BibTex Citation Data :
@article{BULOMA75531, author = {Feny Herawati and Fadhliyah Idris and Aditya Nugraha}, title = {Kelimpahan Epifit pada Lamun Enhalus acoroides Dan Thalassia hemprichii di Pesisir Timur Pulau Bintan}, journal = {Buletin Oseanografi Marina}, volume = {15}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Bintan; Epifit; Kelimpahan; Lamun}, abstract = { Epifit adalah organisme yang menempel pada permukaan tumbuhan seperti pada daun lamun. Keberadaan epifit pada daun lamun dalam kondisi yang berlebih dapat mengakibatkan penurunan produktivitas pada lamun. Terdapat dua jenis lamun yang memiliki tingkat kehadiran yang cukup tinggi di perairan yaitu Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii . Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi jenis epifit yang menempel dan menghitung kelimpahan epifit pada lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii di Pesisir Timur Pulau Bintan. Terdapat 3 stasiun pengamatan, yaitu meliputi: Teluk Bakau. Malang Rapat, dan Berakit. Penentuan lokasi pengamatan berdasarkan Purposive Sampling. Metode sampling menggunakan transek kuadrat 50x50 cm dan diletakkan pada titik 0 m, 50 m, dan 100 m pada line transek yang tegak lurus dengan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi epifit pada lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii terdiri dari 5 kelas yaitu Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Dinophyceae, Chlorophyceae, dan Conjugatophyceae. Kelimpahan epifit pada lamun Enhalus acoroides pada ketiga lokasi penelitian berkisar 4912,74 – 7517,25 ind/cm 2 . Kelimpahan epifit pada lamun Thalassia hemprichii di ketiga lokasi penelitian berkisar 6128,29 – 7600,37 ind/cm 2 . Berdasarkan hasil analisis komponen utama menunjukkan bahwa kelimpahan epifit memiliki keterkaitan dengan nirat dan fosfat. }, issn = {2550-0015}, pages = {223--234} doi = {10.14710/buloma.v15i2.75531}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/view/75531} }
Refworks Citation Data :
Epifit adalah organisme yang menempel pada permukaan tumbuhan seperti pada daun lamun. Keberadaan epifit pada daun lamun dalam kondisi yang berlebih dapat mengakibatkan penurunan produktivitas pada lamun. Terdapat dua jenis lamun yang memiliki tingkat kehadiran yang cukup tinggi di perairan yaitu Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi jenis epifit yang menempel dan menghitung kelimpahan epifit pada lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii di Pesisir Timur Pulau Bintan. Terdapat 3 stasiun pengamatan, yaitu meliputi: Teluk Bakau. Malang Rapat, dan Berakit. Penentuan lokasi pengamatan berdasarkan Purposive Sampling. Metode sampling menggunakan transek kuadrat 50x50 cm dan diletakkan pada titik 0 m, 50 m, dan 100 m pada line transek yang tegak lurus dengan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi epifit pada lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii terdiri dari 5 kelas yaitu Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Dinophyceae, Chlorophyceae, dan Conjugatophyceae. Kelimpahan epifit pada lamun Enhalus acoroides pada ketiga lokasi penelitian berkisar 4912,74 – 7517,25 ind/cm2. Kelimpahan epifit pada lamun Thalassia hemprichii di ketiga lokasi penelitian berkisar 6128,29 – 7600,37 ind/cm2. Berdasarkan hasil analisis komponen utama menunjukkan bahwa kelimpahan epifit memiliki keterkaitan dengan nirat dan fosfat.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-05-26 10:09:52
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to BULOMA as the publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
BULOMA journal and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in BULOMA are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
Buloma is published by Departement of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License