skip to main content

Pamali ‘Don't Sit in Front of the Door’ as the Boundary of Javanese Women's

Department of History, Faculty of Humanities, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Received: 21 Nov 2025; Revised: 30 Mar 2026; Accepted: 1 Apr 2026; Published: 30 Apr 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Tri Handayani, Firda Mutia Widayanti under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Pamali is often found in Javanese society, for example, pamali related to women sitting in front of doors. This expression is advice for women, but it also regulates women's lives. This article aims to examine the role of pamali in prohibiting women from sitting on doorsteps as an unwritten rule governing the domestic behavior of Javanese women. This study focuses on the symbolic meaning of this prohibition and the function of doorsteps as boundaries between women's private and public spaces. This study uses a literature review method, analyzing various relevant literature on pamali culture, the symbolism of doors in Javanese households, and the social values contained therein. The results of the discussion show that pamali functions as a form of persuasive social control, conveyed through advice and oral traditions passed down from generation to generation. The prohibition against women sitting in front of the door is not a meaningless prohibition, but rather reflects the Javanese cultural perception of women as guardians of family honor and modesty. In the Javanese cultural context, doors have symbolic meaning not only as physical entrances and exits, but also as social boundaries that separate the world of men (public space) from the world of women (private space). As a result, this pamali serves as a means of moral education that reinforces the position of women in the social and cultural structure. Although some people have begun to view this pamali as merely a traditional legacy, it functions not only as an unwritten rule but also as a reflection of the social system and views of Javanese society, which prioritizes harmony, ethics, and balance in communal life.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (B)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: Boundary; Javanese women; pamali; social control

Article Metrics:

  1. Andriyani, R. M., Hidayat, R., & Afdhal. (2024). Menjaga Tradisi Luhur: Pamali dan Kontrol Sosial di Kampung Naga Tasikmalaya. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 6(1), 31–57. https://doi.org/10.52483/ese5m377
  2. Aryzona, C., Arifin, M. B., & Rijal, S. (2021). Pemali dalam Masyarakat Etnik Jawa di Kota Samarinda: Suatu Tinjauan Semiotika. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 5(2), 251–261
  3. Asni. (2023). Eksistensi Budaya Pamali sebagai Upaya Pembentukan Karakter Anak di Kelurahan Wette’e Kabupaten Sidrap. Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
  4. Ati’ianah. (2024). Konstruksi Sosial Perempuan dalam Ruang Publik di Aceh pada Abad ke 17-19 M: Studi Komparatif dengan Jawa. Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam, 1, 879–885
  5. Dini, R., Anggrestia, N. V., & Afkar, T. (2024). Makna dan Fungsi Ungkapan Pamali dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat di Desa Bendung Kabupaten Mojokerto: Kajian Etnolinguistik | Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa. https://journal.lpkd.or.id/index.php/Dilan/article/view/474
  6. Djono, Utomo, T. P., & Subiyantoro, S. (2012). Nilai Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa. Humaniora, 24(3), 269–278
  7. Fajrina, M. N., Antariksa, A., & Ridjal, A. M. (2017). Pola Ruang Dalam pada Rumah Tinggal Tradisional Jawa di Desa Brayut, Yogyakarta. Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur, 5(1). https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/381
  8. Filiani, C., & Antariksa. (2018). Aspek Gender Terhadap Pola Ruang Dalam Rumah Tradisional Osing di Desa Kemiren. Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur, 6(3)
  9. Hermawati, T. (2007). Budaya Jawa dan Kesetaraan Gender. Jurnal Komunikasi Massa, 1(1), 18–24
  10. Kamilia, A. D. (2025). “Aja Kaya Kue, Ora Ilok!”: Pamali sebagai Folklor Lisan dalam Pelestarian Ekologis Masyarakat Jawa dengan Kepercayaan Spiritualitasnya. Rineka : Jurnal Antropologi, 1(1). https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/rineka/article/view/26998
  11. Laila, W. R., & Zakiyah, M. (2023). Eksistensi Perempuan Jawa dalam Ungkapan Pamali di Kabupaten Gresik: Tinjauan Antropolinguistik. LOKABASA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Budaya Daerah Serta Pengajarannya, 14(2), 120–133
  12. Noorzeha, F. & Lasiyo. (2023). Memayu Hayuning Bawana: Memahami Esensi Gotong Royong dalam Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Jawa. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 14(2), 109–122. https://doi.org/10.25078/sjf.v14i2.2986
  13. Nugroho, K. S. S. (2021). Mikul Dhuwur Mendhem Jero: Nilai-Nilai Prinsip Hidup Orang Jawa. Lakeisha
  14. Nugroho, M. D. (n.d.). Modul Pengantar Interior Bangunan Jawa
  15. Purnamasari, R. N. (2024). Kesetaraan Gender dalam Penggunaan Pamali pada Masyarakat Kelurahan Manorang Salo Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng
  16. Samingin, FX., & Asmara, R. (2016). Eksplorasi Fungsi dan Nilai Kearifan Lokal Dalam Tindak Tutur Melarang di Kalangan Penutur Bahasa Jawa Dialek Standar. Transformatika, 12(1)
  17. Sarbaini, W. (2021). Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Tradisi Tingkeban Budaya Masyarakat Suku Jawa Ditinjau Dari Perspektif Filosofis. Ability: Journal of Education and Social Analysis, 77–88. https://doi.org/10.51178/jesa.v2i4.292
  18. Sari, M., & Asmendri. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA. Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian Pendidikan IPA, 6(1), 41–53
  19. Sari, S. N. A. (2023). Analisis Representasi Budaya Patrarki Menurut Islam dalam Film “Yuni” Karya Kamila Andini. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Mataram
  20. Sarmidi, G. (2015). Keberadaan Wacana Pantang Larang Berlaras Gender sebagai Tradisi Lisan, Fenomena Bahasa, dan Sastra Lisan di Indonesia. Jurnal Inspirasi Pendidikan, 5(1), 553–559
  21. Septiani, D., Zuriyati, Z., & Setiadi, S. (2025). Pemali dan Identitas Budaya: Perspektif Filsafat Bahasa dalam Masyarakat Betawi. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(1). https://doi.org/10.31000/lgrm.v14i1.12828
  22. Sriwati, S., Prasetyo, W., & Iqbal, M. (2022). Pamali: Intervensi dan Pengaruhnya terhadap Pembentukan Pola Pikir Logis Remaja dalam Masyarakat Banjar. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 6(1). https://doi.org/10.58258/jisip.v6i1.2832
  23. Susanti, Y. (2024). Modernisasi Beragam dalam Perspektif Habitus Pierre Bourdie dan Tafsir Kebudayaan Clifford Gertz. Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Antropologi, 8(2), 95–104
  24. Suwarna, D. (2022). Ambiguitas sebagai Persoalan Baca dan Tanda Baca. Media Bahasa, Sastra, Dan Budaya Wahana, 28(1), 2622–4356
  25. Syarubany, A. H. M., Azzahra, M. P. K., Rahayu, R. S., & Prayoga, S. (2021). Pengaruh Pamali sebagai Kearifan Lokal dalam Mewujudkan Nilai dan Norma dalam Kehidupan Sosial Generasi Z. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 570–577. https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1945
  26. Ulandri, T., Arifin, M. B., & Rijal, S. (2022). Pemali dalam Budaya Masyarakat Etnik Sunda di Kota Samarinda: Tinjauan Semiotika. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 6(1), 137–154
  27. Umayah, P., Sinaga, R. M., & Ekwandari, Y. S. (2019). Mitos Bagi Wanita Hamil pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Muara Aman. Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah (PESAGI), 7(2)
  28. Vinata, D., Damanik, D. A., Amalia, N., & Dora, N. (2025). Peran Pamali dalam Mempertahankan Adat Jawa di Era Modern. Rekayasa: Jurnal Saintek, 1(01), 20–26

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-09 22:41:35

No citation recorded.