Perkembangan dan Prospek Pasar Modal di Indonesia Tahun 2005 (Event Study: Pendekatan Managemen Strategik)

*Sugeng Wahyudi -  Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 737 434
Abstract

Penelitian tentang event study telah banyak dilakukan, namun demikian pendekatannya umumnya dilakukan secara parsial. Pada penelitian ini dilakukan  pendekatan secara komprehensif dengan menggunakan po/a manajemen strategik. Pendekatan secara komprehensif mempertimbangkan berbagai variabel baik yang terukur seperti aspek fundamental internal perusahaan maupun aspek eksternal. Kajian pada aspek ekstemal pada ruang lingkup aspek sosial politik, ekonomi,ekologi pada tingkat global maupun pada level  nasional.Penelitian ini dilakukan pada bursa efek Jakarta dalam kurun waktu 17 Agustus 2003 sampai dengan 17 Agustus 2004. Data dipero/eh dari Bursa Efek Jakarta maupun dari pengamatan pengembangan bursa melalui perusahaan sekuritas. Pene/itian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bursa dan prospeknya di BEJ .Pendekatan strategik digunakan mengingat bahwa secara menye/uruh faktor-faktor tersebut bersifat terukur dan tidak terukur yang meliputi aspek sosial politik, ekonomi, ekologi dan fundamental internal perusahaan. Analisis regresi digunakan sebagai penguat pengaruh variabel terukur terhadap kinerja bursa.Variabel ekonomi kurs rupiah terhadap dolar AS dan tingkat suku bunga dan tingkat inflasi merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan bursa dan prospek bursa di tahun 2003. Target APBtahun 2005 kurs rupiah RpB. 600, - dan suku bunga SB/ 6, 5 % serta inflasi 5, 5 % merupakansignal positip terhadap pengembangan bursa tahun 2005. Faktor politik berupa pengembangan metode pemilihan kepemimpinan nasional masih berperan sebagai stimulus positip terhadap pengembangan bursa. Pengaruh bursa global terutama bursa Nikei Jepang akan mewarnai perkembangan bursa efek Jakarta. Sedangkan faktor lingkungan berupa ekologi wabah penyakit seperti flu burung nampaknya masih sebagai faktor yang membatasi investasi dan pengembangan bursa.Faktor fundamental internal berupa aksi korporasi stock split atau pemecahan saham dan penawaran umum perdana saham baru juga merupakan faktor pendorong terhadap pengembangan bursa. Secara umum dapat dirumuskan prospek pasar modal di Indonesia tahun 2005 cukup cerah meskipun tidak secerah tahun 2004 yang telah menciptakan return pasar sebesar 45,5%.

Keywords
Pasar Modal, Event Study, Manajemen Stratejik, Kurs

Article Metrics: