Reader Comments

Unicef

by area seoku (01-11-2019)


Badan dunia UNICEF memberikan perhatian khusus terhadap musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menurutnya, karhutla di Indonesia menyebabkan hampir 10 juta anak dalam bahaya karena polusi udara.

Karhutla telah mengeluarkan kabut asap yang sudah tersebar di Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir. Peristiwa ini membuat sekolah dan bandara ditutup, orang-orang pun harus membeli masker dan mendapatkan perawatan medis karena penyakit pernapasan.

Pemerintah telah mengerahkan puluhan ribu personel dan pesawat dengan bom air untuk mengatasi kebakaran yang terjadi, yang diduga untuk meluaskan lahan pertanian. Karhutla merupakan masalah tahunan, tetapi tahun ini adalah yang terburuk sejak 2015 karena cuaca kering.

Lanjut : Cara Berhenti Donasi Unicef

Menurut UNICEF, hampir 10 juta orang di bawah 18 tahun --seperempat dari mereka di bawah lima tahun-- tinggal di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak kebakaran di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

UNICEF mengatakan anak-anak sangat rentan karena sistem kekebalan yang tidak berkembang, sementara bayi yang lahir dari ibu yang terpapar polusi selama kehamilan mungkin memiliki masalah seperti berat badan lahir yang rendah.

“Kualitas udara yang buruk adalah tantangan yang berat dan terus berkembang bagi Indonesia,” kata Debora Comini dari UNICEF.