skip to main content

Nilai Indeks Trophic Selat Sunda Berdasarkan Global Model Biogeokimia PISCES

*Heru Nur Krisna orcid  -  Program Magister Ilmu Kelautan, Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Lilik Maslukah  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Yuliana Wulandari  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2023 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Eutrofikasi perairan dapat memicu peningkatan proses biologis dan pertumbuhan alga yang meningkatkan potensi alga-blooming maupun HBAs pada suatu perairan. Faktor pemicunya antara lain nutrien, arus, dan intensitas penyinaran matahari pada suatu perairan. Nutrien di perairan dapat diklasifikasikan berdasarkan Trophic Index (TRIX). Penggunaan data Global Model Ocean PISCES Biogeochemistry dapat menjadi solusi efektif, cepat, dan luas dalam memonitoring nutrien perairan. Selat Sunda dipilih sebagai area penelitian karena pada penelitian sebelumnya telah mengkonfirmasi area-area yang kaya akan nutrien. Multi korelasi Pearson digunakan pada penelitian ini untuk menentukan parameter yang paling signifikan dan berpengaruh satu sama lain. Verifikasi data nilai klorofil-a menunjukan nilai yang cukup valid dengan rata-rata RMSE (0,31) dan BIAS (-0,09). Nilai tertinggi TRIX secara klimatologi pada wilayah mulut selat merupakan wilayah eutrofik dengan nilai 6, wilayah badan selat dan dekat selatan Pulau Jawa merupakan mesotrofik dengan nilai 4,5 serta area dekat Samudra Hinda merupakan oligotrofik dengan nilai kisaran antara 0,6-2,5. Nilai TRIX area mulut Selat Sunda secara signifikan dibatasi oleh nutrien phosphat dengan korelasi Pearson (0,69) dibandingkan unsur N (-0,55). Sedangkan, pada wilayah badan selat dan selatan selat berkorelasi kuat terhadap seluruh komponen TRIX dan cenderung mengikuti pola monsun. Penelitian ini dapat sebagai pertimbangan dalam pemanfaatan model biogeokimia PISCES untuk pemetaan nilai TRIX seluruh perairan, termasuk perairan Indonesia.

 

 

 

Eutrophication can trigger increased biological processes and increase the potential for algal blooms and HBAs in the water column. Triggering factors include nutrients, currents, and sunlight intensity in a column of water. Nutrients in column water can be classified according to the Trophic Index (TRIX). The use of Global Model Ocean PISCES Biogeochemistry model data can be an effective, fast, and effective solution in monitoring nutrients. The Sunda Strait was chosen as the research area because previous studies have confirmed nutrient-rich areas. Pearson's multi-correlation was used in this study to determine the most significant parameters that influence each other. Verification of chlorophyll-a values showed validity with an average RMSE (0.31) and BIAS (-0.09). The highest climatological TRIX value in the mouth of the strait is eutrophic with a value of 6, the area of the strait and near the south of Java Island is mesotrophic with a value of 4.5 and the nearby Hinda Ocean area is oligotrophic with a value range between 0.6-2.5. The TRIX value of the mouth of the Sunda Strait is significantly limited by the nutrient phosphate with a Pearson correlation (0.69) compared to the element N (-0.55). Meanwhile, in the region of the strait channel and south of the strait, all TRIX components are strongly correlated and tend to follow the monsoon pattern. This research can be considered in the use of the PISCES biogeochemical model for mapping TRIX values throughout Indonesian waters.

Fulltext View|Download
Keywords: eutrofikasi; TRIX; Global Model PISCES; Selat Sunda

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-24 10:15:30

No citation recorded.