Faktor Risiko Kejadian Kurang Pendengaran Tipe Sensorik pada Bayi Baru Lahir

Muyassaroh Muyassaroh, M. Sholeh Kosim, Suprihati Suprihati


Abstract


ABSTRACT
The risk factors of sensory type of hearing loss in newborn baby

Background: The influence of risk factors (RF) of hearing loss (HL) varies from birth until many years of live. This study aimed to analyze whether the risk factors asphyxia, indirect bilirubin levels, prematurity, birth weight and sepsis in the newborn influenced to the incidence of HL.

Method: The cohort prospective study in newborn baby with or without RF at Kariadi Hospital Juli 2010-Desember 2010. Basic data and RF were taken from medical records. Hearing examination with DPOAE and tympanometer were done when discharge from the hospital and 3-month-old baby. Sensory HL is refer DPOAE and type A of tympanogram. Data analysis was using the chisquare test and relative risk.

Result: There were 112 babies with RF and 117 babies without RF. The incidence of HL after 3 month, were 9 babies (3.9%) at-risk group and 3 (1.3%) in the group without RF. The risk to sensory HL in the babies with many RF was 4 times greater than one RF. Prematurity and VLBW influenced the incidence of sensory HL. Multivariate logistic regression analysis found that VLBW independency influenced the incidence of sensory HL (RR=9.500 CI=1.091-82.725; p=0.041). Aspyxia, hiperbilirubinemia and sepsis not influenced the incidence of sensory HL.

Conclusion: Prematurity and VLBW influenced the incidence of sensory HL. VLBW independently influenced the incidence of sensory HL.

Keywords: Hearing loss, risk factors, newborn baby

ABSTRAK
Latar belakang: Manifestasi klinik kurang pendengaran (KP) dari beberapa faktor risiko (FR) bervariasi dari sejak lahir sampai bayi umur beberapa bulan atau setelah beberapa tahun. FR yang dapat menyebabkan KP adalah asfiksia, berat badan lahir, prematuritas, kadar bilirubin indirek, dan sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa FR asfiksia, berat lahir, prematuritas, kadar bilirubin indirek dan sepsis pada bayi baru lahir secara sendiri atau bersama-sama berpengaruh terhadap
kejadian KP tipe sensorik.

Metode: Dilakukan penelitian kohort prospektif pada 229 bayi baru lahir dengan atau tanpa FR yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang Juli 2010-Desember 2010. Data dasar dan FR diambil dari rekam medik. Pemeriksaan pendengaran dengan distortion product otoacustic emission (DPOAE) dan timpanometri sesaat sebelum pulang dan dievaluasi setelah 3 bulan. KP tipe sensorik bila hasil pemeriksaan DPOAE merujuk pada “refer” dan timpanogram menghasilkan tipe A. Analisis statistik digunakan uji Chi-square
dan risiko relatif.

Hasil: Didapatkan 112 bayi dengan FR dan 117 bayi tanpa FR. Kejadian KP tipe sensorik pada 9 bayi dengan FR (3,9%) dan 3 bayi tanpa FR (1,3%). Bayi dengan beberapa FR mempunyai risiko 4 kali lebih besar terjadi KP tipe sensorik dibandingkan dengan bayi satu FR. Prematur dan BBLSR berpengaruh terhadap kejadian KP tipe sensorik. Analisis regresi logistik multivariat didapatkan BBLSR secara independen berpengaruh terhadap kejadian KP tipe sensorik (RR=9,500 CI=1,091-82,725; p=0,041). Asfiksia, hiperbilirubinemia dan sepsis tidak berpengaruh terhadap kejadian KP tipe sensorik. Asfiksia, hiperbilirubinemia dan sepsis tidak berpengaruh terhadap kejadian KP tipe sensorik.

Simpulan: Prematur dan BBLSR berpengaruh terhadap kejadian KP tipe sensorik. BBLSR secara independen berpengaruh terhadap kejadian KP tipe sensorik.


Keywords


Hearing loss, risk factors, newborn baby

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Visitor Stat :
Media Medika Indonesiana Statistics