skip to main content

Kandungan Kadmium (Cd) dan Estimasi Batas Aman Konsumsi Udang Mantis (Harpiosquilla raphidea) dan Udang Jerbung (Penaeus merguensis) dari Kawasan Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan

*Wike Ayu Eka Putri scopus publons  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Jeni Meiyerani  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Ryan Syekhan  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Anjar Puteri Liana  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Melki Melki  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Rozirwan Rozirwan  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Anna Ida Sunaryo Purwiyanto  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Riris Aryawati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Gusti Diansyah  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Buletin Oseanografi Marina under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Wilayah pesisir dengan aktivitas perikanan yang tinggi berpotensi terpapar pencemaran logam berat, seperti kadmium (Cd). Kontaminasi logam berat pada komoditas perikanan unggulan, khususnya udang, di wilayah pesisir Sungsang dapat terakumulasi ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsentrasi Cd beserta menentukan batas aman konsumsi untuk udang mantis (Harpiosquilla raphidea) dan udang jerbung (Penaeus merguensis) dari perairan Sungsang, Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling pada bulan Oktober 2025. Sampel diolah menggunakan metode destruksi kering mengacu pada SNI 2354.5:2011 dan diukur menggunakan teknik AAS graphite furnace pada metode analisis AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil menunjukkan rata-rata konsentrasi Cd pada udang mantis sebesar 0,0756 mg/kg, sedangkan pada udang jerbung sebesar 0,48 mg/kg. Konsentrasi Cd pada udang mantis masih berada di bawah baku mutu BPOM (2022) dan standar European Union (2006), sementara udang jerbung melampaui baku mutu nasional dan berada pada batas ambang standar Uni Eropa. Analisis risiko konsumsi menghasilkan nilai Maximum Weekly Intake (MWI) sebesar 0,406 mg/minggu. Nilai Maximum Tolerable Intake (MTI) dan Acceptable Daily Intake (ADI) pada udang jerbung lebih rendah dibandingkan udang mantis, menunjukkan batas aman konsumsi yang lebih terbatas.

 

Keywords: Bioakumulasi; Kadmium; Keamanan pangan; Udang
Funding: Universitas Sriwijaya

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-10-28 05:24:04

No citation recorded.