Marketplace Halu App Buka Peluang Konten Kreator Wibu Hasilkan Cuan

JAKARTA, KOMPAS.com- Marketplace online berbasis web dan aplikasi yang berfokus di bidang Anime, Comic, dan Gaming (ACG), Halu App memberikan peluang untuk para konten kreator wibu atau penggemar budaya Jepang untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Para konten kreator baik pemula maupun profesional bisa menjual konten dan mendapatkan donasi uang di ekosistem Halu App.
"Untukexisting creator, dengan adanya platformHalu Appbisa mempermudah mereka mendapatkan penghasilan dengan semua fitur yang ada di kami. Jadi adatoolsmulai dari video, foto, danstreamingdi Halu App," ujar Co-Founder Halu App, Andre Wijaya kepadaKompas.comdi Jakarta beberapa waktu lalu.
Andre mengatakan, semuakonten kreatorberkategori ACG (Anime, Comic, Gaming) seperti fotografer, live streamer, ilustrator, gamer, music idol, V-tuber bisa bergabung ke Halu App. Mereka bisa bertemu dan memasarkan kontennya para penggemar atau konsumennya di Halu App.
"Kami tak membatasi jam terbang para konten kreator, tak membatasi jumlah follower. Kami hanya melihat pure potensinya mereka. Kurasinyacase by casedan adaprofilingkonten kreator. Mereka harus cantumin Instagram, Tiktoknya. Kami ada tim untuk cekengangement rate-nya berapa, real atau tidak," kata Andre.
Baca juga:7 Ide Bisnis Digital yang Paling Cuan pada Tahun 2024
Sementara itu, Co-Founder Halu App, Marcell Tee menambahkan, para konten kreator anime bisa menjualdigital photo packdanvoice notekepada para fans di Halu App. Selain itu, para konten kreator juga bisa menerbitkanwishlistyang bisa diwujudkan oleh para fans.
"Memang produk yang kami pikirkan bersama jadi bagaimana caranya orang mau beli foto mereka (konten kreator) itu tak perlu nunggu event tahunan. Jadi bisa beberapa bulan. Jadilah jualdigital photo pack," tambah Marcell.
Andre menyebutkan, konten-konten yang dipasarkan di Halu App telah melalui proses kurasi yang ketat. Menurutnya, Halu App melarang konten kreator mengunggah konten dewasa dan SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan).
"Kami bisaproudly saydi Halu App adalahwe are the most family friendly platformuntuk wibu di Indonesia. Karena dari daftar untuk kreator, ada kurasi," tambah Andre.
Selain itu, Halu App juga memfasilitasi para konten kreator untuk mendapatkan donasi saat melakukanlive streaming.Andre mengklaim, saat ini sudah ada beberapa konten kreator yang sudah menghasilkan penghasilan hingga ratusan juta rupiah.
"Yang tertinggi di Halu App bulan lalu itu penghasilannya Rp138 juta. Dia rajin banget jual foto, lalu fansnya itu, saking nge-fans, ketika adawish list-nya selalu dipenuhi. Dia lagi mau beli kamera, itu ada yang menuhi. Di Halu App award itu selama 5 minggu, itu dia sudah terima uang sekitar Rp200 juta," kata Andre.
Andre menegaskan, Halu App akan menjadi jembatan bagi para kreator ACG di Indonesia denganbrandternama baik lokal maupun internasional. Ia menambahkan, Halu App juga memberikan pelatihan untuk para konten kreator agar bisa memaksimalkan konten yang menarik dan berpotensi untuk terjual.
Dok. Halu AppPara Co-Founder Halu App, Marcell Tee (batik kanan); dan Andre Wijaya (batik kiri) bersama dua konten kreator anime.
Andre mengatakan, potensi konten kreator anime di Indonesia untuk mendapatkan penghasilan tambahan sangat besar. Menurutnya, ada perbedaan yang mendasar antara konten kreator biasa dan konten kreator anime.
"Saya lihat ada perbedaan antara konten kreator biasa dan konten kreator cosplayer. Karena ada yang kami sebut ituemotional spending,"kata Andre.
Saat konten kreator anime dan fans berinteraksi muncul koneksi yang bersifat emosional (emotional connection). Para fans akan merasakan sesuatu yang nyata saat bertemu karakter-karakter anime di dunia nyata.
"Ituemotional attachment-nyadouble. Yang pertama Intelectual Property (karakter) dan kedua, orangnya. Jadi orang lebih inginspendingdan bantu (donasi) dimarket anime.Kami sebutnyasimping economy," tambah Andre.
Baca juga:7 Tips Memulai Bisnis Digital Agar Bisa Lebih Awal Hasilkan Cuan
Peluang menjadi konten kreator anime didorong adanya cosplayernew generation. Mereka saat ini melihat cosplayer sebagai peluang monetisasi alias menghasilkan uang.
"Mereka suka tapi bisa monetize. Mereka tak purely melihat sebagai art. Tapithey enjoydanmake money. Itu yang jadi peluang." kata Andre.
Kini, umur para konten kreator anime mayoritas berumur 18-24 tahun. Sementara itu, fans dunia anime berumur 28-38 tahun.
"Saat ini, Halu App memiliki 8.500 konten kreator yang mayoritas berasal dari kategori anime," kata Andre.
Berdasarkan analisa Andre, ada sekitar 30-50 juta penggemar anime di Indonesia. Jumlah tersebut berdasarkan irisan antara penggemar anime dan komunitas-komunitas anime.
"Sekitar 30-40 juta orang di Indonesia itu sebenarnya wibu (pencinta anime). Kami lihatmarket-nya besar, belum terlalu di-expose, masih lautan biru, belum banyak tap in," kata Andre.