ETIKA BERKOMUNIKASI BAGI PENGEMUDI BECAK SEBAGAI PELAKU PARIWISATA DI YOGYAKARTA

*Sri Sudarsih -  Departemen Linguistik Undip, Indonesia
Iriyanto Widisuseno -  Departemen Linguistik Undip, Indonesia
Reny Wiyatasari -  Departemen Linguistik Undip, Indonesia
Budi Mulyadi -  Departemen Linguistik, Indonesia
Yuliani Rahmah -  Departemen Linguistik Undip, Indonesia
Published: 10 Nov 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 302 172
Abstract

Yogyakarta merupakan kota pariwisata dengan kekayaan budayanya. Pariwisata dikembangkan secara meneyeluruh dengan berbasis pada budaya. Artinya pengembangan pariwisata yang tetap didasarkan pada nilai-nilai budaya Yogyakarta. Becak sebagai alat transportasi tradisional merupakan salah satu icon pariwisata di Yogyakarta. Desain becak dengan pengemudinya turut serta menentukan perkembangan pariwisata di Yogyakarta. Salah satu hal terpenting adalah etika berkomunikasi dengan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Etika komunikasi harus dikedepankan karena menentukan makna pariwisata secara keseluruhan. Komunikasi yang mengedepankan etika akan menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan damai sehingga para wisatawan merasa ingin berlama-lama berwisata di Yogyakarta. Harapan ke depannya adalah wisatawan yang datang ke Yogyakarta akan meningkat dari tahun ke tahun.


Kata kunci : etika, komukasi, pengemudi becak, icon pariwisata, budaya, pariwisata


Yogyakarta is a tourism city with riches culture.Tourism developed thoroughly with
based on culture.It means the development of tourism continue to be based on culture value of
Yogyakarta.Pedicabs as a traditional transportation is one of tourism icon in Yogyakarta.
Design of pedicabs with the driver also as well as to determine improving tourism in
Yogyakarta. One of the things it is all about ethics communicate with tourists both domestic and
foreign.
Ethics communication should be put forward because determine the meaning of
tourism as a whole. Communication that puts forward standard ethics going to create a mood
that safe comfortable and peaceful so that the tourists felt like linger traveled in Yogyakarta.
Hope in the future is tourists who come to Yogyakarta will increase from year to year.


Keywords : Ethics, communication, the pedicab driver, a tourism icon, culture, tourism

Article Metrics:

  1. Bertens, K., 2007. Etika, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  2. Keraf, S.,2002. Etika Lingkungan, Penerbit Buku Kompas, Jakarta.
  3. Magnis, Suseno, 2009. Etika Dasar: Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral, Kanisius,Yogyakarta.
  4. (https://pakarkomunikasi.com/etika-komunikasi).
  5. (http://blognewetikaberkomunikasi.blogspot.co.id/2015/10/etika-berkomunikasi.html).
  6. (http://www.organisasi.org/1970/01/etiket-etika-dalam-berkomunikasi-komunikasi-pengertian-etika-etiket-sosiologi.html).