisenia foetida; Mushroom Media Waste</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to determine the morphological and growth characteristics of Eisenia foetida in response to mushroom waste media. Two types of mushroom waste media were used: straw mushroom media waste and oyster mushroom baglog waste. The research design was experimental, using quantitative methods and descriptive statistical analysis. The study observed parameters such as body length, body weight, skin color, population, and biomass of Eisenia foetida. The results showed significant differences in the growth and morphological characteristics of Eisenia foetida among the various media treatments. The oyster mushroom waste media with higher composition (80%) yielded better growth in terms of body weight and biomass compared to the straw mushroom waste media. Specifically, the treatment with 80% oyster mushroom waste and 20% straw mushroom waste (P3) showed the highest average body weight (17.13 g).  In conclusion, mushroom media waste, especially oyster mushroom baglog waste, supports the optimal morphological development and growth of Eisenia foetida. These findings suggest that oyster mushroom waste can be effectively utilized as a medium for cultivating Eisenia foetida, providing an environmentally friendly solution to organic waste management. Recommendations for future research include exploring other types of organic waste as potential media for Eisenia foetida cultivation and conducting long-term studies to evaluate the sustainability of such media.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61336</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.969-979</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 969-979</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61336/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/27169</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakter Rhizobakteri Pelarut Fosfat Potensial dari Rhizosfer Tumbuhan Mangrove Teluk Awur Kabupaten Jepara secara Mikrobiologi</dc:title>
	<dc:creator>Oktaviani, Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Lunggani, Arina Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Ferniah, Rejeki Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">karakterisasi; rhizobakteri; fosfat; Teluk Awur; enterobacter</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ekosistem mangrove Teluk Awur yang terletak di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, merupakan  salah satu ekosistem mangrove yang mengalami kerusakan cukup parah karena perluasan lahan budidaya ikan (tambak), sehingga mendorong terjadinya erosi pantai. Peremajaan kembali dan konservasi ekosistem mangrove dapat dilakukan dengan menggunakan bakteri tanah yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman atau yang biasa disebut Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Salah satu mekanisme pendukung pertumbuhan tanaman oleh kelompok PGPR adalah dengan aktivitas pelarutan fosfat karena fosfat dalam tanah berada dalam bentuk yang sulit diserap oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat Rhizobakteri pelarut fosfat yang unggul dalam melarutkan fosfat secara in-vitro dan mengetahui karakter isolat yang diperoleh. Isolasi dan penapisan rhizobakteri pelarut fosfat dilakukan menggunakan medium Pikovskaya agar. Karakterisasi isolat potensial dilakukan secara mikrobiologi dan atau uji aktivitas biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizobakteri pelarut fosfat potensial yang berhasil diisolasi, secara mikrobiologi teridentifikasi ke dalam genus Enterobacter.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">-</dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27169</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.58-66</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 58-66</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27169/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/57781</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Portrait of Environmental Governance in Waste Management in Malang City</dc:title>
	<dc:creator>Anisykurlillah, Rosyidatuzzahro</dc:creator>
	<dc:creator>Sampe, Stefanus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Environmental Governance; Waste Management; Sustainable Development</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The government has set the main national targets for waste management, namely 30% waste reduction and 70% waste handling by 2025. However, waste generation in Malang City continues to increase yearly and is included in the high category in East Java. This study aims to analyze waste management in Malang City from an environmental governance perspective. The environmental governance perspective can be analyzed using Belbase's theory with seven indicators of good environmental governance, namely 1. the rule of law, 2. participation and representation, 3. access to information, 4. transparency and accountability, 5 decentralization, 6. institutions and institutions, 7. access to justice. Data collection was carried out using interviews, observation, and literature study. The data analysis used in this study is the interactive model analysis of Miles, Huberman, and Saldana. The portrait of environmental governance in Malang City waste management must fully reflect the principles of good environmental governance. This is because there are still records in the indicators of the rule of law, participation, and representation, as well as institutions and institutions. Constraints faced in waste management in Malang City include needing to be fully implemented, not yet maximal public awareness in reducing and sorting household waste, as well as institutions and institutions that could be more optimal in waste management.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57781</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.503-511</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 503-511</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57781/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46424</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identification of the Distribution of Leachate in the TPA Terjun, Medan Marelan District, Medan City using the Resistivity 2D Method</dc:title>
	<dc:creator>Muzambiq, Said</dc:creator>
	<dc:creator>Husin, Amir</dc:creator>
	<dc:creator>Nurfahasdi, Meutia</dc:creator>
	<dc:creator>Dongoran, Roy Monald</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Landfills, Leachate, Geoelectric, Resistivity Value</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The 2D resistivity method can provide a more detailed subsurface picture, including the distribution of resistivity values in both vertical and horizontal sections. The results of the geoelectric test show that the leachate distribution in Track I (First) is at a track length of 28 meters – 84 meters, a depth of 13 meteras – 17.4 meters with a resistivity value of 2.18 m, Track II (Scond) is at a track length of 7 meters. – 140 meters, 8.93 meters deep – 13.4 meters with a resistivity value of 2.95 m, and Track III (Third) along 80 meters – 110 meters, the depth of The Wenner configuration uses the geoelectrical resistivity method, with a leachate resistivity value of 0, 5 – 5 m is expected to identify the distribution of leachate in the measurement path. The results of the geoelectric test show that the leachate distribution in Track I is at a track length of 28 meters – 84 meters, a depth of 13 meters – 17.4 meters with a resistivity value of 2.18 m, Track II is at a track length of 7 meters. – 140 meters, a depth of 8.93 meters – 13.4 meters with a resistivity value of 2.95 m, and Track III at a length of 80 meters – 110 meters, a depth of 13 meters – 17.4 meters with a resistivity value of 0.807 m. This distribution is also influenced by drainage, soil elevation, soil type, and landfill management in sites city of Medan is the TPA Terjun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46424</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.251-256</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 251-256</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46424/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/71514</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemetaan Daya Dukung Pangan Kabupaten Malang Menggunakan Sistem Grid Skala Ragam</dc:title>
	<dc:creator>Arysandi, Safira Arum</dc:creator>
	<dc:creator>Santosa, Langgeng Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Sudrajat, Sudrajat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daya dukung; pangan beras; jasa ekosistem; grid skala ragam; sistem informasi geografi (SIG)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Malang sejalan dengan meningkatnya kebutuhan lahan yang memicu maraknya alih fungsi lahan pertanian dan berdampak pada penurunan produksi pangan. Kondisi ini dapat mengancam ketahanan pangan daerah sehingga diperlukan evaluasi daya dukung pangan. Pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan sistem grid skala ragam memungkinkan analisis yang lebih akurat terhadap daya dukung pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status daya dukung pangan beras di Kabupaten Malang serta memodelkan distribusinya dalam peta. Analisis SIG mencakup proses overlay parameter ekoregion, vegetasi alami, tutupan/penggunaan lahan, jenis tanah dan curah hujan yang nilainya diperoleh dari metode simple additive weighting (SAW) sehingga didapatkan nilai koefisien Daya dukung lingkungan dalam penyediaan pangan berbasis jasa ekosistem. Daya dukung pangan direpresentasikan dengan nilai daya dukung pangan beras menggunakan perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan beras. Grid skala ragam resolusi 5”x5” digunakan untuk menyesuaikan variasi data spasial sehingga dapat meningkatkan presisi hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan ketersediaan pangan beras di Kabupaten Malang 312.916,66 ton sedangkan kebutuhan beras total adalah 241.275,90 ton. Sehingga nilai daya dukung pangan di Kabupaten Malang adalah 1,39, maka Kabupaten Malang masuk dalam kategori surplus, artinya produksi beras cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk dan dapat mendistribusikan kelebihan bahan pangan ke wilayah lain yang membutuhkannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71514</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1162-1174</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1162-1174</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71514/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/71514/19444</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/27473</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Bioenergi Pedesaan: Solusi Konflik Sosial Ekologi dan Pembangunan Berkelanjutan</dc:title>
	<dc:creator>Irawan, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator>Dharmawan, Arya Hadi</dc:creator>
	<dc:creator>Sumarti, Titik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konflik sosial-ekologi, Limbah cair tahu, Resolusi konflik, Bioenerg</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan menganalisis sebuah resolusi konflik antara petani vs industri tahu berupa pengolahan bioenergi limbah tahu. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pengambilan data melalui wawancara mendalam, kuesioner dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi antara kelompok industri tahu vs kelompok petani berupa konflik laten. Pemicu terjadinya konflik disebabkan oleh limbah cair tahu yang mencemari lingkungan dan merusak lahan pertanian. Lahirnya resolusi konflik berupa pengolahan bioenergi memberikan tiga keuntungan; Pertama secara sosial, yaitu meredam konflik antara petani dengan industri tahu. Kedua, keuntungan secara ekologi, yaitu mengurangi pencemaran lingkungan. Ketiga, keuntungan secara ekonomi, yaitu memberikan keuntungan kepada petani dan industri tahu. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27473</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.247-252</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 247-252</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/27473/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/57388</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tinjauan Efisiensi Pengendalian Debu dengan Dry Fog System di Industri Pengolahan Bijih Mineral</dc:title>
	<dc:creator>Susanto, Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Kusnadi, Saskia Nur Fadhilah</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Edi Karyono</dc:creator>
	<dc:creator>Santoso, Danny Rosalinawati Ma'kdika</dc:creator>
	<dc:creator>Manuel, Anthony Andorful</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dry fog system; efisiensi pengendalian debu; industri bijih mineral; pollution index; teknologi pengendalian debu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini berfokus pada industri mineral di Indonesia, yang berperan krusial dalam pertumbuhan ekonomi negara. Meskipun kontribusinya signifikan, pertumbuhan ini berdampak pada emisi debu, terutama selama proses penghancuran dan penggilingan bijih mineral. Debu tersebut berpotensi merusak kualitas udara dan mengancam kesehatan pekerja. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada penerapan teknologi dry fog system sebagai solusi untuk mengatasi masalah debu serta memperhatikan kualitas air yang mendukung sistem tersebut. Teknologi dry fog system bekerja dengan mengabutkan partikel air sangat kecil (kurang dari 10 µm), menangkap dan menjatuhkan partikel debu di udara. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas air yang digunakan dalam sistem ini baik (PI = 0,348). Hasil efisiensi dry fog system di lingkungan kerja menunjukkan bahwa lima dari tujuh lokasi memiliki efisiensi yang optimal, yaitu di atas 90%, sehingga menandakan keberhasilan implementasi. Namun, dua lokasi memerlukan penyesuaian dan perbaikan untuk meningkatkan efisiensinya. Maka dari itu, saat ini, penerapan dry fog dust suppression system tetap menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi dampak debu pada lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan terus mengoptimalkan teknologi ini, diharapkan lingkungan kerja di industri mineral dapat menjadi tempat yang lebih aman dan sehat bagi para pekerja.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57388</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.712-719</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 712-719</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/57388/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4094</identifier>
				<datestamp>2013-01-30T02:58:05Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TEKNIK  BIOREMEDIASI SEBAGAI ALTERNATIF DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR</dc:title>
	<dc:creator>Priadie, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Walaupun  telah diberlakukan berbagai macam kebijakan dan peraturan terkait dengan pengendalian pencemaran air,  namun penurunan kualitas badan air  masih terus berlangsung. Hal ini disebabkan karena lemahnya pengawasan dan penegakan hukum maupun teknologi pengendalian pencemaran air yang  berbasis pembubuhan bahan kimia masih belum bisa memenuhi kriteria yang diberlakukan.  Tulisan ini menguraikan proses bioremediasi  sebagai alternatif dalam upaya  pengendalian pencemaran air, meliputi: isolasi, pengujian  degradasi zat pencemar,  dan perbanyakan bakteri.  Hasil isolasi dan identifikasi yang berasal dari “bakteri indigenous”  didapatkan: Microccocus, Corynebacterium, Phenylo- bacterium, Enhydro- bacter, Morrococcus, Flavobacterium, Bacillus, Staphylococcus, dan Pseudomona, yang dapat mendegradasi logam Pb, nitrat, nitrit, bahan organik, sulfida, kekeruhan, dan amonia. Sedangkan dari   bakteri “commercial product”   didapatkan jenis: Bacillus, Pseudomonas,  Escherichia, serta enzym Amylase, Protease, Lipase, Esterase, Urease, Cellulase, dapat mendegradasi pencemar organik, nitrogen, fosfat, maupun kontrol pertumbuhan alga. Perbanyakan bakteri dari isolat bakteri indigenous dapat dikerjakan di laboratorium sedangkan bakteri “commercial product”  bisa didapatkan di pasaran umum. Kata Kunci : bioremediasi, isolasi, pengujian,   identifikasi,  perbanyakan bakteri   ABSTRACT Although  various policies and regulations related to water pollution control has been enacted,  decreasing of  water quality in water bodies are still ongoing. This is due to  the weakness of  monitoring and enforcement practices, as well as  pollution control technologies  in water-based chemicals, can not  achieve the affixing  standard. This paper aims to examine the process of bioremediation technologies, include:  isolation, degradation test, identification,  and bacterial multiplication. Isolation and identification results of “indigenous bacteria” includes: Microccocus, Corynebacterium, Phenylo-bacterium,-bacter Enhydro, Morrococcus, Flavobacterium, Bacillus,    Staphylococcus, and Pseudomonas, which can degrade the metals Pb, nitrate, nitrite, organic matter, sulfide, turbidity, and ammonia. Where as the bacteria  &quot;commercial product&quot; includes: Bacillus, Pseudomonas, Escherichia, and the enzymes amylase, protease, lipase, esterase, Urease, Cellulase, may  degrade organic pollutants, nitrogen, phosphate, or control algae growth. Multiplication of bacteria from the indigenous bacterial isolates can be done in the laboratory while the commercial bacterial product can be found in the general market. Keywords: bioremediation, isolation,  bacterial testing,   identification,  bacterial multiplication</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-04-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4094</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.10.1.38-48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 10, No 1 (2012): April 2012; 38-48</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4094/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42936</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dampak Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Pertambangan Pasir di Desa Luragung Landeuh Kuningan, Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator>Waniatri, Wina</dc:creator>
	<dc:creator>Muslihudin, Muslihudin</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kabupaten Kuningan; kualitas lingkungan; pertambangan pasir; dampak lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan dan isu strategis daerah pada bidang energi dan sumber daya mineral yang mempengaruhi kerusakan lingkungan hidup berdasarkan pada Rancangan Primer RPJMD 2018-2028 Kabupaten Kuningan  yaitu kegiatan penambangan pasir ilegal dan perubahan lahan. Salah satu lokasi pertambangan di Kabupaten Kuningan berada di Desa Luragung Landeuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses  kegiatan  pertambangan pasir;  serta mengetahui dampak negatif pertambangan pasir terhadap kualitas lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah proses  kegiatan  pertambangan  pasir PT. Anggun Jaya Mandiri di  Desa  Lurangung  Landeuh Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan terdiri dari tahap pra-kontruksi, kontruksi, operasi, produksi, dan rencana pasca tambang. Dampak negatif kegiatan pertambangan pasir terhadap lingkungan adalah kebisingan, debu yang bertebaran, kerusakan infrastruktur jalan; Dampak positif kegiatan pertambangan pasir PT.AJM memberikan peningkatan peluang kerja, memperbaiki fasilitas desa, serta meningkatkan kas Desa Luragung Landeuh. Pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 telah mempengaruhi dalam penyelesaian konflik antara masyarakat dan pihak perusahaan pertambangan.ABSTRACTRegional strategic problems and issues in the field of energy and mineral resources that affect environmental damage based on the Primary Draft RPJMD 2018-2028 Kuningan Regency, namely illegal sand mining activities and land changes. One of the mining locations in Kuningan Regency is in Luragung Landeuh Village. This research was conducted to determine the process of sand mining activities; as well as knowing the negative impact of sand mining on environmental quality. This study uses a qualitative descriptive analysis method. The conclusions of this study are: (1) The process of sand mining activities of PT. Anggun Jaya Mandiri in Lurangung Landeuh Village, Luragung District, Kuningan Regency consists of pre-construction, construction, operation, production, and post-mining planning stages. The negative impacts of sand mining activities on the environment are noise, scattered dust, damage to road infrastructure; (2) The positive impact of PT.AJM's sand mining activities provides increased job opportunities, improves village facilities, and increases the cash flow of Luragung Landeuh Village. The Covid-19 pandemic at the beginning of 2020 has affected the resolution of conflicts between the community and the mining company.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42936</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.279-290</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 279-290</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42936/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64135</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:39:09Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nilai Ekonomi Jasa Penyerbukan pada Perkebunan Kopi Robusta</dc:title>
	<dc:creator>Asyifa, Nuraulia</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Pini</dc:creator>
	<dc:creator>Ismail, Ahyar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Agroforestri; CVM; Lebah; Kopi robusta; Penyerbuk</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lebah berkontribusi terhadap pasokan makanan global sebagai penyerbukan berbagai tanaman, termasuk hortikultura, tanaman pangan, dan lainnya. Keberadaan lebah dan fungsinya sebagai penyerbuk menghadapi banyak tantangan seperti perubahan iklim dan teknik budidaya yang belum berkelanjutan. Pentingnya keberadaan serangga penyerbuk dan nilai ekonomi jasa penyerbukan penting diungkap untuk digunakan sebagai instrumen penetapan program oleh pemerintah, yaitu pengembangan strategi produksi kopi berkelanjutan serta promosi dan pemeliharaan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ekonomi jasa penyerbukan pada sistem agroforestri dan non agroforestri perkebunan kopi robusta. Nilai ekonomi jasa penyerbukan diungkap dengan metode Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengestimasi nilai Willingness to Pay (WTP) petani kopi terhadap program tree island. Nilai ekonomi jasa ekosistem direpresentasikan oleh nilai rata-rata WTP petani kopi robusta sistem agroforestri dan non agroforestri terhadap program tree island secara berturut-turut ialah Rp21.097.686 ha/tahun dan Rp8.978.355 ha/tahun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64135</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.247-257</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 247-257</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64135/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19223</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:25:09Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Utilization of Water Hyacinth As Acquired Biogas, Liquid Fertilizer And Control Its Spread</dc:title>
	<dc:creator>Hadiyarto, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Alfiyanti, Alfiyanti</dc:creator>
	<dc:creator>Alwi, Deo Reynaldo</dc:creator>
	<dc:creator>Riadi, Indra</dc:creator>
	<dc:creator>Rahma, Istiana Norita</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Noor Hanifah Angga</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRACTCalombo hamlet, Semarang Regency has a population of 1,125 peoples, live at coast side of Rawapening Lake. Much of the water hyacinth covered Rawapening Lake thus decreasing fisheries production. The growth of water hyacinth has been decreased by using it as craft materials and compost, but not optimally. Need other efforts to reduce the density for example convert or utilize water hyacinth for biogas and liquid fertilizer. The objectives of the programs are approach the society by socializing about the benefits of water hyacinth convert to biogas and liquid fertilizer, to train skilled of people to build a biogas unit. The result of this programs makes a biogas unit MERCEDES (Mesophilic Reactor Anaerobic Digestion) which produces biogas and liquid fertilizer. The economic potential is obtained if all households apply them (equivalent with energy) about IDR 17.112 million per year, a liquid fertilizer about IDR 200.000 per household per day, the environmental potential reduction of water hyacinth growth about 6-15% per year, providing knowledge to the community to build a biogas unit and Mr. Musyafa has been utilize the biogas and fertilizer and have formed the structure of the organization  to manage and develop the biogas unit for sustainability the program.Keywords: biogas, liquid fertilizer, calombo hamlet, water hyacinth, rawapening lake.Citation: Hadiyarto, A., Alfiyanti, Alwi, D.R., Riadi, I., Rahma, I.N., Putra, N.H.A.(2018). Utilization of Water Hyacinth As Acquired Biogas, Liquid Fertilizer And Control Its Spread, Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 58-60, doi:10.14710/jil.16.1.58-60</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-06-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19223</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.1.58-60</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 1 (2018): April 2018; 58-60</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19223/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48768</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Lingkungan Sebagai Habitat Odonata di Kota Malang</dc:title>
	<dc:creator>Khoiriyah, Khamdatul</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Adriani, Ni Kadek Wahyu Marthadika</dc:creator>
	<dc:creator>Gustiani, Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhana, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Aryanti, Nirmala Ayu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bioindikator, odonata, habitat, anisoptera, zygoptera</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Serangga odonata dapat dijadikan sebagai bioindikator kesehatan kualitas perairan, pada pertanian berfungsi sebagai pengendali hama karena merupakan jenis predator. Pertumbuhan Kota Malang begitu cepat menyebabkan beberapa area hijau berkurang sehingga meningkatnya aktivitas manusia yang berdampak terhadap lingkungan perairan sebagai habitat odonata. Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaman jenis capung dan karakteristik lingkungan lahan perairan terhadap keberadaan komunitas capung di Kota Malang. Penelitian dilakukan pada Juni- Agustus 2022 pada 3 tutupan lahan perairan di Kota Malang yaitu sungai, sawah dan danau. Pengambilan data capung dan lingkungan fisik dan kimia menggunakan metode point count secara random sampling tersebar di Kota Malang. Hasil penelitian didapatkan bahwa capung di Kota Malang ditemukan terdiri dari 2 sub ordo dengan 8 famili dan total 28 spesies dengan indeks keragaman jenis capung di Kota Malang sebesar 2,18 yang tergolong sedang. Faktor fisik dan kimia lingkungan secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap keragaman jenis capung berdasarkan uji regresi linier berganda.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48768</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.565-573</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 565-573</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48768/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67254</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T13:36:05Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektifitas Tanaman Kayu Apu (Pistia stratiotes) dan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) untuk Fitoremediasi Limbah Rumah Tangga di Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir, Kab. Tanjung Jabung Barat, Jambi</dc:title>
	<dc:creator>Warnas, Eldera Noflyza</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:creator>Hastuti, Endah Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">efektifitas; fitoremediasi; limbah rumah tangga; Pistia stratiotes; Eichhornia crassipes</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga yang dibuang ke sungai akan mengakibatkan kerusakan serius pada badan air seperti mengendapnya polutan, kurang optimalnya penetrasi cahaya matahari dan bahan organiknya mempengaruhi jumlah oksigen, sehingga menyebabkan terganggunya ekosistem perairan. Pengolahan limbah dapat dilakukan secara biologis dengan memanfaatkan tanaman yang dinamakan fitoremediasi. Pistia stratiotes dan Eichhornia crassipes dapat digunakan sebagai tanaman fitoremediator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyerapan limbah rumah tangga dengan menggunakan tanaman kayu apu dan eceng gondok. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perbedaan spesies (Ti1=Kayu apu dan T2 = Eceng gondok) dan kerapatan tanaman (K1= 3 individu, K2 = 6 individu, K3 = 9 individu/?). Parameter kualitas air yang diamati adalah pH, salinitas, BOD, COD, DO, TSS dan ammonia. Penelitian dilakukan selama 21 hari dimana parameter pH dan salinitas diukur pada hari ke 0, hari ke 7, hari ke 14 dan hari ke 21. Sementara parameter BOD, COD, DO, TSS dan ammonia diuji pada hari ke 0 dan hari ke 21. Parameter-parameter tersebut akan diuji efisiensinya menggunakan rumus efiesiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pistia stratiotes mampu menurunkan nilai BOD, COD pada kerapatan tertinggi yaitu 9 individu (K3). Efisiensi penurunan DO tertinggi dihasilkan oleh perlakuan Pistia pada kerapatan 3 individu (K1). Nilai efisiensi penurunan DO tertinggi pada Eichhornia crassipes ditemukan pada perlakuan kerapatan 6 individu (K2). Nilai efisiensi penurunan ammonia tertinggi ditemukan pada perlakuan kerapatan 3 individu (K1) baik pada Pistia stratiotes maupun Eichhornia crassipes.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67254</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.1474-1478</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1474-1478</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/67254/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/67254/17797</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/31141</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:39:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Ketersediaan, Kebutuhan dan Kualitas Air Pada DAS Batang Merao</dc:title>
	<dc:creator>Ningsih, Sri Rahayu</dc:creator>
	<dc:creator>Ekaputra, Eri Gas</dc:creator>
	<dc:creator>Goembira, Fadjar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DAS Batang Merao, neraca air, indeks pencemaran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sungai Batang Merao dimanfaatkan sebagai sumber air baku air bersih PDAM, sumber energi alternatif PLTMH, sumber air irigasi dan kebutuhan masyarakat sehari-hari di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Terganggunya kawasan hulu DAS berdampak terhadap pasokan dan kualitas air ke daerah tengah dan hilir. Ketebatasan ketersediaan air bersih dan penurunan kualitas air antara lain disebabkan oleh adanya kegiatan penambangan pasir dan batu di kawasan hulu, terjadinya konversi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan terbangun terutama di daerah bantaran dan sempadan sungai serta pemanfaatan sungai sebagai tempat pembuangan limbah cair domestik dan peternakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Analisis ketersediaan air menggunakan metode debit andalan (Q80) dan kebutuhan air dihitung berdasarkan kebutuhan air pada sektor domestik, non domestik, pertanian, peternakan dan perikanan. Analisis status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran (IP) untuk melihat kondisi kualitas air Sungai Batang Merao sesuai dengan KepmenLH Nomor 115 Tahun 2003. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ketersediaan air DAS Batang Merao adalah sebesar 22.70 m3/detik dan total kebutuhan sebesar 26.71 m3/detik. Status mutu air Sungai Batang Merao berdasarkan nilai indeks pencemaran (IP) berada dalam kondisi tercemar ringan dengan kisaran nilai indeks 2,41 – 6,43 berdasarkan baku mutu air kelas II PP No. 82 Tahun 2001 dengan parameter TSS, BOD, COD, T-Pospat, Nitirit, Minyak dan Lemak serta MBAS melebihi nilai baku mutu. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas air Sungai Batang Merao tidak layak untuk dikonsumsi dan tidak seusi dengan peruntukannya sebagai sumber air baku air bersih. Ketersediaan sumber daya air DAS Batang Merao tidak dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat pada DAS Batang Merao dengan neraca air dalam kondisi defisit sebesar 4.01 m3/detik.ABSTRACTThe Batang Merao River is used as a source of raw water for PDAM, an alternative energy source for PLTMH, a source of irrigation water and daily needs of the people in Kerinci Regency and Sungai Penuh City. The disruption of the upstream watershed area has an impact on the supply and water quality to the middle and downstream areas. Limited availability of clean water and a decrease in water quality are due to, among others, sand and rock mining activities in the upstream area, the conversion of land from agricultural land to developed land, especially in riverbanks and river boundaries and the use of rivers as a place for disposal of domestic liquid waste and livestock. The method used in this research is descriptive quantitative. Analysis of water availability uses the reliable discharge method (Q80) and water needs are calculated based on water needs in the domestic, non-domestic, agriculture, livestock and fisheries sectors. Analysis of water quality status using the pollution index (IP) method to see the condition of the water quality of the Batang Merao River in accordance with KepmenLH No. 115/2003. Based on the results of the study, the availability of water in the Batang Merao watershed is 22.70 m3/second and the total demand is 26,71 m3/second. The status of the Batang Merao River water quality based on the value of the pollution index (IP) is in a lightly polluted condition with an index value range of 2,41 – 6,43 based on class II water quality standards PP No. 82/2001 with parameters TSS, BOD, COD, T-Pospat, Nitrite, Oil and Fat and MBAS exceeding the quality standard value. Based on this, it can be concluded that the water quality of the Batang Merao River is not suitable for consumption and is not compatible with its designation as a source of raw water. The availability of water resources in the Batang Merao watershed cannot meet the water needs of the community in the Batang Merao watershed with the water balance in a deficit of 4,01 m3/second.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/31141</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.545-555</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 545-555</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/31141/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59012</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kualitas Pantai Berdasarkan Keberadaan Sampah di Pantai Wisata Bahak, Probolinggo</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Sisylia Eka Narriyah</dc:creator>
	<dc:creator>Yona, Defri</dc:creator>
	<dc:creator>Setyawan, Fahreza Okta</dc:creator>
	<dc:creator>Pangestuti, Edriana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis Sektor; Plastik; Indeks Kualitas Pantai; Garis Pantai; Wisata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah Laut merupakan benda padat yang ditinggalkan di lingkungan laut, berpotensi mempengaruhi kebersihan pantai salah satunya yaitu Pantai Bahak yang terletak di Kota Probolinggo. Pantai Bahak merupakan pantai wisata, dimana kegiatan pariwisata tersebut berdampak besar bagi kualitas kebersihan pantai. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelimpahan sampah laut berdasarkan Beach Quality Index (BQI) di Pantai Bahak. Indeks kualitas pantai terdiri dari tiga yaitu Clean Coast Index (CCI), Hazardous Items Index (HII), dan Beach Grade Index (BGI) yang ditentukan dengan menghitung berbagai jenis sampah di setiap lokasi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan plot dengan ukuran sesuai garis pantai dan ditarik ke arah vegetasi. Sampah yang terkumpul dikelompokkan ke dalam delapan kategori (kertas, kayu, plastik, kaca, karet, kain, logam, B3). Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 76% sampah plastik dengan volume total sampah mencapai 990 item. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa Pantai Bahak memiliki nilai CCI extremely dirty dan HII berada di kategori II, sementara BGI menunjukkan keberadaan berbagai jenis sampah termasuk sampah umum (C) tanpa sampah berbahaya (A). Hal tersebut dapat disampaikan bahwa volume sampah di Pantai Bahak telah melebihi ambang batas yang sudah tetapkan oleh BQI sehingga Pantai Bahak tergolong ke dalam zona merah dan perlu dilakukan tindakan pemulihan terkait pengelolaan sampah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59012</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.1009-1016</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 1009-1016</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59012/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6755</identifier>
				<datestamp>2014-04-23T16:35:00Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KELAYAKAN PEMANFAATAN BIOGAS DARI PENGOLAHAN AIR LIMBAH UNTUK MEMASAK</dc:title>
	<dc:creator>Rahmani, Pradnya</dc:creator>
	<dc:creator>Hartono, Djoko M</dc:creator>
	<dc:creator>Kusnoputranto, Haryoto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPenelitian ini mengkaji kelayakan teknis dan lingkungan dari pemanfaatan BiogasInstalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PD PAL JAYA. IPAL PD PAL JAYA dapatmenghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak bagiwarga sekitar. Warga yang dimaksud pada penelitian ini adalah warga RT 014/ RW 006Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi. Kajian kelayakan teknis melihat kecukupanpotensi biogas untuk memenuhi kebutuhan biogas warga sekitar. Kajian lingkunganmelihat signifikansi pengurangan konsumsi LPG dan minyak tanah. Hasil dari keempatkajian mendapatkan hasil yang positif sehingga pemanfaatan biogas dari IPAL PD PALJAYA layak secara teknis dab lingkungan.Kata Kunci: Bahan Bakar Memasak yang berkelanjutan, Biogas dari Limbah Domestik,Pemanfaatan Biogas, Pengolahan Air Limbah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6755</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.11.2.132-140</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013; 132-140</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6755/5524</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44656</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Wisata Pantai di Kalimantan Timur Berdasarkan Persepsi Pengunjung</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Ardiyanto Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Wisata pantai; Sambera; Mutiara Indah; persepsi pengunjung; media sosial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah di Provinsi Kaltim relatif kecil. Padahal, perkembangan wisata di Kaltim cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, sektor pariwisata di Kaltim perlu lebih diperhatikan oleh para pemangku kepentingan agar mampu memberikan dampak positif terhadap daerah dan masyarakat setempat. Untuk mengembangkan sebuah destinasi wisata, informasi mengenai pendapat dari pengunjung diperlukan sebagai bahan masukan untuk pengelolaan dan evaluasi kepada pihak pengelola. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat pengunjung di Pantai Sambera dan sekitarnya serta Pantai Mutiara Indah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pengambilan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi lapangan, kuesioner serta wawancara. Jumlah pengunjung yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 41 responden di pantai Mutiara Indah dan 30 responden di pantai Sambera dan Mangrove Sambera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter pengunjung kedua lokasi wisata dalam penelitian ini relatif sama, yaitu pengunjung muda yang berdomisili di kota Samarinda dan Bontang dengan penghasilan per bulan kurang dari Rp 3 juta rupiah. Strategi peningkatan daya tarik wisata pantai dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan menjaga dan mempertahankan kebersihan pantai. Kemudian, strategi untuk meningkatkan aspek kenyamanan pengunjung adalah adalah dengan membangun homestay. Untuk meningkatkan aspek aktivitas, pengelola destinasi wisata dapat mengadakan berbagai acara, seperti event olahraga maupun budaya serta melakukan optimalisasi pemanfaatan media sosial.ABSTRACTTourism sector contribution to the East Kalimantan’s regional income has been insignificant although this sector has shown a consistent growth in the last few years. Therfore, stakeholders need to pay more attention to this sector to provide more positive impacts for local areas and local people. To improve a tourist destination, information from visitors’ perceptions is essential to provide input and evaluation for the management of the tourist destination. This study aims to determine perceptions of visitors in two tourist destinations: Sambera Beach and its surrounding areas and Mutiara Indah Beach. Primary data collection in this study was conducted by field observation, questionnaires and interviews. The number of visitors who participated in this study were 41 respondents at Mutiara Indah Beach and 30 respondents at Sambera and Mangrove Sambera Beach. The results showed that the characteristics of visitors at the two tourist sites in this study were relatively the similar: young visitors who lived in the cities of Samarinda and Bontang with a monthly income of less than Rp. 3 million. The strategy to increase the attraction aspect of both destinations in this study can be conducted by maintaining the cleanliness of the beach. Then, a strategy to improve the amenity aspect is to build homestays. To improve the activity aspect, tourist destination managers is to organize various events, such as sporting and cultural events and optimize the use of social media.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44656</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.597-608</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 597-608</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44656/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/28146</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Environmental Management Model for Tanjung Benoa Tourism Attraction</dc:title>
	<dc:creator>Sudipa, I Nyoman</dc:creator>
	<dc:creator>Vipriyanti, Nyoman Utari</dc:creator>
	<dc:creator>Yastika, Putu Edi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model; management; environment; tourism</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanjung Benoa Tourism Object is a leading tourism object in Badung Regency. The increasing number of tourists and residents has caused pressure on the water area, resulting in a decline in environmental quality. In sustainable tourism management, it is necessary to formulate an environmental management model developed based on local wisdom. The research method uses the Interpretative Structural Modeling (ISM) system approach to formulate an environmental management model for Tanjung Benoa tourism objects through interviews and focus group discussions involving community leaders and experts to formulate elements and sub-elements. The elements selected are (1) main constraints, (2) program objectives, (3) affected community sectors, (4) desired changes, and (5) the need for implementation of water pollution control programs. The results and findings of the study indicate that: (1) the main constraints in managing tourism objects in Tanjung Benoa are limited human resources and weak financial support; (2) The main targets of the program are to improve environmental quality, maintain environmental carrying capacity, reduce land conversion, change environmental behavior and awareness, and realize sustainable tourism; (3) The main influence is the government; (4) The main changes desired are environmental cleanliness, reduced environmental violations, the formation of environmental partnerships, sustainable tourism and environmental management, and increased awareness of the business world and the community; (5) The need for implementing the main program is budget availability. The recommended environmental management model is management that is implemented comprehensively and involves stakeholders in a participatory manner.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/28146</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.555-566</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 555-566</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/28146/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/28146/16558</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19850</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:29:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Variasi Sifat Kimia Tanah Pada Sistem Agroforestri di Kawasan Hutan Tanaman Kayu Putih</dc:title>
	<dc:creator>Sadono, Ronggo</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprijadi, Djoko</dc:creator>
	<dc:creator>Wirabuana, Pandu Yudha Adi Putra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Variasi;Sifat Kimia Tanah;Kayu Putih;Agroforestri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sifat kimia tanah berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sifat kimia tanah dipengaruhi oleh tipe penggunaan lahan dan jenis vegetasi di atasnya. Perbedaan sifat kimia tanah dapat berpengaruh terhadap laju pertumbuhan tanaman sehingga menghasilkan variasi tingkat produktivitas. Penelitian ini mengkaji variasi sifat kimia tanah sebagai dampak pengembangan sistem agroforestri di hutan tanaman kayu putih. Lokasi penelitian terletak di Resort Pengelolaan Hutan Gubugrubuh, Kabupaten Gunungkidul. Sampel tanah dikumpulkan dari 3 petak yang menjadi prioritas penanaman kayu putih yaitu petak 75, petak 78, dan petak 80. Sampel tanah diambil dari lapisan permukaan pada kedalaman 0-15 cm. Indikator sifat kimia tanah yang diuji meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-total, dan kapasitas pertukaran kation (KPK). Perbandingan sifat kimia tanah dari setiap petak dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA (α=0,05) dan dilanjutkan HSD Tukey (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan kemasaman tanah pada setiap petak termasuk kategori agak masam dengan pH 6,00-6,50. Kandungan C-organik bervariasi antara 1,67-3,30%. Nilai N-total berkisar antara 0,13-0,18% sedangkan P-tersedia mencapai 1,50-6,50 ppm. Kadar K-total dan KPK termasuk kategori rendah dengan rentang nilai masing-masing 0,07-0,38 cmolc/kg dan 6,89-13,66 cmolc/kg. Penelitian ini menemukan bahwa N-total merupakan parameter sifat kimia tanah yang berbeda secara signifikan dari setiap petak (p&lt;0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19850</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.205-211</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 205-211</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19850/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/19850/2611</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/51847</identifier>
				<datestamp>2023-12-11T17:14:00Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Adsorpsi Minyak dan Timbal (Pb) pada Air Limbah Bengkel Mobil Menggunakan Bentonit dan Cangkang Telur Ayam (Gallus domesticus) sebagai Adsorben</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Aldila Tirta</dc:creator>
	<dc:creator>Widiatmono, Bambang Rahadi</dc:creator>
	<dc:creator>Wirosoedarmo, Ruslan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adsorpsi; Air Limbah Bengkel Mobil; Bentonit; Cangkang Telur Ayam (Gallus domesticus); Timbal (Pb); Minyak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minyak yang terkandung dalam oli yang digunakan termasuk komponen organik yang bersifat tetap dan sukar diuraikan bakteri, sedangkan timbal (Pb) memiliki sifat tidak dapat terurai secara hayati dan konsentrasinya tinggi terakumulasi di lingkungan. Pada penelitian dilakukan pengolahan air limbah bengkel dengan cara adsorpsi menggunakan adsorben bentonit dan cangkang telur ayam (Gallus domesticus) yang memiliki sifat ramah lingkungan dan keberadaannya selalu ada sepanjang tahun. Proses adsorpsi yaitu memanfaatkan kemampuan zat padat untuk menjerap suatu bahan atau zat pada permukaannya. Penelitian ini menggunakan variasi jenis dan dosis adsorben dengan lama waktu pengadukan selama 60 menit dengan kecepatan 150 rpm. Jenis adsorben yang digunakan yaitu clay jenis bentonit yang telah diaktivasi dengan larutan asam HCl 1 M dan cangkang telur ayam (Gallus domesticus). Faktor yang digunakan merupakan dosis bentonit dan cangkang telur ayam (Gallus domesticus) yang masing-masing terdiri dari 4 (empat) perlakuan yaitu 0 gram, 5 gram, 10 gram dan 15 gram. Penelitian bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mengevaluasi efisiensi penurunan kadar minyak dan timbal (Pb). Adsorben bentonit dan cangkang telur ayam (Gallus domesticus) memberikan pengaruh terhadap efisiensi penurunan minyak secara signifikan namun tidak pada efisiensi penurunan timbal (Pb). Perlakuan adsorben bentonit sebesar 15 gram dengan cangkang telur ayam sebesar 15 gram (B3C3) menunjukkan kadar minyak paling sedikit yaitu 3,00 mg/L dengan efisiensi penurunan minyak paling besar yaitu 88,22%. Perlakuan adsorben bentonit sebesar 15 gram dengan cangkang telur ayam sebesar 10 gram (B3C2) menunjukkan timbal (Pb) paling sedikit yaitu 1,66 mg/L dengan efisiensi penurunan timbal (Pb) paling besar yaitu 52,25%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51847</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.125-131</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 125-131</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51847/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37598</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Beban Pencemar Total Nitrogen dan Total Fosfat akibat Aktivitas Antropogenik di Danau Maninjau</dc:title>
	<dc:creator>Kurniati, Roselyn Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Komala, Puti Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Zulkarnaini, Z</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antropogenik; Beban Pencemar; Danau Maninjau; Daya Tampung; Total Nitrogen; Total Fosfat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban pencemar dan daya tampung total nitrogen (TN) dan total fosfat (TP) akibat dari aktivitas antropogenik di Danau Maninjau. Perhitungan beban pencemar untuk aktivitas penduduk, pertanian, peternakan dan jumlah tamu hotel menggunakan Rapid Assesment. Penetapan  beban pencemar KJA dan daya tampung yang mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 28 Tahun 2009. Lokasi penelitian yang ditetapkan berdasarkan SNI 6989.57:2008 terdiri dari 10 lokasi yaitu tengah danau, PLTA, KJA, inlet dan outlet danau. Uji ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% digunakan dalam melihat perbedaan data konsentrasi TN dan TP secara waktu pengambilan sampel dan lokasi sampling. Rasio TN:TP dievaluasi untuk mengetahui pembatas kesuburan perairan dan korelasinya terhadap klorofil.Konsentrasi TN berada pada rentang 0,42 – 0,95 mg/L, TP berkisar 0,18-0,66 mg/L dan klorofil-a 5,49-8,69 mg/m3. Hasil uji ANOVA, konsentrasi TN dan TP  secara waktu pengambilan sampel tidak berbeda secara signifikan yaitu 0,64 dan 0,88 sedangkan secara lokasi sampling berbeda secara signifikan dengan nilai signifikansi 0,01 dan 4,03x10-6. TN dan TP memiliki hubungan yang kuat terhadap klorofil dan diperoleh rasio TN:TP&lt;10 yang mengindikasikan nitrogen sebagai pembatas kesuburan. Beban pencemar TN dan TP terbesar berasal dari KJA yang menyumbang hampir 84,20 % dan 91,83% dari total beban pencemar. Ditinjau dari daya tampung mesotrofik beban pencemar TN belum melebihi sedangkan TP telah melebihi daya tampung sehingga perlu pengurangan hingga 71,34% untuk mesotrofik dan 90,44% untuk oligotrofik. Secara keseluruhan status trofik Danau Maninjau berada pada kondisi eutrofik dengan index 63,39. ABSTRACTThis study aims to analyze the pollutant load and the capacity of total nitrogen (TN) and total phosphate (TP) resulting from anthropogenic activities in Lake Maninjau. Calculation of the pollutant load for the activities of the population, agriculture, livestock and the number of hotel guests using Rapid Assessment. Determination of KJA pollutant load and carrying capacity refers to the Regulation of the Minister of Environment No. 28 of 2009. The research locations determined based on SNI 6989.57: 2008 consist of 10 locations, namely the middle of the lake, hydropower plant, marine cage, inlet and outlet. ANOVA test with a 95% confidence level was used to see the differences in TN and TP concentration data in terms of sampling time and sampling location. The TN: TP ratio was evaluated to determine the limitation of water fertility and its correlation to chlorophyll. TN concentrations were in the range 0.42 - 0.95 mg / L, TP ranged from 0.18 to 0.66 mg / L and chlorophyll-a was 5.49. -8.69 mg / m3. ANOVA test results, TN and TP concentrations at sampling time did not differ significantly, namely 0.64 and 0.88, while the sampling location was significantly different with a significance value of 0.01 and 4.03x10-6. TN and TP had a strong relationship to chlorophyll and the TN: TP ratio was obtained &lt;10, which indicates nitrogen as a fertility limiter. The largest TN and TP pollutant load comes from KJA which accounts for almost 84.20% and 91.83% of the total pollutant load. Judging from the mesotrophic capacity of the TN pollutant load has not exceeded while the TP has exceeded the capacity so that it needs a reduction of up to 71.34% for mesotrophic and 90.44% for oligotrophic. Overall, the trophic status of Lake Maninjau is in a eutrophic condition with an index of 63.39.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37598</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.355-364</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 355-364</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/37598/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56013</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Penyediaan Fasilitas pada Zona Pemanfaatan sebagai Wisata Edukasi di Kebun Raya Balikpapan (KRB), Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur</dc:title>
	<dc:creator>Raharjo, Puji</dc:creator>
	<dc:creator>Yuslim, Silia</dc:creator>
	<dc:creator>Indrawati, Etty</dc:creator>
	<dc:creator>Seanders, Olivia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebun Raya; Wisata Edukasi; Ranah Psikomotor; Ranah Afektif; Ranah Kognitif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan Kebun Raya di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang pesat, terutama dengan adanya pembangunan Kebun Raya Daerah yang kaya akan keanekaragaman flora. Namun pemanfaatan terhadap keanekaragaman hayati sebagai sarana edukasi belum dilakukan secara optimal. Keadaan ini juga terjadi di Kebun Raya Balikpapan (KRB). Sejalan dengan fungsi edukasi yang juga harus diperankan KRB selain fungsi konservasi dan penelitian, maka penelitian ini akan dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan wisata edukasi pada zona pemanfaatan KRB. Terkait dengan hal tersebut, pendekatan penelitian akan menggunakan tiga domain edukasi menurut Taxonomi Bloom yang meliputi ranah psikomotor, afektik, dan kognitif. Ketiga ranah ini dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan pengunjung yang terwadahi dalam bentuk berbagai fasilitas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis frekuensi. Kesenjangan penelitian ini adalah belum adanya penelitian yang membahas pengembangan Kebun Raya dengan pendekatan domain edukasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa seluruh fasilitas ketiga ranah dari domain edukasi penting untuk dapat diterapkan dan 100% dari fasilitas terkait ranah psikomotor mendapatkan skor interpretasi data yang termasuk dalam kriteria setuju untuk disediakan. Sementara untuk ranah afektif dan ranah kognitif, 80-90% dari fasilitas yang memfasilitasi kegiatan yang mendukung masing-masing ranah setuju untuk disediakan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi pengelola KRB dalam melakukan pengembangan zona pemanfaatan KRB sebagai wisata edukasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56013</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1308-1315</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1308-1315</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56013/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48652</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kelas Bahaya Serangan Rayap Tanah di Kota Bogor, Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator>Arinana, Arinana</dc:creator>
	<dc:creator>Yuwono, Miftah Adhi</dc:creator>
	<dc:creator>Priyanto, Priyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">frekuensi serangan; intensitas kerusakan; kayu umpan; Pinus merkusii; tekanan uap air.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Serangan rayap pada gedung dan bangunan di Kota Bogor sebagai salah satu kota besar merupakan ancaman yang serius mengingat angka kerugian yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan sebaran rayap tanah, menganalisis hubungan antara karakteristik tanah dengan intensitas kerusakan dan frekuensi serangan rayap tanah, serta menentukan kelas bahaya serangan rayap  di Kota Bogor. Penelitian dilakukan di 12 kelurahan di Kota Bogor yang dipilih secara acak. Setiap kelurahan ditanam 25 sampel kayu pinus (Pinus merkusii) selama tiga bulan dengan ukuran 2 cm x 2 cm x 46 cm (ASTM D 1758-06) sebagai kayu umpan yang sebelumnya telah diberi perlakuan tekanan uap air (105 ℃, 1 bar, 5 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies yang ditemukan di permukiman Kota Bogor terdapat tiga jenis yaitu Microtermes sp., Macrotermes sp., dan Schedorhinotermes sp. Rata-rata frekuensi serangan rayap tanah terhadap kayu umpan sebesar 70% (sangat tinggi) dan nilai intensitas serangan 6. Hasil analisis korelasi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pH tanah dan kadar liat tanah dengan intensitas kerusakan masing-masing sebesar 23.7%. Kota Bogor memiliki rata-rata serangan rayap tanah yang tinggi. Luas kelas bahaya rendah ±3.74 km2, luas kelas bahaya sedang ±52.88 km2 dan luas kelas bahaya tinggi ±59.9 km2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48652</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.1009-1020</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 1009-1020</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/48652/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42137</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Struktur Komunitas Plankton di Waduk Jatibarang</dc:title>
	<dc:creator>Hanurandi, Aisya Prameswari</dc:creator>
	<dc:creator>Haryati, Riche</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprobowati, Tri Retnaningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jatibarang Reservoir; Community structure; Plankton; Depth; Abundance.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jatibarang Reservoir is a reservoir built on the Kreo River ± 10 km upstream of the confluence with the Kali Garang river, Changes in water quality conditions due to tourism activities in the Jatibarang reservoir will cause changes in the ecosystem and composition of the plankton community. This study aims to examine the structure of the plankton community at different depths in the Jatibarang reservoir and examine the physical and chemical parameters at different depths in the Jatibarang reservoir. Sampling was carried out at 4 points with a depth of 0m, 1m, 2m, and 3m. Based on the results of the study, we found 34 species of plankton belonging to 6 divisions, namely 12 species of Bacillariophyta, 15 species of Chlorophyta, 1 species of Phyrrophyta, 2 species of Euglenophyta, 1 species of Cyanophyta, and 1 species of Copepoda. The abundance of plankton in all stations and the depth level ranged from 22.081-123.9928 Ind/L, with the highest abundance at 1m depth, namely 246.297-993.681 Ind/L. Based on the diversity index (H'), uniformity index (E), and dominance index (D), the community structure in all stations and the depth level of the Jatibarang reservoir is stable with moderate species diversity, uniformity index is evenly distributed and there is plankton that dominates, namely at a depth of 2m at station 1, the species Ankistrodesmus so. Chlorophyta and Bacillariophyta with species Achnanthes sp, Cymbella sp, and Ankistrodesmus sp are mostly found in the waters of the Jatibarang reservoir. The waters of the Jatibarang reservoir have temperatures ranging from 25-27℃, pH 6-7.5, and brightness 50.5-79.5 cm. Dissolved oxygen 6.9 – 8.25 mg/L. The value of nitrate is 0.163-2.698 mg/L and phosphate is 0.163-2.698 mg/L. The water quality in the Jatibarang reservoir is still within the range to support the life of aquatic organisms.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42137</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.796-805</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 796-805</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42137/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/42137/9465</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64847</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penggunaan Data Oseanografi dan Meteorologi Dalam Menentukan Calon Lokasi Budidaya Rumput Laut di Pesisir Jawai Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Nurbaiti, Nurbaiti</dc:creator>
	<dc:creator>Apriansyah, Apriansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Safitri, Ikha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jawai Selatan; Budidaya Rumput Laut; Kualitas Perairan; Iklim</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pesisir Kecamatan Jawai Selatan memiliki sumber daya laut yang melimpah, mendukung pendapatan ekonomi melalui penangkapan ikan, wisata pantai, dan budidaya laut, termasuk budidaya rumput laut oleh masyarakat. Namun, budidaya rumput laut sering menghadapi tantangan seperti kegagalan panen, serta rendahnya produktivitas yang dipengaruhi oleh kualitas air dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter oseanografi dan meteorologi untuk menentukan kelayakan perairan sebagai calon lokasi budidaya rumput laut. Metode yang digunakan meliputi analisis kesesuaian parameter kualitas air dengan menyusun matriks kesesuaian berdasarkan studi pustaka, serta analisis keruangan melalui skoring dan pembobotan faktor. Hasil penelitian di lokasi penelitian menunjukkan bahwa variasi kondisi perairan seperti salinitas, suhu permukaan laut, kecepatan arus, kecepatan angin dan curah hujan dipengaruhi oleh faktor-faktor pembatas seperti kecepatan arus dan kecepatan angin. Hasil penentuan lokasi budidaya rumput laut memeperlihatkan perairan Jawai Selatan cocok ditanami rumput laut. Waktu penanaman rumput laut yang sesuai dilakukan pada bulan April hingga November.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64847</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.879-886</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 879-886</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64847/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/64847/16932</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/64847/16933</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25654</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:32:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penilaian Komunitas dan Keterkaitan Lingkungan Terhadap Mangrove di Pesisir Desa Minaluli, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara</dc:title>
	<dc:creator>Akbar, Nebuchadnezzar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ekosistem mangrove terdistribusi secara luas di wilayah pesisir desa Minaluli, Kecamatan Mangoli Utara. Ekosistem ini dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan penangkapan ikan, kepiting, udang dan gastropoda. Informasi tentang status dan kondisi lingkungan mangrove di wilayah ini belum tersedia. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi komunitas dan keterkaitan parameter lingkungan terhadap mangrove. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2018 di desa Minaluli, Kecamatan Mangoli Utara. Pengambilan data dilakukan pada empat stasiun menggunakan metode transect quadrant dan spot check. Analisis data mangrove meliputi kerapatan jenis, frekuensi jenis, tutupan, nilai penting jenis dan keanekaragaman jenis. Keterkaitan antara variabel lingkungan seperti substart, suhu, salinitas, pH air dan pH tanah dengan mangrove di menggunakan Analisis Komponen Utama (Principle Components Analysis). Hasil penelitian ditemukan tujuh jenis dari tiga famili mangrove. Ketebalan ekosistem mangrove di pesisir Desa Minaluli berdasarkan pengamatan adalah 80 meter (Stasiun I), 110 meter (Stasiun II), 60 meter (Stasiun III) dan 50 meter (Stasiun IV). Nilai kerapatan mangrove tertinggi (Stasiun I), frekuensi tertinggi (Stasiun I), tutupan tertinggi (StasiunI), Nilai penting keseluruhan stasiun 300 dan keanekaragaman tertinggi (Stasiun II). Keanekaragaman jenis masuk dalam kategori sedang. Karakteristik lingkungan mangrove memperlihatkan adanya keterkaitan antara variabel.Kata kunci : Analisis komponen utama, desa Minaluli, mangrove, lingkungan, tutupanlingkungan,</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25654</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.3.507-514</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 3 (2019): November 2019; 507-514</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25654/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53105</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keragaman Pohon dan Nilai Ekonomi Potensi Karbon Taman Kehati Kaki Dian, Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara</dc:title>
	<dc:creator>Arini, Diah Irawati Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Kinho, Julianus</dc:creator>
	<dc:creator>Amru, Khaerul</dc:creator>
	<dc:creator>Damanik, Mario</dc:creator>
	<dc:creator>Tumoka, Edwin Edwar</dc:creator>
	<dc:creator>Matitaputty, Desly Rolando</dc:creator>
	<dc:creator>Kafiar, Yermias</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Taman kehati; Kaki Dian; keragaman; pohon, karbon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan taman kehati merupakan upaya untuk mengatasi semakin meningkatnya kehilangan keanekaragaman hayati akibat aktivitas manusia seperti deforestasi, urbanisasi, maupun eksploitasi sumber daya alam. Taman Kehati Kaki Dian adalah taman keanekaragaman hayati pertama di Pulau Sulawesi, dan berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Pembangunan taman kehati Kaki Dian bertujuan untuk melestarikan flora dan fauna lokal, pemanfaatan jasa lingkungan serta menjaga kelestarian sumber mata air. Untuk mencapai tujuan tersebut maka data keragaman jenis-jenis vegetasi dalam hal ini pohon dan valuasi nilai serapan karbon sebagai salah satu dari dampak kehati dalam bentuk manfaat jasa lingkungan perlu untuk diketahui. Pengumpulan data pohon dilakukan dengan metode sensus pada area seluas 3,6 hektar dengan mendata seluruh pohon yang memiliki diameter diatas 20 cm. Data yang dikumpulkan berupa jenis pohon, titik koordinat pohon, diameter setinggi dada (dbh), tinggi total dan tinggi bebas cabang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis nilai kerapatan, indeks keanekaragaman, kekayaan dan kemerataan jenis serta dihitung nilai ekonomi serapan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman kehati Kaki Dian memiliki 266 individu pohon yang dikelompokkan ke dalam 70 spesies dan 28 famili. Jenis pohon dengan kerapatan tertinggi adalah Bischofia javanica sebesar 5,3 pohon/hektar. Berdasarkan famili, diketahui Moraceae memiliki jumlah spesies terbanyak yaitu sembilan spesies. Nilai indeks keanekaragaman sebesar 5,56 dan indeks kekayaan sebesar 12,36, keduanya dikategorikan tinggi. Nilai indeks kemerataan jenis sebesar 1,31 yang menunjukkan komunitas stabil. Nilai ekonomi potensi karbon yang dihasilkan taman kehati Kaki Dian sebesar USD 152,52 atau 42,4 per ha.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53105</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.421-430</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 421-430</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53105/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40568</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rancang Bangun Green Belt Untuk Pengendalian Pencemaran Debu di Kawasan Industri Terboyo (Jalan Kaligawe)</dc:title>
	<dc:creator>Hardyanti, Nurandani</dc:creator>
	<dc:creator>Darmawan, Matthew</dc:creator>
	<dc:creator>Huboyo, Haryono Setiyo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencemaran udara; Sabuk Hijau; Pengendalian pencemaran debu; Pohon akasia; Ruang terbuka hijau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencemaran udara adalah masuknya atau bercampurnya unsur-unsur berbahaya ke atmosfer yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan manusia pada umumnya, dan penurunan kualitas lingkungan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah pencemaran udara adalah dengan merencanakan Green Belt. Green Belt atau Sabuk hijau adalah kawasan bebas bangunan atau ruang terbuka hijau di sekitar kawasan sumber pencemar yang berguna sebagai penyaring fisik pencemar udara serta aspek lain seperti estetika, fungsi peneduh dan penunjang keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, perencanaan Green Belt menjadi penting sebagai aspek yang dapat mengendalikan tingkat pencemaran udara, khususnya pencemaran debu, pada lokasi perencanaan yang ditargetkan, khususnya Kawasan Industri Terboyo. Berdasarkan sampling yang dilakukan, angka konsentrasi debu menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu 801,6 mg/m3. Dengan desain Green Belt jenis pohon Acacia mampu menurunkan konsentrasi debu mulai dari efisiensi 15,84% pada tahun tanam dan meningkat pesat setiap tahunnya. Efisiensi optimal Green Belt akan tercapai pada tahun ke-2 dengan laju 71,40% dan akan mampu mencapai efisiensi maksimum pada tahun ke-5 dengan laju 87,92%. ABSTRACTAir pollution is the entry or mixing of hazardous elements into the atmosphere which can cause environmental damage, disturbances to human health in general and reduce environmental quality. One of the solutions to tackle air pollution problems is to plan a Green Belt. Green belt is a building-free zone or green open space around the pollutant source area which is useful as a physical filter for air pollutants as well as other aspects such as aesthetics, shading functions, and biodiversity support. Therefore, planning a Green Belt is important as an aspect that can control the level of air pollution, especially dust pollution, at the targeted planning location, especially Terboyo Industrial Area. Based on the sampling carried out, the dust concentration figure shows a high number, namely 801.6 mg / m3. With the Acacia tree species Green Belt design, it can reduce dust concentrations starting from an efficiency of 15.84% in the planting year and increasing rapidly each year. The optimum efficiency of the Green Belt will be achieved in the 2nd year with the rate of 71.40% and it will be able to reach the maximum efficiency in the 5th year with the rate of 87.92%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40568</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.681-689</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 681-689</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40568/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61823</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perencanaan Sistem Drainase Berkelanjutan di Daerah Aliran Sungai Cinambo dengan Konsep Low Impact Development</dc:title>
	<dc:creator>Sururi, Mohamad Rangga</dc:creator>
	<dc:creator>Fadlurrohman, Fauzi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Drainase; SWMM; LID; Pemanenan Air Hujan; Kolam Retensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daerah Aliran Sungai (DAS) Cinambo terletak di bagian timur Kota Bandung, dengan luas wilayah 17,64 km2. Perkembangan kota telah menyebabkan perubahan tata guna lahan di DAS Cinambo, yang mengakibatkan terjadinya banjir akibat peningkatan limpasan air. Perencanaan sistem drainase model low impact development (LID) dilakukan untuk mengurangi potensi banjir dengan cara menampung dan memanfaatkan air hujan. Tujuan studi ini adalah untuk merencanakan sistem drainase dengan model LID dengan simulasi storm water management model (SWMM) 5.2 menggunakan tiga skenario pengurangan limpasan air, yaitu: (1) sistem drainase tanpa model LID, (2) sistem drainase dengan sistem pemanenan air hujan (PAH), dan (3) sistem drainase dengan sistem PAH dan kolam retensi. Setiap skenario akan dibandingkan dan skenario dengan pengurangan limpasan tertinggi digunakan dalam perencanaan sistem drainase. Berdasarkan hasil kajian, DAS Cinambo menghasilkan rata-rata limpasan sebesar 24.126,85 m3. Hasil simulasi menunjukkan skenario ketiga mengurangi 72% limpasan air yang masuk ke saluran drainase menjadi 6.541,48 m3. Perencanaan skenario ketiga terdiri dari saluran drainase terbuka dengan dengan dimensi 0,4x0,5 meter di jalan lokal dan 1 x1 meter di jalan arteri, disertai PAH sebanyak 10.605 buah berkapasitas 1 m3, dan tiga buah kolam retensi di Kecamatan Gedebage berdimensi 40x30x3 meter berkapasitas 3.600 m3.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61823</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1626-1636</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1626-1636</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61823/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14596</identifier>
				<datestamp>2017-04-23T23:07:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Daya Dukung Jalur Pendakian Bukit Raya Di Taman Nasional Bukit Baka Raya Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Aryanto, Toto</dc:creator>
	<dc:creator>Purnaweni, Hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprobowati, Tri Retnaningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKAdanya upaya penyelamatan hutan dan peningkatan nilai manfaatnya, pada saat ini mulai dilakukan pemanfaatan jasa lingkungan, salah satunya melalui kegiatan pariwisata alam. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya sebagai kawasan konservasi telah dimanfaatkan sebagai kegiatan pariwisata alam dan salah satunya adalah pendakian Bukit Raya. Selain memilki dampak positif, kegiatan pendakian juga memiliki dampak negatif jika tidak memperhatikan daya dukung lingkungan jalur pendakian itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung daya dukung jalur pendakian Bukit Raya yang berada di Jalur kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung daya dukung fisik (PCC), daya dukung riil (RCC) dan daya dukung efektif (ECC) dengan rumus yang dikembangkan oleh Cifuentes (1992). Hasil perhitungan menunjukan nilai PCC di jalur pendakian Bukit Raya adalah 200 orang per hari, RCC sebannyak 15 orang per hari dan ECC jalur pendakian Bukit Raya belum bisa dihitung sebagai akibat belum adanya desain tapak yang berpengaruh terhadap fasilitas serta penunjukan petugas pengelola secara definitif.Kata kunci: Daya Dukung, Jalur Pendakian, Ekowisata, Taman Nasional, Bukit Raya. ABSTRACTTheir efforts to save the forests and increase the amount of benefit, at this time began use of environmental services, one through nature tourism activities. Bukit Baka Bukit Raya National Park as a conservation area has been used as a natural tourism activities and one of them is climbing Bukit Raya. In addition to have a positive impact, climbing activities also had a negative impact if it does not pay attention to the environmental carrying capacity climbing lane itself. This study aimed to calculate the carrying capacity Bukit Raya hiking paths that are on the West Kalimantan. The method used in this research is to calculate the physical carrying capacity (PCC), the real carrying capacity (RCC) and the effective carrying capacity (ECC) with the formula developed by Cifuentes (1992). Calculation shows the value of PCC in Bukit Raya hiking trail is 200 people per day, RCC sebannyak 15 people per day and Bukit Raya ECC climbing path can not be calculated due to the lack of tread design that affect the facility and the appointment of management personnel definitively.Keywords:  Capability, Trailhead, Ecotourism, National Park, Bukit RayaCara sitasi: Aryanto ,T., Purnaweni, H., dan Soeprobowati, T. R. (2016). Daya Dukung Jalur Pendakian Bukit Raya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),72-76, doi:10.14710/jil.14.2.72-76</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-04-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14596</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.14.2.72-76</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016; 72-76</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14596/PDF</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/70269</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peluang Karbon Nanopori Moringa oleifera Mengurangi Residu Besi Efluen Fenton Air Limbah Organik Tinggi</dc:title>
	<dc:creator>Pujiastuti, Peni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Polutan organik; Fenton; Residu Fe; Moringa oleifera; bioadsorben</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Polutan organik konsentrasi tinggi dari limbah industri mendominasi pencemaran air permukaan, dapat menimbulkan ancaman signifikan terhadap ekosistem perairan dan kesehatan manusia. Polutan ini sulit mengalami biodegradasi, menyebabkan berkurangnya kualitas air dan mengganggu kehidupan biota air. Reagen Fenton sangat efektif mengurangi konsentrasi polutan organik tinggi hingga lebih dari 90%. Namun efluen proses fenton mengandung residu Fe sangat tinggi melebihi baku mutu, berakibat menimbulkan pencemaran air. Diperlukan upaya pengolahan lanjutan yang ramah lingkungan. Moringa oleifera mempunyai peluang besar untuk mengurangi residu Fe setelah pengolahan fenton. Proses ini menjanjikan keamanan bagi biota air. Penelitian ini bertujuan memberikan solusi ramah lingkungan dalam pengolahan limbah organik tinggi pada efluen fenton menggunakan Moringa oleifera Carbon (MOC) dan Moringa oleifera Carbon Activated (MOCA) untuk mengurangi residu Fe. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif laboratoris., menggunakan sampel penelitian dari air limbah industri tahu. Pengolahan menggunakan reagen fenton (H2O2 0,3M dan FeSO4 0,8M). Efluen dari proses fenton ditambahkan serbuk MOC dan MOCA 100 mesh. Variabel bebas konsentrasi (mg/L) MOC dan MOCA: 100, 200, 300 dan 400. Selanjutnya diuji waktu kontak (menit) 15, 30, 45 dan 60 terhadap konsentrasi paling optimal mengurangi residu Fe. Sampel sebelum dan sesudah pengolahan diuji kadar Fe. Uji karakteristik partikel MOC dan MOCA menggunakan SEM-EDX, BET-BJH dan FTIR. Uji karakteristik kimia meliputi kadar air, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat, daya serap terhadap iod menggunakan metode terstandar sesuai SNI. Hasil penelitian menunjukkan MOCA memiliki rerata diameter pori 4,1825 nm.  MOCA dosis 400 mg/L dengan waktu kontak 30 menit efektif mengurangi residu Fe efluen fenton sebesar 76,39%. MOCA nanopori berpeluang besar sebagai bioadsorben yang ramah lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70269</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1114-1122</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1114-1122</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/70269/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/70269/18971</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/23135</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Alokasi Air dan Pengembangan Prasarana  Penyediaan Air Baku di DAS Ciliman</dc:title>
	<dc:creator>Taufik, Isvan</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Muhammad Yanuar J.</dc:creator>
	<dc:creator>Pramudya, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Saptomo, Satyanto K.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">water availability, water requirements, water allocation, Ciliman watershed</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ciliman Watershed is one of the second largest watersheds in Banten Province and is part of the Ciliman-Cibungur River Region, besides being a rice barn in Banten Province, its development has accelerated since the development of Panimbang Airport, Tanjung Lesung Special Economic Zone, and Serang Toll Road Development –Considering. Therefore, it is necessary to regulate the water allocation for various needs and the possibility of developing water supply infrastructure. WEAP is one of the hydrological software in evaluating and planning the water balance of a region. The WEAP approach method operates with the basic principle of water balance and allows the creation of scenarios based on existing conditions to investigate the impact of policies or alternative assumptions in the use and availability of water in the future.The purpose of this study includes; (1) Analyzing the potential availability of raw water in each Ciliman Sub-watershed, (2) Analyzing the raw water needs of the Ciliman watershed, (3). Analyzing water allocation for each raw water requirement in the Ciliman watershed to be fulfilled and (4). Analyzing the potential for developing raw water infrastructure in the Ciliman watershed. The types of data used in this study are secondary data including: (1) monthly rainfall data from the Ciliman reservoir rainfall observation station, Gunung Kencana, Bojong Manik and KP3 at year 1998 - 2015, (2) population data of Ciliman watershed region, (3) the amount of raw water needs data, (4) Irrigation networks around the Ciliman watershed data (5) maps of the Ciliman watershed, (6) Tools used in this study include computer units and WEAP software. The method used in this study basically is the water allocation based on the water balance and determining the order of priority needs. The results analysis obtained that based on 5 scenarios with 3 alternative dam construction the most optimal use of water is fifth scenario with the development of  an agricultural area of 3,200 ha and an average electricity generation potential of 0.96 MW in a year.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/23135</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.171-184</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 171-184</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/23135/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54972</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Pakan Lebah Madu (Apis mellifera) di Kuluakma, Wamena</dc:title>
	<dc:creator>Halitopo, Arnold</dc:creator>
	<dc:creator>Sonbait, Lukas Yowel</dc:creator>
	<dc:creator>Arobaya, Agustina Yohana Setyarini</dc:creator>
	<dc:creator>Pattiselanno, Freddy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Apis mellifera; Etnobotani; Papua; Tanaman Pakan; Wamena</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peternakan lebah madu di Distrik Walelaga khususnya di kampung Kuluakma sudah berkembang cukup lama, namun jenis pakan dan ketersediaannya belum diketahui dengan baik. Metode deskriptif melalui wawancara dan pengamatan langsung untuk melihat keadaan usaha peternakan dilakukan dalam penelitian ini. Semua peternak di Kampung Kuluakma disensus dan diwawancarai. Data yang diperoleh dianalisis secara tabulasi, kemudian dibandingkan dengan standar-standar umum usaha peternakan lebah madu berdasarkan pustaka yang ada. Analisis situasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan kontekstual untuk menjelaskan temuan di lapangan sehingga memperoleh gambaran yang lengkap tentang kondisi dan keadaan di sekitar lokasi penelitian. Sebanyak 43 (empat puluh tiga) jenis tanaman pakan lebah di Kuluakma, Wamena tersebar di sekitar areal peternakan, perkebunan masyarakat bahkan sampai sekitar 2 (dua) kilometer dari lokasi peternakan. Penyebaran tanaman pakan ini sangat membantu ketersediaan pakan lebah setiap saat, tetapi juga memelihara ekosistem tanaman berguna baik bagi lebah dan masyarakat secara berkelanjutan. Perlu pengamatan dampak penyebaran tanaman pakan terhadap keberlanjutan koloni lebah yang ada. Penelitian yang kami lakukan selama bulan kering, sehingga diperlukan kajian yang sama selama musim penghujan. Tanaman yang tergolong kelompok tanaman buah-buahan dan sayuran juga menjadi sumber pangan masyarakat. Tanaman pakan seperti Paraserianthes falcatria, Gravillea papuana, dan Casuarina equisetifolia adalah jenis pohon khas di Wamena yang juga dimanfaatkan sebagai kayu bakar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54972</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.641-647</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 641-647</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54972/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4070</identifier>
				<datestamp>2012-10-28T06:35:50Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEARIFAN LOKAL DALAM MELESTARIKAN MATA AIR (Studi Kasus di Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal)</dc:title>
	<dc:creator>Siswadi, S</dc:creator>
	<dc:creator>Taruna, Tukiman</dc:creator>
	<dc:creator>Purnaweni, Hartuti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air merupakan benda alam  paling esensial bagi kehidupan. Namun ketersediaannya di daerah Purwogondo dan sekitarnya secara umum cenderung menurun, sehingga sering menimbulkan konflik antar pengguna air. Di Desa Purwogondo terdapat satu mata air yang debitnya cukup besar dan ajeg, yaitu Tuk Serco. Ini terkait keberadaan kearifan lokal yang berfungsi mencegah kerusakan fungsi Tuk Serco. Di tengah-tengah semakin memudarnya kearifan-kearifan lokal, ternyata masih terdapat kearifan lokal yang mampu memelihara dan melestarikan mata air. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan penentuan sampel sumber data secara purpossive dan snowball sampling. Data diperoleh melalui diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi.Hasilnya adalah (1) masyarakat Desa Purwogondo mempersepsikan Tuk Serco sebagai karunia Allah yang sangat mendukung penghidupan, tempat yang sakral, ditunggu oleh kekuatan ghaib yang tidak boleh diganggu, harus dihormati sebagai sesama makluk ciptaan Allah. Dengan debitnya 12,03 lt/dt, atau 1.039.392 lt/hari, Tuk Serco digunakan  untuk keperluan rumah tangga 106 KK/351 jiwa dan irigasi sawah  5,75 hektar di Dusun Ngijo 527.126,4 liter (50,71%). Sisanya 512.265,6 liter (49,29%) belum terpakai. Manfaat lain Tuk Serco adalah untuk pengobatan, bersuci, dan kegiatan ritual. (2) Terdapat kearifan lokal penduduk Desa Purwogondo berupa: pengetahuan, nilai-nilai, etika dan moral, dan norma-norma yang berupa anjuran, larangan, dan sanksi, serta ungkapan-ungkapan yang dipakai sebagai pedoman sikap dan perilaku masyarakat dalam memelihara, menjaga dan melestariakan mata air Tuk Serco. Untuk mempertahankan debit air perlu pengelolaan hutan di sekitar mata air dan daerah atasnya. Untuk memelihara dan mempertahankan kearifan lokal, masyarakat melakukan dengan memberikan pengertian dan saran kepada keluarga, tetangga, sanak-saudara dan  anak-cucu tentang nilai-nilai, etika dan moral, serta norma-norma termasuk norma agama untuk dipakai sebagai pedoman bersikap dan berperilaku dalam menjalankan tradisi dan naluri  menghargai alam Tuk Serco. (3) Untuk menjaga kearifan lokal dimasa mendatang, perlu langkah-langkah : a) Penguatan semangat masyarakat b) Meningkatkan pemahaman, kesadaran, kepedulian, dan partisipasi  masyarakat menuju masyarakat yang arif lingkungan c) Menyediakan payung hukum dengan Peraturan Desa d) Mendorong terciptanya Desa Purwogondo sebagai Desa Wisata Religi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4070</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.9.2.63-68</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011; 63-68</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4070/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42955</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Peran Stakeholder Pada Implementasi Kebijakan Pengelolaan DAS Terpadu, Studi Kasus DAS Krueng Aceh</dc:title>
	<dc:creator>Mulyawan, Rikky</dc:creator>
	<dc:creator>Wahjunie, Enni Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Ichwandi, Iin</dc:creator>
	<dc:creator>Tarigan, Suria Darma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DAS Krueng Aceh; Biofisik DAS; Stakeholders; Implementasi; Qanun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) semakin meningkat, disamping karena faktor perubahan tutupan lahan, faktor pengelolaan DAS juga menjadi pemicu. Peraturan Pemerintah (PP) No.37 Tahun 2012 dan Perda (Qanun) No. 7 tahun 2018 merupakan landasan pengelolaan DAS di Aceh. DAS Krueng Aceh merupakan DAS prioritas yang kondisinya kritis, pengelolaan DAS Krueng Aceh memerlukan penanganan terpadu oleh stakeholders terkait. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis PP, Qanun, stakeholders pengelola DAS Krueng Aceh dan implementasi kebijakan berdasarkan perubahan kondisi biofisik DAS. Analisis yang digunakan kajian ini adalah analisis perubahan kondisi biofisik DAS, analisis stakeholders, serta analisis implementasi kebijakan. Berdasarkan hasil analisis kondisi biofisik DAS, tutupan lahan DAS Krueng Aceh dalam 10 tahun terakhir  menunjukkan perubahan yang sangat signifikan pada tahun 2020, perubahan ini berdampak pada kondisi hidrologi DAS dimana terjadi perubahan debit sungai maksimum pada tahun 2020 sebesar 15.78 m³/detik dibandingkan tahun 2019 sebesar 10.09 m³/detik. Dari pendalaman isi PP dan Qanun diketahui hal pokok kegiatan pengelolaan DAS yakni ; peningkatan daya dukung DAS, pengelolaan sumber daya air, dan penataan ruang. Terdapat 20 stakeholders yang terlibat pengelolaan DAS Krueng Aceh, stakeholders pemerintah memiliki kepentingan yang tinggi dan sumber daya untuk melaksanakan kegiatan. Bila dilihat dari kondisi biofisik DAS tahun 2020 dan dikaitkan dengan peraturan perundangan, analisis stakeholders, serta analisis implementasi kebijakan dapat dikatakan bahwa kegiatan pengelolaan DAS secara terpadu belum berjalan sesuai isi kebijakan. Untuk mewujudkan hal tersebut perintah PP dan Qanun harus dilaksanakan secara tegas, Tim Koordinasi Pengelolaan DAS Terpadu (TKPDAS-T) yang sudah dibentuk harus sesegera mungkin difungsikan untuk mewujudkan implementasi kebijakan pengelolaan DAS terpadu.ABSTRACTWatershed damage is increasing, in addition to changes in land cover, watershed management factors are also a trigger. Government Regulation (PP) No.37 of 2012 and Perda (Qanun) No. 7 of 2018 is the cornerstone of watershed management in Aceh. Krueng Aceh watershed is a priority watershed whose condition is critical, the management of Krueng Aceh watershed requires integrated handling by relevant stakeholders. This study aims to analyze PP, Qanun, stakeholders of Krueng Aceh watershed management and policy implementation based on changes in watershed biophysical conditions. The analysis used by this study is an analysis of changes in the biophysical condition of the watershed, stakeholder analysis, and policy implementation analysis. Based on the results of the analysis of the biophysical condition of the watershed, the cover of the Krueng Aceh watershed in the last 10 years showed a very significant change in 2020, this change has an impact on the condition of watershed hydrology where there is a maximum river discharge change in 2020 of 15.78 m³ / second compared to 2019 of 10.09 m³ / second. From the deepening of the contents of PP and Qanun, it is known that the main things of watershed management activities are; increased watershed carrying capacity, water resource management, and spatial arrangement. There are 20 stakeholders involved in the management of the Krueng Aceh watershed, government stakeholders have high interests and resources to carry out activities. When viewed from the biophysical condition of the watershed in 2020 and associated with legislation, stakeholder analysis, and policy implementation analysis, it can be said that integrated watershed management activities have not been run  with the contents of the policy. To realize this, the PP and Qanun orders must be implemented strictly, the Integrated Watershed Management Coordination Team (TKPDAS-T) that has been established must be as soon as possible to realize the implementation of integrated watershed management policies.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42955</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.198-209</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 198-209</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42955/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61231</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:35:28Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pencemaran Tanah oleh Logam Berat di Kotagede, Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Nabila, Hana Riska</dc:creator>
	<dc:creator>Budianta, Wawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencemaran; Tanah; Logam Berat; Kotagede; Yogyakarta</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan industri kerajinan perak di Kotagede, Yogyakarta yang sudah berlangsung lama, menghasilkan limbah cair yang diduga telah mencemari tanah di lokasi industri dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk menginvestigasi kandungan logam berat dalam tanah, yaitu Cu dan Pb, serta faktor penyebarannya di lokasi kerajinan perak dan sekitarnya di Kotagede, Yogyakarta.  Sampel tanah diambil di lokasi penelitian, yang merupakan daerah kerajinan perak dan sekitarnya. Sebanyak 35 titik sampling diambil pada kedalaman 5 cm, 15 cm, dan 25 cm. Analisis ukuran butir, pH, kandungan organik, kandungan Cu dan Pb, dilakukan pada 105 sampel yang telah diambil serta dihitung pula untuk nilai indeks geoakumulasi. Analisis dilakukan dengan menyajikan dalam peta sebaran kandungan Cu dan Pb yang dilakukan secara spasial, maupun secara vertikal menurut kedalaman sampel, yang bertujuan untuk menganalisis penyebaran secara lateral dan vertikal. Hasil penelitian menunjukkan kandungan Cu dan Pb di dalam sampel tanah yang diambil, telah melebihi nilai latar belakang (background) namun masih berada di bawah baku mutu rujukan. Penyebaran Cu dan Pb pada tanah di lokasi penelitian dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor alamiah yaitu ukuran butir, pH serta kandungan organik dalam tanah. Sedangkan faktor manusia yang diduga berpengaruh adalah faktor kegiatan industri kerajinan perak yang menghasilkan limbah cair. Untuk faktor lainnya seperti arah aliran air permukaan dan morfologi, diduga kurang berpengaruh terhadap penyebaran Cu dan Pb pada tanah di lokasi penelitian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61231</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.166-174</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 166-174</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61231/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17219</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:23:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Menakar Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim Petani Padi Sawah (Kasus Kabupaten Pasuruan Jawa Timur)</dc:title>
	<dc:creator>Salampessy, Yudi L.A</dc:creator>
	<dc:creator>Lubis, Djuara P</dc:creator>
	<dc:creator>Amien, Istiqlal</dc:creator>
	<dc:creator>Suhardjito, Didik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPerubahan iklim mensyaratkan kapasitas beradaptasi yang memadai dari petani karena pengelolaan SUT padi sawah sangat bergantung pada daya dukung iklim. Musim menjadi tidak menentu dan cuaca sulit diprediksi. Petani mulai kesulitan menentukan awal dan komoditas tanam, sementara serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), banjir, dan kekeringan sebagai dampak negatif dari perubahan iklim semakin sering terjadi. Melalui survey terhadap 96 petani, penelitian ini menakar kapasitas beradaptasi perubahan iklim petani padi sawah di daerah pertanaman padi di dataran rendah, sedang, dan tinggi yang pernah menjadi wilayah percontohan program pengembangan kapasitas adaptasi perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas adaptasi petani padi sawah masih rendah dan memengaruhi tingkat penerapan adaptasi perubahan iklim mereka. Disarankan untuk dilakukan evaluasi terhadap strategi program-progran sejenis melalui penelitian mengenai faktor-faktor penentu kapasitas adaptasi perubahan iklim petani padi sawah.Kata kunci: kapasitas adaptasi, padi sawah, perubahan iklim, petani    ABSTRACTClimate change requires adequate adaptation capability of farmers as the management of rice farming systems which is highly dependent on climate carrying a previously considered stable. Through a survey of 96 farmers, this study measured the adaptive capacity to climate change of rice farmers in the lowland, medium and highland rice cultivation areas as pilot zone in which improvement program in climate change adaptation has been established. The result shows rice farmers adaptive capacity is considered low and affects their adaptation level to climate change. It is necessary to evaluate the strategy of similar program by studying the determinant factors of climate change adaptation capacity of rice farmers.Keywords: Adaptive capacity, climate change, farmerCitation: Salampessy, Y.L.A., Lubis, D.P., Amien, I., Suhardjito, D. 2018. Menakar Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim Petani Padi Sawah (Kasus Kabupaten Pasuruan Jawa Timur). Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 25-34, doi:10.14710/jil.16.1.25-34</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-06-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17219</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.1.25-34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 1 (2018): April 2018; 25-34</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17219/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/17219/2070</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47193</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kadar Merkuri dan Arsen pada Air Laut dan Ikan di Teluk Kao</dc:title>
	<dc:creator>Thalib, Dahlan</dc:creator>
	<dc:creator>Daud, Anwar</dc:creator>
	<dc:creator>Amqam, Hasnawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">merkuri, arsen, ikan, desa, dumdum.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Teluk   Kao,   merupakan   salah   satu   kawasan   pesisir   di Kabupaten Halmahera Utara yang memiliki potensi sumber daya alam berupa emas. Terdapat beberapa penambangan emasi di sekitar wilayah Teluk Kao, baik yang berizin maupun yang tidak.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam Merkuri  (Hg) dan Arsen (As) pada perairan  dan ikan yang ditangkap  di sekitar aktivitas penambangan di Teluk Kao. Penelitian ini dilakukan pada 10 titik di desa Dumdum Kecamatan Kao Teluk   dan Desa Tabobo Kecamatan Malifut. Kab. Halmahera Utara Prop. Maluku Utara. Sampel menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil menunjukkan bahwa Konsentrasi rata-rata merkuri (Hg) dan arsen (As) tertinggi pada air  laut  berada  pada  perairan  sekitar Desa  Dumdum  yakni 0,00522 mg/l dan 0.00190 mg/l. Konsentrasi merkuri rata-rata tertinggi pada jenis ikan kakap, Ikan kuwe tertinggi di Desa Tabobo yakni masing-masing  0,352  mg/kg,  0,228  mg/kg dan  0,277  mg/kg, sedangkan untuk Ikan Baronang tertinggi pada Desa Dumdum sebesar 0,097 mg/kg</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47193</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.463-471</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 463-471</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47193/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/47193/11290</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59903</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimasi Cadangan Karbon Permukaan Tanah pada Lahan Kering di Kawasan Marine Science Techno Park (MSTP) Teluk Awur, Jepara</dc:title>
	<dc:creator>Jumari, Jumari</dc:creator>
	<dc:creator>Suedy, Sri Widodo Agung</dc:creator>
	<dc:creator>Sugianto, Deny Nugroho</dc:creator>
	<dc:creator>Wisalyakarini, Priscilla Citta Kirana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemanasan Global; Lahan Kering; MSTP; Biomassa; Cadangan Karbon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemanasan global menjadi salah satu isu lingkungan yang disebabkan oleh penumpukan gas rumah kaca di atmosfer salah satunya CO2. Pengurangan CO2 dapat dilakukan dengan menanam tumbuhan. Tumbuhan (tumbuhan hidup dan tumbuhan mati) dapat mengolah, menyerap dan menyimpan CO2 yang terbentuk sebagai cadangan karbon. Marine Science Techno Park (MSTP) merupakan kawasan yang dikelola Universitas Diponegoro yang bekerja sama dengan pemerintahan Jepara di Kawasan Teluk Awur dan memiliki area lahan kering. Tujuan penelitian ini menganalisis biomassa pohon, nekromassa, tumbuhan bawah, dan serasah untuk mengestimasi stok karbon di Kawasan MSTP, Teluk Awur. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2022 – Maret 2023. Identifikasi dan penanganan sampel tumbuhan dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Biosistematika, Departemen Biologi, Universitas Diponegoro. Metode dilakukan dengan mengambil data biomassa dengan membuat plot 20m x 20m (biomassa pohon), plot 5m x 5m (nekromassa), dan 1m x 1m (tumbuhan bawah dan serasah) pada 3 titik area lahan kering, Kemudian mengukur dan menganalisis estimasi cadangan karbon. Hasil dari kerapatan total pohon adalah 579 ind/ha dengan rata-rata biomassa pohon 291,99 t/ha. Rata-rata biomassa nekromassa 0,55 t/ha, rata-rata biomassa tumbuhan bawah 1,07 t/ha, dan rata-rata biomassa serasah 2,95 t/ha. Total estimasi cadangan karbon adalah 139,13 t/ha, termasuk kategori tinggi dengan kontribusi terbesar dari biomassa batang (&gt;90%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59903</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1385-1393</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1385-1393</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59903/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/31024</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:28:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perilaku Membuang Sampah Makanan dan Pengelolaan Sampah Makanan di Berbagai Negara: Review</dc:title>
	<dc:creator>Chaerul, Mochammad</dc:creator>
	<dc:creator>Zatadini, Sharfina Ulfa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sampah makanan; perilaku; jurnal internasional; laporan; review; pemilahan; pemanfaatan; sampah perkotaan; area perkotaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam beberapa tahun terakhir, sampah makanan mejadi salah satu isu global. Peningkatan timbulan sampah makanan dapat menimbulkan masalah bagi rantai penyediaan makanan dan pelestarian lingkungan secara global di masa mendatang. Sampah makanan dapat dihasilkan pada semua tahap rantai pasokan makanan. Salahsatu kontributor utama dalam peningkatan timbulan sampah makanan di suatu wilayah adalah sektor rumahtangga. Tujuan studi ini untuk memberikan suatu tinjauan terhadap berbagai studi tentang food waste behavior, yaitu perilaku seseorang terkait sampah makanan dan konsep pengelolaan sampah makanan pada sektor rumah tangga yang dapat diterapkan di Indonesia berdasarkan implementasi pengelolaan sampah makanan di beberapa Negara. Selain dari berbagai macam laporan terkait pengelolaan sampah makanan di berbagai Negara, studi ini juga mereview paper ilmiah yang telah dipublikasikan di berbagai jurnal internasional. Pendekatan psikologi termasuk perilaku, keadaan sosio-demografi, dan rutinitas dan praktik terkait perencanaan makanan diidentifikasi ke dalam faktor yang mempengaruhi peningkatan timbulan sampah makanan. Selanjutnya, dapat ditentukan strategi pencegahan dan pengurangan sampah makanan dari faktor yang telah teridentifikasi diatas. Beberapa Negara telah mencoba melakukan pengelolaan sampah makanan secara terpadu dalam suatu sistem pengelolaan sampah skala Kota dimana kunci keberhasilannya adalah dilakukannya pemilahan sampah makanan yang lebih baik mulai di sumber untuk lebih memaksimalkan potensi pemanfaatannya di tahapan penanganan selanjutnya. Konsep yang serupa dapat pula diaplikasikan untuk kondisi Indonesia, terlebih dengan mempertimbangkan proporsi sampah makanan yang cukup signifikan ditemui dalam aliran sampah di area perkotaan.AbstractIn last few years, food waste becomes a global issue. Increasing of food waste generation leads to various problems for food supply chain and for environmental preservation globally in the future. Food waste could be generated from all stages of food supply chain. A main contributor for increasing food waste generation in a region is household sector. The study aims to provide a review of various previous studies related to food waste behavior and concept of food waste management from household that may be adopted for Indonesia based on best practices of those in several countries. In addition of those countries‘ report , the study reviews scientific papers that have been already published in several international journals. Psychological approach such as behavior, socio-demogrphic situation, and habit and practices related to a food preparation was identified to be an influencing factor for increasing food waste. Subsequently, measures for prevention and reduction of food waste from the factor indentified above. Several countries attempt to conduct the integrated food waste management within municipal solid waste management in a city in which the key to its success is a better food waste segregation starting at source to maximize the recovery in the next stage of handling system. In fact, similar concept could be adopted for Indonesian situation, especially by considering the siginficant proportion of food waste found in the stream of municipal solid waste from urban area.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/31024</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.455-466</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 455-466</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/31024/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58107</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Global Supply Chain Operations for Investment Locations Selection in Climate Change Variation</dc:title>
	<dc:creator>Sitawati, Anita</dc:creator>
	<dc:creator>Taki, Herika</dc:creator>
	<dc:creator>Wiranegara, Hanny W</dc:creator>
	<dc:creator>Supriatna, Yayat</dc:creator>
	<dc:creator>Andajani, Rezkia Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Foreign Direct Investment; Trading Across Borders; Supply Chain; Investment Location Choice; Investment Location Selection</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">A livable city is a city where people can live comfortably and peacefully. The success of a livable city is achieved not only by physical advantage factors but also by social and economic factors. Livable cities must be investment-friendly to support economic functions. Investment-friendly cities will be the preferred locations for multinational corporations. Urban planners, designers, and managers need to devise urban development strategies that attract investors. This research aims to identify pivotal factors that drive investors' decision-making in selecting investment locations. This study focuses on the influence of global supply chain operations on investment location selection in the era of climate change, which is still relatively rare as it attempts to formulate regional development policies based on a demand-side approach. A demand-based approach requires identifying the investor's point of view in the investment location selection process. The Electronics and Automotive industry in the JABABEKA Industrial Area, Jakarta, Indonesia, is used as a case study. Primary data was collected from the respondents' perceptions and analyzed using the Structural Equation Model (SEM) method, applied in the software Smart PLS 3.2.8. The structural model used in this approach is formative. On a global scale, the choice of Indonesia as an investment location is influenced by (i) aspects of physical, social, and economic advantages related to cross-border trade and (ii) aspects of the supply chain related to the impact of climate change.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58107</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.933-940</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 933-940</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58107/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47019</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Paparan Radiasi Elektromagnetik di Jaringan Distribusi 20 KV PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Payakumbuh</dc:title>
	<dc:creator>Regia, Rinda Andhita</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Resti Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>As'ad, Nidham Faadhil</dc:creator>
	<dc:creator>Zulkarnain, Randy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">JIL;RAR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu pekerjaan yang akan terdampak radiasi elektromagnetik ke pekerja perusahaan milik BUMN yaitu PT PLN (Persero). Kegiatan PT PLN (Persero) dalam menjalankan penyediaan tenaga listrik seperti kegiatan pembangkit, penyaluran dan distribusi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko paparan radiasi elektromagnetik pada lingkungan kerja bagian distribusi di PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh. Pengukuran radiasi medan magnet menggunakan alat EMF Field Tester (EMF-823). Pengukuran radiasi elektromagnetik pada lingkungan kerja PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh bagian jaringan distribusi seperti pekerjaan di area Tranformator (Trafo Step Down), Jaringan Tegangan Menengah (JTM), dan Load Break Switch (LBS). Pengukuran dilakukan di 26 lokasi terdiri dari 11 lokasi pekerjaan trafo, 3 lokasi pekerjaan JTM, dan 12 lokasi pekerjaan LBS. Lokasi penelitian dilaksanakan di 26 lokasi. Pengukuran dilakukan pada saat pekerjaan berlangsung dan setelah pekerjaan selesai dilaksanakan. Titik pengukuran pada pekerja dilakukan pada sumber, jarak 1 meter, 2 meter, dan 3 meter dari sumber radiasi, dan pada masyarakat yang berada dekat dengan sumber sebanyak 2 titik. Hasil penelitian menunjukkan nilai radiasi medan magnet yang terpapar ke pekerja pada saat pekerjaan untuk pekerjaan trafo berkisar antara 0,00-0,05 µT, pekerjaan tiang JTM yaitu 0,00 µT, dan untuk pekerjaan LBS yaitu 0,00-0,12 µT. Nilai radiasi medan magnet yang terpapar ke masyarakat yaitu 0,00 µT. Hal ini menandakan bahwa nilai radiasi medan magnet pada pekerja dan masyarakat masih memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 70 tahun 2016 dan International Commission and Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP) yang artinya masih aman dan tidak berisiko menimbulkan gangguan kesehatan pekerja dan masyarakat.Kata kunci: Medan magnet, PT. PLN UP3 Payakumbuh, Radiasi elektromagnetik ABSTRACTOne of the jobs that will be affected by electromagnetic radiation is PT PLN (Persero). PT PLN (Persero)'s activities in carrying out electricity such as generating, distribution, and distribution activities. This study aimed to identify the risk of exposure to electromagnetic radiation in the distribution division work environment at PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh. Measurement of magnetic field radiation using the EMF Field Tester (EMF-823). Measurement of electromagnetic radiation in the work environment of PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh in the distribution network section, such as work in the Transformer (Step Down) area, Medium Voltage Network (JTM), and Load Break Switch (LBS). This research was conducted at 26 locations consisting of 11 transformer workplaces, 3 JTM workplaces, and 12 LBS workplaces. The research location was carried out in 26 areas. It is made during the work in progress and after the work is completed. Measurement points for workers are carried out at the source, a distance of 1 meter, 2 meters, and 3 meters from the radiation source, and 2 points for the public. The results showed that the radiation value of the magnetic field exposed to workers at the time of work for transformer work ranged from 0.00-0.05 µT, JTM pole work was 0.00 µT, and for LBS work, it was 0.00-0.12 µT. The radiation value of the magnetic field exposed to the public is 0.00 µT. It indicates that the value of magnetic field radiation on workers and the public still meets the quality standards of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 70 of 2016 and the International Commission and Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP). So it is still safe and does not risk causing health problems for workers and the public.Keywords: Magnetic field, PT. PLN UP3 Payakumbuh, Electromagentic radiation</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47019</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.755-765</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 755-765</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47019/pdf_1</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/47019/10953</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44214</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penilaian Tingkat Cemaran Logam Berat Pada Lahan Pertanian di Hulu Sungai Citarum, Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator>Handayani, Cicik Oktasari</dc:creator>
	<dc:creator>Sukarjo, Sukarjo</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Triyani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lahan pertanian; Logam berat; Sungai Citarum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Konsentrasi logam berat pada lahan pertanian sangat penting untuk dipantau karena berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tingkat kontaminasi logam berat pada lahan pertanian di Kabupaten Bandung (DAS Hulu Sungai Citarum) dengan menganalisis faktor kontaminasi, faktor resiko ekologi, indeks beban polusi dan tingkat akumulasi logam berat yang berasal dari sumber antrhopogenik. Penentuan titik pengambilan sampel tanah dilakukan secara grid pada satuan (unit) lahan pada peta penggunaan lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode survey pada 273 titik lokasi. Sampel tanah dianalisis kandungan logam berat Pb, Cd, Cr, Co dan Ni, kemudian dianalisis pola sebaran dan kontaminasi tanahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata konsentrasi logam Pb, Cd, Cr, Co dan Ni pada tanah masih berada di bawah batas kritis logam berat. Berdasarkan analisis kontaminasi dari faktor kontaminan (CF) dan potensi resiko ekologi (Er) menunjukkan bahwa konsentrasi logam Cd telah mencapai pada kategori sangat tercemar dan sangat berpotensi pada resiko ekologi. Tingkat pencemaran logam berat yang bersumber dari aktivitas anthropogenik menunjukkan kategori sedang hingga berat untuk logam Cd.ABSTRACTThe concentration of heavy metals in agricultural land is very important to monitor because it has an impact on the environment and public health. This study aims to provide information on the level of heavy metal contamination on agricultural land in Bandung Regency (the upstream watershed of the Citarum River) by analyzing contamination factors, ecological risk factors, pollution load index, and the level of accumulation of heavy metals from anthropogenic sources. Determination of the point of soil sampling is done on a grid on land units on the land use map. Soil sampling was carried out by survey method at 273 location points. Soil samples were analyzed for the heavy metal content of Pb, Cd, Cr, Co, and Ni, then the distribution pattern and soil contamination were analyzed. The results showed that the average concentration of Pb, Cd, Cr, Co, and Ni in the soil was still below the critical limit for heavy metals. Based on the analysis of contamination from the contaminant factor (CF) and potential ecological risk (Er) it shows that the concentration of Cd metal has reached the category of highly polluted and has a high potential for ecological risk. The level of heavy metal pollution originating from anthropogenic activities shows a moderate to a heavy category for Cd.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44214</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.508-516</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 508-516</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44214/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61913</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Carbon Emission Disclosure and Its Impact on Developing Countries</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Indah Fajarini Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina, Linda</dc:creator>
	<dc:creator>Ihlashul’amal, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Jati, Kuat Waluyo</dc:creator>
	<dc:creator>Sularsih, Suci</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Syaiful</dc:creator>
	<dc:creator>Sriningsih, Sriningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Legitimacy theory; Stakeholder theory; Agency theory; Carbon emissions disclosure; Non-financial companies; Environmental Performance; Media Exposure</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to explore carbon emission disclosure practices in Indonesia, and extensive testing by providing one representative variable for each group of factors thought to be influential. Using 113 analysis units as research samples of non-financial public companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2019-2021. Data collected from annual and sustainability reports and analyzed using descriptive statistical tests and multiple linear regression. The descriptive analysis shows that the level of carbon emission disclosure in Indonesia is still low but is on a stable trend, increasing from year to year. Environmental performance can increase carbon emission disclosure. Companies with good environmental performance will proudly reveal their success through carbon emission disclosures. In addition, young companies were found to have better levels of carbon disclosure than older companies. Likewise, companies with high media visibility do not disclose carbon emissions better than companies with low media visibility. The results of this study have met the adequacy of robustness and endogeneity tests through other regression methods and help managers use their environmental performance to design information disclosure policies related to carbon emissions. The research results show the need of carbon emission disclosure guidelines by regulators/government. Moreover, Indonesia as the country is predicted to be the slowest to reach net-zero carbon compared to other countries.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61913</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.472-486</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 472-486</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61913/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/61913/15801</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/20950</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:28:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penilaian aliran limbah elektronika di DKI Jakarta menggunakan Material Flow Analysis (MFA)</dc:title>
	<dc:creator>Rimantho, Dino</dc:creator>
	<dc:creator>Noor, Erliza</dc:creator>
	<dc:creator>Eriyatno, Eriyatno</dc:creator>
	<dc:creator>Effendi, Hefni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DKI Jakarta, E-waste, pollution, MFA, UNEP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Electronic equipment is produced to meet human needs, so this will also have a significant impact on increasing the rate of e-waste generation in landfills in almost all countries. One of the environmental pollution issues that are of concern throughout the world is the management of e-waste (e-waste). This is due to the rapid increase in the use of electronic products. Thus, the existence of electrical and electronic equipment becomes shorter and becomes obsolete. The absence of information related to the volume of e-waste generation and material flow is one of the problems of the Indonesian government in managing e-waste. Therefore, the purpose of this paper is to calculate e-waste and analyze material flow. The method used in this study is Material Flow Analysis (MFA). Furthermore, a survey of household and informal sector respondents was used. The questionnaire adopted from UNEP was modified and distributed to 400 households and 54 informal sectors in DKI Jakarta. The results show the total rate of generation of e-waste produced aaproximately 7713.42013 kg/year. Furthermore, it is necessary to develop several strategies in order to avoid negative impact. This research can be information in filling the data limitations and management of sustainable e-waste in DKI Jakarta.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Kementerian Keuangan dan Riset dan Teknologi DIKTI</dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/20950</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.120-129</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 120-129</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/20950/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50445</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Willingness To Pay (WTP) Wisatawan dalam Pelestarian Lingkungan Paska Perubahan Cagar Alam Kamojang ke Taman Wisata Alam Kamojang</dc:title>
	<dc:creator>Hindayani, Purna</dc:creator>
	<dc:creator>Bratanegara, Alnidi Safarach</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Armandha Redo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesedian Ingin Membayar; Kamojang; Perubahan Luas Taman Wisata Alam; Cagar Alam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The research was conducted in the area of the change of the Kamojang Nature Reserve (CA) to the Kamojang Nature Tourism Park (TWA) so that there was an increase in the area of the Kamojang Natural Tourism Park which was previously 535.01 Ha to 2,391 Ha. The goal of this study was to identify willingness to pay for environmental conservation in TWA after changes in land area. The method used willingness to pay (WTP) for environmental conservation in tourist areas in TWA Kamojang and the factors that influence the WTP value by using logit regression. The results showed that the average willingness to pay by visitors (WTP) is Rp. IDR 51,887 per visit with the option of improving facilities and infrastructure, adding tourist activities such as adequate camping grounds and hot springs and educational tourism of natural and environmental knowledge at TWA Kamojang. The total WTP is estimated to reach IDR 680,339,623 per year. All of  the independent variables such as gender, age, income, education, travel costs during the tour affected the willingness to pay (WTP). The most significant factors influencing the willingness to pay for environmental conservation in the TWA Kamojang was age. The management of TWA Kamojang is expected to develop nature tourism that takes into account the principles of environmental conservation</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50445</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.43-49</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 43-49</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50445/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/36198</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:26Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Berbasis Ekowisata pada Hutan Desa di Kecamatan Batu Ampar Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Jabbar, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Nusantara, Rossie Wiedya</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Aji Ali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Valuasi ekonomi, Ekosistem mangrove, Ekowisata mangrove, Hutan desa, Persepsi masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ekosistem mangrove Batu Ampar terletak di muara sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas. Ekosistemnya memiliki permasalahan seperti ekosistem mangrove pada umumnya yang mengalami tekanan akibat pertambahan penduduk. Sebagian besar masalah tersebut merupakan dampak penggunaan lahan oleh masyarakat sekitar ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kondisi ekosistem mangrove terhadap partisipasi masyarakat dan valuasi ekosistem mangrove berupa ekowisata dan hutan desa di Kecamatan Batu Ampar, Kalimantan Barat. Desa-desa yang diteliti berdasarkan intensitas pengelolaan ekowisata mangrove, dari yang paling lama hingga yang terbaru, yaitu Batu Ampar, Nipah Panjang, dan Medan Mas. Penilaian jasa ekosistem mangrove dihitung berdasarkan Total Economic Value (TEV) yang meliputi manfaat langsung, tidak langsung, keberadaan, dan pilihan. Valuasi mangrove untuk tiap desa dari yang tertinggi hingga terendah adalah Medan Mas (Rp 95.354.976/ha/tahun), Nipah Panjang (Rp 76.645.333/ha/tahun) dan Batu Ampar (Rp 68.195.913/ha/tahun). Kondisi ekosistem mangrove di kawasan Batu Ampar berdasarkan persentase luas mangrove terhadap luas desa, persentase kelas kerapatan tinggi dan ketebalan mangrove di masing-masing desa dari yang terbaik adalah Desa Batu Ampar 58,2%; 93,8%; 42.271 m, Desa Nipah Panjang 6.4%; 98,6%; 24.088 juta dan Medan Mas 4,5%; 80,2%; 7.236 m. Persepsi masyarakat tentang ekosistem dan ekowisata mangrove di kawasan mangrove Batu Ampar berbeda nyata antar desa. Secara berurutan, persepsi tertinggi hingga terendah adalah Nipah Panjang (3,7), Medan Mas (3,6) dan Batu Ampar (3,5). Kondisi mangrove yang baik tidak selalu berkontribusi positif dalam membentuk persepsi masyarakat yang tinggi dan meningkatkan valuasi ekonomi di Desa Batu Ampar. Namun demikian, persepsi masyarakat yang tinggi dapat membentuk valuasi ekonomi yang tinggi dan menjamin kondisi ekosistem mangrove di Desa Nipah Panjang. Selain itu, valuasi ekonomi yang tinggi tidak selalu memberikan kontribusi positif bagi ekosistem mangrove dan persepsi masyarakat di Desa Medan Mas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36198</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.140-152</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 140-152</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36198/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61350</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Perbaikan Kinerja Pengelolaan Lingkungan untuk Keberlanjutan TPS-3R Perkotaan (Studi Kasus di TPS-3R Kenanga, Kabupaten Sleman, DIY)</dc:title>
	<dc:creator>Lupiyanto, Ribut</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhasanah, Nurhasanah</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah, Hadian Pratama</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sampah; 3R; keberlanjutan; kebijakan lingkungan; perkotaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">TPS-3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce Recycle) memiliki peran strategis dalam upaya reduksi sampah yang masuk ke TPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model, alternatif dan prioritas strategi perbaikan kinerja pengelolaan lingkungan TPS-3R Kenanga. Metode analisis yang digunakan antara lain matriks SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results) dan matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil penelitian memberikan rekomendasi strategi bagi TPS-3R Kenanga dalam memperbaiki kinerja pengelolaan lingkungannya dengan model strategi pertumbuhan, khususnya konsentrasi melalui integrasi vertikal. Alternatif strategi terincikan berdasarkan urutan prioritas antara lain marketing door to door; sosialisasi dan penguatan partisipasi pelanggan; penjaringan aspirasi masyarakat umum dan lembaga lain; sosialisasi profil dan marketing berbasis media; dokumentasi kinerja, perencanaan program  dan pembukaan saran masukan; monitoring dan evaluasi 3R dan PHBS tingkat rumah tangga; penguatan kerjasama dengan lembaga kemasyarakatan lain; optimalisasi program peningkatan reduksi sampah; publikasi kepuasan pelanggan, anggaran, dan program kerja; implementasi CSR  kepada masyakarat atau wilayah setempat; optimalisasi peralatan eksisting; penambahan peralatan pendukung reduksi sampah; pencatatan volume sampah harian dan evaluasi reduksi sampah bulanan; serta survey kepuasan pelanggan. Implementasi urutan prioritas tersebut terbagi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Hasil penelitian ini dapat diadopsi sebagai bahan kebijakan untuk TPS-3R lain yang memiliki karakteristik sama dengan lokasi penelitian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61350</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1135-1142</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1135-1142</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61350/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52431</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Potensi Kejadian Curah Hujan Ekstrem di Masa Mendatang Sebagai Dampak dari Perubahan Iklim di Pulau Jawa Berbasis Model Iklim Regional CCAM</dc:title>
	<dc:creator>Nurlatifah, Amalia</dc:creator>
	<dc:creator>Hatmaja, Rahaden Bagas</dc:creator>
	<dc:creator>Rakhman, Aulia Arip</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perubahan iklim; Cuaca ekstrem; Proyeksi iklim; RX1day; R50mm</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perubahan iklim adalah peristiwa berubahnya komponen atau variabel iklim akibat pemanasan global. Perubahan iklim dapat berakibat timbulnya cuaca ekstrem. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi dan adaptasi dampak dari cuaca ekstrem akibat perubahan iklim salah satunya adalah dengan pemodelan dan proyeksi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kejadian curah hujan ekstrem di masa mendatang sebagai dampak dari perubahan iklim di Pulau Jawa dengan menggunakan model iklim regional CCAM (Conformal Cubic Atmospheric Model). CCAM digunakan untuk downscaling data GCM ACCESS 1-3 hingga resolusinya mencapai 25 km. Skenario yang digunakan adalah RCP 4.5 dengan resolusi temporal data harian. Sebelum digunakan, data CCAM dikoreksi menggunakan metode linear scaling. Hasilnya, data CCAM yang telah dikoreksi terbukti cukup mampu menggambarkan kondisi sebenarnya curah hujan di Pulau Jawa. Pulau Jawa diproyeksikan akan mengalami peningkatan curah hujan bulanan pada tahun 2021-2050 dibandingkan tahun 1991-2020. Hampir keseluruhan daerah di Jawa mengalami kenaikan curah hujan bulanan meskipun nilainya tidak signifikan dan hanya sekitar 1,7-5,3 mm. Peningkatan paling tinggi terjadi di daratan Jawa Timur dengan nilai mencapai 15,1-22,4 mm. Beberapa daerah diproyeksikan akan mengalami penurunan nilai RX1day (nilai curah hujan maksimum harian dalam satu tahun). Penurunan paling tinggi terjadi di selatan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan nilai mencapai 6,2-15,4 %. Sementara DKI Jakarta diproyeksikan akan mengalami peningkatan nilai RX1day pada periode 2021-2050 senilai 0,1-6,6%. Peningkatan nilai R50mm (jumlah hari dalam satu tahun dengan curah hujan diatas 50 mm) terjadi di hampir seluruh wilayah di Jawa pada periode 2021-2050 dibandingkan dengan periode 1991-2020 dengan presentase sekitar 15,9-52,7%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52431</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/vol%viss%ipp%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 980-986</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52431/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46133</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi  Metode GALDIT Untuk Analisis Kerentanan Airtanah Terhadap Intrusi Air Laut di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Putranto, Thomas Triadi</dc:creator>
	<dc:creator>Santi, Narulitas</dc:creator>
	<dc:creator>Rizki, Aldino Maulana</dc:creator>
	<dc:creator>Martini, Nestri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rembang; GALDIT; Seawater Intrusion; Groundwater</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Groundwater is water that is found below the ground surface or in rock layers. Seawater intrusion is a problem caused by excessive groundwater extraction which often occurs in coastal areas. Rembang is an area located in the coastal area. Rembang Regency has the potential for seawater intrusion. The impact of seawater intrusion can affect economic, social and cultural development in coastal areas as well as the quantity and quality of groundwater. The purpose of this study is to determine areas that have potential for seawater intrusion in the study area. The methods were geological mapping, groundwater quality analysis, GALDIT approach and its validation using TDS, DHL and Chloride. The interpretation of the area that has the potential for seawater intrusion is carried out with validation in the research area. The results conducted that in the research area consists of limestone, sandstone, claystone, the presence of porphyry andesite and alluvium. Based on the analysis of the vulnerability of seawater intrusion using the GALDIT method, it was found that there are 3 levels of vulnerability, namely middle to very high vulnerability. High vulnerability has GALDIT index &gt; 7.5, located on the north coast of Rembang and Kaliori sub-districts.. The high vulnerable is 5-7.5, located mostly in Kaliori and Rembang sub-districts, and a little in Sulang, Sumber, Bulu, and Gunem sub-districts. The middle vulnerable is in the range of 2.5-5 mostly in Bulu, Gunem, Sumber, Sulang sub-districts, and a little in Rembang and Kaliori sub-districts. The validation carried out has a high match in the north of the study area. The very high level of vulnerability is in accordance with the distribution of the population and the land use map where the Kaliori and Rembang sub-districts have a large population and the land use is filled with buildings and settlements.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46133</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.925-936</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 925-936</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46133/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/65390</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kelimpahan Mikroplastik di Dalam Saluran Pencernaan Ikan Bawis (Siganus canaliculatus) Hasil Tangkapan Nelayan Lokal di Perairan Kota Bontang</dc:title>
	<dc:creator>Fitriyani, Fitriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Eryati, Ristiana</dc:creator>
	<dc:creator>Ritonga, Irwan Ramadhan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bontang; Ikan Bawis; Mikroplastik; Saluran Pencernaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mikroplastik berasal dari makroplastik yang terdegradasi dengan ukuran &lt; 5 mm, sehingga dapat tertelan oleh biota perairan salah satunya ikan Bawis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe mikroplastik dan korelasi antara ukuran ikan dengan kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan ikan Bawis. Total 45 ekor sampel ikan Bawis dikumpulkan pada bulan Januari 2024 dari hasil tangkapan nelayan di Perairan Bontang Kuala. Analisis laboratorium diawali dengan mengukur panjang (cm) dan berat (gr) ikan, melakukan pembedahan saluran pencernaan, destruksi bahan organik dan mengidentifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop. Destruksi bahan organik dilakukan dengan menambahkan NaCl jenuh, KOH 22% dan H2O2 30% pada saluran pencernaan yang sebelumnya telah dikeringkan. Tiga tipe mikroplastik ditemukan di seluruh sampel saluran pencernaan yang didominasi tipe fragmen (44%), fiber (44%), dan film (12%). Diantara tipe mikroplastik, fragmen merupakan tipe mikroplastik dengan kelimpahan tertinggi yaitu (3,53 partikel/individu). Warna mikroplastik yang paling melimpah adalah hitam (64%). Ditemukan hubungan yang sedang dan signifikan (p&lt;0,05) antara panjang dan berat ikan terhadap kelimpahan mikroplastik pada pencernaan ikan Bawis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65390</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.784-791</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 784-791</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65390/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22773</identifier>
				<datestamp>2020-11-04T15:35:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keragaman Kondisi Salinitas Pada Lingkungan Tempat Tumbuh Mangrove di Teluk Kupang, NTT</dc:title>
	<dc:creator>matatula, jeriels</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Growth Environment, Mangrove Forest, Salinity Condition , Salinity Diversity,  Spatial Spread.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mangrove forest ecosystems are  habitat of various types of microorganisms, but now, problems of mangrove forests experience are in quality and wealth. Efforts to rehabilitate activities  mangrove forests againts had been carried out but the results shown had not been maximized, so it is need the correct strategies  to achieve the success for rehabilitation activities. The studied was conducted in Teluk Kupang, East Nusa Tenggara, covered coastal areas of Kupang's mangrove forests and coastal mangrove forests in Kupang district. The method used in this studied was a systematic sampling method that was systematically distributed across all the mangrove forest areas. The method used for salinity measurement was  method of transmission and Transect Line Plots. Measurements was made in straight line and the size of the plot is 10 m x 10 m, the distanced between lines was 50 meters so that  total lane is 547 with the number of plots of observation 1641 plots. The value of  measurement results was made into the spread of salinity used the interpolation method. The condition of the crossed of  mangrove forest located on  coastal panoramas of  Kupang city shows a salinity value of 10,26 - 26.33%, while  salinity conditions was on the coast of  Kupang ten district 10-42.33 ‰. The salinity condition was formulation of the environmental conditions  mangrove forest on  coast of the island as well as attempts to support  management of mangrove forest activities. The distribution of different mangrove forest conditions along the coastal zone of North Sumatra shows an environmental condition that supports mangrove growth even though in some places the salinity values are high. Results of this study of salinity conditions is a study of the environment of mangrove growth so that it can provide an overview for the government in conducting various activities to rehabilitate mangrove forests.   </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Kemenristek Dikti</dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22773</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.3.425-434</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 3 (2019): November 2019; 425-434</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22773/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/22773/3269</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56626</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Karakteristik Air Tanah Berdasarkan Data Isotop Stabil 18O dan 2H serta Kimia Air di Dataran Aluvial Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Rahayuningtyas, Umi Cahyani</dc:creator>
	<dc:creator>Putranto, Thomas Triadi</dc:creator>
	<dc:creator>Santi, Narulita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Semarang; air tanah; isotop; kimia air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang berada di utara Pulau Jawa dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa. Perkembangan kepadatan penduduk cenderung berdampak pada kebutuhan air bersih yang semakin meningkat. Saat ini hampir 80% kebutuhan air bersih di Kota Semarang diperoleh dari air tanah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik air tanah di Kota Semarang. Metode penelitian menggunakan analisis data isotop stabil 18O dan 2H dan kimia air melalui perhitungan nilai Chlorite Bicarbonate Ratio (CBR) dan analisis diagram Piper. Sampel air tanah yang digunakan mencapai 30 sampel. Litologi daerah penelitian berupa aluvium dan batupasir. Hasil penelitian diperoleh tipe air tanah di daerah penelitian terdiri dari tipe air NaHCO3, NaCl, CaHCO3, Na2SO4, dan MgHCO3 dengan tingkat pengaruh air laut dibedakan dalam 3 kelompok yang mencakup air tanah terintrusi sedikit-sedang, air tanah terintrusi agak tinggi, dan air tanah terintrusi tinggi. Analisis isotop 18O dan 2H menunjukkan bahwa air tanah di daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Kelompok I (18O -4, 585‰), Kelompok II (18O -5,070 ‰) dan Kelompok III (18O -5,451 - -6,044‰) serta memiliki nilai d-excess positif yang sebagian besar nilainya &gt;10.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56626</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.334-346</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 334-346</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56626/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40612</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review Tentang Kemampuan Ikan Ekstremofil Untuk Hidup Di Perairan Asam Dan Terkontaminasi Logam Berat Pascapenambangan Timah</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Mustikasari, Diah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">abandoned tin mining pits; acid waters; adaptation mechanisms; extremophile fishes; heavy metals</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ikan ekstremofil (extremophile fishes) telah muncul sebagai model untuk kajian biologi integratif. Ikan-ikan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang proses biologis, biokimia, fisiologis, dan perkembangan kehidupan organisme, tetapi juga penjelasan tentang kapasitas dan keterbatasan hidup untuk beradaptasi dan bertahan hidup dalam kondisi lingkungan ekstrem. Beberapa ikan ekstremofil dapat bertahan hidup di bawah kondisi habitat yang dianggap tidak ramah bagi sebagian besar ikan karena adanya stresor lingkungan. Ikan ekstrofil sering mengembangkan mekanisme adaptasi yang kompleks untuk mengatasi faktor stresor. Salah satu lingkungan yang ekstrim adalah kolong bekas penambangan timah yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai penghasil timah. Beberapa ikan yang ditemukan dapat beradaptasi dengan kondisi ekstrem habitat ini; pH rendah, oksigen terlarut rendah, nutrisi rendah, dan kontaminasi logam berat tinggi. Habitat ekstrem yang terjadi secara alami dapat dianggap sebagai penelitian evolusioner yang memungkinkan mempelajari kemampuan ikan untuk beradaptasi dan bertahan hidup terhadap kondisi ekologi yang berubah. Telaah artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik perairan kolong bekas penambangan timah dan fisiologi ikan ekstremofil ditinjau dari modifikasi fisikokimia dan biokimianya. Hasil kajian makalah penelitian menunjukkan beberapa jenis ikan seperti Aplocheilus sp., Betta sp., Gambusia sp., Rasbora sp., Belontia sp., Brevibora sp., Oryzias sp., Puntius sp., Anabas sp., dan Trichogaster sp. mampu toleran pada kondisi ekstrem perairan kolong pascapenambangan timah yang terbengkalai. Kemampuan ikan untuk beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan ekstrem seperti perairan kolong pascapenambangan timah didukung oleh kemampuan untuk melakukan penundaan penetasan telur dengan memasuki fase diapause. Kemampuan ikan lainnya adalah pengaturan mekanisme osmoregulasi atau homeostatis tubuh terhadap kondisi pH asam maupun kontaminasi logam berat di lingkungan tersebut.ABSTRACTExtremophile fishes have emerged as veritable models for investigations in integrative biology. These fishes not only provide insights into biological, biochemical, physiological, and developmental processes of organism’ life, but also the explanation of life’s capacity and limitation to adapt and survive in the extreme environmental conditions. Some extremophile fishes can survive under habitat conditions considered inhospitable for most fishes due to the presence of the environment stressors. The extremophile fishes have often evolved complex adaptation mechanisms to cope the stressor factors. One of the extreme environments is abandoned tin mining ponds, located in Bangka Belitung Archipelago Province as a tin producer. Some fishes have found can adapt to the extreme conditions of this habitat; low pH, low dissolved oxygen, low nutrition, and highly heavy metals contamination. Naturally occurring extreme habitat can be regarded as evolutionary researches that allow studying the ability of fishes to adapt and survive to altered ecological conditions. This paper review aimed to provide an overview about water characteristics of abandoned tin mining pits and physiology of extremophile fishes in terms of modification of physicochemical and biochemical. The result of research papers review indicated some species of fish such as Aplocheilus sp., Betta sp., Gambusia sp., Rasbora sp., Belontia sp., Brevibora sp., Oryzias sp., Puntius sp., Anabas sp., and Trichogaster sp. able to tolerate to the extreme conditions of abandoned tin mining pit waters. The ability of fish to adapt and survive in extreme environments such as abandoned tin mining pit waters is supported by the ability to delay hatching of eggs by entering the diapause phase. Another ability is the regulation of the body's osmoregulation or homeostatic mechanism against acidic pH conditions and heavy metal contamination in the environment.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40612</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.541-554</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 541-554</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40612/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60823</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Hilirisasi Instalasi Pengolahan Air dengan Unit Sedimentasi Metode Continous Discharges Flow</dc:title>
	<dc:creator>Ridwan, Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator>Afrianita, Reri</dc:creator>
	<dc:creator>Anggika, Reski</dc:creator>
	<dc:creator>Arya, Fajri Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air baku; efisiensi penyisihan kekeruhan; paket IPA Metode CDF; variasi nilai CDF; air minum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Inovasi teknologi pengolahan air yang menjamin tercapainya kualitas baku mutu air minum sangat dibutuhkan guna keberlanjutan peningkatan layanan sistem penyediaan air minum sebuah kota. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instalasi pengolahan air menggunakan bak sedimentasi dengan continuous discharges flow method (CDF) yang merupakan inovasi baru dalam menyisihkan kekeruhan air. Teknologi pengolahan air dirancang pada kapasitas desain 240 L/Jam dengan rangkaian proses koagulasi berupa terjunan air, proses flokulasi dengan sistem sekat sebanyak 6 kompartemen, bak sedimentasi metode CDF dengan variasi nilai CDF 10%, 11%, 12%, dan 13% dari kapasitas inlet, besaran resirkulasi aliran buang CDF 100% ke proses flokulasi, perbandingan luas cone terhadap luas permukaan bak sedimentasi adalah 13%, dan ketinggian cone dari dasar zona pengendapan sebesar 66%, dan unit filtrasi dengan media pasir kuarsa. Penelitian dilakukan dua kali pengulangan dengan kekeruhan air baku artifisial 115,686 NTU. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan parameter kekeruhan rata-rata pada unit sedimentasi dengan metode CDF pada variasi nilai CDF 10%, 11%, 12%, dan 13% secara berturut adalah 94,00%, 94,84%, 95,51% dan 96,28% dengan nilai kekeruhan secara berturut adalah 6,936 NTU, 5,967 NTU, 5,192 NTU dan 4,302 NTU. Semakin besar nilai CDF, maka semakin besar efisiensi penyisihan kekeruhan. Efisiensi penyisihan kekeruhan rata-rata secara keseluruhan teknologi pengolahan air dengan unit sedimentasi metode CDF pada variasi nilai CDF 10%, 11%, 12%, dan 13% secara berturut adalah 97,86%, 98,17%, 98,70% dan 98,75% dan nilai kekeruhan akhir hasil pengolahan secara berturut adalah 2,613 NTU, 1,997 NTU, 1,531 NTU dan 1,290 NTU yang memenuhi baku mutu air minum, yaitu kurang dari 5 NTU dan memiliki potensi untuk dihilirisasi dalam skala lapangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60823</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1537-1544</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1537-1544</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/60823/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/34654</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:48:20Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Relationship between Plant Biodiversity and Carbon Stock in Rural Area of Cisadane Watershed</dc:title>
	<dc:creator>Sunardi, Sunardi</dc:creator>
	<dc:creator>Kaswanto, Regan Leonardus</dc:creator>
	<dc:creator>Sjaf, Sofyan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rural landscape, Village, Plant diversity index, Species richness, Carbon stock</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The main activities in the rural landscape are agriculture, involved natural resources management that compose the function of area as settlement, government services, social services and economy activities.  These activities affected the rural landscape that changed plant diversities as well as carbon stock. The aim of this research was to evaluate biodiversity and carbon stock in the rural area of Cisadane Watershed.  Two villages were defined on a purposive random sampling, i.e. Sukadamai and Bantarsari.  The sampling plots were selected based on main land use type with size for tree was 20 m × 20 m, pole was 10 m x 10 m, sapling was 5 m x 5 m and seedling was 2 m x 2 m; with 3 replications.  Similarly, other concentric plots were established. The number of plant species were counted, diameter at breast height (DBH) and plant height were measured.   The analysis of carbon stock, plant diversity and the relationship was developed using Microsoft Excel and R 3.6.1 software.  The results showed that main land use in Sukadamai and Bantarsari Village consisted of settlement area, farmland, mixed farming and palm oil plantation.  In the research area where 106 species from 43 families that classified into 9 horizontal diversity based on function and 5 vertical diversity based on plant height. The values of Shannon-Wiener Diversity Index (H’) ranged 2,78–3,20.  Estimated carbon stocks were 1,16–51,40 Mg ha−1 in research areas, respectively. These research concluded there was a negative correlation between species richness and diversity index with carbon stock in the village landscapes.ABSTRACTThe main activities in the rural landscape are agriculture, involved natural resources management that compose the function of area as settlement, government services, social services and economy activities.  These activities affected the rural landscape that changed plant diversities as well as carbon stock. The aim of this research was to evaluate biodiversity and carbon stock in the rural area of Cisadane Watershed.  Two villages were defined on a purposive random sampling, i.e. Sukadamai and Bantarsari.  The sampling plots were selected based on main land use type with size for tree was 20 m × 20 m, pole was 10 m x 10 m, sapling was 5 m x 5 m and seedling was 2 m x 2 m; with 3 replications.  Similarly, other concentric plots were established. The number of plant species were counted, diameter at breast height (DBH) and plant height were measured.   The analysis of carbon stock, plant diversity and the relationship was developed using Microsoft Excel and R 3.6.1 software.  The results showed that main land use in Sukadamai and Bantarsari Village consisted of settlement area, farmland, mixed farming and palm oil plantation.  In the research area where 106 species from 43 families that classified into 9 horizontal diversity based on function and 5 vertical diversity based on plant height. The values of Shannon-Wiener Diversity Index (H’) ranged 2,78–3,20.  Estimated carbon stocks were 1,16–51,40 Mg ha−1 in research areas, respectively. These research concluded there was a negative correlation between species richness and diversity index with carbon stock in the village landscapes.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/34654</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.610-616</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 610-616</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/34654/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45833</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T19:44:07Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Struktur Komunitas Ikan di Pantai Pasarbangi, Rembang</dc:title>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:creator>Muhandini, Isti Karim</dc:creator>
	<dc:creator>Putro, Sapto Purnomo</dc:creator>
	<dc:creator>Putranto, Thomas Triadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Struktur Komunitas ikan; Parameter Fisik Kimia; Pantai Pasarbangi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ikan  memiliki  peranan  penting  baik secara ekologi maupun ekonomi. Ikan berperan di dalam siklus rantai makanan, dapat dijadikan sebagai bahan pangan dan komoditas objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur komunitas ikan di Pantai Pasarbangi Rembang. Penelitian dilakukan di 5 stasiun yang berbeda yaitu  daerah wisata, kawasan tambak, aliran sungai, sekitar mangrove, dan daerah laut yang mendekati komunitas terumbu karang. Ikan diambil menggunakan alat jaring ikan dan dogol. Pengambilan sampel di setiap stasiun dilakukan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian diperoleh 22 jenis ikan yang termasuk dalam 16 famili. Indeks keanekaragaman jenis tergolong rendah dan sedang. Indeks kemerataan jenis tergolong rendah, sedang dan tinggi. Indeks dominansi tergolong rendah dan tinggi. Parameter fisik kimia perairan Pantai Pasarbangi seperti suhu, pH, salinitas, DO, kekeruhan dan TDS masih tergolong cocok kehidupan, sedangkan parameter kecerahan kurang menunjang kehidupan ikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45833</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.181-186</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 181-186</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45833/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42501</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengelolaan Limbah Alat Pelindung Diri (APD) di Daerah Jakarta Barat Berbasis Smart Infectious Waste Bank (SIWAB)</dc:title>
	<dc:creator>Rahmalia, Intan</dc:creator>
	<dc:creator>Oktiviani, Namira Yostya</dc:creator>
	<dc:creator>Kahalnashiri, Fifik Samhun</dc:creator>
	<dc:creator>Ulhasanah, Nova</dc:creator>
	<dc:creator>Suryawan, I Wayan Koko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">APD; COVID-19; Limbah B3 Infeksius; Limbah Domestik; SIWAB</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pandemi COVID-19 yang melanda dunia mengharuskan masyarakat untuk melindungi diri dari penularan penyakit melalui penggunaan alat pelindung diri (APD). APD dari COVID-19 seperti masker bedah (surgery mask), sarung tangan, pakaian dekontaminasi (hazardous material suit), dan pelindung wajah (face shield) sebagian besar terbuat dari plastik dan kebutuhannya meningkat tajam. Namun, limbah APD tidak dipahami masyarakat sebagai limbah B3 infeksius sehingga sering dicampur pembuangannya bersama dengan limbah domestik. Kondisi tersebut dapat ditemukan pada seluruh lokasi di Indonesia, terutama Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, penghasil limbah APD domestik tertinggi berada di daerah Jakarta Barat. Melalui penelitian dilakukan pengelolaan limbah APD di daerah Jakarta Barat berbasis Smart Infectious Waste Bank (SIWAB). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh timbulan limbah APD yang berasal dari rumah tangga dan merancang bank sampah yang didukung oleh teknologi digital (aplikasi) sebagai sarana pengelolaan limbah APD. Penelitian diawali dengan studi pendahuluan timbulan limbah APD beserta karakteristiknya dan dilanjutkan dengan perancangan SIWAB. Hasil penelitian berupa aplikasi SIWAB yang terintegrasi dengan smartphone. Penelitian ini akan memberikan kontribusi besar kepada pemerintah Jakarta Barat dalam pengelolaan limbah B3 infeksius khususnya dan Indonesia umumnya.ABSTRACTThe COVID-19 pandemic that surge the world, requires people to protect themselves from the transmission of disease by using Personal Protective Equipment (PPE). The COVID-19 PPE, such as surgery masks, gloves, hazardous material suits, and face shields, are mostly made of plastic and the need for procurement is increasing. However, the community does not understand the PPE waste as infectious hazardous waste, so often it mixed with domestic waste. This condition can be found in all regions of Indonesia, especially the Special Capital Region of Jakarta. Based on a report from the Jakarta Environment Agency, the highest producer of domestic PPE waste is in the West Jakarta. Through this research, PPE waste management was carried out in the West Jakarta area based on the smart infectious waste bank (SIWAB). This study aims to obtain PPE waste generation from household and to design a waste bank that is supported by digital technology (application) as a means of PPE waste management. The research begins with a preliminary study of the generation of PPE waste and its characteristics and next designing an SIWAB application. The research result is a SIWAB application that is integrated with smartphone. This research will make a major contribution to the West Jakarta government in managing Toxic and Hazardous Materials (THM) infectious waste and Indonesia in general. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42501</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.91-101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 91-101</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42501/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61832</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:09:16Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identification of the Distribution of Seawater Intrusion Using the Resistivity 2D Method in the Belawan Area, North Sumatra Province</dc:title>
	<dc:creator>Muzambiq, Said</dc:creator>
	<dc:creator>Husin, Amir</dc:creator>
	<dc:creator>Herlina, Netti</dc:creator>
	<dc:creator>Gultom, Tri Maylani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Groundwater; Seawater intrusion; 2D geoelectric; resistivity; aquifer; potential groundwater; Belawan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Excessive withdrawal of deep groundwater has an impact on changing the direction of groundwater flow so that the hydrostatic pressure decreases, resulting in seawater intrusion. This study aims to determine the areas indicated by seawater intrusion and determine the direction of distribution of saltwater contaminants. The method used is the Schlumberger configuration resistivity geoelectric method to obtain resistivity values with a path length of 200 meters. In the research results obtained in the field, processing using Ms. Excel and interpreted using IP2WIN.. The results of the processing using IP2WIN are then processed using Surfer to draw the correlation between Track I and Track III in 2D form. Line I which indicated seawater intrusion, namely the seventh layer with a resistivity value of 0.198 m, was designated as seawater intrusion. Track II shows seawater intrusion, namely in the sixth layer seawater intrusion is found with a resistivity value of 0.0584 m. Track III shows the presence of seawater intrusion, namely in the eighth layer seawater is found with a resistivity value of 0.0035 m. Based on the research conducted, the distribution of seawater intrusion from Track I on Jalan Raya Belawan, Belawan Harbor, Bagan Deli Village, Medan Belawan District, which is close to the beach. Seawater intrusion flows to the southwest which is the location of Track II and Track III through the groundwater layer affected by the intrusion.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61832</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.85-93</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 85-93</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61832/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14710</identifier>
				<datestamp>2017-07-19T17:40:23Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Ekstrak Sargassum sp. dan Lama Penyimpanan terhadap Oksidasi Lemak pada Fillet Ikan Patin (Pangasius sp.)</dc:title>
	<dc:creator>Hidayati, Fatin</dc:creator>
	<dc:creator>Darmanto, Y.S</dc:creator>
	<dc:creator>Romadhon, Romadhon</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKIkan patin merupakan ikan air tawar yang mengandung lemak dan protein tinggi sehingga apabila dilakukan penyimpanan rentan terjadi oksidasi yang mengakibatkan ketengikan. Sargassum sp. dengan kandungan fenol dan flavonoid mampu menghambat terjadinya oksidasi pada fillet ikan patin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ekstrak Sargassum sp. dan lama penyimpanan dalam menghambat terjadinya oksidasi pada fillet ikan patin. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak Sargassum sp. dan fillet ikan patin. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi ekstrak Sargassum sp. (0%, 1%, 1,5% dan 2%) dan lama penyimpanan (hari ke-0, hari ke-2, hari ke-4, dan hari ke-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penambahan konsentrasi ekstrak Sargassum sp. dan lama penyimpanan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai PV, nilai TBA, kadar lemak, kadar protein, kadar air serta organoleptik (P &lt; 0,05). Hasil penelitian tahap I didapatkan rendemen Sargassum sp. dengan pelarut etanol 96% sebesar 1,39%, kandungan fenol 1,813%, flavonoid 0,278% dan aktivitas antioksidan 99,1659 ppm (kuat). Hasil penelitian tahap II didapatkan nilai PV berkisar antara 2,03 - 19,82 meq/kg, nilai TBA 0,63 - 6,72 mg.mal/kg. Konsentrasi 1,5% merupakan konsentrasi terbaik ekstrak Sargassum sp. dalam menghambat oksidasi lemak pada fillet ikan patin selama penyimpanan.Kata kunci: Antioksidan, Ekstrak Sargassum sp., Lama Penyimpanan, Oksidasi lemak, Fillet Ikan patinABSTRACTCatfish is a freshwater fish that contain high fat and protein so that if its stored it will susceptible to oxidation process which leads to rancidity. Sargassum sp. with its phenolic and flavonoid content are able to inhibit the oxidation process in catfish fillet. This research was aimed to know the effects of different concentrations of Sargassum sp. extracts and storage time in inhibiting the oxidation process in catfish fillet. The materials used in this research were Sargassum sp. extracts and catfish fillet. This research was using experimental laboratories research method with factorial Completely Randomized Research Design (CRD) of 2 factors which were concentrations of Sargassum sp. extracts (0%, 1%, 1.5%, and 2%) and storage time (0 day, 2 days, 4 days, and 6 days). The results showed that the adding of different concentrations of Sargassum sp. extracts and storage time gave significant effect to the PV value, TBA value, fat content, protein content, moisture content, as well as organoleptic point (P &lt; 0.05). The results obtained from stage I research were the yields of Sargassum sp. with ethanol 96% solvent was 1.39%, phenol content was 1.813%, flavonoid was 0.278%, and antioxidant activity was 99.1659 ppm (categorized as strong antioxidant). The results obtained from stage II research were the PV value were ranged from 2.03 to 19.82 meq/kg, TBA value were ranged from 0.63 to 6.72 mg.mal/kg. The 1.5% concentration was the best concentration of Sargassum sp. extracts in inhibiting the lipid oxidation of catfish fillet during storage.Keywords: Antioxidant, Sargassum sp. Extracts, Storage Time, Lipid Oxidation, Catfish FilletCitation: Hidayati, F., Darmanto, Y.S. dan Romadhon. (2017). Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Ekstrak Sargassum sp. dan Lama Penyimpanan terhadap Oksidasi Lemak pada Fillet Ikan Patin (Pangasius sp.). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 64-73, doi:10.14710/jil.15.1.64-73</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-05-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14710</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.15.1.64-73</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 1 (2017): April 2017; 64-73</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14710/PDF</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47335</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dampak Sekat Kanal Terhadap Fluktuasi Muka Air Tanah Pada Lahan Gambut di Kabupaten Kubu Raya – Provinsi Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Nusantara, Rossie Wiedya</dc:creator>
	<dc:creator>Manurung, Rinto</dc:creator>
	<dc:creator>Umran, Ismahan</dc:creator>
	<dc:creator>Padagi, Stella</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Umi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedalaman muka air tanah; lahan gambut; sekat kanal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam pengelolaan lahan gambut, muka air tanah harus menjadi perhatian utama, baik dalam kondisi alami maupun terdegradasi. Upaya pemulihan lahan gambut terdegradasi yaitu melakukan pembasahan kembali dengan pembangunan sekat kanal. Pembasahan kembali lahan gambut terdegradasi diharapkan dapat mempertahankan muka air tanah pada lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fluktuasi kedalaman muka air pada lahan gambut dengan sekat kanal yang dibangun pada tahun 2019 dan 2020 (SK19 dan SK20), tanpa sekat kanal (TSK) dan hutan sekunder (HS) di Desa Kubu Padi Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Metode pengambilan sampel menggunakan metode boring dan pengukuran lapangan untuk pengamatan kedalaman muka air tanah menggunakan piezometer. Penentuan titik pengamatan 4 lokasi penelitian yaitu SK19, SK20, TSK, dan HS berjumlah 24 titik (4 lokasi x 6 ulangan). Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu kedalaman muka air tanah, kedalaman muka air saluran, bobot isi, kadar air tanah dan porositas total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman muka air tanah paling dangkal yaitu 12,19 cm terdapat di SK20 dan kedalaman muka air tanah paling dalam yaitu 52,61 cm terdapat di TSK, sedangkan di SK19 kedalaman muka air tanahnya yaitu 30,38 cm dan di HS kedalaman muka air tanahnya 31,61 cm. Kedalaman gambut di lokasi penelitian tergolong sangat dalam yaitu &gt;300 cm. Rata – rata kedalaman muka air saluran di SK19 yaitu 24,33 cm, di SK20 yaitu 6,17 cm dan di TSK yaitu 47,49 cm. Bobot isi TSK (0,12 g/cm3) lebih tinggi dari SK19 (0,11 g/cm3), SK20 (0,11 g/cm3), dan HS (0,10 g/cm3). Porositas total HS (93,45%) lebih tinggi dari SK19 (91,07%), TSK (92,06%) dan SK20 (92,63%). Kadar air tanah tertinggi pada SK20 yaitu 744, 43% dan terendah yaitu 532,95% di TSK, sedangkan kadar air di SK19 dan HS yaitu 646,08% dan 622,14%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47335</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.393-402</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 393-402</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47335/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/73751</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">System Dynamics Modeling for Clean Water Management in the Sleman Regency</dc:title>
	<dc:creator>Brontowiyono, Widodo</dc:creator>
	<dc:creator>Pandjaitan, M. M. Lanny W.</dc:creator>
	<dc:creator>Lukas, Lukas</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Lukman</dc:creator>
	<dc:creator>Lupyanto, Ribut</dc:creator>
	<dc:creator>Kasam, Kasam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Clean water; System dynamics; Water balance</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">As the regional organization responsible for fulfilling the community's water demands, the Municipal Waterworks in Indonesia, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), is expected to ensure consistent and equitable distribution of clean water. However, water leaks and other issues in PDAMs tend to reduce the amount of water distributed to the community. An initiative to address water demands at the provincial level has been implemented, placing specific emphasis on the distribution of bulk water across regencies and cities. This initiative is classified as a fundamental service under the Minimum Service Standards (MSS), which aim to improve the availability of water resources. STELLA 9.1.3 software is used in this study to run a policy model simulation and determine the best possible policy scenario for clean water management in Sleman Regency. Sleman Regency is expected to have a water deficit of 144 liters per second in 2035, according to water balance modeling conducted under Business as Usual (BaU) conditions. According to the policy scenario simulation results, show that reducing air leakage by up to 20% and implementing a strategy for maximizing air flow utilization (100%) between districts/cities can increase water availability by 283.72 liters per second.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/73751</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1308-1315</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1308-1315</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/73751/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/28298</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi dan Perbandingan Kelimpahan Sampah Plastik Berdasarkan Ukuran pada Sedimen di Beberapa Pantai Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur</dc:title>
	<dc:creator>Yona, Defri</dc:creator>
	<dc:creator>di Prikah, Fadhilah Aisyah</dc:creator>
	<dc:creator>As’adi, Muhammad Arif</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kabupaten Pasuruan; Kelimpahan; Makroplastik; Mesoplastik; Mikroplastik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produksi dan penggunaan plastik yang semakin meningkat dari tahun ke tahun tentunya akan berdampak pada jumlah sampah yang tersebar dan berakhir di laut. Penelitian ini dilakukan di beberapa pantai yang terdapat di Kabupaten Pasuruan yaitu: Pantai Lekok, Pasir Panjang, Watuprapat dan Kapasan. Pemilihan keempat lokasi tersebut dikarenakan masih minimnya pengelolaan sampah plastik serta tingginya aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan pencemaran plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan plastik berdasarkan ukurannya (makroplastik, mesoplastik dan mikroplastik) serta membandingkan kelimpahan sampah plastik di keempat pantai tersebut. Area sampling makroplastik menggunakan transek kuadran 5 x 5 m dan di dalamnya diletakkan transek kuadran 0,5 x 0,5 m untuk sampling mesoplastik dan mikroplastik. Sampel mikroplastik dilakukan dengan mengambil sedimen sedalam 0-3 cm. Tahap identifikasi makro-mesoplastik dilakukan secara insitu sedangkan identifikasi mikroplastik dilakukan secara eksitu di laboratorium. Empat jenis sampah plastik ditemukan yaitu film, fiber, fragmen dan styrofoam. Film mendominasi di semua ukuran di keempat pantai yang selanjutnya diikuti oleh fiber, fragmen dan styrofoam. Hal ini dikarenakan tingginya penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong plastik, bungkus makanan dan juga alat tangkap ikan.  Terdapat perbedaan kelimpahan total sampah plastik di setiap pantai untuk setiap ukuran. Kelimpahan sampah plastik di setiap ukurannya ditemukan lebih besar di Pantai Lekok dan Pasir Panjang dibandingkan di Pantai Watuprapat dan Kapasan.  Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan tingkat aktivitas manusia di keempat pantai sebagai penyumbang pencemaran plastik.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/28298</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.375-383</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 375-383</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/28298/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54030</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Konsep Pengelolaan Kebun Campuran dalam Rangka Penyediaan Bahan Baku Alat Musik Tradisional Jawa Barat, Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Penyimpanan Karbon</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Fadillah</dc:creator>
	<dc:creator>Parikesit, Parikesit</dc:creator>
	<dc:creator>Withaningsih, Susanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsep Pengelolaan; Kebun Campuran; Alat Musik Tradisional Jawa Barat; Keanekaragaman Hayati; Penyimpanan Karbon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Alat musik tradisional di Jawa Barat sebagai pengiring pada upacara tradisional mempertegas hubungan harmonis antara manusia, lingkungan alam dan pencipta. Namun terdapat penurunan penggunaan alat musik tradisional salah satunya disebabakan berkurangnya ketersediaan bahan baku. Pengelolaan lahan dengan kebun campuran bisa menjadi alternatif dalam upaya pelestarian bahan baku alat musik dengan menanam jenis kayu-kayuan (pohon) dan bambu. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun konsep pengelolaan kebun campuran untuk mendukung upaya pelestarian alat musik tradisional Jawa Barat, dimana kebun campuran dapat direvitalisasi dan ditingkatkan kuantitasnya dalam rangka mensuplai kebutuhan bahan baku tersebut, sekaligus mengkonservasi keanekaragaman hayati dan meningkatkan simpanan karbon pada tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara semiterstruktur dengan purposive sampling, studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan Jawa Barat memiliki 31 alat musik tradisional dengan 5 tipe alat musik tradisional. Terdapat 23 spesies dan 5 spesies bambu digunakan sebagai bahan baku dengan kriteria tertentu. Upaya pelestarian terus dilakukan sampai saat ini meliputi pendidikan, pertunjukkan, pengarsipan, pelatihan, kolaborasi dan menciptakan trend. Ketersediaan alat musik dalam pelestarian diperlukan untuk dikenalkan ke generasi berikutnya. Proses pengelolaan kebun campuran untuk sampai ke konsumen diperlukan modern management. Pengelolaan pun menghadapi hambatan berupa perubahan iklim yang tidak menentu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54030</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.868-877</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 868-877</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54030/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6346</identifier>
				<datestamp>2014-03-11T03:43:33Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH EMISI UDARA PADA SENTRA PENGOLAHAN BATU KAPUR TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PEKERJA DAN MASYARAKAT DI DESA KARAS KECAMATAN SEDAN  KABUPATEN REMBANG</dc:title>
	<dc:creator>Rachmawati, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Masykuri, M</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarto, Sunarto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Emisi Udara, Batu Kapur, Kapasitas Vital Paru</dc:contributor>
	<dc:date>2014-01-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6346</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.11.1.16-23</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 1 (2013): April 2013; 16-23</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6346/5316</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43960</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kayu Sisa Setelah Penebangan Hutan Alam di Indonesia: Suatu Tinjauan Sistematis</dc:title>
	<dc:creator>Budiaman, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Audia, Linda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ecosystem; felling; logging residue; natural forest; systematic review</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kayu sisa penebangan selain berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, juga berpotensi memberikan kontribusi ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menghimpun dan menganalisis hasil-hasil penelitian terkait kuantitas, sumber dan potensi pemanfaatan kayu sisa tebangan pada pengusahaan hutan alam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis. Pencarian literatur yang sistematis dan komprehensif dilakukan di SINTA, Research Gate, Science Direct, dan Google Scholar, yang dipublikasikan dalam kurun waktu 1990-2020. Kombinasi kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur adalah kayu sisa pemanenan hutan, limbah pemanenan hutan, kayu sisa penebangan hutan, limbah penebangan hutan, felling waste, felling residue,  cutting waste, cutting residue logging residue, logging waste dan forest residue.  Kayu sisa tebangan pada pengusahaan hutan alam dapat mencapai 45% dari volume kayu yang ditebang.  Sebagian besar penelitian melaporkan bahwa kayu sisa tebangan pada pengusahaan hutan alam berasal dari batang bebas cabang.  Sebagian kecil kayu sisa penebangan memiliki potensi sebagai bahan baku industri perkayuan. Pemanfaatan kayu sisa tebangan secara komersial masih mengalami kendala teknis dan ekonomi.ABSTRACTLogging residues, besides playing an important role in maintaining the balance of forest ecosystems, also have potential economic and social contributions. This study aimed to collect and analyze research results related to the quantity, source, and potential use of logging residues in natural forest concessions in Indonesia. This study used a systematic review method. A systematic and comprehensive literature search was conducted at SINTA, Research Gate, Science Direct, and Google Scholar, published between 1990 and 2020. The combination of keywords used in the literature search were timber harvesting residues, forest harvesting waste, logging residues, logging waste, felling waste, felling residue, cutting waste, cutting residue, logging waste, and forest residue. The volume of logging residues in the natural forest concessions can reach up to 45% of the volume of the felled tree. Most of the studies reported that the logging residues in the natural forest concessions came mainly from the branch-free stem. A small portion of the logging residue has potential as raw material for the timber industries. The commercial use of logging residues is still facing a technical and economical problem.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43960</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.427-436</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 427-436</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43960/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63889</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Status Mutu Sungai Opak Terdampak TPST Piyungan Menggunakan Metode Biotilik dan Komparasinya dengan Metode STORET dan IP</dc:title>
	<dc:creator>Ardyantoro, Roni</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarto, Sunarto</dc:creator>
	<dc:creator>Setyono, Prabang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biotilik; kualitas; IP; pencemaran; STORET; sungai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan evaluasi status mutu air sungai Opak menggunakan metode biotilik yang mudah, sederhana dan tergolong murah untuk pemantauan dan pengawasan lingkungan. Penelitian dilakukan dengan pengujian kualitas air sungai Opak pada 6 titik menggunakan metode biotilik dan dievaluasi status mutunya. Kualitas air sungai juga dilakukan uji pada parameter kimia, fisika dan mikrobiologi untuk selanjutnya dievaluasi dengan metode Storage and Retrieval (STORET) dan Indeks Pencemaran (IP). Evaluasi kualitas air sungai dengan metode biotilik kemudian diuji korelasi signifikansinya dengan metode STORET dan IP. Evaluasi kualitas air sungai Opak dengan metode biotilik pada titik T-1, T-2, T-3 dan O-3 diketahui tercemar berat. Evaluasi dengan STORET menunjukkan di semua titik sampling tercemar berat, sedangkan evaluasi dengan metode IP memberikan hasil yang sama dengan metode biotilik hanya berbeda di titik O-1 yang teridentifikasi tercemar ringan. Uji korelasi metode biotilik hanya berkorelasi dengan metode IP dimana besaran korelasi sebesar -0,871 dengan signifikansi sebesar 0,024.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63889</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.392-401</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 392-401</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63889/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19531</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:27:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ESTIMASI DANA MASYAKARAT MELALUI VALUASI EKONOMI KERUSAKAN TERUMBU KARANG DI DESA POKA KOTA AMBON</dc:title>
	<dc:creator>Talakua, Eygner</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Funds, Community, Economic value, Coral reef, Desa Poka</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ambon Bay, Ambon City is a region with high anthropogenic pressure and is very influential on coastal and marine resources, especially coral reefs. Damage to coral reefs in Ambon Bay occurred in Poka Village, handling has been done through the rehabilitation program with coral transplantation techniques, but the need for support and community participation in its management. One of the factors not yet successful management of coral reefs is lack of funds, whereas according to the rules of fund of coral reef management activities one of them can be sourced from the community. This study aims to determine the perception of the community on the existence of coral reefs, analyze the economic value of coral reef damage, and estimate community funds to repair damage to coral reefs in Poka Village, Ambon City. The study was conducted from January to May 2018 using case study method. A sample of 107 heads of households was obtained through proposive sampling and techniques of economical sampling of economies. The data analysis consisted of the analysis of community perception using the likeness scale on three indicators: knowledge, benefit, and coral reef damage; analysis of non-market economic valuation through CVM method; and estimates of community funds through the calculation of the total value of willingness to pay based on the number of people who are willing.The results showed that: 1). The perception of most of the people is very know and know the existence of coral reefs in Poka Village, only a small perception of hesitate and do not know; 2). There is a relationship of perception and willingness to pay the community to repair damage to coral reefs in Poka Village; 3). The economic value of coral reef damage is Rp. 4.288.000, - / month or Rp 51.456.000, - / year; and 4.) The estimation of community fund for coral reef damage in Poka Village is Rp 3,888,322,95 / month or Rp 46,659,875,46 / year.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19531</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.42-50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 42-50</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19531/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/19531/2567</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50763</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Bioreaktor Bahan Isian Vegetasi Rumput-Rumputan Sebagai Alat Uji Penyerap Polutan CO2</dc:title>
	<dc:creator>Harjanto, Taufan Ratri</dc:creator>
	<dc:creator>Bahri, Saipul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bioreaktor; Karbon dioksida; Emisi; Fotosintesis; Rumput teki; Rumput paragis; Rumput meniran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Emisi antropogenik telah menghasilkan deposisi karbon dioksida (CO2) yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Saat ini, Gas CO2 di biosfer berada dalam konsentrasi yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan kondisi beberapa dekade sebelumnya. Kajian mengenai emisi karbon yang dihasilkan oleh industri merupakan kajian yang layak untuk dilakukan dengan berbagai pertimbangan, baik melalui peraturan pemerintah maupun kondisi aktivitas industri yang menyebabkan terjadinya peningkatan polutan karbon (CO2) dari tahun ke tahun seiring dengan perkembangan industri di tanah air yang membutuhkan tindakan pengendalian yang dilakukan secara aktif dan dinamis. Usaha untuk mengurangi sumber pencemaran CO2 dapat dilakukan dengan menghentikan kenaikan konsentrasi CO2 yang berpengaruh secara langsung terhadap penurunan konsentrasi CO2 di udara. Masalah yang difokuskan pada penelitian ini yakni identifikasi metode ramah lingkungan untuk mereduksi emisi CO2. Metode tersebut dapat menjadi solusi alternatif untuk menyerap dan menyimpan cemaran emisi CO2 dengan mengkonversinya menjadi senyawa lain. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan bioreaktor untuk pengendalian emisi CO2 berbasis pada kemampuan tanaman dalam menyerap emisi CO2. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan yakni tahapan persiapan atau identifikasi awal, tahapan desain dan perakitan bioreaktor, tahapan terakhir berupa interpretasi hasil dan simpulan. Desain bioreaktor memiliki dimensi 1m x 1,5m yang dilengkapi dengan sensor gas, suhu dan kelembaban. Keberhasilan bioreaktor  diidentifikasi dengan laju penyerapan CO2 oleh bahan isian (rumput teki (Cyperus Rotundus L), rumput paragis/rumput belulang (Eleusine Indica L) dan meniran (Phyllanthus Urinaria)). Bahan isian yang efektif adalah rumput teki dan rumput paragis. Konstanta laju penyerapan CO2 rata-rata pada rumput teki, = 0,101281/jam. Konstanta laju penyerapan CO2 rata-rata pada rumput paragis = 0,105704/jam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50763</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.693-703</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 693-703</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50763/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/50763/12273</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/69139</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T14:49:39Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Protecting Palu Bay: Land Capability Mapping and Coastal Typologies with SPOT-6</dc:title>
	<dc:creator>Widyastuti, Widyastuti</dc:creator>
	<dc:creator>Ismail, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Andy</dc:creator>
	<dc:creator>Kamal, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Septyana, Dita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Land capability; Coastal typology; Mapping; SPOT-6; GIS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The coastal area of Palu Bay experienced rapid geomorphic dynamics, pressure on space utilization, and changes after the 2018 tsunami. Evaluation of land capabilities is important to uncover this potential, but conventional field methods are cost-intensive, time-consuming, and labor-intensive, and less effective—especially in dynamic and disaster-prone coastal areas such as Palu Bay (earthquakes, tsunamis, liquefaction, underwater landslides). Development without considering coastal typology risks triggering repeated disasters. This study utilizes SPOT-6 satellite imagery and Geographic Information System to efficiently compile coastal typology classification. Supporting data includes terrain maps, thematic maps, and secondary data; object-based classification from satellite imagery followed by field verification based on BSN Land Cover Classification. Measurement of land parameters is carried out through rapid measurements and soil sampling. The integration of spatial data and attributes with overlay techniques results in six classes of land capabilities. The analysis showed changes in post-tsunami land capacity, with two classes requiring further evaluation. In addition, the study identified nine coastal typologies that reflect the biophysical conditions of the Palu Bay coast, confirming that land capabilities affect coastal physical conditions. These findings provides a scientific basis for the preparation of setback zones, ecosystem rehabilitation priorities, and directions for the use of coastal space that are aligned with risk. This study confirms the role of high-resolution remote sensing as an important tool in resilient and sustainable coastal planning.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2026-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69139</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1611-1620</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69139/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/69139/18586</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/33701</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:25Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Effectiveness of Urban Forest in Absorbing CO2 Emission at Rajekwesi Type A Terminal</dc:title>
	<dc:creator>Anggara, Oktavianus Cahya</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Laily Agustina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Urban forest, CO2 emissions, Terminals, Motor vehicles, Trees</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The terminal in Bojonegoro District is Rajekwesi Type A Terminal. It is located close to the CBD that has resulted in a decrease in environmental quality, due to gas emissions released by motor vehicles. The decrease in environmental quality can be overcome with an ecological approach, for example by creating or expanding green open spaces (urban forest). This study aimed to provide information about the capability of urban forest of the terminal to absorb CO2 emissions. This study began with a survey counting the number of motor vehicles at the gateway of the terminal on Sunday, Monday, Wednesday, Friday and Saturday for 24 hours. Then, the measurement of tree biomass was carried out using the nondestructive method. After the data was collected, the amount of CO2 emissions from motor vehicles was calculated by adding up CO2 emissionsin a stationary (idle) position when it was moving. The total CO2 emissions of motor vehicles at Rajekwesi Type A Terminal was 292.058,087 kgCO2/year. The amount of carbon sink (Wtc) of a tree was calculated by multiplying the total biomass (Wt) by the carbon concentration. The amount of Wtc at the urban forest of Rajekwesi Type A Terminal was 4.366,059 kg/year. After the amount of Wtc was found out, the amount of CO2 absorbed by the tree could be found out by multiplying Wtc by the conversion constant of the carbon (C) element to CO2 (3,67). The amount of CO2 absorbed by the trees at the urban forest of Rajekwesi Type A Terminal was 16.023,44 kgCO2/year. If they were compared, the absorption of CO2 was still much smaller than the emission rate. Thus, the function of the urban forest of terminal as an absorber of CO2 emissions was still not optimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33701</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.60-65</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 60-65</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/33701/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/51881</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kekritisan Potensi Mata Air di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Andhika Ananda</dc:creator>
	<dc:creator>Masitoh, Ferryati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ketersediaan Air; Kebutuhan Air; Kekritisan Mata Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Desa Jedong merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dengan sebagian besar masyarakatnya hanya memanfaatkan mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kondisi mata air di desa tersebut mengalami penurunan debit pada saat musim kemarau, sehingga menyebabkan munculnya potensi kekritisan mata air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi ketersediaan air, kondisi kebutuhan air dan menganalisis indeks kekritisan mata air. Kondisi ketersediaan air di Desa Jedong dapat diketahui melalui pengukuran debit mata air dengan menggunakan metode volumetrik yang menghasilkan nilai tertinggi sekitar 67,336 m3 di Bulan Maret dan nilai terendah sekitar 52,113 m3 pada Bulan September. Kondisi kebutuhan airnya dapat diketahui dengan survei secara langsung melalui penyebaran kuisioner dan prolehan data dari instansi desa dengan menghasilkan nilai kebutuhan air sekitar 10,14 m3/Orang/Bulan untuk kebutuhan domestik dan sekitar 58,24 m3/bulan untuk kebutuhan non-domestik. Kondisi kekritisan mata airnya dapat diperoleh dari perbandingan nilai antara ketersediaan dan kebutuhan air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi indeks kekritisan mata air di Desa Jedong termasuk kedalam klasifikasi mendekati kritis 62% hingga kritis 81%. Hasil tersebut disebabkan karena aliran debitnya mengalami penurunan pada saat musim kemarau dan jumlah pengguna yang telah melebihi dari kemampuan debit mata airnya. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk informasi awal dalam upaya konservasi mata air khususnya di Desa Jedong.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51881</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1232-1241</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1232-1241</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51881/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50591</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Inovasi Manajemen Pengairan pada Usahatani Lahan Kering Di Kawasan Karst Girisubo Gunungkidul dengan Teknik Irigasi Tetes</dc:title>
	<dc:creator>Antriyandati, Ernoiz</dc:creator>
	<dc:creator>Mahastian, Paramaputra Wisnu</dc:creator>
	<dc:creator>Agustono, Agustono</dc:creator>
	<dc:creator>Maulana, Rifqi Aji</dc:creator>
	<dc:creator>Laia, Dea Hagania</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karst, Irigasi Tetes, Usahatani, Cabai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Manajemen pengairan di wilayah Karst merupakan hal yang sangat penting dalam hal pertanian. Hal ini yang menjadi dasar tujuan penelitian untuk mendesain dan menerapkan teknologi irigasi tetes di lahan karst. Irigasi tetes merupakan mekanisme pengairan yang hemat air dengan efisiensi penggunaan air dengan menggunakan tanaman cabai. Metode penelitian ini menggunakan teknik action research dan exploratory research. Analisis data dilakukan dengan R/C Ratio untuk mengetahui kelayakan usahatani tanaman cabai. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan irigasi tetes dapat menunjang budidaya tanaman cabai di lahan kering pegunungan karst dan juga tumbuh dengan baik serta menghasilkan panen yang cukup menguntungkan. Produksi tanaman cabai memiliki jumlah produksi sebesar 88,2 kg dengan penerimaan Rp1.764.000 dan pendapatan yang didapatkan petani sebesar Rp394.480. selain itu berdasarkan penilaian R/C Ratio usahatani tanaman cabai menggunakan irigasi tetes ini layak untuk diusahakan dengan nilai 1,29.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50591</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.849-860</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 849-860</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/50591/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44551</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengolahan Sampah Plastik HDPE (High Density Polyethylene) dan PET (Polyethylene Terephtalate) Sebagai Bahan Bakar Alternatif dengan Proses Pirolisis</dc:title>
	<dc:creator>Lubis, Damian Andreas</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Arifin</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrianingsih, Yulisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">HDPE, PET, plastik, pirolisis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan plastik dan barang-barang berbahan dasar plastik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi, industri, dan juga jumlah populasi penduduk. Perlu dipikirkan upaya lainnya agar sampah plastik bisa diolah menjadi bahan lain yang lebih bermanfaat, salah satunya menjadi bahan bakar minyak sintetis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan sampah plastik HDPE (High Density Polyethylene) dan  PET (Polyethylene Terepthalate) menjadi bahan bakar minyak dengan cara pirolisis untuk mengetahui perbandingan hasil minyak yang diperoleh dari pengolahan sampah plastik jenis HDPE dan PET dengan membandingkan secara kualitatif dan kuantitatif bahan bakar minyak yang dihasilkan dari sampah plastik. Pengolahan sampah plastik mejadi minyak dengan pirolisis ini dilakukan selama 120 menit dengan jumlah sampah plastik yang diperlukan dalam 1 kali percobaan sebanyak 500 gram dengan 3 kali pengulangan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium (Out Door) Air Limbah, Limbah Padat, dan B3 Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura dengan parameter yang diuji diantaranya volume, massa jenis, dan viskositas. Hasil pirolisis di uji konsistensinya dengan menggunakan uji statistika non parametrik (Uji Mann Whitney). Berdasarkan hasil penelitian, nilai parameter fisik berdasarkan perubahan volume, massa jenis, dan viskositas minyak hasil pirolisis dari sampah plastik High Density Polyethylene (HDPE) dengan rata-rata sebesar 74 mL, 769 kg/m3, dan 0,77 sentipoise (cP), sedangkan pada minyak hasil pirolisis dari sampah plastik Polyethylene Terephtalate (PET) dengan rata-rata sebesar 27 ml, 794 kg/m3, dan 1,2 sentipoise (cP). Berdasarkan hasil analisis kuantitas dan kualitas serta uji konsistensi dengan statistika dari masing-masing jenis sampah bahwa sampah jenis HDPE lebih layak untuk dijadikan bahan bakar minyak alternatif dibandingkan sampah plastik jenis PET karena nilai minyak hasil dari sampah plastik HDPE mendekati kualitas bahan bakar minyak bensin, sedangkan PET nilainya mendekati minyak tanah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44551</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.735-742</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 735-742</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44551/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/44551/10092</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/68419</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Bentuk dan Kelimpahan Mikroplastik pada Ikan Kerapu Muara dan Baronang di Mangrove Denpasar, Bali</dc:title>
	<dc:creator>Prasetijo, Rahmadi</dc:creator>
	<dc:creator>Wiradana, Putu Angga</dc:creator>
	<dc:creator>Sandhika, I Made Gde Sudyadnyana</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiana, I Putu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikroplastik; Ikan Demersal; Ekosistem Mangrove,;Polimer Sintetik;Pencemaran Plastik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mikroplastik merupakan salah satu isu lingkungan yang semakin mengkhawatirkan karena dampaknya terhadap ekosistem laut dan kesehatan manusia. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk, warna, ukuran, dan jenis polimer mikroplastik yang ditemukan pada ikan kerapu muara (Epinephelus coioides) dan ikan baronang (Siganus sp.) di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Denpasar. Sampel ikan diambil dari habitat alami mereka, kemudian dianalisis menggunakan metode destruksi saluran cerna dengan larutan KOH 10%, penyaringan dengan kertas saring Whatman, serta identifikasi menggunakan mikroskop dan spektroskopi FT-IR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah fibers, dengan persentase mencapai 80% pada kedua jenis ikan, diikuti oleh fragmen dan film dalam jumlah yang lebih kecil. Warna mikroplastik yang dominan adalah bening (56-60%), diikuti oleh warna biru, hitam, dan cokelat. Sebagian besar partikel berukuran kecil (≤1 mm), sehingga lebih mudah tertelan dan terakumulasi dalam tubuh ikan. Analisis FT-IR mengidentifikasi polyethylene dan polyacetylene sebagai polimer utama, yang kemungkinan besar berasal dari limbah rumah tangga dan aktivitas manusia seperti perikanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia, termasuk pembuangan sampah plastik, berkontribusi besar terhadap pencemaran mikroplastik di kawasan mangrove. Hasil ini memberikan gambaran penting untuk pengelolaan limbah plastik yang lebih baik dan upaya mitigasi pencemaran. Dengan langkah-langkah yang tepat, dampak negatif terhadap ekosistem mangrove dan kesehatan masyarakat dapat diminimalkan, mendukung keberlanjutan ekosistem dan kehidupan di wilayah pesisir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/68419</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.696-702</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 696-702</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/68419/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22738</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:30:37Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Perubahan Luas Tutupan Lahan Hutan Terhadap Karakteristik Hidrologi DAS Citarum Hulu</dc:title>
	<dc:creator>Salim, Andi Gustiani</dc:creator>
	<dc:creator>Dharmawan, I Wayan S</dc:creator>
	<dc:creator>Narendra, Budi Hadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Forest land cover, hydrological, Upper Citarum Watershed, SWAT</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The decline in water resources and the occurrence of various hydrological disasters in the Citarum watershed indicate the need to restructure the components inside the watershed, especially land cover in the upper watershed area. This study aims to determine the effect of forest land cover on the hydrological parameters of the upstream Citarum watershed through simulations of the SWAT (Soil and Water Assessment Tool) model. The results showed that the forest cover in the Citarum watershed was only 15.96% of the watershed area and only 4.94% was located in the Upper area. The Flow Rate Coefficient of the upstream Citarum watershed is 31.4, the annual average surface flow and annual erosion are 933.03 mm and 517.9 tons/ha respectively. The simulation from several scenarios shows that a decreasing in forest area can increase discharge and surface runoff, whereas an increase in forest area will increase soil infiltration and evapotranspiration. Decreasing forest area by 10% from existing conditions caused 58% of rainwater to become surface runoff. The large number of discrepancies between the existing conditions and the directions in the RTRWP will require a long time and large costs to adjust so that the short-term alternative that can be done is to convert dryland agricultural cover to the forest to reach forest cover of at least 45% of the land area in the upstream area and can optimize the hydrological function of the watershed.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22738</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.333-340</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 333-340</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22738/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/55915</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Indeks Saprobik di Kawasan Mangrove Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Ayu Desi Anggraeni Swastya</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprobowati, Tri Retnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Jumari, Jumari</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Jafron Wasiq</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bedono; Mangrove; Biomonitoring; Fitoplankton; Indeks Saprobik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Wilayah perairan Bedono merupakan wilayah pesisir yang terdapat hutan mangrove yang berperan penting dalam keberlangsungan ekosistem pesisir lainnya. Ekosistem mangrove di Desa Bedono telah mengalami degradasi yang disebabkan oleh banjir rob, abrasi dan pembangunan pelabuhan Semarang, hal ini dapat merusak keanekaragaman hayati di sekitar perairan dan perlu dilakukan kegiatan biomonitoring untuk memperbaiki kualitas perairan dengan mengetahui indeks saprobik. Indeks saprobik dilakukan dengan mengetahui dinamika fitoplankton di suatu perairan. Indeks saprobik digunakan untuk mengetahui kualitas air berdasarkan struktur komunitas fitoplankton untuk mengetahui tingkat pencemarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks saprobitas fitoplankton di kawasan Mangrove Bedono. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan setiap bulan pada bulan Juli hingga Desember 2022 di lima lokasi dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara acak. Sampel diidentifikasi menggunakan Sedgewick Rafter Counter Cell (SRC) kemudian diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10 x 10. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program PAST versi 10.4 dan indeks saprobik menggunakan Microsoft Excel. Berdasarkan kelimpahan fitoplankton diketahui bahwa kawasan Mangrove Bedono berkisar antara 2.000 hingga &gt;15.000 sel/mL yang diklasifikasikan ke dalam perairan mesotrofik hingga eutrofik dan memiliki indeks saprobik pada bulan Juli-September diperoleh indeks saprobik -3 (Polisaprobik) yaitu tingkat pencemaran berat, sedangkan pada bulan Oktober - Desember diperoleh indeks saprobik -1 (α-Mesosaprobik) yaitu tingkat pencemaran sedang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55915</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.258-263</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 258-263</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/55915/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/39199</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">A Review on Sustainable Construction Regulations in Asian Countries: Savvy Insights for Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Agnes, Maria</dc:creator>
	<dc:creator>Koestoer, Raldi Hendro</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">environmental regulation, construction, sustainable construction, infrastructure, sustainable infrastructure</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infrastructure projects, more specifically the construction, operation and deconstruction phase, are claimed to have the potential to cause profound impacts on the environment. The construction industry worldwide attains to generate the consumption for 40% of total energy production and 16% of the entire sum of water volume available, as well as the production for 25% of greenhouse gas emissions and 30-40% of all solid wastes. This circumstance has led to the rising of global awareness with regards to the importance of sustainability concept implementation in the construction industry which subsequently resulted in the formulation of corresponding laws and regulations in recent years. Indonesia is no exception. Decree of the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia No: 05/PRT/M/2015 concerning General Guidelines for the Implementation of Sustainable Construction in Infrastructure Projects Execution has been enacted to provide a direction for sustainable construction implementation that creates sustainable infrastructure, which will eventually contribute to a sustainable development. Based upon the decree, this study conducts a literature review on the implementation process of laws and regulations related to sustainable construction in Asian countries. The review contains exploratory case studies and comparative analysis on general overview of the regulations format and the challenges encountered, as well as strategies taken, during the implementation process. This paper provides a useful reference for policy makers in Indonesia, while simultaneously benefits the construction industry practitioners and other related stakeholders.  ABSTRAKPenyelenggaraan infrastruktur, khususnya pada tahapan pelaksanaan konstruksi, pemanfaatan dan pembongkaran, memberikan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap lingkungan. Sektor industri konstruksi tercatat berkontribusi atas penggunaan 40% total produksi energi di dunia, 16% total jumlah konsumsi air, 25% emisi gas Rumah Kaca (GRK), serta 30–40% dari volume limbah padat dunia. Kondisi ini telah disadari oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, sehingga ditindaklanjuti dengan diterbitkannya regulasi-regulasi sehubungan dengan konstruksi berkelanjutan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Permen PUPR) Nomor: 05/PRT/M/2015 tentang Pedoman Umum Implementasi Konstruksi Berkelanjutan Pada Penyelenggaraan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman telah diterbitkan untuk dapat dijadikan acuan bagi para penyelenggara infrastruktur dalam mengimplementasikan pendekatan konstruksi berkelanjutan di Indonesia. Mengacu kepada Permen tersebut, penelitian ini melakukan studi komparasi berdasarkan kajian literatur terhadap proses implementasi regulasi konstruksi berkelanjutan di beberapa negara Asia lainnya dengan tujuan tidak hanya untuk mengetahui format regulasinya namun juga tantangan-tantangan yang dihadapi dan strategi-strategi yang diambil dalam proses implementasinya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan penentuan kebijakan lanjutan sehubungan penyelenggaraan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/39199</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.459-464</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 459-464</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/39199/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59135</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendugaan PM2.5 Menggunakan Metode Geographically Temporally Weighted Regression di DKI Jakarta</dc:title>
	<dc:creator>Ilahi, Ilil Firrizqi Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Ferdiansyah, Ervan</dc:creator>
	<dc:creator>Arifianto, Fendy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencemaran Udara; PM2.5; Parameter Meterologi; GTWR; DKI Jakarta</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencemaran udara telah menjadi suatu permasalahan lingkungan serius yang sering dihadapi oleh kota-kota besar termasuk DKI Jakarta. Salah satu partikel pencemar udara yang diyakini berbahaya dan memiliki dampak serius pada gangguan pernapasan manusia karena ukurannya yang sangat kecil adalah PM2.5. Beberapa penelitian telah mengambil kesimpulan bahwa parameter meteorologi memiliki peran penting dalam penyebaran, peningkatan dan pengurangan konsentrasi PM2.5. Namun, konsentrasi PM2.5 akan berbeda bergantung pada topografi dan kondisi suatu wilayah. Sehingga, dalam melakukan pendugaannya dibutuhkan metode yang dapat memperhitungkan keragaman data secara spasial temporal dan menghasilkan nilai dugaan yang bersifat lokal yaitu metode Geographically Temporally Weighted Regression. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi atau pengaruh parameter meteorologi terhadap PM2.5 serta melakukan pendugaan nilai konsentrasi PM2.5 menggunakan metode GTWR di wilayah DKI Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa parameter meteorologi berkorelasi atau memiliki pengaruh terhadap konsentrasi PM2.5 khususnya parameter suhu dan kelembaban. Pada perbandingan model terbaik menunjukkan bahwa metode GTWR merupakan metode pendugaan yang menghasilkan hasil yang lebih baik dari metode regresi linear berganda dengan nilai R2 sebesar 0,4156, RSS sebesar 844301,3 dan AIC sebesar 0,3410. Nilai R2 yang kecil dapat diakibatkan oleh faktor-faktor kompleks yang tidak dapat dipertimbangkan sepenuhnya, seperti aktivitas industri, transportasi, dan perubahan kebijakan lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59135</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1435-1440</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1435-1440</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59135/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10546</identifier>
				<datestamp>2017-03-01T03:08:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">VALUASI EKONOMI EKOWISATA TERHADAP PENGEMBANGAN OBJEK WISATA KAWASAN PESISIR PANTAI  (Studi Kasus Jasa Lingkungan Non-Market Sumberdaya Alam Objek Wisata Pesisir Pantai Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang – Provinsi NTT)</dc:title>
	<dc:creator>Pieter, Jandry</dc:creator>
	<dc:creator>Benu, Fredrik</dc:creator>
	<dc:creator>Kaho, Michael Riwu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jasa Lingkungan, Pantai Lasiana, Contingent Valuation Method (CVM).</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Analisis karakteristik jasa lingkungan non-market sumberdaya alam  yang diproyeksikan pada objek wisata pesisir pantai Lasiana Kota Kupang berupa kegiatan reboisasi wilayah pesisir, kebersihan pantai, pelepasan ekosistem kura-kura, teknik panjat lontar, kelapa dan pinang, teknik membuat gula batu atau gula lempeng dengan bahan dasar lontar, pagelaran musik daerah, pembangunan pemecah gelombang, pembangunan lopo, permainan seluncur anak, kios, tempat sampah umum, bukit batu sebelah barat objek wisata lasiana, pohon lontar dan pohon nyiur, pohon mangrove, pasir putih yang halus, kepiting muara dan ikan pasir di objek wisata pesisir pantai lasiana, yang dilakukan dengan teknik analisis jasa lingkungan nonmarket sumber daya alam contingent valuation method (CVM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar individu pengunjung dan nilai keberadaan objek wisata pesisir pantai Lasiana ke depan dengan valuasi ekonomi ekowisata terhadap nilai jasa lingkungan non-market sumberdaya alam tak terungkap di kawasan wisata pesisir pantai Lasiana Kecamatan Kelapa Kota Kupang. Berdasarkan hasil analisis  terhadap estimasi jasa lingkungan nonmarket dari keinginan membayar individu  terdapat 2 dari  18 indikator variabel jasa lingkungan yang berpengaruh nyata terhadap keberadaan objek wisata pesisir pantai Lasiana Kota Kupang ke depan,  sedangkan untuk yang lainnya masih diperlukan upaya konservasi oleh Pemerintah Kota Kupang sebagai pengelola kawasan wisata, stakeholder dan masyarakat sekitar kawasan wisata tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-03-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10546</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.13.1.55-64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 13, No 1 (2015): April 2015; 55-64</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10546/8390</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47630</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T19:37:23Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Kontaminasi Mikroplastik pada Kerang Konsumsi di Pulau Bangka</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Fika Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Notonegoro, Hartoyo</dc:creator>
	<dc:creator>Zulkia, Dwi Rizka</dc:creator>
	<dc:creator>Arsyad, Sulastri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kerang; Mikroplastik; Ancaman; Konsumen; Bangka</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Preferensi masyarakat Pulau Bangka terhadap berbagai jenis kerang konsumsi perlu mendapatkan perhatian, khususnya tingkat keamanan pangan, salah satunya dari ancaman mikroplastik. Permasalahan kontaminasi mikroplastik pada kerang, khususnya di Pulau Bangka perlu dikaji karena belum adanya penelitian terkait hal tersebut, padahal masyarakat sangat perlu mengetahui potensi kontaminasi mikroplastik yang dapat berdampak pada keamanan pangan dan kesehatan konsumen. Tujuan penelitian yaitu menganalisis karakteristik (jumlah dan jenis) mikroplastik pada tiga jenis kerang yang berasal dari perairan Pulau Bangka; menganalisis karakteristik mikroplastik pada air dan sedimen sebagai habitat kerang. Identifikasi dan kuantifikasi mikroplastik dilakukan secara visual dengan mikroskop pada bulan Maret-Mei 2022. Objek penelitian ditentukan secara purposive sampling, yaitu kerang darah (Anadara granosa L) yang dibudidayakan di perairan desa Sukal, Kabupaten Bangka Barat, sedangkan kerang kepah (Geloina sp) berasal dari perairan desa Jada Bahrin, Kabupaten Bangka dan kerang lokan (Meretrix meretrix) dari pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan. Hasil penelitian, menunjukkan terdapat partikel mikroplastik pada sampel 3 jenis kerang, air dan sedimen yang termasuk jenis fiber, fragmen, granule, film dan foam. Mikroplastik yang ditemukan pada kerang Geloina sp berkisar antara 17-65 partikel/15 individu, sedangkan Meretrik meretrix 13-18 partikel/15 Individu, dan Anadara granosa L 26-42 partikel/15 individu, dengan jenis fiber yang mendominasi pada 3 jenis kerang tersebut.  Partikel mikroplastik juga ditemukan di perairan dan sedimen, dengan kisaran 18-91 partikel dalam 1,5liter sampel air, serta 14-37 partikel dalam 100gram sampel sedimen, dengan jenis partikel yang mendominasi adalah fiber. Hasil penelitian dapat menambah literasi keamanan pangan dari kerang-kerangan dari perairan Pulau Bangka. Penelitian lebih lanjut mengenai identifikasi karakteristik (kualitas dan kuantitas) mikroplastik secara kimiawi dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai potensi bahaya polimer serta bahan aditif dalam mikroplastik bagi konsumen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47630</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.86-93</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 86-93</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47630/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64589</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kelimpahan Pediastrum (Chlorophyceae) dan Hubungannya dengan Kualitas Air di Danau Rawa Pening, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Rahman, Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Jati, Oktavianto Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Prakoso, Kukuh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Danau Rawa Pening; Fitoplankton; Kelimpahan; Nutrien; Pediastrum duplex</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Danau Rawa Pening merupakan salah satu danau prioritas nasional yang telah mengalami pencemaran. Fitoplankton adalah organisme pertama yang terganggu karena perubahan kondisi perairan. Pediastrum merupakan salah satu genus fitoplankton dari kelas Chlorophyceae yang sensitif terhadap perubahan lingkungan danau. Pediastrum berperan penting terhadap produktivitas primer di perairan tawar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan kelimpahan Pediastrum di Danau Rawa Pening serta hubungannya dengan variabel kualitas air. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali pada bulan September, Oktober, dan November 2023 di 4 stasiun yang tersebar dari inlet hingga outlet Danau Rawa Pening. Pengumpulan data meliputi pengukuran parameter kualitas air dan pengambilan sampel fitoplankton di permukaan perairan danau. Pengukuran variabel kualitas air meliputi kedalaman, kecerahan, kecepatan arus, suhu, pH, oksigen terlarut (DO) nitrat, dan ortofosfat. Principal component analysis (PCA) digunakan untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan Pediastrum dan variabel kualitas air. Pediastrum merupakan genus fitoplankton dari kelas Chlorophyceae yang ditemukan dengan kelimpahan tertinggi mencapai 85,30%. Kelimpahan Pediastrum berkisar antara 789.293-8.386.105 sel/L dengan kelimpahan Pediastrum duplex (91,40%) lebih tinggi dibandingkan dengan Pediastrum simplex (8,60%). Kedalaman perairan termasuk dangkal, kecerahan perairan rendah, serta suhu dan pH sesuai habitat Pediastrum. Konsentrasi oksigen terlarut cukup tinggi. Nutrien baik nitrat maupun ortofosfat menunjukkan konsentrasi yang tinggi. P. duplex berhubungan erat dengan nitrat dan ortofosfat, sedangkan P. simplex berhubungan erat dengan oksigen terlarut dan suhu perairan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64589</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1023-1028</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1023-1028</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64589/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/26528</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Budidaya Kopi Rakyat dengan Pengeelolaan Bahan Organik Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dan Cadangan Karbon</dc:title>
	<dc:creator>Yulianingrum, Hesti</dc:creator>
	<dc:creator>Yunianti, Ika Ferry</dc:creator>
	<dc:creator>Ulu, Maria Angelina Nai</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emisi GRK, tanaman kopi, cadanngan karbon, mitigasi, agroforestri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) akibat dari kegiatan pertanian akan menyebabkan perubahan iklim. Dampak perubahan iklim akan mengancam produktivitas tanaman kopi. Upaya mitigasi GRK perlu dilakukan untuk mencegah penuruan produktvitas kopi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui emisi GRK dan cadangan karbon dari perbedaan jenis pupuk yang diberikan (sistem organik dan konvensional)  di perkebunan kopi rakyat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilaksanakan  pada lahan perkebunan kopi rakyat di Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan penelitian dilaksanakan pada dua lokasi dengan sistem budidaya konvensional (tanpa penambahan bahan organik) dan organik (penambahan bahan organik). Kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran gas rumah kaca (GRK) serta cadangan karbon. PengukuranGRK menggunakan metode sungkup tertutup dengan 4 titik pengambilan sampel. Perhitungan cadangan karbon dengan pengambilan sampel biomassa kering denga metode RaCSA (Rapid Carbon Stock’s Assesment). Hasil penelitian menunjukkan perkebunan kopi mampu menurunkan GWP sebesar 24,77 % dibandingkan pada sistem konvensional. Perkebunan kopi rakyat dengan sistem konvensional menghasilkan cadangan karbon dan serapan karbon yang lebih besar dibandingkan dengan sistem organik. Keragaman jenis tanaman penaung, umur tanaman dan sistem budidaya sangat mempengaruh cadangan karbon yang dihasilkan pada suatu lahan. Pengelolaan perkebunan secara organik dengan tanaman tahunan sebagai penaung (Agrogorestri) merupakan kegiatan ramah lingkungan sebagai upaya mitigasi gas rumah kaca.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/26528</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.97-106</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 97-106</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/26528/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53351</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Nilai Manfaat Teknologi Methane Capture bagi Pabrik Kelapa Sawit</dc:title>
	<dc:creator>Suganda, Fhardi</dc:creator>
	<dc:creator>Goembira, Fadjar</dc:creator>
	<dc:creator>Mahdi, Mahdi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gas Metana; Carbon Capture; Renewable Energy; Pajak Karbon; Valuasi Ekonomi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam upaya membatasi kenaikan suhu global 1,5 derajat Celsius pada tahun 2050, peserta COP26 pada November 2021 sepakat untuk menurunkan akumulasi gas metana. Gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang memberikan dampak yang besar bagi peningkatan pemanasan global. Potensi reduksi gas metana di Indonesia terdapat pada teknologi menangkap gas metana (methane capture) dari limbah cair yang bersumber dari pabrik pengolahan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar reduksi gas metana yang bisa ditangkap oleh teknologi methane capture serta mengetahui nilai finansial pemanfaatan gas metana baik dari sisi finansial perusahaan maupun bagi lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode mixed method explanatory. Dari aspek lingkungan, pemanfaatan methane capture mampu menangkap gas metana sebanyak 17.517,79 t-CO2e (93,81%) pada kolam anaerobik. Valuasi ekonomi dari gas metana diperoleh dalam NPV adalah sebesar Rp. 31.219.230.000 selama 20 tahun umur ekonomisnya yang dihitung dari nilai ISCC Insentif. Nilai ini menjadi semakin besar, yakni Rp. 63.808.660.000 apabila gas metana tersebut dimanfaatkan untuk membangkit tenaga listrik. Namun, perusahaan akan merugi apabila tidak mendapatkan ISCC insentif dari pasar Eropa dan Amerika Serikat, yakni NPV menjadi sebesar Rp. -6.444.990.000. Kerugian ini lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang menggunakan pembangkit listrik diesel yang berbahan bakar fosil, yakni dengan NPV Rp. -4.857.560.000. Ada selisih sebesar Rp. -1.587.430.000 yang menjadi disinsentif bagi perusahaan kelapa sawit dalam menggunakan teknologi methane capture. Apabila diterapkan pajak karbon untuk pabrik kelapa sawit yang tidak menggunakan teknologi methane capture, berdasarkan UU nomor 7 tahun 2021, maka pembebanan biaya yang lebih besar sehingga nilai NPV Rp. -15.446.640.000 dibanding sebelum diterapkannya pajak karbon.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53351</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.551-564</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 551-564</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53351/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/53351/13178</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/2085</identifier>
				<datestamp>2012-02-22T06:34:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KECAMATAN  DAHA SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Riswan, R</dc:creator>
	<dc:creator>Sunoko, Henna Rya</dc:creator>
	<dc:creator>Hadiyarto, Agus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembuangan sampah rumah tangga secara sembarangan di sekitar rumah ataupun ke sungai telah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sehingga menimbulkan beberapa penyakit yang berbasis lingkungan serta mencemari Sungai Negara. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan suatu kajian tentang pengelolaan sampah rumah tangga berdasarkan aspek teknis operasional, kelembagaan, pembiayaan, hukum/peraturan serta peran serta masyarakatnya. Penelitian analitik observasional ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan sampah rumah tangga dan faktor-faktor yang berkorelasi, serta merencanakan pengelolaan sampah rumah tangga yang berbasis masyarakat. Hasilnya didapatkan rata-rata sampah rumah tangga yang dihasilkan sebanyak 1,46 liter/orang/hari atau 0,38 kg/orang/hari, yang terdiri dari 47% sampah organik, 15 % kertas, 22% plastik, serta 16% logam dan sebagainya. Pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Daha Selatan belum dilaksanakan secara optimal. Tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, perilaku terhadap kebersihan lingkungan, pengetahuan tentang perda persampahan, serta kesediaan membayar retribusi sampah berkorelasi positif dengan cara pengelolaan sampah rumah tangga. Saran yang diberikan di antaranya peningkatan pelayanan persampahan, pembentukan kelompok pengelola persampahan desa, pelibatan masyarakat dan swasta dalam pembiayaan, peningkatan koordinasi lintas sektoral dan pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta penerapan peraturan persampahan secara tegas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2085</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.9.1.31-38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 9, No 1 (2011): April 2011; 31-38</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/2085/1834</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61125</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">NH4 Modelling with ARIMA and LSTM</dc:title>
	<dc:creator>Parhusip, Hanna Arini</dc:creator>
	<dc:creator>Trihandaru, Suryasatriya</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Johanes Dian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NH4; ARIMA; LSTM; RMSE; gas detection</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">AI-Mining is a prototype designed to detect various environmental gases, including CO2, NH3, NH4, and hydrogen, alongside temperature, pressure, and humidity. This study emphasizes the importance of modeling NH4 time series data due to its critical role in environmental and health monitoring. Accurate NH4 predictions facilitate early pollution detection and timely greenhouse gas control interventions. The study investigates the effectiveness of AI-Mining in detecting and predicting gas levels, focusing on data collection and analysis. Initial data analysis employed the Autoregressive Moving Average (ARIMA) model, specifically ARIMA (1,1,1), described by the equation yt = 0.0311 - 0.0750yt-1 + 0.3842εt-1. Despite its use, ARIMA's Root Mean Square Error (RMSE) performance was found lacking compared to more advanced methods. Given the classification of the obtained data as big data and time series, the Long Short-Term Memory (LSTM) method was also applied. The LSTM model initially used two layers with tanh and relu activation functions, and its performance was further explored by adding a third layer and varying the number of neurons (64, 128, and 256). The Adam optimizer was consistently used across all LSTM variations. Results indicated that increasing layers and neurons did not significantly impact LSTM's performance, with RMSE values around 0.023. However, LSTM consistently outperformed ARIMA in prediction accuracy, highlighting its robustness and reliability. Consequently, the study recommends using LSTM for predicting other recorded data in AI-Mining, underscoring its superiority in handling complex environmental datasets.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61125</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1670-1678</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1670-1678</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61125/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14601</identifier>
				<datestamp>2017-04-23T15:53:14Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perencanaan Kegiatan Wisata Pendidikan Dalam Kawasan Geopark Rinjani Lombok Berbasis Daya Dukung Lingkungan (Studi Daerah Aik Berik)</dc:title>
	<dc:creator>Hardoyo, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:creator>Taruna, Tukiman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKAik Berik merupakan daerah tujuan wisata yang berada dalam kawasan Geopark Rinjani Lombok. Di daerah ini terdapat situs geologi yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan melalui kegiatan wisata pendidikan bagi anak-anak sekolah, namun perlu dilakukan kajian daya dukung lingkungan agar kegiatan tersebut tidak menyebabkan gangguan pada ekosistem dan kenyamanan para siswa dalam melakukan aktivitas juga dapat dipertahankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai daya dukung lingkungan obyek wisata Aik Berik sehingga dapat digunakan untuk merencanakan/menentukan waktu yang tepat dalam melaksanakan kegiatan wisata pendidikan. Metode yang digunakan adalah perhitungan berdasarkan rumus daya dukung lingkungan yang dimodifikasi, yaitu Daya Dukung Fisik (PCC), Daya Dukung Riil (RCC) dan Daya Dukung Efektif (ECC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi/survei lapangan, studi literatur, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daerah Aik Berik mempuyai nilai daya dukung fisik (PCC) 18.665 orang/hari dan daya dukung Riil (RCC) 3.863 orang/hari. Pada hari minggu daya dukung riil belum terlewati,  sekitar 19,9% dari RCC atau 767 orang/hari. Pelaksanaan wisata pendidikan dapat dilakukan pada hari biasa (Senin-Jumat) dengan cara praktikum bersama atau dengan memanfaatkan alokasi waktu KBM yang dijadwalkan pada akhir sesi KBM.Kata kunci: Geopark Rinjani Lombok, Wisata Pendidikan, Daya Dukung Lingkungan ABSTRACTAik Berik is a tourist destination within Geopark Rinjani Lombok. In this area there is a geological site that can be used as an education mean through educational tours for school children, but it is necessary to study environment carrying capacity so that these activities do not cause disturbance to the ecosystem as well as maintaining students activity comfort. The aim of this study was to determine Aik Berik carrying capacity that can be used to determine the best times in conducting educational tours. The method used based on modified environment carrying capacity formula calculation, the Physical Carrying Capacity (PCC),  Real Carrying Capacity (RCC) and Effective Carrying Capacity (ECC). Data collected through observation/field surveys, literature, and interviews. The results showed that Aik Berik area  has value of physical carrying capacity (PCC) 18.665 person/day and the Real carrying capacity (RCC) 3,863 person/day. On Sunday the real carrying capacity has not been reached, approximately 19.9% of RCC or 767 person/day. Implementation of the educational tour can be done on a weekday (Monday-Friday) by internship activities together or by allocating scheduled time in teaching and learning activities.Keywords:  Geopark Rinjani Lombok,  Educational Tourism, Carrying CapacityCara sitasi: Hardoyo  ,D., Muhammad, F., dan Taruna, T. (2016). Perencanaan Kegiatan Wisata Pendidikan Dalam Kawasan Geopark Rinjani Lombok Berbasis Daya Dukung Lingkungan (Studi Daerah Aik Berik). Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),103-107, doi:10.14710/jil.14.2.103-107</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-10-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14601</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.14.2.103-107</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016; 103-107</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14601/PDF</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46852</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Kenyamanan Termal Lingkungan Kampus IPB Dramaga Menggunakan Pendekatan Physiological Equivalent Temperature (PET)</dc:title>
	<dc:creator>Saputri, Hutami Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Dasanto, Bambang Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Rini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PET; indeks termal; rasio H/W; RayMan; kenyamanan termal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan kampus IPB di Dramaga telah menimbulkan dampak fisik maupun non-fisik, seperti peningkatan jumlah penduduk dan perubahan kepadatan bangunan permukiman. Dampak pembangunan wilayah tersebut akan mendorong terbentuknya kondisi iklim artifisial yang memengaruhi kenyamanan termal terhadap penduduk yang tinggal di wilayah itu. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik termal lingkungan sekitar kampus IPB Dramaga dengan menggunakan pendekatan indeks termal, yaitu Physiological Equivalent Temperature (PET). Karakteristik termal wilayah studi dapat diidentifikasi berdasarkan tiga tahapan. Pertama mengidentifikasi nilai indeks termal PET dengan menggunakan model RayMan pada tutupan lahan bervegetasi dan penggunaan lahan permukiman. Tahap kedua menentukan tingkat kenyamanan termal berdasarkan hasil survei kuesioner; dan ketiga memetakan hubungan antara indeks termal PET dan tingkat kenyamanan termal  menggunakan teknik GIS untuk mengidentifikasi karakteristik termal wilayah studi secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks termal PET dipengaruhi oleh tingkat kerapatan naungan vegetasi dan rasio antara tinggi bangunan dan jarak antar bangunan (height/width atau H/W). Nilai indeks termal PET semakin meningkat dengan berkurangnya kerapatan naungan vegetasi dan turunnya nilai rasio bangunan baik pada waktu pagi, siang maupun sore hari. Karakteristik termal lingkungan sekitar kampus IPB Dramaga secara keseluruhan memiliki tingkatan persepsi ‘nyaman’ yaitu pukul 7.00 hingga pukul 9.00 dengan nilai PET antara 27 ºC dan 30 ºC. Persepsi sangat tidak nyaman terjadi pada pukul 12.00 hingga 13.00 dengan nilai PET antara 38 ºC dan 42 ºC. Tingginya tekanan termal yang berupa peningkatan nilai indeks termal PET dapat dikurangi  dengan menambah kerapatan naungan vegetasi. Naungan vegetasi terbukti mampu mengurangi rentang nilai PET dan meningkatkan kenyamanan termal di wilayah studi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46852</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.299-307</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 299-307</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/46852/pdf_1</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/46852/10904</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63524</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Indeks Pencemaran dan Prediksi Distribusi Kualitas Air Sungai Menggunakan Metode Spatial Inverse Distance Weighted (Studi Kasus: Sungai Gentung, Kabupaten Pangkep)</dc:title>
	<dc:creator>Rasyid, Rusman</dc:creator>
	<dc:creator>Nasrul, Nasrul</dc:creator>
	<dc:creator>Qaiyimah, Dinil</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indeks Pencemaran, Kualitas Air Sungai, Spatial Analysis, IDW, Sungai Gentung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kualitas air sungai memainkan peran yang penting dalam mendukung berbagai ekosistem air dan aktivitas manusia. Namun, Sungai Gentung saat ini mengalami perubahan kondisi yang dapat dilihat secara fisik. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh semakin meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang intensif di sepanjang bantaran sungai yang dapat meningkatkan risiko pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks pencemaran dan prediksi distribusi kualitas air sungai Gentung, Kabupaten Pangkep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan parameter fisik seperti suhu, Total Suspended Solids (TSS), dan Total Dissolved Solids (TDS) serta parameter kimia yaitu pH, Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan Chemical Oxygen Demand (COD). Selain itu, Analisis Spatial Inverse Distance Weighted juga dilakukan untuk menggambarkan profil distribusi kualitas air sehingga diperoleh data sebaran kualitas air sungai pada empat titik pengambilan sampel yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air Sungai Gentung, Kabupaten Pangkep dalam keadaan tercemar ringan hingga sedang. Indeks pencemaran titik satu yaitu 5,66 (cemar sedang), titik kedua 5,78 (cemar sedang), titik ketiga 6,04 (cemar sedang), dan titik keempat 2,39 (cemar ringan). Selain itu, hasil Analisis Spatial Inverse Distance Weighted dengan merujuk dari hasil pengujian laboratorium dan perbandingan syarat baku mutu menunjukkan distribusi kualitas air sungai pada tujuh parameter pengujian yang terindikasi tidak memenuhi syarat baku mutu adalah Total Suspended Solids (TSS), Total Dissolved Solids (TDS), Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan Chemical Oxygen Demand (COD). Penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan dan rekomendasi bagi pihak pemangku kepentingan untuk mengambil langkah penanganan permasalahan lingkungan yaitu kualitas air Sungai Gentung, Kabupaten Pangkep.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63524</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1213-1226</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1213-1226</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63524/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/28233</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Daya Dukung Lingkungan Hidup Berbasis Jasa Ekosistem Penyediaan Air Bersih  Di Pulau Karimunjawa</dc:title>
	<dc:creator>Santoso, Dian Hudawan</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetya, Johan Danu</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Deni Rahman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air Bersih ,Daya Dukung, Jasa Ekosistem, Karimunjawa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Secara alamiah keberadaan Pulau Karimunjawa mampu mendukung kebutuhan hidup bagi manusia dan makhluk hidup lainnya dalam jumlah tertentu, namun seiring dengan meningkatnya pendatang sebagai wisatawan tentu sedikit banyak akan menganggu keseimbangan daya dukung dan daya tampung Pulau Karimunjawa. Ketika daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup pada suatu daerah telah terlampui maka dampak negatif terhadap lingkungan akan muncul sehingga tidak lagi mampu mendukung dan mensuport berbagai kebutuhan untuk hidup bagi manusia yang tinggal di daerah itu. Salah satu aspek penting yang diperhitungkan dalam daya dukung dan daya tampung adalah ketersediaan air bersih. Karena itulah maka mengetahui potensi ketersediaan air bersih untuk mensuport kebutuhan masyarakat lokal maupun wisatawan di daerah penelitian sangatlah perlu. Metode yang dipakai adalah pendekatan jasa ekosistem dengan menggunakan dua proxy yaitu bentuk lahan dan tutupan lahan. Tiap-tiap proxy yang telah dideliniasi kemudian dilakukan penilaian atau pembobotan. Penilaian dan pembobotan dilakukan dengan pertimbangan penilaian para ahli atau expert judgement terhadap data ekoregion dan tutupan lahan, analisis spasial dan perhitungan indeks jasa ekosistem (IJE), serta visualisasi spasial IJE. Ground check lapangan dilakukan untuk memastikan kenampakan yang diperkirakan. Overlay dari dua proxy setelah dibobot akan menghasilkan peta jasa ekosistem penyedia air bersih. Hasil yang didapatkan adalah daerah penelitian didominasi jasa ekosistem penyedia air bersih dengan kelas tinggi seluas 1.942,94 ha atau 55,14% dan kelas sangat tinggi seluas 12,71 ha atau 0,36% untuk Desa Karimunjawa. Pada Desa Kemujan didominasi kelas sedang dengan luas 381,75 ha atau 10,84%; kelas tinggi dengan luas 869,38 ha atau 24,68%. Dengan demikkian secara umum Daya Dukung Lingkungan Hidup Pulau Karimunjawa masih mampu mendukung dan mampu menjadi penyedia air bersih yang baik begi lingkungan di sekitarnya. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/28233</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.290-296</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 290-296</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/28233/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/28233/4795</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58331</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Habitat Ikan Endemik (Betta cf raja) di Pulau Sumatra</dc:title>
	<dc:creator>Khairul, Khairul</dc:creator>
	<dc:creator>Dimenta, Rivo Hasper</dc:creator>
	<dc:creator>Machrizal, Rusdi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Betta cf raja; karakteristik habitat; Pulau Sumatra</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Betta cf raja termasuk cupang liar (wild Betta) endemik dari Pulau Sumatera. Betta cf raja menjadi target buruan untuk dijadikan ikan hias dikarenakan di pasaran harga cukup mahal. Produksi masih mengandalkan hasil tangkapan, sehingga populasi di alam mulai sulit ditemukan. Belum lagi dampak konversi lahan dan masalah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik habitat Betta cf raja berdasarkan parameter fisika kimia perairan di Pulau Sumatra. Penelitian ini bersifat eksploratif yakni dengan langkah mencari wilayah yang menjadi habitat alami berdasarkan informasi kunci (pengangkap cupang liar). Analisis data menggunakan uji Krusskal Wallis dan Mann Whitney dengan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dan Principal Component Analytical (PCA) dan Unweighted Pair Group Method with Aritmhmetic Averange (UPGMA) dengan software Multi Variate Statistical Package (MVSP). Hasil uji Kruskall Wallis seluruh parameter uji menunjukan hasil signifikan. Selanjutnya dilakukan uji Mann Withney yang menunjukkan pada Stasiun 1 dan 2 parameter yang nilainya signifikan adalah suhu, nitrat, dan phospat. Pada stasiun 1 dan 3 yang signifikan adalah nitrat dan Stasiun 2 dan 3 juga nitrat. Berdasarkan hasil uji PCA menunjukkan bahwa BOD, COD, kekeruhan, konduktivitas, dan TDS sebagai penciri utama habitat Betta cf raja di Pulau Sumatra. Hasil uji UPGMA antar lokasi pengamatan menunjukan nilai similaritas Jambi (75%) dan Riau dan Sumatra Utara (88%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58331</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.766-770</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 766-770</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/58331/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/20210</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:26:50Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Limbah Pemanenan Kayu Terhadap Efisiensi Pemanfaatan Kayu Hutan Produksi Alam Pada Dua Pengusahaan Hutan di Kalimantan</dc:title>
	<dc:creator>Suhartana, Sona</dc:creator>
	<dc:creator>Yuniawati, Yuniawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">forest harvesting; potential of logging residue; efficiency; native forest</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPotensi limbah akibat pemanenan kayu sampai saat ini masih cenderung tinggi yang dapat menyebabkan rendahnya efisiensi pemanfaatan kayu. Hal ini sebagai kecenderungan pemborosan bahan baku kayu, sedangkan saat ini terjadi ketimpangan antara ketersediaan bahan baku yang terus menurun dengan kebutuhan kayu untuk industri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi limbah pemanenan kayu pada dua pengusahaan hutan di Kalimantan dan pengaruhnya terhadap efisiensi pemanfaatan kayu. Metodologi penelitian dengan mengukur potensi tegakan, volume kayu yang dimanfaatkan, volume limbah kayu setelah pemanenan kayu, menghitung indeks tebang, indeks sarad dan efisiensi pemanfaatan kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Rata-rata volume kayu yang dimanfaatkan pada IUPHHK-HA PT Karya Lestari (PT A) dan PT Inhutani II (PT B) masing-masing adalah 16,759 m3/pohon dan 6,742 m3/pohon; (2). Rata-rata volume limbah kayu pada PT A dan PT BI masing-masing adalah 2,410 m3/pohon dan 0,472 m3/pohon; (3). Proporsi limbah tunggak, pangkal batang, ujung batang pada PT A dan PT B masing-masing adalah 0%, 81,54%, 18,46% dan 70,25%, 21,78%, 7,97%; (4). Rata-rata efisiensi pemanfaatan kayu pada PT A dan PT B masing-masing adalah 88% dan 86%; dan (5). Pengaruh potensi limbah pemanenan kayu terhadap efisiensi pemanfaatan kayu ditunjukkan dengan model persamaan Y = 0,971 - 0,0341X. ABSTRACTPotential logging residue from forest harvesting operation is significantly high at tree quantities of logging. This reflects in a low efficient of harvesting that may derive wasteful in using forest resources. In the contrary, the wood supply is not equal to wood demand.  The wood supply continously decrease so that it is not able to support the demand of wood industry.  The aim of research is to find out the potential logging residue on forest harvesting operation and its effect on wood utilization at two companies in Kalimantan. Research method used by measuring potential forest standingstock, potensial use of wood volume and logging residue from the harvesting operation. The study also measures felling index, skidding index and efficiency of wood utilization. Research result showed that: (1). Average of wood volume used in IUPHHK- HA PT Karya Lestari (PT A) and Inhutani II (PT B) are consecutively 16.759 m3/tree and 6.742 m3/tree; (2). Average of logging residue PT A and PT B are 2.410 m3/tree and 0.472 m3/tree; (3) The percentage of the logging residue at tha bottom stem, middle stem, and upper stem at PT A are 0%, 81.54%, 18.46% and PT B is about 70.25%, 21.78%, 7.97%; (4). The average of timber utilization efficiency (TUE) at PT A and PT B are 88% and 86%; and (5). The equation derived from the comparation model between the effect of logging residue from forest harvesting operation and efficiency of wood utilization is Y = 0.971 - 0.0341 X.Keywords: forest harvesting, potential of logging residue, efficiency, native forest Sitasi: Suhartana, S dan Yuniawati (2018). Pengaruh Limbah Pemanenan Kayu Terhadap Efisiensi Pemanfaatan Kayu Hutan Produksi Alam Pada Dua Pengusahaan Hutan Di Kalimantan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 147-154, doi: 10.14710/jil.16.2.147-154.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-12-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/20210</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.2.147-154</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018; 147-154</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/20210/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/20210/2712</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43697</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eco-efficiency Modeling in the Production of Alcohol Based on Data Envelopment Analysis</dc:title>
	<dc:creator>Nursinta Dewi, Danastri Ratna</dc:creator>
	<dc:creator>Saptadi, Singgih</dc:creator>
	<dc:creator>Prastawa, Heru</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">eco-efficiency; DEA; alcohol; economic value-added; environmental impact</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Economic growth can be assessed through industrial development. However, problems arise regarding the discharge of waste into lakes or rivers, leading to biodiversity loss and endangering human health. A study conducted in the UK stated that small and medium enterprises (SMEs) were the largest contributor to waste and pollution. This was because they ignored the regulations governing environmental management. As happened in the Bekonang alcohol industry center, the waste from the alcohol production process polluted the Bengawan Solo tributary as the Water Supply Corporation (WSC). In order to overcome these problems, we need a measurement that can increase production efficiency. Eco-efficiency is a concept that combines efficiency and economy based on efficiency principles. The different models are proposed to measure the eco-efficiency of production, namely with a weighting system that aggregates environmental results. The Data Envelopment Analysis (DEA) enables aggregation without the need for subjective or normative judgments about weights. Although DEA does not require subjective or normative judgments, weight restrictions can be incorporated into the framework. The purpose of this study was to determine the eco-efficiency of the Bekonang alcohol production process using the economic results of the production process and the environmental impact assessed through a life cycle assessment (LCA). There were three products, namely 30% alcohol for consumption, 90% alcohol for medical purposes, and hand sanitizer. The environmental impact was assessed from a life cycle assessment, while the economic assessment was determined by calculating the net profit for each product at a capacity of 100 liters/day. Economic assessment can be divided into two perspectives, namely the Social Perspective (SP) and Company Perspective (CP). From the modeling results, the most eco-efficient production process was hand sanitizer with an eco-efficiency value of 1.ABSTRAKPertumbuhan ekonomi dapat dinilai melalui perkembangan industri, tetapi masalah muncul terkait pembuangan limbah ke danau atau sungai yang menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati yang membahayakan kesehatan manusia. Penelitian yang dilakukan di Inggris menyatakan, jika penyumbang limbah dan polusi terbesar adalah dari usaha kecil menengah (UKM), karena mereka mengabaikan peraturan yang mengatur tentang pengelolaan lingkungan. Seperti yang terjadi di sentra industri alkohol Bekonang, limbah hasil proses produksi alkohol mencemari anak sungai Bengawan Solo sebagai suplai air PDAM. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu pengukuran yang dapat meningkatkan efisiensi produksi. Eko-efisiensi merupakan konsep yang menggabungkan efisiensi dan ekonomi berdasarkan prinsip efisiensi. Model yang berbeda diusulkan untuk mengukur eko-efisiensi pada suatu produksi, yaitu dengan sistem pembobotan yang mengagregasi hasil lingkungan. Analisis data envelopment analysis (DEA) memungkinkan agregasi tanpa membutuhkan penilaian subjektif atau normatif pada bobot. Meskipun DEA tidak memerlukan penilaian subjektif atau normatif, pembatasan bobot dapat dimasukkan ke dalam kerangka kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai eko-efisiensi proses produksi alkohol Bekonang, menggunakan hasil ekonomi dari proses produksi dan dampak lingkungan, yang dinilai melalui life cycle assessment (LCA).Terdapat tiga produk yang dianalisi, alkohol 30% untuk konsumsi; alkohol 90% untuk keperluan medis; dan hand sanitizer. Dari hasil pemodelan yang telah dilakukan, proses produksi yang paling eko-efisien adalah hand sanitizer dengan nilai eko-efisiensi adalah 1.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43697</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.325-334</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 325-334</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43697/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64555</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Estimasi Emisi Gas dari Kegiatan Landfilling di TPA Bengkala dengan Model LandGEM</dc:title>
	<dc:creator>Nurjaya, Luh Asri Ningsih Widhi</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhediana, Silvana Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Saputro, Erwan Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Jalil, Mohd Jumain</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Ni Ketut</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emisi Gas; LandGEM; Landfill</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengelolaan sampah di TPA Bengkala, Kabupaten Buleleng, menjadi tantangan utama pemerintah daerah karena peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang meningkatkan volume sampah dan emisi gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi emisi gas rumah kaca dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala di Kabupaten Buleleng menggunakan model LandGEM. Data karakteristik TPA Bengkala, seperti luas lahan, metode landfilling, dan timbulan sampah dikumpulkan untuk digunakan dalam model LandGEM. Pemodelan ini memperkirakan produksi gas berdasarkan data timbulan sampah. Hasil menunjukkan bahwa emisi gas total, metana, CO2 dan NMOC meningkat secara signifikan dari tahun 2016 hingga mencapai puncaknya pada tahun 2034, sebelum akhirnya menurun. Pada tahun 2034, total emisi gas mencapai 14,2433 Gg/Tahun dengan skenario CAA-Konvensional dan 7,2238 Gg/Tahun dengan inventory default. Gas metana pada skenario CAA-Konvensional mencapai puncaknya sebesar 3,8045 Gg/Tahun pada tahun 2034, sementara inventory default mencapai 1,9296 Gg/Tahun, Gas karbondioksida pada skenario CAA-Konvensional mencapai puncaknya sebesar 10,4387 Gg/Tahun pada tahun 2034, sedangkan untuk inventory default adalah 5,2943 Gg/Tahun, Gas NMOC pada skenario CAA-Konvensional mencapai puncaknya sebesar 0,0245 Gg/Tahun pada tahun 2034, dua kali lipat dibandingkan dengan inventory default yang mencapai 0,0124 Gg/Tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemantauan dan pengelolaan emisi gas dari TPA Bengkala sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan dan memanfaatkan potensi gas metana sebagai sumber energi alternatif. Implementasi strategi mitigasi yang efektif berdasarkan hasil model LandGEM dapat membantu dalam pengembangan pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64555</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.295-304</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 295-304</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64555/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/64555/16814</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17454</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:25:14Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Struktur Komunitas Dan Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Pulau-Pulau Kecil (Kasus Pada Pulau Nain Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara)</dc:title>
	<dc:creator>Schaduw, Joshian Nicolas William</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keberlanjutan; Pengelolaan; Mangrove; Nain</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas dan keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Nain Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau Nain adalah salah satu pulau yang masuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken dan memiliki kawasan budidaya rumput laut yang masih produktif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer. Data yang dibutuhkan dalam kajian ini meliputi data dimensi ekologi, sosial ekonomi, dan kelembagaan. Analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah RAPMECS (Rapid Appraisal for Mangroves Ecosystem) dengan analisis multy dimensional scaling (MDS). Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah luasan mangrove Pulau Nain sebesar 4.40 ha, memiliki dua jenis mangrove yaitu Rhizophora apiculata dan Avicennia marinna masing-masing dari family Avicenniaceae dan  Rhizophoraceae. Indeks nilai penting (INP) jenis tertinggi terlihat pada jenis Rhizophora apiculata (79.64%) sedangkan jenis Avicennia marinna (79.64%). Ekosistem mangrove Pulau Nain dalam kondisi yang baik, tapi secara kuantitas belum optimal sebagai buffer sistem lingkungan pesisir. Status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove Pulau Nain menunjukkan angka 46,89 yang berarti status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove pulau ini berada dalam kondisi cukup baik. Keterisolasian pulau, luasan mangrove yang kecil, luas pulau yang kecil dan rendahnya kualitas sumberdaya manusia membuat pulau ini memiliki nilai yang kurang baik untuk keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove Pulau Nain. Pemantauan secara berkala dan strategi pengelolaan yang baik dapat meningkatkan indeks keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove serta meningkatkan kapasitas lingkungan pesisir Pulau Nain.ABSTRACTThe aims of this study are to analyze the community structure and sustainability of mangrove ecosystem management in Nain Island, Wori District, North Minahasa, North Sulawesi Province. Nain Island is one of the islands rlocated in Bunaken National Park conservation area and   has productive seaweed cultivation area. This study used secondary and primary data. Data required in this study are included dimension data of ecological, socio-economic, and institutional. The analysis that used in this study was RAPMECS (Rapid Appraisal for Mangroves Ecosystem) through multy dimensional scaling (MDS) analysis. The results obtained from this study are mangroves area in Nain Island was 4.40 ha, has two types of mangroves Rhizophora apiculata and Avicennia marinna respectively belong to family Avicenniaceae and Rhizophoraceae. The highest species importance value index (INP) wasfound in Rhizophora apiculata (79.64%) while Avicennia marinna (79.64%). Mangrove ecosystem in Nain Island are in good condition, but in quantity not yet optimal as buffer for coastal environment system. The sustainability status of mangrove ecosystem management of Nain Island shows 46.89 which means that the sustainability status of mangrove ecosystem management of this island is in fair condition. Isolation of island small mangrove areas, small islands and low quality of human resources make this island has a poor value for the sustainability of mangrove ecosystem management. Regular monitoring and good management strategies can improve the sustainability index of mangrove ecosystem management and increase the capacity of the coastal environment of Nain Island.Sitasi: Schaduw J.N.W. (2018). Struktur Komunitas Dan Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Pulau-Pulau Kecil (Kasus Pada Pulau Nain Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara). Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 120-129,doi:10.14710/jil.16.2.120-129</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Joshian Nicolas William Schaduw, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Sam Ratulangi, Marine Science Study Programe</dc:contributor>
	<dc:date>2018-12-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17454</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.2.120-129</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018; 120-129</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17454/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47379</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Penyaradan Kayu terhadap Keanekaragaman  Ekor Pegas (Collembola) di Hutan Alam Produksi Kalimantan Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Budiaman, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Haneda, Noor Farikhah</dc:creator>
	<dc:creator>Afsari, Ria Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekor pegas, hutan alam; keanekaragaman, kelimpahan; penyaradan; serangga tanah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyaradan kayu pada pengusahaan hutan alam produksi dapat menimbulkan pengaruh terhadap mikro fauna tanah, termasuk Collembola.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efek penyaradan   kayu  terhadap keanekaragaman Collembola di hutan alam produksi. Plot yang digunakan adalah jalur transek sepanjang 100 m.  Sebanyak empat jalur diletakan di salah satu petak yang baru selesai dilakukan penyaradan kayu.  Jarak antar jalur adalah 20 m ditempatkan di petak tebang yang baru selesai disarad.  Dua jalur transek merupakan jalan sarad dan dua jalur lainnya adalah jalur yang tidak disarad.  Perangkap pitfall digunakan untuk menangkap Collembola.  Faktor lapangan yang diukur meliputi  suhu, kelembaban, kepadatan tanah, tutupan tajuk, ketebalan serasah, dan kerapatan tumbuhan bawah.  Indek biologi Collembola yang diukur dan dihitung adalah kelimpahan, indek keanekaragaman jenis, indek kekayaan jenis, dan indek kemerataan jenis.  Indek-indek ini digunakan untuk menganalisis perbedaan komposisi dan keanekaragaman Collembola antar perlakuan. Perbedaan kelimpahan Collembola antar perlakuan diuji dengan uji T dengan taraf nyata 5%. Uji Friedman digunakan untuk menguji perbedaan komposisi Collembola pada jalur tidak disarad dan jalan sarad. Hubungan antara faktor lingkungan dan kelimpahan Collembola diuji dengan menggubnakan uji  korelasi Pearson.  Kelimpahan Collembola di jalan sarad lebih rendah dibandingkan di jalur tidak disarad.  Komposisi Collembola di jalan sarad berbeda dengan di jalur yang tidak disarad.  Indek keanekaragaman, kekayaan jenis, dan kemeratan Collembola di jalan sarad tidak berbeda dengan jalur yang tidak disarad</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47379</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.609-615</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 609-615</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47379/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/68991</identifier>
				<datestamp>2026-05-21T13:47:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Status Keberlanjutan Waduk Cengklik, Boyolali</dc:title>
	<dc:creator>Safitri, Rosi Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Kusumaningrum, Lia</dc:creator>
	<dc:creator>Indrawan, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Multidimensi; Pembangunan Berkelanjutan; Penilaian Keberlanjutan Waduk; Skala Likert; Waduk Cengklik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Waduk Cengklik mengalami berbagai masalah yang berkaitan dengan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, hukum, dan infrastruktur, sehingga dibutuhkan strategi peningkatan keberlanjutan agar fungsi utama Waduk Cengklik dapat terus berjalan. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu mengetahui status keberlanjutan Waduk Cengklik ditinjau dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial dan budaya, hukum dan kelembagaan, serta infrastruktur dan teknologi; serta menentukan strategi peningkatan keberlanjutan. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepada 171 responden (98 petani KJA dan 73 pedagang) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam pemanfaatan waduk. Kuesioner memuat parameter kunci pada lima dimensi keberlanjutan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan skor total setiap variabel berbasis Skala Likert, yang kemudian dikonversi menjadi indeks keberlanjutan untuk menentukan kategori setiap dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan Waduk Cengklik secara multidimensi termasuk cukup berkelanjutan dengan indeks 67,75%. Strategi perbaikan difokuskan pada variabel yang termasuk kategori kurang berkelanjutan dan dimensi dengan indeks keberlanjutan terendah, yaitu dimensi hukum dan kelembagaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/68991</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.6.1518-1526</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 6 (2025): November 2025; 1518-1526</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/68991/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/34770</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:47:33Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review: Quorum Sensing Bakteri dan Peranannya pada Perubahan Nilai pH di Kolong Pascatambang Timah dengan Umur Berbeda</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Asriani, Euis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Quorum sensing, Bakteri, Kolong pascatambang timah, Manajemen lingkungan, Nilai pH</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bakteri menunjukkan kemampuannya untuk hidup sosial dan berinteraksi dengan koloni lainnya dengan cara membangun suatu komunikasi interseluler melalui mekanisme yang disebut quorum sensing (QS). Komunikasi seluler ini dapat memfasilitasi komunitas bakteri untuk saling merespon, melakukan metabolisme, menyampaikan informasi densitas, dan beraktivitas dengan mengenali molekul sinyal berupa feromon (pheromones) atau autoinducers. Review ini membahas tentang interaksi antarbakteri di kolong pascatambang timah yang dideskripsikan sebagai suatu sistem quorum sensing bakteri tersebut dan peranannya di dalam menghadapi perubahan nilai pH. Populasi bakteri anggota Filum Proteobacteria cenderung sangat sentral di kolong pascatambang timah karena keberadaannya mendominasi di semua umur kolong dengan jumlah yang tinggi. Proteobacteria mampu bersinergi dengan bakteri asidofilik lainnya dalam melakukan aktivitas oksidasi unsur-unsur (elements) yang berdampak pada terbentuknya kondisi pH asam (pH = 3). Proteobacteria juga menunjukkan indikasi mampu mendorong munculnya fungsi penting dari Bacteroidetes, Planctomycetes, Cyanobacteria, Spirochaeta, dan bakteri lainnya dengan melakukan dekomposisi bahan organik ataupun aktivitas metabolisme yang lain sehingga mampu meningkatkan nilai pH lingkungan kolong pascatambang timah menjadi netral (pH = 7). Struktur komunitas bakteri menunjukkan komposisi bakteri berbeda pada setiap perairan kolong yang mengalami kronosekuens berbeda. Kolong yang berumur &lt; 1 tahun dengan pH sekitar 3 cenderung didominasi Filum Proteobacteria sekitar 30%, kolong berumur 5-10 tahun dengan pH sekitar 3 didominasi Filum Bacteroidetes sekitar &gt; 40%, dan kolong berumur &gt; 15 tahun dengan pH sekitar 7 didominasi Filum Planctomycetes &gt; 37%. Interaksi bakteri melalui quorum sensing diharapkan bermanfaat di dalam proses pengelolaan lingkungan perairan pascatambang timah sehingga menghasilkan suatu ekosistem perairan yang lebih bermanfaat bagi manusia dan organisme perairan lainnya.ABSTRACTBacteria demonstrate their ability to live socially and to interact with other colonies by establishing an intercellular communication through a mechanism called quorum sensing (QS). This cellular communication can facilitate the bacterial community to respond to each other, carry out metabolism, density information, and activity by recognizing signaling molecules in the form of pheromones or autoinducers. This review discussed the interaction between bacteria in abandoned tin mining pit waters which was described as a quorum sensing system for the bacteria and its role to encounter the pH value changes. The member population of Phylum Proteobacteria looked very central in the abandoned tin mining pit because its dominance in all age of the pit with a high number. Proteobacteria were able to synergize with the other of acidophilic bacteria to carried out the oxidation activities of the elements that have an impact on the formation of acidic pH conditions (pH = 3). Proteobacteria also showed indications of being able to encourage the emergence of important functions of Bacteroidetes, Planctomycetes, Cyanobacteria, Spirochaeta, and other bacteria by decomposing organic matter or other metabolic activities so as to increased the pH value of ex-tin minig pits enironments to neutral (pH = 7). Community structure of bacteria showed bacteria composition was different for each pits water with chronosequence. Pits in age &lt; 1 year with pH about 3 were dominated Phylum Proteobacteria about 30%, pits in age 5-10 year with pH about 3 were dominated Phylum Bacteroidetes about &gt; 30%, and pits in age &gt; 15 year with pH about 7 were dominated Phylum Planctomycetes about &gt; 37%. The interaction of bacteria through quorum sensing is expected to be useful in the process of environmental management of post-tin mining waters to produce an aquatic ecosystem that is more beneficial to humans and other aquatic organisms.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/34770</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.3.602-609</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 602-609</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/34770/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/34770/6983</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56923</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Kinerja Kelompok Kerja Masyarakat Berbasis Komunitas dalam Mengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kota Singkawang</dc:title>
	<dc:creator>Mulyatama, Bewa</dc:creator>
	<dc:creator>Anshari, Gusti Zakaria</dc:creator>
	<dc:creator>Gusmayanti, Evi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelompok Pemanfaat Pemelihara (KPP); Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal; SANIMAS; Evaluasi; Kinerja; Partisipasi masyarakat; Pengolahan limbah domestik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keterlibatan masyarakat dalam program Sanitasi berbasis Masyarakat (SANIMAS) diharapkan aktif, namun kenyataanya keterlibatan Masyarakat sebagai pengurus Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) dari SANIMAS dalam melakukan pengelolaan serta pemeliharaan IPAL komunal sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja KPP dalam pengelolaan IPAL, serta membandingkan kondisi pengelolaan KPP aktif, kurang aktif dan tidak aktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara semi-terstruktur, pengamatan dan pengumpulan dokumen. Sampel yang diambil adalah lima KPP, yaitu Rukun, Bambu Runcing, Nek Bagak, Melati dan Cendana. Lokasi penelitian pada Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian mendapatkan KPP tidak melaksanakan pengelolaan IPAL dengan baik. Dua KPP, yaitu Melati dan Cendana menunjukan kegiatan pengelolaan KPP, tetapi termasuk kurang aktif. Hasil pengamatan IPAL menunjukkan bahwa kondisi IPAL yang dipelihara secara rutin tidak disebabkan oleh aktivitas pengurus KPP, tetapi akibat dari inisiatif anggota yang memiliki kepentingan untuk merawat IPAL. Penelitian menyimpulkan bahwa program SANIMAS banyak menghadapi berbagai kendala, terutama dalam perihal pemeliharaan IPAL, yang menjadi beban masyarakat. Bantuan pemerintah untuk memelihara IPAL komunal sangat dibutuhkan, terutama perihal pemberdayaan manajemen dan bantuan teknis untuk memelihara fungsi IPAL komunal. Pemerintah hendaknya menawarkan pembangunan IPAL yang layak ekonomi untuk dikelola langsung per rumah tangga karena masih luas lahan yang tersedia. Pengelolaan IPAL komunal saat ini menimbulkan berbagai masalah yang berhubungan dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan dan eksekusi putusan yang berbasis pada manajemen bangunan milik bersama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56923</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.1054-1066</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 1054-1066</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56923/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52194</identifier>
				<datestamp>2023-10-09T00:32:40Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Etnobotani Tanaman Kelor (Moringa oleifera L. ) di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Khasanah, Rizkiati</dc:creator>
	<dc:creator>Jumari, Jumari</dc:creator>
	<dc:creator>Nurchayati, Yulita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">etnobotani, kelor, pemalang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Potensi tumbuhan kelor yang ada di Kabupaten pemalang dengan tiga kondisi lingkungsn berbeda masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang potensi tumbuhan Kelor di tiga lokasi Kabupaten pemlang dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode survei yang meliputi: studi literatur,observasi lapangan, wawancara menggunakan kuesioner, teknik wawancara semistruktur dan menggunakan random sampling teknik dan purposive sampling. Pengambilan sampel secara random sampling dari masyarakat diambil secara acak, sedangkan purposif sampling sampling dari tokoh masyarakat seperti informan kepala desa, dukun pengantin dll. Dari hasil yang diperoleh masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan tumbuhan kelor tertinggi sebanyak 70% sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan tumbuhan kelor. Masyarakat yang berada pada lokasi pesisir dataran rendah lebih luas dalam memanfaatkan tumbuhan kelor dibandingkan masyarakat yang berada di pegunungan hasil ini di dapatkan  dari wawancara dengan persepsi masyarakat terhadap tanaman kelor.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52194</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.870-880</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 870-880</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/52194/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/52194/12732</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/52194/13162</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44813</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:55Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Jasa Ekosistem Pangan Di Taman Nasional Danau Sentarum</dc:title>
	<dc:creator>Andryannur, Hanif</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Aji Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Sulastri, Aini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jasa ekosistem Pangan; Perubahan tutupan lahan; AHP; TNDS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jasa ekosistem merupakan komponen yang penting dalam perkembangan pengelolaan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), besar jasa ekosistem bagi masyarakat dapat memicu keterlibatan masyarakat di kawasan Taman Nasional untuk ikut melestarikan ekosistem Taman Nasional Danau Sentarum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap sebaran kelas jasa ekosistem pangan di kawasan TNDS. Pola sebaran jasa ekosistem Taman Nasional Danau Sentarum pada penelitian ini dikaji dengan pendekatan berbasis data pola perubahan tutupan lahan di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Peta jasa ekosistem disusun melalui pendapat para ahli terhadap potensi jasa ekosistem pada masing- masing jenis tutupan lahan melalui Analytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan metode perhitungan pairwise comparison. Jenis jasa ekosistem yang dianalisis adalah penyedia pangan. Hasil dari perhitungan menunjukkan bahwa nilai indeks jasa ekosistem pangan Taman Nasional Danau Sentarum pada tahun 2020 masih didominasi oleh kelas jasa ekosistem pangan rendah dengan total luasan 71.115 ha dengan tutupan lahan yang mendominasi adalah lahan rawa seluas 51.757 ha. Pada tahun 2020 juga terjadi peningkatan luasan pada kelas jasa ekosistem pangan sedang dengan total luasan 43.325 ha yang didominasi oleh tutupan lahan hutan rawa sekunder dengan total luasan 13.310 ha.ABSTRACTEcosystem services are an important component in the development of the management of Danau Sentarum National Park (DSNP), large ecosystem services for the community can trigger community involvement in the National Park area to participate in conserving the ecosystem of Danau Sentarum National Park This study examines the effect of land cover changes on the distribution of food ecosystem service classes in the DSNP area. The pattern of distribution of ecosystem services in Danau Sentarum National Park in this study was studied using an approach based on data on land cover change patterns in the Danau Sentarum National Park area. Ecosystem service maps are prepared through expert judgment on the potential for ecosystem services in each type of land cover through the Analytical Hierarchy Process (AHP) with the pairwise comparison calculation method. The types of ecosystem services analyzed are food providers. The results of the calculation show that the value of the food ecosystem service index of Danau Sentarum National Park in 2020 is still dominated by the low food ecosystem service class with a total area of 71,115 ha with the dominant land cover being a swamp area of 51,757 ha. In 2020 there was also an increase in the area of the medium food ecosystem service class with a total area of 43,325 ha which was dominated by secondary swamp forest land cover with a total area of 13,310 ha</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44813</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.615-627</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 615-627</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44813/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/66986</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Etnobotani dan Strategi Konservasi Jeruk Lokal Aceh</dc:title>
	<dc:creator>Maulana, Rizki</dc:creator>
	<dc:creator>Ernawita, Ernawita</dc:creator>
	<dc:creator>Malik, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Buah Lokal Aceh; Indeks Etnobotani; Analisis SWOT</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Studi ini dilakukan untuk mengeksplorasi keberadaan jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen dengan fokus pada pemanfaatan dan strategi pelestariannya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survey lapangan dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari wawancara dibuat dalam bentuk penentuan indeks etnobotani dan analisis SWOT. Hasil studi menunjukkan bahwa keberadaan jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen saat ini sangat sedikit ditemukan keberadaannya dengan presentase sebesar 2,49 %. Pemanfaatan jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Pemanfaatan lain dari jeruk lokal Aceh juga digunakan dalam perayaan adat dan keagamaan, sebagai obat herbal, tambahan bahan rujak dan jus, dan dikonsumsi sebagai buah segar sehari- hari. Berdasarkan analisis IFAS dan EFAS maka diperoleh hasil bahwa upaya pelestarian jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen berada pada titik koordinat ( 0,49 ; -0,38) atau berada pada Kuadran IV dengan strategi yang digunakan ialah strategi WT (strategi defensif). Artinya pelestarian jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen dapat dilakukan dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman yang ada.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66986</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.605-615</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 605-615</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66986/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21888</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:29:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Pedesaan Berbasis Citra Drone (Studi Kasus Desa Sukadamai Kabupaten Bogor)</dc:title>
	<dc:creator>arham, ihsan</dc:creator>
	<dc:creator>Sjaf, Sofyan</dc:creator>
	<dc:creator>Darusman, Dudung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spatial planning, rural, sustainable agriculture, land carrying capacity, AHP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Most of the agricultural sector activities are in rural area. Rural and agricultural development requires accurate spatial information so that accuracy in sustainable development planning can be attained. This study was aimed to determine the strategy of sustainable agriculture development planning in a rural area. This research method used a spatial data approach acquiring village imagery produced using a drone. The actual land use analysis used ArcGIS software through a participatory digitization process. Analysis of land carrying capacity using the approach of land availability and land requirements. The results of the analysis became a reference for compiling the direction of planning for sustainable agricultural village development. Analysis of alternative program priorities using the Analytical Hierarchy Process (AHP) approach. The study found that agricultural areas dominated land use in Sukadamai Village with an area of 112,942 ha (42,693%). Land carrying capacity in Sukadamai Village was in a deficit with a comparison ratio of land availability (SL) to land requirements (DL) of 0.22. The strategy of sustainable agricultural development that can be done is the innovative application of effective and efficient land intensification. The program prioritized the criteria of social justice and maximized the government's role in realizing development goals.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21888</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.2.245-255</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019; 245-255</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/21888/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/51557</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Application of Compost and Manure in the Biopore Infiltration Hole to Improve Saturated Hydraulic Conductivity (Shc) of Soil in the Coffee Root Zone</dc:title>
	<dc:creator>Fitria, Lailatul</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Kurniawan Sigit</dc:creator>
	<dc:creator>Soemarno, Soemarno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Auger hole; BIH; Hydraulic Conductivity; Root zone; Coffee plantation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Coffee is one of the primary sources of foreign exchange in Indonesia. The factors causing fluctuations in coffee production are climate change, high soil density, less organic material, which causes coffee roots to be unable to absorb water and nutrients optimally. The soil water movement measured by saturated hydraulic conductivity which represents the soil ability to transmit water. The application of compost and manure in the biopore infiltration hole (BIH) is an effective technology in reducing surface-runoff and organic wastes management, as well as soil characteristics improvement. This study was conducted using a Randomized Block Design with four treatments and four replications. The treatments were P1 as control (without BIH), P2 (BIH without compost), P3 (BIH+compost), and P4 (BIH+goat manure). Data analysis was carried out using the Ftest (ANOVA), and continued with Least Significant Difference (LSD) test at 5% level, when there was a significant difference. Observations of soil characteristics were carried out every two months in three depth of root zone, 0-20 cm, 20-40 cm, and 40-60 cm. While the observation of the Auger hole at a depth of 0-30 cm and 0-60 cm. Research variables include soil texture, soil bulk density, Saturated Hydraulic Conductivity of soil by Auger-Hole, Soil Organic Matter (SOC), pH, Cation Exchange Capasity (CEC), and coffee yield. Results showed that treatment of BIH+goat manure gave the best results, measured by improving soil hydraulic conductivity up to 40%. The highest coffee yield was found in the BIH+manure treatment to 3.29 t ha-1.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51557</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.163-174</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 163-174</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51557/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/39150</identifier>
				<datestamp>2021-08-17T04:19:02Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Recycling Temple Waste into Organic Incense as Temple Environment Preservation in Bali Island</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, I Made Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Ranwella, K. B. Indunil Sandaruwan</dc:creator>
	<dc:creator>Revollo, Edgar Morales</dc:creator>
	<dc:creator>Widhiasih, Luh Ketut Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Putu Eka Dharma</dc:creator>
	<dc:creator>Junanta, Putu Pande</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ceremonial;Organic incense; Recycling; Temple waste</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kegiatan upacara di tempat suci pura di Pulau Bali rata-rata menghasilkan sampah sekitar 2000 L/hari. Sebagai bagian yang sangat penting dari budaya Bali, sesajen yang terdiri dari bunga, daun, buah-buahan dan bambu disajikan di setiap upacara keagamaan. Pembuangan sampah pura yang tidak tepat berpotensi menimbulkan gangguan pada kehidupan manusia dan lingkungan, seperti air dan sanitasi, penumpukan sampah, peningkatan tingkat pencemaran, dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendaur ulang sampah pura, khususnya sisa bunga menjadi dupa organik serta mengkaji alternatif lain dalam daur ulang sampah pura. Daur ulang sisa bunga menjadi dupa organik dilakukan dengan menggunakan tiga bahan campuran. Kajian literatur digunakan untuk menambah informasi alternatif daur ulang sampah pura dari penelitian sebelumnya. Hasil eksperimen menunjukan bahwa sampah sisa bunga dapat didaur ulang menjadi dupa organik. Rasio campuran 1:2 untuk sisa bunga dan bubuk esensial memberikan hasil terbaik. Dupa organik yang terbentuk sangat kuat dan padat. Selain itu, aroma campuran yang dihasilkan lebih baik di antara yang lain. Sampah pura juga dapat didaur ulang menjadi beberapa produk berharga, seperti kompos, ekstrak warna minyak atsiri, bubuk warna, atau biogas. Diestimasikan sebuah pura menghasilkan sekitar 200 kilogram sampah pura dalam satu hari upacara. Sekitar 40% dari sampah pura merupakan sisa bunga (berat basah) dengan kadar air sekitar 80%. Setelah melalui proses pengeringan, sisa bunga mencapai 16 kilogram. Diperkirakan sekitar 45 ton sampah pura dari 230 pura publik di Pulau Bali dapat didaur ulang setiap tahun melalui upaya daur ulang. Beberapa dampak yang ditimbulkan dari upaya daur ulang ini, seperti mengurangi sampah pura, menciptakan produk daur ulang yang dapat dipasarkan, dan meningkatkan keharmonisan antara budaya, lingkungan, dan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat. ABSTRACTCeremonial’s activities in Bali’s Temple have produced about 2000 L/day of waste in average. As an integral part of Balinese culture, devotion offerings which consists of flowers, leaves, fruits and bamboo are presented at every ceremony. The improper disposal of temple waste potentially causes a stress on the basic services in human life, such as water and sanitation, waste accumulation, raising the level of pollution, and human health. The present study aims to leverage of temple waste, especially discarded flower into organic incense through recycling and find out the foreseen impact of this initiative to the environment. Processing discarded flower into organic incense was conducted in this research with three material mixtures ratio. A literature review was added to enhance the alternatives of discarded flowers recycling on previous research. It is found that discarded flower was successfully recycled into organic incense. The preliminary experiments showed that the ratio of 1:2 for discarded flowers and essential powder gave the best results. The incenses were very strong formed and solid. Additionally, the smell of best mixture was the best among others. Besides, temple waste can be recycled to some valuable products, such as vermicompost, dyes extraction, essential oil, color powder, or biogas. It assumed that a temple has produced around 200 kilograms of temple waste during a ceremonial day. About 40% of those was discarded flowers (wet weight) that 80% contains water. After the drying process, it has left 16 kilograms of dried discarded flowers. It estimated around 45 tons of discarded flowers from 230 public temples around Bali could be recycled every year through this recycling effort. Some impacts come up with following this initiative, such as reducing the temple waste, creating a marketable recycling product, and build up a harmony between the cultural, environment, and society through community empowerment.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/39150</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.2.365-371</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021; 365-371</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/39150/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61569</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Stratigrafi Diatom di Perairan Pesisir Morosari, Kabupaten Demak, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Hasrini, Dian Aghnaita</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprobowati, Tri Retnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Jumari, Jumari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diatom; Stratigrafi; Pesisir Morosari; PAST; Kualitas Perairan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pesisir Morosari terdapat di wilayah Desa Morosari, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Permasalahan yang terjadi di pesisir Morosari ialah banjir rob dan naiknya permukaan air laut yang menyebabkan degradasi. Hal ini dapat merusak ekosistem perairan disekitar mangrove, maka perlu dilakukan biomonitoring guna memperbaiki kualitas perairan dengan mengetahui stratigrafi diatom. Stratigrafi diatom dapat merekam perubahan perairan pada masa lampau hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis stratigrafi diatom di pesisir Morosari untuk memonitoring kondisi lingkungan. Penelitian dilakukan bulan Juni-November 2022 dengan pengambilan sampel sedimen diatom di 3 lokasi yaitu stasiun Morosari 1 (M1), Morosari 2 (M2) dan Morosari 3 (M3) menggunakan Purposive Sampling. Analisis stratigrafi diatom menggunakan software C2 1.5.1 dan analisis Clustering dengan PAST. Hasil penelitian ditemukan 137 spesies dan 46 genus diatom. Analisis stratigrafi menunjukan diatom yang melimpah yaitu Thalassiosira pseudonana, Fallacia pygmaea dan Simonsenia Lange-Bertalot. Munculnya diatom tersebut menunjukan kualitas perairan tercemar ringan hingga berat. Kumpulan diatom didominasi diatom air tawar (52%) dibandingkan diatom air laut (48%), ini membuktikan wilayah pesisir Morosari telah dipengaruhi oleh sumber air tawar yang berasal dari hujan dan sungai di sekitar lokasi penelitian yang bergerak dari Hulu ke Hilir dibandingkan dengan sumber air laut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61569</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1356-1363</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1356-1363</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61569/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10537</identifier>
				<datestamp>2017-03-01T03:09:13Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH FAKTOR-FAKTOR SOSIAL-EKONOMI TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI NUSA TENGGARA TIMUR</dc:title>
	<dc:creator>Beni, Martinus Tulit</dc:creator>
	<dc:creator>Arjana, IGB</dc:creator>
	<dc:creator>Ramang, Ruslan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Domestic waste management, socio-economic factor, behavior</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">In the attempt to implement sustainable development, there is a definition that the use of natural source to keep it uses by the next generation well, both in quantity and quality. It needs to be supported by caring the environment both by the government and the community itself. The community awareness can be seen at its role on the management of domestic garbage. Several socio-economic factors such as age, sex, education, income, job, and the knowledge of environment have effect on community awareness in the management of domestic garbage. This study used logistic regression model which aimed at measuring to what extend the effect of the socio-economic factors to domestic garbage management in East Nusa Tenggara Province in 2013. It uses secondary data of Environmental Awareness Behaviour Survey that done in 2013 by the Central Agency on Statistics. The result of this study used α = 0,05, showed that the variable of sex, age group of  the head household among 40-59 years old and the knowledge of environment did not have effect on household garbage management behavioral. Level education of the patriarch and capital income affected positively on domestic garbage management behavioral. Variable of age group of the patriarch above 60 years old did negatively affected to the domestic garbage management behavioral. Although knowledge about the environment did not affect eco-friendly behavior, but the knowledge about the environment has to be continued to be disseminated to the public. Right knowledge about the behavior of environmental awareness is a major component of internal factors that can drive change one's attitude to be more concerned about the environment</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-10-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10537</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.12.2.105-117</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014; 105-117</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/10537/8381</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45043</identifier>
				<datestamp>2023-01-27T23:24:23Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kontaminan Logam Berat (Pb, Cd, dan Cu) pada Tanah dari Pemupukan Berbasis Jerami Padi</dc:title>
	<dc:creator>Hindarwati, Yulis</dc:creator>
	<dc:creator>Soeprobowati, Tri Retnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Izzati, Munifatul</dc:creator>
	<dc:creator>Hadiyanto, Hadiyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kontaminan Logam Berat, Pemupukan, Lahan Sawah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKSuplemen unsur hara pada tanah untuk memperbaiki kualitas lahan dapat dilakukan dengan pemupukan baik organik maupun anorganik yang tidak terlepas dari bahan cemaran logam berat di dalamnya. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kontaminan logam berat Pb, Cd, dan Cu pada tanah dan gabah serta produktivitas padi dari berbagai pemupukan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari: Kontrol (tanpa perlakuan), Jerami segar, Jerami melapuk, Kompos jerami, Pupuk NPK, NPK+jerami segar, NPK+jerami melapuk, NPK+kompos jerami, NPK+Pupuk kandang, dan Pupuk kandang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat semua peningkatan kandungan logam berat Pb2+, Cd2+, dan Cu2+ pada tanah. Berbeda pada gabah yang serapan tertinggi logam berat Pb dan Cd tertinggi pada perlakuan NPK+Jerami Segar dan NPK+Jerami Melapuk pada logam berat Cu. Persentase penurunan serapan Pb dan Cd dari tanah ke gabah tertinggi dari pupuk Jerami Segar dan kompos jerami yaitu 14% dan 3%, tetapi kompos jerami meningkatkan serapan tertinggi terhadap logam berat Cu dari tanah ke gabah yaitu 94% dengan produktivitas padi tertinggi menggunakan pupuk NPK+Kompos Jerami.Kata kunci: Kontaminan Logam Berat, Pemupukan, Lahan SawahABSTRACTSupplementation of nutrients in the soil to improve land quality can be done by fertilizing both organic and inorganic which cannot be separated from the heavy metals in it. The aim of the study was to study the heavy metal contaminants Pb, Cd, and Cu in the soil and grain as well as the productivity of rice from various fertilizers. The study used a Randomized Block Design (RAK) with 10 treatments and 3 replications. The treatments consisted of: control (without treatment), fresh straw, rotted straw, straw compost, NPK fertilizer, NPK + fresh straw, NPK + weathered straw, NPK + straw compost, NPK + manure, and manure. The results showed all increases in the heavy metal content of Pb2+, Cd2+, and Cu2+ in the soil. In contrast to grain, the highest absorption of heavy metals Pb and Cd was highest in the treatment of NPK+Fresh Straw and NPK+Rotated Straw on Cu heavy metal. The highest percentage decrease in Pb and Cd absorption from soil to grain was from Fresh Straw and straw compost, namely 14% and 3%, but straw compost increased the highest absorption of Cu heavy metal from soil to grain, which was 94% with the highest rice productivity using NPK + Compost StrawKeywords:  Heavy metal contaminants, Fertilization, Rice field</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45043</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.1.8-14</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 1 (2023): January 2023; 8-14</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45043/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64893</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Penginderaan Jauh untuk Monitoring Dinamika Spasiotemporal Kesehatan Ekosistem Mangrove di Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Danardono, Danardono</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyani, Nurul Fauzia</dc:creator>
	<dc:creator>Wibowo, Afif Ari</dc:creator>
	<dc:creator>Arijuddin, Basyar Ihsan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Support Vector Machine; Mangrove Health Index; Sentinel 2A; Segara Anakan; Sistem Informasi Geografis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mangrove Segara Anakan merupakan salah satu ekosistem mangrove terluas di Pulau Jawa yang memiliki manfaat secara ekologi dan ekonomi. Pemanfaaatan ekosistem mangrove mendorong meningkatnya aktifitas manusia yang menyebabkan terjadinya penurunan luas ekosistem mangrove. Adanya aktivitas manusia dan perubahan lingkungan alami dapat menyebabkan degradasi yang pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi kesehatan ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini yakni memetakan perubahan sebaran keberadaan dan kesehatan ekosistem mangrove di Segara Anakan, Kabupaten Cilacap pada tahun 2018 dan 2023. Sebaran ekosistem mangrove dimodelkan dengan metode klasifikasi Support Vector Machine (SVM). Uji akurasi dengan metode confussion matrix dilakukan pada hasil model SVM. Kesehatan ekosistem mangrove didekati dengan metode Mangrove Health Index (MHI) menggunakan empat indeks vegetasi yakni NBR, GCI, SIPI, dan ARVI. Hasil penelitian menunjukkan luasan ekosistem mangrove mengalami penurunan 883,28 Ha pada rentang tahun 2018-2023. Penurunan disebabkan karena adanya sedimentasi sungai dan perubahan lahan mangrove menjadi tambak. Kondisi kesehatan ekosistem mangrove tahun 2018 dan 2023 didominasi oleh kondisi kesehatan hutan mangrove sedang  dengan luas 6.765,52 Ha pada tahun 2018 dan 5.058,36 Ha tahun 2023. Perubahan kesehatan ekosistem mangrove menjadi sangat baik banyak terjadi pada wilayah dekat Kota Cilacap dimana terdapat aktivitas konservasi dan rehabilitasi yang dilakukan oleh komunitas bersinergi dengan perusahaan dan pemerintah setempat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64893</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.923-936</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 923-936</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/64893/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/24689</identifier>
				<datestamp>2020-12-01T12:07:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemetaan Paparan Panas pada Ruang Produksi PT. Pilar Kekar Plasindo Menggunakan Software Surfer 11</dc:title>
	<dc:creator>Pradana, Fuky Prima</dc:creator>
	<dc:creator>Suhardi, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Rahmaniyah Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lingkungan Kerja; Temperatur; Paparan Panas; Kenyamanan Termal; Software Surfer 11</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">PT. Pilar Kekar Plasindo merupakan pabrik yang memproduksi kantong plastik dengan dua jenis produk plastik, yaitu plastik jenis Polypropylene (PP) dan Polyethylene (PE) dengan berbagai ukuran. Terdapat sepuluh area kerja di PT. Pilar Kekar Plasindo, dimana dalam proses produksinya memiliki risiko bahaya panas yang berasal dari lingkungan sekitar. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan diperoleh temperatur rata-rata pada ruang produksi PT. Pilar Kekar Plasindo sebesar 33,90C. Temperatur ini menyebabkan para pekerja di bagian produksi merasa tidak nyaman. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara kepada para pekerja bagian produksi yang sering mengeluh dengan kondisi lingkungan kerja yang panas. Kondisi tersebut menyebabkan pekerja di bagian produksi  cepat berkeringat, merasa kepanasan, tidak nyaman, cepat lelah, dan kurang fokus dalam bekerja. Pada ruang produksi dibutuhkan pemenuhan aspek kenyamanan termal untuk menunjang aktivitas didalamnya. Salah satu yang mempengaruhi kenyamanan termal adalah temperatur udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja berupa distribusi paparan panas pada ruang produksi PT. Pilar Kekar Plasindo melalui pemetaan menggunakan software surfer 11. Selain itu, untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal pekerja sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No.1405/ MENKES/SK/XI/2002. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengukuran secara langsung berdasarkan SNI-16-7062-2004 dan ASHRAE 55. Waktu pengukuran dilakukan selama 6 hari kerja pada awal shift, tengah shift dan akhir shift berdasarkan SNI-16-7061-2004. Data yang diperoleh kemudian akan diolah menggunakan software surfer 11. Software surfer 11 digunakan untuk menggambarkan kondisi temperatur udara berupa peta kontur dari tiap area kerja pada ruang produksi PT. Pilar Kekar Plasindo, sehingga solusi yang diberikan diharapkan dapat memperbaiki lingkungan kerja kedepannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/24689</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.1.23-30</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 1 (2020): April 2020; 23-30</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/24689/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/24689/3766</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/24689/3767</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53642</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Partisipasi Rumah Tangga dalam Program Bank Sampah: Studi Kasus di Kota Depok</dc:title>
	<dc:creator>Wahfiuddin, Muhammad Hafiz</dc:creator>
	<dc:creator>Riyanto, Riyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sampah rumah tangga; Bank Sampah; Partisipasi rumah tangga; Regressi Logistik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bank sampah merupakan sebuah bentuk rekayasa sosial untuk mengajak masyarakat peduli akan sampah sekaligus dapat menambah pendapatan rumah tangga. Keberadaannya dapat menjadi solusi menangani sampah rumah tangga. Salah satu faktor penentu keberhasilan bank sampah adalah tingkat partisipasi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah di Kota Depok serta faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah tersebut. Survei terhadap 182 rumah tangga di Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Cinere serta Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok dilakukan untuk mengestimasi tingkat partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah. Selanjutnya, data survei tersebut dianalisis dengan model regressi logistik (Model Logit) untuk menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,38% responden menyatakan telah berpartisipasi dalam bank sampah. Tingkat Partisipasi rumah tangga yang paling tinggi dalam program bank sampah ada di Kecamatan Cimanggis, diikuti oleh Kecamatan Pancoran Mas dan partisipasi paling rendah ada di Kecamatan Cinere. Lebih lanjut, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah di Kota Depok adalah faktor jarak dari rumah menuju bank sampah, faktor informasi mengenai bank sampah, serta faktor jenis sampah (organik atau non-organik) yang paling banyak dihasilkan oleh rumah tangga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53642</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.464-471</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 464-471</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53642/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38292</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Status Mutu Air dan Identifikasi Sumber Pencemaran Sungai Cidurian Segmen Hilir Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP)</dc:title>
	<dc:creator>Novianti, Novianti</dc:creator>
	<dc:creator>Zaman, Badrus</dc:creator>
	<dc:creator>Sarminingsih, Anik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Status Mutu Air; Indeks Pencemaran (IP); Sungai Cidurian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sungai Cidurian adalah salah satu sungai yang mengalir di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang yang melintasi 17 (tujuh belas) kecamatan dan 2 (dua) kabupaten dengan panjang 67,5 Km. Kajian dilakukan untuk menganalisis status kualitas air Sungai Cidurian pada segmen hilir agar dapat mengetahui kondisi dan tingkat status mutu airnya sehingga dapat mengambil kebijakan pengelolaan dan pengendalian pencemaran dengan tepat. Penelitian dilakukan pada saat musim kemarau dan musim hujan. Nilai status mutu air dianalisis dengan Metode Indeks Pencemaran (IP) yang perhitungannya mengacu pada KepMen LH No. 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air.  Hasilnya menunjukan pada 4 (empat) lokasi titik sampling memperlihatkan rata-rata nilai Indeks Pencemaran (IP) pada hilir sungai dalam kondisi baik dan cemar ringan berdasarkan Baku Mutu Kelas II PP 22/2021, untuk nilai Indeks Pencemaran (IP) terendah sebesar 0,66 dan tertinggi sebesar 1,56. ABSTRACTThe Cidurian River is one of the rivers that flows in Tangerang Regency and Serang Regency which crosses 17 (seventeen) sub-districts and 2 (two) districts with a length of 67.5 Km. The study was carried out to analyze the water quality status of the Cidurian River in the downstream segment in order to know the condition and level of the water quality status so that it could take appropriate pollution management and control policies. The research was conducted during the dry season and the rainy season. The value of water quality status was analyzed by using the Pollution Index Method (IP), the calculation refers to the Minister of Environment Decree No. 115 of 2003 concerning Guidelines for Determining Water Quality Status. The results show that at 4 (four) sampling point locations, the average Pollution Index (IP) value in the downstream river is in good condition and lightly polluted based on the Class II PP 22/2021 Quality Standard, for the lowest Pollution Index (IP) value of 0, 66 and the highest of 1.56.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.22-29</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 22-29</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/38292/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/69703</identifier>
				<datestamp>2025-07-31T07:35:57Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Coastline Change in the Banyuasin Estuary Over the Last Three Decades</dc:title>
	<dc:creator>Surbakti, Heron</dc:creator>
	<dc:creator>Nurjaya, I Wayan</dc:creator>
	<dc:creator>Bengen, Detriech G</dc:creator>
	<dc:creator>Prartono, Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Agussalim, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Aryawati, Riris</dc:creator>
	<dc:creator>Sitepu, Robinson</dc:creator>
	<dc:creator>Salsabilah, Raisyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Coastline; Banyuasin estuary; DSAS; accretion; erosion</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Coasts or shorelines are sites of dynamic activity, and phenomena such as wave and tidal action, sediment supply rate, sea level changes, and the morphological characteristics of the area play a critical role in shaping coastal ecosystems. This study examines coastal changes along the Banyuasin Estuary in South Sumatra, Indonesia, over 30 years (1989–2019). We use remote sensing data, machine learning, and the DSAS tool to analyze historical changes (1989-2019). Landsat images obtained from the United States Geological Survey (USGS) via the Google Earth Engine API are analysed using ArcGIS and DSAS 6.0 software. The largest rate of change occurred at Anakan Island, with the most significant accretion rate being 118.98 m/year, causing a shoreline change of 2012.33 m over 30 years. The smallest shoreline changes were in the Telang and Payung Island areas, which are located in the Musi River Estuary. The magnitude of maximum shoreline change in both locations was 62.72 m and 92.34 m, respectively, with maximum rates of change ranging from 2.09 - 3.08 m/year. The results show that the general pattern of accretion-abrasion in the Banyuasin Estuary is divided into three stages: rapid accretion stage (1989-1994), accretion-erosion adjustment stage (1994-2009), and slow erosion stage (2009-2019).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69703</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.4.1056-1065</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 4 (2025): July 2025; 1056-1065</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/69703/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25793</identifier>
				<datestamp>2020-10-13T06:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemodelan Erosi dan Sedimentasi di DAS Bajulmati : Aplikasi  Soil dan Water Assesment Tool (SWAT)</dc:title>
	<dc:creator>Sujarwo, Mohamad Wawan</dc:creator>
	<dc:creator>indarto, indarto</dc:creator>
	<dc:creator>Mandala, Marga</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Erosi, Sedimentasi, SWAT, Model, Hidrologi, Bajulmati.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">DAS bajulmati merupakan DAS kecil (± 173.4 km2) yang berada di wilayah timur pulau Jawa. DAS bajulmati memiliki iklim yang spesifik yaitu relatif kering dengan musim kemarau yang panjang (8-9 bulan selama setahun). Meskipun kondisi iklim yang kurang mendukung, sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani landang. Adanya perluasan lahan pertanian non irigasi/ladang mengakibatkan tutupan vegetasi semakin berkurang. Oleh karena itu, evaluasi DAS bajulmati diperlukan untuk mengetahui dampak perluasan lahan pertanian terhadap laju aliran dan sedimentasi dengan kondisi iklim yang cukup spesifik (kering). Salah satu model evaluasi pengelolaan DAS terhadap perubahan lahan adalah model SWAT (Soil and Water Assessment Tool). SWAT dapat menggambarkan proses hidrologi (erosi dan sedimentasi) unit lahan. data DEM resolusi (10x10 m) sebagai masukan utama untuk proses delinasi DAS. Data tanah, tutupan lahan, dan kontur digunakan untuk menentukan unit lahan/hydrolocal response unit (HRU) DAS. Data curah hujan dan iklim (suhu, kelembaban rata-rata, intensitas matahari, kecepatan angin) diperoleh dari stasiun yang tersebar di wilayah DAS. Semua data diintegrasikan ke dalam SWAT untuk menghitung proses hidrologi, erosi dan sedimentasi. Debit yang diamati digunakan untuk mengkalibrasi keluaran debit hasil SWAT di outlet DAS. Hasil kalibrasi debit menunjukkan nilai Nash-Sutcliffe Efficiency sebesar 0,53 dan validasi sebesar 0,5 serta koefisien determinasi sebesar 0,58 dan 0,78 (memuaskan) dan model dapat digunakan untuk ilustrasi proses hidrologi dalam DAS bajulmati. Analisis tingkat erosi SWAT menunjukkan bahwa 34,46; 39,19; dan 17,83 menunjukkan tingkat erosi sangat ringan sampai kategori sedang. Oleh karena itu, DAS Bajulmati masih dalam kategori aman karena rata-rata erosi berat dan sangat berat dibawah 10%. Nilai sedimentasi tertinggi pada HRU 512 dan SubDAS 23. Wilayah tersebut merupakan wilayah perkebunan dengan tingkat kemiringan diatas 40%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Universitas Jember</dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25793</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.18.2.218-227</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 218-227</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25793/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/56639</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Daun Pterocarpus indicus dan Mimusops elengi di Jalan Protokol Kabupaten Banyuwangi</dc:title>
	<dc:creator>Wibowo, Febri Arif Cahyo</dc:creator>
	<dc:creator>Syarifuddin, Amir</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Andy Danang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencemaran Udara; Timbal; Tanaman Peneduh Jalan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencemaran udara merupakan isu lingkungan yang penting pada kawasan perkotaan khususnya senyawa timbal (Pb) yang berasal dari aktivitas kendaraan bermotor yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Besarnya pengaruh negatif Pb sehingga dibutuhkan upaya dalam menanggulanginya yaitu menggunakan tanaman peneduh jalan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan timbal (Pb) yang terserap di daun angsana dan tanjung serta melihat posisi daun yang efektif dalam menyerap timbal (Pb). Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2023 yang bertempat di Jalan Letjen S Parman Kabupaten Banyuwangi untuk pengambilan sampel daun dan Laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang untuk analisis kandungan Pb. Metode penelitian ini menggunakan purposive random sampling dengan tiga kali ulangan pada setiap jenis tanaman. analisis kandungan timbal (Pb) pada daun menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Analisis data yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu kandungan timbal (Pb) tertinggi terletak di tanaman angsana sebanyak 0,1029 ppm dan terendah di tanaman tanjung sebesar 0,0704 ppm. Berdasarkan letak posisi daun di tanaman angsana pada tajuk bawah bagian tengah memiliki kandungan Pb lebih tinggi dibandingkan bagian depan dan belakang, sedangkan di tanaman tanjung pada tajuk bawah bagian depan memiliki kandungan Pb lebih tinggi dibandingkan bagian tengah dan belakang. Perbedaan kandungan timbal (Pb) pada kedua tanaman tersebut dapat disebabkan oleh faktor internal tanaman (fisiologis dan morfologis) serta faktor eksternal (intensitas kendaraan, suhu, kelembapan, dan kecepatan angin).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56639</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.687-692</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 687-692</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/56639/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/56639/14076</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4079</identifier>
				<datestamp>2013-01-30T02:58:05Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KERENTANAN MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN IKLIM BERBASIS DAERAH ALIRAN SUNGAI  (STUDI KASUS SUB DAS GARANG HULU)</dc:title>
	<dc:creator>Efendi, Muchtar</dc:creator>
	<dc:creator>Sunoko, Henna Rya</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistya, Widada</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Dampak terhadap pemanasan global adalah terjadinya perubahan iklim yang berpengaruh terhadap kondisi ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Kondisi ini menyebabkan penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan tingkat kerentanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis tingkat kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim di Sub DAS Garang Hulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-eksploratif dengan menggunakan pendekatan metode kombinasi kualititatif dan kuantitatif (mixed method). Data sekunder dikumpulkan melalui kegiatan studi literatur dan desk study. Data primer berupa persepsi masyarakat dengan wawancara mendalam dengan metode purposive sampling. Penilaian kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim menggunakan fungsi dari tiga komponen, yaitu paparan, kepekaan, dan kemampuan adaptasi. Hasil analisis kerentanan masyarakat ditampilkan dalam bentuk peta-peta dengan bantuan Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim didominasi dalam kategori rendah sampai dengan sedang dengan persentase 73.83%. Daerah yang memiliki kerentanan tinggi adalah daerah Kecamatan Ungaran Timur dan kelurahan Sukorejo di Kota Semarang. Kata Kunci : DAS, Kerentanan, Paparan, Kepekaan, Kemampuan Adaptasi   ABSTRACT  The impact of global warming is climate change affecting the condition of Watershed Ecosystem. This condition causes the decreasing in the level of social welfare and the increasing  level of vulnerability of  living community. This study was aimed  to analyze the level of vulnerability of living communities due to climate change in Garang Hulu sub-watersheds . This research was a descriptive-explorative approach by using a combination of qualititative and quantitative methods (mixed method). Secondary data were collected through the study of literature and desk study. Primary data were taken in the form of public perception along with  indepth interviews. Respondents were chosen through purposive sampling method. Assessment of the  social vulnerability to climate change was using a function of three components, namely the exposure, sensitivity, and adaptability. The results of the vulnerability analysis were presented in the form of maps using the GIS. The study results showed that the level of vulnerability of communities to climate change was dominated by low category to moderate with the percentage of 73.83%. Areas that had a high vulnerability were East Ungaran local district and Sukorejo village in Semarang. Key Words : watershed, vulnerability, exposure, sensitivity, adaptability.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-04-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4079</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jkli.4079</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 10, No 1 (2012): April 2012; 8-18</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/4079/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43591</identifier>
				<datestamp>2022-04-06T19:48:10Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Quality Indeks dan Konsentrasi Logam Berat dalam Perairan dan Sedimen di Perairan Kota Makassar</dc:title>
	<dc:creator>Polapa, Funty Septiyawati</dc:creator>
	<dc:creator>Annisa, Rahmawati Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Yanuarita, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Suharto M</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Logam Berat; Perairan Laut; Sedimen Laut; Kota Makassar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Makassar merupakan pusat kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki aktifitas wilayah pesisir, seperti pemanfataan industri, pariwisata, transportasi laut serta memiliki dua sungai besar yang muara di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasilogam berat dalam air dan sedimen serta menentukan status mutunya. Pengamatan dilakukan pada 10 lokasi strategis sumber pencemar seperti pabrik, hotel, muara sungai serta pelabuhan dengan mengambil sampel air dan sedimen dan selanjutnya dianalisis di laboratorium untuk logam berat Cd, Cr, Hg, Zn, Cu dan Pb. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang ada. Metode Indeks Pencemar dan Storet (Storage and Retrieval) digunakan untuk menentukan status mutu air dan sedimen dari logam berat untuk biota laut. Hasil penelitian ini menunjukkan perairan Kota Makassar tergolong dalam kategori “Cemar Ringan” berdasarkan hasil perhitungan indeks Pencemar sedangkan status mutu perairan tergolong “Cemar Berat”. Parameter logam berat di kolom perairan yang melampaui baku mutu adalah Krom (0,016±0,005) dan Tembaga (0,112±0,035). Sedangkan untuk parameter logam berat sedimen secara keseluruhan masih berada dalam ambang batas baku mutu yang telah ditentukan. Kondisi tercemar berasal dari aktifitas reklamasi pantai serta sumber alami dan limbah domestik dari aktifitas masyarakat cukup tinggi.ABSTRACTMakassar City is the city center in South Sulawesi Province which has coastal area activities, such as the use of industry, tourism, sea transportation and has two large rivers that estuary into the waters. This study aims to determine the concentration of heavy metals in water and sediment and determine their quality status. Observations were made at 10 strategic locations of pollutant sources such as factories, hotels, river mouths, and ports by taking water and sediment samples and then analyzed in the laboratory for heavy metals Cd, Cr, Hg, Zn, Cu, and Pb. Descriptive statistics are used to analyze the existing data. The Pollutant Index and Storet (Storage and Retrieval) method is used to determine the status of water and sediment quality of heavy metals for marine biota. The results of this study indicate that the waters of Makassar City are classified as &quot;Lightly Polluted&quot; based on the results of the calculation of the Pollutant index while the status of the water quality is classified as &quot;Heavy Polluted&quot;. Parameters of heavy metals in the water column that exceed the quality standard are chromium (0,016±0,005) and copper (0,112±0,035). Meanwhile, the parameters of the sediment heavy metals as a whole are still within the specified quality standard. Polluted conditions derived from coastal reclamation activities as well as natural sources and domestic waste from community activities are quite high.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43591</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.2.271-278</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 2 (2022): April 2022; 271-278</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/43591/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61253</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:37:24Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Relationship Between Working Periode and Using PPE with Hb Levels of Gas station Officers with Benzene Exposure in Cimahi City</dc:title>
	<dc:creator>Suhat, Suhat</dc:creator>
	<dc:creator>Yogisutanti, Gurdani</dc:creator>
	<dc:creator>Natawaluya, Hadian</dc:creator>
	<dc:creator>Hotmaida, Linda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Benzene; Gas station; Hemoglobin; PPE; Years of service</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gas stations have risks of benzene exposure. Benzene can cause anemia or decreased hemoglobin levels, due to the length of exposure, period of work, and use of Personal Protective Equipment. The purpose of this study to determine relationship between length of service and use of PPE on hemoglobin levels at gas station workers in Cimahi City. The study was conducted with a cross-sectional design on 100 participants from 10 gas stations. The working period was collected using a questionnaire, the use of PPE is measured by observation, and the measurement of hemoglobin levels is measured using an Hb meter instrument. The univariate statistical test uses frequency distribution and the bivariate uses the Spearman Rank Correlation. The results showed that 22% use PPE in the less category, 42% have worked for more than 5 years, and 35% of gas station workers in Cimahi City had low hemoglobin levels. The results of statistical analysis of the relationship between length of service and hemoglobin levels of gas station attendants in Cimahi City showed a value of p=0.001, and the relationship between the use of PPE and hemoglobin levels of gas station workers showed a value of p=0.390. The results showed that there was a significant relationship between length of service and Hb levels of gas station attendants, and there was no relationship between the use of PPE. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61253</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.201-207</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 201-207</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61253/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17451</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:24:14Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sebaran Klorofil a, Nitrat, Fosfat dan Plankton Sebagai Indikator Kesuburan Ekosistem Mangrove Tugurejo Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Prihatin, Anik</dc:creator>
	<dc:creator>Setyono, Prabang</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarto, Sunarto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Trophic status, Plankton, Mangrove ecosystem,Mangrove Tugurejo Semarang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKEkosistem mangrove merupakan suatu interaksi yang terjadi antara tanaman – tanaman mangrove dengan faktor lingkungan perairan mangrove sehingga dapat menyebabkan terjadinya kesuburan perairan dan sebagai tempat mencari makan alami bagi biota – biota perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran klorofil-a, nitrat dan fosfat serta plankton pada ekosistem mangrove yang berguna untuk kelestarian hidup biota – biota perairan Mangrove. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober – November 2017 di Mangrove Tapak Tugurejo Semarang. Hasil penelitian ini didapatkan kandungan klorofil a rata – rata 0,165 mg/l, kandungan nitrat rata – rata 2,188 mg/l dan kandungan fosfat rata – rata 0,045 mg/l. Kelimpahan fitoplankton ditemukan sebanyak 23 spesies dan zooplankton ditemukan sebanyak 5 spesies. Berdasarkan status indeks trofik perairan Mangrove Tapak Tugurejo Semarang termasuk dalam kategori perairan mesotrofik, yakni unsur hara dan nutrien dalam perairan mangrove kurang tersedia banyak atau sedang dan belum tercemar. Kondisi kesuburan ekosistem mangrove terpantau cukup baik bila dibandingkan dengan kandungan – kandungan unsur hara, klorofil a dan plankton yang melimpah di perairan penelitian, sehingga memungkinkan banyak terdapat kehidupan biota – bioata perairan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kandungan unsur hara (nitrat dan fosfat) dan klorofil a serta plankton diperairan mangrove sangat mempengaruhi kesuburan ekosistem perairan, serta plankton yang mendominasi tempat penelitian ialah dari kelas Baccilariophyceae sebanyak 21 spesies.Kata kunci: Status trofik, Plankton, Ekosistem Mangrove,  Mangrove Tapak Tugurejo Semarang.ABSTRACTMangrove ecosystem is an interaction that occurs between mangrove plants with environmental factors of mangrove waters that can cause the occurrence of water fertility and as a place of natural foraging for aquatic biota. The purpose of this research is to know the distribution of chlorophyll a, nitrate and phosphate and plankton in mangrove ecosystem which is useful for the preservation of biota life of Mangrove waters. This research was conducted in October - November 2017 at Tapak Mangrove Tugurejo Semarang. The results of this study obtained an average chlorophyll-1 content of 0.165 mg / l, an average nitrate content of 2.188 mg / l and an average phosphate content of 0.045 mg / l. Abundance of phytoplankton found as many as 23 species and zooplankton found as many as 5 species. Based on the trophic index status of Mangrove waters Tapak Tugurejo Semarang included in the category of mesotrophic waters, the nutrients and nutrients in the mangrove waters are less available or moderate and not contaminated. The condition of mangrove ecosystem fertility is observed quite well when compared with nutrient content, chlorophyll-a and plankton abundant in research waters, thus allowing many life biota - bioata waters. The conclusion of this research is the content of nutrients (nitrate and phosphate) and chlorophyll a and plankton in mangrove waters greatly affect the fertility of aquatic ecosystems, and the plankton that dominate the research site is from the Baccilariophyceae class of 21 species.Keywords : Trophic Status, Plankton, Mangrove Ecosystem, Mangrove Tapak Tugurejo SemarangCitation: Prihatin, A, Setyono, P dan Sunarto (2018). Sebaran Klorofil-a, Nitrat, Fosfat dan Plankton Sebagai Indikator Kesuburan Ekosistem di Mangrove Tapak Tugurejo Semarang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 68-77, doi:10.14710/jil.16.1.68-77</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Suryanto</dc:contributor>
	<dc:date>2018-06-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17451</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.1.68-77</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 1 (2018): April 2018; 68-77</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17451/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/17451/2132</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49136</identifier>
				<datestamp>2023-07-11T09:46:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Faktor Eksternal Terhadap Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Plastik Pantai Teluk Penyu Cilacap</dc:title>
	<dc:creator>Karnowati, Nandang Bekti</dc:creator>
	<dc:creator>Yuwono, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Incentives, Facilities, Public figure, Lokal Agency, Information, Participation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstractReduced tourism is one of the unintended consequences of garbage accumulation in popular tourist destinations. There are both internal and external elements that influence people's willingness to participate in managed waste. The purpose of this research is to identify the external elements in the coastal community of Teluk Turtle Cilacap that influence inhabitants' involvement in garbage management. Methods included conducting in-depth interviews with 204 eligible beachgoers in the Teluk Penyu area and collecting data through observation and questionnaires. This research found that 42.1% of the variation in people involvement in controlling Teluk Turtle beach garbage was attributable to five factors: community leaders, information, incentives, local institutional capabilities, and infrastructure. Citizens' engagement in waste management is most directly influenced by incentives and community leaders and least by the local community's access to relevant knowledge, resources, and infrastructure. Unlike the knowledge variable, which can entirely mediate the relationship between community leaders, facilities, and the competency of local institutions and participation, the incentive variable can fully mediate the relationship between facilities and participation. As this research shows, environmental factors have a substantial impact on waste management involvement among Teluk Turtle people. The study's findings can be utilized as a guide for enhancing coastal trash management by highlighting the importance of the relationship between the variables investigated.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49136</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.3.522-533</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 3 (2023): July 2023; 522-533</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49136/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/49136/11668</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/49136/11669</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/49136/11670</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/71336</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:55:31Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluation of Wastewater Treatment Installations at Kendari City Hospital</dc:title>
	<dc:creator>Rachman, Ranno Marlany</dc:creator>
	<dc:creator>Pidun, Pidun</dc:creator>
	<dc:creator>Talanipa, Romy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">wastewater; evaluation; WWTP; hospital</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hospitals are public facilities that generate large amounts of waste from various activities, including liquid waste containing hazardous substances that must be treated before discharge into the environment. This study aims to evaluate the performance of the Kendari City Regional Hospital Wastewater Treatment Plant (WWTP) and to determine the quality of wastewater after treatment, in accordance with the Minister of Environment Decree Number 5 of 2014. This study uses a quantitative descriptive method with an observation approach, laboratory testing, and interviews. The results of the survey in August 2023 showed that the Kendari City Regional Hospital WWTP functioned effectively with a significant decrease in several parameters, namely pH by 1.40%, TSS (Total Suspended Solids) by 68.00%, COD (Chemical Oxygen Demand) by 51.10%, and BOD (Biochemical Oxygen Demand) by 86.70%, while the temperature did not change. In December 2023, the wastewater treatment plant's effectiveness was still not optimal, with a pH of 9.38%, TSS of 21.4%, COD of 31.1%, BOD of 32.7%, and a temperature increase of 5.27%. The effluent from Kendari City Hospital in August 2023 met the quality standards set by the Minister of Environment Decree Number 5 of 2014, with a temperature of 28°C, pH of 7.34, TSS of 71 mg/L, COD of 18.70 mg/L, and BOD of 1.50 mg/L. However, in December 2023, although the effluent still met most quality standards—pH 6.76, TSS 22 mg/L, COD 23.8 mg/L, and BOD 10.7 mg/L —the temperature was 31.1°C, exceeding the set quality standard limit of 30°C.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71336</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1441-1447</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1441-1447</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/71336/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/32358</identifier>
				<datestamp>2021-07-09T01:34:42Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ekologi Tradisional Dayak Tamambaloh</dc:title>
	<dc:creator>Efriani, Efriani</dc:creator>
	<dc:creator>Dewantara, Jagad Aditya</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Listyaningrum, Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekologi Tradisional, Konservasi Lingkungan, Norma Lingkungan, Peduli Lingkungan, Dayak Tamambaloh</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penduduk lokal khususnya yang tersebar di Nusantara memiliki beragam ekologi tradisional yang memiliki nilai-nilai konservatif. Di Kalimantan Barat, pada etnis Dayak Tamambaloh, terdapat fenomena pengelolaan lingkungan alam yang menjunjung nilai-nilai kelestarian. Mengkaji lebih dalam praktek ekologi tradisional Dayak Tamambaloh, menjadi tujuan utama penelitian ini. Data terkait praktek ekologi tradisional ini dikumpulan dengan wawancara mendalam, pengamatan lapangan dan studi dokumen. Tamanggung Tamambaloh, para petani, kelompok pengambil kebijakan dan pemangku adat Tamambaloh, ditentukan menjadi sumber informasi. Tindakan dalam pemanfaatan hutan dan isinya menjadi objek pengamatan. Beberapa buku terkait dengan profil ketamanggungan Tamambaloh, menjadi sumber informasi tertulis pada penelitian ini. Dari sejumlah data yang diperoleh di lapangan, ekologi tradisional Dayak Tamambaloh dapat dibagi dalam 4 kategori, yakni 1) pembagian kawasan adat berdasarkan peruntukannya, dan berdasarkan akses sumber daya, 2) Aturan akses sumber daya alam, 3) Proses pengambilan keputusan Pemanfaatan Sumber daya Alam, 4) Pengetahuan Gentika, dan 5) Kalender Musim. Kelima ekologi tradisional ini dapat direduksi ke dalam 4 model konservasi, yakni 1)Model Environmental Norms, 2) Model Proenvironmental Behavior  dan Environmental Concern, 3)Model Community Involvemen, dan 4) Model enviromental Dicision ABSTRACTThe Indigenous people, especially those scattered in the archipelago, has a variety of traditional ecologies that have conservative values. In West Kalimantan, the Dayak Tamambaloh ethnicity, there is a phenomenon of natural environmental management that upholds the importance of sustainability. Examining deeper into the traditional ecological practice of Dayak Tamambaloh is the main objective of this research. Data related to traditional ecological practices were collected through in-depth interviews, field observations and document studies. Tamanggung Tamambaloh, peasants, policy-making groups and Tamambaloh customary stakeholders were determined to be sources of information. Actions in forest utilization and their contents are objects of observation. Several books related to the Tamambaloh profile are the source of written information on this research. From a number of data obtained in the field, the traditional ecology of Dayak Tamambaloh can be divided into four categories, namely 1) division of common areas based on their designation and based on access to resources, 2) rules of access to natural resources, 3) Decision-making processes for the Use of Natural Resources, 4) scientific knowledge, and 5) seasonal calendars. These five traditional ecologies can be reduced to 4 conservation models, namely 1) Environmental Norms Model, 2) Proenvironmental Behavior and Environmental Concern Model, 3) Community Involvement Mode, and 4) Environmental Dicision Model.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32358</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jis.%v.%i.%Y.89-101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 3 (2020): November 2020; 503-514</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32358/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59249</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kapasitas Adsorpsi Lempung Alam Teraktivasi HCl dalam Mengadsorpsi Logam Berat (Pb) Penyebab Pencemaran Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Kolo, Maria Magdalena</dc:creator>
	<dc:creator>Batu, Matius Stefanus</dc:creator>
	<dc:creator>Bani, Maria Rosanti</dc:creator>
	<dc:creator>Nana, Gradiana Yosefa</dc:creator>
	<dc:creator>Kedang, Yohana Ivana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kapasitas Adsorbsi; Lempung alam; adsorben; logam berat; pencemaran lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Logam Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam yang terakumulasi di lingkungan serta sukar terurai secara hayati. Pada Penelitian ini dilakukan adsorpsi logam timbal (Pb) menggunakan lempung alam yang berasal dari Kabupatan Timor Tengah Utara. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yakni preparasi lempung, aktivasi lempung, pengujian kapasitas adsorpsi lempung dan karakterisasi lempung menggunakan Xrf, Xrd dan BET dan SSA. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan XRF, lempung alam Desa Letmafo memiliki komposisi utama SiO2 dengan persentasi 57,158% sebelum diaktivasi dan meningkat menjadi 73,161% setelah diaktivasi. Karakterisasi lempung alam menggunakan XRD diperoleh bahwa mineral yang terkandung dalam lempung alam terdiri dari Kuarsa (SiO2), Kalsit (CaCO3) dan Gibsit Al(OH)3. Luas permukaan dari lempung alam sebelum diaktivasi yaitu sebesar 39, 442 m2/g dan setelah diaktivasi sebesar 69, 444 m2/g. Hasil pengujian kapasitas adsorpsi maksimum lempung alam terhadap Pb yaitu menggunakan variasi konsentrasi HCl 1,5 M dengan kapasitas adsorpsi sebesar 3,99 mg/g. Selanjutnya didapatkan massa adsorben optimum yaitu sebanyak 2,0gram dengan efisiensi adsorpsi sebesar 99, 648 % dan waktu kontak optimum terjadi pada waktu 90 menit dengan efisiensi adsorpsi sebesar 99, 636 %.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59249</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.981-986</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 981-986</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59249/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6751</identifier>
				<datestamp>2014-04-23T16:08:49Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:DIS</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI KEMISKINAN AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU: KASUS DAERAH BANDUNG RAYA</dc:title>
	<dc:creator>Maulani, Nova</dc:creator>
	<dc:creator>Sunardi, S</dc:creator>
	<dc:creator>Sumiarsa, Dadan</dc:creator>
	<dc:creator>Djuwansah, D</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKSungai Citarum termasuk salah satu sungai besar danstrategis di Indonesia kondisinya dalam keadaan sangat kritis.Berbagai aktivitas dengan kurang terkendalinya limbah yang dibuang ke sungaimenyebabkan Sungai Citarum menghadapi berbagai permasalahan yang berdampak padasuplai air baku/bersih bagi penduduk sekitar DAS. Kritisnya tersebut sudah terjadi sejakdari bagian hulu. Sementara itu, pertumbuhan penduduk mendorong meningkatnyakebutuhan air baku untuk keperluan air domestik, pertanian, dan industri. Kondisi inimemicu terjadinya persaingan penggunaan sumberdaya air yang kemudian dapatberdampak pada terjadinya kemiskinan air di DAS Citarum Hulu. Penelitian ini dilakukanuntuk mengidentifikasi kemiskinan air yang terjadi di beberapa wilayah SungaiCitarumHulu (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi). Penelitian dilakukandengan menggunakan analisis Indeks Kemiskinan Air (Water Poverty Index, WPI) denganpendekatan komposit. Berdasarkan WPI, ketiga wilayah kajian di Citarum Hulu yakniKabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi berada dalam kondisi kemiskinan airagak tinggi dengan masing-masing nilai WPI 38,79; 42,69; dan 38,13 (skala 100). Artinya,ketiga wilayah tersebut masuk dalam kategori tidak aman.Kata Kunci: Citarum Hulu, Kemiskinan Air, Indeks Kemiskinan Air, Pengelolaan SumberDaya Air</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6751</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.11.2.92-99</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013; 92-99</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/6751/5520</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/44520</identifier>
				<datestamp>2022-04-12T09:13:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Kedalaman Sedimen Terhadap Emisi Gas Metana (CH4) di Situ Kuru</dc:title>
	<dc:creator>Andini, Putri Permata Utari</dc:creator>
	<dc:creator>Yunisa, Zahra</dc:creator>
	<dc:creator>Tamala, Armar Riliansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanah, Nurul Akhirati</dc:creator>
	<dc:creator>Rizki, Muhammad Indra Maulana</dc:creator>
	<dc:creator>Pikoli, Megga Ratnasari</dc:creator>
	<dc:creator>Sugoro, Irawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gas metana; Lokasi Inlet; Lokasi Outlet; Lokasi Tengah;Sedimen;Situ Kuru</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sedimen perairan situ merupakan salah satu sumber emisi gas metana (CH4)  penyebab efek gas rumah kaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi emisi gas metana (CH4) di Situ Kuru secara in situ berdasarkan kedalaman sedimen. Pemilihan lokasi diambil menggunakan teknik purposive sampling di 3 tempat yaitu inlet, tengah dan outlet. Sifat fisika dan kimia air yang diukur pada penelitian ini adalah suhu air, pH air, Total Dissolved Solids (TDS), konduktivitas, Dissolved Oxygen (DO), dan Biochemical Oxygen Demand (BOD5). Analisis sedimen meliputi pH, BO, rasio C/N, VFA parsial, NH3, dan analisis mikroorganisme. Analisis sampel gas metana (CH4) dan gas karbondioksida (CO2) dilakukan dengan menggunakan gas analyzer. Analisis kimia fisik air dan sedimen membuktikan bahwa sedimen Situ Kuru mampu mendukung aktivitas mikroorganisme metanogen. Hasil menunjukkan bahwa sedimen Situ Kuru memiliki potensi untuk menghasilkan emisi gas metana (CH4) yang berbeda pada setiap daerah inlet, outlet dan tengah. Hasil juga menunjukkan bahwa nilai fluks gas metana (CH4) dipengaruhi kedalaman sedimen. Hasil fluks gas metana (CH4) metana tertinggi terdapat pada kedalaman 0-30 cm lokasi tengah sebesar 5,5790 mg/m2/jam. Fluks gas metana (CH4) dipengaruhi pula oleh keberadaan gas karbondioksida (CO2). Fluks gas karbondioksida (CO2)tertinggi terdapat pada kedalaman 0-30 cm lokasi tengah sebesar 2,3910 mg/m2/jam. Berdasarkan penelitian ini maka perlu dilakukan rehabilitasi terhadap Situ Kuru karena turut berperan dalam emisi gas metana (CH4) dengan kisaran 0,0290-5,5790 mg/m2/jam.ABSTRACTSediment in the waters is one of the sources of methane gas emissions that cause the greenhouse gas effect. The purpose of this study was to determine the potential for methane (CH4) emissions at Situ Kuru in situ based on the depth of the sediment. The location selection was taken using purposive sampling technique in 3 places, namely inlet, middle and outlet. The physical and chemical properties of the air measured in this study were air temperature, air pH, Total Dissolved Solids (TDS), conductivity, Dissolved Oxygen (DO), and Biochemical Oxygen Demand (BOD5). Sediment analysis includes pH, BO, C/N ratio, VFA, NH3, and microorganism analysis. Analysis of methane gas (CH4) and carbon dioxide (CO2) gas samples was carried out using a gas analyzer. Physical chemistry analysis of air and sediment proved that the Situ Kuru sediment was able to support the activity of methanogenic microorganisms. The results show that the Situ Kuru sediment has the potential to produce different methane (CH4) emissions at each inlet, outlet and middle area. The results also show that the value of methane gas flux (CH4) is influenced by the depth of the sediment. The results of the highest methane gas flux (CH4) of methane were found at a depth of 0-30 cm in the middle location of 5.5790 mg/m2/hour. The flux of methane (CH4) is also influenced by the presence of carbon dioxide (CO2) gas. The highest flux of carbon dioxide (CO2) is found at a depth of 0-30 cm in the middle location of 2.3910 mg/m2/hour. Based on this research, it is necessary to rehabilitate Situ Kuru because it plays a role in methane (CH4) emissions in the range of 0.0290-5.5790 mg/m2/hour. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44520</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.3.579-587</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 3 (2022): July 2022; 579-587</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44520/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62117</identifier>
				<datestamp>2025-04-30T00:44:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pengelolaan Sampah di Ibu Kota Kabupaten Sanggau</dc:title>
	<dc:creator>Prihantoro, Regie Tio</dc:creator>
	<dc:creator>Gusmayanti, Evi</dc:creator>
	<dc:creator>Yani, Akhmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Strategi; Perkotaan; Pengelolaan Sampah; Penduduk; SWOT</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengelolaan sampah pada sebuah wilayah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kondisi lingkungan serta menjaga stabilitas kelestarian sumber daya alam. Masalah sampah pada daerah perkotaan akan terus menjadi sebuah tantangan bagi para pihak pengelola perkotaan dalam mengembangkan infrastruktur dan fasilitas yang ada Tujuan  penelitian ini adalah untuk Menganalisis  Strategi dalam  Pengelolaan Sampah Di Ibu Kota Kabupaten Sanggau. Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitaif deskriptif dengan menggunakan metode linier untuk memproyeksikan penduduk dan teknik analisis SWOT untuk menganalisis strategi dalam pengelolaan sampah di Ibu Kota Kabupaten Sanggau. Teknik Proyeksi Besar dan Volume Timbulan Sampah yang digunakan juga disesuaikan dengan SNI M-36-1991-03 yang mengatur metode pengumpulan dan pengukuran sampel besaran timbulan sampah. Dari penelitian yang telah dilakukan dengan memproyeksikan Jumlah penduduk, timbulan sampah dan kepadatan penduduk menunjukkan bahwa terdapat permasalahan dalam pengelolaan sampah di Ibu Kota Kabupaten Sanggau yakni masalah kewenangan di institusi pengelola, yang berdampak pada subsistem lainnya, seperti subsistem teknis operasional, yaitu sarana dan prasarana, subsistem pembiayaan, yaitu biaya pengelolaan sampah yang masih rendah, dan subsistem hukum, Dengan kata lain, tidak ada peraturan persampahan di daerah, Peraturan Daerah tentang Persampahan dan Pembuangan Sampah, khususnya. Selain itu, masalah yang terus-menerus adalah kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Oleh sebab itu dalam mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode SWOT dalam memecahkan permasalahan dan merumuskan strategi dalam pengelolaan sampah Ibu Kota Kabupaten Sanggau. Terdapat 3 stratregi prioritas kebijakan yang dapat menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah yakni pertama penataan kembali kelembagaan dan hukum, kedua membenahi komponen teknis sistem pengelolaan sampah dan yang terakhir meningkatan peran dari masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62117</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.2.516-523</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 2 (2025): March 2025; 516-523</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/62117/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/62117/15901</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/62117/15902</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22208</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:28:38Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">WATER QUALITY STUDY BASED ON MEIOFAUNA ABUNDANCE AND POLLUTION INDEX IN THE COASTAL ZONE OF LOSARI BEACH, MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator>Yusal, Muhammad Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Marfai, Muh Aris</dc:creator>
	<dc:creator>Hadisusanto, Suwarno</dc:creator>
	<dc:creator>Khakhim, Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adaptation; anthropogenic activity; water quality; meiofauna; coast of Losari Beach, Makassar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The coastal zone of Losari Beach is located in a strategic position and rich in potential coastal resources, but the high density of human activities has decreased the quality of the surrounding waters.This study aimed to examine water quality based on meiofauna abundance and pollution index in the coastal zone of Losari Beach, Makassar. It employed a quantitative descriptive approach with purposive sampling method. The identified total meiofauna abundance was117,176 individuals/m2consisting of 138 species from 13 phyla. Ostracoda, olygochaeta, sarcomastigophora, ciliophora, and polychaetawere phyla with the highest abundance because of their high adaptability to polluted aquatic conditions. Meanwhile, tardigrada and aelosomatidaewere found in very low abundance because both phyla only thrive in pollution-free environments and have a pattern of high migration flow from one habitat to another. As for aelosomatidae, the habitat of its speciesis limitedto brackish or saline waters. A good-quality aquatic environment is a habitat for all benthic organisms and enables their even distribution. It explains the discovery of true and temporary meiofauna with uniform or even compositions in the bottom of the waters. The waters in the coastal zone of Losari Beach are heavily polluted. The stationslocated around the traditional Paotere harbor, hotels, restaurants, Losari Beach Platforms, the waste disposal outlets of Stella Maris Hospital, Fort Rotterdam canals, and Jeneberang River mouthhad very high pollution index. Some of these stations had low meiofauna abundance levels, and the poor water quality in their surroundings was caused by anthropogenic activity. Even though the area around TanjungMerdeka Beach had relatively low pollution index, it was categorized as severely contaminated because the index score was &gt;10.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22208</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.1.172-180</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 1 (2019): April 2019; 172-180</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22208/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/22208/3135</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/51619</identifier>
				<datestamp>2023-12-10T07:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Asap Rokok pada Peningkatan Konsentrasi PM2.5 dan PM10 di Ruang Tamu Akibat Merokok di Dalam dan di Luar Rumah</dc:title>
	<dc:creator>Nuryati, Neneng</dc:creator>
	<dc:creator>Sumeru, Kasni</dc:creator>
	<dc:creator>Setyawan, Andriyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Hikmat, Yudi Prana</dc:creator>
	<dc:creator>Sumeru, Husain Akbar</dc:creator>
	<dc:creator>Sukri, Mohamad Firdaus bin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asap rokok; teras; ruang tamu; kamar mandi; PM2.5; PM10</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Udara bersih adalah kebutuhan dasar untuk menjamin kesehatan bagi penghuni rumah. Asap rokok adalah salah satu polutan yang sering berada di rumah. Efek negatif dari asap rokok pada kesehatan telah dilaporkan oleh beberapa ahli. Namun, hingga saat ini, masih banyak dijumpai perokok yang merokok di tempat sembarang di sekitar rumah, seperti di teras, di dalam ruang tamu dan di kamar mandi. Perilaku ini akan berdampak buruk bagi kualitas udara di dalam rumah. Partikulat berdiameter kurang dari 2.5 µm (PM2.5) dan kurang dari 10 µm (PM10) adalah salah satu polutan utama yang dihasilkan oleh asap rokok. Berdasarkan beberapa penelitian, melaporkan bahwa selain akan mengendap di paru-paru, PM2.5 dan PM10 dapat menyebabkan beberapa penyakit, antara lain asma, ISPA (infeksi saluran pernafasan akut), kanker paru-paru dan meningkatkan tingkat mortalitas. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran PM2.5 dan PM10 di dalam ruang tamu akibat perokok yang merokok di kamar mandi, di dalam ruang tamu dan di teras. Pengukuran konsentrasi PM2.5 dan PM10 dilakukan di rumah dengan luas sekitar 45 m2. Pengambilan data dilakukan sebelum merokok, 15 menit setelah rokok dinyalakan, 30 dan 60 menit setelah rokok dimatikan.  Berdasarkan pengukuran didapat bahwa konsetrasi PM2.5 dan PM10 di ruang tamu akan meningkat di atas baku mutu untuk semua lokasi merokok di area rumah. Meskipun perokok merokok di teras dengan pintu ruang tamu tertutup, konsentrasi PM2.5 dan PM10 di ruang tamu tetap meningkat, dari yang sebelumya 27 dan 68 µg/m3 menjadi 63 dan 127 µg/m3. Dari penelitian ini didapat kesimpulan bahwa meskipun merokok di luar rumah, dengan pintu tertutup, tetap dapat meningkatkan konsentrasi PM2.5 dan PM10 di ruang tamu jauh di atas di atas baku mutu. Tentu saja hal ini akan berdampak buruk bagi seluruh penghuni rumah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51619</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.1.85-92</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 1 (2024): January 2024; 85-92</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/51619/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/51619/12526</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/36867</identifier>
				<datestamp>2021-11-10T16:16:26Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Validasi Metode Analisis Penentuan Kadar Logam Berat Pb, Cd dan Cr Terlarut dalam Limbah Cair Industri Tekstil dengan Metode Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry Prodigy7</dc:title>
	<dc:creator>Susanto, Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyani, Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Nugraha, Sandi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ICP OES, Industri tekstil, Limbah cair, Logam berat, Validasi metode</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Konsep pembangunan secara berkelanjutan diperlukan seiring dengan perkembangan industri. Aktivitas industri menghasilkan limbah buangan yang harus diolah sebagai salah satu konsep penerapan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran logam berat dalam limbah cair industri yang melebihi baku mutu air buangan dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi mahluk hidup. Keberadaan logam berat seperti timah hitam (Pb), cadmium (Cd) dan kromium (Cr) berbahaya bagi lingkungan di perairan karena toksisitas yang cukup tinggi dan non-biodegradable. Metode pengujian penentuan konsentrasi logam berat Pb, Cd dan Cr dalam limbah cair industri tekstil diperlukan untuk mendapatkan metode yang valid. Penelitian validasi metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan proses pengujian melalui tahap preparasi dekstruksi basah, kemudian diuji dengan Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES) Prodigy 7. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan 3 (tiga) kadar logam berat dalam satu waktu yang dibandingkan terhadap standar terukur. Validasi metode yang dilakukan untuk penentuan kadar logam tersebut telah memenuhi persyaratan validasi, dimana persentase Recovery sampel harus berada pada rentang 98-102% dengan nilai RSD &lt;2%. Pada pengujian akurasi, presisi dan nilai regresi linear koefisien korelasi (R) &gt;0,997 dan koefisien determinasi (R2) &gt;0,995. Metode yang telah valid tersebut digunakan untuk pengujian terhadap salah satu sampel cair limbah industri yang bergerak di bidang tekstil yang berada di Kota Bandung. Hasil kandungan kadar Cd pada inlet 0,0010± 0,0002 mg/L dan kandungan kadar Cd outlet 0,0006± 0,0001 mg/L, kandungan kadar Cr inlet 0,0035± 0,0009 mg/L dan kandungan kadar Cr outlet 0,0000± 0,0000 mg/L, serta kandungan kadar Pb inlet 0,0565± 0,0157 mg/L dan kandungan kadar Pb outlet 0,0161± 0,0045 mg/L.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36867</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.1.191-200</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 1 (2021): April 2021; 191-200</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/36867/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/59835</identifier>
				<datestamp>2024-08-12T01:33:43Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Anatomi Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) dan Pucuk Merah (Syzygium oleana) terhadap Polutan CO di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Nuryana, Monika Heti</dc:creator>
	<dc:creator>Darmanti, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Prihastanti, Erma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pencemaran udara; daun; stomata; kutikula; mesofil</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sebagai organisme yang bersifat sessile, tumbuhan dapat merespon perubahan lingkungan, salah satunya adalah pencemaran udara. Pencemaran udara dihasilkan dari kendaraan bermotor berupa gas karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOx), dan volatile organic compounds (VOCs). Kontak polutan dengan daun menyebabkan akumulasi polutan pada jaringan mesofil daun. Selanjutnya akan terjadi respon anatomi daun, antara lain adalah peningkatan jumlah sel stomata, penurunan panjang dan lebar celah stomata, penurunan lapisan kutikula serta penurunan tebal mesofil daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon anatomi daun adam hawa (Rhoeo discolor) dan pucuk merah (Syzygium oleana) terhadap polutan CO di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik Kota Semarang. Tanaman diletakkan pada lokasi dengan kadar polutan CO yang termasuk dalam kategori baik, sedang, dan tidak sehat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu kategori kadar CO dan jenis tanaman. Data kuantitatif dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjutan DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Parameter yang diamati untuk menunjukkan respon tanamaan terhadap kategori kadar CO yang berbeda adalah kerapatan stomata, lebar celah dan panjang stomata, tebal kutikula, dan tebal mesofil daun. Respon anatomi daun tanaman R. discolor maupun S. oleana terhadap polutan CO dapat ditunjukkan melalui penurunan lebar celah stomata dan penipisan lapisan kutikula daun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59835</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.5.1184-1193</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 5 (2024): September 2024; 1184-1193</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/59835/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/59835/15114</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/59835/15115</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49183</identifier>
				<datestamp>2023-09-20T17:58:21Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kinerja Unit dan Isoterm Adsorpsi Filtrasi Multimedia Pada Sistem Resirkulasi Akuakultur Ikan Hias Berdasarkan Variasi Ketebalan Media dan Debit Aliran</dc:title>
	<dc:creator>Kristina, Tarissa</dc:creator>
	<dc:creator>Assiddiqi, Teuku Devan</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawan, Budi Indra</dc:creator>
	<dc:creator>Arif, Chusnul</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Allen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">amonia, filter multi-media, isoterm adsorpsi, nitrit, sistem resirkulasi akuakultur</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah cair akuakultur memiliki kandungan bahan organik dan anorganik, seperti amonia dan nitrit, yang dapat menyebabkan pencemaran di badan air. Teknologi sistem resirkulasi akuakultur (RAS) dapat memberikan alternatif dengan memanfaatkan sumber daya air terbatas untuk mereduksi kontaminan organik air limbah akuakultur. Penelitian ini menggunakan kombinasi unit filter multimedia (FMM), filter karbon aktif (KA), dan nano membran (NF). Tujuan penelitian ini dirancang untuk menguji kinerja FMM, menentukan ketebalan media filter optimal, serta menentukan estimasi model isoterm adsorpsi sebagai penunjang aspek desain FMM. Enam kombinasi variasi ketebalan media zeolit (30, 60, 90 cm) dan debit aliran (22,5; 45 L/menit) digunakan untuk menguji kinerja unit. Penyisihan amonia dan nitrit berturut-turut sebesar 99,85% dan 100% lebih efektif terjadi pada ketebalan zeolit sebesar 90 cm dan debit 45 L/menit. Terkait beban biaya operasional FMM, efisiensi kedua parameter tersebut tidak diperlukan hingga mencapai optimal apabila dintegrasikan dengan unit CA dan NF. Berdasarkan analisis pemodelan isoterm adsorpsi, Model Langmuir (KL = 90,18 L/mg) untuk nitrit, serta Temkin (KT = 15,68 L/mg) dan Hasely (K= 0,45 L/mg) untuk amonia merupakan model terbaik untuk mengestimasi koefisien kapasitas adsorpsi. Nilai tersebut dapat digunakan untuk memprediksi konsentrasi nitrit dan amonia di efluen berdasarkan uji perfoma model dan analisis statistik. Aquaculture wastewater contains ammonia, nitrite, and other materials which can contribute to water pollution. Recirculation aquaculture system (RAS) technology offers an alternative approach by utilizing limited water resources to reduce organic contaminants. This research aimed to evaluate the performance of a multimedia filter (FMM), activated carbon filter (KA), and nano-membrane (NF) combination. The study focused on assessing FMM efficiency, determining the optimal filter media thickness, and selecting the appropriate adsorption isotherm model for FMM design. Six combinations of zeolite media thickness (30, 60, 90 cm) and flowrates (22.5; 45 L/min) were tested. The results showed that the highest removal efficiencies for ammonia (99.85%) and nitrite (100%) were achieved with a zeolite thickness of 90 cm and a flow rate of 45 L/min. Integrating FMM with CA and NF units can reduce operational costs without compromising efficiency. The Langmuir model (KL = 90.18 L/mg) for nitrite, and the Temkin (KT = 15.68 L/mg) and Hasely (K = 0.45 L/mg) models for ammonia were identified as the best fit models for estimating adsorption capacity coefficients. These coefficients can be used to predict nitrite and ammonia concentrations in the effluent based on performance testing and statistical analysis. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49183</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.4.933-945</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 4 (2023): October 2023; 933-945</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49183/pdf_1</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/49183/11681</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/49183/11682</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/45203</identifier>
				<datestamp>2022-10-03T22:40:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Modifikasi Kaolin Dengan Limbah Kertas Sebagai Adsorben Timbal dan Besi</dc:title>
	<dc:creator>Maulana, Muhammad Nabil</dc:creator>
	<dc:creator>Ridwan, Muhammad Geovani</dc:creator>
	<dc:creator>Murwani, Susi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adsorben; Modifikasi; Kaolin; Timbal; Besi; Limbah Cair</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencemaran logam berat seperti Pb dan Fe dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak pada ekosistem, ekonomi, dan sosial masyarakat. Adsorbsi merupakan salah satu metode untuk mengurangi kadar logam dalam air, salah satunya menggunakan kaolin yang bersumber dari alam. Efisiensi adsorbsi kaolin dapat ditingkatkan dengan modifikasi. Di sisi lain, limbah kertas banyak ditemukan di sekitar lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas, potensi dan pengaruh modifikasi kaolin-kertas sebagai adsorben logam Pb dan Fe pada limbah penyamakan kulit. Pada penelitian ini, sebelum dilakukan modifikasi adsorben, kaolin diaktivasi secara fisika dengan dipanaskan pada suhu 100 °C selama 2,5 jam dan kertas yang diaktivasi dengan larutan NaOH 10% selama 24 Jam, dinetralkan kembali dan dikeringkan pada suhu 60-70°C selama 24 Jam. Modifikasi kaolin-kertas menggunakan perbandingan 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:8 berupa serbuk yang sudah kering. Pengujian daya adsorben terhadap air limbah menggunakan perbandingan adsorben: limbah = 1:8, kemudian dianalisis menggunakan parameter organoleptik (bau dan warna), pH, padatan terlarut, kadar oksigen, konsentrasi Pb dan Fe. Modifikasi kaolin-kertas 1:8 dapat menurunkan kadar Pb dari 2,47 menjadi 0,02 mg/L dengan efektivitas 99%, dan Fe dari 6,19 menjadi 1,92 mg/L dengan efektivitas 69%, serta efektif untuk parameter yang lain sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai adsorben.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45203</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.4.816-823</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 4 (2022): October 2022; 816-823</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45203/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/65477</identifier>
				<datestamp>2025-05-31T01:58:51Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Durasi Penggunaan Micro Bubble Terhadap Kualitas Air Limpasan Green Roof Ekstensif Berdasarkan Variasi Vegetasi</dc:title>
	<dc:creator>Mahendra, Idham Ilyas Budhi</dc:creator>
	<dc:creator>Luthfi, Abdillah</dc:creator>
	<dc:creator>Jati, Advent Cahyo</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Allen</dc:creator>
	<dc:creator>Chadirin, Yudi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aeration; extensive green roof; water quality; micro bubble; rainwater harvesting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Green roof menjadi salah satu alternatif metode pemanenan air hujan seiring dengan berkurangnya daerah resapan air. Penambahan nutrisi penunjang pertumbuhan tanaman membuat air limpasan green roof menjadi turun kualitasnya. Beberapa parameter kualitas air seperti kekeruhan, total dissolved oxygen (TDS), daya hantar listrik, dan total suspended solid (TSS) masih belum memenuhi baku mutu air baku. Micro bubble (MB) menjadi salah satu metode alternatif pengolahan air limbah melalui proses aerasi untuk mempercepat waktu biodegradasi dua kali lipat lebih cepat. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh MB, menentukan status mutu, dan nilai efektivitas air limpasan green roof. Penelitian ini menggunakan variasi tanpa vegetasi dan vegetasi berupa lili paris, kacang hias, krokot mawar. Kinerja MB akan diuji melalui uji parameter temperatur, TDS, pH, dissolved oxygen (DO), chemical oxygen demand (COD), amonia, dan nitrit berdasarkan waktu pengoperasian MB selama 30, 45, 60, dan 75 menit. Acuan baku mutu menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI. Penentuan status mutu air menggunakan metode STORET. Penggunaan micro bubble dalam proses pengolahan air limpasan green roof mengurangi beberapa parameter pencemar air dan telah memenuhi standar mutu untuk temperatur, TDS, pH, DO, dan amoniak. Durasi pengoperasian MB selama 75 menit menghasilkan efektivitas penyisihan TDS, COD, amonia dan nitrit terbesar dengan nilai efisiensi mencapai 7,06%, 17,43%, 75,42% dan 41,84%. Nilai efisiensi penyisihan pada waktu pengoperasian MB selama 75 menit tersebut ditunjukkan dengan perubahan status mutu air limpasan green roof dengan kelas B (tercemar ringan) berdasarkan US-EPA. Status mutu ini lebih baik dibandingkan waktu pengoperasian 30, 45, dan 60 menit yang mencapai Kelas C (tercemar sedang). Strategi optimalisasi dan implementatif untuk pengolahan air limpasan sehingga kualitas air dapat memenuhi baku mutu. Green roofs have emerged as an alternative method for rainwater harvesting in response to the decreasing infiltration areas. However, adding nutrients to support plant growth can degrade the quality of green roof runoff. Water quality parameters, such as turbidity, total dissolved solids (TDS), electrical conductivity, and total suspended solids (TSS), still need to meet the standard water quality criteria. Microbubbles (MB) present a promising alternative wastewater treatment method through aeration, significantly accelerating biodegradation. This study aims to analyze the effect of MB, determine water quality status, and assess the effectiveness of green roof runoff. The research involved variations with and without vegetation, specifically using plants like spider lily (Chlorophytum comosum), ornamental beans (Arachis pintoi), and purslane (Portulaca grandiflora). MB performance was evaluated through parameter tests for temperature, TDS, pH, dissolved oxygen (DO), chemical oxygen demand (COD), ammonia, and nitrite over MB operation times of 30, 45, 60, and 75 minutes. The water quality standards referenced were based on Indonesian Government Regulation No. 22 of 2021, Appendix VI. Water quality status was determined using the STORET method. Using microbubbles to treat green roof runoff reduced several water pollutants and met quality standards for temperature, TDS, pH, DO, and ammonia. MB operation for 75 minutes yielded the highest removal efficiencies for TDS, COD, ammonia, and nitrite at 7.06%, 17.43%, 75.42%, and 41.84%, respectively. This operation duration improved the runoff water quality status to Class B (lightly polluted) based on US-EPA standards, compared to Class C (moderately polluted) for the 30, 45, and 60-minute operation times. Optimization and implementation strategies for wastewater treatment are essential to ensure water quality meets established standards.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65477</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.3.830-844</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 3 (2025): May 2025; 830-844</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/65477/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25562</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:32:37Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penentuan Status Mutu Air Dengan Metode Indeks Pencemaran Dan Strategi Pengendalian Pencemaran Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Enda Kartika</dc:creator>
	<dc:creator>Wijaya, Oki Endrata</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keywords: Water Quality, Pollution Index, Ogan River</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sungai Ogan merupakan sumber air bagi intake PDAM  Kabupaten Ogan Komering Ulu. Kenyataan tersebut, dipandang perlu untuk menentukan evaluasi kualitas air Sungai Ogan yang bersifat kompleks dengan melibatkan banyak parameter yang berpengaruh terhadap badan air serta perlu merumuskan strategi pengendalian pencemaan air yang perlu dilakukan. Penggunaan indeks kualitas air dapat mempermudah penentuan kualitas badan air serta mempermudah juga dalam pemberian informasi kepada pihak yang membutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan status mutu air dan strategi pengendalian pencemaran air sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan menggunaan perhitungan indeks pencemaran air di 5 titik lokasi sampling. Penentuan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran menurut Kepmen LH 115/2003. Parameter yang diamati dan diukur ada 10 paramater dengan menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI) pengukuran kualitas air dan limbah, Menurut Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No 16/2005 meliputi sifat fisika, kimia dan biologi dari badan air sungai yaitu suhu, kekeruhan, TSS, pH, DO, BOD, Nitrat, Phospat, MBAS dan Fecal Coliform. Hasil yang didapatkan Status mutu air dengan menggunakan indeks pencemaran stasiun 1-5. termasuk dalam kategori tercemar ringan dengan kisaran nilai 1,3 – 2,3. Strategi pengendalian pencemaran sungai dapat dilakukan dengan pengurangan beban pencemaran yaitu dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sungai dan perlu melakukan efektifitas pengelolaan dan manajemen IPAL yang lebih baik yang lebih melibatkan peran serta masyarakat dalam teknis pengelolaannya, serta perlunya pemantauan rutin kualitas air sungai dan memetakan sumber-sumber pencemar potensial pada setiap lokasi sehingga permasalahan akan cepat teratasi.The Ogan River is a source of water for the intake of the Ogan Komering Ulu Regency PDAM. This fact is deemed necessary to determine the evaluation of the water quality of the Ogan River which is complex by involving many parameters that affect the water body and needs to formulate a water pollution control strategy that needs to be done. The use of a water quality index can facilitate the determination of the quality of water bodies and also facilitate the provision of information to those in need. The purpose of this study was to determine the status of water quality and the control strategy of Ogan Komering Ulu District water pollution. The method used in this study was purposive sampling method by using the calculation of the water pollution index in 5 sampling locations. Determination of water quality status using the pollution index method according to Kepmen LH 115/2003. The parameters observed and measured were 10 parameters using the Indonesian National Standard (SNI) method of measuring water and waste quality, According to the Governor of South Sumatra Regulation No. 16/2005 covering physical, chemical and biological properties of river water bodies namely temperature, turbidity, TSS, pH, DO, BOD, Nitrate, Phosphate, MBAS and Fecal Coliform. Results obtained status of water quality by using station pollution index 1-5. included in the category of light polluted with a range of values 1.3 - 2.3. River pollution control strategies can be carried out by reducing pollution load, namely by involving the community in managing the river environment and need to make better management and management of WWTPs that are more involved community in its technical management, as well as the need for regular monitoring of river water quality and mapping potential pollutant sources at each location so that problems will be quickly resolved</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25562</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.17.3.486-491</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 17, No 3 (2019): November 2019; 486-491</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25562/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54354</identifier>
				<datestamp>2024-02-15T08:06:44Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Valorisation of Rice Husk and Bubble Wrap Plastic Waste through Co-Torrefaction to Optimise Biochar Production</dc:title>
	<dc:creator>Prajitna, Aloysius Gonzaga Holy</dc:creator>
	<dc:creator>Chaerul, Mochammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">co-torrefaction; rice husk; bubble wrap; biochar; waste-to-energy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rice husk is one of the highest generated agricultural waste estimated to be 11.1-13.8 million tons in Indonesia in 2021. This quantity makes rice husk a potential biomass for conversion into energy to minimize the negative impacts of current processing methods, such as open-burning and mulching. Torrefaction was conducted at 300°C for 30 minutes in this study to enhance the characteristics of biomass fuel by producing biochar with improved combustion properties. The biochar produced from torrefaction of rice husk has a calorific value of 15.04 MJ/kg with a volatile matter content of 42.94% and fixed carbon content of 17.94%. Despite this improvement compared to raw rice husk, this biochar tends to have a relatively high mass loss, with a mass yield of only 54%. Therefore, the addition of LDPE plastic feedstock in the form of bubble wrap was carried out up to 50% of the feedstock mass, resulting in further optimization at the RH50 variation, which increased the calorific value to 19.98 MJ/kg and mass yield to 72%. These changes were statistically tested and found to be significant, indicating that torrefaction is a promising technology for rice husk processing, and bubble wrap in this study can significantly contribute to enhancing the characteristics of rice husk as a renewable fuel source.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54354</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.2.383-392</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 2 (2024): March 2024; 383-392</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54354/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40114</identifier>
				<datestamp>2021-11-15T02:25:22Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Model Bisnis Eksisting dalam Implementasi Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di Bawah Satuan Kerja (Studi kasus: Kota Bekasi dan Kota Makassar) dan BUMD (Studi kasus: Kota Medan dan Kota Surakarta)</dc:title>
	<dc:creator>Gumilangsari, Saffanah</dc:creator>
	<dc:creator>Abfertiawan, Muhammad Sonny</dc:creator>
	<dc:creator>Soewondo, Prayatni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bisnis model; BUMD; Pengelolaan Lumpur Tinja; Layanan Lumpur Tinja Terjadwal; UPTD</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengelolaan lumpur tinja masih menjadi tantangan yang besar bagi kota-kota di Indonesia. Untuk mendukung optimasi pengelolaan lumpur tinja, Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan lembaga nasional maupun internasional telah mengimplementasikan metode Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) untuk memastikan tercapainya target sanitasi aman. LLTT merupakan bagian dari Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) yang telah diterapkan di beberapa kota di Indonesia dengan perbagai bentuk model bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi model bisnis yang mengimplementasikan metode LLTT di bawah operator satuan kerja atau UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) dan di bawah operator BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dengan metode observasi, studi literatur, serta wawancara. Untuk bentuk UPTD, penelitian dilakukan di Kota Bekasi dan Makassar sedangkan BUMD dilakukan di Kota Medan dan Surakarta. Hasilnya terdapat perbedaan dalam aspek teknis maupun tata kelola dalam implentasi layanan secara terjadwal. Pelaksanaan LLTT di bawah BUMD air minum memiliki pola penentuan zona layan berdasarkan meter air dan radius pelayanan IPLT untuk aspek teknis sedangkan perbedaan dalam hal tata kelola yaitu BUMD memiliki keunggulan atas tarif yang terintegrasi dengan rekening air minum dan memiliki otoritas lebih dalam alokasi pendapatan yang diperoleh atas tarif tersebut. Operator UPTD menentukan zona layanan berdasarkan batas administrasi kota, selain itu untuk aspek tata kelola UPTD memiliki keterbatasan dalam pengelolaan keuangan karena operasionalnya yang dianggarkan satu tahun sekali dalam APBD dan keterbatasan dalam memperoleh pendapatan lain diluar retribusi yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah. ABSTRACTFaecal sludge management (FSM) is still a big challenge for cities in Indonesia. The Government of Indonesia in collaboration with national and international institutions has implemented the scheduled desludging service, in Indonesia we called it Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), to support the optimization of sludge management due in ensuring the achievement of safely managed sanitation targets. LLTT is part of the domestic wastewater management system which has been implemented in several cities in Indonesia with various forms of business models. This study aims to identify and evaluate the business model that implements the LLTT method that operate under Local’s Work Units (UPTD) and under Regional/Locals’s Owned Enterprises (BUMD) with the method of observation, literature study, and interviews. The research was conducted in the cities of Bekasi and Makassar for UPTD, while the BUMD was conducted in the cities of Medan and Surakarta. The result shows the differences in technical and governance aspects in the implementation of scheduled services. The implementation of LLTT under drinking water BUMD determine the service zone based on water meters and fecal sludge treatment plant’s service radius for technical aspects, while the difference in governance aspect is that BUMD has advantages over tariffs that are integrated with drinking water bills and has more authority in the allocation of income earned on those revenue. UPTD operators determine service zones based on city administrative boundaries, in addition to aspects of governance, UPTD has limitations in financial management due to their operation expenditure which are budgeted once a year in the local revenue budget and limitations in obtaining other income outside the retribution that has been legalized in city/district regulations.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40114</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.19.3.599-611</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 19, No 3 (2021): November 2021; 599-611</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/40114/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61315</identifier>
				<datestamp>2024-11-11T09:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Phytoremediation of Mercury and Cyanide Contaminated Soils by Physic Nut (Jatropha curcas L.) and Citronella Grass (Cymbopogon nardus)</dc:title>
	<dc:creator>Erusani, A. Silvan</dc:creator>
	<dc:creator>Arofah, Nurmaya</dc:creator>
	<dc:creator>Azahra, Fabika</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhasni, Nurhasni</dc:creator>
	<dc:creator>Inayah, Titik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">physic nut; tailing waste; mercury; citronella grass; cyanid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mercury and cyanide are compounds that have the potential to pollute the environment, both of which are found in the tailing waste of artisanal and small-scale gold mining (ASGM). The purpose of this study was to determine the ability of physic nut (Jatropha curcas L.) and citronella grass (Cymbopogon nardus) to absorb mercury and cyanide in soils polluted with tailings waste based on the value of transfer factors. During this research stage, the remediation of soil polluted with amalgamation tailings and cyanide tailings was carried out for 28 days. Soil sampling was carried out every seven days for 28 days, while root and leaf sampling was carried out on day 28, analysis of mercury and cyanide content in soil and plants using atomic absorption spectroscopy (AAS) and UV-visible spectrophotometer. After 28 days of remediation, mercury and cyanide levels may decrease in soil by 93.7% for mercury and 81.8% for cyanide. The decrease can be caused by absorption and accumulation in plants, where mercury and cyanide accumulate more in physic nut than citronella grass. Physic nut and citronella grass have a transfer factor value of &lt;1 for mercury and cyanide, so they are an excluder plant, except for the accumulation of mercury in physic nut from cyanide tailings soil, which has a transfer factor value of &gt;1, which is an accumulator plant.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61315</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.6.1581-1593</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 6 (2024): November 2024; 1581-1593</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/61315/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/11972</identifier>
				<datestamp>2017-08-29T23:29:20Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Konservasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Jawa di Kebun Raya Baturraden di Kawasan Bekas Hutan Produksi Terbatas</dc:title>
	<dc:creator>Mandiriati, Herawikan</dc:creator>
	<dc:creator>Marsono, Djoko</dc:creator>
	<dc:creator>Poedjirahajoe, Erny</dc:creator>
	<dc:creator>Sadono, Ronggo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Pengeloaan Kebun Raya Baturraden di Kawasan Hutan Produksi terbatas dapat menimbulkan permasalahan surface run off apabila penanganan lokasi tidak dilakukan secara konservatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi problematika Perubahan ekositem Hutan Produksi Terbatas yang bersifat homogen menjadi Kebun Raya Baturraden merupakan hutan heterogen. Dengan cara membuat PU (Petak Ukur) di zona pemanfaatan keluasan 77,4 Ha, sebanyak 109 PU (Petak Ukur) dengan ukuran 20x20 m, intensitas 5,5, jarak antar PU 1, 3 m. Hasil pengamatan   parameter yang menjadi pertimbangan ketinggian tanah antara 1076-760 Dpl, kelerengan tanah 12⁰-30⁰, kedalaman tanah &lt; 85 Cm – 90&lt;, erodibilitas tanah 0,43, jenis tanah Latosol Coklat dan curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. Dari hasil pengamatan kawasan Kebun Raya Baturraden tanah mudah sekali terjadi   proses surface run off. Mengatasi dan merubah ekosistem dari hutan homogeny menjadi heterogen (1) penjarangan harus bertahap sesuai lahan yang akan dikelola, (2) Dengan kondisi tegakan pohon sangat rapat untuk melakukan tebangan sebaiknya menggunakan tebangan penerangan atau penjarangan jangan sampai tanah terbuka mengingat mempunyai curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. (3) pada lokasi tertentu yang rawan terjadi erosi harus dibuat terasering untuk mengurangi terjadinya surface run off. Kata Kunci: Kebun Raya, Hutan Produksi terbatas surface run off, ekosistem ABSTRACTManaging Baturraden Botanical Garden in the Limited Production Forest Area can cause problems of surface run off if the location is not handled conservatively. This study aims to overcome the problem of ecosystem changes of the homogeneous Limited Production Forest to become Baturraden Botanical Garden which is heterogeneous forest by making PU (sample plots) in the utilization zone of 77.4 hectares in breadth, a total of 109 PU (sample plots) with a size of 20x20 m, intensity of 5.5, the distance between PU’s 1, 3 m. The parameters taken into consideration, as a result of observation, are the height of land between 1076-760 above sea level, land slope between 30⁰ 12⁰, land depth &lt;85 cm - 90 &lt;, soil erodibility 0.43, Brown Latosol soil type and an average rainfall of 5,600 mm per year. From the observation of Baturraden Botanical Garden area, it was observed that land surface run off processes easily occur. To overcome and change the ecosystem of the forest, from homogeneous to heterogeneous: (1) thinning should be phased in accordance to the land to be managed, (2) with the condition of very tight tree stands to be felled, lighting felling or thinning should be done without exposing the land considering the rainfall average of 5,600 mm per year. (3) In certain locations that are prone to erosion terracing must be made to reduce the occurrence of surface run-off. Key words: Botanical Garden, limited production forest, surface run-off, ecosystem.Cara sitasi: Mandiriati, H., Marsono, D., Poedjirahajoe, E., Sadono, R. (2016). Konservasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Jawa di Kebub Raya Baturraden di Kawasan Bekas Hutan Produksi Terbatas. Jurnal Ilmu Lingkungan. 14(1),33-38, doi:10.14710/jil.14.1.33-38</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-04-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/11972</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.14.1.33-38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 14, No 1 (2016): April 2016; 33-38</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/11972/9145</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49243</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Ketaatan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup pada Industri Manufaktur di Kota Salatiga</dc:title>
	<dc:creator>Panjaitan, Merry Yohana</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Purwanto</dc:creator>
	<dc:creator>Warsito, Budi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan, Tingkat Ketaatan, Pembinaan dan Pengawasan Lingkungan Hidup</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketaatan pelaku usaha dalam upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup terhadap peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup serta mengetahui pembinaan dan pengawasan pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap pelaku usaha industri manufaktur di Kota Salatiga. Metode yang digunakan adalah analisa deskriptif terhadap data primer dan data sekunder yang telah dikumpulkan dari 5 (lima) industri manufaktur berskala besar di Kota Salatiga. Hasil penelitian tingkat ketaatan pelaku usaha industri manufaktur terhadap pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan dokumen lingkungan masih kurangnya ketaatan dalam kesesuaian substansi laporan pelaksanaan RKL-RPL/UKL-UPL dengan petunjuk teknis, pada aspek pengendalian pencemaran air masih kurangnya ketaatan terhadap baku mutu, serta kurangnya ketaatan pemenuhan standart teknis pemenuhan Baku Mutu Air Limbah dan standart kompetensi SDM, dalam aspek pengendalian pencemaran udara kurangnya ketaatan dalam pemenuhan standart kompetensi SDM, kurangnya ketaatan dalam standart teknis pemenuhan Baku Mutu Emisi, pada aspek pengelolaan limbah B3 masih kurangnya ketaatan dalam pemenuhan standart kompetensi SDM dan ketentuan teknis penyimpanan Limbah B3. Kendala yang dihadapi dalam pengawasan lingkungan hidup adalah kurangnya kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia, kurangnya koordinasi dengan instansi terkait, masih lemahnya penegakan hukum lingkungan dan pemberian sanksi administratif. Oleh karena itu Pemerintah Daerah diharapkan dapat melakukan penyusunan Standart Operating Procedure Pengawasan Lingkungan, meningkatkan kapasitas dan kompetensi personil Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD), penegakan hukum lingkungan dengan pemberian sanksi administratif,  melakukan pemetaan sebaran industri beserta publikasi hasil uji kualitas lingkungannya. Hal ini dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan bagi pengelolaan lingkungan hidup di Kota Salatiga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49243</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.329-340</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 329-340</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49243/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53392</identifier>
				<datestamp>2024-03-27T23:03:01Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Pantai Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Muhtaroh, Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Jasron Wasiq</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Fuad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perairan Pantai; logam berat, air; sedimen; kerang hijau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kegiatan antropogenik dapat menyebabkan pencemaran logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) di Perairan Pantai Kelurahan Mangunharjo. Logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) dapat merugikan lingkungan dan ekosistem perairan terutama mempengaruhi kelangsungan hidup biota yang hidup di dalamnya, termasuk kerang hijau (Perna viridis. Mengkonsumsi kerang hijau (Perna viridis) yang tercemar logam berat dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-November 2022 di Perairan Pantai Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada air, sedimen dan jaringan lunak kerang hijau (Perna viridis). Pengujian logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) menggunakan Atomic Absorpstion Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian nilai kandungan logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada air di stasiun 1 dan 3 melebihi baku mutu. Namun, nilai kandungan logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada sedimen, dan jaringan lunak kerang hijau (Perna viridis) masih dibawah baku mutu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53392</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.3.600-608</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 3 (2024): May 2024; 600-608</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/53392/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17447</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:24:04Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Melihat Kondisi Kesetimbangan Ekologi Terumbu Karang di Pulau Sempu, Malang Menggunakan Pendekatan Luasan Koloni Karang Keras (Scleractinia)</dc:title>
	<dc:creator>Luthfi, Oktiyas Muzaky</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadita, Vindi Lovina</dc:creator>
	<dc:creator>Setyohadi, Daduk</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cagar alam; bentuk pertumbuhan; reproduksi; konservasi; karang keras</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPulau Sempu adalah satu-satunya cagar alam yang berada di Kabupaten Malang yang memiliki terumbu karang dengan luasan kurang dari 10 ha yang mampu bertahan dari banyaknya ancaman yang berpotensi merusaknya. Faktor lingkungan secara alamiah telah menyeleksi keanekaragaman diwilayah perairan P. Sempu, yakni hanya 9 life form karang keras yang berperan sebagai penyangga ekosistem terumbu karang di wilayah ini. Mengetahui distribusi ukuran koloni karang sama pentingnya mengetahui umur koloni karang keras untuk melihat kondisi ekosistem terumbu karang pada suatu perairan. Klas frekuensi koloni karang keras akan memberikan informasi mengenai kemampuan kompetisi, masa pubersitas dan tentu kemampuan regenerasi. Pengambilan data luasan karang dilakukan di 4 stasium (Watu Mejo 1, Watu Mejo 2, Teluk Semut 1 dan Teluk Semut 2) menggunakan kuadrat transek 1 x 1 m sepanjang 50 m pada kedalaman 5m. Berdasarkan penelitian didapatkan luasan total tertinggi pada Acropora Branching (ACB) adalah 145.811,67 cm2 dan terenda pada karang jamur (CMR) 414,35 cm2. Life form karang dapat dijadikan rujukan awal menilai kesehatan ekosistem terumbu karang. Dominan karang dengan life form massive dapat diartikan kawasan tersebut memiliki kondisi lingkungan yang penuh tekanan semisal sedimentasi tinggi, arus kuat maupun sering terekspos udara. Ukuran karang di P. Sempu rerata menunjukkan &gt; 5 cm2 yang berarti sudah dewasa dan mampu melakukan reproduksi, sedangkan rekruitmen sangat rendah dengan indikasi sedikitnya jumlah luasan karang kurang dari 4 cm2.Kata kunci: cagar alam, bentuk pertumbuhan, reproduksi, konservasi, karang kerasABSTRACTThe abundance of coral reef in Sempu Island nature reserve was under 10 ha, in which they were a winner from environment and human threats. The environment has big role to select scleractinian coral in this area that resulted 9 coral life form as the main foundation of coral reef in Sempu nature reserve area. Knowing the coral size distribution as important to know of coral age in term determining the health of coral reef ecosystem. Class frequency of colony size gave the key information of coral competition, puberty and regeneration ability. We choose 4 station (Watu Mejo 1, Watu Mejo 2, Teluk Semut 1 dan Teluk Semut 2) to take data. Data colony size was taken by 1 x1 m quadrat along 50 m in 5 m depth. The highest colony size was Acropora branching (ACB) about 145,811.67 cm2 and the lowest one was mushroom coral (CMR) about 414.35 cm2. Life form of coral can be early detection of coral reef health. Dominance of massive coral means the coral reef under the high sedimentation, strong current or exposed by air frequently. The coral colony size in Sempu nature reserve showed &gt; 5 cm2 that indicate they were in maturity and have capability for reproduction but the coral recruitment was very low due to few number of coral has less than 4 cm2 in colony size.Keywords: nature reserve, life form, reproduction, conservation, coralCitation: Luthfi, O.M., Rahmadita, V.L., dan Setyohadi, D. (2018). Melihat Kondisi Kesetimbangan Ekologi Terumbu Karang di Pulau Sempu, Malang Menggunakan Pendekatan Luasan Koloni Karang Keras (Scleractinia). Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 1-8, doi:10.14710/jil.16.1.1-8</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-06-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17447</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.16.1.1-8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 16, No 1 (2018): April 2018; 1-8</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/17447/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42694</identifier>
				<datestamp>2022-01-16T16:17:54Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eco-friendly packaging: Preferensi dan Kesediaan Membayar Konsumen di Marketplaces</dc:title>
	<dc:creator>Fianda, Arif Yoga Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Fandinny, Intan</dc:creator>
	<dc:creator>Kacaribu, Lely Novida Br</dc:creator>
	<dc:creator>Desyani, Noor A’fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Asyifa, Nuraulia</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Pini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bioplastic; Choice Modelling; Recyclable cardboard; Willingness to pay</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan transaksi di marketplaces menyebabkan lonjakan jumlah pengiriman paket belanja online dan berimplikasi pada timbulan sampah yang didominasi oleh material plastik. Penerapan eco-friendly packaging di marketplaces sangat diperlukan dalam upaya mengurangi timbulan sampah dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Upaya ini pun akan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12.5 yaitu mengurangi timbulan sampah secara substansial pada tahun 2030 melalui upaya pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali. Penelitian bertujuan untuk 1) mengidentifikasi bentuk-bentuk eco-friendly packaging yang potensial diterapkan di marketplaces, 2) menganalisis preferensi konsumen terhadap penggunaan eco-friendly packaging, dan 3) merumuskan strategi penerapan eco-friendly packaging di marketplaces. Studi literatur, analisis deskriptif kualitatif, dan Contingent Choice Modelling (CCM) digunakan untuk menjawab tiga tujuan tersebut. Penelitian ini memformulasi sembilan alternatif eco-friendly packaging yang dapat diterapkan di marketplaces. Data diperoleh dari literatur dan survei secara blended terhadap 314 responden di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Studi literatur menunjukkan recyclable cardboard dan bioplastic dapat menjadi alternatif eco-friendly packaging yang paling relevan untuk marketplaces di Indonesia karena murah dan bahan terbaik. Analisis CCM mengungkap bahwa konsumen berminat terhadap eco-friendly packaging, mayoritas mengetahui manfaat penggunaannya dan bersedia untuk menggunakannya dengan total WTP maksimum sebesar Rp1.348,47 dan Rp4.237,80. Nilai Willingness to Pay (WTP) berpotensi meningkat jika konsumen diberikan edukasi manfaat eco-friendly packaging, dan berdomisili di DKI Jakarta. Lima strategi agar implementasi eco-friendly packaging di marketplaces dapat efektif, yaitu 1) menetapkan harga maksimum eco-friendly packaging sebesar Rp1.348,47, 2) memberikan edukasi manfaat eco-friendly packaging, 3) bila pilot project diperlukan, DKI Jakarta dapat menjadi provinsi percontohan, 4) memberikan voucher eco-friendly packaging, serta 5) mewujudkan kerja sama antara pemerintah, marketplaces, penjual, dan konsumen.  Pemerintah dapat menetapkan regulasi yang meminta marketplaces untuk menyediakan opsi eco-friendly packaging pada fitur pemilihan kemasan serta pemberian edukasi dan promosi penggunaan eco-friendly packaging untuk menarik minat konsumen.ABSTRACTMarketplaces have increased the number of online-shopping package shipments and waste generation, which is dominated by plastic materials. Eco-friendly packaging is imperative to reduce waste generation including its negative environmental impacts. This effort is inline with Sustainable Development Goals (SDGs) point 12.5 i.e.  by 2030, achieve the sustainable management and efficient use of natural resources.  This study aims to 1) identify forms of eco-friendly packaging that to be applied in marketplaces, 2) analyze consumer preferences for eco-friendly packaging, and 3) formulate strategies for implementing eco-friendly packaging in marketplaces. Study literature, descriptive analysis and contingent choice modeling (CCM) were used to answer the objectives. CCM formulated nine alternatives of eco-friendly packagings which can be applied in marketplaces. Data were obtained from literature stud and blended surveys to 314 respondents living in DKI Jakarta, West Java and Central Java provinces. The results show that recyclable cardboard and bioplastic can be an alternative to eco-friendly packaging in marketplaces. CCM analysis reveals that consumers are interested in eco-friendly packaging, most of them are aware to its benefits and willing to use it with a maximum total WTP of IDR 1,348.47 and IDR 4,237.80. These WTPs could increase under two conditions i.e., if the benefits of eco-friendly packaging are described to consumers before they select the packaging and if the consumers are living in DKI Jakarta province.  Five strategies for the implementation of eco-friendly packaging in marketplaces include 1) setting the maximum price for eco-friendly packaging at Rp1,348.47, 2) providing education on the benefits of eco-friendly packaging, 3) if a pilot project is needed, DKI Jakarta province can become a pilot province, 4) provide eco-friendly packaging vouchers, and 5) create cooperation between the government, marketplace, sellers, and consumers. The government could set a regulation which ask marketplaces to provide eco-friendly packaging options in the packaging selection features as well as educating and promoting the use of eco-friendly packaging to gain consumer’s interest.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42694</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.20.1.147-157</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 20, No 1 (2022): January 2022; 147-157</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/42694/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63698</identifier>
				<datestamp>2025-01-27T20:15:12Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Detection of Factors Affecting Rainfall Intensity in Jakarta</dc:title>
	<dc:creator>Sumargo, Bagus</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Lubis, Alvi Pauziah</dc:creator>
	<dc:creator>Firmasyah, Irman</dc:creator>
	<dc:creator>Wulansari, Ika Yuni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ordinary Least Square; Outliers; Quantile; Quantile Regression; Rainfall; Robust</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The increased intensity of rainfall is becoming one of the most pressing climate-related issues in many parts of the world. Detecting the factors that affect rainfall intensity requires a combination of modern technologies, such as weather satellites, radar systems, and advanced atmospheric models. Extreme conditions (outliers) often occur. This study aims to model data that is not symmetric or contains outliers. This study examines and models quantile regression on daily rainfall intensity in Jakarta which has extreme rainfall events. The results of the study found that the extreme values in the daily rainfall intensity data in Jakarta are outliers and the assumptions on modeling using linear regression are not satisfied so that the characteristics of the parameter estimator based on OLS do not have BLUE characteristic. In modeling with quantile regression using six quantiles 0.25, 0.50, 0.75, 0.95, 0.99, and 0.9999 with consideration of these quantile values representing all parts of the data distribution including extreme values, it was found that the factors affecting rainfall intensity in Jakarta are different in each rainfall intensity condition. The best model is shown by quantile 0.999 with a coefficient of determination of 58.21%. Based on the best model, it is known that the factors affecting extreme rainfall are maximum temperature, dew point temperature, air humidity, wind speed, air pressure, and length of irradiation. This study indicates that quantile regression can provide a more detailed insight into how these variables affect rainfall intensity in various rainfall conditions ranging from low rainfall to extreme rainfall.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63698</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.1.133-140</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 1 (2025): January 2025; 133-140</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/63698/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/14827</identifier>
				<datestamp>2020-04-17T06:22:56Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Penyebab Masyarakat Tetap Tinggal di Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi (Studi di Lereng Gunung Merapi Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta)</dc:title>
	<dc:creator>Widodo, Dwi Rustiono</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Sutopo Purwo</dc:creator>
	<dc:creator>Asteria, Donna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Disaster, Eruption, Preparedness, Disaster prone area</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat tetap tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan mixed method. Penentuan jumlah responden dengan rumus Slovin dengan batas toleransi 7 persen dan terpilih sebanyak 151 responden. Analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat tetap tinggal di daerah rawan bencana menggunakan analisis deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 61,6 persen masyarakat merasa nyaman dan tenteram tetap tinggal di daerahnya meski daerahnya rawan bencana. Kenyamanan ini dikarenakan faktor lingkungan, ekonomi, dan sosial. Faktor lingkungan terutama kesuburan tanah, potensi pasir, kerikil dan batu. Sebanyak 56,9 persen penduduknya berpenghasilan lebih besar dari upah minimum regional kabupaten yang sebesar 1,4 juta rupiah per bulan. Sebanyak 92,7 persen mereka mempunyai kerabat yang masih tinggal di satu lokasi dan 95,4 persen aktif dan ikut serta dalam kegiatan kemasyarakatan seperti arisan, pengajian, dan perkumpulan lainnya.Kata kunci: Bencana, Erupsi, Kesiapsiagaan, Kawasan Rawan BencanaEnglish Title: Analysis the Causes That Make People Remain in Disaster Prone Area of Mount Merapi (Study in Mount Merapi Slope of Cangkringan Subdistrict, Sleman District, Yogyakarta Special RegionABSTRACTThis study aims to map the factors that cause people to stay in Disaster Prone Areas (KRB) III of Mount Merapi This research is conducted by mixed method approach. Determination the number of respondents carried out by Slovin formula with a tolerance limit of 7 percent and selected  151 respondents. Determination the factors that cause people to stay in disaster prone areas using descriptive analysis. The results showed that 61.6 percent of people feel comfortable and peaceful stay in their area despite the disaster-prone areas. This convenience is due to environmental, economic, and social factors. Environmental factors, especially soil fertility, the potential of sand, gravel, and stone. 56.9 percent of the population earns more than the district minimum wage of 1.4 million rupiahs per month. About  92.7 percent of them have relatives who still live in one location and 95.4 percent active and participate in community activities such as arisan, pengajian, and other associations.Keywords: Disaster, Eruption, Preparedness, Disaster prone areaCitation: Widodo, D.R., Nugroho, S.P, dan Asteria, D. (2017). Analisis Penyebab Masyarakat Tetap Tinggal di Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi (Studi di Lereng Gunung Merapi Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2),135-142, doi:10.14710/jil.15.2.135-142</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-11-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14827</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/ijfst.%v.%i.61-70</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017; 135-142</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/14827/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49360</identifier>
				<datestamp>2023-04-04T18:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Variasi Suhu Pirolisis Biochar Jerami Padi dalam Penyisihan Fosfat dan Amonium pada Air Limpasan Pertanian</dc:title>
	<dc:creator>Edwin, Tivany</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Alqadri Asri</dc:creator>
	<dc:creator>Olivia, Danti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adsorpsi, variasi suhu pirolisis, biochar jerami padi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan eutrofikasi sehingga diperlukan sebuah metode pengolahan air limbah pertanian sebelum dibuang ke badan air, salah satunya dengan metode adsorpsi dengan media yang berasal dari limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu pirolisis biochar jerami padi terhadap pernyisihan fosfat dari air limpasan pertanian. Biochar jerami padi dipirolisis pada suhu 300°C, 450°C, dan 600°C. Penelitian dilakukan secara batch menggunakan larutan artifisial fosfat dan amonium untuk mendapatkan kondisi optimum suhu pembakaran biochar dan waktu kontak adsorpsi. Konsentrasi fosfat dan amonium dianalisis dengan metode spektrofotometri. Kondisi optimum yang diperoleh dari penyisihan fosfat pada larutan artifisial menggunakan biochar dengan suhu pirolisis 600°C dengan efisiensi penyisihan sebesar 87,02% dan kapasitas adsorpsi 3,48 mg/g. Sedangkan penyisihan amonium optimum menggunakan biochar yang dipirolisis pada suhu 300C dengan kapasitas adsorpsi 2,916 mg/g dan efisiensi penyisihan sebesar 72,89%. Model kinetika adsorpsi yang paling mendekati untuk semua percobaan ada model difusi intra partikel. Kondisi optimum pada percobaan optimasi diaplikasikan pada sampel limpasan pertanian lebih rendah dibandingkan dengan percobaan menggunakan larutan artifisial. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49360</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.21.2.444-448</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 21, No 2 (2023): April 2023; 444-448</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/49360/pdf_1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/66956</identifier>
				<datestamp>2025-11-07T20:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kerawanan Banjir pada Permukiman di Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Ertian, Muhammad Harits</dc:creator>
	<dc:creator>Jati, dian rahayu</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Aji Ali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Banjir; Permukiman; Mitigasi; perubahan tutupan lahan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang masih sering dilanda permasalahan banjir. Perubahan tutupan lahan, deforestasi hutan khususnya tipe riparian, dan alih fungsi lahan gambut menjadi permukiman memberikan dampak besar berupa kerusakan siklus hidrologi alami yang mampu meningkatkan kuantitas dan intensitas kejadian banjir. Kondisi lingkungan alami yang rawan terhadap banjir akan diperparah oleh alih fungsi lahan yang tidak tepat menjadi permukiman. Penelitian ini akan mengkaji faktor – faktor apa saja yang mengakibatkan kerawanan banjir di permukiman semakin meningkat di Kalimantan Barat. Upaya mitigasi apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah banjir. Analisis data yang dilakukan berbasis geographic information system (GIS). Metode kajian ini dengan cara tumpang susun dan skoring. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa luas permukiman terbangun di Kalimantan Barat yaitu sebesar 101.149,58 ha. Terindikasi bahwa permukiman terbangun yang rawan banjir sekitar 92.963,76 ha. Artinya, 92% wilayah permukiman di Kalimantan Barat berada di wilayah rawan banjir. Kejadian banjir di Provinsi Kalimantan Barat dalam lima tahun terakhir dari tahun 2018 hingga 2022 sebanyak 139 kejadian banjir dengan pola yang berulang setiap tahunnya. Faktor penyebab terjadinya banjir di Kalimantan Barat umumnya terjadi karena intensitas curah hujan yang tinggi, kemiringan lereng, tinggi elevasi, serta dampak perubahan tutupan lahan hutan menjadi non hutan dalam waktu panjang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66956</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.23.5.1359-1369</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 23, No 5 (2025): September 2025; 1359-1369</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66956/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/downloadSuppFile/66956/17692</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/32366</identifier>
				<datestamp>2020-11-01T02:39:59Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Kinerja Keuangan dan Karakteristik Perusahaan terhadap Pengungkapan Lingkungan di Perusahaan yang terdaftar di Singapore Exchange</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Indah Fajarini Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Nilam</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayah, Retnoningrum</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, tipe industri, pengungkapan lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengungkapan lingkungan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan di sekitarnya. Pengungkapan lingkungan diharapkan juga dapat menarik para stakeholder untuk berinvestasi dan memberikan keuntungan pada perusahaan. Meskipun otoritas di beberapa negara masih tidak mewajibkan perusahaan untuk mengeluarkan pengungkapan lingkungan, pengungkapan lingkungan menjadi sesuatu yang penting karena mencakup seluruh aktivitas perusahaan dan dampaknya terhadap lingkungan. Namun, banyak perusahaan yang lebih berfokus pada kinerja perusahaan dan belum menyajikan pengungkapan lingkungan dalam laporan tahunannya. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh antara kinerja keuangan dan karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan lingkungan perusahaan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengungkapan lingkungan yang diukur dengan checklist items sesuai dengan Global Reporting Initiatives (GRI) Standard 2016. Terdapat empat variabel independen dalam penelitian ini yaitu: profitabilitas (Return on Equity - ROE), leverage, ukuran perusahaan dan tipe industri. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari laporan tahunan (annual report), laporan berkelanjutan (sustainability report) milik perusahaan yang terdaftar di Singapore Exchange (SGX) tahun 2018. Terdapat 61 perusahaan sebagai sampel dan diambil sesuai dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis linear berganda sebagai metode analisis untuk menguji pengaruh dari variable-variabel independen terhadap pengungkapan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan lingkungan. Hal ini memperkuat bukti bahwa semakin besar ukuran perusahaan, kesadaran perusahaan lebih tinggi untuk melakukan pengungkapan lingkungan. Sebaliknya tiga variabel lain yaitu profitabilitas, leverage, dan tipe industri terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan lingkungan perusahaan yang terdaftar di SGX.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32366</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jis.%v.%i.%Y.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020; 417-423</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/32366/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54734</identifier>
				<datestamp>2024-06-06T18:53:46Z</datestamp>
				<setSpec>ilmulingkungan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Ameliorasi Iklim Mikro dari Pepohonan pada Jalur Hijau Pedestrian Jl. Khatib Sulaiman, Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Milantara, Noril</dc:creator>
	<dc:creator>Apriliani, Sitti Kurnia</dc:creator>
	<dc:creator>Afdhal, Afdhal</dc:creator>
	<dc:creator>Popita, Astri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ameliorasi iklim; Jalur hijau pedestrian; Ruang Terbuka Hijau; Kenyamanan termal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Vegetasi terutama pepohonan dikenal sebagai solusi berbasis alam yang dapat mengoptimalkan tingkat kenyamanan termal di ruang luar perkotaan. Penelitian ini bertujuan: 1) menghitung manfaat tajuk pohon dalam menurunkan suhu, 2) mengukur tingkat kenyamanan termal berdasarkan THI dan persepsi pengguna. Data dikumpulkan melalui pengukuran secara langsung melputi suhu, kelembapan, angin di bawah tajuk pohon dan di lahan terbuka, serta persepsi dari 50 responden. Manfaat tajuk pohon dalam menurunkan suhu dihitung melalui pendekatan selisih antara suhu di bawah tajuk dan pada area terbuka. Tingkat kenyamanan termal dihitung melalui rumus THI, dan persepsi kenyamanan termal menggunakan skala Likert kemudian dilakukan uji statistik Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan kondisi suhu di bawah tajuk pohon yang lebat dan lebar lebih dingin 2,1 0C pada siang hari, namun lebih hangat 0,3 0C pada malam hari dibandingkan pada tempat terbuka. Suhu di bawah tajuk lebih stabil yang ditunjukkan dengan interval perubahan yang lebih kecil dibandingkan pada tempat terbuka. Pengukuran indeks THI menunjukkan kriteria tidak nyaman baik di bawah tajuk maupun di daerah terbuka. Namun, warga merasakan nyaman di bawah tajuk dibandingkan pada area terbuka. Untuk menjawab kontradiksi hasil antara kriteria nyaman berdasarkan inteks THI dan persepsi nyaman, diperlukan penelitian lebih lanjut yang komprehensif dengan parameter yang lebih kompleks.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54734</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.22.4.894-903</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Lingkungan; Vol 22, No 4 (2024): July 2024; 894-903</dc:source>
	<dc:source>1829-8907</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54734/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Lingkungan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-06-02T04:46:18Z"
			completeListSize="875"
			cursor="0">058fd69a068c6037438bf087c11c82e5</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
