Analisis Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga bagi Orang dengan Gangguan Jiwa Berat di Puskesmas (Studi Kasus Skizofrenia di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang)

*Lathifah Safaatul Uzhma -  Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 15 May 2019; Published: 15 May 2019.
Open Access Copyright 2019 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research article
Language: ID
Full Text:
Statistics: 275 154
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang : Kesehatan jiwa termasuk dalam salah satu indikator Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan Indikator Keluarga Sehat (IKS) PIS-PK yang keduanya fokus pada penanganan ODGJ. Laporan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus gangguan mental (Schizophrenia) setiap tahun. Berdasarkan data dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, terdapat 325 orang gangguan jiwa (psikotik) dan 67 anak gangguan jiwa (psikotik) yang dilaporkan oleh masyarakat dan belum menerima layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi PIS-PK untuk orang dengan gangguan jiwa berat di Puskesmas Kota Semarang.
Metode : Penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara mendalam.
Hasil : PIS-PK membantu dalam pengumpulan data ODGJ terutama dalam kasus Schizophrenia. Program ODGJ dibantu oleh PIS-PK, karena tidak ada program khusus yang dimaksudkan untuk ODGJ. Tetapi intervensi lebih lanjut untuk ODGJ belum dilaksanakan dalam kegiatan PIS-PK. Intervensi lebih lanjut hanya akan dilakukan pada 3 masalah yang paling besar muncul di masyarakat dan masalah ODGJ (Schizophrenia) tidak termasuk di dalamnya. Intervensi lebih lanjut dapat dilakukan dengan program kolaborasi lintas sektor antara PIS-PK dan program ODGJ, sehingga IKS dan SPM dapat dicapai secara bersamaan. Selain itu, tidak ada sinkronisasi antara data laporan SPM dan data ODGJ pada PIS-PK. Sehingga data tersebut belum dapat menunjukkan kasus secara nyata. Meskipun data ODGJ terdapat di PIS-PK, hal ini bisa menjadi referensi dalam mengambil intervensi di masyarakat.
Simpulan : Temuan kasus ODGJ dapat dibantu dengan memaksimalkan formulir deteksi dini SRQ 29.
Keywords
Kata Kunci : Kesehatan Jiwa, ODGJ, PIS-PK, SPM, Puskesmas

Article Metrics:

  1. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Vol 3511351. Semarang; 2016.
  2. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Profil Kesehatan Kabupaten Brebes Tahun 2015.; 2015.
  3. WHO. Preventing Disease Through Healthy Environments. Exposure To Lead: A Major Public Health Concern. WHO Doc Prod Serv. 2010. http://www.who.int/ipcs/features/hazardous_pesticides.pdf?ua=1.
  4. Suksmerri. Dampak Pencemaran Logam Timah Hitam (Pb) Terhadap Kesehatan. J Kesehat Masy. 2008;II(2, September):200-202.
  5. US Environmental Protection Agency (EPA). Protect your family from lead in your home. 2013;(September):14.
  6. Minnesota Department of Health. Blood Lead Screening Guidelines for Pregnant and Breastfeeding Women in Minnesota. 2015;(August).
  7. Ettinger A, Wengrovitz AG, eds. Guidelines for the Identification and Management of Lead Exposure in Pregnant and Lactating Women. U.S. Department of Health and Human Services; 2010. https://www.cdc.gov/nceh/lead/publications/leadandpregnancy2010.pdf.
  8. Sinaga FA. Stress Oksidatif Dan Status Antioksidan Pada Aktivitas Fisik Maksimal. J Gener Kampus. 2016;9(2):176-189. doi:10.1042/BJ20091286.
  9. Candra S, Widodo MA, Suwarto S, G IKM. Kadar MDA dan Rasio GSH/GSSH pada Kehamilan Normal, Preeklampsia Berat dan Eklampsia di Malang. J Kedokt Brawijaya. 2007;XXIII(1, April):35-39.
  10. Del Rio D, Stewart AJ, Pellegrini N. A review of recent studies on malondialdehyde as toxic
  11. molecule and biological marker of oxidative stress. Nutr Metab Cardiovasc Dis. 2005;15:316-328. doi:10.1016/j.numecd.2005.05.003.
  12. Kecamatan Bulakamba Dalam Angka 2018. Brebes: BPS Kabupaten Brebes; 2018.
  13. Kecamatan tanjung dalam angka 2018. 2018.
  14. Kecamatan Wanasari Dalam Angka 2018.; 2018.
  15. Suyanto A, Kusmiyati S, Retnaningsih C. Residu Logam Berat Ikan dari Perairan Tercemar di pantai Utara Jawa Tengah (Residual Heavy Metals in Fish from Contaminated Water in North Coast of Central Java). J Pangan dan Gizi. 2010;1(2):1-8.
  16. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Pencemaran Bahan Agrokimia Perlu Diwaspadai. War Penelit dan Pengemb Pertan Indones. 2003;25(6):13-14.
  17. Hartini E. Kadar Plumbum (Pb) Dalam Umbi Bawang Merah di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes. J Visikes. 2011;10(1):69-75. http://www.dinus.ac.id/wbsc/assets/dokumen/majalah/Kadar_Plumbun_(Pb)_Dalam_Umbi_Bawang_Merah_di_Kecamatan_Kersana_Kabupaten_Brebes.pdf.
  18. Nugroho U, Sutarto A, Endradewi F, Alisa YN. Evaluasi Kapasitas Ruas Jalan Pantura Kabupaten Brebes. J Tek Sipil Perenc. 2017;19(32):71-76.
  19. Gusnita D. Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) di Udara dan Upaya Penghapusan Bensin Bertimbal. Ber Dirgant. 2012;13(3, September):95-101.
  20. Mardani TR, Setiyono P, Listyawati S. Kadar Timbal (Pb) dalam Darah dan Hubungannya dengan Kadar Hb Darah Akibat Emisi Kendaraan Bermotor pada Petugas DLLAJ di Kota Surakarta. BioSMART. 2005;7(1, April):60-65.
  21. Surya IGP. Kadar Malondiadehyde (MDA) Pada Abortus Spontan. Denpasar: Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar; 2013.
  22. Euis Reni Yuslianti. Pengantar Radikal Bebas Dan Antioksidan. Yogyakarta: Deepublish; 2018.
  23. Widayati E. oxidasi Biologi, Radikal Bebas, dan Antioxidant. Maj Ilm Sultan Agung. 2012;50(128). https://media.neliti.com/media/publications/220034-oxidasi-biologi-radikal-bebas-dan-antiox.pdf.