BibTex Citation Data :
@article{BULOMA72399, author = {Bachtiar Mutaqin and Arum Puspitorukmi}, title = {Karakteristik Pasang Surut Perairan Bali dan Lombok}, journal = {Buletin Oseanografi Marina}, volume = {15}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {tipe pasang surut; Admiralty; Formzahl; julat pasang surut; Bali-Lombok}, abstract = { Wilayah kepesisiran Bali dan Lombok merepresentasikan interaksi antara potensi ekonomi berbasis kelautan, seperti pariwisata dan perikanan, dengan tingginya eksposur terhadap risiko bencana. Salah satu parameter hidro-oseanografi yang sangat penting dalam dinamika kepesisiran dan dapat memengaruhi kondisi lingkungan kepesisiran adalah pasang surut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pasang surut di perairan Bali dan Lombok, mulai 19 Januari 2024 hingga 16 Februari 2024. Data pasang surut dikumpulkan dari tiga stasiun pasang surut di Pulau Bali (Celukan Bawang, Jembrana, dan Benoa) dan empat stasiun pasang surut di Pulau Lombok (Pemenang, Lembar, Teluk Awang, dan Tanjung Luar) dengan interval pengukuran setiap satu jam. Data tersebut mencakup satu siklus sinodik bulan penuh untuk memastikan keterwakilan fenomena pasang surut purnama dan perbani. Data dari masing-masing stasiun tersebut kemudian diproses menggunakan metode Admiralty dengan penyelarasan datum vertikal pada Mean Sea Level untuk menghitung nilai elevasi penting muka air laut, amplitudo konstanta harmonik pasang surut, nilai Formzahl, dan julat pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di perairan Bali dan Lombok Timur adalah tipe campuran condong harian ganda (F = 0,31–1,23), sedangkan di Lombok Barat adalah tipe campuran condong harian tunggal (F = 1,51–2,19). Perairan Bali dan Lombok termasuk dalam kategori pasang surut meso dengan rentang pasang surut antara 247,1–374,0 cm. Secara teoretis, karakter meso-tidal ini mengindikasikan potensi pantai reflektif saat pasang ( high-tide reflective ) dan pantai intermediate-disipatif ketika surut ( low-tide intermediate-dissipative ). Hasil penelitian ini memberikan basis data penting bagi penentuan jendela operasional nelayan, akurasi desain rekayasa pelabuhan untuk mitigasi banjir pasang, serta penjaminan keselamatan navigasi pada alur pelayaran dengan kedalaman terbatas. }, issn = {2550-0015}, pages = {181--192} doi = {10.14710/buloma.v15i2.72399}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/view/72399} }
Refworks Citation Data :
Wilayah kepesisiran Bali dan Lombok merepresentasikan interaksi antara potensi ekonomi berbasis kelautan, seperti pariwisata dan perikanan, dengan tingginya eksposur terhadap risiko bencana. Salah satu parameter hidro-oseanografi yang sangat penting dalam dinamika kepesisiran dan dapat memengaruhi kondisi lingkungan kepesisiran adalah pasang surut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pasang surut di perairan Bali dan Lombok, mulai 19 Januari 2024 hingga 16 Februari 2024. Data pasang surut dikumpulkan dari tiga stasiun pasang surut di Pulau Bali (Celukan Bawang, Jembrana, dan Benoa) dan empat stasiun pasang surut di Pulau Lombok (Pemenang, Lembar, Teluk Awang, dan Tanjung Luar) dengan interval pengukuran setiap satu jam. Data tersebut mencakup satu siklus sinodik bulan penuh untuk memastikan keterwakilan fenomena pasang surut purnama dan perbani. Data dari masing-masing stasiun tersebut kemudian diproses menggunakan metode Admiralty dengan penyelarasan datum vertikal pada Mean Sea Level untuk menghitung nilai elevasi penting muka air laut, amplitudo konstanta harmonik pasang surut, nilai Formzahl, dan julat pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di perairan Bali dan Lombok Timur adalah tipe campuran condong harian ganda (F = 0,31–1,23), sedangkan di Lombok Barat adalah tipe campuran condong harian tunggal (F = 1,51–2,19). Perairan Bali dan Lombok termasuk dalam kategori pasang surut meso dengan rentang pasang surut antara 247,1–374,0 cm. Secara teoretis, karakter meso-tidal ini mengindikasikan potensi pantai reflektif saat pasang (high-tide reflective) dan pantai intermediate-disipatif ketika surut (low-tide intermediate-dissipative). Hasil penelitian ini memberikan basis data penting bagi penentuan jendela operasional nelayan, akurasi desain rekayasa pelabuhan untuk mitigasi banjir pasang, serta penjaminan keselamatan navigasi pada alur pelayaran dengan kedalaman terbatas.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-05-26 10:51:44
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to BULOMA as the publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
BULOMA journal and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in BULOMA are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
Buloma is published by Departement of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License