skip to main content

PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN KOTA LAMA SEBAGAI LANDASAN BUDAYA KOTA SEMARANG

*suzanna ratih sari  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
arnis rochma harani  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
hermin werdiningsih  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah dan juga termasuk dalam kategori kota besar di Indonesia, memiliki ketiga aspek utama dari pengembangan kota berkelanjutan. Konservasi kawasan bersejarah yang termasuk dalam ikon pariwisata, dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah yang menjanjikan dan menjadi fokus utama pengembangannya. Kota Semarang sendiri memiliki beberapa kawasan yang strategis untuk di konservasi keberadaannya seperti Kota Lama, daerah Pecinan, Pasar Johar, dan Kampung Sekayu. Konservasi kawasan dilakukan untuk memberikan perlindungan kawasan bersejarah termasuk isi di dalamnya agar perkembangannya terkendali dan tidak tergusur oleh pembangunan dan modernisasi.Kota Semarang terbentuk melalui perjalanan sejarah panjang dan unik, yang ditandai dengan berbagai peninggalan sejarah utamanya gedung dan bangunan kuno. Bertolak dari hal ini, kiranya diperlukan suatu konsep pemikiran yang komprehensif untuk menangani mutiara-mutiara yang ada di Kota Semarang ini, yang masih tampak kusam dan tidak kelihatan kilauannya. Pemerintah Kota Semarang sendiri juga tidak dapat melihat bahwa potensi kawasan dan bangunan kuno ini merupakan mutiara-mutiara yang masih kusam dan tersembunyi, yang dapat digosok supaya berkilau dan menarik perhatian. Mereka lebih suka latah membangun gedung-gedung dan mal-mal tanpa perencanaan yang matang, dan justeru sering menggusur bangunan bersejarah tersebut.Dari urian di atas, kiranya penelitian ini diperlukan untuk menangani satu diantara mutiara-mutiara tersebut yakni Kawasan Kota Lama melalui pengembangan konsep konservasi kawasan, yaitu merupakan konsep penataan, pelestarian dan pengembangan kawasan-kawasan bersejarah di kota Semarang, dan tentu saja merupakan salah satu landasan budaya bagi perencanaan dan pengembangan kota.Kegiatan penelitian diawali dengan mengumpulkan data-data histories-arkeologis di kawasan-kawasan bersejarah khususnya Kota Lama yang dilakukan melalui studi pustaka, studi arsip, studi peta, serta diikuti dengan observasi lapangan untuk mengetahui kondisi fisik kawasan dan bangunan-bangunan bersejarah. Data-data histories, arkeologis maupun arsitektural, baik berbentuk sumber primer maupun sekunder diklasifikasikan dan dianalisis secara deskriptif.

 

Fulltext View|Download
Keywords: Konservasi; Kawasan; Kota Lama Semarang; Pariwisata

Article Metrics:

Last update:

  1. Measuring land subsidence of buildings in Semarang Chinatown

    R S Rukayah, A B Sardjono, M Abdullah, R Yulichandra. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 623 (1), 2021. doi: 10.1088/1755-1315/623/1/012073
  2. Kajian Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang Periode Tahun 2019: Persepsi Wisatawan dan Ahli Terhadap Daya Tarik Wisata

    Savira Nur Afifah Kusuma Putri, Agung Sugiri. TATALOKA, 24 (3), 2022. doi: 10.14710/tataloka.24.3.214-230
  3. Exploratory study: Conservation practices and the role of architect

    S Puteri, P Puspitasari. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 780 (1), 2021. doi: 10.1088/1755-1315/780/1/012061
  4. The influence of sense of place dimensions on visitors' conservation behavioral intention: the case of Semarang Old Town, Indonesia

    Christin Dameria, Haryo Winarso, Petrus Natalivan Indradjati, Dewi Sawitri Tjokropandojo. Open House International, 48 (4), 2023. doi: 10.1108/OHI-09-2022-0238
  5. Implementation of reliability buildings based on health principles

    Anggraeni Endah Kusumaningrum, Le Ho Trung Hieu, Sarsintorini Putra. 1ST VAN LANG INTERNATIONAL CONFERENCE ON HERITAGE AND TECHNOLOGY CONFERENCE PROCEEDING, 2021: VanLang-HeriTech, 2021, 2406 , 2021. doi: 10.1063/5.0067289
  6. Sustainability of Old Semarang to World Heritage: Challenges in Coastal Area

    M Rahdriawan, N Yuliastuti, D Indrosaptono. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 799 (1), 2021. doi: 10.1088/1755-1315/799/1/012018
  7. Raw material of Besemah traditional house construction in Indonesia

    Indra Gumay Febryano, Oktarine Melly Aminah Harum, Christine Wulandari, Wahyu Hidayat, Irwan Sukri Banuwa, Hendra Prasetia, Dian Iswandaru, Novriyanti Novriyanti, Noverman Duadji, Novita Tresiana, Dini Zulfiani, Andi Chairil Ichsan, Messalina Lovinia Salampessy. Folia Forestalia Polonica, 63 (1), 2021. doi: 10.2478/ffp-2021-0008
  8. Strategies for Revitalisation of Semarang Heritage Area: a Stakeholders Perspective

    Ferry Hermawan, Kinan Kartika Sani, Bambang Purwanggono, B. Warsito, Sudarno, T. Triadi Putranto. E3S Web of Conferences, 202 , 2020. doi: 10.1051/e3sconf/202020206044

Last update: 2024-04-19 01:26:35

  1. Semarang cultural ecology in the grip of capitalism

    Amin S.. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 127 (1), 2020. doi: 10.1088/1755-1315/485/1/012048
  2. Tracing the progression of inhabitation through interior surface in Semarang old town

    Warakanyaka A.A.A.S.. Interiority, 1 (1), 2018. doi: 10.7454/in.v1i1.9