skip to main content

Implementasi Digitalisasi Data Arus Permukaan Menjadi Format S-111 untuk Mendukung Keselamatan Bernavigasi

*Candrasa Surya Dharma orcid scopus  -  Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut, Indonesia
Albert Mahendro Yudhono  -  Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut, Indonesia
Muhammad Asrof  -  Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut, Indonesia
Kristiyono Kristiyono  -  Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut, Indonesia
Suprayitno Suprayitno  -  Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut, Indonesia
Karadona Karadona  -  Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut, Indonesia
Filan Muhammad Kelvin  -  Program Studi Oseanografi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Arochim Arochim  -  Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut, Indonesia
Parikesit Nuril Azmi  -  Program Studi Oseanografi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Aditya Rakhmad Kartadikaria  -  Kelompok Keahlian Oseanografi Lingkungan dan Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini menyajikan hasil konversi dari simulasi model hidrodinamika beresolusi tinggi ke dalam format S-111 untuk mendukung keselamatan bernavigasi di Benoa Bali. Perangkat lunak Mike 21/3 yang divalidasi dengan data pasang surut, observasi Pushidrosal digunakan sebagai data masukan bagi S-111. Dinamika pelabuhan sangat dipengaruhi oleh pasang surut, sehingga pemahaman terhadap variasi pasang surut dalam bentuk data navigasi berformat S-111 sangat krusial bagi operasi sandar yang aman di dalam pelabuhan. Studi ini berfokus pada kondisi pasang surut tanggal 21 Februari 2025, saat berlangsungnya proses sandar tiga kapal pesiar besar. Penelitian ini menekankan pentingnya akurasi prediksi pasang surut agar dapat menyajikan representasi aliran arus laut permukaan beresolusi tinggi. Studi ini juga membahas integrasi data dalam kerangka S-100, standar internasional terbaru untuk data hidrografi. Secara khusus dipaparkan konversi data simulasi yang sukses dirubah menjadi format S-104 (informasi muka air) dan S-111 (arus permukaan). Konversi ini memastikan kompatibilitas data dengan sistem tampilan dan informasi peta elektronik modern KHOA Viewer dan ECPINS, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi navigasi di Pelabuhan Benoa. Secara umum, tipe pasang surut di Pelabuhan Benoa adalah campuran semidiurnal, rentang pasang surut 280 cm dari chart datum, arus pasang ke barat laut sebesar 0,62 m/s, arus surut ke tenggara sebesar 0,52 m/s. Hasil model beresolusi tinggi dengan teknik bersarang untuk mendukung format S-104 dan S-111 merupakan temuan utama, dengan hasil RMSE antara TPXO dan Mike 21/3 terhadap observasi Pushidrosal adalah 0,148 dan 0,135, MAE 0,123, dan 0,114, serta skill 0,986 untuk kedua model tersebut.

 

 

 

This research presents the conversion results from the simulations of high-resolution hydrodynamic models into S-111 format, to support the safety of navigation in Benoa Bali. MIKE 21/3D hydrodynamic model validated against observational data from Pushidrosal was used as the input for S-111.  The dynamics of the port is greatly influenced by tides, therefore, it crucial to understand tidal variations in S-111 format, for berthing operations within the port. This study focuses on the tidal conditions on February 21, 2025, during the berthing operations of three large cruise ships. This research emphasizes the importance of accurate tidal predictions to provide high-resolution representations of surface ocean currents. The study also discusses the integration of data within the S-100 framework, the latest international standard currently adopted for hydrographic data. In particular, the successful conversion of the simulation data into S-104 (water level information) and S-111 (surface current) formats is described. This conversion ensures data compatibility with modern electronic chart display and information systems such as KHOA Viewer and ECPINS, thereby enhancing navigation safety in Benoa Port. In general, the tidal regime in Benoa Port is classified as mixed semidiurnal, with a tidal range of 280 cm from chart datum, a northwestward flood current of 0.62 m/s, and a southeastward ebb current of 0.52 m/s. The use of high-resolution nested modeling to support S-104 and S-111 formats is a key finding, with RMSE values between TPXO and the Mike 21/3 model against Pushidrosal observations being 0.148 and 0.135, MAE of 0.123 and 0.114, and skill score of 0.986 for both models, respectively.

Fulltext View|Download
Keywords: Permukaan Laut; Arus Laut; S-104; S-111; Prediksi; ECDIS
Funding: Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-02-11 18:36:55

No citation recorded.