VARIETY USING OF ADDRESS FORMS IN JAPANESE SOCIETY IN PERSPECTIVE OF SOCIOLINGUISTICS AND ANTHROPOLOGICAL LINGUISTICS

DOI: https://doi.org/10.14710/parole.v5i1.8535
Article Info
Submitted: 10-05-2015
Published: 07-09-2015
Section: Research Articles

Every social and cultural community has its own appropriate ways and forms to address someone. Addressing someone in appropriate way is a sign of respect and honorific. This paper describes various uses of address forms in Japanese society. Japanese society has four address forms in common: ―chan, kun, san, and ―sama forms. They are related to social dimensions: social distance scale, status scale, and formality scale. In addition, background of various uses of the forms in perspective of sociolinguistics and anthropological linguistics is thought as reflection of cultural aspects which exist in Japanese society.  Those are politeness-deference aspects, seniority-junior aspects, and insider-outsider aspects. Finally, there are two major findings of this study: (1) various uses of address forms in Japanese society and cultural relation to social dimensions, (2) various uses of address forms in Japanese society and Japanese culture as a reflection of cultural aspects.

Setiap komunitas sosial dan budaya memiliki cara-cara dan bentuk-bentuknya sendiri untuk memanggil seseorang. Memanggil seseorang dengan cara yang tepat adalah sebagai tanda penghargaan dan penghormatan. Penelitian ini adalah tentang perbedaan penggunaan bentuk panggilan dalam masyarakat Jepang. Secara umum, masyarakat Jepang memiliki empat bentuk panggilan yaitu –chan, -kun, -san, dan –sama. Perbedaan dalam menggunakan bentuk tersebut dikaitkan dengan dimensi sosial contohnya skala jarak sosial, status sosial, dan formalitas. Sedangkan dalam perspektif sosiolinguistik dan linguistik antropologi, latar belakang perbedaan dalam menggunakan bentuk-bentuk sapaan adalah sebagai refleksi aspek budaya yang ada dalam masyarakat Jepang seperti aspek-aspek kesopanan-penghargaan, aspek-aspek senioritas-junioritas, dan aspek-aspek ke dalam dan ke luar. Dari penelitian ini didapat dua temuan utama: (1) perbedaan dalam menggunakan bentuk-bentuk sapaan di masyarakat Jepang dan budaya yang berkaitan dengan dimensi social, (2) perbedaan dalam menggunakan bentuk-bentuk sapaan dalam masyarakat dan budaya Jepang sebagai refleksi aspek budaya.

Keywords

address forms, social dimensions, politeness, honorific, and cultural aspects

  1. stephanus mangga 
    Gadjah Mada University , Indonesia
    Program Doktoral Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada