Praktik Inisiasi Menyusu Dini dan Pemberian ASI Eksklusif Studi Kualitatif pada Dua Puskesmas, Kota Semarang

Etika Ratna Noer, Siti Fatimah Muis, Roni Aruben


Abstract


ABSTRACT
Early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding practice: qualitative study at public health centers, Semarang city

Background: Early initiation of breastfeeding (EIB) and exclusive breastfeeding (EB) up to six months are two important breastfeeding practices for child’s survival. EIB plays an important role in reducing infant mortality and improve the success of exclusive breastfeeding. Determinants in EIB and EB practices are predisposing, enabling, reinforcing, and environment. This study aimed to investigate determinants in EIB and EB practice until 4 months.

Method: This study used a qualitative approach. Data were collected through intensive observations, non-intervention and in-depth interviews to 12 mothers. Data were analyzed using content analysis including data collection, reduction, presentation, and conclusions.

Result: All the mothers were successful in the EIB with the help of professional midwife. Exclusive breastfeeding were successful in 3 mothers, partial breastfeeding were practiced by 6 mothers and not breastfeeding or formula feeding were practiced by 3 mothers. Predisposing and reinforcing were two strongly factors that cause the unsucessfull EB practices. The former were lack of knowledge of EB and breastfeeding techniques. The latter were lack of commitment of health providers, family support, and the status of
working mothers.

Conclusion: EIB practice does not ensure the success of EB.

Keywords: Early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, qualitative


ABSTRAK

Latar belakang: Inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI eksklusif sejak lahir hingga usia enam bulan merupakan dua praktik pemberian ASI yang penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan optimal bayi. IMD berperan penting dalam mengurangi angka kematian bayi dan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Beberapa faktor determinan dalam praktik IMD dan  ASI eksklusif yaitu faktor predisposisi (predisposing), pemungkin (enabling), penguat (reinforcing), dan lingkungan. Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari beberapa faktor determinan pada praktik IMD dan ASI eksklusif selama 4 bulan pada ibu yang melahirkan pada dua puskesmas di kota Semarang. Hasil penelitian ini akan diteruskan sebagai masukan terhadap program peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pada 12 ibu. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi intensif, non intervensi dan menggunakan teknik wawancara mendalam. Data dianalisis dengan cara analisis isi yang bersifat terbuka. Hasil: Semua ibu dapat melakukan praktik IMD dengan bantuan profesionalisme bidan puskesmas. Praktik ASI eksklusif dilaksanakan oleh 3 ibu, ASI parsial pada 6 ibu dan pemberian susu formula oleh 3 ibu. Hambatan utama praktik pemberian ASI eksklusif adalah dari faktor ibu yaitu rendahnya pengetahuan tentang ASI eksklusif dan teknik menyusui. Faktor penghambat lainnya adalah kurangnya komitmen petugas kesehatan, dukungan suami, dan status ibu bekerja.

Simpulan: Praktik IMD tidak menjamin keberhasilan pemberian ASI eksklusif.


Keywords


Early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, qualitative

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Visitor Stat :
Media Medika Indonesiana Statistics