OPTIMASI PENEMPATAN TRANSPORTASI VERTIKAL PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT (Studi Kasus: Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes)

Sri Hartuti Wahyuningrum -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Hermin Werdiningsih -  Universitas Diponegoro, Indonesia
*Mustika Kusumaning Wardhani -  Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Indonesia
Received: 22 May 2019; Published: 29 May 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract
Perancangan arsitektur pada bangunan publik khususnya pada bangunan dengan fungsi spesifik seperti Rumah Sakit harus mempertimbangkan faktor perencanaan fungsional yang terpadu dalam penyelesaian desainnya. Mengingat Bangunan Rumah Sakit mempunyai persyaratan bangunan yang relatif kompleks karena spesifikasi masing-masing ruang pelayanan kesehatan yang disediakan. Terlebih bila bangunan tersebut merupakan bangunan bertingkat, sehingga faktor pengelolaan sirkulasi tidak hanya merupakan sirkulasi horisontal namun juga sirkulasi vertikal. Sirkulasi vertikal pada perancangan Bangunan Rumah Sakit selain berdasar pada kebutuhan aksesibilitas pada fungsi-fungsi ruang juga mempunyai pertimbangan dengan pembedaan alur bagi pasien, dokter dan perawat atau petugas serta pengunjung. Selain itu juga terkait upaya evakuasi sebagaimana persyaratan pada bangunan publik, namun ada kekhususannya karena fungsi dan karakteristik pemakai. Dalam konstruksi bangunan fasilitas transportasi vertikal merupakan salah satu komponen yang termasuk memerlukan alokasi dana yang cukup besar untuk itu pertimbangan efektifitas pemilihan jenis serta penempatannya menjadi pertimbangan utama. Metoda yang digunakan pada penelitian adalah metoda deskriptif yang akan menyimpulkan Hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan dalam proses perancangan arsitektur untuk perancangan Bangunan Rumah Sakit khususnya terkait optimasi penempatan transportasi vertikalnya.
Keywords
Bangunan Fungsi Spesifik; Transportasi Vertikal; Optimasi Penempatan

Article Metrics:

  1. Fischer, Joachim & Philipp Meuser (2009) ‘Construction and Design Manual Accessible Architecture’, DOM Publisher.
  2. K. Shleifer, Simone (Editor) (2010) 1000 Details in Architecture, booOs publishers bvba.
  3. Laseau, Paul & James Tice (1992) Frank Lloyd Wright – Between Principle and Form, Van Nostrand Reinhold NY
  4. Nick-Weller, Christine & Hans Nickl (2009) Hospital Architecture + Design, Braun Publishing AG
  5. Runciman,William., Hibbert ,Peter., Thomson, Richard., Van Der Schaaf ,Tjerk., Sherman, Heather., Lewalle, Pierre (2009) Towards an International Classification for Patient Safety: key concepts and terms, International Journal for Quality in Health Care 2009; Volume 21, Number 1: pp. 18–26
  6. VA Design Guide – Nuclear Medicine (2008). Departement of Veterans Affair, Veterans Health Administration Office of Facilities Management
  7. -------------, Radioteraphy Facilities : Master Planning and Concept Design Consideration, IAEA HUMAN HEALTH REPORTS No. 10, International Atomic Atomic Agency Vienna, (2014), the IAEA web site: http://www.iaea.org/Publications/index.html
  8. Goldsmith, Selwyn. (2000) Universal Design, Architectural Press.
  9. Mcmorrough, Julia. (2006) Materials Structures Standards, Rockport.
  10. Mueser, Philipp (2006) New Hospital Buildings in Germany – Volume 1 : General Hospitals and Health Centres, Dom-Publishers.
  11. Truelove, James Grayson. (2000) This Way – Signage Design for Public Spaces, Rockport.
  12. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor : 468/KPTS/1998 Tanggal 1 Desember 1998 Tentang Persyaratan Teknis Aksesibilitas Pada Bangunan Umum dan Lingkungan
  13. Standar Akreditasi Rumah Sakit (2011) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
  14. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
  15. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 Tanggal 1 Desember 2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung