Sosok Calon Legislatif Lokal dalam Iklan-Iklan Politik (Kajian semiotika terhadap Iklan-Iklan Politik Calon Legislatif Lokal di Media Massa Cetak Lokal Jawa Tengah)

*Hedi Pudjo Santosa -  Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP, Indonesia
Published: 1 Jul 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 436 1128
Abstract

Abstract :

Political advertising are not different to product promotion, in which both are trying to sell something to specific consumers. Political advertising seems more complex than product advertising or public service advertising. It can reach several targets in the same time such as increasing candidate’s popularity, convincing voters who are still confused to make choices, gaining supports, attacking rivals and opponents, explaining the vision and mission, and maintaining the image of the candidate. Generally, personal advertising for legislative candidate has simple character although in some cases it is presented in complicated way. Most of the personal advertising contains promise of party and candidate that is presented excessively, but it has poor data quality and fails to provide verification efforts. Even if there is an evidence, it is sometimes too complicated to be understood and often arise debates.

Keywords: political advertising, local canditates

Abstraksi :Iklan politik tidak berbeda dengan promosi produk. Keduanya berusaha menjual sesuatu kepada sasaran konsumen tertentu. Memang iklan politik terlihat lebih rumit daripada iklan produk atau iklan layanan masyarakat. Tapi, jika berhasil, iklan politik bisa meraih sejumlah target, seperti meningkatkan popularitas calon, meyakinkan pemilih yang masih bingung untuk menentukan pilihan, meraih dukungan, menyerang pesaing dan penentang, menjelaskan visi dan misi, dan menjaga citra sang calon. Iklan personal calon anggota legislatif (caleg) umumnya bersifat sederhana sekalipun demikian sejumlah iklan yang dimuat di media massa terasa sedikit lebih kompleks. Hampir semua iklan tersebut berisi janji-janji dari partai dan kandidat yang disampaikan secara berlebihan, penuh dengan klaim akan tetapi miskin data dan upaya pembuktian. Kalaupun ada pembuktian, maka pembuktian itu terlalu rumit untuk dipahami dan bahkan memicu perdebatan.

Kata Kunci: iklan politik, calon legislatif

Article Metrics: