Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Neurotoksik Akibat Paparan Pestisida Pada Petani Sayuran Di Kenagarian Alahan Panjang Kabupaten Solok

DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.16.1.17-21
Copyright (c) 2017 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 01-02-2017
Published: 14-03-2017
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Judul : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Neurotoksik Akibat Paparan Pestisida Pada Petani Sayuran Di Kenagarian Alahan Panjang Kabupaten Solok

Latar belakang: Sekitar 60% petani penyempro sayur di Kanagarian Alahan Panjang mempunyai riwayat gejala neurotoksik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala gangguan syaraf pada petani penyemprot yang menggunakan pestisida di Kanagarian Alahan Panjang Kabupaten Solok.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Subyek penelitian sebanyak 75 responden. Penarikan sampel dilakukan secara random. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini meliputi jenis pestisida, komposisi pestisida, pemakaian alat pelindung diri, dan gejala neurotoksik. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Q18 versi Jerman. Analisis data menggunakan uji Chi-square pada taraf signifikasi 5%.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 62,7% petani penyemprot sayuran pernah mengalami gejala neurotoksik. Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan signifikan antara jumlah dan komposisi pestisida yang digunakan dengan gangguan neurotoksik pada petani sayuran (p-value <0,05). Sedang kebiasaan pemakaian alat pelindung diri tidak berpengaruh terhadap kejadian gangguan neorotoksin. 

Simpulan: Jumlah dan komposisis pestisida berhubungan dengan gangguan neurotoksik pada petani sayuran di Kanagarian Alahan Kabupaten Solok. Petani sayur disarankan untuk memperhatian komposis pestidian dan tidak menggunakan secara berlebihan dalam menyemprot sayuran.

 

Abstract

Title: Factors related with neurotoxic symptoms on pesticides exposed vegetable farmer in Kanagarian Alahan Panjang, Solok District

Background: Around 60% of vegetable farmer sprayer in Kenagarian Alahan Panjang have experienced of the neurotoxic symptoms. The purpose of this study was to determine factors associated with neurotoxic symptoms on vegetable farmer sprayer with pesticide in Kenagarian Alahan Panjang Solok District in 2016.

Method: Type of this research was quantitative using cross-sectional design. The sample were 75 respondents. Sampling using simple random sampling technique. Processing data using univariate and bivariate analysis with chi-square test.

Results: The result of this research showed (62,7%) vegetable farmer sprayer have experienced of the neurotoxic symptoms. Bivariate analysis showed there were significant relationship (p<0,05) between pesticide composition and amount of pesticide with neurotoxic symptoms. There was no significant relationship between use of personal protective equipment with neurotoxic symptoms.

Conclusion: The number and compostion of pesticides were factors which had associated significantly with neurotoxic symptoms. It was suggested to vegetable farmers to change organofosfat pesticide which was not dangerous to health like faction of pyrethroids. Vegetable farmers were suggested to use appliance protector of X’self completely when activity of mixing and application of pesticide.

Keywords

Gejala neurotoksik; pestisida; petani sayuran; Solok (Neurotoxic symptoms; Pesticide; Vegetable farmer)

  1. Aria Gusti 
    Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas KesehatanMasyarakat, Universitas Andalas, Indonesia
  2. Ira Desnizar 
    Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas, Indonesia
  1. Kementerian Pertanian. Pedoman Teknis Kajian Pestisida Terdaftar dan Beredar: Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian; 2012.
  2. Neurotoxicity Identifiying and Controlling Poisons of the Nervous System. US Congress; Washington, DC: Goverment Printing Oficce; 1990.
  3. Perveen F. Insecticides-Advances In Integrated Pest Management. Crotihia: In Tech; 2011
  4. Fadillah Z. Efek Nurobehavioral dan Faktor Determinannya Pada Petani Penyemprot Tanaman Sayuran dengan Pestisida di Desa Perbawati Kabupaten Sukabumi. Jakarta: Universitas Syarif Hidayatullah; 2013
  5. National Academy of Sciences (NAS). Gulf War and HealthWashington DC: The National Academies Press; 2003
  6. Cathrina Wasselingdkk. Long-term Neurobehavioral Effects Of Mild Poisonings with Organophospate and n-Methyl Carbamate Pesticides among Banana Workers. International Journal Occuptional Environment Health;2002
  7. Starks SE. Neurological outcomes among pesticide applicators [Dissertation]: University of Lowa;2010.
  8. Supriyana E. Hubungan kadar kholinesterase darah dan faktor-faktor lain dengan gangguan memori jangka pendek pada petani padi di satu Kecamatan Kabupaten Bekasi. Depok: Universitas Indonesia; 2010
  9. Djojosumarto P. Pestisida dan aplikasinya. ke-1 E, editor. Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka; 2008.
  10. Afriyanto. Kajian Keracunan Pestisida Pada Petani Penyemprot Cabe di Desa Candi Kabupaten Bandungan Kabupaten Semarang. Semarang: UNDIP; 2008