<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://ejournal.undip.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-05-21T16:53:21Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" set="modul" verb="ListRecords">https://ejournal.undip.ac.id/index.php/index/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10737</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:31:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN KAWASAN PESISIR</dc:title>
	<dc:creator>Yufariani, Alfia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Permukiman pesisir , partisipasi masyarakat, prasarana desa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Wilayah pesisir memiliki posisi yang strategis karena berada pada daerah  peralihan darat dan laut sehingga wilayah pesisir memiliki potensi dari dua sisi. Potensi ini yaitu berupa potensi sumber daya alam yang berasal dari darat dan laut. Dari Kemudahan akses dan potensi terhadap kawasan pesisir tersebut cenderung meningkatkan laju pemanfaatan wilayah pesisir di tahun-tahun mendatang, baik dalam hal pemanfaatan ruang untuk kawasan permukiman. Sehingga permukiman pesisir identik dengan kawasan permukiman yang kumuh dan jauh dari kelayakan. Permukiman kawasan pesisir biasanya belum memiliki infrastruktur dan  fasilitas yang cukup memadai, karena merupakan kawasan yang tidak terencana. Selain itu juga terdapat masalah baik fisik maupun non fisik yang terdapat di kawasan pesisir. Ekonomi masyarakat yang rendah menyebabkan mereka tidak mampu memperbaiki fisik lingkungannya secara swadaya, sehingga kondisi permukimannya terkesan kumuh. Dengan adanya permasalahan tersebut maka pemerintah pusat maupun daerah menganggarkan dana APBD, ADD,dan juga PNPM untuk pembangunan, perbaikan sarana dan prasarana di kawasan permukiman pesisir guna untuk meningkatkan kesejahteraan warga di permukiman pesisir.  Proses analisa terhadap partisipasi atau peran serta masyarakat telah dikonversi dengan berbagai sumber literatur, sehingga dapat diketahui sejauh mana dan bagaimana bentuk partisipasi masyarakat dalam program pembangunan dan perbaikan infrastruktur di kawasan permukiman pesisir. Dengan adanya penelitian ini bertujuan  memberikan pemecahan permasalahan ketersediaan prasarana di permukiman pesisir, dan diharapkan  nantinya program tersebut dapat dilakukan oleh masyarakat luas tanpa menunggu bantuan dari pemerintah. Dengan demikian, ketersediaan prasarana atau infrastruktur di kawasan permukiman pesisir dapat terpenuhi untuk peningkatan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat permukiman tersebut dengan adanya partisipasi dan peran dari masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10737</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.1.2015.67-76</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 1 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015; 67-76</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10737/8517</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50247</identifier>
				<datestamp>2023-06-07T02:05:46Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PENGGUNAAN SHADING DEVICE PADA FASADE TERHADAP PENERIMAAN RADIASI MATAHARI PADA BANGUNAN SEKOLAH DI KOTA PONTIANAK</dc:title>
	<dc:creator>Lestari, Lestari</dc:creator>
	<dc:creator>Muazir, Syaiful</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhamsyah, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Alhamdani, Muhammad Ridha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">shading device, sekolah, radiasi matahari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Desain arsitektur untuk mencapai kenyamanan termal menjadi penting untuk meningkatkan kondisi lingkungan di dalam kelas. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah melalui kontrol radiasi matahari mengenai bangunan karena merupakan solusi yang efektif. Desain jendela yang mempengaruhi penerimaan panas matahari adalah dimensi jendela yaitu berkaitan dengan nilai WWR serta penggunaan shading device. Shading device memiliki tipe bervariasi dan penggunaannya perlu mempertimbangkan orientasi bangunan dan iklim. Pemanfaatan berbagai shading device dan WWR untuk bangunan sekolah perlu diketahui dampaknya terhadap penerimaan radiasi matahari sehingga dapat menjadi pertimbangan desain untuk mencapai kondisi termal yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis shading device dan WWR pada orientasi yang berbeda terhadap nilai penerimaan radiasi matahari pada bangunan, sehingga dapat menjadi  pertimbangan dasar bagi perancang. Model bangunan didapat dari data bangunan sekolah di Kota Pontianak yang kemudian dianalisis menggunakan bantuan simulasi analisis solar dari software Autodesk Revit. Adapun variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis shading device, panjang shading device, window wall ratio (WWR) untuk 4 orientasi yang berbeda. Data hasil simulasi dianalisis secara statistik berdasarkan nilai rata-rata penerimaan radiasi yang diperoleh pada setiap variabel yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis shading device overhang dan side fin pada setiap orientasi tidak terlalu optimal untuk menghasilkan penerimaan radiasi matahari yang rendah pada bangunan model di Kota Pontianak. Jenis shading device eggcrate menunjukkan kinerja yang lebih optimal untuk 3 orientasi bangunan. Panjang shading device 0.75 m menunjukkan nilai penerimaan radiasi yang cenderung lebih rendah pada ketiga orientasi tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/50247</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.2.2022.119-126</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles); 119-126</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/50247/22978</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Lestari Lestari, Syaiful Muazir, Muhammad Nurhamsyah, Muhammad Ridha Alhamdani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17244</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:47Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SPASIAL RUANG PADA HUNIAN MASYARAKAT PELADANG-MUSLIM DESA JURUAN LAOK MADURA TIMUR</dc:title>
	<dc:creator>Febrianto, Redi Sigit</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Lisa Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Santosa, Herry</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">identitas kultur; tata laku; fungsi primer; makna sakra; oposisi biner</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jagung dan Islam adalah identitas kultur etnis Madura, sehingga dikenal sebagai masyarakat peladang-muslim.Mereka juga dikenal sebagai masyarakat mandiri, subsistensi dan sangat bergantung pada lanskap agrarisnya.Penelitian sebelumnya banyak membahas spasial hunian-kekerabatan dan spasial hunian-kesakralan terutama padahunian Madura perantauan. Penelitian ini berbeda karena berusaha memahami spasial lanskap-hunian padamasyarakat peladang jagung di desa Juruan Laok Madura Timur, pada lingkup mikro. Rancangan penelitian bersifatkualitatif dengan strategi etnografi. Pengumpulan data primer utama berupa wawancara mendalam dengan tak-tikpertanyaan terbuka dan sampling bertujuan. Validasi internal menggunakan observasi, pengukuran dan dokumentasiarsitektural, mengingat sifat subsistensinya dan kepala desa bukan narasumber utama. Diambil empat kasus hunianterpilih berdasarkan civitas, aktivitas, pola hunian, pola lanskap pertanian dan eksistensi obyek penyimpanan panen</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17244</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.1.2017.1-10</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles); 1-10</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17244/12394</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67123</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:50Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">MULTI RUANG MULTI PENGGUNA MULTI WAKTU:  TEMPORALITAS SEBAGAI STRATEGI ARSITEKTUR</dc:title>
	<dc:creator>Redyantanu, Bramasta Putra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">arsitektur; adaptif; fleksibel; perancangan; temporalitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tulisan ini bertujuan untuk merefleksikan gagasan temporalitas atau kesementaraan sebagai potensi dalam perancangan spasial arsitektur yang adaptif dan fleksibel. Fleksibilitas dan adaptabilitas merupakan nilai tambah signifikan dalam karya perancangan. Kemampuan sebuah ruang untuk digunakan dalam berbagai situasi berbeda, dengan penyesuaian konfigurasi tanpa memerlukan tambahan luas spasial, memungkinkan efektivitas dan efisiensi ruangnya. Arsitektur hadir dengan berbagai kemungkinan, di mana variasi prediksinya merupakan bagian dari pemrograman dalam perancangan. Studi kualitatif ini merefleksikan dua studi kasus dari observasi dan penelusuran literatur terkait spasial yang memiliki unsur kesementaraan. Dua studi kasus ini mewakili temporalitas melalui pembacaan praktik spasial masyarakat serta temporalitas dalam pertimbangan perancangan arsitektur. Aspek temporalitas waktu, ruang, dan pengguna menjadi basis pembacaan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temporalitas, baik dalam praktik spasial maupun perancangan spasial, mengindikasikan upaya merespons kedinamisan penggunaan spasial dengan dinamika kemungkinannya. Temuan dalam studi ini diusulkan sebagai gagasan konseptual berupa prinsip dan strategi perancangan, yang diharapkan mampu menjadi basis bagi beragam konteks perancangan yang menuntut fleksibilitas dan adaptabilitas ruang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/67123</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.1.2025.1-12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles); 1-12</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/67123/28800</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Bramasta Putra Redyantanu</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/23295</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T06:53:38Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMASI PENEMPATAN TRANSPORTASI VERTIKAL PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT (Studi Kasus: Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">OPTIMASI PENEMPATAN TRANSPORTASI VERTIKAL PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT (Studi Kasus: Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes)</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>Werdiningsih, Hermin</dc:creator>
	<dc:creator>Wardhani, Mustika Kusumaning</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bangunan Fungsi Spesifik; Transportasi Vertikal; Optimasi Penempatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bangunan Fungsi Spesifik; Transportasi Vertikal; Optimasi Penempatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perancangan arsitektur pada bangunan publik khususnya pada bangunan dengan fungsi spesifik seperti Rumah Sakit harus mempertimbangkan faktor perencanaan fungsional yang terpadu dalam penyelesaian desainnya. Mengingat Bangunan Rumah Sakit mempunyai persyaratan bangunan yang relatif kompleks karena spesifikasi masing-masing ruang pelayanan kesehatan yang disediakan. Terlebih bila bangunan tersebut merupakan bangunan bertingkat, sehingga faktor pengelolaan sirkulasi tidak hanya merupakan sirkulasi horisontal namun juga sirkulasi vertikal. Sirkulasi vertikal pada perancangan Bangunan Rumah Sakit selain berdasar pada kebutuhan aksesibilitas pada fungsi-fungsi ruang juga mempunyai pertimbangan dengan pembedaan alur bagi pasien, dokter dan perawat atau petugas serta pengunjung. Selain itu juga terkait upaya evakuasi sebagaimana persyaratan pada bangunan publik, namun ada kekhususannya karena fungsi dan karakteristik pemakai. Dalam konstruksi bangunan fasilitas transportasi vertikal merupakan salah satu komponen yang termasuk memerlukan alokasi dana yang cukup besar untuk itu pertimbangan efektifitas pemilihan jenis serta penempatannya menjadi pertimbangan utama. Metoda yang digunakan pada penelitian adalah metoda deskriptif yang akan menyimpulkan Hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan dalam proses perancangan arsitektur untuk perancangan Bangunan Rumah Sakit khususnya terkait optimasi penempatan transportasi vertikalnya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perancangan arsitektur pada bangunan publik khususnya pada bangunan dengan fungsi spesifik seperti Rumah Sakit harus mempertimbangkan faktor perencanaan fungsional yang terpadu dalam penyelesaian desainnya. Mengingat Bangunan Rumah Sakit mempunyai persyaratan bangunan yang relatif kompleks karena spesifikasi masing-masing ruang pelayanan kesehatan yang disediakan. Terlebih bila bangunan tersebut merupakan bangunan bertingkat, sehingga faktor pengelolaan sirkulasi tidak hanya merupakan sirkulasi horisontal namun juga sirkulasi vertikal. Sirkulasi vertikal pada perancangan Bangunan Rumah Sakit selain berdasar pada kebutuhan aksesibilitas pada fungsi-fungsi ruang juga mempunyai pertimbangan dengan pembedaan alur bagi pasien, dokter dan perawat atau petugas serta pengunjung. Selain itu juga terkait upaya evakuasi sebagaimana persyaratan pada bangunan publik, namun ada kekhususannya karena fungsi dan karakteristik pemakai. Dalam konstruksi bangunan fasilitas transportasi vertikal merupakan salah satu komponen yang termasuk memerlukan alokasi dana yang cukup besar untuk itu pertimbangan efektifitas pemilihan jenis serta penempatannya menjadi pertimbangan utama. Metoda yang digunakan pada penelitian adalah metoda deskriptif yang akan menyimpulkan Hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan dalam proses perancangan arsitektur untuk perancangan Bangunan Rumah Sakit khususnya terkait optimasi penempatan transportasi vertikalnya. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID">Faculty Engineering Universitas Diponegoro</dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/23295</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.1.2019.55-61</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles); 55-61</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/23295/15204</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 MODUL</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4750</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T06:49:12Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KESESUAIAN RUMAH MINIMALIS TERHADAP IKLIM TROPIS</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Satrio</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rumah adalah sebuah bangunan yang dijadikan tempat tinggal pada jangka waktu tertentu.  Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep – konsep social kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas dll.  Dilihat dari pengertiannya, jelas bahwa rumah memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan sebagai tempat tinggal dan beraktivitas.  Minimalis merupakan suatu kata yang cenderung mengarah ke suatu kesederhanaan.  Dalam desain suatu rumah, minimalis termasuk salah satu konsep yang sekarang ini digemari oleh masyarakat.  Perumahan di daerah Semarang pun mulai berkembang pesat dengan konsep desain ini.  Dalam arsitektur, membuat suatu bangunan rumah tinggal di Semarang yang baik, harus bercirikan tropis, dimana salah satunya dengan memberikan tritisan yang dapat melindungi dinding bangunan dari radiasi sinar matahari langsung yang merambat ke dalam ruangan.  Radiasi sinar matahari juga terpengaruh oleh orientasi fasade bangunan dimana banyak sedikitnya intensitas radiasi sinar matahari tersebut. Dari hasil hasil penelitian rumah yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis di Indonesia khususnya Kota Semarang adalah rumah dengan type Boogey di Perumahan Graha Candi Golf, yang berorientasi ke arah tenggara. Dikarenakan hanya tersinari selama 20 menit dengan prosentase penyinaran sebesar 19.96%. Angka prosentase ini tidak melebihi dari standar yang ada yaitu selama 2 jam penyinaran rata-rata prosentase penyinaran adalah 30%. Sehingga, rumah ini mampu beradaptasi dengan iklim tropis. Kata kunci : rumah, minimalis, tropis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4750</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.1.2013.17-22</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013; 17-22</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4750/4300</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37504</identifier>
				<datestamp>2021-07-19T05:47:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">INVISIBLE PLAYGROUND: KONSTRUKSI HUBUNGAN RUANG-PERGERAKAN-KEJADIAN</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">INVISIBLE PLAYGROUND: KONSTRUKSI HUBUNGAN RUANG-PERGERAKAN-KEJADIAN</dc:title>
	<dc:creator>Ardianta, Defry Agatha</dc:creator>
	<dc:creator>Yatmo, Yandi Andri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ruang; pergerakan; kejadian; konstruksi ruang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ruang; pergerakan; kejadian; konstruksi ruang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tulisan ini menginvestigasi terciptanya ruang bermain tak kasat mata dan bagaimana elemen pada ruang tak kasat mata tersebut terkonstruksi. Secara khusus tulisan ini membahas hubungan ruang-pergerakan-kejadian berlandaskan teori yang dikemukakan oleh Bernard Tschumi. Melalui observasi dan analisis terhadap aktivitas anak-anak di kampung Keputran Pasar Surabaya, studi difokuskan terhadap area ruang sirkulasi kampung yang selama ini multi fungsi: selain sebagai jalur penghubung namun juga sebagai ruang sosial masyarakat. Analisis dilakukan terhadap pembentukan ruang bermain yang kemudian mengungkapkan kehadiran ruang tak kasat mata. Tulisan ini kemudian menempatkan elemen-elemen konstruksi ruang tak kasat mata tersebut dalam hubungan ruang-pergerakan-kejadian.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tulisan ini menginvestigasi terciptanya ruang bermain tak kasat mata dan bagaimana elemen pada ruang tak kasat mata tersebut terkonstruksi. Secara khusus tulisan ini membahas hubungan ruang-pergerakan-kejadian berlandaskan teori yang dikemukakan oleh Bernard Tschumi. Melalui observasi dan analisis terhadap aktivitas anak-anak di kampung Keputran Pasar Surabaya, studi difokuskan terhadap area ruang sirkulasi kampung kota yang selama ini multi fungsi: selain sebagai jalur penghubung namun juga sebagai ruang sosial masyarakat. Analisis dilakukan terhadap pembentukan ruang bermain yang kemudian mengungkapkan kehadiran ruang tak kasat mata. Tulisan ini kemudian menempatkan elemen-elemen konstruksi ruang tak kasat mata tersebut dalam hubungan ruang-pergerakan-kejadian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/37504</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.1.2021.29-36</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles); 29-36</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/37504/19339</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Defry Agatha Ardianta, Yandi Andri Yatmo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7851</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:30:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pencapaian Perumahan Berkelanjutan ‘Pemilihan Indikator Dalam Penyusunan Kerangka Kerja Berkelanjutan’</dc:title>
	<dc:creator>Sudarwanto, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Pandelaki, Edward E</dc:creator>
	<dc:creator>Soetomo, Sugiono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">indikator, kerangka kerja, perumahan berkelanjutan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberlanjutan merupakan issue sentral dalam konteks pembangunan abad 21. Pembangunan perumahan berkelanjutan adalah kegiatan membangun lingkungan perumahan yang mendasarkan pada prinsip-prinsip berkelanjutan. Ada kesenjangan cara pandang dalam pembangunan perumahan dan pembangunan perkotaan, khususnya tidak adanya konsep keberlanjutan yang dirujuk secara bersama dalam program kegiatan pembangunan.   Tulisan ini menyusun indikator perumahan berkelanjutan yang dapat digunakan sebagai arahan pengembangan perkotaan yang didorong oleh pembangunan perumahan yang berkelanjutan. Hasil pengembangan perkotaan menjadi efektif bila pembangunan perumahan menunjukan konteks berkelanjutan. Sehingga penurunan kualitas lingkungan perkotaan khususnya sub-perkotaan dapat terjaga dan bahkan keseimbangan lingkungannya membaik. Hal ini akan mendorong tercapainya pembangunan kota berkelanjutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-11-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7851</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.2.2014.105-112</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014; 105-112</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7851/6432</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/36550</identifier>
				<datestamp>2022-10-28T20:49:54Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH WARNA DAN TEKSTUR PADA RUANG TERHADAP PERSEPSI TERMAL SECARA ADAPTIF DENGAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Wulani Enggar</dc:creator>
	<dc:creator>Gunawan, Yenny</dc:creator>
	<dc:creator>Ariningsih, Paulina Kus</dc:creator>
	<dc:creator>Andoni, Heri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Adaptive Thermal Comfort; Persepsi Termal; Virtual Reality</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bangunan mempunyai ruang yang dibentuk dari elemen pembentuk ruang. Setiap ruang memiliki aktivitas yang membutuhkan kenyamanan di dalamnya. Kenyamanan termal merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam melakukan aktivitas di dalam ruang. Salah satu pemahaman kenyamanan termal adalah secara adaptif yang dipengaruhi oleh persepsi termal pengguna.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentikasi kenyamanan sebuah ruang dilihat dari relasi antara kondisi fisik ruang dan persepsi dari pengguna. Metode yang digunakan adalah eksperimental model uji dengan simulasi menggunakan alat Virtual Reality. Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran langsung data fisik dan pengisian kuesioner pada responden. Data fisik diolah dengan perhitungan operative temperature.  Responden akan melihat eksplorasi elemen pembentuk ruang di dalam alat virtual reality untuk menghasilkan persepsi termal pada ruang. Persepsi termal dan virtual reality ini dilakukan supaya dapat dilakukan eksplorasi yang nantinya akan diarahkan pada desain. Variabel yang dilihat sebagai upaya eksplorasi desain adalah warna dengan temperatur rendah dan warna dengen temperatur tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Virtual Reaility berhubungan dengan pada pembentukan persepsi termal sebuah ruang. Warna  dari pembentuk elemen ruang juga mempengaruhi sensasi termal pengguna yang membentuk persepsi pengguna sesuai teori Adaptive Thermal Comfort. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/36550</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.1.2022.42-50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles); 42-50</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/36550/21860</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/36550/7607</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Wulani Enggar Enggar Sari, Yenny Gunawan, Paulina Kus Ariningsih, Heri Andoni</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17252</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:25Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI KATEGORISASI KONSERVASI PADA KOMPLEK SUSTERAN BANGKONG SEMARANG DARI PENDEKATAN DISIPLIN ARSITEKTUR</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>Suprijadi, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Tudjono, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">categorization; conservation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Designing architecture development for Heritage Building should handled in carefully attention due to regulation has been protected the artefact. Most of development actions such as rehabilitation, renovation,redesign or development the individual building or building complex are related to develop the building into new function or other development in the context of extention of the needs. Conservation Catagorysation Study is one of the procedure can be used in which is provided through observation stage,documentation, catagorysation analysis to the heritage building complex as approach strategy before provide designing architecture developmentThis research just an example of guidline technique in the process of architectural design in developing heritage building complex based on preservationconservation strategies.Specific approach of architectural context will provide in the future continuing research from other discipline of approach such as archeologies approach to bring final conservation catagorysation comprehensively.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17252</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.2.2016.66-75</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 2 (2016): MODUL  Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles); 66-75</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17252/12402</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63980</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:45Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ARCHITECTURE AFTER GRAVITY: UNDERSTANDING SPATIAL EXPERIENCE OF WEIGHTLESSNESS AND DISORIENTATION</dc:title>
	<dc:creator>Elawati, Ocfia Amirul</dc:creator>
	<dc:creator>Paramita, Kristanti Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Atmodiwirjo, Paramita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">After gravity; body movement; weightlessness; disorientation; spatial quality</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study examine the idea of after gravity as the basis of an architectural design method. After gravity is defined as the condition of weightlessness and disorientation that creates unrestricted body movement. Gravity determines the direction of architectural spatial orientation and gives weight to subject and object in architectural space, creating boundaries of possible body movements. This paper analyzes the development of a design method based on that appropriates gravity through the analytical study of ten gravity-defying body movements such as hanging, flying, or spinning. The study identifies three gravity-based relations; happening between bodies, between body and object, and between body and space. The design method of architecture after gravity highlights the spatial experience of the moving body in receiving stimuli and responding to the context. Understanding architecture after gravity widens the potential of architecture that sees the relations of forces in a context with the body in a dynamically built environment.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/63980</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.1.2024.30-38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles); 30-38</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/63980/26262</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/63980/16614</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Ocfia Amirul Elawati, Kristanti Dewi Paramita, Paramita Atmodiwirjo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21149</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:09Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN LINGKUNGAN SEKITAR AKIBAT PEMBANGUNAN UNDERPASS STUDI KASUS : UNDERPASS MAKAMHAJI, SUKOHARJO</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN LINGKUNGAN SEKITAR AKIBAT PEMBANGUNAN UNDERPASS  STUDI KASUS : UNDERPASS MAKAMHAJI, SUKOHARJO</dc:title>
	<dc:creator>Riza, Masyiana Arifah Alfia</dc:creator>
	<dc:creator>Firmandhani, Satriya Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Iswardhani, Tanty KA</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">underpass; lingkungan; air tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">underpass; lingkungan; air tanah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perlintasan kereta api merupakan salah satu faktor penyebab adanya pemberhentian kendaraan di suatu ruas jalan yang bila kondisi padat akan menyebabkan kemacetan. Dalam rangka mengantisipasi kemacetan dan memperlancar pergerakan transportasi maka diadakan suatu alternatif solusi semisal pelebaran jalan, pembangunan fly over, ataupun pembangunan underpass. Underpass adalah jalan melintang di bawah jalan lain atau persilangan tidak sebidang dengan membuat terowongan di bawah muka tanah. Jl. Slamet Riyadi di kelurahan Makamhaji, kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo melakukan pembangunan underpass dimaksudkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi karena memang merupakan ruas jalan padat ditambah dengan perlintasan kereta api. Namun setelah selesai pembangunan dan difungsikan justru menimbulkan masalah-masalah baru terkait social dan lingkungan Tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah agar mengetahui tentang faktor apa saja yang menjadi penyebab masalah lingkungan dan sosial pada proyek underpass ini timbul. Dari hasil analisis didapatkan 4 faktor yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan oleh proyek underpass yaitu faktor pengetahuan dalam mengenal lokasi proyek, faktor pemanfaatan kelestarian alam dalam proyek underpass ini kurang bijaksana , faktor teknologi yang kurang memadai, dan faktor kerja sama antara pemerintah dengan warga</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perlintasan kereta api merupakan salah satu faktor penyebab adanya pemberhentian kendaraan di suatu ruas jalan yang bila kondisi padat akan menyebabkan kemacetan. Dalam rangka mengantisipasi kemacetan dan memperlancar pergerakan transportasi maka diadakan suatu alternatif solusi semisal pelebaran jalan, pembangunan fly over, ataupun pembangunan underpass. Underpass adalah jalan melintang di bawah jalan lain atau persilangan tidak sebidang dengan membuat terowongan di bawah muka tanah. Jl. Slamet Riyadi di kelurahan Makamhaji, kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo melakukan pembangunan underpass dimaksudkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi karena memang merupakan ruas jalan padat ditambah dengan perlintasan kereta api. Namun setelah selesai pembangunan dan difungsikan justru menimbulkan masalah-masalah baru terkait social dan lingkungan Tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah agar mengetahui tentang faktor apa saja yang menjadi penyebab masalah lingkungan dan sosial pada proyek underpass ini timbul. Dari hasil analisis didapatkan 4 faktor yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan oleh proyek underpass yaitu faktor pengetahuan dalam mengenal lokasi proyek, faktor pemanfaatan kelestarian alam dalam proyek underpass ini kurang bijaksana , faktor teknologi yang kurang memadai, dan faktor kerja sama antara pemerintah dengan warga .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21149</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.2.2018.97-100</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles); 97-100</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21149/14216</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 MODUL</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1456</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T05:57:40Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KONSERVASI GEDUNG MARBA</dc:title>
	<dc:creator>Indraswara, Muhammad Sahid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kawasan yang dibangun oleh pemerintah  Hindia – Belanda. Berdiri sejak 9 Juni 1705, Semarang merupakan kota yang memiliki peranan penting bagi sektor perdagangan dan keamanan pihak Hindia – Belanda. Pada saat itu VOC berhasil menyelesaikan pembangunan bentengnya yang berada di tepi Kali Semarang. Dengan dibangunnya benteng tersebut Kawasan Kota Lama berkembang menjadi kawasan pemukiman dan pusat pemerintahan kolonial Belanda.  Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi sejarah perkembangan dan karakteristik objek konservasi yang termasuk dalam bangunan Kolonial Belanda. Upaya dokumentasi dilakukan sebagai acuan dalam analisis ketika akan menentukan jenis konservasi pada gedung tersebut. Bangunan Marba berbentuk simetris yang begitu kuat mendominasi tampilan visual bangunan-bangunan, dengan garis-garis vertikal dan horisontal yang dominan pada bukaan dinding, garis pemisah jendela, garis dasar bangunan, garis langit bangunan dan detail ornament. Kata Kunci : Visual, Fasade, Marba</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1456</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.1.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1456/1221</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/33203</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">NARASI GERBANG RUMAH PERANAKAN DI PECINAN, LASEM, JAWA TENGAH: PENDEKATAN FENOMENOLOGI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">NARASI GERBANG RUMAH PERANAKAN DI PECINAN, LASEM, JAWA TENGAH: PENDEKATAN FENOMENOLOGI</dc:title>
	<dc:creator>Darmayanti, Tessa Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Bahauddin, Azizi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">gate; phenomenology; narrative, Peranakan houses; Lasem</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gate; phenomenology; narrative; Peranakan houses; Lasem</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The gate is the most important component of Peranakan houses in Lasem. They are included in the cultural heritage of Indonesia and most of them are more than a hundred years old, but still stand firm and lined up neatly adorning the Pecinan area. Their embodiment gives different atmosphere and experience which is not found elsewhere, they are unique and irreplaceable. Unfortunately preserve these gateways becoming a serious challenge in the modern era. The finding comes from the phenomenon which was found after the field research and analyzed using phenomenology approach of Merleau Ponty, Juhani Pallasmaa and Steven Holl. Phenomenology allows people to express their existence through architecture and let its value appear to people as they experience it. The result showed that experiences would give the people have an attachment to the place unconsciously. The aim of this paper is to deliver cultural knowledge to the worldwide as one of the cultural heritages in Indonesia</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">The gate is an important component of Peranakan houses in Lasem. They are included in the cultural heritage of Indonesia, and most of them are more than a hundred years old, but still stand firm and lined up neatly adorning the Pecinan area. The purpose of this paper is to provide a different perspective on the existence of the Peranakan houses’ gates that interpreted through the author’s experiences during the fieldwork. The gate embodiment gives a different atmosphere and experience which is not found elsewhere because they are unique and irreplaceable. Unfortunately, preserving these gates become a serious challenge in the modern era. The finding comes from the phenomenon which found after the field research and analyzed using the phenomenology approach of Merleau Ponty, Juhani Pallasmaa, and Steven Holl. Phenomenology allows people to express their existence through architecture and let its value appear to people as they experience it. The result showed that experiences would give the people have an attachment to the place unconsciously.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/33203</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.2.2020.126-133</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles); 126-133</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/33203/18201</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Tessa Eka Darmayanti, Azizi Bahauddin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43345</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MONTAGE AS SPATIAL RECONSTRUCTION OPERATION METHOD IN DESIGNING CINEMATIC ARCHITECTURE</dc:title>
	<dc:creator>Lestari, Neneng Rika</dc:creator>
	<dc:creator>Paramita, Kristanti Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Atmodiwirjo, Paramita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Montage; Cinematic; Film; Architecture; Spatial Reconstruction Operations.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This article investigated montage to understand and arrange cinematic architecture through operations of spatial reconstruction to present a sequence of spatial experiences. Montage is a part of discourses related to cinematic, film, and architecture. This article explored the montage approach as the primary basis in the architectural design process through spatial experience. The discussion is based on the idea that montage is emphasized in three things, i.e., sequence, multiple layers of meaning, and movement. These three aspects were further observed through the montage precedent comprising various cinematic precedents based on montage in architecture, i.e., Manhattan Transcripts and Parc de La Villette from Bernard Tschumi, Villa Savoye from Le Corbusier, and Maison Bordeaux from Rem Koolhaas. The finding of this study is a synthesis of some of these precedents that resulted in an understanding of space reconstruction operations, i.e., dismantlement, disappearance, and reassembly, all three of which exist as strategies that will be part of the production process to develop montage-based cinematic architectural design, creating new spatial sequence that provide alternative spatial experience. This article expands the knowledge regarding montages that cinematics and films can be a development in architectural design.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/43345</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.142-154</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 142-154</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/43345/20786</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Neneng Rika Lestari, Kristanti Dewi Paramita, Paramita Atmodiwirjo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10781</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:09Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH IKLIM TROPIS LEMBAB TERHADAP KERUSAKAN FASADE BANGUNAN  KOLONIAL DI KOTA LAMA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:creator>Firmandhani, Satriya Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelestarian, Bangunan Kolonial, Tropis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Lama Semarang sebagai kawasan bangunan Kolonial Belanda, merupakan kawasan Cagar Budaya yang wajib dilestarikan dan dilindungi keberadaanya. Upaya pelestarian yang dilakukan dari berbagai pihak telah menunjukkan hasil dengan aktif dan terawatnya beberapa bangunan kolonial disana. Namun masih terdapat pula sejumlah bangunan yang berkondisi buruk. Kondisi bangunan yang rawan roboh, fasade bangunan yang rusak dengan cat yang mengelupas dan ditumbuhi tanaman liar. Hal itu merupakan bentuk pengaruh alami dari iklim di Indonesia. Menyikapi fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh iklim tropis lembab terhadap kerusakan fasade bangunan kolonial tersebut dengan metoda deskriptif kualitatif. Lokus penelitian difokuskan pada bangunan di koridor jl. Letjen Suprapto. Sebagian besar bangunan kolonial di Kota Lama Semarang telah direnovasi dan difungsikan kembali. Namun ada pula sejumlah bangunan yang tidak difungsikan, tidak terawat hingga rawan roboh dan bahkan sudah roboh. Begitu pula kondisi bangunan yang ada di Jl. Letjen Suprapto. Sebagian bangunan yang direnovasi masih mempertahankan bentuk awalnya (khas bangunan kolonial) dan difungsikan sebagai bangunan komersial. Kondisi fasade bangunan juga diperbaharui sehingga memperindah citra kawasan. Namun terdapat pula fasade bangunan yang tidak diperbaharui walaupun bangunan difungsikan kembali. Fasade bangunan tersebut berkondisi buruk dengan cat yang usang, mengelupas dan ditumbuhi tanaman liar. Sama halnya dengan bangunan yang tidak direnovasi dan tidak difungsikan. Kondisinya rawan roboh dan fasade bangunan usang tak terawat. Dalam pengamatan dari luar bangunan, dapat disimpulkan bahwa rusaknya fasade bangunan-bangunan kolonial di koridor jl. Letjen. Suprapto disebabkan kurangnya upaya perawatan sehingga elemen yang rusak karena lapuk disebabkan kondisi yang lembab, atau terkena air hujan selama bertahun tahun, tidak segera diatasi dengan perawatan yang memadai atau dengan penggantian elemen yang rusak dengan meterial yang sama tampilan arsitekturnya. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10781</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.1.2016.29-34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 1 (2016): Modul  Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles); 29-34</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10781/8556</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60231</identifier>
				<datestamp>2024-08-29T03:30:40Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ED</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AN EDITORIAL ABOUT ARCHITECTURE EDUCATION LIMITATION</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I R</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limit; grow; change; education; architecture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">On this Vol 23 no2, MODUL has published 5 scienteific articles. With compiling the information of all published articles, this editorial try to provide a resume using theory of architecture education limitation</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-12-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/60231</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles )</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/60231/25044</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Bangun I R Harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19013</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:41Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KONSEP RESILIENT DESIGN UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN WADUK JATIBARANG KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Indriastjario, Indriastjario</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">vulnerability; innovation; disaster; integration; resilience</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Environmental deterioration which is increasing the area’s vulnerability occured in the Area of Jatibarang Dam in Semarang City. The deterioration is caused by the construction of the Dam. It is worsening the sustainability, disturbing the harmony of the flora &amp; fauna especially the macaca (long-tailed monkey) lost their food and access to the hill , the main area of theirs ; and then due to be a tourism destination area, the development of the surrounding have gradually demolished the landscape and worsening the ecosystem. Therefore, the Dam Area requires an increased capacity to face the deterioration. It needs to be well designed to achieve a state of area that is resistant to deterioration. To form a resilient area, resilient ways are required. The purpose of this research is to find an innovative concept of resilience ways to actualize the sustainability of The Area of Jatibarang Dam in Semarang City through resilience design.The research uses descriptive analysis method based on  the 4 factors of : spatial arrangement, technology innovation, disaster mitigation, and disaster adaptation.The results of the research found the integration of : 1. the enhancement of the adaptive capacity of society (local wisdom of tradition &amp; spiritual heritage), 2. the implementation of orderly spatial management through green architecture and 3. a dynamic and planned urban systems which promote the access for all to actualize a resilient and sustainable area, would be the effective resilient ways to promote the Resilience Design of the Dam Area. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19013</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.1.2018.41-45</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles); 41-45</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19013/13257</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/28198</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">DESAIN KAWASAN AGROEDU-WISATA BERBASIS DESA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">DESAIN KAWASAN AGROEDU-WISATA BERBASIS DESA</dc:title>
	<dc:creator>Werdiningsih, Hermin</dc:creator>
	<dc:creator>Hasan, Muhammad Ismail</dc:creator>
	<dc:creator>Pramesti, Previari Umi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">wisata; agroeduwisata; desa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">wisata; agroeduwisata; desa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pengembangan pariwisata berbasis desa sedang marak dikembangkan di desa-desa. Terlebih pariwisata memberikan dampak baik yang cukup signifikan untuk penguatan perekonomian serta pemberdayaan masyarakat desa. Konsep wisata yang cocok diterapkan di desa adalah konsep wisata yang mengusung kelokalan seperti agrowisata karena pertanian sangat lekat kaitannya dengan pedesaan. Untuk menambah nilai wisata itu sendiri, konsep edukasi juga perlu ditambahkan untuk mengenalkan pertanian bagi pengunjungnya. Konsep wisata tersebut yang dirancang di Desa Lopait untuk memberikan manfaat tanah bengkok sekaligus mengangkat perekonomian wara sekitar. Desain yang dikembangkan berkonsep murah, mudah, dan tidak bersifat permanen, sehingga sebagian besar infrastrukturnya menggunakan bambu.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengembangan pariwisata berbasis desa sedang marak dikembangkan di desa-desa. Terlebih pariwisata memberikan dampak baik yang cukup signifikan untuk penguatan perekonomian serta pemberdayaan masyarakat desa. Konsep wisata yang cocok diterapkan di desa adalah konsep wisata yang mengusung kelokalan seperti agrowisata karena pertanian sangat lekat kaitannya dengan pedesaan. Untuk menambah nilai wisata itu sendiri, konsep edukasi juga perlu ditambahkan untuk mengenalkan pertanian bagi pengunjungnya. Konsep wisata tersebut yang dirancang di Desa Lopait untuk memberikan manfaat tanah bengkok sekaligus mengangkat perekonomian wara sekitar. Desain yang dikembangkan berkonsep murah, mudah, dan tidak bersifat permanen, sehingga sebagian besar infrastrukturnya menggunakan bambu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/28198</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.44-48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 44-48</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/28198/17135</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Hermin Werdiningsih, Muhammad Ismail Hasan, Previari Umi Pramesti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6549</identifier>
				<datestamp>2018-07-03T09:33:59Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Korelasi Tingkat Pemahaman Penghuni Tentang Konsep Green Home Dengan Perubahan Bentuk Hunian Di Perumnas Tlogosari Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Purwanto, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Wijayanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Abstrak  Sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan rumah bagi masyarakat berpengahsilan rendah, perum Perumnas telah membangunan perumahan Tlogosari 27 tahun yang lalu. Konsep yang digunakan oleh perum Perumnas adalah konsep rumah tumbuh/inti. Seiring dengan perjalanan waktu, penghuni memperluas rumah huniannya dengan berbagai motivasi, ada yang dkerjakan sendiri namun ada juga yang menggunakan jasa arsitek atau kontraktor. Disisi lain, dengan adanya isu-isu tentang pemanasan global, konsep green home mulai menjadi perhatian para ahli lingkungan. Masyarakat diminta untuk memperhatikan dan menerapkan konsep green home ini sebagai bagian dari mereduksi dampak pemanasan global. Pertanyaannya adalah apakah penghuni sudah menerapkan kaidah-kaidah green home dalam upaya memperluas huniannya. Penelitian ini bertujuan membuktikan ada/tidaknya hubungan korelasi antara tingkat pemahaman penghuni tentang konsep green home, dengan perubahan bentuk huniannya di Perumnas Tlogosari Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan stratified random sampling, sampel yang dipilih adalah penghuni perumnas Tlogosari sebanyak 140 KK. Teknik pengukuran sikap menggunakan kuesener, dan analisis data menggunakan statistik korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil pengukuran korelasi kualitas hunian dengan tingkat kepuasan penghuni menggunakan analisis statistik korelasi Spearman Rank, didapat hasil perhitungan koefisien p (rho) = 0,24, yaitu termasuk dalam kategori korelasi dengan tingkat keeratan lemah. Artinya dalam memperluas huniannya, penghuni tidak menggunakan kaidah-kaidah green home, meskipun mereka menyadari bahwa kaidah tersebut adalah sangat penting. Beberapa faktor yang mendasari tidak diterapkannya konsep green home adalah [i] tidak tahu bagaimana penyelesaian teknisnya, [ii] khawatir biayanya mahal karena harus membayar jasa arsitek atau kontraktor, [iii] tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Kata Kunci : konsep green home, rumah tumbuh/inti, pemanasan global, perubahan bentuk hunian </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6549</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.1.2014.39-52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 1 (2014): MODUL; 39-52</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6549/5404</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10771</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:33:21Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KEARIFAN LOKAL UNTUK PENGEMBANGAN WISATA WADUK JATIBARANG KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Indriastjario, Indriastjario</dc:creator>
	<dc:creator>Murtomo, Bambang Adji</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kearifan Lokal, Pengembangan Wisata, Waduk Jatibarang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan perkotaan saat ini mengarah kepada suatu konsep kota hijau (green city concept). Dalam konsep ini, kota sebagai ruang aktivitas bagi penduduknya diharapkan dapat menciptakan suatu kondisi yang ramah lingkungan, yang dibangun berdasarkan dimensi sosial, ekonomi dan lingkungannya. Pembangunan kota wajib memperhatikan kapasitas daya dukung lingkungan dan efisiensi dalam pengalokasian sumberdaya dan ruangnya. Dengan demikian tantangan pembangunan yang dihadapi kota saat ini adalah bagaimana mengendalikan pembangunan sebagai kegiatan sosial-ekonomi menjadi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian Kajian Kearifan Lokal untuk Pengembangan Wisata Waduk Jatibarang Kota Semarang adalah untuk menggali dan menemukenali berbagai hal yang berkaitan keberadaan Arsitektur Tradisional “omah pencu Gunungpati” sebagai wujud kearifan lokal yang dapat dijadikan sebagai acuan / masukan bagi penyusunan Rencana Tata Bangunan &amp; Lingkungan Kawasan Wisata Waduk Jatibarang. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan studi kasus dengan pendekatan studi etnographic. Penggunaan metode ini dikarenakan berkaitan dengan kajian kearifan lokal yang menggunakan data-data dari informan. Metode penelitian kualitatif dilakukan dalam situasi yang wajar (naturalsetting) dan data yang dikumpulkan bersifat kualitatif. Metode kualitatif lebih berdasarkan pada filsafat fenomenologis yang mengutamakan penghayatan. Hasil penelitian ini adalah rumah tradisional “Pencu Gunungpati” perlu diusulkan sebagai bentuk Arsitektur Bangunan Rumah Tradisional yang menjadi acuan kearifan lokal dan pusaka (local wisdom &amp; heriatge) bagi perencanan dan perancangan pembangunan Waduk Jatibarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10771</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.125-132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015; 125-132</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10771/8545</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/55035</identifier>
				<datestamp>2024-08-29T03:33:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ED</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REGULATION AND USER DEMAND IN ARCHITECTURAL DESIGN</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I I.R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">regulation; culture, users; architectural design</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia has released SIMBG to assist with the building permit and function assessment in Indonesia. The implementations vary based on the full online, half online, or fully offline. So what is the requirement of the building permit and function assessment already? Because design is creativity and society is dynamically changing. The reference must be something that legal and being accepted by the building owner, government, and designers, that couldn’t be more than the regulation itself. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/55035</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles)</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/55035/23823</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Bangun I I.R. Harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17250</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:01Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN GAMBAR SKETSA ARSITEKTUR UNTUK MENGGALI KARAKTER DISAIN BANGUNAN DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN PELESTARIAN KAWASAN</dc:title>
	<dc:creator>wahyuningrum, sri hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>sudarwanto, budi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gambar sketsa; karakter disain; pelestarian kawasan; kota lama Semarang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hambatan struktural dan hambatan fungsional merupakan hambatan utama dalam pengembanganpelestarian KL Semarang. Masalah harmonisasi peran-peran yang terlibat mendukung besarnya hambatan yangada. Terjadi fakta dilapangan melalui kajian gambar sketsa pada even ISSW bahwa KL menunjukan objektifitas dankarakter potensial untuk pengembangan penguatan pelestarian sebagai kawasan historis. Bangunan dan koridorjalan di lingkungan KL, bangunan terevitalisasi dan bangunan kumuh, fakta lingkungan KL adalah spot-spot yangmemberikan fakta upaya pelestarian KL Semarang memiliki nilai signifikan yang perlu ditingkatkan, terutamakarakter bangunan arsitektur kolonial. Hasil temuan kajian atas gambar sketsa dalam ISSW 2016 bahwa gambarsketsa menunjukan nilai positif atas fakta dan kejadian lapangan upaya pelestarian KL Semarang. Upayadiversifikasi kegaiatan kreatif sangat dibutuhkan untuk mengembangkan KL sebagai kawasan bernilai ekonomi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17250</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.1.2017.36-41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles); 36-41</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17250/12400</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/74475</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T23:00:28Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ED</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AN EDITORIAL ABOUT NEAR FUTURE IN ARCHITECTURE</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I. R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">near future; editorial; architecture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">On this Vol 24 no 2, MODUL has published 5 scientific articles. With compiling the information of all published articles, this editorial try to provide scientific information about “the near future” that might be paradoxal to each others</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/74475</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles )</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/74475/28643</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Bangun I. R. Harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/26325</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:26Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMILIHAN TAPAK ALTERNATIF BAGI PENGEMBANGAN KANTOR KECAMATAN WINDUSARI</dc:title>
	<dc:creator>Harani, Arnis Rochma</dc:creator>
	<dc:creator>Indarto, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Riskiyanto, Resza</dc:creator>
	<dc:creator>Sholih, Muhammad Najieb</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">studi evaluasi; analisa tapak; kantor kecamatan; kebencanaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan kecamatan di Indonesia pada saat ini harus mampu mewadahi kegiatan masyarakat tingkat kecamatan tersebut, baik itu formal dan informal. Kebutuhan ruangan dan kelayakan tapak untuk kantor kecamatan mengalami tren yang meningkat. Sehingga bangunan saat iniyang  hanya mampu menampung kegiatan-kegiatan bagi staffnya dan ruang yang sudah ada, harus dikembangkan agar dapat menampung masyarakat. Kebencanaan juga berkembang dalam kondisi Indonesia yang terletak pada lingkaran gunung api (ring of fire). Berbagai masalah yang timbul di lokasi memerlukan suatu studi untuk mengetahui kecamatan untuk dapat dikembangkan. Studi berlangsung dengan paradigma kuantitatif dengan pendekatan deduktif melalui analisis pustaka, studi observasi lapangan dan studi kasus kecamatan. Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan kelaikan tapak yang sedang digunakan sebagai kantor kecamatan. Hasil dari studi ini menemukan bahwa tapak eksisting masih layak untuk dikembangkan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26325</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.2.2019.95-103</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles); 95-103</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26325/16058</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Arnis Rochma Harani, Eddy Indarto, Resza Riskiyanto, Muhammad Najieb Sholih</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/5379</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:29:32Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEBERLANJUTAN RUANG LUAR (KOEFISIEN DASAR BANGUNAN TRADISIONAL) RUMAH VERNAKULAR PESISIR UTARA JAWA TENGAH</dc:title>
	<dc:creator>Roesmanto, Totok</dc:creator>
	<dc:creator>Haryanto, Haryanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Koefisien Dasar Bangunan (KDB) pada bangunan rumah tinggal berarsitektur vernakular tidak pernah diteliti termasuk yang berada di daerah Pesisir Utara Jawa Tengah. Rumah vernakular pada awalnya meniru rumah tradisional setempat, kemudian  mengalami penambahan luasan ruang dan bangunannya.   Rumah tradisional telah diakui menerapkan arsitektur berkelanjutan dan memiliki ruang terbuka yang lapang di sekelilingnya, sehingga rumah vernakular pada awalnya juga memiliki ruang luar yang KDB nya sesuai dengan KDB pada rumah tradisional.  Untuk mengetahui keberlanjutan ruang luar yang terdapat di sekeliling bangunan rumah vernakular diperlukan penelitian yang berbasis pada KDB Vernakular Eksisting, dan KDB Vernakular Awal yang setara dengan KDB Tradisional-nya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5379</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.2.2013.73-76</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013; 73-76</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5379/4821</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/39140</identifier>
				<datestamp>2022-08-02T06:47:46Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ED</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFICATION, SIMULATION, STRATEGY AND EVALUATION IN DESIGN</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I R</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">architectural writing; identify; simulate;make strategy, evaluate, research based</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Studies in Architecture were varied in author’s perspectives, backgrounds, and absolutely purpose</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-02-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/39140</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles)</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Bangun I R Harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10733</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:31:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN BENTUK SPASIAL KAMPUS UNDIP TEMBALANG MENURUT KEMAMPUAN PETA MENTAL MAHASISWA</dc:title>
	<dc:creator>Purwanto, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Wijayanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bentuk spasial, peta mental, pengamat, imagibilitas, legibilitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sejak kampus Undip Tembalang dihuni oleh mahasiswa dari semua Fakultas pada tahun 2010, terjadi dinamika kehidupan di kampus ini yang dilakukan oleh mahasiswanya. Dinamika kehidupan tersebut salah satunya berdampak pada tingkat pengenalan mahasiswa terhadap lingkungan kampusnya. Karena terjadi secara terus menerus dan berulang-ulang, mahasiswa Undip akan mengenali lingkungan mana saja di dalam kampus yang menurut mereka dapat masuk dalam memori kepala. Pengenalan terhadap lingkungan kampusnya berkaitan dengan seberapa besar mahasiswa mengenali area-area kampus, area mana yang lebih mudah maupun lebih sulit dikenali atau bahkan dihindari. Selain itu beberapa bangunan arsitektur dapat digunakan sebagai elemen pendanda dan orientasi, sehingga memudahkan mahasiswa dalam menjelajah kampusnya. Gambaran bentuk spasial kampus Undip Tembalang dapat dilakukan dengan mengetahui kemampuan peta mental mahasiswa sebagai pengamat. Peta mental mempersoalkan cara pengamat memperoleh, mengorganisasi, menyimpan, dan mengingat kembali informasi tentang lokasi, jarak dan susunan dalam lingkungan kota tersebut. Peta mental mempunyai konsep dasar yang disebut dengan imagibilitas atau kemampuan untuk dibayangkan/digambarkan. Imagibilitas mempunyai hubungan yang sangat erat dengan legibilitas, atau kemudahan untuk dapat dipamahi/dikenali.  Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yaitu berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kemampuan peta mental pengamat dalam memahami bentuk spasial kampus dengan objek kampus Undip Tembalang. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan gambaran seberapa besar bentuk spasial kampus Undip Tembalang dapat dikenali oleh mahasiswa sebagai pengamat berdasarkan kemampuan peta mentalnya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10733</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.1.2015.23-38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 1 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015; 23-38</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10733/8513</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47827</identifier>
				<datestamp>2023-06-06T01:26:04Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">THE AFFORDANCES FOR DINING ACTIVITIES: YOUNG GENERATIONS' EXPERIENCE IN DWELLING ENVIRONMENT</dc:title>
	<dc:creator>Ula, Zuhrotul Mawaddatil</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Arina</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyadini, Sarah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dining; Culture; Affordance; Attributes; Dwelling</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Human activities and behavior are reciprocally related to the dwelling environment. As the specific expression of culture, how human activities are carried out is related to how they understand and use the affordances of their environment. One of the primary domestic activities closely related to the culture is dining. Culture influences the dining habits of a community and plays a significant role in the form of dwelling architecture.This study explores how dining activities are carried out in urban housing in Indonesia and their relationship to the dwellings’ architectural forms. Taking Surabaya as a case study, this phenomenon was studied using a combine-strategy through questionnaires and in-depth semi-structured interviews. The participants are the young generation living in their parent’s dwellings with landed housing typology, with and without separate dining rooms. Household members and the dwelling size are not limited to examine how dining activities are conducted in each circumstance.The results show that Indonesian dining culture still influences dining activities in the dwelling. However, dining activities have begun to shift from social to personal activities. The development of a practical lifestyle in recent times has also caused dining activities to be carried out as a complement to other activities. Finally, these phenomena affect the settings and affordance attributes that accommodate dining activities in the dwelling, which understanding can be applied in designing residential architecture.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/47827</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.2.2022.80-90</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles); 80-90</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/47827/22661</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Zuhrotul Mawaddatil Ula, Arina Hayati, Sarah Cahyadini</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17039</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:11Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI PENDAHULUAN STREETSCAPE YANG MERESPON BENCANA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">STUDI PENDAHULUAN STREETSCAPE YANG MERESPON BENCANA</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun IR</dc:creator>
	<dc:creator>Roesmanto, Totok</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">respon bencana; studi; streetscape</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">communal space; old city; adaptability; transform</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Semarang seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia menghadapi bencana alam maupun bencana akibat kelalaian manusia seperti : banjir, longsor ,dan kebakaran. Streetscape sebagai unsur dari jalur transportasi dan mitigasi bencana perlu pendekatan desain khusus untuk memenuhi fungsi aksesibilitas universalnya meskipun dalam keadaan bencana. Beberapa kasus yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika bencana itu terjadi streetscape menjadi tidak berfungsi dan bahkan memperparah dampak bencana tersebut, Tujuan: Tujuan dari studi ini adalah untuk merumuskan desain streetscape yang merespon bencana yang terjadi di Semarang (terutama : banjir, longsor dan kebakaran). Metode: Desain penelitian ini adalah eksploratif dengan merespon hasil observasi evaluasi kawasan terutama yang sering terkena bencana (studi kasus). Streetscape yang akan diobservasi dan dijadikan studi kasus. Desain streetscape harus mampu mengalirkan air secara khusus, membendung longsoran tanah maupun memutus kobaran api yang dapat menghancurkan area perkotaan.Untuk penelitian lanjutan dapat dilakukan evaluasi pada streetscape yang ada pada perumahan atau permukiman dengan variable maupun parameter yang disebut diatas</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Semarang seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia menghadapi bencana alam maupun bencana akibat kelalaian manusia seperti : banjir, longsor ,dan kebakaran. Streetscape sebagai unsur dari jalur transportasi dan mitigasi bencana perlu pendekatan desain khusus untuk memenuhi fungsi aksesibilitas universalnya meskipun dalam keadaan bencana. Beberapa kasus yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika bencana itu terjadi streetscape menjadi tidak berfungsi dan bahkan memperparah dampak bencana tersebut, Tujuan: Tujuan dari studi ini adalah untuk merumuskan desain streetscape yang merespon bencana yang terjadi di Semarang (terutama : banjir, longsor dan kebakaran). Metode: Desain penelitian ini adalah eksploratif dengan merespon hasil observasi evaluasi kawasan terutama yang sering terkena bencana (studi kasus). Streetscape yang akan diobservasi dan dijadikan studi kasus. Desain streetscape harus mampu mengalirkan air secara khusus, membendung longsoran tanah maupun memutus kobaran api yang dapat menghancurkan area perkotaan.Untuk penelitian lanjutan dapat dilakukan evaluasi pada streetscape yang ada pada perumahan atau permukiman dengan variable maupun parameter yang disebut diatas</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17039</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.2.2017.69-74</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles); 69-74</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17039/12307</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64649</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T23:00:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kajian Ruang Terbuka Hijau Publik Ramah Anak Pada Area Permukiman Kota Yogyakarta</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK RAMAH ANAK PADA AREA PERMUKIMAN KOTA YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Shafira, Thalya Alfiani</dc:creator>
	<dc:creator>Pramitasari, Diananta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ruang Terbuka Hijau Publik; Ramah Anak; Anak-Anak.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ruang Terbuka Hijau Publik; Ramah Anak; Anak-Anak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Dalam kawasan perkotaan yang padat, ruang terbuka hijau publik yang ramah anak sangat penting karena memberikan tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain dan belajar. Studi ini bermaksud mengetahui seberapa ramah anak Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) di permukiman Kota Yogyakarta. Fokus utama adalah mengetahui sejauh mana RTHP mendukung perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak-anak di kawasan permukiman padat penduduk. Penelitian ini melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif terhadap RTHP yang ada, meliputi desain, aksesibilitas, fasilitas, dan keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar RTHP di Kota Yogyakarta menyediakan fasilitas bermain dasar, masih terdapat kekurangan, ditunjukkan dengan adanya beberapa area permukiman padat penduduk memiliki tingkat ramah anak yang rendah, dan tidak ada perhatian yang diberikan pada kebutuhan anak-anak dengan disabilitas fisik serta keberlanjutan ruang terbuka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan untuk tindakan perbaikan yang konkret dan berkelanjutan dalam upaya untuk menciptakan RTHP yang lebih baik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam kawasan perkotaan yang padat, ruang terbuka hijau publik yang ramah anak sangat penting karena memberikan tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain dan belajar. Studi ini bermaksud mengetahui seberapa ramah anak Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) di permukiman Kota Yogyakarta. Fokus utama adalah mengetahui sejauh mana RTHP mendukung perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak-anak di kawasan permukiman padat penduduk. Penelitian ini melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif terhadap RTHP yang ada, meliputi desain, aksesibilitas, fasilitas, dan keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar RTHP di Kota Yogyakarta menyediakan fasilitas bermain dasar, masih terdapat kekurangan, ditunjukkan dengan adanya beberapa area permukiman padat penduduk memiliki tingkat ramah anak yang rendah, dan tidak ada perhatian yang diberikan pada kebutuhan anak-anak dengan disabilitas fisik serta keberlanjutan ruang terbuka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan untuk tindakan perbaikan yang konkret dan berkelanjutan dalam upaya untuk menciptakan RTHP yang lebih baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/64649</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.2.2024.71-79</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles ); 71-79</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/64649/27161</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Thalya Alfiani Shafira, Diananta Pramitasari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/23034</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T06:52:50Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONTEKSTUAL LOKASI TAPAK PADA KECAMATAN SRUMBUNG MAGELANG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID"></dc:title>
	<dc:creator>Harani, Arnis Rochma</dc:creator>
	<dc:creator>Indarto, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Sholih, Muhammad Najieb</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analisis tapak; kelaikan; evaluasi; kantor kecamatan; kebencanaan; pradesain</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan model penataan kawasan di Indonesia membuat kantor kecamatan perlu mewadahi kegiatan formal dan informal masyakatnya. Kantor kecamatan dituntut mampu mengoptimalkan luasan yang dimilikinya untuk berkumpul, melakukan aktivitas masyarakat serta menjadi sebuah pusat pemerintahan skala kecamatan yang tanggap saat terjadi bencana khususnya dapat menampung masyarakat dengan cukup ruang. Dari berbagai permasalahan yang ada di lokasi, maka dibutuhkan suatu studi untuk mengetahui kecamatan untuk dapat dikembangkan, baik itu di relokasi atau dikembangkan kembali dengan tapak yang sama. Studi ini membahas tentang pembobotan tapak sebagai acuan mengembangkan kantor kecamatan. Studi dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan deduktif. Kajian regulasi dan pustaka, studi observasi lapangan dan studi kasus dilakukan untuk mengkonfirmasi kelaikan tapak eksisting. Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan kelaikan tapak yang sedang digunakan sebagai kantor kecamatan. Hasil yang dicapai adalah kelayakan kondisi eksisting tapak until dikembangkan menjadi kantor kecamatan dengan beberapa Saran perbaikan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/23034</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.1.2019.19-24</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles); 19-24</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/23034/15200</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1464</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T06:46:15Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR TRADISIONAL PADA HOTEL GRAND HYATT BALI</dc:title>
	<dc:creator>Haryanto, Haryanto</dc:creator>
	<dc:creator>Iswanto, Dhanoe</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Arsitektur tradisional merupakan ilmu yang memiliki berbagai dasar-dasar falsafat, ekologi, teknologi, estetik, tata laksana, tata ritual, sosiologi, dan sebagainya secara lengkap dan menyeluruh dan terperinci. Berbagai arsitektur tradisional yang telah melembaga dengan mantap dan utuh, pada umumnya mengandung pengetahuan dan pengertian yang sangat mendalam dan luas mengenai tata ruang waktu bagi kehidupan manusia di akherat. Produk arsitektur Bali tidak bisa lepas dari konsepsi hidup orang Bali yang sangat erat kaitannya dengan norma-norma keagamaan (agama Hindu Dharma). Dengan berlandaskan kepercayaan dan budaya yang mereka anut, terciptalah produk arsitektur yang sangat bernilai regili. Perpaduan modern dan tradisional disajikan secara apik dan menghasilkan produk yang selaras/serasi dengan penikmat arsitektur tersebut. Perpaduan modern-tradisional yang kental dapat terlihat pada daerah-daerah wisata serta perhotelannya. Salah satunya adalah Hotel Grand Hyatt Bali. Perpaduan modern-tradisional yang tetap menjunjung nilai religi sangat apik disajikan oleh arsiteknya. Berbagai ornamen tradisional tersaji di dalamnya. Tetapi di samping ketradisionalan tersebut, Grand Hyatt Bali juga tetap mengikuti trend arsitektur masa kini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1464</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.2.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1464/1229</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/35449</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ED</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">NARRATIVE EDITORIAL OF  HERITAGE ARCHITECTURE TRANSFORMATION</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I.R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">heritage; narration; transformation; building; method</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">World changed everyday and it’s happened in every life’s aspect without borders. The architecture as part of the culture is one of the life’s aspect that being transformed in every place and periods. Each transformation has narrative reasonings that embedded on the building artefacts. Regardless the functions, the eras, the technologies attached on it, buildings tell us silently their stories. Due to the knowledge seeking and re-implementation, human may learn from the building arounds and telling to the others as their capabilities. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35449</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles)</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35449/18591</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 bangun i.r. harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46587</identifier>
				<datestamp>2024-08-29T03:48:42Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ED</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POST PANDEMIC OR PRE-PANDEMIC DESIGN IN INDONESIA?</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun i.r.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">literature study; editorial; design critics; pandemic; Indonesia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nowadays many papers were published on the topic of the pandemic. Research about pandemics become an urgent and hot issue, since the impact in every country in many aspects. This editorial was trying to find out the narration and analyse the current condition in a design perspective. The result shows that the pandemic topic might be a panic response toward the current condition and after PPKM removal, all things become no pandemic-based design.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/46587</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); i-iii</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/46587/21658</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 bangun indrakusumo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17258</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:42Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MAPPING OF URBAN TEXTURE ON INTEREST HERITAGE BUILDINGS IN SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Murtomo, Bambang Adji</dc:creator>
	<dc:creator>Darmawan, Edy</dc:creator>
	<dc:creator>Shamara, Dea</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mapping; urban texture; heritage buildings</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Semarang memiliki fasilitas umum yang pantas untuk dikunjungi turis, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.Permasalahan yang terjadi adalah banyak turis dari dalam dan luar negeri yang hanya lewat begitu saja tanpa transitsama sekali di Kota Semarang. Banyak fasilitas pelayanan umum yang ada dan menarik perhatian. Apabila bangunanreligius, bangunan kuno, bangunan kantor pelayanan, bangunan akomodasi, bangunan terminal transportasi baikudara, laut, dan darat. Disamping bangunan, terdapat juga universitas-universitas yang cukup dikenal baik dalamnegeri maupun luar negeri. Ruang-ruang terbuka yang cukup menarik. Disamping bangunan converence yang cukupmemadai. Perlu publikasi Kota Semarang yang lebih jelas, jaringan yang diperlukan bagi dunia luar maupunmasyarakat dalam negeri. Web dan urban texture sangat dibutuhkan bagi Kota Semarang. Oleh karena itu, perluidentifikasi fasilitas umum yang ada di Kota Semarang. Penelitian fasilitas tersebut kemudian menjadi suatu web ataujaringan yang dapat dibaca oleh semua kalangan masyarakat. Dalam penelitian ini dibutuhkan penelitian kualitatif dankemudian menjadi bentuk web yang menarik serta lengkap bagi Kota Semarang. Hal ini diharapkan akan lebih menarikbagi turis sehingga turis lebih tertarik untuk transit di Kota Semarang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17258</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.2.2016.110-115</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 2 (2016): MODUL  Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles); 110-115</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17258/12408</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61573</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:45Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERSEPSI MULTIGENERASI TERHADAP ELEMEN PERSISTEN KAWASAN PUSAT KOTA PASURUAN</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERSEPSI MULTIGENERASI TERHADAP ELEMEN PERSISTEN KAWASAN PUSAT KOTA PASURUAN</dc:title>
	<dc:creator>Soegiono, Phylicia Deosephine</dc:creator>
	<dc:creator>Sunaryo, Rony Gunawan</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyanto, Agus Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pusat kota Pasuuran ; kawasan Eropa Pasuruan ; kota pelabuhan ; elemen kota Pasuruan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Pasuruan pertama kali dikenal sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta antar negara di timur Jawa. Hal ini dikarenakan lokasinya strategis berada di utara yang berbatasan langsung dengan selat Madura. Namun, dalam perkembangannya, kota Pasuruan tidak lagi sebagai central perdagangan di Jawa Timur. Keberadaan kota Pasuruan tetap bertahan namun sebagai kota yang bercirikan perkebunan dengan memiliki beberapa elemen pusat kota, antara lain pemerintah kota, pusat penelitian gula, masjid dan alun-alun, serta klenteng yang menjadi khas dari kota Pasuruan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui morfologi tipologi kawasan pusat Kota Pasuruan, mengidentifikasi tingkat permanensi elemen-elemen pembentuk pusat Kota Pasuruan, dan mendapatkan gambaran perubahan karakter kawasan pusat Kota Pasuruan. Metodologi penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis urban tissue secara diakronis dan sinkronis setiap elemen pembentuk pusat kota, melakukan analaisis matrikulasi permanensi elemen di tiap layer wakti, dan peta mental untuk mendapatkan gambaran masyarakat. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa saran elemen kota apa yang perlu dipertahankan dan diubah untuk perbaikan citra kawasan. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kota Pasuruan pertama kali dikenal sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta antar negara di timur Jawa. Hal ini dikarenakan lokasinya strategis berada di utara yang berbatasan langsung dengan selat Madura. Namun, dalam perkembangannya, kota Pasuruan tidak lagi sebagai central perdagangan di Jawa Timur. Keberadaan kota Pasuruan tetap bertahan namun sebagai kota yang bercirikan perkebunan dengan memiliki beberapa elemen pusat kota, antara lain pemerintah kota, pusat penelitian gula, masjid dan alun-alun, serta klenteng yang menjadi khas dari kota Pasuruan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui morfologi tipologi kawasan pusat Kota Pasuruan, mengidentifikasi tingkat permanensi elemen-elemen pembentuk pusat Kota Pasuruan, dan mendapatkan gambaran perubahan karakter kawasan pusat Kota Pasuruan. Metodologi penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis urban tissue secara diakronis dan sinkronis setiap elemen pembentuk pusat kota, melakukan analaisis matrikulasi permanensi elemen di tiap layer wakti, dan peta mental untuk mendapatkan gambaran masyarakat. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa saran elemen kota apa yang perlu dipertahankan dan diubah untuk perbaikan citra kawasan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/61573</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.1.2024.1-10</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles); 1-10</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/61573/26225</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Phylicia Deosephine Soegiono, Rony Gunawan Sunaryo, Agus Dwi Hariyanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19015</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:49Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TINJAUAN PERILAKU PENGUNJUNG TERHADAP POLA SIRKULASI  MASJID AGUNG JAWA TENGAH</dc:title>
	<dc:creator>Nabilah, Ainun</dc:creator>
	<dc:creator>pribadi, septana bagus</dc:creator>
	<dc:creator>alfia riza, masyiana arifah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Region; Circulation; Signage</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The development of Islam in Indonesia is very rapidly growing, as the largest religion in Indonesia, the need for spiritual good in terms of worship and social is needed in variousregions in Indonesia. Semarang as the capital of Central Java Province became the city which must be the center of development of all aspects of human needs, including religious facilities for the city of Semarang and surrounding areas. One of the areas that became religious facilities, especially Islam in Semarang is the Great Mosque of Central Java. In addition to being the biggest iconic mosque in Semarang and used as a tourist spot, the area provides various facilities to create a circulation to connect these facilities. Circulation becomes an important part of an area because the circulation is always in the access by the perpetrators of the area, the perpetrators in question one of them is the visitor. Ease and comfort of the circulation become things to note so that visitors will feel at home to come to the area.  Circulation in the Great Mosque of Central Java is a concern to be discussed in this paper, because in addition to the needs of the surrounding community will be provided facilities that are always in access by the community, the Great Mosque of Central Java is also used as one of the tourist attractions in Central Java by tourists both local and local outdoors. Signage is also discussed because ease and comfort in the circulation is also determined by good signage.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19015</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.2.2018.54-59</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles); 54-59</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19015/13260</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1450</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T05:18:46Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRUKTUR MEMBRAN DALAM BANGUNAN BENTANG LEBAR</dc:title>
	<dc:creator>sukawi, sukawi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Membran adalah struktur permukaan fleksibel tipis yang memikul beban dengan mengalami tegangan tarik. Struktur membran adalah sebuah alternatif untuk struktur bentang lebar yang dapat diterapkan untuk penutup atap bangunan.  Dasar mekanisme pikul beban pada struktur membran adalah tarik. Membran yang memikul beban tegak lurus terhadap permukaannya dapat mengalami deformasi secara tiga dimensi (bergantung pada kondisi tumpuan dan pembebanannya). Aksi pikul beban ini serupa dengan yang terjadi pada sistem kabel menyilang. Selain tegangan tarik, terjadi juga tegangan geser tangensial pada struktur membran. Sistem membran pada bangunan bentang lebar biasanya masih harus dibantu oleh struktur lainnya seperti kabel atau space frame, karena sistem membran bila terkena gaya dari angin maka harus ada daya tarik menuju tumpuan(pondasinya). Sistem membran yang dipakai kebanyakan untuk bangunan skala besar harus mempertimbangkan bahan tenda dan arah angin. Tiang-tiang penyangga flaksibel terhadap gaya tekan oleh angin, hal ini menyebabkan tenda dapat terus berdiri.  Kata Kunci : Membran, Bangunan , Bentang lebar</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1450</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.1.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1450/1217</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25538</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERAN MASYARAKAT TIONGHOA TERHADAP PERKEMBANGAN KAWASAN HERITAGE DI KOTA LASEM, KABUPATEN REMBANG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN MASYARAKAT TIONGHOA TERHADAP PERKEMBANGAN KAWASAN HERITAGE DI KOTA LASEM, KABUPATEN REMBANG</dc:title>
	<dc:creator>Santoso, Rohman Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Suzanna Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Rukayah, Raden Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tionghoa; Lasem; pecinan, heritage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tionghoa; Lasem; pecinan, heritage</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perkembangan kota lasem identik dengan istilah little china town, sehingga kebanyakan peneliti lebih fokus terhadap bangunan pecinan. Memang dalam peninggalan yang masih terlihat sampai dengan saat ini adalah bangunan-bangunan rumah tinggal dengan gaya china kuno dan klenteng-klenteng kuno yang masih utuh atau sama dengan bentuk aslinya. Sehingga sangat mendominasi kawasan Kota Lasem sebagai komplek permukiman pecinan terbesar di Jawa Tengah Khususnya. Perubahan tipologi dan morfologi maupun pengaruh bangunan Tionghoa sangat menarik untuk dilakukan penelitian yang sangat mendalam, karena sangat berperan besar terhadap kontribusi Kota Lasem. Betapa besar peran masyarakat Tionghoa selain berperan sebagai masyarakat yang melestarikan bangunan tetapi luasan dan sebaran permukiman maupun prasarana lainnya sangat kental dan berpengaruh sekali di Kota Lasem. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan kota lasem identik dengan istilah little china town, sehingga kebanyakan peneliti lebih fokus terhadap bangunan pecinan. Memang dalam peninggalan yang masih terlihat sampai dengan saat ini adalah bangunan-bangunan rumah tinggal dengan gaya china kuno dan klenteng-klenteng kuno yang masih utuh atau sama dengan bentuk aslinya. Sehingga sangat mendominasi kawasan Kota Lasem sebagai komplek permukiman pecinan terbesar di Jawa Tengah Khususnya. Perubahan tipologi dan morfologi maupun pengaruh bangunan Tionghoa sangat menarik untuk dilakukan penelitian yang sangat mendalam, karena sangat berperan besar terhadap kontribusi Kota Lasem. Betapa besar peran masyarakat Tionghoa selain berperan sebagai masyarakat yang melestarikan bangunan tetapi luasan dan sebaran permukiman maupun prasarana lainnya sangat kental dan berpengaruh sekali di Kota Lasem</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25538</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.2.2020.84-97</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles); 84-97</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25538/18046</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rohman Eko Santoso</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7846</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:30:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor Pembentuk Karakteristik Permukiman Bontang Kuala Kota Bontang Kalimantan Timur</dc:title>
	<dc:creator>M, Suparman</dc:creator>
	<dc:creator>Setioko, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Murtini, Titien Woro</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karakteristik, Permukiman Nelayan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan permukiman adalah permasalahan yang selalu ada dan terus meningkat mengikuti pertumbuhan penduduk, dinamika kependudukan dan tuntutan sosial ekonomi yang semakin maju. Perkembangan permukiman yang tidak berdasar teori perencanaan permukiman akan menjadikan permukiman tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan kenyamanan bagi penghuninya.Seperti halnya permukiman yang tumbuh di Kawasan Permukiman Apung Nelayan Bontang Kuala – Kalimantan Timur.Pada permukiman settle pola pertumbuhan permukiman secara visual terlihat tertata dengan baik. Sedangkan pola pertumbuhan permukiman yang berkembang setelah tahun 2009 disini tumbuh secara sporadis muncul dimana-mana bahkan semakin menjorok kelaut sehingga akan mengganggu kestabilan ekosistem.Fenomena ini yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk karakteristik permukiman nelayan Bontang Kuala. Dengan metode penelitian deductive – kualitative – rasionalistik peneliti mengumpulkan berbagai variable – variable factor tentang karakteristik permukiman nelayan untuk di uji cobakan di Permukiman Nelayan Bontang Kuala – Kota Bontang Kalimantan Timur. Hasil dari analisa faktor-faktor pembentuk karakteristik permukiman Bontang Kuala menunjukan korelasi yang kuat antara permukiman lama dengan permukiman baru. Secara rinci faktor-faktor dominan yang signifikan menjadi faktor pembentuk karakteristik pada permukiman lama adalah persepsi dan kognisi,sikap dan keturunan,aktifitas ekonomi social dan budaya,fisik,legibility,transportasi dan air bersih serta pengolahan limbah yang baik.Sedangkan factor – factor pembentuk karakteristik pada permukiman baru adalah sikap dan motivasi,budaya dan kekerabatan,aktifitas ekonomi,sarana dan legibility serta factor fisik dan kognisi.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-11-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7846</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.2.2014.71-78</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014; 71-78</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7846/6427</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40340</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">STUDI PENGALAMAN SENSASI RUANG ARSITEKTUR VIRTUAL  STUDI KASUS : MUSEUM PENDIDIKAN SURABAYA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI SENSASI RUANG PADA MEDIA TUR VIRTUAL  MUSEUM PENDIDIKAN SURABAYA</dc:title>
	<dc:creator>Redyantanu, Bramasta Putra</dc:creator>
	<dc:creator>Damayanti, Rully</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sensasi Ruang, Arsitektur Virtual, Arsitektur Digital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sensasi Ruang; Arsitektur Virtual; Arsitektur Digital</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kondisi pandemi corona membuat sebagian besar dari kita beradaptasi dengan kebiasaan baru. Keterbatasan untuk menuju berbagai tempat wisata secara fisik, membuat alternatif objek wisata bermunculan. Salah satunya adalah wisata virtual, sebuah media digital yang diatur sedemikian rupa agar dapat memberikan pengalaman maupun sensasi akan sebuah ruang wisata. Salah satu objek yang paling banyak dikonversi ke dalam media digital adalah museum. Media yang digunakan juga beragam, tidak hanya sebatas foto foto tidak bergerak, namun ada video, bahkan tur virtual yang interaktif. Tur interaktif ini dinavigasikan oleh perangkat digital, sehingga pengunjung bisa merasakan sensasi ruang berjalan jalan layaknya berada pada bangunan fisik. Studi ini ingin mempelajari apakah tur virtual bisa menggantikan keseluruhan sensasi indera manusia, walaupun sebenarnya yang dominan adalah indera penglihatan. Ada anggapan bahwa sensasi kadang terbentuk dari memori dan persepsi yang sudah dimiliki oleh masing masing orang sebelumnya, tidak hanya sebatas rangsangan langsung pada masing masing indera. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kondisi pandemi corona membuat sebagian besar dari kita beradaptasi dengan kebiasaan baru. Keterbatasan untuk menuju berbagai tempat wisata secara fisik, membuat alternatif objek wisata bermunculan. Salah satunya adalah wisata virtual, sebuah media digital yang diatur sedemikian rupa agar dapat memberikan pengalaman maupun sensasi akan sebuah ruang wisata. Salah satu objek yang paling banyak dikonversi ke dalam media digital adalah museum. Media yang digunakan juga beragam, tidak hanya sebatas foto foto tidak bergerak, namun ada video, bahkan tur virtual yang interaktif. Tur interaktif ini dinavigasikan oleh perangkat digital, sehingga pengunjung bisa merasakan sensasi ruang berjalan jalan layaknya berada pada bangunan fisik. Studi ini ingin mempelajari apakah tur virtual bisa menggantikan keseluruhan sensasi indera manusia, walaupun sebenarnya yang dominan adalah indera penglihatan. Ada anggapan bahwa sensasi kadang terbentuk dari memori dan persepsi yang sudah dimiliki oleh masing masing orang sebelumnya, tidak hanya sebatas rangsangan langsung pada masing masing indera.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40340</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.111-119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 111-119</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40340/20385</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/40340/9551</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Bramasta Putra Redyantanu, Rully Damayanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10776</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:33:21Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRODUK MATA KULIAH INTI PREREQUISITEPERANCANGAN ARSITEKTUR BERBASIS WORKSHOP / ATELIER</dc:title>
	<dc:creator>Riskiyanto, Resza</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas Pembelajaran, Prerequisite, Workshop/atelier</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian “Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Produk Mata Kuliah Inti Prerequisite Perancangan Arsitektur Berbasis Workshop/Atelier” bertujuan agar hasilnya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran mata kuliah Perancangan Arsitektur [termasuk mata kuliah Trimatra I Semester I dan Trimatra II Semester II].Sebagai mata kuliah inti dalam pendidikan di jurusan arsitektur, pelaksanaan mata kuliah Perancangan Arsitektur mengutamakan pada proses pembelajaran yang diterapkan pada proses perancangan dalam wujud pembuatan tugas. Sejak Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro berdiri pada tahun 1962, proses pembuatan tugas  sebagai latihan/praktikum dari proses perancangan arsitektur, selalu dilakukan dengan sistem studio. Dalam proses pengerjaan tugas perancangan di studio, ruang studio yang disediakan tidak dipergunakan secara maksimal oleh mahasiswa, dan proses diskusi dengan para dosen pembimbingnya juga tidak optimal dapat dilakukan. Penelitian ini akan mengunakan metode penganalisisan secara deskriptif dan komparasi. Deskriptif didasarkan pada kondisi eksisting yang berlangsung di Program Studi Strata-1 Arsitektur Universitas Diponegoro, dengan komparasi terhadap kondisi yang sama yang diterapkan pada beberapa jurusan arsitektur di perguruan tinggi lain yang sudah menerapkan sistem workshop/atelier</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10776</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.171-192</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015; 171-192</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10776/8550</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54890</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:44Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERUBAHAN FUNGSI RUANG AKIBAT PERKEMBANGAN PARIWISATA DI DESA WISATA DIENG KULON BANJARNEGARA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">PERUBAHAN FUNGSI RUANG AKIBAT PERKEMBANGAN PARIWISATA DI DESA WISATA DIENG KULON BANJARNEGARA</dc:title>
	<dc:creator>Riswanto, Mukhlasin</dc:creator>
	<dc:creator>Ratih Sari, Suzanna</dc:creator>
	<dc:creator>Rukayah, Raden Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Fungsi Ruang; Aktivitas Pariwisata; Dieng Kulon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kawasan Wisata Dieng Kulon merupakan daerah yang banyak diminati oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Jumlah pengunjung kawasan wisata ini semakin meningkat sehingga meningkatkan perubahan fungsi ruang pada kawasan wisata dieng untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan fungsi ruang berdasarkan empat elemen pariwisata yaitu daya tarik wisata, aksesibilitas, amenitas dan pelayanan tambahan serta penyebab terjadinya perubahan fungsi ruang. Metode penelitianyang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi serta observasi di Desa Wisata Dieng Kulon.  Data penelitian ini kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menjukkan bahwa terdapat beberapa perubahan fungsi ruang pada semua elemen pariwisata namun perubahan yang paling banyak pada komponen amenitas sepertinya banyak perkembangan pada homestay dan toko untuk mendukung fasilitas di Kawasan Wisata Dieng Kulon. Penyebab perubahan yang terjadi di Desa Dieng Kulon dikarenakan adanya potensi peningkatan ekonomi untuk masyarakat.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan Wisata Dieng Kulon merupakan daerah yang banyak diminati oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Jumlah pengunjung kawasan wisata ini semakin meningkat sehingga meningkatkan perubahan fungsi ruang pada kawasan wisata dieng untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan fungsi ruang berdasarkan empat elemen pariwisata yaitu daya tarik wisata, aksesibilitas, amenitas dan pelayanan tambahan serta penyebab terjadinya perubahan fungsi ruang. Metode penelitianyang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi serta observasi di Desa Wisata Dieng Kulon.  Data penelitian ini kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menjukkan bahwa terdapat beberapa perubahan fungsi ruang pada semua elemen pariwisata namun perubahan yang paling banyak pada komponen amenitas sepertinya banyak perkembangan pada homestay dan toko untuk mendukung fasilitas di Kawasan Wisata Dieng Kulon. Penyebab perubahan yang terjadi di Desa Dieng Kulon dikarenakan adanya potensi peningkatan ekonomi untuk masyarakat. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/54890</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.1.2023.60-67</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles); 60-67</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/54890/23960</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Mukhlasin Riswanto, Suzanna Ratih Sari, Siti Rukayah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19006</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:30Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN TATANAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KONSEP KAMPUS HIJAU DI KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO TEMBALANG</dc:title>
	<dc:creator>Purwanto, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Setioko, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tatanan; ruang terbuka hijau; kampus hijau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Universitas Diponegoro dinobatkan sebagai kampus hijau oleh Greenmetrics tahun 2014 dengan nomer urut 5 dari 10 universitas lainnya di Indonesia. Pada tahun 2015 Indonesia menempatkan tiga kampus yang masuk 50 besar kampus hijau terbaik dunia, yakni Universitas Indonesia pada peringkat 33, kemudian Institut Pertanian Bogor peringkat 36 dan disusul Universitas Diponegoro pada peringkat 44.Untuk tahun 2016, tingkat nasional, Universitas Indonesia (UI) ada di peringkat 31 (1), diikuti oleh Institut Teknologi Sepuluh November di peringkat 43 (2), Institut Pertanian Bogor di peringkat 57 (3), Universitas Diponegoro ada di peringkat 69 (4), dan Universitas Sebelas Maret di peringkat 76 (5). UI GreenMetric merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia yang basis penilaian utamanya adalah komitmen perguruan-perguruan tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. Indikator yang dipergunakan adalah statistik kehijauan kampus (15%), pengelolaan sampah (18%), energi dan perubahan iklim (21%), penggunaan air (10%), transportasi (18%), dan pendidikan (18%). Tujuan penelitian adalah melakukan kajian dan analisis tatanan ruang terbuka hijau sebagai salah satu indikator terhadap keberlangsungan kampus Universitas Diponegoro yang berkonsep kampus hijau.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya.Hasil Penelitian menghasilkan kajian tatanan ruang hijau berdasarkan aspek fungsional, aspek fisik dan non fisik, dan aspek lingkungan/ekologis.Kajian Tatanan ruang terbuka hijau terhadap konsep kampus hijau di Kampus Universitas Diponegoro Tembalang diharapkan akan menghasilkan rumusan guna keberlangsungan kampus Universitas Diponegoro sebagai kampus berkonsep hijau dimasa yang akan datang..  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19006</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.1.2018.9-16</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles); 9-16</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19006/13251</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/69500</identifier>
				<datestamp>2026-02-10T01:13:28Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">INTEGRASI ELEMEN BUDDHA, KONGHUCU DAN TAO DALAM DESAIN MASJID CHENG HO: SEBUAH ANALISIS KOMPARATIF</dc:title>
	<dc:creator>Angkasa, Zuber</dc:creator>
	<dc:creator>Kamil, Erfan M</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">arsitektur; masjid; tionghoa; tri dharma; akulturasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini menganalisis pengaruh elemen arsitektur Tri Dharma (Buddha, Konghucu, dan Tao) dalam desain masjid Cheng Ho di Indonesia. Kajian dilakukan pada 14 masjid Cheng Ho menggunakan pendekatan analitik komparatif, dengan evaluasi elemen-elemen desain seperti atap, fasad, bukaan, menara, ornamen, warna, dan struktur. Temuan menunjukkan bahwa elemen arsitektur Buddha mendominasi melalui atap pagoda, ornamen naga, dan warna merah-hijau, didukung oleh kompatibilitas simbolik, warisan budaya, dan nilai sejarah. Elemen Konghucu terlihat dalam desain simetris dan kesederhanaan fasad, mencerminkan keteraturan dan harmoni sosial, meskipun dibatasi oleh prinsip anikonisme Islam. Elemen Tao, meski tidak dominan, memberikan kontribusi pada harmoni visual melalui ornamen lingkaran dan detail lentik. Selain itu, adaptasi elemen non-Tionghoa, seperti arsitektur Arab, modern, Flores-Timor, dan Jawa-Bali, memperkaya identitas lokal masjid Cheng Ho.Penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk pengembangan masjid bergaya arsitektur Tionghoa yang lebih inklusif, dengan eksplorasi elemen arsitektur Buddha, Konghucu dan Tao. Namun, penelitian ini terbatas pada masjid Cheng Ho yang ada di Indonesia, sehingga inklusi masjid-masjid bergaya Tionghoa lainnya dapat memperluas generalisasi temuan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi masjid Tionghoa di luar kategori Cheng Ho guna memperkaya pemahaman tentang akulturasi budaya dalam arsitektur Islam di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/69500</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.2.2025.91-112</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles); 91-112</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/69500/29780</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/69500/22684</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Zuber Angkasa, Zuber Angkasa, Erfan M Kamil</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25471</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ELEMEN PERANCANGAN KOTA  YANG BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS RUANG KOTA  PADA JALAN JENDRAL SUDIRMAN KOTA SALATIGA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">ELEMEN PERANCANGAN KOTA YANG BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS RUANG KOTA PADA JALAN JENDRAL SUDIRMAN KOTA SALATIGA</dc:title>
	<dc:creator>Risdian, Happy</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Suzanna Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Rukayah, Raden Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">elements urban design; quality; urban space;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">elemen perancangan kota</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jalan Jendral Sudirman in Salatiga City is the part of Central Business District in Salatiga City. City planning elements according to Shirvani (1985) are land use, building form and mass, circulation and parking, open space, pedestrian ways , activity support, signage, and preservation. The existence element of urban design contained in Jalan Jendaral Sudirman will influence the quality of urban space. To determine this effect, this study uses a rationalistic qualitative method. Data collection method by means of literature study, field observations, interviews. Analysis method by analyze interview results. The results of this study indicate urban design elements influence to urban place quality.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Jalan Jendral Sudirman in Salatiga City is the part of Central Business District in Salatiga City. City planning elements according to Shirvani (1985) are land use, building form and mass, circulation and parking, open space, pedestrian ways , activity support, signage, and preservation. The existence element of urban design contained in Jalan Jendaral Sudirman will influence the quality of urban space. To determine this effect, this study uses a rationalistic qualitative method. Data collection method by means of literature study, field observations, interviews. Analysis method by analyze interview results. The results of this study indicate urban design elements influence to urban place quality.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25471</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.10-17</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 10-17</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25471/17130</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 risdian</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/5381</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:29:32Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSEP KEARIFAN LOKAL PADA  PERTUMBUHAN KAWASAN PINGGIRAN KOTA</dc:title>
	<dc:creator>Setioko, Bambang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pertumbuhan kawasan pinggiran kota telah menjadi fenomena dunia, menyebabkan kota berkembang tanpa batas. Fisik kota dengan cepat tumbuh dan berkembang kearah horisontal dengan skala gigantis, mengokupasi kawasan pedesaan disekitarnya. Pertumbuhan kota tidak lagi berlangsung di pusat kota tetapi berpindah ke kawasan pinggiran. Morfologi kota mengalami metamorfosa menyebabkan terjadinya inverted metropolis dimana inti kota berciri marjinal, sebaliknya kawasan pinggiran berciri sentral.  Bentukan fisik sebuah kota merupakan kumpulan urban artefacts hasil sejarah panjang proses pembentukannya selalu mempunyai ke-unik-an. Oleh karenanya dalam upaya “membaca” bentuk kota dan menelaah proses pertumbuhan kota diperlukan pemahaman pada nilai lokal. Pada hakekatnya kota merupakan konfigurasi spasial dari struktur sosial dan budaya masyarakatnya. Pendekatan yang paling sesuai untuk dapat dipakai dalam mengelola pertumbuhan kota haruslah berbasis pada nilai lokal.   Fragmentasi ruang perkotaan dikawasan pinggiran ternyata tidak diikuti dengan segmentasi struktur sosial pelaku ruang, yang justru menyatu. Masyarakat kawasan pinggiran mempunyai karakter saling tergantung (interdependensi) dan berciri kekerabatan. Interdependensi di bidang ekonomi menciptakan koeksistensi antar pelaku ruang dan merupakan embrio tumbuhnya struktur sosial yang terintegrasi. Aspek tersebut merupakan bahan utama terbangunnya konsep kearifan lokal pada pertumbuhan kawasan pinggiran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5381</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.2.2013.89-94</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013; 89-94</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5381/4823</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10767</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:33:20Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Daftar Isi</dc:title>
	<dc:creator>editor, Editor</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daftar Isi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10767</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10767/8541</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/50043</identifier>
				<datestamp>2024-05-26T22:33:47Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ARSITEKTUR NABATI : RESPON RUANG PASKA PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">ARSITEKTUR NABATI : RESPON RUANG PASKA PANDEMI COVID-19  DI INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Sekarlangit, Nimas</dc:creator>
	<dc:creator>Satwiko, Prasasto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">arsitektur nabati; kebiasaan hidup baru; pandemic zoonosis; pertanian perkotaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">arsitektur nabati; kebiasaan hidup baru; pandemic zoonosis; pertanian perkotaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pandemi COVID-19 tahun 2020 memaksa seluruh penduduk bumi, termasuk Indonesia untuk menjalani kebiasaan hidup baru. Para ahli yang berkompeten menyatakan bahwa pandemi zoonosis yang terus berulang terkait erat dengan konsumsi manusia pada hewan liar dan ternak. Sebenarnya sumber pangan nabati telah terbukti dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap manusia. Arsitektur nabati nusantara adalah bentuk arsitektur yang menggabungkan wadah aktivitas manusia dengan tanaman pangan dalam konteks lokal. Arsitektur nabati menawarkan pemecahan terpadu dan komprehensif terhadap masalah pencegahan berulangnya pandemi zoonosis, pencukupan nutrisi, keanekaragaman hayati, serta kualitas lingkungan hidup perkotaan. Tulisan ini menggunakan metode terbaru dengan menggali informasi terkini yang berhubungan dengan COVID 19 dan membahas benang merah antara pandemi dan desain arsitektur arsitektur nabati nusantara. Sebagai objek studi yaitu karya mahasiswa dan arsitek profesional dalam menanggapi ide pertanian perkotaan. Hasil pembahasan menemukan bahwa baik mahasiswa dan arsitek profesional di Indonesia telah memiliki wawasan cukup lengkap dan inovatif tentang desain pertanian perkotaan yang dapat menjadi bentuk arsitektur nabati nusantara</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pandemi COVID-19 tahun 2020 memaksa seluruh penduduk bumi, termasuk Indonesia untuk menjalani kebiasaan hidup baru. Para ahli yang berkompeten menyatakan bahwa pandemi zoonosis yang terus berulang terkait erat dengan konsumsi manusia pada hewan liar dan ternak. Sebenarnya sumber pangan nabati telah terbukti dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap manusia. Arsitektur nabati nusantara adalah bentuk arsitektur yang menggabungkan wadah aktivitas manusia dengan tanaman pangan dalam konteks lokal. Arsitektur nabati menawarkan pemecahan terpadu dan komprehensif terhadap masalah pencegahan berulangnya pandemi zoonosis, pencukupan nutrisi, keanekaragaman hayati, serta kualitas lingkungan hidup perkotaan. Tulisan ini menggunakan metode terbaru dengan menggali informasi terkini yang berhubungan dengan COVID 19 dan membahas benang merah antara pandemi dan desain arsitektur nabati. Sebagai objek studi yaitu karya mahasiswa dan arsitek profesional dalam menanggapi ide pertanian perkotaan. Hasil pembahasan menemukan bahwa Arsitektur Nabati mampu menjadi upaya mitigasi awal terhadap bencana pandemi dengan memberikan kualitas udara dan pencahayaan yang baik bagi ruang dan mampu menyehatkan penghuninya serta memberikan ketahanan pangan akibat keterbatasan lahan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/50043</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.1.2023.1-9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/50043/23349</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Nimas Sekarlangit, Prasasto Satwiko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17245</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:50Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TRANSFORMASI BENTUK DAN POLA RUANG KOMUNAL DI KOTA LAMA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Setioko, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun IR</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">transformasi; ruang komunal; transformasi spasial; kota lama</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembentukan citra sebuah kawasan kota tua tidak hanya sekedar dilihat dari kualitas fisik bangunannya saja, akan tetapi juga dilihat dari kualitas fisik lingkungan yang diikuti dengan fungsi sosial lingkungan. Fungsi sosial lingkungan ini dapat terwujud dalam bentuk ruang komunal.Ruang komunal di kota lama Semarang adalah taman srigunting (yang sebelumnya merupakan permakaman, halaman gereja, tempat pedagang kaki lima) dan polder tawang (yang sebelumnya halaman stasiun, terminal, lapangan sepakbola. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan/transformasi ruang komunal di kawasan Kota Lama Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperkaya teori transformasi spasial yang berkaitan dengan bentuk dan pola ruang komunal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Selain itu, metode pengolaan data dilakukan dengan metode studi kasus dan analisa deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil analisis penelitian, ditemukan bahwa terjadi transformasi bentuk dan pola ruang komunal di Kota Lama Semarang. Kemudian, transformasi tersebut terjadi pada beberapa hal, yaitu: fungsi, bentuk, sirkulasi,aktivitas, dan identitas ruang komunal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17245</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.1.2017.11-16</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles); 11-16</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17245/12395</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/61400</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:50Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">EVALUASI SISTEM EVAKUASI KESELAMATAN PADA SARANA KESEHATAN BERDASARKAN PERATURAN MENTRI KESEHATAN NO. 43 TAHUN 2019 DAN PERATURAN PEMERINTAH NO. 16 TAHUN 2021 STUDI KASUS: UPTD PUSKESMAS BULUSAN TEMBALANG KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI SISTEM EVAKUASI KESELAMATAN PADA SARANA KESEHATAN BERDASARKAN PERATURAN MENTRI KESEHATAN NO. 43 TAHUN 2019 DAN PERATURAN PEMERINTAH NO. 16 TAHUN 2021 STUDI KASUS: UPTD PUSKESMAS BULUSAN TEMBALANG KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Widiastuti, Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhani, Tasya Alifia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Puskesmas; Evakuasi; Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Puskesmas; Evakuasi; Kesehatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dalam pengimplementasiannya pemerintah turut memberikan fasilitas berupa pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas. Untuk menunjang pelayanan di Puskesmas penulis melakukan penelitian melalui pengevaluasian sistem sarana evakuasi pada gedung UPTD Puskesmas Bulusan, Tembalang — Kota Semarang dengan menggunakan parameter Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019 Dan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021 yang membahas terkait sarana evakuasi. Pada Penelitian ini penulis menggunakan metode studi data sekunder berupa DED (Detail Engineering Design) dari Gedung Puskesmas Bulusan, Tembalang — Kota Semarang. Melalui penelitian ini tentunya diharapkan dapat menjadi salah satu acuan untuk menunjang kenyamanan serta keamanan bagi penguna Puskesmas itu sendiri.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dalam pengimplementasiannya pemerintah turut memberikan fasilitas berupa pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas. Untuk menunjang pelayanan di Puskesmas penulis melakukan penelitian melalui pengevaluasian sistem sarana evakuasi pada gedung UPTD Puskesmas Bulusan, Tembalang — Kota Semarang dengan menggunakan parameter Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019 Dan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021 yang membahas terkait sarana evakuasi. Pada Penelitian ini penulis menggunakan metode studi data sekunder berupa DED (Detail Engineering Design) dari Gedung Puskesmas Bulusan, Tembalang — Kota Semarang. Melalui penelitian ini tentunya diharapkan dapat menjadi salah satu acuan untuk menunjang kenyamanan serta keamanan bagi penguna Puskesmas itu sendiri. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/61400</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.1.2025.26-35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles); 26-35</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/61400/28802</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Ratih Widiastuti, Tasya Alifia Ramadhani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/23796</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:15Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KAJIAN FAKTOR IKLIM TROPIS PADA PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus: Pasar Wonodri Semarang)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN FAKTOR IKLIM TROPIS PADA PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus: Pasar Wonodri Semarang)</dc:title>
	<dc:creator>Indraswara, Muhammad Sahid</dc:creator>
	<dc:creator>Alghifary, Hudan Izza</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pasar; Arsitektur Tropis; Kenyamanan Thermal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasar; Arsitektur Tropis; Kenyamanan Thermal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pasar Tradisional Wonodri di Kota Semarang merupakan salah satu pasar tradisional hasil redesain ulang di bawah arahan Pemerintah Kota Semarang. Minimnya bukaan di sisi Pasar Wonodri juga membuat temperatur ruangan tinggi. Penggunaan penghawaan buatan yang ada di setiap sisi pasar merupakan dampak dari temperatur ruangan yang tinggi. Kenyamanan di dalam pasar sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan jual beli di dalamnya. Hal ini yang merekomendasikan adanya penerapan konsep arsitektur tropis pada bangunan yang dapat meminimalisir ketidaknyamanan pengguna di dalam bangunan. Berdasarkan hasil penelitian, lubang ventilasi Pasar Wonodri kurang dari 10% dari luas lantai yang akan di ventilasi dan untuk temperature ruangan pasar wonodri lebih dari 30,5oC yang membuat kondisi lingkungan mulai sukar. Kenyataan tersebut berbanding terbalik yang sebagaimana dituliskan menurut SNI 03-6572 2001 bahwa lubang ventilasi pada bangunan gedung (pasar) seharusnya tidak kurang dari 10% luas lantai yang akan di ventilasi dan untuk temperatur ruangan yang nyaman sesuai teori dari Georg Lippsmeier dan peraturan MENKES NO.261/MENKES/SK/II/1998 berkisar antara 18°C-26°C. Dengan begitu minimnya bukaan bangunan dan temperature ruangan yang tinggi membuat pengguna didalamnya merasa sukar dan kurang nyaman.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pasar Tradisional Wonodri di Kota Semarang merupakan salah satu pasar tradisional hasil redesain ulang di bawah arahan Pemerintah Kota Semarang. Minimnya bukaan di sisi Pasar Wonodri juga membuat temperatur ruangan tinggi. Penggunaan penghawaan buatan yang ada di setiap sisi pasar merupakan dampak dari temperatur ruangan yang tinggi. Kenyamanan di dalam pasar sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan jual beli di dalamnya. Hal ini yang merekomendasikan adanya penerapan konsep arsitektur tropis pada bangunan yang dapat meminimalisir ketidaknyamanan pengguna di dalam bangunan. Berdasarkan hasil penelitian, lubang ventilasi Pasar Wonodri kurang dari 10% dari luas lantai yang akan di ventilasi dan untuk temperature ruangan pasar wonodri lebih dari 30,5oC yang membuat kondisi lingkungan mulai sukar. Kenyataan tersebut berbanding terbalik yang sebagaimana dituliskan menurut SNI 03-6572 2001 bahwa lubang ventilasi pada bangunan gedung (pasar) seharusnya tidak kurang dari 10% luas lantai yang akan di ventilasi dan untuk temperatur ruangan yang nyaman sesuai teori dari Georg Lippsmeier dan peraturan MENKES NO.261/MENKES/SK/II/1998 berkisar antara 18°C-26°C. Dengan begitu minimnya bukaan bangunan dan temperature ruangan yang tinggi membuat pengguna didalamnya merasa sukar dan kurang nyaman</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/23796</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.2.2019.62-67</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles); 62-67</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/23796/16054</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 muhammad sahid indraswara, Hudan Izza Alghifary</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4751</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T06:49:12Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROFIL PENUTUP ATAP GENTENG BETON DALAM EFFESIENSI KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA SKALA RUMAH TINGGAL</dc:title>
	<dc:creator>Prianto, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Dwiyanto, Agung</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hingga bulan oktober 2012, Isyu kenaikan harga BBM kini menjadi ajang mencari simpati masyarakat luas oleh kalangan politik, karena mereka mengetahui bahwa kuota terbesar dari pemakaian listrik di Indonesia ada pada masyarakat kalangan menengah kebawah (wong cilik), terutama pada sektor rumah tinggal. Satu sisi, fenomena pendekatan Arsitektur Green kini juga sedang jadi ‘trend’ diberbagai kalangan, letlebih pada dunia Perancangan Arsitektur. Karena salah satu aspek Effesiensi energy berada pada satu diantara 6 (enam) parameter ranking Green Building, baik pada standart Green versi LEED-Internasional ataupun GBCI (Green Building Council Indonesia) Dua beban panas dalam suatu bangunan yang mempengaruhi kenyamanan penghuni, yaitu beban internal (aktivitas penghuni) dan beban eksternal (salah satunya peran kulit bangunan). Mencapai 40% konsumsi listrik rumah tinggal dalam mengatasi suhu panas ruangan disebabkan perangaruh keberadaan aspek kulit bangunan ini. Kulit bangunan berupa atap rumah tinggal berperan secara fungsional dalam memberikan perlindungan terhadap iklim (pancaran sinar matahari dan hujan), disamping perannanya secara estetis yang juga dibutuhkan oleh masyarakat kita. Dari beberapa ragam material atap (genteng tanah, genteng beton, polycarbonate, seng dan asbes)yang diuji cobakan pada RUMAH MODEL, ternyata posisi bahan atap ini menunjukan adanya  profil penurunan suhu dalam ruangan secara signifikan. Untuk daerah panas, seperti kota Semarang, pemakaian bahan penutup atap berupa Genteng Beton dapat menekan konsumsi energy hingga 17% dibanding material lain. Kata kunci : Bahan Penutup Atap, Effesiensi Listrik, Rumah Tinggal, Model, Green Design</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4751</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.1.2013.23-34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013; 23-34</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4751/4301</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/35656</identifier>
				<datestamp>2021-07-19T05:47:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">VIRTUAL LEARNING PLATFORM IN ARCHITECTURE DESIGN STUDIO FOR MAINTAINING AUTONOMY AND AUTHORITY</dc:title>
	<dc:creator>Harahap, Mochammad Mirza Yusuf</dc:creator>
	<dc:creator>Atmodiwirjo, Paramita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">virtual studio; autonomy; authority, virtual learning platform; architecture pedagogy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This paper highlights a strategy for design studio learning due to the restriction during the COVID-19 pandemic that requires an immediate change from physical, face-to-face learning to virtual, online learning. The study examines how creative design and knowledge construction could be monitored throughout the learning process in the virtual studio. The study reflects upon the autonomy and authority of students and tutors, respectively, as they utilise a particular platform for virtual learning. The virtual communication platform becomes the media to accommodate reflection, peer learning, benchmarking and constructive feedback as essential parts of design learning. The study argues that it is essential to establish a strategy to balance the tutor’s space in maintaining their authority and the students’ space in building their autonomy as a design learner in the virtual studio environment.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35656</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.1.2021.37-42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles); 37-42</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35656/19369</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/35656/7313</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/35656/7314</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Mochammad Mirza Yusuf Harahap, Paramita Atmodiwirjo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7853</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:30:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Fasilitas Umum Rumah Susun Pekunden Yang Berorientasi Kepada Kebutuhan Manula</dc:title>
	<dc:creator>wijayanti, wijayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Pandelaki, Edward E</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Manula, kebutuhan Manula, Hunian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, kebutuhan perumahan sebagai hunian menjadi semakin meningkat pula. Pendekatan perencanaan dan perancangan oleh para developer sudah banyak yang ditawarkan tetapi belum ada yang menyentuh kepada kebutuhan khusus penghuninya yaitu yang berkaitan dengan kebutuhan Manula. Hal ini pantas menjadi perhatian karena saat ini sebagian besar manula tinggal di perumahan. Konsep pendekatan yang berorientasi kepada manula dirasa perlu mengingat saat ini di Indonesia, jumlah penduduk Manula yang berusia 60 tahun ke atas mencapai 10 persen dari jumlah penduduk dunia. Penduduk manula di dunia akan terus meningkat bahkan pada tahun 2050 diproyeksikan jumlah Manula meningkat 22 persen. Sebanyak 66,7 persennya di tinggal di negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) diperkirakan pada 2025, lebih dari seperlima penduduk Indonesia adalah orang lanjut usia (manula).  Penelitian ini menitik beratkan pada pendekatan eksploratif untuk mengungkapkan kegiatan hidup sehari-hari manula yang melibatkan fungsi ruang hunian baik hunian yang bermakna rumah sebagai tempat tinggal dan hunian yang berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal (neighbourhood).  Temuan penelitian mnyebutkan bahwa hunian vertikal dengan  aksesibilitas utama adalah tangga menjadikan manula yang memiliki keterbatasan fisik akan mengalami kesulitan dalam mobilitasnya. Manula hanya dapat melakukan kegiatan di lantai di mana mereka tinggal, seperti halnya jalan sehat ringan. Namun dengan desain selasar yang menerus dan bersambung antar blok, menjadikan manula  bisa melakukan kegiatan tersebut lebih leluasa karena dapat mengelilingi seluruh blok yang ada meskipun pada lantai yang sama. Hal ini memberikan kesempatan manula masih dapat bersoisalisasi dengan penghuni blok lainnya. Bagi manula yang secara fisik tidak mampu bergerak jauh dan hanya mampu berada di unit rumahnya, maka  secara visual meraka  masih dapat melihat suasana di dalam linkungan rumah susun ataupun masih dapat melakukan kontak sosial  dengan tetangga yang tinggal  di lantai yang sama dalam blok yang sama. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-11-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7853</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.2.2014.113-120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014; 113-120</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7853/6433</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37232</identifier>
				<datestamp>2022-10-28T20:49:54Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR METABOLISME PADA BANGUNAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>umom, choirul</dc:creator>
	<dc:creator>ashadi, ashadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">arsitektur metabolisme, bandar udara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sebuah karya dalam rancangan desain arsitektural ada dikenal sebuah aspek konseptual seperti sebuah ide yang mendasari sebuah karya yang dibuat. Salah satunya gagasan atau konsep desain dalam karya arsitektur adalah konsep arsitektur metabolisme yang muncul pada zaman arsitektur modern yang berasal dari negara Jepang. Konsep desain arsitektur metabolisme memiliki gagasan desain bangunan yang memungkinkan ruang dan bentuk dapat disesuaikan dengan perubahan (berkembang) sesuai dengan kebutuhan fungsinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif. Metode dengan cara ini yaitu melihat kondisi nyata yang terjadi sesuai keadaan aslinya dan selanjutnya melakukan analisis dengan cara dideskripsikan secara naratif. Hasil dari penelitian ini adalah melihat pada objek studi kasus yaitu bangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarata apakah menerapkan ciri-ciri arsitektur metabolisme. Pada penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman dan hasil identifikasi untuk menambah pembendaharaan ilmu khususnya terkait dengan penerapan ciri-ciri arsitektur metabolisme yaitu: modular, arsitektur yang fleksibel, bentuk geometris, dan memiliki konteks budaya pada bangunan studi kasus Bandar Udara Intenasional Yogyakarta</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/37232</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.1.2022.51-61</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles); 51-61</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/37232/21937</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 choirul umom, ashadi ashadi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17254</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:31Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA KOTA YANG SEHAT  Studi Kasus: Kawasan Kota Lama Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Suzanna Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Iswanto, Dhanoe</dc:creator>
	<dc:creator>Indrosaptono, Djoko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kota Lama; Peran Serta Masyarakat; Ruang Terbuka Hijau; Kota yang Sehat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Lama merupakan salah satu kawasan di Kota Semarang yang memiliki nilai historis dan dilindungi sebagai kawasan Cagar Budaya sekaligus sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Namun kondisi saat ini dapat dikatakan cukup memprihatinkan khususnya pada saat hujan turun. Lingkungan di sekitar kawasan Kota Lama dan sebagaian kawasan Kota Lama senantisa tergenang air. Selain banjir, kawasan ini selalu terkena rob khususnya di beberapa spot area di sekitar kawasan Kota Lama. Disamping itu, kawasan Kota Lama merupakan daerah yang cukup padat dilalui kendaraan bermotor, sehingga tingkat polusi didaerah tersebut relative cukup tinggi. Kurangnya ketersediaan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi polusi lingkungan menjadi salah satu penyebab. Ketidaksadaran masyarakat terhadap pentingya keberadaan ruang terbuka hijau menyebabkan beberapa ruang terbuka dialihfungsikan menjadi bangunan-bangunan non permanen dan semi permanen. Seperti yang terjadi di bantaran sungai Mberok sebagai batasan administrative kawasan Kota Lama Semarang. Berdasarkan pada fenomena-fenomena diatas, maka melalui penelitian ruang terbuka ini peneliti berupaya untuk dapat memberikan konsep dan strategi yang dapat digunakan secara implementatif oleh masyarakat guna membantu meningkatkan kesadaran untuk peran serta secara aktif dalam meningkatkan kualitas lingkungannya khususnya di kawasan Kota Lama. Metode penelitian yang akan diguanan adalah kualitatif deskriptif untuk memudahkan peneliti dalam mendiskripsikan kondisi dan segala permasalahan yang muncul serta memberikan alternative solusi yang dibutuhkan.Harapan yang diinginkan dari penelitian ini adalah dengan konsep peningkatan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan akan membantu pemerintah daerah dalam menciptakan suatu kawasan di Kota Semarang yang sehat. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17254</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.2.2016.81-85</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 2 (2016): MODUL  Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles); 81-85</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17254/12404</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48846</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:45Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">MATERIALITAS/KOMUNITAS SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN Perspektif Teori Jaringan-Aktor untuk Desain Arsitektur Terakota  di Alun-alun Desa Jatisura, Jatiwangi, Majalengka</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">MATERIALITAS/KOMUNITAS SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN Perspektif Teori Jaringan-Aktor untuk Desain Arsitektur Terakota di Alun-alun Desa Jatisura, Jatiwangi, Majalengka</dc:title>
	<dc:creator>Ekomadyo, Agus S.</dc:creator>
	<dc:creator>Silmi, Gagas F.</dc:creator>
	<dc:creator>Agumsari, Dini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">materialitas, komunitas, pemikiran desain, Teori Jaringan-Aktor/ Actor-Network Theory, Arsitektur Terakota</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">materialitas; komunitas; pemikiran desain; Teori Jaringan-Aktor/ Actor-Network Theory; Arsitektur Terakota</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Isu materialitas/ komunitas muncul karena eksplorasi seni ketukangan dalam desain arsitektur ternyata melibatkan pelaku pelaku manusia. Sebagai sebuah entitas sosial, komunitas sesungguhnya merupakan suatu realitas yang kompleks, karena relasi antar pelaku manusia merupakan sesuatu yang rumit dan tidak pasti. Artikel ini ditulis sebagai refleksi terhadap materialitas/ komunitas sebagai pendekatan desain, dengan Teori-Jaringan Aktor sebagai kerangka untuk membaca relasi-relasi antara manusia dan objek-objek teknis dalam pemikiran desain yang dilakukan. Kasus yang dipilih adalah desain Arsitektur Terakota di alun-alun Desa Jatisura, Jatiwangi, Majalengka, sebagai bagian dari program Pengabdian Masyarakat. Refleksi dilakukan dengan melihat desain sebagai dialog antara permasalahan dan alternatif solusi (Lawson, 2005), dan untuk kasus ini pemikiran desain dipetakan ke dalam dialog dengan material, dialog dengan bentuk, dialog dengan pengguna, dan dialog dengan konstruksi, masing-masing diidentifikasi keterlibatan pelaku dalam dialog tersebut. Ditemukan relasi materialitas dan komunitas dalam dialog tersebut, yaitu: 1) solusi desain dihasilkan melalui proses iteratif (bolak-balik) dengan mengkalkulasi banyak pertimbangan, 2) pendekatan materialitas/ komunitas menjadikan desain mempertimbangkan pelaku-pelaku manusia sebagai representasi komunitas, 3) dialog material/ komunitas menunjukkan bahwa desain arsitektur bukan saja proses sosial (Dorst, 2003), namun juga proses sosioteknikal (Ekomadyo &amp; Riyadi, 2003), 4) perspektif Teori Jaringan-Aktor melihat peran tertinggi dari objek-objek teknis yang dihasilkan desain arsitektur adalah delegasi dari kehendak manusia, 5) sebagai proses sosial atau proses sosio teknikal, desain akan berada dalam dunia sosial yang rumit, dan 6) Teori Jaringan-Aktor membantu dalam mengurai dan memetakan kerumitan sosial dan memposisikan objek-objek teknis sebagai hasil desain.  Ketika desain mempunyai misi sebagai rajutan hasrat untuk masa depan yang lebih baik (Dovey, 2010), Teori Jaringan-Aktor bisa memandu desain dalam mengkomposisi bukan sekadar objek-objek teknis selayaknya desain secara konvensional, namun juga relasinya dengan pelaku-pelaku manusia yang terlibat. Di sini kerumitan sosial dalam pendekatan materialitas/ komunitas dalam desain arsitektur bisa terurai dan terpetakan dengan baik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Isu materialitas/ komunitas muncul karena eksplorasi seni ketukangan dalam desain arsitektur ternyata melibatkan pelaku pelaku manusia. Sebagai sebuah entitas sosial, komunitas sesungguhnya merupakan suatu realitas yang kompleks, karena relasi antar pelaku manusia merupakan sesuatu yang rumit dan tidak pasti. Artikel ini ditulis sebagai refleksi terhadap materialitas/ komunitas sebagai pendekatan desain, dengan Teori-Jaringan Aktor sebagai kerangka untuk membaca relasi-relasi antara manusia dan objek-objek teknis dalam pemikiran desain yang dilakukan. Kasus yang dipilih adalah desain Arsitektur Terakota di alun-alun Desa Jatisura, Jatiwangi, Majalengka, sebagai bagian dari program Pengabdian Masyarakat. Refleksi dilakukan dengan melihat desain sebagai dialog antara permasalahan dan alternatif solusi (Lawson, 2005), dan untuk kasus ini pemikiran desain dipetakan ke dalam dialog dengan material, dialog dengan bentuk, dialog dengan pengguna, dan dialog dengan konstruksi, masing-masing diidentifikasi keterlibatan pelaku dalam dialog tersebut. Ditemukan relasi materialitas dan komunitas dalam dialog tersebut, yaitu: 1) solusi desain dihasilkan melalui proses iteratif (bolak-balik) dengan mengkalkulasi banyak pertimbangan, 2) pendekatan materialitas/ komunitas menjadikan desain mempertimbangkan pelaku-pelaku manusia sebagai representasi komunitas, 3) dialog material/ komunitas menunjukkan bahwa desain arsitektur bukan saja proses sosial (Dorst, 2003), namun juga proses sosioteknikal (Ekomadyo &amp; Riyadi, 2003), 4) perspektif Teori Jaringan-Aktor melihat peran tertinggi dari objek-objek teknis yang dihasilkan desain arsitektur adalah delegasi dari kehendak manusia, 5) sebagai proses sosial atau proses sosio teknikal, desain akan berada dalam dunia sosial yang rumit, dan 6) Teori Jaringan-Aktor membantu dalam mengurai dan memetakan kerumitan sosial dan memposisikan objek-objek teknis sebagai hasil desain. Ketika desain mempunyai misi sebagai rajutan hasrat untuk masa depan yang lebih baik (Dovey, 2010), Teori Jaringan-Aktor bisa memandu desain dalam mengkomposisi bukan sekadar objek-objek teknis selayaknya desain secara konvensional, namun juga relasinya dengan pelaku-pelaku manusia yang terlibat. Di sini kerumitan sosial dalam pendekatan materialitas/ komunitas dalam desain arsitektur bisa terurai dan terpetakan dengan baik. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/48846</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.1.2024.39-50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles); 39-50</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/48846/26289</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agus S. Ekomadyo, Gagas F. Silmi, Dini Agumsari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21185</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:12Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN TERHADAP FASAD MALL DI SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>kosanti, aulusia ika</dc:creator>
	<dc:creator>dwiyanto, agung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mall; Fasad; Persepsi Pengunjung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota merupakan salah satu tempat kehidupan manusia yang dapat dikatakan paling kompleks, karena perkembangannya dipengaruhi oleh aktivitas pengguna perkotaan. Kota Semarang yang mempunyai fungsi dan peran sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, menunjukan adanya  pertumbuhan fisik yang dilaksanakan oleh berbagai pihak dengan kepentingannya masing-masing. Pembangunan fisik tersebut yang dilaksanakan adalah penyediaan fasilitas perdagangan dan jasa yang didalamnya termasuk bangunan komersial seperti mall. Keberadaan mall yang semakin marak, secara tidak langsung akan meningkatkan persaingan antara mall yang satu dengan mall yang lainnya. Kemampuan untuk menarik konsumen juga sangat perlu dimiliki oleh sebuah mall agar dapat terus mempertahankan keberadaannya salah satunya dengan cara pengaplikasian desain fasad yang menarik dalam perancangan sebuah mall.  Keberagaman bentuk fasad bangunan mall berhubungan dengan kualitas visual estetika yang terbentuk dalam setiap bangunan mall yang ada di Semarang. Untuk mengetahui hubungan tersebut, dibutuhkan persepsi pengunjung untuk menilai, sehingga hasil yang didapatkan obyektif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-11-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21185</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.2.2018.101-107</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles); 101-107</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21185/14227</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1458</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T06:25:41Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MENGENAL GEREJA BLENDUK  SEBAGAI SALAH SATU LAND MARK KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Moedjiono, Moedjiono</dc:creator>
	<dc:creator>Indriastjario, Indriastjario</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bangunan kuno peninggalan sejarah yang terkait erat dengan sejarah pertumbuhan kota dimana bangunan tersebut berada, sangat dimungkinkan meninggalkan pesan dan kesan serta kenangan bagi masyarakat yang mengenalnya dan mengingatnya. Pertumbuhan kota Semarang sebagai kota pantai, yang perkembangan awalnya bertumpu pada kegiatan perdagangan dengan aktivitas pelabuhannya, menjadikan kawasan perniagaan dekat pelabuhan yang dikenal sebagai Kota Lama Semarang, menjadi kawasan bersejarah dimana banyak didapati bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda. Diantara bangunan-bangunan kuno yang ada, terdapat bangunan peribadatan agama Kristen Protestan yang bernama Gereja Immanuel, tetapi masyarakat luas lebih mengenal dengan sebutan Gereja Blenduk, karena bentuk atap kubahnya. Bangunan ini menjadi tetenger kawasan Kota Lama Semarang karena faktor historis dan penampilannya yang kelihatan lebih menonjol dibanding dengan bangunan-bangunan kuno yang ada disekitarnya, sehingga menjadi lebih mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat luas yang pernah mendatanginya. Bahkan lebih jauh masyarakat umum mengenal Gereja Blenduk ini sebagai salah satu land mark / tetengernya kota Semarang.   Kata Kunci: Gereja, Kawasan, Tetenger.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1458</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.2.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1458/1223</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/33434</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KARAKTER WUJUD BANGUNAN ARSITEKTUR STASIUN KERETA API LAMA (HERITAGE)  DI JALUR CIBATU-CIKAJANG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTER WUJUD BANGUNAN ARSITEKTUR STASIUN KERETA API LAMA (HERITAGE)  DI JALUR CIBATU-CIKAJANG</dc:title>
	<dc:creator>Nadya, Janne</dc:creator>
	<dc:creator>Ikaputra, Ikaputra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karakteristik; Wujud Bangunan; Stasiun Kereta Api; Heritage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Karakter arsitektur menjadi salah satu perwujudan kebudayaan yang  membentuk sebuah identitas. Stasiun jalur Cibatu-Cikajang merupakan salah satu wujud arsitektur yang dibangun kolonial Belanda yang menggambarkan identitas dari kota Garut. Tujuan dari penelitian ini menemukan karakter wujud arsitektur bangunan stasiun lama pada jalur Cibatu-Cikajang. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang menemukan dan mendeskripsikan karakteristik wujud arsitektur berdasarkan perusahaan N.I.S x S.S. dan perusahaan S.S. Penelitian ini memerlukan data dalam mengungkap fakta dengan studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dokumentasi sejarah stasiun pada media pendukung. Hasil dari penelitian menemukan adanya karakter dari masing-masing stasiun yang dinaungi oleh perusahaan NISxSS dan perusahaan SS.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Karakter arsitektur menjadi salah satu perwujudan kebudayaan yang  membentuk sebuah identitas. Stasiun jalur Cibatu-Cikajang merupakan salah satu wujud arsitektur yang dibangun kolonial Belanda yang menggambarkan identitas dari kota Garut. Tujuan dari penelitian ini menemukan karakter wujud arsitektur bangunan stasiun lama pada jalur Cibatu-Cikajang. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang menemukan dan mendeskripsikan karakteristik wujud arsitektur berdasarkan perusahaan N.I.S x S.S. dan perusahaan S.S. Penelitian ini memerlukan data dalam mengungkap fakta dengan studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dokumentasi sejarah stasiun pada media pendukung. Hasil dari penelitian menemukan adanya karakter dari masing-masing stasiun yang dinaungi oleh perusahaan NISxSS dan perusahaan SS.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/33434</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.2.2020.134-144</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles); 134-144</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/33434/18205</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Janne Nadya</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43480</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">APPLICATION OF DIGITAL STRUCTURE SIMULATION AS A TOOL  	FOR THE EXPLORATION OF WIDE SPAN STRUCTURE IDEAS</dc:title>
	<dc:creator>Wahadamaputera, Shirley</dc:creator>
	<dc:creator>Subekti, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Permata, Dian Duhita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">digital simulation; exploration; structural design</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Review on structure behaviour and visual appearance of a building is needed in generating creativity in the making of an architectural design. The use of any specific structure software will facilitate this in the process. This research aims to prove the effectiveness with which designers can compose alternative forms of architectural appearance through the use of the software. One of the tools in the creative process used in the exploration of 2-dimensional frame structures is DR FRAME. The observations were carried in the Structure and Construction IV Studio at Itenas Architecture Study Program Bandung through a digital simulation using DR. FRAME software demo version. Several students are invited to explore various forms of wide-span truss structures at the level of unified integration. The results through the program execution show various diagrams which can be implemented in the design of the form and the type of structural components. DR.FRAME software enriches ideas in the wide-span structure design which provides an understanding of the relationship between structural behaviour and the appearance of architectural design. The use of other supporting software is supposed to be applied as an alternative search for various structural design ideas for architecture students</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/43480</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.155-161</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 155-161</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/43480/20787</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Shirley Wahadamaputera</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10782</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:12Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN RUMAH SUSUN (STUDI KASUS : RUSUNAWA UNDIP)</dc:title>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:creator>DA, Nur Aini</dc:creator>
	<dc:creator>P, Zahra Amany</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rusunawa, utilitas, kebakaran, proteksi pasif.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rumah Susun adalah salah satu jenis hunian vertical yang menampung jumlah penghuni yang cukup banyak. Begitupula dengan RUSUNAWA (rumah susun sewa bagi mahasiswa), di dalamnya terdiri dari hampir 1000-an mahasiswa pengguna, belum lagi dengan berbagai aktivitas yang terjadi, tidak hanya sekedar istirahat di dalam kamar, tetapi juga kegiatan bersama yang melibatkan orang luar rusunawa. Melihat kondisi rusunawa dengan jumlah penghuni yang banyak dan aktivitas yang tidak sedikit, membuat sebuah rusunawa memerlukan proteksi terhadap pemadam kebakaran. Agar timbulnya rasa kenyamanan dan keamanan bagi seluruh penghuninya dan kelancaran bagi aktivitas di dalamnya. Dari segi proteksi kebakaran sendiri, terdiri dari proteksi pasif dan proteksi aktif. Dan sebuah bangunan hunian, sejauh ini seharusnya sudah dilengkapi dengan kedua jenis proteksi kebakaran tersebut. Karena keduanya saling berhubungan dan melengkapi. Tulisan ini akan mengkaji tentang seberapa jauh kondisi sistem proteksi pemadam kebakaran yang terdapat pada RUSUNAWA UNDIP, dari segi proteksi pasif. Jika sudah menerapkan sistem proteksi tersebut, apakah sistem utilitas yang diterapkan sudah sesuai dengan standar. Dari kedua rumusan  masalah  tersebut,  akan  muncul   sistem  analisa,  yaitu  mengkaji  utilitas pemadam kebakaran di RUSUNAWA UNDIP dilihat dari sistem proteksinya, pasif. Dimana hasil kesimpulan tulisan ini akan memberikan gambaran, sudah seberapa jauh kesesuaian penerapan sistem utilitas pemadam kabakaran pada bangunan Rusunawa tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10782</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.1.2016.35-42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 1 (2016): Modul  Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles); 35-42</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10782/8557</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58664</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:45Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ERGONOMICS DESIGN ANALYSIS TOWARDS GAMERS’ PREFERENCES IN COASTAL ESPORTS ARENA</dc:title>
	<dc:creator>Leonardo, Leonardo</dc:creator>
	<dc:creator>Suwarlan, Stivani Ayuning</dc:creator>
	<dc:creator>Aguspriyanti, Carissa Dinar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">coastal esports arena; ergonomic architecture; spatial adaptation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Esports activities are developing very rapidly, encouraging the people’s desire to build its distinctive building, an esports arena to support its activity. However, there is no specific spatial form for planning the main room’s interior of esports arena, especially in coastal areas. The absence of guidelines to be applied can lead to less ergonomic spatial planning. This research applies the mixed descriptive method by collecting primary data of questionnaire and secondary data of existing buildings from any official information source as the object of research analysis. With digital information source, source triangulation method is used to identify an ergonomic layout and furniture form to be used by the player and audience within the esports arena building in the coastal zone. The result of this study provides an overview of ergonomic layout and furniture form that can be applied to planning the coastal esports arena building.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/58664</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.2.2023.87-94</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles ); 87-94</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/58664/25082</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Leonardo Leonardo, Stivani Ayuning Suwarlan, Carissa Dinar Aguspriyanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19014</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:44Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN PEMALANG BERBASIS GREEN TOURISM</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Suzanna Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kabupaten Pemalang; Pariwisata; Green Tourism</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan saat ini yang dihadapi berbagai wilayah di Jawa Tengah adalah belum adanya dokumen yang dapat membantu mengarahkan suatu wilayah dalam rencana pemanfaatan, pengembangan maupun pengendalian dalam pemanfaatan wilayah. Sehingga banyak diantara wilayah-wilayah di Jawa Tengah yang melakukan kegiatan peningkatan kualitas wilayah tanpa adanya pedoman perencanaan yang dapat diacu/dijadikan sebagai referensi. Salah satu diantaranya adalah Kabupaten Pemalang yang hingga kini belum memiliki panduan atau acuan yang disepakati di tingkat daerah yang dapat memberikan arah yang jelas mengenai pola pengembangan khususnya pariwisata. Arahan tersebut dibutuhkan pada saat Kabupaten Pemalang berkeinginan  untuk mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada, baik dalam konteks regional (propinsi) maupun nasional, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kepariwisataan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitis terhadap urgensi dari upaya pengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Pemalang yang didasarkan pada rencana tata ruang wilayah (dalam hal ini RTRW Kabupaten Pemalang Tahun 2011-2031) yang telah ada. Dengan output penelitian berupa konsep strategi pengembangan pariwisata kabupaten pemalang berbasis green tourism. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19014</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.1.2018.46-50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles); 46-50</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19014/13259</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1459</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T06:25:41Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH KAMPUS JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO</dc:title>
	<dc:creator>Fadhilah, Arief</dc:creator>
	<dc:creator>Sugianto, Heri</dc:creator>
	<dc:creator>Hadi, Kuncoro</dc:creator>
	<dc:creator>Firmandhani, Satriya Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Murtini, Titien Woro</dc:creator>
	<dc:creator>Pandelaki, Edward Endrianto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampah merupakan material sisa yang sudah tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia tetapi bukan kegiatan biologis. Dalam berkegiatan, manusia memproduksi sampah. Karena semakin banyaknya sampah yang dihasilkan manusia perlu melakukan pengelolaan sampah, dengan tujuan mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis atau mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.  Metode pembahasan menggunakan metode deskriptif dengan mengambil studi kasus di kampus Jurusan Arsitektur UNDIP. Permasalahan sampah yang ada saat ini adalah mudahnya masyarakat untuk membuang sampah. Sehingga dalam menyikapi sampah, sering kali masyarakat tidak banyak berpikir ke mana sampah–sampah tersebut dibawa dan apa yang akan terjadi pada sampah tersebut.  Ini akan mendorong masyarakat untuk terus menghasilkan lebih banyak sampah. Sehingga untuk mengurangi jumlah sampah, manusia perlu memperhatikan mengenai jumlah sampah yang dihasilkan dan akibat–akibat yang ditimbulkan. Adanya sistem pengelolaan pengurangan, penggunaan kembali, dan pendaurulangan dalam penanganan sampah di Jurusan Arsitektur UNDIP.    Kata kunci : sampah, pengelolaan, dan 3P.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1459</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.2.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1459/1224</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/29491</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">MAPPING: POTENSI SUNGAI BANJIR KANAL SEMARANG SEBAGAI KAWASAN PARIWISATA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US"></dc:title>
	<dc:creator>Widiantara, I Wayan Andhika</dc:creator>
	<dc:creator>Herlangga, Nurman Satria</dc:creator>
	<dc:creator>Adani, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mapping; pariwisata; sungai; banjirkanal; semarang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sungai merupakan salah satu komponen penting didalam sebuah penataan kota. Sungai yang bersih dan terta senantiasa menjadikan penduduk kota tersebut bahagia. Saat ini, sungai tidak hanya sekedar berfungsi mengantarkan air dari hilir sampai ke hulu laut sebagai fungsi utamanya. Sungai telah memiliki fungsi lain, yaitu salah satunya sebagai pariwisata. Sungai Banjir Kanal Barat Semarang saat ini memiliki keunikan potensi yang dapat dikembangkan ke arah pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa potensi pariwisata yang ada di Sungai Kali Banjir Kanal Barat dapat dikembangkan melalui tiga kategori pariwisata dengan beberapa area yang mewakilinya, yaitu wisata alam, wisata sosial budaya, dan wisata minat khusus.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29491</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.49-56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 49-56</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29491/17145</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 I Wayan Andhika Widiantara</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6550</identifier>
				<datestamp>2018-07-03T09:33:59Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kayu Kelapa (glugu) sebagai Alternatif Bahan Konstruksi Bangunan</dc:title>
	<dc:creator>Indrosaptono, Djoko</dc:creator>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:creator>Indraswara, Moh Sahid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Abstrak  kayu glugu sangat baik digunakan sebagai alternative bahan bangunan. Aplikasi pemanfaatan atau penggunaan kayu glugu akan menjadi lebih bagus jika dipadukan dengan bahan bangunan yang lain untuk membentuk struktur utama atau struktur pendukung dalam konstruksi bangunan. Kayu glugu dapat digunakan sebagai struktur atap (kuda-kuda, gording, nock, usuk dan reng), juga dapat dimanfaatkan sebagai kusen pintu-jendela, daun pintu-jendela, dinding, lantai dan gazebo. Bentuk konstruksi kayu glugu sama dengan bentuk konstruksi jenis kayu yang lainnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kayu glugu dalam fungsinya sebagai bahan bangunan. Kata Kunci : kayu kelapa, bahan bangunan,konstruksi bangunan </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6550</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.1.2014.53-58</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 1 (2014): MODUL; 53-58</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6550/5405</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10772</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:33:21Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGAMBANGKAN SARANA PRASARANA KAWASAN DESA WISATA BOROBUDUR</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Deasy Mulya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Desa Wisata Borobudur, sarana, prasara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan desa wisata Borobudur termasuk kedalam wisata heritage diamana di dalamnya terdapat peninggalan budaya bersejarah yaitu candi borobudur yang merupakan candi terbesar di Indonesia. Dengan adanya wisata borobudur ini masyarakat setempat di Kecamatan Borobudur menanfaatkannya sebagai sumber perekonomian, diantaranya adalah dengan menjual berbagai souvenir  khas borobudur. Untuk tetap menarik perhatian tourist yang datang ke borobudur, masyarakat borobudur mulai mengembangkan wisata borobur tidak hanya sebatas pada batu candi peninggalan budaya melainkan turut serta mengembangkan seluruh potensi yang ada di wilayah kecamatan borobudur, oleh karena itu mulai bermunculan juga wisata-wisata lain di sekitar borobudur. Namun sayangnya permasalahan yang timbul adalah bahwa adanya pengambangan kawasan wisata tersebut tidak berbarengi dengan pengembangan sarana dan prasarana desa yang justru tidak diperhatikan oleh warga setempat. Sarana dan prasarana yang tersedia di desa borobudur masih kurang memadai. Oleh karena pada penelitian ini penulis melakukan mengidentifikasi mengenai sarana prasarana yang terdapat di permukiman warga setempat dengan tujuan mengetahui sejauh mana partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sarana prasarana desa. Dalam karya tulis ini metode penulisan yang digunakan adalah studi literatur dan kajian pustaka. Berdasarkan hasil yang diperoleh, penulis dapat menyimpulkan bahwa masyarakat di kawasan Desa Borobudur ini sudah berhasil berpartisipasi dalam membentuk, membangun, dan mengembangan kawasan wisata Borobudur dengan hadirnya tempat-tempat wisata lainnya yang dibangun oleh masyarat sekitar. Namun sayangnya pengembangan kawasan ini tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas dan juga sarana prasarana yang berguna bagi permukiman warga sendiri. Padahal fasilitas, sarana serta prasarana tersebut dapat lebih membangun desa dan juga membuat permukiman tersebut menjadi lebih baik.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10772</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.133-140</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015; 133-140</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10772/8546</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/55045</identifier>
				<datestamp>2024-08-29T03:33:28Z</datestamp>
				<setSpec>modul:REP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INTERNATIONAL ACCREDITATION IN ARCHITECTURE EDUCATION</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I R</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">architecture education, accreditation, international</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The UNESCO/International Union of Architects (UIA) Charter for Architectural Education of 2001 recognized the importance of addressing sustainability in educational programs and, in particular, emphasized sensitivity toward the environment and social responsibility. Therefore,  schools’ curricula were analyzed according to their respective architectural program reports, as well as online data from their websites, in order to determine the extent of sustainability education in their programs under the national accreditation of architecture education</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/55045</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles)</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/55045/23827</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Bangun I R Harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17251</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:03Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN KOTA LAMA SEBAGAI LANDASAN BUDAYA KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>sari, suzanna ratih</dc:creator>
	<dc:creator>harani, arnis rochma</dc:creator>
	<dc:creator>werdiningsih, hermin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konservasi; Kawasan; Kota Lama Semarang; Pariwisata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah dan juga termasuk dalam kategori kota besar di Indonesia, memiliki ketiga aspek utama dari pengembangan kota berkelanjutan. Konservasi kawasan bersejarah yang termasuk dalam ikon pariwisata, dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah yang menjanjikan dan menjadi fokus utama pengembangannya. Kota Semarang sendiri memiliki beberapa kawasan yang strategis untuk di konservasi keberadaannya seperti Kota Lama, daerah Pecinan, Pasar Johar, dan Kampung Sekayu. Konservasi kawasan dilakukan untuk memberikan perlindungan kawasan bersejarah termasuk isi di dalamnya agar perkembangannya terkendali dan tidak tergusur oleh pembangunan dan modernisasi.Kota Semarang terbentuk melalui perjalanan sejarah panjang dan unik, yang ditandai dengan berbagai peninggalan sejarah utamanya gedung dan bangunan kuno. Bertolak dari hal ini, kiranya diperlukan suatu konsep pemikiran yang komprehensif untuk menangani mutiara-mutiara yang ada di Kota Semarang ini, yang masih tampak kusam dan tidak kelihatan kilauannya. Pemerintah Kota Semarang sendiri juga tidak dapat melihat bahwa potensi kawasan dan bangunan kuno ini merupakan mutiara-mutiara yang masih kusam dan tersembunyi, yang dapat digosok supaya berkilau dan menarik perhatian. Mereka lebih suka latah membangun gedung-gedung dan mal-mal tanpa perencanaan yang matang, dan justeru sering menggusur bangunan bersejarah tersebut.Dari urian di atas, kiranya penelitian ini diperlukan untuk menangani satu diantara mutiara-mutiara tersebut yakni Kawasan Kota Lama melalui pengembangan konsep konservasi kawasan, yaitu merupakan konsep penataan, pelestarian dan pengembangan kawasan-kawasan bersejarah di kota Semarang, dan tentu saja merupakan salah satu landasan budaya bagi perencanaan dan pengembangan kota.Kegiatan penelitian diawali dengan mengumpulkan data-data histories-arkeologis di kawasan-kawasan bersejarah khususnya Kota Lama yang dilakukan melalui studi pustaka, studi arsip, studi peta, serta diikuti dengan observasi lapangan untuk mengetahui kondisi fisik kawasan dan bangunan-bangunan bersejarah. Data-data histories, arkeologis maupun arsitektural, baik berbentuk sumber primer maupun sekunder diklasifikasikan dan dianalisis secara deskriptif. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17251</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.1.2017.49-55</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles); 49-55</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17251/12401</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/68663</identifier>
				<datestamp>2026-02-10T01:13:28Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INTEGRATING AI IN ARCHITECTURAL DESIGN THINKING : AN OPPORTUNITY AND CHALLENGES STUDY IN INDONESIA ARCHITECTURAL EDUCATION</dc:title>
	<dc:creator>Dharmatanna, Stephanus Wirawan</dc:creator>
	<dc:creator>Wijaya, Elvina Shanggrama</dc:creator>
	<dc:creator>Pramananda, I Putu Bagus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Artificial intelligence; architecture; design thinking; exploration; digital architecture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The presence of AI has been integrated into many aspects of life, including education and even architecture. AI has offered revolutionary alternatives for analyzing, optimizing, and visualizing an architectural design that can enrich learning experiences for students in architecture studios. Nevertheless, there is still a little research done regarding the potential and threat that AI could conceive, especially in Indonesia. The purpose of this study is to explore the use of AI in architectural education through different stages of the design process. A literature review regarding the use of AI is done to determine the variety of AI used in architecture. A questionnaire is then distributed to lecturers and students that have already used digital architecture. This research could illustrate the role that AI plays in an architectural design studio.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/68663</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.1.2025.55-63</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles); 55-63</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/68663/28806</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Stephanus Wirawan Dharmatanna, Elvina Shanggrama Wijaya, I Putu Bagus Pramananda</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/26326</identifier>
				<datestamp>2022-05-02T05:03:15Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN AKSESIBILITAS PADA TAMAN DI PERMUKIMAN  (KASUS : TAMAN BUMIREJO, PUDAK PAYUNG, SEMARANG)</dc:title>
	<dc:creator>Christy, Eva Satya</dc:creator>
	<dc:creator>Jamila, Rona Fika</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Gentina Pratama</dc:creator>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I.R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aksesibilitas; ruang publik; taman; permukiman; evaluasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Taman merupakan salah satu ruang publik kota yang memiliki fungsi penting sebagai tempat melakukan aktivitas interaksi, bersosialisasi, maupun rekreasi. Sebagai salah satu fasilitas umum, sebuah taman harus menerapkan standar aksesibilitas sehingga dapat digunakan oleh setiap orang termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini akan membahas kasus pada Taman Bumirejo Semarang untuk melihat sejauh mana penerapan sarana aksesbilitas yang memfasilitasi kebutuhan difabel. Yang menjadi parameter penilaian pada kajian ini adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no. 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Umum. Penelitian ini akan menggunakan metode evaluasi antara data standar aksesiblitas dengan kondisi yang terdapat di lapangan. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang penerapan fasilitas dan aksesibilitas pada Taman Bumirejo serta masukan terkait fasilitas yang seharusnya diterapkan pada taman tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26326</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.2.2019.104-109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles); 104-109</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26326/16059</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Eva Satya Christy, Rona Fika Jamila, Gentina Pratama Putra, Bangun I.R. Harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/5378</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:29:32Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGGUNAAN BAMBU  DALAM SENI INSTALASI ARSITEKTURAL</dc:title>
	<dc:creator>Supriyadi, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bambu sebagai bahan bangunan telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat di nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini dapat difahami mengingat bambu seperti halnya kayu adalah bahan organik/alami yang tentu lazim digunakan pada masyarakat tradisional/kuno, termasuk digunakan sebagai bahan perlengkapan hidup sehari-hari. Sampai saat ini bambu masih banyak digunakan bahkan tidak hanya sebagai bahan bangunan tetapi meluas penggunaannya, antara lain bahan interior dan benda-benda estetika. Di cabang seni rupa, salah satunya yang mulai populer kini adalah seni instalasi atau seni merangkai, menyusun benda-benda menjadi seni visual tiga dimensi yang menyajikan makna tertentu dengan mempertimbangkan ruang dan waktu. Bambu pun acapkali digunakan sebagai bahan dasarnya.  Apabila bambu dengan segala kelebihan dan kekurangannya dapat dirangkai dan disusun dalam seni instalasi yang lebih berkonotasi visual, tentu akan sangat mungkin seni instalasi ini diperluas maknanya sebagai seni instalasi arsitektural yang menempatkan ruang sebagai bagian penting yang berkenaan dengan guna ruang dalam khasanah pengetahuan arsitektur. Sementara, dari sisi lain arsitektur sendiri tidak pernah lepas dari seni dalam arti yang luas. Pendalaman kemungkinan pengembangan seni instalasi yang berorientasi pada ruang yang saya sebut sebagai seni instalasi arsitektural inilah tujuan dari penelitian yang akan saya lakukan. Salah satu cara yang paling sesuai antara lain adalah melibatkan diri secara langsung dalam kegiatan merangkai bambu di beberapa tempat dan mencoba menerapkan seni instalasi arsitektural dalam  wujud nyata. Diharapkan hasil penelitian ini selanjutnya akan memperkaya khasanah perancangan dan penerapannya serta merangsang tumbuhnya inspirasi dan imajinasi baru berarsitektur. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5378</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.2.2013.65-72</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013; 65-72</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5378/4820</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37150</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">RESTORASI KOMPLEKS KERAJAAN KAMPA BERDASARKAN KAJIAN SEJARAH DI KABUPATEN KAMPAR</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">RESTORASI KOMPLEKS KERAJAAN KAMPA BERDASARKAN KAJIAN SEJARAH DI KABUPATEN KAMPAR</dc:title>
	<dc:creator>Al Husaini, Muhd Arief</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Latif Hasyim Datuok Bagindo, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Restorasi; Kerajaan Kampa; Kabupaten Kampar; Tali tigo Sapilin; Filosofi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Restorasi; Kerajaan Kampa; Kabupaten Kampar; Tali tigo Sapilin; Filosofi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Banyaknya bukti dan keterangan yang mengatakan bahwa Kabupaten Kampar sudah eksis sejak abad 7 melalui peninggalan candi Muara Takus. Akar budaya dan adat yang masih dipegang sampai saat ini menjadi bagian penguat bahwa adanya kerajaan Kampa di kenegerian Kampa pada Abad 15. Ninik mamak 8 persukuan yang mampu menunjukkan keterangan baik secara lisan maupun benda seperti adanya stempel kerajaan, tanah kerajaan Kampa, sisa bangunan, dan pohon Asam Jawa yang berumur ratusan tahun. Namun eksistensi kerajaan berakhir pada tahun 1939 dikarenakan raja terakhir tidak memiliki keturunan, keluarga kerajaan kembali ke Malaysia, dan upaya penghadangan oleh penjajah Belanda. Sejak itu kompleks Kerajaan Kampa tidak terurus dan rusak termakan waktu hingga menyebabkan kerusakan dan kehilangan bangunan. Hingga saat ini yang tersisa adalah keping-keping bangunan dan benda-benda kerajaan lainnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk merestorasi kompleks Kerajaan Kampa berdasarkan fakta dan informasi sebenarnya. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan oleh stakeholder seperti Pemerintah Kabupaten Kampar dan Ninik Mamak atau Penghulu adat/suku untuk merestorasi kompleks Kerajaan Kampa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah. Pendekatan sejarah melalui tahapan pengumpulan dan pencarian keterangan atau bukti sejarah dari sumber-sumber yang terkonfirmasi seperti Ninik Mamak, Lukisan, Buku dan sebagainya. Selanjutnya dilakukan kritik terhadap sumber tersebut dengan melibatkan tim peneliti, pemerintah Kabupaten Kampar, dan Ninik Mamak. Terkahir melakukan tahap penulisan. Berdasarkan penelitian ini bahwa dihasilkan rancangan kompleks Kerajaan kampa dengan konsep budaya yang disebut Tali Tigo Sapilin, dimana didalam kawasan tersebut terdapat fungsi pemerintah melalui raja, persukuan melalui Ninik Mamak, dan agama melalui ulama (masjid). Penataan yang terapkan berdasarkan zonasi yaitu zona inti untuk fungsi kerajaan dan zona pendukung untuk Ninik mamak dan ulama</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Banyaknya bukti dan keterangan yang mengatakan bahwa Kabupaten Kampar saat ini sudah eksis sejak abad 7 melalui peninggalan candi Muara Takus. Akar budaya dan adat sampai saat ini menjadi bagian penguat bahwa adanya kerajaan Kampa di kenegerian Kampa pada Abad 15. Ninik mamak 6 persukuan yang mampu menunjukkan keterangan baik secara lisan maupun benda seperti adanya stempel kerajaan, tanah hak milik kerajaan Kampa, sisa bangunan, dan pohon Asam Jawa yang berumum ratusan tahun. Namun eksistensi kerajaan berakhir pada tahun 1939 dikarenakan raja terakhir tidak memiliki keturunan, keluarga kerajaan kembali ke Malaysia, dan upaya penghadangan oleh penjajah Belanda. Sejak itu kompleks Kerajaan Kampa tidak terurus dan rusak termakan waktu hingga menyebabkan kerusakan dan kehilangan bangunan. Hingga saat ini yang tersisa adalah keping-keping bangunan dan benda-benda kerajaan lainnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk merestorasi kompleks Kerajaan Kampa berdasarkan fakta dan informasi sebenarnya. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan oleh stakeholder seperti Pemerintah Kabupaten Kampar dan Ninik Mamak atau Penghulu adat/suku untuk merestorasi kompleks Kerajaan Kampa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah. Pendekatan sejarah melalui tahapan pengumpulan dan pencarian keterangan atau bukti sejarah dari sumber-sumber yang terkonfirmasi seperti Ninik Mamak, Lukisan, Buku dan sebagainya. Selanjutnya dilakukan kritik terhadap sumber tersebut dengan melibatkan tim peneliti, pemerintah Kabupaten Kampar, dan Ninik Mamak. Terkahir melakukan tahap penulisan. Berdasarkan penelitian ini bahwa dihasilkan rancangan kompleks Kerajaan kampa dengan konsep budaya yang disebut Tali Tigo Sapilin Tigo Tungku Sajorangan, dimana didalam kawasan tersebut terdapat fungsi pemerintah melalui raja, persukuan melalui Ninik Mamak, dan agama melalui ulama (masjid). Penataan yang diterapkan berdasarkan zonasi yaitu zona inti untuk untuk fungsi kerajaan dan zona pendukung untuk Ninik mamak dan ulama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/37150</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.74-80</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 74-80</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/37150/19791</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Muhd Arief Al Husaini</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10734</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:31:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMILIHAN PEDESTRIAN WAYS DITINJAU DARI PERSEPSI PENGGUNA DI KORIDOR JALAN GUNUNG SAHARI JAKARTA PUSAT</dc:title>
	<dc:creator>Auf, Abdurrahman Ibnu</dc:creator>
	<dc:creator>Murtini, Titien Woro</dc:creator>
	<dc:creator>Rukayah, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persepsi pengguna, Koridor, Jalan Gunung Sahari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Koridor Jalan Gunung Sahari merupakan salah satu pusat pertumbuhan kota di Jakarta Pusat. Banyak aktivitas yang terjadi pada koridor tersebut. Seiring perkembangannya Jalan Gunung Sahari mengalami peningkatan aktivitas kendaraan bermotor yang cukup padat. Hal ini berpengaruh pada penggunakaan jalur pedestrian. namun, jalur pedestrian pada Jalan Gunung Sahari mengalami ketimpangan pengguna, yaitu di sisi sebelah timur lebih ramai pengguna, sedangkan di sisi sebelah barat hampir tidak terdapat pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi persepsi pengguna pedestrian ways dalam menentukan jalur yang diambil ketika berjalan pada pedestrian ways di koridor Jalan Gunung Saharari Jakarta Pusat. Penelitian ini menghasilkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pemilihan jalur pedestrian di koridor jalan gunung sahari adalah faktor aktivitas pendukung yang terdiri dari ruang, aktivitas, dan jalur pedestrian itu sendiri.  Hipotesis yang mengatakan bahwa“Presepsi pengguna pedestrian ways dipengaruhi oleh perkembangan aktifitas di  koridor tersebut terutama pedestrian yang dianggap nyaman, aman, menyenangkan dan memiliki daya tarik akan lebih ramai” ternyata setelah diteliti lebih dalam faktor yang paling  berpengaruh terhadap pemilihan jalur pedestrian adalah aktifitas pendukung</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10734</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.%v.%i.28-36</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 1 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015; 39-46</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10734/8514</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49879</identifier>
				<datestamp>2023-06-06T01:26:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">A REVIEW OF AGRICULTURAL AND COASTAL CITIES IN INDONESIA IN FINDING URBAN SPRAWL PRIORITY PARAMETERS</dc:title>
	<dc:creator>Suwarlan, Stivani Ayuning</dc:creator>
	<dc:creator>Lai, Lee Yoke</dc:creator>
	<dc:creator>Said, Ismail</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">urban sprawl; agricultural cities; coastal cities; parameters</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Urban sprawl has caused an impact on urban development, causing land use changes, loss of income and cultural values, environmental degradation, and high monetary costs. Urban sprawl needs to be carried out efficiently and inclusively to ensure sustainable land use and management including cities in Indonesia. Since 1980s, urban sprawl in Indonesia is high due to limited land which causes the expansion of development on the expanse of agricultural areas and coastal settlements. This paper presents a critical review of the parameters of urban sprawl in agricultural cities including Bandung, Batu, Pekanbaru and coastal cities including Surabaya, Gresik, and Madura using the Analytic Hierarchy Process (AHP). The parameters are gathered from a review of articles related to urban sprawl in agricultural and coastal cities in Indonesia. The result of this comparative studies showed two key important variables that caused urban sprawl in Indonesia: population growth, and land limitation to encompass agricultural and coastal cities. Furthermore, there are four priority parameters out of eight, namely immigrant population ratio-transnational, birth ratio, population growth rate, and land occupation ratio causing urban sprawl in agricultural and coastal cities. In sum, the findings of this study suggest the importance of applying urban sprawl parameters in analyzing urban development as it is useful for evaluating and monitoring the rapid urban development in Indonesia. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/49879</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.2.2022.91-99</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles); 91-99</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/49879/22754</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Stivani Ayuning Suwarlan, Lee Yoke Lai, Ismail Said</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17201</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KARAKTERISTIK PENCAHAYAAN BUATAN PADA BIOSKOP (STUDI KASUS : CINEMACITRA XXI,MALL CIPUTRA,KOTA SEMARANG)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">KAJIAN KARAKTERISTIK PENCAHAYAAN BUATAN PADA BIOSKOP (STUDI KASUS : CINEMACITRA XXI,MALL CIPUTRA,KOTA SEMARANG)</dc:title>
	<dc:creator>Khamairah, Nadiah</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cinema; Artificial Lighting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Cinema; Artificial Lighting;</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Architecture is a science that covers many areas of other scientific aspects. One aspect considered in architectural design is building utilities. Building utilities are the completeness of building facilities aimed at achieving the elements of comfort, health, safety, ease of communication and mobility in the building so that sustainability activity in the building can run with the best. One of the main aspects of building utilities is lighting. Lighting is divided into natural lighting and artificial lighting. Artificial Lighting is the lighting produced by a light source other than  natural light. Artificial lighting is necessary if the position of the room is difficult to achieve by natural lighting or when natural lighting is insufficient. This paper will be studied artificial lighting characteristic in cinema Citra XXI Semarang.is a space in certain locations which being owned by some societies and being use together with other societies in needs.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Architecture is a science that covers many areas of other scientific aspects. One aspect considered in architectural design is building utilities. Building utilities are the completeness of building facilities aimed at achieving the elements of comfort, health, safety, ease of communication and mobility in the building so that sustainability activity in the building can run with the best. One of the main aspects of building utilities is lighting. Lighting is divided into natural lighting and artificial lighting.Artificial Lighting is the lighting produced by a light source other than natural light. Artificial lighting is necessary if the position of the room is difficult to achieve by natural lighting or when natural lighting is insufficient. In this seminar opportunity will be studied artificial lighting characteristic in cinema Citra XXI Semarang.is a space in certain locations which being owned by some societies and being use together with other societies in needs</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17201</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.2.2017.75-77</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles); 75-77</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17201/12362</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/46358</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T23:00:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">DESAIN LINGKUNGAN DAN PERILAKU BERSEPEDA:  STUDI DESTINASI SELAMA PANDEMI COVID-19</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">DESAIN LINGKUNGAN DAN PERILAKU BERSEPEDA:  STUDI DESTINASI SELAMA PANDEMI COVID-19</dc:title>
	<dc:creator>Sutanty, Prisca Bicawasti Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Kusuma, Hanson Endra</dc:creator>
	<dc:creator>Sunaryo, Rony Gunawan</dc:creator>
	<dc:creator>Aprilian, Rizki Dwika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bersepeda; destinasi pesepeda; bersepeda di masa COVID-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">destinasi pesepeda; bersepeda di masa COVID-19; perilaku pesepeda; ruang publik pesepeda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sepeda menjadi salah satu jenis olahraga yang banyak diminati masyarakat semenjak adanya pandemi COVID-19. Selain memenuhi kebutuhan hidup sehat, aktivitas bersepeda memfasilitasi masyarakat untuk dapat berolahraga dengan tetap memberikan jarak dan memungkinkan memakai masker sebagai usaha proteksi diri. Meskipun demikian, kemungkinan tertular COVID-19 tidak hanya terjadi saat bersepeda. Destinasi pesepeda kadang luput dari kesadaran pesepeda untuk menjaga protokol kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan hubungan destinasi pesepeda, aktivitas yang dilakukan, dan tingkat kekhawatiran COVID-19. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif eksploratif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner daring terbuka dan pemilihan sampel bebas. Data teks yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis isi yang terdiri dari tiga tahapan yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil dari analisis ini menemukan adanya 3 kelompok besar destinasi tujuan pesepeda di masa COVID-19. Penemuan kelompok pertama adalah ruang publik eksternal dengan destinasi ruang terbuka dan tempat wisata dengan kegiatan relaksasi, mengambil foto, dan menikmati suasana. Kelompok pertama memiliki tingkat kekhawatiran rendah dan tinggi. Kelompok ke-dua adalah ruang publik eksternal dan internal kuasi termasuk destinasi pusat olahraga dengan kegiatan preferensi pribadi. Destinasi lain yang juga termasuk kelompok ke-dua adalah pusat perbelanjaan, dan tempat kuliner dengan kegiatan bercengkerama, makan, dan minum. Kelompok ini memilki tingkat kekawatiran agak rendah dan agak tinggi. Kelompok ke-tiga adalah sekitar rumah dengan kegiatan olahraga. Kelompok ini memiliki tingkat kekhawatiran tidak tinggi maupun rendah. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku masyarakat dalam berbagai aspek, termasuk dalam aktivitas olahraga. Bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga yang populer karena memungkinkan pelaksanaan protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik dan penggunaan masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara destinasi yang sering dikunjungi oleh pesepeda, aktivitas yang dilakukan, dan tingkat kekhawatiran terhadap COVID-19. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan secara non-random sampling kepada pesepeda di berbagai kota di Indonesia. Analisis data dilakukan melalui metode analisis isi, termasuk open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kelompok besar destinasi pesepeda: ruang publik eksternal, ruang publik eksternal dan internal kuasi, serta sekitar rumah. Kelompok pertama, ruang publik eksternal, menunjukkan tingkat kekhawatiran yang bervariasi, dari rendah hingga tinggi, tergantung pada aktivitas yang dilakukan. Kelompok kedua, ruang publik eksternal dan internal kuasi, memiliki tingkat kekhawatiran yang berkisar dari agak rendah hingga agak tinggi. Sementara itu, kelompok ketiga, sekitar rumah, menunjukkan tingkat kekhawatiran yang moderat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya desain lingkungan dalam menciptakan ruang publik yang aman bagi pesepeda selama pandemi.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/46358</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.2.2024.80-90</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles ); 80-90</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/46358/27165</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Prisca Bicawasti Budi Sutanty, Hanson Endra Kusuma, Rony Gunawan Sunaryo, Rizki Dwika Aprilian</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22974</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T06:53:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERSEPSI KENYAMANAN PARA PENGHUNI ASRAMA POLISI DI LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA – AKADEMI KEPOLISIAN</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID"></dc:title>
	<dc:creator>Hartawan, Varian Dedy</dc:creator>
	<dc:creator>Setyowati, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Suprapti, Atik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dormitory; Residential; Police Academy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">As a primary need, shelter or boards are often to the top priority in human life which must be fulfilled after clothing and food. The  Police Dormitory from Indonesian Republic Police Education And Training Institutions – Police Academy or abbreviated in Indonesian “Lemdiklat Polri – Akpol”  is residential facility in the police dormitory provided for personnel and staff who teach or served in the Police Academy both members of the National Police or PNS (Goverment Employees).  Not infrequently this dormitory are also inhabited more than two years by its members who serve in the Indonesian Republic Police Education And Training Instituitions – Police Academy. The majority of residents can be said to be decent enough to buy, or rent and inhabit outside the plice dormitory which has far better conditions than the police dormitory itself. This paper aims to determine the factors that make them stay at home to live there, even thought they can rent or buy more suitable home to live. The method used is mixing of qualitative methods and quantitative methods called mixed methods, and also look at the psychological and economic aspects of them. The results of the study reveal that there are a numbers of reasons for neighboring life that are safe, comfortable, economically affordable, the tranquility and natural silence in the surrounding area along with pollution – free air makes the residents still remain even though this location is far from the economic center in mainly.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/22974</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.1.2019.33-49</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles); 33-49</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/22974/15198</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1465</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T06:49:04Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PASAR DI LINGKUNGAN PERMUKIMAN</dc:title>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Sudarwanto, Budi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pasar tradisional mulai banyak digantikan dengan pasar modern yang lebih megah, nyaman dan bergensi. Pasar tradisional dianggap biang dari kekumuhan, kemacetan dan kesemrawutan. Benarkah pasar tradisional lebih banyak merugikan daripada menguntungkan?. Tulisan ini bertujuan untuk melihat peran dan nilai-nilai yang terkandung pada pasar tradisional pada skala yang paling kecil, pasar lingkungan. Bahasan dilakukan dengan mengkaji dua pasar lingkungan di Pedurungan. Dibalik tampilan wadah yang kurang menguntungkan, pasar tradisional menyimpan banyak nilai-nilai positif. Keterbukaan, kebersamaan, kesetaraan dan keperdulian menjadi ciri pasar tradisional yang penting dalam membangun lingkungan hidup yang nyaman dan manusiawi. Selain sebagai ajang transaksi penjual pembeli, pasar tradisional berperanan dalam menjalin interaksi dan komuniasi para pelakunya. Membangun toleransi dan fleksibel dalam pemakaian dan bentukan keruangannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1465</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.2.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1465/1230</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/35335</identifier>
				<datestamp>2021-07-19T05:47:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KAJIAN ARSITEKTUR ETNIK PADA BANGUNAN PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS: PASAR BADUNG DI BALI)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN ARSITEKTUR ETNIK PADA BANGUNAN PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS: PASAR BADUNG DI BALI)</dc:title>
	<dc:creator>Chandra, Aulia Widya</dc:creator>
	<dc:creator>Hantono, Dedi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pasar Tradisional; Arsitektur Etnik; Suku; Budaya; Langgam; Filosofi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasar Tradisional; Arsitektur Etnik; Suku; Budaya; Langgam; Filosofi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Keberagaman suku bangsa yang dimiliki oleh setiap negara khususnya negara Indonesia merupakan suatu aset berharga yang harus dijaga dan dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Setiap suku bangsa memiliki tradisi kebudayaan yang berbeda sesuai dengan daerahnya masing-masing. Namun, seiring berkembangnya zaman, nilai lokal yang terkandung dalam kebudayaan tradisional tersebut perlahan mulai luntur. Agar ciri khas kebudayaan tradisional di suatu daerah tidak hilang, maka hadirnya konsep Arsitektur Etnik ini dapat dijadikan sebagai alat untuk melestarikan kebudayaan suatu bangsa. Salah satu bangunan yang menerapkan konsep Arsitektur Etnik yaitu Pasar Badung yang ada di Bali. Pembangunan pasar ini mencerminkan kebudayaan Etnik Bali yang sangat ekspresif dan mengedepankan aspek religi (agama hindu). Pengekspresian tersebut dapat dilihat melalui interaksi masyarakat Bali dengan lingkungannya yang terkandung dalam konsep Tri Hita Karana. Penataan ruang pada Pasar Badung memiliki nilai filosofi yang tinggi. Begitu pun dengan bentuk bangunan serta penerapan ornamen bangunannya. Penggunaan unsur tradisional seperti kori pada Pasar Badung membuat bangunan ini semakin menunjukan karakternya sebagai bangunan asli Etnik Bali. Penggunaan ornamen dengan unsur hindu yang kental dan permainan warna yang kontras serta penggunaan tekstur material lokal seperti batu bata juga dapat menonjolkan karakter dari Arsitektur Etnik Bali yang kuat. Dengan menerapkan unsur tradisional yang terkandung dalam kebudayaan Bali, bangunan pasar ini telah menunjukan identitasnya sebagai Etnik Bali yang diwujudkan dalam desain bangunan Pasar Badung. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan serta mengetahui penerapan konsep Arsitektur Etnik pada bangunan Pasar Badung. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif pada studi kasus.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberagaman suku bangsa yang dimiliki oleh setiap negara khususnya negara Indonesia merupakan suatu aset berharga yang harus dijaga dan dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Setiap suku bangsa memiliki tradisi kebudayaan yang berbeda sesuai dengan daerahnya masing-masing. Namun, seiring berkembangnya zaman, nilai lokal yang terkandung dalam kebudayaan tradisional tersebut perlahan mulai luntur. Agar ciri khas kebudayaan tradisional di suatu daerah tidak hilang, maka hadirnya konsep Arsitektur Etnik ini dapat dijadikan sebagai alat untuk melestarikan kebudayaan suatu bangsa. Salah satu bangunan yang menerapkan konsep Arsitektur Etnik yaitu Pasar Badung yang ada di Bali. Pembangunan pasar ini mencerminkan kebudayaan Etnik Bali yang sangat ekspresif dan mengedepankan aspek religi (agama hindu). Pengekspresian tersebut dapat dilihat melalui interaksi masyarakat Bali dengan lingkungannya yang terkandung dalam konsep Tri Hita Karana. Penataan ruang pada Pasar Badung memiliki nilai filosofi yang tinggi. Begitu pun dengan bentuk bangunan serta penerapan ornamen bangunannya. Penggunaan unsur tradisional seperti kori pada Pasar Badung membuat bangunan ini semakin menunjukan karakternya sebagai bangunan asli Etnik Bali. Penggunaan ornamen dengan unsur hindu yang kental dan permainan warna yang kontras serta penggunaan tekstur material lokal seperti batu bata juga dapat menonjolkan karakter dari Arsitektur Etnik Bali yang kuat. Dengan menerapkan unsur tradisional yang terkandung dalam kebudayaan Bali, bangunan pasar ini telah menunjukan identitasnya sebagai Etnik Bali yang diwujudkan dalam desain bangunan Pasar Badung. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan serta mengetahui penerapan konsep Arsitektur Etnik pada bangunan Pasar Badung. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif pada studi kasus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-02-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35335</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.1.2021.1-9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35335/18814</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35335/19311</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/35335/7598</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Aulia Widya Chandra, Dedi Hantono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/42907</identifier>
				<datestamp>2022-10-28T20:49:54Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POSITIVISME DAN POST POSITIVISME: REFLEKSI ATAS PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN PERENCANAAN KOTA  DALAM TINJAUAN FILSAFAT ILMU DAN METODOLOGI PENELITIAN</dc:title>
	<dc:creator>Sundaro, Hendrianto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Positivisme; Post positivisme; Filsafat ilmu; Metodologi penelitian; Perencanaan wilayah dan kota.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sebagai paradigma ilmu pengetahuan, Positivisme dan Post positivisme telah memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan peradaban manusia termasuk didalamnya adalah perkembangan kota yang menjadi pusat peradaban manusia. Dalam proses tersebut, filsafat dan metodologi penelitian memiliki peran penting bukan hanya dalam membentuk ilmu pengetahuan tetapi juga meninjau eksistensi ilmu pengetahuan. Meninjau eksistensi ilmu pengetahuan melalu kacamata filsafat dan bukan oleh ilmu itu sendiri adalah agar dapat menempatkan ilmu pengetahuan secara jujur dan obyektif.  Artikel ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan sejarah perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan, 2) Mengetahu esensi dari filsafat ilmu dan kedudukannya dalam konstelasi ilmu pengetahuan (science),  3) Mengetahui keterkaitan filsafat ilmu dengan paradigma positivisme dan post-positivisme dalam metodologi penelitian serta 4) Mengetahui kontribusi positivisme dan post positivisme terhadap perkembangan kota. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah  studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa hasil-hasil pemikiran yang dituangkan di dalam buku dan jurnal baik nasional maupun yang terakreditasi yang memuat topik tentang filsafat, positivisme dan post positivisme, metodologi penelitian dan perkembangan kota / perencanaan wilayah dan kota.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/42907</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.1.2022.21-30</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles); 21-30</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/42907/21656</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Hendrianto Sundaro</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17257</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:39Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMAHAMAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH STRUKTUR&amp; KONSTRUKSI</dc:title>
	<dc:creator>Prianto, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Hermanto, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Trilistyo, Hendro</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Struktur&amp;Konstruksi; SCL; JAFT-UNDIP; Project-Based-Learning</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sejauh ini, pola pembelajaran utama pada jurusan arsitektur adalah system pembelajaran kelas dan tugaslapangan/kasus yang mewarnai setiap matakuliah di kurikulum prodi S1-Arsitektur. Ketranpilan yang dilandasi polapiker/konsep akademis adalah modal yang diberikan bagi calon arsitek setelah lulus dari pendidikan ini. Denganadanya pola perubahan pembelajaran TCL ke SCL,salah satunya memberikan porsi dosen bukan lagi memeiliki peranutama dalam menyampaikan ilmunya, namun kini berposisi sebagai fasilitator. Bagaimana dengan penerapannya yangada di matakuliah Struktur dan Konstruksi di Jurusan Arsitektur Undip ini ? Terdapat 10 model pembelajaran berbasis SCL ini, model mana yang telah diterapkan pada perkulian ini dan adakahada peluang alternative lain dalam pengaplikasian di matakuliah ini? Sebenarnya pola atau model yang dilakukansecara paker bertema evaluasi dan pengembangan pembelajaran model SCL ini sudah saatnya untuk dikaji pada semuamatakuliah inti di jurusan arsitektur FT undip ini. Obyek matakuliah yang kami amati tentunya akan lebih mudah pada matakuliah yang kami ampu atau kami sebagai timteaching didalamnya, yaitu matakuliah Struktur dan Konstruksi, terlebih fokos pada tahapan ini, diawali pada Strukturdan Konstruksi SEMESTER IV. Peminat pendidikan arsitektur Undip dari tahun ke tahun selalu meningkat, salah satunya adalah peminat dasiaspek gender perempuan yang mencapai peningkatan dari 20% ke 60%, namun tidak signifikan terhadappemahamannya pada model pembelajaran SCL di matakuliah struktur dan konstruksi semester 4. Tingkat pemahamanmetode SCL dalam penelitian ini terbukti dipengaruhi oleh lama studi peserta yang mengambil matakuliah, artinyaangkatan lama lebih paham model ini dibanding dengan angkatan baru pada matakuliah yang sama-sama diambilnya.Namun setelah dilakukan penjelasan / sosialisasi metode pembelajaran SCL ini secara singkat pada salah satu sesionpembelajaran di matakuliah Strukon 4 ini, pada rekapitulasi tahap berikutnya memberikan dampak positif bahwasebanyak 86% persen dari seluruh responden menyatakan menyukai pembelajran SCL ini. Dan secara urutan dari 10(sepuluh) model pembelajaran SCL yang di sukai adalah Model Simulasi, Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning/Inquiry (PBL/I).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17257</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.2.2016.101-109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 2 (2016): MODUL  Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles); 101-109</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17257/12407</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64622</identifier>
				<datestamp>2024-09-01T22:41:31Z</datestamp>
				<setSpec>modul:REP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERAN ARSITEK DALAM FACILITY MANAGEMENT (FM) DI LEVEL BANGUNAN GEDUNG: PERSPEKTIF DAN KONTEKS INDONESIA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN ARSITEK DALAM FACILITY MANAGEMENT (FM) DI LEVEL BANGUNAN GEDUNG: PERSPEKTIF DAN KONTEKS INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Prabowo, Bintang Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:creator>Hasan, M. Ismail</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">arsitek; facility management; FM; desain; sustainabilitas; perawatan bangunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">arsitek; facility management; FM; desain; sustainabilitas; perawatan bangunan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Artikel ini berusaha mengeksplorasi dan memperkenalkan peran arsitek yang terus berkembang dalam Facility Management (FM), melalui implementasi integrasi desain arsitektur terhadap layanan hard FM dan soft FM untuk meningkatkan kinerja bangunan dan kepuasan klien. Perspektif ke-Indonesia-an digunakan sebagai konteks untuk menyikapi FM sebagai cabang ilmu yang relatif baru di dalam industry AEC (Architecture, Engineering, and Construction) di Indonesia. Profesi arsitek yang secara umum dikenal cenderung berfokus pada desain estetika dan fungsional saja kini memainkan peran penting dalam pengelolaan berkelanjutan dan optimalisasi lingkungan binaan pasca fase perencanaan dan konstruksi dalam daur-hidup (life-cycle) suatu bangunan. Melalui perannya dalam proses rancang bangun di industri jasa konsultan dan konstruksi, arsitek berperan penting untuk memastikan bangunan yang didesainnya menjadi tahan lama, mudah dirawat, hemat energi, dan dapat beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan di masa mendatang. Pendekatan yang komprehensif ini memberikan manfaat bagi bangunan melalui semakin panjangnya masa pakai bangunan, berkurangnya biaya operasional, dan meminimalkan dampak bangunan tersebut terhadap lingkungan. Pendekatan yang dilakukan sebagai metode utama penulisan artikel ini adalah desk review terhadap praktek proses mendesain bangunan terkini dalam kaitannya dengan facility management pada level bangunan sebagai salah satu pertimbangan utamanya. Hasil studi yang dilakukan menunjukkan bahwa arsitek memiliki peran dan kontribusi yang cukup signifikan dalam FM dengan cara memaksimalkan peran integral perancang bangunan dalam melaksanakan proses desain atau rancang bangun di tahap awal daur-hidup bangunan terhadap lingkungan binaan sehingga dapat hasil rancangannya dapat berkelanjutan, efisien, dan ramah pengguna, di sepanjang daur-hidupnya</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel ini mengeksplorasi dan memperkenalkan peran arsitek yang terus berkembang dalam Facility Management (FM), melalui implementasi integrasi desain arsitektur terhadap layanan hard FM dan soft FM untuk meningkatkan kinerja bangunan dan kepuasan klien. Perspektif ke-Indonesia-an digunakan sebagai konteks untuk menyikapi FM sebagai cabang ilmu yang relatif baru di dalam industry AEC (Architecture, Engineering, and Construction) di Indonesia. Profesi arsitek yang secara umum dikenal cenderung berfokus pada desain estetika dan fungsional saja kini memainkan peran penting dalam pengelolaan berkelanjutan dan optimalisasi lingkungan binaan pasca fase perencanaan dan konstruksi dalam daur-hidup (life-cycle) suatu bangunan. Melalui perannya dalam proses rancang bangun di industri jasa konsultan dan konstruksi, arsitek berperan penting untuk memastikan bangunan yang didesainnya menjadi tahan lama, mudah dirawat, hemat energi, dan dapat beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan di masa mendatang. Pendekatan komprehensif ini bermanfaat bagi bangunan karena memperpanjang masa pakai bangunan, mengurangi biaya operasional dan dampak bangunan tersebut terhadap lingkungan. Metode utama penulisan artikel ini adalah desk review terhadap praktek proses mendesain bangunan terkini dalam kaitannya dengan facility management pada level bangunan sebagai salah satu pertimbangan utamanya. Hasil studi menunjukkan bahwa arsitek memiliki peran dan kontribusi yang cukup signifikan dalam FM dengan cara memaksimalkan peran integral perancang bangunan dalam melaksanakan proses desain atau rancang bangun di tahap awal daur-hidup bangunan terhadap lingkungan binaan sehingga dapat hasil rancangannya dapat berkelanjutan, efisien, dan ramah pengguna, di sepanjang daur-hidupnya..</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/64622</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles)</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/64622/26567</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Bintang Noor Prabowo, Sukawi, Muhammad Ismail Hasan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/20792</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:58Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMAHAMAN TENTANG LINGKUNGAN BERKELANJUTAN</dc:title>
	<dc:creator>Effendi, Rahayu</dc:creator>
	<dc:creator>Salsabila, Hana</dc:creator>
	<dc:creator>Malik, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ecology; Ecosystem; Environmental Sustainability</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The rapid rise of population, the increasing need of human beings and the development of science and technology causes the environment to be sacrificed to meet the needs of human life. Therefore, the importance of realizing a sustainable, principled environment in maintaining health and addressing ecological and ecosystem balance issues as an effort to ensure the survival of future generations. This paper discusses the sustainable environment, covering the basics of environmental sustainability that is ecology and ecosystems and accompanied by case studies aimed at providing a clearer picture of how the environment is sustainable. The purpose of this paper is to provide understanding to the community what and how the importance of environmental sustainability is so that later can be applied in real terms to create a healthy environment and ensure sustainability of the present and future</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/20792</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.2.2018.75-82</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles); 75-82</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/20792/14204</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1453</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T05:50:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REKAYASA MEMBANGUN RUMAH TINGGAL (KAJIAN PENGALAMAN EMPIRIK)</dc:title>
	<dc:creator>Sudarwanto, Budi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rumah Tinggal adalah salah satu kebutuhan dasar manusia disamping pangan dan sandang. Menurut teori Maslow A adalah bagian dasar kebutuhan hidup manusia. Rumah Tinggal memiliki dimensi yang sangat luas. Satu dimensi adalah aspek teknis dan teknologi mewujudkan fisik bangunan rumah tinggal. Metoda kualitatif naturalistik dalam pembahasan rekayasa membangunan didasarkan atas pengalaman empirik kegiatan konstruksi pada 6 rumah tinggal.  Ada beberapa 4 tema penting dalam rekayasa membangun rumah tinggal, 1) Merancang rumah tinggal yang siap bangun, 2) Tahapan kritis pelaksanaan kegiatan membangun rumah tinggal, 3) Dukungan kualitas material bahan bangunan, dan 4) Pengelolaan pragmatis membangun rumah tinggal. Seseorang yang ingin membangun harus memahami ke empat hal tersebut untuk dapat mencapai kualitas pelaksanaan konstruksi rumah tinggal yang optimal, dari sisi waktu, biaya, dan tenaga. Kata kunci : Rumah Tinggal, Rekayasa Konstruksi, Pengalaman Membangun, Kualitatif Study.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1453</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.1.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1453/1218</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/29761</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAMPAK BISNIS ONLINE TERHADAP SOSIAL-EKONOMI DAN KARAKTERISTIK RUANG DALAM RUMAH TINGGAL DI CIBADUYUT, KOTA BANDUNG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">DAMPAK BISNIS ONLINE TERHADAP SOSIAL-EKONOMI DAN KARAKTERISTIK RUANG DALAM RUMAH TINGGAL DI CIBADUYUT, KOTA BANDUNG</dc:title>
	<dc:creator>Widya, Amelia T.</dc:creator>
	<dc:creator>Bachtiar, Jasmine C. U.</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadyani, Helfa</dc:creator>
	<dc:creator>Rahardiyan, Aristyo</dc:creator>
	<dc:creator>B. P, Theodorus Ananda</dc:creator>
	<dc:creator>Abadi, Agustinus A.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bisnis online, ruang dalam rumah, rumah tinggal, transformasi fisik, transformasi sosial-ekonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bisnis online; ruang dalam rumah; rumah tinggal; transformasi fisik; transformasi sosial-ekonomi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Revolusi industri 4.0 yang diinisiasi oleh perkembangan teknologi informasi digital mendorong perkembangan dalam segala bidang termasuk industri komersial. Penerapan teknologi ini berimplikasi pada perubahan pola kegiatan jual-beli secara ‘online’ tanpa adanya batasan jarak, waktu, dan tempat. Peluang kegiatan jual-beli ‘online’ tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang di rumah. Perubahan kegiatan ini telah berimplikasi pada perubahan sosial-ekonomi dan karakteristik fisik ruang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sosial-ekonomi dan karakteristik fisik ruang dalam rumah tinggal akibat kegiatan bisnis ‘online’. Penelitian dilakukan di Sentra Kerajinan Sepatu Cibaduyut, Kota Bandung pada tiga orang responden yang memiliki bisnis usaha kerajinan sepatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengambilan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan sosial-ekonomi dan fisik yang meliputi transformasi fungsi ruang, ‘layout’ ruang, dan ‘layout’ perabot di ruang dalam rumah akibat bisnis ‘online’. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh arsitek atau pengembang perumahan untuk mempertimbangkan pola perilaku dan kebutuhan para pelaku industri dalam rumah tinggal di era industri 4.0.   </dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Revolusi industri 4.0 yang diinisiasi oleh perkembangan teknologi informasi digital mendorong perkembangan dalam segala bidang termasuk industri komersial. Penerapan teknologi ini berimplikasi pada perubahan pola kegiatan jual-beli secara ‘online’ tanpa adanya batasan jarak, waktu, dan tempat. Peluang kegiatan jual-beli ‘online’ tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang di rumah. Perubahan kegiatan ini telah berimplikasi pada perubahan sosial-ekonomi dan karakteristik fisik ruang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sosial-ekonomi dan karakteristik fisik ruang dalam rumah tinggal akibat kegiatan bisnis ‘online’. Penelitian dilakukan di Sentra Kerajinan Sepatu Cibaduyut, Kota Bandung pada tiga orang responden yang memiliki bisnis usaha kerajinan sepatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengambilan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan sosial-ekonomi dan fisik yang meliputi transformasi fungsi ruang, ‘layout’ ruang, dan ‘layout’ perabot di ruang dalam rumah akibat bisnis ‘online’. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh arsitek atau pengembang perumahan untuk mempertimbangkan pola perilaku dan kebutuhan para pelaku industri dalam rumah tinggal di era industri 4.0.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29761</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.2.2020.98-110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles); 98-110</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29761/18042</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/29761/5770</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Amelia T. Widya, Jasmine C. U.. Bachtiar, Aristyo Rahardiyan, Theodorus Ananda B. P</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7847</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:30:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Luas Bukaan Terhadap Kebutuhan Pertukaran Udara Bersih Dalam Rumah Tinggal</dc:title>
	<dc:creator>sukawi, sukawi</dc:creator>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Openings, Air Exchange, Home living</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Humid tropic climate conditions is not entirely in according with human needs in order to need the physical comfort. The solar radiation is high, people tropic to avoid the tropical sun directly because it can cause thermal discomfort. In the building are also trying to avoid breaking of solar radiation by direct sunlight to heat from the radiation does not cause heat to buildings.  A very important factor for the convenience of a room is the existence of cross ventilation. In the humid tropics, the best orientation is a position that allows for cross ventilation as long as possible. Rare good building orientation to the sun as well as both the main wind direction. Character home in humid tropical areas are generally open so it can serve to capture and stream winds.  According Boutet (1987) the amount of air flow is happening in the room depending on the area of the opening hole, the wind direction and wind speed. Airflow velocity becomes greater when the hole in the air (inlet) is smaller than the hole exit (outlet). Cross ventilation can be achieved if there is a hole in (inlet) and exit hole (outlet). Dimensions of the window opening is 20% x large wall sufficient minimum requirements. Of the 7 houses on stilts in the study all have large openings that need the minimum requirements for the air exchange  in the house. This is to support the creation of indoor thermal comfort.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-11-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7847</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.2.2014.79-86</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014; 79-86</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7847/6428</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40437</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ARSITEKTUR UMA LULIK FUILORO, LOSPALOS KOTA, TIMOR-LESTE</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">ARSITEKTUR UMA LULIK FUILORO, LOSPALOS KOTA, TIMOR-LESTE</dc:title>
	<dc:creator>winandari, maria immaculata ririk</dc:creator>
	<dc:creator>Belo, Andre Mariano Dos Santos</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Architecture; Indigenous house; Lautem; Fuiloro; Uma Lulik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Architecture; Indigenous house; Lautem; Fuiluro; Uma Lulik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Uma Lulik is a sacred house for the people of Timor-Leste. This house is the unification of Nain (owner, ruler or supreme), Beala (ancestor), Lulik (sacred &quot;nature and its contents&quot;), Lisan (tradition &quot;family or human life&quot;.). Uma Lulik in Fuiloro is built or renovated every 10 to 20 years depending on the lia nain and fatal building problems that occur in Uma Lulik, to serve as a bond between families. Uma Lulik remains a comfortable place for people to carry out rituals with their ancestors, those who are here and those who have gone. The purpose of this study was to find the architectural characteristics of uma lulik in the fuiloro tribe, Lospalos City. Interpretive history method is used by looking at interpreting past conditions with the present. The result showed that Uma lulik in Fuiloro tribe characteristic has a single stilt-shaped building as a place for sacral ceremonies and storage of sacred goods. The interior consists of kitchen and Labor Dato. The shape of the roof is pointed with 55° as high as + 7m-9m. This building has square floor plan + 3m x 3m or + 4m x 4m, rectangular wall + 3m x 4m, and column of 4 round wood arrangements as high as + 3m-4m. Materials consist of ulin wood (ai-bessi), rose wood (ai-ná), acadiro (ai-acadirum), bamboo (au-maus), palapeira/palapa (ai-car) and gamuteira/ gamuti (au-naulurir). Ornaments are woven long ropes and carvings. Structural systems are ‘ikat’ and portal systems.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Uma Lulik is a house of ancestral heritage for the people of Timor-Leste. This house is the unification of Nain (owner, ruler or supreme), Beala (ancestor), Lulik (sacred &quot;nature and its contents&quot;), Lisan (tradition &quot;family or human life&quot;.). Uma Lulik in Fuiloro is built or renovated every 10 to 20 years depending on the lia nain and fatal building problems that occur in Uma Lulik, to serve as a bond between families. Uma Lulik remains a comfortable place for people to carry out rituals with their ancestors, those who are here and those who have gone. The result showed that Uma lulik in Fuiloro tribe characteristic has a single stilt-shaped building as a place for sacral ceremonies and storage of sacred goods. The interior consists of kitchen and Labor Dato. The shape of the roof is pointed with 55° as high as + 7m-9m. This building has square floor plan + 3m x 3m or + 4m x 4m, rectangular wall + 3m x 4m, and column of 4 round wood arrangements as high as + 3m-4m. Materials consist of ulin wood (ai-bessi), rose wood (ai-ná), acadiro (ai-acadirum), bamboo (au-maus), palapeira/palapa (ai-car) and gamuteira/ gamuti (au-naulurir). Ornaments are woven long ropes and carvings. Structural systems are ‘ikat’ and portal systems.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40437</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.120-125</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 120-125</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40437/20386</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 maria immaculata ririk winandari, Andre Mariano Dos Santos Belo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10778</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:01Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSEP PENGOLAHAN DESAIN RUMAH TUMBUH</dc:title>
	<dc:creator>Agusniansyah, Nursyarif</dc:creator>
	<dc:creator>Widiastuti, Kurnia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Desain rumah,Rumah Tumbuh,Pengembangan rumah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rumah cenderung mengalami perkembangan dari desain awalnya. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, seperti keterbatasan dana pada awal pembangunannya, dan kebutuhan ruangnya yang semakin bertambah. Renovasi kemudian menjadi sesuatu yang umum  dilakukan disetiap rumah.  Jika demikian maka diperlukan adanya suatu konsep yang memberikan solusi dalam pengembangan rumah yang efektif. Tantangan terbesar pengembangan rumah adalah pada keterbatasan lahan dan anggaran untuk membangunnya. Konsep rumah tumbuh merupakan alternatif pemecahan dalam desain rumah yang berkembang. Konsep pengolahan desain rumah tumbuh ini dapat menjadi panduan dalam memilih atau membangun rumah bagi masyarakat.Rumah Tumbuh berdasarkan arah perkembangannya dibagi menjadi rumah tumbuh horizontal dan rumah tumbuh vertikal. Jika lahannya luas, maka memungkinkan untuk pengembangan horisontal. Namun jika lahan terbatas, maka  harus dilakukan pengembangan vertikal. Berdasarkan tahapan pengembangannya, perencanaan rumah tumbuh dapat dilakukan dengan mendesain denah ruang yang diperlukan secara keseluruhan, disertai dengan perencanaan tahap pembangunannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10778</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.1.2016.1-12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 1 (2016): Modul  Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles); 1-12</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10778/8552</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60117</identifier>
				<datestamp>2024-08-29T03:32:35Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ED</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TRANSFORMATION IN ARCHITECTURAL SOCIETIES  BY NATURAL ADAPTATION AND DESIGN</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I. R</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tranformation; chaos; design; naturaly</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">On this Vol 23 no1, MODUL has published 7 scienteific articles and an event report. The event report had spotted the new regulation that will transform the architectural society, one concept of arsitektur nabati which offered as response of COVID, and the transformation by demand of people. With compiling the information of all published articles, this editorial try to provide a resume using theory by Loye and Aisler that identity the transformation and chaos.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/60117</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles)</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/60117/25000</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Bangun I. R Harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19007</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:33Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN SENSASI KENYAMANAN TERMAL DAN KONSUMSI ENERGI  DI TAMAN SRIGUNTING KOTA LAMA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Suyono, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Prianto, Eddy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Park, Thermal Comfort; Energy; Old City of Semarang; Micro Climate</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">An active park is indicated by the people activities and supported by the elements of street furniture. Hardware and software elements are the inside parts which play an important role in creating the comfort, wherein supported by the sustainability of the exterior gardens (outside the building) in the tropics play a very important role in the microclimate environment. The phenomenon of the relationship between conservation of ancient areas in the tropics such as Semarang city and the national energy crisis in the last decade is very interesting to be explored. As the development of instructional subject matter of Advance Landscape, Architecture Design and Building Physics in the basic of this research, our research question is: How far is the relationship between the energy profile consumption (lamp lighting) to comfort in the park?Two methods used in the field observation, the measurement of climate aspect to find out the micro climate profile and the distribution of questionnaire in the park to discover the user comfort sensation. The results found Taman Srigunting in the old city of Semarang is categorized both as a passive and active park, used for prominent activity in photography. These parks also influence the surrounding nature by decreasing the microclimate such as air temperature and humidity in the evening in the amount of 76% and 57% in the day. The air temperature went down from 34.8 C to 28.7 C. The micro climatic conditions and characteristics of energy consumption level was significant with the visitors comfort sensations, where in  56% visitors felt comfortable and only 4% felt the sensation of heat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19007</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.1.2018.18-25</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles); 18-25</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19007/13252</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67936</identifier>
				<datestamp>2026-02-10T01:13:28Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US"></dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">STRUKTUR KAMPUNG TRADISIONAL MELAYU DALAM PEMANFAATAN RUANG PADA BANTARAN SUNGAI KAPUAS  STUDI KASUS KELURAHAN BANJAR SERASAN KOTA PONTIANAK</dc:title>
	<dc:creator>Zain, Zairin</dc:creator>
	<dc:creator>Adha Muhamad Nur, Farid</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Struktur kampung; Pemanfaatan Ruang; Kampung Tradisional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Masyarakat pada perkampungan tradisional Melayu sangat erat dengan perairan, yang disebut dengan masyarakat riparian. Masyarakat riparian mengorientasikan kehidupannya di tepian Sungai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti kebutuhan rumah tangga, transportasi dan sebagai mata pencaharian. Kelurahan Banjar Serasan merupakan merupakan sebuah perkampungan tradisional, yang masih ada dan mendiami bantaran Sungai Kapuas. Setiap perkampungan memiliki struktur dan pemanfaatan ruangnya masing-masing berbeda tiap satu kampung dengan kampung yang lain, hal ini dipengaruhi kegunaan atau tujuan suatu komponen penyusun suatu struktur dan pemanfaatan ruang pada kampung tersebut. Hasil studi ini mengulas tentang struktur perkampungan tradisional di kelurahan Banjar Serasan dan menjelaskan manfaat elemen ruang bagi penduduk setempat yang terdiri atas perumahan, jaringan jalan (Geretak), sarana peribadatan, pemakaman, ruang terbuka publik dan sarana pendukung mata pencaharian penduduk.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/67936</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.2.2025.113-120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles); 113-120</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/67936/29838</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Zairin Zain, Farid Adha Muhamad Nur</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25506</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH RUANG TERBUKA PUBLIK TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN SOSIAL PENGHUNI DI PERUMNAS TLOGOSARI SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Wibowo, Putera Marhadika</dc:creator>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:creator>Suprapti, Atik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ruang Terbuka Publik; Kenyamanan Sosial; Fungsi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perumnas Tlogosari adalah salah satu perumahan di Kota Semarang yang terdiri dari dua kelurahan yakni Kelurahan Tlogosari Kulon dan Kelurahan Muktiharjo Kidul. Perumahan ini dibangun pada tahun 1981 dan terus mengalami perkembangan yang juga dikuti dengan pertumbuhan jumlah penghuni perumahan tersebut. Seiring dengan bertambahanya jumlah penghuni Perumnas Tlogosari, maka diperlukan fasilitas umum untuk menunjang aktivitas dan memberikan kenyamanan sosial bagi para penghuni Perumnas Tlogosari, dimana salah satunya adalah ruang terbuka publik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari fungsi ruang terbuka publik bagi kenyamanan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada penghuni Perumnas Tlogosari RW 20 Kelurahan Muktiharjo Kidul. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 orang responden. Dalam penelitian ini digunakan metode analisis Analisis Regresi Linear Berganda dan untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan uji parsial.Berdasarkan hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ruang terbuka publik yang mampu menjalankan semua fungsinya dapat memberikan kenyamanan sosial bagi masyarakat. Hal ini ditujukkan dari tingkat kenyamanan penghuni yang tinggi akibat fungsi dari ruang terbuka publik yang tercapai </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25506</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.18-27</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 18-27</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25506/17131</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Putera Marhadika Wibowo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6546</identifier>
				<datestamp>2018-07-03T09:33:59Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Penerapan Dinding Pre-Fab Pada Rumah Tempat Tinggal Terhadap Kualitas Akustik Ruang</dc:title>
	<dc:creator>Indarto, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Dwiyanto, Agung</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Satrio</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Abstrak  Perumahan merupakan kebutuhan pokok khususnya bagi penduduk/masyarakat di Indonesia. Pertumbuhan rumah tempat tinggal tersebut selalu berada jauh dibawah kebutuhan rumah tempat tinggal sesuai laju pertumbuhan penduduk, terutama didaerah perkotaan baik yang diakibatkan oleh pertumbuhan alamiah maupun akibat adanya urbanisasi. Pada hakekatnya seiring dengan pemenuhan kebutuhan rumah tempat tinggal tersebut, terutama didaerah perkotaan, berkembang pesat pula pengembang perumahan. Hal ini tentunya membutuhkan perhatian, mengingan pembangunan perumahan akan membutuhkan bahan baku dengan cara mengeksploitasi sumber daya alam. Demikian juga pada proses pembangunannya tentunya akan memproduksi limbah yang sedikit banyak akan mencemari lingkungan disekitar. Oleh karena itu beberapa perusahaan telah mengembangkan teknologi baik material bahan bangunan maupun teknologi dalam metode pelaksanaan pembangunan yang dapat menekan kerusakan lingkungan maupun upaya mencegah/menekan limbah pada saat proses pembangunannya. Salah satunya adalah “Fly-Slab” yang sedang mengembangkan metode pre-fab untuk rumah tinggal, mulai dari sub-structure sampai dinding, yang telah teruji keamanannya (struktur dan konstruksi) dan kecepatan dalam proses pembangunannya. Ruangan dalam rumah tempat tinggal haruslah terjaga prifasinya tidak saja secara visual tetapi juga privasi akustiknya, agar ruangan tersebut secara akustik tidak terganggu suara suara dari luar ruangan, atau sebaliknya suara yang timbul di suatu ruangan juga tidak mengganggu ruangan lainnya bahkan ruang luar dari bangunan rumah tempat tinggal tersebut. Dengan demikian maka, penting untuk diketahui kualitas akustik suatu dinding pembatas ruangan, salah satunya dinding yang sedang dikembangkan oleh “fly-slab” yang menggunakan material dan teknologi baru dalam metode pelaksanaannya. Oleh karena itu perlu diketahui Pengaruh Penerapan Dinding Pre-Fab Pada Rumah Tempat Tinggal Terhadap Kualitas Akustik Ruang. Kata Kunci : dinding, kualitas akustik </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6546</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.1.2014.11-20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 1 (2014): MODUL; 11-20</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6546/5401</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10768</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T07:13:44Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN PENYELESAIAN UNIVERSAL DESIGN  PADA RENOVASI BANGUNAN GEDUNG SPESIFIK  (RUANG TERAPI ABLASI) studi kasus rsup dr. kariadi semarang</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>Bharoto, Bharoto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Renovasi Bangunan ,Ruang Terapi Ablasi , Universal Design</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rehab bangunan terkait permasalahan pengembangan atau perubahan fungsi bangunan eksisting sering terjadi dalam proses pembangunan. Hal ini dimungkinkan karena adanya pengembangan fungsi ruang atau kebutuhan akan fungsi baru pada bangunan yang telah ada. Permalasalahan pada kegiatan rehab secara umum terkait pada : perubahan fungsi ruang, peningkatan kualitas bangunan (upaya memperpanjang fungsi bangunan), serta penambahan kelengkapan sarana prasarana terkait kegiatan baru yang diwadahi.Sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan di Provinsi Jawa Tengah dan juga rumah sakit pendidikan maka RSUP Dr. Kariadi senantiasa mengembangkan fasilitas pelayanan medik yang spesifik sesuai dengan keberadaan Instalasi yang telah ada. Yaitu adanya Instalasi Radiologi dan Kedokteran Nuklir yang mempunyai pelayanan spesifik yaitu terapi ablasi yang merupakan pelayanan treatment terhadap kelenjar gondok terkait dengan pengobatan penggunaan dosis Yodium (Iodium 133) yang bersifat radiaktif.Pelayanan khusus medik yang spesifik tersebut diharuskan memberikan keamanan dan kenyamanan baik bagi pasien, dokter dan petugas medik maupun pasien dan pengunjung lainnya. Aplikasi universal design secara teknis dapat memberikan penyelesaian renovasi bangunan yang memenuhi kriteria keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi pengguna.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10768</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.77-84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015; 77-84</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10768/8542</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47687</identifier>
				<datestamp>2024-05-26T22:33:47Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">MANIFESTASI STRUKTUR KELUARGA BESAR PADA GUNA RUANG DOMESTIK HUNIAN MULTIGENERASI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">MANIFESTASI STRUKTUR KELUARGA BESAR PADA GUNA RUANG DOMESTIK HUNIAN MULTIGENERASI</dc:title>
	<dc:creator>Ismail, Mirra Kamila</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Arina</dc:creator>
	<dc:creator>Setijanti, Purwanita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">budaya; domestik; negosiasi; struktur keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">budaya; domestik; negosiasi ruang; struktur keluarga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Hunian multigenerasi di Indonesia merupakan suatu fenomena berhuni yang lazim ditemukan karena manifestasi budaya struktur keluarga besar dan nilai kekerabatan. Struktur keluarga multigenerasi terdiri dari keluarga inti generasi tengah yang tinggal bersama dengan lansia. Manifestasi struktur keluarga dapat dilihat melalui guna ruang domestik yang diobservasi melalui sistem aktivitas dan sistem pengaturan latar hunian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi guna ruang domestik berdasarkan hubungan aktivitas dengan pengaturan latar domestik oleh setiap generasi melalui penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, sketsa, pengambilan foto, dan pemetaan perilaku untuk identifikasi sistem pengaturan latar hunian. Data tersebut dianalisis secara triangulasi dengan diskusi kajian teori serta data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas domestik hunian multigenerasi berbeda dengan aktivitas domestik pada hunian keluarga inti. Salah satu ekspresi guna ruang terlihat pada aktivitas personal (makan dan menonton TV) dan aktivitas komunal (berkumpul). Kedua jenis aktivitas tersebut memengaruhi penghuni dalam menegosiasikan sistem aktivitas dan guna ruang. Oleh karena itu, muncul konsep negosiasi guna ruang pada hunian multigenerasi terutama bagi keluarga besar. Konsep tersebut menjelaskan ruang dapat menjadi suatu pengaturan latar yang bisa mewadahi beragam aktivitas domestik bagi banyak pengguna, sehingga dapat menjadi pertimbangan sekaligus kajian kembali bagi suatu hunian keluarga yang berada di luas lahan terbatas.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hunian multigenerasi di Indonesia merupakan suatu fenomena berhuni yang lazim ditemukan karena manifestasi dari budaya struktur keluarga besar dan nilai kekerabatan. Struktur keluarga tersebut terdiri dari keluarga inti generasi tengah yang tinggal bersama dengan lansia. Suatu struktur keluarga dapat dimanifestasikan lewat guna ruang domestik yang terjadi dalam hunian, sehingga guna ruang domestik pada hunian multigenerasi dapat diobservasi melalui sistem aktivitas dan sistem pengaturan latarnya. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan mengidentifikasi okupansi ruang tiap generasi dalam hunian berdasar aktivitas domestik yang dilakukan. Terdapat perbedaan antara aktivitas domestik pada hunian multigenerasi dengan aktivitas domestik yang terjadi pada hunian keluarga inti. Salah satunya ketika aktivitas makan dan menonton tv cenderung sebagai kelompok aktivitas personal daripada aktivitas berkumpul bersama keluarga. Kemudian, aktivitas personal dan berkumpul yang terjadi pada hunian multigenerasi banyak terjadi pada ruang- ruang yang dinegosiasikan kegunaanya, sehingga ditemukan aktivitas domestik multigenerasi yang okupansinya tidak hanya dilakukan pada ruang yang spesifik. Seperti aktivitas personal juga dapat dilakukan di ruang tamu, aktivitas berkumpul multigenerasi dapat dilakukan di kamar, serta ruang tengah sebagai latar dari banyak aktivitas juga merupakan ruang keluarga. Oleh karena itu, konsep negosiasi ruang yang terjadi pada hunian multigenerasi dapat menjadi pertimbangan atas kebutuhan ruang pada luas lahan yang terbatas dengan melihat ruang sebagai suatu latar yang mampu mewadahi beragam aktivitas domestik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/47687</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.1.2023.10-21</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles); 10-21</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/47687/23645</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Mirra Kamila Ismail, Arina Hayati, Purwanita Setijanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17246</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:52Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGGUNAAN RUAS JALAN SEBAGAI PASAR TRADISIONAL DI GANG BARU PECINAN, SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Murtini, Titien Woro</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ruang; Ruas Jalan,; Aktivitas;</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemanfaatan ruas jalan gang baru sebagai ruang untuk pasar tradisional sangat menarik untuk di kaji , karena kegiatan tersebut sudah terjadi sejak masa lalu hingga sekarang, walaupun fasilitas perbelanjaan modern saat ini di kota Semarang sudah tersedia dengan kondisi yang memadahi dan nyaman namun keberadaan pasar tradisional termasuk gang baru hingga saat ini masih tetap berlangsung dan diminati oleh masyarakat tidak hanya masyarakat disekitar Pecinan saja tetapi oleh masyarakat Semarang secara keseluruhan.Penelitian Penggunaan Ruas Jalan Sebagai Pasar Tradisional di Gang Baru Pecinan Semarang bertujuan menggali faktor-faktor yang menyebabkan pasar ini masih diminati hingga saat ini dan untuk mengetahui elemen ruang apakah yang membentuk ruas gang baru menjadi pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan rasionalistik dengan paradigma kualitatif. Pendekatan  penelitian rasionalistik kualitatif ini sesuai dengan sifat masalah penelitian yaitu untuk mengungkap dan memahami faktor pendorong pembentukan ruas jalan lingkungan menjadi ruang ekonomi yang berpengaruh terhadap pembentukkan karakter di Kawasan Pecinan Semarang dan faktor yang menyebabkan ruang ekonomi itu tetap bertahan hingga sekarang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17246</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.1.2017.17-21</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles); 17-21</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17246/12396</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/70005</identifier>
				<datestamp>2026-02-10T01:13:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">TANTANGAN DALAM PENERAPAN GROUNDED THEORY PADA PENELITIAN ARSITEKTUR DI INDONESIA:  SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS</dc:title>
	<dc:creator>Gunawan, Ivan</dc:creator>
	<dc:creator>Andi, Andi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">grounded theory; systematic literature review; penelitian arsitektur; kualitatif; PRISMA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Metode Grounded Theory (GT) memiliki peran penting dalam disiplin ilmu arsitektur karena dapat meramu teori dari berbagai perspektif orang mengenai pengalaman ruang.  Namun, terdapat kompleksitas alur kerja dan teori yang menyebabkan metode ini sulit diterapkan. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menelusuri tantangan dalam penerapan GT pada artikel jurnal arsitektur yang terdaftar di APTARI. Dengan menerapkan panduan PRISMA 2020, tinjauan sistematis ini meninjau 64 artikel yang merupakan penelitian empiris yang tidak membahas desain atau proses desain. Hasil tinjauan sistematis menunjukkan setiap kriteria didominasi oleh banyak ketidaktepatan kecuali tujuan penelitian. Ditemukan satu pola yang terulang yaitu pola ini menggunakan GT untuk tujuan mengetahui preferensi atau persepsi pengguna tentang pengalaman ruang dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data kuesioner daring pertanyaan terbuka, dan dianalisis dengan teknik analisis isi GT. Pola ini tidak tepat karena menggunakan GT tetapi tidak mengembangkan teori. Tinjauan sistematis ini menyarankan penggunaan metode GT yang baik yaitu dengan pendekatan kualitatif yang mengumpulkan data dengan wawancara dan menganalisis data dengan koding GT. Dengan pola ini, ada kemungkinan terbentuk teori substansial yang dapat mengembangkan ilmu arsitektur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/70005</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.1.2025.13-25</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles); 13-25</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/70005/28808</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Ivan Gunawan, Andi Andi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/24148</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:18Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">SIMULASI KOMPUTER SEBAGAI ALAT PENENTU PENERANGAN ALAMI OPTIMAL PADA DESAIN SHADING DEVICE PADA RUANG ASET GEDUNG DEKANAT FT UNDIP</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">SIMULASI KOMPUTER SEBAGAI ALAT PENENTU PENERANGAN ALAMI OPTIMAL PADA DESAIN SHADING DEVICE PADA RUANG ASET GEDUNG DEKANAT FT UNDIP</dc:title>
	<dc:creator>Ahfadz, Ikhwanul</dc:creator>
	<dc:creator>Setyowati, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Prianto, Eddy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Shading Device; Daylighting; Autodesk Ecotect</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Shading Device;  Daylighting; Simulation ; Autodesk Ecotect; Undip</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Simulasi Komputer sebagai alat peminimalisir kesalahan pada desain kerap kali digunakan untuk memprediksi dalam penentuan keputusan desain. Selain Fungsi bangunan dan kebutuhan lainnya arsitek diwajibkan untuk faham akan konteks dan Kemampuan mengoptimalkan potensi iklim dari lokasi pembangunannya. Perolehan Sinar Matahari menjadi Faktor utamanya karena apabila sedikit sinar matahari yang masuk ruangannya akan kurang penerangan dan apabila terlalu banyak sinar matahari yang datang akan meningkatkan perolehan panas bangunan sehingga pengoptimalan daripada masalah tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam sebuah perancangan.  Penelitian Ini menggunakan Metode Experimental dengan mengidentifikasi lokasi, material, Fungsi ruang dan Hal-hal terkait lainnya. Tujuan penelitian ini ialah mencari shading device yang optimal sebagi perisai luar ruangan aset gedung Dekanat FT kampus Universitas Diponegoro ini. Hasil dari penlitian ini menunjukan bahwasannya dengan ada satu desain shading device yang bisa menurunkan rata-rata 33% perolehan sinar matahari yang berpotensi besar menekan penggunaan energi Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Simulasi Komputer sebagai alat peminimalisir kesalahan pada desain kerap kali digunakan untuk memprediksi dalam penentuan keputusan desain. Selain Fungsi bangunan dan kebutuhan lainnya arsitek diwajibkan untuk faham akan konteks dan Kemampuan mengoptimalkan potensi iklim dari lokasi pembangunannya. Perolehan Sinar Matahari menjadi Faktor utamanya karena apabila sedikit sinar matahari yang masuk ruangannya akan kurang penerangan dan apabila terlalu banyak sinar matahari yang datang akan meningkatkan perolehan panas bangunan sehingga pengoptimalan daripada masalah tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam sebuah perancangan.  Penelitian Ini menggunakan Metode Experimental dengan mengidentifikasi lokasi, material, Fungsi ruang dan Hal-hal terkait lainnya. Tujuan penelitian ini ialah mencari shading device yang optimal sebagi perisai luar ruangan aset gedung Dekanat FT kampus Universitas Diponegoro ini. Hasil dari penlitian ini menunjukan bahwasannya dengan ada satu desain shading device yang bisa menurunkan rata-rata 33% perolehan sinar matahari yang berpotensi besar menekan penggunaan energi Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/24148</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.2.2019.78-84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles); 78-84</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/24148/16055</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/24148/3637</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Ikhwanul Ahfadz</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4752</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T06:49:12Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ADAPTASI TAMPILAN BANGUNAN KOLONIAL PADA IKLIM TROPIS LEMBAB  (Studi Kasus Bangunan Kantor PT KAI Semarang)</dc:title>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:creator>sukawi, sukawi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Arsitektur kolonial Belanda yang diterapkan pada bangunan-bangunan di Indonesia telah mengalami evolusi yang kuat dalam upaya beradaptasi dengan membubuhkan ciri arsitektur yang sesuai dengan kondisi iklim tropis. Hal ini terlihat, pada awal mula masuk ke Indonesia, corak arsitektur ini sempat kehilangan identitas dari arsitektur kolonial itu sendiri, selain itu corak ini belum dapat beradaptasi dengan iklim Indonesia yaitu tropis basah. Proses adaptasinya berlangsung dalam suatu proses yang bertahap dengan beberapa perkembangan corak antara lain: neo klasik (1800-an), neogotik (sesudah 1900-an), vernakular Belanda (sesudah 1900), neuwe bowen (sesudah 1920), neuwe zakelijkheid, ekspresionistik, art deco (sesudah 1920). Dari periodesasi tersebut dapat diidentifikasi bahwa terjadi proses adaptasi bangunan yang masih bercirikan arsitektur Belanda, namun telah disesuaikan dengan kondisi iklim tropis yang ada di Indonesia.  Kondisi lingkungan tropis Indonesia yang kaya akan intensitas radiasi matahari apabila tidak ditangkal dengan benar dapat mengakibatkan laju peningkatan suhu udara, baik di dalam maupun di luar ruangan. Pada bidang yang terbayangi, maka panas yang masuk ke dalam ruang hanya konduksi akibat perbedaan suhu luar dan suhu dalam saja. Akan tetapi pada bidang yang terkena sinar matahari (tidak terkena bayangan), maka panas yang masuk ke dalam ruangan juga akibat radiasi balik dari panasnya dinding yang terkena sinar matahari. Panas yang masuk pada dinding yang tersinari ini bisa mencapai 2 sampai 3 kali nya dibanding konduksi. Terlebih apabila ada sinar matahari yang langsung masuk ke dalam ruangan, panas radiasi matahari yang langsung masuk ke dalam ruangan ini bisa mencapai 15 kali dibanding panas akibat konduksi. Hal tersebut memberikan pemahaman bahwa bidang-bidang yang terkena sinar matahari akan menyumbang laju peningkatan suhu ruangan sangat signifikan. Adaptasi bentuk fisik bangunan kolonial pada kantor PT KAI terhadap kondisi klimatologi inilah yang nantinya akan terlihat pada perubahan kondisi fasad bangunan kolonial bersangkutan. Arsitektur Indis yang lahir dari kebudayaan lokal dan pendatang, memilki karakteristik yang khas. Selain dari itu, arsitektur Indis sudah terbukti mampu beradaptasi dengan corak budaya dan iklim lokal (iklim tropis). Hal inilah yang menjadikan orang- orang Belanda bisa beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, pun sebaliknya orang lokal atau pribumi dapat menerima gaya arsitektur tersebut. Oleh sebab itu, dirasa perlu adanya pemahaman dan pelestarian yang lebih baik terhadap gaya arsitektur Indis, khususnya terhadap bangunan berarsitektur Indis yang masih tersisa. Kata Kunci : Pembayangan, Fasade Bangunan, Kota Lama</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4752</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.1.2013.35-40</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013; 35-40</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4752/4302</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/36906</identifier>
				<datestamp>2021-07-19T05:47:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">OPTIMALISASI KINERJA TERMAL SELUBUNG BANGUNAN UNIT HUNIAN DI RUSUNAWA CIBESUT JAKARTA TIMUR</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMALISASI KINERJA TERMAL SELUBUNG BANGUNAN UNIT HUNIAN DI RUSUNAWA CIBESUT JAKARTA TIMUR</dc:title>
	<dc:creator>Widhayaka, Setya Anung</dc:creator>
	<dc:creator>Rilatupa, James E.D.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kinerja termal, selubung bangunan, rumah susun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Thermal performance; building envelope; flats</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kebanyakan rumah susun yang sudah terbangun menunjukkan kesamaan desain selubung bangunan pada berbagai orientasi, baik dalam hal desain, luas bukaan maupun materialnya. Tingkat radiasi matahari dari masing-masing orientasi fasad tersebut tentu berbeda, dan akan berakibat pada perbedaan tingkat energi selubung bangunan masing-masing orientasi unit hunian. Jika unit-unit rumah susun tersebut dikondisikan dengan pengkondisian udara buatan (AC), tentu juga akan menghasilkan tingkat konsumsi energi yang berbeda. Bagaimana tingkat perbedaan energi fasad unit hunian dan konsumsi energi pada masing-masing arah orientasi?Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat perbedaan energi selubung bangunan unit hunian sisi barat dengan unit hunian sisi timur pada Rusunawa Cibesut Jakarta Timur, dan mendapatkan alternatif upaya yang bisa dilakukan untuk menghasilkan tingkat energi selubung bangunan yang relatif sama pada kedua orientasi serta aplikasinya pasca konstruksi. Penelitian ini dijalankan dengan melakukan perhitungan termal selubung bangunan (OTTV) dan simulasi komputer untuk mendapatkan hasil. Pada opsi penerapan insulasi glass wool  dan gybsum board sebagai lapisan proteksinya, rata-rata EUI bisa turun hingga 10,7 %, dan mencapai tingkat konsumsi energi yang relatif sama pada kedua orientasi unit.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Most of the flats that have been built show the same building envelope design in various orientations, both in terms of design, opening area, and material. The level of solar radiation from each orientation of the facade is certainly different and will result in differences in the energy level of the building envelope for each orientation of the residential unit. If the apartment units are conditioned by air conditioning (AC), it will also produce different levels of energy consumption. How is the difference in thermal performance of the facade and energy consumption in each orientation direction?The purpose of this study is to identify the level of the energy difference between the residential unit building envelope in the west side and the east side of the Rusunawa Cibesut, in East Jakarta, and to find alternative efforts that can be made to produce building envelope energy levels that are relatively the same in both orientations and it’s post-construction applications. This research was carried out by performing thermal calculations on building envelopes (OTTV) and computer simulations to obtain results. In the option of applying glass wool insulation and gybsum board as it protection, the average EUI can be reduced by 10.7%, and achieve a level of energy consumption that is relatively the same in both unit orientations</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/36906</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.1.2021.43-50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles); 43-50</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/36906/19386</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Setya Anung Widhayaka, James E.D. Rilatupa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10730</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:31:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Daftar Isi</dc:title>
	<dc:creator>editor, editor</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daftar Isi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10730</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jil.%v.%i.223-229</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 1 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10730/8510</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/49887</identifier>
				<datestamp>2024-08-29T03:33:54Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ED</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SCIENTIFIC THEORY AND PHYSICAL BUILT ENVIRONMENT</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I.R.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">architecture, tangible, intangible, form, reseach</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Architecture has been developed through centuries and brought some pearls of wisdom, knowledge, empirical aspects, and physical form into the world. The construction of architecture not only can be seen and touched as a building or built environment but also in mind as a way of thinking. This writing suggested a diversity of architectural aspects to the readers about tangible and intangible legacy</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/49887</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles)</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/49887/22425</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Bangun I.R. Harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17253</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:28Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU JAGAKARSA</dc:title>
	<dc:creator>Rachmawati, Nia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">green open space; spreading; need</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Acceleration in urban development had impact to environment and urban spatial. The increase of physical development and urban infrastructure influence to decreasing quantity of green open space. The green open space needs as one of solution to bind up the relationship between human. The population increased as benchmark of green open spaces needed in the region.. The purpose of this study is: (1) identify spread of green open spaces in Jagakarsa, (2) analize the needed of green open space The analysis method based on spread and land cover constrained by sub district and district garden in Jagakarsa. The spreading of district garden Jagakarsa had not spread which is need government policy to secure and increase spreading the green open space. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17253</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.2.2016.76-80</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 2 (2016): MODUL  Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles); 76-80</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17253/12403</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67959</identifier>
				<datestamp>2024-11-06T04:02:29Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ED</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AN EDITORIAL ABOUT BROADER MEANING IN ARCHITECTURE</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">meaning; meaning; architecture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">On this Vol 24 no1, MODUL has published 5 scienteific articles. With compiling the information of all published articles, this editorial try to provide scientific information about “the meaning”</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/67959</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles)</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/67959/26916</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Bangun I. R. Harsritanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22219</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T06:51:42Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSEP RUANG DAN BENTUK RUMAH GODANG KOTO  SENTAJO DI KUANTAN SINGINGI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID"></dc:title>
	<dc:creator>Yandri, Sepli</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Suzanna Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah adat; Kuantan Singingi;  rumah tradisional koto; Rumah godang; Koto Sentajo; Kuantan Singingi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Rumah adalah salah satu hasil dari kebudayaan. Kuantan singingi sebagai sebuah daerah yang berkebudayaan memiliki ciri dan bentuk bangunan rumah adat yang memiliki ciri khas tersendiri. Rumah adat di Kuantan Singingi disebut dengan rumah godang. Sebagai sebuah rumah adat, rumah godang memiliki konsep ruang dan bentuk yang berbeda dari ruang rumah pada umumnya. Rumah godang dikuantan singingi juga dikenal dengan istilah rumah koto karena rumah tersebut dibangun di daerah yang disebut dengan koto. Salah satu daerah yang masih memelihara dan menjaga warisan rumah godang di kuantan singingi adalah daerah Koto Sentajo. Tulisan penelitian ini bertujuan menemukan konsep Ruang dan Bentuk yang ada pada rumah godang di Koto Sentajo. Pembahasan dengan menggunakan Metode deskripsi analisis bertujuan untuk menyampaikan deskripsi secara mendalam tentang konsep ruang dan bentuk pada rumah godang di daerah Koto sentajo.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/22219</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.1.2019.1-9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/22219/15203</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1460</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T06:32:02Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN APLIKASI WARNA INTERIOR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PADA PSIKOLOGI PASIEN ANAK (STUDI KASUS : RSIA HERMINA PANDANARAN)</dc:title>
	<dc:creator>Wandira, Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Pribadi, Septana Bagus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Warna  merupakan  unsur  penting  dalam  desain.  Setiap  warna  mampu  memberikan  kesan  dan  identitas tertentu  sesuai  kondisi  sosial  pengamatnya.  Komposisi  dan  kombinasi  warna  pada  interior  bangunan  akan menciptakan persepsi bagi pengguna bangunan tersebut. Rumah sakit merupakan fasilitas umum penyembuhan yang vital bagi semua golongan masyarakat. Pada rumah sakit, terutama rumah sakit ibu dan anak, stimulus penyembuhan bagi pasien tidak hanya bergantung pada obat-obatan, namun juga kondisi lingkungan dimana pasien tersebut dirawat.  Lingkungan menga ndung rangsang yang kemudian ditanggapi oleh manusia dalam bentuk respon tertentu. Pada studi kasus RSIA Hermina Pandanaran ini dilakukan kajian untuk memperoleh aplikasi warna terbaik bagi  sebuah  rumah  sakit  yang  memberikan  pengaruh  terbaik  kepada  psikologi  pasien  anak  sebagai  pengguna bangunan.  Dari  hasil  kajian  diketahui  bahwa  warna-warna  tertentu  dapat  memicu  psikologis  anak,  dan  pada akhirnya akan menjadi stimulus pada proses penyembuhannya.   Kata Kunci : Warna, RSIA, Anak, Psikologis, Penyembuhan  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1460</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.2.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1460/1225</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/34365</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">BIOMIMIKRI GERAK ADAPTIF TUMBUHAN MIMOSA SEBAGAI FASAD KINETIK</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">BIOMIMIKRI GERAK ADAPTIF TUMBUHAN MIMOSA  SEBAGAI FASAD KINETIK</dc:title>
	<dc:creator>Anandhita, Gustav</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">biomimikri; Mimosa; fasad kinetik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Biomimikri merupakan metode penyelesaian masalah dengan menduplikasi desain, proses dan perilaku mahluk hidup di alam.  Pada penelitian ini proses biomimikri mengambil inspirasi dari tumbuhan genus Mimosa dari keluarga Fabaceae, yang memiliki karakteristik daun yang dapat mengatup atau yang disebut sebagai gerak niktinasti. Penelitian ini bertujuan memperoleh desain arsitektural fasad bangunan dan mengetahui kemampuannya dalam mereduksi tingkat radiasi pada kulit bangunan.  . Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian menggunakan mix-methods dari biomimicry thinking. Pertama, penelitian terhadap karakteristik bentuk, respon tumbuhan terhadap suhu serta cahaya, dan mekanisme gerak buka tutup daun tumbuhan genus Mimosa. Kedua, melakukan reinterpretasi desain tumbuhan Mimosa sebagai fasad kinetik menggunakan metode generative model menggunakan GH+Rhino. Ketiga, membuat simulasi untuk analisis radiasi matahari menggunakan Ladybug untuk mengetahui efek dari mekanisme buka tutup fasad kinetik tersebut terhadap nilai radiasi total yang diterima bangunan . Dari hasil analisis diketahui bahwa kinerja fasad kinetik tersebut mampu mengurangi radiasi matahari pada bangunan sampai dengan 26.3%. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biomimikri merupakan metode penyelesaian masalah dengan menduplikasi desain, proses dan perilaku mahluk hidup di alam.  Pada penelitian ini proses biomimikri mengambil inspirasi dari tumbuhan genus Mimosa dari keluarga Fabaceae, yang memiliki karakteristik daun yang dapat mengatup atau yang disebut sebagai gerak niktinasti. Penelitian ini bertujuan memperoleh desain arsitektural fasad bangunan dan mengetahui kemampuannya dalam mereduksi tingkat radiasi pada kulit bangunan.  . Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian menggunakan mix-methods dari biomimicry thinking. Pertama, penelitian terhadap karakteristik bentuk, respon tumbuhan terhadap suhu serta cahaya, dan mekanisme gerak buka tutup daun tumbuhan genus Mimosa. Kedua, melakukan reinterpretasi desain tumbuhan Mimosa sebagai fasad kinetik menggunakan metode generative model menggunakan GH+Rhino. Ketiga, membuat simulasi untuk analisis radiasi matahari menggunakan Ladybug untuk mengetahui efek dari mekanisme buka tutup fasad kinetik tersebut terhadap nilai radiasi total yang diterima bangunan . Dari hasil analisis diketahui bahwa kinerja fasad kinetik tersebut mampu mengurangi radiasi matahari pada bangunan sampai dengan 26.3%. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/34365</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.2.2020.145-150</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles); 145-150</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/34365/18425</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Gustav Anandhita</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40741</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">FLEKSIBILITAS PANEL DINDING PADA RUANG AUDITORIUM KESENIAN JAWA TIMUR BERDASARKAN ARAH SUMBER BUNYI</dc:title>
	<dc:creator>Fajarwati, Galuh</dc:creator>
	<dc:creator>Dinapradipta, Asri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Akustik, Auditorium, Fleksibilitas.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Auditorium Kesenian Jawa Timur merupakan aula pementasan yang menampung berbagai jenis pementasan tradisional Jawa Timur seperti pementasan teatrikal, musik tradisional, dan pementasan sendatari. Pementasan kesenian tradisional Jawa Timur disajikan dengan metode pementasan yang beragam dan memiliki kebutuhan pementasan yang berbeda. Dalam proses fleksibilitas ruang dalam beradaptasi terhadap kebutuhan pementasan, faktor akustik ruang menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan sehingga semua penonton dapat menikmati pementasan dengan nyaman. Dalam pementasan kesenian tradisional Jawa Timur, sumber suara dapat berasal dari 9 arah yang berbeda tergantung dari jenis pementasan yang dilakukan. Makadari itu sangat diperlukan adaptasi ruang terhadap arah sumber bunyi yang berbeda. Dalam penelitian ini, tujuan penelitian adalah mencari pola fleksibilitas elemen interior ruang auditorium untuk memenuhi kebutuhan akustik ruang. Metode yang digunakan yaitu metode observasi. Observasi dilakukan dengan mengamati setiap jenis kegiatan kesenian Jawa Timur yang akan diwadahi yaitu jenis kesenian dan tipe pementasan dari sendatari dan teater tradisional. Kesenian yang dipilih merupakan beberapa perwakilan kesenian yang memiliki jenis pementasan yang sama. Analisis dilakukan berfokus pada adaptasi dari elemen dinding ruang. Dari hasil analisis data dapat, disimpulkan bahwa pnael dinding pada auditorium setidaknya dapat beradaptasi menjadi 9 jenis konfigurasi sesuai dengan jumlah arah sumber bunyi. Perubahan dan pergerakan panel dinding dalam setiap konfigurasi ruang aula yaitu dengan melakukan strategi fleksibilitas yaitu transformasi dan adaptasi.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40741</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.162-170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 162-170</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40741/20788</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Galuh Fajarwati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10783</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:17Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSEP PENGEMBANGAN RUANG WISATA BERBASIS INDUSTRI KREATIF</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Suzanna Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Darmawan, Edy</dc:creator>
	<dc:creator>Shamara, Dea</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">konsep pengembangan, ruang wisata, industri kreatif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dusun Klipoh merupakan salah satu desa di sekitar Candi Borobudur yang dicanangkan sebagai desa wisata. Berdasarkan data yang ada, sekitar 60% dari wisatawan Borobudur datang berkunjung ke desa Candirejo.  Dengan semakin banyaknya jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan desa wisata tersebut telah mempengaruhi berbagai kearifan budaya lokal di kalangan masyarakat sekitar candi Borobudur. Terjadilah perubahan-perubahan status sosial dan perubahan pandangan dalam masyarakat. Perubahan secara fisik desa pun juga terjadi,  berubahnya tata guna dan status lahan-lahan di kawasan Borobudur bahkan ada beberapa rumah tinggal masyarakat Borobudur dengan gaya arsitektur lama yang masih dipertahankan meskipun beberapa bagian yang  lain dari bangunan tersebut telah berubah sebagai akibat keterbatasan kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam merespon perubahan. Demikian juga dengan type desa yang muncul secara fisik mengalami modernisasi akibat pariwisata. Dalam perubahan sosial dan nilai-nilai dalam masyarakat dapat dilukiskan sebagai suatu sistem atau struktur yang memiliki elemen-elemen, ada elemen yang bertahan dan ada elemen yang berubah, namun tetap berada di dalam kondisi terintegrasi antar elemen. Mana elemen yang bertahan dan mana elemen yang berubah, semua akan ditampilkan sebagai pembahasan dalam penelitian. Penggalian potensi-potensi yang terkait dengan kearifan budaya lokal juga akan menjadi konsentrasi di dalam penelitian ini, walaupun perubahan-perubahan terjadi sebagai akibat dari berbagai pengaruh seiring dengan berjalannya waktu. Tentu saja tanda-tanda yang diyakini dan melandasi perilaku masyarakat selama ini dalam memberikan respon, persepsi, apresiasi, perilaku dan kreativitasnya berkaitan dengan aspek-aspek arsitektural dan perubahannya. Model-model pendekatan arsitektur akan lebih ditekankan sebagai metode untuk memecahkan permasalahan-permasalahan ruang wisata di area penelitian dan mapping bahavior akan digunakan untuk mengetahui pola pergerakan masyarakat pengrajin dan wisatawan yang akan dijadikan sebagai landasan dalam penyediaan ruang-ruang wisata. Adapun luaran penelitian adalah konsep pengembangan ruang-ruang wisata yang nyaman bagi pengrajin dan wisatawan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10783</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.1.2016.43-48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 1 (2016): Modul  Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles); 43-48</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10783/8558</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58582</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:45Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">OPTIMASI SECONDARY SKIN UNTUK KUALITAS PENCAHAYAAN ALAMI. STUDI KASUS GEDUNG FAKULTAS SENI DAN DESAIN UNIVERITAS NEGERI SURABAYA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMASI SECONDARY SKIN UNTUK KUALITAS PENCAHAYAAN ALAMI. STUDI KASUS GEDUNG FAKULTAS SENI DAN DESAIN UNIVERITAS NEGERI SURABAYA</dc:title>
	<dc:creator>Fahrezi, Muhammad Farel</dc:creator>
	<dc:creator>Widiastuti, Ratih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">DIALux Evo; façade design; natural lighting simulation; secondary skin; wall opening</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Façade as the outer layer of building has an important role in distributing the sunlight into the building. Building with maximum natural lighting will support energy saving campaigns. This study discussed the evaluation of building façade to support natural lighting distribution inside the rooms. The study applied simulation method using DIALux Evo software. The results from simulations compared to the lighting standard from SNI 6197-2011. The study object was the Faculty Building of Art and Design of State University of Surabaya. According to the simulation, 40% - 70% distribution of average natural lighting intensity exceeded 1000 Lux. It caused people who stayed inside the room to feel uncomfortable due to glare. To reduce the light intensity inside the room, additional layers on the exterior façade were added. The results from simulation confirmed the secondary layer on the exterior facade was able to reduce the natural lighting intensity from 279 Lux to 1112 Lux in the morning and from 256 Lux to 879 Lux in the afternoon. Thus, it can minimize the effect of glare inside the room.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Façade as the outer layer of building has an important role in distributing the sunlight into the building. Building with maximum natural lighting will support energy saving campaigns. This study discussed the evaluation of building façade to support natural lighting distribution inside the rooms. The study applied simulation method using DIALux Evo software. The results from simulations compared to the lighting standard from SNI 6197-2011. The study object was the Faculty Building of Art and Design of State University of Surabaya. According to the simulation, 40% - 70% distribution of average natural lighting intensity exceeded 1000 Lux. It caused people who stayed inside the room to feel uncomfortable due to glare. To reduce the light intensity inside the room, additional layers on the exterior façade were added. The results from simulation confirmed the secondary layer on the exterior facade was able to reduce the natural lighting intensity from 279 Lux to 1112 Lux in the morning and from 256 Lux to 879 Lux in the afternoon. Thus, it can minimize the effect of glare inside the room.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/58582</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.2.2023.95-109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles ); 95-109</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/58582/25081</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Muhammad Farel Fahrezi, Ratih Widiastuti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19409</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:47Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KOTA LAMA SEMARANG MENUJU STATUS PUSAKA DUNIA UNESCO: APA ITU STATUS WORLD HERITAGE?</dc:title>
	<dc:creator>Prabowo, Bintang Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun IR</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kotalama semarang;  pusaka;  unesco; kriteria; studi literatur</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan Kota Lama sempat mengalami kondisi stagnan, bahkan cenderung menurun kualitas lingkungannya, di periode tahun 1980 hingga 1990-an. Jangankan di malam hari, bahkan di siang hari pun, kawasan ini seperti kawasan kota mati, dengan dominasi aktifitas pergudangan dan bangunan-bangunan yang dibiarkan kosong dan mangkrak. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur warisan dunia dan studi kasus kota lama secara analisa deskripsi terhadap temuan observasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sasaran kotalama semarang dalam kriteria pusaka dunia. Hasil dari penelitian ini adalah kriteria yang realistis bagi kotalama Semarang sebagai pusaka hidup dunia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19409</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.1.2018.51-53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles); 51-53</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19409/13481</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1448</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T05:11:47Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGGUNAAN METODA GROUNDED THEORY   DIBAWAH PAYUNG  PARADIGMA POSTPOSITIVISTIK PADA PENELITIAN TENTANG FENOMENA SOSIAL PERKOTAAN</dc:title>
	<dc:creator>Setioko, Bambang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Berkembangnya penelitian dibawah payung paradigma post-positivistik tentang fenomena sosial perkotaan akhir-akhir ini, merupakan pertanda akan munculnya teori teori baru bercirikan local wisdom (kearifan lokal) mengakhiri kemandekan perkembangan ilmu pengetahuan akibat ketidak tepatan penggunaan pola pikir eksakta dalam menterjemahkan pengetahuan sosial.  Tidak sebagaimana penelitian dengan menggunakan paradigma positivistik yang diawali dengan penyusunan hipotesis, proses teorisasi data dengan model grounded theory diawali dengan meng-koding fenomena diskrit, dilanjutkan dengan membangun konsep sebagai dasar untuk menyusun kategori dan proposisi, dan berakhir dengan terbangunnya teori substantif. Teori dalam metode grounded theory berperan sebagai background knowledge (latar pengetahuan) yang akan meningkatkan theoritical sensitivity (kepekaan teori), namun bukan sebagai frame work (kerangka pikir). Tulisan ini mengungkap penggunaan metoda grounded theory dalam gugus paradigma post-positivistik, yang bertujuan untuk mengungkap fenomena sosial perkotaan di Indonesia yang semakin kompleks, yang tentu saja sulit untuk diungkap dengan metode lain. Kata Kunci: paradigma post-positivistik, kearifan lokal, latar pengetahuan, teori substantif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1448</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.1.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1448/1215</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/29096</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENINGKATAN KINERJA HIJAU MELALUI RETROFITTING STUDI KASUS : PEKERJAAN PENGUBAHSUAIAN BANGUNAN PIP2B DIY</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN KINERJA HIJAU MELALUI RETROFITTING STUDI KASUS : PEKERJAAN PENGUBAHSUAIAN BANGUNAN PIP2B DIY</dc:title>
	<dc:creator>Arthasari, Ani Hastuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bangunan hijau; green retrofitting; studi kasus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bangunan hijau; green retrofitting; studi kasus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Permasalahan yang terjadi di hampir semua negara adalah kemiskinan, kesenjangan sosial dan lingkungan. Di sisi lain, pembangunan terus dilakukan untuk mendukung semua kegiatan kehidupan manusia. Arsitektur sebagai ilmu perancangan dapat berperan dalam mengarahkan pembangunan agar dalam proses perancangan dan pelaksanaannya dapat menciptakan harmonisasi ekonomi, sosial dan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan juga didukung oleh pemerintah pada level kebijakan berupa Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 02/PRT/M/2015 Tentang Bangunan Gedung Hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan konsep bangunan hijau pada kegiatan pengubahsuaian (retrofitting) Bangunan Kantor Pusat Informasi Pengembangan Pemukiman dan Bangunan yang dinilai dengan tolok ukur dan kriteria Permen PU No 2 Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif induktif dengan pendekatan deskriptif. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada ilmu pengetahuan arsitektur terutama mengenai konsep dan pemeringkatan bangunan hijau. Hasil yang didapatkan adalah gambaran upaya yang bisa dilakukan untuk menaikkan nilai peringkat bangunan pra hijau menjadi bangunan hijau.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan yang terjadi di hampir semua negara adalah kemiskinan, kesenjangan sosial dan lingkungan. Di sisi lain, pembangunan terus dilakukan untuk mendukung semua kegiatan kehidupan manusia. Arsitektur sebagai ilmu perancangan dapat berperan dalam mengarahkan pembangunan agar dalam proses perancangan dan pelaksanaannya dapat menciptakan harmonisasi ekonomi, sosial dan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan juga didukung oleh pemerintah pada level kebijakan berupa Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 02/PRT/M/2015 Tentang Bangunan Gedung Hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan konsep bangunan hijau pada kegiatan pengubahsuaian (retrofitting) Bangunan Kantor Pusat Informasi Pengembangan Pemukiman dan Bangunan yang dinilai dengan tolok ukur dan kriteria Permen PU No 2 Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif induktif dengan pendekatan deskriptif. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada ilmu pengetahuan arsitektur terutama mengenai konsep dan pemeringkatan bangunan hijau. Hasil yang didapatkan adalah gambaran upaya yang bisa dilakukan untuk menaikkan nilai peringkat bangunan pra hijau menjadi bangunan hijau</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29096</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.57-65</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 57-65</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29096/17146</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Ani Hastuti Arthasari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6551</identifier>
				<datestamp>2018-07-03T09:33:59Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eksistensi Rumah Tradisional Banjar Sebagai Identitas Kawasan Bersejarah Di Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin (Banjar Traditional House Existence As Historical Region Identity In North Kuin-Banjarmasin)</dc:title>
	<dc:creator>Dahliani, Dahliani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Abstrak  Kuin Utara merupakan kawasan bersejarah cikal bakal berdirinya kota Banjarmasin. Bukti fisik sebagai kawasan kota lama adalah terdapatnya rumah-rumah tradisional Banjar yang keberadaannya tenggelam diantara rumah-rumah yang dominasi bertipekan rumah masa kini. Hal ini dapat mengakibatkan pudarnya kekhasan fisik sebagai identitas kawasan bersejarah, sehingga perlu upaya untuk tetap menjaga eksistensi rumah tradisional Banjar agar tidak punah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menganalisa data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tradisional Banjar yang tersisa di kawasan ini sebanyak 14 buah. Upaya yang dilakukan untuk melestarikan bentuk bangunan bercirikan rumah tradisional Banjar adalah dengan cara rehabilitasi bagi rumah tradisional yang sebagian rusak dan sudah dimodifikasi sebagian serta cara rekonstruksi bagi rumah yang tidak bercirikan tradisional. Dengan cara seperti ini diharapkan eksistensi rumah tradisional Banjar dapat terjaga dan identitas kawasan bersejarah dapat diwujudkan. Kata Kunci : rumah tradisional Banjar, identitas kawasan   </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6551</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.1.2014.1-10</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 1 (2014): MODUL; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6551/5406</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10773</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:33:21Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KERAGAMAN PERUBAHAN PADA RUMAH TRADISIONAL JAWA DI PEDESAAN</dc:title>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Satrio</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keragaman; Perubahan; Rumah Tradisional; Pedesaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keragaman rumah tradisional Jawa di pedesaan saat ini menunjukkan bagaimana suatu nilai-nilai yang sebelumnya disepakati secara bersama mengalami perubahan-perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan yang terjadi pada rumah-rumah tradisional Jawa di pedesaan di Jawa Tengah dan menggali faktor-faktor yang menyebabkan perubahan tersebut terjadi. Obyek fisik penelitian adalah arsitektur rumah tradisional di pedesaan sementara obyek non fisiknya adalah penghuni rumah tersebut. Kasus penelitian diambil secara purposif pada 5 rumah tradisional di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang bangunan lebih banyak berubah, diikuti material dan kemudian bentuk bangunan. Pola massa bangunan masih menunjukkan pembagian ruang tamu, ruang tidur, serta dapur. Perkembangan massa bangunan pada arah membujur, menyamping maupun kombinasi. Dalem sebagai bangunan utama justru yang paling banyak mengalami perubahan, terutama karena penambahan ruang tidur. Sementara elemen-elemen yang masih dipetahankan adalah bentuk atap, struktur serta gebyok ornamen pada Dalem. Faktor-faktor penyebab perubahan adalah karena perubahan penghuni, perubahan pola aktivitas, perubahan pengetahuan dan bahan bangunan serta perubahan anggapan terhadap rumah. Pada intinya perubahan-perubahan tersebut terjadi karena perubahan budaya penghuni rumah, sehingga mendorong perubahan pada perwadahannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10773</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.141-156</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015; 141-156</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10773/8547</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52986</identifier>
				<datestamp>2024-05-26T22:33:47Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH ELEMEN PERSISTEN TERHADAP KUALITAS STREET FRONT KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BANYUWANGI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH ELEMEN PERSISTEN TERHADAP KUALITAS STREET FRONT KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BANYUWANGI</dc:title>
	<dc:creator>Suwondo, Georgeanne Elaine</dc:creator>
	<dc:creator>Sunaryo, Rony Gunawan</dc:creator>
	<dc:creator>Damayanti, Rully</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Alun-alun Kota Banyuwangi,; elemen persisten; kualitas street front; tipologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Alun-alun Kota Banyuwangi; elemen persisten; kualitas street front; tipologi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kawasan Alun-alun Kota Banyuwangi merupakan kawasan awal dalam morfologi kota Banyuwangi. Pada perkembangannya, kawasan ini memiliki kecenderungan menggantikan bangunan-bangunan lama dengan bangunan-bangunan baru. Tren ini mengakibatkan elemen persisten kawasan banyak yang bersandingan langsung dengan elemen-elemen baru. Hal ini membuat kualitas street front jadi beranekaragam dan fluktuatif. Padahal, kualitas street front merupakan salah satu pembentuk identitas dan karakter kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri tingkat kualitas street front di kawasan Alun-Alun Kota Banyuwangi, dan menganalisis pengaruh keberadaan elemen persisten terhadap kualitas street front, serta mengidentifikasi tipologi pada lapangan yang menghasilkan kualitas street front yang baik dan buruk. Penelitian dilakukan dengan analisis tipomorfologis urban tissue seluas 500x800m di sekitar Alun-alun Kota Banyuwangi. Proses penilaian kualitas street front menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya macam-macam tingkat kualitasstreet front pada kawasan. Kualitas street front yang paling banyak ditemukan adalah acceptable yaitu batas tengah. Kualitas terbaik sangatlah sedikit dan terletak di sekitar elemen persisten yang propelling. Sedangkan elemen persisten pathological cenderung memperburuk kualitas street front. Hal ini dikarenakan adanya upaya kolektif untuk menjaga dan merawat elemen propelling, sedangkan elemen pathological dan elemen baru cenderung tidak selaras perkembangannya. Setiap tingkatan kualitas street front memiliki tipologi masing- masing. Kualitas street front paling vibrant didapatkan ketika ada aktivitas yang meluber ke jalan, bangunan dan detail yang bisa dinikmati, skala koridor yang ramah pejalan kaki, fasad yang selaras, serta naungan dan area pejalan kaki yang jelas. Kualitas street front paling buruk ditemukan ketika skala bangunan menghimpit, tidak ada detail yang bisa dilihat, maintenance bangunan buruk, sampah yang berserakan, area pejalan kaki tidak terdefinisi, serta aktivitas manusia terbatas di sepanjang jalan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan Alun-alun Kota Banyuwangi merupakan kawasan awal dalam morfologi kota Banyuwangi. Pada perkembangannya, kawasan ini memiliki kecenderungan menggantikan bangunan-bangunan lama dengan bangunan-bangunan baru. Tren ini mengakibatkan elemen persisten kawasan banyak yang bersandingan langsung dengan elemen-elemen baru. Hal ini membuat kualitas street front jadi beranekaragam dan fluktuatif. Padahal, kualitas street front merupakan salah satu pembentuk identitas dan karakter kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri tingkat kualitas street front di kawasan Alun-Alun Kota Banyuwangi, dan menganalisis pengaruh keberadaan elemen persisten terhadap kualitas street front, serta mengidentifikasi tipologi pada lapangan yang menghasilkan kualitas street front yang baik dan buruk. Penelitian dilakukan dengan analisis tipomorfologis urban tissue seluas 500x800m di sekitar Alun-alun Kota Banyuwangi. Proses penilaian kualitas street front menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya macam-macam tingkat kualitasstreet front pada kawasan. Kualitas street front yang paling banyak ditemukan adalah acceptable yaitu batas tengah. Kualitas terbaik sangatlah sedikit dan terletak di sekitar elemen persisten yang propelling. Sedangkan elemen persisten pathological cenderung memperburuk kualitas street front. Hal ini dikarenakan adanya upaya kolektif untuk menjaga dan merawat elemen propelling, sedangkan elemen pathological dan elemen baru cenderung tidak selaras perkembangannya. Setiap tingkatan kualitas street front memiliki tipologi masing- masing. Kualitas street front paling vibrant didapatkan ketika ada aktivitas yang meluber ke jalan, bangunan dan detail yang bisa dinikmati, skala koridor yang ramah pejalan kaki, fasad yang selaras, serta naungan dan area pejalan kaki yang jelas. Kualitas street front paling buruk ditemukan ketika skala bangunan menghimpit, tidak ada detail yang bisa dilihat, maintenance bangunan buruk, sampah yang berserakan, area pejalan kaki tidak terdefinisi, serta aktivitas manusia terbatas di sepanjang jalan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/52986</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.1.2023.37-49</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles); 37-49</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/52986/23873</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Georgeanne Elaine Suwondo, Rony Gunawan Sunaryo, Rully Damayanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17259</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:44Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">A REVIEW OF UNIVERSAL DESIGN ON ELDERY HOUSE DESIGNS DEVELOPMENT  –CASE SOUTH KOREA-</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I R</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Universal Design; Development; South Korea; Review; Diversity</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The evolution toward Universal Design was began in the 1950s with a new attention to design for people withdisabilities. At the same era South Korea began their development after several wars. Recently some of researchs andprojects in South Korea which conducted on Universal Design concept are increasing in quantity and widening inmultidiciplinary areas to make a better living for people in South Korea.This study examined those researches andprojects to determine the progress of Universal Design principles application in South Korea in several periods andevaluated the result by the project’s purpose. This study is a review from several literatures related to universal designapplication in South Korea.The Review revealed that South Korea has published regulations, guidelines and law basedon universal design principles. South Korea has established universal design principles as fundamental basis indesigning and developing their elderly residential houses. Application of universal design influenced the knowledge ofdiversity for people especialy in disability and elderly. Universal design encourage people with diversity in ability, ages,gender to live together without barrier to access and use every facilities in their regions.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17259</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.2.2016.116-120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 2 (2016): MODUL  Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles); 116-120</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17259/12409</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/72995</identifier>
				<datestamp>2026-02-10T01:13:28Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ELEMEN-ELEMEN PEMBENTUK EXPERIENCESCAPE MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA BERDASARKAN PERILAKU PENGUNJUNG</dc:title>
	<dc:creator>Ekasanti, Diasti Sukma</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmi, Dwita Hadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">behavioural mapping; person-centered mapping; pengalaman Doering; elemen experiencescape Pizam dan Tasci</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merupakan salah satu museum sejarah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah melakukan revitalisasi guna meningkatkan pengalaman pengunjung. Hal tersebut merupakan langkah yang perlu dilakukan suatu museum agar dapat menyikapi pergeseran peran museum dari hanya berupa tempat penyimpanan koleksi museum menjadi sebuah experiencescape atau lanskap pengalaman. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi ruang-ruang dan elemen-elemen yang berpengaruh terhadap experiencescape Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta berdasarkan perilaku pengunjung melalui observasi dengan teknik pemetaan perilaku berpusat pada pelaku. Melalui penelitian ini didapatkan temuan bahwa Diorama 1, Diorama 2, Diorama 3, Diorama 4, plaza tengah, serta area jembatan dan kolam barat merupakan ruang-ruang yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk experiencescape Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dan membentuk pengalaman pengunjung ditunjukkan dengan perilakunya yang mengindikasikan jenis pengalaman pengunjung museum: sosial, objek, kognitif, dan introspektif. Elemen-elemen pembentuk experiencescape pada ruang-ruang tersebut meliputi: elemen fungsional, sensori, dan alam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/72995</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.2.2025.64-78</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles); 64-78</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/72995/29079</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/72995/20729</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Diasti Sukma Ekasanti, Dwita Hadi Rahmi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/26465</identifier>
				<datestamp>2020-11-16T13:15:48Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SELF-KINETIC JALOUSIE SEBAGAI PENERAPAN TEKNOLOGI CLIMATE RESPONSIVE-ADAPTABLE ARCHITECTURE</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Wulani Enggar</dc:creator>
	<dc:creator>Andoni, Heri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">self-kinetic; jalusi adaptif; climate-responsive; adaptable architecture,  kenyamanan termal; gangguan iklim; aliran udara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kenyamanan termal adaptif adalah model utama yang digunakan untuk mempelajari kenyamanan termal di bangunan berventilasi alami, sehingga salah satu pemanfaatan alam untuk bangunan dapat menyelaraskan dengan iklim dan salah satunya adalah aliran udara. Upaya seminimal mungkin menggunakan energi dan merespon potensi aliran udara dapat dilakukan dengan desain adaptif pada bangunan. Inovasi teknologi bukaan jalusi adaptif  dilakukan untuk merespon iklim dan meadaptasi kondisi aliran udara untuk mencapai kenyamanan termal tujuan penelitian ini adalah menerapkan strategi desain adaptif dengan pendekatan desain komponen bangunan yang bekerja self kinetic sebagai bentuk penyesuaian terhadap konteks iklim stempat. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur tentang pemikiran self kinetik yang dapat dijadikan referensi atau pengembangan desain berikutnya.Hal menarik yang dapat dilihat pada penelitian ini dilihat dari perkembangan teknologi desain adaptif yang terus dilakukan dan melihat arsitektur merupakan pemikiran  bangunan yang selalu beradaptasi untuk merespon perubahan kebutuhan manusia dan fluktuasi kondisi lingkungan. Bangunan yang mampu bereaksi terhadap gangguan dan berfluktuasi kondisi lingkungan khususnya merespon termal dan aliran udara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26465</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.2.2019.119-126</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles); 119-126</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26465/16063</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Wulani Enggar Sari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/5377</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:29:32Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TAMAN KOTA DAN JALUR HIJAU JALAN  SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI BANJARBARU</dc:title>
	<dc:creator>Widiastuti, Kurnia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masyarakat Banjarbaru modern tetap membutuhkan kedekatan yang harmonis terhadap lingkungan alami yang menyehatkan. Salah satu solusi pemenuhan kebutuhan ini tidak lain adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH). di mana keberadaannya merupakan bagian penting dari jaringan ekosistem perkotaan, namun idealisme konsep awal pembentukannya tampaknya kurang disadari oleh masyarakat sekaran, sehingga kurang berfungsi secara optimal.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan dari taman kota dan jalur hijau sebagai Ruang Publik di sepanjang jalan A Yani Banjarbaru.  Dari penelitian ini diketahui bahwa fungsi taman kota sebagai ruang publik kurang bermanfaat apabila penempatan elemen pendukung dan vegetasi peneduh tidak tepat guna.  Permasalahan lain lebih disebabkan karena perbedaan faktor persepsi masyarakat, perilaku buruk, serta merebaknya PKL tanpa ada aturan khusus yang mengatur. Permasalahan yang berkaitan dengan. jalur hijau jalan adalah kurang adanya pemeliharaan yang baik, serta perencanaannya cenderung mengutamakan faktor estetika daripada fungsinya Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, Taman Kota, Jalur Hijau, Ruang Publik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5377</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.2.2013.57-64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013; 57-64</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5377/4819</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38621</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH WISATA TERHADAP PERUBAHAN SPASIAL PERMUKIMAN DI DESA WISATA ADILUHUR, KEBUMEN</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH WISATA TERHADAP PERUBAHAN SPASIAL PERMUKIMAN DI DESA WISATA ADILUHUR, KEBUMEN</dc:title>
	<dc:creator>Hantari, Anjas Ninda</dc:creator>
	<dc:creator>Nareswari, Ardhya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">spasial permukiman; perubahan; wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">spasial permukiman; perubahan; wisata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sektor pariwisata kini sangat berkembang dan menjadi sektor unggulan dalam pengembangan suatu wilayah. Salah satu pengembangan wisata aternatif yaitu melalui Desa Wisata. Desa Adiluhur ditetapkan sebagai Desa Wisata karena mengembangkan sektor pariwisata pada permukimannya. Berkembangnya pariwisata maka mempengaruhi perkembangan akomodasi wisata yang diiringi oleh berlangsungnya perubahan pada fisik lingkungan permukiman. Perubahan fisik permukiman di Desa Adiluhur meliputi berkembangnya pembangunan dan terbentuknya ruang atau bangunan baru pada permukiman. Pengembangan wisata berdampak pada terbentuknya aktivitas dan pengelolaan wisata yang mempengaruhi perubahan fisik dan spasial permukiman. Adanya wisata di Desa Adiluhur yang berdampak pada perubahan spasial permukiman, maka pertanyaan penelitian adalah bagaimana spasial permukiman Desa Adiluhur sebelum dan setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata dan bagaimana pengaruh wisata terhadap perubahan spasial permukiman Desa Wisata Adiluhur? Berdasarkan analisis terdapat momentum waktu perubahan spasial permukiman yaitu dari sebelum dan setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata Adiluhur. Pengaruh wisata terhadap perubahan spasial permukiman setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata Adiluhur yaitu terjadi perubahan fisik area terbangun, terbentuknya elemen wisata pada permukiman, terbentuk aktivitas dan pengelolaan wisata serta terjadi perubahan elemen fisik permukiman.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sektor pariwisata kini sangat berkembang dan menjadi sektor unggulan dalam pengembangan suatu wilayah. Salah satu pengembangan wisata aternatif yaitu melalui Desa Wisata. Desa Adiluhur ditetapkan sebagai Desa Wisata karena mengembangkan sektor pariwisata pada permukimannya. Berkembangnya pariwisata maka mempengaruhi perkembangan akomodasi wisata yang diiringi oleh berlangsungnya perubahan pada fisik lingkungan permukiman. Perubahan fisik permukiman di Desa Adiluhur meliputi berkembangnya pembangunan dan terbentuknya ruang atau bangunan baru pada permukiman. Pengembangan wisata berdampak pada terbentuknya aktivitas dan pengelolaan wisata yang mempengaruhi perubahan fisik dan spasial permukiman. Adanya wisata di Desa Adiluhur yang berdampak pada perubahan spasial permukiman, maka pertanyaan penelitian adalah Bagaimana spasial permukiman Desa Adiluhur sebelum dan setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata dan bagaimana pengaruh wisata terhadap perubahan spasial permukiman Desa Wisata Adiluhur? Berdasarkan analisis terdapat momentum waktu perubahan spasial permukiman yaitu dari sebelum dan setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata Adiluhur. Pengaruh wisata terhadap perubahan spasial permukiman setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata Adiluhur yaitu terjadi perubahan fisik area terbangun, terbentuknya elemen wisata pada permukiman, terbentuk aktivitas dan pengelolaan wisata serta terjadi perubahan elemen fisik permukiman</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/38621</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.81-90</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 81-90</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/38621/19873</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Anjas Ninda Hantari,  Ardhya Nareswari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10735</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:31:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pola Partisipasi Warga dalam Pengembangan Desa Wisata  Umbul Sidomukti Kabupaten Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Anityas Dian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">desa wisata, pola partisipasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penulisan ini adalah mengidentifikasi wujud partisipasi warga desa Umbul Sidomukti dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya, dengan bekerja sama secara baik dengan pengelola kawasan wisata Umbul Sidomukti dalam mengembangkan kawasan wisata tersebut. Permasalahan yang diangkat dalam pembahasan ini adalah ada atau tidak peran serta masyarakat sekitar obyek wisata Umbul Sidomukti , baik partisipasi secara fisik maupun dukungan yang secara langsung maupun tidak langsung ikut memajukan kawasan obyek wisata tersebut. Wujud partisipasi warga secara fisik terlihat dari pengadaan infrastruktur secara gotong royong antara lain : Infrastruktur jalan, saluran serta pagar , Sarana olah raga, Signage atau petunjuk jalan, lansekap atau taman desa, pembangunan pos jaga dan gerbang masuk desa, dan lain-lain. Wujud partisipasi warga desa Umbul Sidomukti adalah ikut berperan aktif mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Umbul Sidomukti. Pengelolaan Wisata Umbul Sidomukti yang sepenuhnya dikelola oleh swasta tidak membuat masyarakat sekitar tidak mau berpartisipasi. Dengan kerjasama yang baik antara pihak swasta dan masyarakat sekitar membuat daerah wisata ini menjadi maju dan berkembang</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10735</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.1.2015.47-56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 1 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015; 47-56</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10735/8515</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48574</identifier>
				<datestamp>2023-06-06T01:26:06Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KETAATAN PEMUGARAN BANGUNAN HUNIAN CAGAR BUDAYA DI JALAN HOS COKROAMINOTO, MENTENG</dc:title>
	<dc:creator>Abieta, Arya</dc:creator>
	<dc:creator>winandari, maria immaculata ririk</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">compliance; heritage; Menteng; regulation; settlement</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Menteng is an elite residential area designed with Garden City Concept in the early 20th century. This area is a modern housing pioneer in Batavia and has been designated as a conservation area through the Governor's Decree in 1975 and is equipped with the conservation classification map of heritage buildings. Currently, there has been a change in the character of the Menteng area, especially on HOS Cokroaminoto Street. This study explored the compliance level of building and environmental conservation between 1975 and 2022. The quantitative method was used to obtain the compliance level of building and environmental conservation. Research variables consist of physical plots such as building massing, building-line, building height, roof shape, terraces and balconies, openings, building materials, ornament, as well as buildings function. The results showed that the buildings that complied with the conservation regulations were 37% or 36 of 97 plots with ten of them having the original form. The ownerships of the ten buildings are the original owner, government agency, or foreign government. Based on the function, only 28 of 36 plots that obeyed the regulations still retains its original function as a residence</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/48574</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.2.2022.100-108</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles); 100-108</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/48574/22792</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 maria immaculata ririk winandari, Arya Abieta</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17208</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:20Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SIFAT MATERIAL PADA RUANG TERBUKA DI KOTA LAMA YANG TERKAIT DENGAN TERMAL</dc:title>
	<dc:creator>Rusyda, Hana Faza Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun IR</dc:creator>
	<dc:creator>Widiastuti, Ratih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">material bangunan; ruang terbuka; termal; Kota Lama Semarang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Lama Semarang mempunyai ruang terbuka yang sangat populer dikalangan masyarakat sekitar, antara lainadalah Taman Srigunting dan Polder Tawang. Kedua ruang terbuka tersebut mempunyai berbagai macam material.Berbagai jenis material mempunyai kondisi termal yang berbeda. Oleh karena itu akan diteliti mengenai material yangterdapat pada kedua ruang terbuka tersabut yang terkait dengan termal. Pendekatan yang digunakan menggunakanmetode kuantitatif. Data dari penelitian ini diperoleh dengan obeservasi lapangan dengan pengukuran langsung padaobjek penelitian. Simpulan pada penelitian ini adalah dapat mengetahui material yang berpengaruh besar terhadapkondisi termal pada sebuah ruang terbuka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17208</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.2.2017.85-88</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles); 85-88</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17208/12381</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/69205</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T23:00:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:REP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SVARTLAMON: A MODEL OF URBAN-SCALE SUSTAINABILITY AND COMMUNITY INNOVATION IN NORWAY</dc:title>
	<dc:creator>Prabowo, Bintang Noor</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Urban experiment; land use; resiliencies; urban FM; community-led initiatives</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Svartlamon district of Trondheim, Norway, as a pioneering example of community-driven sustainability within an urban experimental framework, is investigated in this paper. Municipal authorities have assigned Svartlamon as a special area for testing innovative sustainable urban living solutions, thus making it a unique case study in integrating social, environmental, and financial sustainability at the local level. By means of comprehensive case studies, this study investigates several projects carried out in Svartlamon, including green building projects such as the Eksperimentboliger, waste management systems, participatory community governance models, urban agriculture, sustainable transportation programs, community-operated renewable energy installations, and educational and cultural events meant to raise environmental awareness and community cohesion. The results of Svartlamon experiment provided insight into how well community-driven initiatives might generate significant environmental benefits and improve social ties in urban environments. These projects not only help to lower the environmental impact by achieving better resource efficiency and waste reduction but also strengthen the resilience and sustainability of the urban community by encouraging active participation and involvement among the citizens. This paper addresses the scalability and replicability of Svartlamon's practices, thereby providing insightful guidance for urban designers and policymakers engaged in similar projects intended to include sustainability into urban development. The study emphasizes the possibility of localized, community-based initiatives in changing urban environments and implies that sustainable urban development in the twenty-first century depends on such methods.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/69205</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles )</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/69205/27279</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Bintang Noor Prabowo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/22514</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T06:53:04Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUATION ON SUMBER SENENG NATURAL PARK, REMBANG AS TOURISM OBJECT USING ADO-ODTWA ANALYSIS</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID"></dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Anityas Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Mandaka, Mutiawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tourism;natural park; potential; evaluation; ADO-ODTWA; Sumber seneng; Rembang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tourism has proven as economic generator in several local districts in Indonesia. Natural resources have significant factors in accelerating the tourism developments. Sumber seneng in Rembang county is an example of the natural resource based tourism district. However the development of Sumber seneng park is still on going process related to the district potential’s study. ADO-ODTWA (Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam) is an analysis for tourist attraction from Indonesia Forest and Natural Conservation Agency. This research was part of the study to evaluate Sumber seneng park as object tourism case using ADO-ODTWA analysis. This study performed literature study to arrange the evaluation sheet, site observation based on the ADO-ODTWA evaluation’s results as case study. The result of this study shown detail steps to evaluate tourism object using ADO ODTWA and  mentioned that Sumber Seneng Natural Park has potentials to be tourism object and need more development to optimize it. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/22514</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.1.2019.25-32</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles); 25-32</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/22514/15199</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4748</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T06:49:12Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KETEPATAN ORIENTASI GEDUNG ICT UNDIP BERDASARKAN STANDAR KONSERVASI ENERGI SELUBUNG BANGUNAN</dc:title>
	<dc:creator>Bagus Pribadi, Septana</dc:creator>
	<dc:creator>Indarto, Eddy</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sepanjang sejarah , iklim, energi, dan kebutuhan kebutuhan sumber daya merupakan hal fundamental dalam seni dan tatanan arsitektur. Walaupun kesadaran tentang keterbatasan sumberdaya alam dan keterbatasan energi sudah dimulai sejak tahun 1973 (Altore (2002), dan Indonesia telah memiliki standar tentang konservasi energi melalui selubung bangunan/tampilan bangunan  (SNI 03-6389-2000), namun demikian dalam perencanaan dan perancangan belum sepenuhnya hal ini menjadi perhatian bagi para arsitek dan owner di Indonesia, dengan maraknya selubung bangunan yang didominasi oleh kaca.Demikian juga dengan bangunan-bangunan baru yang ada di Undip, sebagai contoh gedung kembar (ICT) yang juga berfungsi sebagai “pintu gerbang” masuk ke kawasan kampusUndip Tembalang. Walaupun sisi memanjang menghadap Utara dan Selatang, akan tetapi perlu dilakukan kajian apakah tampilan, material (terutama kaca) dan orientasi bangunan “gedung kembar” tersebut sudah tepat, dalam artian memenuhi ketentuan SNI 03-6389-2000 tentang Konservasi Energi Selubung Bangunan Pada Bangunan Gedung yang sudah ditetapkan.Penelitian ini merupakan penelitian di bidang arsitektur, maka metodologi penelitian yang digunakan diacu dari Architectural Research Methods (Groat 2002). Sesuai dengan substansi dan karakter penelitian, maka metode penelitian akan menggunakan metode Experimental Research yang termasuk dalam penelitian positifistik kuantitatif.Hasil penelitian ini diharapkan mengetahui apakah tampilan bangunan ICT, material yang digunakan, serta orientasi hadap bangunan sedah tepat sesuai dengan ketentuan SNI 03-6389-2000 tentang Konservasi Energi Selubung Bangunan Pada Bangunan Gedung (OTTV) yang sudah ditetapkan. Kata kunci : selubung dan orientasi bangunan, OTTV</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4748</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.1.2013.1-8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4748/4298</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/31103</identifier>
				<datestamp>2021-07-19T05:47:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMETAAN KUALITAS TIPE BATU BATA BERDASARKAN KOMPOSISI DAN BAHAN PEMBAKAR DI KABUPATEN BANTUL</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMETAAN KUALITAS TIPE BATU BATA BERDASARKAN KOMPOSISI DAN BAHAN PEMBAKAR DI KABUPATEN BANTUL</dc:title>
	<dc:creator>Haryono, Fadhilah Siti Anisah</dc:creator>
	<dc:creator>Prihatmaji, Yulianto Purwono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bahan pembakar; komposisi; kualitas; pemetaan batu bata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bahan pembakar; komposisi; kualitas; pemetaan batu bata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Batu bata adalah salah satu material yang telah banyak digunakan dalam pembangunan sekarang ini, dikarenakan memiliki berbagai keuntungan. Meski begitu, hal ini tentunya juga bergantung pada kualitas batu bata tersebut, yang ditentukan berdasarkan komposisi dan bahan pembakarnya. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini akan memetakan kualitas batu bata berdasarkan komposisi dan bahan pembakar di Bantul yang memiliki banyak produsen batu bata berpengalaman, agar mempermudah dalam memilih batu bata yang berkualitas. Metode penelitian dilakukan dengan observasi langsung di lima kecamatan Bantul guna mengambil data dan sampel. Kemudian sampel dikelompokkan menjadi beberapa tipe dan dilakukan pengujian terhadap sampel berdasarkan standar. Pengelompokkan tersebut menghasilkan tujuh tipe batu bata berdasarkan komposisi dan bahan pembakar, dan didapatkan bahwa, batu bata terbaik adalah tipe 7 yang memiliki komposisi tanah, lempung, abu dan dibakar menggunakan sekam, kayu. Sedangkan pemetaan menunjukkan bahwa, batu bata yang baik kebanyakan berada di sisi timur peta.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Batu bata adalah salah satu material yang telah banyak digunakan dalam pembangunan sekarang ini. Meski begitu, hal ini tentunya juga bergantung pada kualitas batu bata tersebut, yang ditentukan berdasarkan komposisi dan bahan pembakarnya. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini akan memetakan kualitas batu bata berdasarkan komposisi dan bahan pembakar di Bantul yang tanah dari Bantul dan Klaten, guna mempedalam pengetahuan material batu bata di Bantul serta pengujiannya, agar mempermudah dalam memilih batu bata yang berkualitas. Metode penelitian dilakukan dengan observasi langsung di lima kecamatan Bantul guna mengambil data dan sampel. Kemudian sampel dikelompokkan menjadi beberapa tipe dan dilakukan pengujian terhadap sampel berdasarkan standar. Pengelompokkan tersebut menghasilkan tujuh tipe batu bata berdasarkan komposisi dan bahan pembakar, dan didapatkan bahwa, batu bata terbaik adalah tipe 7 yang memiliki komposisi tanah, lempung, abu dan dibakar menggunakan sekam, kayu. Sedangkan pemetaan menunjukkan bahwa, batu bata yang baik kebanyakan berada di sisi timur peta</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/31103</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jis.%v.%i.%Y.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles); 10-20</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/31103/18952</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Fadhilah Siti Aniisah Haryono, Yulianto Purwono Prihatmaji</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7848</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:30:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Menengok Arsitektur Permukiman Masyarakat Badui, Arsitektur Berkelanjutan Dari Halaman Sendiri</dc:title>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Satrio</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Arsitektur Berkelanjutan; Tradisi Bermukim; Masyarakat Badui</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Krisis energi dan kerusakan lingkungan alam mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian alam disamping kesejahteraan umat manusia. Pembangunan berkelanjutan dengan arsitektur di dalamnya berkembang menjadi isu penting dalam beberapa dasawarsa terakhir. Kearifan dalam kebudayaan Nusantara dapat menjadi teladan dalam menanggulangi krisis tersebut. Masyarakat Badui merupakan sedikit dari suku yang masih mempertahankan tradisi kebudayaannya dengan ketat sampai saat ini. Tradisi bermukim masyarakat Badui sangat hormat dan menjaga kelestarian alam tempat mereka tinggal. Pemanfaatan sumber daya alam yang selektif; teknologi tepat guna; larangan dan aturan yang ketat menghasilkan budaya bermukim yang selaras dengan alam. Sebuah ilmu yang perlu dipelajari, diteladani dan dikembangkan  untuk menjawab tantangan modern. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji keselarasan tradisi bermukim masyarakat Badui dengan karakteristik Arsitektur Berkelanjutan </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-11-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7848</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.2.2014.87-94</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014; 87-94</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7848/6429</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/32323</identifier>
				<datestamp>2022-10-28T20:49:54Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">THE EFFECT OF STARCHITECT’S DESIGN ON HOUSING IMAGE ACCORDING TO RESIDENTS' PERCEPTION</dc:title>
	<dc:creator>Putra, Gentina Pratama</dc:creator>
	<dc:creator>Jamila, Rona Fika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Starchitect, Image Housing.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The development of residential real estate in Indonesia continues to grow. Although it cannot be denied that the current global economic recession affect the property business, housing development must continue to grow in order to accommodate the population demand. The recent economic conditions make housing developers have to make various innovations for convincing the public to buy their housing units. One of the innovations carried out is to recruit famous architects to collaborate in designing their housing. There are those who collaborate to design housing units in their housing clusters, but there are also those who collaborate since the creation of masterpaln to housing units. Of course, with the hope of cooperating with famous architects will be able to make their housing more pretentious, preferred by consumers, and ultimately bought by consumers.While on the community side, what do they expect by buying a house in housing designed by a well-known architect? Is it because of prestige, is it because of other things? This phenomenon is what makes researchers interested in finding out what the influence of a famous architect on the image of a housing in the eyes of the public.The purpose of this study was to determine the effect of the design of starchitect.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/32323</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.1.2022.31-35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles); 31-35</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/32323/21794</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Gentina Pratama Putra, Rona Fika Jamila</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17256</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:36Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN MATERIAL FINISHING INTERIOR KAFÉ  DI TEMBALANG, SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Bimamurti, Hieronimus</dc:creator>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kafe, interior, material.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan kafe sangat dipengaruhi oleh tempat dan pengguna. Kawasan Tembalang di Semarang memiliki daya tarik bagi pengusaha kafe karena terdapat beberapa universitas dimana mahasiswa menjadipasar utamanya. Dengan kondisi ini beberapa pemilik kafe berusaha untuk menampilkan desain yang berbedadari interior ruang makan dengan mengembangkan pemakaian material yang ada sebagai dinding, lantai danlangit-langit, serta furniture. Penelitian dilakukan untuk melihat material finishing paling dominan yang pada 7 interior ruang makan kafe di Tembalang. Ke-tujuh kafe tersebut antara lain: Icos Café, Parlour Café, Le BlancCoffee Shop, Coffee Groove, Golden Brown Café, D’Bims Café dan Trem Coffee.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17256</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.2.2016.94-100</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 2 (2016): MODUL  Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles); 94-100</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17256/12406</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/58867</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:45Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KARAKTERISTIK BENTUK ORNAMEN PADA BANGUNAN BERSEJARAH  ISTANA KADARIAH PONTIANAK DAN KERATON ALWAZIKHOEBILLAH SAMBAS DI KALIMANTAN BARAT</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK BENTUK ORNAMEN PADA BANGUNAN BERSEJARAH DI KALIMANTAN BARATStudi Kasus: Istana Kadariah Pontianak dan Keraton Alwazikhoebillah Sambas</dc:title>
	<dc:creator>Zain, Zairin</dc:creator>
	<dc:creator>Khaliesh, Hamdil</dc:creator>
	<dc:creator>Vica, Michael</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karakteristik Bentuk, Ornamen, Bangunan Bersejarah, Material Kayu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Shape Characteristic; Ornament; Historical Building; Wooden Material</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The ornaments in traditional Malay buildings are artistic manifestations of local traditions and customs. Ornaments on historic buildings in West Kalimantan have characteristic shapes designed to emphasize the structure, including the design of ornaments for palaces. Every element in architectural design embodies form in conceptual elements of points, lines, planes, and volumes formed into visual elements. The study was conducted in Exploratory and descriptive methods to the ornaments of historic buildings on the North coast of West Kalimantan, namely the Kadariah Palace in Pontianak and the Alwatzikhoebillah Palace in Sambas District. The study identifies characteristics of ornamental forms by examining the conceptual design elements of two historic buildings in West Kalimantan.  Observations were made on the ornamental elements found in both buildings, which were found in the openings, roof edges, facade sections, and space division. This study concluded that the basic plane shapes of a rectangle, rectangle, triangle, and circle are used for ornamental forms of Kadariah Palace and Alwazikhoebillah Palace. Furthermore, the decorative design patterns in the Kadariah Palace and the Alwazikhoebillah Palace are formed by a combination of planes arranged by placing elements vertically, horizontally, diagonally, centrally, inclined, linearly, and at intersections. The shape character refers to a consistent way of designing regular shapes and patterns that provide ease of placement and connection to each other.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">The ornaments in traditional Malay buildings are artistic manifestations of local traditions and customs. Ornaments on historic buildings in West Kalimantan have characteristic shapes designed to emphasize the structure, including the design of ornaments for palaces. Every element in architectural design embodies form in conceptual elements of points, lines, planes, and volumes formed into visual elements. The study was conducted in Exploratory and descriptive methods to the ornaments of historic buildings on the North coast of West Kalimantan, namely the Kadariah Palace in Pontianak and the Alwatzikhoebillah Palace in Sambas District. The study identifies characteristics of ornamental forms by examining the conceptual design elements of two historic buildings in West Kalimantan.  Observations were made on the ornamental elements found in both buildings, which were found in the openings, roof edges, facade sections, and space division. This study concluded that the basic plane shapes of a rectangle, rectangle, triangle, and circle are used for ornamental forms of Kadariah Palace and Alwazikhoebillah Palace. Furthermore, the decorative design patterns in the Kadariah Palace and the Alwazikhoebillah Palace are formed by a combination of planes arranged by placing elements vertically, horizontally, diagonally, centrally, inclined, linearly, and at intersections. The shape character refers to a consistent way of designing regular shapes and patterns that provide ease of placement and connections</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/58867</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.1.2024.11-21</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles); 11-21</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/58867/26224</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Zairin Zain, Hamdil Khaliesh, Michael Vica</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21127</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:06Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENERAPAN PRINSIP DESAIN UNIVERSAL PADA MUSEUM STUDI KASUS: MUSEUM GEOLOGI BANDUNG</dc:title>
	<dc:creator>Indriastjario, Indriastjario</dc:creator>
	<dc:creator>Naima, Sani Puspaning</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Wijayanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tourism; Accessibilities; Universal Design; Geological; Museum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bandung is one of the main tourist destinations in Indonesia. The city has many pull factors for visitors. Since 2014, the city of Bandung has done many improvements in various places such as making thematic parks, improving it's town square, etc. This affects the development of tourism in Bandung. So far, design concept of tourism in Indonesia has not been design for disabled people, or people with special needs even though tourism is a right for everyone. Friendly tourism for people with disabilities will be able to provide facilities and accessibility for everyone with different needs and characteristics. This study aims to find out to what extent tourism management can provide facilities and accessibilities for disabled people and the extent to which the application of universal design principles is applied to the building. The inspection method used is an applied research using quantitative descriptive approach to collect data. Data collected is analyzed by using guidelines from No.30/PRT/M/2006 under regulations by Ministry of Public Works, and Smithsonian Guidelines for Accessible Exhibition Design..</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21127</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.2.2018.83-89</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles); 83-89</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21127/14205</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1454</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T05:53:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENILAIAN ASSET DALAM SEKTOR PROPERTI</dc:title>
	<dc:creator>Sujono, Bambang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penilaian suatu property adalah merupakan prakiraan manfaat ekonomi atas barang yang dinilai pada satu ukuran waktu tertentu dengan definisi nilai yang tertentu pula.Nilai dalam hal ini bisa berwujud ”mata uang” dan bisa pula dalam wujud ”nilai tukar”. Tujuan penilaian property : Penilaian untuk tujuan penjualan, Penilaian untuk tujuan pembelian, Penilaian untuk tujuan sewa, Penilaian untuk tujuan jaminan mendapatkan pinjaman, Penilaian untuk tujuan asuransi, Penilaian untuk tujuan penggabungan perusahaan (merger), Penilaian untuk tujuan Go Public, Penilaian untuk tujuan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan Undang-undang Dalam penilaian properti, maka seorang penilai harus bersikap obyektif, jujur, tidak memihak manapun. Penilai harus mempertanggung jawabkan keputusan nilai yang telah dibuat secara tertulis  dan tidak hanya bersifat temporer.   Kata Kunci : Penilaian, Aset, Properti</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1454</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.1.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1454/1219</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/31517</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">SEKOLAH TINGGI DESAIN DI PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN DE STIJL</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">SEKOLAH TINGGI DESAIN DI PEKANBARU DENGAN  PENDEKATAN DE STIJL</dc:title>
	<dc:creator>Madina, Fajria</dc:creator>
	<dc:creator>Aldy, Pedia</dc:creator>
	<dc:creator>Al Husaini, Muhd. Arief</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sekolah Tinggi; Desain; De Stijl</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sekolah Tinggi; Desain; De Stijl</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendidikan merupakan salah satu sumber penyedia SDM yang sangat dibutuhkan dalam dunia industri kreatif, salah satunya pendidikan desain. Hal yang sangat disayangkan apabila pendidikan ini tidak didukung sarana prasarana serta fasilitas yang memadai. Maka dari itu, dibutuhkan suatu wadah yang mampu menampung kegiatan tersebut. Wadah untuk menampung kegiatan pendidikan desain tersebut dapat berbentuk Sekolah Tinggi Desain. Seiring berjalannya waktu, pendidikan desain ini mengalami beberapa perkembangan yang dilahirkan dari kritik-kritik keras dari pada seniman dimasa lalu, yang melahirkan berbagai kelompok, salah satunya membentuk pendekatan De Stijl. Pembahasan ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa alternative penerapan De Stijl pada perancangan Sekolah Tinggi Desain di Pekanbaru.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendidikan merupakan salah satu sumber penyedia SDM yang sangat dibutuhkan dalam dunia industri kreatif, salah satunya pendidikan desain. Hal yang sangat disayangkan apabila pendidikan ini tidak didukung sarana prasarana serta fasilitas yang memadai. Maka dari itu, dibutuhkan suatu wadah yang mampu menampung kegiatan tersebut. Wadah untuk menampung kegiatan pendidikan desain tersebut dapat berbentuk Sekolah Tinggi Desain. Seiring berjalannya waktu, pendidikan desain ini mengalami beberapa perkembangan yang dilahirkan dari kritik-kritik keras dari pada seniman dimasa lalu, yang melahirkan berbagai kelompok, salah satunya membentuk pendekatan De Stijl. Pembahasan ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa alternative penerapan De Stijl pada perancangan Sekolah Tinggi Desain di Pekanbaru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/31517</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.2.2020.111-119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles); 111-119</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/31517/18044</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Fajria Madina, Pedia Aldy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43400</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DIGITAL FABRICATION AS A LEARNING MEDIA FOR LIGHTWEIGHT STRUCTURE WITH CASE STUDY OF SHELL STRUCTURE</dc:title>
	<dc:creator>Indrawan, Stephanus Evert</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, LMF</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lightweight Structure; Hooke’s Law; shell structure system; digital fabrication; corrugated paper board</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The lightweight structure system is an effort to optimize the structure to distribute the load efficiently. Unfortunately, students often have difficulty imagining the learning outcomes application in the real world when studying light structural systems. However, the use of the scalar model can still explain several essential aspects of a lightweight structural system, one of which is the effect of connection and formation of material components on the structural capability. Therefore, this paper aims to bridge the learning process by utilizing digital devices from the concept stage of structural modeling with the help of software (Rhinoceros, Grasshopper, and Kangaroo) to the realization process using laser cutting. The method used is a semi-experimental method that applies Hooke's law principle, which produces a shell structure system with a digital fabrication approach that utilizes a lightweight material, namely, corrugated paper board, as the primary material. This paper concludes that digital technology and digital fabrication processes can help students understand the concept of lightweight structures because they can use computer simulations, cut them using laser cutting, and assemble them in the field in a series of simultaneous processes. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/43400</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.126-133</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 126-133</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/43400/20784</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Stephanus Evert Indrawan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10779</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:04Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MODEL PENATAAN KAWASAN DAN PENATAAN BANGUNAN DI RENCANA WADUK CILIWUNG HULU CISARUA BOGOR</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningtyas, Endang</dc:creator>
	<dc:creator>Romadhon, Eri Setia</dc:creator>
	<dc:creator>Lubena, Lubena</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model, Penataan kawasan, penataan bangunan, kaizen.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Banjir yang seringkali melanda Kota Jakarta dan sekitarnya, mendorong pemerintah untuk segera melaksanakan rencana pembangunan waduk yang pernah tertunda. Pembangunan waduk diharapkan dapat mengendalikan debit air yang masuk ke Jakarta melalui Sungai Ciliwung sehingga bencana banjir dapat teratasi. Waduk bertujuan mengendalikan debit air dari DAS Ciliwung Hulu. Serangkaian studi kelayakan penentuan lokasi waduk telah dilakukan. Data tahun 2009, PU akan membangun waduk di wilayah Cisarua. Tetapi berdasarkan informasi BBWS bulan April 2015, waduk yang akan dibangun berjenis Waduk Kering (Dry Dam) di wilayah Megamendung. Pembangunan waduk akan berpengaruh secara fisik dan sosial pada masyarakat Megamendung khususnya di lokasi penelitian yaitu Desa Cipayung Dusun 3. Masyarakat akan terbagi menjadi dua kelompok Terdampak (yang terkena imbas pembangunan waduk) yaitu Terdampak waduk dan Terdampak Greenbelt. Keduanya memiliki implikasi tersendiri bagi masyarakat. Penelitian ini memberikan suatu model penataan kawasan dan bangunan di sekitar waduk yang berbasis pada potensi wilayah, setelah sebelumnya menggali pendapat dan harapan masyarakat melalui kuesioner. Setelah melalui analisis dalam lembar periksa dari Metode Kaizen, selanjutnya ditetapkan suatu sasaran yang sesuai dengan pendapat dan harapan masyarakat di Lokasi Penelitian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10779</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.1.2016.13-20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 1 (2016): Modul  Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles); 13-20</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10779/8553</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/54351</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:44Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INTERPOSITION AND COLOR CONTRAST AS DEPTH ASPECT: FROM 2D MEDIA TO 3D SPACE PRODUCTION</dc:title>
	<dc:creator>Muvida, Muvida</dc:creator>
	<dc:creator>Atmodiwirjo, Paramita</dc:creator>
	<dc:creator>Paramita, Kristanti Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">depth; space production; two-dimensional; three-dimensional; interposition; color contrast</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study attempts to dismantle the depth aspects produced by two-dimensional (2D) media such as paintings. as the basis for the production of three-dimensional (3D) space. In particular, we argue that painting as artwork with a flat surface can be transformed into 3D space by incorporating depth aspects. Even though it has a flat surface, painting as a 2D medium has the impression of 3D space and volume, which can be circumvented by constructing the perception of depth. To explore the production of 3D space through depth aspects, four 2D paintings were analyzed to find out how the depth aspects were constructed. The analysis reveals the perception of depth technique through interposition as the depth cues within the arrangement of layers. The analysis also reveals the color contrast as additional aspect that strengthen the perception of depth. Both the interposition and the color contrast become the important aspects that create the perception of depth in the production of the 3D space.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/54351</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.2.2023.68-75</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles ); 68-75</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/54351/25078</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Muvida Muvida, Paramita Atmodiwirjo, Kristanti Dewi Paramita</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19010</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:35Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RANCANG BANGUN SMART-HOME (APLIKASI INSTALASI PERANGKAT ENERGI ALTERNATIF SINAR MATAHARI DALAM DISAIN RUMAH TINGGAL)</dc:title>
	<dc:creator>Pribadi, Septana Bagus</dc:creator>
	<dc:creator>Prianto, Eddy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Smart home; alternative energy; Sunlight; ATMI Solo</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The development of non-polluted renewable energy such as solar power, wind power, hydro power, sea wave power, growed rapidly in accordance with the technology developments in the recent decade.The electric energy from PLN (Indonesian Electricity Company) obtained from fuels processed through power plant converted into electrical energy. Generally, the use of electricity as a major power generator causes pollution, besides the price of fossil fuels tends to rise that make the increase in investment. One of abundantly alternative energy in Indonesia is solar radiation. The employing of of solar energy used solar panels (solar cell) convert sunlight into electrical energy directly. It easily employs in residencies commonly referred to Solar Home System.The synergistic home design which applies active design tools called Smart Home. As the development of a power plant has no synchronization with the residential design, this research purposes to observe and synchronize the installation of alternative energy device in residencies.The cooperation with PT ATMI Kreasi Energy was very advantageous for developing this subject matter from other perspectives in the future.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19010</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.1.2018.26-32</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles); 26-32</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19010/13255</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25884</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ORIENTASI BANGUNAN RUMAH SUSUN  MENUJU HUNIAN VERTIKAL YANG EFISIEN ENERGI Studi Kasus Blok A dan B, Rumah Susun Kudu Semarang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">ORIENTASI BANGUNAN RUMAH SUSUN MENUJU HUNIAN VERTIKAL YANG EFISIEN ENERGI Studi Kasus Blok A dan B, Rumah Susun Kudu Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Firmandhani, Satriya Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Pandelaki, Edward Endrianto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Window to Wall Ratio, Shading Factor, Energi, Rumah Susun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research responded to environmental issues that arise related to green design as the responsibility of architectural actors. A building is now required to have environmentally friendly values, one of that can be reflected in the energy efficiency of the building. Kudu Flats is one of the towers in the city of Semarang which had several blocks with different orientations. Related to these environmental issues, this study aimed to determine the level of energy efficiency in the Kudu flats with consideration of building orientation, openings and shading devices using quantitative methods based on edge design. This study revealed that flats blocks that have smaller openings in the east-west direction are more energy efficient and rotating the building orientation 15 ° from the wind direction will make the building more energy efficient.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini mencoba merespon isu lingkungan yang muncul terkait green desain sebagai tanggung jawab pelaku arsitektur. Sebuah bangunan kini dituntut untuk memiliki nilai ramah lingkungan yang salah satunya dapat tercermin dari efisiensi energi bangunan tersebut. Rumah Susun Kudu merupakan salah satu rusun yang berada di Kota Semarang memiliki beberapa blok dengan orientasi yang berbeda. Terkait dengan isu lingkungan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi energi pada rusun Kudu dengan pertimbangan orientasi bangunan, bukaan dan shading device menggunakan metode kuantitatif berbasis edge design. Penelitian ini mengungkap bahwa blok rumah susun yang memiliki bukaan yang lebih kecil pada arah timur-barat lebih efisien energi dan pemutaran orientasi bangunan 15o dari arah mata angin akan membuat bangunan lebih efisien energi. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25884</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.37-43</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 37-43</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25884/17136</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Firmandhani, Pandelaki</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6547</identifier>
				<datestamp>2018-07-03T09:33:59Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Panduan Desain Penggunaan Jenis Material Finishing Pada Desain Bangunan Arsitektur Ruang Spesifik  (Studi Kasus Ruang Operasi pada Bangunan Rumah Sakit)</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>Werdiningsih, Hermin</dc:creator>
	<dc:creator>Murtini, Titien Woro</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Abstrak  Perancangan arsitektur pada bangunan publik khususnya pada bangunan dengan fungsi spesifik seperti Rumah Sakit harus mempertimbangkan faktor perencanaan fungsional yang terpadu dalam penyelesaian desainnya . Mengingat Bangunan Rumah Sakit mempunyai persyaratan bangunan yang relatif kompleks karena spesifikasi masing-masing ruang pelayanan kesehatan yang disediakan. Persyaratan teknis khusus pada ruang spesifik menyebabkan pertimbangan penggunaan material yang tepat menjadi utama karena konsekuensi yang akan dihadapi adalah berkurangnya fungsi pelayanan atau kinerja ruang yang akan berakibat fatal pada penyelenggaraan prosedur tindakan pelayanan kesehatan yang menyangkut keselamatan nyawa manusia . Ruang Bedah/ Ruang Operasi (Operating Kamar) pada Bangunan Rumah Sakit mempunyai tingkat kinerja yang sangat tinggi, dan termasuk dalam Kategori Zona dengan Resiko Sangat Tinggi dalam persyaratan ruangnya. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan dalam proses perancangan arsitektur untuk perancangan finishing ruang spesifik terutama untuk bangunan Rumah Sakit melalui kajian terhadap penyelesaian detail arsitektur yang terpadu sehingga akan membantu menemukenali perancangan yang bersifat komprehensif. Kata Kunci : Bangunan Fungsi Spesifik , Persyaratan Fungsional, Detail Finishing Arsitektur</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6547</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.1.2014.21-28</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 1 (2014): MODUL; 21-28</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6547/5402</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10769</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:33:21Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KINERJA SPASIAL RUMAH SUSUN  KAITANNYA DENGAN KEPUASAN PENGHUNI</dc:title>
	<dc:creator>Pandelaki, Edward Endriyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Olivia, Deasy</dc:creator>
	<dc:creator>Agung, Wisnu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rumah susun sewa, kinerja spasial, kepuasan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan pengadaan perumahan bagi golongan menengah bawah berawal dari masalah keterbatasan dalam penyediaan lahan, yang berkaitan erat dengan jumlah penduduk yang semakin padat. Masalah keterbatasan penyediaan lahan di perkotaan merupakan masalah yang dialami oleh semua kota-kota di Indonesia termasuk kota Salatiga.  Sebab itu, menurut pemerintah penyediaan perumahan bagi masyarakat tidak lagi dapat dibuat ke arah horisontal, tetapi ke arah vertikal, yaitu rumah susun bagi masyarakat menengah bawah. Rumah susun sewa sederhana atau rusunawa yang menjadi objek penelitian ini terletak di Kelurahan Cabean, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Bangunan yang terdiri  196 unit ruang dengan luas 24 m2 dan terdiri empat lantai ini diperuntukkan bagi masyarakat Kota Salatiga, khususnya bagi mereka yang belum memiliki tempat tinggal. Rusunawa ini mempunyai kamar tamu, satu kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur serta balkon dan mulai dihuni pada tahun 2012. Selama hampir 3 tahun dihuni, rumah susun sewa ini sudah barang tentu dapat diketahui kinerjasapsialnya dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan penghuninya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk kinerja spasial rumah susun sewa kaitannya dengan tingkat kepuasan penghuni di rusunawa Kelurahan Cabean, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif.  Jumlah sampel sebanyak 100 responden dari populasi sebanyak 196 responden. Teknik pengukuran menggunakan kuesioner dengan metode pengukuran sikap, dan analisis data menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat sebelas faktor dari variabel faktor pembentuk kinerja spasial rumah susun di atas signifikan menjadi faktor kinerja spasial rumah susun kaitannya dengan kepuasan penghuni sebesar 78,038%, dan 21,962% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10769</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.85-106</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015; 85-106</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10769/8543</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/53157</identifier>
				<datestamp>2024-08-29T03:39:43Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Spatial Dialogues of Historic Alley through Serial Vision Theory (Case Study: Pontocho Roji and Jalan Rukunan)</dc:title>
	<dc:creator>Wardhani, Mustika Kusumaning</dc:creator>
	<dc:creator>Wang, Zhixi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spatial Dialogue, Historic Alley, Serial Vision</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Traditional settlements are part of the urban context of every country, especially tourism-oriented cities such as Yogyakarta (Indonesia) and Kyoto (Japan). The design strategy and regulations have a more significant and complex portion involving cultural heritage buildings and settlement networks that shape the city's morphology. Pontocho and Kotagede are cultural areas with unique characteristics, such as the existence of narrow allies called Roji (in Japanese) and 'Jalan rukunan'. This research aims to understand the role of alleyways between two traditional settlements that form urban identities. The descriptive-qualitative research method uses depth map software to display the observed area coverage through connectivity and visibility. The results found in this research can manifest both locations' characters in a tangible and intangible aspect. The existence of a historic alley that forms the morphology of historic settlements will keep its existence considered because it is a continuity network that creates a serial vision for observers, tourists, and also the local community. Spatial dialogue studies through serial vision theory in historic alleys are expected to provide renewal to considerations of revitalizing heritage settlements, especially in Asian countries.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/53157</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.1.2023.22-29</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles); 22-29</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/53157/23757</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Mustika Kusumaning Wardhani, Zhixi Wang</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17247</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:55Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN FUNGSI GUNA BANGUNAN DI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Harani, Arnis Rochma</dc:creator>
	<dc:creator>Werdiningsih, Hermin</dc:creator>
	<dc:creator>Riskiyanto, Resza</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kawasan Kota Lama; Fungsi Guna Bangunan; Konservasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan kota lama Semarang merupakan kawasan konservasi yang dipertahankan keasliannya olehpemerintah kota Semarang. Kawasan kota lama Semarang merupakan pusat perdagangan pada abad ke 19-20.Karena merupakan kawasan peninggalan pada masa belanda, maka bangunan yang ada dikawasan ini bergayakolonial. Namun seiring berkembangnya kota Semarang, kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi inimulai ditinggalkan, sehingga menjadi kawasan mati. kawasan kota lama yang masih aktif hanya seperempatnya,sisanya berupa bangunan kosong/gudang</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17247</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.1.2017.22-26</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles); 22-26</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17247/12397</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/70296</identifier>
				<datestamp>2026-02-10T01:13:27Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI JALUR PENUMPANG STASIUN BERDASARKAN AKSESIBILITAS TUNA DAKSA (STUDI DI STASIUN KAMPUNG BANDAN JAKARTA)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">EVALUASI JALUR PENUMPANG STASIUN BERDASARKAN AKSESIBILITAS TUNA DAKSA (STUDI DI STASIUN KAMPUNG BANDAN JAKARTA)</dc:title>
	<dc:creator>Saniy, Zakiyyatus</dc:creator>
	<dc:creator>Maharani, Rizka Tiara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aksesibilitas; Disabilitas Tuna Daksa; Stasiun Kampung Bandan.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Aksesibilitas; Disabilitas Tuna Daksa; Stasiun Kampung Bandan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stasiun Kampung Bandan memiliki peron bertingkat yang menjadi tantangan dalam mobilitas. Namun, sebagai stasiun transit yang melayani rute padat seperti KRL Cik EVALUASI JALUR PENUMPANG STASIUN BERDASARKAN AKSESIBILITAS TUNA DAKSA (STUDI DI STASIUN KAMPUNG BANDAN JAKARTA) arang dan Tanjung Priuk, penting bagi stasiun ini untuk memberikan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas tuna daksa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mobilitas bagi penyandang tuna daksa di stasiun kampung bandan. Kemudian mengidentifikasi dan menetapkan standar fasilitas dan sarana yang sesuai untuk stasiun ini agar dapat digunakan secara optimal oleh kaum disabilitas fisik. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan sarana dan prasarana mobilitas stasiun dan memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang kondisi fisiknya, dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan layanan transportasi publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif observasi. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari jurnal dan observasi lapangan, di mana peneliti mensimulasikan menjadi penyandang tuna daksa menggunakan tongkat jalan. Hasil observasi kemudian dibandingkan dengan prinsip desain universal yang telah dikaji penerapannya di stasiun pada pnelitian sebelumnya. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menyoroti urgensi perlunya perubahan dalam desain dan pengelolaan stasiun publik, terutama untuk memastikan bahwa aksesibilitas bagi semua pengguna menjadi prioritas.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Stasiun Kampung Bandan memiliki peron bertingkat yang menjadi tantangan dalam mobilitas. Namun, sebagai stasiun transit yang melayani rute padat seperti KRL Cikarang dan Tanjung Priuk, penting bagi stasiun ini untuk memberikan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas tuna daksa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mobilitas bagi penyandang tuna daksa di stasiun kampung bandan. Kemudian mengidentifikasi dan menetapkan standar fasilitas dan sarana yang sesuai untuk stasiun ini agar dapat digunakan secara optimal oleh kaum disabilitas fisik. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan sarana dan prasarana mobilitas stasiun dan memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang kondisi fisiknya, dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan layanan transportasi publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif observasi. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari jurnal dan observasi lapangan, di mana peneliti mensimulasikan menjadi penyandang tuna daksa menggunakan tongkat jalan. Hasil observasi kemudian dibandingkan dengan prinsip desain universal yang telah dikaji penerapannya di stasiun pada pnelitian sebelumnya. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menyoroti urgensi perlunya perubahan dalam desain dan pengelolaan stasiun publik, terutama untuk memastikan bahwa aksesibilitas bagi semua pengguna menjadi prioritas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/70296</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.1.2025.36-42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles); 36-42</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/70296/28803</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Zakiyyatus Saniy, Rizka Tiara Maharani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25370</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:21Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SOLUSI DESAIN GEDUNG PUSAT ONKOLOGI RSUP Dr. KARYADI SEMARANG TERHADAP MASALAH INTEGRASI PELAYANAN MEDIS</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>Prabowo, Bintang Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Wardhani, Mustika Kusumaning</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Integrasi; Persyaratan Medik; Desain Arsitektur; Gedung Pusat Onkologi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebutuhan akan pelayanan Radioterapi dan Onkologi di RSUP Dr. Kariadi dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan dimilikinya alat seperti Brakiterapi dan Cobalt ( 2 macam/unit) serta LINAC pada saat ini sudah menyebabkan pelayanan bagi yang membutuhkan pengobatan dengan radioterapi maupun pelayanan terhadap penderita kanker masih memerlukan antrian yang panjang. Dari kebutuhan yang mendesak tersebut terlihat bahwa bangunan atau fasilitas untuk Onkology Center sebagai bentuk pelayanan untuk penyakit kanker yang komprehensif sangat diperlukan. Karakteristik bangunan ini menjadikannya perlunya kajian terhadap persyaratan utama dalam perancangan bangunan fasilitas kesehatan khusus yang terpadu. Korelasi yang jelas antara keperluan pemenuhan fungsional pelayanan dengan penyelesaian desain sangat diperlukan. Yaitu terkait penempatan fasilitas utama dan ruang lainnya yang terkait, persyaratan teknis khusus untuk tindakan perawatan (treatment) maupun penanganan kondisi pasien dan penyelesaian finishing ruang. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan dalam proses perancangan arsitektur untuk perancangan bangunan spesifik  terutama untuk bangunan Rumah Sakit melalui kajian terhadap integrasi persyaratan medik dalam implementasi desain arsitektur pada bangunan khususnya untuk bangunan Gedung Onkology Center yang spesifik,  sehingga akan membantu menemukenali perancangan yang bersifat komprehensif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25370</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.2.2019.85-94</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles); 85-94</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25370/16056</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 sri hartuti wahyuningrum, Mustika Kusumaning Wardhani, Bintang Noor Prabowo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4753</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T06:49:13Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SISTEM PEMBAYANGAN PADA BENTUK FASADE BANGUNAN PERKANTORAN YANG HEMAT ENERGI (Studi Kasus Bangunan Kolonial di Kota Lama Semarang)</dc:title>
	<dc:creator>Indraswara, Muhammad Sahid</dc:creator>
	<dc:creator>Rifan, Yulanda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Arsitektur kolonial Belanda yang diterapkan pada bangunan-bangunan di Indonesia telah mengalami evolusi yang kuat dalam upaya beradaptasi dengan membubuhkan ciri arsitektur yang sesuai dengan kondisi iklim tropis. Hal ini terlihat, pada awal mula masuk ke Indonesia, corak arsitektur ini sempat kehilangan identitas dari arsitektur kolonial itu sendiri, selain itu corak ini belum dapat beradaptasi dengan iklim Indonesia yaitu tropis basah. Proses adaptasinya berlangsung dalam suatu proses yang bertahap dengan beberapa perkembangan corak antara lain: neo klasik (1800-an), neogotik (sesudah 1900-an), vernakular Belanda (sesudah 1900), neuwe bowen (sesudah 1920), neuwe zakelijkheid, ekspresionistik, art deco (sesudah 1920). Dari periodesasi tersebut dapat diidentifikasi bahwa terjadi proses adaptasi bangunan yang masih bercirikan arsitektur Belanda, namun telah disesuaikan dengan kondisi iklim tropis yang ada di Indonesia.  Adaptasi bentuk fisik bangunan kolonial di Kawasan Kota Lama Semarang terhadap kondisi klimatologi inilah yang nantinya akan terlihat pada perubahan kondisi fasad bangunan kolonial bersangkutan. Arsitektur Indis yang lahir dari kebudayaan lokal dan pendatang, memilki karakteristik yang khas. Selain dari itu, arsitektur Indis sudah terbukti mampu beradaptasi dengan corak budaya dan iklim lokal (iklim tropis). Hal inilah yang menjadikan orang- orang Belanda bisa beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, pun sebaliknya orang lokal atau pribumi dapat menerima gaya arsitektur tersebut. Oleh sebab itu, dirasa perlu adanya pemahaman dan pelestarian yang lebih baik terhadap gaya arsitektur Indis, khususnya terhadap bangunan berarsitektur Indis yang masih tersisa.   Kata Kunci : Pembayangan, Fasade Bangunan, Kota Lama  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4753</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.1.2013.41-48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013; 41-48</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4753/4303</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/35158</identifier>
				<datestamp>2021-07-19T05:47:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">IDENTIFIKASI POTENSI OBJEK DAYA TARIK WISATA ALAM DI HULU DAS BENGKULU DESA RINDU HATI KECAMATAN TABA PENANJUNG BENGKULU TENGAH</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI POTENSI OBJEK DAYA TARIK WISATA ALAM  DI HULU DAS BENGKULU DESA RINDU HATI  KECAMATAN TABA PENANJUNG BENGKULU TENGAH</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Mohammad Nur Dita</dc:creator>
	<dc:creator>Siswahyono, Siswahyono</dc:creator>
	<dc:creator>Anggoro, Ari</dc:creator>
	<dc:creator>Supadi, Supadi</dc:creator>
	<dc:creator>Sumartono, Eko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Daerah Aliran Sungai Bengkuulu; Identifikasi Potensi Daya Tarik Wisata Alam; Ekowisata; Desa Rindu Hati;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">: Daerah Aliran Sungai Bengkulu; Identifikasi Potensi Daya Tarik Wisata Alam; Ekowisata; Desa Rindu Hati</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu merupakan suatu bentuk bentang alam yang memiliki peran penting bagi masyarakat di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Salah satu hulu DAS Bengkulu berada di Sub-DAS Rindu Hati yang berada di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah yang memiliki bentang alam yang masih alami dan asri. Tawaran pengembangan wisata berbasis alam di Desa Rindu Hati dengan ekowisata sebagai salah satu kegiatan konservasi yang dapat menjadi usaha berkelanjutan dan bernilai secara ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan konservasi. Identifikasi potensi daya tarik wisata yang dilakukan bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan keberadaan berbagai jenis potensi lingkungan alam dengan segala karakteristiknya untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata. Metode yang digunakan dalam studi identifikasi ini ialah deskriptif berdasarkan Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata alam (ADO ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 yang telah dimodifikasi. Data yang disajikan dalam bentuk deskripsi tentang jenis dan karakteristik potensi daya tarik wisata alam yang diperoleh melalui pengamatan lapangan, kuesioner, studi pustaka, dan instrumen penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai sedang, cukup potensial. Sebagai langkah awal, Desa Rindu Hati memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis alam.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu merupakan suatu bentuk bentang alam yang memiliki peran penting bagi masyarakat di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Salah satu hulu DAS Bengkulu berada di Sub-DAS Rindu Hati yang berada di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah yang memiliki bentang alam yang masih alami dan asri. Tawaran pengembangan wisata berbasis alam di Desa Rindu Hati dengan ekowisata sebagai salah satu kegiatan konservasi yang dapat menjadi usaha berkelanjutan dan bernilai secara ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan konservasi. Identifikasi potensi daya tarik wisata yang dilakukan bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan keberadaan berbagai jenis potensi lingkungan alam dengan segala karakteristiknya untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata. Metode yang digunakan dalam studi identifikasi ini ialah deskriptif berdasarkan Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata alam (ADO ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 yang telah dimodifikasi. Data yang disajikan dalam bentuk deskripsi tentang jenis dan karakteristik potensi daya tarik wisata alam yang diperoleh melalui pengamatan lapangan, kuesioner, studi pustaka, dan instrumen penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai sedang, cukup potensial. Sebagai langkah awal, Desa Rindu Hati memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis alam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35158</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.1.2021.51-62</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles); 51-62</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35158/19512</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Mohammad Nur Dita Nugroho, Siswahyono, Ari Anggoro, Supadi, Eko Sumartono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10731</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:31:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RUANG DAGANG DI  KOTA LAMA KUDUS</dc:title>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Satrio</dc:creator>
	<dc:creator>Prianto, Eddy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perdagangan; rumah tradisional; Kudus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masyarakat Kudus dikenal sebagai masyarakat Pedagang Santri. Dua aspek kehidupan penting pada masyarakat ini adalah Perdagangan dan Keagamaan. Kehidupan sebagai masyarakat muslim sangat mewarnai keseharian masyarakat Kudus. Hal ini menimbulkan pertanya’an, bagaimana dengan aspek perdagangan yang seolah menjadi sisi lain dan penyeimbang religiositas terhadap bentukan arsitekturnya?. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kehidupan perdagangan masyarakat Kudus dan cerminannya pada bentuk arsitektur rumah tinggalnya. Penelitian dilakukan dibawah paradigma penelitian kualitatif. Data digali dari beberapa responden yang mewakili ragam kegiatan perdagangan masyarakat serta arsitektur rumah tinggalnya. Analisa dilakukan langsung dilapangan yang mengarah pada konsep dibalik kegiatan terpola serta kaitannya dengan arsitektur sebagai wadah kegiatan tersebut. Temuan penelitian berupa konsep “ruang dagang” pada masyarakat Kudus. Terdapat dua macam kegiatan dagang yakni yang menyangkut tahapan produksi serta tahapan distribusi. Kegiatan dagang dilakukan dengan memanfaatkan ruang-ruang yang ada atau mengadakannya secara tersendiri manakala kegiatan yang ada mulai berkembang besar. Ruang dagang ini merupakan ruang publik di rumah yang mempunyai pencapaian langsung ke luar untuk kegiatan dagang atau tidak langsung untuk kegiatan produksi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10731</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.1.2015.1-12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 1 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015; 1-12</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10731/8511</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47198</identifier>
				<datestamp>2023-06-06T01:24:43Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI TERHADAP KAMAR MANDI PRIBADI DI RUMAH TINGGAL</dc:title>
	<dc:creator>Kaffah, Mahya Fiddini</dc:creator>
	<dc:creator>Kusuma, Hanson Endra</dc:creator>
	<dc:creator>Amanati, Ratna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kamar mandi pribadi; persepsi; preferensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sebelumnya, kamar mandi biasanya ditempatkan di bagian belakang rumah tinggal. Namun dewasa ini banyak penghuni rumah yang memiliki kamar mandi di dalam kamar tidurnya. Kamar mandi tersebut dikhususkan untuk pengguna kamar tidur dan sifatnya sangat personal sehingga dalam penelitian ini disebut dengan kamar mandi pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang melatarbelakangi preferensi terhadap kamar mandi pribadi dengan menyelidiki persepsi dan faktor internal penghuni rumah terkait penggunaan kamar mandi pribadi. Penelitian dilakukan secara bertahap menggunakan metode kualitatif-kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan untuk melakukan eksplorasi terhadap persepsi dan faktor internal penghuni rumah tinggal terkait penggunaan kamar mandi pribadi. Sedangkan penelitian kuantitatif berguna untuk mengkonfirmasi data-data hasil penelitian kualitatif serta mengungkap hubungan sebab-akibat antara persepsi, faktor internal, dan preferensi terhadap kamar mandi pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi preferensi terhadap kamar mandi pribadi, antara lain familiarity, affordability, dan bedroom usage frequency.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/47198</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.2.2022.69-69</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles); 62-69</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/47198/22601</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Mahya Fiddini Kaffah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17203</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:17Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GEVEL SEBAGAI KARAKTER BANGUNAN KOLONIAL DENGAN FUNGSI RUMAH TINGGAL DI KOTA TEGAL (STUDI KASUS JALAN GAJAH MADA KOTA TEGAL)</dc:title>
	<dc:creator>Fariz, Nuthqy</dc:creator>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Murtini, Titien Woro</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gevel; Karakter; Rumah; Bangunan Kolonial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sebagai kota yang berada di pesisir jawa bisa dikatakan Tegal telah mengalami beberapa perkembangan dan perubahan pada masa kolonial sampai dengan sekarang, baik dari segi manusianya, budaya ataupun peniggalannya. Kota tegal merupakan satu dari beberapa kota di pesisir pantai utara yang dijajah atau dikuasai oleh pemerintah belanda pada masa penjajahan dahulu.Bangunan peninggalan di tegal yang pertama yaitu gedung berau atau NIS Tegal yang masih bertahan sampai sekarang, bangunan tersebut dirancang oleh arsitek belanda yaitu Henricus Maclaine Pont, bukan gedung berau saja tetapi juga ada Stasiun Kereta Api Tegal yang masih difungsikan sampai sekarang. Dari beberapa bangunan kolonial yang dibangun pada masa itu banyak dari perumahan atau rumah rumah belanda yang meniru bentuk dan motif bangunan kolonial yang sudah dibangun terlebih dahulu.Dari bangunan yang ditiru yaitu bangunan DPRD Kota Tegal yang memiliki langam arsitektur eropa brgaya romawi dengan ciri bentuk kolom yang besar dan mempunyai gevel pada bagian depan bangunan. Dengan gevel yang semakin banyak digunakan pada bangunan di Kota Tegal tidak lepas dari rumah rumah yang menggunakan gevel sebagai penanda bangunan yang sangat manis pada masa itu.Gevel merupaka bagian dari atap dengan yang dibuat untuk menaungi bagian teras pad bangunan  gevel biasanya menyerupai bentuk segitiga dan bentuk persegi atau bujur sangkart, gevel banyak digunakan pada rumah-rumah di kawasan cagar budaya Kota Tegal yaitu di kelurahan mangkukusuman, kelurahan panggung, kelurahan tegalsari .Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mencari tahu dilapangan rumah-rumah kolonial yang menggunakan gevel, sehingga bisa dkategorikan gevel menjadi karakter dari kawasan tersebut.Hasil dari penelitian ini yaitu mengetahui bahwa gevel menjadi bentuk karakter yang ada pada sepanjang jalan gajah mada Kota Tegal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17203</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.2.2017.56-61</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles); 56-61</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17203/12364</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/62649</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T23:00:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">INTERNET OF THINGS, SMART CITY, DAN IBU KOTA NUSANTARA</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhan, Sinar Bayu</dc:creator>
	<dc:creator>Annisa, Riskie</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Internet of Things (IoT); Smart City; Ibu Kota Nusantara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sebagai tanggapan terhadap permasalahan urban yang kompleks, pemerintah Indonesia merencanakan pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai langkah menuju pembangunan sebuah kota yang cerdas dan berkelanjutan. Tulisan ini merupakan sebuah tinjauan literatur yang mendalam mengenai konsep Internet of Things (IoT), Smart City dan penerapannya dalam konteks pemindahan ibu kota negara Indonesia. Pendahuluan dalam tulisan ini menyoroti latar belakang dan alasan di balik keputusan pemindahan ibu kota negara, juga menggambarkan visi untuk mengembangkannya menjadi sebuah Smart City yang didukung oleh teknologi IoT. Selanjutnya, studi literatur secara komprehensif mengulas konsep dan dimensi Smart City, serta penerapannya di beberapa kota besar di seluruh dunia. Fokus utama dari paper ini adalah pada kesiapan dan tantangan yang dihadapi dalam merancang ibu kota baru sebagai Smart City. Hal ini meliputi aspek regulasi, arsitektur dan infrastruktur teknologi yang diperlukan, kesiapan serta tantangan yang mungkin timbul dalam proses implementasi. Dengan menggabungkan konsep IoT, Smart City dengan rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia, paper ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan dalam era modern</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/62649</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.2.2024.51-62</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles ); 51-62</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/62649/27126</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Riskie Annisa, Sinar Bayu Ramadhan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21381</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T06:52:02Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SISTEM WAYFINDING MALL DI SEMARANG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID"></dc:title>
	<dc:creator>Kusumasari, Brigita Theora Mega</dc:creator>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun IR</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">wayfinding; mall; shopping;Semarang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Shopping mall merupakan salah satu  bangunan komersil yang sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar masyarakat perkotaan. Masyarakat pergi mengunjungi shopping mall untuk memenuhi memenuhi kebutuhan seperti berbelanja, maupun sekedar berekreasi dan mencari hiburan. Sebagai bangunan umum yang menawarkan berbagai fasilitas dan ramai dikunjungi oleh masyarakat, shopping mall perlu dilengkapi dengan sistem wayfinding yang baik supaya pengguna bangunan tidak mengalami disorientasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif dimana penyusunan dilakukan dengan mengumpulkan data, menjelaskan, dan menjabarkan terhadap informasi terkait bagaimana pengaruh bahan lantai serta pemilihan bahan lantai yang baik dan murah diaplikasikan pada jalur pedestrian bagi kenyamanan dan keamanan pengguna. Wayfinding adalah kemampuan seseorang untuk bernavigasi dalam suatu lingkungan. Sistem wayfinding adalah fasilitas yang memiliki fungsi memberikan kemudahan bagi pengguna dalam bernavigasi. Sistem wayfinding yang baik dapat ditinjau melalui empat strategi, yaitu: District, Streets, Connection, dan Landmarks. Jika pengguna dengan mudah membayangkan keempat strategi tersebut dalam suatu diagram “mind map”, ketika berada dalam suatu bangunan atau lingkungan maka dapat dikatakan bahwa bangunan atau lingkungan tersebut memiliki sistem wayfinding yang efektif.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21381</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.1.2019.10-14</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles); 10-14</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21381/15202</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1461</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T06:38:04Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SISTEM KONSTRUKSI BANGUNAN SEDERHANA PADA PERBAIKAN RUMAH WARGA DI DAERAH ROB (Studi Kasus : Kelurahan Kemijen, Semarang Timur)</dc:title>
	<dc:creator>Pribadi, Septana Bagus</dc:creator>
	<dc:creator>Indriastjario, Indriastjario</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Ai Ratna</dc:creator>
	<dc:creator>Wibowo, Yohannes Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Janatin, Bonggo</dc:creator>
	<dc:creator>Muzamil, Muhammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kelurahan Kemijen adalah salah satu dari daerah yang terletak di bagian paling utara dari Kota Semarang. Kondisi geografis yang berbatasan langsung dengan laut, menyebabkan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut harus akrab dengan fenomena limpasan air laut ke arah daratan, yang biasa disebut rob. Ketinggian air laut yang masuk ke arah daratan bertambah terus setiap tahun. Hal ini menyebabkan banyak kondisi rumah warga yang semakin lama semakin tenggelam ke dalam lumpur genangan, sehingga lambat laun mengurangi ruang untuk tinggal di dalam rumah masing-masing. Ketidakmampuan sebagian besar warga secara ekonomi menyebabkan warga tidak mempunyai banyak sumber daya untuk merenovasi / meninggikan rumahnya dalam mengantisipasi datangnya rob. Diperlukan suatu kajian mengenai sistem konstruksi khusus yang bisa diterapkan pada kondisi tersebut. Sistem konstruksi tersebut haruslah mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi ketinggian rob yang semakin lama semakin bertambah, mudah dilaksanakan, mempertimbangkan ketersediaan bahan, serta murah. Metode pembahasan menggunakan metode analisis dan perbandingan berbagai macam sistem konstruksi yang mungkin diterapkan pada bangunan sederhana di daerah rob. Berbagai macam sistem konstruksi tersebut dianalisis dengan berbagai kriteria yang berpengaruh secara signifikan, dengan memasukkan pula aspek keinginan warga yang diperoleh melalui kuisioner. Sistem konstruksi terpilih akan disimulasikan pada kondisi rumah salah satu warga.   Kata kunci : sistem konstruksi, bangunan sederhana, Rob.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1461</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.2.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1461/1226</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/34338</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">CONTEXT LEARNING TRANSFORMATION IN ARCHITECTURAL DESIGN STUDIO</dc:title>
	<dc:creator>Paramita, Kristanti Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Yatmo, Yandi Andri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">context; data; architectural education; pandemic</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This paper reflects the shifting understanding of context in a data-based architectural studio. With the school closure in the beginning of the COVID pandemic, the overall learning process is largely conducted online. Big Data becomes an important discourse that provides some benefits and opportunities which transform the design and learning process in an architectural studio, particularly on how students may explore and understand their context. Exploring the works of third-year architectural students in Department of Architecture, Faculty of Engineering Universitas Indonesia, this paper highlights the ways students capture and organise urban information and construct their intervention contexts. The study points out that time, flow and narrative are key in transforming understanding of context. Based on such three aspects, the data reveals the unseen urban patterns, emerging in the imbalance relationship between user and the environment, the disconnection of urban services, and the hidden variety of urban experience. The study reflects how these urban patterns informs the ways students define and situate themselves in the context, shifting existing ideas of context and its corresponding methodologies in the architectural education.     </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/34338</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.2.2020.157-166</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles); 157-166</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/34338/18437</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Kristanti Dewi Paramita, Yandi Andri Yatmo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/43901</identifier>
				<datestamp>2022-10-28T20:49:53Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">TRANSFORMASI FISIK DAN BUDAYA KAWASAN PULO BRAYAN, KOTA MEDAN</dc:title>
	<dc:creator>Widya, Amelia Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Soleh, Muhammad Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Satria, Widi Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Medan; Pulo Brayan; Transformasi fisik; Transformasi Budaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perkembangan kota di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan sosial, ekonomi, dan politik, tak terkecuali Medan sebagai salah satu kota terbesar. Awal perkembangan Kota Medan dipengaruhi oleh keputusan politik Belanda. Ekspansi terhadap lahan perkebunan oleh Belanda berpengaruh besar pada bentuk struktur kota dan perkampungan warga, salah satunya yaitu Pulo Brayan. Penelitian empiris ini bertujuan untuk mengungkap transformasi fisik dan budaya pada kawasan bersejarah Pulo Brayan, Kota Medan. Penelitian yang dilakukan fokus pada transformasi major arteries (jalan utama), roads (jalan), dan buildings elements (elemen bangunan). Analisis dilakukan secara kualitatif berbasis pada kajian literatur, survei lapangan, dan penelusuran melalui citra satelit. Peneliti menemukan bahwa transformasi jaringan jalan yang terdiri atas “major arteries” (jalan utama) dan “roads” (jalan) dilakukan untuk mengakomodasi pertumbuhan kawasan yang dinamis seperti kemacetan lalu lintas dan kebutuhan perumahan. Sementara itu, transformasi bangunan bergantung pada status kepemilikkan (milik atau perusahaan). Minimnya regulasi yang mengatur tentang perlindungan bangunan juga diyakini sebagai faktor keterawatan bangunan tersebut. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuan pengembangan kawasan Pulo Brayan sebagai kawasan cagar budaya Kota Medan dengan memahami sejarah dan perkembangan kawasan dari masa ke masa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/43901</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.1.2022.1-12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles); 1-12</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/43901/21573</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Amelia Tri Widya</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10784</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:20Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">JALUR EVAKUASI BENCANA DI KAWASAN PERKOTAAN (Study Kasus : Gunung Sahari Jakarta Pusat)</dc:title>
	<dc:creator>Auf, Abdurrohman Ibnu</dc:creator>
	<dc:creator>Murtini, Titien Woro</dc:creator>
	<dc:creator>Rukayah, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jalur pedestrian, Bencana, Jalur evakuasi kawasan kota</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jalur pedestrian adalah jalur untuk pejalan kaki yang menghubungkan satu tempt ke tempat lainnya. Jalur pedestrian sangat dibutuhkan dalam sebuah kawasan kota. Jalur pedestrian dapat dikatakan juga sebagai ruang terbuka publik, karena pada jalur pedestrian ini dapat digunakan juga sebagai fasilitas untuk bersosialisasi antar individu. Selain itu juga pada jalur pedestrian yang aman dan nyaman bagi penggunanya, elemen-elemen pendukung juga harus disediakan. Berbagai fasilitas yang ada di jalur pedestrian dapat melengkapi fungsi jalur pedestrian sebagai ruang publik (maulani,dkk, 2013). Kawasan Gunung sahari jakarta pusat merupakan jalan utama dikota Jakarta yang memiliki jalur pedestrian, Jalur pedestrian pada Koridor Gunung Sahari mengalami peningkatan kegiatan yang cukup pesat menyusul meningkatnya perkembangan aktivitas dikoridor jalan tersebut (Rohman, 2015) . Namun, peningkatan hanya disalah satu sisi saja, beberapa faktor menjadi penyebabnya. Melihat fenomena tersebut muncul pertanyaan mengapa tidak difungsikan kembali jalur tersebut?. Bencana merupakan salah satu hal yang dapat terjadi dimana, kapan, dan kepada siapa saja. Bencana dapat berupa bencana alam dan human eror. Penanggulangan bencana belum terlalu diperhatikan oleh masyarakat. Salah satunya jalur evakuasi bencana di kawasan kota. Tidak berfungsinya pedestrian di koridor gunung sahari layak untuk diteliti dan ditinjau apakah layak untuk difungsikan sebagai jalur evakuasi?</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10784</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.1.2016.49-54</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 1 (2016): Modul  Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles); 49-54</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10784/8559</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60253</identifier>
				<datestamp>2024-08-29T03:27:47Z</datestamp>
				<setSpec>modul:REP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">MERAWAT KAMPUNG KULITAN SEMARANG SEBAGAI KAMPUNG TEMATIK TEMPO DOELOE</dc:title>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tasripin; Kampung Kulitan; Kampung Tempo Doeloe</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kampung Kulitan telah dikenal sebagai &quot;Kerajaan Taripin”, hal ini dikarenakan Kampung Kulitan merupakan kediaman salah satu orang terkaya di Semarang pada zamannya. Satu kampung ini awalnya dimiliki oleh Tasripin untuk tempat tinggal kerabat dan keturunannya serta pabrik industri pengolahan kulit di belakangnya. Tasripin merupakan seorang pedagang kulit yang hidup pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang mewarisi bisnis kulit ayahnya, Tasimin. Selain bergerak dalam bisnis kerajinan kulit, Tasripin mengembangkan usahanya di usaha kopra dan properti. Dalam mengelola usahanya, Tasripin melakukan hal yang tidak biasa bagi pengusaha lokal saat itu: ia menyewa seorang ahli hukum asal Belanda. Aset yang diperoleh dari berbagai usahanya kemudian diinvestasikan dalam bentuk tanah dan bangunan. Oleh karena itu, ia juga terkenal sebagai tuan tanah. Tasripin meninggal dunia pada tanggal 9 Agustus 1919. Tasripin juga menyediakan rumah bagi para pekerjanya yang berasal dari luar kota Semarang. Para pekerja migran ini dikenal dengan sebutan kaum boro. Salah satunya terletak di pinggir Kali Semarang (Kali Kuping) yang berada dibelakang hunian keluarga Tasripin..</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/60253</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles )</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/60253/25126</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Sukawi Sukawi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19016</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:52Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI LANGGAM DAN PERIODISASI ARSITEKTUR KOLONIAL NUSANTARA PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA</dc:title>
	<dc:creator>Sahmura, Yemima</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Langgam; Periodisasi; Kolonial; Nusantara; Bethesda; Cagar Budaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada umumnya masyarakat awam masih menganggap bahwa peninggalan sejarah dan benda-benda cagar budaya tidak memiliki arti dan manfaat bagi kehidupan langsung masyarakat. Masyarakat di sekitar lokasi tempat benda cagar budaya sadar atau tidak sadar, sebenarnya telah menikmati hasil dari keberadaan benda cagar budaya tersebut. Namun pada kenyataannya masyarakat seringkali tidak terlibat dalam upaya pelestarian benda cagar budaya tersebut. Dalam proses plestarian walaupun tidak menghasilkan karya rancangan baru, proses pelestarian terdiri dari beberapa tahap kegiatan yang saling berkesinambungan.  Apabila merujuk UU RI no. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, maka terdapat tiga tahap kegiatan, yaitu : [1] perlindungan, [2] pengembangan, dan [3] pemanfaatan. Adapun tahapannya, Tahap 1 : identifikasi arsitektural objek bersejarah, Tahap 2 : pemetaan kondisi objek dan rekomendasi tindakan pelestarian. Dengan Studi Kasus Poliklinik Bethesda, Semarang, keberadaan bangunannya menjadi satu lingkungan dengan GKI Peterongan. Sekarang bangunan ini termasuk bangunan cagar budaya terdaftar sebagai rumah  Tan Siang Swie.  Dalam studi ini, digunakan metode deskriptif-eksploratif, analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan tipologi wajah arsitektur kolonial Belanda pada Klinik Bethesda Semarang. Melalui tahapan penelitian sebagai berikut: (a) observasi lapangan pada lokasi pengamatan; (b) mengidentifikasi setiap bangunan berdasarkan, kekhasan langgam/gaya, lalu menyesuaikan dengan teori yang berkaitan dengan tipologi wajah bangunan;(c) mengidentifikasi dan menganalisa detail dari setiap elemen wajah bangunan (atap, dinding, dan lantai) dan ditipologikan berdasarkan langgam/gaya bangunannya;(d) menarik kesimpulan dari analisa tersebut tentang tipologi wajah bangunan arsitektur kolonial. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19016</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.2.2018.60-69</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles); 60-69</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19016/13261</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1447</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T05:11:47Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON RUMAH TRADISIONAL KUDUS  TERHADAP IKLIM TROPIS</dc:title>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Iklim merupakan salah satu aspek penting dalam rancangan arsitektur, termasuk di dalamnya rumah tinggal. Iklim akan berpengaruh langsung pada kenyamanan bertempat tinggal bagi penghuninya. Anasir iklim yang akan berpengaruh adalah panas akibat paparan sinar matahari, kelembaban udara, pergerakan udara serta hujan. Dengan demikian rancangan bangunan pada daerah tropis lembab akan mengacu pada upaya : bagaimana mengurangi panas dalam ruangan, mengatur penerangan ruangan, mengatur fentilasi agar pergerakan udara optimal tercapai serta mengatur aliran air hujan. Rumah tardisional Kudus merupakan rumah adat khas masyarakat Kudus. Bentuk dan tata ruang rumah Kudus khas dan agak berbeda dengan rumah Jawa. Arah hadap rumah ke selatan, bermasa banyak dengan halaman tengah. Atap bangunan berbentuk joglo, limas dan kampung. Tapak dilingkupi pagar pembatas yang tinggi. Konstruksi bangunan terutama adalah kayu dan kaya dengan ornamen.   Sebagai rumah adat, bentuk dan tata ruang rumah Kudus dipengaruhi oleh budaya masyarakat setempat. Pengetahuan arsitektur masyarakat ini telah teruji dan mentradisi dari generasi ke generasi. Bagaimana arsitektur rumah Kudus menjawab tantangan iklim, melindungi serta mewadahi kegiatan penghuninya merupakan kebijakan lokal (local wisdom) yang penting untuk dikaji dan mungkin dapat diterapkan pada permasalahan rancangan arsitektur tropis saat ini.  Kata kunci: respon, rumah tradisional Kudus, iklim tropis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1447</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.1.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1447/1214</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/29459</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KETERKAITAN KUALITAS RUANG DENGAN ADAPTASI SPASIAL DI ASRAMA SEKOLAH LUAR BIASA</dc:title>
	<dc:creator>Widodo, Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Marcillia, Syam Rachma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kualitas Lingkungan; Asrama SLB; Tunagrahita; Pemanfaatan; Adaptasi Spasial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kualitas lingkungan merupakan aspek penting yang memiliki kontribusi bagi kebutuhan akomodasi yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang, termasuk diantaranya kesehatan mental dan fisik. Belum tersedianya standar baku perencanaan asrama sekolah berimplikasi pada variasi setting fisik yang beragam, sehingga menarik untuk dikaji terkait beberapa aspek kualitas lingkungannya. Studi ini dilakukan di tiga asrama sekolah luar biasa yang memiliki setting fisik berbeda dengan fokus amatan adalah anak tunagrahita. Metode penelitian dilakukan dengan menerapkan konsep Habitability Threshold yang terdiri dari psychological, functional, dan physical comfort pada kuesioner untuk memperoleh data persepsi dan penilaian kualitas asrama SLB dari anak tunagrahita. Selanjutnya data tersebut akan direkonsiliasikan dengan pemanfaatan ruang dan adaptasi spasial di ruang-ruang terukur (privat, semipublik, dan publik) berdasarkan pemetaan perilaku place centered mapping. Hasil studi menunjukkan, bahwa kualitas ruang yang dimiliki oleh ketiga lokasi studi terbilang baik. Hal ini dapat dilihat dari angka penilaian yang diperoleh, serta besaran prosentase pemanfaatan ruang yang lebih tinggi daripada adaptasi spasial yang dilakukan anak tunagrahita. Walaupun demikian, beberapa aspek masih menjadi perhatian penting, antara lain voice control, luasan. dan temperature.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29459</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.66-74</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 66-74</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29459/17147</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Eko Widodo, Syam Rachma Marcillia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7800</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:30:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Keberadaan Pohon Pada Perumahan Di Daerah Perbukitan Terhadap Peraturan Menteri PU Nomor 05/Prt/M/2008</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Andri</dc:creator>
	<dc:creator>Murtini, Titien Woro</dc:creator>
	<dc:creator>Prianto, Eddy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perumahan, Peraturan Pemerintah, RTH</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan perumahan merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal. Kawasan perbukitan menjadi sasaran pengembang untuk mendirikan suatu hunian dengan potensi view yang menarik.  Sesuai Kebijakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, Nomor: 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, seharusnya menjadi acuan bagi para pengembang  dalam penyediaan RTH untuk perumahannya. Namun,  yang terjadi saat ini, RTH  yang disediakan oleh developer (pengembang) perumahan justru sudah banyak dirubah oleh pemilik rumah, baik itu berubah fungsi maupun berubah bentuk, sehingga ruang terbuka hijau yang disediakan pengembang sudah tidak sesuai lagi dengan desain awal perumahan. Studi kasus penelitian dilakukan di  Perumahan  Syailendra,  Villa Pinus dan  Villa Krista yang terdapat di Daerah Gedawang, Kota Semarang. Hasil penelitian membuktikan bahwa terjadi  perubahan pada RTH di tiga lokasi studi kasus namun mayoritas masih sesuai dengan peraturan yang ada. Faktor luas perkerasan, lamanya masa huni, serta adanya reward dan punishment akan berpengaruh tehadap jumlah pepohonan yang ada. Reward dan punishment dapat digunakan sebagi tools yang akan menjaga kelangsungan RTH di kawasan perumahan di daerah perbukitan. Kata Kunci : Perumahan, Peraturan Pemerintah, RTH</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-10-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7800</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.2.2014.59 - 64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014; 59 - 64</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7800/6395</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10774</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:33:21Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KEAKTIFAN KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG BERDASARKAN AKTIFITAS PENGGUNA</dc:title>
	<dc:creator>Harani, Arnis Rochma</dc:creator>
	<dc:creator>Werdiningsih, Hermin</dc:creator>
	<dc:creator>Falah, Yasmina Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keaktifan kawasan, Kota Lama, Pertumbuhan kawasan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota lama merupakan kawasan pusat kota pada abad ke 18-19, Semua kegiatan kota Semarang berpusat pada kawasan ini. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, kawasan ini mengalami perubahan yang cukup pesat. Perubahan kawasan ini sangat drastis, saat ini dapat dikatakan kawasan kota lama Semarang adalah kawasan yang ”Hidup segan matipun enggan”. Bangunan di kawasan ini terkenal dengan keindahannya, beberapa aktifitas yang mengeksplore keindahan bangunan dilakukan oleh sebagian masyarakat, namun kawasan ini tetap belum hidup berkembang dan tumbuh menjadi kawasan yang hidup kembali. Sebuah kawasan akan terus tumbuh dan berkembang, menurut Sujarto (1989) ada tiga faktor utama yang sangat menentukan pola perkembangan dan pertumbuhan kota, yaitu ; faktor manusia, kegiatan manusia, dan pola pergerakan. Sehingga dalam melihat keaktifan kawasan kota lama ini, ketiga faktor tersebut harus dilihat secara obyektif.  Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif, suatu metode holistic yang menekankan pemaknaan empiric dan pemahaman intelektual berdasarkan pada grand concept. Dalam penelitian ini fenomena yang ada dilapangan menjadi dasar untuk kemudian dianalisis dan menghasilkan suatu temuan tertentu. Penelitian mencapai hasil yaitu kawasan kota lama yang masih aktif hanya seperempatnya, sisanya berupa bangunan kosong/gudang. Sedangkan pada pagi hingga sore lebih banyak aktifitas dibandingkan malam hari.  Namun pada kawasan ini semua bangunan masih bisa digunakan, yang hancur/tidak dapat digunakan lagi hanya 1,54%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kawasan kota lama sudah tidak aktif, namun dapat diaktifkan kembali dengan memanfaatkan bangunan yang ada dengan fungsi baru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10774</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.157-163</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015; 157-163</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10774/8548</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/55268</identifier>
				<datestamp>2024-08-29T03:31:41Z</datestamp>
				<setSpec>modul:REP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">APPRENTICESHIP PROGRAM FOR PROSPECTIVE PROFESSIONAL INDONESIAN ARCHITECTS</dc:title>
	<dc:creator>Riskiyanto, Resza</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">apprenticeship; program; understanding</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This report was created to provide a detailed understanding of the architectural internship program required by the Indonesian Association of Architects as the only architect association recognized by law. This program must be taken by prospective architects before submitting an architect registration certificate to be recognized as a professional architect. The purpose of submitting this report is also to correct the misunderstanding of the principles of a professional apprenticeship program which is generally equated with an interbship program conducted while studying architecture. This report explicitly shows that apprenticeship programs that are recognized as part of the process for submitting professional architects are apprenticeship programs for a minimum of two years which are followed after completing architectural education.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/55268</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles)</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/55268/23900</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Resza Riskiyanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17530</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:06Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMETAAN POTENSI DESA MENUJU DESA WISATA YANG BERKARAKTER (Study kasus : Desa Pesantren Kec Ulujami Kab Pemalang)</dc:title>
	<dc:creator>harani, arnis rochma</dc:creator>
	<dc:creator>Arifan, Fahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Werdiningsih, Hermin</dc:creator>
	<dc:creator>riskiyanto, resza</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Potensi desa; Desa Wisata; Desa pesisir</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengembangan desa wisata menjadi salah satu program pemerintah untuk menjadikan desa-desa tertinggal menjadi desa yang maju, Dalam perkembangannya beberapa desa yang memiliki potensi mulai berubah, namun jika tidak diadakan pemetaan potensi yang ada akan menjadikan desa wisata dimana saja sama, tanpa ada kekhasan khusus. Sehingga diperlukan pemetaan potensi desa yang nantinya akan menjadi salah satu ciri dan dapat dikembangkan menjadi acuan desa wisata. Sehingga setiap desa memiliki karakter yang khas serta dapat menjadikan nilai jual tersendiri. Desa pesantren merupakan desa di daerah pesisir pantai yang lokasinya berada di Kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang. Desa ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata, sehingga dibutuhkan pemetaan potensi yang ada.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17530</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/jis.%v.%i.%Y.107-116</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles); 42-47</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17530/12521</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/73883</identifier>
				<datestamp>2026-02-10T01:13:28Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">NAVIGATING TRANSITIONS IN GREEN ARCHITECTURE: A MULTI-LEVEL PERSPECTIVE ON PHOTOBIOREACTOR-INTEGRATED FAÇADES IN INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Bramiana, Chely Novia</dc:creator>
	<dc:creator>Setyawan, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Ismail, Muhammad Azzam</dc:creator>
	<dc:creator>Entrop, Alexis Gerardus</dc:creator>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">photobioreactor façade; green architecture; sustainable design; multi-level perspective; innovation; transition</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">In tropical countries like Indonesia, architectural design faces the pressing challenge of mitigating excessive heat, humidity, and solar exposure, yet many buildings continue to adopt imported, non-contextual design models. This study explores the implementation and transitional trajectory of a novel microalgae-based photobioreactor (PBR) window façade—an innovation that integrates biological systems into building envelopes for thermal shading, light modulation, and ecological performance. Using the Multi-Level Perspective (MLP) framework, this research examines the interplay between niche experimentation, regime-level constraints, and landscape drivers shaping the adoption of green building technologies in Indonesia. The PBR façade, developed through a university–industry collaboration and installed in Semarang, demonstrates how architectural innovation can evolve through iterative learning, cross-sector collaboration, and real-environment testing. However, its broader uptake is constrained by entrenched design norms, lack of regulatory standards, and limited institutional mechanisms for certification. Landscape pressures such as ESG imperatives and climate adaptation goals offer promising opportunities, but systemic change requires alignment across policy, professional practice, and cultural narratives. The study contributes a process-oriented roadmap for embedding biologically integrated façades into the sustainability transition of tropical urban architecture. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/73883</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.2.2025.79-87</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles); 79-87</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/73883/29839</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Chely Novia Bramiana, Budi Setyawan, Muhammad Azzam Ismail, Alexis Gerardus Entrop, Sukawi Sukawi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/26546</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:35Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMALISASI BUKAAN DAN KENYAMANAN RUANG  MELALUI ANALISIS OTTV DAN SUN SHADING</dc:title>
	<dc:creator>Wibawa, Baju Arie</dc:creator>
	<dc:creator>Hutama, Alif Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">natural lighting; building envelope; ottv</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The window as the opening of natural lighting is more critical to conserve building energy, but if the size opening is too broad will increase the solar heat into the room. Over of heat, will also cause discomfort in the place because the value of OTTV (overall thermal transfer value) will also increase. The purpose of this study is to identify components, calculate the OTTV value and the analysis of shadow of the sun into the room. In the meeting room of the UPGRIS post-graduate building, there is too many windows that make the room glare and hot. It is felt to affect inefficient artificial energy (Air Conditioning). The method used is a type of quantitative research with an experimental approach. The results of the OTTV study in this room is 52.33 watts/m2, and this is exceeded from SNI (35 watts/m2). This research redesign of windows and shading to comply with maximum standard.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26546</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.2.2019.68-77</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles); 68-77</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26546/16061</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Baju Arie Wibawa, Alif Nur Hutama</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/5376</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:29:32Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSEP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN PADA TATA RUANG KOTA (study kasus : peralihan fungsi lahan hijau menjadi perumahan)</dc:title>
	<dc:creator>Darmawan, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Haryanto, Haryanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Semarang yang merupakan ibukota Jawa Tengah menjadi kota yang memiliki tingkat kepadatan cukup tinggi. Kepadatan ini berimbas pada tata ruang kota, yaitu perubahan tata ruang kota. Tata Ruang kota semarang telah ditetapkan dalam Rancangan Tata Ruang dan Wilayah Penelitian ini diharapkan dapat menjadi guideline dalam rangka rencana pengembangan perumahan di kota Semarang, memberikan sumbangan pemikiran-pemikiran untuk mempertegas kebijakan pemerintah akan Tata ruang kota Semarang dalam hal ini pengembangan perumahan khususnya sehingga sesuai konsep Arsitektur berkelanjutan. Meningkatkan pemahaman akan pengertian tata ruang kota, perumahan, lingkungan dan Arsitektur Berkelanjutan sehingga tercipta sebuah kota dengan tata ruang yang baik dan sesuai Arsitektur berkelanjutan.  Ruang terbuka hijau yang terdapat di Kota Semarang terus berkurang. Hal ini mengindikasikan adanya alih fungsi lahan yang tidak berwawasan lingkungan sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam. Lahan terbuka hijau yang berfungsi sebagai pencegah banjir, erosi, dan pembersih udara justru ketika berubah fungsi akan menghasilkan bencana. Perkembangan perumahan yang terus dilakukan saat ini beralih kekawasan pinggiran kota Semarang, Perumahan banyak dibangun dikawasan yang memiliki hawa sejuk seperti Mijen, Pudak payung, Meteseh, Ungaran. Pada wilayah tersebut dulunya sebagai aera hijau yang dipertahankan untuk mencegah bencana alam, namun saat ini telah berkembang menjadi perumahan dikawasan pinggir kota yang sangat diminati masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5376</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.2.2013.49-56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013; 49-56</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5376/4818</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38382</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">MODIFIKASI DALAM MENGHASILKAN RUANG UNTUK BEKERJA SELAMA WORK FROM HOME</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">MODIFIKASI DALAM MENGHASILKAN RUANG UNTUK BEKERJA SELAMA WORK FROM HOME</dc:title>
	<dc:creator>Haryono, Fadhilah Siti Aniisah</dc:creator>
	<dc:creator>Pramitasari, Diananta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">modifikasi; ruang bekerja; work from home</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">modifikasi; ruang bekerja; work from home</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Work From Home (WFH) menjadi strategi untuk menekan penyebaran dan pencegahan Covid-19. WFH selama pandemi Covid-19 ini mengakibatkan orang menghabiskan waktu di rumah, termasuk untuk bekerja, sementara tidak semua rumah memiliki ruang khusus untuk bekerja/belajar. Hal ini dapat berpengaruh pada perubahan psikologis, misalnya orang bisa menjadi lebih sensitif saat bekerja. Salah satu cara untuk mendukung kegiatan WFH adalah dengan memilih dan memodifikasi ruang yang digunakan untuk bekerja. Penelitian ini meneliti modifikasi yang dilakukan selama WFH melalui kuesioner online. Tujuannya untuk mengetahui kondisi ruang yang sesuai untuk bekerja selama WFH dari modifikasi yang dilakukan. Dari modifikasi ini, bisa terlihat apa yang paling banyak diperlukan oleh penggunanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan responden melakukan modifikasi pada aspek fungsi dan area, tapi sedikit pada kondisi lingkungan. Hal ini didasarkan pada kondisi sebelumnya, sehingga diketahui bahwa ruang yang sesuai adalah yang memiliki area bekerja/belajar dengan objek bekerja/belajar fungsional, serta tetap didukung kondisi lingungan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Work From Home (WFH) menjadi strategi untuk menekan penyebaran dan pencegahan Covid-19. WFH selama pandemi Covid-19 ini mengakibatkan orang menghabiskan waktu di rumah, termasuk untuk bekerja, sementara tidak semua rumah memiliki ruang khusus untuk bekerja/belajar. Hal ini dapat berpengaruh pada perubahan psikologis, misalnya orang bisa menjadi lebih sensitif saat bekerja. Salah satu cara untuk mendukung kegiatan WFH adalah dengan memilih dan memodifikasi ruang yang digunakan untuk bekerja. Penelitian ini meneliti modifikasi yang dilakukan selama WFH melalui kuesioner online. Tujuannya untuk mengetahui kondisi ruang yang sesuai untuk bekerja selama WFH dari modifikasi yang dilakukan. Dari modifikasi ini, bisa terlihat apa yang paling banyak diperlukan oleh penggunanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan responden melakukan modifikasi pada aspek fungsi dan area, tapi sedikit pada kondisi lingkungan. Hal ini didasarkan pada kondisi sebelumnya, sehingga diketahui bahwa ruang yang sesuai adalah yang memiliki area bekerja/belajar dengan objek bekerja/belajar fungsional, serta tetap didukung kondisi lingungan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/38382</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.91-101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 91-101</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/38382/20001</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Fadhilah Siti Aniisah Haryono, Diananta Pramitasari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10736</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:31:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PERMUKIMAN KUMUH DAN NELAYAN TAMBAK LOROK SEMARANG Studi Kasus Partisipasi Masyarakat</dc:title>
	<dc:creator>Sekatia, Augi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">permukiman, permukiman kumuh, partisipasi masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Desa Tambak Lorok terletak di Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara. Desa ini berlokasi di pesisir  Laut Jawa dan dilintasi oleh Kali Banger. Desa ini terkenal sebagai pemukiman nelayan semenjak tahun 1950. Secara umum kondisi permukiman di Tambak Lorok sangat tidak sehat dan kumuh. Kawasan yang sering dilanda banjir ini terletak pada pertemuan Sungai Banjir Kanal Timur dan kali Banger sebelum masuk muara Laut Jawa. Banyak permasalahan sosial ekonomi yang terjadi di permukiman tersebut. Akan tetapi terindikasi bahwa permukiman ini memiliki partisipasi masyarakat yang baik. Maka disimpulkan suatu pertanyaan penelitian yaitu apa saja permasalahan permukiman Tambak lorok dan bagaimana penduduknya berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraakn kehidupan permukiman tersebut. Penelitian didasarkan dari studi literatur dan survey lapangan untuk mengkaji permasalahan dan partisipasi yang ada. Hasil dari pembahasan ini adalah ditemukannya pokok dari permasalahan yaitu dari segi ekonomi sehingga masih membutuhkan uluran bantuan dari pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat baik walaupun terbentur dari dana dan masih menunggu bantuan, partisipasi yang kurang adalah dalam pengolahan sampah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10736</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.1.2015.57-66</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 1 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015; 57-66</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10736/8516</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/47492</identifier>
				<datestamp>2023-06-06T01:26:08Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Identitas Tempat Pasar Telo Karangkajen Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Arthasari, Ani Hastuti</dc:creator>
	<dc:creator>Iskandar, Muhammad Deni</dc:creator>
	<dc:creator>Hudhanto, Yusril Akhmad</dc:creator>
	<dc:creator>Ayu, Listia Nisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian tentang identitas tempat (place identity) banyak dilakukan dengan dilatarbelakangi pada kondisi hilangnya kekhasan (distinctiveness) yang menjadi pembeda antara satu tempat dengan tempat lainnya, sehingga diperlukan upaya-upaya untuk memunculkan atau mengembalikan kekhasan tempat-tempat tersebut. Pasar Telo Kararangkajen merupakan pasar tradisional yang menjual singkong dan ubi, berlokasi di Jalan Sisingamangaraja Karangkajen Yogyakarta. Pasar ini merupakan satu-satunya pasar khusus yang memperdagangkan singkong dan ubi, sehingga dikategorikan ke dalam jenis pasar tradisional khusus. Secara kegiatan perdagangan sudah ada kekhasan (distinctiveness) di lokasi ini, yaitu pada komoditas dagangannya. Namun tidak demikian halnya pada wujud bangunannya. Berangkat dari hal tersebut, lokasi Pasar Telo dianggap memiliki keunikan aktivitas pengguna dimana aktivitas adalah salah satu faktor yang memiliki pengaruh kuat pada sebuah identitas tempat. Dengan penekanan pada penelitian keruangan arsitektural maka penelitian ini berfokus pada identifikasi fisik lingkungan pasar, aktivitas (termasuk interaksi, konektivitas dan kohesi) yang khas dari pengguna, dan upaya meningkatkan identitas tempat secara fisik melalui usulan perancangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui identifikasi fisik lingkungan pasar, aktivitas (termasuk interaksi, konektivitas dan kohesi) yang khas dari pengguna, serta upaya meningkatkan identitas tempat secara fisik melalui usulan perancangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif induktif. Dalam pembahasannya menggunakan pendekatan metode deskriptif. Tahap penelitian yang dilakukan pertama kali adalah membuat analisa fisik arsitektural yang ada di Pasar Telo Karangkajen. Kemudian melihat pola aktivitas pengguna pasar menggunakan pemetaan perilaku (behaviour mapping) serta mendefinisikan kekhasan yang muncul dalam perilaku pengguna. Sehingga didapatkan identitas eksisting Pasar Telo Karangkajen. Tahapan terakhir adalah melakukan upaya peningkatan identitas yang ada melalui rancangan fisik arsitektural, termasuk pada penataan muka bangunan, street furniture, dan penanda (signage). Luaran yang diharapkan adalah publikasi jurnal nasional dan penerbitan HaKi. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan perluasan studi kasus atas peminatan topik place identity, serta untuk memberikan informasi mengenai hal-hal apa saja yang dapat diterapkan pada desain Pasar Telo Karangkajen untuk memperkuat kekhasan lokal setempat. Kondisi fisik arsitektural dapat ditangkap oleh panca indera (overt) mempengaruhi pengguna di Pasar Telo, hal ini juga didukung oleh adanya aktivitas sebagai hal yang tak nampak (covert) namun bisa dirasakan sebagai suatu kekhasan yang dapat meningkatkan identitas Pasar Telo Karangkajen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/47492</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.2.2022.109-118</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles); 109-118</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/47492/22797</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Ani Hastuti Arthasari, Muhammad Deni Iskandar, Yusril Akhmad Hudhanto, Listia Nisa Ayu</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17220</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KAJIAN PENATAAN RUANG DAN PENGGUNAAN MATERIAL PADA BANGUNAN PENGASAPAN IKAN (STUDI KASUS: SENTRA PENGASAPAN IKAN BANDARHARJO)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENATAAN RUANG DAN PENGGUNAAN MATERIAL PADA BANGUNAN PENGASAPAN IKAN (STUDI KASUS: SENTRA PENGASAPAN IKAN BANDARHARJO)</dc:title>
	<dc:creator>Setyawan, Dhony</dc:creator>
	<dc:creator>Werdiningsih, Hermin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bangunan; pengasapan ikan; material</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bangunan; pengasapan ikan; material</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bangunan pengasapan ikan merupakan salah satu bangunan industri rumah tangga yang banyak terdapat di Indonesia, salah satunya di Semarang. Di Semarang sendiri bangunan pengasapan ikan berada di kawasan sentra pengasapan ikan di Bandarharjo, Semarang Utara. Pada kawasan sentra pengasapan ikan Bandarharjo, terdapat kurang lebih 35 bangunan pengasapan ikan yang aktif melakukan kegiatan produksi ikan asap setiap harinya. Pembahasan mengenai bangunan pengasapan ikan ini akan difokuskan ke arah penataan ruang dan penggunaan material pada bangunan pengasapan ikan yang terdapat di sentra pengasapan ikan Bandarharjo. Mayoritas bangunan pengasapan ikan di sentra pengasapan ikan Bandarharjo menggunakan kayu dan bambu sebagai material utama bangunan.Untuk material lain yang digunakan adalah seng, GRC board dan plesteran yang diaplikasikan pada bagian dinding dan lantai bangunan pengasapan ikan. Sedangkan untuk tata ruang pada bangunan pengasapan ikan cukuplah sederhana, dimana tata ruang yang ada menyesuaikan alur proses yang terdapat dalam kegiatan produksi ikan asap. Melalui pengkajian mengenai penataan ruang dan penggunaan material pada bangunan pengasapan ikan ini didapatkan bahwasannya ada beberapa hal yang masih kurang dalam penataan ruang dan penggunaan material bangunan. Perlu ditingkatkannya kesadaran pelaku produksi ikan asap dan upaya dari pemerintah setempat untuk dapat bergerak bersama dalam peningkatan kualitas bangunan pengasapan ikan yang terdapat di sentra pengasapan ikan</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bangunan pengasapan ikan merupakan salah satu bangunan industri rumah tangga yang banyak terdapat di Indonesia, salah satunya di Semarang. Di Semarang sendiri bangunan pengasapan ikan berada di kawasan sentra pengasapan ikan di Bandarharjo, Semarang Utara. Pada kawasan sentra pengasapan ikan Bandarharjo, terdapat kurang lebih 35 bangunan pengasapan ikan yang aktif melakukan kegiatan produksi ikan asap setiap harinya. Pembahasan mengenai bangunan pengasapan ikan ini akan difokuskan ke arah penataan ruang dan penggunaan material pada bangunan pengasapan ikan yang terdapat di sentra pengasapan ikan Bandarharjo. Mayoritas bangunan pengasapan ikan di sentra pengasapan ikan Bandarharjo menggunakan kayu dan bambu sebagai material utama bangunan.Untuk material lain yang digunakan adalah seng, GRC board dan plesteran yang diaplikasikan pada bagian dinding dan lantai bangunan pengasapan ikan. Sedangkan untuk tata ruang pada bangunan pengasapan ikan cukuplah sederhana, dimana tata ruang yang ada menyesuaikan alur proses yang terdapat dalam kegiatan produksi ikan asap. Melalui pengkajian mengenai penataan ruang dan penggunaan material pada bangunan pengasapan ikan ini didapatkan bahwasannya ada beberapa hal yang masih kurang dalam penataan ruang dan penggunaan material bangunan. Perlu ditingkatkannya kesadaran pelaku produksi ikan asap dan upaya dari pemerintah setempat untuk dapat bergerak bersama dalam peningkatan kualitas bangunan pengasapan ikan yang terdapat di sentra pengasapan ikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17220</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.2.2017.78-83</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles); 78-83</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17220/12384</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/67141</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T23:00:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">THE RESPONSE OF HYPERMARKET BUILDING FOR ADAPTABILITY  IN HOUSING DEVELOPMENTS</dc:title>
	<dc:creator>Asharhani, Imaniar Sofia</dc:creator>
	<dc:creator>Kusuma, Adriyan</dc:creator>
	<dc:creator>Agriza, Kurnia Fajar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adaptability; hypermarket; adaptation response; housing development, Sustainable</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This paper aims to explore the key factors to assess the adaptability of hypermarkets into residential units. The study focuses on practice studies in Indonesia, specifically Transmart, Trans Icon and Trans Park all of which are former Carrefour hypermarkets undergoing redevelopment. The research investigates the adaptive capacity and adaptive response of these redevelopments by analyzing factors such as location, economic viability, structural constraints, and regulatory compliance, which are critical to determining the feasibility of such adaptations. The methodology involves a comprehensive review of previous literature, secondary data analysis, and an evaluation of overlapping adaptability assessment instruments. The methodology involves a comprehensive review of previous literature, secondary data analysis, and an evaluation of overlapping adaptability assessment instruments. From these instruments, the study explores their implementation in practice within Indonesia, focusing on case studies of hypermarkets. This is followed by identifying adaptation responses from the owners' perspective, particularly regarding their strategies and decision-making processes in adapting hypermarkets for mixed-use functions. Data collection utilizes Street View Imagery (SVI) to analyze spatial changes, locational factors, and patterns of transformation, providing a visual representation of adaptability. Findings reveal the study identifies two types of hypermarkets adaptation response: those with limited areas, where expansion is primarily vertical with similar functions, and those with larger areas that allow for horizontal expansion. Owners respond by implementing dynamic mixed-use developments on large plots of land, optimizing land use, and integrating various functions such as residential, commercial, and recreational spaces within the same area. For larger areas, new buildings are added, and existing structures are demolished to comply with zoning adjustments and safety regulations. The insights provided by this research contribute to sustainable urban growth and efficient land use in Indonesia, emphasizing the need for strategic adaptability.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/67141</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.2.2024.91-101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles ); 91-101</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/67141/27295</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Imaniar Sofia Asharhani, Adriyan Kusuma, Kurnia Fajar Agriza</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/23285</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T06:53:25Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUATION OF LIFE SAFETY TECHNICAL FACILITIES FROM FIRE ON APARTEMENT</dc:title>
	<dc:creator>Vividia, Yemima Sahmura</dc:creator>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun IR</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">means of life-saving; fire; evaluation; Jakarta;</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Vertical occupancy, especially apartments, began to live the face of the city. Not without reason, housing needs continue to increase sharply as the availability of vacant land is increasingly limited. Occupying an apartment becomes a trend and lifestyle for young people. The reason boils down to productivity. The construction of apartments is usually built close to various activity centers, both business, commercial, education, health to entertainment. The improvement of building construction is not supported by the availability of land that is increasingly limited, especially in the city of Jarakta, making the construction of high-rise buildings anticipate this. The construction of multi-story buildings also increases the risk of fire. In 2018, according to him, there were at least 1,078 recorded disaster events throughout 2018. Head of the Jakarta Fire and Rescue Management Agency, Subedjo, said that out of a total of 897 buildings or tall buildings in Jakarta, 280 tall buildings had not yet accomplished the fire protection system (Dinas, 2018).Therefore, this research needs to be done to evaluate the lifesaving facilities and infrastructure in the building. The application of fire safety in buildings can be evaluated regarding to NFPA 101 (2013). Based on NFPA 101A: Guide on Alternative Approaches for Life Safety (2013), there are 12 elements of safety and Regulation of the Minister of Public Works No. 26 / PRT / M / 2008 concerning Technical Requirements of Fire Protection Systems in Building Buildings. The building that became the object of research is one of the buildings in the area of Jakarta mentioned building X and building Y. The variables that are the focus of the research are fire stairs, fire doors, and access roads. Based on the results of the study, the level of reliability of the means of saving lives against fire hazards in building X is equal to 58% and in building Y is 65%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/23285</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.1.2019.50-54</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles); 50-54</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/23285/15197</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4749</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T06:49:12Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSEP BERKELANJUTAN  MELALUI OTTV  (OVERAL THERMAL TRANSFER VALUE) DAN MODEL HUBUNGAN ORIENTASI BANGUNAN DENGAN TINGKAT KENYAMANAN TERMAL PADA PERUMAHAN KAWASAN PANTAI</dc:title>
	<dc:creator>Setyowati, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Trilistyo, Hendro</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini memberikan penekanan pada aspek kenyamanan thermal  perkotaan, khususnya daerah perumahan yang berada di kawasan pantai. Strata ekonomi masyarakat mayoritas masih berada di bawah garis kemapanan. Sehingga kondisi penghawaan alami menjadi fokus di dalam penelitian ini. Faktor psikologis penghuni di dalam kondisi tidak nyaman di bawah tekanan kondisi iklim yang ekstrim menjadi prioritas utama dalam mengantisipasi aspek negatif dari kondisi iklim tropis lembab. Nilai OTTV (Overal Thermal Transfer Value) bangunan menjadi dasar dalam menentukan faktor kenyamanan thermal secara prinsip, sedangkan tingkat kenyamanan thermal pada setiap perbedaan orientasi didekati dengan menggunakan pengukuran di lapangan baik menggunakan alat maupun penghitungan manual serta cross-check data dengan standar kenyamanan termal serta grafik sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditunjukkan oleh referensi. aspek orientasi bangunan perumahan pada kawasan pantai sangat siknifikan dalam mempengaruhi kondisi temperatur yang diterima dalam bangunan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini disimpulkan bahwa bangunan perumahan kawasan pantai yang berorientasikan menghadap garis pantai akan menerima temperatur paling tinggi dibandingkan arah orientasi yang lain, yang disebabkan oleh peristiwa radiasi pada permukaan air laut pada siang hari serta ritual angin darat dan angin laut yang berhembus sepanjang hari. Kata Kunci : OTTV, Orientasi Bangunan, Kenyamanan Thermal</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4749</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.1.2013.9-16</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013; 9-16</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4749/4299</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/35437</identifier>
				<datestamp>2021-07-19T05:47:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA BANGUNAN HOTEL (STUDI KASUS: CHARA HOTEL, BANDUNG)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">KAJIAN ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA BANGUNAN HOTEL (STUDI KASUS: CHARA HOTEL, BANDUNG)</dc:title>
	<dc:creator>Hamdani, Larastika Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Hantono, Dedi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bangunan Hotel; Arsitektur Industria;, Ekspos; Material Mentah; Chara Hotel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bangunan hotel; arsitektur industrial; material ekspos; utilitas ekspos; chara hotel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan bidang industri di Indonesia berperan penting dalam perekonomian nasional. Perkembangan industri pariwisata juga terlihat pada pembangunan hotel. Hotel yang sering dijumpai merupakan hotel dengan nuansa mewah sehingga dalam perawatannya memakan biaya yang mahal. Untuk itu, konsep Arsitektur Industrial merupakan suatu konsep yang mengedepankan aspek fungsional dan efisien dengan menggunakan material yang tidak difinishing namun tetap mempertimbangkan estetika design sehingga dapat menekan biaya yang dikeluarkan. Arsitektur Industrial merupakan langgam yang muncul dan berkembang di era modern yang berhubungan dengan penyesuaian dan pemanfaatan kembali suatu barang bekas bangunan pabrik menjadi furniture interior. Karakteristik  Arsitektur Industrial adalah penggunaan bentuk geometris dan garis tegas, penggunaan warna alami dan warna monokrom dari material aslinya, kejujuran dalam penggunaan material dan ekspos sistem utilitas. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penerapan karakteristik Arsitektur Industrial pada Bangunan Hotel dengan cara melakukan studi literatur dan mengkaitkannya dengan studi kasus. Studi kasus yang dipilih merupakan bangunan Chara Hotel, dari studi kasus tersebut akan dianalisis dengan mengkaitkan data studi kasus dengan karakteristik Arsitektur Industrial. Dari analisis tersebut didapatkan hasil berupa penerapan karakteristik konsep Arsitektur Industrial pada Chara Hotel dari segi eksterior maupun interior.  </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perkembangan bidang industri di Indonesia berperan penting dalam perekonomian nasional. Perkembangan industri pariwisata juga terlihat pada pembangunan hotel. Hotel yang sering dijumpai merupakan hotel dengan nuansa mewah sehingga dalam perawatannya memakan biaya yang mahal. Untuk itu, konsep Arsitektur Industrial merupakan suatu konsep yang mengedepankan aspek fungsional dan efisien dengan menggunakan material yang tidak difinishing namun tetap mempertimbangkan estetika design sehingga dapat menekan biaya yang dikeluarkan. Arsitektur Industrial merupakan langgam yang muncul dan berkembang pada masa modern yang berhubungan dengan penyesuaian dan pemanfaatan kembali suatu barang bekas bangunan pabrik menjadi furniture interior. Karakteristik dari Arsitektur Industrial adalah dengan menggunakan bentuk geometrik dan garis-garis tegas, penggunaan warna alami dan warna monokrom dari material aslinya, kejujuran dalam penggunaan material dan ekspos sistem utilitas. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penerapan karakteristik Arsitektur Industrial pada Bangunan Hotel dengan cara melakukan studi literatur dan mengkaitkannya dengan studi kasus. Studi kasus yang dipilih merupakan bangunan Chara Hotel, dari studi kasus tersebut akan dianalisis dengan mengkaitkan data studi kasus dengan karakteristik Arsitektur Industrial. Dari analisis tersebut didapatkan hasil berupa penerapan karakteristik konsep Arsitektur Industrial pada Chara Hotel dari segi eksterior maupun interior.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35437</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.21-28</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles); 21-28</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35437/19155</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/35437/19312</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Larastika Nur Hamdani, Dedi Hantono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7850</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:30:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Simulasi Intensitas Suara Dari Model Bukaan Jendela Pada Bangunan Kuno Di Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Prianto, eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Roesmanto, Totok</dc:creator>
	<dc:creator>Sujono, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Simulasi, Jendela, Bangunan kuno, Kualitas Suara, Semarang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan dan keberlangsungan bangunan kuno di Indonesia, konfigurasi arsitekturnya telah banyak mengalami evolusi yang kuat dalam upaya menyesuaikan iklim tropis lembab. Dan kondisinya sekarang hingga kini tetap eksis telah membuktikan atau telah teruji karena dalam merespond factor iklim setempat. Salah satu karekter bangunan colonial tersebut adalah deminsi bukaan jendela yang besar dalam upaya merespond iklim panas dan minimnya kecepatan udara yang masuk dalam ruangan dari suatu bangunan dis suatu perkotaan, seperti yang ditemukan di Kota Semarang. Kini, dengan effek dari perkembangan kota yang pesat, faktor eksternal yang kerap kita jumpai pada suatu perkotaan besar adalah kebisingan yang kini menjadi tuntutan suatu disain bangunan. Apakah disain keberadaan jendela pada suatu bangunan kuno tersebut telah mempertimbangkan effek ini pada jamannya ? Karena keberhasilan mengatasi permasalahan lingkungan dan iklimnya merupakan point dalam usaha pelestariannya.  Pengamatan pada jendela berdaun ganda pada sebuah bangunan kuno di Semarang dijadikan studi kasus untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan dari pensimulasian terhadap 6 (enam) model bukaan jendela, terbukti bahwa pilihan kualitas suara didapatkan dengan mengoperasionalkan type-type bukaan jendelanya, sehingga kenyamanan penghuni dalam gedung ini ditentukannya sendiri dalam usaha merespond kebisingan yang tidak dikehendaki. Artinya konstruksi jendela seperti ini ternyata bukan hanya sekedar berfungsi memasukan suara / menghindari kebisingan yang tidak dikehendaki, tetapi jupi juga berperan dalam mengatur kualitas suara. Semoga keberadaannya dapat mendukung usaha pelestarian bangunan kuno yang lain dan menginspirasi disain bangunan masa kini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-11-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7850</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.2.2014.95-104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014; 95-104</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7850/6431</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/32325</identifier>
				<datestamp>2022-10-28T20:49:54Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UTILIZATION OF EMPTY SPACE UNDER FLY OVER AS AN OPEN PUBLIC SPACE</dc:title>
	<dc:creator>Jamila, Rona Fika</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayaningsih, Retno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Utilization, Residue space, Fly over,</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The development of transportation facilities is also important to accommodate the mobility of city residents both by private vehicles and by public transportation. One way to break up the transportation complications is to build an overpass or commonly known as a fly over, and this effort is usually quite successful. However, there is another side that often escapes the government's fly over planning, namely the creation of new spaces under the overpass that are not clearly utilized, so that spontaneously, the spaces that are formed are used &quot;at will&quot; by the community. The purpose of this study is to obtain a variety of shapes and dimensions, as well as where the location of residual space under the fly over, Obtaining community use of residual space under the fly over, Obtaining community behavior in utilizing the residual space under the fly overThis research is a basic research that has a Level of Technology 1 and has a target output in the form of national accredited national journals.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/32325</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.1.2022.36-41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles); 36-41</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/32325/21795</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Rona Fika Jamila, Retno Wijayaningsih</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17255</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGELOLAAN SAMPAH SWAKELOLA  SEBAGAI BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT   (KAMPUNG SUKUNAN, KELURAHAN BANYURADEN, SLEMAN – YOGYAKARTA)</dc:title>
	<dc:creator>Sarasati, Carina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengelolaan sampah; partisipasi masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Partisipasi masyarakat merupakan salah satu poin utama dalam penentuan keberhasilan suatu program pembangunan yang terlaksana di suatu wilayah. Hal tersebut berlaku pula dalam pelaksanaan program pengelolaansampah. Dalam hal ini pengelolaan sampah yang dimaksud adalah pengelolaan sampah swakelola yang merupakansistem pengelolaan sampah yang mandiri dan produktif yang dilakukan oleh masyarakat baik secara individu maupunberkelompok di tingkat sumber, dalam hal ini adalah rumah tangga (Perda DIY No.10 tahun 2012). Kampung Sukunan yang berada di Kelurahan Banyuraden, merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sleman,DIY yang menggunakan sistem pengelolaan sampah swakelola di mana masyarakatnya berpartisipasi dari mulai tingkatpengelolaan di rumah tangga hingga TPS. Tidak hanya berhenti di situ, masyarakat Kampung Sukunan juga mengolahsampah-sampah tersebut sehingga volume timbunan sampah yang ada menjadi berkurang dan hasilnya dapatbermanfaat bagi kehidupan masyarakat Kampung Sukunan selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program pengelolaan sampah diKampung Sukunan yang menggunakan sistem pengelolaan sampah swakelola yang diharapkan dapat mandiri danproduktif sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakatnya di segala aspek. Penelitian ini menggunakansumber data primer (observasi secara langsung) dan juga data sekunder, melalui wawancara, pengamatan,dokumentasi dan juga kepustakaan. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah benar bahwa keberhasilan program pengelolaan sampahswakelola di Kampung Sukunan merupakan hasil dari partisipasi masyarakatnya, dan pengelolaan sapah secaramandiri tersebut memberi manfaat yang positif bagi masyarakat baik dari segi sosial, ekonomi maupun kualitas fisikpembangunan Kampung Sukunan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17255</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.2.2016.86-93</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 2 (2016): MODUL  Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles); 86-93</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17255/12405</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/63984</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:45Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">THE SPATIAL MEANING IN &quot;GADIS KRETEK&quot; MOVIE AS A REPRESENTATION OF JAVANESE SOCIETY</dc:title>
	<dc:creator>Julita, Ing</dc:creator>
	<dc:creator>Oktarina, Freta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gadis Kretek; Javanese Society; Kretek Industry; Meanings; Social Space</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The movie series &quot;Gadis Kretek&quot; is an adaptation of Ratih Kumala's novel, framing the family business life within the clove cigarette, known as kretek, industry. This adaptation portrays the societal realities against the background of local wisdom related to the kretek industry in Java. The kretek industry has evolved into one of the largest revenue-generating sectors for the Indonesian government, second only to oil and gas. Kretek have become a cultural heritage of Indonesia, embodying historical and cultural values intertwined with the activities of its people. These values shape a space that relates to form, function, and meaning in architecture, understood through dialogue and image within the movie's scenes. This study will analyze and interpret the production of space in the &quot;Gadis Kretek&quot; movie series and examine the underlying meanings as representation of Javanese society.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/63984</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.1.2024.22-29</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles); 22-29</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/63984/26226</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Ing Julita, Freta Oktarina</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/20038</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:55Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KONTRIBUSI LUBANG ANGIN DAN VENTILASI UDARA PADA BANGUNAN SOBOKARTTI SEMARANG DALAM MEWUJUDKAN KENYAMANAN TERMAL</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">KONTRIBUSI LUBANG ANGIN DAN VENTILASI UDARA PADA BANGUNAN SOBOKARTTI SEMARANG DALAM MEWUJUDKAN KENYAMANAN TERMAL</dc:title>
	<dc:creator>rusmiatmoko, djudjun</dc:creator>
	<dc:creator>Setyowati, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sobokartti; Temperatur Efektif; Kenyamanan Termal; Ventilasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sobokartti; Temperatur Efektif; Kenyamanan Termal; Ventilasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Di Kota Semarang terdapat beberapa bangunan yang berfungsi sebagai pertunjukan kesenian peninggalan penjajahan Belanda yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dengan menggunakan ventilasi udara alami melalui lubang angin pada atap dan kisi-kisi jendela di dalam ruangan dari awal pembangunan tahun 1930 sampai sekarang, bangunan kesenian di Jl. Dr. Cipto yang diberi nama Volkstheater Sobokartti yang kini dikenal dengan nama Sobokartti karya Thomas Karsten. Metode penelitian ini menggunakan metode pengukuran langsung di lokasi lapangan dan menggunakan responden. Pelaksanaan pengukuran dilakukan selama 17 jam, masing-masing dilakukan dalam 1 jam sekali. Variabel yang diukur adalah suhu udara, kelembaban udara, pergerakan udara untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan  kenyamanan termal. Yang sementara itu nilai temperatur efektif dijadikan dasar dalam menentukan kenyamanan termal pada bangunan Sobokartti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan lubang angin pada atap dan kisi – kisi jendela pada bangunan dapat berpengaruh pada kondisi kenyamanan termal, terutama area dalam bangunan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi didalam gedung tetap nyaman karena ventilasi udara di dalam gedung tetap terjaga dan berkecukupan dengan mengandalkan lubang angin pada atap dan kisi-kisi jendela.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di Kota Semarang terdapat beberapa bangunan yang berfungsi sebagai pertunjukan kesenian peninggalan penjajahan Belanda yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dengan menggunakan ventilasi udara alami melalui lubang angin pada atap dan kisi-kisi jendela di dalam ruangan dari awal pembangunan tahun 1930 sampai sekarang, bangunan kesenian di Jl. Dr. Cipto yang diberi nama Volkstheater Sobokartti yang kini dikenal dengan nama Sobokartti karya Thomas Karsten. Metode penelitian ini menggunakan metode pengukuran langsung di lokasi lapangan dan menggunakan responden. Pelaksanaan pengukuran dilakukan selama 17 jam, masing-masing dilakukan dalam 1 jam sekali. Variabel yang diukur adalah suhu udara, kelembaban udara, pergerakan udara untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan  kenyamanan termal. Yang sementara itu nilai temperatur efektif dijadikan dasar dalam menentukan kenyamanan termal pada bangunan Sobokartti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan lubang angin pada atap dan kisi – kisi jendela pada bangunan dapat berpengaruh pada kondisi kenyamanan termal, terutama area dalam bangunan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi didalam gedung tetap nyaman karena ventilasi udara di dalam gedung tetap terjaga dan berkecukupan dengan mengandalkan lubang angin pada atap dan kisi-kisi jendela.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/20038</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.2.2018.90-96</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles); 90-96</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/20038/14210</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/20038/2673</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 MODUL</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1455</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T05:55:35Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SISTEM TATA SUARA PADA BANDARA STUDI KASUS BANDARA AHMAD YANI SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Dwiyanto, Agung</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perencanaan tata suara pada bangunan umum biasanya diaplikasikan sebagai sistim tanda bahaya, sistim informasi, yang ditempatkan pada ruangan-ruangan bangunan tersebut. Maka dari itu penempatan jaringan tatasuara harus sangat diperhatikan agar dapat berfungsi secara maksimal. Tujuan paper ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem jaringan tata suara pada suatu bangunan didesain dan dirancang secara khusus sehingga daya dukung kinerja dapat se-optimal mungkin. Karena dalam merencanakan suatu bangunan atau gedung, utilitas bangunan menjadi hal yang mendasar, sehingga memerlukan perencanaan yang matang. Secara umum system tata suara pada bandara ini dibagi menjadi dua bagian yaitu system tata suara internal kantor dan system tata suara bandara. System tata suara internal kantor adalah system tata suara yang sederhana. Pada system tata suara sederhana disini sumber suara langsung disalurkan melalui mikrophon dan diolah dalam amplifire kemudian disebarkan secara merata melalui  speaker yang berada di masing-masing ruangan. System tata suara ini digunakan untuk kebutuhan tata suara internal antar kantor departemen satu dengan yang lainnya sehingga informasi yang diterima oleh tiap kantor sama. Sedangkan dalam system tata suara bandara menggunakan system central program yang memerlukan ruang tersendiri sebagai ruang control yang mengatur seluruh system tata suara pada bandara. Kata Kunci : Tata Suara, Bandara, Utilitas  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1455</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.1.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1455/1220</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/31006</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">EFEKTIVITAS SKYLIGHT SEBAGAI BUKAAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA MASJID</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS SKYLIGHT SEBAGAI BUKAAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA MASJID</dc:title>
	<dc:creator>Vidiyanti, Christy</dc:creator>
	<dc:creator>Suherman, Suherman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">skylight; bukaan cahaya; pencahayaan alami; masjid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">skylight; bukaan cahaya; pencahayaan alami; masjid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Skylight sebagai salah satu jenis bukaan atas dapat menjadi salah satu strategi dalam memasukkan cahaya alami ke ruang yang tidak dapat dijangkau oleh sistem pencahayaan samping. Masjid Jami’e Darussalam merupakan salah satu masjid yang menggunakan skylight sebagai strategi perancangan pencahayaan alami. Penggunaan skylight ini menjadi dilema dikarenakan cahaya matahari langsung dapat masuk kedalam ruang dan menyebabkan kuantitas pencahayaan alami yang diterima menjadi berlebih. Kondisi ini dapat menyebabkan silau pada ruang. Penelitian ini akan mengkaji skylight sebagai salah satu strategi dalam sistem pencahayaan alami pada masjid. Masjid yang biasanya dirancang dengan pencahayaan rendah, namun pada masjid Jami’e Darussalam terdapat skylight yang akan menghasilkan pencahayaan yang cukup tinggi. Hal ini perlu dikaitkan dengan kenyamanan visual dari pengguna. Metode yang dipakai adalah metode kuantitatif dengan mengkomparasi hasil dari pengukuran lapangan dan kuesioner terhadap pengguna. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan skylight walaupun menghasilkan tingkat pencahayaan yang tinggi, namun tidak berpotensi menimbulkan silau</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Skylight sebagai salah satu jenis bukaan atas dapat menjadi salah satu strategi dalam memasukkan cahaya alami ke ruang yang tidak dapat dijangkau oleh sistem pencahayaan samping. Masjid Jami’e Darussalam merupakan salah satu masjid yang menggunakan skylight. Penggunaan skylight menjadi dilema karena cahaya matahari langsung dapat masuk kedalam ruang yang dapat menyebabkan silau pada ruang. Penelitian ini akan mengkaji skylight sebagai salah satu strategi dalam sistem pencahayaan alami pada masjid. Masjid biasanya dirancang dengan pencahayaan rendah, namun pada masjid Jami’e Darussalam terdapat skylight yang dapat menghasilkan pencahayaan yang tinggi. Hal ini perlu dikaitkan dengan kenyamanan visual dari pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas skylight sebagai bukaan pencahayaan alami dalam menghasilkan kuantitas dan kualitas pencahayaan pada masjid; dan untuk mengetahui kenyamanan visual yang dirasakan oleh responden pada masjid Jami’e Darussalam. Metode yang dipakai adalah metode evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan skylight walaupun menghasilkan tingkat pencahayaan yang tinggi, namun tidak berpotensi menimbulkan silau. Hal tersebut didukung oleh kenyamanan visual yang dirasakan oleh pengguna Masjid Jami’e Darussalam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/31006</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.2.2020.120-125</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles); 120-125</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/31006/18043</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Christy Vidiyanti, Suherman Suherman</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40037</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERSEPSI MASYARAKAT AWAM TERHADAP STANDAR DESAIN DAN KESIAPAN NEW-NORMAL PADA BIOSKOP DI INDONESIA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">PERSEPSI MASYARAKAT AWAM TERHADAP STANDAR DESAIN DAN KESIAPAN NEW-NORMAL PADA BIOSKOP DI INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Laksmiyanti, Dian Pramita Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Nareswarananindya, Nareswarananindya</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Mochamad Junaidi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bioskop; Interior; New normal standard; Sick Building Syndrome</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bioskop; Interior; New normal standard; Sick Building Syndrome</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Wabah COVID-19 telah membuat banyak perubahan di segala sektor. Demi tetap berjalannya perekonomian, beberapa tempat usaha dan ruang publik lainnya dibuka di akhir tahun 2020, walau dalam kenyataannya Indonesia masih dalam status darurat COVID-19. Pemerintah sudah menyatakan ”berkawanlah dengan covid”, namun hal ini bukan berarti masyarakat menjadi tidak hati-hati dan tidak peduli dengan isu kesehatan. Segala aktifitas di ruang publik tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan standar protokol kesehatan yang baru. Salah satu ruang publik yang akan beroperasi akhir tahun ini adalah bioskop. Sebagian masyarakat sudah merasa aman, namun beberapa juga masih meragukan mengingat persyaratan ruang bioskop yang harus tertutup, tidak ada pencahayaan dan penghawaan alami demi kualitas visual dan akustik di dalamnya, serta kemungkinnan berkumpulnya banyak orang dalam satu ruangan tertutup dalam durasi dua hingga tiga jam. Kurangnya sirkulasi udara juga menjadi salah satu penyebab sick building syndrome, namun bukan berarti hal ini tidak dapat diatasi dengan desain arsitektural.Metode yang dilakukan pada penelitian ini secara umum deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan quisioner pada 117 responden yang usianya berkisar antara 17-59 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk merangkum persepsi masyarakat awam mengenai standar new normal, penerapan protocol kesehatan, serta desain interior bioskop yang memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pengguna.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Wabah COVID 19 telah membuat banyak perubahan di segala sektor. Demi tetap berjalannya perekonomian, beberapa tempat usaha dan ruang publik lainnya dibuka di akhir tahun 2020, walau dalam kenyataannya Indonesia masih dalam status darurat COVID 19. Pemerintah sudah menyatakan ”berkawanlah dengan covid”, namun hal ini bukan berarti masyarakat menjadi tidak hati-hati dan tidak peduli dengan isu kesehatan. Segala aktifitas di ruang publik tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan standar protokol kesehatan yang baru. Salah satu ruang publik yang akan beroperasi akhir tahun ini adalah bioskop. Sebagian masyarakat sudah merasa aman, namun beberapa juga masih meragukan mengingat persyaratan ruang bioskop yang harus tertutup, tidak ada pencahayaan dan penghawaan alami demi kualitas visual dan akustik di dalamnya, serta kemungkinnan berkumpulnya banyak orang dalam satu ruangan tertutup dalam durasi dua hingga tiga jam. Kurangnya sirkulasi udara juga menjadi salah satu penyebab sick building syndrome, namun bukan berarti hal ini tidak dapat diatasi dengan desain arsitektural.Metode yang dilakukan pada penelitian ini secara umum deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan quisioner pada 117 responden yang usianya berkisar antara 17-59 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk merangkum persepsi masyarakat awam mengenai standar new normal, penerapan protocol kesehatan, serta desain interior bioskop yang memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pengguna</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40037</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.134-141</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 134-141</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40037/20785</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/40037/9828</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Dian Pramita Eka Laksmiyanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10780</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:07Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENILAIAN ASPEK GREEN HOTEL KELAS MENENGAH (HOTEL BINTANG 1, 2, DAN 3)</dc:title>
	<dc:creator>Anggita, Diptya</dc:creator>
	<dc:creator>Wardhani, Anedya</dc:creator>
	<dc:creator>Danusastro, Yodi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Green Hotel, arsitektur hijau, pembangunan hotel.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Berdasarkan data STR Global (2015), Pembangunan Hotel di Indonesia termasuk terbanyak kedua se-Asia Pasifik. Pembangunan yang terus menerus tanpa memikirkan dampak lingkungan mendatang akan merusak lingkungan. Jumlah hotel semakin hari semakin meningkat. Berdasarkan data statistik hotel dan tingkat penghunian kamar hotel DKI Jakarta (2014), jumlah hotel di DKI Jakarta pada tahun 2014 ada sebanyak 437 hotel, 35.48% adalah hotel bintang tiga, 22.12% hotel bintang dua, 19.82% hotel bintang empat, dan 10.60% hotel bintang satu. Jumlah Hotel bintang dan non bintang di Jakarta mengalami peningkatan sebesar 24.50% sejak tahun 2010-2014. Pembangunan industri pariwisata yang pesat dapat memberikan ancaman yang serius terhadap lingkungan dan sosial budaya. Perkembangan pembangunan hotel juga membuat daerah sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan bekasi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan industri pariwisata yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana aspek green hotel telah diterapkan pada hotel bintang satu, dua, dan tiga di daerah Jabodetabek. Proses penelitian dilakukan dengan pencarian data dan survey lapangan (observasi, wawancara, dan dokumentasi) berdasarkan kriteria yang terdapat pada kuesioner penelitian. Pembahasan pada penelitian yaitu mengenai sampah, energi, HVAC, dan edukasi.  Dengan adanya penelitian ini akan memberikan gambaran perkembangan green hotel di Jabodetabek pada masa ini, sehingga pada pembangunan hotel selanjutnya dapat berkembang lebih baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10780</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.1.2016.21-28</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 1 (2016): Modul  Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles); 21-28</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10780/8555</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52173</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:44Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SENSE OF PLACE KAWASAN SABO DAM KALI GENDOL DAN POTENSINYA BAGI PENGEMBANGAN GEO-CULTURAL TOURISM  	DI KALURAHAN ARGOMULYO, SLEMAN, D.I. YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">SENSE OF PLACE KAWASAN SABO DAM KALI GENDOL-BRONGGANG DAN POTENSINYA BAGI PENGEMBANGAN GEOWISATA DI KALURAHAN ARGOMULYO, KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Widjaja, Pele</dc:creator>
	<dc:creator>Gunawan, Yenny</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Wulani Enggar</dc:creator>
	<dc:creator>Deviani, Tesalonika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sense of Place, Geo-Cultural Tourism; Kawasan Sabo Dam;  Argomulyo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Place; Kawasan Sabo Dam; Geowisata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penetapan Kalurahan Argomulyo sebagai Desa Mandiri Budaya berbasiskan kepariwisataan membutuhkan penggalian potensi-potensi yang ada di tempat tersebut agar Kalurahan ini dapat menjadi destinasi wisata unggulan. Kalurahan Argomulyo berada di daerah rawan bencana alam erupsi gunung Merapi, dan kawasan Sabo Dam Kali Gendol Bronggang merupakan salah satu unsur fisik yang keberadaannya cukup mendominasi wilayah Kalurahan ini. Selain memiliki fungsi utama sebagai kawasan mitigasi bencana untuk pengendalian banjir lahar, Sabo Dam ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu tempat kegiatan dan atraksi geowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep Place kawasan Sabo Dam guna menemukenali keunikan, kekhasan, kekhususan dan daya tarik yang ada di tempat ini. Temuan atas konsep place ini akan menjadi sangat penting bagi arahan dan pedoman pengembangan kepariwisataan di Kalurahan Argomulyo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan menerapkan metoda penelitian survei. Lokus penelitian adalah kawasan Sabo Dam Kali Gendol Bronggang Kalurahan Argomulyo, Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta.. Hasil penelitian ini telah berhasil menemukan bahwa Sense of Place merupakan konsep Place di kawasan Sabo Dam Kali Gendol Bronggang dimana di dalam konsep tersebut terkandung penjelasan tentang dualisme sense of fear vs sense of secure, dualisme sense of freedom vs sense of inferior, sense of time, dan sense of take advantage.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penetapan Kalurahan Argomulyo sebagai Desa Mandiri Budaya berbasiskan kepariwisataan membutuhkan penggalian potensi-potensi yang ada di tempat tersebut agar Kalurahan ini dapat menjadi destinasi wisata unggulan. Kalurahan Argomulyo berada di daerah rawan bencana alam erupsi gunung Merapi, dan kawasan Sabo Dam Kali Gendol Bronggang merupakan salah satu unsur fisik yang keberadaannya cukup mendominasi wilayah Kalurahan ini. Selain memiliki fungsi utama sebagai kawasan mitigasi bencana untuk pengendalian banjir lahar, Sabo Dam ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu tempat kegiatan dan atraksi geowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep Place kawasan Sabo Dam guna menemukenali keunikan, kekhasan, kekhususan dan daya tarik yang ada di tempat ini. Temuan atas konsep place ini akan menjadi sangat penting bagi arahan dan pedoman pengembangan kepariwisataan di Kalurahan Argomulyo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan menerapkan metoda penelitian survei. Lokus penelitian adalah kawasan Sabo Dam Kali Gendol Bronggang Kalurahan Argomulyo, Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta.. Hasil penelitian ini telah berhasil menemukan bahwa Sense of Place merupakan konsep Place di kawasan Sabo Dam Kali Gendol Bronggang dimana di dalam konsep tersebut terkandung penjelasan tentang dualisme sense of fear vs sense of secure, dualisme sense of freedom vs sense of inferior, sense of time, dan sense of take advantage.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/52173</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.2.2023.76-86</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles ); 76-86</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/52173/25041</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Pele Widjaja, Yenny Gunawan, Wulani Enggar Sari, Tesalonika Deviani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19011</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:38Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESILIENT DISAIN TROPIS PADA BANGUNAN KAMPUS  UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Prianto, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Suyono, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Pribadi, Septana Bagus</dc:creator>
	<dc:creator>Indraswara, Muhammad Sahid</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Resiliensi; Iklim Tropis; Bangunan Kampus; Selubung bangunan; Semarang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perubahan iklim yang sangat eksrem pada decade ini sudah menjadi permasalahan global dan memberi dampak pada semua sektor kehidupan manusia. Tak terkecuali imbas pada disain arsitektur suatu bangunan hunian ataupun fungsi  bangunan  lainnya,  walau  sejak  awal  telah  didisain  dengan  konsep  “design  with  climate”.  Dengan memahami dampak parameter iklim terhadap tampilan façade bangunan merupakah salah satu langkah untuk membuktikan seberapa tangguh (resilient) disain arsitektur tropis ini.Mengamati karakter seluruh bangunan perkulihan di kampus Universitas Diponegoro  yang telah dibangun sejak tahun 1980-an, dengan style arsitektur tropis yang beragam, kami jadikan obyek pengamatan untuk hal tersebut diatas  :  Sejauh  mana  resilence  disain  tropis  nya  ?  dan  element-element  disain  apa  sajakah  yang  patut “dilestarikan” ?  Penganalisaan dilakukan terhadap  3  variabel  utama  (resiliensi, factor  iklim  dan  arsitektur bangunan pada  13 bangunan perkuliahan kampus Undip ditahun 2017 ini. Kondisi ketangguhan  yang diharapkan mewakili secara general pada bangunan yang telah berusia lebih dari 25 tahun.Terdapat dua hasil temuan: Pertama, terdapat 5 (lima) element bangunan tropis yang menjadi “tameng/perisai”factor iklim tropis, yaitu proporsi masa bangunan, atap, dinding, tritisan dan pelubangan dinding (jendela). Kedua: bahwa ketangguhan bangunan merupakan disain bangunan yang tidak hanya mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait factor iklim (panas, hujan, angina dan kelembaban), namun optimalisasi dan aplikasi dan inovasi aspek disain aktif (perangkat elektronik) serta mitigasi dan/atau adaptasi sebagai solusi yang komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan bangunan tersebut. “Semakin tangguh suatu disain bangunan adalah keseimbangan antara pengentasan dan pendayagunaan factor iklim”</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19011</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.1.2018.33-40</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles); 33-40</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19011/13256</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/25469</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PELESTARIAN RUMAH DINAS PT KAI AMBARAWA</dc:title>
	<dc:creator>Prasetyo, Kukuh Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Suprapti, Atik</dc:creator>
	<dc:creator>Setyowati, Erni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Museum Kereta Api Ambarawa; Rumah Dinas; Pelestarian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter bangunan Rumah Dinas PT KAI Ambarawa yang meliputi karakter spasial, visual, dan struktural bangunan, menganalisis dan menentukan strategi arahan pelestarian bangunan Rumah Dinas PT KAI Ambarawa. Metode analisis data yang digunakan pada studi ini, yaitu metode deskriptif analisis, evaluatif, dan development. Hasil dari  analisis tentang karakter visual  bangunan  rumah  dinas PT KAI Ambarawa  ini,  di dominasi bentukan geometri. Ciri visual pada bangunan rumah memiliki beberapa bentuk geometri, antara lain persegi panjang, segitiga dan jajaran genjang. Terdapat tiga tingkatan ruang pada bangunan rumah dinas, yaitu ruang utama sebagai pusat aktivitas, ruang selasar sebagai akses menuju keruang service yang menjadi ruang ketiga. Penggunaan  elemen- elemen bangunan dengan ukuran besar dan ornament-ornamen menggambarkan bangunan rumah dinas ini merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda. Ciri spasial bangunan, terjadi perubahan, yaitu penambahan beberapa ruang dengan alasan memenuhi  kebutuhan ruang pihak rumah sakit. Ciri struktural terlihat pada bangunan asli peninggalan kolonial yang sampai saat ini menggunakan dinding dengan ketebalan satu bata dan penggunaan modul struktur serta konstruksi atap pada bangunan rumah dinas dibagi menjadi tiga macam, antara lain konstruksi atap limasan, pelana dan atap sandar / datar.. Arahan pelestarian bangunan untuk rumah dinas PT KAI Ambarawa ini diklasifikasikan berdasarkan tiga kelas, yaitu elemen bangunan potensial rendah, sedang, dan tinggi. Setelah ditentukan berdasarkan tingkat elemen bangunan potensial,  maka  setelah  itu  ditentukan strategi arahan pelestarian bangunan sesuai dengan kondisi masing-masing.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25469</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.28-36</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 28-36</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/25469/17132</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Kukuh Dwi Prasetyo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/6548</identifier>
				<datestamp>2018-07-03T09:33:59Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Menuju Harmonisasi  Kehidupan: Ruang Padat Manfaat  Di  Kampung  Kauman Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Suprapti, Atiek</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Abstrak  Dikenal adanya dikotomi dalam proses formasi ruang: pertama adalah formasi ruang melalui skenario pengembangan material, dalam hal ini mobilitas tenaga kerja dan modal; sementara itu yang kedua adalah sebuah ruang yang terbentuk melalui hubungan sosial antar komunitas atau antar individual (Lefebvre, 1995). Kota-kota kuno Indonesia sebagian besar terbentuk secara tradisional dari proses yang kedua. Menembus perjalanan panjang berabad-abad lapis demi lapis kehidupan telah diterakan. Beberapa peristiwa kekuatan politik, ekonomi, sosial budaya telah membentuk wajah kota. Salah satu artefak penting adalah kampung tradisional yang termasuk bagian inti kota lama. Di dalam sebuah kampung, masyarakat hidup bersama dalam kelompok etnis dan dalam kelompok pertetanggaan (kampung pecinan, pekojan, Melayu, Banjaran, Kauman, Pandean, dsb. Kampung merefleksikan pengembangan sosial budaya komunitas, kampung juga merupakan lahan dibawah tekanan kapitalistik. Di dalam suasana ketidak cukupan ruang, kampung tradisional tumbuh, dengan tugas utama untuk membangun mentalitas generasi kota. Banyak aktivitas, sosial budaya, religius, ekonomi, dsb (harian dan eventual aktivitas melengkapi di dalamnya). Dengan jalan ini, akan menjaga keberlanjutan kehidupan sosial. Pengaturan arsitektur-ruang tidak hanya dalam cara-cara peraturan formal, namun juga dilengkapi dengan kesepakatan sosial antara komunitas. Tujuan tulisan ini untuk memberikan pemahaman makna dari kampung tradisional yang memiliki kepadatan tinggi dalam sebuah komponen material sebagaimana dalam komponen non material. Dengan metoda etnografi arsitektur akan memungkinkan mendeskripsikan pengalaman ruang di dalam detail keruangan.  Kata Kunci : Bangunan Fungsi Spesifik , Persyaratan Fungsional, Detail Finishing Arsitektur </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6548</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.1.2014.29-38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 1 (2014): MODUL; 29-38</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/6548/5403</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10770</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:33:21Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERUBAHAN TATA LETAK RUANG RUMAH TINGGAL DISEPANJANG JALAN UTAMA LINGKUNGAN DIKAITKAN DENGAN KEGIATAN EKONOMI</dc:title>
	<dc:creator>Werdiningsih, Hermin</dc:creator>
	<dc:creator>Indrosaptono, Djoko</dc:creator>
	<dc:creator>Darmawan, Edy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perubahan tata letak ruang rumah tinggal, Perumahan, kegiatan ekonomi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, kebutuhan perumahan juga semakin meningkat khususnya dikota-kota besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang layak maka Pemerintah bersama dengan swasta membangun perumahan untuk berbagai lapisan masyarakat berupa real estate maupun perumnas yang dilengkapi dengan berbagai fasilitasnya. Kehidupan yang layak dari penghuni tidak terlepas dari lingkungannya yaitu terpenuhinya fasilitas yang dapat menampung kegiatan berkeluarga dan bermasyarakat. Arsitektur sebagai suatu lingkungan binaan senantiasa berusaha menjawab berbagai perkembangan dan perubahan yang terjadi sehingga arsitektur merupakan  satuan ruang yang digubah, diwujudkan, dibina, ditata berdasarkan kaidah dan  norma-norma yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Setiap desain arsitektur diharapkan dapat memenuhi kebutuhan baik fisik maupun psikologis manusia yang akan menghuninya, terutama dalam pembentukan lingkungan binaan perumahan, dimana didalamnya terjadi proses bermukim yang merupakan proses penyesuaian penghuni agar merasa nyaman, betah dalam bertempat tingggal dilingkungannya. Salah satu untuk membuat nyaman penghuni yang ada didalamnya adalah tersedianya aktivitas ekonomi disekitar perumahan tersebut. Tumbuhnya kegiatan perdagangan di perumahan pada jalan utama lingkungan Perumahan Plamongan Indah, tidak lepas dari adanya kesempatan yang dimiliki oleh lingkungan tersebut sebagai tempat untuk berlangsungnya kegiatan ekonomi.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis  secara kualitatif rasionalistik. Data-data yang dikumpulkan akan disajikan dalam bentuk tabel-tabel. Hal ini diperlukan dalam upaya menemukan hasil yang dipandang relevan terhadap fenomena yang akan diteliti dan dapat dicari hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Variabel penelitian adalah fisik dan non fisik sesuai dengan penelitian kualitatif. Variabel fisik meliputi visualisasi massa bangunan yang mencakup bentuk dan tata letak ruang. Variabel non fisik yang berkaitan dengan peraturan mengenai bangunan dan kondisi sosial ekonomi penghuni.  Hasil penelitian ini adalah bahwa proses penganalisaan dengan mempergunakan setting sebaran variabel-variabel penelitian dari para koresponden secara keseluruhan yang tersaji pada peta/ gambar. Hal ini ternyata sangatlah mempermudah penganalisaannya karena tervisualisasi secara gamblang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10770</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.107-124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015; 107-124</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10770/8544</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38662</identifier>
				<datestamp>2024-05-26T22:33:47Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Cultural Acculturation in the Landlord Family Residence in Kampung Kulitan Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Sukawi, Sukawi</dc:creator>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:creator>Rukayah, Raden Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indis Architecture; Kampung Kulitan,; Cultural Acculturation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kampung Kulitan is located in the Jagalan area, Central Semarang. This village is the forerunner of the Tasripin Kingdom which holds high historical value. The historical value is the Tasripin family home that has not been changed or renovated since its inception. Formerly Tasripin was the one who controlled the land in the Kampung Kulitan area. These houses are historical evidence of the glory of Semarang in the past. To protect the historical value of Kampung Kulitan, Semarang City Government has established the village as a tourist village with the theme of the old village with the Tasripin family house which became the cultural heritage asset in Kampung Kulitan. This study aims to determine how much influence the indis architecture has on the facade appearance of buildings in Kampung Kulitan. This study used descriptive qualitative method. Data collection is done using observations in the field. Observations on objects are supported by interviews with homeowners or other sources who are aware of the development of Kampung Kulitan residential area. The results of data collection are analyzed with the theories concerned about the indis architecture and the appearance of the building. The results of this study indicate that cultural acculturation has occurred, especially the Indis architecture in the form of building facades in Kampung Kulitan. This makes housing in Kampung Kulitan very unique and requires accuracy in its rehabilitation.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/38662</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.1.2023.30-36</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles); 30-36</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/38662/23758</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Sukawi Sukawi, Gagoek Hardiman, Raden Siti Rukayah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17249</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:58Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IMPLEMENTING MIXED LAND USE ROOTING JANE JACOBS’ CONCEPT OF DIVERSITY IN URBAN SUSTAINABILITY</dc:title>
	<dc:creator>bramiana, chely novia</dc:creator>
	<dc:creator>Widiastuti, Ratih</dc:creator>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun IR</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mixed land use; mix-used development urban sustainability; trias toponoma; literature review</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">nowadays, sustainability has become an important issue in any development project, including area development. Thishappen because the area development requires space, in this case land. As people developing land, it damages theenvironment. It means there will be less balance between built environment and natural environment. This calls forconcern in urban sustainability. One of the ways to restore the balance is to reduce as much land as possible to be builtby maximizing the space. This paper will explore the multiple space use in terms of mixed-use development in differentlevel and also assess mixed land use implementation, which include the concept of diversity in urban sustainability</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17249</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.1.2017.27-35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles); 27-35</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17249/12399</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/69257</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:50Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI KEWASPADAAAN PENGHUNI TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN DI LINGKUNGAN KAMPUS, STUDI KASUS: KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Identifikasi Pengetahuan dan Respon Penghuni Terhadap Bahaya Kebakaran di Lingkungan Kampus, Studi Kasus: Kampus Institut Teknologi Bandung</dc:title>
	<dc:creator>Widiantoro, Fajar</dc:creator>
	<dc:creator>Larasati, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Tambunan, Lily</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kampus; kewaspadaan; keselamatan kebakaran; perguruan tinggi; respon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kampus; respon; pengetahuan; keselamatan kebakaran; perguruan tinggi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bahaya kebakaran merupakan ancaman besar yang dapat menyebabkan kerugian materi berupa kerusakan fasilitas juga kehilangan nyawa manusia. Lingkungan kampus perguruan tinggi adalah salah satu lingkungan dengan kerentanan kebakaran yang tinggi, akibat banyaknya jumlah penghuni pada satu waktu dan ruang yang terbatas serta banyaknya sumber api dan bahan mudah terbakar. Kewaspadaan pengguna bangunan terhadap resiko ancaman bahaya kebakaran pada bangunan menjadi faktor penting untuk mengurangi resiko kerugian dan timbulnya korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kewaspadaan penghuni bangunan di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung terhadap bahaya kebakaran, dengan fokus pada pengetahuan, pengalaman, dan respon penghuni terhadap situasi darurat kebakaran. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan kuesioner daring kepada 101 responden dari berbagai latar belakang usia, jenis kelamin, dan profesi. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang sistem proteksi kebakaran pada bangunan namun kurang baik dalam hal operasionalisasi sistem proteksi tersebut. Evakuasi adalah respon dominan dalam menghadapi indikasi bahaya kebakaran. Mayoritas responden ragu-ragu terhadap standar keamanan kebakaran di bangunan tempat mereka beraktivitas. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi dan pelatihan kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons penghuni, dan pengembangan kebijakan manajemen keselamatan kebakaran di lingkungan kampus. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan meningkatkan kesiapan penghuni dalam menghadapi bahaya kebakaran.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bahaya kebakaran merupakan ancaman besar yang dapat menyebabkan kerugian materi berupa kerusakan fasilitas juga kehilangan nyawa manusia. Lingkungan kampus perguruan tinggi adalah salah satu lingkungan dengan kerentanan kebakaran yang tinggi, akibat banyaknya jumlah penghuni pada satu waktu dan ruang yang terbatas serta banyaknya sumber api dan bahan mudah terbakar. Respon dan pengetahuan pengguna bangunan terhadap risiko ancaman bahaya kebakaran pada bangunan menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kerugian dan timbulnya korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan respon penghuni bangunan terhadap situasi darurat bahaya kebakaran di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan kuesioner daring kepada 101 responden dari berbagai latar belakang usia, jenis kelamin, dan profesi. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang sistem proteksi kebakaran pada bangunan namun kurang baik dalam hal operasionalisasi sistem proteksi tersebut. Evakuasi adalah respon dominan dalam menghadapi indikasi dan ancaman bahaya kebakaran. Mayoritas responden ragu-ragu terhadap standar keamanan kebakaran di bangunan tempat mereka beraktivitas. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi dan pelatihan kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons penghuni, dan pengembangan kebijakan manajemen keselamatan kebakaran di lingkungan kampus. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan meningkatkan kesiapan penghuni dalam menghadapi bahaya kebakaran. Kata kunci: kampus; respon; pengetahuan; keselamatan kebakaran; perguruan tinggi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/69257</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.1.2025.43-54</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles); 43-54</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/69257/28804</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/69257/18663</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/69257/18665</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Fajar Widiantoro, Dewi Larasati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/26315</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:23Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN RUANG DAN AKTIVITAS PASAR MINGGU TAMAN SETIABUDI BANYUMANIK TERHADAP TERBENTUKNYA KOHESI SOSIAL MASYARAKAT</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">KAJIAN RUANG DAN AKTIVITAS PASAR MINGGU TAMAN SETIABUDI BANYUMANIK TERHADAP TERBENTUKNYA KOHESI SOSIAL MASYARAKAT</dc:title>
	<dc:creator>Pramesti, Previari Umi</dc:creator>
	<dc:creator>Prabowo, Bintang Noor</dc:creator>
	<dc:creator>Hasan, Muhammad Ismail</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kohesi Sosial; Ruang Publik; kualitatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kohesi Sosial, Ruang Publik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kohesi sosial adalah sebuah perekat yang secara fungsional merupakan kristalisasi dari adanya kesamaan famili, klan, etnik, kesamaan nasib, jenis pekerjaan, orientasi budaya, dan tujuan sosial. Dalam sudut pandang ini, terbentuknya sebuah masyatakat harus melalui mekanisme penyatuan berbagai kesamaan yang disebut di atas. Dengan kalimat lain, pembentukan sebuah masyarakat harus melalui mekanisme perekatan yang disebut kohesi sosial. Pasar  Minggu Taman Setiabudi Banyumanik adalah salah satu fenomena sosial yang ada di wilayah Semarang Atas dimana terdapat aktivitas ekonomi yang secara tidak langsung memfasilitasi terciptanya aktivitas sosial masyarakat setempat. Analisis Teori Produksi Ruang Henri Lefebvre digunakan sebagai alat untuk membaca kondisi di lapangan.Hasil penganalisaan diketahui bahwa kohesi sosial di Pasar Minggu Taman Setiabudi ini merupakan sinergi suatu interaksi dinamis antara proses sosial dan proses spasial, berupa tata ruang, perkembangan masyarakat urban, ruang publik, dan berbagai ekspresi budaya yang muncul atas berbagai praktek ‘menghuni’ suatu ruang</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kohesi sosial adalah sebuah perekat yang secara fungsional merupakan kristalisasi dari adanya kesamaan famili, klan, etnik, kesamaan nasib, jenis pekerjaan, orientasi budaya, dan tujuan sosial. Dalam sudut pandang ini, terbentuknya sebuah masyatakat harus melalui mekanisme penyatuan berbagai kesamaan yang disebut di atas. Dengan kalimat lain, pembentukan sebuah masyarakat harus melalui mekanisme perekatan yang disebut kohesi sosial. Pasar  Minggu Taman Setiabudi Banyumanik adalah salah satu fenomena sosial yang ada di wilayah Semarang Atas dimana terdapat aktivitas ekonomi yang secara tidak langsung memfasilitasi terciptanya aktivitas sosial masyarakat setempat. Analisis Teori Produksi Ruang Henri Lefebvre digunakan sebagai alat untuk membaca kondisi di lapangan.Hasil penganalisaan diketahui bahwa kohesi sosial di Pasar Minggu Taman Setiabudi ini merupakan sinergi suatu interaksi dinamis antara proses sosial dan proses spasial, berupa tata ruang, perkembangan masyarakat urban, ruang publik, dan berbagai ekspresi budaya yang muncul atas berbagai praktek ‘menghuni’ suatu ruang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26315</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.2.2019.110-118</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles); 110-118</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/26315/16062</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Previari Umi Pramesti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/4754</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T06:49:13Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Daftar Isi</dc:title>
	<dc:creator>pelaksana, redaksi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daftar Isi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4754</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.1.2013.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/4754/4304</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/37173</identifier>
				<datestamp>2021-07-19T05:47:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">IDENTIFIKASI LANGGAM DAN PERIODISASI ARSITEKTUR KOLONIAL RUMAH ‘MBESARAN’ PABRIK GULA JATIBARANG</dc:title>
	<dc:creator>Sholih, Muhammad Najieb</dc:creator>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun I R</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Langgam; Periodisasi; Arsitektural Kolonial; Cagar Budaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Rumah dinas administratur Mbesaran pabrik gula Jatibarang merupakan salah satu bangunan kolonial Belanda yang berada di wilayah Kabupaten Brebes. Rumah Mbesaran merupakan rumah pemilik perkebunan atau Tuan Tanah (TT) yang sekaligus menjabat sebagai pengelola perkebunan atau Administratur (ADM) Pabrik Gula Jatibarang. Rumah ini memiliki karakteristik rumah kolonial Belanda yang masih asli dan bertahan hingga kini. Mengacu pada UU RI no. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, bangunan yang memiliki nilai penting bagi lingkungan sekitar dan berusia lebih dari 50 (lima puluh) tahun harus dilestarikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalis langgam dan periodisasi arsitektural kolonial Belanda pada bangunan rumah administratur mbesaran pabrik gula Jatibarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menggambarkan karakteristik rumah Mbesaran. Tahapan penelitian dimulai dari observasi lapangan, mengidentifikasi bangunan berdasarkan karakter langgam/gaya dan menyesuaikan dengan teori yang berkaitan, mengidentifikasi dan menganalisa detail gaya arsitektur kolonial dalam denah, tampak, bahan bangunan, sistem struktur, dan karakter bangunan dan terakhir menarik kesimpulan dari analisa tersebut tentang periodisasi bangunan kolonial Belanda pada rumah mbesaran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-02-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/37173</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.1.2021.63-73</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles); 63-73</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/37173/19637</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Muhammad Najieb Sholih</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10732</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:31:16Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KESESUAIAN POSISI ORIENTASI DAN KEMIRINGAN SOLAR SEL PADA BIDANG SELIMUT BANGUNAN DALAM MANIFESTASI ARSITEKTUR AKTIF DESAIN</dc:title>
	<dc:creator>Indarto, Eddy</dc:creator>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:creator>Murtomo, Bambang Adji</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">intensitas sinar matahari, solar-sel, kemiringan 30O, tegangan, arus, VA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sepanjang sejarah , iklim, energi, dan kebutuhan kebutuhan sumber daya merupakan hal fundamental dalam seni dan tatanan arsitektur. Walaupun kesadaran tentang keterbatasan sumberdaya alam dan keterbatasan energi sudah dimulai sejak tahun 1973 (Altore (2002), oleh karena itu konsep desain dalam rangka hemat energi dalam arsitektur terdapat desain pasif dan desain aktif. Pemanfaatan solar sel sebagai energi alternatif, paling tidak dapat membantu sementara pada saat listrik padam, sehinnga pekerjaan tetap dapat dilakukan walaupun terjadi pemadaman listrik. Selain itu, pemanfaatan solar sel ini merupakan sumber energi listrik alternatif yang terbarukan, tidak mengeluarkan emisi, dan tentunya ramah lingkungan. Agar fungsi solar sel ini dapat maksimal dalam mengasilkan listrik, maka posisi orientasi dan kemiringan 30O sesuai kemiringan atap pada umumnya menjadi fariabel pokok. Hal ini tentunya berkaitan dengan penempatan elemen solar sel tersebut pada bangunan. Oleh karena itu penting untuk dilakukan penelitian tentang “posisi orientasi sesuai kemiringan atap” ini agar dalam penempatan dan perancangannya pada selimut bangunan dapat serasi dan sesuai dengan kaidah arsitektur, akan tetapi tetap efektif menghasilkan energi listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, a) sesuai kemiringan atap pada umumnya, solar-sel secara efektif menghasilkan tegangan untuk orientasi solar-sel yang menghadap ke arah Barat-Laut, urutan berikutnya adalah yang orientasinya menghadap Barat; b) sesuai kemiringan atap pada umumnya, solar-sel secara efektif menghasilkan arus untuk orientasi solar-sel yang menghadap ke arah Utara, urutan berikutnya adalah yang orientasinya menghadap ke arah Barat; dan c) Daya semu (VA) yang dihasilkan solar-sel dengan kemiringan sesuai kemiringan atap pada umumnya, secara efektif adalah yang orientasinya menghadap ke arah Utara, urutan berikutnya adalah yang menghadap ke arah Barat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10732</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.1.2015.13-22</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 1 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015; 13-22</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10732/8512</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/48732</identifier>
				<datestamp>2023-06-06T01:25:53Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">POTENSI VERTICAL GREENERY SYSTEMS DI DALAM MENDUKUNG PENGHEMATAN ENERGI PADA BANGUNAN</dc:title>
	<dc:creator>Widiastuti, Ratih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">efek insulasi; efek pembayangan; efek penahan angin; efek pendinginan; green façades; green walls; selubung bangunan; vertical greenery systems</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Review studi ini mengumpulkan dan merangkum literature terkait vertical greenery systems sebagai elemen selubung bangunan yang mendukung penghematan energi pada bangunan. Dengan adanya critical review ini beberapa aspek utama harus diperhatikan ketika melakukan studi terkait vertical greenery systems, pengaruh system struktur, kondisi iklim setempat, dan jenis tanaman yang digunakan. Kesimpulan utama yang didapatkan dari critical review ini adalah berdasarkan sistem konstruksinya, vertical greenery systems dibagi menjadi green façades dan green walls. Review terhadap pengaruh iklim menunjukkan bahwa studi vertical greenery systems hanya terkonsentrasi di Eropa dan Asia. Diketahui pemilihan jenis tanaman juga harus disesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Hal tersebut terkait dengan pengaruh ketebalan lapisan daun dan luas area dedaunan. Studi juga membuktikan bahwa vertical greenery systems memiliki kontribusi di dalam penurunan konsumsi energi pada bangunan, khususnya untuk pendinginan. Empat aspek utama yang menjadi kajian adalah pembayangan, pendinginan, insulasi, dan penahan angin.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/48732</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.2.2022.70-79</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles); 70-79</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/48732/22602</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Ratih Widiastuti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/17038</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:09Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UNSUR PEMANDANGAN BERSERI / SERIAL VISION SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER VISUAL KORIDOR JALAN LETJEN SUPRAPTO,   KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Serial Vision Sebagai Pembentuk Karakter Visual Koridor Jalan Letjen Suprapto</dc:title>
	<dc:creator>Widiantara, I Wayan Andhika</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karakter Visual; Koridor; Pemandangan Berseri; Serial Vision</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karakter Visual; Koridor; Pemandangan Berseri; Serial Vision</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kawasan dengan latar belakang sejarah Kolonial Belanda, terlihat saat ini masih adanya sekitar lima puluh bangunan dengan arsitektur Kolonial Belanda yang membuat kawasan ini menjadi salah satu kawasan konservasi di Kota Semarang. Didalam kawasan ini terdapat sebuah koridor utama, yaitu pada Jalan Letjen Suprapto. Koridor ini dirancang pada jaman Belanda menjadi pusat orientasi kawasan dengan adanya Gereja Blenduk sebagai orientasi utama.Seiring berkembangnya waktu, koridor jalan Letjen Suprapto memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Ditunjukan dengan munculnya bangunan-bangunan komersial seperti halnya cafe, tempat makan, serta adanya museum. Perkembangan yang cukup pesat tersebut perlu disadari akan memicu munculnya pergesekan bangunan-bangunan baru hasil renovasi dengan bangunan-bangunan lama yang ada apabila tidak diperhatikan dengan benar. Hal ini menyebabkan perlunya perlakuan khusus terkait renovasi dan revitalisasi bangunan yang ada pada koridor ini khususnya penataan wajah bangunan yang ada pada koridor tersebut. Sehingga karakter dari koridor Jalan Letjen Suprapto dapat mewakili citra/image dari kawasan Kota Lama Semarang. Karakter visual koridor tersebut dapat dinilai salah satunya adalah melalui amatan-amatan visual secara menyeluruh saat melintasi koridor. Proses amatan tersebut memberikan kesan dan perasaaan tertentu sehingga pengamat dapat merasakan sesuatu yang berbeda saat berada pada koridor tersebut dengan ketika berada pada koridor kawasan lainnya.Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian mengenai Pengaruh Perwajahan Bangunan Terhadap Karakter Visual Koridor di Jalan Letjen Suprapto, Kawasan Kota Lama Semarang yang juga dilakukan oleh peneliti yang sama dengan menggunakan unsur dominasi, irama, kepaduan, garis langit, serta pemandangan berseri dalam menilai karakter visual koridor tersebut dan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan penelitian studi kasus. Didalam tulisan ini hanya mengangkat mengenai unsur pemandangan berseri dikarenakan dianggap mempunyai nilai keunikan tersendiri dari unsur lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya elemen dari warna pada bangunan Marba dan atap pada menara Gereja Blenduk sebagai titik amatan yang memberikan rasa penasaran kepada pengamat serta seolah-olah pengamat dibimbing untuk menuju ke area tertentu, serta menjadikan kedua bangunan tersebut sebagai  focal poitnt pada koridor Jalan Letjen Suprapto.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kawasan dengan latar belakang sejarah Kolonial Belanda, terlihat saat ini masih adanya sekitar lima puluh bangunan dengan arsitektur Kolonial Belanda yang membuat kawasan ini menjadi salah satu kawasan konservasi di Kota Semarang. Didalam kawasan ini terdapat sebuah koridor utama, yaitu pada Jalan Letjen Suprapto. Koridor ini dirancang pada jaman Belanda menjadi pusat orientasi kawasan dengan adanya Gereja Blenduk sebagai orientasi utama.Seiring berkembangnya waktu, koridor jalan Letjen Suprapto memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Ditunjukan dengan munculnya bangunan-bangunan komersial seperti halnya cafe, tempat makan, serta adanya museum. Perkembangan yang cukup pesat tersebut perlu disadari akan memicu munculnya pergesekan bangunan-bangunan baru hasil renovasi dengan bangunan-bangunan lama yang ada apabila tidak diperhatikan dengan benar. Hal ini menyebabkan perlunya perlakuan khusus terkait renovasi dan revitalisasi bangunan yang ada pada koridor ini khususnya penataan wajah bangunan yang ada pada koridor tersebut. Sehingga karakter dari koridor Jalan Letjen Suprapto dapat mewakili citra/image dari kawasan Kota Lama Semarang. Karakter visual koridor tersebut dapat dinilai salah satunya adalah melalui amatan-amatan visual secara menyeluruh saat melintasi koridor. Proses amatan tersebut memberikan kesan dan perasaaan tertentu sehingga pengamat dapat merasakan sesuatu yang berbeda saat berada pada koridor tersebut dengan ketika berada pada koridor kawasan lainnya.Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian mengenai Pengaruh Perwajahan Bangunan Terhadap Karakter Visual Koridor di Jalan Letjen Suprapto, Kawasan Kota Lama Semarang yang juga dilakukan oleh peneliti yang sama dengan menggunakan unsur dominasi, irama, kepaduan, garis langit, serta pemandangan berseri dalam menilai karakter visual koridor tersebut dan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan penelitian studi kasus. Didalam tulisan ini hanya mengangkat mengenai unsur pemandangan berseri dikarenakan dianggap mempunyai nilai keunikan tersendiri dari unsur lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya elemen dari warna pada bangunan Marba dan atap pada menara Gereja Blenduk sebagai titik amatan yang memberikan rasa penasaran kepada pengamat serta seolah-olah pengamat dibimbing untuk menuju ke area tertentu, serta menjadikan kedua bangunan tersebut sebagai  focal poitnt pada koridor Jalan Letjen Suprapto.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="id-ID"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17038</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.17.2.2017.62-68</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles); 62-68</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/17038/12306</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/64946</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T23:00:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">COMPREHENSIVE ANALYSIS ON BIM LEARNING IN ARCHITECTURE UNDERGRADUATE STUDENTS IN INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Elvina Shanggrama</dc:creator>
	<dc:creator>Dharmatanna, Stephanus Wirawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Architecture; Building Information Modelling; BIM; Learning; Studio</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The use of software in architecture has become a necessary skill to effectively communicate designs and coordinate with stakeholders involved in the studio process. Building Information Modelling (BIM) has been integrated into the architectural education curriculum. Designing with BIM can shorten project timelines, thereby maximizing design exploration. This research aims to provide an overview of the BIM learning process in architectural studios. Data was collected through questionnaires distributed to respondents, focusing on architecture students across Indonesia. Additionally, the BIM learning process will be compared with pre-BIM software: the constraints and their influence on student design development are also key focuses of this research, captured through three stages of questionnaires: at the beginning of the semester, mid-semester, and end of the semester. The findings suggest that learning BIM in architectural studios requires adaptation, but is viewed as an important skill for career survival from the students' perspective, thus motivating their learning process.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/64946</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.24.2.2024.63-70</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles ); 63-70</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/64946/27127</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/64946/18331</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Elvina Shanggrama Wijaya, Stephanus Wirawan Dharmatanna</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/21158</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T06:52:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BRIEF OF BUILDING INFORMATION MODELLING  FOR INDONESIAN ARCHITECTURE</dc:title>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun IR</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Gentina Pratama</dc:creator>
	<dc:creator>Jamila, Rona Fika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BIM; Indonesia; challenges; opportunit; strategy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Building information modelling (BIM) is a system that integrates multi-dimensional aspects of construction project at every phase. Simply said BIM unified all project databases from and to all stakeholders. This system still continuously developed and widely spread on each countries construction projects. In architecture, the BIM has been revolute the human resource requirements on the projects. Indonesia as developing country is still performing transitions from large worker project into more compact projects; from centralized projects into decentralized project. The BIM system has been a mandatory in several Indonesia big infrastructure projects to plan, simulate, design and deliver databases for making more quick decision making and improve the facilities. This paper aim is describing the benefit-challenge factors of BIM adoption on Indonesia architecture projects and the potential driving factors of BIM application. This study was qualitative paradigm with analysis method of selected literatures and previous research paper review which stratified by the cases. The results of this study are BIM bring the high efficiency and represent the complete skills for an architect. However the high initial cost of technology and human investment, the unsupported regulation and conventional system resistant challenged the Indonesia architecture society to adopt BIM. Furthermore the Indonesia architecture education is still struggling to learn and teach the BIM as an integral part in studio as the agent of change.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21158</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.19.1.2019.15-18</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles); 15-18</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/21158/15201</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1463</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T06:43:06Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ADAPTASI TAMPILAN BANGUNAN INDIS  AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI BANGUNAN  Studi Kasus: Resto Diwang dan De Joglo Semarang</dc:title>
	<dc:creator>sukawi, sukawi</dc:creator>
	<dc:creator>Iswanto, Dhanoe</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Arsitektur Indis yang lahir dari kebudayaan lokal dan pendatang, memilki karakteristik yang khas. Selain dari itu, arsitektur Indis sudah terbukti mampu beradaptasi dengan corak budaya dan iklim lokal (iklim tropis). Hal inilah yang menjadikan orang- orang Belanda bisa beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, pun sebaliknya orang lokal atau pribumi dapat menerima gaya arsitektur tersebut. Oleh sebab itu, dirasa perlu adanya pemahaman dan pelestarian yang lebih baik terhadap gaya arsitektur Indis, khususnya terhadap bangunan berarsitektur Indis yang masih tersisa. Saat ini jumlah bangunan Indis yang masih tetap kokoh berdiri di Kota Semarang semakin berkurang dari waktu ke waktu. Di koridor Jl. S. Parman sendiri yang masih merupakan kawasan yang dirancang Thomas Kaarsten hanya tinggal tersisa beberapa bangunan Indis yang terpelihara hingga saat ini. Bangunan Indis yang masih tersisa dan berubah fungsi merupakan bekas rumah tinggal vila,ataupun rumah dinas peninggalan kaum priyayi (pembesar pribumi), pejabat pemerintahan, dan pengusaha. Hal ini dapat diketahui dari gaya arsitekturnya dan massa bangunannya, berikut ragam hias dan detail bangunannya. Fasad kedua bangunan cenderung telah meninggalkan simbol- simbol arsitektur khas Belanda, karena arsitektur Indis tidak hanya mengadaptasi nilai asal dan nilai lokal suatu daerah, namun juga mampu menyesuaikan dengan karakteristik kebutuhannya, sesuai perkembangan jaman. Dari penelitian ini ditemukan telah terjadi perubahan tampilan fasad bangunan akibat alih fungsi bangunan dan renovasi yang mengikuti perkembangan jaman. Perubahan yang terjadi bervariasi satu dengan yang lain. Namun umumnya berupa penambahan kanopi, tritisan, yang disesuaikan dengan tema restorannya.   Kata Kunci : Adaptasi, Arsitektur Indis, Perubahan fungsi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1463</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.2.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1463/1228</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/34614</identifier>
				<datestamp>2021-01-01T12:09:14Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMIZATION BUILDING PERFORMANCE IN EARLY DESIGN STAGE USING INTEGRATED DYNAMIC MODEL</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Dany Perwita</dc:creator>
	<dc:creator>Laksana, Pradhana Jati Budhi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Integrated Dynamic Model (IDM); parametric design; daylight; energy saving; early design stage</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Considering the magnitude of energy loss in building, development of energy saving methods appears to be essential. Daylight plays a significant role in designing energy efficient buildings and improving visual comfort for the occupants. Many daylight analysis methods have been developed in this area. Most of these methods focus on opening maximization. These methods unfortunately might reduce comfort since it causes direct solar glare. There is a need for a reliable lighting simulation model to control the lighting strategy in early stage design. This study proposes a strategy for visualizing daylight analysis of buildings by using Integrated Dynamic Model (IDM). IDM is a combination of design tools used during the conceptual phase for holistic classroom that considers the building’s energy usage, daylight distribution, and thermal indoor environment. The optimization focus is related maximize the performance of the building envelope design. The purpose of this paper are; firstly, providing a new strategy for visualizing the predicting daylight while respecting architectural integrity. The second purpose is to facilitate the designer for choosing window and envelope design alternatives during early stages. The third is to maximize the positive impacts of daylight. Lastly, hopefully IDM could present a simplified simulation and analyze method with the timely, accurate and efficient process.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/34614</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.2.2020.151-156</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles); 151-156</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/34614/18436</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dany Perwita Sari, Pradhana Jati Budhi Laksana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/40728</identifier>
				<datestamp>2022-10-28T20:49:54Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FENOMENA PERUMAHAN SYARIAH DI KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID"></dc:title>
	<dc:creator>Indraswara, Mohammad Sahid</dc:creator>
	<dc:creator>Hardiman, Gagoek</dc:creator>
	<dc:creator>Rukayah, Raden Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Fahmi Syarif</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nilai Islam; Perumahan syariah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Besarnya jumlah umat Islam khususnya di Semarang serta kecenderungan masyarakat urban (kota) untuk mendapatkan lingkungan dan fasilitas yang kondusif untuk beribadah, pendidikan yang islami merupakan potensi dan peluang bagi pengembang perumhan syariah. Perumahan syariah adalah perumahan yang menerapkan nilai-nilai Islam yaitu habluminallah, hablumminannas dan hablumminal alamien sesuai al quran dan Hadits. Penelitian ini bertujuan mencari penerapan nilai-nilai islam  pada fasilitas perumahan syariah dan menetapkan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan developer dalam membangun fasilitas pada  perumahan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis, pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan , sumber sekunder dari internet serta wawancara terstruktur (interview guide). Data yang didapatkan disusun dan dianalisis dengan mencari kesesuaian parameter nilai-nilai islami. Dari analisa didapatkan hasil penelitian bahwa nilai habluminallah diterapkan berupa tempat ibadah di bangun oleh 4 pengembang. Nilai habluminannas berupa   pesantren dibangun oleh 1 pengembang dan ruang terbuka yang direncanakan sebanyak 3 pengembang. Nilai Hablumminal alamien berupa adaptasi dengan alam lingkungan dilakukan oleh semua pengembang perumahan syariah.  Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam pembangunan dibedakan menjadi dua yaitu faktor pendorong terdiri dari niat, menyesuaikan faslitas dengan konsep, dan keberlanjutan pengembangan perumahan. Faktor penghambat, terdiri dari keterbatasan lahan dan jumlah unit rumah, konversi dari perumahan konvesional, kerjasama dengan pemilik lahan, dan pemahaman/rujukan dari asosiasi property syariah. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40728</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.22.1.2022.13-20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles); 13-20</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/40728/21635</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Mohammad Sahid Indraswara, Gagoek Hardiman, Siti Rukayah, Fahmi Syarif Hidayat</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10785</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:29:23Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI PENERAPAN METODA PEMBELAJARAN YANG TERINTEGRASI (INTEGRATED LESSON LEARNED) DARI MATA KULIAH YANG SERUMPUN</dc:title>
	<dc:creator>Werdiningsih, Hermin</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Suzanna Ratih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peningkatan Kualitas ,Metoda pembelajaran, Pembelajaran Yang Terintegrasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Metoda pembelajaran di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro khususnya yang diimplementasikan  pada  mata  kuliah  –  mata  kuliah  yang  serumpun  dapat  dikatakan  masih  belum optimal dalam pencapaian kualitas pemahaman dari peserta didik.Kondisi tersebut dapat diidentifikasi melalui kegiatan evaluasi dari sistem pembelajaan saat ini yangsecara  rutin  dilakukan  di  Laboraturium  Desain  dan  Lingkungan  BInaan.  Dari  hasil  analisis  diketahui bahwa hampir 80% dari keseluruhan mahasiswa yang mengambil mata kuliah yang serumpun belum memiliki kemampuan untuk dapat mengintegrasikan peran antara mata kuliah yang berada dalam rumpun yang sama dalam satu permasalahan nyata. Pemahaman mahasiswa yang partial tersebut di perkuat dengan sistem pemberian tugas yang berbeda dan hanya diberikan pada setiap mata kuliah yang berada dalam satu rumpun.Guna mengantisipasi permasalahan diatas, dalam penelitian ini akan diteliti satu metoda pembelajaranyang dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan hubungan yang kuat antar mata kuliah dalam satu rumpun. Metoda yang akan dicoba diimplementasikan adalah     metoda pembelajaran “Integrated Lesson Learned”.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10785</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.16.1.2016.55-66</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 16, No 1 (2016): Modul  Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles); 55-66</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10785/8560</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 MODUL</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/60224</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:45Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAYLIGHT OPTIMIZATION IN A CAFÉ THROUGH WINDOW TO WALL RATIO AND ILLUMINANCE ANALYSIS: A CASE STUDY OF BREW AND CHEW CAFÉ IN BANDUNG, INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Ardyanny, Yuninda Mukty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Window to Wall Ratio, Daylighting, Illuminance Level, Daylight Simulation, Café</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daylighting is essential for enhancing the lighting ambiance and ensuring occupants' visual comfort in a café. Nowadays, a café is not only a leisure destination, but also becomes a preferred place for people working remotely. Consequently, the necessity for proper daylighting in a café becomes crucial to achieve customers' visual comfort. Regarding daylighting, windows play a pivotal role in bringing natural light into a building. Thus, the Window-to-Wall Ratio (WWR) percentage has a significant impact on the illuminance level within the building. To prevent visual discomfort, the Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) v4.1 Standard for daylight measurement will serve as the parameter to achieve an acceptable level of illuminance, ranging between 300 lux and 3,000 lux at both 9 AM and 3 PM. The objective of this research is to determine the optimal WWR percentage in a case study café to achieve an acceptable illuminance level based on the LEED v4.1 standard, using Velux as the simulation software. The research methodology involves measuring the existing illuminance level of the case study café using a lux meter to validate the building simulation results. Subsequently, the 3D model of the café will be simulated in Velux with varying Window-to-Wall Ratios (WWR) to identify the optimal WWR that aligns with the LEED v4.1 standard for daylight measurement.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/60224</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.2.2023.110-115</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles ); 110-115</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/60224/26044</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Yuninda Mukty Ardyanny</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/20793</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:31:03Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PERUBAHAN FUNGSI RUANG PADA CAGAR BUDAYA KLINIK BETHESDA PETERONGAN</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Satrio</dc:creator>
	<dc:creator>Bayuaji, Kurniawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cagar Budaya; Pelestarian; Klinik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Klinik Bethesda Peterongan merupakan salah satu bangunan Cagar Budaya yang dilestarikan oleh Pemerintah Kota Semarang. Bangunan ini awalnya merupakan rumah tinggal milik keluarga Tan Siang Swie. Namun, seiring berjalannya waktu bangunann ini sekarang difungsikan sebagai klinik yang kepengurusannya menjadi satu dengan GKI Peterongan. Tentunya, sebagai cagar budaya bangunan ini memiliki nilai penting yang patut untuk dilestarikan agar bisa menjadi objek studi di masa yang akan datang. Namun, penggunaan bangunan lama dengan fungsi baru terkadang memaksa pemilik atau pengelola bangunan untuk memenuhi kebutuhan dari bangunan ini, dan terkadang hal tersebut bisa saja bersifat merusak. Maka dari itu, diperlukan sebuah tinjauan mengenai bagaimana tindakan pelestarian yang sudah dilakukan pada bangunan ini, dan bagaimana rekomendasi tindakan yang seharusnya dilakukan pada bangunan ini di masa yang akan datang</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/20793</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.2.2018.70-74</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles); 70-74</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/20793/14203</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/1449</identifier>
				<datestamp>2012-02-01T05:16:21Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RAGAM HIAS DAN WARNA SEBAGAI SIMBOL  DALAM ARSITEKTUR CINA</dc:title>
	<dc:creator>Moedjiono, Moedjiono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Arsitektur Cina yang sudah hadir di negeri kita sejak beberapa abad yang lalu ditandai dengan munculnya bangunan-bangunan tempat peribadatan (Klenteng) maupun bangunan-bangunan rumah tinggal yang terdapat banyak dikawasan Pecinan, terutama dikota-kota pantai. Hal ini wajar mengingat orang-orang Cina yang datang ke negeri kita dahulu umumnya adalah para perantau yang menggunakan laut sebagai media transportasinya. Bangunan-bangunan dengan gaya Arsitektur Cina yang mereka hadirkan, menampilkan sesuatu yang khas dengan bentuk dan nuansa yang mempunyai ciri Arsitektur tersendiri. Adanya ragam hias (ornamen) dan warna-warna yang digunakan dalam bangunan mengandung makna dan maksud tertentu. Arsitektur Cina merupakan Arsitektur Khas Oriental yang berasal dari daratan Cina yang pada dasarnya adalah Arsitektur Tradisional berornamen atau berhias. Hiasan tersebut bisa berada di dinding, pintu dan jendela dan lain-lain yang didasarkan pada mitos dan kepercayaan bangsa Tionghoa, dengan berbagai ragam ornamen mulai dari ragam geometris, motif tanaman, motif hewan bahkan sampai dengan legenda-legenda, dengan warna-warna khas yang tampil. Hal ini tentu saja memberi makna dan arti tersendiri bagi kehidupan masyarakat Tionghoa dengan kebudayaannya, yang sudah menyebar ke berbagai pelosok negara, dan yang pasti akan memberi kontribusi pada khasanah Arsitektur dunia. Kata Kunci: arsitektur, ornamen, warna, simbol.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2012-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1449</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.11.1.2011.%p</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/1449/1216</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/29933</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRUKTUR FORMAL FASADE BANGUNAN UTAMA BERSEJARAH (Kawasan Kota Lama Semarang)</dc:title>
	<dc:creator>Setiawan, Deni Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Rukayah, Raden Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Harsritanto, Bangun IR</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">struktur formal; fasade; bangunan bersejarah, kota lama semarang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Struktur suatu kawasan berkembang dan dikembangkan  melalui suatu aturan yang terkadang berubah-ubah tetapi dapat menghasilkan keselarasan. Kota Lama Semarang terbentuk sejak zaman VOC berdiri di Nusantara. Proses perkembangan bangunan dan infrastrukturnya tidak terjadi hanya pada satu kurun waktu. Beragam fungsi bangunan yang mengisi Kawasan benteng kota lama Semarang membuat kehidupan di dalamnya dapat bertahan.  Pada era kiwari, fungsi bangunan dan tambah-kurang bangunan terjadi di Kawasan ini. Perubahan tersebut kurang dapat dirasakan jika kita melewati Kawasan bersejarah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur formal fasade bangunan utama di dalam Kawasan Benteng Kota Lama Semarang. Hasil observasi lapangan yang dibahas menggunakan literatur tentang struktur formal, fasade, dan kajian historiografi untuk menghasilkan dugaan struktur formal pada fasade bangunan utama di Kawasan ini</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29933</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.75-83</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 75-83</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/29933/17148</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Deni Wahyu Setiawan, Agung Budi Sardjono, Raden Siti Rukayah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/7801</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:30:05Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Konsep Arsitektur Jawa Dan Sunda Pada Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon</dc:title>
	<dc:creator>Muffid, Mudhofar</dc:creator>
	<dc:creator>Suprijadi, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Rukayah, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masjid, Arsitektur Jawa, Arsitektur Sunda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu alasan Cirebon  dikenal sebagai kota Wali, adalah  dengan melihat sejarah Cirebon sebagai pusat pengembangan Islam ditanah Jawa Barat termasuk Banten, dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan mempunyai peran stategis dan penting. lokasi Cirebon yang berada di perbatasan Jawa dan Sunda, memungkinkan  terjadinya  akulturasi budaya dan pengaruh lokal mempengaruhi wujud arsitektur Masjid Agung tersebut, pengaruh Sunda dikarenakan Sunan Gunung Jati adalah cucu dari Prabu Siliwangi Raja kerajaan Pajajaran yang menguasai tanah Sunda, memberikan pengaruh yang cukup besar, disisi lain Sunan Gunung Jati  merupakan anggota Dewan Wali Sanga yang berpusat di Jawa, juga mempunyai salah satu istrinya dari pembesar Majapahit. Dua arsiektur tradisonal ini memberikan pengaruh yang cukup besar pada perwujudan konsep arsitektur pada Masjid Agung sang Cipta Rasa. Penelitian ini dengan metode penelitian Kualitatif bertujuan mengkaji dugaan pengaruh dua arsitektur tradisional yaitu arsitektur Sunda dan arsitektur Jawa terjadi pada konsep arsitektur yang digunakan. Sasarannya mengkaji tata letak Masjid Agung Sang Cipta Rasa terhadap kawasan Keraton, Bentuk dan Ruang Arsitektur serta ragam hias. Dari hasil penelitian dapat dilihat perpaduan dua konsep Arsitektur Jawa dan Sunda ada pada Konsep Arsitektur Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Kata Kunci : Masjid, Arsitektur Jawa, Arsitektur Sunda </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2014-10-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7801</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.14.2.2014.65-70</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014; 65-70</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/7801/6396</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/38433</identifier>
				<datestamp>2022-06-06T17:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERILAKU ADAPTASI DAN PERUBAHAN PENATAAN HUNIAN DI MASA PANDEMI COVID-19</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERILAKU ADAPTASI DAN PERUBAHAN PENATAAN HUNIAN DI MASA PANDEMI COVID-19</dc:title>
	<dc:creator>Asharhani, Imaniar Sofia</dc:creator>
	<dc:creator>Gupitasari, Marchelia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">telework;  adaptasi; modifikasi; penataan; hunian; covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">telework;  adaptasi; modifikasi; penataan; hunian; covid-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyesuaian perilaku selama Pandemi Covid-19 akibat perubahan pola kegiatan bekerja dan belajar dari rumah memberikan dampak besar pada kegiatan sehari-hari di dalam rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan penghuni dan mengungkap ragam modifikasi hunian yang dilakukan selama masa Pandemi Covid-19. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk menjadi rekomendasi desain untuk hunian yang adaptif apabila terjadi perubahan situasi yang tiba-tiba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengetahui kecenderungan kepuasan penghuni pada proses penataan ulang dalam rumah tinggal. Sampel data dikhususkan kepada keluarga yang melaksanakan bekerja dan belajar dari rumah pada masa protokol menjaga jarak ditetapkan. Pengambilan data ditujukan kepada sejumlah narasumber dan dilakukan wawancara mengenai kepuasan mereka terhadap perubahan yang terjadi pada hunian masing- masing. Narasumber tersebut sekaligus berlaku menjadi pengamat perubahan yang terjadi di hunian mereka. Analisis mengenai ragam perubahan dilakukan dengan membuat klasifikasi terhadap jumlah dan jenis perubahan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan penghuni memiliki kecenderungan kearah positif dengan adanya kompromi terhadap fungsi beragam dalam satu ruangan dan terjadi peningkatan perawatan ruangan, serta kompromi terhadap kebisingan. Tipe perubahan yang paling banyak ditemukan adalah  pembagian dan penukaran fungsi ruangan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penyesuaian perilaku selama Pandemi Covid 19 akibat perubahan pola kegiatan bekerja dan belajar dari rumah memberikan dampak besar pada kegiatan sehari-hari di dalam rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengunkap faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan penghuni dan mengungkap ragam modifikasi hunian yang dilakukan selama masa Pandemi Covid-19. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk menjadi rekomendasi desain untuk hunian yang adaptif apabila terjadi perubahan situasi yang tiba-tiba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengetahui kecenderungan kepuasan penghuni pada proses penataan ulang dalam rumah tinggal. Sampel data dikhususkan kepada keluarga yang melaksanakan bekerja dan belajar dari rumah pada masa protokol menjaga jarak ditetapkan. Pengambilan data ditujukan kepada sejumlah narasumber dan dilakukan wawancara mengenai kepuasan mereka terhadap perubahan yang terjadi pada hunian masing- masing. Narasumber tersebut sekaligus berlaku menjadi pengamat perubahan.yang terjadi di hunian mereka. Analisis mengenai ragam perubahan dilakukan dengan membuat klasifikasi terhadap jumlah dan jenis perubahan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan penghuni memiliki kecenderungan kearah positif dengan adanya kompromi terhadap fungsi beragam dalam satu ruangan dan terjadi peningkatan perawatan ruangan, dan kompromi terhadap kebisingan. Tipe perubahan yang terjadi paling banyak ditemukan adalah  pembagian dan penukaran fungsi ruangan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/38433</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.21.2.2021.102-110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles); 102-110</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/38433/20017</dc:relation>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/downloadSuppFile/38433/8348</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Imaniar Sofia Asharhani, Marchelia Gupita Sari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/10775</identifier>
				<datestamp>2019-07-17T07:14:36Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN CITRA KOTA DALAM CITY-BRANDING  MAGELANG KOTA SEJUTA BUNGA</dc:title>
	<dc:creator>Prabowo, Bintang Noor</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Branding, Citra Kota, Magelang Kota Sejuta Bunga, Path, Node, Edge, District, Landmark</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemerintah Kota Magelang dalam usahanya mewujudkan city branding  Magelang Kota Sejuta Bunga melakukan kajian menyeluruh dari segala aspek, mulai dari aspek filosofis, aspek budaya, aspek perencanaan wilayah, aspek ekonomi, aspek hukum, aspek kebijakan publik, hingga aspek penataan fisik kotanya. Jurnal ini secara khusus membahas mengenai aspek penataan fisik kota, dalam bingkai perspektif Teori Citra Kota yang dikemukakan oleh Kevin Lynch dalam bukunya yang berjudul Image of The City. Teori ini dipilih karena kesesuaiannya dengan tujuan city branding, khususnya dalam aspek penataan fisik kota yang ingin menonjolkan citra Magelang sebagai sebuah kota yang identik dengan bunga dalam kuantitas dan kualitas yang sangat besar. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2015-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10775</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.15.2.2015.163-170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 15, No 2 (2015): Modul  Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015; 163-170</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/10775/8549</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/52770</identifier>
				<datestamp>2025-11-23T21:20:44Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">THE PLACELESSNESS OF KAMPUNG KAPITAN PALEMBANG: CAGAR BUDAYA DI AMBANG KEHANCURAN</dc:title>
	<dc:creator>Meliansari, Syifa Rahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Ellisa, Evawani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sense of Place; Placelessness; Kampung Kapitan; Tepian Sungai Musi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tepian Sungai Musi adalah salah satu kawasan padat penduduk dengan panjang sungai 720 km dan membelah kota Palembang menjadi 2 kawasan, yakni Ulu di Utara dan Ilir di Selatan. Banyak permukiman etnis di bagian Ulu merupakan kampung lama. Salah satunya adalah kampung Kapitan yang dulunya kental budaya Tionghoa. Namun kurangnya perhatian dan perawatan menyurutkan rasa kepemilikan bersama dan berakibat pada meredupnya identitas kampung yang dahulu dikenal sebagai kampung dengan budaya pinggir sungai. Penelitian ini membahas penyebab placelessness Kampung Kapitan dan mencari peluang untuk menghidupkan kembali sense of place sebagai kawasan bersejarah. Kajian ini bersifat kualitatif, dilakukan melalui observasi, penelusuran sejarah dan pengumpulan data-data pendukung. Penelitian menunjukkan identitas Kampung Kapitan sebagai kampung cagar budaya mulai bergeser dan kabur. Banyak ditemukan potensi, namun kondisi Kampung Kapitan saat ini semakin mengkhawatirkan dan terancam punah. Perlu upaya yang sangat serius untuk bisa memperkuat identitas lokal guna meningkatkan rasa kepemilikan dan rasa bangga masyarakat. Makalah ini mengusulkan penerapan indikator sense of place sebagai cara untuk menata kembali Kampung Kapitan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/52770</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.23.1.2023.50-59</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles); 50-59</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/52770/23959</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Syifa Rahmi Meliansari, Evawani Ellisa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/19005</identifier>
				<datestamp>2020-06-13T06:30:25Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN KANTOR DENGAN RAK CAHAYA GANDA TERHADAP EFISIENSI DISTRIBUSI SUHU UDARA EFEKTIF DAN CAHAYA ALAM</dc:title>
	<dc:creator>Indarto, Eddy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">efektifitas; distribusi cahaya alam; daylighting; usaha penurunan; suhu ruangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rak cahaya adalah salah satu system pengembangan cahaya siang hari dalam membantu meningkatkan distribusi kuantitas pencahayaan di dalam ruangan yang efektif, dan berkontribusi dalam penghematan energi. Selain itu, rak cahaya membantu untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan penerangan buatan yang sumber energinya berasal dari pembakaran fosil, dan meminimalkan ketidaknyamanan visual secara psikologis dan terutama fisiologis yang disebabkan oleh penggunaan pencahayaan buatan pada siang hari. Bangunan kantor sebagai karya arsitektur yang responsive terhadap lingkungan, penting untuk mengambil keuntungan pemanfaatan cahaya alami pada siang hari.Memang dalam desain arsitektur telah banyak dilakukan strategi daylighting klasik menggunakan Light-shelf, akan tetapi penelitian-penelitian yang ada hanya terkain dengan distribusi cahaya dengan rak cahaya tunggal pada letak astronomis tertentu. Dalam penelitian ini ingin mengetahui efektifitas penggunaan rak cahaya ganda untuk delapan orientasi, tidak saja efektifitas distribusi cahaya akan tetapi juga terhadap suhu efektif ruangan, pada bangunan kantor untuk kota-kota dengan letak astronomis 60 Lintang Selatan. Penelitian ini termasuk dalam metode penelitian eksperimental (Groat &amp; Wang, 2002). Penelitian ini merupakan kajian/review secara kuantitatif tentang penggunaan rak cahaya ganda (double light shelf) pada ruang kantor tipe medium, untuk berbagai orientasi, pengaruhnya terhadap efisiensi distribusi cahaya alami dan suhu efektif ruangan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19005</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.18.1.2018.1-8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles); 1-8</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/19005/13250</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/76315</identifier>
				<datestamp>2026-02-10T01:13:28Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">THE ROLE OF ARTIFICIAL LIGHTING IN INCREASING THE SPIRITUALITY OF WORSHIP SPACES  (STUDY GKJ MERGANGSAN, YOGYAKARTA)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID"></dc:title>
	<dc:creator>Sekarlangit, Nimas</dc:creator>
	<dc:creator>Ola, Frengky Benediktus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Artificial Lighting, Spirituality, Worship Space, Dialux, GKJ Mergangsan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Worship spaces support spiritual practices and foster religious community, where lighting influences the atmosphere and worship experience. Many traditional churches, including the Mergangsan GKJ, tend to prioritise the basic function of illumination without maximising its spiritual potential, resulting in suboptimal conditions that diminish devotion. Ideally, artificial lighting design should be comprehensive, integrating function with psychological and spiritual dimensions. The warm natural lighting mimics natural afternoon light and is believed to create a calm, comfortable atmosphere and enhance spiritual connection. Simulation using Dialux is an effective tool for optimising this design. This study aims to analyse the role of artificial lighting in the Mergangsan GKJ in creating a spiritual atmosphere. The methodology used is a mixed approach: quantitative simulation using Dialux Evo to analyse existing lighting conditions and alternative warm natural lighting scenarios, and a qualitative literature review of lighting standards and the spiritual function of light. The results indicate that the Mergangsan GKJ artificial lighting meets functional illumination standards in all main areas (altar, music/gamelan room, lower and upper congregation areas). The choice of colour temperature 3000K (Warm White) and CRI 80 consistently creates a warm and comfortable atmosphere that supports solemnity, proving a new contribution in integrating functionality and spirituality in architectural lighting design.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/76315</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.25.2.2025.88-96</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles); 88-96</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/76315/29631</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Nimas Sekarlangit, Frengky Benediktus Ola</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/28028</identifier>
				<datestamp>2020-12-02T02:53:34Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFFICIENCY OF INPATIENT LAYOUT IN PRIVATE HOSPITAL (Case Study: Bhakti Asih Hospital, Brebes Central Java)</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuningrum, Sri Hartuti</dc:creator>
	<dc:creator>Wardhani, Mustika K.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Inpatient Care; Room Layout; Design Efficiency; Service Optimization</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">In the context of hospital building, inpatient care has large portion in comparasion of the other facility areas within hospitals related to efficiency, such as outpatient services, emergency room, diagnostic and especially inpatient function group services. Even though inpatient care group do not have specific requirements for detailed design and building equipment, it requires efficiency considerations related to correlation with room layout. It is expected that by considering the level of efficiency of service to patients, design can fulfill technical requirements of health and medical aspects. Regarding designs for district-level private hospitals, demand optimization of placement and layout of inpatient care became main topic in this research. This is related to the value of investment in building area development and types of services provided according to inpatient services class. The method used is comparative study of two (2) private hospital design to find the mind factors that most influence of optimization of inpatient layout. The results of study can be used as a guide in architectural design process for designing hospital buildings especially related to design efficiency of inpatient layout so that the building can function sustainability because of optimal service.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro</dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/28028</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.20.01.2020.1-9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/28028/17236</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Sri Hartuti Wahyuningrum, Mustika K. Wardhani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.undip.ac.id:article/5380</identifier>
				<datestamp>2018-01-10T07:29:32Z</datestamp>
				<setSpec>modul:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ORNAMENTASI RUMAH TRADISIONAL KUDUS: PERKEMBANGAN DAN PENERAPANNYA</dc:title>
	<dc:creator>Iswanto, Dhanoe</dc:creator>
	<dc:creator>Sardjono, Agung Budi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Konservasi dapat dilakukan dengan mengembangkan apa yang menjadi karakteristik dan menyesuaikannya dengan kondisi saat ini. Arsitektur rumah tradisional Kudus ditandai dengan ornamentasi yang rumit serta halus. Ukiran pada rumah Kudus bukan sekedar hiasan tetapi juga menggambarkan strata penghuninya. Sayang sekali keberadaan rumah Kudus dengan ragam hiasnya makin lama makin sedikit karena ketidak mampuan penghuni rumah sekarang untuk memelihara rumahnya serta tingginya harga jual rumah. Oleh karena itu upaya pelestarian peninggalan kebudayaan tersebut menjadi penting dan mendesak dilakukan. Penelitian bertujuan untuk merekam karakteristik ornamen pada arsitektur rumah adat Kudus dan melihat arah pekembangannya pada saat ini. Pengenalan karakteristik ornamentasi rumah tradisional Kudus akan memberikan pengetahuan lebih dalam tentang ukiran Kudus, sementara pengetahuan perkembangannya akan memberikan pemahaman tentang kebudayaan yang mampu bertahan dan menyesuaikan jaman. Penelitian dilakukan dengan observasi fisik keberagaman ornamentasi. Wawancara dilakukan pada penghuni rumah, narasumber dan pemilik galeri. Kepada penghuni rumah dan narasumber akan digali makna dari bentuk ornamentasi. Kemudian dilihat perkembangan tipe-tipe tersebut dan pemanfaatannya pada rumah tinggal dan bangunan saat ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2013-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5380</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.14710/mdl.13.2.2013.77-88</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MODUL; Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013; 77-88</dc:source>
	<dc:source>2598-327X</dc:source>
	<dc:source>0853-2877</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/5380/4822</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
