Status Perairan Banjir Kanal Timur Semarang Ditinjau dari Kadar Logam Berat Chromium dalam Air, Sedimen dan Jaringan Lunak Kerang Darah (Anadara granossa)

*Sri Yulina Wulandari  -  Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Indonesia
Published: 22 Apr 2012.
Open Access

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 443 3792
Abstract

Sungai Banjir Kanal Timur melintasi kota Semarang bagian timur yang padat pemukiman dan industri. Perairan ini menjadi tempat pembuangan  limbah hasil aktivitas industri dan domestik.  Logam Chromium  (Cr) di samping memberikan banyak manfaat juga  polutan yang menimbulkan pencemaran lingkungan apabila terdapat dalam limbah.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2010, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh kadar polutan logam berat Cr menimbulkan pencemaran dalam air, sedimen dan Kerang Darah (Anadara granossa). Sampel air, sedimen maupun biota diambil dari tiga stasiun  penelitian, yaitu sungai, muara dan perairan pantai. Parameter fisika kimia perairan seperti suhu, salinitas,pH, kecepatan arus diukur secara insitu. Selanjutnya ketiga jenis sampel dianalisis di laboratorium dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar logam berat Cr dalam air maupun sedimen di perairan pantai lebih tinggi dibandingkan di muara dan sungai. Kadar logam berat Cr dalam air, sedimen maupun Kerang Darah  telah melampaui baku mutu yang ditetapkan berdasarkan Kep MENLH RI No 51 tahun 2004 untuk air laut  dan baku mutu dari NOAA  tahun 1999 untuk sedimen.

Kata-kata kunci: Banjir Kanal Timur Semarang,  air, sedimen, kerang darah, logam berat Cr

Article Metrics: