skip to main content

Dampak Penurunan Kualitas Air Laut Dari Kegiatan Operasi Floating Storage and Offlaoding (FSO) Challenger Lepas Pantai Blok Bawean

1Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Universitas Papua, 98314 Papua Barat, Indonesia

2Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, 55281 Yogyakarta, Indonesia

3Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, 55281 Yogyakarta, Indonesia

4 Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, 55281 Yogyakarta, Indonesia

View all affiliations
Received: 4 Feb 2022; Revised: 4 Mar 2022; Accepted: 10 Mar 2022; Available online: 18 Mar 2022; Published: 3 Jul 2022.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Floating Storage and Offloading (FSO) terletak pada koordinat 6° 43’51.84” LS dan 112° 09’19.84” BT berada di Blok Bawean. Fasilitas FSO adalah tanker pengangkut dan penyimpan crude oil dengan kapasitas 900.000 barrel. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui parameter kualitas air laut di FSO Challenger semester II 2018 (2) mengevaluasi kecenderungan dan tingkat kekritisan kualitas air laut di FSO Challenger tahun 2015-2018. Lokasi penelitian pada bagian Up stream dan Down stream FSO Challenger, parameter yang diuji  yaitu kekeruhan, TSS, suhu, pH, BOD5, N-NH3, lemak dan minyak (grease and oil), dan N-NO3. Pengambilan sampel kualitas air laut dilakukan secara langsung, Sampel air laut yang diperoleh kemudian dilakukan pengujian sesuai metode yang mengacu pada peraturan yang berlaku sesuai izin lingkungan no.02.85.12 tahun 2014. Sampel hasil analisis laboratorium dibandingkan dengan baku mutu sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Hasil analisis labolatorium kualitas air laut yaitu  kekeruhan kisaran <0,40 – 0,60 NTU, TSS <1,6 – 3,6 mg/L, BOD5 9,3 – 11,1 mg/L, N-NH3 <0,03 mg/L, lemak dan minyak (grease dan oil)  <0,2 mg/L, N-NO3 < 0,006 mg/L, suhu 31,2 – 31,7°C, serta pH 8,01 – 8,17. Kecenderungan tingkat kekritisan kualitas air laut di FSO Challenger yang fluktuatif mengakibatkan dampak terhadap kualitas air laut sekitar FSO Challenger. Pengawasan kualitas dari air laut di sekitar FSO Challenger dengan pengolahan air terproduksi yang di setting kembali di slope tank dan dialirkan ke separator, pengelolaan pada air pendingin dengan mengatur debit maksimum dan pengoperasian sistem secara kontinyu.

ABSTRACT

Floating Storage and Offloading (FSO) is located at coordinates 6° 43'51.84” South Latitude and 112° 09'19.84” East Longitude is in the Bawean Block. The FSO facility is a crude oil carrier and storage tanker with a capacity of 900,000 barrels. This study aims to (1) determine the parameters of sea water quality in FSO Challenger in the second semester of 2018 (2) find the potential and criticality of sea water quality in FSO Challenger in 2015-2018. The research location is in the Upstream and Downstream sections of the FSO Challenger, the parameters tested are turbidity, TSS, temperature, pH, BOD5, N-NH3, grease and oil (grease and oil), and N-NO3. Sampling of seawater quality is carried out directly. The seawater samples obtained are then tested based on methods that refer to applicable regulations according to environmental permits no. 02.85.12 of 2014. Samples from laboratory analysis are compared with quality standards according to Decree of the Minister of the Environment Number 51 of 2004. The results of laboratory analysis of sea water are turbidity in the range of <0.40 – 0.60 NTU, TSS <1.6 – 3.6 mg/L, BOD5 9.3 – 11.1 mg/L, N- NH3 <0.03 mg/L, fats and oils (grease and oil) <0.2 mg/L, N-NO3 < 0.006 mg/L, temperature 31.2 – 31.7°C, and pH 8.01 – 8.17. The level of criticality of sea water quality in FSO Challenger which fluctuates has an impact on sea water quality around FSO Challenger. Monitoring the quality of seawater around the Challenger FSO by treating the produced water which is set back in the slope tank and into the separator, managing the air conditioner by adjusting the maximum flowrate and operating the system continuously.

Fulltext View|Download
Keywords: FSO Challenger; up stream; down stream; air laut; separator
Funding: Universitas Gadjah Mada

Article Metrics:

  1. Andreozzi. R.. Caprio. V.. Insola. A.. Maritta. R.. Sanchirico. R. (2000). Advanced oxidation processes for the treatment of mineral oil-contaminated wastewater. Water Resource 34. No.2. 620-628
  2. Ambalika. I.. Umroh. Nugraha. Mohammad Agung Pamungkas. A.. Utami. E.. Akhrianti. I.. Hudatwi. M.. Sari. S. P.. & Marfuah. M. (2021). Distribution of Total Suspended Solid. Total Dissolved Solid and Sedimentatiom Rate in Kelabat Luar Bay. The Area of Tin Mining. Journal SCi.Line. 1(2)
  3. Amelia. N.. & Titah. S. (2021). Kajian Pengaruh Penggunaan Biosurfaktan Rhamnolipida dan Surfaktin pada Proses Bioremediasi Tanah Tercemar Crude Oil. Jurnal Teknik ITS. 10(2)
  4. Azizah. A.. & Wibisana. H. (2020). Analisa Temporal Sebaran Suhu Permukaan Laut Tahun 2018 Hingga 2020 Dengan Data Citra Terra Modis. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology. 13(3). 196–205. https://doi.org/10.21107/jk.v13i3.7550
  5. Daroni. T. A.. & Arisandi. A. (2020). Analisis BOD (Biological Oxygen Demand) Di Perairan Desa Prancak Kecamatan Sepulu. Bangkalan. Journal Juvenil. 1(4). 558–566
  6. Darza. S. E. (2020). Dampak Pencemaran Bahan Kimia dari Perusahaan Kapal Indonesia terhadap Ekosistem Laut. Jurnal Ilmiah MEA. 4(3). 1831–1852
  7. Clark J. (2004). Mechanism. chemistry. and physics dispersants in oil spill response. Presentation to NRC committee on understanding oil spill dispersants: efficacy and effects. Exxon Mobile Research ang Engineering
  8. Djalal. Hasjim. (1979). Hukum Laut Indonesia. Percetakan Ekonomi. Bandung
  9. Effendi H. (2000). Telaah Kualitas Air Bagi Pengeloaan Sumber Daya Lingkungan Perairan. Bogor: Institut Pertanian Bogor. 259 hlm
  10. Effendi. H. (2003). Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta
  11. Fardiaz. S. (1992). Polusi Air dan Udara: Kanisius. Bogor
  12. Hartanto. Benny. (2008). Oil Spill (Tumpahan Minyak) di Laut dan Beberapa kasus di Indonesia. Bahari Jogja Vol.VIII No.12
  13. Hamuna. B.. Tanjung. R.. Suwito. Maury. K.. Alianto. (2018). Kajian Kualitas Air Laut dan Indeks Parameter Fisika-Kimia Di Perairan Distrik Depapre. Jayapura. Jurnal Ilmu Lingkungan. Pascasarjana UNDIP. Semarang
  14. Hidayat. Y. M. (2015). Model Kematian Biota Air Sebagai Fungsi Waktu Kontak pada Air Limbah Deterjen dan Gagasan Sederhana Pengendaliannya. Jurnal Sumber Daya Air. 12(2). 131–146. https://doi.org/10.32679/jsda.v12i2.60
  15. Indrayana. R.. Yusuf. M.. Rifai. A.. Kelautan. J. I.. Perikanan. F.. Diponegoro. U.. Soedharto. J. P. H.. Semarang. T.. & Fax. T. (2014). Pengaruh Arus Permukaan Terhadap Sebaran Kualitas Air di Perairan Genuk Semarang. Journal of Oceanography. 3(4). 651–659
  16. JOB P-PEJ. (2014). Adendum ANDAL dan RKL - RPL Pengembangan Lapangan Sukowati PAD A dan PAD B Beserta Fasilitas Penunjangnya di Blok Tuban West Area Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur
  17. JOB P-PEJ. (2018). Laporan Monitoring RKL RPL Pertamina PetroChina East Java Tuban Jawa Timur
  18. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut
  19. Koch AK. Kappeli O. Fiechter A and Reiser J. (1991). Hydrocarbon Assimilation and Biosurfactant Production in Pseudomonas aeruginosa Mutans. J bacterial 173(13). United State of America
  20. Kusumaningtyas. M.A.. Bramawanto. R.. Daulat. A dan Pranowo. W.S. (2014). Kualitas Perairan Natuna Pada Musim Transisi. Jurnal Depik. 3 (1): 10-20
  21. Najamuddin. Kasim. I. J.. Baksir. A.. Paembonan. R. E.. Tahir. I.. & Lessy. M. R. (2020). Kualitas Perairan dan Status Pencemaran Perairan Pantai Kota Ternate. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan. 3(1). 35–45
  22. Nontji.A. (2005). Laut Nusantara. Jakarta : Penerbit DjambatanNugroho. Astri. (2007). Pertumbuhan Konsorsium Isolat Bakteri Asal Benakat pada Media Minyak Bumi Bersalinitas Tinggi: Studi Kasus Biodegradasi Minyak Bumi Skala Laboratorium. Jakarta: Universitas Trisakti
  23. Oktavia. D. A.. Mangunwidjaja. D.. Wibowo. S.. & Sunarti. T. C. (2012). Pengolahan Limbah Cair Perikanan Menggunakan Konsorsium Mikroba Indegenous Proteolitik dan Lipolitik. Agrointek.6(2). 65–71
  24. Patimah. A. S.. Prasetya. A.. & Murti. S. H. (2022). Study of Domestic Wastewater in Oil and Gas Field: A Case Study in the Cangkring River. Tuban. East Java. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 963(1). 012051. https://doi.org/10.1088/1755-1315/963/1/012051
  25. Patimah. A. S.. & Suratman. (2020). Dampak Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Pada Degradasi Biota Perairan dan Penurunan Kualitas Air Permukaan. Jurnal Offshore: Oil. Production Facilities and …. 4(1). 17–27
  26. https://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_OFFSHORE/article/view/732%0Ahttps://ejournal.up45.ac.id/index.php/Jurnal_OFFSHORE/article/download/732/572
  27. Patimah. A. S. (2011). Bioremediasi Sebagai Usaha Konservasi Lingkungan pada Pencemaran Limbah Pemboran Minyak di JOB Pertamina Petrochina East Java Tuban - Jawa Timur. Tesis. Universitas Gadjah Mada
  28. Patty. S. I.. Yalindua. F. Y.. & Ibrahim. P. S. (2021)
  29. Analisis Kualitas Perairan Bolaang Mongondow. Sulawesi Utara Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia Air Laut. Jurnal Kelautan Tropis. 24(1). 113–122. https://doi.org/10.14710/jkt.v24i1.7596
  30. Putri. W. A. E.. Purwiyanto. A. I. S.. Fauziyah. .. Agustriani. F.. & Suteja. Y. (2019). Kondisi Nitrat. Nitrit. Amonia. Fosfat Dan Bod Di Muara Sungai Banyuasin. Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis. 11(1). 65–74. https://doi.org/10.29244/jitkt.v11i1.18861
  31. Richana N. Helena YM. Ani S. Tun Tedja I. (1998). Produksi Biosurfaktan Lipopeptida oleh Isolat Bakteri Indigenous. Prosiding Seminar Pertemuan Ilmiah Tahunan: Peranan Mikrobiologi Dalam Agroindustri Untuk Menunjang Ketahanan Pangan Nasional: 191–198
  32. Rohmawati. Y.. & Kustomo. K. (2020). Analisis Kualitas Air pada Reservoir PDAM Kota Semarang Menggunakan Uji Parameter Fisika. Kimia. dan Mikrobiologi. serta Dikombinasikan dengan Analisis Kemometri. Walisongo Journal of Chemistry. 3(2). 100. https://doi.org/10.21580/wjc.v3i2.6603
  33. Umasugi. S.. Ismail. I.. Studi. P.. Perairan. B.. Perikanan. F.. Ilmu. D.. Buru. U. I.. Studi. P.. Perairan. B.. Perikanan. F.. Ilmu. D.. Buru. U. I.. Studi. P.. Biologi. P.. & Buru. U. I. (2021). Kualitas Perairan Laut Desa Jikumerasa Kabupaten Buru Berdasarkan Parameter Fisik. Kimia dan Biologi. Jurnal Biologi Pendidikan Dan Terapan. 8. 29–35
  34. Wardhani. W. K.. & Titah. H. S. (2020). Studi Literatur Alternatif Penanganan Tumpahan Minyak Mentah Menggunakan Bacillus subtilis dan Pseudomonas putida (Studi Kasus: Tumpahan Minyak Mentah Sumur YYA-1). Jurnal Teknik ITS. 9(2). 97–102
  35. Wilson. P.C. (2010). Water Quality Notes: Water Clarity (Turbidity. Suspended Solids. and Color). Department of Soil and Water Science. University of Florida
  36. Yonar. M.. Luthfi. O. M.. & Isdianto. A. (2021). Dinamika Total Suspended Solid (TSS) di Sekitar Terumbu Karang Pantai Damas. Trenggalek. Journal of Marine and Coastal Science. 10(1). 48–57. https://www.researchgate.net/publication/349522981_Dynamics_Of_Total_Suspended_Solid_TSS_Around_Coral_Reef_Beach_Damas_Trenggalek/fulltext/6034fe1d4585158939c41fd1/Dynamics-Of-Total-Suspended-Solid-TSS-Around-Coral-Reef-Beach-Damas-Trenggalek.pdf

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-06-22 09:35:08

No citation recorded.