Metformin Dosis Rendah Jangka Pendek dan Risiko Timbulnya Aterosklerosis pada Prediabetes Non Obes

Djoko Hardiman


Abstract


ABSTRACT
Low-dose short-term metformin and the risk of atherosclerosis in non obese prediabetic.

Background: The establishment of macrovascular (cardiovascular) event is initiated in the period of prediabetic. Metformin plays role in the carbohydrate and lipid metabolism as well as vascular protection. The mechanism of the cardiovascular event risk increase in the prediabetic individual has not been clearly established. The study was to determine if insulin resistance control by low-dose short-term metformin administration in the non-obese prediabetic individual might decrease the atherosclerosis risk.

Method: The present study was a prospective, experimental study with pretest-posttest control group design. It was conducted on the first degree relative of type-2 DM patient who met the criteria of non-obese prediabetic individual. Subjects were randomly classified into treatment group (designed for metformin administration), and the control group (designed for placebo administration). The prediction of atherosclerosis risk was based on the hsCRP, PAI-1, VCAM-1 and fibrinogen levels.

Results: The margin between pre and post metformin administration term were 1.89 vs 0.06 mg/L (p=0.001), 1.42 vs 0.84 IU/mL (p=0.015), 180.85 vs 03.81 mg/L (p=0.061) and 80.15 vs 31.42 mg/dL (p=0.001) for hsCRP, PAI-1, VCAM-1 and Fibrinogen in the treatment and control group, respectively.

Conclusion: Low-dose short-term metformin administration might decrease the atherosclerosis risk factor in the non-obese prediabetic individuals.

Keywords: Metformin, non-obese prediabetic, hsCRP, PAI-1, Fibrinogen, VCAM-1


ABSTRAK

Latar belakang: Awal terjadinya penyakit makrovaskuler (kardiovaskuler) terjadi pada periode prediabetes. Metformin mempunyai efek terhadap metabolisme karbohidrat, lipid dan proteksi terhadap vaskuler. Mekanisme timbulnya peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler terjadi pada individu dengan prediabetes. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pengendalian resistensi insulin pada individu prediabetes non obes dengan metformin dosis rendah jangka pendek, dapat menurunkan resiko timbulnya
aterosklerosis.

Metode: Penelitian ini adalah suatu penelitian eksperimental yang bersifat prospektif dengan pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah turunan dari penderita DM tipe 2 yang tergolong ke dalam kriteria prediabetes. Subjek penelitian dikelompokkan atas dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang mendapatkan kapsul yang berisi metformin, dan kelompok kontrol yang mendapatkan kapsul yang berisi kontrol. Pemilihan kelompok yang mendapat kontrol atau metformin  dilakukan secara acak. Penentuan risiko aterosklerosis dengan menggunakan kadar hs-CRP, PAI-1, VCAM-1 dan fibrinogen.

Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan rerata selisih kadar hs-CRP, PAI-1, VCAM-1 dan fibrinogen pre dan post pemberian metformin antara kelompok perlakuan dan kontrol adalah kadar hs-CRP 1,89 dan -0,06 mg/L (p=0,001), PAI-1 1,42 dan -0,84 IU/mL (p=0,015), VCAM-180,85 dan -3,81 ng/mL (p=0,061) dan fibrinogen 80,15 dan -31,42 mg/dL (p=0,001).

Simpulan: Pemberian metformin dosis rendah jangka pendek menurunkan risiko terjadinya aterosklerosis pada prediabetes non obes.


Keywords


etformin, non-obese prediabetic, hsCRP, PAI-1, Fibrinogen, VCAM-1

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Visitor Stat :
Media Medika Indonesiana Statistics