skip to main content

Deteksi Karakteristik “Konda” Dari Pergerakan Pasang Surut Berdasarkan Kearifan Lokal Suku Sama

*Salnuddin Salnuddin orcid scopus publons  -  Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Indonesia
Muhammad Said Alhadad  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Indonesia
Asmar Hi Daud  -  Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Indonesia
Mohamad Abjan fabanjo  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Masyarakat Suku Sama mendiskripsikan konda adalah kondisi tinggi muka air dalam kondisi tidak pasang dan tidak surut dengan permukaan air relatif tenang. Mereka mampu mendeteksi karakter dari tinggi air serta waktu terjadinya konda, dimana konda dapat terjadi dimalam atau siang hari dan berlangsung selama 3 – 5 hari. Informasi tersebut mengindikasikan sebagai pengetahuan lokal “ethno-tide” sebagai dasar mereka menyusun perencanaan aktifitas di laut. Pola, waktu serta lamanya pergerakan tinggi air sebagai karakteristik pasang surut saat konda terjadi. Karakteristik tersebut perlu dibuktikan akurasi ethno-tide Suku Sama dalam mengidentifikasi fenomena konda. Hasil penelitian ethno-tide Suku Sama untuk tipe pasang surut campuran condong keharian ganda memperlihatkan bahwa pola tinggi air peak I < peak II jika posisi bulan dan matahari berada pada posisi Ephimeries (Dec) yang sama terhadap ekuator langit,  peak I > peak II jika bulan berada di posisi ephimeries yang berbeda dari ekuator langit. Konda mempunyai karakteristik yang membentuk keseimbangan antara pola pembentuk, durasi serta waktu terjadinya. Pemahaman akan waktu penanggalan hijriah, waktu terjadinya konda terhadap waktu shalat fardhu dan durasi konda memudahkan masyarakat Suku Sama merencanakan aktifitas mereka di laut. Pengetahuan lokal Suku Sama dalam mendeteksi fenomena konda adalah suatu kebenaran ilmiah.

Keywords: Ethno tide; hijriah; konda; shalat fardhu; slack water

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-03 15:14:53

No citation recorded.