Biomassa dan Estimasi Simpanan Karbon pada Ekosistem Padang Lamun di Pulau Menjangan Kecil dan Pulau Sintok, Kepulauan Karimunjawa

Retno Hartati -  Departemen Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ibnu Pratikto -  Departemen Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Tria Nidya Pratiwi -  Departemen Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 28 Aug 2017; Published: 28 Aug 2017.
Open Access Copyright (c) 2017 BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 634 3578
Abstract

Isu blue carbon telah menjadi perhatian dunia, melalui konsep UNEP 2009 yang telah memasukan vegetasi padang lamun sebagai penyerap karbon di lautan. Penyerapan karbon yang disimpan melalui sedimen dan jaringan pada lamun dalam bentuk biomassa. Penelitian yang dilakukan di Pulau Menjangan Kecil dan Pulau Sintok, Karimunjawa bertujuan untuk melihat tingkat kerapatan, tutupan  dan penyerapan karbon yang tersimpan dalam biomassa jaringan lamun (akar, rhizoma dan daun). Kerapatan serta tutupan lamun diukur dengan melakukan sampling lapangan menggunakan metode transek kuadrat 1m x 1m, identifikasi jenis lamun melihat panduan dari buku seagrasswatch. Hubungan kerapatan, biomassa dilakukan untuk melihat nilai kandungan karbon pada lamun. Sampling kerapatan, tutupan lamun dan nilai biomassa dilakukan pada semua titik, sedangkan untuk analisa karbon pada metode pengabuan dilakukan pada titik 50 m yang kemudian dikonversikan dengan nilai biomassa pada titik lainnya. Hasil pada penelitian ini ditemukan 8 jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thallasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Halophila minor, dan Halophila decipiens. Cymodocea rotundata mendominasi dikedua lokasi dengan kerapatan mencapai 1030 ind/m2. Nilai biomassa dibawah substrat (554,54 gbk/m2) lebih besar dibandingkan nilai biomassa diatas substrat (342,72 gbk/m2) diikuti nilai kandungan karbon dibawah substrat (193,31 gC/m2) yang lebih besar dibandingkan nilai kandungan karbon diatas substrat (119,99 gC/m2). Total kandungan karbon pada lokasi Pulau Menjangan Kecil adalah 32,18 ton karbon/ha dan Pulau Sintok adalah 4,18 ton karbon/ha.

 

Blue carbon issue has become worldwide attention, UNEP through the concept of 2009 which has been to include vegetation seagrass beds as an absorbent of carbon in the ocean. The absorption of carbon that is stored through sediment and tissue in seagrass beds in the form of biomass. Research conducted on the island of Menjangan Kecil and island Sintok, Karimunjawa is to look at the level density, covering and absorption of carbon which is in biomass tissue seagrass ( the root, rhizoma and leaves ). Cover of seagrass density was measured by sampling the field using transect method 1m x 1m squares, identification of types of seagrass guidance from seagrasswatch book. Relationships density, biomass is made to see the value of the carbon content in the seagrass. Sampling density, seagrass cover and biomass values performed on all points, while carbon analysis on ashing method performed at the point of 50 m which is then converted to the value of biomass at another point. The results of the present study found 8 species of seagrasses that Enhalus acoroides, Thallasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Halophila minor, and Halophila decipiens. Cymodocea rotundata dominate in both locations with densities reaching 1030 ind/m2. Value biomass below the substrate (554.54 gbk/m2) indicates a value greater than the value of the biomass above the substrate (342.72 gbk/m2) followed by the value of the carbon content below the substrate (193.31 gC/m2) which is greater than the value carbon content above the substrate (119.99 gC/m2). Total carbon content in locations Menjangan Kecil Island is 32.18 tons of carbon and Sintok island was 4.18 tons of carbon.

Keywords
Kerapatan; Biomassa; Stok karbon; Lamun; Karimunjawa

Article Metrics: