skip to main content

RESTORASI KOMPLEKS KERAJAAN KAMPA BERDASARKAN KAJIAN SEJARAH DI KABUPATEN KAMPAR

*Muhd Arief Al Husaini  -  Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau, Indonesia
Wahyu Hidayat  -  Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau, Indonesia
Abdul Latif Hasyim Datuok Bagindo  -  Museum AMM Kampar Riau, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Banyaknya bukti dan keterangan yang mengatakan bahwa Kabupaten Kampar saat ini sudah eksis sejak abad 7 melalui peninggalan candi Muara Takus. Akar budaya dan adat sampai saat ini menjadi bagian penguat bahwa adanya kerajaan Kampa di kenegerian Kampa pada Abad 15. Ninik mamak 6 persukuan yang mampu menunjukkan keterangan baik secara lisan maupun benda seperti adanya stempel kerajaan, tanah hak milik kerajaan Kampa, sisa bangunan, dan pohon Asam Jawa yang berumum ratusan tahun. Namun eksistensi kerajaan berakhir pada tahun 1939 dikarenakan raja terakhir tidak memiliki keturunan, keluarga kerajaan kembali ke Malaysia, dan upaya penghadangan oleh penjajah Belanda. Sejak itu kompleks Kerajaan Kampa tidak terurus dan rusak termakan waktu hingga menyebabkan kerusakan dan kehilangan bangunan. Hingga saat ini yang tersisa adalah keping-keping bangunan dan benda-benda kerajaan lainnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk merestorasi kompleks Kerajaan Kampa berdasarkan fakta dan informasi sebenarnya. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan oleh stakeholder seperti Pemerintah Kabupaten Kampar dan Ninik Mamak atau Penghulu adat/suku untuk merestorasi kompleks Kerajaan Kampa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah. Pendekatan sejarah melalui tahapan pengumpulan dan pencarian keterangan atau bukti sejarah dari sumber-sumber yang terkonfirmasi seperti Ninik Mamak, Lukisan, Buku dan sebagainya. Selanjutnya dilakukan kritik terhadap sumber tersebut dengan melibatkan tim peneliti, pemerintah Kabupaten Kampar, dan Ninik Mamak. Terkahir melakukan tahap penulisan. Berdasarkan penelitian ini bahwa dihasilkan rancangan kompleks Kerajaan kampa dengan konsep budaya yang disebut Tali Tigo Sapilin Tigo Tungku Sajorangan, dimana didalam kawasan tersebut terdapat fungsi pemerintah melalui raja, persukuan melalui Ninik Mamak, dan agama melalui ulama (masjid). Penataan yang diterapkan berdasarkan zonasi yaitu zona inti untuk untuk fungsi kerajaan dan zona pendukung untuk Ninik mamak dan ulama.

Fulltext View|Download
Keywords: Restorasi; Kerajaan Kampa; Kabupaten Kampar; Tali tigo Sapilin; Filosofi

Article Metrics:

  1. Attoe, Wayne. (1978) Architecture and Critical Imagination, John Wiley & Sons
  2. Bogdan, R.C., & Biklen, S.K.B. (1998) Qualitative Reseach for Education to Theory and Methods. Allyn and Bacon, Inc
  3. Charter, Burra. (1992) Australian’s Methodology for Conserving Cultural Heritage
  4. Datuok Majo Besar (2021) Wawancara Datuok Majo Bosau (Besar) Kenegerian Kampa oleh Muhammad Arief Al Husaini. https://youtu.be/wh3pfLoSLDM
  5. Datuok Bagindo, Datuok Tumenggung, Datuok Marajo dan Datuok Majo Besar ( 2021) wawancara tentang sejarah kerajaan Kampa
  6. Datuok Bagindo (2018) wawancara dan suvei bersama Datuok fungsi kompleks kerajaan Kampa
  7. Feilden, Sir Bernard. (2009) A Monument to Building Conservation, Journal of Architectural Conservation 15. DOI 10.1080/13556207.2009.10785036
  8. Groat, L.N. and Wang, D. (2002) Architectural Research Methods, J. Wiley Inc
  9. Hasyim, Latif. (2018) Sejarah Singkat Negeri Kampar dan Berdirinya Kerajaan Kampa-Riau, Museum AMM Kampar
  10. Latif Datuok Bagindo, Abdul (2000) Lukisan Istana Kerajaan Kampa
  11. Latif Hasyim Dt. Bagindo, Abdul (2018) Sejarah Singkat Negeri Kampar dan Berdirinya Kerajaan Kampa – Riau. disampaikan pada acara penobatan kembali sultan ke - 14
  12. Orbasli, Aylin. (2000) Tourists in Historic Towns-Urban Conservation and Heritage Menegement, E & FN Spoon
  13. Ref.UNESCO.PP. 36/2005
  14. Undang Undang RI no 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya
  15. Wasino dan Hartatik, Endah Sri. (2018) Metode Penelitian Sejarah: dari Riset Hingga Penulisan, Magnum Pustaka Utama

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.