skip to main content

Analisis Kandungan Logam Cadmium (Cd) Dan Timbal (Pb) Pada Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) Yang Ditangkap Di Perairan Balikpapan

*Marsanda Marsanda  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Indonesia
Nurfadilah Nurfadilah scopus  -  Laboratory of Oceanography and Engineering, Integrated Laboratory, Universitas Mulawarman, Indonesia
Irwan Ramadhan Ritonga  -  Laboratory of Oceanography and Engineering, Integrated Laboratory, Universitas Mulawarman, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Ikan kembung lelaki  (Rastrelliger kanagurta) adalah salah satu komoditas perikanan yang banyak dikonsumsi di Kalimantan Timur karena kandungan gizinya yang tinggi, namun sering kali ikan yang dikonsumsi mengandung logam berat. Kota Balikpapan memiliki kondisi aktivitas antropogenik/industri yang cukup tinggi yang dapat mempengaruhi konsentrasi logam berat. Penelitian ini dilakukan di daerah penangkapan nelayan biasa disebut rumpon yang berada di Perairan Balikpapan (1°30'42.49"S; 116°59'2.74"E), Kalimantan Timur dan penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2024 hingga April 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam Pb dan Cd pada organ ikan kembung (daging, insang, dan organ dalam) berdasarkan ukuran ikan (kecil, sedang, besar), serta mengevaluasi potensi risiko kesehatannya terhadap manusia. Analisis logam menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dengan menggunakan berat basah sampel, sedangkan penilaian risiko dilakukan melalui estimasi asupan harian (EAH), Target Hazard Quotient (THQ), dan Risiko Kanker (RK). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata Pb sebesar 0,239 mg/kg dan Cd sebesar 0,032 mg/kg pada organ dalam pada ikan. Konsentrasi Pb tertinggi ditemukan pada organ dalam namun masih berada di bawah ambang batas nasional dan internasional (0,3 mg/kg), sementara konsentrasi Cd pada organ dalam ikan besar melebihi ambang batas yang ditetapkan Komisi Eropa (0,05 mg/kg). Nilai THQ < 1 menunjukkan bahwa konsumsi daging ikan tidak menimbulkan risiko non-karsinogenik yang signifikan, dan nilai RK untuk logam Cd tetap berada pada kategori risiko rendah (< 1×10⁻⁴) untuk semua kelompok usia. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan rutin terhadap cemaran logam berat pada sumber pangan laut di wilayah pesisir yang terdampak aktivitas industri.

Keywords: Rastrelliger kanagurta; kadmium; timbal; risiko kesehatan; Balikpapan
Funding: Univeritas Mulawarman

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-05-29 00:21:22

No citation recorded.