BibTex Citation Data :
@article{BULOMA81919, author = {Salnuddin Salnuddin and Muhammad Alhadad and Asmar Daud and Mohamad fabanjo}, title = {Deteksi Karakteristik “Konda” Dari Pergerakan Pasang Surut Berdasarkan Kearifan Lokal Suku Sama}, journal = {Buletin Oseanografi Marina}, volume = {15}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Ethno tide; hijriah; konda; shalat fardhu; slack water}, abstract = { Masyarakat Suku Sama mendiskripsikan konda adalah kondisi tinggi muka air dalam kondisi tidak pasang dan tidak surut dengan permukaan air relatif tenang. Mereka mampu mendeteksi karakter dari tinggi air serta waktu terjadinya konda, dimana konda dapat terjadi dimalam atau siang hari dan berlangsung selama 3 – 5 hari. Informasi tersebut mengindikasikan sebagai pengetahuan lokal “ethno-tide” sebagai dasar mereka menyusun perencanaan aktifitas di laut. Pola, waktu serta lamanya pergerakan tinggi air sebagai karakteristik pasang surut saat konda terjadi. Karakteristik tersebut perlu dibuktikan akurasi ethno-tide Suku Sama dalam mengidentifikasi fenomena konda. Hasil penelitian ethno-tide Suku Sama untuk tipe pasang surut campuran condong keharian ganda memperlihatkan bahwa pola tinggi air peak I < peak II jika posisi bulan dan matahari berada pada posisi Ephimeries (Dec) yang sama terhadap ekuator langit, peak I > peak II jika bulan berada di posisi ephimeries yang berbeda dari ekuator langit. Konda mempunyai karakteristik yang membentuk keseimbangan antara pola pembentuk, durasi serta waktu terjadinya. Pemahaman akan waktu penanggalan hijriah, waktu terjadinya konda terhadap waktu shalat fardhu dan durasi konda memudahkan masyarakat Suku Sama merencanakan aktifitas mereka di laut. Pengetahuan lokal Suku Sama dalam mendeteksi fenomena konda adalah suatu kebenaran ilmiah. }, issn = {2550-0015}, pages = {351--360} doi = {10.14710/buloma.v15i2.81919}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma/article/view/81919} }
Refworks Citation Data :
Masyarakat Suku Sama mendiskripsikan konda adalah kondisi tinggi muka air dalam kondisi tidak pasang dan tidak surut dengan permukaan air relatif tenang. Mereka mampu mendeteksi karakter dari tinggi air serta waktu terjadinya konda, dimana konda dapat terjadi dimalam atau siang hari dan berlangsung selama 3 – 5 hari. Informasi tersebut mengindikasikan sebagai pengetahuan lokal “ethno-tide” sebagai dasar mereka menyusun perencanaan aktifitas di laut. Pola, waktu serta lamanya pergerakan tinggi air sebagai karakteristik pasang surut saat konda terjadi. Karakteristik tersebut perlu dibuktikan akurasi ethno-tide Suku Sama dalam mengidentifikasi fenomena konda. Hasil penelitian ethno-tide Suku Sama untuk tipe pasang surut campuran condong keharian ganda memperlihatkan bahwa pola tinggi air peak I < peak II jika posisi bulan dan matahari berada pada posisi Ephimeries (Dec) yang sama terhadap ekuator langit, peak I > peak II jika bulan berada di posisi ephimeries yang berbeda dari ekuator langit. Konda mempunyai karakteristik yang membentuk keseimbangan antara pola pembentuk, durasi serta waktu terjadinya. Pemahaman akan waktu penanggalan hijriah, waktu terjadinya konda terhadap waktu shalat fardhu dan durasi konda memudahkan masyarakat Suku Sama merencanakan aktifitas mereka di laut. Pengetahuan lokal Suku Sama dalam mendeteksi fenomena konda adalah suatu kebenaran ilmiah.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-03 15:14:53
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to BULOMA as the publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
BULOMA journal and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in BULOMA are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
Buloma is published by Departement of Oceanography, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License