Strategi Joko Widodo Membentuk Manajemen Kesan di Instagram Menjelang Pilpres 2019

*Gita Juniarti  -  Diponegoro University, Indonesia
Published: 22 Dec 2018.
Open Access Copyright 2019 Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Citation Format:
Abstract

To promote the positive self-image, political figures began to regard the development of the media from year to year. The presidential election on 2009, most politica figures promote themselves by print and broadcast media. On 2014, most of them began to used Twitter for political campign. Now, some have political figures to choose Instagram as a medium to market their self-image.

Joko Widodo also builds positive image with audiences by Instagram. This study looks of Joko Widodo’s Instagram content and analyzed it with dramaturgy theory and impression management theory. Finally, the conclusion of this study will found Joko Widodo's strategy when he showed his positive images on Instagram. This research analyzed the contents of photos and videos on Instagram account @jokowi from the campaign began (October 1, 2018) until the presidential election was held (April 17, 2019). For the method, this research used qualitative approach with descriptive analysis.

Joko Widodo use his Instagram to upload photos and videos about his success in building the infrastructure, maintaining stable prices in traditional markets, struggling for athlete's welfare, encouraging the village funds to develop the villages, commands the quick work for evacuation, etc. Each images and videos on his post earn thousands of likes and comments from followers and other Instagram account owners. Joko Widodo uses ingratiation strategies, self-promotion strategies, and exemplifications strategies when he creating impression management about himself on Instagram.

 

Untuk mempromosikan citra diri, tokoh-tokoh politik mulai memperhatikan perkembangan media dari tahun ke tahun. Pada pemilihan presiden tahun 2009, sebagian besar tokoh politik memilih mempromosikan diri mereka dengan menggunakan media cetak maupun media elektronik. Kemudian, pada tahun 2014, mereka mulai beralih dengan menggunakan twitter. Kini, beberapa dari tokoh politik sudah mulai mempromosikan citra diri mereka melalui media Instagram.

Joko Widodo juga turut membangun citra positif tentang dirinya melalui Instagram. Penelitian ini melihat isi dari Instagram milik Joko Widodo, lalu menganalisisnya dengan teori dramaturgi dan teori manajemen kesan. Penelitian ini akan menemukan strategi yang digunakan oleh Joko Widodo dalam membangun manajemen kesan tetnang dirinya di depan audiens. Adapun penelitian ini mengkaji foto dan video yang diposting oleh akun @jokowi sejak kampanye dimulai (1 Oktober 2018) hingga pemilihan presden berlangsung (17 April 2019). Untuk metodologi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif.

Joko Widodo menggunakan Instagram untuk mengunggah foto dan video tentang keberhasilannya dalam membangun infrastruktur, mempertahankan harga yang stabil di pasar tradisional, berjuang untuk kesejahteraan atlet, mendorong desa-desa untuk berkembang dengan menggunakan dana desa, mengomando untuk cepat tanggap dalam bencana alam, dan hal positif lainnya. Joko Widodo menggunakan beberapa strategi dalam menunjukkan citra positifnya di Instagram, antara lain strategi ingratiation, strategi self-promotion, dan strategi exemplifications dalam membangun manajemen kesan di Instagram.

Keywords: Instagram, impression management, self-images, dramaturgi, presidential election 2019
Funding: Andoyo Supriyantono, Unipa University, Department of Animal Husbandry

Article Metrics:

  1. Ardhina Pratiwi (2018). Representasi Citra Politik Hary Tanoesoedibjo (Studi Semiotika Roland Barthes dalam Video Mars Partai Perindo). Profetik Jurnal Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 11 (2), 17-31
  2. Berliani Ardha (2014). Social Media Sebagai Media Kampanye Partai Politik 2014 di Indonesia. Jurnal Visi Komunikasi Universitas Mercu Buana, 13 (1), 105-120
  3. Endah Murwani (2018). The Impression Management Strategy of the Candidates of Governor-Vice Governor of DKI Jakarta on Social Media. Jurnal Komunikasi ISKI, 3 (2), 113-121
  4. Gun Gun Heryanto (2018). Media Komunikasi Politik. Yogyakarta: IRCiSoD
  5. Kumparan.com. Akun Resmi Media Sosial Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo Sandi di Pilpres. 29 September 2018
  6. Kumparan.com. KPU: Tidak Ada Batasan Kampanye di Media Sosial, Tapi Kami Pantau. 31 Januari 2018
  7. Mark Huberty. (2015). Can we vote with our tweet? On the perennial difficulty of election forecasting with social media. International Journal of Forecasting. 31(3), 992–1007
  8. Khoiruddin Muchtar. (2016). Komunikasi Politik dan Pembentukan Citra Partai. Jurnal Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta 4 (2), 136-147
  9. M. Jazuli. (2014). Sosiologi Seni. Yogyakarta: Graha Ilmu
  10. Nengah Bawa Atmadja & Luh Putu Sri Ariyani. (2018). Sosiologi Media: Perspektif Teori Kritis. Depok: PT Raja Graffindo Persada
  11. Nurul Hasfi, Sunyoto Usman, & Hedi Pudjo Santosa. (2017). Representasi Kepemimpinan Calon Presiden di Twitter. Jurnal ASPIKOM, 3 (2), 270-284
  12. Rachmat Kriyantono. (2014). Teori Public Relations Perspektif Barat & Lokal. Jakarta: Kencana Pranada Media Group
  13. Sahrul Mauludi. (2018). Socrates Café. Jakarta: Kompas Gramedia
  14. Tempo.co. Filosofi Kemeja Putih Jokowi. 29 Oktober 2014
  15. Yanny Hariati (2014). Persepsi Pemilih Pemula terhadap Political Personal Branding Joko Widodo (Studi Pada Anggota Komunitas Young on Top Malang). Prosiding Post-Graduate Roundtable Universitas Airlangga Surabaya. Diakses dari Penerbit Program S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga

Last update: 2021-04-23 16:23:57

No citation recorded.

Last update: 2021-04-23 16:23:57

No citation recorded.