BibTex Citation Data :
@article{IP76361, author = {Sri Habibie}, title = {Strategi Indonesia dalam Mendorong Diplomasi Maritim ASEAN untuk Membangun Stabilitas Keamanan Regional di tengah Dinamika Konflik Laut China Selatan}, journal = {Indonesian Perspective}, volume = {10}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Diplomasi maritim Indonesia; Laut China Selatan; Stabilitas Regional.}, abstract = { Konflik Laut China Selatan (LCS) menjadi tantangan keamanan maritim yang kompleks di Asia Tenggara, melibatkan klaim teritorial antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok. Sebagai negara kepulauan terbesar dan pendiri ASEAN, Indonesia berperan strategis dalam mendorong diplomasi maritim untuk menjaga stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor pendukung dan penghambat keberhasilan Indonesia dalam diplomasi maritim ASEAN, serta merumuskan strategi peningkatan stabilitas keamanan regional di LCS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan NVivo 12 Plus, penelitian ini menemukan bahwa diplomasi maritim Indonesia didukung oleh posisi geografis strategis dan peran historisnya di ASEAN. Inisiatif seperti East Asia Summit Statement dan ASEAN Seaport Interdiction Task Force mencerminkan kepemimpinan regional Indonesia. Namun, upaya ini terkendala oleh lemahnya kepemimpinan kolektif ASEAN dan rivalitas Tiongkok-Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Indonesia menekankan pendekatan non-konfrontatif berbasis hukum internasional dan prinsip bebas aktif, dengan peran sebagai mediator netral dalam dialog ASEAN-Tiongkok, termasuk penyusunan Code of Conduct (CoC). Diplomasi ini perlu diperluas untuk mencakup pengelolaan konflik, kerja sama ekonomi biru, dengan melakukan konvergensi kebijakan dengan negara anggota ASEAN lainnya seperti Malaysia. Pendekatan kooperatif ini diharapkan memperkuat pengaruh Indonesia sekaligus menjaga stabilitas dan sentralitas ASEAN. }, issn = {2548-1436}, doi = {10.14710/ip.v10i2.76361}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ip/article/view/76361} }
Refworks Citation Data :
Konflik Laut China Selatan (LCS) menjadi tantangan keamanan maritim yang kompleks di Asia Tenggara, melibatkan klaim teritorial antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok. Sebagai negara kepulauan terbesar dan pendiri ASEAN, Indonesia berperan strategis dalam mendorong diplomasi maritim untuk menjaga stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor pendukung dan penghambat keberhasilan Indonesia dalam diplomasi maritim ASEAN, serta merumuskan strategi peningkatan stabilitas keamanan regional di LCS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan NVivo 12 Plus, penelitian ini menemukan bahwa diplomasi maritim Indonesia didukung oleh posisi geografis strategis dan peran historisnya di ASEAN. Inisiatif seperti East Asia Summit Statement dan ASEAN Seaport Interdiction Task Force mencerminkan kepemimpinan regional Indonesia. Namun, upaya ini terkendala oleh lemahnya kepemimpinan kolektif ASEAN dan rivalitas Tiongkok-Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Indonesia menekankan pendekatan non-konfrontatif berbasis hukum internasional dan prinsip bebas aktif, dengan peran sebagai mediator netral dalam dialog ASEAN-Tiongkok, termasuk penyusunan Code of Conduct (CoC). Diplomasi ini perlu diperluas untuk mencakup pengelolaan konflik, kerja sama ekonomi biru, dengan melakukan konvergensi kebijakan dengan negara anggota ASEAN lainnya seperti Malaysia. Pendekatan kooperatif ini diharapkan memperkuat pengaruh Indonesia sekaligus menjaga stabilitas dan sentralitas ASEAN.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-01-07 18:14:08
The author(s) whose article is published in the IP (Indonesian Perspective) attain the copyright for their article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. By submitting the manuscript to IP (Indonesian Perspective), the author(s) agree with this policy. No special document approval is required.
The author(s) guarantee that:
The author(s) retain all rights to the published work, such as (but not limited to) the following rights:
Suppose the article was prepared jointly by more than one author. Each author submitting the manuscript warrants that all co-authors have given their permission to agree to copyright and license notices (agreements) on their behalf and notify co-authors of the terms of this policy. IP (Indonesian Perspective) will not be held responsible for anything arising because of the writer's internal dispute. IP (Indonesian Perspective) will only communicate with correspondence authors.
Authors should also understand that their articles (and any additional files, including data sets and analysis/computation data) will become publicly available once published. The license of published articles (and additional data) will be governed by a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. IP (Indonesian Perspective) allows users to copy, distribute, display and perform work under license. Users need to attribute the author(s) and IP (Indonesian Perspective) to distribute works in journals and other publication media. Unless otherwise stated, the author(s) is a public entity as soon as the article is published.
View My Stats