skip to main content

Akulturasi Budaya Secara Verbal dan Kultural pada Upacara Tedhak Siten bagi Masyarakat Jawa

*Dwi Wulandari orcid  -  English Department, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2022 Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi under http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

This study is aimed at examining the cultures acculturated in tedhak siten ceremony, a ceremony marking the early step of a baby toward walking conducted by Javanese people. This study is also describing the cultural behavior and cultural items used during the process of the ceremony. This article is a library study focusing on how earlier studies discuss the ceremony from different location in Java. The acculturation observed during tedhak siten ceremony is Javanese, Hindu, and Islam culture, and each of the culture has merged in through the process during years of its implementation. The acculturation can be seen on the cultural behavior and cultural items known as ubarampe in Javanese. This study is also taking a look at various symbols used during the process which all can lead to the thought and the hope for the baby to gave goodness in his/her life. The ceremony also implicitly shows how the Javanese as the parents of the baby play their roles as husband and wife, and therefore they are able to have good parenting skills for the baby. 

 

 

Kajian ini dilakukan untuk melihat budaya apa saja yang terakulturasi pada upacara tedhak siten atau upacara turun tanah bagi bayi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Selain itu kajian ini juga mendeskripsikan perilaku budaya dan benda budaya yang digunakan dalam prosesi upacara tersebut. Kajian ini merupakan kajian pustaka yang mendasarkan pembahasannya dari temuan temuan kajian sebelumnya. Akulturasi budaya yang terlihat dalam prosesi tedhak siten adalah budaya Jawa, Hindu, dan Islam, yang masing masingnya melebur dengan baik selama proses puluhan tahun. Akulturasi tersebut terlihat pada perilaku budaya dan benda budaya yang berupa makanan dan uborampe upacara. Kajian ini juga mengungkap beragam simbol yang digunakan selama proses upacara yang semuanya dimuarakan pada satu hal yaitu harapan kebaikan bagi si anak. Upacara ini juga menyiratkan bagaimana hubungan dan peran orang tua Jawa sebagai suami istri yang nantinya akan mengasuh anak tersebut hingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan.

Fulltext View|Download
Keywords: tedhak siten; acculturation; cultural behavior; symbol

Article Metrics:

  1. Amirudin, Y. (2018). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Mitoni di Malang. Vicratina: Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 3 (1). p. 137 - 145
  2. Bowcer, W.L. (2018). The semiotic sense of context vs. The material sense of context. Functional Linguist. Vol. 5 (2). p. 1 - 19
  3. Djaya, T.R. (2020). Makna tradisi tedhak siten pada masyarakat Kendal: Sebuah analisis fenomenologis Alfred Schutz. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora. Vol. 1 (6). p. 21 - 31
  4. Duranti, A. (1997) Linguistic Anthropology. Cambridge University Press
  5. Fitriani, L., Suhita, R., Saddhono, K. (2021). The simbolic meaning of the Jedhoran tradition in the tedhak siten traditional ceremony in Tulungagung and its relevance as BIPA teaching materials at
  6. Universitas Sebelas Maret. Psychology and Education. Vol. 53 (2) . p. 4369 - 4376
  7. Hafidzi, A. (2020). Nilai-nilai pendidikan optimisme pada tradisi tedhak siten di masyarakat Jawa. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences. Vol. 3 (2). p. 442 - 451
  8. Leech, N.L., & Onwuegbuzie, A.J. (2008). Qualitative data analysis: A compendium of techniques and a framework for selection for school psychology research and beyond. School Psychology Quarterly. Vol. 23 (4). p. 587 - 604
  9. Koentjaraningrat. (1980). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Aksara Baru
  10. Kusumawati, D. (2019). Fenomena budaya tedak siti (kajian multikultural di Kabupaten Batang). Prosiding Seminar Nasional Indonesia IV
  11. Melina, N., Sany, U.P., & Mustolehudin. (2020). Tradisi siklus hidup masyarakat perkotaan di era normal baru. Pusaka: Jurnal Khazanah Keagamaan. Vol. 8 (2). p. 125 - 144
  12. Miftakhul. (2015). Adat turun tanah bagi suku Jawa di Kota Palangka Raya ditinjau dari Perspektif Islam. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat. Vol 11 (2). p. 191 - 208
  13. Mustaqim, M. (2017). Pergeseran tradisi Mitoni: Persinggungan antara budaya dan agama. Jurnal Penelitian. Vol. 11 (1) p. 119 - 140
  14. Nafisah, D. (2008). Politisasi relasi suami istri:Telaah KHI Perspektif gender. Yinyang. Vol. 3 (2). p. 195 - 208
  15. Nuryah. (2016). Tedhak siten: Akulturasi budaya Islam Jawa (studi kasus di desa Kedawung kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen). Fikri. Vol 1 (2). 315 - 334
  16. Relin, D.E. (2013). Teologi Hindu dalam tradisi selamatan pada masa kanak-kanak (tedhak siten) didesa Kumendung Muncar Banyuwangi Jawa Timur. Ringkasan Laporan Penelitian. http://sim.ihdn.ac.id/app-assets/repo/repo-dosen-251801085144-94.pdf
  17. Pradanta, W.S., Sudardi, B., Subiyantoro, S., (2015). Kajian nilai-nilai budaya JAwa dalam tradisi bancakan Weton di kota Surakarta (sebuah kajian simbolisme dalam budaya Jawa). Lingua. Vol. 12 (2). p. 155 - 172
  18. Setiawan, F. & Handayaningrum, W. (2020). Budaya visual dalam tradisi siklus kehidupan masyarakat Jawa di Tulungagung. ARS. Jurnal Seni Rupa & Desain. Vol 23 (1). p. 1 - 12
  19. Sumarno & Mumfangati, T. (2016). Potret Pengasuhan Anak sejak dalam Kandungan hingga Remaja pada Masyarakat Jawa: Kajian Serat Tata Cara. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB)
  20. Sumiyardana, K., Karyono., Handono, S., Pressanti, D.A., Rahardian, E., & Istiana, I.I. (2014). Pandangan Orang Jawa dalam Serat Warna Warni. Balai Bahas Propinsi Jawa Tengah
  21. Spradley, J. (2016). The Ethnographic Interview. USA: Waveland Press.Inc
  22. Zamzami, L. (2016). Dinamikan pranata sosial terhadap kearifan lokal masyarakat nelayan dalam melestarikan wisata bahari. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya. Vol. 18 (1). p. 57 - 67
  23. Zlatev, J. (2018). Meaning making from life to language: The semiotic hierarchy and phenomenology. Cognitive Semiotics. Vol. 11. (1). p. 1- 18

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-06-20 17:06:09

No citation recorded.