skip to main content

DESAIN EKSPERIMENTAL FAKTORIAL UNTUK PENENTUAN FAKTOR PALING BERPENGARUH PADA PROSES PULPING ORGANOSOLV BERBAHAN BAKU LIMBAH DAUN NANAS

Glenn Mochamad Rayhan  -  Program Studi D-III Teknologi Kimia, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Salsabila Fachrina  -  Program Studi D-III Teknologi Kimia, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Rizka Amalia orcid scopus  -  Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Paper production has been identified with industries that destroy forests (deforestation). Utilizing alternative wood substitute raw materials, such as pineapple leaves can be one solution to the problem. Pineapple plants can produce more than 70 leaves with cellulose content in the leaves which reaches 69.5-71.5%, so it has the potential to be used as raw material for paper. The organosolv process was chosen as a pulp manufacturing process because it produces high purity in the byproducts (lignin and hemicellulose), high pulp yield, easy recovery of black liquor and no sulfur element, making it safer for the environment. This study aims to determine the most influential factors in the organosolv pulping process with a factorial experimental design method 23. Variables used include solvent types (ethanol and acetic acid), pulp cooking time (60 minutes and 110 minutes) and types of leaf dryness (wet leaves) and dried leaves). From the results of the analysis, the most influential factor in the organosolv pulping process is the type of solvent (ethanol). Optimal operating conditions were obtained for solvent ethanol, cooking time of 60 minutes with wet leaves, where cellulose content was 96.31% and lignin content decreased by 17.80% in dry pulp.
Fulltext View|Download
Keywords: paper; pulping; organosolv; pineapple; experiment design
Funding: Diponegoro University

Article Metrics:

  1. Kementrian Perindustrian. 2017. Produksi Pulp dan Kertas Manfaatkan Bahan Non Kayu, Berita Industri
  2. H. Onggo, & T. Jovita, 2005, Pengaruh Sodium Hidroksida dan Hidrogen Peroksida Terhadap Rendemen dan warna Pulp Dari Serat Nanas , Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 3 (1), 37-43. [Online]
  3. Jalaluddin, S. Rizal, 2005, Pembuatan Pulp dari Jerami Padi dengan Menggunakan Natrium Hidroksida, Jurnal Sistem Teknik Industri, 6(5), 53-56. [Online]
  4. E.K. Artati, A. Effendi, T. Haryanto, Pengaruh Konsentrasi Larutan Pemasak Pada Proses Delignifikasi Eceng Gondok Dengan Proses Organosolv. Ekuilibrium. 8 (1). 25 – 28. [Online]
  5. P. Coniwanti, S. Novalina, & I.K.Putri, 2009, Pengaruh Konsentrasi Larutan Etanol, Temperatur dan Waktu Pemasakan pada Pembuatan Pulp Eceng Gondok Melalui Proses Organosolv, Jurnal Teknik Kimia, 16 (4), 34-41. [Online]
  6. L. Jimenez, J.C. Garcia, I. Perez, J. Ariza & F. Lopez, 2001, Acetone Pulping of Wheat Straw. Influence of Cooking and Beating Conditions on The Resulting Paper Sheets, American Chemical Society. 40 (26), 6201-6206. [Online]
  7. A. Gunawan, D.E. Sihotang, & M.Y. Thoha, 2012, Pengaruh Waktu Pemasakan dan Volume Larutan Pemasak Terhadap Viskositas Pulp Dari Ampas Tebu, Jurnal Teknik Kimia. 2 (18), 1-8. [Online]
  8. T.N. Kleinert, 1974, Organosolvent pulping with aqueous alcohol, TAPPI. 57 (8), 99–102
  9. E.K. Pye, & J.H. Lora, 1991, The Alcell process. A proven alternative to kraft pulping, TAPPI, 74(3): p. 113-118
  10. L. Muis, 2013. Pulpinisasi Jerami Padi menggunakan Metode Organosolv, Jurnal Sainmatika, 7(1),1-6
  11. H. Kirci, & M. Akgul, 2002, Production of Dissolving Pulp from Poplar Wood by Ethanol-Water Process, Turk. J. Agric. For, 26:239-245
  12. I. Wibisono, H. Leonardo, Antaresti, Aylianawati, 2011, Pembuatan Pulp dari Alang-Alang, Widya Teknik, 10(1) : 11-20
  13. Nurhidayani, & E.M. Tamboesai, Perbandingan Metode Sulfat (Kraft) dan Organosolv dalam Pembuatan Pulp Berbahan Baku Daun Nanas (Ananas comusus Meer), Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas MIPA. Universitas Riau: Pekanbaru
  14. SNI 8400:2017. Selulosa alfa, beta dan gama dalam pulp (T 203 cm-09, IDT). Diakses pada 24 Januari 2020 dari http://sispk.bsn.go.id/SNI/DetailSNI/11379
  15. SNI 8429:2017. Lignin tidak larut asam dalam kayu dan pulp (T 222 om-15, IDT). Diakses pada 24 Januari 2020 dari http://sispk.bsn.go.id/SNI/DetailSNI/11513
  16. D. Handayani, R. Amalia, M.E. Yulianto, I. Hartati, & Murni, 2018, Determination of Influential Factors During Enzymatic Extraction of Ginger Oil Using Immobile Isolated Cow Rumen Enzymes, International Journal of Technology. 3, 455-463. [Online]
  17. G. Anggista, I.T. Pangestu, D. Handayani, M.E. Yulianto, S. Kusuma, 2019, Penentuan Faktor Berpengaruh Pada Ekstraksi Rimpang Jahe Menggunakan Extraktor Berpengaduk, Gema Teknologi. 20(3), 80-84. [Online]
  18. T.K. Dewi, A. Wulandari, & Romy, 2009, Pengaruh Temperatur, Lama Pemasakan, dan Konsentrasi Etanol Pada Pembuatan Pulp Berbahan Baku Jerami Padi dengan Larutan Pemasak NaOH-Etanol, Jurnal Teknik Kimia. 16 (3), 11-20. [Online]
  19. D. Fengel, & G. Wegener, 1995. Kimia Kayu dan Reaksi-Reaksi Ultrasruktur (terjemahan). Hardjono Sastrohamidjojo, penerjemah. Yogyakarta. Universitas Gajah Mada Press
  20. Duke, J. Allan, Vasquez, Rodolfo, 1994, Amazonian Ethnobotanical Dictionary, Iquitos Peru : CRC Press
  21. Shere B. Noris, 1959, Lignin dan Kadar Metoksil dari Beberapa Bahan Baku untuk Pulp. Bandung : Balai Penelitian Pulp, Balai Besar Selulosa

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.